PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 19 Desember 2016

Sinopsis Night Light Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC
“Singa tua sudah terpancing keluar dari kandangnya. Pertempuran berdarah akan dimulai sekarang. Demi pertempuran ini, kau harus menjadi orangyang dibutuhkan oleh seseorang.” Kata Yi Kyung, Se Jin kaget mendengarnya bertanya siapa yang dimaksud
“Park Gun Woo.Pria itulah yang harus kau curi.” Ucap Yi Kyung, Se Jin tak percaya merasa Yi Kyung sedang bercanda denganya.
“ Meskipun ayahnya telah kembali, tidak segampang itu Park Gun Wooakan menyudahi hubungannya dengan Seongbuk-dong.Dia adalah orang yang seperti itu.Begitu sudah mengambil keputusan, maka tidak akan bergeming.Dalam jangka pendek, ataupun jangka panjang ia akan menjadi aral yang melintang di depan jalanku. Orang itu harus disingkirkan.Jika tidak, semua rencanaku yang sekarangdan juga bisniskuakan gagal berantakan.” Ucap Yi Kyung dengan wajah serius
Se Jin bertanya kata "curi" itu mengacu dalam hal apa. Yi Kyung mengatakan kalau Se Jin harus membuat Gun Woo menjadi miliknya dengan mengendalikan Pria itu. Se Jin benar-benar tak percaya kalau Gun Woo dulu pernah menyukai Yi Kyung dan masih belum melupakan perasaan ini, menurutnya tak mungkin  bisa membohongiorang yang seperti ini?
“Kau itu tidak percaya diri atau tidak mau?”kata Yi Kyung, Se Jin juga tak mengerti tapi menurutnya keduanya, Yi Kyung bisa mengerti
“Jangan salah paham!Saya bukannya menolak.Tapi jika saya mendekati Park Gun Woosudah pasti dia akan merasa curiga.Sekalipun setelah berhasil membuatnya percaya,Memperalat orang dengan cara seperti ini...Saya tahu jika rencanamu itu sangat penting. Jadi Beri saya waktu satu hari untuk mempertimbangkannya.” Kata Se Jin, Yi Kyung setuju agar Se Jin memikirkanya dan menyuruh agar keluar kembali duduk di meja kerjanya.
“Maaf, karena permintaan ini terlalu mendadak..” ucap Se Jin, Yi Kyung sudah tahu akhirnya Se Jin pun berjalan keluar dari ruangan. 


Sek Kim langsung menghampiri Se Jin ingin tahu apa yang dikatakan Yi Kyung padanya. Tak yang ada didekatnya pun ingin mengetahui sibuk mengutak-ngatik komputer.  Se Jin terlihat binggung apa maksudnya, Sek Kim mengatakan “Hidden card.”
“Beliau pernah bilang jikakau adalah hidden card-nya.Karena itu pasti kau diberi misi penting.” Kata Sek Kim
“Dia memintaku mencuri.” Ucap Se Jin, Sek Kim kaget begitu juga Tak
“Teknik Sek Kim dalam memasak teh herbal.” Ucap Se Jin mengoda. Sek Kim terlihat kesal, Se Jin mengatakan kalau Yi Kyung  tidak bilang sesuatu yang istimewa lalu duduk disofa. 

Se Jin duduk disofa berusaha untuk tenang dengan mempelajari berkas-berkas yang biasa dilakukan, tapi pikiran sedang tak karuan dengan permintaan Yi  Kyung padanya. Sementara Yi Kyung bisa melihat Se Jin dari CCTV yang dipasangnya, seperti sengaja ingin mengetahui gerak gerik Se Jin. 

Tuan Park sudah ada diruang perawatan mengetahui alasan anaknya itu dikarenakan Pamannya, Jadi Nanti akan mendengarkan laporan di rumah sakit dan meng-ACC dokumen, serta Tidak akan mengizinkan Moo Sam jadi ketua selain itu akan mencegah adiknya memecah-belah perusahaan dan Karena itu... Gun Woo menyela pembicaran ayahnya.
“Aku pasti akan kembali. Tapi terlebih dahulu aku harus membayar hutang budiku pada Tetua dikarenakan paman” tegas Gun Woo lalu membungkuk dan pamit pergi. Tuan Park hanya berteriak kesal memanggil anaknya. 

Gun Woo melihat Sek Moon yang datang lalu bertanya apakah Sudah dipastikan. Sek Moon mengatakan kalau hari saat ia berkunjung ke kantor, Yi Kyung mengunjungi Tuan Park.
“Aku sempat penasaran hadiah besar yang dia maksud  itu apa. Seo Yi Kyung sungguh hebat. Dia bisa melunakkan tabiat Ayah yang keras.” Ungkap Gun Woo dengan senyuman
“Sepertinya bukan kebaikan yang tulus Pasti ada niat tersembunyi yang lain.” Kata Sek Moon khawatir
“Tetap saja aku merasa bersyukur. Dibandingkan dengan mengenakan seragam napi, dia memakai baju pasien dan aku merasa jauh lebih lega.” Kata Gun Woo menoleh ke ruang rawat ayahnya. 

Se Jin melamun dengan melihat uang koin milik Yi Kyung, Bibinya melihat Se Jin yang belum tertidur, Se Jin terlihat kaget mengaku kalau baru akan tidur. Bibi Jang melihat wajah Se Jin binggung, seperti bisa mengetahui kalau itu pasti masalah kantor.
“Mana mungkin ada masalah. Kalau mau bilang masalah, itu dikarenakan aku terlalu disukai orang-orang.” Ungkap Se Jin berusaha mengelak
“Perlakukan Direktur Seo dengan baik! Dia itu adalah orang yang berjasa bagi keluarga kita.” Pesan Bibi Jang lalu kembali ke kamar, Se Jin terdiam memikirkan kembali keputusanya. 

Esok hari
Se Jin menemui Yi Kyung diruangan mengatakan kalau bersedia dan akan mencoba. Yi Kyung malah menolaknya, karena ini Bukan menggantikannya sehari dua hari saja, tapi nanti hati kecilnya akan tersiksa serta nuraninya akan mengumpat.
“Jika tekadmu tidak cukup kuat pada akhirnya kau akan menyerah karena merasa dipaksa. Daripada seperti itu, lebih baik jangan lakukan.” Ucap Yi Kyung
“Aku sanggup.... Jika rencanamu gagal, maka juga akan ikut hancur. Perjalananku masih panjang dan tidak ingin berakhir seperti begini. Aku akan melakukannya sesuai dengan instruksimu.” Kata Se Jin

Yi Kyung memberikan sebuah amplop diatas meja, Se Jin melihatnya, Yi Kyung memberitahu kalau Orang itu juga sudah menerima undangan. Se Jin mengaku sangat penasaran akan suatu hal dan bertanya apakah Yi Kyung benar-benar tidak keberatan kalau berusaha mengoda Gun Woo.
“Dia adalah orang yang baik hatinya. Kenangan tentangnya juga sangatlah indah. Hanya itu saja, Tidak ada arti yang berlebih. Dan sekarang dia adalah aral yang melintang di depan jalan kita.” Kata Yi Kyung tetap tak peduli 


Gun Woo menemui Tuan Jang dirumahnya yang sedang berolahraga pagi. Tuan Jang merasa kalau Tuan Park itu melakukan karnea  sudah sangat terdesak dan berpikir akan kehilangan putranya sendiri, maka bersedia mundur dari bisnis Dubai itu, dengan Memilih bebas dengan jaminan menggunakan alasan kesehatan.
“Semua sudah kujelaskan pada Ayah  Sebelum hutang budiku terbayar semua, maka tidak akan berpaling.” Kata Gun Woo
“Tidak ada hutang apapun dan Aku juga tidak berbuat banyak. Sebaiknya kau pulang sekarang. Ke rumah sakit menjaga Moo Il yang sakit.” Kata Ketua Jang berjalan masuk, Gun Woo tak enak hati mendengarnya,
“Tahukah kau kenapa aku memilihmu dan bukan memilih putri Seo Bong Soo?Aku melihatmu dari kecil hingga beranjak dewasa. Aku sangat mengerti karakter dan sifatmu. Tapi sifat anak itu sama sekali tidak kupahami. Walaupun dia sangat kompeten.” Ungkpa Tuan Jang
“Apakah kau merasa  aku tidak bisa dipercaya?” kata Gun Woo, Tuan Jang tak menjawabnya memilih untuk masuk.

Sek Nam berbicara dengan Gun Woo kalau suasana hati Tuan Jang agak tergangu karena masalah Tuan Park yang sudah bebas. Gun Woo tahu arti permintaan Tuan Jang adalah kalau ia harus melupakan baktinya pada orang tua bersumpah setia padanya. Sek Nam bertanya apakah Gun Woo sudah menerima undanganya.
“Keponakan Tetua ingin menggunakan kesempatan ini membina hubungan dengan pengusaha dari generasi yang lebih muda. Aku Harap kau bisa hadir sebagai wakil dari Moojin Grup.” Kata Sek Nam 


Se Jin turun dari mobil dan akan masuk gedung, Sung Mook memberitahu bersama dengan Yi  Kyung akan berada di lantai 2. Se Jinjn pun berjanji akan menelpnya nanti di tengah acara. Se Jin hanya menatapnya, seolah tak peduli akhirnya Se Jin pun masuk dengan percaya diri pada sebuah ruangan. Seorang pria menyapanya lebih dulu.
“Aku adalah penyelenggara pesta kali ini. Namaku Jang Han Il. Jika boleh bertanya, Anda adalah...” kata Han Il. Se Jin pun mengenalkan namanya dan berasal dari Galeri S.
“Ketua kami berhalangan, jadi saya mewakilinya datang.” Jelas Se Jin, Han Il pun menyambut Se Jin dengan senyumanya lalu mengajak ke tempat duduk.

Gun Woo berjalan masuk ke lorong dari kejauhan Yi Kyung melihatnya. Sung Mook memberitahu Yi Kyung kalau Ketua Son sudah datang, mereka pun pergi melakukan pertemuan lainya. Gun Woo masuk ruangan menyapa Han Il sebagai seniornya. Han Il pun menyaa juniornya yang sudah lama tak bertemu.
“Kabarnya Ketua  mendapat pembebasan bersyarat dengan alasan kesehatan. Aku mengucap Syukur, Orang-orang tua itu berseteru tiada habis-habisnya. Antara kita, jangan sampai seperti itu. Bukankah begitu?” kata Han Il, Se Jin bisa melihat Gun Woo yang datang dan Gun Woo sempat terkejut melihat Se Jin bersama dengan Han Il
“Akuperkenalkan. Ini adalah Juniorku waktu kuliah. Moojin Grup, Park Gun Woo dan Ini adalah Lee Se Jin-ssi dari Galeri S.” Kata Han Il mengenalkan keduanya.
Se Jin mengaku kalau Sebelumnya sudah pernah ketemu. Han Il dan temanya mengoda  kalau Gun Woo hanya tahu kerja saja tapi mengela wanita cantik seperti Se Jin. Gun Woo dengan banyolanya, mengatakan kalau  Dari lahir memang sering disenangi banyak wanita. Terdengar suara yang memanggil Han Il dan temanya, mereka pun pergi meninggalkan keduanya. 

Gun Woo menyindir Se Jin yang mengunakan nama asli dan bukan menjedi ban penganti untuk Yi Kyung lagi. Se Jin dengan percaya diri mengatakan kalau Yi Kyung itu sangat mempercayainya.
Gun Woo teringat saat bertemu dengan Yi Kyung diruangan, terlihat marah karena harus melibatkan Se Jin, lalu memperlihatkan foto saat Gun Woo diam-diam bertemu dengan Gi Tae. Gun Woo ingin menjelaskan tapi Yi Kyung tak mau mendengar dengan memperingatkan agar tak menyentuh Se Jin dan menegaskan kalau ini adalah pertemuan mereka.
“Kalau begitu... Hari ini sepertinya kau juga punya tugas penting kan ? Apa Kau berniat mengorek informasi dari keponakan Tetua Atau ke datang untuk memikat pria berduit?” kata Gun Woo menyindir.
“Coba kau tebak... aku ke sini untuk merayu siapa.” Ucap Yi Kyung sengaja mengodanya lalu berjalan pergi. Gun Woo hanya terdiam melihatnya.

Yi Kyung bertemu dengan Ki Tae dan juga Tuan Son, merasa kalau berita itu sudah sampai ditelinganya. Kalau Seongbuk-dong menyerahkan Asosiasi kepada Ketua Song Man Ho. Ki Tae terlihat marah karena alasan Yi Kyung datang hanya  mau menyiram bensin ke kobaran api?
“Jika benar Ketua Song, maka berarti ia memenuhi syarat menjadi boneka bagi Seongbuk-dong. Kalau kau menyuruh dia mati, ia akan mati.Apabila Disuruh hidup, demi bisa hidup tidak ragu berteriak menyanjung. “ ucap Yi Kyung dengan Ketua Song yang bertemu dengan Tuan Jang dikediamanya.

