Sabtu, 17 Desember 2016

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 10 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Joon Hyung panik masuk ke dalam gedung dengan suara riuh dari tim angkat besi, Bok Joo terlihat menahan tangisnya diatas panggung. Joon Hyung melihat arah pandangan Bok Joo dan melihat ada Jae Yi yang duduk dibangku penonton melihat Bok Joo bertanding.
Bok  Joo langsung memasuk ke belakang panggung, Joon Hyung berlari masuk ke dalam ruang tunggu atlet tapi tak ada siapaun dan bertanya-tanya dimana keberadaan Bok Joo sekarang. Ketika akan pergi terdengar suara isak tangis, Joon Hyung seperti bisa mengetahui itu Bok Joo yang menangis, Saat itu Jae Yi datang dengan sebuket bunga ditanganya, dengan wajah penuh amarah Joon Hyung mengajak kakaknya untuk bicara diluar. 

Joon Hyung bertanya bagaimana kakaknya bisa datang ke tempat pertandingan. Jae Yi menceritakan kalau Ah Young yang memberitau dan temanya juga baru membuka sebuah klinik di dekat sini, menurutnya karena Bok Joo adalah pasiennya jadi  harus menyemangatinya.
“Kenapa kau harus datang dan menyemangati Bok Joo?” teriak Joon Hyung kesal, Jae Yi binggung melihat Joon Hyung terlihat sangat marah.
“Pria yang disukainya... adalah kau, Hyung... Bok Joo menyukaimu.” Kata Joon Hyung membuka semua rahasianya, Jae Yi terlihat sangat shock ternyata pria yang disukai Bok Joo adalah dirinya
“ Itulah kenapa dia diam-diam pergi ke klinikmu. Dia mengalami saat yang sulit ketika  kau tahu kalau dia seorang atlet angkat besi. Dia khawatir kalau kau mungkin berpikir dia seorang pembohong besar. Lalu kau tiba-tiba muncul disini. Dia juga seorang wanita. Apa kau pikir dia ingin menunjukkan... wajahnya saat sedang mengangkat besi pada pria yang disukainya?” kata Joon Hyung lalu menyuruh kakaknya untuk segera pergi saja  karena Perasaan Bok Joo sudah terluka.
[Episode 10 – sebuah tanda koma atau jangka waktu]

Semua tim angkat besi didalam bus terlihat sangat bahagia karena mereka berhasil.  Pelatih Choi melihat rekan kerjanya itu Senyum di bibirnya, sangat lebar sekarang, dengan mengejek kalau sebelumnya meminta  untuk tidak terlalu peduli  pada hasilnya, tapi Pelatih Yoon terlihat seperti Joker sekarang.
“Joker atau tidak, aku tidak peduli tentang itu saat ini. Kau harus Dengar. Tim kita... baru saja mendapatkan hasil  terbaik dalam 10 tahun. Kenapa aku harus peduli tentang itu sekarang?” kata Pelatih Yoon
“Strategi kita berjalan dengan sempurna. Kita memenangkan 1 emas, 1 perak, dan 2 medai perunggu.” Ucap Pelatih Choi
“Aku sangat senang sampai-sampai rasanya  bisa menari sekarang. Haruskah aku menari?” kata pelatih Yoon sudah siap berdiri, Pelatih Choi menahanya, saat itu ponsel Pelatih Yoon berdering, Tuan Kim menelp pelatih anaknya dan pelatih Yoon seperti menerima perintah dari ayah Bok Joo. 


Pelatih Yoon meminta mereka menghentikan musik dalam bus, lalu berdiri menghadap semua anak didiknya, Pelatih Choi meminta mereka diam sebentar dan memberikan perhatian.
“Pertama, beberapa dari kalian mendapatkan hasil yang bagus. Min Young, Woon Gi, Jung Woo.dan Bok Joo. Kalian sudah bekerja keras hari ini. Tepuk tangan untuk mereka.” Ucap Pelatih Yoon, semua memberikan tepuk tangan tapi Bok Joo hanya terdiam dengan wajah sedih.
“Tapi aku pikir... kalian semua pantas berdiri di podium. Orang yang menyemangati merekaketika mereka pemanasan,orang yang memberikan mereka air minum ketika mereka sedang tegang menunggu giliran mereka, dan orang yang bertepuk tangan ketikamereka mendapatkan hasil yang bagus. Maksudku adalah... rasanya seperti orang-orang itu juga mengangkat barbel dengan kalian hari ini.” Jelas Pelatih Yoon
“Dengan itu, aku punya kabar gembira. Kita akan pesta makan malam di Ayam Bok hari ini! Ayo pergi dan makan sepuasnya!” kata Pelatih Yoon penuh semangat, semua terlihat benar-benar gembira hanya Bok Joo yang terdiam dengan menatap keluar jendela menahan rasa sedihnya. 

Tuan Kim pun membawakan mereka ayam goreng untuk semua tim angkat besi, dengan memerintahkan kalau semuaorang hari ini harus memakan 2 ayam utuh, semua berteriak mengerti.  Woon Gi ingin pamit pergi sekarang, karena sudah selesai memakan dua ayam. Tuan Kim memujinya karena memimpin permainan dan memenangkan medali perak, lalu menyuruh Sang Chul harus memakan lima ayam dan duduk didepan Pelatih Yoon.
“Profesor Yoon, kau pantas memakan yang paling banyak.” Ucap Tuan Kim, keduanya pun mengucapkan terimakasih.
“Karenamu, kami memiliki atlet yang hebat seperti Bok Joo. Kau memfasilitasi kami makanan ketika kami lapar. Terima kasih banyak.” Kata pelatih Yoon.
“Bukan aku...Kaulah yang membuatnya jadi seorang atlet.” Ucap Tuan Kim merendahkan diri
“Kaulah yang melakukannya... Kau sudah membesarkan putrimu dengan sangat baik. Ketika Bok Joo baru lahir, aku mengatakan kalau... Bok Joo adalah nama yang sangat kuno. Tapi Aku akan menarik perkataanku. Bok Joo adalah gadis yang beruntung.” Kata Pelatih Yoon

“Aku pikir dialah yang paling bekerja keras. Dia menaikkan kelas berat Bok Joo. Kau memakan sup ini terakhir kali. Silahkan dimakan.” Ucap Dae Ho membawa semangkuk sup khusus untuk pelatih Choi.
Pelatih Choi terlihat gugup dan menerimanya, pelatih Yoon mendengar Dae Hoo mengatakan Terakhir kali, lalu bertanya apakah pernah datang untuk minum tanpanya. Pelatih Choi mengaku hanya sekali saja. Tuan Kim ingin berbicara akalu ia juga membuatnya sarapan, Pelatih Choi langsung berteriak dengan suara lantang memanggil Woon Gi.
“Bukankah ini waktu yang tepat... untuk menyanyikan yel-yel tim angkat besi?” ucap pelatih Choi sengaja mengalihkanya, Woon Gi dan semua pun mulai menyanyikan yel tim angkat besi. 


Sementara Bok Joo hanya terdiam dengan rasa sedihnya, teringat kembali saat Jae Yi yang duduk melihatnya bertanding dengan semua otot dari seorang pengangkat besi dan tidak menarik untuk seorang pria. Bok Joo hanya bisa menangis dikamarnya sendirian.
Joon Hyung datang ke restoran dan melihat banyak tim angkat besi yang sedang makan, lalu ia melihat ditempat duduk Nan Hee dan Sun Ok tak ada Bok Joo. Ia ingin keluar restoran dan mengeluarkan ponselnya, tapi diurungkan niatnya untuk menelp Bok Joo. 

Jae Yi terdiam dalam kamarnya, memikirkan kalau ternyata Bok Joo menyimpan perasaan suka padanya karena itu sengaja untuk datang ke klinik. Teringat kembali saat pertama bertemu dengan berbagi payung dengan Bok Joo yang mengangkat sebuah meja rias.
Bok Joo pun bertanya pertama kali padanya “Apa kau suka Messi?” lalu melihat sikap Bok Joo terlihat gugup ketika memberikan jaketnya agar tak kedinginan. Jae Yi seperti memikirkanya, lalu melihat sebuah pot tangan dengan ucapan selamat ulang tahun dan bisa mengetahui kalau itu hadiah dari Bok Joo. 

Acara TV olahraga akan segera dimulai, Tuan Kim siap-siap merekam dengan ponselnya tapi dikejutkan dengan melihat wajah dilayar ponselnya, Dae Ho mengeluh kakaknya itu mengunakan mode selfie lalu mengubah kameranya, Tuan Kim yang merekam acara pertandingan Bok Joo memuji kalau anaknya itu terlihat cantik , Dae Hoo berkomentar Bok Joo tidak terlalu cantik.Sementara semua tim berkumpul diruang latihan.
“Kalian semua melakukan hal yang bagus kemarin. Kami punya kabar bagus lainnya” ucap Pelatih Yoon menyuruh pelatih Choi untuk memberitahunya.
“Semuanya. Seperti yang kalian tahu, N.S. Ning  mensponsori beberapa tim di sekolah kita. Akhirnya mereka setuju untuk mensponsori kita mulai saat ini.” Ucap Pelatih Choi dengan wajah bahagia.
Semua menjerit bahagia dan Bok Joo hanya tersenyum seperti tak begitu bergairah. Min Young terlihat senang karena mereka akhirnya bisa makan sepuasnya. Pelatih Choi mengatakan mereka tidak akan diperlakukan seperti raja, tapi tidak perlu khawatir lagi soal makanan. Pelatih Yoon memuji semua atlet yang sudah berkerja dengan baik.
“Tapi, jangan bersantai hanya karena kompetisinya sudah berakhir. Sampai semua orang membuat rekor baru, teruslah bekerja keras, Jadi Cepat pergi dan makanlah yang banyak.” Ucap pelatih Yoon, Semua pun bubar. 

Pelatih Choi memanggil Bok Joo memberitahu hanya untuknya,  N.S. sedang memikirkan untuk merekrutnya ke tim official mereka jadi harus melakukan rapat akhir minggu ini dan Sepertinya mereka jadi penggemarnya karena ingin bertemu.
Nan Hee memuji Bok Joo sangat keren, Bok Joo hanya diam saja dengan sedikit senyuman. Sun Ok pikir Bok Joo boleh menunjukkan kalau perasanya senang dan jangan mengkhawatirkan mereka. Bok Joo pun tetap diam seperti memang tak bergairah dengan hidupnya.
“Jangan merasa tidak bersemangat.Mereka akan merekrut yang lainnya juga dan bukan hanya Bok Joo. Bekerja keraslah supaya kau bisa jadi salah satu dari mereka.” Kata pelatih Choi, Keduanya pun mengangguk mengerti dan mengajak untuk makan. 

Bok Joo hanya diam saja di depan makannya, Nan Hee heran melihat Bok Joo yang tak makan dan dari kemarin terlihat lesu. Sun Ok juga menyadarinya dan berpikir kalau Bok Joo sedang sakit atau demam karena kompetisi kemarin. Bok Joo mengaku baik-baik saja.
“Hei... Lihat siapa ini... Ini adalah atlet angkat besi yang ada di berita tadi malam. Bok Joo yang hebat. Bolehkah aku berfoto denganmu?” kata Tae Kwon datang siap dengan ponselnya, Joon Hyung yang melihatnya bisa mengetahui Bok Joo masih sedih.
Sun Ok melarang Tae Kwon tidak boleh mengambil fotonya karena Bok Joo harus menyelesaikan makanannya. Bok Joo pamit pergi merasa  tidak punya selera makan. Joon Hyung pun memberikan nampan makanya pada Tae Kwon untuk bisa menaruh di tempat piring kotor. 

Bok Joo berjalan sambil melamun tanpa sadar sebuah mobil akan lewat didepanya, Joon Hyung datang langsung menariknya sebelum tertabrak mobil, lalu memarahinya agar sadar karena  hampir mendapat kecelakaan. Bok Joo meminta maaf seperti baru menyadarinya.
“Tidak usah minta maaf padaku. Kau harus minta maaf pada tubuhmu.... Kau memenangkan kompetisi nasional. Apa kau tidak tahu kalau tubuhmu berharga?” ucap Joon Hyung, Bok Joo seperti tak peduli memilih untuk pamit pergi.
 “Hei.. Kau belum menyelesaikan makananmu.Bagaimana kau akan mengangkat besi nanti?” kata Joon Hyung lalu menarik Bok Joo pergi. 

Joon Hyung mengeluarkan semua makanan yang dibeli,  karena tak tahu apa yang disukai Bok Joo jadi membeli semuanya dan  bisa memilihnya. Bok Joo mengucapkan terimakasih, dengan meminum susu pisang. Joon Hyung memuji Bok Joo yang ternyata benar-benar hebat.
“Ketika orang-orang memanggilmu seorang bintang, aku tidak percaya pada mereka. Aku dengar kau membuat rekor baru kali ini. Setelah aku melihatmu di berita, aku membanggakanmu pada semua orang.” Kata Joon Hyung bahagia, Bok Joo seperti tetap terlihat tak bersemangat.
“Kenapa kau terlihat sangat murung? Bukankah kau harusnya merasa sangat senang setelah membuat rekor baru? Aku bahkan tidak pernah jadi juara satu, jadi aku merasa rendah diri sekarang.” Ucap Joon Hyung membuka sosis kesukaan Bok Joo
Bok Joo memakan seperti tetap diam saja, Joon Hyung mencoba menghibur dengan menaruh dua sosis di mulutnya seperti seorang Drakula, Bok Joo mengeluh candaan itu sangat kekanak-kanakan. Joon Hyung bisa melihat Bok Joo yang tadi sedikit tertawa.
“Aku akan menunjukkan sesuatu  yang sangat lucu padamu. Ini Meniru Bok Joo, nomor satu.” Kata Joon Hyung mengikuti cara Bok Joo mengancam kaalu bisa  memukul pria.
“Nomor dua, ini kau saat bertingkah sok imut.” Ucap Joon Hyung memajukan bibirnya,
“Nomor tiga... Cara berlarimu.” Kata Joon Hyung mulai berdiri dengan dua tangan seperti ayam yang mengepakan sayapnya berlari mengikuti gaya Bok Joo yang mengantar pesananan ayam goreng.
“Hei... Joon Hyung... Apa hari ini kau tidak sibuk?” ucap Bok Joo seperti tetap tak bersemangat, Joon Hyung hanya bisa menghela nafas karena semua yang dilakukanya gagal

Keduanya pun berjalan bersama, Joon Hyung mengeluh cuacanya sangat dingin dan meminta Bok Joo agar memberikan jaketnya. Bok Joo yang tak ingin adu mulut membuka kancing jaketnya. Joon Hyung panik menyuruh Bok Joo tetap memakainya saja karena hanya bercanda.
“Hei... Semangatlah. Orang-orang mungkin akan berasumsi kalau kau didiskualifikasi, dan itulah alasan kenapa kau murung.” Ucap Joon Hyung memeluk temannya.
“Hey. Aku akan mengganggumu, Apa Kau ingin memukulku?” kata Joon Hyun sengaja mengoda Bok Joo dengan menusuk Lenganya.
“Aku lelah dan mengantuk, jadi akan tidur siang dulu.” Ucap Bok Joo benar-benar tak bersemangat. Joon Hyung pun terlihat pasrah. 

Bok Joo kembali ke kamar, Si Ho baru saja akan pergi mengatakan  sudah melihat bannernya dan memenangkan juara satu, lalu mengucapakan Selamat dan keluar dari kamar. Bok Joo terlihat benar-benar tak bergairah menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur, saat itu ponselnya berdering dan melihat nama Dokter Jung, ia pun buru-buru duduk diatas tempat tidurnya.
“Bok Joo, apa kau punya waktu sebentar?” kata Jae Yi terdengar serius, Bok Joo menjawab “ya” dan meminta agar Jae Yi bicara saja.
“Apa kau di sekolah sekarang? Apa kau sedang latihan?” tanya Jae Yi, Bok Joo mengatakan  sedang istirahat.
“Kalau begitu...bisakah kita bertemu sebentar?” kata Jae Yi, Bok Joo sempat kaget karena Jae Yi memintanya bertemu sekarang. 

Bok Joo datang ke cafe sempat terlihat tegang dan melihat Jae Yi sudah menunggunya. Jae Yi pun menawarkan Bok Joo makan dan ingin memesankanya, lalu terlihat dua cangkir kopi dengan bentuk hati diatasnya.
Jae Yi langsung meminumnya terlihat bentuk hatinya seperti hilang. Bok Joo ingin tahu alasan Jae Yi bertemu dengannya.  Jae Yi mengatakan yang pertama ingin mengucapkan selamat karena sudah memenangkan juara satu. Bok Joo pun mengucapkan Terima kasih.
“Joon Hyung menceramahiku dengan kasar kemarin. Aku sedang berada di daerah situ, jadi hanya mampir untuk menyemangati pertandinganmu. Tapi Aku mungkin seharusnya tidak melakukan itu. Maafkan aku, Bok Joo.Aku harap... tidak menyakiti perasaanmu..” Kata Jae Yi, Bok Joo terlihat sedikit kaget dengan penjelasanya, menjatuhkan sendok dalam gelasnya seperti merasa kalau hatinya tertusuk.
“Kalau dipikir-pikir, sepertinya aku membuat beberapa kesalahan lain meskipun itu bukan maksudku.Aku seharusnya bisa lebih pengertian. Maafkan aku.” Kata Jae Yi, Bok Joo mengaku kalau itu tidak benar sama sekali.
“Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Ini semua salahku. Aku menyukaimu sendirian dan melakukan semua hal bodoh. Maksudku, aku bahkan berbohong padamu. Jadi Ini benar-benar salahku.” Kata Bok Joo
“Tidak... Aku melakukannya untuk tujuan yang baik, tapi itu mungkin bisa jadi suatu kesalah pahaman. Aku lebih tua darimu, jadi seharusnya lebih mengerti. Aku benar-benar minta maaf.” Ucap Jae Yi tak enak hati.
Bok Joo pikir Jae Yi jangan meminta maaf,  Jae Yi mengaku Setiap kali bertemu dengan Bok Joo merasa lebih bersemangat dan senang. Itu mungkin kenapa membuat kesalahan, jadi seharusnya lebih berhati-hati. Bok Joo meminta agar Joon Hyung tak mengatakan hal itu menurutnya tak ada yangs alah dengan berbuat baik pada orang orang lain.


“Dunia ini penuh dengan orang jahatyang memperlakukan orang lain dengan buruk.Aku orangnya impulsif dan suka berubah-ubah. Aku gampang menyukai seseorang dan mudah jatuh cinta pada seseorang Pada selebriti juga seperti itu. Aku akan jatuh cinta pada Song Joong Ki hari ini dan keesokan harinya aku menyukai Kim Soo Hyun. Itu berubah setiap hari. Joon Hyung dan aku baru bertemu akhir-akhir ini, jadi dia mungkin tidak tahu tentang ini. Ketika aku berlatih, aku merasa bosan dan mencari jalan untuk mengalihkan rasa bosanku. Tapi seperti yang kau lihat kemarin, aku akhirnya bisa memenangkan juara satu, jadi aku akan benar-benar fokus pada latihanku mulai dari sekarang.” Ucap Bok Joo panjang lebar menyakinnya, Jae Yi pun bisa mengerti
“Aku sebenarnya harus bertemu seseorang sekarang. Begitu banyak orang ingin bertemu denganku hari ini.Ini rasanya seperti seorang selebriti.” Ungkap Bok Joo berusaha untuk tersenyum. Jae Yi pun mengajak mereka untuk pergi.


Keduanya pun keluar bersama, Jae Yi bertanya Bok Joo akan ke arah mana, Bok Joo menunjuk ke arah depan dan balik bertanya kemana Jae Yi akan pergi. Jae Yi mengatakan akan pergi ke arah yang sama jadi akan mengantarnyanya, Bok Joo langsung meralat kalau harus pergi ke arah yang berlawanan karena harus ke rumah dulu.
“Kalau begitu, hati-hati di jalan... Kau tahu kalau kau benar-benar tidak perlu mengkhawatirkan itu, kan?” ucap Jae Yi, Bok Joo menganguk mengerti dan pamit pergi, saat berjalan wajahnya tak bisa menutupi rasa sedihnya. 

Joon Hyung sedang latihan diruangan bersama dengan teman-teman, Bok Joo terlihat sangat marah langsung memanggil Joon Hyung untuk berbicara sebentar. Joon Hyung melonggo binggung melihat wajah Bok Joo terlihat marah dan keluar dari ruangan. Tae Kwon melihat Bok Joo sangat menyeramkan dan terlihat sangat marah.
“Hei, ada apa? Kau menakutiku.” Ucap Joon Hyung melihat tatapan Bok Joo
“Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau memberitahu Dr. Jung... kalau aku menyukainya? Kau pikir kau siapa? Aku baru bertemu dengannya. Dia bilang merasa bersalah karena dia pikir membuat kesalahan. Dia terus meminta maaf padaku. Apa kau tahu aku merasa seburuk apa... saat aku melihatnya melakukan itu?” ucap Bok Joo marah
“Aku pikir, "Ketika aku menyukai seseorang, dia harus meminta maaf padaku seperti ini." "Aku membuatnya berada di posisi yang canggung karena dia tidak bisa membalas perasaanku” ucap Bok Joo dengan nada tinggi, Joon Hyung merasa kalau itu sedikit berlebihan.
“Kau seharusnya tidak melakukan apapun. Kenapa kau harus membuatku merasa begitu menyedihkan? Kau pikir kau siapa bisa mengatakan padanya bagaimana perasaanku?”teriak Bok Joo, Joon Hyung menegaskan bukan itu maksudnya tapi...
“Baiklah. Aku pergi ke ruang tunggu kemarin. Aku melihatmu menangis dan merasa bersalah. Tapi Hyung muncul tanpa tahu apapun dan membawa bunga, jadi aku menyeretnya keluar dan kehilangan kesabaranku...” kata Joon Hyung menjelaskan
Bok Joo heran karena Joon Hyung bisa  kehilangan kesabarannya dan berpikir kalau menyukai kakanya itu karena  seharusnya tidak melakukan apapun, menurutnya jauh lebih baik sebelumnya dari pada merasa canggung berada di sekitarnya, dengan mengeluh Joon Hyung yang  selalu melakukan sesuatu sesukanya dan pasti menganggapnya lucu.
“Apa kau senang melihatku bertingkah bodoh karena kakakmu?Apa kau pikir aku ini lelucon? ” kata Bok Joo
“Apa Kau pikir aku menutupi kebohonganmu,mencoba membuatmu merasa lebih baik,dan memberitahu kakakku karena aku menganggapmu seperti itu?” ucap Joon Hyung akhirnya marah.
“Aku tidak tahu. Aku tidak bisa membaca pikiranmu.” Kata Bok Joo dengan memalingkan wajahnya.
“Baiklah. Silahkan berpikir sesukamu. Tapi ada apa denganmu? Kenapa kau berjalan kesana-kemari seperti  seorang pecundang setelah jadi juara satu? Apa kau sebegitu merasa malu karena Hyung melihatmu di pertandingan? Kau sudah menghabiskan seluruh waktumu selama ini dengan angkat besi, dan Apa kau merasa malu?” teriak Joon Hyung,
“Ini adalah hal yang berbeda!” teriak Bok Joo dengan menahan tangisnya.
“Kau malu pada angkat besi. Sebagai sesama atlet, aku tadinya berpikir kalau kau sangat keren, tapi aku kecewa sekarang. Siapa yang akan menganggapmu cantik ketika  kau merasa semalu itu pada dirimu sendiri?”kata Joon Hyung lalu beranjak pergi

Tae Kwon melihat temanya yang kembali keruangan loker,  bertanya Ada apa dengan temannya itu karena sepertinya sangat marah. Joon Hyung sedang membuka pintu loker melampiaskan amarahnya dengan memukulnya sangat keras. Tae Kwon sampai terlonjak kaget mendengarnya.
Jae Yi menemui dua pegawai memastikan tidak ada pasien lagi, dan selesaikan sekarang. Pegawai memberitahu Jae Yi kalau salah satu pegawainya  ingin keluar untuk minum jadi meminta agar pergi minum bersama karena  sudah lama tidak pergi minum. Jae Yi setuju mereka bisa minum bersama.

Joon Hyung datang bertanya apakah kakaknya sudah selesai, Jae Yi mengatakan sudah dan akan pergi minum lalu menawarkan untuk bergabung. Joon Hyung meminta maaf pada pegawai Jae  Yi karena perlu menculik kakaknya dari mereka hari ini. Si pegawai melihat tatapan Joon Hyung yang sinis merasa tak masalah karena  bisa pergi minum lain kali. Joon Hyung menyuruh Jae Yi segara ganti baju dan akan menunggu diluar, Jae Yi binggung melihat sikap Joon Hyung tak seperti biasanya. 
Jae Yi melihat adiknya menunggu diluar karena udaranya dingin, Joon Hyung langsung membahas tentang kakaknya yang menemui Bok Joo hari ini. Jae Yi membenarkan dan merasa  mungkin sudah terlalu baik padanya dan seharusnya tidak pergi ke pertandingan itu jadi harus melakukan sesuatu.
“Jadi Apakah itu untuk membuatmu merasa lebih baik?” kata Joon Hyung dengan nada marah, Jae Yi bingung.
“Itulah inti dari yang kau katakan. Bukankah kau meminta maaf padanya untuk membuatmu merasa lebih baik dan tidak terbebani?” kata Joon Hyung

“Tidak, bukan begitu. Kau tahu, aku lebih tua dari kalian. Aku tidak bermaksud seperti itu, tapi ini masih tetap kesalahanku. Aku pikir seharusnya mengatakan padanya kalau aku merasa bersalah. Tapi, kenapa kau bertanya?Apa aku membuat kesalahan lagi?” ucap Jae Yi seperti tak mengerti.
“Ya. Kau membuat kesalahan lagi. Kau pikir bagaimana perasaan Bok Joo ketika nmelihat kau merasa karena perasaannya? Apa kau pikir dia merasa lebih baik setelah melihatmu merasa bersalah? Kenapa kau selalu tidak bisa melihat... kalau perhatianmu pada orang lain bisa menyakiti perasaan mereka? Kau selalu seperti ini.” Ucap Joon Hyung kesal
“Sejak aku pindah ke rumahmu, kau bersikap terlalu perhatian padaku. Bahkan ketika aku merusak benda milikmu, bahkan ketika aku memakai mobilmu tanpa memberitahumu dan membuatnya tergores, kau bahkan tidak marah padaku. Temanku mungkin mengatakan kalau aku memiliki kakak yang hebat.” Ungkap Joon Hyung.
Tapi Joon Hyung merasa kadang membuatnya sedih, seperti mengatakan dalam hati "Aku mengerti. Ini karena aku bukan adik kandungnya. Aku hanyalah orang asing yang diasuh oleh keluarga ini." Jae Yi mencoba menyela tapi Joon Hyung kembali berbicara kalau sudah tahu karena Jae Yi tidak bermaksud seperti itu.

“Pasti sangat sulit untukmu... untuk bisa jadi pengertian dan tetap perhatian. Tapi aku harap kau akan marah padaku, dan kadang-kadang memukulku seperti saudara lainnya. Itulah yang kuharapkan.” Kata Joon Hyung lalu pamit pergi, Jae Yi hanya terdiam seperti tak mengerti dengan yang baru saja terjadi. 

Saatnya menimbang berat badan, Soo Bin terlihat sedikit panik. Pelatih Sung mengeluh bertanya-tanya ada apa dengan semua timnya, apakah mereka  memakan sesuatu bersama kemarin dan bermalas-malasan. Soo Bin hanya bisa tertunduk meminta maaf.
“Tinggallah disini dan berolahraga sampai berat badan kalian semua turun.” Kata Pelatih Sung lalu memanggil atlet selanjutnya, Si Ho pun akan menimbang berat badanya.
“Berat badanmu turun 0,3kg sejak kemarin. Jika kau terus seperti ini, maka kau bisa dengan cepat kembali ke berat lamamu. Turunkan semua berat badanmu sebelum kompetisinya. Pertandingan seleksi sudah dekat. Kau tahu itu, kan?” kata Pelatih Sung, Si Ho mengangguk mengerti dengan senyuman lebar. 

Ki Tae memotong daging steak lalu memberikan pada Si Ho agar menukar piringnya, Si Ho pun mengucapkan terimakasih, Ki Tae bertanya apakah Si Ho bisa memakan semua ini. Si Ho meras bisa memakan semuanya lalu lari 10 putaran dan pergi ke sauna selama 3 jam, dan ketika makan dagingnya seperti merasa mual dan langsung berlari ke toilet.
“Apa kau baik-baik saja? Apa kau terkena gangguan pencernaan? Aku akan pergi membeli obat.” Kata Ki Tae sudah menunggu didepan toilet ketika Si Ho keluar.
“Apa kau tidak merasa kesal? Aku terus mengubah-ubah pendirianku. Kita memesan banyak makanan karena aku bersikeras. Kenapa kau hanya diam dan menerimanya?” ucap Si Ho seperti sengaja membuat Ki Tae jengkel
“ Ini karena aku menyukaimu. Aku sudah menyukaimu... sejak kita masih anak baru. Jadi Aku akan membelikanmu obat.” Kata Ki Tae lalu keluar dari restoran. 

Jae Yi sudah ada didepan apotek milik ibunya, tapi hanya diam dan melamun dalam mobil. Ibunya pun mengetuk jendela bertanya apa yang sedang dilakukan anaknya itu dengan mengejeknya sedang mediasi, Jae Yi tersenyum mengatakan akan segera masuk.
Jae Yi masuk ke dalam kamar Joon Hyung,  melihat foto keluarga mereka yang berjejer melihat sebuah sarung tangan dan bola baseball. Joon Hyung terlihat frutasi berbaring diatas tali pembatas dikolam renang seperti berusaha menenangkan dirinya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Sukaa drama ini ..cm sayang alur romancenya agak lambat, atau romance cm bumbu aja yg dibidik jakkanim nya adalah perjuangannya sbg atlit???

    BalasHapus