Selasa, 23 Mei 2017

Sinopsis Fight My Way Episode 1 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Chan Soo bertanya-tanya kalau memang bukan pacar atau hanya teman apa lagi selain itu. Ae Ra ingin membisikan sesuatu. Dong Man yang berjalan dibelakang mengeluh omong kosong apa yang akan dikatakan sekarang Ae Ra itu.
“Dia menyukaiku” ucap Ae Ra. Chan Soo yang mendengarnya menyuruh Ae Ra tak perlu berbohong.
“Apa kau menolaknya? Dia tampan dan seorang dokter. Aku melihat jas putihnya.” Kata Chan Soo melihat pria yang mengunakan jas putih adalah dokter.  Ae Ra hanya tersenyum melihat temanya yang dianggap dokter dengan jas putih.
“Kau tidak kencan dengan dia kan?” ucap Chan Soo seperti ingin mengambil Dong Man.
“Kuingatkan lagi. aku peduli tentang penampilan mereka. Wajahnya cukup tampan... Aku rasa dia terlihat biasa saja” ucap Ae Ra
“Tidak mungkin. Lalu, pacarmu yang pengangguran itu ...” ejek Chan Soo. Ae Ra mengaku pacarnya yang terbaik dan yang membuatnya jadi gila.
“Ketika aku melihat dia, semua kelelahanku hilang. Ketika kau pacaran dengan seorang pria, bukankah itu yang paling penting.” Ungkap Ae Ra bangga. 

Dong Man duduk direstoran dengan wajah bahagia bernyanyi “Sudah lama aku tidak makan daging sapi. Daging, daging.” Tiga pria yang duduk disampingnya menatap heran seperti orang norak yang tak pernah makan daging. Dong Man pun meminta Ae Ra agar pindah tempat duduk dengan alasan kalau Matahari terlalu terang. Akhirnya Ae Ra pun pindah tempat duduk dan melihat Chan Soo melihat mereka dari luar restoran.
“Hei, bisakah kau mengelus kepalaku atau rambut ku? Ketika kau menonton drama, Seorang pria mengelus kepala wanita itu.. lakukan itu untukku” ucap Ae Ra. Dong Man langsung menolak tegas.
“Jika kau ingin matamu rusak, lakukan cepat!.” Ancam Ae Ra.
“Dasar. Kau sangat kotor dan kejam” keluh Dong Man akhirnya memegang kepala Ae Ra dengan jijik. Chan Soon yang melihatnya terlihat sangat kesal karena Dong Man memegang kepala Ae Ra seperti memang benar-benar menyukainya.
“Hei.. Apa kau tidak mencuci rambutmu? Kenapa kau menyuruhku mengelus kepalamu?” keluh Dong Man malah membuat rambut Ae Ra berantakan karena ditarik olehnya.
“Kubilang elus kepalaku bukannya menjambak rambutku” ucap Ae Ra kesal. 


Ae Ra lalu bertanya apakah tinggi Dong Man itu sekitar 185cm. Dong Man mengaku 185.6cm. Pelayan datang menanyakan pesanan. Ae Ra memesan 3 porsi iga sapi. Dong Man yang mendengar pesanan berpikir kalau pacar AeRa baru saja lulus ujian. Ae Ra pun memesan juga pesan bir dan Soju. Dong Man yang mendengarnya yakin kalau hasilnya gagal. Ae Ra membenarkan.
“Aku akan memanjakan diriku dan bekerja selamanya. Jika ia tidak lulus ujian, aku harus pensiun.” Ucap Ae Ra
“Aigoo, Dia sangat brengsek. Kenapa dia tidak membayar kembali depositmu?” kata Dong Man kesal

“Yah ... Dia akan mengembalikannya, pacarnya sudah varises di usianya .dan berdiri sepanjang hari di tempat kerja untuk mendukungnya secara finansial.” Ungkap Ae Ra sedih
“Dia pasti tidak waras” ucap Dong Man dongkol. Ae Ra membela pacarnya agar  Jangan sembarangan bicara tentang Moo Ki
“Jika dia orang yang baik, dia akan bekerja dengan fisiknya”kata Dong Man
“ Aku tidak akan membiarkan dia melakukan itu.” Ucap Ae Ra. Dong Man pun mengejek Ae Ra itu wanita yang baik hati.
“Pergilah, aku tidak jadi mentraktirmu” kata Ae Ra kesal. Dong Man pun hanya diam saja.

Ae Ra melihat sebuah sepeda dengan tatapan sangat teliti dan detail, seorang pegawai menyurh Ae Ra agar Jangan berlebihan menatapnya dan bertanya apakah mau membelinya. Ae Ra meminta diskon lagi. Si pegawai memberitahu kalau sudah memberikan diskon 50% jadi tak mungkin bisa memberikan lagi.
Akhirnya Ae Ra pun menuntun sepeda yang baru dengan memiliki 8 gigi, sampai ke halte bus.  Saat bus datang ia pun mengantri menaikinya, sopir bus yang melihat Ae Ra membawa sepeda menyuruhnya agar menaiki taksi saja.
 Ae Ra pun sampai di depan sebuah kamar kost lalu mencoba menelp tapi ponselnya tak aktif. Saat itu seorang pria keluar dengan wajah kaget melihat Ae Ra, lalu memastikan kalau itu Kamar 208. Ae Ra mengangguk dan pria itu langsung berlari masuk ke dalam kost. Ae Ra binggung melihat si pria dengan tingkah yang aneh.
Si pria terbirit-birit masuk ke ruang makan menyuruh agar mereka menaruh lobak dikamar 208, semua pun bergegas dan mengendor kamar Moo Ki agar membersihkan semuanya.
Ketika Ae Ra masuk, Moo Ki baru keluar dari kamar terkejut melihat pacarnya datang dan bertanya kenapa datang. Ae Ra mengeluh Moo Ki yang tak mengangkat telpnya. Moo Ki mengaku kalau sedang tidur. Ae Ra tak percaya Moo Ki bisa tidur dengan kegagalan kesekian kalinya.
“Jangan hanya berdiri di sana. Ambil ini.”ucap Ae Ra memberikan sepedanya. Moo Ki binggung sepeda apa yang diberikan.
“Aku pikir kau mau keliling ke kesana kemari.Jangan bilang kau bakal naik sepeda rongsokanmu itu dan Jangan membuatku jadi janda.”kata Ae Ra
“ Benar... Kau tidak perlu membelikannya, Giginya hanya ada delapan” kata Moo Ki seperti kecewa tapi merasa senang diberikan oleh pacarnya, lalu membawanya.
“Kenapa celanamu terbalik?” ucap Ae Ra melihat Moo Ki mengunakan celana traning terbalik. Keringat Moo Ki seperti butiran jagung karena panik.
“ Kau bilang kau tertidur, Yahh.. Lakukanlah semua hal dengan benar, oke?” ucap Ae Ra seperti bisa mengerti. Moo Ki pun bisa bernafas lega. 



Saat pergi ke meja makan Ae Ra melihat Ahjumma dari lobak dan Barley beras dan menyapanya, beberapa anak pun sedang makan bersama. A Ra pun bertanya apa menu masakan si bibi hari ini. Si bibi mengaku kalau sedang berusaha untuk mencari nafkah.
“Apa kau membawa seluruh piringnya untuk mereka? Kau tidak akan mendapat keuntungan jika kau memberikan mereka banyak hal. Bagaimana bisnismu? Dan kimchi lobakmu yang terbaik.” Kata Ae Ra lalu ingin mencobanya.
“Tidak... Jangan.. Kau bisa merusak pakaianmu. Jangan gunakan tanganmu.” Ucap Si bibi memberikan sumpit dengan tangan gemetar.
“Kenapa tanganmu gemetaran?” tanya Ae Ra. Si bibi pikir karena berhenti merokok.
Ae Ra lalu melihat kebagian ikat rambut dan itu bergambar mickey mouse,dan yakin itu miliknya. Moo Ki di ujung dapur mulai panik begitu juga si bibi.
“Tapi Kenapa celana Moo Ki seperti 1 set dengan pakaianmu?” kata Ae Ra curiga dan mulai mencium jaket yang digunakan si bibi lalu mengetahui bau  Menthol yaitu bau rokok Moo Ki.


Moo Ki berusaha untuk kabur tapi Ae Ra bisa menahan dan memberikan pelajaran. Sampai akhirnya keadaan ruangan makan berubah berantakan dengan semua makanan yang berceceran. Moo Ki membersihkan makana yang jatuh dengan wajah dan pakaian yang terkena lemparan makanana.
“Moo Ki. Kau memberiku tas ini tahun lalu dan mengatakan ... kita akan menikah” ucap Ae Ra dengan mata berkaca-kaca
“Benar, Tapi... Aku selalu gagal.” Ucap Moo Ki. Ae Ra mengaku kalau tas yang diberikan Moo Ki adalah tas bermerek pertama yang dimilikinya.
“Aku berteriak denganmu saat kau membelinya dan memarahimu karena membuang-buang uang. Setelah kupikir-pikir. Kau membelinya dengan uang saku dan tabunganmu, hatiku sangat sakit. Aku merasa sangat bersyukur dan mempercayaimu” ungkap Ae Ra merasa kecewa.

“Maafkan aku, Ae Ra.” Kata Moo Ki tak bisa berkata-kata lagi.
“Aku tahu kau tidak punya perasaan. Jika kau gagal lagi kali ini, Aku orang pertama yang akan menyuruhmu menyerah. Jika kau gagal lagi, Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan denganmu” kata Ae Ra. Si bibi menyuruh Moo Ki agar berlutut pada Ae Ra.
“Apa kau tahu berapa banyak aku dibayar bekerja di meja informasi? Karena aku membayar depositmu dan memberimu uang saku, Apa kau pikir aku dibayar jutaan? Apa kau pikir aku tidak punya mimpi? Apa kau pikir itu sebabnya aku mendukungmu?” ucap Ae Ra marah
“Aku sangat menyesal dan meminta maaf” kata Moo Ki
Ae Ra merasa Moo Ki itu bodoh, karena seharusnya selingkuh dengan seseorang yang lebih muda .atau seseorang yang benar-benar kaya, dan itu tak akan membuatnya keberatan. Tapi ia melihat si bibi yang sudah tua dan hanya seorang pemilik restoran kecil. Si Bibi mengak kalau Sebenarnya, itu tidak kecil.

Ae Ra hanya bisa melonggo melihat sebuah restoran Lobak Kimchi dan Barley Beras dengan cukup besar dan ada antrian. Si bibi dengan rendah hati kalau restoranya itu tidak kecil.
“Dia bukan masak di sebuah restoran kecil tapi memiliki pelanggan yang mengantri karena sebuah acara televisi. Dia ratu lobak kimchi dan Moo Ki tidak bodoh sama sekali.” Ucap Ae Ra
Saat itu ada sebuah spanduk “Bepergian ke seluruh Korea dan Lobak Kimchi dan Barley Beras. Moo Ki keluar dengan pakaian lengkap dan juga sepeda. Si bibi menghampiri dengan memastikan kalau sudah mengemas semuanya. Moo Ki mengangguk akan pergi.
“Aku sudah memesan semua akomodasi, jadi kau harus pergi.” Ucap Si Bibi. Moo Ki merasa kalau  Sepeda itu sudah cukup jadi tidak perlu meminjamkan mobilnya.
“Tidak masalah. mobil itu tidak penting karena Kaulah yang lebih penting.” Kata si bibi mengoda.
Ae Ra sedari tadi hanya melihat keduanya lalu berpikir kalau sepeda yang dibawa pacarnya itu Punya 18- gigi, Moo Ki memberitahu sepeda itu memiliki 28- gigi. Si Bibi mendekati Ae Ra yang terlihat menahan amarah.

“Aku sudah lama ingin memberikan ini kepadamu. Ini deposit untuk kamar Moo Ki. Aku sudah menambahkan 300 dolar” kata Si Bibi. Ae Ra terlihat kesal karena itu dianggap bayaran sebagai kompensasinya. Moo Ki pun meminta agar Ae Ra menerimanya saja.
“Apa kau perlu tumpangan? Kau harus membawa sepeda dan itu berat.” Ucap Moo Ki. Si bibi pun juga setuju.
Tiba-tiba Ae Ra mendekat seperti ingin membalas dendam dengan menarik rambut Si bibi, tapi tanganya menarik ikat mickey mouse miliknya. Si bibi merasa kalau Ae Ra bisa mengatakan saja dari pada membuat takut. Ae Ra dengan kesal berteriak memanggil taksi untuk pulang dengan amplop ditanganya. 
Moo Ki dan si bibi ingin naik mobil lalu melihat sesuatu didepanya. Sopir taksi berusaha memasukan sepeda ke dalam bagasi tapi tak muat dan menyuruh agar Ae Ra lebih baik naik truk saja dengan sepedanya. Ae Ra hanya bisa menghela nafas panjang. Sopir taksi pikir Ae Ra bisa naik sepeda sampai ke rumah. Ae Ra mengaku tidak tahu cara naik sepeda.

Seorang pria sedang memotong hati sapi dalam truk makanan. Dong Man datang mengatakan kalau ingin makan sundae bukan hati. Pelatih Hwang mengatakan kalau Dong Man harus makan makanan yang be-protein untuk ototnya dan  Jangan yang berkarbohidrat
“Itu bukan protein. Ini cuma lemak.” Ucap Dong Man ketus. Pelatih Hwang kesal dengan sikap Dong Man.
“Mantan pelatih, selamanya tetap pelatih. Mantan seniman bela diri, tetaplah seniman bela diri. Sebuah persaingan akan tetap berbentuk kompetisi jika kau ingin kembali” kata Pelatih Hwang
“Siapa bilang aku mau kembali lagi?” kata Dong Man seperti tak ingin jadi atlet.
“Biarkan bertanya sesuatu Kenapa kau terus datang ke sini?” tanya Dong Man. Pelatih Hwang mengaku kalau untuk menjual sondae. 

“Apa masuk akal kau bekerja disini..mengganggu orang saja” keluh Dong Man
“Ini David vs Goliat. Aku pelatih yang melatih, Pria dengan tinggi 185.6cm, dengan Berat 64kg” kata Pelatih Hwang
Dong Man memperingatkan Jika mencoba untuk mengajaknya kembali, lebih baik menyerahlah, karena tidak pernah melakukan taekwondo lagi. Ia bahkan akan segera berumur 30 jadi tidak bisa membuat tim nasional. Pelatih Hwang mengatakan kalau ini bukan masalah  tentang taekwondo?
“Choo Sung Hoon lahir tahun 1975. Dalam dunia bela diri, kau masih muda. Apa Kau akan membuang-buang bakatmu? Apa kakimu tidak gatal untuk menendang? Kau orang pertama di Korea yang punya tendangan super. Apa kau tidak mau menghajar orang-orang yang lebih buruk daripada kau di sana?” ucap Pelatih Hwang

“Aku tidak akan melakukan olahraga apapun lagi. Nomor 1, tendangan bangsal lokomotif meninggal November 3, 2007. Jadi biarkan aku sendiri. Biarkan aku hidup.” tegas Dong Man seperti sangat marah.
“Apa Kau masih tidak bisa melupakannya? Jadi Lupakanlah sekarang.” Ucap Pelatih Hwang dengan wajah memelas.
“ Aku tidak akan melakukan olahraga lagi. Olahraga tidak pernah membuatku bahagia. Setiap hari terasa memalukan dan menjijikkan. Aku tidak akan pernah melakukannya lagi. Tak pernah!”  tegas Dong Man melakukan sesuatu yang disukainya. Dong Man hanya diam saja. Pelatih Hwang memberikan sebungkus makanan lalu menyuruh Dong Man pergi. Dong Man pun pergi dengan wajah penuh amarah. 

Akhirnya dua sepeda ada diatas mobil. Moo Ki menanyakan apakah Ae Ra sudah tertidur. Si bibi melirik dan melihat Ae Ra sudah tertidur adn lebih baik abaikan saja. Ae Ra dengan memejamkan mata bisa melihat keduanya yang duduk didepannya.
“Aku sangat terhina dan merasa tersakiti” ungkap Ae Ra kesal .Sementara di radio terdengar berita  boyband BSS menggelar konser tadi malam dan puluhan ribu orang berdatangan.
“Kenapa aku... sangat menyedihkan bahkan setelah perpisahanku ini?” gumam Ae Ra.
Di radio memberitahu kalau ada sebuah berita sedih.”Park Hye Ran, yang telah pensiun akan menikah, setelah mengumumkan pernikahannya yang berakhir setelah tiga tahun lalu.”
Dong Man berdiri di pinggir jalan dengan tatapan kosong, sepasang pria dan wanita membahas tentang gosip Park Hye Ran yang selalu menikah dengan keluarga konglomerat mereka pun ingin tahu apa yang terjadi. Saat itu lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Dong Man yang melamun hanya diam saja.
Ae Ra yang mendengar berita ingin melihat dari ponsel si bibi, keduanya pun saling tarik menarik. Moo Ki ingin merelainya sampai akhirnya si bibi berteriak melihat ada orang menyeberang didepan mereka. Dong Man kaget karena baru menyeberang di detik terakhir dan jatuh tersungkur. 


Moo Ki mengerem mendadakan lalu memegang perut si bibi untuk memastikan baik-baik saja. Ae Ra melihat tangan Moo Ki merasakan sesuatu. Akhirnya si bibi dan Moo Ki turun dari mobil melihat Dong Man yang hampir tertabrak.
“Apa kau tidak melihat lampu merah?” ucap Si Bibi melihat keduanya. Dong Man melihat Moo Ki ternyata yang ikut turun.
“Apa kau di sini untuk melihat Ae Ra? Apa kau membeli mobil baru? Dengan uang apa?” kata Dong Man. Moo Ki terlihat binggung. Si bibi pun menanyakan apakah Moo Ki mengenalnya. Moo Ki pun mengangguk.
“Apa kau kau baik-baik saja? Apa aku menabrak mu dengan keras?” tanya Moo Ki. Dong Man mengaku baik-baik saja dantidak menabraknya. 

Ae Ra turun dari mobil menyuruh Dong Man segera Hubungi perusahaan asuransi dan meminta ganti rugi. Dong Man kaget melihat Ae Ra ternyata bersama dengan Moo Ki, menurutnya karena mereka sudah seperti keluarga jadi Tidak perlu ...
“Hentikan omong kosong itu... Telepon polisi dan perusahaan asuransi... Bilang kalau kau ditabrak”kata Ae Ra penuh amarah
“Apakah kalian berdua bertengkar?” bisik Dong Man heran, Si Bibi akhirnya berusaha menjelaskan.
Dong Man bertanya siapa wanita itu dan berpikir kalau itu bibi dari Moo Ki. Si bibi mengelengkan kepala. Ae Ra langsung mengatakan kalau bibi itu  ibu dari bayinya. Dong Man berpikir kalau itu maksudnya ibu Moo Ki dan langsung menyapanya dengan sopan.

Keadaan makin membinggungkan,  Ae Ra memjelaskan kalau Didalam perut Ahjumma, ada bayi si brengsek itu. Ia memberitahu kalau Moo Ki  menggunakan uang yang diberikan untuk makan di restoran Ahjumma ini, dengan Makan daging dan kemudian keduanya.  Dong Man makin binggung dengan yang dikatakan Ae Ra.
“Mereka punya bayi” ucap Ae Ra. Dong Man langsung mencengkram Moo Ki dengan penuh amarah. Si Bibi mencoba menenangkan Dong Man agar tak emosi.
“Apa kau manusia, brengsek? Aku akan membunuhmu!” teriak Dong Man benar-benar marah. Si Bibi tak terima ikut mencengkram baju Dong Man dengan kekuatanya.
“Jika kau menyentuhnya, aku akan membunuhmu! Jangan main-main dengan ku!” teriak si bibi dengan mata melotot. 

Dong Man dan Ae Ra berjalan di tangga penyebrangan. Ae Ra pikri Dong Man itu seharusnya pergi. Dong Ma memegang wajahnya berpikir kalau ada yang terluka. Ae Ra menyuruh Dong Man memeriksa bagian giginya takut ada yang copot.
“Apa itu Ahjuma itu Atlet atau apa? Dia sangat kuat.” Keluh Dong Man
“Dia mencetak 1 juta dolar, Hanya dengan tangannya untuk membuat lobak kimchi. Mengapa kau harus menyerang dia? Dasar Idiot. Apa kau benar-benar atlet taekwondo?” ejek Ae Ra
“Haruskah aku mengeluarkan tendanganku untuk wanita hamil? Tapi kau.. Sekarang, apa kau dicampakkan oleh seseorang yang masih belajar?” kata Dong Man dengan nada mengejek.
Ae Ra kesal menyuruh Dong Man memberitahu semua orang saja sekalian, kalau ia yang mencampakkannya. Dong Man melihat Ae Ra itu sangat frustasi. Ae Ra menyuruh Dong Man saja yang mengkhawatirkan dirinya. Dong Man mengaku kalau ia baik-baik saja.
“ Park Hye Ran... Dia bercerai.” Ucap Ae Ra. Dong Man seperti tak ingin membahasnya dan pergi lebih dulu menuruni tangga
Ae Ra mengikutinya dari belakang, tapi terjatuh dan melihat sepatu heelsnya terlepas. Ia mengumpat kesal kalau hari ini menjadi hari yang terburuk baginya.
“Sudah Kubilang berhenti membeli barang palsu. Ada banyak barang yang berkualitas , Harganya terjangkau.” Kata Dong Man mengomel. Ae Ra hanya bisa menangis.
“Berhenti lah menangis.” Ucap Dong Man sambil melempar sepatu Ae Ra. Ae Ra makin kesal karena Dong Man yang menendang sepatunya. 


Si bibi mengemudikan mobilnya sambil bertanya apakah Apakah AeRa itu punya seorang “Oppa”. Moo Ki memberitahu kalau Dong Man bukan  saudaranya. Si Bibi binggung bertanya siapa sebenarnya Dong Man. Moo Ki dengan ketus mengatakan kalau Dong Man pacar 20 tahun yang lalu
“Maksudku,  teman prianya. Dia tinggal di seberang rumahnya” kata Moo Ki. Si Bibi mengumpat Ae Ra si gadis licik.
“Apa Hanya teman prianya? Aku seharusnya tidak memberikan uang itu padanya. Tapi  Moo Ki, Apa kau membeli barang-barang bermerek untuk nya?” ucap si bibi
“Aku tidak punya uang dan Itu barang palsu.” Kata Moo Ki. Si Bibi pun memuji Moo Ki yang sangat hemat.

Keduanya berjalan pulang, tas Ae Ra jatuh lalu mengeluh kalau akan ada goresan. Moo Ki menyuruh Ae Ra membuangnya saja dan kenapa masih  menyimpan barang pemberian dari brengsek itu. Ae Ra masih percaya kalau tas itu asli.
“Ini barang asli jadi Aku akan memperbaikinya besok.” Ucap Ae Ra
“Jadi, kau tetap akan membawa sesuatu yang diberikan brengsek itu?” tanya Moo Ki
“Aku akan memperbaikinya dan menjualnya lalu minum denganmu.” Kata Ae Ra. Moo Ki mengeluh Ae Ra itu bodoh lalu mengajak untuk pergi mengikutinya. 

Di sebuah toko kecil
Moo Ki menyuruh Ae Ra memilih saja, Ae Ra binggung Moo Ki yang ingin membelikan sebuah tas. Moo Ki akhirnya memilih salah satu tas kain yang cukup besar dan kuat, bahkan harganya 22 dolar dan baru.
“Ini tas baru yang paling mahal di luar sana.” Kata Ae Ra.
“ Ini jauh lebih tahan lama dari tasmu itu. Mulai sekarang kau bisa memukul orang dengan ini Dan ketika kau mau memukul Moo Ki, maka Letakkan batu di dalam sana dan pukul dia. Ini tidak akan rusak.” Ucap Dong Man.
“Hei, Ko Dong Man... Aku akan membawa tas ini sampai aku mati.” Ucap Ae Ra bahagia.
“Kau tidak perlu membawanya sampai mati, sekarang Pilihlah sepasang sepatu” ucap Dong Man melihat Ae Ra yang satu kakinya hanya beralaskan kantung plastik. Ae Ra pun memilih sepatu gantinya. Dong Man dengan gayanya berpikir bisa membayar dengan kartu kredit. 

Di sebuah mobil
Hye Ran memegang sebuah note bertuliskan nama Dong Man, lalu sedikit menghapus lipstik di bibirnya. Ae Ra dan Dong Man baru saja pulang dan Hye Ran melihatnya dari dalam mobil. Ae Ra memuji Dong Man yang  punya mata yang baik karena sekarang bisa mengunakan sepatu yang nyaman serta tas ini sangat bagus.
“Aku bisa membawa 5 sampai 6 botol Soju di sini.” Kata Ae Ra. Dong Man menegaskan kalau tas itu bukan untuk   membawa alkohol.
“Aku membelikanmu Bukan untuk itu” tegas Dong Man seperti tak ingin Ae Ra banyak minum.
“Ko Dong Man, Aku tidak tahu kalau kau mau membeli tas untuk wanita.” Ucap Ae Ra memuji Dong Man dengan jempolnya.
Don Man tersenyum melihatnya lalu mengelus kepala Ae Ra, Ae Ra menegaskan kalau seperti ini yang dinginkan kemarin, kalau seperti ini membuat jantung orang berdebar. Akhirnya Dong Man bersandar di sepeda sambil mengelus kepala Ae Ra. 
“Apa ini membuat jantungmu berdebar?” ucap Dong Man
“Kenapa jantungku berdebar denganmu?” kata Ae Ra heran. Dong Man memegang wajah Ae Ra.
“Lalu mengapa wajah mu merah begitu? Ini seperti kau sedang salah tingkah” kata Dong Man.
Ae Ra juga tak tahu kenapa wajahnya memerah. Dong Man tiba-tiba memegang dagu Ae Ra lalu meminta agar berhenti minum lalu membawa sepeda masuk rumah. Ae Ra mulai memikirkanya lalu berlari mengikuti Dong Man yang mulai menaiki tangga. 


Epilog
Siara berita “PON kali ini yang diselenggarakan di Gangnam kemarin, lebih menarik daripada pertandingan dari PON sebelumnya. Kami akan mengakhiri berita olahraga dengan video terakhir kami.”
Terlihat dikamera, Ae Ra yang sedang berkelahi dengan Bo Ram dengan saling menjambak. Dong Man pun merelai keduanya agar tak berkelahi, saat  Bo Ram berusaha mencakar Ae Ra.
“Hei. kenapa kau mencakarnya? Itu curang.” Ucap Dong Man yang lebih membela Ae Ra bahkan memastikan kalau baik-baik saja.
“Kenapa kau memulai perkelahian kalau kau saja tidak bisa menang? Kita harus pergi ke dokter, sekarang Ikut denganku” ucap Dong Man membawa Ae Ra pergi, padahal baru saja mengutarakan perasaan pada Boo Ram.
Bersambung ke episode 2


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Sinopsis Fight My Way Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Tahun 2006
Seorang pria melakukan teknik Muay Thai dan diikuti oleh dua pelajar sampai akhirnya suara buku yang dijadikan samsak untuk memukul dan terdengar sampai keseluruh ruangan.
Guru yang menjelaskan di depan kelas bisa mendengarnya, lalu menyuruh dua muridnya untuk bangun. Ko Dong Man dan Kim Joo Man tertunduk dan pura-pura tak terjadi sesuatu.  Si guru pun bertanya apakah tak ada yang mengaku. Keduanya tetap diam tak ingin mengaku sampai akhirnya sebuah kapur terlempar ke arah duanya. Keduanya pun akhirnya berdiri 

“Hei... Lihatlah seragam kalian. Apa kalian Ahjumma yang mau hiking? Apa kau mencoba untuk menampilkan semua warna pelangi?” ucap Guru
“Pak, Kami hanya punya satu kata... Maafkan kami.” Kata Dong Man
“Dong Man dan Joo Man. Man Brothers.. Jika kalian menjawab pertanyaannya, bisakah aku memukul kalian?” kata guru
“Jangan membuat kesepakatan dengan siswa. bermurah hatilah sedikit Saya berpikiran sama” kata Joo Man.
“Baiklah, ku pukul saja kalian. Majulah.” Ucap gurunya geram. Dong Man akhirnya setujua akan mencobanya
“Kalian dengarkan baik baik, Ada 20% kemungkinan kau akan tahu pertanyaannya. Kau punya peluang 40% untuk menjawab salah. Jadi berapa persen kau akan aman?” ucap Gurunya.

Dong Man mengeluh dengan pertanyaan seperti itu dan ingin mengulanginya, gurunya langsung melirik sinis. Dong Man akhirnya langsung menjawab dengan perasaanya kalau jawabanya 50%. Guru pun meminta anak murid lainya agar memberikan tepuk tangan pada keduanya.
“Aku akan memberikan kalian hadiah. Majulah.” Ucap Guru. Dong Man tersenyum bahagia karena akan maju untuk hadiahnya

“Kalian berdua, berbalik.. Karena kalian yakin jawabannya 50, aku akan memukul kalian 50 kali.” Ucap Guru. Senyuman keduanya pun hilang.
“Aku rasa kami punya 1%” kata Joo Man berusaha mengurangi pukulan.  Guru menyuruh keduanya segera berbalik dan menanyakan adakah yang mengetahui jawabanya. Park Moo Bin berdiri dan mengangkat tangannya.
“Jawabanya 11%” ucap Moo Bin setelah menghitung dengan cepat. Guru pun membenarkan. Joo Man mengeluh dengan Moo Bin yang berkicau lagi. Keduanya pun akhirnya mendapatkan pukulan dari guru mereka. 


 [SMA Wanita Pungwoon, Seosan 2006]

Choi Ae Ra dan Baek Seol Hee kena omel oleh guru mereka. Guru memarahi keduanya seperti orang yang ingin tampil orang-orang. Ae Ra memberitahu kalau immimpinya untuk menjadi penyiar. Si guru melihat Seol Hee yang berdandan meminta agar memberikan bando padanya.
“Tidak bisakah Anda membiarkannya sekali saja? Kalau aku jadi penyiar, aku akan mencari ibu acara ... dan Cari jodoh.” Ucap Ae Ra
“ Ae Ra... Kau harus... Belajar giat dulu jika ingin menjadi penyiar.” Kata gurunya. Seol Hee membela kalau temanya sudah belajar dengan giat
“Kemarin dia rangking 29 Dari 35 siswa” kata Seol Hee membela
“Apa kau mau jadi penyiar juga seperti Ae Ra?” ucap Gurunya murka. Seol Hee mengaku mau jadi ibu rumah tangga yang baik.
“Sudah cukup bicaranya. Bersihkan auditorium jika kalian tidak ingin barang-barang kalian disita.” Kata gurunya.  Ae Ra panik meminta agar tak meminta melakukan hari ini. Gurunya seperti tak peduli. 

Seorang wanita mengingat rambutnya dan siap bermain dengan membalikan koin. Seorang pria yang kalah ingin mengambil satu koin, Si wanita langsung memperingati kalau akan mematahkan tanganya. Seorang wanita datang memberitahu kalau seorang. Moo Bin datang memanggil Boo Ram lalu memberikan kopi susu kotak yang sudah dibeli di luar sekolah.
“Jangan lakukan ini lagi. Ibumu akan memarahiku lagi.” Ucap Boo Ram kesal melihat ada nama di kotak minumanya.
“Kau akan datang hari ini, kan?” ucap Moo Bin
“Tidak bisa. Aku mau bolos sekolah untuk pergi ke Gangnam.” Kata Boo Ram. Moo Bin kagetm menanyakan alasan Boo Ram pergi kesana.
“Itu bukan urusanmu.” Kata Boo Ram sinis dan melihat Dong Man berjalan dengan Joo Man bersama buru-buru melepaskan ikatan rambutnya. 


Dong Man dan Joo Man makan bersama masuk kelas, Joo Man menceritakan Ahjumma itu dalam kesulitan karena rasanya seperti kesemek. Dong Man mengejak Joo Man itu bukan seorang koki karena lidahnya seperti sangat sensitif.
“Baunya seperti burger.  Sudah kubilang dengannya jangan pakai Oven yang sama” kata Joo Man lalu mengeluh melihat temanya yang mengunakan kaos merah pada hari ini.
“Untuk mencocokkannya” kata Bong Man bangga memperlihatkan sepatu merah yang digunakanya.
“Kau belum seperti pria dari kota. Bisakah setidaknya kau bertindak seperti kau dari Seoul? Seperti aku yaitu Potongan rambut serigala” kata Joo Man bangga dengan potongan rambutnya.
“Apa kau mau menyatakan perasaanmu?” tanya Joo Man. Dong Man binggung Menyatakan pada siapa.
Joo Man menyebut nama Jang Bo Ram. Dong Man binggung kenapa harus melakukanya. Joo Man menjelaskan kalau Dong Man sebagai  pemimpin dari pria  dan Boo Ram pemimpin dari wanita lalu berpikir kalau mereka bisa  bertunangan. Bong Man makin binggung temanya yang meminta bertunangan.
“Jadi, Apa dia bilang dia suka padaku?” tanya Dong Man terlihat bangga.
“Tidak bisa kau lihat dari kopi susu ini? Apa kau tahu betapa sulitnya mendapatkan kopi susu di sekolah kita ini?” kata Joo Man melihat nama Boo Ram pada kotak minuman yang diberikan pada Dong Man.
“Tapi aku tidak ingin terlibat dengan  pria berbaju merah compang-camping seperti kau” kata Dong Man lalu melihat Moo Bin membuka baju dalamnya.


Keduanya mendekati Moo Bin. Seol Hee sempat memanggil nama “Park Mose.” Tapi akhirnya menganti nama jadi Park Moo Bin lalu meminta agar bisa menSponsori mereka dengan meminjamkan baju mahalnya karena teman sekelasnya lolos menuju Pekan Olahraga Nasional.
“Dia mau ke Gangnam. kau akan mendapatkannya kembali  sebelum Kelas malammu” jelas Joo Man, Moo Bin kaget mendengar nama  Gangnam
“Di situlah pertandingan taekwondo nya. Dia akan datang dan melepas seragamnya untuk bertanding. Jika dia menunjukkan siapa sponsornya di bagian pundak maka dia akan terlihat seperti anak dari Seoul.” Kata Joo Man menyakinkan. Dong Man memberikan kotak minuman sebagai imbalan.
“Coba Lihatlah apa yang dia berikan.Itu karunia yang berharga. Aku tidak bisa mengabaikan pertandingan itu Ini menyangkut nasib ku.” Kata Dong Man menyakinkan.  Moo Bin melihat kotak minuman yang diberikanya. 

Di toilet
Ae Ra bertanya pada Seol Hee  lalu  Jam berapa pertandingannya. Seol Hee menjawab itu jam enam dan berpikir bisa memesan kereta jam 3:00. Ae Ra piki Sudah pasti bisa lalu bermake up dan terlihat sangat sempurna.
Keduanya masuk ke ruang guru, Seol Hee memberitahu temanya yang  sakit parah dan mereka yang menderita flu jadi perlu perawatan dan meminta izin untuk pulang. Gurunya melihat Bibir keduanya sangat pucat lalu mengusapkan lipstik pada baju keduanya. 

Ae Ra dan Seol Hee pun tak bisa berkata apapun karena ketahuan, akhirnya hanya bisa membungkuk dan meminta maaf. Tapi keduanya kembali masuk mengaku menderita penyakit konjungtivitis akut “Peradangan selaput bening mata” Salah seorang guru pria merasa  bisa mencium salep nyeri.
“Jangan meletakkannya di sekitar matamu. kalian bisa buta nanti” kata Gurunya. Keduanya pun tak bisa mengelabuhi guru mereka
“Saya tertabrak shuttlecock waktu kelas olahraga Sakitnya seolah-olah aku pukul oleh Hyeon Jeong Hwa.” Kata Ae Ra memperlihatkan makanya yang bengkak.
“Hyeon Jeong Hwa itu pemain tennis meja, Kau mencoba terlalu keras.” Kata gurunya. 

Keduanya terlihat lesu karena semua Tidak ada yang berhasil lalu berpikir pergelangan kaki mereka terkilir. Saat itu terdengar bunyi suara alarm mobil. Sang guru keluar tergesah-gesah karena ada yang menyentuh mobilnya. Seol Hee tersenyum dan merasa punya ide bagus lalu meminta Ae Ra mengikutinya.

Keduanya masuk ke ruang guru mencari Mic plastik dengan banyak barang sitaan yang diambil oleh gurunya. Seorang guru pria melihat keduanya langsung memarahi keduanya yang menyuruh agar keduanya meletakanya kembali. Keduanya memilih segera kabur setelah menemukan mic.
“Heeii.. Kalian mau kemana? Jaket merah muda dan Kuning , Aku melihat mu!” teriak si guru.
“Choi Ae Ra, Baek Sul Hee!” teriak Gurunya yang baru saja kembali mematikan alarm. Seol Hee dan Ae Ra berlari keluar dari sekolah
“Kenapa kau mengambilnya? kau pikir apa yang akan terjadi besok? Bagaimana dengan besok?” ucap Seol Hee panik
“Tidak, aku tidak akan memikirkan hari esok” kata Ae Ra tak peduli. 


 [Kukkiwon, Seoul, 2006]
Keduanya sudah berada di stadium, Ae Ra membahas alasan Ahjussi-Ahjussi itu bersama dengan teman kampung halamannya. Seol Ok pikir kalau itu Untuk minum bersama. Ae Ra menjelaskan Itu karena orang kampung tidak boleh terintimidasi.
“Kita sudah mengenal dia sejak kita berusia enam tahun jadi harus mendukung dia.” Kata Ae Ra sudah siap dengan perlengkapan dengan dukungan. 

Dalam ruangan pertandinga, Dong Man sudah bertanding melawanyanya. Pelatihnya Hwang Jang Ho memberikan perintah agar Dong Man  Jaga jarakmu lalu mengunakan kakinya. Di bangku penonton pun riuh menontonya.
“Tendang dia! Tendang dia!” teriak Ae Ra kesal dengan mengunakan mic yang bisa terdengar di seluruh arena. Dong Man sampai menoleh dan mengeluh Ae Ra melakukan itu.
“Gadis yang membawa mic itu di sini lagi.” Ucap Pelatih Hwang heran. Ae Ra terus bicara dengan micnya agar Dong Man bisa menendang lawanya.
 [Round 1.  Ong-Bak, Baek Ji Yeon]

Dukungan Ae Ra dan Seol Hee terus memberikan pada Dong Man dengan micnya. Boo Ram dan temanya terlihat terganggu dengan teriakan keduanya. Salah satu teman Boo Ram meminta agar bisa menyuruh mereka tenang.
“Apa kau tahu betapa menakutkannya gadis dari selatan? Kenapa mereka itu?” kata Boo Ram sedikit kesal. Tiba-tiba Moo Bin datang memanggil Bo Ram. Bo Ram kaget Moo Bin datang.
“Kenapa kau memberikan susu yang  ku berikan dengan Ko Dong Man?” ucap Moo Bin kesal
“Apa Kau datang ke sini untuk menanyakan hal itu? Apa kau tidak sekolah?” kata Bo Ram heran
“Apa mungkin kau menyukainya?” tanya Moo Bin 

Saat itu ditengah lapangan, Dong Man berhasil menang dari lawanya. Ia pun berlari membuka bajunya dan melempar baju seragamnya pada penonton saat itu Ae Ra yang berhasil mendapatkan bajunya. Bo Ram terlihat kesal tak bisa mendapatkan baju Dong Man.
“Mulai sekarang, Kau harus Bilang kalau kau punya pacar.” Ucap Dong Man menunjuk ke arah penonton. Ae Ra melongo dan Bo Ram terlihat kesal.
“Berkencanlah denganku, Jang Bo Ram!” teriak Dong Man. Bo Ram pun langsung tersipu malu mendengarnya seperti tak percaya Dong Man menyatakan cinta padanya.
Ae Ra melonggo mendengarnya dan cemberut mendengarnya.  Dong Man dengan bangga mengakan mereka bisa bertunangan sekarang. Bo Ram mendengarnya binggung apa maksud ucapan Dong Man. Temanya pikir Dong Man itu mengajak jalan Bo Ram.
“Beraninya kau memberikan seragammu?” kata pelatih Hwang langsung menjewer telinga Dong Man. Dong Man menjerit kesakitan meminta agar melepaskanya lebih dulu. 


“Dia dikirim ke Seoul untuk berlatih dan lihat apa yang dia lakukan.” Ucap Ae Ra marah
Sementara di bangku bawah, Bo Ram dengan bangga mengibaskan rambutnya kekanan dan kiri. Ae Ra melihat dengan sinis kalau Bo Ram sok cantik.
“Apa kau benar-benar akan berkencan dengannya?” kata Moo Bin marah. Bo Ram membenarkan menurutnya tak ada yang salah.
“Beritahu saja ibuku.” Kata Bo Ram tak peduli. Moo Bin pun akan memberitahukanya

“Dia bahkan tidak bisa menghitung peluang dan selalu dipukuli di kelas. Dia bahkan memakai jaket merah, kenapa dia??” kata Moo Bin tak bisa terima. Bo Ram menegaskan bahwa Dong Man itu yang terbaik.
“Aku hanya berkencan dengan yang terbaik.” Kata Bo Ram. Moo Bin keluar dari arena dengan menutupi wajahnya yang menangis.
Saat itu dengan sengaja Ae Ra keluar dari arena dan meyenggol kepala Bo Ram dengan balon yang dibawanya.  Bo Ram pun marah, Seol Hee berpura-pura tak sadar kalau sudah menjatuhkanya. Ae Ra meminta maaf dengan bahasa inggris. Bo Ram kembali berteriak. Ae Ra akhirnya ikut berteriak meminta maaf. 

“Apakah wanita bodoh legendaris itu ... benar-benar menjadi legenda?” gumam Ae Ra
Ae Ra berjalan dengan masuk dengan kacamata hitam dan segelas kopi ditanganya, seperti seorang kaya masuk ke dalam mall, meminta maaf agar diberikan jalan. Beberapa ibu-ibu yang sudah mengantri berpikir kalau Ae Ra itu pelanggan VVIP karena masuk sebelum mall buka.
Beberapa pelanggan pun menyapa Ae Ra yang berjalan dan beberapa saat kemudian Ae Ra sudah mengunakan seragam merahnya. Dan menyapa semua pelanggan di depan meja receptionist yang baru datang.
“Gadis mic yang ingin menjadi penyiar berita itu menjadi petugas informasi”
Dong Man berjalan dengan gagah mengunakan jubah putihnya, lalu menanyakan kamar mana yang harus dimasukinya. Petugas memberitahu di bagian penthouse.
“Atlet taekwondo ajaib yang ingin menghancurkan dunia ...” gumam Dong Man
Ia mengunakan jubah seperti dokter membawa sebuah alat yang mengeluarkan asap memberitahu akan menyingkirkan semua kutu dan menyemprotkan phytoncide untuk memastikannya
“Dia jadi pembasmi kutu.” 

Seol Hee berjalan dengan telp di telinganya, sebagai Gadis merah muda yang ingin menjadi istri yang baik. Seol Hee duduk di meja kerja dengan earphone yang menempel di kepalanya dan mulai menyapa pelanggan.
“Dia sekarang menjadi layanan pelanggan.”
Joo Man berjalan dengan beberapa dibelakangnya, seperti bos dan juga anak buahnya. Mereka tahu Joo Man menjadi pencinta makanan. Joo Man dengan tegas memerintahkan agar bisa memotong 5 sen untuk 2.000 kue
Setelah itu bicara pada manager produksi agar bisa memberi diskon  lima sen untuk 2.000 kue ikan. Si Manager mengaku tak bisa melakukanya. Joo Man pun mencicipi makanan di sebuah toko makanan.
“Dia seorang pembeli dari pusat perbelanjaan.”

Ae Ra berdiri dengan wajah tersenyum pada pelangan yang masuk mall dengan sepatu heel sengaja dilepaskanya. Semua memiliki cita-cita yang tak bisa digapai olehnya.
“Legenda nyata ini ... bermula dari "4 orang menakjubkan yang bodoh" Fantastic 4” 


Ae Ra menyapa semua pelanggan yang masuk, lalu mengirimkan pesan “Bagaimana hasilnya?” tapi pesanya tak dijawab bahkan tidak mengangkat teleponnya. Ia pun mengirimkan pesan dengan nada kesal “Moo Ki! Jawab panggilanku” lalu beprikir kalau pria itu gagal lagi
Tiba-tiba seorang wanita mengenali wajah Ae Ra didepan Mall. Ae Ra panik langsung menutupi wajahnya dengan topi. Ae Ra berpura-pura bicara denga earphonenya kalau harus pergi sekarang. Chan Sook yakin kalau itu pasti Ae Ra.
“Ini aku. Kim Ju Ha Ke-2.. Apa Kau tidak ingat aku?” kata Chan Sook. Ae Ra pun mau tak mau mengangkat wajahnya menyapa temanya. 
Keduanya duduk dicafe, Chan Sook menyingkirkan topi Ae Ra dan mengambil foto selfie. Ia dengan menyindir kalau Ae Ra sudah lama berkerja di mall tapi tak pernah datang ke cafe.
“Aku juga pertama kalinya kesini, berkat kartu pacarku. Jangan merasa terlalu terintimidasi denganku” ucap Chan Sook bangga lalu mengirim gambar dengan caption (Lucky Department Store, tas Designer)
“Tapi, bagaimana bisa kita bertemu hari ini? Senang bertemu denganmu” ungkap Chan Soon seperti basa basi. Ae Ra sudah tahu kalau itu Tidak mungkin.
“Aku akan menikah... Dia seorang dokter.” Kata Chan Soon memberikan undanganya. Ae Ra dengan sinis mengatakan kalau tidak bertanya.
“Kami akan menikah di Diamond Hall dan pindah ke Istana Dogok. Cincinnya 2,5 karat. Bulan madu kami di...” ucap Chan Soon pamer dan langsung disela oleh Ae Ra. Ae Ra sudah bisa menduga kalau akhirnya akan seperti ini. 


Di sebuah cafe lantai dua bagian balkon. Dong Min menceritakan dengan penuh semangat kaalu bersorak untuk tim sepak bola Korea dan naik di atas mobil lalu masuk berita, ibunya melihat dan langsung keluar. Semua pelanggan menatap heran. Dong Mi sadar kalau terlalu berisik dan meminta maaf.
“Dan Juga, ketika aku kelas lima, Aku 1 kelas di dengan Do Joom dari personil Beast. kau tidak tahu kan? Wah, saat itu, aku ... lebih baik dan lebih populer ...” ungkap Dong Man bangga.
“Tidak perlu bicara tentang masa lalu, bagaimana dengan yang sekarang. Kyung Koo bilang kau spesialis.” Kata si wanita seperti sedang kencan buta.
“Iya. Aku mendedikasikan hidupku untuk kesehatan masyarakat.” Kata Dong Man
Si wanita pikir Dong Man itu seorang dokter. Dong Man memberitahu kalau ia juga membantu mengobati eksim (peradangan kulit). Si wanita langsung bersemangat berpikir kalau Dong Man Dermatologi. Dong Man pikir menurutnya Dermatologi itu suatu kehormatan lalu menunjukan sebuah mobil di bawah kalau baru saja punya mobil baru.  Si wanita terlihat lesu melihat mobil dengan banyak spanduk di sekelilingnya.
 “Kau kelihatannya bersemangat.” Komentar Si wanita berusaha tersenyum.
“Aku pria bermobil dan akan mengantarmu nanti.” Kata Dong Man. Si wanita langsung menolaknya.
“Ketika aku mau ke toilet, aku pergi ke Subway. biaya sewa apartemen studioku sangat mahal. Ketika kau membayar sewa perbulan, tidakkah kau merasa seperti kau sedang dirampok?” ucap Dong Man sedikit mengeluh
“Aku menyewa pertahun” ucap si wanita. Dong Man sedikit kaget karena wanita itu bisa membawa sewa selama 1 tahun dan pasti kaya.
“Apa Kau tidak punya bakat/hal lain? Aku dengar kau ahli di bidang olahraga” tanya Si wanita. Dong Man sempat memikirkan itu Olahraga...
“Aku tidak ahli olahraga.” Akui Dong Man seperti menyembunyikan sesuatu. 


Chan Sook memakan kue samblie membahas Ae Ra yang  menyerah menjadi Baek Ji Yeon Ke-2 Karena tidak bisa melakukanya.  Ae Ra pikir kalau Chan Sook bakal menjadi Kim Ju Ha Ke-2 tapi menurutnya kenapa haus bergantung dengan kartu kredit pacarnya. Chan Sook menegaskan kalau itu cinta.
“Kau juga harus menikah sebelum terlambat.” Kata Chan Sook mengejek
“Aku punya pacar.. Dia seorang jaksa ...” kata Ae Ra tak mau kalah. Chan Sook sempat terkejut tapi Ae Ra mengaku kalau itu baru dalam pelatihan.
“Sulit mendukung orang yang masih belajar, kan?” ejek Chan Sook
“Hei, kenapa kau tidak memberitahu usia pacarmu itu. Apa mungkin... 30-an? Atau 40-an?” kata Ae Ra bisa membalasnya.

Chan Sook pikir calon suaminya itu sangat muda untuk usianya. Ae Ra n pun berpikir kalau itu pasti terlihat muda. Chan Sook pikir Ae Ra juga harus bersiap-siap dan akan menemukan seseorang . jika  menurunkan standar yang sejajar denganya, dengan menyindir kalau sepatu jerami saja pasangannya juga sama.
“Apa dia datang ke pernikahanmu? Pria Yang itu.. Leher berputar” balas Ae Ra memberikan serangan. Chan Sook pikir untuk apa pria itu datang.
“Kau berpikir aku akan datang menghampirinya , kan? Tapi kau tahu, Aku peduli dengan penampilan orang-orang. Dia berada di level yang sama sepertimu.” Kata Ae Ra
“Hei. Aku bahkan lebih cantik daripada kau” teriak Chan Sook tak bisa menahan amarahnya sampai membuat semua pelanggan bisa mendengarkan suaranya. 


Seol Hee menerima telp dari ibunya tak diangkat dan kembali melayani telp pengaduan dari pelanggan. Ia berbicara dengan lemah lembut dengan membahas selimut yang diterima  baunya seperti kentut seseorang dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Saat itu managernya datang dengan sengaja menyalakan speaker. Terdengar teriakan pelanggan yang sangat marah. Seol Hee mencoba bicara agar bisa tenang tapi si pelanggan terus saja berteriak marah.Akhirnya manager yang mengambail alih pelanggan yang marah-marah. 

Saat itu Seol Hee dibawa ke ruangan oleh managernya. Jong Man melihatnya lalu mendekati Ye Jin dengan membuat fotokopi berkas lalu bertanya apakah Ini untuk ruang konferensi. Ye Jin membenarkan. Joo Man pikir akan segera melakukannya.
Yee Ji tak percaya kalau Joo Man akan melakukanya karena harus membuat 100 set. Joo Man mengaku kalau suka melakukan ini.

Dream Home Shopping
Seol Hee meminta maaf pada managernya. Si manager bertanya apakah Seol Hee tidak punya pacar. Seol Hee mengaku kalau sudah punya pacar.  Manager menyuruh Seol Hee langsung nikah saja, karena Para pekerja full time memandang rendah perkerjaa mereka dan orang-orang seperti Seol Hee membuatnya lebih buruk.
Joo Man masuk ruangan memberitahu kalau ada rapat di ruangan itu. Sang manager pun meminta maaf mengatakan kalau sudah selesai, setelah itu berbisik pada Seol Hee agar Bekerjal dengan benar. Seol Hee hanya bisa tertunduk meminta maaf.
Setelah manager pergi, Seol Hee langsung memeluk Dong Man dengan erat. Dong Man panik karen takut ada orang yang melihat. Seol Hee meminta agar sebentar saja karena butuh diberikan “charger” pada tubunya. Joo Man pun membiarkan Seol Hee memeluknya dengan erat.


“Kau datang karena aku, kan? Rapatnya dua jam lagi” ucap Seol Hee bahagia.
“Apa lagi sekarang? Apa kau membuat masalah? Berhenti membuat masalah seperti ini” keluh Joo Man
“Sayang. Haruskah aku.. Langsung menikah saja?” kata Seol Hee. Joo Man kaget mendengarnya permintaan Seol Hee yang ingin menikah dan berpikir kalau sedang PMS.
“Aku tidak mencoba untuk memulai perkelahian. Kita sudah berpacaran selama enam tahun.” Kata Seol Hee sedih. Joo Man seperti tak bisa berbuat apa-apa. 

Ae Ra melihat kartu undangan ditanganya, wajahnya terlihat sedih. Lalu mengeluarkan ponselnya wajahnya terlihat kesal karena pacarnya itu    mengabaikan semua SMSnya dan berpikir kalau gagal lagi.
“Maafkan aku, sayang” ucap Kim Moo Ki. Ae Ra kesal Moo Ki yang   tidak pernah lulus lalu menanyakan keberadaanya.
“Aku makan sendirian. Tapi sayang Aku sedang berpikir untuk pergi ke mana saja” ucap Moo Ki
“Apa kau bilang akan pergi ke mana saja? Apa kau punya waktu untuk pergi?” kata Ae Ra kesal
“Aku akan bersepeda dan menyegarkan pikiranku.” Kata Moo Ki
“Kalau kau lulus. Setidaknya kau menggunakan pikiranmu, kau harus menyegarkannya”kata Ae Ra kesal menutup telpya.
“Padahal kukiran dia bakal lulus. Bagaimana bisa aku mendukungnya sekarang?” kata Ae Ra terlihat benar-benar kecewa. 

Dong Man sedang kencan buta menanyakan apa yang mereka makan saat makan siang dan mengetahui Ada mie yang enak di dekat sini. Si wanita menolak karena ada urusan mendadak dan harus pergi sekarang. Dong Man pikir akan mengantar dengan mobilnya. Si wanita menolak dan langsung memanggil taksi yang lewat.
Akhirnya Dong Man pun menghentikan taksi yang akan pergi, meminta agar bicara dengan wanita itu. Di depan jendela Dong  Man meminta nomornya. Si wanita berkata kalau  akan memberikannya dengan Kyung Koo.  Dong Man membahas kalau  sudah membayar kopi tadi.
“Bagaimana kalau kau yang traktir Soju jum'at besok? Ada tempat di Sillim-dong yang terkenal . Mereka akan memberikan 3 piring dengan harga 9,90 dolar. jadi...” kata Dong Man dan langsung diberikan uang pada tanganya.
“Hei, Anggap saja aku yang bayar kopi hari ini. Jadi aku tidak perlu ... membeli soju Jumat ini, kan?” kata si wanita dan bergegas pergi. 


Dong Man terlihat sedih gagal berkenala dengan wanita dan menerima telp dari Ae Ra, lalu mengeluh kalau tak ada alasan harus pergi ... jauh ke sana untuk makan dan menolaknya. Tapi saat mengetahui makan iga sapi dan wajahnya tersenyum bahagia.
Sesampai di Mall, Dong Man kesal dengan Ae Ra padahal ingin makan siang tapi malah tidak menjawab telponnya. Saat itu Chan Sook sedang berjalan sambil menelp pada calon suaminya harus mendapatkan transplantasi rambut sebelum pernikahan dan harus terlihat semuda mungkin.
“Aku bahkan memotong tulang pipiku untukmu, Kau bahkan tidak mau men-transplantasi rambut?  Aku tutup teleponnya” ucap Chan Sook kesal akan keluar dari mall tapi malah terjebak didalam pintu berputar dengan beberapa pelangan termasuk Dong Man. 

“Tunggu. Aku akan mencoba untuk memperbaikinya.” Ucap Dong Man mencoba mendorong pintu, saat itu Chan Sook langsung terpesona melihat Dong Man dengan wajah tanpa dan jas putih.
“Kau pasti seorang dokter... Kau punya rambut yang tebal.” Ucap Chan Sook. Dong Man hanya mengangguk saja saat itu petugas datang membantu mereka keluar dari pintu. Ae Ra sedari tadi melihat keduanya terlihat marah. 
“Kenapa kau terlambat? Jam makan siang hampir berakhir.” Ucap Ae Ra kesal
“Hei, aku datang tepat waktu. Kau saja tidak ada ditempatmu” balas Dong Man.

Ae Ra melihat Chan Sook yang tersipu malu dengan wajah memerah. Chan Sook mengelak lalu bertanya apakah mengenal pria itu dan ingin dikenalkan. Ae Ra pun mengenalkan keduanya. Ae Ra dengan gaya centil mengangkat tangan seperti wanita yang ingin mengajak berdansa.
“Apa kau mau mencium tangannya?” ejek Ae Ra. Dong Pan pun hanya memegang tangan sambil menyebutkan namanya.
“Dia bukan pacarmu kan” kata Chan Sook menyakinka. Dong Man menegaskan kalau itu tak akan dan tidak mungkin.
“Jadi kau temannya? Hanya teman?” kata Chan Sook. Dong Man mengaku kalau itu “Mungkin”. Chan Sook terlihat tak bisa terima begitu saja.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted