PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2020

Review TOKO BARANG MANTAN #CEWEBUTUHKEPASTIAN.

Kemaren aku baru diundang diacara Press Screening, Film Toko Barang Mantan yang dimainkan  Reza Rahardian dan Marsha Timoty. Waktu tahu judulnya agar gimana gitu yah, biasanya punya barang mantan mah aku dibuang tapi ini ada Tokonya.
Cerita dari film ini emang rea life karena banyak orang yang punya mantan pacar dan banyak kenangan atau barang-barang dari mantan. Kalo yang masih bagus pasti disimpen tapi kalo putusnya ga baik-baik dan pingin move on pasti dibuang dong.
Tristan (Reza Rahadian) adalah pemilik, pendiri dan pencetus toko jual-beli barang mantan bagi orang-orang yang ingin move on dari mantannya.  Tristan rela meninggalkan kuliahnya demi mengembangkan toko ini bersama sahabatnya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra).
Berbagai macam kisah sedih, lucu dan absurd tentang barang-barang tersebut menjadi makanan mereka sehari-hari. Tristan bangga dengan toko ini meskipun akhir-akhir ini sepi pembeli dan bermasalah secara finansial.
Tiba-tiba, kehadiran Laras (Marsha Timothy), mantan Tristan saat kuliah dulu, membuat dunianya jungkir balik. Kembalinya Laras, membuat Tristan pun bertekad merebut kembali hati Laras dengan bantuan Amel dan Rio. Salah satu caranya adalah menyukseskan Toko Barang Mantan ini dengan segala cara.
Jadi berhasilkan Tristan mendapatkan hati Laras dan juga memajukan Toko?
Setelah nonton film ini kita akan dibuat ketawa ngakak dan mengurangi kerutan diwajah, Karena ini genre  komedi romantis ringan yang gampang dinikmati dari remaja sampai orang yang dewasa, bahkan orang tua kita yang punya mantan juga bisa nonton.
Nonton Film ini juga cocok  buat mereka yang belum bisa melupakan masa lalu, mereka yang masih kangen mantan dan masih berusaha memperbaikinya hubungan dengan mantan, jadi bisa tuh belajar trik ngengombal ala Tristan.
Selain itu dari film ini kita bisa melihat khususnya buat pria kalau Cewe butuh kepastian, karena wanita tipikalnya menunggu dan yang memutuskan tentang hubungan itu pria. Tapi kadang pria juga ga peka dengan wanita. Hihihihi... *Curhat*

Ada beberapa yang gue suka dari film ini, Setting filmnya itu ada di Jakarta dengan sudut pandang yang beda. Biasa kan liat bundaran HI dengan patung selamat datang.  Di Film ini diliatin dengan Jakarta masa kini yang sudah banyak kemajuan.
Menurut gue dibeberapa spot dari film ini instagramable, bisa jadi tempat yang menarik buat foto untuk setting filmnya.
Gue juga sama Apartementnya Tristan, yang simple dan rapih tapi tetap memperlihatkan sisi pria dengan ada action figur. Ada juga balkon yang bisa jadi tempat buat melamun dan menikmati suasana jakarta dimalam hari, bukan style yang kaya raya juga jadi bukan kaya menjual mimpi juga.


Yang menarik juga dari Film ini, ada pemeran pendukung yaitu para orang-orang yang berusaha menjual barang mantannya. Dari ulah mereka ngegemesin, yang bikin baper sampai yang absurd. Bener-bener bikin ngakak liat tingkah mereka.
Selain itu juga ini juga adalah film pertama Reza Rahardian dipertemuan sama Marsha Timoty dalam sebuah film. Chemistry mereka ga keliatan canggung, gue melihat mereka masuk ke dalam karakter Tristan dan Laras.
Gue disini ga melihat Reza di Film Habibie yang lekat banget sama karakternya di otak gue. Reza berubah jadi Tristan yang pria gondrong, suka paku lekabong [kelek bolong], dan bercelana pendek. Jarang-jarang kan ada karakter fim yang santai gitu.
Style Marsa Timoty jadi Laras disini, keliatan jadi wanita elegan tapi ga berlebihan tanpa perlu liat perhiasan yang dipakai. Gue suka sama rambutnya juga yang keriting dan ada beberapa perubahan rambut juga.


Pelajaran yang diambil dari fim ini juga bukan cuma hubungan Tristan dan Laras tapi ada juga hubungan antara teman dan juga orang tua, kita juga diajarkan bagiamana membuat hubungan yang sebelumnya rusak jadi membaik.
Kalo kalian yang mau nonton akan tayang 20 Februari 2020, gue saranin bat kalian mau balikan sama mantan, boleh ajak mantannya kali ajak abis nonton ini balik lagi sama mantan.
Kalo yang mau move on bisa juga nonton ini, karena kalian bisa bikin ide untuk menjual-jual barang-barang mantan.
Kemaren Mbak Ligwina yang jadi Tante Lita di film, bilang kalo toko barang mantan bisa jadi segi bisnis yang bagus. Gue pikir benar juga dari pada dibuang, bisa menghasilkan uang juga jadi barang second dengan cerita yang menarik.

Menurut Gue ini ceritanya benar-benar dibuat sedekat mungkin dengan real life, bahkan Gading Martin juga didapuk bermain dengan menjual barang-barang mantan, kalian bisa tahu dong siapa mantanya.. Hihihihi..
Gue recommend deh ini film, buat kalian yang butuh hiburan, pingin ngilangin keriput dibawah, akan dibuat ketawa ngakak sama FILM TOKO BARANG MANTAN #CEWEBUTUHKEPASTIAN

Catet yah tanggalnya 22 FEBRUARI 2020, dibioskop kesayangan kalian. 


Cek Video Traillernya buat yang mau nonton tanggal
 20 February 2020



 Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Selasa, 12 Desember 2017

Review Film Chirsye, Pejuangan Jadi Penyanyi Indonesia di Era 70-80an.


7 December tepatnya di hari kamis, gue dapet tiket perdana Nonton film Chirsye yang serentak tayang di bioskop. Awalnya ngajak teman yang biasa gue ajak nonton, tapi pas pagi hari dadakan di cancel, akhirnya kebingungan ngajak siapa yang mau nemenin gue nonton.
Seharusnya hari itu gue bisa nyelesain Sinopsis Drama Two Cops Episode 8, tapi karena hattick nyari temen buat nonton, jadi gagal rencana gue nyelesain. T_T Misi yang dilakukan nyari temen biar ga bayar denda, lumayan 30ribu bisa beli telor sekilo kembali 5ribu. Hahaha.... Udah kaya IRT bangt yah gue. ^_^



Dari teman yang biasa gue ajak Chatting, sampe yang baru pertama kali gue ajak chatting, semua yang gue ajakin ga bisa. Hihihi... Coba yah gue itu Shin Min Ah atau Song Ji Hyo klo diajak nonbar pasti mau.. Hahahah.. *khayalan tingkat Dewa*
Gue sempat pasrah juga sih, biarin deh bayar denda 30ribu aja. Tiba-tiba Inget lagi sama tetangga gue yang nganggur, gue ajakin lah tapi ternyata dia baru punya anak dan yang satu lagi males buat keluar rumah *Introvert*. Dan setelah gue bermain jempol dan kesana kemari main ketetangga, orang pilihan yang nemenin gue nonton adalah Bokap Gue... Hahahah..
Sebenarnya ini juga Lucky juga, soalnya sebelum gue ajakin, Bokap sempet pergi dan biasanya sore pulangnya, tapi hari ini pulang lebih cepet dan pas banget setelah gue gagal dari tetangga, bokap udah ada dirumah. Jadinya hari itu gue Dating deh sama bokap. “You must feel Lucky dee, Have a Father to Accompany you”

Film Chrisye bercerita tentang perjalanan Chrisye menjadi seorang penyanyi dan akhir khayatnya dimata seorang istri. Aktingnya Vino G Sebastian sebagai Chrisye mulai dari awal sampe akhirnya, terlihat mirip dari segi rambut dan Gestur.
Yang kurang Cuma satu, cara menyanyinya kurang begitu dapet, masih terlihat lipsing. Hiks... Tapi itu jadi ada segi plusnya, itu artinya kalau ga ada yang menyamakan Alm Chirsye saat menyanyi.  
Velove sebagai istri dari Alm Chisye, suka sih karena emang cantik tapi sebagai penikmat drama korea  dan pernah  nonton setting 80, berasa kurang di segi make up. Zaman itu kan pas sama boomingnya era The Beatles, dan gue juga nonton Reply 1988, mungkin ga beda jauh dari style. 
Menurut gue Agak kurang jadul kalinya, masih terlihat pake bulu mata palsu. Padahal jaman itu jepit mata aja pake korek api dan style rambutnya ga ada yang berubah dari tahun ketahun, harusnya diberi sedikit kerutan.
Yang Paling gue suka dari Film ini, Ada Karakter Mas Guruh Soekarno Putra. Dwi Sasono pas bangetttttttt... melihat Mas Guruh yang sangat halus kalo ngomong pas banget, gue suka sama aktingnya Mas Dwi.
Masih ada karakter lain waktu masih muda, kaya Erwin Gutawa, Jay Subiakto, Eddy Sud, Sys NS, sama Addie MS *ini ganteng banget* hihihi.. Buat orang tua yang besar dizaman itu, pasti tau masa muda mereka jadi mereka ketawa ngeliatnya.
Pelajaran yang diambil dari Film Chirsye.
-      Sebagai orang tua lebih baik mendukung pilihan anak, karena anak buah milik orang tua tapi milik Tuhan. Dia yang memberikan anugrah  seorang anak pada sebuah keluarga yang sudah menikah.
-      Percaya diri dengan kemampuan kita, pasti bisa kalau memang yakin dengan pilihan yang dibuat akan berhasil

-      Jangan Patah semangat dan mendekatkan diri pada Tuhan apabila merasakan sesuatu yang kurang dalam diri.


Saran Gue untuk kalian yang mau menonton ini
Ajak orang tua kalian, mereka akan nostagia di jaman mereka muda. Zaman TVRI masih berjaya dan baru ada satu stasiun TV swasta di Indonesia. Jadi pas nonton kalo ga tau pelaku seni yang ada difilm, akan di kasih tau sama bokap or nyokap.
Jangan pernah bawa anak-anak ke dalam bioskop, kecuali anak itu bisa nonton dan duduk dengan tenang. Kegaduhan dalam bioskop menganggu orang-orang yang serius nonton. Inget yah, Nonton bioskop itu bayar jadi kalo ga bener-benar di resapi sayang deh.  ^_^
Walaupun kalian nonton itu Gratis atau dibayarin sama teman, tetap harus menghargai penonton lain yang ada dalam bioskop dan mungkin mereka membayar kursi untuk menonton.

Harapan gue yang terakhir, Mudah2an yah nanti bisa nonton Ayat-Ayat Cinta dua, penasaran sama ceritanya abang Fahri..  Kalo aku udan nonton aku kasih review deh... ^_^ 


PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09