Selasa, 27 Desember 2016

Sinopsis First Kiss for the Seventh Time Episode 7

Episode 7 - 
LEE JONG SUK 
"Bagaimana Caranya Untuk Jatuh Cinta Pada Selebriti
Papan Atas"

Soo Jin benar-benar tak percaya  diberi kesempatan untuk syuting iklan dengan Lee Jong Suk, dengan menatap terus ke arah depanya. Sutradara Kim melihat Soo Jin berpkir kalau pasti terlihat sangat gugup.
“Apa kau terkejut, kalau lawan mainmu adalah selebriti papan atas?” tanya Sutradara Kim, Soo Jin terlihat tak bisa berkata apa-apa.
“Jika kau tidak bisa menangani ini, maka kita bisa saja memilih model lain.” Ucap Sutradara Kim, teman Soo Jin pun mengangkat tangan siap mengantikanya.
Pria yang sebelumnya membawa Soo Jin meminta agar wanita itu berjalan mundur, Jong Suk pikir sudah pasti gugup karena ini syuting pertama  Soo Jin. Sutradara pun memuji Jong Suk memang pria yang baik hati, lalu menatap sinis pada Soo Jin karena beruntung dibela oleh Jong Suk. 

Soo Jin sudah berganti pakaian berdiri disamping Jong Suk, Sutradara Kim memberikan pengarahan kalau  meminta agar mereka beranggap sedang berilibur bersama sebagai pasangan yang bahagia, jadi menunjukan wajah bahagia. Soo Jin terlihat menaruh tanganya di lengan tapi tak berani memegangnya.
Sutradara Kim berteriak “action”. Soo Jin berusaah berjalan dengan tangan yang terlihat kaku dan terlihat berjalan tertatih-tatih. Sutradar berteriak “Cut” memarahi Soo Jin, seperti seorang balita yang berlatih dan merasa kalau  belum pernah melakukan ini dengan pacarnya itu sebelumnya. Soo Jin terdiam karena memang belum memiliki pacar selama ini.
Jong Suk pun meminta agar mereka mengulang lagi saja, Sutradara dengan senyumanya langsung menyetujuinya dan meminta agar tunjukkan ekspresiantusiasme keduanya. Jong Suk merangkul Soo Jin dan menepuk lenganya agar bisa lebih santai lagi.
Mereka pun pindah ke set lainya, Jong Suk beradegan memasangkan kalung dileher Soo Jin, tapi Soo Jin yang gugup terlihat menarik nafas panjang, Sutradara memarahi asistant menemukan Soo Jin dengan akting yang payah. Mereka pun mengulang adegan, Soo Jin tak bisa mengendalikan dengan menjerit karena dadanya berdegup kencang, take ke tiga Soo Jin kembali tak bisa mengatur nafasnya. Akhirnya Sutradara Kim berteriak kesal “Cut” Soo Jin pun meminta maaf.
“Ini tidak akan berhasil. Kurasa, kita harus menukar pasanganmu.” Kata Sutradara Kim, teman Soo Jin pun siap untuk mengantikanya. Assistant sutadara pun meminta agar si wanita diam.
Jong Suk akhirnya meminta waktu istirahat selama 10 menit, Soo Jin terlihat sedih karena tak bisa melakukan adegan dengan baik. Jong Suk pun mengajak Soo Jin untuk bicara. 


Keduanya duduk dibangku lantai atas dengan Soo Jin yang masih gugup disamping selebriti yang terkenal.  Jong Suk memberikan segelas kopi menurutnya rasa tegang Soo Jin akan berkurang jika saling mengenal lebih dekat. Soo Jin bergumam dalam hati kalau dirinya itu  bukan lagi gadis yang bodoh dan pemalu lagi!
“Aku bersikap seperti orang bodoh di depan semua selebriti itu! Aku akan bersikap beda dari sekarang!” gumam Soo Jin langsung melipat kakinya, duduk seperti wanita yang percaya diri dan angkuh mengucapkan terimakasih.,
“Aktingmu bagus juga... Apa tujuanmu sebenarnya?” kata Jong Suk mengejek, Soo Jin pun akhirnya mengembalikan duduk dan tertunduk meminta maaf dengan gugup.
“Jika kau merasa bersalah, apa kau bisa membantuku? Maksudku, mari kita mengenal satu sama lain lebih dekat.” Kata Jong Suk mendekat, Soo Jin tak percaya pria yang satu ini juga berusaha merayunya.


“Lee Jong Suk.. aku benar-benar tidak ingin membiarkanmu pergi.” Gumam Soo Jin akhirnya meminta agar Jong Suk tak boleh menciumnya, karena kalau seperti itu pasti mimpinya itu akan menghilang.
Jong Suk mengerutkan dahinya karena kaget, lalu tersenyum dengan tawanya, bertanya apa maksudnya Tidak boleh ciuman, Soo Jin dengan gugup menjelaskan maksudnya kalau memiliki masalah. Jong Suk berusaha menjelaskan kalau akan lebih mudah jika bisa kenal dekat.
Soo Jin membenarkan lalu berpikir kalau Jong Suk ingin memiliki nomor telpnya dan meminta ponselnya. Jong Suk memberikan ponselnya dengan senyuman, Soo Jin pun mengetik nomor ponselnya, dan mengatan kalau mereka berteman sekarang. Jong Suk pun bertanya apakah sudah merasa lebih baik sekarang. Soo Jin mengangguk dan Jong Suk pun mengajak mereka kembali sekarang. 

Soo Jin terlihat bisa lebih natural saat Jong Suk memasangkan kalung dilehernya, keduanya bisa terlihat seperti pasangan yang sedang memberikan hadiah, Sutradara Kim tersenyum memuji Jong Suk kalau Hasil rekaman nya terlihat menakjubkan, ini semua berkatnya.
“Tapi... Apa Kau tahu adegan yang dipotong? Setelah menonton seluruh rekaman, kurasa akan baik untuk memasukkannya sebagai ending.” Kata sutradara, Jong Suk pun setuju.
“Saat aku pertama kali membaca naskah nya, aku pikir itu sedikit dipaksakan. Tapi, aku kira tidak ada salahnya untuk syuting adegan itu lagi.” kata Jong Suk. Sutradara pun berjanji agar melakukan satu kali adegan saja.
Soo Jin pun hanya mengangguk-angguk mengerti. Sutradara pun meminta agar menyiapkan adegan ciuman. Soo Jin binggung kalau akan melakukan ciuman lalu bertanya pada Jong Suk kalau memang akan melakukan ciuman. Jong Suk mengatakan kalau tidak benar-benar berciuman tapi sedang akting.
“Kita tidak ciuman sungguhan dan sedang akting sebuah adegan.” Jelas Jong Suk,
“Jadi, kurasa kita harus mendapatkan sudut yang tepat dan...” ucap Soo Jin kalau mereka hanya berakting ciuman dengan memiringkan kepalanya, Jong Suk ingin menjelaskan tapi astrada datang meminta mereka pindah lokasi.  

Set sudah dipindahkan dan Sutradara berteriak “action”. Jong Suk dan Soo Jin berjalan di lorong counter sambil bergandengan. Tiba-tiba Soo Jin berakting hampir terjatuh, dan Jong Suk langsung memegangnya pinggangnya, keduanya saling menatap. Soo Jin mengingatkan kalau mereka sedang berakting.
Jong Suk berisik kalau berakting itu  bukan untuk menjadi palsu tapi Akting adalah tentang ketulusan lalu melempar tak belanjanya. Soo Jin masih melonggo melihat Jong Suk yang ada didepanya, lalu menutup matanya ketika bibir Jong Suk sudah mendekat. 

Soo Jin menghela nafas dengan wajah sedih karena pria yang terakhir pun tiba bisa  memberikan ciumanya, Seniornya yang bertugas bersamanya meminta agar menukar jadwal besok karena kencan dengan pacarnya.
“Sekarang hari jadi kami yang setahun, yaitu Hari ini hari ke-22 kami, "Dua-Dua Hari"” ucap si senior bahagia.
“Tolong jangan memintakuuntuk tukaran jadwal lagi.”kata Soo Jin kesal, Seniornya meminta agar Soo Jin  bisa mengerti karena ia  tidak punya pacar!
“Aku punya pacar, bahkan punya 6!” kata Soo Jin marah dan berjalan pergi. Seniornya tak percaya Soo Jin benar-benar kasar dengan mengejeknya wanita itu sudah sinting atau terkena mythomania.

Soo Jin bersadar dinding, merasa bisa mengerti kalau semua pria yang ditemuinya sebelumnya memang bukan dari kalangannya, tapi merasa dirinya sangat senang. Tiba-tiba seorang menepuk pundaknya menenangkan Soo Jin yang terlihat sedih mengatakan kalau Ini belum berakhir.
“Apa menurutmu, aku hanya akan membiarkannya berakhir seperti ini?” kata Si bibi malaikat, Soo Jin pun ingin tahu apa yang selanjutnya.
“Pilih salah satu dari semua selebriti. Lalu, kau akan kembali ke masa terakhir ketika kalian sedang bersama-sama. Dan itu terserahmu, apa yang ingin kau putuskan setelah itu.”kata Bibi malaikat.
“Terima kasih banyak! Aku tidak tahu harus berkata apa!” kata Soo Jin terlihat bahagia dan bertanya apakah hanya satu saja yang harus dipilihnya. Bibi malaikat membenarkanya.
“Jadi ciuman mana yang kau inginkan menjadi kenyataan?” kata Bibi Malaikat

Soo Jin pun mengingat semua pria yang pernah bersamanya, dan hanya boleh memilih satu saja. Lalu menjerit kalau tak bisa melakukan dengan memilih hanya satu pria saja dari 6 pria tampan yang pernah hampir membuatnya ciuman.
[6 pilihan yang berbeda, 6 akhir yang berbeda]
bersambung ke episode 8 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Dimana lee min ho? ^_^
    Lanjut SEMANGAT nulis yaaa mba

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus