PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Tampilkan postingan dengan label Harapan Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harapan Kita. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juni 2018

Ini Perbedaan Ruangan ICVCU dan ICU di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita


Annyonghaseyo.... I’m Back... Setelah off hampir 1 bulan balik lagi nulis, selain nulis tentang drama Korea,  gue akan terus menulis tentang apa yang menarik  di Harapan Kita. Kali ini aku akan ngebahas tentang Ruangan ICU & ICVCU di Harapan Kita. Semoga kalian bisa tahu kalau kalian jengkuk atau memang ada keluarga yang masuk ke Rumah Sakit *Semoga Jangan Yah*
Pertama yang harus gue bahas, pintu masuk. Banyak orang salah masuk ke Gedung Ibu & Anak. Gedung Pusat Jantung ada dibagian kanan kalo kita berdiri dari Halte Busway, kali bisa melihat Patung Pendiri Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.
Lalu akan bertemu 3 lift berjejer yang biasanya di jaga oleh Satpam, untuk yang belum punya kartu tunggu Pasien ga  boleh masuk selain jam kunjung. Lalu Naik ke Lantai dua kalian berada di lantai tempat Operasi *tindakan*, Ruangan ICVCU dan Ruangan ICU Bedah. Apa sih bedanya...


Ruangan ICVCU
Ini tempat hampir 24 hari papa aku dirawat, sebenarnya menurut gue tempat ini bukan sesteril ICU Bedah, karena biasanya kasus yang masuk “Pasang Ring” atau sebelum masuk ke ruang operasi dan keadaan ga mungkin masuk ruang rawat, mereka ada di ICVCU dengan semua keadaan vitalnya di pantau oleh  dokter dan perawat.
Ada banyak kasus yang masuk ke tempat ini, kemaren ada yang Koma kamarnya dirawat disebelah bokap, gue berharap bisa kembali sadar agar bisa di Operasi, tapi kemaren balik ke Rumah sakit ternyata Beliau udah meninggal tanpa sempet di Operasi. Semoga amalnya diterima dan masuk surga yah, bapak -Amien-
Tapi selama gue ada disana yang lebih banyak  masuk ke Ruangan ICVCU itu Pemasangan Ring, dan setelah itu banyak juga yang kena Infeksi Paru-Paru. Dan Itu yang bikin lama ada di Rumah Sakit, jadi buat teman-teman jagalah Kesehatan Paru-paru dengan menjauhkan asap rokok dari sekitar kalian. Perokok Pasif lebih parah efeknya dibanding yang aktif.

Peraturan yang harus ditaati oleh Keluarga Pasien dan juga Orang Yang Datang Menjenguk

Untuk Jadwal Besuk, ICVCU Harkit bisa melihat di hari kerja jam 5-7 malam, sementara hari libur ada dua kali kunjungan jam 11-12 siang. Selain itu semua orang dilarang masuk karena yang boleh hanya Perawat dan Dokter di dalam ruangan.
Tempat ini lumayan berbahaya untuk Pasien yang terkena Infeksi Paru-paru, karena keadaan yang lemah semua bakteri bisa masuk ke tubuh Pasien. Dalam kasus Bokap yang udah berhenti merokok dari umur 35 tahun, dilihat dari paru-parunya kalau beliau dianggap sebagai perokok aktif.
Sedih ga sih, kalo orang yang ga ngerokok tapi selalu dianggap perokok sama perawat. Itu semua karena bokap berkumpul dengan para perokok yang membuat paru-parunya juga terkontimasi asap-asap rokok. Hiksssss.... Makanya semenjak bokap meninggal, Gue makin.....makin... makin.. makin...makin....ANTI sama Perokok, karena KALIAN ITU MERUSAK ORANG LAIN JUGA, KALIAN ITU JAHAT!!!!!!

Untuk Buah Tangan, Pesan Gue mantan Keluarga Pasien, Jangan bawa sesuatu yang Gampang Basi dan kalian itu ga akan mungkin ngasih makanan ke Pasien karena semua yang ada di Ruangan ICVCU makananya diatur.  Pernah ada satu orang dengan percaya diri masuk ICVCU bawa buah untuk Pasien, Hihihi... Mungkin mereka pikir ICVCU kaya Ruang Rawat Orang Sakit DBD yah... Jadi lebih baik kalo bawa bawah tangan langsung kasih ke Keluarga Pasien aja.

Jangan Membawa Virus/Bakteri Yang Lebih banyak Ke Dalam Ruangan.
Ini yang sering gue lihat dari beberapa kasus, banyak keluarga yang ga taat peraturan, karena seharusnya masuk ke dalam ruangan hanya dua orang dan yang lain menunggu di depan pintu masuk ICVCU, tapi mereka bergerombol. Kalian mungkin yang sehat terkena flu itu bisa cepet sembuh, tapi untuk Pasien ICVCU bisa mematikan. Jadi lebih baik bergantian dan tertib agar pasien juga bisa tetap sehat & Stabil.

Jangan Lupa Cuci Tangan Masuk atau Keluar Dari Ruangan ICVCU
Buat keluarga Pasien yang belum pernah masuk ke ruangan ICVCU, kalian akan melihat botol merah didepan pintu. Kalian bisa mencuci tangan sesuai penjelasan di depan kaac. Kalian harus mencuci tangan dengan benar, agar virus dan bakteri bisa mati. Inget, Pasien ICVCU itu lemah jadi harus bebas dari segala Virus dan Bakteri.

Apabila berkunjung lebih baik Temui Keluarganya Lebih Dulu, Sebelum Masuk Ruangan ICVCU.
Ini kejadian waktu Papa udah terkena Infeksi Paru-paru dan perawat menyarankan agar hanya keluarga inti aja yang boleh masuk ruangan dan yang lainya boleh melihat dari depan pintu. Suatu hari tiba-tiba teman bokap masuk ke dalam ruangan menyapa papa.
Gue langsung panik karena sebelum masuk, kalian harus cuci tangan dan kalo memang diperlukan pake masker karena takut bakteri yang ada ditubuh Pasien makin bertambah. Catatan... Bakteri di tubuh Papaku yang awalnya Cuma 1 koma jadi berkembang jadi 8.
Ada juga teman Papa yang masuk, langsung berdoa disamping ranjang tanpa cuci tangan dan gue langsung menarik keluar karena ga pingin kondisinya makin drop. Sempet liat juga pasien yang ada disebelah ruanagan, tanpa ada pengawal dari keluarga, asal masuk tanpa cuci tangan, padahal kondisi Pasien koma. T_T...
Jadi buat teman-teman yang ingin mengunjungi Pasien di ICVCU lebih baik temui keluarga Pasien lebih dulu yah. Dan untuk tanya tentang keadaan pasien, dibicarakan di luar ruangan ICVCU jangan di depan pasien karena Pasien akan membuat pasien makin tegang dan stress kalau mendengarnya.


Itu mungkin yang harus kalian perhatikan ketika kalian akan menjenguk ruangan ICVCU. Untuk ruangan ICU akan gue bahas, walaupun gue belum sempet melihat didalamnya seperti apa.
Pertama, yang gue tau kalau ICU Bedah keadaan lebih gawat dibanding pasien ICVCU.
Sebagai Keluarga dan yang datang menjenguk, ga bisa bersentuhan dengan pasien hanya bisa melihat dari kaca. Kalau pasien sudah sadar mereka biasa melambaikan tangan dari tempat tidur. Untuk jam besuk mereka juga lebih sedikit hanya 1 jam, karena takut makin banyak yang datang maka makin banyak juga virus yang masuk.
Alasannya mereka semua baru saja melakukan Operasi bedah, Salah satu yang gue tahu adalah Operasi Bypass, kalau saluran di jantung yang ga bisa dipasang Ring maka harus di bedah. Jadi dada kalian di buka, lalu diambil urat dari kaki dan akhirnya disambung pada jantung kita. Makanya kalau bypass ada 3 tempat jahitan, didada dan juga di  dua kaki. *Merinding nulisnya*


Selain itu ada kasus lain juga kaya, katup bocor dan gue pernah ketemu sama orang tua yang anaknya harus operasi jantung padahal masih 1 tahun lebih. Hikss.... Jadi sayangilah jantung kalian dan selalu bersyukur... 

Done... Penjelasan dari gue tentang Ruangan ICVCU dan ICU di Harapan Kita, kalau kalian punya pengalaman juga silahkan loh bisa cerita juga. Mungkin bisa menginspirasi juga. 

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Selasa, 05 Juni 2018

Di Rumah Sakit Harapan Kita, Aku Menemukan Cinta


Annyonghaseo.. masih update di ruang tunggu ICVCU.... Seperti janji sebelumnya gue akan menceritakan tentang apa yang bisa diceritain selama 3 minggu ada di Rumah sakit.
Di awal bokap masuk ke rumah sakit, gue sangat sangat sangat tegang, karena ga nyangka kalau penyakitnya bakal seperti ini, dan mulai dari situ gue hanya bisa berdoa dan berserah pada Allah Swt, dan Allhamdullilah doa yang gue panjatkan bisa dikabulkan dan juga doa dari orang-orang yang mengenal Bokap pasti membantu. Terimakasih semua... xoxo...  

Sebagai keluarga pasien , gue bertemu banyak orang sesama penjaga pasien ICU or ICVCU yang hanya bisa melihat pasien di jam kunjung, itu pun harus berbagi waktu dengan orang-orang yang menjenguk. Coba bayangkan, biasanya lo bisa liat Ayah kita  makan, tidur, nonton TV, tapi sekarang lo hanya bisa melihat dalam 2 jam, karena semua kesehatanya dipantau terus oleh Dokter & Perawat.
Gue akan cerita banyak keluarga pasien yang akhirnya menjadi teman, entah dari dulu sampe sekarang gue selalu di jadikan teman curhat oleh para “orang tua”, jadilah gue banyak kenal dengan istri-istri pasien dibanding Nyokap gue karena beliau yang ga kuat dengan ruangan AC. Bahkan gue sama satpam dianggap istri dari Bokap, karena lebih sering duduk di Ruang Tunggu.  Hahahaha..... ^_^

Gue akan mulai cerita bertemu siapa saja yang bikin gue berkesan selama ada dirumah sakit...
Pertama --  Gue bertemu dengan “Cici” dari Ciledug yang mengantarkan suaminya operasi bedah.  Beliau tuh menurut gue nyentrik sebagai ibu yang umurnya sama kaya bokap gue, dengan memiliki tatto tapi tetep humble.
Beliau punya anak yang tinggal di Luar negeri jadi sangat taat peraturan, di ruangan tunggu ada peraturan ga boleh makan, tapi pihak rumah sakit bisa memaklumi karena memang waktu yang tak memungkinkan memperbolehkan makan asal harus membuang sampah ditempatnya.

Ibu Wiwik  yang duduk di tengah

Kedua ---
Gue manggil ibu ini, dengan sebutan ibu Jawa, soalnya kalo ngomong medok banget. Gue  kalau ngeliat beliau jadi inget sama tetangga di rumah yang suka ngomong pake bahasa Jawa. Tapi setelah ngobrol beberapa lama ternyata gue salah menduga, beliau tinggal di Bandung. Hihihihi.. 
Awal kenal gue juga lupa, kayanya gara-gara Beliau liat ade gue yang cowo disangka kakak gue. Terus gue bilang kalau adek gue itu “Baru bangun, Tidurnya kaya kebo” dan dia langsung nunjuk anaknya yang punya kelakuan sama,kalo tidur kaya kebo, susah bangun. Hihihihi...
Dari situ mulailah ngobrol, yang kadang-kadang bikin gue melonggo karena suka ga ngerti bahasa jawa. Padahal keturunan gue Jawa bali, tapi tinggal lama di Depok..... Hehehehe... *Mian*
Yang gue inget dari beliau waktu ditanya, Kost dimana dan dia jawab “Aku Larang” Saat itu pun gue cuma bisa melonggo, gue pikir artinya "gue ga boleh tau". Akhirnya gue tanya sama anaknya, yang artinya bahasa jawanya itu “Harga Kostnya itu mahal”. Hahahaha...
Berkesan ketemu sama ibu yang satu ini, kuat bertahan duduk dirumah sakit dan  ga ada gantian jagain suaminya di malem hari, Yang gue inget ada posisi duduk yang bikin beliau nyaman di kursi tunggu, gue yang masih muda ga bisa ngikutin cara duduknya. Hihihi.. 
Yang gue inget dari beliau, "Anggep aja lagi ada diatas kapal, jadi mau ga mau kita harus duduk", untungnya sang suami bisa pulih dan sekarang udah bisa pulang, tinggal ikut kelas belajar jalan dsb. Mungkin nanti kalau maen ke Bandung bisa ketemu lagi sama si ibu yang punya logat Semarang ini.. ^_^ 


Ketiga --- Ibu Jambi, terbiasa dengan bahasa Indonesia dengan logak Jakarta, ketika ketemu sama orang yang logat Sumatra jadi agak binggung ngebedainya.. Hehehehe...
Lucu waktu pertama kali kenal, dia heran liat sandal jepit gue yang beda warna satu, terus gue bilang kalau itu warna dari sananya, yang sebelah kanan coklat yang sebelah kiri kuning. Akhirnya dia bilang kalau sandal gue itu Sandal Zaman Now dengan logat Jambinya... Hihihihi... 
Cerita suami dari ibu ini yang bikin gue ga tega ngedengernya, suaminya sempet ada di ICU Jambi selama 15 hari dan akhirnya diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat karena butuh perawataan di Rumah Sakit Besar dan Lengkap. 
Yang bikin gue ga bisa denger cerita, waktu di pesawat suaminya terkena serangan jantung beberapa kali.. Yaa Allah... Gue jadi inget sama bokap, tapi untungnya si suami  yang udah bisa masuk ruangan rawat dan gue sempet mengantar ke ruangan Intermedit dulu sebelum pindah ke ruang rawat.
Beliau juga termasuk istri yang kuat juga, karena malam hari menjaga di ruang tunggu, sementara gue ga kuat sama AC rumah sakit, milih untuk jaga siang karena AC malem itu  bikin menggigil dari ujung kaki sampe ubun-ubun padahal udah pake kaos kaki sama selimut. Hihihii... Beliau juga cuma bergantian dengan anak mantunya yang cowo. TOP deh ah si ibu yang satu ini...

Keempat --- Ini namanya ibu Medan,  Gue lucu kalau denger-denger logat bahasa Indonesia Sumatra yang emang jarang banget ada di Jakarta.  Beliau datang ke Jakarta bareng dua anaknya, gue jadi dekat sama anaknya yang baik hati dan tidak sombong.
Dari si anak gue kembali belajar bahasa Medan yang bikin gue melonggo. Dia Cerita Waktu naek Lift, Lift disana sudah layar sentuh jadi ga perlu di teken dengan sekuat tenaga, tapi masih ada ada orang yang teken tombol sampe akhirnya tombol liftnya jebol, terus orang Medan itu bilang “Orang itu akhirnya Kontak ‘kak” Dan saat itu gue Cuma bila melonggo.."Apa maksudnya?". Hahaha...
Apa itu artinya “Kontak” ??? Jadi maksudnya itu jari itu orang akhirnya kesentrum dalam bahasa Indonesia. Hihihihihi... Waktu gue maen ke Kost-nya, dia bilang kamarnya "Beserak" gue pun kembali melonggo... Ternyata maksudnya "Kamarnya berantakan" hahaha... Ada cerita lucu dari anak Ibu Medan ini, petualangan jalan2- ke gedung rawat ini pertama kali buat gw juga berkesan, mungkin nanti gue ceritain yah di post selanjutnya. ^_^ 


Ada juga orang Kalimantan Barat dateng ke Indonesia, Nemenin suaminya ke Jakarta untuk operasi, sempet ngobrol dan gue Shock ketika tahu jarak dari Bandara ke rumahnya Setengah hari a.k.a 12 jam. Disaat itu gue bersyukur karena jarak Depok bandara 3 jam-4 jam kalo emang macet... Tubuhnya keliatan kecil dan mungkin, tapi udah punya anak tiga, makanya suka gue goda "kecil-kecil udah punya anak" Hehehehe... 

Nah disini gue menemukan banyak cinta dari orang-orang yang rela duduk dibangku berjam-jam, takut nanti tiba-tiba ada panggilan dari Satpam untuk keluarga pasien. Kalau bukan karena Cinta mereka semua akan pergi meninggalkan pasien, gue pun rela melepaskan semua tawaran perkerjaan yang datang saat bokap gue masuk ICVCU sampe sekarang.
Jadi buat temen-teman yang orang tuanya sehat walafiat ada di dekat kalian,  puas-puasin deh menghabiskan waktu bersama, karena kalau udah masuk ICVCU dalam jangka waktu yang lama akan berasa banget waktunya terbatas ketemu orang tua sendiri. T_T
Yang baca Blog aku, Nulis Komentar, Message via Social Media apapun memberikan dukungan, Aku hanya meminta Doa kalian agar Papa aku bisa kembali sehat seperti dulu  dan bisa lebaran bersama dengan keluarga dan bisa terus sehat untuk liat Cucu dan cicitnya nanti. Thank You semua yang pengertian, karena gue belum bisa melanjutkan sinopsis drama Suit.


PS : Di tulis tanggal 24 Mei 2018, 4 hari sebelum Papa ga ada.. T_T... Mohon Doanya untuk Papa aku yang sudah berada di alam yang berbeda... Hiks...
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Kamis, 24 Mei 2018

Ini Alasan Korean Drama Addicted Off Sementara

Annyonghaseo.... Korean Drama Addicted... *Update dari ruang tunggu ICVCU Harapan Kita*
Mungkin udah banyak yang tahu dari FB dan update-an Insta Story, alasan blog gue ini kosong tanpa isi, selama hampir 3 minggu. Yang nanya mengenai,  bokap, masih ada di ruang ICVCU karena infeksi paru-parunya yang lagi ditangani, intinya bokap sudah sadar tapi masih dalam keadaan kritis.
So karena gue ga akan bisa konsentrasi nulis Sinopsis di rumah sakit, jadi untuk saat ini gue mungkin akan menceritakan sesuatu hal yang memang bisa di share di blog gue yah ... ^_^.... 
Bisa cerita lucu, sedih, tegang layaknya menonton drama rumah sakit tapi gue melihat dalam kehidupan nyata atau tips untuk pasien dan juga keluarga pasien yang gue alamin di rumah sakit.
Oh Yah.. Bocoran dikit, Gue menemukan cinta loh di rumah sakit ini, jadi kayanya nanti akan gue mulai cerita dulu tentang CINTA itu dulu yah.. Terus ikutin update-an cerita di blog aku yah.

Kamsahamnida.... Sarangheo.... Saranghada.... *Finger Heart* 
PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.