“Jadi kau mau aku pergi cari Tuan Jang dan berlagak akan mati?” kata Tuan Son sinis
“Dia tidak akan bersedia bertemu denganmu. Ketua, Anda sudah tidak memiliki manfaat baginya lagi.” Ucap Yi Kyung menyindir, Ki Tae terlihat marah mendengarnya. Sung Mook pun membela agar jangan berteriak pada Yi Kyung.
“Sekertaris Jo, Kau terlalu ribut jadi Keluarlah dulu.” Kata Yi Kyung, Sung Mook kaget dan Ketua Son pun meminta agar anaknya juga keluar. Ki Tae pun kesal, memberitahu ayahnya kalau jangan sampai termakan tipu muslihat perempuan seperti Yi Kyung, Tuan Son menyuruh anaknya keluar saja, Akhirnya keluar bersama dengan Sung Mook dengan wajah dongkol


“Rekening Ketua Jang..  masih belum diserahkan kepada Ketua Song, Jadi Hard disk dengan rekening yang di-encrypt, tolong berikan padaku. Uang pensiun ketua akan kuberikan dari situ.” Ucap Yi Kyung memberitahukan rencananya.
“Direktur Seo, kau belum begitu memahami situasi yang sebenarnya Dengan hard disk itu juga belum tentu bisa membuka rekening tersebut.” Kata Tuan Son
Sementara diruangan Tuan Jang terlihat siap menunggu dan Sek Nam serta Ki Tae sibuk dengan hardisk didepan komputer. Tuan Son menjelaskan  Hard disk dengan sinyal yang sinkron ada dua. Yaitu Yang satu ada di Asosiasi, satunya lagi di Seongbuk-dong.
“Untuk mengaktifkannya kedua hard disk ini harus terhubung dalam waktu yang bersamaan.” Jelas Tuan Son
“Aku bukan mau mengambil dana dari rekening tersebut. Jika dana dalam jumlah besar tersebut diblokir,maka Seongbuk-dong yang kepepet akan memuntahkan sendiri dananya. 10% dari saldo rekening akan digunakan sebagai uang pensiun bagi yang dipaksa pensiun, Seharusnya lebih dari cukup.” Jelas Yi Kyung
“Apa menurutmu Tuan Jang  akan menyanggupinya dengan begitu saja?” kata Tuan Son ragu
“Tidak pernah ada transaksi yang lancar dan mulus. Kita akan membuat mereka terpaksa menyanggupinya. Berhubung  reputasimu sudah ternoda, maka setidaknya harus memperoleh sedikit keuntungan. Kau cukup menyerahkan hard disk itu padaku. Sisanya biar aku yang menyelesaikannya.” Kata Yi Kyung


Se Jin duduk menonton acara pertunjukan sulap dan wajahnya sempat terpesona bahkan menerima sekuntum bunga mawar, sementara Gun Woo terlihat tak tertarik dengan hanya duduk diam dibangku lalu keluar dari ruangan. Se Jin melihatnya dan mengikutinya, terdengar suara petikan gitar dengan lagu yang mengalung dengan indah.
Tiba-tiba ia teringat saat Yi Kyung dalam ruangan sendirian mendengar lagu yang sama dengan yang dimainkan oleh Gun Woo sekarang. Gun Woo tersadar dengan keberadaan Se Jin dan berhenti memainkan gitarnya, Se Jin memuji kalau lagunya itu bagus. Gun Woo seperti tak peduli memilih untuk meninggalkanya, Se Jin akhirnya memanggil Gun Woo.
“Lagu ini pernah kau mainkan dulu, 'kan?Untuk Direktur Seo...” ungkap Se Jin yang sangat mengingatnya.
“Sepertinya kau benar-benar orang kepercayaan Seo Yi Kyeong. Dia bukanlah orang yang membuka hatinya kepada siapa saja.” Kata Gun Woo sinis. 


Se Jin bertemu dengan Yi Kyung mengaku kaalu tidak sanggup, karena Di dalam hati Park Gun Woo, masih bersemayam sosok Yi Kyung dengan porsinya cukup besar. Menurutnya  Mencoba mendekati orang yang hatinya masih seperti itu, tidak pantas dan meminta maaf.
“Aku juga tidak pernah berharap banyak dan Hanya ingin memastikan saja. Sampai maka batasanmu” ucap Yi Kyung sinis, Se Jin terlihat kebinggungan dengan posisinya, Diam-diam Gun Woo melihat dari kejauhan keduanya sedang berbicara dan seperti Se Jin tak bisa melakuan yang diperintah Yi Kyung padanya

Ki Tae memberikan sebuah hardisk dan menanyakan pada ayahnya, Apakah Yi Kyung itu bisakah dipercaya, seperti masih ragu. Tuan So pikir Dengan pengalaman hidup yang sama banyak, maka anggap saja menonton sebuah keramaian dan belanja murah.
“Jika berhasil, kita akan bisa mendapatkan uang dalam jumlah besar. Jika gagal, resikonya ditanggung oleh Diretur Seo” ucap Ketua Son, tapi Gi tae seperti masih khawatir. 

Yi Kyung pun menerima telp dari Tuan Son untuk tak perlu khawatir karena Tuan Son itu tidak akan mengalami kerugian apapun, setelah menutup ponselnya terlihat tegang.
Se Jin kembali datang berusaha untuk menyapa semua dengan ramah,  tapi seperti Yi Kyung memilih untuk tak mempedulikannya sibuk dengan melihat berkas diatas meja dengan Sung Mook. Se Jin pun melihat Tak dan Sek Nim sedang menghias ruangan dan pohon natal.  Sek Nim memberitahu kalau sudah dekat akhir tahun, harus ada sedikit suasananya jadi nanti akan ada red wine party. Se Jin menawarkan bantuan,  Sek Nim pun meminta agar mengambil kardus lain.
“Direktur, apa mau kuseduhkan secangkir teh?” ucap Se Jin berusaha untuk berbaik hati, Yi Kyung dengan sinis menjawab kalau sudah minum. Se Jin pun hanya bisa tertunduk sedih. 

Se Jin hanya bisa melamun dengan meja yang sudah ditata dan juga pernak pernik natal yang mereka pakai. Sek Kim menenangkan Se Jin kalau semua baik-baik saja, walaupun tidak tahu apa yang terjadi, tapi Se Jin itu mengenal Ketua bukan sehari dua hari jadi lebih baik keadaan ini Anggap saja angin dingin Siberia habis bertiup Setelah itu lupakan semuanya. Saat itu Yi Kyung datang, Se Jin berdiri dan terlihat Senyuman Yi Kyung terlihat Se Jin pun bisa sedikit bernafas lega. 

Pesta pun dimulai, Sung Mook berdiri dari tempat duduknya , mengatakankalau Setahun mereka semuanya telah bekerja keras. Di tahun yang akan habis ini, di bawah bimbingan Direktur Seo maka meminta agar bekerjalah dengan semakin giat. Semua pun bersulang dengan wajah bahagia.
“Meskipun sederhana tapi ini adalah pesta akhir tahun galeri. Direktur Seo harus menyampaikan sepatah dua kata tentunya.” Kata Sek Nim,
“Hari ini secara khusus aku ingin mengucapkan terima kasih pada seseorang. Walaupun masa-masa kita bekerja sama tidaklah panjang, tapi dia jauh lebih serius dibandingkan siapapun.” Kata Yi Kyung meminta Se Jin untuk berdiri.
“Tugas itu pasti sangat susah sekali,tapi kau mengerjakannya dengan baik.” Ungkap Yi Kyung, Se Jin dengan rendah hati mengatakan kalau tak seperti itu merasa masih punya banyak kekurangan dan Tidak banyak membantu.
“Yang kau lakukan hingga saat ini sudah lebih dari cukup. Jadi Kau pulanglah.” Kata Yi Kyung,  semua kaget mendengarnya.
Se Jin pun bertanya apa maksudnya, Yi Kyung mengatakan kalau Se Jin statusnya sedang dibekukan lalu mempersilahkan semua agar menikmati pestanya dan berjalan pergi. Se Jin pun akhirnya mengejar Yi Kyung sampai ke ruang tengah. 

Se Jin ingin tahu alasanya sampai harus dibekukan. Yi Kyung mengatakan dengan tegas itu Karena Se Jin tidak kubutuhkan lagi dan mengaku kalau sebelumnya memang membutuhkannya, tapi  sekarang sudah tidak ada alasan lagi baginya  untuk membutuhkan Se Jin.
“ Aku... paling benci orang yang lemah.” Ucap Yi Kyung, Se Jin berpikir kalau ini berhubungan dengan Park Gun Woo. Yi Kyung mengaku kalau itu adalah salah satunya.
“Bukankah Anda pernah bilang akan mengubahku menjadi seseorang yang sepertimu? Tapi kau malah memanfaatkanku?” kata Se Jin tak percaya
“Tadinya memang aku berencana seperti itu. Aku tahu ini tidak mungkin dan juga bisa berbuat salah. Kau bilang ingin melihat wajahku yang nyata, tapi kau sama sekali tidak melakukan persiapan dan  Kau cuma sekedar ngomong saja. Jadi Kerja sama kita berakhir sampai di sini.” Kata Yi Kyung, Se Jin seperti menahan rasa sedihnya. 

Se Jin pun keluar dari rumah dengan wajah penuh marah, Tak berlari mengejarnya  menurutnya tak bisa pergi begitu saja meminta agar kembali. Se Jin yang marah bertanya kembali kemana dan pada siapa lalu berjalan pergi, Tak seperti sangat sedih karena Se Jin pergi meninggalkan perkerjannya.
Yi Kyung ada diruangan dengan Sung Mook seperti menatap keluar jendela. Sung Mook melihat Pukulan yang diterima Se Jin itu pasti sangat berat lalu merasa ragu akankah Se Jin kembali. Yi Kyung pikir Jika Se Jintidak bisa benar-benar memahami keinginannya sendiri, maka sekalipun kembali, tidak ada gunanya dan adalah ujian terakhir baginya.

Gun Woo ingin menemui ayahnya, salah satu pengawalnya meminta aaf kaalu Tuan Park tidak menerima kunjungan dari siapapun. Gun Woo menegaskan kalau ia adalah anaknya. Moo Sam tiba-tiba datang mengatakan karena alasan itu Gun Woo tak bisa bertemu dengan ayahnya.
“Melihat tampangmu saja sudah pasti sangat membuatnya emosi Seharusnya kau lebih memperhatikan terhadap tekanan darah Ayahmu.”sindir Moo Sam, Gun Woo melihat pamanya yang datang dengan Yi Kyung menemui ayahnya.
“Kau pasti sangat tenang, Paman. Dengan membawa seorang pemegang rahasia elite.” Kata Gun Woo menyindir. Moo Sam mengatkan bukan hanya dia saja yang tenang tapi kakaknya juga  menerima bala bantuan hebat,
“Terima kasih atas hadiahmu. Bagaimana caramu membujuk Ayahku?” kata Gun Woo pada Yi Kyung. Moo Sam mengejek Gun Woo yang datang karena seharusnya pergi ke Seongbuk-dong untuk menjadi budaknya, lalu masuk ke dalam ruangan Tuan Park.

Gun Woo Melihat Yi Kyung yang  melangkah selangkah demi selangkah, ternyata sungguh teliti sekali dan Begitu cepat sudah merambat naikhingga ke sampai ke tempat ini. Yi Kyung merasa kalau Tuan Park adalah teman ayahnya jadi membesuk itu setidaknya merupakan sebuah keharusan.
“Lalu Teman yang satunya lagi apa kabarnya?” tanya Yi  Kyung
“Kenapa Penyakitmu yang sudah tahu tapi pura-pura bertanya itu tidak berubah sama sekali? Demi mendapatkan belas kasihan Tuan Jang, waktu pesta itu sampai mengirim orang ke sana. Lee Se Jin. Benar, 'kan?” ucap Gun Woo lalu menyampaikan pesan agar wanita berusaha lebih keras lagi karena seniornya begitu melihat wanita suka lupa diri.
“Dia sudah kupecat... Padahal dia adalah anak yang sangat berambisi. Tapi pada saat penting dia malah terbelenggu oleh hati nuraninya. Kau juga tahu, 'kan? Hati nurani, integritas, moral.Ini semua adalah kosa kata yang sama sekali tidak ada nilai uangnya aku paling benci. Karena itu dia kupecat.”kata Se Jin lalu masuk ruangan. 

Gun Woo terdiam teringat saat bertemu dengan Se Jin meminta agar menebak siapa yang harus digodanya, lalu mendengar suara gitarnya mengetahu kalau itu lagu yang pernah dimainkan untuk Direktu Seo. Gun Woo pun menelp Sek Moon.
“Bantu aku cari tahu satu hal. Lee Se Jin yang bekerja di Galeri S, informasi pribadinya. Jika sudah tahu, beritahu aku secepatnya” perintah Gun Woo
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: