Selasa, 20 Desember 2016

Sinopsis First Kiss for the Seventh Time Episode 5

[Episode 5 - Kai "Aku adalah guru, dan kau adalah murid!]

Soo Jin sudah ada di sebuah counter barang dengan pelanggan dari China, dalam hatinya bergumam kalau ia harus harus menerjemahkan untuk keduanya dan bertanya-tanya kejadian seperti apa ini.
Pelanggan wanita pun menanyakan dengan bahasa cina kalau ingin mengunakan diskon dengan mengunakan  kartu VIP, kupon, dan kartu kredit bersamaan. Soo Jin dengan lancar menjelaskan dengan bahasa china kalau mereka  akan menerima diskon  untuk kartu VIP Gold dan diskon tambahan untuk kupon ini, serta bisa menggunakan kartu kredit seperti uang tunai.
“Apa yang baru saja aku katakan?” gumam Soo Jin tak percaya dengan mulutnya yang bisa berbicara dengan lancar.
Si pelanggan pria pun menanyakan kalau bisa membeli barang secara online. Soo Jin kembali menjelaskan dengan mengunakan aplikasi pada ponsel. Setelah itu kembali bergumam tak percaya dengan lidahnya yang bisa berbicara dengan fasih. 

Soo Jin selesai berkerja berjalan pulang kebinggungan karena bisa berbahasa china, lalu bertanya-tanya siapa yang akan ditemuinya lagi kali ini. Lalu teringat dengan ponselnya yang tadi ada yang menelpnya.
“Apa kau tahu sudah berapa kali aku menghubungimu?” ucap Seserang didepan Soo Jin
“Apa Kali ini Kai anggota EXO?” gumam Soo Jin menjerit dan melonggo tak percaya.
“Sangat sulit untuk berkencan denganmu.” Kata Kai, Soo Jin kaget mereka akan berkecan.
“Ayolah, memangnya apalagi namanya kalau seorangpria dewasa dan wanita membuat janji makan malam?  Kapan kau akan berhenti melihatku sebagai murid lesmu?” ucap Kai berani mendekati Soo Jin.
“Oh, jadi aku seorang guru, dan kau adalah muridnya...” ucap Soo Jin dan Kai pun menarik tangan Soo Jin untuk pergi. 

Keduanya pergi ke sebuah tempat dengan memasukan toko boneka dan tertawa melihat pilihan boneka. Kai pun mengajak mereka untuk selfie, Soo Jin terlihat gugup bisa foto dengan salah satu anggota EXO. Mereka pindah ke bagian lilin aroma teraphy dengan mencium wanginya, lalu mencoba beberapa kacamata hitam seperti pasangan yang berkencan lainya.
Soo Jin dan Kai pun keluar dari toko tapi ternyata diluar hujan turun sangat deras. Soo Jin kebinggungan karena tak membawa payung, Kai juga tak membawa payung dan mereka hanya harus pergi ke arah kedepan mereka. Soo Jin pikir mereka harus membeli payung saja, Kai membuka jaktenya dan menaruh diatas keduanya.
Soo Jin kaget dan gugup merasa seperti berada dalam satu adegan film, Keduanya pun berjalan melewati hujan yang deras dengan jaket, wajah Soo Jin dan Kai terlihat bahagia. 

Kai membawakan sepiring burger untuk Soo Jin dan mengajak mulai makan. Soo Jin menatap Kai yang terlihat sangat tampan saat mengigit burgernya, lalu bergumam “Dia terlihat seperti pangeran  bahkan saat sedang makan burger.” Kai menatap gurunya dengan senyuman bertanya ada apa, Soo Jin buru-buru menunduk dengan wajah gugup.
“Apa kau tidak senang karena aku  hanya membelikanmu burger untuk makan malam?”ucap Kai
“Tidak sama sekali! Burger adalah makanan kesukaanku! Sepertinya kau tidak tahu!” kata Soo Jin mencoba mulai memakanya.
“Tapi apa bahasa Chinanya "burger"?” tanya Kai, Soo Jin menjawab  "han bao bao" dengan cepat.
“Sepertinya aku guru les bahasa Cina.Tapi, karena ini hubungan antara murid dengan guru, sepertinya kami tidak akan berakhir dengan situasi berciuman. Itu berarti aku akan bisa  bertemu dengannya lebih lama.” Gumam Soo Jin
Kai memberitahu kalau tahun depan akan sulit bertemu dengan Soo Jin karena akan sering berada di Cina. Soo Jin mengerti Kai akan akan pergi ke China lalu bertanya kenapa akan sering berada di sana. Kai heran dengan pertanyaan Soo Jin, karena ia mulai belajar bahasa Cina supaya bisa pergi tampil di Cina dan saat itu masih SMA. Soo Jin mengerti dan pura-pura baru mengingatnya.
“Guru... Aku tidak akan memanggilmu "Guru" lagi. Kita hanya berbeda 5 tahun dan akan bisa menjadi seorang teman.” Ucap Kai dengan wajah serius dan seperti pria dewasa.
“Tidak.... Aku adalah gurumu dan kau adalah muridku.” Kata Soo Jin menolaknya. Kai pun mengerti dengan wajah terlihat sedih.
“Aku punya firasat buruk tentang ini. Aku harap bisa bersamanya lebih lama...”gumam Soo Jin 


Keduanya keluar dari restoran, Kai berkomentar ternyata hujanya tak turun terlalu lama, lalu menujuk ke arah banyak orang yang berkerumun. Keduanya pun melihat ada beberapa pasang sedang menari, lalu Kai mengajak untuk ikut menari, Soo Jin menolak karena merasa sebagai penari yang buruk.
Tapi akhirnya Kai pun menariknya agar mau menari bersama, Soo Jin terlihat gugup hanya diam saja. Kai mengoyangkan tangan Soo Jin untuk bisa ikut menari, keduanya akhirnya berputar-putar menari dengan wajah bahagia.
“Jika ini adalah mimpi, aku tidak akan pernah mau terbangun!” gumam Soo Jin.
Kai tiba-tiba berhenti menari, lalu mundur beberapa langkah seperti seorang penari memberikan hormat lebih dulu setelah itu mutar badanya sampai akhirnya tepat berada didepan Soo Jin.

“Aku tidak mau memanggilmu "Guru" lagi.” Kata Kai menegaskan kembali lagi, Soo Jin pun bertanya panggilan apa untuknya.
“Aku akan "Kau".” Ucap Kai merasa kalau tak ingin mengangapnya seperti seorang guru. Soo Jin tertawa menyuruh untuk bercanda padanya.
“Aku tidak pernah bercanda” kata Kai lalu mengeluarkan sebuah cincin dan memasangkan pada jari Soo Jin dan memperlihatkan cincin yang sama pada jarinya.
“Jika kau tidak menyukainya, maka kau bisa bilang "tidak".” Ucap Kai
“Apa yang akan terjadi jika aku mengatakan "tidak"?” tanya Soo Jin
“Aku tidak akan menemuimu lagi, bahkan sebagai muridmu. Kau tidak akan mengatakan kalau tidak tahu tentang perasaanku, kan?” ucap Kai
Soo Jin menganguk kalau ia mengetahuinya, Kai tiba-tiba menarik badan Soo Jin agar lebih dekat dan menatapnya, Soo Jin seperti bisa menebak kalau Kai ingin menciumnya, lalu menghentiknya menurutnya bukan sekarang saatnya tapi nanti.
Kai memastikan kalau itu artinya bukan sebuah penolakan untuknya, Soo Jin menyakinkan kalau itu bukan penolakan dan kebinggungan menjelaskanya lalu mengajaknya agar membicarakan nanti. Kai mengegaskan tidak bisa karena  sudah menunggu sangat lama lalu mulai mendekat dan ingin menciumnya, Soo Jin pun memejamkan matanya dengan bibir mereka yang sangat dekat. 


Soo Jin tersadar kembali dan terlihat seperti baru saja kembali bermimpi dengan menjauhkan dari pikiranya, wajah Kai pun keluar dari  kartu yang dimilikinya. Dengan wajah sedih melihatnya karena hanya punya 2 pria lagi yang tersisa...
Dua rekan kerjanya pun datang terburu-buru meminta maaf karena  agak sedikit  terlambat untuk shift mereka, jadi menyuruh Soo Jin untuk segera pergi menemui kekasihnya sekarang. Soo Jin binggung siapa kekasihnya. Mereka menyuruh Soo Jin cepat pergi saja sebelum berubah pikiran. 

Soo Jin sudah berganti pakaian menaiki eskalator dan mencari-cari sosok pria siapa lagi yang akan ditemuinya. Tiba-tiba seorang pria menariknya, Taek Yeon dengan rambut klimis dan jasnya mengaku kalau sudh merindukanya sepanjang hari. Soo Jin melonggo melihat pria kali ini yang menjadi pacarnya itu Taek Yeon.
bersambung ke episode 6 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar