Jumat, 09 Desember 2016

Sinopsis Goblin Episode 2 Part 3

PS : All images credit and content copyright : TVN

Eun Tak menatap tak percaya, Kim Shin pun menyuruh Eun Tak bicara saja karena tahu pasti ada banyak hal yang ingin dikatakan. Eun Tak terlihat kecewa karena memang benar dugaanya kalau Kim Shin itu Goblin dan bertanya alasan Kim Shin berbohong kalau iabukan Goblin.
“Awalnya, aku tidak tahu bahwa kita akan bertemu lagi.Aku tidak tahu kau bisa melewati pintu itu. Selama ini belum pernah ada siapa pun yang berhasil mengikutiku melewati pintu itu.” Jelas Kim Shin
“Bagaimana dengan pertemuan-pertemuan setelah itu?Aku sudah berkali-kali tanya padamu.” Kata Eun Tak
“Aku tidak merasa perlu mengoreksi identitasku sendiri.Kau tidak pernah dan tak akan pernah menjadi mempelai Goblin.” Tegas Kim Shin
“Lalu...Aku ini apa?Para hantu menghampiriku setiap hari, mengoceh soal Goblin.Kalau aku mengabaikan mereka, maka mereka akan berbuat kasar padaku.Kalau akurespon dengan baik, maka mereka jadi bergantung padaku.Malaikat Kematian mengatakan bahwa aku seharusnya tidak hidupsaat aku tetap hidup dengan baik.Lalu, aku ini sebenarnya apa?” kata Eun Tak dengan menahan tangisnya.
“Sudah kukatakan padamu. Itu adalah beban yang sudah ada sejak kau dilahirkan.Kau seharusnya tidak menghampiriku dan membawa bebanmu padaku.” Ucap Kim Shin
Eun Tak mengumpat marah,  lalu menegaskan kalau ia tak pernah berniat menikahi Goblin dan meminta Kim Shin jujur karena pasti ada alasan lain. Ia merasa satu alasannya karena ia tidak cantik atau bukan tipe wanita yang disukainya. Kim Shin mengatakan bukan begitu.
“Kau selalu berkata seperti itu saat berbohong bahwa kau bukan Goblin.” Ucap Eun Tak
“Kau cantik... Aku sudah hidup selama ratusan tahun jadi tidak mencari seseorang yang cantik. Aku mencari seseorang yang dapat melihat sesuatu dalam diriku.Kau tidak bisa melihatnya, oleh sebab itu kau bukan mempelaiku.Itulah alasan yang sebenarnya dan kau pun tidak berarti untukku.” Ucap Kim Shin
“Kau mengatakannya begitu jelas dan menyakitkan.” Kata Eun Tak menangis

“Jangan terluka, Kau seharusnya menganggap dirimu beruntung.Jika kau melihat sesuatu itu dalam diriku, maka kau harus mengorbankan dirimu, untukku.” Ucap Kim Shin
Eun Tak pikir semestinya Kim Shin bersikukuh saja bahwa bukan Goblin, selamanya dan kenapa sekarang malah  menjelaskannya padanya. Kim Shin menjelaskan kalau ini demi alasan yang sama saat  dirinya mengingkari jati diri sendiri di depan Eun Tak, ia meminta agar Kim Shin jangan memanggilnya lagi dengan pengharapan yang salah karnea ia akan segera meninggalkan tempat ini. Eun Tak bertanya kemana Kim Shin akan pergi.
“Tidak...  Jangan menjawabnya... Aku tidak penasaran sama sekali.” Ucap Eun Tak,
“Dan Siapa bilang aku ini mempelaimu?Usiaku 19 tahun, masa emas kehidupanku.Aku tidak akan pernah lagi memanggilmu.Jalani saja hidupmu, Aku tidak membutuhkanmu.Aku hanya ingin tahu penampilan Goblin, sekarang sudah terpenuhi.” Ucap Eun Tak dengan nada amarah lalu berjalan pergi. Kim Shin hanya bisa terdiam menatapnya, Eun Tak akhirnya membalikan badanyak kembali tapi Kim Shin sudah menghilang


Wang Yeo sudah ada dirumah saat Kim Shin pulang, dengan tatapan dingin bertanya apakah Kim Shin akan binasa karena rumor yang didengarnya kalau Goblin mendapatkan mempelai, berarti akan mati. Kim Shin pikir sangat disayankan karena Eun Tak tidak bisa melihat pedang itu.
“Kau semestinya memberi dia sedikit waktu. Mungkin, dia akan bisa melihatnya saat kau sedang telanjang.” Ucap Wang Yeo
“Hei...  Dia itu masih kecil !Itu sebabnya, kau juga tidak boleh dekat-dekat dengan dia.” kata Kim Shin memperingatinya.
“Kenapa kau melindungi dia? Kau bilang, dia tidak bisa melihat pedang itu.” Ucap Wang Yeo heran
“Tidak bisakah kau mengucapkan selamat saja padaku? Karena aku akan hidup lebih lama lagi.” Keluh Kim Shin, Wang Yeo menyuruh Kim Shin untuk mencari ucapan selamat ditempat lain saja.
“Aku tidak bisa tinggal bersama Goblin yang ikut campur dalam urusanku.” Keluh Wang Yeo
“Aku tahu cara yang sangat mudah untuk menyingkirkanmu dan Pintu keluarnya ada di sana.” Balas Kim Shin menunjuk ke arah pintu luar. Wang Yeo hanya bisa menghela nafas. 

Kim Shin akhirnya membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan terlihat gelisah. Eun Tak pergi ke toko buku dengan membaca buku dongeng anak-anak dengan judul ("Monster Menakutkan vs Jiwa yang Naif,Goblin yang Membaca Bukumu Mempelai Goblin dan Kotak Ajaib") Seorang anak kecil mendekati Eun Tak
“Tidakkah kau sudah terlalu tua untuk membaca buku-buku semacam itu?” komentar si anak kecil yang melihat salah satu buku berjudul "Paradoks Goblin"
“Aku melakukan pemeriksaan latar belakang pada kekasihku. Kelihatannya, akun Facebook miliknya itu palsu.Kau juga akan melakukan hal-hal seperti ini saat sudah besar.” Kata Eun Tak
“Apakah kekasihmu tokoh dongeng? Apa Dia seorang Pangeran?” tanya si anak kecil penasaran
“Aku juga berharap begitu. Aku akan senang kalau dia seorang Pangeran Tampan, kalau memang dia itu karakter dalam dongeng.” Ucap Eun Tak kesal sendiri melihat cover buku Goblin.
Si anak kecil memberikan sebuah buku karena menurutnya lebih menyenangkan untuk dibaca. Eun Tak melihat judulnya "Goblin yang Berwarna" lalu mengucapkan terimakasih dan si anak pun pergi meninggalkanya.
Eun Tak mengingat pembicaran dengan Kim Shin sebelumnya, “Bagaimana dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya? Aku bertanya padamu berkali-kali.” Lalu Kim Shin menjawab “Aku tidak merasa harus mengoreksi identitasku sendiri.Kau tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi mempelai Goblin.”
“Kau memang tidak lebih dari sebuah sapu.”umpat Eun Tak kesal lalu melihat daun maple yang sudah di laminatingmengatakn tidak akan menunggu karena semuanya sudah selesai lalu menyelipkan pada sebuah buku dan menaruh kembali ke dalam rak. 


Kim Shin duduk diluar rumahnya, saat itu melihat sebuah asap dan memikirkan sesuatu tapi saat mendekat tenyata Duk Hwa sedang menghisap rokok. Duk Hwa kaget langsung mematikan rokoknya, dengan membela diri kalau Kim Shin juga dulu pernah merokok. Kim Shin mengatakan kalau itu sudah lama yaitu 350 tahun lalu. Duk Hwa pun meminta maaf dan buru-buru kabur. 

Suasana di ruangan terlihat banyak asap yang hampir menyelimuti seluruh ruangan. Kim Shin pun duduk dengan wajah termenung. Wang Yeo bertanya ada ada dengan Kim Shin. Wang Yeo memberitahu kalau Kim Shin sudah melakukannya selama tiga jam dan Wang Yeo tidak membuat situasinya menjadi lebih baik. Wang Yeo tersadar ia sudah kembali mengunakan shower cap dikepalanya. Wang Yeo mendekat seperti ingin marah tapi Kim Shin mengeluarkan petir dari tubuhnya.
“Apakah ini awan? Aku hanya datang untuk menanyakan hal itu.” Ucap Wang Yeo tak berani marah pada Kim Shin
“Paman... Jangan membuat hujan turun. Siapa yang akan membereskan kekacauan ini?” pinta Duk Hwa
“Jelas sekali ini masalah wanita. Itu wajah pria yang akhirnya bisa berinteraksi dengan seorang wanita setelah 300 tahun lamanya, namun akhirnya menyakiti wanita itu.” Kata Wang Yeo melihat wajah Kim Shin
“Apa? Aku tidak melakukan apa pun.” Ucap Kim Shin mengelak

“Kelihatannya, kisah cintamu tidak berjalan mulus.Kau baru saja putus kan”ucap Wang Yeo menebaknya.
“Astaga... Apa Paman sudah punya kekasih? Apakah dia cantik? “ tanya Duk Hwa penasaran
Wang Yeo memberitahu umurnya masih 19 tahun. Duk Hwa ingin tahu apakah ia cantik. Kim Shin  menegaskan tidak sedang memikirkannya tapi sedang mempelajari soal bursa saham dan memperingatakan malaikat kematian agar menjaga mulutnya. Duk Hwa terdiam mendengarnya.
“Jangan meremehkan kemampuannya soal menerawang masa depan. Kau sedang memikirkan dia, Goblin.” Kata Wang Yeo dan melihat Duk Hwa seperti aneh. Duk Hwa menatap keduanya seperti tak percaya lalu meminta maaf.
“Tapi, bukankah paman seharusnya minta maaf secara jantan seelah menyakiti hatinya? Kenapa malah bikin kacau di sini?” ucap Duk Hwa

“Duk Hwa.. kau tidak akan mengerti karena kau masih terlalu muda.” Kata Kim Shin, Duk Hwa meminta agar Kim Shin lebih baik diam saja.
“Aku juga daritadi hanya diam saja.” Ucap Kim Shin, Wang Yeo berjalan pergi dengan mengejek Kim Shin yang menyedihkan. Duk Hwa pun meminta agar Wang Yeo memaklumi pamanya yang satu ini.
“Aku juga tidak bangga sama sekali padanya. Makanya, aku akan meminta maaf, menggantikan dia.” Kata Duk Hwa lalu menyuruh Kim Shin agar menemui wanita itu dan meminta maaf, serta jadilah pria sejati. Beberapa saat kemudian, Duk Hwa menerima hukuman dengan di ikat dengan tali oleh Kim Shin. 


Kim Shin akan pergi keluar, Wang Yeo melihatnya bertanya mau kemana. Kim Shin mengatakan akan pergi ke minimarket didepan rumah dan bertanya balik. Wang Yeo mengaku ingin pergi ke binatu karenan topinya hanya bisa di dry clean lalu pamit pergi lebih dulu.

Kim Shin masuk rumah Eun Tak melihat Wang Yeo baru keluar, Wang Yeo menyindir Kim Shin yang sebelumnya bilang mau pergi ke minimarket karena menurutnya  Tempat ini tidak terlihat seperti toko buatnya. Kim Shin membalas kalau Wang Yeo juga bilang akan pergi ke binatu.
“Jadi, kau memutuskan untuk membuntutiku? Dia tidak ada di sini.” Ucap Wang Yeo memberitahu lebih dulu
“Kau bilang tidak ada? Apa Kau sudah membunuhnya?” kata Kim Shin menuduhnya.
“Kata-katamu kasar sekali, dasar Goblin tidak berperasaan.” Keluh Wang Yeo
“Lebih kasar dan tidak sopan saat masuk ke rumah orang lain menggunakan sepatu, dasar Malaikat Kematian kurang ajar.” Balas Kim Shin
Wang Yeo pun bertanya keberadaan Eun Tak sekarang, Kim Shin bertanya apakah Wang Yeo belum membunuhnya, Wang Yeo berpikir Kim Shin menyuruhnya untuk pindah rumah. Kim Shin pikir  baru saja ingin memberitahu Eun Tak tapi ternyata sudah pindah. Wang Yeo pikir dirinya itu tidak akan bisa menemukan hanya karena dia pindah.
Kim Shin pikir tidak karena  dalam waktu 10 tahun terakhir tidak bisa menemukannya, bahkan tidak akan bisa menemukan meski Eun Tak tidak pindah lalu keluar dari rumah. Wang Yeo pun mengikutinya ingin tahu keberadan Eun Tak sekarang. 

Eun Tak membuat tempat tidur di dalam restoran, lalu berbaring menenangkan diri kalau semua akan baik-baik saja dan hanya tidur beberapa malam karena ini bukan rumah yang sebenarnya, tapi akhirnya ia keluar dari restoran dan bergegas pergi.
Ia mencari-cari di sepanjang jalan dinding dan tak menemukanya, saat pergi melihat sebuah batu terlempar didepanya. Hantu wanita bersembunyi dibalik pohon sengaja melemparnya lalu bertanya apakah melihatnya. Eun Tak mengatakan melihat dengan sangat jelas dan mengajaknya bicara. Tapi si hantu malah menghilang, saat Eun Tak membalikan badan si hantu sudah ada dibelakangnya.
“Kau... kau mengagetkanku. Jadi Ada apa?” ucap si hantu wanita kekuatan
“Kau menyebutku mempelai Goblin. Kenapa mengatakan itu?” ucap Eun Tak
“Oh.. Wanita tua dari pinggiran kota yang memberitahuku.” Kata Si hantu wanita. 

Eun Tak bertemu dengan si peramal dengan beberapa hantu, dengan mengatakan kalau sudah bisa langsung tahu kalau Goblin bisa menyelamatkannya karena wajah Eun Tak dan melihat ibunya yang sangat cantik. Eun Tak terlihat binggung. Si peramal pun menceritakan.
“Dia terbaring di jalanan dan nafasnya tersengal. Kemudian, tiba-tiba dia kembali hidup. Di tengah salju... dan bunga cherry yang bermekaran. Ini Aneh sekali.” Ucap Si peramal
“Apa Berarti, Goblin menyelamatkan aku dan ibuku?” tanya Eun Tak
“Ya. Aku tidak tahu pasti, tapi kurasa, kalian berdua seharusnya meninggal malam itu. Malaikat Kematian muncul tidak lama setelahnya. Tapi Dia kalah.”cerita si peramal.
“Goblin, pada dasarnya, menyelamatkan hidup mempelainya. Wah.. Romantis sekali.”jerit si hantu wanita bahagia.

“Semua yang dia katakan itu benar.Aku tidak berhak membenci dia.Aku tidak akan terlahir di dunia ini kalau bukan karena dia, tidak mungkin juga bagiku memiliki kenangan sembilan tahun bersama ibuku kalau bukan berkat dirinya.” Ucap Eun Tak sedih
Hantu wanita bertanya apakah Eun Tak marah pada Goblin, Eun Tak mengangguk dan kebingguangan apa yang harus dilakukanya sekarang. Si hantu wanita pun mengajak agar Eun Tak ikut denganya, Si peramal langsung menoyor kepalanya sampai tertunduk karena bicara ngawur.
“Apa lagi yang bisa kau lakukan selain menikah dengan dia?” kata si peramal, Eun Tak dibuat binggung dengan menopang dagunya. Saat itu diatas Kim Shin seperti bisa melihat dan mendengar dari kejauhan apa yang sedang dilakukan Eun Tak. 


Bibi Eun Tak melihat pin nama yang dimiliki oleh keponakanya, lalu masuk dengan nada tinggi mengetahui mereka mempekerjakan seorang gadis bernama Eun Tak. Kim Sun kembali mengoda dengan kecantikanya, menyapa Bibi Eun Tak dengan bertanya pesananya. Bibi Eun tak menegaskan bukan pembeli jadi meminta agar memanggil pemilik restoran karena Keadaanya darurat. Kim Sun menyuruh Bibi Eun Tak bicara.
“Wanita muda ini tidak lain adalah pemilik tempat ini.” Ucap Kim Sun, Bibi Eun Tak tak percaya Kim Sun adalah pemiliknya.
“Aku Bibi Eun Tak. Siapa yang memberimu ijin untuk... mempekerjakan keponakanku yang berharga?” kata BiBi Eun Tak duduk dimeja.
“Dia tidak tampak berharga. Apa Kau tahu artinya "kesendirian" itu? Dia tampak seperti itu.” Ucap Kim Sun, Bibi Eun Tak kaget mendengarnya lalu mengulang nama keponakanya Ji Eun Tak.  Kim Sun mengatakan kalau sudah tahu.
“Kenapa kau terus menjawabku seolah aku ini lebih muda darimu?”ucap Bibi Eun Tak
“Aku juga tidak suka saat seseorang bersikap tidak sopan, sepertimu. Kau semestinya bersikap sopan.”balas Kim Sun melihat sikap Bibi Eun Tak terlihat sombong.
Bibi Eun Tak binggung melihat sikap Kim Sun seperti berani padanya. Kim Sun pikir keponakannya yang berharga pasti sedang di sekolah sekarang dan menanyakan alasan Bibi Eun Tak malah datang kemari. Bibi Eun Tak mengaku sudah menghubungi sekolahnya berkali-kali jadi datang ke restoran sebagai upaya terakhir karena merasa khawatir, Eun Tak yang pergi meninggalkan rumah.
“Hei! Apa kau akan bertanggungjawab kalau dia dapat masalah? Jangan mencemaskan aku. Anggap saja aku tidak ada di sini.” Ucap Bibi Eun Tak mempersilahkan Kim Sun pergi menelp
Kim Sun menyapa “Oppa” yang sudah lama tak menelpnya, lalu menceritakan kalau ada seorang bibi yang datang dan mengira bahwa dirinya itu baik hati karena cantik tapi malah membuatnya kesulitan. Bibi Eun Tak yang mendengar mulai mengumpat. Kim Shin pikir tak masalah dan sengaja menyaringkan suaranya kalau “Oppa”-nya itu masih suka memukul, Bibi eun Tak yang mendengarnya langsung panik dan buru-buru pergi.  Teman Kim Sun yang ditelpnya binggung, bahkan dialenya aneh.  Kim Sun menjelaskan harus melakukan sesuatu lalu menutup ponselnya. 


Bibi Eun Tak mengumpat marah ketika masuk ke dalam rumah, saat itu dua rentenir datang. Bibi Eun Tak pikir mereka tidak perlu datang kemari karena baru saja akan meneleponnya. Si rentenir sudah bisa menduga kalau Para peminjam uang tidak perah lebih stres dibanding si pemilik uang.
“Aku akan membayar hutangku saat mendapatkan buku rekeningnya. Anak itu kabur dari rumah dan aku sedang mencarinya.” Kata Bibi Eun Tak
“Aku pusing karena kau tidak pernah menjawab telepon dariku, atau balik menghubungiku. Jadi Kami sampai jauh-jauh kemari.Bagaimana kalau kita sekalian saja membunuhmu tanpa meninggalkan jejak” kata si rentenir mengancam
“Jika sesuatu terjadi padaku, mak kau tidak akan mendapatkan uangmu kembali Aku wali sah gadis itu!” ucap Bibi Eun Tak menyakinkan.
“Tidak bisa dipercaya. Apa Kau benar-benar tahu cara bermain kata, kan? Kau terus saja mengoceh soal pembayaran asuransi miliknya selama berbulan-bulan terakhir. Apa Kau yakin dia punya asuransi?” ucap rentenir dengan mencengkram baju bibi Eun Tak
Bi Eun Tak menyakinkan kalau itu memang ada,  karena adiknya membayar asuransi keduanyasetiap bulan selama delapan tahun itu seolah tahu memang akan meninggal bahkan  Total uang asuransinya mencapai 150 juta wo tapi  Buku rekening itu terus saja menghilang bahkan berusaha membuat yang baru, namun hilang lagi. Si rentenir mulai percaya , Bibi Eun Tak menyakinakan kalau Eun Tak itu memang memilikinya. Si rentenir pun bertanya sekolahnya. 


Eun Tak baru akan pulang sekolah, pesan masuk ke dalam ponselnya “Pinjamkan aku uang 30,000 won. Darurat. Aku akan mengembalikannya padamu minggu depan. Balas sms-ku.” Ia memilih untuk membiarkanya. Sepupunya mencoba menelp Eun Tak dengan berjalan melalui sekolah.
Saat itu dua renternir sudah menunggu Eun Tak didepan sekolah, menyapanya lebih dulu. Eun Tak binggung siapa dua pria itu. Salah satu pria menyuruh Eun Tak agar tidak melarikan diri dari rumah karena Berbahaya,  Eun Tak langsung dimasukan ke dalam mobil dengan mulut dibekap. Sepupunya yang baru sampai sekolah tak melihat Eun Tak dibawa pergi. 

Kim Shin dan Wang Yeo makan malam bersama dimeja panjang. Wang Yeo pun bertanya Kenapa Wang Yeo membayarkan uang sewa sampai 20 tahun ke depan. Wang Yeo menjelaskan Orang-orang meletakkan uang di meja selama pemakaman, untuk membayar biaya berjalanan si mendiang di alam baka dan sudah mengumpulkan uang itu selama 300 tahun.
“Apa Kau mengerti sekarang kenapa aku tidak mau menyerah atas rumah ini?” ucap Wang Yeo sinis
“”Aku belum mendengar kata "mengumpulkan uang sekian lama. Tapi Aku punya banyak emas dan uang tunai” kata  Kim Shin bangga
Wang Yeo terlihat kesal menawarkan garam dengan cara melemparnya, Kim Shin dengan mudah menangkapnya merasa kalau Wang Yeo itu tak mengerti. Wang Yeo mengibaskan tanganya, piring Kim Shin terlempar keluar jendela. Kim Shin melonggo melihatnya lalu tertawa memberitahu kalau piring itu pernah digunakan Louis ke 14 dan melotot marah dengan menunjuk pisaunya. 

Eun Tak dibawa ke jalanan yang sepi, Salah satu rentenir merobek tas dan mencari keseluruh isi buku. Si pengemudi menyalakan korek api, Eun Tak mendekat ingin meniup karena itu cara memanggil Goblin. Si pria langsung mendorong Eun tak memukulnya.
Sementara di meja makan sedang ada perang, Kim Shin memerintahkan Wang Yeo menurunkan pisaunya yang melayang-layang didepanya. Wang Yeo juga menyuruh Kim Shin untuk menurunkan pisaunya lebih dulu. Semua barang diatas meja melayang-melayang.
Eun Tak memohon pada si penculik kalau tidak tahu dan tidak memiliki rekening bank itu, karena bibinya sudah memilikinya. Si rentenir tahu Bibi Eun Tak mengatakan kalau ia yang memilikinya, jadi menurutnya pasti ada salah satu yang berbohong lalu ingin memukulnya. Eun Tak yang ketakutan membungkuk tanda dibagian punduknya pun terlihat. 

Saat itu Kim Shin merasakan sesuatu lalu menjatuhkan semua barang. Wang Yeo berpikir Kim Shin sekarang ingin bertarung. Kim Shin hanya menatapnya. Sementara Eun Tak ditarik oleh rentenir karena merasa tak bisa lagi menahan amarah.
“Apa kau tahu tujuan mobil ini? Kau pasti tahu yang terjadi pada seorang gadis saat mereka dibawa ke tempat seperti in. Jadi Dimana kau menyembunyikannya?” ucap Si rentenir mencengkram bajunya.
“Aku sungguh tidak tahu apa-apa. Bibiku yang meminjam uang. Kenapa kau melakukan ini padaku? Aku akan melapor pada polisi!Lepaskan!” teriak Eun Tak
“Kau bilang Lapor polisi? Aku yang  berhak melaporkanmu atas penipuan hutang yang tidak dibayar” ucap si rentenir. 

Tiba-tiba mobil berhenti mendadak membuat mereka dibagian belakang terguncang, Si rentenir memarahi anak buahnya yang tak bisa mengemudi dengan benar. Si  pria menunjuk ke arah depan dengan lampu dibagian depan jalan mati secara berurutan, bahkan meledak dibagian belakang dan hanya lampu mobil yang menerangi jalan.
Saat itu dari kegelapan dua pria tampan datang, Kim Shin dan Wang Yeo berjalan, Eun Tak menangis haru melihat Kim Shin yang datang menolongnya.
Bersambung ke episode 3

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Kamsahamnida bak diyah.....semangat yah.....bareng bak dian!

    BalasHapus