Kamis, 15 Desember 2016

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Sim Chung mengikuti Joon Jae sampai keluar dari rumah sakit, di dalam mobil, Joon Jae hanya diam saja dan Sim Chung seperti tak berani untuk mengajaknya bicara. Joon Jae pun sampai rumah lalu mulai berbicara pada Sim Chung.
“Kau boleh pergi kalau mau... Saat aku bilang, "jangan menyerah atas keputusanmu." Itu semua bohong... Menurutku.. Mana ada hal seperti itu? Aku juga... jauh lebih nyaman dan baik-baik saja waktu kau tidak ada di sini.” Kata Joon Jae lalu masuk ke dalam kamarnya. 

Joon Jae membaringkan diri ditempat tidur teringat kembali saat dirinya terasa kesakitan sambil menangis memanggil ayahnya. Saat itu tanganya di genggam oleh seseorang lalu terbangun melihat Sim Chung ada didepanya dengan mengompres kepalanya.
“ Aku melihatnya di TV. Kalau melakukan ini bisa membuat kondisimu baikan dan Sekarang kau tidak panas lagi.” Kata Sim Chung,
“Siapa yang suruh kau melakukan hal semacam ini?” kata Joon Jae duduk diatas tempat tidur dan menyuruhnya untuk seger naik ke kamarnya.

“Kau bilang seperti itu, tapi kau berharapaku akan menemani di sampingmu, 'kan?Seberapa kalipun kaumenyuruhku menyerah..., Tapi aku tidak mau menyerah. “Akutidak akan menyerah”.Apa kau berharap akuberkata seperti ini, 'kan?” Tegas Sim Chung
Joon Jae lalu teringat perkataan pada ayahnya sebelumnya “ Karena kau sudah menyerah, lupakanlah semuaitu. Jangan masih memperjuangkannya” Sim Chung mengatakan sekali lagi kalau ia  tidak mau dan tidak akan menyerah.
“Apapun yang kau katakan, akuakan berada di sisimu tanpa menyerah...,jadi jangan marah karena tidak mampumengatakan apa yang ingin kau katakan dan katakan saja, Apa yang sungguh ingin kaukatakan.” Ucap Sim Chung

“Baiklah.... Aku tidak bisa mengatakannya.Apa yang sungguhingin akukatakan pada ayahku.Aku tidak bisa mengatakan semua itu. Sebenarnya Betapa sulitnya bagikusetelah pergi dari rumah.Aku sangat tidak menyukai ayahky tapi karena kukiradia mungkin mencariku...,aku menunggu sementara waktutanpa mengubah nomor teleponku.” Cerita Joon Jae sambil menangis
“Tapi akhirnya, dia tidak pernahmeneleponku sama sekali..., betapa kesepiannya aku ini. Lalu Aku daftar dan bayarujian masuk perguruan tinggi sendirian dan di saat aku hidup sendiri, betapa aku merindukannya...Aku sangat...merindukannya...” ucap  Joon Jae mengeluarkan semua isi hatinya sambil menangis dipelukan Sim Chung.

Keduanya duduk di atas tempat tidur dengan wajah gugup, Sim Chung bertanya apakah Joon Jae sudah merasa lebih baik sekarang. Joon Jae menganguk lalu dengan gugup ingin membahas yang tadi, Sim Chung berpikir kalau tentang Joon Jae yang menangis, Joon Jae mengelak kaalu tidak menangis, hanya air matanya saja yang jatuh.
“Pokoknya, tadi aku minumobat sebelum tidur...,jadi pikiranku pastitadi masih belum siaga.Kau tak perlu beritahuNam Doo Hyung atau Tae Oh soal hal itu.” Ucap Joon Jae
“Ya, aku mengerti. Lagipula, aku ini mudah lupa.Jangan khawatir, Heo Joon Jae.Mulai sekarang, cerita saja padaku. Apapunyang tak bisa kauceritakan pada orang lain.Aku akan mendengarkan semuanya danmelupakan semuanya.” Ucap Sim Chung
“Sungguh, apa kau akan melupakan semuanya?” kata Joon Jae, Sim Chung mengangguk. Joon Jae pun bertanya apakah Sim Chung akan melupakan ini juga lalu menciumnya, Sim Chung pun memejamkan matanya menerima ciuman dari Joon Jae. 

Joon Jae sibuk dapur dengan masakan pasta bolognase.  Nam Doo melihat berkomentar kalau sarapan lebih suka nasi daripada mie Tapi Sim Chung suka dengan pasta. Joon Jae mengaku baru mengetahuinya, karena ia memasak pasta karena ingin memakanya.
“Apa Kau masak itu buat kau makan sendiri?” ucap Nam Do seperti tak percaya, Sementara didalam kamar Sim Chung sibuk berdandan dengan mengunakan bedak dan lipstik. 

Joon Jae pun menghias piring pasta dengan peterseli, Sim Chung keluar kamar dengan dress dan terlihat sangat anggun. Nam Do langsung memuji Sim Chung dengan panggilan “Beauty Chung” yang  hampir seperti orang elit Seoul, Tae O keluar dari kamar langsung mengambilnya karena Sim Chung terlihat cantik.

Sim Chung tersenyum mendengar pujianya, Joon Jae langsung mengambil ponsel Tae O dari tanganya, karena tidak boleh memotret orang tanpa izin dan itu tak baik. Sim Chung mengatakan kalau ia  tak keberatan,  Tae O membela diri kalau Sim Chung mengaku tak keberatan.
Joon Jae tak bisa menerimanya langsung menghapus foto Sim Chung dari ponsel Tae O, lalu menatap Sim Chung yang berdiri didepanya teringat kembali ciumannya selama, dan buru-buru masuk kamar karena gugup dan mengajak Sim Chung makan saja Nam Do sengaja mengoda kalau Joon Jae bilang  membuatnya buat dimakan sendiri.


Joon Jae masuk kamar lalu mengintip dari balik tirai jendal, melihat Sim Chung yang memang benar-benar cantik duduk dimeja makan, lalu mengomel sendiri karena Sim Chung itu bersikap biasa-biasa saja dan hanya dia saja yang merasa canggung. Akhirnya ia duduk di kursinya dengan melihat ponselnya, lalu tersenyum melihat foto Sim Chung yang dikirim dari ponsel Tae O dengan memujinya sangat cantik. 

Si Ah datang menghampiri Joon Jae, yang baru keluar dari kamar kala membawakan informasi yang ingin diketahui. Joon Jae binggung, sementar Sim Chung menatap sinis dengan kedatangan Si Ah yang mendekati Joon Jae. Si Ah mengajak Joon Jae berbicara di luar saja.
Nam Do bertanya kenapa mereka tak bisa bicara didalam saja, Si Ah mengaku Ada yang harus dijelaskan sambil melihat bahan materinya lalu mengajaknya pergi, Joon Jae pun menyuruh mereka untuk makan lebih dulu saja. 

Sim Chung ingin melihat Si Ah dan Joon Jae yang bicara di depan kolam renang, Si Ah sibuk menutup semua pintu agar Sim Chung tak melihatnya, Joon Jae heran melihat yang dilakukan Si Ah, Si Ah pun buru-buru menghampiri Joon Jae dengan berkasnya.
“Beberapa hari yang lalu, di apartemen lokasi konstruksi pembangunan di Dapsimni...,situs arkeologi zaman Joseon ditemukan.” Ucap Si Ahn, Joon Jae seperti tak peduli sampai akhirnya Si Ah memberikan berkas yang dibawanya. ‘
“ Ini lokasi kediaman keluarga Kim Dam Ryung. Saat Prof. Ha memberitahu kami, aku langsung  kaget dan kemari buat memberitahumu Setelah kami mengambil barang peninggalan itu dari kapal karam, kami akan mengadakan pameran pertunjukan. Jika ada temuan lagi  di lokasi penggalian ini..., kurasa itu pasti hebat sekali.” Kata Si Ah bersemangat
“Katamu, ini lokasi kediaman keluarga Kim Dam Ryung?” ucap Joon Jae setelah melihatnya, Si Ah membenarkan kalau 

Dam Ryung bangun dari tidurnya, seperti kembali bermimpi tentang masa depan dan mengingat ucapan Si Ah “ini lokasi kediaman keluarga Kim Dam Ryung.” Akhirnya ia monda mandi dikamarnya sambil bergumam “Sekarang tinggal 19 hari sampai bulan purnama. Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan agar orang dalam mimpiku itu percaya kalau aku ini nyata?”
Di sebuah lapangan yang sangat luas, beberapa orang sedang mengali tanah lalu berteriak kalau menemukan sesuatu, dan salah seorang pun mencoba mengalinya dengan mengunakan kuas agar tak rusak. 

Seo Hee diam-diam menganti obat yang di dalam kotak dengan obat lainya, Tuan Heo baru saja selesai berganti pakaian. Seo Hee dengan penuh perhatian bertanya apda suaminya apa yang dikatakan rumah sakit. Tuan Heo mengatakan kalau kemungkinan ini katarak, jadi harus minum obat.
“Cepat minum obatmu, baru tidur. Kau kelihatan lelah sekali hari ini.” Ucap Seo Hee, Tuan Heo pun meminum obat tanpa menyadari kalau obatnya sudah tertukar.
“Sayang, karena Kepala Seksi Nam masih dalam masa kritis..., bukannya kita perlu mempekerjakan orang baru? Apa Kau mau kucarikan pekerja barunya?” ucap Seo Hee seperti ingin ada orang kepercayaan disamping suaminya.
“Kepala Seksi Nam pasti sebentar lagi sadarkan diri, Kita bersabar saja.” Ucap Tuan Heo, Seo Hee menutupi wajah cemberutnya dan menyuruh suaminya agar berbaring ketika mematikan lampu meja terlihat wajah dingin yang sangat jahat. 

Jin Joo masuk ke dalam salon anjing, pegawai menyapa pelanganya dengan panggilan Goo Bek (900) yang datang lagi. Sei pemilik mengataka kalau  hidung anjingnya agak sedikit kering. Pegawai melihat Jin Joo yang datang menyapa nama anjingnya Oh Bek (500).
Nam Doo terlihat mengendong anjingnya menyapanya lebih dulu,  memberitahu kalau nama anjingnya itu Oh Bek (900). Karena menghabiskan 900 juta won dalam sebulan buat mengurus anjing ini dan sudah menghabiskan 8.500.000 won pada bulan ini.
Jin Joo melonggo tak percaya mendengarnya bertanya-tanya anjingnya itu diberi perawatan apa saja sampai  menghabiskan uang sebanyak itu, dengan bangga kalau anjingnya itu menyekolahkannya ke Puppy Royal School. Nam Do mengatakan kalau anjingnya melakukanbeberapa kegiatan sepulang sekolah.
“Hari Senin, kami mengajarinya kepercayaan diri. Dia terus menyalak. Hari Jumat, dia belajar tentang sopan santun bahasa Inggris. Jadi Banyak yang diperintahkan pada anjingku. Seperti Duduk. Berbaring. Tunggu. Makan. Kami selalu memerintahkannya. Kata orang, itu cara orang Inggris menunggu.” Ucap Nam Do percaya diri, Jin Joo seperti percaya mendengarnya. Akhirnya Anjing Nam Do, Go Bek diminta masuk untuk melakukan perawatan. 

“Untuk sementara ini, aku sudah terkesan baik di mata pelanggan kita. Untuk para wanita Seocho-dong Council, Daechi-dong, Mal dan Pusat Seni Budaya Apgujeong tidak ada biang gosip yang lebih baik, dibandingkan broker Gangnam – yang telah kupekerjakan saat ini. Ada pertemuan sosial namanya, Sawolhoe, bahwa Ahn Jin Joo suka menghadiri... acara gosip. Dia juga pernah ikut menyumbangkan beberapa kata.” Jelas Nam Do yang menjelaskan sambil makan jeruk dengan Joon Jae
Sementara di sebuah ruangan seorang pria berkumpul dengan para ibu-ibu sosialita,  membahas tentang Pria yang luar biasa bernama Kim Jae, baru saja kembali ke Korea. Kim Jae itu Selama di luar negeri, mulai berkecimpung di real estate internasional dan mengubah dirinya menjadi orang kaya. Semua seperti terkesima mendengarnya.
“Orang ini punya bangunan 57 lantai di Dubai...,dan lapangan golf. Dia juga pernah bermain golf dengan Mansour. Dia memang hebat.” Ucap si pria bangga, Jin Joo yang mendengarnya terlihat melonggo. 

“Tahun lalu, Nyonya L-konstruksi ingin berinvestasi dan membawa kabur uangnya dan pergi ke Dubai, namun kembali setelah dia tidak mampu melihatnya.” Cerita si pria, Mereka tak percaya kalau  Nyonya Choi sungguh melakukannya.
“Yah.. Tentu saja! Pokoknya, orang ini sibuk di Singapura. Dia sedang merencanakansebuah proyek bangunan flat kecil..., tapi kembali ke Koreaterburu-buru karena tunangannya. Dia tinggal di Seoul, tapitidak bisa hidup tanpanya.” Cerita si pria yang membual dengan sangat menyakinkan
Mereka pun penasaan siapa tunanganya, apakah seorang selebriti. Si Pria mengaku tidak tahu karena wajahnya disembunyikan, tapi yang jelas Tuan Kim itu sangat menyukai tunangannya sampai membeli semua produk di mal Gangnam, setiap hari.


Nam Doo pikir karena ia sudah memancing target mereka jadi  Sekarang tinggal Kim Jae dan tunangannya pergi ke mal selama seminggu. Joon Jae bertanya siapa yang akan menjadi tuanganya, seseorang keluar dari ruangan, dengan sepatu hells dan tak bisa berjalan dengan tegak.
Joon Jae melihat Tae O mengunakan pakaian wanita dan rambut wig,  merasa tak percaya kalau Nam Doo menyuruh membawa si anak kecil itu, tapi menurutnya Tae O memang cantik lalu mengeluh kalau terlihat agak berlebihan. Nam Doo langsung mengusulkan Sim Chung, Joon Jae merasa kalau itu  hanya omong kosong.
“Kau belakangan ini peduli padanya dan selalu mengajak Chung kemana pun kau pergi. Jadi, sekarang waktu kau mau bekerja, apa kau mau meninggalkan dia sendirian?” ucap Nam Doo, Joon Jae pikir mana mungkin membawa Sim Chung bersamanya.
“Jadi Aku harus kemana?” ucap Sim Chung tiba-tiba datang sambil memakan jeruk, Joon Jae terlonjak kaget melihat Sim Chung yang tiba-tiba datang.
“Hei... Sim Chung... Bisa kau dengar Oppa sebentar? Kau suka drama, 'kan? Sebenarnya, orang-orang yang ada di dalam TV itu bukan orang kerdil...” kata Nam Do, Sim Chung mengetahuinya kalau mereka ada disebuah studio atau tempat dan dinamakan sebuah drama. Joon Jae tersenyum mendengarnya merasa Sim Chung sekarang sudah pintar.
“Jadi, kita akan syuting seperti sebuah drama. Peran Joon Jae dalam drama ini adalah orang kaya dan keren.” Kata Nam Doo, Sim Chung terlihat bahagia bertanya-tanya apakah maksudnya seorang General manager atau Direktur, karena Semua orang keren di drama memainkanmacam-macam peran.
“Yah.. benar sekali...  Dan peran kau adalah tunangannya. Mereka akan menikah!” kata Nam Do, Sim Chung tanpa pikir panjang mengaku sangat menyukainya.

Nam Doo langsung mengoda Joon Jae kalau Sim Chung memang menyukainya, Joon Jae hanya bisa geleng-gelengkan kepala tak mengerti lalu memperingatakan Sim Chung saat ada di tempat tersebut  ada tiga hal yang tidak boleh dilakukan.
“Jangan bicara... Jangan tertawa... Jangan makan...” kata Joon Jae, Sim Chung merasa yang terakhir itu susah untuknya.
“Nanti kubelikan makanan enak sebagai gantinya” ucap Joon Jae, Sim Chung ingin tahu makanan apa. Joon Jae tahu Sim Chung itu suka makanan manis dengan menawakan es krim. Sim Chung ingin minta tambahanya yaitu  babi asam manis. Joon Jae pun langsung setuju. 

Joon Jae dan Sim Chung bergaya seperti orang kaya dengan 3 pengawal dibelakangnya, mereka membeli beberapa barang dengan hanya menunjuk tanpa memilihnya.Bahkan Joon Jae meminta Sim Chung agar membeli yang dinginkanya, Sim Chung menunjuk pakaian tas dan semua barang-barang yang wanita inginkan.
Esok harinya pum Sim Chung dan Joon Jae kembali membeli barang-barang dengan memborong pada sebuah pakaian dan juga perhiasana. Di sisi lain, Jin Jo mengeluh karena tidak bisa pakai ruang VVIP sekarang, karena sebelumnya diperbolehkan  memakai ruangan itu. Pegawai itu meminta maaf karena  ada tamu yang sudah memesanreservasi beberapa saat yang lalu.
“Aku juga tamu yang memesan reservasi beberap saat yang lalu. Apa aku dinomorduakan? Kenapa? Aku ini anggota White Magnolia Club!” ucap Jin Joo kesal 
Saat itu Joon Jae datang dengan Sim Chung masuk ke dalam toko, Jin Joo mengingat kalau wajahnya Sim Chung seperti  pernah melihat wanita itu sebelumnya lalu teringat saat itu Sim Chung duduk diminimarket bersama dengan Yoo Na. Joon Jae mengatakan pacarnya  tidak pernah memakai sepatu yang sama setelah dua kali jadi ingin membeli lagi.
“Seoul ini memang tidak nyaman. Gedung antar gedung terlalu dekat... sampai kita tak bisa naik jet pribadi, tidak seperti Dubai.” Ucap Joon Jae , Jin Joo yang medengarnya melonggo tak percaya kalau Joon Jae membahas tentang dubai.
Nam Doo akan masuk dengan beberapa pengawal yang membawa barang-barang belanjaan. Jin Joo yang mengenal Nam Doo dengan memaanggil  “Ayahnya Goo Bek”  Nam Doo berpura-pura mengingat Jin Joo “ibunya Oh Bek” mereka pun saling menyapa

“Orang-orang tadi, Apa Kau datang bersama mereka?” ucap Jin Joo penasaran
“Ya.. Aku menjalankan perusahaan investasi..., dan beberapa tamu VIP datang dari luar negeri.” Ucap Nam Doo, Jin Joo tak percaya kalau pria tadi masuk ke dalam jaringanya. Nam Doo ingin pamit pergi tapi Jin Joo menahanya.
“Apa orang itu, mungkin..., Apa dia datang dari Dubai? Di Dubai, dia punya gedung 57 lantai dan punya lapangan golf, pernah berteman dengan Mansour... dan semacamnya, Apakah dia itu Kim Jae, dan itu tunangannya.” Kata Jin Joo, Nam Doo berpura-pura panik karena Jin Joo mengetahuinya.
“Jika kau memberitahu orang lain, bisa kacau disini. Jadi, kau tidak boleh memberitahu siapapun.” Bisik Nam Doo, Jin Joo mengerti. 


Joon Jae dan Sim Chung keluar dari toko, lalu Sim Chung berbisik kalau ia lapar. Joon Jae sengaja kalau Sim Chung itu ternyata memberikan  Komentar yang bagus. Sim Chung kembali berbisik kalau ingin makan toppoki, Joon Jae kembali komentar kalau tunanganya itu memang tahu mana barang yang bagus. Sim Chung berbisik ingin makan soondae.  Joon Jae memuji Sim Chung itu memiliki standar yang tak tertanding dan berjanji akan membelikanya baju.

Diam-diam Jin Joo sengaja mengikutinya dari belakang dan Nam Doo berpura-pura menyuruh pengawal dan Joon Jae pergi lebih dulu. Jin Joo pun memanggil Nam Doo meminta agar memberikan bantuan  untuk mengatur pertemuan makan antara dan keluarganya. Nam Do dengan gaya jual mahal mengatakan ditugaskan buat mengawal mereka tapi permintaan seperti itu agak...

“Kami sebenarnya ingin investasi juga! Aku juga ingin berkenalan dengan mereka. Bagaimana menurutmu? Kau bisa kan melakukannya?” kata Jin Joo
“Sebenarnya, CEO Kim sudah lama tidak berada di Korea dan dia memang pernah ingin makan makanan rumahan Korea. Tapi aku masih belum menikah, jadi.... “ ucap Nam Do sengaja menyinggung.
“Ah. Makanan rumah! Kalau begitu rumahku saja, makanan di rumahku enak-enak semua! Di rumahku... kami punya Chef Baek Jong Won si pengusaha restoran terkenal di Koreaversi perempuan.” Kata Jin Joo dengan bangga. 


Tuan Cha dan istrinya makan bersama dengan Si Ah, Jin Joo membahas kalau Nam Doo akan menanyakannya, dengan bangga kalau ini sangat hebat apabila keduanya bisa makan dirumah mereka, menurutnya ketika semua mulai berjalan dengan lancar maka masalah beres dan meminta bantuan bibi Mo untuk membantunya.
Bibi Mo pun mengatakan kalau ia memang melakukan apa yang jadi tugasnya. Si Ah yang sedari tadi hanya mendengar ceritanya siapa yang dibicarakan itu. Jin Joo meminta Si Ah tak kaget, kalau pria yang ditemuinya ini sangat dekat dengan Mansour, bahkan pernah main golf bareng. Si Ah merasa kalau orang itu pasti penipu. Jin Joo terlihat kesal menedengarnya.
“Maksudku, aku berfirasat kalau dia itu penipu dari hanya mendengar omonganmu saja.” Komentar Si Ah

“Hei.. Apa maksudmu? Aku bahkan dipanggil Nyonya Choi dari L-konstruksi, dan... Aku bahkan memastikan kalau wanita itu pergi ke Dubai tahun lalu!” kata Jin Joo, Suaminya pun yakin kalau pria itu bukan penipu.
“Lagipula kau tidak akan membantu kami, setidaknya, jangan rusak suasana ini. Bahkan kalau dia mengincar 100 ribu won kami, maka dia tidak akan berani!” ucap Jin Joo
“ Itulah namanya tipu muslihat Ponzi yang khas. Dia menarik investor seakan mampu segalanya tapi dia tidak membiarkan sembarang orang, yang membuat kalian lebih mudah ditipu.” Jelas Si Ah
“Kalau begitu, waktu kami mengundang dia makan kesini..., maka kau boleh ikut makan dengan kami, siapa tahu dia mau menipu.” Ucap Jin Joo, Si Ah pun menerima tawaranya. 

Ponsel Si Ah berdering, Ia sengaja keluar dari meja makan menerima dan terlihat kaget dengan menanyakan tempatnya, Saat itu Joon Jae dkk sudah ada di dalam mobil dengan hujan yang turun dengan deras. Nam Doo memuji Sim Chung yang hebat, karena sudah seperti seorang agen rahasia, Joon Jae seolah tak peduli mengataka kalau Sim Chung memang  anak yang cerdas.
“Kalau kau mengajarinya satu hal, maka dia bisa cepat belajar.” Ucap Joon Jae bangga, Nam Doo mendengarnya merasa kalau tadi seprti Joon Jae seorang itu yang sedang menyombongkan anaknya. Joon Jae menutupi rasa bangganya kalau hanya ingin mengucapkan saja. Sim Chung pun senang karenabisa membantu Heo Joon Jae.
“Tapi Heo Joon Jae, Apa kau tahu? Orang yang punya... mesin pengambil boneka itu, pasti penipu. Aku terus mengambil boneka, tapi tak pernah dapat. Jadi aku bertanya ke orang-orang... dan mereka bilang dia itu penipu. Dasar Bajingan jahat.” Ucap Sim Chung kesal,
Semua terlihat salah tingkah karena mereka semua sebenarnya berprofesi sebagai penipu. Nam Do mengaku kalau penipu memang bajingan jahat tapi menurutnya tidak semuanya orang jahat, Sim Chung tetap berpikir kalau mereka membohongi orang-orang.

Nam Do pun bertanya apakah Sim Chung tidak pernah bohongsekalipun. Sim Chung terdiam karena menutupi jati dirinya sebagai putri duyung, Nam Do bertanya apakah Sim Chung tidak punya rahasia yang tidak bisa diberitahukanya, menurutnya pasti Sim Chungpunya rahasia.
Joon Jae membela Sim Chung karena Nam Doo  terlalu menyudutkanya, Nam Do kesal karena Joon Jae bertingkah seperti ibu yang membela anaknya lalu mengoda kalau mereka merasakan perubahan antara keduanya, Joon Jae mengaku tak ada dan menyuruh Nam Do Jangan bicara di mobilnya kalau mau bicara lebih baik turun dari mobilnya.
Ponsel Joon Jae berdering, Si Ah menelp. Sim Chung yang mendengar nama Si Ah terlihat cemburu.  Joon Jae pun mengatakan pada Si Ah akan segera datang, lalu meminta menurunkan di pingir jalan karena  harus pergi ke suatu tempat. Nam Do bertanya mau kemana. Joon Jae mengatakan kalau Si Ah ingin menunjukan sesuatu padanya. 


Keduanya masuk ke sebuah gedung, Si Ah mengatakan kalau ia juga belum melihatnya. Tapi mahasiswa prasarjana yang menemukannya, kalau yang satu ini sangat istimewa, jadi Biasanya, karya seni yang terbuat dari porselen, lukisan atau kaligrafi yang tergali di dalam rumah maka tidak bisa ditemukan dalam keadaan baik.Tapi yang satu ini, terkubur di suatu kotak tertutup. Joon Jae binggung maksudnya terkubur
“Ya. Seolah-olah, barang peninggalan itu memang dimaksudkan untuk ditemukan.” Ucap Si Ah, Joon Jae pun hanya diam saja.

Si Ah dengan ID Cardnya bisa membuka pintu untuk masuk ke dalam ruangan tempat barang peninggalan, sebelum masuk Joon Jae menahanya meminta agar Si Ah memperbolehkanya agar melihatnya sendiri. Si Ah terlihat binggung tapi akhinya memperbolehkanya.
Joon Jae pun masuk ke dalam ruangan dengan peninggalan dahulu kala, melihat sebuah lukisan yang digantung dan terlihat seperti masih baru. Tiba-tiba lampu diseluruh ruangan mati. Si Ah diluar pun terlihat binggung dengan petir yang menyambar diluar gedung. Joon Jae pun menyalakan korek api dan kaget saat melihat lukisan wajah Dam Ryung yang sangat mirip dengan dirinya. 


[Epilog]
Dam Ryung mondar mandir diruanganya, mengingat Sekarang, tinggal 19 hari sampai bulan purnama dan memikir apa yang harus dilakukan  agar orang dalam mimpinya itu percaya kalau dirinya itu memang nyata.  Seorang pria pun membungkuk dengan mengambar wajah Dam Ryung yang sdang duduk seperti seorang raja disinggasana.
“Aku ingin gambarnya sangat mirip... Karena ini harus jadi temuan berharga untuk waktu yang cukup lama.” Kata Dam Ryung, Si pria pun mengerti. 
bersambung ke episode 10
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. New MP3Skull, StafaBand, BursaMp3, NaijaSongs, ITunes, and More Site visit...
    -
    All Category MP3
    -
    Mp3 US/UK (English)
    -
    Mp3 K-Pop & J-Pop
    -
    Mp3 BOLLYWOOD (India)
    -
    -

    BalasHapus