Rabu, 28 Desember 2016

Sinopsis Night Light Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Se Jin memberikan hasil rekaman suara Gun Woo yang berbicara di telp. “Nam Jung Hyu, melakukan korupsi secara anonim, plagiarisme, penyalahgunaan dana. Tripe crown. Bukti-bukti ini sudah lebih dari memadai.”
Sung Mook yakin Gun Woo akan mengancam Sek Nam Demi mendapatkan dokumen penyuapan itu. Yi Kyung merasa tingkah Gun Woo sangat  Menggelikan.

Gun Woo pun membahas tentang keadaan adik Sek Nam, jadi memintanya agar bisa melindungi adiknya dan memberikan dokumen itu padanya. Sek Nam hanya diam memikirkan semuanya. 

Yi Kyung pun meminta Sung Mook agar menelp Seongbuk-dong kalau akan pergi ke tempat itu dan meminta supaya memberitahu Moo Sam agar datang juga. Sung Mook mengerti dan keluar dari ruangan. Yi Kyung pun memuji Se Jin yang sudah menyusahkannya dalam hal ini.  Se Jin terdiam, Yi Kyung memberitahu kalau ia Bukan marah. Se Jin tahu kalau Yi Kyung itu sedang memujinya.
“Hati nurani, moral, akal sehat... jadi Bagian mana yang bermasalah?Gara-gara masalah rekaman,atau karena pihak lain adalah Park Gun Woosehingga kau seperti ini.” Kata Yi Kyung seperti melihat Se Jin mengalami kegelisahan.
“Bukan begitu... Tidak ada masalah apapun.” Kata Se Jin
“Park Gun Woo tanpa mempedulikanapapun melakukan serangan yang mematikan.Jika kau terlalu lugu, Maka sama dengan membuang-buang waktu.” Kata Yi Kyung, Se Jin mengangguk mengerti. 

Se Jin terdiam menerima pesan dari Gun Woo “Kapan saja boleh menghubungiku. Baik itu masalah kerjaan ataupun pribadi.” Gun Woo terdiam diruanganya, seperti berusaha mendekati Yi Kyung melalui Se Jin agar bisa menolongnya.
Ia kembali menemui ayahnya yang  tadi pagi memanggilsemua karyawan ke rumah sakit padahal sudah berpesan kalau  istirahat itu sangat penting. Tuan Park memberitahu Rapat Umum Pemegang Saham daruratyang direncakan oleh Moo Sam tinggal beberapa hari lagi dan Hal ini sudah tersebar luas ke mana-mana.
“Berdasarkan laporan dari bagian manajemen sepertinya tidak terlihat bagus buat kita.Hobi mereka adalah khawatir dan terlalu mau tahu semuanya” kata Tuan Park, Gun Woo meminta ayahnya agar  Jangan terlalu dipikirkan.

“Mengkhianati teman dari kecil, adik meninggal tanpa dikubur. Sekarang Menanggung penyesalan seumur hidup.Ini adalah karma.Rasa rapuh yang dipupuk akan berubah menjadi kebiasaan.” Ungkap Tuan Park seperti merasa menyesal
“Tidak usah mengkhawatirkan rapat umum pemegang saham. Paman tidak akan bisa menduduki jabatan itu. Jika masih saja merasa tidak tenang, maka berikan aku sebuah jabatan. Jadikan aku legal person perusahaan. Yang berarti sekertaris juga ada disana” kata Gun Woo. 

Se Jin menemui Moo Sam di gedung Moojin, mambahas tentang jabatan Sekertaris  di Moojin Grup yaitu sebagai Legal person itu memiliki hak saham sekitar 5%, kalau sampai Gun Woo menduduki jabatan itu maka semua saham itu akan digunakan untuk melindungi kakaknya.
“Sekalipun kita mengeluarkan surat kontrak tersebut, jika anggota rapat tidak setuju “ ucap Moo Sam panik
“Kalau begitu harus menunggu rapat besar pemegang saham yang berikutnya dan mematahkan perbandingan 5:5 tersebut.” Ucap Yi Kyung santai
“Apa Menurutmu kakakku dan Gun Woo hanya akan duduk berdiam diri? Mereka juga bisa gerah dan melakukan serangan balasan.” Kata Moo Sam
Yi Kyung terlihat kesal dengan sikap Moo Sam seperti tak sabaran. Moo Sam mengingatkan kalau semua sudah dipertaruhkan jadi Jika kalah, maka ia tidak punya jalan mundur lagi. Menurutnya Sekarang situasinya tidak meyakinkan, karena ketua Jang Seongbuk-dong itu mengawasi bawahan sendiri saja tidak benar maka ia harus bagiamana dengan situasi ini.
“Apa prediksi dari hasil rapat umum pemegang saham?” kata Yi Kyung, Sung Mook pikir seperti yang dikatakan Moo Sam, kalau Terlihat kurang menjanjikan.
“Jika Park Gun Woo sampai jadi posisi sekertaris utama masalah besar pasti akan terjadi.” Ucap Moo Sam
“Orang yang membuat situasi jadi begini adalah kau, Orang sibuk sepertiku kau panggil ke sinisesuka hatimu, membuatku sedikit emosi.” Ungkap Yi Kyun kesal
Moo Sam mengerti memang sangat disesalkan tapi menurutnya sekarang adalah masa-masa genting, jadi tidak punya pilihan lain. Yi Kyung berdiri dari tempat duduknya memberitahu Park Gun Woo bukanlah variabel, tapi konstan, jadi Selalu menjadi aral yang melintang, menurutnya apabila sudah melihat, jangan sampai tersandung. Moo Sam pun ingin tahu cara efektifnya. 


Yi Kyung dan Gun Woo tak sengaja bertemu didepan lift, Gun Woo bertanya apakah Yi Kyung ikut dalam pertemuan rutin dan Sudah menemukan cara efektif seperti apa. Yi Kyung meliaht Gun Woo yang terlihat sangat lelah. Gun Woo mengaku memang sangat lelah. Karena tidak begitu terbiasa dengan lembur dan stamina merka sekarang sudah tidak sama lagi.
“Jangan terlalu serius mempersiapkan diri. Sudah pasti kau akan kalah.” Kata Yi Kyung
“Baik itu orang ataupun akal, maka harus giat dicari.” Kata Gun Woo
“Kau juga jangan terlalu percaya pada orang” balas Yi Kyung Gun Woo mengatakaan kalau Yi Kyung  juga jangan terlalu percaya pada uang.
“Ah, kebebasan beragama di negara kita yang paling bisa dipercaya.” Komentar Gun Woo bisa mengerti, Yi Kyung pun meminta agar Gun Woo bisa menjaga ayahnya dengan baik karena kalau sampai diberhentikan maka pukulanya pastilah sangat berat.
Gun Woo mengatakan  sedang mencari kantor cabang luar neger dan bermaksud mengirim pamanya kesana, dengan Tanpa kerjaan dan tempat yang tidakmemiliki jalur langsung. Yi Kyung mengatakan kalau  Orang yang akan dikirim ke sana pada akhirnya adalah Gun Woo jadi meminta agar mencari tempat yang cuacanya cerah. Gun Woo pikir mereka sudah lama tak bertemu jadi Sebelum meninggalkan perusahaan, menurutnya lebih baik Se Jin melihat perusahan miliknya baik-baik dan Karena tidak akan ada kesempatan baginya untuk kembali lagi lalu pamit pergi

Se Jin menemui Yi Kyung yang ada pameran lukisan karena berpikir kalau atasanya itu sedang pergi ke Moojin Grup. Yi Kyung meminta pendapat Se Jin dengan lukisan yang ada didepanya.  Se Jin pikir walaupun hanya melihat saja pasti tak akan mengerti.
“Kemampuan artis ini jauh di atas penilaian yang diberikan orang padanya. Dalam waktu setahun atau dua tahun, ini akan menjadi barang berharga rebutan orang-orang. Dan Kau juga begitu. Sekalipun tanpaku, kau pasti akan bisa mendapat kesempatan.” Ungkap Yi Kyung, Se Jin terdiam mendengarnya.
“Bisa jadi akulah yang beruntung.” Kata Yi Kyung, Tapi Se Jin  mengatakan kalau itu salah kalau Yi Kyung berbicara seperti itu.
“Orang yang menghargaiku, dan memberiku kesempatan hari ini adalah kau, Direktur Seo” ungkap Se Jin, lalu meminta agar Yi Kyung jangan salah paham dengan perkataanya kalau menurutnya Park Gun Woo berbeda dengan yang di bayangkan.
“Dong-byeong-sang-yeon.Orang yang menderita penyakit yang sama,akan bisa saling memahami. Aku, begitu juga Park Gun Woo.  Kami hanya mengkhawatirkan satu orang.”kata Se Jin
“Cara pendekatan seperti ini ternyata berguna juga” komentar Yi Kyung. Se Jin pikir Tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
“Kecuali masalah pekerjaan,apa lagi yang bisa kami bicarakan? Apakah Cuaca, Hobi, Shopping?” kata Yi Kyung sinis lalu menanyakan pendapat Se Jin kembali.
Se Jin mengaku tak mengerti masalah lukisan dan tak mengerti dengan sikap dari Yi Kyung, Yi Kyung pun ingin mengajarkanya dengan mengingat kejadian saat pertama kali bertemu, yaitu Jadikan dirinyasebagai orang yangpaling dibutuhkan oleh Park Gun Woo karena Tidak lama lagi kesempatan itu akan datang yaitu Saat di mana ia membutuhkan penghiburannya jadi meminta agar Yi Kyung Jangan lewatkan kesempatan itu.


Gun Woo terlihat sibuk dengan beberapa pegawainya melihat tumpukan berkas diruanganya. Sek Moon datang memberitahu kalau Dokumennya sudah ketemu dan membahasnya bersama. Sementara di tempat Yi Kyung juga sama melakukan rapat antara Sek Kim dan juga Sung Mook.
“Seperti yang kalian lihat, Untuk sementara ini saham yang bisadipastikan di tangan Park Moo Sam adalah 43%.Selain itu, di tangan Park Gun Woo...” ucap Sung Mong. Tak dan Se Jin memilih untuk pamit pulang karena sudah tak ada lagi yang dikerjakan. 

Se Jin duduk dimobil seperti sedang gelisah dengan pilihanya. Tak mengucapkan terimakasih karena Berkat Se Jin jadi bisa kembali dan mengaku saat keluar merasa langsung menyesalinya. Lalu mengoda Se Jin kalau wanita yang dikawalnya kemarin memang sangat imut. Se Jin hanya diam menatap keluar jendela mobilnya. Yi Kyung duduk diam dalam ruanganya, lalu mematikan lampu ruanganya dan masuk ke dalam kamar tidurnya.
Gun Woo duduk diruanganya, dikagetkan dengan berita di TV “Prof Nam XX dari Departemen Media Universitas Moojin, diperiksa oleh pihak jaksa atas dugaanpenggelapan dana penyelidikan dan pengoperasian. Profesor Nam adalah merupakan profesor termuda dantelah mempublikasikan makalah dengan jumlah terbanyak.”Ia pun langsung keluar dari ruangan sementara Yi Kyung diam-diam bertemu dengan Sek Nam

“Simpul yang terjalin harus dibuka. Karena masalah adikmu ini kau terlihat terbebani jadi sekarang akan akubantu.” Kata Yi Kyung, Sek Nam memastikan kalau Tuan Jang menyetujui keputusan seperti ini
“Membuat Park Moo Sam menjadi ketua adalah ide beliau.Lebih tepatnya target yang ingin kau capai, kan? Maka Kedepannya jangan mengkhawatirkan adikmu lagi. Menantilah dengan sabar.Jika kambing hitam yang cocok sudah ditemukan, maka kau akan segera keluar dari sini. Pada akhirnya tempat yang bisa kautuju hanyalah Seongbuk-dong.” Kata Yi Kyung menyakinkan.

Gun Woo mengemudikan mobilnya, terlihat sangat marah sampai akhirnya sempat berhenti di depan lampu merah dengan posisi mobil melintang, lalu klakson mobil terdengar kalau lampu hijau sudah menyala. Ia menunggu di tempat biasa bertemu dengan Sek Nam, lalu petugas datang memberitahu kalau Sek Nam menolak untuk menerima kunjungan dan meninggalkan pesan agar Gun Woo tak mengunjunginya lagi.
Yi Kyung mengemudikan mobilnya menanyakan keberadaan Se Jin sekarang dengan memberitahu kalau saatnya  sudah tiba.
“Saat di mana kau akan menjadi orang yang paling dibutuhkan oleh Park Gun Woo.” Ucap Yi Kyung 

Gun Woo ingin menemui ayahnya, tapi menerima telp Se Jin dan akhirnya bertemu di lobby rumah sakit.  Ia bertanya apakah Temanny masih belum keluar dari rumah sakit. Se Jin menceritakan kalau ingin pulang hari ini tapi ternyata masih ragu.
“Jika benar sampai hilang, bisa menjadi masalah. Itu Tidak terlihat seperti barang murahan.” Komentar Gun Woo melihat Se Jin kembali memakai anting panjangnya.
“Sebenarnya bukan hal penting,tapi bolehkah aku mengganggumu sebentar?” kata Se Jin, Gun Woo pikir Se Jin pasti belum makan malam. 

Keduanya makan direstoran kecil dan terlihat hanya Se Jin yang makan dengan lahap sementara Gun Woo hanya terdiam. Se Jin pikir Gun Woo Tidak suka makanan yang terbuat dari gandum. Gun Woo mengaku  berniat mentraktirnya  makan yang lebih enak.
“Sepertinya kau tidak suka makanan rakyat jelata.” Sindir Se Jin, Gun Woo menyangkalnya dan langsung melahap makanan yang ada didepanya.
“Waktu kerja dulu, aku sudah terlalu sering makan ini. Sehingga aku menjadi alergi kimbap dan toppoki. Tapi setelah dilihat hari ini ternyata tidak seburuk itu.” Cerita Se Jin makan kembali yang biasa dimakanya dulu.
“Apa Kau ditemukan oleh Yi Kyung saat sedang kerja?” kata Gun Woo, Se Jin pikir seperti itu.
“Dari sifatnya, dia bukan orang yang gampang menyukai seseorang.” Komentar Gun Woo. Se Jin pikir merasa aneh karena ketika bertemu yang dibicarakan yaitu tentang Yi Kyung terus.
“Kejadian di masa lalu, juga kejadian di masa kini.” Komentar Se Jin, Gun Woo pun mengajak agar membahas yang lain saja.
Se Jin mulai membahas tentang Rapat pemegang saham karena tahu Gun Woo sibuk karena masalah itu. Gun Woo mengerti yang Se Jin maksud dalah masalah kerjaan.

Yi Kyung datang menemui Tuan Park di ruanganya, Tuan Park bertanya apakah ayahnya itu tahu yang dilakukan anaknya dengan bekerja sama dengan Jang Tae Joon. Yi Kyung hanya diam saja, Tuan Park yakin pasti Tuan Seo tak tahu karena kalau tahu temanya itu akan segera terbang dan membuat keributan.
“Apa Di dunia ini tidak ada orang lain lagi yang bisa kau ajak kerja sama? Bisa-bisanya kau bekerja sama dengan orang seperti itu.” Kata Tuan Park
“Jika rapat umum sementara pemegang saham sampai dilaksanakan, singasana ketua harus segera diserahkan.” ucap Yi Kyung
“Jangan harap! Hanya berbekal surat kesepakatan itu. Kalau berani kau coba saja lakukan.  Aku tidak akan mundur dengan begitu saja. Jika aku tidak sanggup, maka Gun Woo akan bertarung menggantikanku.” Kata Tuan Park yakin

“Dikarenakan seorang legal person berhak memiliki saham, sepertinya bisa bertahan beberapa waktu. Sekalipun berhasil melewati Rapat umum sementara pemegang saham, maka semuanya akan berubah pada rapat umum berkala pemegang saham. Boleh dibilang kemenangan sudah di depan mataku, hanya saja tertunda. Keputusan pengangkatan Park Gun Woo sebagai Sek umum, tolong ketua pertimbangkan lagi.” Kata Yi Kyung
Tuan Park menegaskan kalau Moo Sam itu  tidak akan bisa menjadi  Ketua karena aibnya itu tidak hanya satu atau dua. Yi Kyung menegaskan kalau sama hal yang dilakukan dengan Gun Woo lalu mengeluarkan lembaran foto saat Moo Sam ditusuk di parkiran. Tuan Park yakin itu bukan salah anaknya tapi Moo Sam sendiri yang membuat pertunjukan tersebut.
“Apakah Orang lain akan percaya akan itu? Seorang Ayah membuat keputusan membekukan posisi putranya sendiri. Sebenarnya tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Tapi Yang penting itu seperti apa pandangan orang lain terhadapnya? Apakah Anda tidak penasaran? Siapa sebenarnya yang menyutradarai show ini?” kata Yi Kyung
“Dari awal tujuanmu adalah membalaskan dendam Ayahmu, kan?” komentar Tuan Park, Yi Kyung tersenyum menurutnya itu hanya sebuah teknik kuno.
“Park Gun Woo  dan aku sudahsaling mengenal dari semenjak masih di Jepang.” Kata Yi Kyung, Tuan Park kaget kalau anaknya mengenal Yi Kyung selam ada di Jepang.
“Tidak hanya saling kenal. Malah pernah berencana untuk melarikan diri bersama. Demi menghindari ayahku,  bahkan demi aku, Gun Woo hampir kehilangan nyawa. Tapi akhirnya kami harus berpisah.” Ungkap Yi Kyung. 
Yi Kyung masih ingat saat Gun Woo hampir mati dipukuli oleh anak buah ayahnya, lalu mereka berpisah diatap gedung dengan Gun Woo yang meninggalkan koin ditanganya. Menurut Yi Kyung karena dendam ayah mereka maka membuat keadaanya seperti ini.

“Ini semua Karena keserakahan dan pengkhianatan itu.” Kata Yi Kyung terlihat benar-benar menahan amarahnya, Tuan Park mencoba menjelaskan masalah tentang Tuan Seo.
“Apakah kau akan bilang kalau itu seperti seorang pengusahayang dihormati ? Seorang ayah yang sangat mengasihi putranya. Coba Lihatlah wajah Anda yang sebenarnya, Wajah menjijikkan yang dikarenakan serakah dan mengkhianati teman sendiri, bahkan mati-matian berjuang sekarang karena tidak ingin dirampas.” Kata Yi Kyung
Ia merasa Gun Woo sebagai korban, Jadi meminta agar Jangan dikarenakan ketamakan seorang ayah membuat anaknya  dijadikan tumbal. Yi Kyung menegaskan kalau akan menyelamatkan putra Tuan Park dari jeratan pertempuran ini, lalu berjalan keluar ruangan.
Saat itu terdengar suara jeritan pengawal memanggil Tuan Park seperti tak sadarkan diri. Yi Kyung terdiam sejenak, sempat menengok lalu memilih untuk pergi meninggalkanya. 

Gun Woo menceritakan  Semua gitar yang dihancurkan oleh ayahnya jika dikalkulasikan maka tidak menjadi orang kaya atau pewaris keluarga. Se Jin melihat kalau Gun Woo itu  mengumpulkan keberanian dan melarikan diri ke Jepang. Gun Woo memberitahu kalau pergi ke bandara naik pesawat paling cepat karena khawatir orang yang dirumahnya bisa mengejarnya.
“Waktu itu jika kau kaburnya ke Afrika pasti sangat lucu. Bertemu Direktur boleh dibilang itu adalah jodoh. Aku melihat sekeping CD di  ruang kerja Direktur Seo,  Dulu kau pasti sering memainkan lagu untuknya, 'kan?” kata Se Jin penuh semangat lalu Gun Woo tersadar kalau mereka mulai membahas tentang Yi Kyung lagi.
“Penyakit lama kumat lagi bahkan Baik itu aku ataupun kau” ungkap Se Jin, Gun Woo menerima telp  dengan wajah panik langsung bergegas pergi. Se Jin bingung melihat Gun Woo tiba-tiba pergi begitu saja. 

Gun Woo menemui ayahnya meminta agar tetap sadar tapi Tuan Park sudah mengunakan alat bantu nafas. Gun Woo akhirnya bertanya pada dokter apa sebenarnya yang terjadi. Dokter memberitahu Tuan Park Kesulitan bernafas ditambah shock tapi  Untungnya sudah melewati masa kritis.
“Ada atau tidaknya pendarahan baru bisa diketahui setelah di MRI.” Kata Dokter
Se Jin baru saja masuk ke lorong dan melihat Gun Woo terlihat keluar dengan mendorong tempat tidur ayahnya, wajahnya terlihat benar-benar panik.

Se Jin datang menemui Yi Kyung yang mengetahui kalau pergi ke rumah sakit. Yi Kyung balik bertanya apa saja yang mereka bicarakan dan bagaimana keadaan Tuan Park.  Se Jin mengucap syukur kalau tidak ada pendarahan otak Tapi sampai sekarang masih belum sadarkan diri.
“Saat kau menyuruhku ke sana, kau sudah punya rencana,kan? Memancing Park Gun Woo supaya meninggalkan tempat itu sehingga bisa bertemu empat mata dengan ketua, 'kan?” kata Se Jin mengetahui rencana Yi Kyung tak mengerti.
“Dikarenakan rasa bersalah, Sekalipun orang yang kejam, jika ditusuk pasti akan terluka juga.  Jadi dengarka baik-baik, Ini adalah taktik yang dapat dimanfaatkan.” Kata Yi Kyung dingin
“ Dia sakit, dan juga sudah renta. Menyerang orang yang kondisinya seperti ini, sungguh keterlaluan.” Komentar Se Jin yang masih memiliki hati nurani.
“Dia bukan seorang tua yang sedang menikmati sinar mentari di taman. Sepatah kata yang keluar dari mulutnya sanggup membuat  ratusan bahkan ribuan orang kehilangan pekerjaan. Dengan sebuah stempel, ia mampu meratakan sebuah wilayah. Jadi Dia bukanlah seseorang yang lemah yang patut dikasihani.” Kata Yi Kyung dingin
Se Jin mengartikan kalau tujuan Yi Kyung memang  untuk mengalahkannya, Demi menyerang kelemahan dan titik fatalnya. Yi Kyung menegaskan Pertempuran ini tidak memiliki ketentuan, jadi Jika tidak lebih dulu mengalahkan lawan, maka yang terluka adalah dirinya, karena Setelah kalah, sebanyak apapun keluhannya tidak akan sampai ke telinga pemenang. Se Jin terdiam dan terlihat benar-benar shock.
“Se Jin.... Jangan ragu!  Gemerlap lampu yang kau lihat itu, jika benar ingin kau dapatkan, maka jangan ragu untuk meraihnya.” Pesan Yi  Kyung.

Gun Woo memegang tangan ayahnya yang belum sadarkan diri, sementara Yi Kyung berdiri diatap rumahnya melihat gemerlapan lampu yang menerangi kota Seoul. 
Tuan Jang melihat berita dari laptopnya, “Moojin Grup yang sedang memperebutkan hak pengoperasian, mengadakan rapat umum sementarapemegang saham di kantor pusat Samseong-dong. Kasus pemecatan Park Moo Il Hoejang sudah disetujui Rapat umum pemegang saham yang diadakan hari ini jam  dengan alasan kesehatan  Park Moo Il”

Sung Mook dkk juga menonton berita dilantai bawah, lalu berkomentar mereka berhasil merampungkan sebuah pekerjaan besar. Se Jin terlihat ak tak bergairah memilih untuk pergi meninggalkan ruangan. Tak melihat wajah kesedihan yang diperlihatkan oleh Se Jin, Yi Kyung menonton berita dari ruanganya.

“Park Moo Sam Moojin Grup berhasil menduduki kursi ketua berdasarkan pengumpulan suara. Di samping itu Moojin Grup di saat pemerintahan mantan Presiden Park Tae Joon, maka asetnya meningkat lebih dari dua kali lipat Proyek utama Ketua Park Moo Ilyakni proyek pembangunan neo-city Moojin telah mendapat lampu hijau. Diduga menerima perlakuan khusus.”

Se Jin datang menemui Gun Woo yang ada dirumah sakit, terlihat Gun Woo benar-benar terpukul dengan keadaanya. Ia pun duduk disampingnya menceritakan kalau Kedua orang-tuanya meninggal dikarenakan kecelakaan lalu-lintas, bahkan ibunya meninggal lebih dulu dan ayahnya terbaring di ruang IGD. Gun Woo hanya menatap Se Jin.
“Boleh dibilang hari-hariku dihabiskan di lorong di depan kamar IGD. Di atas bangku sebentar-sebentar aku mengantuk lalu terbangun. Pikiranku seperti linglung dan Akhirnya seperti otakku tidak ada lagi Hanya menatap pola yang ada pada ubin.” Kata Se Jin mengingat semua kejadian sedihnya.
“Aku Sama sekali tidak tahu waktu itu berlalu seperti apa bahkan tidak ingat lapar, Hanya menatap terus ke arah lantai. Tapi corak lantai di rumah sakitku berbeda dengan yang ada disini., Jadi Karena itu kau harus kuatkan dirimu. Kelak hal-hal yang buruk tidak akan terjadi lagi.” Ungkap Se Jin
“Seo Yi Kyung... Tidak mungkin dia melakukan perbuatan seperti ini.Apa sebenarnya yang dikatakannya pada Ayahku?” kata Gun Woo. Saat itu Se Jin ingin memberitahu sesuatu, tapi terdengar pengawal yang memanggilnya lebih dulu 

Gun Woo bergegas masuk ke dalam kamar rawat, ayahnya masih berbaring dengan alat bantu nafas tanpa selang. Tuan Park bertanya kemana anak dari Seo Bung Soo, Gun Woo mengatakan kalau Yi Kyung tak datang,
“Bagaimana hasil rapat pemegang saham? Apakah Moo Sam terpilih?” tanya Tuan Park berusaha bicara, Gun Woo mengatakan kalau semua akan baik-baik saja jadi meminta ayahnya tak perlu khawatir. 

Gun Woo berjalan dengan memegang bagian dinding seperti terlihat benar-benar lemah, Se Jin pun menghampirinya, tanganya bergetar memegang bahu Gun Woo dan menepuknya untuk menenangkanya. Gun Woo terlihat hanya diam dan benar-benar tak mengerti apa yang harus dilakukanya.
Yi Kyung datang akan menemui Tuan Park dan melihat Se Jin sedang menepuk bahu Gun Woo. Se Jin melihat Yi Kyung datang dengan sengaja memindahkan tanganya seperti merangkul Gun Woo akan membuat perasan Yi Kyung emosi. Yi Kyung hanya menatap diam.
bersambung ke episode 10
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar