PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Tampilkan postingan dengan label Meow The Secret Boy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meow The Secret Boy. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2020

Sinopsis Meow The Secret Boy Episode 8

PS : All images credit and content copyright : KBS
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Sol Ah mengetuk pinu kamar dan memanggil Bang Guk Bong. Hong Joo terlihat sedang tertidur pulas sebagai kucing. Sol Ah memanggilnya bertanya apakah sudah bangun. Hong Joo masih tertidur. Sol Ah pun meminta izin agar bisa masuk kamarnya.
Hong Joo langsung terbangun dan kali ini tetap jadi manusia, wajahnya terlihat panik dan bertanya ada apa. Sol Ah kebingungan mencari kucingya dan bertanya-tanya sembunyi dimana Hong Joo. Hong Joo melihat banyak makanan kucing diatas meja.
“Kusiapkan ini untuk hari terakhirnya.” Ucap Sol Ah. Hong Jo bertanya apakah Barang-barangnya sudah dibereskan. Sol Ah mengaku belum.
“Aku butuh barang milikmu, Untuk kembali.” ucap Hong Joo. Sol Ah binggung. Hong Joo pun mencoba mencari alasanya.
“Dia pasti terbiasa denganmu. Ayo beri dia sesuatu milikmu.” Jelas Hong Joo. Sol Ah pun mengerti.
Hong Joo memasukan laptop dan ponsel Sol Ah. Sol Ah mengeluh dengan yang dilakukan Hong Joo dan langsung mengambilnya merasa sedang bercanda sekarang. Hong Joo mencari barang yang lainya dan memasukan bra. Sol Ah langsung berteriak marah dan memukul Hong Joo.
“Haruskah kau membiarkannya pergi? Bagaimana jika dia kembali?” ucap Hong Joo
“Kucing tak akan kembali. Hanya anjing yang akan kembali.” kata Sol Ah yakin .
“Bagaimana jika dia kembali?” tanya Hong Joo. Sol Ah pikir  akan mengirimnya lagi.
“Sudah Terlambat. Beri makan Jo Jo makanan ringan jika kau melihatnya. Dan kunci.. Jalan berbahaya, dan banyak orang tak suka kucing. Sampai jumpa.”kata Sol Ah bergegas pergi. Hong Joo mengeluh kalau Sol Ah juga tak suka. 





Di kantor, Sol Ah duduk sambil mengambar sesuatu. Sementara di rapat membahas tentang Kucing dan Perusahaan makanan terkemuka. merilis merek makanan hewan. Wakil direktur memberitahu kalau Klien adalah perusahaan besar.
“Siapa yang mau ambil proyek? Siapa pun yang melakukan ini akan untung besar... Ji Eun-ssi?” ucap Wakil Direktur. Song Kwon langsung menyahut.
“Kenapa orang lain menjawab?” sindir Wakil Direktur.  Song Kwon mengaku Ji Eun memang rajin, tapi dia kurang pengalaman, dan proyek-proyek seperti ini..
“Aku ingin pendekatan baru.”ucap Wakil Direktur. Da Som pikir  Ji Eun sepertinya agak terbebani.
“Seseorang bisa menemaninya.” Ucap Wakil Direktur melihat anak buahnya lalu memanggl Doo Sik dan Sol Ah.  Doo Sik menyahut tapi Sol Ah masih sibuk mengambar. Doo Sik pun menyenggolnya. Sol Ah pun tersadar.
“Sol Ah-ssi, apa kau mengerjakan "Cinta Beodul"? Aku iri. Kau punya waktu untuk diri sendiri saat bekerja. Kapan episode berikutnya muncul?” sindir Wakil Direktur.
Sol Ah dan Doo Sik saling menatap karena kemungkinan Ji Eun itu yang mengadukanya . Sol Ah mengaku Sudah usai karena Egonya sangat transparan sehingga segera menemukannya serta Sangat buruk. Wakil Direktur pikir Sol Ah  Jangan terlalu kecewa.
“Kau memiliki teknik yang hebat... Tidak semua orang harus kreatif. Sebagian harus mengambil peran pendukung. Kau bisa Diam-diam dengan kukuh, di belakang layar.” Saran Wakil Direktur. Sol Ah mengerti
“Kalian bertiga dapat membuat proposal.” Perintah Wakil Direktur. Ketiganya pun menganguk mengerti. 


Sol Ah, Ji Eun dan Doo Sik akhirnya makan bersama tapi suasana terasa canggug, bahkan Ji Eun seperti memisahkan makananya. Sol Ah melihatnya berpura-pura menikmati makananya lalu meminta maaf pada Ji Eun karena tak mengenalinya sesudah menggambar bersama selama tiga tahun.
“Sekarang aku mengenalimu, rasanya tampak seperti teman baik.” Ucap Sol Ah.
“Hei. Siapa pun tahu bahwa dia tak nyaman. Ketika cuma kita, bagaimana kalau kita saling memanggil nama? Eun Ji.” Ucap Doo Sik.
“Namanya Ji Eun... Eun Ji Eun.” Jelas Sol Ah. Doo Sik mengaku tahu namanya Ji Eun lalu meminta maaf karena bingung. Ji Eun hanya bisa tertunduk.
“Sunbae-nim.. Kau benar-benar kesulitan makan. Apa kau butuh bantuan?” ucap Doo Sik langsung mengambil mie dari mangkung Ji Eun.
Ji Eun langsung berpikiran itu sama seperti “CIUMAN TAK LANGSUNG!” Doo Sik pikir akan mengambil kuahnya juga. Sol Ah malu karena itu sendok yang digunakan kotor bekas mulutnya. Doo Sik pun menarik sendoknya. Sol Ah menyuruh Doo Sik agar mengambil miliknya saja.
Ji Eun kesal bergumam “KAU TAK HARUS MENGHENTIKANNYA”  akhirnya memilih untuk pamit untuk ke kamar lebih dulu. Sol Ah mengluh kalau mereka bisa Taruh saja kotak makan siangya tapi malah membawanya ke restoran sampai membuat kecanggungan
“Hei.. Tentu saja canggung... Dia adalah orang yang mengadu ke wakil direktur. Bayangkan bagaimana perasaannya.” Ucap Doo Sik.
“Tidak mungkin... Jangan langsung menyimpulkan.” Kata Sol Ah yakin bukan Ji Eun orangnya.
“Kaulah yang harus berhenti bereaksi berlebihan. Kau Tak mudah melupakan Jae Sun, 'kan? Kau terlihat sangat kuyu.” Ejek Doo Sik.
“Bukan itu. Tapi Aku akan mengirim kucing juga hari ini.” Ucap Sol Ah. Doo Sek pikir merasa lebih baik jadi Ganti kucing itu dengan anjing.
“Lalu Bagaimana kencan butamu? Bukankah aku sudah memberitahumu?” ucap Doo Sik penasaran



Di dalam restoran Ibu Doo Sik marah karena ada Kucing sialan itu memakan semua sisa makanan. Di luar, Hong Joo memangang ikan dengan tatapan kosong. Ayah Doo Sik datang bertanya Ada apa dengan wajah Hong Joo.
“Kenapa kau terlihat sangat tertekan? Apa kau mengkhawatirkan sesuatu? Akulah orang yang harus kau datangi saat kau khawatir. Dulu, nama tengahku "khawatir". Katakan padaku apa yang terjadi. Sepertinya bukan soal masalah kencan yang kekanak-kanakan.” Ucap Ayah Doo Sik.
“Dia akan menyingkirkanku.” Kata Hong Joo. Ayah Doo Sik pikir kalau ini Masalah kencan.
“Benar, sudah kuduga. Tiap waktu, kencan adalah masalahnya.” Ucap Ayah Doo Sik.
“Tentu saja dia akan menyingkirkanku. Jika kupikir-pikir, aku belum melakukan apa pun untuknya. Yang kulakukan adalah menerima.
“ kata Hong Joo
“Wajar bagi manusia untuk mengandalkan orang lain.” Komentar Ayah Doo Sik.
“Aku bukan manusia.”akui Hong Joo. Ayah Doo Sik bertanya lalu Hong Joo itu apa kucing. Hong Joo membenarkan. Ayah Doo Sik hanya bisa tertawa.
“Bagaimana agar bisa menjadi orang sesungguhnya?” tanya Hong Joo. Ayah Doo Sik mengaku ia pun bukan manusia sesungguhnya.

Saat itu Ibu Doo Sik keluar memukul bahu Hong Joo. Hong Joo memegang lenganya yang kesakitan dan kaget. Ibu Doo Sik mengeluh kalau Hong Joo  harus beri tahu sejak awa karena dengar Guk Bong adalah kakak tiri Sol Ah. Ayah Doo Sik pun kaget mendengarnya.
“Jika dia keluarga Sol Ah, dia juga keluarga kita. Makanya itu. Kita bahkan tak bisa menyuruhnya sekarang.” Ucap Ayah Doo Sik. Ibu Doo Sik pun berpikiran yang sama.
“Tapi Bagaimana ini? Restorannya berantakan sekarang. Kita sangat butuh bantuan. Meski uang tak bisa menjadikanmu menjadi manusia, tapi manusia membutuhkannya untuk hidup.” Ucap Ibu Doo Sik. Hong Joo seperti senang. 

Hong Joo mengelap meja yang kotor. Ayah Doo Sik menyelipkan uang pada Hong Joo agar mengnggap itu sebagai uang muka dari gajinya. Hong Joo tersenyum lalu pergi ke kedai kaki lima membeli toppoki dengan memastikan kalau Dibuat dengan kue beras.
“Apa kau ingin camilan goreng juga?” tanya Bibi. Hong Joo bingung karena Sol Ah tak mengatakannya.

Sol Ah pulang ke rumah memanggil Hong Joo tapi  tak melihat kucinganya dengan wajah panik.  Ia pun keluar rumah menatap cafe yang cukup ramai den berpikir bertanya pada Jae Sun saja, tapi ia memutuskan harus terus mencarinya.
Ia berjalan mencari Hong Joo sampai ke jalan, sementara Hong Joo berjalan pulang sambil membawa toppoki diseberang jalan dan terlihat mengantuk. Mereka tak saling melihat. Saat itu Hong Joo yang mengantuk akan menyebrang jalan.
Tiba-tiba terdengar suara rem yang berdenyit, Sol Ah panik berpikir kalau Hong Joo yang terbarak. Tapi Hong Joo sudah berhasil menyerang jalan dengan mata mengantuk lalu melihat di pinggir jalan ada kotak tertulis [PENAMPUNGAN KUCING]
“Haruskah aku beristirahat di sini?” ucap Hong Joo melihat rumah yang pas denganya, lalu seseorang mengamati dari belakang. 


Sol Ah  terus mencari sosok Hong Jo, saat itu beberapa anak remaja membahas kucing mati dan merasa sangat kasihan. Sol Ah langsung bertanya dimana kucing itu karena kehilangan kucingnya.
“Petugas keamanan menguburnya di tanah kosong sebelah sana.” Jelas Si remaja.
Sol Ah berjalan dan melihat gundukan tangan, ia langsung menangis memanggil Hong Jo dan mencoba mengali kuburan sambil mengingat kenangan dengan Hong Jo yang sangat dekat denganya. Ia memohon agar bukan Hong Jo yang ada didalam kardus.
“Nona , sedang apa di sini?” tanya petugas datang. Sol Ah yang menangis mengaku sedang mencari kucing.
“Aku dengar kucing mati dimakamkan di sini.” Jelas Sol Ah. Petuga memberitahu kalau kucing itu tertabrak mobil jadi mengubur di sini.
“Apa itu milikmu?” tanya Petugas. Sol Ah sudah membuka kardus merasa bukan kucing miliknya 


Hong Joo bertemu dengan seorang pria duduk di tangga, Si pria mengaku pikir Hong Joo akan menyakiti kucing. Hong Joo ingin tahu Kenapa seseorang melakukan itu. Si pria pikir orang –orang berpikir kucing itu berisik, kotor, atau diyakini pembawa sial.
“Karena mereka lebih lemah daripada manusia. Orang-orang bahkan meninggalkan hewan peliharaan mereka. Aku melihat jenis kucing mahal di sekitar sini. Kakinya sakit. Aku menunggu untuk menangkap kemudian merawatnya.” Cerita si pria.
“Hewan peliharaan yang terbengkalai?” kata Hong Joo. Si pria pikir Kucing peliharaan yang ditinggalkan sama saja dengan mati bahkan akan menjadi jauh lebih dingin. Hong Joo hanya bisa diam saja. 

Hong Joo akhirnya sampai ke rumah, terdengar bunyi bel rumah. Jae Sun datang bertanya Apa Sol Ah dan Kenapa tak menjawab teleponnya padahal datang untuk kucing jadi berpikir untuk masuk. Hong Joo langsung menghalanginya.
“Pemilik baru sedang menunggunya. Waktu yang disepakati sudah berlalu. Jadi Aku hanya akan mengambil kucing.” Ucap Jae Sun.
“Tak bisa.” Kata Hong Jo. Jae Sun mengaku  sudah membicarakannya dengan Sol Ah.
“Kucing itu tak ada di sini lagi.” Kata Hong Joo. Jae Su bingung Apa artinya
“Kucing memang seperti itu. Ketika tiba waktunya untuk pergi, maka mereka pergi sendiri.” Ucap Hong Joo lalu masuk ke dalam rumah. Jae Sun terlihat bingung.
“Jika aku tidur, akan menjadi kucing. Dan aku akan dibuang.” Gumam Hong Joo yang mencoba untuk tetap terjaga. 

Sol Ah baru saja pulang dengan wajah lesu. Jae Sun langsung menghadangnya bertanya Apa yang terjadi karena Pemilik baru sudah menunggu lama. Sol Ah meminta maaf. Jae Sun pun ingin tahu Apa terjadi masalah
“Aku kehilangan dia... Hong Jo...” ucap Sol Ah. Jae Sun kaget mendengarnya.
“Kapan?” tanya Jae Sun. Sol Ah mengaku tak tahu. Jae Sun mengeluh Sol Ah bahkan tak tahu kapan dia menghilang.
“Aku tak melihatnya pagi ini..” ucap Sol Ah yang langsung disela oleh Jae Sun. Jae Sun pikir Sol Ah tak pedul
“Dia selalu kembali... “ ucap Sol Ah. Jae Sun pikir kalau Sol Ah selalu membiarkan jendela terbuk padahal sudah bilang hati-hati.
“Yah. Benar... Aku minta maaf karena ceroboh... Tapi selama ini..  “ ucap Sol Ah kembali disela oleh Jae Sun.
“Mengabaikannya sama saja dengan membuangnya... Kau membuangnya... bahkan Kali ini juga.” Ucap Sol Ah
“Kau bilang "Kali ini juga"? Apa maksudmu? Kenapa aku membuang Hong Jo? Kau pikir aku masih punya perasaan untukmu lantas aku menyingkirkan kucing mantan pacarmu? Apa Kau anggap aku begitu?” ucap Sol Ah marah. Jae Sun mengaku bukan seperti itu.
“Aku tak membuang Hong Jo... Yang kubuang adalah kau, Jae Sun, bukan Hong Jo.” Tegas Sol Ah lalu masuk ke dalam rumah.
Ia pun mengeluh karena seharusnya sama sekali tak menerima kucing itu karena Kucing adalah kucing jadi tak bisa menyukai.. Saat itu Ia melihat Hong Joo yang tertidur di kotak dalam kamar. Sol Ah langsung memeluknya sambil menangis, seperti memeluk Hong Joo dengan wujud manusia.
“Aku tak bisa menahannya. Aku adalah anjing. Anjing yang jatuh cinta pada kucing.” 


Hong Joo menumpuk Tteokbokki dan kue ikan. Sol Ah bingung tapi akhirnya memakanya dan mengucapkan pada Guk Bok yang sudah membelikanya.  Ia pikir Jika tak pergi mencari si Berandal Hong Jo, maka Toppokinya tak akan lembek.
“Apa Kau selama ini mencari kucing itu?” tanya Hong Joo tak percaya. Sol Ah membenarkan.
“Kupikir aku kehilangan dia, tapi dia sedang tidur di lemari. Dasar Berandal tak tahu malu.” Keluh Sol Ah.
“Kenapa kau mencarinya? Padahal bukan kucingmu. Ada pepatah. "Kucing tak memiliki pemilik. Kucinglah yang memilih manusia."  kata Sol Ah
“Aku yakin manusia yang membuat kata-kata itu. Untuk menghindari tanggung jawab.” Ucap Hong Joo. Sol Ah pikir mungkin saja.
“Lalu Apa yang akan kau pilih?” tanya Hong Joo. Sol Ah mengaku tak tahu.



Di sebuah postingan tertulis “KUCING HILANG - BERNAMA HONG JO” dengan gambar foto-foto yang lucu. Jae Sun menatapnya lalu menerima telp dariorang yang bilang akan mengambil kucing. Jae Sun lalu meminta Maaf soal sebelumnya karena Kucin
“Oh, tidak. Tampaknya aku beruntung. Aku baru tahu bahwa aku hamil. Aku terpaksa memilih melepaskan hewan peliharaan bukan bayi. Kami sudah berusaha keras. Maaf.” Ucap Si bibi. 

Jae Sun hanya bisa terdiam dan melihat tulisan yang ditinggalkan oleh orang tuanya.
Flash Back
Saat Jae Sun masih balita, sebuah keluarga dateng meminta maaf karena  Para dokter bilang mandul,. Tapi tenyata tiba-tiba hamil Jadi akan memulangkan Jae Sun. Kedua kalinya, Jae Sun berteriak memanggil wanita yang mengadopsinya “ibu” dan berteriak histeris.
“Ini akan menjadi yang kedua kalinya ditinggalkan.” Ucap biara. Keluarga itu pun meminta maaf lalu bergegas pergi walaupun Jae Sun menangis meminta agar ibunya jangan pergi.
Ketiganya, Jae Sun terlihat sudah dewasa seperti sudah biasa dipulangkan kembali dan meminta maaf. Itu sama dengan yang dituliskan oleh oran gtua Jae Sun yang meminta maaf padanya karena membuangnya dan ia pun tak ada yan mengadopsinya.
Pagi hari, Sol Ah datang ke tempat Jae Sun meminta maaf dengan membawa Hong Joo mengaku sudah menemukannya di lemari dan tertidur lelap. Jae Sun mendengar kata maaf berpikir Sol Ah akan membuangnya jadi meminta agar memberikanya.
“Aku akan merawatnya... Maaf, Aku tak bisa memberikanya.” Ucap Sol Ah. Jae Sun menolaknya karena Sol Ah itu tak suka kucing.
“Aku suka... Hong Jo.” Ucap Sol Ah. Jae Sun kaget mendengarnya.

Epilog
Sol Ah melihat gambar adegan “AKU SENDIRIAN LAGI HARI INI Lalu melihat sesuatu sambil bergumama suda  menemukan sesuatu yang ingin digambar dan mulai mengambar kucing.
Di sebuah bandara, seorang pria keluar dengan pakaian yang serba tertutup dengan ransel. Saat keluar bandara tak sengaja paspornya terjatuh, beberpa wanita mengambilnya lalu memanggil nama Bang Guk Bong sesuai dengan yang ada password.
Bersambung ke episode 9

 Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Sinopsis Meow The Secret Boy Episode 7

PS : All images credit and content copyright : KBS

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Sol Ah bermain gambar bayangan dengan tangan membentuk anjing lalu memanggil Hong Jo kalau akan memakannya. Hong Jo senang diajak bermain dengan Sol Ah. Sol Ah teringat kalau kini bukan anjing lalu melihat dilayar komputernya [SERIAL WEBTOON INI AKAN BERHENTI DITERBITKAN]
“Memalukan sekali mengunggah pengumuman... Ah Lagi pula tak ada orang yang menunggu.” Ucap Sol Ah dan mengeluh kalau  Ingin makan tteokbokki.
“Yang dibuat dengan kue beras tebal.” Kata Sol Ah. Saat itu Hong Joo pergi ke lantai atas.
“Apa kau Mau pergi makan tteokbokki? Yang tebal.” Ucap Hong Joo. Sol Ah kaget melihat Hong Joo yang luar biasa.
“Apa Kau tahu cara membaca pikiran orang? Tapi kau tak lihat waktu. Aku harus bekerja.” Ucap Sol  Ah lalu bergegas pergi. Hong Jo hanya bisa menatap sedih
“Terima kasih untuk kemarin malam.” Kata Sol Ah dengan senyuman sebelum perg. Hong Jo pun tersenyum. 


Sol Ah menatap cafe SONAMU saat keluar rumah. Jae Sun keluar dari cafe. Sol Ah pun bersikap berpura-pura tak jadi apapun semalam menyapa Jae Sun berkomentar kalau cuaca hari ini bagus sekali. Tapi saat itu tiba-tiba angin yang bertiup kencang.
“Angin sepoi-sepoi sangat menyegarkan.” Ungkap Sol Ah berpura-pura santai tapi makin lama angin makin kencang dan menerbangkan daun besar ke wajahnya. Jae Sun hanya bisa menatapnnya. Sol Ah pun memilih untuk pamit pergi. 

[BUKAN MANUSIA YANG MEMILIH MEMELIHARA KUCING, TAPI KUCINGLAH YANG MEMILIH DIPELIHARA MANUSIA --PAUL REIHAUJEN--]
Hong Joo keluar dari rumah menatap ke depan cafe, Jae Sun datang bertanya apakah Hong Joo tertarik. Hong Joo menatap ke selembaran [MENCARI PEKERJA] lalu dengan sinis mengatakan kalau  Tak butuh uang dari Jae Sun lalu melangkah pergi. Jae Sun terdiam melihat Guk Bong yang sinis padanya. 

“Hei, kenapa berhenti menerbitkan webtoon?” ucap Doo Sik datang ke tempat Sol Ah. Sol Ah mengaku "Cinta Beodul" sudah usai.
“Kenapa? Padahal sangat berarti bagimu.” Kata Doo Sik. Sol Ah mengaku  sudah usai dengan Jae Sun juga. Doo Sik kaget mendengarnya.
“Bisakah aturkan kencan buta?” ucap Sol Ah. Doo Sik mengelu agar meminta Sol Ah jangan mengatakan hal kuno
“Kenapa? Itu umum. Menjumpai pria lain adalah cara terbaik untuk melupakan pria.” Kata Sol Ah
“Bukan itu. Kau bilang berkali-kali bahwa sudah usai dengan Jae Sun.” Kta Doo Sik
“Aku sudah memastikannya. Aku bilang akan berhenti mengikutinya seperti anak anjing. Aku muak menyukai pria yang seperti kucing.” Jelas Sol Ah
“Benar. Cobalah mulai menjumpai seseorang... Kencan buta? Baiklah. Kau Mau pria yang bagaimana?” tanya Doo Sik.
“Pria yang seperti anjing.” Ucap Sol Ah. Doo Sik pikir itu pujian. Sol Ah ingin Pria yang tak menyukai wanita lain.
“Pria yang hanya peduli padaku, mengikutiku, dan selalu menungguku. Sekarang, aku hanya akan berkencan dengan pria yang seperti anjing.” Kata Sol Ah. Doo Sik mencoba memikirkanya.


Di depan toko, Hong Jo melihat ayah Doo Sik yang sedang memanggang ikan.  Ayah Doo Sik pun menyapa Hong Jo  dengan Pemuda Ramah yang datang lagi. Hong Jo akhirnya masuk ke dalam toko, Ibu Doo Sik pun menyapa dengan wajah sumringah.
“Hei, kau orang yang datang ke sini dengan Dae Sung. Hari ini, kau datang sendiri. Kemarilah duduk.”ucap Ibu Doo Sik dengan wajah bahagia. Hong Joo pun memberikan senyuman.
Beberapa saat kemudian, Hong Jo makan sepuasnya tapi tak berlaku seperti kemarin. Ibu Doo Sik marah karena ternyata Hong Jo yang tak punya uang lalu memberikan ponselnya agar bisa menelp keluarganya.  Hong Jo hanya melongo bingung dengan ponsel karena tak tahu cara mengunakanya.
“Astaga, kupikir kau pemuda ramah. Kau terlihat sangat normal, tapi ini sangat tak sopan.” Ucap Ibu Doo Sik marah 
“Tampaknya dia sungguh ingin makan di sini. Aku senang kau menikmatinya.” Kata Ayah Doo Sik baik hati.
“Berhenti... Jangan menyentuh apa pun. Biarkan seperti itu. Aku akan beri pelajaran dan menjadikannya manusia yang baik.” Ucap Ibu Doo Sik
 “Apa Dia akan menjadikanku manusia?” gumam Hong Joo bahagia. 


Di depan restoran DEDIKASI GOGALBI-SII, beberapa orang keluar dari restoran memuji ada pria yang sangat tampan. Doo Sik baru pulang terlihat bingung dan melihat Hong Joo yang sedang membereskan meja, lalu teringat dengan kejadian sebelumnya bertemu dirumah Sol Ah.
“Apa kau juga dari klub seni SMA-ku?” tanya Doo Sik yakin. Hong Joo mengelengkan kepala.
“Anehnya, kau tampak familiar.” Ucap Doo Sik. Ayah Doo Sik menyapa anaknya yang baru pulang
“Apa kalian merekrut paruh waktu?” tanya Doo Sik. Ayah Doo Sik mengaku inginnya begitu tapi ini ulah dari ibunya.
“Ibu mengawasinya agar tak melakukan sesuatu yang lucu.” Ucap Ibu Doo Sik sinis.
“Ibu, kau benar-benar tak tahu apa-apa soal pemasaran...Lihatlah tempat ini. Restoran Benar-benar penuh. Dia lumayan tampan untuk dijadikan jimat.” Ucap Doo Sik. Ibunya pun melihat sekeliling.
“Syukurlah ada banyak pelanggan hari ini... Astaga, tapi ibu belum istirahat hari ini. Biarkan ibu duduk sebentar.. Ahhh.., ibu ingin dipijat.” Ucap Ibu Doo Sik. Hong Joo yang melihatnya langsung memberikan pijatan.
“Astaga, tak apa... Ada pelanggan di sini.” Ucap Ibu Doo Sik malu. Tapi Hong Joo tetap melakukanya. Akhirnya Ibu Doo Sik merasakan kalau pijatanya enak dan  sangat handal
“Maaf membuatmu menunggu.” Ucap Ayah Doo Sik membawakan pesanan tapi tak sengaja menjatukan ikan dimeja.
“Maaf. Biarkan aku.. akan menggantnya dan harus membuang ini.” Ucap Ayah Doo Sik. Tapi saat itu juga Hong Joo langsung mengambil ikan yang baru saja jatuh dengan lahap.
“Dia anjing... Dia pasti anjing.” Gumam Doo Sik bahagia melihat Hong Joo. Saat itu Orang tua Doo Sik berkomentar kalau Hong Jo  sangat menyukai karena mereka yang sangat lezat.



Jae Sun melayani pelanggan cafenya, Doo Sik tiba-tiba datang langsung meminta temanya jujur apakah suka Sol Ah atau tidak dan akan mengajaknya kencan atau tidak. Jae Sun bingung dan malu dengan pelangganya.
“Kau akan berkencan dengannya atau tidak?” kata Doo Sik. Jae Sun bingung dengan tingkah temanya.
“Jangan bertingkah tak jelas.” Ucap Jae Sun akhirnya menarik Doo Sik ke counter menjauhi pelanggan.
“Aku menghormatimu, dan Sol Ah menahan-ku. Jadi Cukup sampai di sini saja. Kali ini, saatnya kau perjelas. Jangan memberi Sol Ah harapan.” Tega Doo Sik.
“Aku tak bermaksud memberinya harapan.” Balas Jae Sun. Doo Sik pikir itu bagus sambil sedikit mengumpat.
“Aku akan aturkan dia kencan buta.” Kata Doo Sik. Jae Sun kaget mendengarnya.
“Apa Tidak boleh?” tanya Doo Sik seperti ingin mengetesnya. Jae Sun tak peduli menyuruh untuk melakukan sesuka hatinya.
“Jangan kau sesali.” Tegas Doo Sik. Jae Sun ingin tahu pria yang seperti apa untuk Sol Ah. 


Sol Ah menelp Doo Sik memberitahu kalau sudah menunggu diatas tangga, jadi ingin tahu kapan Pria yang seperti anjing itu tiba. Doo Sik mengaku sudah mengirimnya dengan taksi, jadi akan lekas tiba. Saat itu Hong Joo datang menaiki tangga memakai jas.
“Guk Bong... Untuk apa kau ke sini?” tanya Sol Ah kaget. Hong Joo mengaku Untuk kencan buta.
“Apa Kau juga? Lihat kau berdandan... Baiklah, semoga beruntung.” Kata Sol Ah dengan santai.
Akhirnya keduanya menunggu ditempat yang berbeda. Sol Ah gelisah dan bertanya Guk Bong itu bertemu kencan butanya di sini. Hong Joo menganguk. Sol Ah pikir itu tak mungkin tapi akhirnya bertanya Apa Ko Doo Sik mengirimnya ke sini. Hong Joo menganguk.
“Lalu, apa kau anjing..  Maksudku, pekerja paruh waktu? Apa Kau bekerja di Gogalbi? Betapa lamanya aku menginginkan kencan buta.” Keluh Sol Ah
“Mari bersamaku, kencan buta.” Ucap Hong Jo dengan senyuman bahagia. Sol Ah mengeluh mendengar dianggap Kencan buta lalu mengajaknyapergi makan saja. 


Sol Ah berjalan lebh dulu dan Hong Joo mengikuti dari belakang. Sol Ah berhenti lalu mengeluh karena Hong Joo yang mengikutinya dari belakang. Hong Joo akhirnya berjalan lebih dulu. Sol Ah bingung apa yang dilakukan Hong Joo.
“Kau bilang jangan di belakang.” Kata Hong Joo yang sudah berjalan didepan Hong Joo.
“Tidak, maksudku ayo berjalan bersama.” Ucap Sol Ah akhirnya keduanya berjalan berdampingan. Keduanya terlihat bahagia berjalan bersama. 

Beberapa pegawai memberikan selembaran karena baru membuka restoran sup kimchi dan mereka bisa Berpartisipasi dalam acara tersebut, serta  menangkan hadiah gratis. Sol Ah dan Doo Sik pun berjalan ke sisi tempat games dimainkan.
Si pria bermain dengan tiga gelas lalu mengacaknya dan  Sol Ah harus menebakanya. Ia mencoba menebaknya tapi tiga kali kesempatan, Sol Ah terus salah. Hong Joo melihat dengan jeli dan bisa menembak pertama kali saat Sol Ah mengajaknya pergi karena kesal.
Akhirnya Sol Ah memberikan tahu kalau Hong Joo ingn menebak pertemainan. Hong Joo terus bisa menebak dimana dadu yang tersembunyi, hadiah pun berturut-turut diberikan pada mereka. 

Sol Ah dan Hong Joo akhirnya berjalan dengan membawa banyak barang. Sol Ah mengaku benar-benar terkesan dengan Hong Joo karena bisa menebak semua dan mendapatkan banyak hadiah. Hong Joo pun bertanya maua makan apa.
“Tteokbokki.” Ucap Hong Joo. Sol Ah bingung Hong Joo  memilih "Tteokbokki"
“Ada tempat langgananku. Haruskah kita makan yang pedas atau.. Tidak, hari ini ayo makan yang manis “ucap Sol Ah melihat Hong Joo yang menatap ke arah sebuah restoran.
“Hei, katanya mau makan tteokbokki.” Keluh Sol Ah. Hong Joo mengatakan ingin akan topoki tapi menunjuk ke arah restoran yang ada didepanya.
“Ada restoran tteokbokki di pojok kanan. Mereka menggunakan kue beras yang baru dibuat, sehingga sangat kenyal...” ucap Sol Ah. 

Akhirnya keduanya duduk di depan meja sushi yang berputar. Hong Joo pikir didepanya itu toppoki. Sol Ah pun menyuruh agar Hong Joo bisa mulai makan. Hong Joo langsung mengambil dari atas meja putar. Sol Ah panik langsung mengambil pingin yang kosong.
“Kau harus menaruhnya di depanmu terlebih dahulu.” Ucap Sol Ah dan mengambil sushi yang lain.
“Meski ini bukan seperti kencan buta, tapi aku bersenang-senang. Terima kasih... Aku selalu iri pada teman-temanku yang memiliki kakak lelaki. Apa aku bisa menganggapmu sebagai kakak-ku, ya?” ucap Sol Ah.  Hong Jo tiba-tiba terlihat menangis.
“Apa Kau tersentuh?” ucap Sol Ah. Hong Jo menunjuk sushi yang dimakan. Sol Ah tahu lalu memisahkan wasabi lalu mengeluh kalau Hong Joo itu bukan kakaknya.
“Apa Kau akan berhenti menggambar "Cinta Beodul"? Aku ingin terus melihat gambarmu.” Ucap Hong Joo
“Aku tak tahu harus menggambar apa lagi.” Kata Sol Ah. Hong Joo menyuruh Sol Ah Gambarlah apa pun yang diinginkan.
“Tapi, orang tak selalu menyukai apa yang aku suka. Masalah utamanya, aku tak tahu apa yang ingin aku gambar. Tampaknya orang lain sudah mengerti. Mereka mendapatkan ide segar dengan cepat. Tapi, aku tidak. Tampaknya, aku tak cukup baik.” Ucap Sol Ah
“Coba cari lagi. Aku yakin kau akan dapat menemukannya.” Kata Hong Joo  menyakinkan.
“Entahlah... Tapi, kapan kau berangkat?” ucap Sol Ah. Hong Joo bingung Berangkat
“Apa kau Tidak akan ? Oh, begitu. Apa kau akan berangkat sesudah menghemat uang?” kata Sol Ah
“Kenapa aku harus berangkat?” kata Hong Joo Bingung. Sol Ah pikr kalau impian Hong Joo adalah menjadi penulis trip.
“Tidak, bukan itu” ucap Hong Joo. Sol Ah ingin tahu apa impiannya lalu melihat Jae Sun yan menelp tapi tak ingin mengangkatnya. 


Jae Sun mencoba menelp Sol Ah karena tak juga diangkat. Sol Ah memegang sebuah boneka mengaku akan meletakkan intu di kamarknya akan meletakkan ini di mejanya. Hong Joo pun bertanya  Di mana harus meletakkan semua boneka itu.
“Dari mana kau?” tanya Jae Sun. Hong Joo langsung  menjawab  Kencan buta.
“Ya. Kencan. Aku ada kencan buta.” Ucap Sol Ah. Jae Sun mengaku  meneleponnya. Sol Ah berpura-pura tak tahu.
“Aku Sudah lama tak bersenang-senang, jadi tak sempat memeriksa ponselku. Kami makan sushi dan aku mendapat ini sebagai hadiah.” Ucap Sol Ah bangga
“Apa Hadiahmu adalah boneka kucing? Kau tak suka kucing.” Sindir Jae Sun. Sol Ah tak bisa mengelak.
“Bagaimana pun, Bang Guk Bong menggunakan ketajaman visual dinamis yang menakjubkan untuk..” ucap Sol Ah bangga
“Tunggu... Apa Kencan butamu dengan Bang Guk Bong-ssi?” tanya Jae Sun. Sol Ah membenarkan.
“Intinya, aku makan dan hidup dengan baik. Seolah tak ada masalah. Semuanya baik.” Kata Sol Ah lalu mengajak Hong Jo pergi.
“Ada yang ingin kukatakan.” Ucap Jae Sun. Sol Ah dengan acuh mengaku tak ada dan ingin bergegas pergi.
“Aku menemukan orang yang akan merawat kucing.” Ucap Jae Sun. Keduanya langsung berhenti melangkah.
“Hong Jo? Lalu Siapa?” tanya Sol Ah panik. Jae Sun mengaku itu  Seseorang yang suka kucing.
“Aku seharusnya tak meninggalkannya bersamamu sejak awal. Terima kasih untuk sejauh ini dan maaf. Mereka akan mengambilnya besok sore.” Ucap Jae Sun. Sol Ah kaget harus berpisah dengan Hong Joo. 


Sol Ah masuk ke dalam rumah denga tatapan kosong. Hong Joo langsung bertanya apakah Sol Ah benar-benar akan membiarkannya pergi. Sol Ah membenarkan dan harus melakukanya karen ia statusnya hanya sementara jadi sadar kapan pun harus membiarkannya pergi.
“Aku kira kalian berdua sudah dekat.” Ucap Hong Joo menahan amarahnya.
“Apa Kau tahu bagaimana Hong Jo datang kepadaku? Ada sejarah rumit yang terlibat dengan Jae Sun. Ini untuk yang terbaik. Agar lebih baik. Aku harus membeli makanan ringan kucing. Karena dia akan pergi besok.” Ucap Sol Ah. Hong Joo hanya diam saja lalu  naik ke lantai atas. 

Hong Joo menatap ke jendela sambil bergumam “Seseorang yang meninggalkan kucing.” Sambil mengingat saat mantan Jae Sun yang mengembalikanya karena ibu mertuanya tak suka dengan kucing. Ia juga mengingat dengan sikap Jae Sun yang memeluknya.
“Seseorang yang tak membiarkan mereka tetap dekat.” Jae Sun terpaksa membawa Hong Joo karena tak ada yang menampungnya walaupun harus terkena alergi.
“Seseorang yang membawa kucing hanya untuk membiarkannya pergi.” gumam Hong Joo mengingat Sol Ah yang membawanya pulang tapi membiarkanya pergi.
“Apa Kau benar-benar akan membiarkannya pergi?” tanya Hong Joo. Sol Ah membenarkan kalau harus melakuanya.
“Aku bukan manusia... Aku adalah kucing.” Gumam Hong Joo sedih yang harus terus berpindah-pindah tempat. 

Dae Sung mengeluh kucing anggora disampingnya menurutnya kucing ini cantik lalu bertanya Apa pemiliknya hilang. Hong Joo mengatakan kalau Kucing tak memiliki pemilik. Dae Sung tak mengerti maksudnya.
“Anjing memiliki pemilik tapi kucing tidak. Kucing memilih dengan siapa mereka ingin hidup bersama. Dan kucing ini memilihmu.” Ucap Hong Joo. Dae Sung tak percaya mendengarnya.
“Lalu, bolehkah aku membawanya pulang?” tanya Dae Sung. Hon Joo menyuruh agar membiarkan tinggal di luar rumah.
“Ia akan datang menjumpaimu.” Kata Hong Joo. Dae Sung pikir ingin membelikan camilan lalu berteriak memanggil Neneknya. 

Hong Joo duduk sendirian lalu mengatakan kalau semua itu Bohong karena Manusialah yang memilih dan Bukan kucing. Ia pun memanggil kucing itu nenek yang juga ditinggalkan seperti dirinya.
“Aku akan ditinggalkan sekali lagi. Seperti biasa, pilihan adalah milik manusia. Hanya ada satu opsi. Menjadi manusia asli.” Ucap Hong Joo sedih
“Kucing, makanlah ikan teri.”kata Dae Sun membawakan makanan. Hong Joo ingn tahu Bagaimana cara menjadi manusia
“Manusia? Nenekku pernah menceritakan dongeng.” Ucap Dae Sung. 

Hong Joo melihat banyak bawang putih mentah dalam mangkuk dan akhirnya langsungg memasukan ke dalam mulutnya. Ia pun mencoba untuk bertahan sampai akhirnya terkapar karena perutnya sakit dan ingin mencari mugwort
“Untuk menjadi manusia, apa harus menunggu sampai musim semi?” ucap Hong Joo.
“Hong Jo, aku membawakan makanan ringan.” Kata Sol Ah pulang dengan wajah bahagia dan panik melihat kucingnya sudah muntah dan terkapar dilantai. 

Hong Joo berlari ke dokter hewan. Sang dokter pun bertanya apa yang sudah dimakan Hong Joo. Sol Ah pikir Hong Joo makan bawang putih.
“Terakhir kali adalah susu. Kali ini bawang putih. Kau terus memberi makanan aneh kucingmu. Apa agar kau dapat menjumpaiku?” ucap si dokter. Sol Ah terlihat bingung
“Aku hanya bercanda... Kau terlihat sangat serius. Gejalanya tak terlalu buruk. Aku akan memberinya obat. Jika ia masih tampak tak sehat,maka kau bawa kembali. Bermainlah dengannya saat ada waktu. Ia bisa menyebabkan masalah hanya untuk mendapatkan perhatianmu.” Ucap Dokter. 

Dua orang terus bersama mengambil botol dirak. Doo Sik pun meminta Maaf lalu kaget ternyata Ji Eun yang akan mengambil minuman juga lalu bertanya apakah tinggal di sekitar sini. Ji Eun menganguk dan bertanya balik Apa tinggal di sekitar ini. Doo Sik menganguk.
“Silakan ambil duluan.” Ucap Doo Sik. Ji Eun mempersilahkan Doo Sik saja yang lebih dulu. Doo Sik pun langsung mengambilnya tanpa memperdulikanya.
Ji Eun pun mencoba untuk bisa tenang setelah Doo Sik pergi lalu melihat botol minumanya sudah habis padahal itu sedan diskon. 


Akhirnya Ji Eun keluar minimarket dengan wajah sedih, Doo Sik tiba-tiba sudah ada didepan minimarket memberikan minuman untuk Ji Eun. Ji Eun kaget dan mencoba untuk tetap tenang dan merasa tak perlu. Tapi Doo Sik memaksa memegang tangan Ji Eun agar mengambilnya.
Ji Eun akhirnya menerimanya dan mengucapkan Terima kasih lalu bergegas pamit pergi. DooSIk pun memlambaikan tangan kalau mereka akan bertemu di tempat kerja. Ji Eun melihat Doo Sik yang mengikutinya dari belakang dan langsung berhenti lalu menatapnya.
“Aku pulang lewat sini juga.” Kata Doo Sik. Ji Eun pikir Doo Sik yang tak harus mengantarnya karena akan pulang sendiri.
“Baiklah. Hati-hati.” Ucap Doo Sik dan kembali terus berjalan. Ji Eun mengeluh Doo Sik yang terus mengikutinya. Doo Sik mengaku hanya mau pulang.
“Hanya karena kau menyadari kita dari sekolah yang sama, bukan berarti kau mendadak harus bersikap sangat baik. Apa terlalu berlebihan?” kata Ji Eun malu.
“Tapi aku benar-benar pulang lewat sini... Astaga Tak boleh begini. Aku harus menyusulnya.” Kata Doo Sik mencoba untuk berjalan lebih dulu.
Tapi Ji Eun salah sangka karena berpikir Doo Sik sedang mengejar dan meminta agar Jangan mengikutinya.  Doo Sik hanya bisa menatap Ji Eun yang berlari dengan cepat lalu bertanaya tanya apa yang dipikirkan Ji Eun untuknya. 


“Tampaknya ada sesuatu lewat.” Ucap Ayah Doo Sik yang sedang melemaskan ototnya merasakan ada seseorang yang berlari dengan cepat.
“Hai, Ayah. Aku pulang.” Ucap Doo Sik dengan wajah tertunduk. Ayahya bingun Kenapa Doo Sik melihat ke bawah
“Aku pikir seseorang di tempat kerja membenciku.” Ucap Doo Sik sedih
Sementara Ji Eun pulang ke rumah langsung berteriak gembira menerima botol minuma dari Doo Sik. Ia pun langsung berguling-gulingan di tempat tidur. 

Sol Ah mencoba menyisih bulu Hong Joo,tapi Hong Joo seperti menolaknya. Sol Ah meminta agar Hong Jo diam saja. Hong Joo tetap menolaknya. Sol Ah mengeluh karean ia bahkan tak bisa menyikatnya dengan benar.
“Aku tak pantas... Aku membuatmu sendirian sepanjang hari karena sibuk dengan pekerjaan. Dan di malam hari, aku sibuk menggambar webtoon-ku. Ditambah lagi, aku selalu membuatmu sakit. Kau harus bertemu seseorang yang benar-benar peduli padamu. Aku terlalu ceroboh.” Ucap Sol Ah.
“Anak baik, kau harus terlihat cantik dan menawan serta membuat kesan yang baik.”puji Sol Ah pada Hong Joo 

Hong Joo menatap wajahnya dicermin dengan rambut yang dibelah tengah lalu mengeluh Sol Ah itu Egois. Dengan wajah kesal memastikan kala  akan baik-baik saja selama tak tertidur jadi bisa tetap menjadi manusia.
Saat itu Sol Ah masuk kamar memanggil Hong Joo lalu bertanya apakah Guk Bong melihat Hong Jo. Hong Jo bingung karena sedang menjadi manusia. Sol Ah melihat Guk Bong  yang membuka jendela dengan wajah panik berharap Hong Joo  tak pergi keluar.
“Aku tak akan pergi.” ucap Hong Joo sebagai kucing. Sol Ah menegaskan bukan Guk Bong tapi sedang membicarakan Hong Jo.
“Aku tak akan pergi... Aku akan berada di sini.” Ucap Hong Joo. Sol Ah bingung dengan yang dikatakan Guk Bong.
“Bagaimana dengan impian menjadi penulis trip?” ucap Sol Ah.
“Impianku adalah menjadi manusia. Manusia sesungguhnya.” Kata Hong Joo. Sol Ah pikir Hong Joo  Tampaknya  juga kesulitan tidur jadi terus memikirkan hal aneh.


Keduanya akhirnya minum susu dimalam hari, Sol Ah pikir Susu adalah obat terbaik untuk insomnia. Hong Joo tiba-tiba mengerak-gerak tanganya, Sol Ah bingung apa yang dilakukanya. Hong Jo mengaku sedang Membuat bayangan.
“Oh, anjing? Tapi Bukan begitu... Coba Tempelkan jari-jarimu.” Ucap Sol Ah memegang tangan Hong Joo untuk mengajarkanya. Hong Jo tiba-tiba seperti merasakan debaran yang kencang pada jantungnya.
“Kalau kucing?” tanya Hong Joo. Sol Ah mengaku tak tahu dan berpikir intuk  mengadopsi anjing sesudah meninggalkan kucing
Di kamar Hong Joo mencoba untuk tak tidur karena tak ingin kembali menjadi kucing dan ingin tetap bersama dengan Sol Ah tanpa mau diadopsi,

Bersambung ke episode 8


Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09