PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 07 September 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 6 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Di ruangan Yoon Sung
Yoon Sung bertanya apakah Kasim Ma yang membawa Kasim Hong ke tempat utusan, Kasim Ma sempat kaget tapi akhirnya tak bisa menyangkalnya dengan alasan  Kasim yang sedang ditugaskan memiliki keadaan darurat. Yoon Sung membuka sebuah kotak, Kasim Ma dengan gugup bertanya apa itu.
Ini Senjata yang aku dapatkan saat berada di Qing. Aku merasa tertarik, jadi aku juga mendapatkan peluru.” Kata Yoon Sung mengangkat pistol dengan bentuk klasik.
“Ahh... Begitu.... Tapi kenapa kau menunjukkannya kepadaku...” ucap Kasim Ma gugup.
Ini tidak memerlukan mesin. Yang harus aku lakukan adalah menarik pelatuknya. Lalu ini akan menembak dan mengeluarkan peluru” jelas Yoon Sung sambil mengarah pistol ke depan dan berpindah mengarah pada Kasim Ma.

Kasim Ma kaget Yoon Sung yang mengarahkan padanya dan bertanya alasan melakuan hal ini padanya. Yoon Sung meminta agar membiarkan saja Kasim Hong, Kasim Ma heran kenapa Yoon Sung itu begitu khawatir tentang Kasim Hong.
Apa kau... mengetahui rahasia yang aku ketahui?” kata Kasim Ma kaget, Yoon Sung melepaskan pelurunya, Kasim Ma menjerit ketakutan memegang badanya ternyata peluru tak bersarang ditubuhnya tapi mengenai lampu diatasnya.
Jangan penasaran dan Jangan bicara. Kalau ada yang pernah berbicara tentang rahasia Kasim Hong, terlepas dari siapa itu, maka aku berencana untuk membunuhmu.” Tegas Yoon Sung memberikan ancaman. Kasim Ma menatap Yoon Sung dengan wajah ketakutan.
Aku memiliki satu peluru tersisa. Jadi Aku berencana untuk menyimpan ini untukmu.” Ucap Yoon Sung, Kasim Ma hanya diam melihat peluru yang ada ditangan Yoon Sung. 


Do Gi berlutut sementara Sung Yul naik ke punggungnya, dari celah-celah jendela bisa melihat Ra On yang sedang kurung dan melihat sekarang keadaan temanya itu mengerikan. Ra On menanyakan apakah Putra Mahkota baik-baik saja.
Kau tidak dalam posisi untuk khawatir tentang Putra Mahkota. Sekarang Dongungjeon berantakan. Invasi Jepang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan itu. Putra Mahkota... Bisa saja diturunkan.” Jelas Sung Yul, Ra On kaget Putra Mahkota bisa diturunkan.
“Kau harus tetap sadar... Makan dengan baik.”pesan Sung Yul, Ra On masih saja diam mendengara kalau Pangeran Lee mungkin saja tak akan jadi calon Raja sementara.
Sung Yul memangil Kasim Hong yang hanya diam saja, saat itu penjaga istana datang.  Dua kasim langsung lari terbirit-birit sebelum ditangkap oleh penjaga. Ra On benar-benar sedih merasa karena membela dirinya maka tempat Putra Mahkota akan digantikan. 

Byung Yun melaporkan pada Pangeran Lee kalau Utusan Mok  akan berangkat dua hari dari sekarang. Pangeran Lee bertanya apakah Byung Yun pernah mendengar dari pejabat Qing siapa yang akan datang. Byung Yun mengatakan tidak tapi menurutnya orang itu belum sampai di Joseon.
Kita harus menemukan... bukti yang jelas yang akan mendapatkan Utusan Mok.” Kata Pangeran Lee.

Byung Yun terdiam mengingat  saat menyimpan buku yang diambilnya lalu pesan dari atasanya Kau tidak boleh membiarkan siapa pun di istana tahu tentang kita. Pangeran Lee menyadarkan lamunan Byung Yun dengan bertanya apa yang dipikirkan sekarang. Byung Yun sempat kaget dan bertanya apa yang dikatakanya tadi.
Aku bertanya berapa banyak orang yang menjaga Dongungjeon... dan apa kau bisa melewati mereka” kata Pangeran Lee 


Beberapa saat kemudian, penjaga istana sangat ketat lalu tiba-tiba Pangeran Lee keluar dari jendela dan kabur melewati atap. Kasim Jang menjerit memanggil Putra Mahkota dengan panik. Semua penjaga pun pergi  mengejar Pangeran Lee yang kabur. Setelah semua pergi, Kasim Jang memberikan kode.
Ra On tertunduk seperti menahan rasa dingin didalam kurungan, Seseorang datang membawakan kunci pintu berdiri didepanya. Ra On kaget melihat Pangeran Lee yang datang dengan pakaian sederhana dan topi milik Byung Yun, lalu membuka kunci dan masuk ke dalam penjara. Ra On ingin berdiri tapi Pangeran Lee menyuruh Ra On tetap duduk saja, lalu ikut dudu disampingnya.  Ra On ingin bicara tapi Pangeran Lee melempar kunci keluar penjara.
Aku akan tinggal disini... untuk 15 menit saja.” Kata Pangeran Lee. Ra On pun hanya bisa diam saja. 
Didepan penjara Byung Yun seperti sudah menghabisi penjaga dan berjaga didepan penjara. Ra On meminta agar Pangeran Lee kembali saja,  karena Hanya penjaga istana yang diizinkan datang ke tempat ini. Pangeran Lee pikir Ra On itu lupa kalau ia adalah seorang Putra Mahkota.
“Yah... memang benar... Kau tidak boleh menyalahgunakan kekuasaanmu kepada kasim rendahan.” Ucap Ra On
Aku bisa saja menyalahgunakan kekuasaanku... karena aku adalah Putra Mahkota.” Kata Pangeran Lee bangga,
Ra On tersenyum mendengarnya. Pangeran Lee senang melihat Ra On akhirnya tersenyum juga. Keduanya saling menatap seperti orang yang saling menyayangi. Pangeran Lee memalingkan wajahnya seperti tak ingin berlama-lama memandangi Ra On.   
Putra Mahkota... Apa kau masih... marah kepadaku?” tanya Ra On
Bukan kepadamu... Tapi kepada diriku sendiri karena aku marah... setiap kali aku melihatmu.” Akui Pangeran Lee, Ra On pun hanya diam.
Berjanjilah satu hal... Jangan menahan dirimu sendiri karena orang lain. Terutama kalau itu adalah karena aku.” Ucap Pangeran Lee menatap Ra On.
Ra On pikir merasa tak bisa,  Pangeran Lee meminta agar Ra On berjanji. Ra On akhirnya berjanji akan melakukan yang diminta oleh Pangeran Lee. Keduanya saling menatap dengan mata berkaca-kaca. 


Utusan Mok terlihat marah karena menurutnya menganiaya seorang utusan dari Qing tidak berbeda dengan menghina Kaisar dan merasa tidak bisa menghadapi Kaisar dengan penghinaan ini. Kalau saja ia  bisa melakukanya, maka  ia akan mengambil Putra Mahkota ke Qing...
“Yah... Maaf? Tapi itu... Kau tidak bisa membawa Putra Mahkota...” kata Ui Gyo yang datang bersama Yoon Sung.
Aku tahu itu... Tapi Setidaknya, aku harus membawa kasim itu ke Qing... dan menghukumnya sesuai dengan hukum Qing.” Kata Utusan Mok licik

Kau tidak bisa melakukan itu!! Dia hanya seorang peserta pelatihan kasim. Apa yang akan kau...” teriak Yoon Sung berdiri dengan marah, Ui Gyo kaget begitu juga Utusan Mok,
Kau tidak boleh bersikap kasar kepadanya.” Ucap Ui Go memarahinya lalu meminta agar Yoon Sung kembali duduk. Yoon Sung pun kembali duduk dengan wajah marah.
Jadi... Utusan Mok.... apa itu cukup?” tanya Ui Go pada utusan Mok. Yoon Sung tak percaya pamanya bisa melakukan itu. Utusan Mok hanya bisa menahan senyumanya. 


Yoon Sung akan datang ke tempat Pangeran Lee, Byung Yun yang berjaga langsung menghadangnya dengan pedang dan bertanya apa tujuanya datang.  Yoon Sung mengatakan kalau sengaja datang sebagai temannya, jadi harusnya mereka menjaga jarak seperti sekarang. Byung Yun menurunkan pedangnya lalu bertanya apa yang ingin dikatakanya.
Aku ingin tahu apa ada sesuatu yang bisa aku bantu.... Ah...Tidak... maksudku.... Aku membutuhkan bantuanmu.” Ucap Yoon Sung, Byung Yun hana diam saja. 

Ra On terdiam dalam penjara, mengingat saat Pangeran Lee berani mengancam Utusan Mok dengan pedangnnya untuk menyelamatkanya, lalu berteriak marah dengan yang dilakukannya.
Siapa yang peduli tentang utusan itu? Siapa sebenarnya kau sampai... Kenapa kau begitu peduli kepadaku?” teriak Pangeran Lee dengan mata melotot.
Lalu teringat kembali kata-kata Sung Yun kalau  Putra Mahkota... bisa saja diturunkan. Dan permintaan dari Pangeran Lee untuk Berjanji satu hal Jangan menahan diri sendiri... karena orang lain. Terutama kalau itu adalah karena aku. Ra On hanya bisa menangis semua kejadian yang dialaminya sekarang. 

Penjaga istana mengeluarkan Ra On dari penjara dengan badan dan tangan yang sudah terikat dengan tali, Kasim Han datang meminta agar meninggalkan mereka berdua supaya bisa bicara. Penjaga pun keluar dari ruangan. Kasim Han mengatakan Seorang kasim harus... bersedia mengorbankan hidupnya untuk seseorang yang dilayaninya.
Tapi aku minta maaf... bahwa aku harus mengirimmu pergi meskipun kau tidak bersalah. Putra Mahkota... memohon pengampunan sepanjang malam... untuk menyelamatkanmu.” Kata Kasim Han, Ra On kaget mengetahui  Putra Mahkota melakukan demi dirinya.
“Sekarang Apa kau memiliki keluarga? Aku akan berbicara dengan mereka.” Ucap Kasim Han
Aku memiliki seseorang yang menemukanku selama kerusuhan... dan membesarkanku, tapi aku tidak tahu di mana dia tinggal sekarang.” Cerita Ra On
Apa kau mengatakan... bahwa kau kehilangan orang tuamu saat kerusuhan 10 tahun yang lalu?” tanya Kasim Han, Ra On membenarkan karena terpisah dari ibunya pada saat itu.
“Lalu Berapa umurmu?” tanya Kasim Han kaget, Penjaga datang memberitahu kalau mereka harus pergi. Ra On buru-buru menjawab kalau umurnya itu 18 tahun denga didorong keluar paksa dari penjara. 


Semua pengawal dari Qing sudah bersiap, Utusan Mok dengan kipas bulunya melihat Ra On yang akan dibawanya tersenyum berpesan agar menjaga sanderanya itu dengan baik-baik karena mereka membutuhkannya hidup-hidup sampai tiba di Qing.
Kasim Ma dan Kasim Sung yang melihatnya seperti tak bisa berkata apa-apa. Utusan Mok naik ke atas kereta kuda dan menyuruh mereka segera pergi. Ra On berjalan dengan bertelanjang kaki dan di dorong oleh pengawal dengan paksa agar berjalan.  Ditengah jalan, tiba-tiba Kuda mereka berhenti karena ada panah yang menancap di kereta kuda. Ra On kaget melihat Pangeran Lee dengan panahnya menyuruh kereta yang dinaiki Utusan Mok untuk berhenti.
Aku merasa terhormat karena kau akan melepasku pergi seperti ini.” kata Utusan Mok dengan senyuman mengejekna.
Terima kasih karena sudah senang melihatku.” Balas Pangeran Lee dengan senyuman lalu mengeluarkan pedang dengan menaruh dileher Utusan Mok.
Kau sudah melakukan cukup banyak. Jadi Tinggalkan kasim itu di sini.” perintah Pangeran Lee.
Perdana mentri Kim keluar terlihat marah dengan Tindakan yang sangat tidak menghormati sudah dilakukan Putra Mahkota karena mereka akan mengantar utusan dari Qing pergi. Pangeran Lee menatap Perdana mentri dengan sinis. Perdana mentri bertanya apakah Pangeran Lee menarik pedang hanya karena kasim itu,  Pangeran Lee membenarkan
Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun mengambil apa yang sebelumnya menjadi milikku. Jadi, aku sangat marah sekarang.... Lepaskan dia sekarang.” tegas Pangeran Lee dengan pedang masih mengarah pada leher Utusan Mok.
Kenapa kau peduli dengan hanya satu orang itu? Kau harus memikirkan semua orang... yang gemetar ketakutan karena Pangeran yang belum dewasa.” Kata Perdana Mentri Kim menyindir. Pangeran Lee menurunkan pedangnya.
Orang-orang yang gemetar ketakutan... adalah senjata terbaik yang kau miliki. Kau menggunakan mereka untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, dan kau bersembunyi di balik mereka saat kau berada dalam kesulitan. Bukankah benar seperti itu?” balas Pangeran Lee menyindir. Perdana Mentri Kim sempat kaget.
Berapa lama lagi kau harus terus menggerutu seperti anak kecil? Tolong masukkan pedangmu sekarang.” tegas Perdana Mentri Kim marah


Tiba-tiba Ra On yang sedari tadi diam mengatakan kalau akan memilih untuk pergi. Pangeran Lee kaget mendengarnya, Ra On mengulang kalau tetap akan pergi ke Qing.  Pangeran Lee dengan mata melotot marah bertanya apaah Ra On lupa dengan dijanjikan kepadanya.
Putra Mahkota mengatakan kepadaku untuk tidak menahan diri sendiri... terutama kalau itu adalah untukmu. Jadi Karena itu, Aku tidak akan menahan diri dari mengatakan hal ini. Putra Mahkota harus... menahan diri dari kemarahan... demi rakyatmu dan bukan demi aku. Ini karena kau adalah Putra Mahkota negeri ini.” kata Ra On memberikan penjelasanya dengan mata berkaca-kaca.
Semua penjaga istana langsung mengepung Pangeran Lee, dengan mata melotot marah Pangeran Lee menyuruh semua agar menyingkir.  Penjaga memberitahu kalau semua adalah perintah Raja jadi meminta agar memberikan pedang yang digunakanya sekarang.

Ra On menahan tangisnya melihat Pangeran Lee, dari kejauhan terlihat Byung Yun melihat semuanya dan berlari ke arah lain. Pangeran Lee akhirnya menjatuhkan pedangnya. Utusan Wok seperti senang lalu menyuruh semuanya agar segera pergi. Ra On pun berjalan pergi meninggalkan istana untuk pergi ke Qing. Do Gi dan Sung Yun tak percaya melihat teman mereka yang meninggalkan istana.
Aku mendoakan kesehatanmu, Putra Mahkota. Gumam Ra On saat lewat disamping Putra Mahkota. Geun Gyo yang melihat akhirnya bisa tersenyum karena Putra Mahkota bisa turun tahta sekarang. 
Kereta kuda melewati hutan, terlihat kaki Ra On sudah penuh luka karena berjalan tanpa alas kaki. Utusan Mok meminta mereka menghentikan kereta karena mereka akan beristirahat lebih dulu. Ketika turun dari kereta, Utusan Mok meminta agar pengawal mengikutinya secara diam-diam dengan beberapa orang. Pengawal mengerti dan memerintahkan orang yang menjaga Ra On agar  mengingkatnya disebuah pohon.
Perdana Mentri Kim dan Menteri Jo pergi mancing bersama, keduanya terlihat sangat akrab. Mentri Jo melihat  kemarahan Putra Mahkota, menurutnya Pangeran Lee tidak akan bersikap lunak dengan pejabat di masa depan.
Melihat dunia dengan antusiasme yang berlebihan, dia pasti puas dengan segala sesuatu yang dilihatnya. Raja sama saja saat seusia Putra Mahkota. Dia hanya mengejar perubahan dan reformasi. Tapi Kau bisa melihat hasil dari tindakannya.” Ucap Perdana Mentri Kim.
Hasil tindakannya sangat tragis, tapi kau harus mengambil risiko untuk melakukan perubahan.” Komentar Mentri Jo

Negara ini dipimpin oleh pejabat Saat raja menganggap dirinya sebagai raja... sebagai arti yang sebenarnya, itu adalah saat yang paling berbahaya.” Kata Perdana Mentri Kim, Mentri Jo melihat kailnya dimakan ikan tapi saat mengangkat ikanya malah kabur.
Di saat aku mencoba untuk memahamimu, maka aku terus merasa terganggu. Sulit untuk berkonsentrasi pada ikan.” Kata Mentri Jo, Perdana Mentri Kim tertawa.
Untuk keamanan negara dan stabilitas politik, aku mohon tolong dukung aku. Aku menyarankan pernikahan di antara anak-anak kita sekarang.” Ucap perdana mentri Kim, Mentri Jo hanya melirik seperti tak begitu suka. 


Utusan Wok bertemu dengan seseorang melihat kotak berisi tanaman herbal dan menciumnya, yang lain mengecek dalam kotak beras. Tiba-tiba seseorang diserang, terlihat Byung Yun datang. Utusan Mok panik bertanya siapa orang yang datang menghadangnya. Dibelakang Byung Yun, Pangeran Lee dengan pakaian biasa menghadang Utusan Mon. Utusan Mok panik melihat Pangeran Lee ada didepanya.
Aku sudah mempersiapkan hadiah, tapi aku lupa untuk memberikannya kepadamu.” Kata Pangeran Lee mengeluarkan pedangnya. Semua didepan mereka pun siap melawan dengan pedang.
Aku akan bertarung sendirian. Tolong menjauhlah, Yang Mulia.” Kata Byung Yun
Kau seharusnya mengatakan itu sebelum aku mencabut pedangku.” Ejek Pangeran Lee.
Utusan Mok memberikan perintah agar melawan mereka berdua. Perkelahin terjadi dengan Byung Yun dan orang yang memakai pedang. Orang yang membawa kampak  melempar ke arah Pangeran Lee. Dengan teknik bela dirinya bisa menghindari mengunakan pedang dengan cepat.  
Pangeran Lee hanya dalam beberapa detik saja bisa menghabiskan semuanya, Utusan Mok terlihat ketakutan mencari perlindungan. Byung Yun melihatnya langsung melempar pisaunya, Utusan Mok menjerit ketakutan pisau mengenai tepat diatas kepala Utusan Mok. 
Penjaga yang menunggu kereta kuda langsung mengeluarkan pedang saat Yoon Sung mendekat. Dengan bahasa Qing berbicara kalau saat ini adalah penyelidikan dari Departemen Sensor jadi Menyingkir dari jalan. Ketua Departement pun berjalan ke depan, semua pengawal meminta maaf karena  sudah bersikap kasar.

Sementara Pangeran Lee dan Byung Yun berjalan mendekati Utusan Wok.
Apa hadiah perpisahan dariku ini menyenangkanmu?” tanya Pangeran Lee, Utusan Mok ketakutan bertanya apa yang sedang dilakukan Pangeran Lee padanya.
Kau mencoba untuk mencuri upeti untuk Kaisar... dan bahkan mencoba untuk menyelundupkan beberapa. Sejauh yang aku tahu, setidaknya kau akan diasingkan... karena menyelundupkan belerang dan tanduk banteng di Qing. Bukankah benar begitu?” kata Pangeran Lee pada Byung Yun.
Hukuman untuk penyelundupan belerang adalah kematian.” Kata Byung Yun
Aku akan memberitahu Kaisar bahwa itu adalah konspirasi.  Menurutmu siapa yang akan dipercaya oleh Kaisar?” Ucap Utusan Mok bisa membela diri.
“Yah... memang Kau benar. Dia tidak akan percaya... Itulah sebabnya aku mengundang tamu lain.
Bagian Departement Sensor datang menemui ketiganya, Utusan Mok kaget melihatnya. Pangeran Lee dan  ketua Departement saling memberikan hormat, dari kejauhan Yoon Sung melihat pertemuan mereka. Byung Yun bisa melihat Yoon Sung yang mengamati mereka dan saling memberi kode dengan anggukan. 

Flash Back 
Yoon Sung mendengar  mereka mengubah rute ke Qing, menurutnya ini adalah rute yang lebih berat dan panjang jadi Mereka akan bertemu di sana kalau menyelundupkan sesuatu. Byung Yun mengangguk mengerti, lalu Yoon Sung memberikan sebuah amplop.
Aku menandai lokasinya di peta.” Ucap Yoon Sung lalu pergi.
Apa kau yakin... kau akan baik-baik saja?” kata Byung Yun khawatir dengan temanya.
Aku akan baik-baik saja selama Kasim Hong aman.” Kata Yoon Sung membalikan badanya. 

Byung Yun memberikan buku yang berhasil dicurinya, yaitu  daftar dari pedagang yang membuat penawaran dengan Utusan Mok. Pangeran Lee bisa tersenyum mendengarnya. Byung Yun mengeluakan peta yang diberikan Yoon Sung.
Mereka bertemu untuk kesepakatan terakhir dalam perjalanan ke Qing.” Kata Byung Yun
Kita harus menemukan siapa pedagang itu... sebelum penyidik tiba. Bisakah kau memeriksanya?” kata Pangeran Lee.
Baik, Yang Mulia. Tapi kita tidak punya banyak waktu...” kata Byung Yun
Aku akan mencegah kepergian Utusan Mok sampai kau kembali.” Ucap Pangeran Lee.
Saat menahan Utusan Mok pergi, Pangeran Lee melihat Byung Yun yang datang dan akhirnya melepaskan pedangnya. 

Byung Yun terdiam karena semua ini berkat Yoon Sung yang membantunya, Yoon Sung pergi dengan wajah tersenyum bisa membantunya. Si Ketua Penyidik dengan bahasa Qing marah karena Utusan Mok iu  mempermalukan Qing dengan menyalahgunakan posisinya sebagai utusan negara.
Ini adalah kesalahpahaman... Aku akan menjelaskan semuanya.” Ucap Utusan Mok bersujud memohon ampun sambil menangis.
Aku tidak perlu penjelasan darimu, Bayar untuk kejahatanmu dengan hidupmu.” Kata ketua Penyidik. Pangeran Lee seperti sudah puas melampiasakan amarahnya. 

Ra On diikat pada pohon dengan penjagan yang sangat ketat, tiba-tiba semua penjaga jatuh karena tertusuk pisau. Ra On mencoba melepaskan ikatan tanganya dan melihat sosok orang yang berjalan dibalik kibaran bendera.
Pangeran Lee datang menyelamatkanya, dengan pedang memotong tali yang diikat pada pohon. Ia berjongkok melihat kaki Ra On yang kotor dan penuh dengan luka, Ra On hanya bisa tertunduk dan Pangeran Lee terlihat menahan rasa sedih melihat keadaan Ra On. Lalu ia melepaskan ikatan tangan Ra On melihat ada bekas luka juga.
Putra Mahkota.... Kau tidak bisa melakukan ini.” kata Ra On
Ayo kembali.... Kau boleh kembali sekarang.” Ucap Pangeran, Ra On tak percaya mendengarnya.  Pangeran dengan senyuman mengatakan kalau Ra On aman sekarang.
Aku takut akan benar-benar dibawa ke Qing.” Kata Ra On menangis, Pangeran Lee mengaku juga merasa takut kalau semuanya akan terlambat.
Keduanya saling menatap lalu melihat Byung Yun datang dengan membawa dua kuda. Pangeran Lee tersenyum bisa membawa Ra On kembali ke istana, Ra On menahan air matanya agar tak tumpah. 


Pangeran Lee memakaikan sepatu pada kaki Ra On, lalu baru naik keatas kuda, tanganya memegang bagian tali depan membuatnya seperti memeluk Ra On dari belakang. Ra On sedikit gugup.  Pangeran Lee marah karena Ra On berani melanggar janjimu kepadanya.
Kau harus dihukum setelah kita kembali ke Dongungjeon.” Ucap Pangeran Lee
Apa aku benar-benar bisa kembali ke Dongungjeon?” tanya Ra On tak percaya.  Pangeran Lee mengatakan Tentu saja.
Kau berkata akan menjadi marah kalau melihatku.” Ucap Ra On sedih, Pangeran Lee mengaku masih seperti itu karena selalu marah kalau  melihat Ran On
“Aku tak bisa menahannya. Saat aku tidak bisa melihatmu, maka Aku marah dan itu membuatku gila. “ Akui Pangeran Lee, Ra On menatap Pangeran Lee seperti tak percaya.
Jadi... tetaplah di sisiku.” Kata Pangeran Lee. keduanya saling menatap diatas kuda.  Pangeran Lee memacu kudanya lebih dulu, Ra On pun membalikan badannya, bersama dengan Byung Yun kembali ke istana.
bersambung ke episode 7 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Keren banger dah ga terasa terharu banger ampe meneteskan air mata... Hiks..
    Mksh sinopsisnya mbk

    BalasHapus