Jumat, 30 Desember 2016

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 13 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC
Joon Hyung kembali ke kampus melihat dari kejauhan Bok Joo sedang berdiri dengan papan, lalu melihat spanduk bertuliskan (Mogok makan hari ke-1, kami menginginkan pelatih Choi Seong Eun kembali.) Akhirnya Ia mendekati Bok Joo bertanya apa yang sedang dilakukanya.
“Apa kau tidak bisa membacanya?Kami sedang melakukan demo, mogok makan” kata Bok Joo, Joon Hyung pun menarik Bok Joo ke sisi tenda untuk bicara.
“Hei, suhu udaranya di bawah nol sekarangApa yang kau lakukan di malam musim dingin seperti ini?” ucap Joon Hyung
Bok Joo yang masih kesal merasa Joon Hyung tak perlu peduli, menurutnya lebih baik urus saja urusanya sedniri karena ini yang harus dilakaukan dengan timnya. Joon Hyung pikir mana mungkin tidak peduli karena Bok Joo akan mati membeku. Bok Joo kembali menegaskan ini bukan urusan Joon Hyung jadi punya hal lain untuk diurusnya.
Joon Hyung berteriak marah, Bok Joo panik takut semua temanya bisa mendengarnya. Joon Hyung meminta agar tak bicara seperti itu karena ia benar-benar mengkhawatirnya, dengan wajah kesal meninggalkan Bok Joo membiarkan melakukan yang dinginkanya. 

Ah Young baru turun mobil melihat Jae Yi sudah menunggu didepan rumahnya. Jae Yi menyapanya tahu kalau Ah Young sengaja tidak mengangkat telponnya. Ah Young membenarkan lalu meminta maaf karena terlalu emosi hari itu. Jae Yi mengaku telah memikirkan perkataan Ah Young sebelumnya.
“Selama 10 tahun,Kau selalu ada untukku.  Saat aku tidak punya teman makan,Saat aku mau minum dan saat aku memerlukan pasangan untuk pergi ke pesta, kau selalu ada. Tapi aku berterima kasih atas semuanya. Jadi Ayo kita berkencan. Ayo kita coba untuk berkencan yang sebenarnya” kata Jae Yi ingin mencoba berkencan dengan temanya.

“Jung Jae Yi, kau ini benar-benar...Apa kau pikir berkencan itu pekerjaan amal?Kau tidak bisa mencintai seseorang dengan usahamu, dasar bodoh” kata Ah Young kesal ingin masuk ke rumah, Jae Yi memanggilnya.
“Aku menghargai persahabatan yang kau tunjukkan padaku. Sekarang Cuacanya dingin, kau harus pergi” kata Ah Young lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Jae Yi hanya diam menatap Ah Young karena keadaanya jadi serba salah. Salju akhirnya turun, Jae Yi berjalan pulang, Ah Young dari kaca jendela melihat Jae Yi yang meninggalkan rumahnya. 


Joon Hyung mengomel sendiri dalam kamarnya, kesal dengan Bok Joo yang melakukan demo saat musim dingin menurutnya hanya orang bodoh yang membuat masalah, lalu masih bertanya-tanya kenapa Bok Joo marah padanya, karena tak mungkin bisa mengerti kalau Bok Joo tak memberitahukanya.
Tae Kwon datang dengan mengigil kedinginan, memberitahu kalau salju kembali turun. Joon Hyung kaget mendengarnya. Tae Kwon pikir Sepertinya tidak akan berhenti dan jalanan akan segera jadi es, dengan bergegas menghangatkan tubuhnya di tempat tidur. Joon Hyung panik melihat ke arah jendela memastikan kalau memang salju benar-benar turun.


Woon Gi pun mengajak semua temanya beristirahat lebih dulu. Semua pun mencoba duduk didalam tenda dengan udara yang semakin dingin. Bok Joo memilih untuk duduk ditangga dengan papannya dan melepaskan sepatunya karena terasa pegal berdiri sendirian.
Joon Hyung datang menatapnya, Bok Joo seperti ketakutana. Joon Hyung melepaskan sepatu Bok Joo dan memasangkan plester pereda sakit dibagian telapak kakinya. Bok Joo hanya bisa diam saja karena sebelumnya Joon Hyung seperti tak mendukungnya. Joon Hyung memberikan jaket dan juga syal yang dipakainya.
“Jangan terlalu memaksakan dirimu. Aku..mohon..” ucap Joon Hyung, Bok Joo hanya menatapnya. Saat itu teman-temanya  bertanya siapa yang ada bersaa dengan Bok Joo, beberapa oran mengenali kalau itu Joon Hyung dari tim renang.

Joon Hyung menutupi wajahnya dan berjalan pergi meninggalkan Bok Joo. Teman-temanya melihat keduanya terlihat sangat serius. Bok Joo menyakinkan kalau Joon Hyung hanya teman dan sangat mengkhawatirkan. Nan Hee mengaku iri dan berharap punya teman seperti dia

Dae Hoo baru saja keluar dengan memberitahu kalau jalanan membeku karena turun salju kemarin. Tuan Kim terlihat sibuk membereskan restoran, Dae Ho menyuruh kakaknya untuk masuk kamar dan berbaring saja,  Tuan Kim mengeluh kalau dirinya itu bukan mayat karena baru saja bangun tidur dan Punggungnya sakit karena terlalu lama berbaring
“Jangan berani-berani pingsan lagi”kata Dae Ho memperingatinya, tiba-tiba foto didekat rak jatuh. Tuan Kim binggung melihatnya foto Bok Joo yang tiba-tiba jatuh,
“Aku bermimpi aneh tadi malam, Telpon Bok Joo sekarang juga” kata Tuan Kimb
Dae Ho yakin kalau Bok Joo itu pasti kembali latihan dan.... melihat mata Tuan Kim yang melotot, memilih untuk diam dan akan menelp Bok Joo sekarang juga. 

Bok Joo sedikit menjauh dari tenda menerima telp dari pamanya, yang bertanya apakah sudah makan. Terlihat tulisan di dekat Bok Joo “Mogok makan hari ke-2” Sementara Bok Joo berbohong mengaku baru makan  bubur lobak hijau dan sedang latihan, tak lupa menanyakan kabar ayahnya, lalu berjanji akan menelpnya lagi.
Semua Tim masih berdiri dengan papan ditanganya, Woon Gi melihat Hyung Chul berdiri dengan menutup matanya, mencoba membangunkanya agar tak tertidur. Tapi Hyung Chul malah jatuh tak sadarkan diri, semua panik dan langsung membawanya ke ruang kesehatan. Di tenda hanya ada Woon Gi, Bok Joo dan juga Nan Hee.
Nan Hee mengeluh kakinya sudah mau patah karena terus berdiri, Bok Joo melihat keadaaan temanya, Nan Hee menjerit melihat Bok Joo yang mimisan. Bok Joo pun merasakan ada darah yang mengalir. Woon Gi merasa mereka tidak bisa meneruskannya dan menyuruh keduanya masuk saja. Bok Joo tak bisa melakukan.

“Kita mungkin tidak akan pernah lagi bertemu dengan Pelatih Choi atau Profesor Yoon.” Kata Bok Joo, Woon Gi merasa sangat bersalah dengan semua ini.
Sun Ok tiba-tiba datang menyapa dua teman dan seniornya dengan senyuman. Nan Hee menangis melihat Sun Ok yang datang terlambat. Sun Ok mengaku melarikan diri saat ibunya pergi ke pasar dan mengkhawatirkan mereka juga. Nan Hee makin histeris menangis karena keadaannya sangat berat sekarang. Sun Ok pun memeluk kedua temanya yang sangat dirindukanya. Tiba-tiba Tim senior datang.
“Woon Gi, kita punya berita besar dan Ini yang barusan kami dengar, ternyata Pelatih baru dipekerjakan untuk tim kita, ternyata punya koneksi pribadi dengan tuan Kim. Dia tidak pernah melakukan angkat besi, bahkan bukan dari lulusan olahraga” ucap Eun Young, Semua terkejut mendengarnya.
“Sekarang, masalahnya bukanlah... Hanya tentang Pelatih Choi. Tim kita tidak boleh menjadi target untuk korupsi Jadi Mari kita mulai pertarungan yang sesungguhnya” kata Sang Chul penuh semangat membara.


Mereka pun berkeliling kampus dengan Woon Gi sebagai ketua demo berteriak “Haneol bersalah...Hentikan korupsi... Pelatih kami tidak boleh di terima karena koneksi pribadi.. Jangan merendahkan kami”
Sementara Pelatih Yoon baru saja bangun dari tidurnya dengan semua makanan yang berserakan. Lalu melihat ponselnya yang berdering, TuanKim menelp, wajahnya terlihat kaget dengan para atletnya yang melakuan demo. 
Semua berkeliling kampus dengan terus berteriak melakukan protes. Pelatih Yoon benar-benar tak menyangka semua anak didiknya melakuan protes, lalu bertanya siapa yang menyuruhnya padahal seharusnya mereka latihan. Woon Gi meminta maaf tapi menurutnya  mereka harus melakukan sesuatu

“Kami ingin Pelatih Choi kembali, tapi masalahnya bukan itu saja Aku tidak bisa menerima pelatih yang belum pernah berpengalaman dalam hal angkat besi” jelas Sang Chul
Pelatih Yoon mulai mengumpat kesal karena mereka semua akan mendapatakan masalah karena hal ini dan menyuruh pergi berlatih. Semua menolaknya, Pelatih Yoon langsung membaringkan tubuhnya dijalan dengan menantang mereka kalau ingin melakukan demo maka langkahi dulu tubuhnya.
Semua pun mencoba menarik pelatih Yoon agar tak berbaring, saat itu pelatih Yoon merasakan ponselnya berdering lalu meminta mereka menghentikanya sejenak. Tuan Kim menelp, pelatih Yoon memberitahu sedang menghalangi mereka sekarang, lalu tiba-tiba dibuat kaget dengan berita yang disampaikan Tuan Kim.

“Mereka akan menerima pelatih Choi kembali.” Teriak Pelatih Yoon pada semua anak didiknya, Semua melonggo kaget mendengarnya.
“Komite memutuskan memotong gajinya selama tiga bulan...Tapi mereka akan menerimanya kembali. Kita berhasil.” Ucap Pelatih Yoon. Semua berteriak bahagia karena berhasil melakukan protes.
Joon Hyung melihat dari kejauhan Bok Joo dan timnya sudah terlihat bahagia, padahal ditanganya sudah membeli banyak plester pereda sakit. Sementara Pelatih Choi sedang makan sendirian dengan wajah sedih, lalu dikejutakan dengan Pelatih Yoon yang memberikan berita gembira untuknya. 

Semua Tim berkumpul di restoran Bok Joo dengan menikmati ayahm goreng. Tuan Kim mengatakan kalau ia yang traktir karena sangat bangga pada mereka semua jadi boleh makan ayam sepuasnya.  Pelatih Yoon pun meminta mereka mengangkat gelas birnya mengaku kalau sangat terharu dengan timnya yang bisa bersatu.
“Kebulatan tekad kalian menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil, Tidak ada rasa takut dalam solidaritas, Sebagai Profesor kalian, aku banyak belajar Sekarang karena semuanya sudah kembali dalam tim, Yang kita lakukan hanyalah berlatih dengan keras” kata Pelatih Yoon lalu meminta agar Pelatih Choi juga memberikan sambutanya. Pelatih Choi terlihat malu berdiri didepan semua anak didiknya.
“Aku merasa sangat malu atas semua yang telah terjadi Aku minta maaf dan berterima kasih, Aku sangat merindukan kalian semua” ucap pelatih Choi membalikan badan karena tak bisa menahan tangis harunya.
Semua pun meminta agar Pelatih Choi tak menangis dan menyuruh keduanya melakukan “love shot”. Pelatih Choi menolak tapi Pelatih Yoon karena bahagia akan melakukanya dan mulai merangkulkan tanganya. Semua meminta agar mereka melakukan “level dua” Pelatih Yoon pun merangkul pelatih Choi agar bisa minum seperti berpelukan. Tiba-tiba Dae Ho datang berteriak menghentikanya
“Tolong lepaskan...Tanganmu darinya” perintah Dae Ho,Tuan Kim yang melihatnya memukul kepala adiknya.
“Yahh.. Itu benar... Kami sedang berkencan” kata Dae Ho mengaku dengan menarik Pelatih Choi dan memeluknya, semua melonggo termasuk dengan Bok Joo tak percaya paman dan pelatihnya berkencan. Pelatih Choi hanya bisa tertunduk malu. 


Keduanya pun bertemu di sebelah restoran, Pelatih Choi mengeluh dengan yang dilakukan paman Bok Joo menurutnya sudah gila dan tak percaya bisa langsung membuat pengumuman seperti itu. Dae Ho mengaku kalau dirinya tak bisa berbohong dan merasa heran kenapa Pelatih Choi malah marah.
“Dengar, pamannya Bok Joo.” Kata Pelatih Choi berwajah serius.
“Jangan memanggilku seperti itu.. Namaku Dae Ho, Kim Dae Ho Dan itu memang benar kalau kita berkencan. Apa aku salah, Seong Eun?” kata Dae Ho merasa tak ada yang salah dengan perkatanya
“Aku benar-benar minta maaf, seharusnya memberitahumu dari dulu, tapi aku terlalu mabuk. Apa yang kau bicarakan? Kita...” ucap Pelatih Choi dan Dae Ho menyela kalau mereka sudah berciuman
“Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu dan tidak bisa melakukan ini sekarang. Apakah ciuman itu tidak berarti apa-apa bagimu?” kata Dae Ho mulai marah. Pelatih Choi meminta maaf karena sudah membuat kesalahan dan meminta agar menamparnya saja.
“Apa karena profesor Yoon? Kau tidak membuka hatimu padaku... itu Karena Profesor Yoon?” kata Dae Ho, Pelatih Choi menyangkalnya. Dae Ho pikir itu bagus dan menegaskan tidak mendengar ucapannya hari ini jadi akan terus menyukainya jadi meminta agar pelatih Choi jangan berubah pikiran dan bergegas pergi. 

Joon Hyung berusaha menelp Bok Joo, tapi Bok Joo sengaja tak mengangkatnya. Joon Hyung terlihat kesal bertanya-tanya apakah Bok Joo tak bisa mengangkatn atau mengabaikan telponnya. Wajahnya khawatir kalau Bok Joo sakit dan masuk UGD.
Nan Hee dan Suk Ok membantu Bok Joo membereskan meja, sambil membahas Paman Bok Joo dan Pelatih Choi berkencan dan ingin tahu darikapan memulainya.  Bok Joo juga tidak tahu, Nan Hee berangan-angan ingin membuat pengumuman romantis seperti di depan banyak orang. Sun Ok kembali memperagakan saat Dae Ho mengaku berkencan didepan semua orang.
“Dasar... Kalian gadis-gadis bodoh.. Kalian mana punya waktu untuk berkencan sekarang ini, bahkan tidak punya cukup waktu untuk latihan. Kalian bisa berkencan kalau sudah dewasa. Coba Lihatlah pamannya Bok Joo. Aku selalu mengkhawatirkan pria tidak dewasa itu, Tapi ternyata dia bisa mencari wanita yang baik” kata Tuan Kim mendengar pembicaran dua teman anaknya.
Keduanya pun mengangguk akan menuruti nasehat ayah Bok Joo,  Nan Hee melihat Bok Joo yang terus menolak telpnya dan bertanya dari siapa. Bok Joo mengaku terus mendapat telpon dari nomor tak dikenal jadi pasti telpon iseng. 

Ketiganya kembali ke asrama terlihat bahagia karena kembali berkumpul. Nan Hee pikir mereka harus melakukan sesuatu yang spesial malam ini dan mengajak Bok Joo untuk mengobrol semalaman di kamar mereka dan memiliki beberapa makanan.
“Apa kalian tidak apa-apa? Bukankah seharusnya kalian istirahat malam ini?” ucap Sun Ok khawatir. Nan Hee pikir hanya dikompes akan baik-baik saja.
“Yah, aku baik-baik saja..Tapi tangan dan kakiku agak sakit,Dan agak sakit kepala” kata Bok Joo, Nan Hee pun memutuskan lebih baik mereka istirahat saja dan bersenang-senang setelah latihan besok. Sun Ok pun berjanji akan mentraktir mereka. 

Bok Joo kembali kamar meminta maaf pada temanya kalau dulu membenci orang-orang yang mengabaikan teman-temannya,karena memiliki seorang kekasih tapi menurutnya ia juga harus berkencan sekarang.  Joon Hyung duduk disofa kamarnya, terus menatap ke ponselnya berharap Bok Joo menelpnya. Ponselnya pun berdering dan langsung diangkat olehnya.
“Kenapa kau tidak menjawab telponku?” kata Joon Hyung kesl
“Aku tidak tahu kau menelpon,dan baru saja melihatnya” ucap Bok Joo berbohong
“Aku terus menelponmu, mungkin ada 10 kali. Apa kau baik-baik saja?” tanya Joon Hyung, Bok Joo mengaku badanya sedikit agak sakit serta kakinya, lalu bertanya apakah Joon Hyung mau bertemu denganya karena mereka  masih punya waktu sampai jam malam, Dan ada yang ingin diberikan padanya. 

Joon Hyung terlihat bersemangat menunggu Bok Joo di ruang tengah, Bok Joo datang mengeluh Joon Hyung yang ingin bertemu di ruangan itu bukan di kolam seperti biasa.  Joon Hyung tahu Di luar dingin dan Bok Joo belum sepenuhnya pulih. Bok Joo mengembalikan jaket Joon Hyung dengan mengucapkan terimakasih karena sudah meminjamkannya.
“Apa  hanya ini yang ingin kau berikan padaku? Mengecewakan sekali, Kau seharusnya menyimpannya lebih lama lagi” kata Joon Hyung menarik Bok Joo agar duduk disampingnya, Bok Joo bertanya apalagi yang diharapkanya.
“Tapi, aku harus tahu, Kenapa kau marah padaku?” kata Joon Hyung, Bok Joo tetap menyangkal. Tapi Joon Hyung yakin kalau Bok Joo itu marah padanya.
“Itu sebabnya kau menghindariku dan aku benar-benar berpikir itu bukan karena aku memanggilmu babi, Aku tidak akan pernah tahu kesalahanku kalau kau tidak memberitahuku! Jadi apa kesalahaku?” kata Joon Hyung penasaran.
“Aku tidak mau terlihat kekanak-kanakan, jadi tidak akan mengatakannya..” kata Bok Joo, Joon Hyung tetap meminta Bok Joo agar memberitahukanya.

“Kau bersikap sangat perhatian pada mantan pacarmu Baiklah, aku mengerti, dia sedang sakit. Tapi bagaimana kau memberitahu tentang alerginya di depanku? Dan kau seperti mengabaikan aku,  dengan berbicara lama sekali dengannya di telpon Apa kalian berdua harus bicara sebanyak itu?” kata Bok Joo
Joon Hyung tak menyangka kalau hanya itu alasanya,  Bok Joo merasa Joon Hyung itu tidak berperasaan. Joon Hyung mengejeknya kalau Bok Joo itu sebelumnya mengatakan benci tipe pencemburu dan ternyata sekarang seperti itu dengan senyuman bahagia. Bok Joo kesal Joon Hyung mulai mengejeknya. Joon Hyung pun memegang tangan Bok Joo menjelaskan kalau sebelumnya berkencan dengan Si Ho tapi merasa menyesal tidak menjawab telponnya pada hari itu.
“Lalu kami menyelesaikan masalahnya sebelum kau datang Dia bilang kami hanya berteman saja” jelas Joon Hyung, Bok Joo tak percaya Joon Hyung bisa berteman dengan mantan pacarnya.
“Mari kita jujur, kau juga punya masa lalu kan?” kata Joon Hyung, Bok Joo pikir masa lalunya hanya ia yang menyukai pria itu saja.  Jadi berbeda dengan Joon Hyung.
Joon Hyung melihat Bok Joo yang cemburu merasa sangat imut, lalu memeluknya. Bok  Joo meminta agar melepaskanya karena tak suka sentuhan fisik. Joon Hyung tahu Bok Joo berbohong karena  sangat menyukainya. Bok Joo berusaha melepaskanya dan Joon Hyung pun akhirnya berjanji akan menjaga sikapnya.
“Tapi aku juga harus memberitahku, jadi aku bisa mengerti kenapa kau marah.  Jadi Mari kita memberitahu semuanya, Mulai dari stress, atau merasa sedih atau merasa malu.” Kata Joon Hyung, Bok Joo pikir akan memikirknya
“Wah.. Pita Ini lucu sekali, siapa yang memberikannya padamu?”Goda Joon Hyung, Bok Joo balas mengodanya kalau itu dari Jae Yi. Joon Hyung menahan amarahnya.
“Aku akan pergi menemui Si Ho.” Kata Joon Hyung melepaskan pelukanya dan pergi. Bok Joo berteriak sambil merengek. Joon Hyung pun kembali memeluknya merasa mereka sudah baikan sekarang.
Bok Joo mengatakan kalau ia masih marah, Joon Hyung menatapnya lalu memberikan kecupan di pipi Bok Joo dan tiba-tiba melepaskan pelukan dengan membungkuk bertemu dengan seniornya. Bok Joo kesal karena Joon Hyung sedang menjahilinya. Joon Hyung pun kembali memeluk Bok Joo dengan erat. 

Keduanya berjalan bersama, Joon Hyung mengandeng tangan Bok Joo dengan bertanya apakah tidurnya nyenyak. Bok Joo menyuruh Joon Hyung menjauh karena takut ada orang yang melihatnya. Joon Hyung malah sengaja memeluk Bok Joo dari belakang agar tak kedinginan.
Si Ho baru saja turun dari taksi, Bok Joo langsung menghampirinya. Joon Hyung ingin membantu membawakan tasnya, lalu teringat dengan kecemburan Bok Joo semalam dan menarik tanganya. . Bok Joo akhirnya menawarkan diri untuk membantunya.
“Tidak usah, aku harus tetap tinggal di rumah sakit kalau tidak mampu membawanya dan Sepertinya kalian berdua jadi dekat. Jangan terlalu memperlihatkannya, Aku akan jadi cemburu dan bisa sakit lagi” ejek Si Ho seperti tahu keduanya pasti berkencan.,
“Tidak, kami tidak dekat”kata Bok Joo mengelak, Si Ho hanya tersenyum lalu pamit pergi. Joon Hyung kembali memeluk Bok Joo dari belakang, Bok Joo panik takut Si Ho bisa melihatnya. 

Joon Hyung takut Bok Joo pasti kedinginan lalu memakaikan penutup kepalanya, Bok Joo pun memuji Joon Hyung yang karena tak melakukan hal yang membuatnya marah dan memperingatkan agar jangan melirik gadis lain, jangan memakai baju yang memperlihatkan dadanya. Joon Hyung mengerti dengan memanggilnya “Bok Joo Nuna”
Keduanya kembali berjalan bergandengan tangan, Joon Hyung pun kembali mengajak Bok Joo untuk suit dengan hukuman menyentil bagian dahi. Bok Joo kembali kalah karena selalu mengeluarkan gunting, Joon Hyung akhirnya berpura-pura mengalah dengan mengeluarkan kertas. Tapi Bok Joo memberikan pukul yang membuatnya sakit.
Bok Joo meminta maaf karena tak bisa mengendalikan kekuatanya, Joon Hyung merajuk mengajak mereka putus saja, Bok Joo pun merayu dengan mengelitiknya. Joon Hyung pun mencari kesempatan untuk memeluknya. Keduanya berjalan dengan saling berpelukan. Saat itu tanpa disadari, Tuan Kim dengan motornya melihat Bok Joo dan Joon Hyung terlihat sangat dekat dan tak seperti biasanya.
bersambung ke episode 14 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar