Sabtu, 31 Desember 2016

Sinopsis Goblin Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Eun Tak menahan tangisnya melihat hampran salju didepanya sangat banyak, ketika membalikan badan melihat sosok pria yang selalu datang ke pikiranya. Kim Shin melihat Eun Tak lalu berjalan mendekatinya dan mengajaknya untuk pulang karenatidak boleh berada di tempat ini sendirian.
“Aku tidak punya rumah. Tempat yang kuanggap rumahku pun, ternyata bukan rumahku. Semua orang dekat padaku hanya karena ada maunya saja. Beberapa orang ingin mengambil uang asuransiku dan orang yang lain mendekatiku karena dia ingin mati. Aku tahu semuanya sekarang. Dia bilang aku hanyalah alat untuk mengakhiri keabadian goblin.”” kata Eun Tak menyindir

“Aku lupa memberitahumu Dan lega karena aku tidak mengatakannya. Kalau bisa, aku malah ingin melewatkan kesempatan memberitahumu sampai aku mati. Tapi aku tidak bisa. Pedangku ini berbekas darah ribuan nyawa orang dengan beban hidup masing-masing mereka. Aku tidak punya hak membuat keputusan seperti itu. Jadi tariklah pedangnya. Kumohon.” Ucap Kim Shin
“Tidak... Aku tidak mau melakukanya.  Walaupun aku harus mati, aku tak mau. Jadi jangan cari-cari aku lagi. Kita pura-pura saja hidup dan tidak saling kenal. Kau harus Jauh-jauh dariku dan.. panjang umurlah, Tuan Kim Shin” kata Eun Tak
“Jangan muncul di hadapanku lagi. Jika aku melihatmu di depan mataku lagi..., maka aku sungguh akan membunuhmu.” Ucap Eun Tak memperingatkanya. 


Eun Tak kembali berkerja dengan melayani semua pelanggan, sementara Kim Shin terus melihatnya dari kejauhan. Eun Tak berjalan melewati jalan yang dipenuh salju, dan Kim Shin terus mengikutinya dari belakang. Eun Tak akhirnya sampai berjalan di sekitar pohon dengan semua ranting memutih,  seperti merasakan seseorang yang mengikutinya, tapi ketika menengok tak melihat siapapun.
Kim Shin sudah ada didepanya, memberikan lembaran kertas mengatakan kalau Hasil ujianya bagus. Eun Tak langsung mengambilnya merasa kalau Kim Shin pasti menjadikan sebagai alasan menemuinya. Kim Shin merasa snenag kaena punya alasan itu karena bisa bertemu dan melihatnya.
“Kenapa kau ingin melihatku?” tanya Eun Tak, Kim Shin balik bertanya kenapa Kim Shin ingin tahu alasan itu.
“Apa kau ingin aku hidup bersamamu atau mati bersamamu? Bukankah aku sudah memberitahumu kalau aku akan membunuhmu kalau kau muncul di hadapanku lagi?” kata Eun Tak ketus meminta agar Kim Shin mendekat karena akan menarik pedangnya kalau memang itu maunya.
“Pria ini, tidak mau menyerah.” Ucap Eun Tak melihat Kim Shin yang berjalan mendekat. Kim Shin meraih tangan Eun Tak dan menaruh di dada agar bisa melakukanya.
Eun Tak menangis meminta agar jangan melakukanya dan meminta agar melepaskan tanganya. Kim Shin pun melepaskanya, Eun Tak meanatp Kim Shin dengan matanya yang basah mengartikan saat membuat keputusan di hotel dan saat itu yang dimaksud olehnya.
Flash Back
Eun Tak bertanya apakah Kim Shin mencintainya,  Kim Shin mengatakan kalau memang bunuhnya maka akan mencintainya lalu mengatakan “Aku mencintaimu.” 


Eun Tak bertanya apakah Kim Shin sudah mencintainya,  Kim Shin hanya diam saja.Eun Tak berpikir apakah tidak ada sedikit saja. Kim Shin mengaku sangat takut Karena itulah ingin Eun Tak terus membutuhkannya dan memintanya seperti itu.
“Aku ingin alasan itu yang bisa membuat permohonankuterkabul.Dengan alasan itu, aku berharap bisa tetap hidup.... Bersamamu.” Kata Kim Shin, Eun Tak menatapnya tak percaya, keduanya saling menatap dengan pohon yang semakin memutih tertutup dengan salju. 

Eun Tak duduk diam dalam kamarnya  seperti memikirkan keadanya sekarang. Kim Shin berdiri depan pohon menatap kearah kamar Eun Tak yang masih terlihat terang, tapi akhirnya memilih untuk pergi.
Pagi hari, Eun Tak pergi ke gudang memberitahu  Salah satu pelanggan ingin tepi papan luncurnya di-waxing dan memakainyasekitar sejam lagi. Petugas yang ada digudang mencari Staf Kim yang biasa mengurusnya jadi meminta Eun Tak menunggu sebentar.
Eun Tak pun duduk dibangku dengan menahan dingin, saat itu terlihat tetesan es dari papan seluncur dan akhirnya terjatuh membuat rak yang ada didekat Eun Tak pun ikut jatuh. Eun tak yang sedang duduk tertimpa rak lalu tak sadarkan diri. 

Wang Yeo binggung melihat Kim Shin yang datang sendirian berpikir kalau tak bertemu dengan Eun Tak si Jiwa yang Hilang. Kim Shin mengaku berhasil menemuinya tapi tidak mau ikut pulang. Wang Yeo binggung karena  pertama kalinya dapat nama target secepat ini dan Sekarang gilirannya si Jiwa yang Hilang.
“Apa kau yakin ini Eun Tak? Tapi  kartu ini kosong.” Kata Kim Shin melihat kartu yang di pegangnya kosong.
“Namanya tertulis di sana. Tapi Apa sebenarnya yang terjadi? Seolah-olah ada seseorang yang ingin dia mati.Bukan aku dan juga pasti bukan kau orang yang ingin dia mati.” Kata Wang Yeo binggung
“Mungkin saja aku, karena Aku harus mati agar dia bisa hidup. Jika aku hidup, maka dia yang mati. Begitulah nasib anak itu dan diriku. Itulah hukumanku dan rencana besar sang dewa.” Ucap Kim Shin terlihat pasrah.
Wang Yeo meminta agar Kim Shin jangan lemah menurutnya kalau memang keinginan dewa tapi bukanlah keinginannya dan juga Kim Shin, lalu melihat jam tanganya masih punya waktu satu jam dengan memberitahu kalau Penyebab kematiannya, hipotermia, jadi meminta agar segera menemukanya. 

Kim Shin berlari ke bagian ski tak menemukan Eun Tak, berusaha menelpnya tapi tak diangkat, teringat kembali dengan perkataan si nenek muda “Kematian akan terus menghampirinya Dan aku yakin dia sudah beberapa kali mengalaminya. Kejadian yang akan menimpanya lebih parah lagi mulai sekaran, Akan ada lebih banyak kecelakaan. Kecelakaan tersebut lebih sering terjadi dan lebih berbahaya.”
Eun Tak sedikit tersadar terkenang kembali kenangan dengan Kim Shin, saat pertama kali ditepi pantai lalu meniupkan bunga ke arah Kim Shin, Di ladang merasa bahagia karena melihat salju pertama kali turun. Kim Shin juga memasangkan syal milik ibunya, dan perkataan terakhirnya ”Aku berharap kau akan selalu membutuhkanku dan memintaku seperti itu. Aku berharap alasan itu bisa membuat permohonanku terkabul.”
“Aku membutuhkanmu... Itulah yang kupinta darimu... Aku mencintaimu.” Kata Eun Tak terlihat sangat lemah dengan mata tertutup.
Kim Shin bisa merasakannya, lalu membuka pintu gudang langsung mengendong Eun Tak keluar yang sudah kedinginan. 

Eun Tak perlahan membuka matanya, melihat banyak dokter yang berdiri didepanya. Salah dokter memastikan kalau Eun Tak sudah sadar dan memberitahua sekarang ada di rumah sakit, dengan menunjukkan gejala-gejala hipotermi serta gegar otak tapi keadaanya baik-baik saja. Eun Tak melihat sekeliling seperti menyadari kalau masih hidup.
“Kalau terlambat saja kau dilarikan ke rumha sakit, maka kondisimu bisa bahaya.” Jelas Dokter
“Sudah berapa lama aku tak sadarkan diri?” tanya Eun Tak, Dokter mengatakan sudah satu setengah hari.
“Kalau begitu, tagihan rumah sakitnya?” tanya Eun Tak, Dokter pikir Eun Tak tak perlu khawatir karena  lalu bertanya apa hubunganya dengan Ketua Chunwoo Group
“Beliau datang sendiri untuk memproses perawatanmu disini dan Kemarin RS ini dalamkeadaan genting.”ucap Dokter yang memperbolehkan  Eun Tak pulang kalau memang sudah merasa baikan tapi menyarankanya agar harus beristirahat lagi.
Eun Tak memberanikan diri bertanya apakah salah satu dari dokter memiliki korek api. Semua Dokter menatap binggung karena pasiennya malah meminta korek pada mereka. 

Eun Tak menaiki gondola untuk sampai ke bagian atas ski, dengan menatap pemandangan dari atas mencoba menyalahkan korek lalu meniupnya, tapi Kim Shin tak datang seperti biasanya. Eun Tak kembali mencoba tetap saja tak berhasil, wajahnya panik berpikir kalau terjadi sesuatu pada Kim Shin.
Gondola pun sampai di bagian atas, Eun Tak terdiam melihat sosok pria yang ditunggunya, Kim Shin sudah berdiri menunggu. Keduanya saling menatap. Eun Tak turun dan langsung memukul Kim Shin karena berpikir tidak akan muncul lagi. Kim Shin mengaku sudh datang lebih cepat dan sudah menunggunya.
“Siapa yang memintamu begitu?Kau biasanya muncul kalau aku tiup api dan seharusnya menemuiku disana, serta muncul di depan mataku.” Ucap Eun Tak kesal
“Padahal aku datang kesini buat menggenggam tanganmu.” Kata Kim Shin, Eun Tak tak peduli memilih untuk pergi meninggalkanya. 

Kim Shin mengikuti Eun Tak lalu memeluknya dari belakang dan berkata “aku juga” Eun Tak binggung apa maksudnya. Kim Shin pikir kalau memang Eun Tak tak mengerti tak perlu membahasnya. Eun Tak mengaku bisa mengetahuinya. Keduanya berpelukan lalu Eun tak membalikan badanya.
“Ada yang ingin kuungkapkan padamu. Sekarang..., aku tidak bisa melihat apa-apa dalam dirimu, Ahjussi.  Kau hanyalah seorang pria tinggi yang mengenakan pakaian mahal dan pria bermata indah. Hanya itu yang bisa kulihat pada dirimu. Jadi... Aku tidak akan bisa lagi menarik pedangmu dan tidak akan menariknya walaupun kau tersenyum. Di mataku... kau sekarang pun sudah sangat tampan.”ungkap Eun Tak, Kim Shin mengelus rambut Eun Tak dengan senyuman bahagia. 

Kim Sun kembali lagi menemui peramal,  menceritakan kalau Wajahnya pucat dan bibirnya merah, pakai baju serba hitam serta kadang-kadang memegang topi hitam. Si peramal ketakutan ketika menguanakan alat penerawanganya. Kim Sun penasaran apa yang didapatkanya. Si peramal bertanya apakah sudah memberitahukan namanya.
“Dia itu malaikat pencabut nyawa.” Kata Si peramal. Kim Sun tertawa mendengarnya merasa tak percaya dengan hal itu.
“Aku sudah peringatkan padamu berhati-hatilah terhadap pria bertopi hitam!” kata Si peramal. Kim Sun merasa kalau peramal itu mendapatka pelanggan lai selian dirinya dan uangnya sudah cukup.

“Kalau kita berhati-hati sama pria, Aku mana bisa berkencan!” keluh Kim Sun tak percaya meminta agar membuat alasan yang lebih meyakinkan.
Ia dan teringat dengan seorang pria yang ditemuinya, sangat tinggi dan kelihatan tua dari dirinya dengan  Wajahnya mirip dinosaurus bahkan Mendengarkan suaranya saja membuatnya merasa berada di dalam kafe tersempit di seluruh dunia.
Peramal menyebut  pria itu “Gong Yoo” (nama asli Goblin). Kim Sun kesal memilih untuk pergi dengan memberikan uang 50ribu won. Peramal bertanya apakah Kim Sun pernah diberikan sesuatu yang berkilau sebelumnya.

Kim Sun langsung kembali duduk karena peramal bisa mengetahuinya. Si peramal meminta agar membuangnya,  karena tidak boleh menerima benda tanpa tahu siapa pemilik sebenarnya dan tak pernah tahu apa yang ada di dalam benda itu. Ia pikir Bisa saja berisi kebencian, dosa, dan keinginan si pemilik sebenarnya yang ada di dalamnya.
Bersambung ke part 3



FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar