PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Tampilkan postingan dengan label First Kiss for the Seventh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label First Kiss for the Seventh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2017

Sinopsis First Kiss for the Seventh Time Episode 8


Episode 8 – Hadiah terakhir
Soo Jin sedang menjelaskan pada pelanggan tentang pengunaan kupon,  jadi meminta agar tak lupa membawa dengan wajah sumringah yakin anak perempuan dari pria itu akan menyukainya.  Dua teman Soo Jin heran melihat Soo Jin yang banyak berubah merasa seperti orang yang berbeda.
“Apakah dia benar-benar punya pacar?” ucap teman Soo Jin, seniornya yang kalau itu tak mungkin.
Manager pun datang memuji Soo Jin yang melakukan pekerjaan besar dan menyukainya. Soo Jin terlihat bahagia menerimanya, dua rekan kerjanya bertanya apakah sesuatu yang bagus terjadi, Soo Jin mengaku tidak seperti itu, dengan senyumannya. 

Seorang pria berjalan ke bagian infomasi, semua melonggo meihatnya. Lee Min Ho datang menyapa pegawai, Soo Jin benar-benar tak percaya kalau pria yang terakhir Min Ho sebagai pasanganya, Min Ho malah binggung kalau mengenal dirinya. tahu siapa aku?
“Kau adalah model untuk Lotte..” ucap Soo Jin lalu bergumam berpikir kalau semua belum berakhir.
Dua rekan kerja Soo Jin menyapa pria tampan didepanya sebagai pengemar beratnya memperlihatkan buku penulis Lee Min, yang populer dengan judul "Sebuah perjalanan untuk diriku", Mereka melihat Lee Min lebih tampan ketika melihat aslinya.
“Dia bilang "Sebuah perjalanan penulis?” Kurasa aku akan melakukan perjalanan kali ini." Gumam Soo Jin yakin lalu berjalan keluar counter mendekati Min Ho.

“Perjalanan penulis, Lee Min Ho. Bagaimana kita tahu satu sama lain?” ucap Soo Jin yang sebelumnya memiliki cerita yang sama, Min Ho binggung dengan yang diucapkan Soo Jin.
“Apakah tidak mengenal satu sama lain? Apakah kita mengenal satu sama lain dari gereja? Apakah kita bekerja bersama?Apakah kau belajar sesuatu dariku? Cina?” ucap Soo Jin
“Tidak.. aku bertemu kau untuk pertama kalinya.” Kata Min Ho,
Soo Jin bertanya alasan menemuinya, Min Ho mengatakan punya sedikit pertanyaan tentang Lotte jadi datang ke  meja informasi. Soo Jin menepuk pundak Min Hoo dengan percaya diri kalau tidak perlu bertele-tele dan bertanya ingin bertemu setelah selesai kerja, Min Ho dibuat kebingguangan dengan sikap Soo Jin seperti mereka sudah mengenal lama.

“Hei! Ada apa denganmu? Kau pasti sangat gugup di depan.Dari tampan, Lee Min Ho.”ucap temanya yang merasa tak gugup tapi tanganya bergetar sangat keras
“Maafkan aku. Dia belum.  merasa baik akhir-akhir ini ... Orang bilang itu tidak baik kalau ada Perubahan tiba-tiba” jelas rekan lain melihat Soo Jin senyum-senyum sendiri.
Soo Jin merasa kalau dua rekanya itu tak tahu apapun, lalu dengan percaya diri menawarkan nomor ponselnya, sambil berbisik kalau Min Ho datang pasti untuk menyukainya. Min Ho hanya bisa melonggo, menurutnya  ada kesalahpahaman yang terjadi.
Ia pergi ke tempat dua rekan Soo Jin karena ingin mengambil barang sebelum penerbangan jadi  ingin bertanya tentang sesuatu. Rekan Kerja Soo Jin menjelaskan Min Ho hanya perlu menunjukkan membeli voucher di dalam terminal bandara Dan mengambil barang itu, selain itu bisa melakukan pembelian secara online.
Soo Jin yang mendengarnya terlihat kaget karena ternyata Min Ho memang bukan pria yang dikirim seperti sebelumnya, lalu diam-diam mengambil buku yang dimiliki temanya, memastikan Min Ho memang benar seorang penulis buku. 

Soo Jin berjalan pulang sambil terus membaca buku yang ditulis Min Ho, tiba-tiba seseorang memangginya. Soo Jin melihat dari kejauhan Min Ho yang terlihat gugup lalu berjalan mendekatinya. Soo Jin meminta maaf atas kejadian sebelumnya, Min Ho pikr tak masalah hanya kesalahpahaman.
“Aku sangat menikmati membaca bukumu. Dalam buku,  tertulis kalimat "Kehidupan sehari-hari seperti mencari sesuatu yang akan mencintaiku, tapi mencari sesuatu Aku akan mencintai disebut berpergian. ". Aku benar-benar menyukai bagian itu.” Kata Soo Jin, Min Ho tersenyum karena Soo Jin membacanya.
“Aku baru-baru ini melakukan sesuatu yang sama untuk bepergian, Dan bisa benar-benar berhubungan dengan kata-kata yang kau tulis” ungkap Soo Jin
“Itu adalah Apa yang ingin aku katakan dalam buku itu,  tapi kebanyakan orang mengabaikan bagian itu.” Komentar Min Ho

Soo Jin menganguk mengerti lalu bertanya alasan Min Ho memanggilnya, Min Ho  memperlihatkan sebuah kartu karena Soo Jin menjatuhkannya. Soo Jin membalikan kartu dan melihat gambar Min Ho yang muncul. Min Ho pun tersenyum begitu juga Soo Jin karena Min Ho sebagai hadiah ulang tahunnya juga. 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Rabu, 04 Januari 2017

Sinopsis First Kiss for the Seventh Time Episode 7 [Ending Kiss]

PS : setiap episode dikasih liat ending kiss, karena cuma sekitar 2 menit aku satuin aja yang postinganya.
Kiss Ending Lee Joon Gi
“Sejak aku masih kecil, dan sampai sekarang, Min Soo Jin, hanya kau lah yang ada di hatiku.” Ucap Joon Gi duduk disamping lalu memejamkan mata dengan mendekatkan wajahnya.
Soo Jin sudah siap memejamkan matanya menerima ciuman dari Joon Gi, tapi yang terjadi malah bersin didepan wajah Joon Gi karena kedinginan. Joon Gi tertawa melihatnya, Soo Jin merasa tak enak hati malah membuat semua berantakan, Joon Gi pikir tak masalah lalu mengambilkan selimut agar tubuh Soo Jin menjadi hangat. Keduanya seperti mengobrol bersama di depan kolam renang dengan wajah bahagia, seperti bertemu dengan teman lama. 

Kiss Ending Lee Joon Suk
Jong Suk dan Soo Jin berjalan di lorong counter sambil bergandengan. Tiba-tiba Soo Jin berakting hampir terjatuh, dan Jong Suk langsung memegangnya pinggangnya, keduanya saling menatap. Soo Jin mengingatkan kalau mereka sedang berakting.
Jong Suk berisik kalau berakting itu  bukan untuk menjadi palsu tapi Akting adalah tentang ketulusan lalu melempar tak belanjanya. Soo Jin masih melonggo melihat Jong Suk yang ada didepanya, lalu menutup matanya ketika bibir Jong Suk sudah mendekat.
“okee... Cut... kerja yang baik” teriak Sutradara sebelum Joon Suk mencium bibir Soo Jin.
Soo Jin terlihat binggung lalu memberitahu sutradara kalau mereka belum berciuman. Sutradara pikir itu tak perlu karena terlihat dari camera seperti mereka sudah berciuman. Joon Suk berpikir kalau mereka akan melakuan yang selanjutnya, Soo Jin pikir tak perlu karena mereka itu sudah masuk ke dalam karakter.
Joon Suk memuji Soo Jin yang sudah berkerja dengan baik, lalu berjalan pergi. Soo Jin sedih karena kesempatanya untuk berciuman hilang begitu saja. Joon Suk dari kejauhan memberikan kode dengan tanganya kalau mereka bisa saling menelp. 

Kiss Ending Taek Yeon
Semua wartawan ingin tahu tentang awal hubungan keduanya, Taek Yeon menatap wajah Soo Jin mengutarakan perasaanya. Lalu mendekat dan ingin menciumnya, semua wartawan berteriak histeris mereka akan berciuman, tiba-tiba Ibu Taek Yeon datang melarang keduanya tak boleh melakukan.
“Kalian tidak boleh bersama... dia adalah adikmu” ucap Ibu Taek Yeon, semua yang ada didalam ballroom dibuat kaget mendengarnya.
“Dia adalah anak dari ayahmu dan wanita lain” kata Ibu Taek Yeon terlihat marah.

“Bukan... Dia bukan anak dari suamimu. Aku menukar anak itu saat kau menyuruh untuk mengirimkan ke panti asuhan. Anak dari Tuan Ok sekarang ada didalam ruangan” ucap Sek Kim menunjuk ke arah pintu
Laura datang dengan menyeret kakinya seperti tak percaya kalau ia dan Taek Yeon adalah adik kakak padahal seharusnya mereka saling menjalin hubungan sebagai kekasih. Soo Ji benar-benar tak menyangka yang terjadi, Taek Yeon pikir akhirnya membuat mereka bisa bahagia sekarang.
Soo Jin mengangguk setuju dan menyandarkan kepala di pundak Taek Yeon, Taek Yeon ingin menciumya, Soo Jin menolaknya karena banyak wartawan disekeliling mereka. Keduanya pun tertawa bahagia. 


Kiss Ending Ji Chang Wook
“Sepertinya aku bodoh karena meninggalkanmu. Meskipun jika aku harus membahayakan hidupku, Maka aku akan melindungimu di sisimu.” Kata Chang Wook, Soo Jin pun menganguk setuju.
Chang Wook mendekatkan wajahnya ingin mencium Soo Jin, Soo Jin pun sudah siap memejamkan matanya. Tiba-tiba terdengar suara alarm peringatan dari layar CCTV terlihat ada beberapa orang yang masuk menaiki tangga. Keduanya membuka lemari dan langsung mengambil pistol, seperti siap kembali melawan musuh mereka. 

Kiss Ending Kai EXO
Kai tiba-tiba menarik badan Soo Jin agar lebih dekat dan menatapnya, Soo Jin seperti bisa menebak kalau Kai ingin menciumnya, lalu menghentiknya menurutnya bukan sekarang saatnya tapi nanti. Kai memastikan kalau itu artinya bukan sebuah penolakan untuknya.
Soo Jin menyakinkan kalau itu bukan penolakan dan kebinggungan menjelaskanya lalu mengajaknya agar membicarakannya nanti. Kai menegaskan tidak bisa karena  sudah menunggu sangat lama lalu mulai mendekat dan ingin menciumnya, Soo Jin pun memejamkan matanya dengan bibir mereka yang sangat dekat.
Tiba-tiba terdengar suara penari yang menganti irama masuknya dan mengajak semua mulai ikut menari.  Kai dan Soo Jin melihatnya, lalu Kai pun mengajak Soo Jin ikut menarik. Awalnya Soo Jin menolak tapi akhirnya mengikuti irama musik menarik dengan anak didiknya. 

Kiss Ending Park Hae Jin.
Hae Jin mengatakan akan mengantarnya pulang kerumah, Soo Jin terlihat binggung. Hae Jin yakin kalau semua orang sudah memberikan vote untuk dirinya termasuk Soo Jin menurutnya mereka itu sebenarnya saling menyukai satu sama lain.
“Mari kita berkencan” kata Hae Jin, Soo Jin menatap kaget. Hae Jin pikir kalau Soo Jin itu tak menginginkanya. Soo Jin pikir bukan seperti itu maksudnya lalu tersenyum.
Hae Jin mendekat dan ingin menciumnya, tiba-tiba polisi datang ingin meminta data dan melihat keduanya ingin berciuman merasa akan kembali nanti saja. Hae Jin dan Soo Jin terlihat gugup satu sama lain, berusaha untuk tenang dan Hae Jin mengatakan kalau itu tak masalah untuknya. Polisi pun meminta agar Hae Jin menuliskan namanya.
Keduanya saling menatap dan Soo Jin pun tertawa mengingat kejadian sebelumnya, Hae Jin binggung kenapa Soo Jin malah tertawa berpikir ada yang lucu atau terjadi kesalahan. Soo Jin mengelengkan kepala dengan senyumanya. 
bersambung ke episode 8 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Selasa, 27 Desember 2016

Sinopsis First Kiss for the Seventh Time Episode 7

Episode 7 - 
LEE JONG SUK 
"Bagaimana Caranya Untuk Jatuh Cinta Pada Selebriti
Papan Atas"

Soo Jin benar-benar tak percaya  diberi kesempatan untuk syuting iklan dengan Lee Jong Suk, dengan menatap terus ke arah depanya. Sutradara Kim melihat Soo Jin berpkir kalau pasti terlihat sangat gugup.
“Apa kau terkejut, kalau lawan mainmu adalah selebriti papan atas?” tanya Sutradara Kim, Soo Jin terlihat tak bisa berkata apa-apa.
“Jika kau tidak bisa menangani ini, maka kita bisa saja memilih model lain.” Ucap Sutradara Kim, teman Soo Jin pun mengangkat tangan siap mengantikanya.
Pria yang sebelumnya membawa Soo Jin meminta agar wanita itu berjalan mundur, Jong Suk pikir sudah pasti gugup karena ini syuting pertama  Soo Jin. Sutradara pun memuji Jong Suk memang pria yang baik hati, lalu menatap sinis pada Soo Jin karena beruntung dibela oleh Jong Suk. 

Soo Jin sudah berganti pakaian berdiri disamping Jong Suk, Sutradara Kim memberikan pengarahan kalau  meminta agar mereka beranggap sedang berilibur bersama sebagai pasangan yang bahagia, jadi menunjukan wajah bahagia. Soo Jin terlihat menaruh tanganya di lengan tapi tak berani memegangnya.
Sutradara Kim berteriak “action”. Soo Jin berusaah berjalan dengan tangan yang terlihat kaku dan terlihat berjalan tertatih-tatih. Sutradar berteriak “Cut” memarahi Soo Jin, seperti seorang balita yang berlatih dan merasa kalau  belum pernah melakukan ini dengan pacarnya itu sebelumnya. Soo Jin terdiam karena memang belum memiliki pacar selama ini.
Jong Suk pun meminta agar mereka mengulang lagi saja, Sutradara dengan senyumanya langsung menyetujuinya dan meminta agar tunjukkan ekspresiantusiasme keduanya. Jong Suk merangkul Soo Jin dan menepuk lenganya agar bisa lebih santai lagi.
Mereka pun pindah ke set lainya, Jong Suk beradegan memasangkan kalung dileher Soo Jin, tapi Soo Jin yang gugup terlihat menarik nafas panjang, Sutradara memarahi asistant menemukan Soo Jin dengan akting yang payah. Mereka pun mengulang adegan, Soo Jin tak bisa mengendalikan dengan menjerit karena dadanya berdegup kencang, take ke tiga Soo Jin kembali tak bisa mengatur nafasnya. Akhirnya Sutradara Kim berteriak kesal “Cut” Soo Jin pun meminta maaf.
“Ini tidak akan berhasil. Kurasa, kita harus menukar pasanganmu.” Kata Sutradara Kim, teman Soo Jin pun siap untuk mengantikanya. Assistant sutadara pun meminta agar si wanita diam.
Jong Suk akhirnya meminta waktu istirahat selama 10 menit, Soo Jin terlihat sedih karena tak bisa melakukan adegan dengan baik. Jong Suk pun mengajak Soo Jin untuk bicara. 


Keduanya duduk dibangku lantai atas dengan Soo Jin yang masih gugup disamping selebriti yang terkenal.  Jong Suk memberikan segelas kopi menurutnya rasa tegang Soo Jin akan berkurang jika saling mengenal lebih dekat. Soo Jin bergumam dalam hati kalau dirinya itu  bukan lagi gadis yang bodoh dan pemalu lagi!
“Aku bersikap seperti orang bodoh di depan semua selebriti itu! Aku akan bersikap beda dari sekarang!” gumam Soo Jin langsung melipat kakinya, duduk seperti wanita yang percaya diri dan angkuh mengucapkan terimakasih.,
“Aktingmu bagus juga... Apa tujuanmu sebenarnya?” kata Jong Suk mengejek, Soo Jin pun akhirnya mengembalikan duduk dan tertunduk meminta maaf dengan gugup.
“Jika kau merasa bersalah, apa kau bisa membantuku? Maksudku, mari kita mengenal satu sama lain lebih dekat.” Kata Jong Suk mendekat, Soo Jin tak percaya pria yang satu ini juga berusaha merayunya.


“Lee Jong Suk.. aku benar-benar tidak ingin membiarkanmu pergi.” Gumam Soo Jin akhirnya meminta agar Jong Suk tak boleh menciumnya, karena kalau seperti itu pasti mimpinya itu akan menghilang.
Jong Suk mengerutkan dahinya karena kaget, lalu tersenyum dengan tawanya, bertanya apa maksudnya Tidak boleh ciuman, Soo Jin dengan gugup menjelaskan maksudnya kalau memiliki masalah. Jong Suk berusaha menjelaskan kalau akan lebih mudah jika bisa kenal dekat.
Soo Jin membenarkan lalu berpikir kalau Jong Suk ingin memiliki nomor telpnya dan meminta ponselnya. Jong Suk memberikan ponselnya dengan senyuman, Soo Jin pun mengetik nomor ponselnya, dan mengatan kalau mereka berteman sekarang. Jong Suk pun bertanya apakah sudah merasa lebih baik sekarang. Soo Jin mengangguk dan Jong Suk pun mengajak mereka kembali sekarang. 

Soo Jin terlihat bisa lebih natural saat Jong Suk memasangkan kalung dilehernya, keduanya bisa terlihat seperti pasangan yang sedang memberikan hadiah, Sutradara Kim tersenyum memuji Jong Suk kalau Hasil rekaman nya terlihat menakjubkan, ini semua berkatnya.
“Tapi... Apa Kau tahu adegan yang dipotong? Setelah menonton seluruh rekaman, kurasa akan baik untuk memasukkannya sebagai ending.” Kata sutradara, Jong Suk pun setuju.
“Saat aku pertama kali membaca naskah nya, aku pikir itu sedikit dipaksakan. Tapi, aku kira tidak ada salahnya untuk syuting adegan itu lagi.” kata Jong Suk. Sutradara pun berjanji agar melakukan satu kali adegan saja.
Soo Jin pun hanya mengangguk-angguk mengerti. Sutradara pun meminta agar menyiapkan adegan ciuman. Soo Jin binggung kalau akan melakukan ciuman lalu bertanya pada Jong Suk kalau memang akan melakukan ciuman. Jong Suk mengatakan kalau tidak benar-benar berciuman tapi sedang akting.
“Kita tidak ciuman sungguhan dan sedang akting sebuah adegan.” Jelas Jong Suk,
“Jadi, kurasa kita harus mendapatkan sudut yang tepat dan...” ucap Soo Jin kalau mereka hanya berakting ciuman dengan memiringkan kepalanya, Jong Suk ingin menjelaskan tapi astrada datang meminta mereka pindah lokasi.  

Set sudah dipindahkan dan Sutradara berteriak “action”. Jong Suk dan Soo Jin berjalan di lorong counter sambil bergandengan. Tiba-tiba Soo Jin berakting hampir terjatuh, dan Jong Suk langsung memegangnya pinggangnya, keduanya saling menatap. Soo Jin mengingatkan kalau mereka sedang berakting.
Jong Suk berisik kalau berakting itu  bukan untuk menjadi palsu tapi Akting adalah tentang ketulusan lalu melempar tak belanjanya. Soo Jin masih melonggo melihat Jong Suk yang ada didepanya, lalu menutup matanya ketika bibir Jong Suk sudah mendekat. 

Soo Jin menghela nafas dengan wajah sedih karena pria yang terakhir pun tiba bisa  memberikan ciumanya, Seniornya yang bertugas bersamanya meminta agar menukar jadwal besok karena kencan dengan pacarnya.
“Sekarang hari jadi kami yang setahun, yaitu Hari ini hari ke-22 kami, "Dua-Dua Hari"” ucap si senior bahagia.
“Tolong jangan memintakuuntuk tukaran jadwal lagi.”kata Soo Jin kesal, Seniornya meminta agar Soo Jin  bisa mengerti karena ia  tidak punya pacar!
“Aku punya pacar, bahkan punya 6!” kata Soo Jin marah dan berjalan pergi. Seniornya tak percaya Soo Jin benar-benar kasar dengan mengejeknya wanita itu sudah sinting atau terkena mythomania.

Soo Jin bersadar dinding, merasa bisa mengerti kalau semua pria yang ditemuinya sebelumnya memang bukan dari kalangannya, tapi merasa dirinya sangat senang. Tiba-tiba seorang menepuk pundaknya menenangkan Soo Jin yang terlihat sedih mengatakan kalau Ini belum berakhir.
“Apa menurutmu, aku hanya akan membiarkannya berakhir seperti ini?” kata Si bibi malaikat, Soo Jin pun ingin tahu apa yang selanjutnya.
“Pilih salah satu dari semua selebriti. Lalu, kau akan kembali ke masa terakhir ketika kalian sedang bersama-sama. Dan itu terserahmu, apa yang ingin kau putuskan setelah itu.”kata Bibi malaikat.
“Terima kasih banyak! Aku tidak tahu harus berkata apa!” kata Soo Jin terlihat bahagia dan bertanya apakah hanya satu saja yang harus dipilihnya. Bibi malaikat membenarkanya.
“Jadi ciuman mana yang kau inginkan menjadi kenyataan?” kata Bibi Malaikat

Soo Jin pun mengingat semua pria yang pernah bersamanya, dan hanya boleh memilih satu saja. Lalu menjerit kalau tak bisa melakukan dengan memilih hanya satu pria saja dari 6 pria tampan yang pernah hampir membuatnya ciuman.
[6 pilihan yang berbeda, 6 akhir yang berbeda]
bersambung ke episode 8 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Sinopsis First Kiss for the Seventh Time Episode 6

Episode 6  
Ok Taek Yeon "Terlalu berlebihan untukku.

Taek Yeon membawa Soo Jin ke bagian toko perlengkapan wanita dengan memberikan sekotak cream wajah, Soo Jin bergumam kalau ingin membeli dengan makain uang bonus liburannya. Taek Yeon juga membelikan sebuah kalung.
Soo Jin melonggo karena ingin membeli dengan mengunakan uang  tabungannya. Taek Yeon pun membelikan sebuah tas bermerek, Soo Jin pikir bisa membelinya kalau menang lotre. Taek Yeon menyuruh Soo Jin agar bisa melihat semua barang-barang didalam mall. 
Akhirnya Soo Jin membawa banyak barang yang dibelikan Taek Yeon untuknya, Taek Yeon berdiri tak jauh darinya sedang sibuk menelpnya. Wajah Soo Jin memerah melihat Taek Yeon yang terlihat sangat tampan dengan jas sambil memegang ponselnya
“Belanja di mall bersama pacarku, Ok Taek Yeon... Kali ini aku sungguh tidak ingin bangun...” gumam Soo Jin. 

Saat itu datang seperti seorang pengawal yang mengambil semua barang didatang Soo Jin, Soo Jin merasa tak enak karena bisa mebawanya sendiri. Taek Yeon mendekat meminta maaf karena pasti tas belanjaan tadi berat. Soo Jin pikir merasa tak salah karena seharusnya ia yang meminta maaf pada Taek Yeon, keduanya berjalan bersama sambil bergandengan tangan.
“Aku takut hari ini kau mengeluarkan banyak uang...” kata Soo Jin tak enak hati.
“Tidak sama sekali. Belanja sebanyak itu sama sekali tidak berpengaruh karena aku akan mewarisi perusahaan.” Ucap Taek Yeon, Soo Jin melonggo dan menganguk mengerti kalau kali ini berkencan dengan seorang Chaebol.
“belanjaannya terlalu berlebihan untukku...” ungkap Soo Jin tak enak hati, Taek Yeon merasa itu belum terlalu banyak untuknya,
“Karena Untuk malaikatku, berapapun tidak masalah.” Goda Taek Yeon memuji, Soo Jin tersenyum dianggap sebagai malaikatnya.
“Satu-satunya malaikat di dunia.” Kata Tae Yeon, Soo Jin pun bergumam dalam hati kalau bibi yang datangnya pun itu memang seorang Malaikat yang baik hati. 


Tiba-tiba seorang wanita melihat keduanya dengan mata melotot, Taek Yeon binggung melihat Laura yang tahu keberdaanya ada di mall. Laura mendekat, dengan nada tinggi memberitahu kalau Orang tua mereka sudah menjodohkan Dan ia hanya menyukai Taek Yeon selama hidupnya. Soo Jin kaget mendengarnya.
“Bagaimana kau tega melakukan ini padaku!” teriak Laura seperti matanya hampir melompat keluar.
“Maafkan aku. Tapi... Kita tidak bisa bersama.” Kata Taek Yeon, Soo Jin bergumam sendiri dengan cerita macam ini.
Seorang pria datang membawa segelas air, Laura langsung mengambilnya dan langsung menyiram ke wajah Soo Jin. Soo Jin benar-benar kaget tiba-tiba kena sirama air, dua teman Soo Jin yang sedang minum sampai kembali mengeluarkan minumnya. Taek Yeon terlihat sangat marah dan langsung melihat keadaan Soo Jin yang basah kuyup. Soo Jin ingin mengakhiri ceritanya dengan meminta berciuman saja. 

“Apa yang terjadi disini?!!!” teriak seorang datang, Taek Yeon kaget melihat ibunya yang juga datang, Laura pun merengek pada calon ibu mertuanya.  Soo Jin pun menyapa ibu Taek Yeon dengan membunngku
“Beraninya kau berkata "halo" padaku. Dasar wanita mata duitan.” Kata Ibu Taek Yeon, Soo Jin bingung dianggap mata duitan.
“Apa Amplop yang terakhir kali aku berikan padamu tidak cukup?” ucap Ibu Taek Yeon, Soo Jin dan Taek Yeon saling menatap binggung.
Tuan Kim memberikan sepiring Kimchi, Soo Jin panik kalau kali ini akan dilempar menggunakan Kimchi. Taek Yeo memarahi Tuan Kim malah melakukan hal itu,  Tuan Kim akhirnya mundur dan kembali dengan membawa rumput laut, Soo Jin pun berpikir kalau Sekarang dilempar mengunakan rumput laut
“Beraninya kau kencan dengan putraku. Berapa yang kau butuhkan agar kau sadar dengan tempatmu?!!” ucap Ibu Taek Yeon dengan nada sinis
“Ibu... aku akan menikahi Soo Jin.” Kata Taek Yeon, Ibu Taek Yeon menegaskantidak akan merestuinya
Tuan Kim sudah siap dengan rumput laut dalam nampan, Ibu Taek Yeon mengambilnya dan siap melemparkan pada Soo Jin, Taek Yeon menahan tangan ibunya dan saat itu tangan Ibu Taek Yeon tanpa sadar mengarah pada wajah Laura yang berdiri tak jauh. Dua teman Soo Jin tertawa bahagai melihat
“Bukan seperti ini, bibi malaikat. Aku tidak mau mimpi di siang bolong seperti ini!” kata Soo Jin pada bibi malaikat, Sementara Ibu Taek Yeon panik melihat calon mantu idamanya malah terkena rumput laut dari tanganya.
Laura menjerit histeris, Ibu Tae Yeon terlihat marah besar sampai kepalanya terasa sakit dan hampir pingsan, Tuan Kim pun membawanya pergi, Taek Yeon pun panik melihat ibunya, tapi membiarkan agar dibawa oleh Tuan Kim pergi. 


Soo Jin pun mendekati Taek Yeon mengaku kalau memang pria luar biasa, tapi mereka tidak bisa melanjutkan ini, karena Tidak hanya berat untuknya dan juga untuk Taek Yeon sendiri. Taek Yeon mengatakan kalau mereka  harus mengakhirinya, lalu meminta Sekretaris Choi agar menyiapkan  jumpa pers. Soo Jin kaget mendengarnya. 

Spanduk diatas panggung tertulis =Jumpa Pers Wakil Presdir PM Group, Ok Taek Yeon= Taek Yeon dan Soo Jin sudah duduk diatas panggung dengan wartawan yang siap menuliskan berita
“Mulai hari ini... Aku menyatakan melepaskan hak manajeman pada perusahaan Dan seluruh aset serta warisan atas namaku.” Ucap Taek Yeon, Soo Jin kaget mendengarnya begitu juga wartawan lalu bertanya apa alasanya dan siapa wanita yang duduk disampingnya.
“Wanita ini... segalanya bagiku. Untuk menikahinya, Aku akan melepaskan semua yang aku miliki.” Akui Taek Yeon.
Soo Jin benar-benar tak menyangka, Taek Yeon mau melakukan itu untuknya. Semua wartawan memberikan tepuk tangan pada keputusan Taek Yeon untuk wanita yang disayanginya. Taek Yeon pun berdiri mengulurkan tanganya, Soo Jin pun meraihnya. Semua wartawan maju ke depan panggung ingin tahu cerita awal mereka bertemu dsb.

“Apa Kau sungguh melepaskan segalanya demi aku?” kata Soo Jin merasa tak percaya
“Aku mencintaimu.” Ungkap Taek Yeon, Soo Jin tersenyum mendengarnya, para wartawan menjerit saat melihat Taek Yeon mendekati Soo Jin.
Taek Yeon siap untuk memberikan ciumannya, Soo Jin sudah menutup matanya, tapi akhirnya membuka matanya lebar-lebar dan menjerit kalau tak boleh berakhir seperti ini dan berusaha memegang bahu Taek Yeon. 
Soo Jin seperti baru terbangun dari mimpinya dengan tangan seperti mendorong Taek Yeon. Kartu bergambar Taek Yeon pun keluar, dengan wajah sedih Soo Jin menatapnya karena hanya tinggal satu pria lagi, lalu bertanya-tanya pria siapa yang akan bersamanya.
Terdengar bunyi seseorang mengetuk bagian meja reseptionis. Soo Jin sudah siap dengan senyuman dan wajah yang dibuat manis, tapi ternyata seorang pria terlihat biasa saja datang menemuinya. Si pria memberitahu mereka akan mulai syuting saat toko tutup 10 menit lagi jadi meminta Soo Jin untuk bersiap-siap. Soo Jin dibuat binggung tapi tangan si pria sudah menariknya untuk pergi. 


Soo Jin pergi kebagian counter yang sudah banyak peralatan untuk syuting, managernya pun datang memberikan semangat. Soo Jin melotot kaget saat melihat Lee Jong Suk yang tampan sudah ada didepanya, Keduanya saling menatap dengan senyuman.
Sutradara memanggil Soo Jin, memperkenalan diri sebagai sutradara Kim dan meminta agar bisa berkenalan dengan rekan kerjanya, Soo Jin yang terlihat lemas sempat akan jatuh, Jong Suk dengan sigap menahan tanganya, lalu menanyakan keadaanya. Soo Jin mengangguk dengan senyuman bahagia karena kali ini prianya adalah Lee Jong Suk.
bersambung ke episode 7 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Selasa, 20 Desember 2016

Sinopsis First Kiss for the Seventh Time Episode 5

[Episode 5 - Kai "Aku adalah guru, dan kau adalah murid!]

Soo Jin sudah ada di sebuah counter barang dengan pelanggan dari China, dalam hatinya bergumam kalau ia harus harus menerjemahkan untuk keduanya dan bertanya-tanya kejadian seperti apa ini.
Pelanggan wanita pun menanyakan dengan bahasa cina kalau ingin mengunakan diskon dengan mengunakan  kartu VIP, kupon, dan kartu kredit bersamaan. Soo Jin dengan lancar menjelaskan dengan bahasa china kalau mereka  akan menerima diskon  untuk kartu VIP Gold dan diskon tambahan untuk kupon ini, serta bisa menggunakan kartu kredit seperti uang tunai.
“Apa yang baru saja aku katakan?” gumam Soo Jin tak percaya dengan mulutnya yang bisa berbicara dengan lancar.
Si pelanggan pria pun menanyakan kalau bisa membeli barang secara online. Soo Jin kembali menjelaskan dengan mengunakan aplikasi pada ponsel. Setelah itu kembali bergumam tak percaya dengan lidahnya yang bisa berbicara dengan fasih. 

Soo Jin selesai berkerja berjalan pulang kebinggungan karena bisa berbahasa china, lalu bertanya-tanya siapa yang akan ditemuinya lagi kali ini. Lalu teringat dengan ponselnya yang tadi ada yang menelpnya.
“Apa kau tahu sudah berapa kali aku menghubungimu?” ucap Seserang didepan Soo Jin
“Apa Kali ini Kai anggota EXO?” gumam Soo Jin menjerit dan melonggo tak percaya.
“Sangat sulit untuk berkencan denganmu.” Kata Kai, Soo Jin kaget mereka akan berkecan.
“Ayolah, memangnya apalagi namanya kalau seorangpria dewasa dan wanita membuat janji makan malam?  Kapan kau akan berhenti melihatku sebagai murid lesmu?” ucap Kai berani mendekati Soo Jin.
“Oh, jadi aku seorang guru, dan kau adalah muridnya...” ucap Soo Jin dan Kai pun menarik tangan Soo Jin untuk pergi. 

Keduanya pergi ke sebuah tempat dengan memasukan toko boneka dan tertawa melihat pilihan boneka. Kai pun mengajak mereka untuk selfie, Soo Jin terlihat gugup bisa foto dengan salah satu anggota EXO. Mereka pindah ke bagian lilin aroma teraphy dengan mencium wanginya, lalu mencoba beberapa kacamata hitam seperti pasangan yang berkencan lainya.
Soo Jin dan Kai pun keluar dari toko tapi ternyata diluar hujan turun sangat deras. Soo Jin kebinggungan karena tak membawa payung, Kai juga tak membawa payung dan mereka hanya harus pergi ke arah kedepan mereka. Soo Jin pikir mereka harus membeli payung saja, Kai membuka jaktenya dan menaruh diatas keduanya.
Soo Jin kaget dan gugup merasa seperti berada dalam satu adegan film, Keduanya pun berjalan melewati hujan yang deras dengan jaket, wajah Soo Jin dan Kai terlihat bahagia. 

Kai membawakan sepiring burger untuk Soo Jin dan mengajak mulai makan. Soo Jin menatap Kai yang terlihat sangat tampan saat mengigit burgernya, lalu bergumam “Dia terlihat seperti pangeran  bahkan saat sedang makan burger.” Kai menatap gurunya dengan senyuman bertanya ada apa, Soo Jin buru-buru menunduk dengan wajah gugup.
“Apa kau tidak senang karena aku  hanya membelikanmu burger untuk makan malam?”ucap Kai
“Tidak sama sekali! Burger adalah makanan kesukaanku! Sepertinya kau tidak tahu!” kata Soo Jin mencoba mulai memakanya.
“Tapi apa bahasa Chinanya "burger"?” tanya Kai, Soo Jin menjawab  "han bao bao" dengan cepat.
“Sepertinya aku guru les bahasa Cina.Tapi, karena ini hubungan antara murid dengan guru, sepertinya kami tidak akan berakhir dengan situasi berciuman. Itu berarti aku akan bisa  bertemu dengannya lebih lama.” Gumam Soo Jin
Kai memberitahu kalau tahun depan akan sulit bertemu dengan Soo Jin karena akan sering berada di Cina. Soo Jin mengerti Kai akan akan pergi ke China lalu bertanya kenapa akan sering berada di sana. Kai heran dengan pertanyaan Soo Jin, karena ia mulai belajar bahasa Cina supaya bisa pergi tampil di Cina dan saat itu masih SMA. Soo Jin mengerti dan pura-pura baru mengingatnya.
“Guru... Aku tidak akan memanggilmu "Guru" lagi. Kita hanya berbeda 5 tahun dan akan bisa menjadi seorang teman.” Ucap Kai dengan wajah serius dan seperti pria dewasa.
“Tidak.... Aku adalah gurumu dan kau adalah muridku.” Kata Soo Jin menolaknya. Kai pun mengerti dengan wajah terlihat sedih.
“Aku punya firasat buruk tentang ini. Aku harap bisa bersamanya lebih lama...”gumam Soo Jin 


Keduanya keluar dari restoran, Kai berkomentar ternyata hujanya tak turun terlalu lama, lalu menujuk ke arah banyak orang yang berkerumun. Keduanya pun melihat ada beberapa pasang sedang menari, lalu Kai mengajak untuk ikut menari, Soo Jin menolak karena merasa sebagai penari yang buruk.
Tapi akhirnya Kai pun menariknya agar mau menari bersama, Soo Jin terlihat gugup hanya diam saja. Kai mengoyangkan tangan Soo Jin untuk bisa ikut menari, keduanya akhirnya berputar-putar menari dengan wajah bahagia.
“Jika ini adalah mimpi, aku tidak akan pernah mau terbangun!” gumam Soo Jin.
Kai tiba-tiba berhenti menari, lalu mundur beberapa langkah seperti seorang penari memberikan hormat lebih dulu setelah itu mutar badanya sampai akhirnya tepat berada didepan Soo Jin.

“Aku tidak mau memanggilmu "Guru" lagi.” Kata Kai menegaskan kembali lagi, Soo Jin pun bertanya panggilan apa untuknya.
“Aku akan "Kau".” Ucap Kai merasa kalau tak ingin mengangapnya seperti seorang guru. Soo Jin tertawa menyuruh untuk bercanda padanya.
“Aku tidak pernah bercanda” kata Kai lalu mengeluarkan sebuah cincin dan memasangkan pada jari Soo Jin dan memperlihatkan cincin yang sama pada jarinya.
“Jika kau tidak menyukainya, maka kau bisa bilang "tidak".” Ucap Kai
“Apa yang akan terjadi jika aku mengatakan "tidak"?” tanya Soo Jin
“Aku tidak akan menemuimu lagi, bahkan sebagai muridmu. Kau tidak akan mengatakan kalau tidak tahu tentang perasaanku, kan?” ucap Kai
Soo Jin menganguk kalau ia mengetahuinya, Kai tiba-tiba menarik badan Soo Jin agar lebih dekat dan menatapnya, Soo Jin seperti bisa menebak kalau Kai ingin menciumnya, lalu menghentiknya menurutnya bukan sekarang saatnya tapi nanti.
Kai memastikan kalau itu artinya bukan sebuah penolakan untuknya, Soo Jin menyakinkan kalau itu bukan penolakan dan kebinggungan menjelaskanya lalu mengajaknya agar membicarakan nanti. Kai mengegaskan tidak bisa karena  sudah menunggu sangat lama lalu mulai mendekat dan ingin menciumnya, Soo Jin pun memejamkan matanya dengan bibir mereka yang sangat dekat. 


Soo Jin tersadar kembali dan terlihat seperti baru saja kembali bermimpi dengan menjauhkan dari pikiranya, wajah Kai pun keluar dari  kartu yang dimilikinya. Dengan wajah sedih melihatnya karena hanya punya 2 pria lagi yang tersisa...
Dua rekan kerjanya pun datang terburu-buru meminta maaf karena  agak sedikit  terlambat untuk shift mereka, jadi menyuruh Soo Jin untuk segera pergi menemui kekasihnya sekarang. Soo Jin binggung siapa kekasihnya. Mereka menyuruh Soo Jin cepat pergi saja sebelum berubah pikiran. 

Soo Jin sudah berganti pakaian menaiki eskalator dan mencari-cari sosok pria siapa lagi yang akan ditemuinya. Tiba-tiba seorang pria menariknya, Taek Yeon dengan rambut klimis dan jasnya mengaku kalau sudh merindukanya sepanjang hari. Soo Jin melonggo melihat pria kali ini yang menjadi pacarnya itu Taek Yeon.
bersambung ke episode 6 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09