Jumat, 23 Desember 2016

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 11 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Pelatih Yoon menelp Tuan Kim mengatakan sudah  membuat alasan pada pihak sponsor kalau Bok Joo sakit setelah kompetisi, jadi memutuskan untuk menjadwalkan ulang pertemuannya. Tuan Kim seperti sedikit bernafas lega, Dae Ho yang duduk didepanya terlihat tegang melihat kakaknya yang berbicara dengan pelatih Yoon.
“Aku benar-benar menyesal itu jadi tambah rumit, Aku rasa Bok Joo sedih karena Pelatih Choi.  Bahkan Teman-temannya sedang mencarinya Aku akan menelponmu setelah menemukannya” kata Pelatih Yoon, Tuan Kim mengangguk mengerti.
Dae Ho langsung bertanya Apa mereka menunda pertemuannya, Tuan kim mengumpat kesal kemana anaknya itu pergi dan akan memarahinya kalau kembali. 

Bok Joo akhirnya kembali kerumah dengan wajah tertunduk sedih, Tuan Kim langsung berteriak marah darimana saja anaknya itu karena mencarinya kemana-mana dan lebih baik menelp Pelatih Yoon lebih dulu sekarang untuk memberikan kabar.
“Ayah.... Aku tidak suka angkat besi dan tidak mau melakukannya lagi” ucap Bok Joo seperti semua gairah hidupnya menghilang. Tuan Kim kaget mendengarnya.
“Dia tidak suka... Angkat besi lagi” ucap Dae Ho memperjelas, Tuan Kim heran Bok Joo tiba-tiba mengatakan hal itu dan ingin meminta penjelasan.
“Apa ayah tahu, Tidak perduli apa yang dikatakan orang lain tentang... Betapa anehnya seorang gadis menyukai angkat besi, tapi Aku tetap menyukai angkat besi, Aku suka bau metal dari barbel, bahkan aku suka bubuk kapur di gym. Angkat besi menyenangkan dan itu membuat aku bahagia.” Ungkap Bok Joo sambil menahan tangisnya.
“Tapi Sekarang, aku tidak menyukainya lagi, Aku membencinya, Itu tidak membuat aku bahagia sama sekali, Aku tidak mau jadi atlit angkat besi lagi Aku tidak mau melakukan apapun, apa yang harus dilakukan sekarang, ayah?” ungkap Bok Joo menangis Kasihan Bok Joo. Dae Ho melihat Bok Joo merasa kasihan. Tuan Kim pun hanya bisa diam saja. 

Joon Hyung terdiam dalam kamarnya, teringat kembali dengan Bok Joo yang menangis dan memeluknya, Tae Kwon yang duduk disampingnya mencoba menyadarkan temanya yang hanya diam saja, lalu bertanya darimana saja sambil mengeluh kalau Joon Hyung punya banyak sekali rahasia belakangan ini. Joon Hyung hanya diam saja.
“Apa kau... Berkencan dengan seseorang?” ucap Tae Kwon menduga-duga.
Joon Hyung teringat saat Bok Joo datang memberikan sebuah origami bentuk kodok untuknya, kalau mungkin saja itu bisa jadi jimat keberuntungannya. Lalu pergi ke pantai dan Bok Joo berbaring di lenganya, Ia juga memberikan semangat pada Bok Joo sebelum bertanding, mengeringkan rambutnya yang tiba-tiba membuatnya berdebar.
Ia memeluk erat Bok Joo saat sedang diatap, dengan menatap bintang bersama. Bok Joo pun memiting kepalanya seperti tanganya yang berusaha untuk memeluknya. Joon Hyung mengelus rambutnya dan memeluk Bok Joo saat berjalan ditepi pantai.  Joon Hyung tersenyum mengingat semua kenangan indahnya dengan Bok Joo.
Joon Hyung mengambil kodok yang diberikan Bok Joo, lalu teringat kembali perkataan kakaknya kalau adiknya itu pasti punya teman spesial, yaitu Bok Joo. Tae Kwon penasaran dengan Joon Hyung tidak mengatakan apapun dan menyakinkan apakah memang benar-benar berkencan dengan seseorang. Joon Hyung tersenyum merasa kalau memang seperti itu.
“Aku rasa aku jatuh cinta... Dengannya” kata Joon Hyung tersenyum, Bok Joo terlihat berbaring di kamarnya dengan gelisah mengingat saat menangis dipelukan Joon Hyung. 


[Episode 11, ini akhir, bukan berakhir]

Keluarga Kim sarapan dengan suasana sunyi, Dae Ho akhirnya mulai berbicara mengeluh dimangkuk supnya hanya ada dua potong daging saja, sementara Di mangkuknya Bok Joo, ada lebih banyak daging.
“Apa kau memberinya rebusan daging?” keluh Dae Ho, Tuan Kim hanya diam dan Bok Joo seperti tak bisa berbuat apa-apa karena tadi malam seperti melakukan kesalahan.
“Kau jujur sekali dan tidak mau mendiskriminasi orang secara terbuka Aku suka itu” kata Dae Ho, Tuan Kim pun memilih untuk pergi meninggalkan meja makan, Adiknya pun bertanya kemana kakaknya itu akan pergi. Bok Joo pun juga kembali ke kamar, Dae Ho mengeluh suasana rumah jadi sangat suram.  

Tuan Kim bertemu dangan pelatih Yoon diruanganya. Pelatih Yoon menceritakan Bok Joo yang memulai angkat besi, tidak pernah bilang kalau itu sulit bahkan menangis karena itu sulit, tapi menurutnya kali ini sangat bersungguh-sungguh dengan ucapannya dan rasa Bok Joo sedang dalam keadaan merosot.
“Seperti yang kau tahu, Itu terjadi pada atlet sesekali, Dia pasti merasa sedih... Karena kompetisi sudah berakhir Dan lebih buruk lagi, pelatih Choi tidak lagi ada di sini.” Ucap Pelatih Yoon, Tuan Kim pun bertanya apa yang juniornya itu pikirkan sekarang. 

Bok Joo duduk bersandar di  dalam kamarnya dengan mengangkat kakinya, Ayahnya tiba-tiba membuka pintu dan Bok Joo mengatakan baru saja akan pergi ke kampus. Tuan Kim menyuruh Bok Joo agar mengemasi barang-barang di asrama dan membawa beberapa barang yang diperlukan.
Bok Joo mulai berkemas dengan teman-teman yang terkejut karena keputusaanya untuk beristirahat.  Nan Hee benar-benar tak percaya, Bok Joo menjelaskan kalau terjadi begitu saja Pelatih Yoon juga bilang itu yang terbaik untuknya, lalu memberikan dua buah shampo pada temanya yang belum sempat dipakai.
“Bok Joo, apa kau sakit? Katakan pada kami, Kenapa kau mengambil isitirahat? Kemarin kau menghilang dan membuat kami khawatir” ungkap Sun Ok binggung.
“Dengarkan,  Aku perlu waktu untuk berpikir Kenapa aku mau jadi atlet angkat besi? Apa arti dari angkat besi dalam hidupku? Apakah itu sesuatu yang aku lakukan karena aku menyukainya?” ucap Bok Joo, keduanya heran kenapa Bok Joo harus menanyakan hal itu
“Kalau kau tidak menyukainya, Apa kau akan berhenti? Begitukah?” ungkap Nan Hee  mengumpat Bok Joo itu pengkhianat, yang melakukan tanpa mendiskusikannya dengan mereka.

“Kita harus membiarkannya pergi untuk sekarang, dia tidak selamanya meninggalkan kita Dia hanya istirahat saja” ucap Sun Ok menenangkan
Tapi Nan Hee tetap  mau melepaskan karena sebelumnya pelatih Choi yang pergi dan sekarang Bok Joo,  Bok Joo pun meminta maaf pada kedua temanya,  Shi Ho baru kembali ke kamar kaget melihat Bok Joo yang sedang membereskan barang-barangnya, lalu bertanya apakah akan pergi kesuatu tempat.

Bok Joo berjalan meninggalkan asrama nelp Joon Hyung,  memberitahu  kalau sudah berkemas dan akan pergi. Joon Hyung benar-benar kaget mendengarnya. Bok Joo mengatakan sudah memutuskan untuk istirahat selama musim dingin dan merasa harus memberitahukanya sebelum pergi.
Ia pun tak lupa mengucapkan terimakasih, dan mengucapkan Semoga beruntung dengan latihannya, lalu menutup telpnya. Joon Hyung memanggil Bok Joo dan kembali menelpnya, tapi ponselnya sibuk dan akhirnya mengambil jaketnya lalu pergi. 

Bok Joo berjalan keluar kampus menelp seniornya, dengan meminta maaf dan akan menjelaskan semuanya. Dalam pesan message pun masuk dari semua seniorna menuliskan untuk Bok Joo
“Aku dengar kau tidak akan berlatih pada musim dingin ini Apa yang terjadi padamu?”
“Kenapa kau mengambil istirahat?”
“Aku juga mau istirahat.”
Bok Joo pun hanya membaca tanpa mengubrisnya, lalu segera berjalan meninggalkan kampus.


Joon Hyung dengan sepedanya mencari keliling kampus akhirnya pergi ke restoran Tuan Kim tapi seperti tak ada orang. Bok Joo baru berjalan pulang, Joon Hyung tersenyum bisa menemukan Bok Joo, dengan berkomentar kalau dilahirkan untuk memburunya, Bok Joo binggung melihat Joon Hyung sudah ada di restoran ayahnya.
“Apa ini? Apakah Bungeoppang?” kata Joon Hyung mengambil bungkusan yang dibawa Bok Joo dan mengajaknya untuk pergi. 


Mereka duduk di pinggir danau dengan sinar senja yang menyinarinya , Joon Hyung tak percaya Bok Joo pergi jauh-jauh ke persimpangan hanya bungeoppang, Bok Joo memberitahu ayahnya menyukai kue itu dan tahu pasti merasa sedih karena dirinya,  bahkan tidak sarapan. Joon Hyung menghela nafas mendengarnya.
“Apa kau harus istirahat dari latihan? Apakah seberat itu?” tanya Joon Hyung dengan tatapan serius.
“ Sebenarnya tidak berat, tapi Aku hanya kehilangan motivasi Aku merasa lesu, tidak bisa melakukan apapun” ungkap Bok Joo
“Apa yang akan kau lakukan selama masa istirahatmu?” tanya Joon Hyung
“Aku tidak punya pikiran apa-apa sekarang Aku hanya akan membantu ayahku di restoran atau tidur seharian Mungkin aku akan pergi ke gunung dan melatih jiwaku” kata Bok Joo

“Kau tidak boleh pergi ke gunung dan Cobalah tetap berada di kota. Jangan menghilang dari pandangankuDan juga jangan pergi terlalu jauh Kalau kau merasa bosan, lebih baik telpon saja aku, karena Aku akan jalan-jalan bersamamu. Bahkan kau bisa menelpku meski kau tidak bosan. Aku akan tetap jalan-jalan denganmu, aku akan siap sedia” ucap Joon Hyung meminta agar Bok Joo bersemangat kembali.
Bok Joo mengerti, Joon Hyung pun meminta Bok Joo segera menelpnya kalau  sudah bangun, sebelum makan dan saat pergi ke kamar mandi. Bok Joo menduga Joon Hyung itu orang mesum karena harus menelp saat  di kamar mandi. Joon Hyung pun meralatnya,  tapi Telpon sebelum dan sesudah makan siang,
“Kenapa aku harus menelponmu? Situasinya tidak begitu buruk sampai aku harus menelponmu dan melaporkan semuanya...” ucap Bok Joo heran

“Telpon juga aku pada jam 7 malam, aku suka jam 7 malam, mengerti?” ungkap Joon Hyung sedikit gugup dengan berkata “keren” dengan gaya bicara seperti Bok Joo dkk. Bok Joo mengejek kalau Joon Hyun tidak pernah bisa mengatakan dengan benar. 

Joon Hyung kembal ke asrama dengan berlatih kata “keren” dengan gaya yang biasa Bok Joo lakukan. Saat itu tak sengaja bertemu dengan Shi Ho yang baru menuruni tangga asrama, lalu meminta izn untuk bertanya tentang Bok Joo.
“Kenapa dia meninggalkan asrama? Apa dia berhenti sekolah?” ucap Shi Ho
“ Kenapa kau bertanya? Bukankah itu yang kau harapkan?” kata Joon Hyung dengan nada sinis
“Tidak, aku tidak begitu membencinya, Dia teman sekamarku” ungkap Shi Ho
“Kau memang teman sekamar yang baik”sindir Joon Hyung. Shi Ho pun hanya bisa diam 

Malam harinya, Bok Joo dan Joon Hyung terlihat sama-sama gelisah dengan memiringkan tidurnya seperti saling berhadapanya. Pagi harinya, Bok Joo sudah mengepel lantai, Tuan Kim langsung melarangnya karena tidak menyuruh istirahat supaya mengepel lantai, tapi lebih baik istirahat dengan baik atau pergilah keluar dan lakukan hal yang selalu ingin dilakukan
“Berikan padaku, hyung kau harus pergi ke rumah sakit untuk melakukan dialisis” kata Dae Ho mengambil kain pel dari tangan ayahnya, Bok Joo mengatakan akan ikut bersama ayahnya
“Sudahlah, kau tidak perlu melakukannya. Ayah akan pergi sendiri, tidak perlu ada yang ikut” kata Tuan Kim dan kembali ke kamarnya. 

Bok Joo masuk kamar lalu duduk di meja belajar mengambil buku dan menuliskan diatasnya “Hal yang ingin aku lakukan” dan list yang pertama adalah Belajar di perpustakaan lalu yang kedua, Belajar alat musik seperti piono. Bok Joo terlihat menuliskan dengan wajah bahagia.
“Ketiga, Pergi ke taman bermain di hari kerja dan naik lima atraksi Itu termasuk ayunan viking dan kapal perompak.
“Keempat, Mendapatkan kekasih. Berbagi minuman dengan dua sedotan dengannya, Menaruh tanganku di saku kekasihku saat berjalan-jalan, Mendapatkan ratusan bunga mawar darinya”

Diruang latihan
Para senior  membahas tentang alasan Bok Joo yang beristirahat, Sang Chul pun bertanya pada Woon Gi apakah mengetahui sesuatu, Woon Gi mengelengkan kepala menutupi kalau awalnya itu bermula dari dirinya. Mereka pun bertanya pada dua teman Bok Joo.
“Aku rasa dia hanya sedang merasa tidak sehat” ungkap Nan Hee yang sedang melakukan peregangan, Min Young pikir itu hanya omong kosong kalau mereka semua pasti tidak merasa sehat saat kurang istirahat. Pelatih Kim masuk dengan senyuman seperti dipaksa.
“Kalian bekerja keras meski aku tidak memintanya. Aku harap semua pelajar seperti kalian” ungkap Pealtih Yoon lalu berkomentar paa Min Young yang baru potong rambut. Min Young pikir rambutanya memang sudah pendek selama tiga tahun ini
Pelatih Yoon mencoba melucu kalau mungkin hari ini wajah Min Young  bertambah panjang, tapi semua seperti tak ada yang tertawa karena masalah yang terjadi. Akhirnya pelatih Yoon membahas, latihan musim dingin dimulai hari ini jadi meminta agar  jangan malas-malasan hanya karena turnamennya sudah selesai, lalu masuk ke dalam ruanganya. 

Pelatih Yoon mencoba terus tertawa padahal didala hatinya terlihat sedih Woon Gi pun masuk ruangan, karena  ingin tahu apa yang terjadi pada pelatih Choi. Pelatih Yoon mengatakan sudah menekan Dekan kampus tentang itu, jadi akan segera kembali, meminta anak didiknya agar jangan memikirkan dan fokus saja pada latihannya, karena begitulah cara membantuk pelatih Choi.
Woon Gi mengangguk mengerti lalu keluar dari ruangan, Pelatih Yoon akhirnya terdiam lalu melihat struktur Tim Angkat Besi dengan foto Pelatih Choi yang menjadi pendampingnya sebagai pelatih, wajahnya pun sedih karena harus kehilangan rekan kerjanya. 

Pelatih Yoon kesal menatap ponselnya karena si Wanita dingin itu, bahkan tidak menelponnya. Sementara Pelatih Choi menatap ponselnya,  sepperti ingin menelp pelatih Yoon karena pasti memulai latihan musim dingin sekarang. Kakaknya sedang melayani pelanggan disalon menyuruh adiknya untuk mengeluarkan handuk dari mesin cuci. Pelatih Choi pun bergegas pergi.
Saat itu ponselnya berdering, Pelatih Choi seperti bahagia berharap kalau Pelatih Yoon yang menelp, tapi wajahnya terlihat lesu. Dae Ho menelpnya, Pelatih Choi mengenal Dae Ho itu pamannya Bok Joo. Dae Ho bertanya apakah Pelatih Choi memiliki waktu luang malam ini karena akan mentraktirnya minum. 

Bok Joo pergi ke perpusatakan, ada beberapa anak kecil yang duduk didalamnya, lalu memilih bangku kosong didepan anak kecil berkacamata. Dengan percaya diri  Bok Joo mengeluarkan buku "Bahasa Inggris dasar mudah", si anak melirik dengan senyuman mengejek karena itu buku yang sedang dipelajarinya.
Beberapa saat kemudian, Bok Joo pun tertidur diatas meja. Si anak kecil mengeluarkan sedikit bersin, Bok Joo langsung terbangun berteriak kaget, