Minggu, 11 Desember 2016

Sinopsis Goblin Episode 3 Part 3

PS : All images credit and content copyright : TVN
Kim Shin memasukan beberapa pakaian dalam tasnya, lalu menemukan sesuatu yang masih disimpanya. Sementara Wang Yeo berjalan di jembatan,  wanita yang sebelumnya memberikan bayam pada Eun Tak memanggilnya, menawarkan jepitan rambut yang dijualnya.  Wang Yeo pikir Jepit rambut tidak cocok dengannya.
“Berikan satu untuk pacarmu.” Ucap si wanita, Wang Yeo mengaku  tidak punya pacar.
“Pacar itu bisa datang dan pergi, kau tahu atau tidak.Sekali kau membelinya,  mak itu akan jadi milikmu selamanya. Coba Lihatlah ke cermin.” Ucap Si wanita, Wang Yeo memejamkan matanya dengan pantulan sinar dari cermin lalu melihat sebuah cincin hijau yang menarik matanya.

Saat itu juga Kim Sun datang mengambil cincinnya,  bertanya berapa harganya. Wang Yeo kaget menatap Kim Sun yang mengambilnya lalu tiba-tiba air matanya mengalir. Kim Sun binggung melihat Wang Yeo menangis, lalu ingin memberikan cincinya. Wang Yeo ingin mengambilnya tapi Kim Sun menahanya karena ini tak gratis dan meminta agar memberikan nomor ponselnya.
Wang Yeo mengatakan tak punya ponsel, Kim Sun tak percaya kalau Wang Yeo tak punya ponsel berpikir kalau hidupnya itu miskin. Wang Yeo merasa  tidak butuh ponsel. Kim Sun yakin kalu Wang Yeo hanya mencari alasan untuk tak memberikan nomor ponselnya jadi memutuskan kalau cincin itu miliknya ,Wang Yeo lalu meminta agar Kim Sun yang memberikan nomornya. Serta tinggalkan cincin diatasnya.
Kim Sun pun mengajak agar mereka berkenalan lebih dulu, karena harus mengetahui namanya kalau menelp nanti. Wang Yeo menjabat tangan Kim Sun dan Kim Sun menyebutkan namanya “Sunny”  tapi Wang Yeo menyebut namanya Sun Hee. Kim Sun pasrah kalau memang Wang Yeo ingin memanggilnya seperti itu karena itu juga nama samaran.
Si wanita itu bertanya mau bayar kartu kredit atau uang tunai, dan siaap yang akan membayar cincinya. Keduanya saling menatap terlihat dicermin kalau si wanita adalah Nenek yang pernah berbicara dengan Eun Tak sebelumnya.
“Tidak peduli siapa yang bayar.Kalian berdua akan membayar dengan harga yang mahal juga.” Ucap si nenek seperti penuh dendam. 
Kim Shin membuka sesuatu yang masih disimpanya, gambar wajah ratu yang dulu bersama dengan raja.
Flash Back
Kim Shin datang ke sebuah tempat dengan sudah terbaring seseorang diatas tempat tidur, merasa kalau dirinya pasti  terlambat, lalu mengambil sebuah gambar ratu sambil menangis. Saat meninggalkan tempat tersebut, Kim Shin membakar seluruh ruangan.
“Aku..baik-baik saja.Kalau ini adalah akhir,maka mungkin ini adalah takdirku. Kau harus pergi, Jangan berhenti.Melangkahlah menuju Yang Mulia.” Ucap ratu, terlihat raja sangat marah.
Kim Shin menatap sedih dengan gambar ribuan tahun lalu yang masih disimpanya. 

Eun Tak membersihkan kaca jendela, disampingnya ada hantu yang terus mengodanya. Si hantu mendengar kalau Eun Tak ternyata bukan pengantinnya goblin jadi mengajak untuk ikut bersama, Eun Tak hanya diam saja. Si hantu mengaku membenci Eun Tak karena mengambaikanya, dan ia akan bicara terus dan ingin tahu sampai kapan bertahan.
“Aku akan mengacaukan orang-orang di sekitarmu. Aku akan membunuh wanita itu dulu.” Ucap si hantu menunjuk ke arah Kim Sun, Tiba-tiba Kim Sun yang sedang minum langsung berteriak marah dengan mengumpat, Si hantu pun terlihat ketakutan.
“Aku harusnya membunuhnya saja.”kata Kim Sun, Si hantu bunggung karena melihat Kim Sun malah sangat menakutkan.

Eun Tak akhirnya mendekat bertanya ada apa. Kim Sun ingin tahu pendapat Eun Tak apakah ia tidak cantik dan sudah pernah mengalami ini semua tapi pria itu tidak menghubunginya dan bertanya-tanya kenapa Wang Yeo sampai sekarang belum menelpnya.Kim Sun mengerti yang dimaksud adalah pria cincin itu dan meminta agar tenang.
“Aku tidak bisa tenang. Dia adalah pria paling tampan yang pernah kulihat. Apa kau tidak bisa melihat kerja kerasku? Aku meminumnya setiap hari untuk kulitku. Kenapa dia belum menelponku juga?” ucap Kim Sun sudah meminum botol air mineral.
“Pria tampan memang selalu bikin susah. Lupakan saja dia.” Kata Eun Tak, Kim Shin pikir itu tak mungkin
“Hanya dia pria yang kutemui yang tidak bijak sama sekali, Cincinnya juga sangat cantik. Itu harusnya jadi milikku.” Kata Kim Sun menatap jarinya yang seharusnya sudah memakain cincin tersebut. 

Wang Yeo melihat kertas yang berisi nomor telp dan sebuah cap bibir dibagian bawah.
Flash Back
Kim Sun bertanya apakah Wang Yeo punya pulpen, Wang Yeo mengelengkan kepala dan meminta agar mengatakan saja nomor telpnya.  Kim Sun mengejek kalau Wang Yeo bisa mengingat lalu mengeluarkan pensil alisnya dan menuliskan nomor telp, lalu memberikan setuhan terakhir adalah ciuman.
Wang Yeo seperti masih ragu untuk menelp Kim Sun, lalu memilih untuk menyimpanya 

Eun Tak pulang kerumah binggung melihat semua barang dikeluarkan dari rumah, bertanya apakah keluarganya akan pindah. Si Bibi malah balik bertanya apakah Bibi Eun Tak itu tak bisa dihubungi karena sudah menjual rumahnya, dan Besok ada orang baru yang akan pindah.
“Mereka tidak membersihkannya, jadi aku harus bersusah payah begini.” Kata Si bibi mengeluh kesal
“Apa tempat ini mau disewakan? Lalu Apa yang harus kulakukan?” ucap Eun Tak binggung, Si bibi pikir lebih baik tanya pada bibinya saja bukan bertanya padanya.
“Dia yang mengambil semua uang depositnya. Kalau kau butuh sesuatu ambillah.” Kata Si bibi

Eun Tak membawa sebuah tas dan juga ranselnya, duduk di taman dengan membawa sebuah bunga kering, Teringat kembali saat Kim Shin memberikan di pingir laut, dengan menyebutnya "Kekasih." Kelopak bunga yang kering terbawa oleh angin, Eun Tak mengambil beberapa yang tertinggal di tangkai lalu menyelipkan dalam buku. Setelah itu pergi ke stasiun bawah tanah untuk menaruh tasnya. 

Eun Tak kembali menghadap pada gurunya, sang guru menyuruh agar mengosongkan tas dan juga saku bajunya. Eun Tak binggung, lalu mengeluarkan isi tasnya. Si Guru melihat Eun Tak membawa semua yang bisa terbakar dengan banyak korek didalamnya dan menanyakan dimana rokoknya itu.
“Tidak. Aku sebenarnya punya alasan dan aku tidak merokok.” Ucap Eun Tak
“Anak-anak lain bilang mereka melihatmu merokok. Jangan mempersulit.” Kata Gurunya sinis dan meminta mengulurkan tanganya. Eun Tak pun menurut dan guru mulai mencium tanganya.
“Wahh... Kau sangat teliti... Ternyata anak-anak yang pintar itu mengerikan.” Ucap gurunya yang tak percaya pada Eun Tak karena pastis sudah mencuci tangan agar tak bau rokok
“Eun Tak... Aku takut kalau anak-anak sepertimu pintar juga di sekolah. Kau bersikap sok baik dan membuat kami merasa bersalah padamu. Bagaimanapun juga , semua hanya pura-pura kan. Orang sepertimulah yang mengotori lingkungan kita. Makanya banyak orang baik selalu diperlakukan tidak adil. Apa Mengerti?” ucap gurunya sinis, Eun Tak hanya diam menahan tangisnya, didepan pintu sedari tadi teman Eun Tak tersenyum licik melihat Eun Tak akhirnya kena marah guru. 


Wang Yeo membuka kaleng bir dan pelahan mengelap pinggir kaleng, tiba-tiba kaleng pun melayang ke tangan Kim Shin dengan mengucapkan terimakasih karena sudah membukanya,  lalu bertanya kenapa mendadak minum. Wang Yeo balik bertanya pada Kim Shin yang juga ingin minum.
“Tidak ada kata mendadak untuk minum. Selalu lebih baik kalau punya lebih banyak minuman, wanita dan daging.” Ucap Kim Shin mengambil kembali kaleng bir dalam kulkas.
“Aku cukup terpandang saat jadi jenderal dulu. Kalau dulu, kau pasti tidak akan berani bicara padaku.” Kata Kim Shin,
“Hei..., kau kan tidak tahu siapa aku sebelumya.” Balas Wang Yeo, Kim Shin pun bertanya memang siapa sebenarnya Wang Yeo. Wang Yeo ingin memberitahu tapi Kim Shin berpikir kalau Wang Yeo itu raja.
“Apa kau sudah selesai berkemas?” ucap Wang Yeo tak ingin membahasnya, Kim Shin  pikir tidak punya banyak barang untuk dikemas.Wang Yeo berpesan agar menikmati perjalannya nanti.
“Aku akan menelponmu.” Kata Kim Shin, Wang Yeo mengatakan tidak punya ponsel. Maka dari itu Kim Shin sengaja mengatakan karena pasti tak akan menelpnya. Keduanya pun akhirnya minum berkaleng-kaleng bir. 

Kim Shin mondar mandir masuk dan keluar pintu, Wang Yeo kesal merasa sangat menganggu, dan berpikir kalau sekaleng bir cukup membuatnya seperti orang gila. Kim Shin mengaku kalau tak tahu siapa orang itu,  karena dia tidak akan memanggilnya. Wang Yeo binggung siapa yang dimaksud.
“Dia tidak akan memanggilku, jadi aku tidak akan bisa menemukannya. Aku memang bukan Tuhan, tapi tidak ada yang tak bisa kulakukan.Aku tidak bisa menemukan gadis ituSemua yang kumiliki tidak ada gunanya bagiku” ucap Kim Shin sedih
“Itu adalah kebenarannya. Kekuatanmu hanya berguna untuk kenikmatan dirimu sendiri. Lalu Bagaimana kau bisa menemukannya sebelumnya?” kata Wang Yeo, Kim Shin mengatakan kalau bertemu begitu saja.
Wang Yeo menyuruh menelp tapi Kim Shin tak memiliki nomor ponselnya,  dan seharunya tidak menghubunginya lagi. Akhirnya keluar rumah dengan membawa payung, Wang Yeo bisa melihat bayangan Kim Shin hilang dan yakin kalau  sudah menemukannya.

Eun Tak sudah ada di pinggir laut berbicara pada ibunya,  dengan menanyakan kabarnya dan apakah beristirahat dengan damai.
“Ibu..  Bagaimana di sana? Apa lebih baik daripada di sini? Ibu, aku.. Aku tidak baik-baik saja. Tidak ada yang bertanya keadaanku. Dan Lagi.... Aku lelah dengan semuanya. Hidupku selalu dipenuhi hujan.. ” Ucap Eun Tak sambil menangis.
Tiba-tiba hujan turun sangat deras, Eun Tak membalikan badan melihat Kim Shin datang dengan membawa sebuah payungdan mengaku kalau merasa putus asa. Eun Tak pun berteduh dibawah payung Kim Shin dan Kim Shin memberitahu kalau Hujannya akan segera berhenti. Eun Tak bertanya apakah selalu turun hujan kalau sedang sedih, Kim Shin membenarkan.
“Seberapa sedih kau sampai bisa membuat badai begini?” tanya Eun Tak
“Itu bukan aku, planetnya yang membuat.”kata Kim Shin lalu menanyakan kabarnya, Eun Tak melihat hujan berhenti. Kim Shin mengaku perasaanya sekarang sudah baikan.
“Aku tidak memanggilmu kali ini.” Ucap Eun Tak,  Kim Shin tahu kalau Eun tak memang tak memanggilnya, karena ia pun sedang sibuk  Melakukan banyak hal.
“Ini tidak baik.Kapanpun hujan turun, sepertinya kau akan merasa sedih mulai sekarang.Aku kan tidak punya seseorang untuk bersandar.Aku harus mencemaskanmu juga.” Ucap Eun Tak
Kim Shin bertanya apakah Eun Tak tak kedinginan dan apa yang dilakukan di pinggir laut,  Eun Tak mengaku kalau ia tidak bahagia dan menganggapnya seperti flu. Kim Shin tak mengerti maksudnya. Eun Ta menjelaskan tentang Ketidakbahagiaannya yang selalu kembali  pada saat sudah melupakannya dan saat waktunya tiba maka  akan terkena flu seperti sebuah ketidakbahagiaan itu datang lagi .
“Kau tidak bermaksud khusus, kan?” ucap Kim Shin seperti tak enak hati. Eun Tak malah sengaja mengejeknya dengan merasa kalau Kim Shin pasti merasa cangung, Kim  Shin meminta agar tak mengatakan hal itu karena itu yang paling dibenci.
“Aku memilih kata yang salah kalau begitu.” Ucap Eun Tak tertawa bahagia karena melihat Kim Shin ada didekatnya. Kim Shin menyuruh Eun Tak  melanjutkan ceritanya.
“ Itu akan membuatmu menghapus air mata kepedihan.” Kata Eun Tak, Kim Shin mengatakan akan mencoba menahannya.
“Apa kau sudah dengar cerita ? Manusia punya 4 kehidupan. Kehidupan menanam benih, kehidupan menyiram benih, kehidupan memanen, dan kehidupan menikmati hasil panen.” Kata Eun Tak

“Bagaimana kau bisa tahu itu? Itu yang dikatakan malaikat maut pada orang yang sudah mati.” Ucap Kim Shin
“Aku sudah menjadi pengantin goblin selama 19 tahun. Aku sudah mendengar banyak cerita dari para hantu. Kukira ini tidak adil. Kenapa aku tidak bisa.. memanen dalam hidupku? Bahkan Tidak ada perkembangan.” Cerita Eun Tak
Kim Shin mengaku turut berduka. Eun Tak mengeluh komentarnya sangat formal. Kim Shin pun bertanya apa yang harus dilakukanya. Eun Tak pikir Masih banyak pilihan yaitu bisa saja menepuk bahunya, mengusap rambutnya, atau memberika uang 500ribu won.  Kim Shin mengeluh lalu menanyakan tanganya.

Eun Tak mengaku kalau tangan harus beristirahat karena bekerja  paruh waktu terlalu keras jadi akan menyimpanya nanti,   karena siapa tahu ada yang butuh bantuan tangannya. Kim Shin bertanya seperti apa maksudnya. Eun Tak tak ingin membahasnya lalu memberikan daun maple yang sudah dilaminating sebagai hadiah pada Kim Shin.
Kim Shin melihat kalau itu cantik, Eun Tak tersenyum mendengarnya. Kim Shin tiba-tiba menepuk rambut Eun Tak perlahan. Eun Tak binggung apa yang dilakukanya. Kim Shin mengaku sedang mengusap rambutnya dan itu adalah ucapan selamat tinggal karena akan pergi besok.Saat itu hujan turun kembali dan terlihat hanya disekitar keduanya saja.

Kim Shin dan Wang Yeo duduk berjauhan disofa. Wang Yeo bertanya apakah sudah mengemasi barangnya. Kim Shin mengeluh karena Wang Yeo sudah menanyakan hal itu.  Wang Yeo mengaku hanya mau mengingatkan dirinya saja karena membuatnya senang, lalu menndengar suara dan memberitahu kalau Kim Shin menerima pesan. Kim Shin memberitahu kalau itu bunyi bel.
“Itu adalah deringan pertama kali dalam 60 tahun.” Ucap Kim Shin, keduanya tiba-tiba tersadar dan kaget dengan wajah ketakutan.
“Kau harus memotongnya dan ini membuatku takut, cepat lihat dari balik dinding” kata Kim Shin, Wang Yeo mengaku tak bisa melakukanya.
“Malaikat maut macam apa yang tidak bisa melihat menembus tembok?” keluh Kim Shin, Wang Yeo membalas kalau Kim Shin yang harus melakukanya, Bunyi bel terus berdering. 

Wang Yeo akhirnya membuka pintu dan terlihat Eun Tak berdiri didepanya. Eun Tak kaget dengan bertanya apakah ini rumah Goblin. Wang Yeo mengaku kalau ini rumahnya dan ke  apa yang cari dari depan rumahnya dan berpikir kalau memang ingin membuat janji. Eun Tak yang ketakutan merasa salah alamat dan akan pergi, tapi malah menabrak seseorang.  Kim Shin sengaja menutupi wajahnya dengan bajunya, lalu menyuruh Wang Yeo masuk kedalam rumah.
“Kenapa kau di sini? Bagaimana kau menemukan tempat ini?”  tanya Kim Shin
“Aku tanya pada hantu-hantu dimana goblin tinggal. Lalu Apa yang dia lakukan di sini?” bisik Eun Tak menunjuk pada Wang Yeo
“ Letupan cintamu masih berlangsung. Aku harap kau dapat akhir yang bahagia. Aku merasa tidak nyaman.” Sindir Wang Yeo lalu masuk ke dalam rumah. 

Eun Tak bertanya apakah Kim Shin tinggal bersamanya, Kim Shin mengatakan hanya sampai hari ini saja dan menanyakan alasan Eun Tak datang kerumahnya. Eun Tak mengatakan aklau Untuk mengatakan sesuatu yang tidak bisa dikatakan tadi, kalau Kim Shin bertanya apakah melihat sesuatu.
“Lalu Bagaimana kalau aku melihatnya?”  tanya Eun Tak, Kim Shin pikir kenapa harus bertanya karena Eun Tak tak melihatnya.
“Siapa bilang aku tidak lihat? Satu, kalau aku melihatnya apa kita akan langsung menikah? Dua, kalau aku melihatnya, bisakah kau pinjamkan aku uang 500ribu won? Tiga, kalau aku melihat, apakah kau akan tetap di sini?” ucap Eun Tak meminta agar Kim Shin jangan pergi dan tetap ada Korea.
Kim Shin hanya bisa diam, Eun Tak merasa kalau itu jawaban tidak bisa. Kim Shim tak percaya kalau Eun Tak benar bisa melihatnya dan meminta agar membuktinya. Eun tak ingin jawaban dulu memilih satu dari tiga pilihan, Kim Shin yakin Eun Tak itu tidak bisa melihatnya. Eun Tak menegaskan kalau bisa melihatnya dan menunjuk ke bagian dada yang tertusuk pedang. Kim Shin kaget mendengarnya.
bersambung ke episode 4 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Gk nyangka goblin kalo takut "naik kursi macam kita juga yah....hahaha.LDW sama gong yo
    ...bromancenya sesuatu bgt..


    Kamsahamnida bak diyah...

    BalasHapus
  2. Kok kepikiran kalo LDW ini reinkarnasi si ratu yah :D

    BalasHapus