PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 20 November 2019

Sinopsis The Tale Of Nok Du Episode 30

PS : All images credit and content copyright : KBS
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Nok Du membawa mentri perang ke sisi istana lain lalu bertanya apakah baik-baik saja. Mentri mengaku baik-baik saja dan menanyakan lengan Nok Du. Nok Du mengaku ini bukan apa-apa. Mentri pikir Akan sulit untuk bertahan dengan orang-orang yang tersisa sampai tentara cadangan tiba.
“Sekarang sudah jam 11 pagi.” Ucap Nok Du menatap matahari yang ada di diatas kepalanya. Mentri bingung apa yang dipikirkan Nok Du. 

Dong Joo dibawa pergi oleh Yool Moo ke sisi istana lannya. Yool Moo terlihat sangat marah pada sikap Dong Joo karena kalau tak munudr maka Dong Joo bisa saja mati. Yool Moo bertanya Apakah Dong Joo  mencoba membunuh Nok Du dan memulai pemberontakan.
“Apakah ini yang benar-benar kau inginkan? “ tanya Dong Joo. Yool Moo membenarkan.
“Dengan cara ini, Aku bisa melakukan apa yang Kau inginkan selama ini.” Ucap Yool Moo
“Tetapi kau tahu bahwa Aku tidak menginginkan apa pun darimu.” Ucap Dong Joo
“Kenapa tidak? Mengapa kau tidak menginginkan apa pun dariku? Aku dapat melakukan segalanya untukmu. Aku bisa memberimu segalanya. Kenapa tidak? Jika kau memberikan hatimu padaku, aku akan ...” ucap Yool Moo dengan mata melotot
“Kau membuatku takut, dan aku membencimu.” Ucap Dong Joo. Yool Moo kaget mendengarnya.
“Aku yakin Kau pantas dihukum. Namun, Aku juga merasa kasihan padamu. Maka dari itu... Aku tahu ini lucu bagiku untuk mengatakannya. Jadi, tolong berhentilah. Hentikan perbuatanmu yang berbahaya ini. Aku dengan tulus memohon kepadamu, jadi ...” kata Dong Joo memohon.
“Tidak... Aku akan mengakhirinya Aku akan naik takhta dan memilikimu di sisiku. Terserah, kau mengatakan bahwa Apa Kau tidak dapat memberikan aku hatimu? Aku tidak butuh itu.” Ucap Yool Moo
“Tidak peduli apa, Kau harus tetap di sisiku. Nok Du tidak akan pernah memiliki-mu. Karena... Aku sendiri yang akan membunuhnya.” Tegas Yool Moo lalu menyuruh anak buahnya agar membawa Dong Joo.  Dong Joo tak melawan membiarkan dibawa oleh anak buah Yool Moo. 


Tuan Hwang mencoba untuk kabur lalu kaget melihat Tuan Jung yang jatuh di sebuah ruangan. Prajurit melihat mereka harus mundur, Mentri berteriak agar anak buahnya mendapatkan setiap ... tapi saat itu Nok Du bisa membunuh mentri dengan tombak.
Setelah itu Nok Du kabur ke istana lainya, salah satu anak buah Yool Moo melihat kemana Nok Du pergi. Yool Moo pikir Nok Du tidak akan pernah tahu bahwa Dong Joo  ada di sini atau telah menyelamatkan hidupnya.

“Apa sebenarnya yang kamu rencanakan? Apakah kau akan melarikan diri? Kau mencoba membunuh ayahnya, dan dia adalah putra orang yang menghancurkan keluargamu. Kau mungkin berpikir tidak apa-apa untuk saat ini, tetapi pada akhirnya Kalian akan saling menghancurkan.” Ucap Yool Moo
Dong Joo hanya diam saja seperti tak ingin mengubrisnya, Yool Moo mengeluh apakah Dong Joo mendengarnya. Dong Joo tetap diam. Yool Moo akhirnya menyuruh anak buahnya membawa masuk Dong Joo karena   masih berbahaya di luar, jadi awasi Dong Joo. 


Yool Moo meliha mayat mentri yan sudah meninggal dibalik tikar, lalu dengan sinis pada keduanya mentri lainya kalau akan bersembunyi di dalam, gemetar ketakutan . saat mereka melarikan diri, Mentri mengaku tidak tahu apa yang terjadi pada Komandan Pengawal Istana.
“Kita memiliki lebih banyak prajurit daripada mereka, bahkan jika mereka menyerang sekali lagi ...” ucap Mentri.
“Apa Maksudmu kita harus menunggu sampai mereka menyerang lagi?”ucap Yool Moo sinis.  Mentri mengaku Maksudnya  bukan begitu.
“Aku melihat semua orang melarikan diri ke Aula Kenyamanan.” Ucap Anak buah Yool Moo datang melopar.
Yool Moo terliha tersenyum mengetahui tentang Aula Kenyamanan. Anak buahnya mengaku hanya melihat mereka semua masuk. Yool Moo pikir Lebih baik mereka bersama jadi akan menyerang mereka dengan semua prajurit yang dimiliki sekarang.
“Siapkan para prajurit.” Perintah Yool Moo lalu melihat Hwang Tae datang lagi.
“Apakah Kau melarikan diri dariku?” kata Yool Moo. Hwang Tae pikir tak ada alasan melakukan itu.
“Mari kita pergi ke Aula Kenyamanan. Kau harus menyaksikan kematiannya.” Tegas Yool Moo sudah siap membunuh Nok Du. 


Dong Joo dikurung dalam ruangan, dua pengawal menjaganya depan pintu. Salah satunya mengaku  harus pergi ke toilet tapi khawatir kalau temanya hanya berjaga sendirian. Si pria pikir tak masalah karean Dong Joo itu hanya seorang wanita.
Setelah si pria pergi, terdengar bunyi sesuatu yang pecah dari dalam lemari. Pengawal pun masuk, Dong Joo langsung melepaskan panahnya. Si pengawal langsung jatuh tak berdaya. 

Yool Moo mencoba mendobrak pintu agar bisa masuk, setelah berhasil masuk. Nok Du keluar dengan gagah dan pintu masuk pun ditutup. Yool Moo terlihat senang karena Nok Du keluar sendiri. Nok Du pikir  Alangkah baiknya Yool Moo membawa semua pasukanya.
Saat itu Kim Sook dan tentara wanita datang dengan pedang, lalu dibagian atap sudah ada pasukan panah. Yool Moo merasa seperti dijebak didalam istana. 

Flash Back
Mentri merasa akan sulit untuk bertahan  dengan orang-orang yang tersisa sampai tentara cadangan tiba. Nok Du melihat kalau Sekarang sudah jam 11 pagi. Di depan pintu masuk Kim Sook datang, lalu bertanya  Apakah mereka sedikit terlambat, Nyonya Kim. Nok Du tersenyum melihat kedatangan Kim Sook. 

Pertempuran pun terjadi, anak buah Kim Sook melepasan panah dari atap istana. Nok Du berusaha melawan semua anak buah Yool Moo. Tiba-tiba Dong Joo datang menyelamatkan Nok Du dengan panahnya, Yool Moo melihat Dong Joo menyuruh Dan Oh agar mengejarnya.
“Apa yang kau lakukan di sini? Apakah kau sudah gila? Mengapa kau terlibat dalam hal ini?” ucap Dong Joo menarik Dong Joo dari pertarungan
“Aku akan pergi kemanapun , apakah itu medan perang atau tempat yang terbakar. Sudah Aku katakan. Aku tidak bisa lagi hidup tanpamu.” Akui Dong Joo
“Apa Kau akhirnya menyadari itu?” kata Nok Du lalu memeluk erat Dong Joo.
“Tentu saja, kau tidak bisa hidup tanpaku. Aku juga tidak bisa hidup tanpamu. Jadi jangan khawatir. Aku akan kembali. Pastikan kau tetap tersembunyi.” Ucap Nok Du melihat ada Dan Oh yang sedang mencarinya.
“Jangan khawatir. Berjanjilah padaku bahwa kau akan kembali.” kata Dong Joo. Nok Du berjanji lalu mencium Dong Jo lalu melangkah pergi. 


Dan Oh akhirnya menemukan Nok Du dan keduanya langsung beradu pedang. Disisi lainya, Kim Sook dan pasukan Yool Moo akan bertarung tapi teralihkan dengan Nok Du dan Dan Oh yang sedang bertarung sendiri. Nok Du melawan dengan dua pedang dan mereka mulai kelelahan.
“Apakah kau baru saja tersenyum?” keluh Nok Du melihat Dan Oh seperti tersenyum mengejek
“Melawanmu sama menariknya seperti yang Aku pikir akan terjadi.” Kata Dan Oh. Nok Du tak terima kembali melawan Dan Oh.
Dan Oh berhasil mengenai pundak Nok Du, saat itu Nok Du dengan dua pedangnya bisa melukai kaki Dan Oh.  Yool Moo akan melepaskan panahnya, tapi Hwang Tae tiba-tiba menyerangnya dari belakang. Yool Moo kaget diserang oleh orang yang ada dikubunya sendiri.
“Itu .. Sudah cukup.” Ucap Hwang Tae dan semua pedang mengarah padanya. Akhirnya Kim Sook kembali melawan semua anak buah Yool Moo.
“Tuanku! Hati-hati!” teriak Dan Oh yang masih kelelahan. Kim Sook mencoba menyerang Yool Moo.
Yool Moo bisa menghindar dan Dan Oh melindungi tuanya kembali dengan melawan Kim Sook. Nok Du akhirnya datang membantu, Kim Sook bisa menusukan pedangnya, Dan Oh pun jatuh tak berdaya. Yool Moo kaget anak buahnya terluka.
“Aku minta maaf, Tuanku.” Ucap Dan Oh mulai mengeluarkan banyak darah. Yool Moo bingung kehilangan anak buahnya yang paling setia.
“Aku akan membalas dendam atas nama Nyonya Chun.” Ucap Kim Sook. 

Saat itu terdengar dari luar istana , seorang pria berteriak “Hentikan apa pun yang kalian lakukan sekarang!” Prajurit kerajaan masuk dan juga Raja datang. Nok Du kaget melihat Raja datang, Pengawal menyuruh semua menjatuhkan senjata.  Kim Sook dkk akhirnya menjatuhakan pedangnya, Selir Raja yaitu melihat dari kejauhan tersenyum licik melihatnya. 

Flash Back
Selir Raja yang diungsikan bertanya Apakah rumor itu benar, kalau  Yang Mulia benar-benar memiliki seorang putra yang tidak diketahui siapa pun. Mentri membenarkan,
“Aku tidak percaya Yang Mulia mati sia-sia seperti itu. Dia seharusnya mati dengan kematian yang lebih menyakitkan.” Ucap Selir Raja sinis.
“Jadi...apa yang kamu rencanakan pada Pangeran Neungyang? Kita tidak bisa membiarkan dia menjadi Raja.” Kata Selir Raja.
Saat itu anak buah Yool Moo datang memberitahu kalau Yang Mulia kembali. Selir Raja kaget karena sebelumnya bilang kalau Rajasudah mati bahkan Ratu memberi tahu padanya.
“Aku baru saja melihat Yang Mulia memasuki gerbang istana bersama dengan sekelompok tentara Yang Mulia, Anda harus pindah ke tempat lain ...” ucap Mentri
“Aku ingin bertemu dengan Yang Mulia.” Kata Selir Raja. 



Raja masuk ke istana dan melihat sudah banyak korban yang berjatuhan, lalu mendengar ada bunyi pedang yang sedang bertarung. Pengawal  memberitahu Sepertinya mereka ada di Aula kenyamanan. Raja pun akan pergi ke aula, saat itu selir datang.
“Kamu harus berada di Istana Barat... Mengapa kau di sini?” ucap Raja curiga.
“Aku diseret ke sini... Dia datang ke Istana Barat tiba-tiba. Dan dia memaksa Aku untuk membenarkan pemberontakan yang mereka rencanakan.” Akui Selir Raja berbohong.
“Siapa yang melakukan itu?” tanya Raja marah. 


Raja melihat Nok Du dan juga Yool Moo, lalu berkomentar kalau baru saja akan mencapai tujuanya dan pasti telah mengganggunya, lalu mengarahkan pedangnya pada Nok Du. Yool Moo binggung melihatnya.

Flash Back
“Aku bertanya kepadamu siapa yang datang kepadamu dan merencanakan pengkhianatan terhadapku.” Ucap Raja pada selirnya.
“Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Aku pikir itu tidak masuk akal, tapi dia bilang dia adalah anakmu.” Kata Selir Raja.  

“Kau pernah bertanya kepadaku jika Aku meninggalkan-mu  karena apa yang aku dengar dari peramal... Ya, itu sebabnya... Aku tidak hanya meninggalkanmu, tetapi Aku juga membunuh wanita yang mengucapkan kata-kata seperti itu dan putrinya.” Akui Raja.
“Aku memerintahkan anak buahku untuk membunuh Yun Jeo juga.” Kata Raja. Nok Du menatap Raja dengan sangat sedih.  
“Jangan menatapku seperti itu... Aku melakukan apa yang harus Aku lakukan. Coba Lihatlah. Seperti yang diperkirakan, Kau menginginkan takhtaku dan mencoba mencurinya. Dan Kau menyatakan bahwa Aku sudah mati ketika aku tidak mati.” Ucap Raja.
“Apakah kamu ingin menyangkalnya? Katakan apa yang kamu lakukan di sini  kecuali jika Kau mencoba untuk memulai pemberontakan terhadapku. Mengapa kau menyembunyikan identitas-mu dan tetap berada di sisiku? Kenapa kau membuatku percaya padamu  dan mencurahkan semua yang ada dalam dirimu?” kata Raja marah
“Aku meninggalkanmu... Aku mencoba membunuhmu berkali-kali! Kau pasti membenci aku sampai mati. Apakah ucapanya itu tidak benar?” kata Raja. Nok Du hanya bisa menatap sedih pada ayahnya.
“Aku bertanya apakah itu tidak benar.” Kata Raja. Nok Du membenarkan kalau sangat membenci ayahnya.
“Aku membencimu sampai mati.” Tegas Nok Du. Raja tahu kalau Nok Du mungkin membencinya.
“Itu sebabnya ... Kau merencanakan pemberontakan yang mengerikan seperti ini.” Kata Raja. Yool Moo merasa ada diatas angin langsung berdiri.
“Tolong maafkan Aku. Aku mencoba untuk menghentikannya setelah mengetahui apa yang dia lakukan. Tapi dia menggerakkan para prajurit dengan kebohongan mengerikan, kalau Anda meninggal.” Ucap Yool Moo menyudutkan Nok Du.
“Itu tidak benar... Pangeran Neungyang adalah orang yang memimpin pemberontakan. Nok Du ... Adikku berusaha menghentikannya.” Kata Hwang Tae membela adiknya.
“Jangan dengarkan dia. Dia menipuku dan berkonspirasi dengan saudaranya untuk membantu pemberontakan.” Ucap Yool Moo
“Kau tinggal di sisiku untuk menipu aku dan untuk membalas dendam kepadaku. Kau sudah mempersiapkan banyak hal.” Ejek Raja.
“Benar... Anda tidak akan percaya apa pun yang Aku katakan.” Kata Nok Du. 

Selir Raja yang melihat dari kejauhan menyuruh anak buahnya agar menyingkirkan semua orang yang dapat menyebabkan masalah nanti Dan pastikan sisanya tetap diam. Anak buahnya bertanya apkah yakin kalau ini bisa berhasil
“Yang Mulia tidak akan mempercayai putranya. Jika ada yang memihak putranya, maka dia akan dianggap sebagai pengkhianat juga. Tidak ada yang akan mempertaruhkan hidup mereka untuk mengatakan yang sebenarnya. Untuk seorang putra yang ditinggalkan oleh ayahnya sendiri.” Kata Selir yakin lalu berjalan pergi. 

Nok Du bertanya apakah Raja  bisa percaya padanya kalau  ia benar-benar mencoba menghentikan pemberontakan Pangeran Neungyang. Raja menatapnya. Nok Du pikir Jika  mengatakan bahwa ia bahagia dan takut pada saat yang sama .
“Apa kau bisa percaya padanya, karena tanpa mengetahui bagaimana perasaanmu tentangku ketika aku tinggal di sisimu ? Anda tidak akan percaya apa pun kecuali untuk itu, Aku mencoba untuk mengambil tahta Anda.” Ucap Nok Du
“Apakah kau benar-benar . mencoba untuk mengambil tahtaku?” tanya Raja penasaran.
“Pernahkah aku melukaimu? Anda mempercayai-ku dan membuat aku berada di sisimu. Tetapi Aku menyembunyikan identitasku dan merencanakan pengkhianatan. Apakah itu menyakitimu?” tanya Nok Du dengan nada mengejek.
“Apakah kamu... mencoba... memandang rendah Aku lagi?” kata Raja marah
“Anda tidak tahu, dan Anda mempercayaiku seperti orang bodoh. Apakah Anda membenci diri sendiri karena hal itu? Apakah Anda patah hati karena rasa pengkhianatan? Apa anda kesakitan?” ucap Nok Du.
Raja terlihat kesal Nok Du berani mengatakan itu. Nok Du mengaku itu sama seperti yang dirasakan olehnya saat Raja meninggalkannya. Ia pikir kalau Raja berpikir seperti itu maka akan memberikan jawaban yang diinginkan.nya.
“Ya.... Aku ingin menyeret Anda turun dari tahta Anda sendiri. Aku memutuskan bahwa akan membunuh Anda sendiri. Apakah Anda puas dengan jawabanku?” ucap Nok Du.
Raja terlihat shock dan merasa dadanya sakit. Yool Moo langsung menahan Raja agar tak terjatuh. Pengawal memberitahu kalau  Pelakunya telah mengakui kejahatannya jadi segera menangkapnya. Hwang Tae menahan Nok Du yang sudah mulai lemah dan melindunginya.
Saat itu sebuah panah mengenai seorang prajurit, Nok Du tak percaya Dong Joo datang. Pengawal langsung menyuruh anak buahnya agar melindungi raja. Yool Moo takut melihat Dong Joo dan mengajak Raja pergi saja. Pertarungan kembali terjadi.
“Kami akan memberimu waktu. Bawa dia keluar dari sini sekarang. Kami akan segera mengikuti-mu. Jangan khawatir.”ucap Kim Sook. Hwang Tae pergi dengan Nok Du dan juga Dong Joo.
[Kisah terakhir Nok Du dan Dong Joo akan terungkap.]
Bersambung ke episode 16

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Sinopsis The Tale Of Nok Du Episode 29

PS : All images credit and content copyright : KBS

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Nok Du meninggalkan Dong Joo dengan Tuan Yeon, sementara Dong Joo khawatir melihat Nok Du yang pergi dengan Tuan Hwang.
 “Jika ada ratusan tentara, itu berarti perang. Ini berbeda dari waktu ketika kita menghancurkan selusin bandit. Katakan padaku. Di saat seperti ini, apa yang lebih penting daripada keterampilan seni bela diri seseorang? Semangat yang membara. Jadi kau ingat itu.” Ucap Tuan Hwang berjalan dengan Nok Du
“Tuan. .. Tolong hati-hatilah. Kamu harus berhati-hati.” Kata Nok Du dengan wajah khawatir.
“Astaga, kau itu seperti saja tidak tahu diriku? Aku ini Hwang Jang Gun. Dasar. Aku yakin kau terganggu sekarang, tapi mantapkan niatmu. Dan jaga dirimu baik-baik saja, oke?” kata Tuan Hwang 


Dong Joo mendekati Nok Du, Tuan Hwang membiarkan keduanya bicara. Nok Du menatap Dong Joo sambil mengenggam tanganya erat, kalau jangan khawatir karena  tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya.
“Aku tahu bahwa tidak berhak mengatakan ini kepadamu,   tapi terlepas dari siapa ayahmu dan terlepas dari siapa Aku, Aku hanya ingin hidup bahagia bersamamu tanpa harus memikirkan latar belakang kita.” Kata Dong Joo
“Aku tidak suka membenci seseorang dan Aku lelah merasa kasihan pada keluarga-ku. Aku takut sendirian dalam gelap. Dan... Aku tidak ingin hidup tanpamu lagi. Dengan Begitu... Bisakah Aku melakukan itu?” ucap Dong Joo
“Tentu saja.” Ucap Nok Du lalu memeluk erat Dong Joo. Dong Joo akhirnya merelakan Nok Du agar pergi karena akan menunggu.


Tuan Hwang memberitahu Nok Du kalau Semua orang ada di dekat pintu belakang jadi akan pergi ke sana. Ia pun menegaskan untuk mengulangiya agar berhati-hati karena mereka sudah kalah jumlah. Nok Du menegaksan tidak akan pernah mati.
“Dia bilang akan menunggu agar kami bisa hidup bahagia bersama. Jadi, Aku harus kembali dengan hidup.” Ucap Nok Du yakin
“Kau akhirnya mulai terdengar seperti Kau yang sebenarnya... Baiklah. Pergilah.” Ucap Tuan Hwang.
Nok Du menatap gerbang istana yang akan dimasukinya dengan Yool Moo yang sudah ada didalamnya. 

Nok Du akhirnya masuk ke dalam gerbang istana, Yool Moo melihat Nok Du datang langsung mendekatinya dan berkomentar kalau Nok Du sudah Kerja bagus. Nok Du tersenyum dan langsug mengeluarkan pedangnya, Yool Moo bisa menghindar lalu Dan Oh bisa melindunginya.
“Aku di sini untuk membersihkan semua pengkhianat. Jika Kalian menyesali keputusan Kalian, Kalian bebas mengubah pikiran. Aku berjanji bahwa Kalian akan dimaafkan.” Ucap Nok Du memberikan peringatan, tapi semua hanya diam saja.
“Tidak ada... Maka Kupikir Aku tidak punya pilihan. Masuklah ke dalam.” Ucap Nok Du. Saat itu semua yang mendukung Nok Du masuk ke dalam istana. 

“Menteri Perang... Mengapa Kamu bergandengan tangan dengannya?” ucap Yool Moo tak percaya
“Dia telah merencanakan denganku sampai kemarin. Apakah itu tidak patut dicurigai padanya yang tiba-tiba bisa memihak Raja? Mungkin, dia punya motif lain. Dia mungkin ingin kita bertarung satu sama lain  sehingga dia bisa mendapatkan tahta.” Ucap Yool Moo menyindir.
 “Itu konyol... Dia Tidak perlu untuk itu.” Kata Ratu datang dengan dayang dan pengawal.
“Apa maksud Anda, Yang Mulia?” kata Yool Moo. Ratu memberitahu Saat bepergian, Yang Mulia mengalami kecelakaan dan meninggal. Yool Moo kaget mendengarnya.
“Tidak ada alasan baginya untuk berkonspirasi melawan Raja untuk naik takhta. Dia adalah satu-satunya putra Raja. Dia akan naik melalui formalitas yang diperlukan untuk menjadi raja. Jadi jangan mengucapkan kata-kata konyol seperti itu!” tegas Ratu  
Nok Du terdiam mengingat saat bertanya Raja  apa alasan Anda untuk bertindak seperti ini terhadap putranya sendiri.  Ia ingin tahu, mungkin suatu saat harus membunuhnya. Raja mengetahui kalau anaknya akan naik takhta.
“Kau bilang Dia akan Naik takhta melalui formalitas? Atas dasar apa?” ejek Yool Moo
“Aku yang melahirkannya 20 tahun yang lalu.” Kata Ratu. Yool Moo kaget mendengarnya.
“Kupikir dia sudah mati.” Ucap Ratu. Yool Moo ingin tahu apakah Ratu bisa membuktikannya. Ratu yakin kalau Nok Du adalah memang benar ucapanya.
“Apakah Anda punya bukti?” tanya Mentri lainya. Tuan Jung datang mengaku  bisa membuktikannya.
“Aku yakin Menteri Perang dan Komandan Penjaga Istana  akan mengingatku.  20 tahun yang lalu, Aku melayani Raja yang dulunya Putra Mahkota. Aku Jung Yun Jeo.” Kata Tuan Jung
“Raja telah memerintahkan aku untuk menguburkan putranya sendiri. Kupikir dia sudah mati, tapi dia mulai bernapas lagi tepat sebelum aku menguburnya. Karena itu, Aku mengangkat putra raja.” Kata Tuan Jung
“Bagaimana kami bisa mempercayai orang berdosa yang ada di penjara belum lama ini?” komentar Mentri yang lainya. Semua pun tak percaya
“Kau bisa saja membawa orang secara acak!” kata Mentri tak percaya. 
“Lalu bagaimana dengan ini? Aku telah memberikan sisanya kepada putraku. Aku yakin... Kalian semua pasti telah melihat aku selalu membawa norigae tua ini selama 20 tahun terakhir.” Ucap Ratu mengeluarkan yang selama ini disimpanya.
Nok Du pun memberikan pecahanya pada Ratu, Ratu pun mengambungkanya dan itu memang cocok. Tuan Jung pikir  Tidak ada jalan bahwa Ratu dan aku akan berkonspirasi akan hal ini  selama 20 tahun terakhir. Ia pun ingin tahu apa yang akan mereka lakukan.
“Apakah ini bukti yang sudah cukup?” ucap Tuan Jung. Semua hanya diam, Hwang Tae pun tak berani menatap wajah ayahnya. Yool Moo hanya bisa tertawa sinis. 



Dong Joo di rumah hanya bisa melamun teringat saat bertemu didalam gua.
Flash Back
Nok Du hanya diam saja mengingat yang dikatakan ayahnya  “Seandainya Aku tidak tahu apa-apa, Maka Aku akan hidup sebagai seorang ayah yang memuja putranya sendiri ...” wajahnya terlihat sangat sedih. Dong Jo menatap Nok Du lalu memeluknya.
“Ini bukan salahmu. Itulah yang ingin Aku katakan kepadamu. Aku tidak tahu. Aku minta maaf karena meninggalkanmu.” Ucap Dong Joo
“Aku ketakutan. Aku takut kau akan menghakimiku  setelah kau mengetahui siapa aku. Aku takut dengan apa yang akan terjadi pada kita. Aku takut akan segalanya.” Ungkap Nok Du
“Aku minta maaf karena membuatmu menanggung semuanya sendirian.” Kata Dong Joo
“Aku juga minta maaf atas apa yang terjadi pada keluargamu.” Kata Nok Du merasa ikut bersalah.
“Aku sudah bilang. bahwa kau tidak bersalah atas semua hal mengerikan yang terjadi pada kita. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Dengan Begitu... Jangan lakukan apa pun yang akan menyakitimu.” Ucap Dong Joo.  
“Aku tidak ingin kau  hidup sengsara seperti yang Aku lakukan. Aku serius dengan perkataanku.” Tegas Dong Joo memegang wajah Nok Du 


Dong Joo masih melamun saat itu Tuan Yeon masuk mengeluh  Dong Joo yang belum juga tidur dan masih duduk di sana. Dong Joo bertanya darimana Tuan Yeon.  Tuan Yeon mengkau  terus merasa gelisah, jadi  pergi dan bertanya-tanya.
“Ku pikir sesuatu telah terjadi di istana.” Ucap Tuan Yeon. Dong Joo terlihat gugup. 

Yool Moo tersenyum licik lalu mengaku ingin bertanya kepada Ratu tentang hal ini, Jika Ratu begitu peduli tentang putrany mengapa mencoba menyembunyikannya. Ratu terlihat gugup dan kebingungan. Yool Moo pikir kalau anaknya masih hidup seharusnya membawanya kembali ke Yang Mulia.
“Mengapa Anda diam-diam membesarkannya tanpa memberi tahu siapa pun? Oh benar, Mungkin rumor itu benar. Apakah itu karena Yang Mulia ...”ucap Yool Moo sengaja mengejek.
“Dia ingin aku mati... Itu benar...” kata Nok Du ta bisa menyangkalnya.
“ Dia ditinggalkan oleh Yang Mulia begitu dia dilahirkan. Kami bahkan tidak tahu bagaimana dia dibesarkan. Dan sekarang, Kau ingin kami melayani-mu sebagai raja? Apakah Kau pikir kau memenuhi syarat?”ejek Yool Moo  
“Kau adalah seorang playboy yang biasa menghabiskan waktu di rumah gisaeng.” Balas Nok Du
“Aku ...” kata Yool Moo marah. Nok Du ingin tahu Yool Moo akan mengaku apa.
“Apakah Kau mengingini takhta sejak kamu masih muda dan berlatih bagaimana menjadi Raja bijak? Ketika putra tertua Raja ingin naik takhta, tidak perlu baginya untuk dicintai oleh mendiang Raja. “ ucap Nok Du
“Aku mungkin kekurangan banyak hal, tapi aku akan mencari bantuan para pengikut yang berdiri di sini. Dan ada cara yang sah untuk melakukan ini. Apakah hal ini benar-benar perlu  menumpahkan darah?” kata Nok Du. Beberapa pengawal pindah ke kubu Nok Du.  
“Apakah kau benar-benar berpikir aku akan membiarkan kau melakukannya dengan caramu?” ucap Yool Moo tak terima.
Semua akhirnya sudah mulai mengangkat pedang, dan perkelahian akan terjadi. Pengawal meminta agar melindungi Ratu lebih dulu. Mereka pun akhirnya mulai menyerang. Nok Du mengenggam tangan ibunya menariknya untuk pergi meninggalkan istana. 
“Mereka memiliki setengah dari prajurit yang kita miliki. Jangan mundur dan bertarung!” teriak Mentri
Yool Moo melihat Hwang Tae yang dibawa pergi oleh Tuan Hwang, lalu menyuruh Dan Oh agar Jangan sampai kehilangan dia.



Nok Du akhirnya membawa Ratu ke ruangan lain. Dayang memberitahu kalau Ratu dulu tinggal di sini untuk waktu yang lama karena terletak di daerah terpencil, dan tidak ada yang menggunakannya lagi. Jadi tidak akan mudah bagi siapa pun untuk menemukan tempat ini.
Nok Du mengerti dan saat itu Ratu melihat tangan digenggam oleh Nok Du seperti sangat terharu. Nok Du menatap sang ibu yang baru pertama kali ditemuinya. Ratu pun langsung memeluk Nok Du, sambil minta maaf karena tidak tahu Nok Du masih hidup.
“Aku hanya bisa membayangkan hal-hal yang harus kau lalui. Pasti sangat menyakitimu.” Ucap Ratu menangis.
“Ibu...” kata Nok Du ikut menangis.  Ratu menatap Nok Du meminta agar mengatakan sekal lagi. Nok Du kembali memanggilnya Ibu.
“Aku tidak akan pernah kehilanganmu lagi... Tak akan pernah.” Kata Ratu. 

Dong Joo pun masuk ke dalam istana, sementaraTuan Hwang berjalan membawa Hwang Tae ingnin tahu apa yang terjadi dan berpikir sesuatu. Hwang Tae memberitahu kalau harus bertemu ayahnya karena  masih di sana.
Saat itu Dan Oh datang dengan pedangnya, Hwang Tae pun memilih untuk kabur. Tuan Hwang tak bisa menahan Hwang Tae pergi karena harus melawan Dan Oh. 

Ratu menahan No Du kalau tidak bisa pergi dan tidak akan membiarkanmu pergi. Ia mengingatkan yang dikatakan sebelumnya bukan hanya sarana untuk melarikan diri dari situasi. Maksudnya ketika mengumumkan bahwa Nok Du akan mengambil alih tahta.
“Jika... Yang Mulia gagal untuk kembali, memang benar bahwa Kau akan menjadi raja berikutnya. Jadi Kau tidak bisa menempatkan dirimu dalam bahaya.” Ucap Ratu.
“Ibu... Aku tidak cocok untuk posisi itu.” Kata Nok Du. Ratu bisa mengerti karena Orang akan menolak.
“Itu akan menjadi asing dan sulit.  Namun...”kata Ratu, Nok Du mengaku bukan seperti itu.
“Sejujurnya, Aku takut. Aku berharap bahwa takhta tidak akan menjadi satu-satunya alasan mengapa Yang Mulia meninggalkan-ku. Aku berharap akan ada alasan yang lebih besar dan lebih penting. Jika itu masalahnya, Aku pikir mungkin itu akan lebih ringan.Aku memikirkan itu berkali-kali..” Ucap Nok Du
“Putraku.” Kata Ratu. Nok Du memberitahu tidak ingin menjadi seperti ayahnya dan tidak menginginkan tahta.
Nok Du mengingat yang dikatakan oleh Dong Joo “Dan... Terlepas dari siapa aku, Aku hanya ingin hidup bahagia bersamamu  tanpa harus memikirkan latar belakang kita. Aku tidak ingin hidup tanpamu lagi.” Lalu ia meminta maaf pada ibunya.
“Kau boleh pergi. Sebagai gantinya, berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan terluka.” Kata Ratu. Nok Du berjanji pada ibunya.
“Tolong jaga baik-baik ibuku.” Ucap Nok Du pada dayang lalu berjalan pergi. Ratu hanya bisa menangis. 



Yool Moo mulai menyerang istana lainya, lalu meminta agar memberikan busur panah. Pengawal kaget, Yool Moo menegaksan akan menemukan si brengsek itu dan Ratu. Sementara disisi lain, Tuan Hwang dan Dan Oh masih saja bertarung.
“Apakah Kau baru saja menendangku? Jadi, Kau adalah pendekar pedang terbaik Joseon. Tapi itu tidak masalah dalam pertarungan berantakan seperti ini. Yang masalah adalah roh seseorang.” UcapTuan Hwang.
Dan Oh terus melawan Tuan Hwang dan matanya bisa melihat Hwang Tae sudah kabur lebih jauh. Tuan Hwang sempat terjatuh dan terluka, lalu menyuruh agar Dan Oh Berhenti. Tapi Dan Oh sudah lebih dulu mengejar Hwang Tae.
Tuan Hwang ingin mengejarnya, tapi beberapa prajurit dan mentri sudah menghadangnya.  Tua Hwang mengeluh akalu sedang terburu-buru sekarang tapi berpikir kalau itu sepadan dengan waktunya. 

Tuan Jung akhirnya bisa bertemu dengan anaknya lalu memastikan kalau tak akan terluka, lalu mengeluh karena sendirian. Hwang Tae mengaku baik-baik saja dan sedang mencari ayahnya, Tuan Jung pikir seharusnya menemukan anaknya lebih awal.
“Mari kita keluar dari istana untuk saat ini.” Ucap Tuan Jung lalu mengajak pergi.
“Jika kita tinggal di sini Karena Nok Du akan dalam kesulitan jika Aku tinggal, kan? Itu karena kau mungkin bisa terluka.” Kata Hwang Tae marah
“Bagaimana kau bisa mengatakan itu? Aku sama-sama menghargai kalian berdua sebagai putraku.” Ucap Tuan Jung
“Kemudian, tolong percaya padaku dalam hal ini. Kita bisa mendapatkan semuanya kembali. Aku tidak ingin hidup bersembunyi lagi, Ayah.” Kata Hwang Tae. Tuan Jung memanggil nama anaknya Hwang Tae.
“Yang benar adalah Jung Eui Young... Kakek-ku menamai Aku Jung Eui Young.” ucap Hwang Taek marah
“Aku sangat menyadari bahwa tidak memiliki hak untuk menghentikanmu. Namun, bagaimana kau tidak bisa melihat bahwa ini bukan jalan yang benar?” kata Tuan Jung
“Ya, Aku tahu itu tidak benar. Tapi apa yang kita dapatkan setelah memilih jalan yang benar? Ibuku meninggal Dan semua yang Aku yakini runtuh. Aku akan kembali ke Pangeran Neungyang.” Ucap Hwang Tae berjalan pergi.
“Apa yang dijanjikan pria itu kepadamu? Apakah dia berjanji untuk mendapatkan kembali identitasmu dan memberi-mu posisi di istana?” kata Tuan Jung
“Iya... Dia berjanji kepadaku.” kata Nok Du. Tuan Jung mengeluh Hwang Tae membuat janji seperti itu pada Yool Moo. Saat itu Dan Oh berusaha mencari Hwang tae.
“Apa yang dia tahu tentangmu? Apa Menurutmu mengapa dia membuat janji seperti itu tanpa imbalan apa pun?” ucap Tuan Jung
“Untuk mengejar Nok Du. Aku umpan terbaiknya. Bahkan ketika aku berteriak padanya dan melarikan diri darinya, si bodoh itu tidak bisa memunggungi Aku bahkan jika itu berarti dia mungkin bisa mati.” Kata Hwang Tae.
“Perasaan-mu pasti sudah terluka. Namun, Apa Kau akan tetap menghancurkannya?” kata Tuan Jung lalu melihat pengawal datang.
Pengawal ingin membunuh Hwang Tae, tapi Tuan Jung bisa menyelamatakan anaknya. Hwang Tae sempat kaget melihat ayahnya jatuh tersungkur, akhirnya ia membalas dengan membunu sang pengawal dengan pedang.
“Apakah kau Baik-baik saja? Disini berbahaya. Kamu harus lari sekarang.” Ucap Tuan Jung terbata-bata. Hwang Tae melihat ayahnya akhirnya membawanya. 

Mentri perang diserang oleh pengawal, Nok Du datang melawanya. Sementara Hwang Tae membawa ayahnya di sebuah ruangan dan matanya melihat  Dan Oh seperti sedang mencarinya. Ia pun meminta ayahnya agar Tetap di sini sebentar.

“Kau tidak bisa membiarkannya menangkapmu. Bisa kan?” kata Hwang Tae. Tuan Jung ingin menahan anaknya tapi Hwang Tae ingin segera  keluar dari ruangan.

“Aku akan kembali bagaimanapun juga. Jadi, Ayah harus bertahan di sini.” Ucap Hwang Tae. 



Hwang Tae mengambil pisau dan menyembunyik dalam bajunya. Dan Oh bertemu dengan Hwang Tae bertanya apa yang dilakukan dan mengatap melarikan diri sebelumnya. Hwang Tae mengaku mencoba untuk keluar dari sana, jadi Tuan Jung yang tidak membawanya.
“Untunglah, Kau menemukan aku seperti ini.”kata Hwang Tae berusaha agar terlihat mendukung Yool Moo. 


Yool Moo terlihat marah kalau mereka harus mencari di setiap sudut untuk menemukan si brengsek itu. Saat itu melihat Nok Du yang sedang membawa mentri perang yang terluka lalu menarik panahnya. Dong Joo melihat arah panah Yool Moo lalu berdiri depannya.
Yool Moo akan melepaskan panahnya terlihat kaget, Dong Joo tetap dengan sangat yakin melindungi Nok Du. Yool Moo akhirnya melepaskan panah dan terkena bagian lengan Nok Du, Nok Du berteriak sakit tapi masih bisa berjalan membawa Mentri perang.
“Singkirkan pedang kalian... Apa yang sebenarnya kau ... “ ucap Yool Moo marah. Dong Joo bisa sedikit lega panah tak mengenai Nok Du
“Pergi mengejarnya sekarang! “ teriak Yool Moo pada anakn buahnya lalu menarik Dong Joo pergi.
Bersambung ke Episode 30

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09