Rabu, 28 Desember 2016

Sinopsis Night Light Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Se Jin masuk ke dalam rumah menyalakan lampu yang masih gelap, lalu melihat diruangan Yi Kyung sudah duduk di depan mejanya. Ia pun berpikir kalau Yi Kyung cepat bangun, Yi Kyung tetap diam dengan pekerjanya. Se Jin pun berpikir kalau Yi Kyung bahkan sama sekali tidak tidur. Yi Kyung pun tetap tak bergeming.
“Bukankah hari ini jadwal padat sekali? Sebaiknya kau tidur sebentar.” Saran Se Jin terlihat khawatir
“Di atas meja ada dokumen mengenaigrup finansial baru.Coba kau seleksi.
 perintah Yi Kyung, Se Jin pun melihat sambil melirik pada Yi Kyung yang terlihat sangat serius.
“Waktu SMAdi kelas kami ada seorang siswayang rankingnya termasuk 3% se-Nasional.Dia itu mirip sekali dengan mu. Selain makan tidur, selalu rajin belajar.Kemudian waktu tidurnya dikurangidan pada saat makan sambil mengerjakan soal-soal. Dan Coba Anda tebak, apa yang terjadi padanya?” cerita Se Jin, Yi Kyung hanya diam saja.
“Sehari sebelum ujian akhir,dia masuk rumah sakit. Karena menderita enteritis akut [nama versi kerennya sakit perut] Aku bukan menyumpahimu tapi Maksudnya pada saat bekerjakesehatan juga harus diperhatikan.” Kata Se Jin


Yi Kyung seperti tak peduli menanyakan tentang Gun Woo,  Se Jin memberitahu Karena masalah anting, maka pernah mengirimkan SMS beberapa kali tapi setelah itu tak ada lagi. Dan ia memang sengaja menginggalkan anting itu karena berpikir sepertinyabutuh alasan untuk pertemuan selanjutnya, jadi menurutnya Yi Kyung tak perlu khawatir dengan masalah itu karena Gun Woo pasti akan menghubunginya lagi dengan menaruh berkas diatas meja.
“Sekarang ini adalah masa paling kritis.Hal sekecil apapun tidak boleh terlewatkan” kata Yi Kyung
“Hal yang besar juga tidak akan terlewatkan. Sementara Teman yang sakit enteritis akut ituakhirnya berhasil masuk keivy league.” Ungkap Se Jin dengan senyuman lalu keluar dari ruangan. 

Yi Kyung terdiam dalam ruanganya, lalu masuk ke teringat kembali dengan kenangan terakhirnya bersama dengan Gun Woo. Diatap Gun Woo memegang tangan dan melepaskan dengan menaruh sebuah koin yang sebelumnya sudah disimpanya.
Gun Woo menatap ke arah depan jendela ruanganya, mengingat ucapan Se Jin “Aku akan menjadi orang yang keji, Menjadi orang pertama yang berdiri di puncak.Menatap dunia ini dan Tidak akan pernah difitnah lagi, serta tidak akan menjadi mangsa bagi orang lain.”

Moo Sam sudah siap di ruang tunggu rumah Tuan Jang, menyapa Se Jin yang akhirnya datang.  Se Jin melihat Moo Sam yang datang awal sekali. Moo Sam pikir karena Tuan Jang yang meminta bertemu jadi  satu detik pun tidak boleh telat.
“Sudah lama sekali tidak main ke sini. Sebelum ribut dengan kakaku, sesekali masih bisa mampir ke sini dan membicarakan hal-hal dunia.” Ungkap Moo Sam melihat sekeliling rumah Tuan Jang, Sek wanita Tuan Jang keluar dari ruangan seperti mempersilahkan mereka masuk.
Moo Sam membawa sekotak hadiah berisi teh karena tahu Tuan Jang itu menyukai teh, dan mendengan Kabar kalau teh yang dibawanya adalah  ih teh mahal yang menjadi kegemaran Hu Jin Tao [mantan Pres. Tiongkok] Tuan Jang pun mengucapkan terimakasih. 

“Kira-kira Ini Lebih kurang ada tujuh ataudelapan tahun ya? Saya selalu mengantisipasi ajakan Anda untuk bertemu.” Ungkap Moo Sam dengan ramah
“Semua ini berkat Direktur Seo, Dia bilang jika ingin sukses, harus melibatkanmu. Dia sungguh keras kepala.” Kata Tuan Jang dengan tawa khasnya. Moo Sam merasa kalau Direktur Seo memang Orang yang sangat mumpuni.
Tuan Jang pun bertanya rencana Moo Sam selanjutnya, Moo Sam bingung dengan pertanyaan Tuan Jang mengenai rencanya. Tuan Jang pikir  Seperti terhadap Park Moo Il maka ia akan menusuknya juga dari belakang. Moo Sam sedikit gugup mengatakan kalau tak mungkin melakukan hal itu pada orang yang disegani olehnya.
“Darah sendiri saja bisa dikhianati, Apalagi kalau itu orang lain. Hal ini membuatku sedikit tidak tenang. Jadi Bagaimana menurutmu?” ucap Tuan Jang menyindir dan bertanya pada Yi Kyung
“Hubungan di mana kedua belah pihak memiliki target yang jelas, tidak akan mudah rusak. Tuan Park akan memerankan karakter yang dibutuhkan.” Ucap Se Jin membela Moo Sam dan Moo Sam pun berjanji akan mematuhi perintah
“Demi kau,  Direktur Seo menyusun beberapa rencana. Secara rinci, kalian berdua saling komunikasi. Jika butuh kekuatanku, tinggal beritahu saja.” Kata Tuan Jang. Moo Sam pun membungkuk memberikan hormat saat Tuan Jang berdiri meninggalkan tempat duduknya. 

Keduanya keluar dari ruangan,  dengan wajah kesal Moo Sam merasa Tuan Jang itu licik karena sudah membocorkan masalah ini pada Park Gun Woo, tapi masih saja pura-pura bodoh. Yi Kyung berkomentar kalau yang dikatakannya itu memang fakta. Moo Sam tak percaya Yi Kyung malah membahasnya dan meminta agar  Kejadian masa lalu tidak usah diungkit lagi.
“Hal yang harus dikerjakan ke depannya masih banyak sekali. Kau bilang ada cara untuk melengserkan Kakakku, apakah kau yakin memang bisa melakukanya?” kata Moo Sam tak yakin.
“Moojin Grup punya sebuah dokumen yang usianya sudah cukup tua.” Kata Yi Kyung terlihat memiliki rahasia penting. 

Tak berdiri didepan rumah Yi Kyung hanya menatapnya dan memilih untuk pergi, saat itu Se Jin melihatnya dan langsung menahan pintu mobil sebelum Tak menutupnya. Se Jin mengejek kalau memang Tak datang lebih baik masuk bukanya malah kabur, Tak menyuruh Se Jin melepaskan tangan dari pintu mobilnya.
“Tidak akan kulepaskan.... Ayo cepat masuk, diluar Dingin sekali.” Kata Se Jin tetap tak ingin melepaskanya. Tak mengangguk setuju merasa menyerah, Se Jin pun melepaskan tanganya dan saat itu Tak berusaha untuk kabur, Se Jin dengan cepat bisa menahan kembali pintu mobil.

Se Jin pun mendorong Tak masuk ke dalam rumah memberitahu kalau anak yang hilang sudah berhasil dibawa pulang olehnya. Sek Kim menyapa Tak yang datang kembali karena perasaanya memang sudah tahu kalau saatnya Tak untuk kembali dan memmbuatnya sedikit menunggu lebih lama.
“Aku cuma kebetulan lewat jadi mampir ke sini”ungkap Tak jual mahal, Sek Kim pun mengejeknya kalau Tak itu tiap hari sengaja kebetulan lewat di depan rumah Yi Kyung dengan melakukan sedikit pekerjaan.
“Apa Kau tahu betapa ia mengkhawatirkanmu?” kata Se Jin, Tak akhirnya hanya bisa meminta maaf.
Sek Kim pikir kenapa harus meminta maaf dan menawarkan  secangkir teh hangat. Se Jin pun dengan senang hati akan membuatnya, Tak pun melihat ke lantai atas bertanya keberadaan Direktur Seo sekarang. Sek Kim memberitahu sedang keluar sebentar dan mungkin akan segera kembali.

Saat itu Yi Kyung datang dengan Sung Mook, Tak pun menyapa Yi Kyung kalau ia akhirnya kembali juga. Yi Kyung langsung memerintahkan agar mengantar Se Jin ke Cheonan dan ketika pulang datang juga ke  Yeoksam-dong ambil dokumen. Tak mengangguk mengerti dengan wajah tertunduk.
Yi Kyung pun meminta agar Sek Kim menyiapkan teh untuknya dan berjalan masuk ke dalam ruangan, Tak binggung Yi Kyung tanpa berkomentar apapun kembali memberikan perintah lalu masuk ruangan. Se Jin pun bisa tersenyum karena Tak akhirnya kembali berkerja denganya. 

Yi Kyung kembali duduk diruangan dan mengambil salah satu lembaran foto saat olimpiade 1988, seperti wajah Tuan Park saat masih muda. Tuan Pak dengan pakaian rumah sakitnya membahas tentang Proyek perkotaan baru dengan meminta agar mengadakan pertemuan satu per satu dengan mereka yang tidak menyetujui dan mencoba membujuknya.
“Sekalipun itu anjing Seongbuk-dong, tidak ada bedanya. Jika bisa menghasilkan uang, maka tidak akan ada yang menolak. Bisa menyelesaikan dengan lancar baru bisa dibilang hasilnya bagus.” Kata Tuan Park, Gun Woo yang mendenganya ingin memberitahu tentang pamanya, tapi Tuan Park kembali menyela
“Apa Kau masih mencurigainya? Itu semua adalah ulah si Jang Tae Joon Jangan menghabiskan enerjimu pada persoalan seperti ini. Lebih baik Gunakan semua enerjimu pada proyek perkotaan yang baru.” Kata Tuan Park yang sangat percaya pada adiknya.
“Adik laki-laki ayah bertemu dengan Tetua Seongbuk-dong. Dia ke sana bersama dengan Direktur Seo Yi Kyung  Supir nomor satu perusahaan hasil bumi sebenarnya adalah orang kita. Hari ini mereka bertiga berkumpul di Seongbuk-dong. Mengenai rinci apa yang mereka diskusikan, tanpa harus hadir di tempat itu juga sudah tahu.” Kata  Gun Woo
Tuan Park terlihat mulai kaget, Gun Woo memberitahu kalau Ada yang ingin menjadi Ketua dan ada yang bersedia membantu menurutnya Suasananya pasti sangat hangat. Tuan Park seperti belum begitu percaya yang dikatakan oleh anaknya. 
“Paman mengincar posisi Ketua MooJin Grup. Semenjak hari di mana ayah ditangkap.” Jelas Gun Woo, Tuan Park berteriak memanggil pengawalnya, agar memanggil Moo Sam untuk datang menemuinya.
“tapi...bagaimana bisa putri Bong Soo dan Jang Tae Joon..Jika mempertimbangkan Ayahnya, harusnya dia tidak mungkin begitu.” kata Tuan Park masih tak percaya Yi Kyung bertemu dengan Tuan Jang. Gun Woo hanya diam saja. 


Se Jin membaca semua berkas di ruangan Tuan Son dengan anaknya yang duduk didepanya, Ia pikir semuanya sudah bagus dan akan melaporkannya sesuai dengan fakta pada Direktur Seo, selain itu mengenai  mendirikan grup finansial, memberitahu kalau Direktur Seo juga sedang berusaha secepatnya.
Gi Tae menyindir Se Jin terlihat sudah terlihat hebat sekarang, karena Orang yang berlutut menangis di rumah sakit, tenyata bisa sukses juga. Se Jin pun mengucapkan terimakasih yang menurutnya itu sebuah pujianya. Ia pun memberitahu kalau Dalam waktu dekat ini Seongbuk-dong akan menghubunginya dan menurutnya itu sebuah kabar baik. Ayah dan anak hanya bisa saling menatap karena semua sudah ada ditangan kendali Yi Kyung. 

Se Jin dan Tak kembali pulang suasana terasa canggung, lalu Se Jin menerima telp  dengan mengatakan akan bertemu di tempat itu, lalu memberitahu Tak kala harus ke Yeoksam-dong sendirian karena harus bertemu dengan seseorang, jadi meminta agar menurunkan di tepi jalan saja.
Tak melihat Se Jin yang bersiap-siap dengan memoles bibirnya,  lalu bisa menduga kalau pasti akan bertemu Gun Woo. Se Jin terdiam karena memang dugaanya benar. Tak dengan sedikit nada cemburu bertanya-tanya kapan tugas Se Jin itu akan selesai.  Se Jin juga tak tahu menurutnya mungkin sampai Yi Kyung menyuruhnya berhenti. Tak pun berpesan agar Se Jin melakukan pekerjaanya dengan baik jadi karena sudah dimulai maka harus membohongi habis-habisan.

Se Ji pun datang menemui Gun Woo dan ternyata datang menemuinya bukan mengenai masalah anting yang tertinggal di mobilnya.  Gun Woo mengaku kalau antingnya itu tinggal di kantor dan lupa membawanya, menurutnya itu  bisa menjadi alasan untuk bertemu lain kali. Se Jin pun bertanya apa tujuanya mencarinya sekarang.
“Setelah terakhir kali, apakah ada apa lagi yang kau dengar? Mengenai Seongbuk-dong ataupun perusahaan kami.” Kata Gun Woo, Se Jin mengatakan tidak ada dan bertanya apakaha sesuatu terjadi.
“Park Moo Sam,  Kapan dia datang ke galeri? Apa Dia sering ke sana?” tanya Gun Woo bertanya seperti jaksa. Se Jin menghentikan pertanyaan Gun Woo,  menurutnya kalau ia bukan terdakwa dalam sidang karena merasa seperti di interogasi
“Anggap saja kau itu saksi.” Kata Gun Woo, Se Jin pikir  apapun alasanya tidak ada yang bisa diberitahukan padamu.
“Waktu itu sepertinya kau harus tahu.Makanya aku datang mencarimu.Karena itu aku sangat berterima kasih.” Ucap Se Jin.
“Sekarang aku juga sedang bertanya padamu hal yang seharusnya kuketahui.” Ungkap Gun Woo, Se Jin menegaskan kalau ia bukan mata-mata untuk Gun Woo.
“Aku juga tidak berencana memberitahumu hal yang ada hubungannya dengan Direktu jadi.” Ungkap Se Jin 


Gun Woo mengungkapkan ini bukanlah sebuah transaksi dan memimta agar Se Jin menganggapnya sebagai sebuah niat baik, menurutnya kalau Se Jin bisa membantunya  maka pertarungan ini akan lebih cepat usai. Tapi kalau memang Se Jin merasa dirinya itu tak tulus maka tak akan bisa berbuat apa-apa.
“Aku tidak ingin melihat Yi Kyung terluka” Gun Woo, Se Jin merasa kalau tidak punya kekuatan seperti itu.
“Walaupun tidak memiliki kekuatan, tapi ada persamaan. 12 tahun yang lalu, dan juga sekarang. Kita adalah satu-satunya yang memiliki niat tulus terhadap Yi Kyung... Lagipula kita berdua hanya mengkhawatirkan satu orang itu.” Ungkap Gun Woo dengan niat tulusnya. 

Se Jin melaporkan semuanya pada Yi Kyung dalam ruanganya. Yi Kyung mengartikan kalau Gun Woo sudah mulai gelisah Karena sudah mendeteksi  ada gerakan dari pihak Park Moo Sam. Lalu ia bertanya apa yang dikatakan Se Jin pada Gun Woo. Se Jin mengaku  akan mempertimbangkan.
“Tentu saja harus dipertimbangkan. Jika terlalu cepat menyetujuinya, hanya akan membangkitkan kecurigaannya. Informasi yang boleh dibocorkan keluar, maka bocorkan saja. Sekertaris Jo akan memberitahumu.” Kata Yi Kyung

“Park Gun Woo sangat yakin dan tidak curiga. Ingin mengakhiri pertempuran ini adalah demi dirimu, Direktur Seo” kata Se Jin seperti melihat ketulusan Gun Woo, Yi Kyung menyindir Se Jin yang dilakukan saat bertemu dengan Gun Woo.
“Apa Berkencan dengan santai atau mau mendengar dia berkotbah sehingga kau menemuinya?Sadarkan dirimu!” tegas Yi Kyung, Se Jin menjelaskan bukan seperti itu maksudnya.
“Aku tidak punya waktu luang untuk memahami perasaanmu. Jika kau begitu mudah digoyahkan, maka lebih baik berhenti saja.” Ucap Yi Kyung lalu menyuruh Se Jin keluar dari ruanganya. 


Sung Mook memberikan sebuah berkas yang baru dikirim dari kantor sekretaris Moojin Moolsan. Yi Kyung melihat dan mengetahui kalau  Moojin Grup punya sebuah dokumen yang usianya sudah cukup tua.
Se Jin membaringkan kepalanya disofa sambil menghela nafas, Tak yang melihatnya menanyakan keadaan rekan kerjanya lalu menyuruh agar harus menurunkan standar kalau ingin mengikuti wajah dari Direktur karena bisa jadi baru mulai sudah gugur sebelum berperang.
“Suasananya nyaman.” Ungkap Se Jin, Tak pikir tak ada yang bisa dilakukan karena mereka itu hanya menelan ucapan atasan mereka dan diam saja.
“Jika aku bisa bertemu Direktur Seo lebih awal, pasti aku sudah jauh lebih hebat dari sekarang. Sekarang ini masih terlalu lemah.” Kata Se Jin kembali duduk, Tak menyetujuinya,
“Jika sudah niat mau melakukannya, harus sampai titik darah penghabisan.” Kata Tak 

Gun Woo akan kembali menemui ayahnya dan terdengar beberapa barang pecah dan berlari masuk ke dalam kamar Tuan Park, terlihat sudah ada pamanya dengan beberapa barang yang pecah. Ia pun meminta ayahnya agar bisa tenang karena tekanan darahnya bisa naik kembali.
“Dasar jahanam! Orang seperti kau? Apa yang kau impikan?” teriak Tuan Park marah besar pada adiknya.
“Aku bukanlah orang yang rela seumur hidup berdiri di belakangmu, Hyung.” Kata Moo Sam melawan pada kakakanya, Gun Woo meminta pamanya tak lagi bicara dan meminta agar meningalkan ruangan.
“Apa Kau pikir aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh ayahmu? Jika kau masih hidup, maka dia akan memberikan posisi Direktur padanya. Kemudian melangkahiku dan memberikannya padamu.” Ucap Moo Sam marah
“Apa Karena itu kau merangkak ke Jang Tae Joon? Demi bisa menduduki jabatan Ketua Moojin” kata Tuan Park benar-benar tak percaya pada adiknya.

“Jika aku tidak melakukan apapun, pada akhirnya aku akan menjadi orang yang tidak punya apa-apa.” Ungkap Moo Sam
Tuan Park melihat adiknya itu sekarang Paling pintar kalau bicara. Gun Woo pun meminta agar keduanya berhenti dan memohon agar pamanya pulang. Tuan Park memperingatkan kalau Selama ia belum menutup mata, maka walaupun Jang Tae Joon atau ayahnya yang membantu adiknya maka  tidak akan bisa mencaplok perusahaanya. Moo Sam yakin  Pasti akan ada cara baginya untuk melakuan hal yang lain dengan mengingatkan  Kontrak yang a tiga bersaudara yang ditangani waktu IMF.
“Restrukturisasi. Pada saat dukungan keuangan berantakan, mengeluarkan gagasan tidak peduli apapun yang terjadi perusahaan harus diselamatkan. Kontrak bisnis yang kita kembangkan bersama-sama,Waktu itu habis menanda-tanganinya, aku sudah melupakannya. Ternyata setelah 20 tahun berlalu,muncullah kegunaannya.” Ungkap Moo Sam, Tuan Park terlihat terkejut mendengarnya. 


Yi Kyung tahu Park Moo Sam memiliki 1/3 hak dan Saham perusahaan itu adalah sebuah keharusan jadi Hak pengoperasian juga bisa diperjuangkan. Sung Mook melihat  Saham milik mendiang ketua kedua, bisa dibagi rata antara kakak dan adiknya.
“Ditambah saham yang dimiliki Seongbuk-dong dan yang ditanganku, Sengketa yang dikarenakan oleh saham itu susah dimenangkan. Tapi apabila kontrak ini diekspos pada saat rapat pemegang saham, maka kita punya peluang besar untuk menang.” Kata Yi Kyung yakin. Sementara Moo Sam terlihat sedang tertawa bahagia bisa mengalahkan kakaknya sekarang.
“Ketua yang sudah tua renta dan mendapatkan pembebasan bersyarat, dibandingkan dengan adiknya yang berhasil mendapatkan dukungan hak pengoperasian, jadi menurutmu para pemegang saham akan berdiri di pihak siapa?” kata Yi Kyung
“Dokumen yang usianya sudah begitu lama, bagaimana caranya Anda?” kata Sung Mook bingung
“Terhadap Moojin Grup, berapa jumlah batu bata bangunan yang digunakan pun aku tahu jelas. Karena memang seharusnya itu adalah milikku.” Kata Yi Kyung 

Tuan Park berbaring di tempat tdiurnya menurutnya Tidak peduli lewat jalan rapat pemegang saham atau jalur hukum, dikarenakan adanya kontrak, maka semua ini bukanlah hal yang mudah. Gun Woo meminta ayahnya tak perlu bicara lagi karena tugasnya untuk istirahat.
“Kertas usang tersebut...bagaimana bisa ditemukan olehnya.” Kata Tuan Park memikirknya. Gun Woo mengeluh ayahnya kembali mulai bicara.
“Moo Sam dengan begitu percaya diri dan bilang padaku, bahkan dia telah mengkhianatiku. Dia tidak boleh menjadi ketua. Orang yang tega mengkhianati darah sendiri, paling tidak pantas mendapatkan Moojin.” Ucap Tuan Park, Gun Woo menyakin ayahnya kalau itu tak akan terjadi.  Jadi meminta agar ayahnya bisa beristirahat. 

Yi Kyung menerima telp dari Moo Sam terlihat terkejut, Moo Sam menceritakan kalau baru saja bertengkar dengan kakaknya dan berani menantangnya dan mengatakan kalau punya kontrak jadi akan melawannya, karena menurutnya ini adalah dokumen yang akan diekspos pada saat rapat pemegang saham.
“Kita harus mendapatkan hasil yang positif, kan?” ucap Moo Sam seperti mencoba menyakinkan. Yi Kyung terdiam memilih untuk menutup ponselnya, lalu menelp Sung Mook menanyakan keberadanya. Sung Mook memberitahu sedang dalam perjalanan pulang dari kerja. Yi Kyung memerintahkan agar kembali ke kantor dan menghubungi Tak.
Seorang pria masuk ke dalam sebuah ruangan dengan pakaian serba hitam dan mencoba mencari-cari sesuatu. Terdengar suara penjaga  kalau sedang melakukan pemeriksaan dan melaporkan tidak ada yang aneh. Tak dibalik maskernya seperti bisa bernafas lega karena tak ketahuan. 

Gun Woo mencari-cari sesuatu dalam ruanganya seperti kebinggungan. Sek Moon datang memberitahu kalau Tim Pengawas juga tidak punya salinannya. Gun Woo benar-benar tak percaya kalau memang Satu pun tidak ada.  Sek Moon memberitahu Informasi yang relevan dengan penyuapan yang dilakukan Park Moo Sam sudah dimusnahkan semua atas instruksi Ketua park dan bertanya apakah Gun Woo tidak menemukannya
“Ruang kerja sekertaris dan ruang kerjaku disapu sampai bersih. Ternyata Keluarga Park ini punya gen maling.” Ungkap Gun Woo tak percaya
“Kecuali masalah suap ini, maka aku akan mencoba mencari kelemahan lain.” Kata Sek Moon, Gun Woo pikir mereka tak boleh menyerah terlalu cepat karena masih punya yang lain.

Moo Sam memberitahu Yi Kyung kalau kakaknya itu sangat menyayangi adiknya,  kalau Katanya tidak sanggup melihat dirinya juga ditangkap dan dijebloskan ke penjara Sehingga semua dokumen yang ada sudah dimusnahkan, menurutnya kakaknya itu pasti sangat menyesalinya sekarang.
“Tapi ruang kerja Gun Woo juga sudah 'dibersihkan'?” kata Moo Sam memastikanya. Sung Mook memberitahu kalau  mereka menyita dokumen yang relevan dan memusnahkannya.
“Berkat Direktur Seo , keberuntunganku tahun ini sangat cemerlang.” Kata Moo sam bangga
“Terhadap masalah moralmu, maka aku sama sekali tidak tertarik. Demi mengatasi penyidikan jaksa dan mengkhianati kakakmu sendiri, bagaimana menyalah-gunakan uang perusahaan, sama sekali tidak ada hubungannya denganku. Tapi jika mengganggu rencanaku karena aku sama sekali tidak suka.” Ucap Yi Kyung sinis.
Moo Sam pikir tak perlu serius karena kecepolosan bicara,  Yi Kyung memastikan kalau Moo Sam memang ingin duduk di kursi Ketua Moojin Grup, maka memperingatkan kalau  tanpa persetujuannya maka  jangan beraksi seenaknya. Dan menegaskan kalau Kerahasiaan terhadap luar harus dijaga tapi Terhadapnya  sama sekali tidak boleh ada rahasia apapun.
“Jika tidak bisa menepati janji ini kerja sama, kita akan terhenti pada saat itu juga.” Ucap Yi Kyung
“Aku mengembalikan kata-kata ini secara utuh pada mu, Jangan sekali-kali membohongiku.Dengan berhasilnya aku menduduki kursi Ketua maka  barulah kau dan Tuan Jang  akan bisa memperoleh bantuanku.” Jelas Moo Sam terlihat ikut tegang.
Yi Kyung memberitahu kalau Sung Mook yang akan mengantarnya keluar. Moo Sam pikir lebih baik nanti bertemu diruang kerjanya saja dan tak perlu takut pada Gun Woo atau siapapun. Yi Kyung berpesan pada Moo Sam agar menganti supirnya, Moo Sam heran karena tak ada masalah dan kenapa harus mengantinya, Yi Kyung menegaskan Di saat semakin genting, maka sekeliling mereka harus semakin bersih. Moo Sam mengangguk mengerti. Yi Kyung lalu bertanya keberadan Se Jin sekarang. 


Se Jin bertemu dengan Gun Woo kembali memberitahu ketika IMF dulu tiga bersaudara sepakat menanda-tangani sebuah kontrak dan jika memiliki barang itu, akan bisa menduduki kursi ketua. Gun Woo hanya tersenyum, Se Jin binggung melihatnya berpikir kalau informasi itu tak membantu. Gun Woo mengaku sangat membantu lalu membawa anting yang tertinggal. Se Jin piki itu barang murah jadi dibuang saja tak masalah.
Gun Woo mengoda akan membuangnya, Se Jin pun buru-buru kembali mengambilnya, lalu bertanya apakah sudah mempertimbangkanya, sengaja terburu-buru ingin bertemu karena  ingin tahu apakah ini adalah kesimpulan setelah mempertimbangkannya. Se Jin mengaku sangat menghormati Yi Kyung dan tidak ingin melihatnya terluka.
“Seperti yang kau bilang, Pertempuran ini harus diakhiri secepatnya.” Kata Se Jin, Gun Woo pun mengucapkan terimakasih atas perhatianya lalum mendengar ponselnya berdering, Se Jin pun mempersilahkan Gun Woo mengangkatnya karena ia akan ke toilet. 

Se Jin terlihat gugup saat masuk ke dalam toilet, lalu menatapnya ke cermin mengingat kembali saat Yi Kyung memperlihatkan dirinya dengan gaun yang mahal dan berkata “Seperti yang Anda katakan sebelumnya. Memang benar sekarang ini saya tidak ada bedanya dengan cermin murahan.  Tapi, walaupun cuma sedikit. Saya ingin memancarkan wajah Direktur yang sebenarnya.”
Dan perkataan Gun Woo “Aku sudah tahu alasan khusus Yi Kyung terhadapmu. Kalian memiliki banyak persamaan.” Se Jin terlihat binggung dan akhirnya kembali. Gun Woo memberitahu kalau  ada sedikit urusan yang mendesak dan setiap kali bertemu Se Jin pasti akan seperti itu.
“Aku bukannya tidak tahu masalah besar yang menimpa perusahaan kalian, Tapi Aku juga tidak bisa keluar terlalu lama.” Unkap Se Jin, Gun Woo pun mengajak setelah masalah selesai maka mereka bisa makan bersama. Keduanya pun berpisah dan saat itu Se Jin diam-diam merekam pembicaaraan Gun Woo saat menerima telp. 

Gun Woo menemui Sek Nam yang sedang ada dipenjara, menurutnya tak perlu bertele-tele lagi dan akan langsung ke pokok masalah. Sek Nam pun merasa Gun Woo berbicara intinya saja. Gun Woo tahu kalau Sek Nam itu memiliki salinan  berkas suap Tuan Park Moo Sam jadi meminta agar diberikan padanya.
“Aku hanya patuh pada perintah Tetua.” Kata Sek Nam tak ingin melanggar janji pada Tuan Jang.
“Orang yang kau panggil Tetua itu sudah melupakanmu, Sekertaris Nam.  Posisimu sekarang sudah digantikan oleh Seo Yi Kyung” kata Gun Woo, Sek Nam pikir kalau memang benar maka dirinya  sudah bisa tenang karen Yi Kyung sangat kompeten.
“Tidak peduli dia setia atau mengkhianati, maka tidak ada hubungannya denganku. Ini juga tidak ada hubungannya dengan Tetua.” Kata Gun Woo.

“Sepertinya perang keluargamu sudah dimulai.Benar, 'kan?” sindir Sek Nam, Gun Woo pikir Sek Nam bisa  menonton berita saja kalau memang mengetahuinya jadi meminta agar memberikan dokumen itu padanya.
“Dokumen yang kumiliki terlalu banyak. Salinan dokumen yang kau maksud, aku sudah tidak ingat lagi dan Sepertinya tidak ada.” Ungkap Sek Nam
Gun Woo pikir kalau berkas itu ada maka situasinya akan  lebih bagus lagi karena masih punya berkas yang lain, lalu menyebut nama Nam Joong Hyuk, di Tahun 2005 di Universitas Moojin bekerja sebagai Profesor di departemen media. Tuan Nam terlihat kaget mendengarnya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar