Jumat, 02 Desember 2016

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 5 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Joon Hyung akhirnya berbaring di ruang medis, Ah Young datang meminta agar Joon Hyung memberikan tanganya lalu mengopresnya. Joon Hyung merasakan lenganya terasa enak. Ah Young mengejk Joon Hyung yang sering datang setiap hari, merasa kalau pasti sangat merindukannya. Joon Hyung membalas dokternya itu bisa membaca pikirannya. 
“Sepertinya kau mendapat pesan.” Kata Ah Young mendengar bunyi ponsel. Joon Hyung melihat itu dari Si Ho tapi akhirnya memilih untuk tak membacanya hanya menelungkupkan ponselnya karena merasa tidak perlu membacanya.
“Itu pasti dari wanita. Kau Jangan terlalu tertutup nanti akan kehilangannya jika kau terus seperti ini.” Nasehat Ah Young
“Jangan khawatirkan aku, tapi Khawatirkan saja dirimu sendiri.” Kata Joon Hyung, Ah Young tak mengerti maksudnya. 
“Kau tidak bisa menghabiskan waktumu seperti ini.Cepatlah bergerak. Jae Yi sangat populer akhir-akhir ini.” Kata Joon Hyung mencoba untuk duduk.

Ah Young menegaskan kalau mereka itu hanya teman, lalu bertanya apa maksudnya populer, apakah Jae Yi benar-benar sedang berkencan dengan seseorang. Joon Hyung mengejek kalau itu pasti menganggu pikiranya. Ah Young mengaku tidak terganggu tapi hanya penasaran.
“Bersiaplah menyalakan sinyalmu.Jika kau terus mengelak, kau mungkin akan kehilangan kesempatanmu untuk berpindah jalur.” Jelas Joon Hyung
“Pasti ada seseorang dalam hidup Jae Yi.Apa ini si model cantikyang datang ke kliniknya?” ucap Ah Young curiga
“Kau bilang Model? Siapa yang kau maksud?” ucap Joon Hyung heran karena yang dimaksud adalah Bok Joo. 

Bok Joo sedang berusaha menurunkan berat badanya, dengan melakukan sit up. Si Ho datang berkomentar Bok Joo sudah bekerja keras dengan melepaskan bajunya dan memasukan ke dalam lemari. Bok Joo beralasan kalau ototnya tidak terlihat sekuat biasanya akhir-akhir ini. Si Hong mengaku Senang rasanya melihatnya bekerja keras.
“Ngomong-ngomong,apa kau sudah melihat Joon Hyung hari ini?” tanya Si Ho penasaran, Bok Joo mengatakan tidak
“Si Ho, maafkan aku,tapi bisakah kau tidak menyebutdia, sebentar saja?Aku melewati waktu yang sulit karena dia.” Jelas Bok Joo, Si Ho ingin tahu alasanya.
“ Sesuatu membuatku merasa tidak nyaman.Jangan bertanya lagi.” Ungkap Bok Joo menyembunyikanya, Si Ho hanya terdiam dan merasa penasaran. 

Seorang cheerleader berputar-putar masuk ke dalam lapangan, semua orang memberikan suara gemuruh melihatnya. Ah Young berkomentar kalau Tae Kwon terlihat cantik hari ini. Tae Kwon pun memuji Ah Young juga cantik. Semua oarang terpesoan dengan Tae Kwon yang didandani seperti soerang wanita tapi terlihat cantik.
“Aku adalah ratu dari Universitas Olahraga Haneol hari ini.” Ucap Tae Kwon bangga lalu berputar-putar, bahkan sengaja mengangkat roknya agar para pria bisa melihatnya.
Si Ho mendekatinya, menanyakan keberadaan Joon Hyung, Tawa Kwon pikir kalau ini rahasia,lalu memberitahu kalau Joon Hyung sengaja kabur karena  tidak mau mengangkat sekarung beras besar. Si Ho penasaran kemana perginya Joon Hyung sekarang. 

Joon Hyung sedang ada di warnet untuk bermain games, seperti terpaksa melakukannya karena menghindar dari lomba. Sementara Bok Joo dkk sedang bertanding melawan para atlet senam mereka bermain bola saling melempar badan lawan.  Bok Joo dan Soo Bin hanya tinggal berdua dilapaangan, dengan cepat Bok Joo pun bisa mengalakah tim senam sebagai juara pertama. Semua bersorak untuknya tim angkat besi. 

Tim renang datang di stand mereka, Ki Suk memberitahu Selanjutnya adalah mengangkat sekarung beras jadi meminta agar pemain bisa maju. Tapi tak ada yang mau ke depan, dan melihat daftar peserta lalu memangil Jung Joon Hyung. Tae Kwon panik berpura-pura tak mendengar.
“Tae Kwon... Kemana Joon Hyung pergi kali ini?” tanya Ki Suk, Tae Kwon tak tahu menurutnya temanya itu tak ada dilapangan dengan berpura-pura mencarinya, lalu berpikir kalau sedang pergi ke kamar mandi
“Apa Kau bercanda denganku? Bawa dia kesini sekarang juga. Sekarang!” teriak Ki Suk dengan mencengkram baju Tae Kwon. 

Si Ho datang ke warnet, dengan menyapa Joon Hyung yang masih  bermain game. Joon Hyung kaget Si Ho bisa mendatanginya. Si Ho sudah tahu  Tempat yang biasa dikunjungi terlalu jelas Kalau tidak di kolam renang, lapangan basket, atau di warnet. Joon Hyung memilih untuk tetap bermain games
“Aku juga tidak suka acara olahraga seperti ini.” Komentar Si Ho
“Aku tidak tahu kalau kau detektif yang hebat.” Sindir Joon Hyung karena Si Ho bisa menemukanya. 
“Apa kau sibuk kemarin? Kau tidak membaca pesanku.” Kata Si Ho, Joon Hyung mengatakan tidak  dan tidak akan membacanya meskipun sedamh tidak sibuk. Ponselnya berbunyi dan itu dari Tae Kwon, Joon Hyung memilih untuk tak mengangkatnya. 

Tae Kwon kesal sendiri karena Joon Hyung tak mau mengangkat telpnya, lalu mengaku kalau tidak melakukan hal yang buruk padanya. Tapi menurutnya Bagaimana bisa menemukan Joon Hyung  jika  memang bersungguh-sungguh ingin sembunyi?
 “Dia pikir aku pasti gampang dipermainkan. Aku harus memberinya pelajaran.” Ucap Tae Kwon kesal lalu melihat Bok Joo yang lewat didepanya. 
“Apa kau lihat Joon Hyung?” tanya Tae Kwon, Bok Joo mengeleng menanyakan kenapa bertanya. Tae Kwon tak membahasnya memilih untuk mencoba kembali menelp Joon Hyung. 

Tapi Ki Suk lebih dulu menelpnya, dengan berteriak “Tae Kwon! Apa Kau masih belum menemukan Joon Hyung?” Tae Kwon menjauhkan ponselnya memberitahu  masih mencarinya, tapi sepertinya Joon Hyung tidak ada di kampus.
“Apa kau bercanda? Temukan dia dalam lima menit. Lakukan apapun yang perlu kau lakukan untuk membawanya. Jika dia tidak muncul, kalian berdua tamat.” Ucap Ki Suk mengancam. Diam-diam Bok Joo mendengar percakapan keduanya ditelp.
“Aku bukan temannya Joon Hyung dalam berbuat pelanggaran. Kenapa dia selalu menyalahkanku karena kesalahannya? Bukan aku yang membolos.” Keluh Tae Kwon kesal
“Ngomong-ngomong, apa Joon Hyung melakukan kesalahan?” tanya Bok Joo
“Dia kabur karena tidak ingin mengangkat sekarung beras.Sepertinya ini tidak akan selesai hanya dengan hukuman seperti biasanya. Dia akan menghancurkan kita semua.” Kata Tae Kwon kebingungan
“Ada pepatah lama mengatakan kalau satu teman bisa menentukan hidupnya. Aku benar-benar mengerti maksud pepatah itu. Aku seharusnya tidak berteman dengannya sejak awal.” Keluh Tae Kwon menyesal
“Apa  Maksudmu adalah... jika Joon Hyung... tidak ikut berpartisipasi dalam pertandingan mengangkat karung beras, maka dia beresiko akan dihabisi oleh seniornya?” tanya Bok Joo, Tae Kwon membenarkan. Bok Joo terlihat seperti memilki ide cemerlang

Joon Hyung kesal karena Tae Kwon terus menelp dan akhirnya mengangkat ponselnya. Bok Joo mengaku lega Joon Hyung mengangkat teleponnya. Joon Hyung bingung karena yang didengar bukan suara Tae Kwon,  dan tak percaya Bok Joo menelpnya. Si Ho mendengar nama Bok Joo langsung melirik sinis.
“Aku dapat nomormu dari temanmu dan Sepertinya hari ini adalah harinya.” Kata Bok Joo, Joon Hyung tak mengerti maksudnya. 
“Ayo kita buat perjanjian seperti yang kita sebutkan sebelumnya. Dengarkan aku baik-baik. Aku akan menyelamatkanmu hari ini. Sebagai gantinya, jangan pernah menggodaku lagi dengan menggunakan kelemahanku, oke?” kata Bok Joo, Joon Hyung tak menjawabnya karena bingung.
“Aku akan menganggap itu sebagai persetujuanmu.” Kata Bok Joo lalu menutup telpnya. Joon Hyung kaget memanggilnya si gendut dan akhir berlari keluar dari warnet. Si Ho melihatnya bertanya mau kemana, seperti tak percaya Joon Hyung langsung pergi setelah menerima telp dari Bok Joo. 

Tim angkat besi sudah masuk ke lapangan indoor, Hyung Chul mengaku ingin melakukan sesuatu ketika Melihat karung beras didepannya. Pelatih Choi memeluknya, merasa kalau anak didiknya pasti lapar setelah melihat sekarung beras.
“Sayang sekali... Jika tim angkat besi bisa berpartisipasi dalam pertandingan ini, maka kita akan jadi pemenangnya.” Ucap pelatih Yoon
“Ayolah... Itu tidak adil. Jika tim olahraga lari ikut berlari estafet dan melompati rintangan, maka acara olahraga ini akan jadi acara unjuk bakat.”kata pelatih Choi, pelatih Yoon membenarkan. 
“Jika tim judo mengalahkan tim renang, maka kita pasti akan jadi pemenangnya.” Ucap pelatih Yoon berharap
“Jangan khawatir. Tidak mungkin tim renang lebih kuat dari tim judo.”kata pelatih Choi yakin
Mereka semua pun mendukung para atlet Yudo untuk bertanding, Semua tim sudah ada diatas panggung untuk bersiap lomba. Pembawa acara meminta Peserta dari tim renang, maju ke depan. Tae Kwon datang,  meminta maaf karena  orang yang seharusnya  berpartisipasi sedang sakit. Jadi Sebagai gantinya, meminta agar dengan peserta lainya.
“Hei.. Apa yang kau katakan? Dimana sebenarnya Joon Hyung?” ucap Ki Suk marah
“Aku tidak bisa menemukannya. Bukankah menang lebih penting?” ucap Tae Kwon meminta agar semua menahan Ki Suk agar duduk di bangku penonton saja.
“Ini dia pemain... yang akan menjadi perwakilan dari tim renang dalam lomba angkat karung beras.”ucap Tae Kwon, Bok Joo masuk ke dalam ruangan dengan percaya diri. Nan Hee dan Sun Ok kaget melihat Bok Joo yang menjadi perwakilan dari Tim renang. 


Semua tim angkat besi merasa kalau Bok Joo sudah gila. Tapi Bok Joo tak peduli karena hanya ingin supaya tak diganggu lagi oleh Joon Hyung. Perlombaan pun dimulai, Mereka diminta agar mulai mengangkat besar  40kg. Bok Joo bisa mengangkat dengan mudah bahkan sampai menaikan dua tanganya keatas.
Joon Hyung datang melihat Bok Joo yang ada diatas panggung sedang berusaha mengangkat empat karung beras dan terlihat kesusahan. Si Ho melirik sinis karena Bok Joo mau melakukan demi Joon Hyung. Bok Joo pun berhasil masuk ke babak final dengan mengangkat lima karung, keringatnya sudah menetes sangat banyak.
Tim yudo berhasil mengangkat lima karung tapi tanganya terpeleset dan karungnya terlepas. Bok Joo pun memenangkan pertandingan dari dengan mewakili tim renang. Nan Hee melihat kekacauan didepan langsung berteriak marah pada Bok Joo. Sementara Bok Joo menatap Joon Hyung yang terlihat tak berbuat apa-apa. 


Semua tim angkat besi berkumpul, Bok Joo hanya tertunduk diam. Pelatih Yoon pikir mereka membutuhkan kerjasama tim yang lebih baik karena selama ini tidak pernah kalah. Lalu menenangkan semuanya mereka bisa mendapatkan juara dua.
“Mendapatkan juara dua... sudah cukup bagus,  Kita tidak bisa memenangkan juara satu setiap saat. Kita harus menepuk pundak masing-masing karena sudah mengalahkan tim judo dalam lomba tarik tambang. Tentu saja.... Aku sangat sedih karena rekor kita sebagai tim terkuat terpecahkan... ketika aku yang bertanggung-jawab  atas tim. Bukan hanya dua poin. Tapi Satu poin saja seharusnya sudah cukup... untuk membuat kita jadi pemenang.” Kata Pelatih Yoon menatap Bok Joo
Bok Joo tertunduk seperti merasa sangat menyesal. Pelatih Yoon Pikir ini bukan akhir dari dunia tapi Prosesnya lebih berharga dari hasil akhir serta senang jika kalian bersenang-senang. Ia menyuruh semua anak didiknya untuk mulai makan bersama. Woon Gi bertanya apakah Pelatih Yoon tak ingin makan juga.
“Aku benar-benar tidak punya selera makan.Aku tidak akan makan apapun!” ucap Pelatih Yoon berbicara seperti sedang bersin tapi dengan nada penuh amarah. Semua kaget mendengarnya.  Pelatih Yoon menyuruh semuanya agar makan dan beristirahat setelah itu.
“Kerja bagus, semuanya.Jangan lupa memijat otot kalian,dan jangan sampai terlambat besok” pesan Pelatih Choi lalu berlari mengikuti arah pelatih Choi. 


Semua mengeluh pada Bok Joo yang melakukan hal ini pada mereka, Sang Chul mengeluh sebenarnya Pelatih ingin mereka makan ini atau tidak karena burger itu bahkan tidak cukup dan mengeluh Profesor Yoon sangat kejam. Senior lain mengingat mereka  sangat dekat dengan kemenangan dan hanya kalah satu poin.
“Tepat sekali. Kau seharusnya berlari lebih cepat Kita pasti bisa mendapatkan 5 poinjika kau masuk ke 3 besar.” Ucap senior wanita pada temanya yang melakukan lomba lari.
“Kenapa kau menyalahkan aku? Mereka menyebutnya apa? Pembantu? Tikus? Jika dia tidak mengkhianati kita, maka tim renang tidak akan menang.” Ucap si senior menyalakah Bok Joo 
“Bok Joo. Sebenarnya apa yang kau pikirkan?” ucap Sang Chul kesal

“Aku tidak tahu kalau hasilnya akan seperti ini. Maafkan aku.” Kata Bok Joo meminta maaf
“Kau seorang psikopat jika tidak menyangka hasilnya akan seperti ini.” Tegas Sang Chul dan tak memperbolehkan Bok Joo makan burger dan meminta makan pada tim renang saja.
Woon Gi menengahkan, agar tak melakukan menurutnya semua sudah terjadi dengan memberikan hukuman harus membereskan semuanya setelah ini.  Bok Joo menganguk mengerti. Sang Chul dkk mengeluh kalau adalah hukuman yang ringan untuk seorang pengkhianat. Semua terlihat masih kesal dengan Bok Joo dan Bok Joo pun hanya bisa tertunduk diam.

Bok Joo memberesakan semua bekas makanan dan juga minuman, dua temanya mengikutinya. Ia pun meminta maaf karena tidak tahu  harus memberitahu apa pada mereka. Nan Hee melirik sinis tapi setelah itu tersenyum mengodanya kalau Bok Joo sebenarnya menyukai Joon Hyung. Bok Joo menyangkalnya karena yang disukai adalah kakak Joon Hyung.  
“Jangan berbohong di depanku. Kau tidak bisa membodohiku. Karena Hanya itu penjelasan yang masuk akal. Kau bilang Seorang pengganti? Terserahlah. Kenapa kau mau berdiri untuknyadan membantu tim renang?Kau jelas-jelas menyukainya.Itulah kenapa kau mempertaruhkan...memperburuk kondisi yang kau milikidan mengangkat karung-karung beras itu. Aku tahu sesuatu terjadi di antara kalian berdua.” Ucap Nan Hee sangat mengetahuinya.  
“Hei, Bok Joo... Apa benar itu yang terjadi?” ucap Suk Ok tak percaya, Bok Joo menegaskan bukan seperti itu.


“Aku harap bisa menunjukkan hatiku dan memperlihatkannya pada kalian.” Ucap Bok Joo tak bisa memberitahu yang sebenarnya.
“Lalu jelaskan kenapa kau melakukan itu jadi kami bisa mengerti.” Kata Nan Hee, Bok Joo menyakinkan kalau mereka semua salah paham dan tidak menyukai Joon Hyung.
“Kau menyukainya. Aku bisa tahu itu. Aku tidak percaya kalau kau melakukan itu hanya gara-gara pria. Bagaimana bisa kau mengkhianati kami?” kata Sun Ok yakin, sementara Bok Joo berusaha menyangkalnya kalau bukan seperti itu yang terjadi padanya. 

Joon Hyung berjalan memarahi temanya karena seharusnya bisa menghentikannya tapi malah membiarkannya melakukan itu. Tae Kwon menjelasakan kalau Bok Joo mengatakan kalau sebelumnya pernah berhutang pada temanya dan ingin melakukan itu jadi ia bisa merasa kalau mereka sudah impas, maka tidak bisa menghentikannya.
“Diamlah, bodoh. Ini membuatnya dalam situasi yang canggung. Tim angkat besi kalah karena dia. Dia sudah jadi pengkhianat bagi mereka!” ucap Joon Hyung marah
“Ini hanya acara olahraga biasa. Jangan mendramatisir.” Keluh Tae Kwon lalu melihat Bok Joo yang baru keluar bersama dengan teman-temanya.

Bok Joo keluar dari tempat latihan bersama dengan teman-teman berusaha meyakinkan bukan seperti itu yang dimaksudkanya dan meminta agar bisa mempercaya. Dua temanya mengejek kalau bisa mengerti jadi Bok Joo tak perlu menjelaskannya. Joon Hyung tiba-tiba mendekat meraih tangan Bok Joo dengan wajah serius mengajaknya untuk bicara.
“Astaga. Kenapa si brengsek itu menyeret Bok Joo? Kemana dia membawanya? Kemana?” ucap Nan Hee berpura-pura khawatir padahal sebenarnya merasa senang.
“Sepertinya kita punya masalah besar.” Kata Sun Ok 


Bok Joo berteriak marah menanyakan pada Joon Hyung apa yang diinginkan sekarang. Joon Hyung bertanya Apa sebenarnya dipikirkan tentang ini. Bok Joo rasa sudah mengatakannya di telepon jadi mereka impas sekarang  dan sudah tidak ingin lagi mengkhawatirkan  tentang Joong Hyung yang akan membongkarnya,
“aku sudah tidak ingin lagi dikerjai olehmu. Apa masalahmu? Haruskah aku menjelaskannya lagi?”  ucap Bok Joo, Joon Hyung menghela nafas mendengarnya
“Kau sudah gila jika meneruskannya dan membongkar rahasiaku setelah ini. Pastikan kau menutup mulutmu mulai hari ini. Sebaiknya kau menjaga rahasiaku tetap aman.” Tegas Bok Joo memperingatinya. 
“Hei... Kau pikir aku orang seperti apa? Meskipun kau berpikir kalau aku tidak punya pikiran, bagaimana bisa kau berasumsi kalau aku akan memberitahu anggota timmu?” kata Joon Hyung marah.

“Bukan itu maksudku. Jangan beritahu Dokter Jung, Dia adalah kakakmu. Bagaimana kalau kau tidak sengaja memberitahunya? Aku tidak mau dia berpikir kalau aku seorang pembohong, jadi, kumohon jangan beritahu dia, oke?” ucap Bok Joo
“Apa kau sebegitu menyukainya? Kenapa?  Apa yang kau sukai dari dia?” kata Joon Hyung tak percaya
“Ya, aku menyukainya. Jadi Apa masalahnya? Apa aku tidak boleh menyukai seorang pria atau semacamnya? Aku bahkan tidak berharap dia akan menyukaiku juga. Aku hanya ingin melihatnya dan menyukainya.  Apa aku tidak boleh melakukan itu? Maafkan aku karena aku menyukai kakakmu.” Ucap Bok Joo dengan nada tinggi lalu pergi meninggalkanya. 


Tae Kwon duduk ditengah-tengah antara Nan Hee dan Sun Ok terlihat sedikit ketakutan. Nan Hee bertanya pendapat Tae Kwon apakah temanya itu menyukai Bok Joo. Tae Kwon tak tahu dan tidak bisa menebaknya lalu merasa kalau mereka itu tidak tahu nama masing-masing meskipun sudah sering bertemu.
“Aku Cho Tae Kwon dari tim renang.” Ucap Tae Kwon memperkenalkan diri.
“Aku Jung Nan Hee dari tim angkat besi.” Kata Nan Hee dengan gaya centilnya, lalu Sun Ok pun ikut memperkenalkan dirinya.
“Aku sangat senang bisa mengenal gadis keren seperti kalian... Pertama, aku harus meminta maaf pada kalian karena  kesalah pahaman yang terjadi akibat temanku yang bodoh. Aku senang kita jadi teman.” Kata Tae Kwon mencoba untuk tenang
“Jangan khawatir. Kami tidak memiliki... perasaan kesal padamu, Tae Kwon.” Ucap Nan Hee mengodanya.
“Tapi Temanmulah masalahnya. Sepertinya dia bermain-main dengan perasaan Bok Joo.” Kata Sun Ok
Tae Kwon pikir juga seperti itu, karena Joon Hyung terlalu mementingkan dirinya sendiri, dan senang bermain-main dengan emosi seseorang. Padahal ia  sudah memberitahunya berkali-kali kalau akan dihukum karena kelakuannya, tapi tidak pernah mendengarkan nasihatnya.
“Pokoknya, aku akan memberinya pelajaran sebisakusupaya dia tidak lagi menimbulkan masalah.” Ucap Tae Kwon menenangkanya.
“Aku senang karena kita berada di pihak yang sama. Ini agak sedikit canggung. Bisakah kita bicara dengan santai?” ucap Sun Ok, Tae Kwon merasa senang mendengarnya, saking gugupnya memanggil Nan Ok. Gabungan dari nama keduanya.
Bok Joo tiba-tiba datang melewati mereka dengan wajah kesal, Dua temanya berpikir Joon Hyung sudah menolaknya lalu berlari mengikutinya. Joon Hyung pun hanya melihatnya, Tae Kwon mengaku sangat gugup dan menurutnya dua wanita tadi sangat menyeramkan sampai kakinya bergetar dan bertanya apa sebenarnya yang membuat pergi selama itu. 


Ketiganya pergi ke atap, Sun Ok dan Nan Hee menyuruh Bok Joo agar minum saja dan melupakan semuanya. Nan Hee pikir Berkencan dengan pria tampan bisa jadi terlalu menegangkan. Bok Joo meminta agar mereka tak membahasnya karena sudah mengatakan dari awal kalau bukan seperti itu yang sebenarnya. Sun Ok piki Tidak ada untungnya membicarakan apa yang sudah terjadi.
“Lupakan saja tentang dia!” ucap Sun Ok masih berpikir Bok Joo menyukai Joon Hyung.
“Pikirkanlah sesuka kalian. Itu tidak masalah.” Kata Bok Joo pasrah
“Hei, aku akan mengenalkan kalian pada pria-pria, Sekarang Jadi Bagaimana menurutmu dengan dia? Dia anak jurusan mendayung. Aku sudah mengamatinya, tapi akan mengenalkannya padamu... jika dia memang tipemu.” Ucap Nan Hee memperlihatkan pada ponselnya.

“Atau... Siapa namanya? Tae Kwon? Bagaimana menurutmu? Dia terlihat seperti target yang lebih mudah dari Joon Hyung.” Ucap Nan Hee, Bok Joo seperti tak peduli karena bukan dua pria itu yang disukainya.
“Bok Joo juga memiliki standar. Jangan aneh-aneh.” Kata Nan Hee
Nan Hee pikir tak ada yang salah karena menurutnya Tae Kwon lucu dan akan mudah dihadapi  bahkan juga cukup tahu dalam hal bergaya dan manis. Sun Ok mengejek temanya itu memang menyukai semua pria dan menyuruhnya berkencanlah dengan semua orang.
“Aku sangat merindukannya.” Ucap Bok Joo menatap langit, dua temanya mengeluh Bok Joo yang masih jatuh cinta dengan Joon Hyung. Bok Joo terus mengatakan sangat mencintainya dan melihat wajah Jae Yi di langit yang sedang tersenyum padanya. 


Bok Joo sedang melakukan olahraga di kamarnya, Si Ho ingin menanyakan sesuatu, Kenapa Bok Joo mengangkat karung beras itu untuk Joon Hyung kemarin. Bok Joo mengaku memiliki sebuah alasan dan tak bisa mengatakanya dan itu masalah pribadi. Si Ho bisa mengerti.
“Kau juga orang yang misterius.” Komentar Si Ho terdengar sinis. 
Ponsel Bok Joo berbunyi, pesan dari Joon Hyung “Aku juga memberikan tiket untuk Jae Yi. Dia akan duduk di sebelahmu. Jadi Bertingkahlah terkejut. Ini hadiahku.” Bok Joo tersenyum bahagia membaca pesannya,  Si Ho melihat tingkah temanya merasa cemburu berpikir kalau Bok Joo pasti menyukai Joon Hyung. 

Dua temanya duduk di ruangan TV, Sun Ok bingung melihat Bok Joo yang  terlihat tidak senang padahal sangat suka roti dengan cream cheese, lalu memberikanya satu slice. Nan Hee merasa memang makanan itu sangat enak. Tim senam datang melihat Ruang santai terlihat seperti pasar.
“Mereka semua duduk di sana seperti sekelompok nenek tua. Coba Lihat postur mereka.” Sindir Tim Senam,
“Urusi saja urusanmu.Kita bisa makan dan melakukan apapun yang kita mau. Ini tidak mempengaruhimu.” Kata Nan Hee tak mau memperingatinya.
“Kasihanilah mereka. Selera makan adalah 1 dari 3 keinginan terbesar manusia, tapi mereka tidak bisa memilikinya.” Ucap Sun Ok menambahkan
“Baiklah. Aku yakin ada beberapa hal yang kalian juga tidak bisa miliki. Katakan saja kita impas. Mereka tidak pernah berkencan.” Ejek Tim Senang, Nan Hee terlihat sangat marah mengangkat kepalan tanganya, Tim senang pun memilih untuk pergi.

“Jadi Haruskah aku pergi? Atau tidak? Haruskah aku pergi saja? Dia akan berpikir ini aneh jika aku duduk di sebelahnya. Aku tidak punya pakaian yang cocok untuk dipakai ke sebuah orkestra.” Gumam Bok Joo binggung lalu berpikir tak perlu memikirkanya.

Joon Hyung dan Tae Kwon meneriman hukuman lagi. Sun Ok menyuruh mereka menyikat lantai pinggir kolam renang dengan benar, lalu bertanya dengan nada mengejek apakah ini melukai harga diri mereka karena bersih-bersih dengan anak baru
“Apa Kau mau melakukannya sendiri?” ucap Joon Hyung kesal, Tae Kwon menyela dengan berteriak “ Tidak!Kami akan bekerja lebih keras!” Ki Suk menyuruh mereka lebih berkerja keras lagi sekarang. 

Tae Kwon mengeluh tanganya sakit dan merasa kalau hukuman ini  lebih baik dari yang dipikirkan menurutnya jika mereka tidak menang maka hukumanya mungkin akan lebih buruk dibandingkan ini jadi mereka itu berhutang pada teman Joon Hyung itu.
“Ngomong-ngomong, apa dia benar-benar menyukaimu? Teman-temannya sepertinya berpikiran begitu.” Ucap Tae Kwon
“Mereka salah paham. Dia menyukai orang lain” kata Joon Hyung, Tae Kwon tak percaya mendengarnya
Keduanya lalu melihat Sun Ok dan Nan Hee hanya berjalan berdua saja. Tae Kwon bertanya-tanya kemana Bok Joo sekarang. Joon Hyung tahu kalau Bok Joo itu sedang sibuk berakting anggun sekarang.

Bok Joo sudah ada di gedung pertunjukan dengan mengunakan dress, melihat Jae Yi yang sudah duduk dibangku penonton. Lalu ia mempersiapkan diri lebih dulu dan berpura-pura terkejut, melihat kakak Joon Hyung. Jae Yi pun juga terkejut melihat Bok Joo.
“Apa kau disini untuk menghadiri orkestra?”kata Jae Yi, Bok Joo membenarkan merasa kalau itu kebetulan sekali.
“Joon Hyung memberiku tiket.” Ucap Jae Yi, Bok Joo mengaku kalau  selalu ingin mendengar orkestra ini.
“Bahkan kursiku ada di sebelahmu, Ini hampir terlihat seperti sebuah rencana.” Kata Bok Joo. Jae Yi pikir seperti itu lalu melihat penampilan Bok Joo yang berbeda karena hampir tidak mengenalinya.
“Aku merasa sedikit tidak nyaman, tapi kau harus berdandan sesuai dengan situasinya.”kata Bok Joo, Jae Yi pun mengajak Bok Joo untuk segera duduk. 

Keduanya menikmati pertunjukan orkestra dengan saling memandangi bergantianya, seperti tumbuh rasa cinta yang tak bisa diucapkan. Setelah selesai Jae Yi menanyakan pendapat Bok Joo karena Ini lebih baik dari yang dibayangkan dan merasa Harmoni dari instrumen itu benar-benar luar biasa.
“Kau bermain cello. Itu pasti sangat hebat.” Ucap Jae Yi bangga, Bok Joo membenarkan menurutnya mereka sangat berbakat. Jae Yi pun mengajak Bok Joo untuk mengantarnya pulang.
“Kau tidak perlu. Tapi Sebenarnya, itu akan membantu. Halte busnya lumayan jauh dari sini.” Kata Bok Joo lalu mengikutinya. 

Di dalam mobil
Bok Joo melihat pelatih Choi yang menelpnya, dan sengaja tak mengangkatnya. Jae Yi merasa  memakan waktu lebih lama dari yang dipikirkan karena perjalanan yang macet dan meminta maaf, Bok Joo mengaku kalau menyukainya, lalu meralatnya kalau ia tak masalah. Tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras.
“Kalau dipikir-pikir, hujan selalu turun ketika aku bersamamu.”kata Jae Yi, Bok Joo rasa kalau Mungkin awan gelap selalu mengikutinya.
“Tidak. Ini kebalikannya. Matahari selalu mengikutimu.” Ucap Jae Yi memujinya, Bok Joo tersipu malu mendengarnya.
“Dr. Jung... Bicaralah santai denganku. Kau jauh lebih tua dariku.” Kata Bok Joo
“Aku tidak boleh seperti itu. Kau pasienku. Aku harus tetap profesional.” Kata Jae Yi, Bok Joo mengerti karena hanya dianggap pasien oleh Jae Yi

“Ahh.. Bukan pasien yang seperti itu. Tolong jangan salah paham.” Ucap Jae Yi terlihat panik mencoba menjelaskan
Bok Joo tersenyum merasa kalau Jae Yi memang terlihat lucu, lalu meminta maaf karena berkata tidak sopan. Jae Yi pikir merasa senang mendengarnya karena Tidak ada seorangpun yang pernah mengatakan kalau dirinya itu lucu.
“Aku senang... Aku lega aku melewati jalan itu....hari itu dan membawa meja rias itu. Aku lega karena hari itu hujan, dan aku tidak membawa payung. Aku lega karena.. aku tidak menyerah mengejarnya. Aku lega karena aku... terlahir sebagai seorang wanita.”Gumam Bok Joo terlihat bahagia dengan mengambar bentuk love dari kaca jendela yang berembun.
Bersambung ke part 6

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Episode 6 please... This is funny story and i like it so much

    BalasHapus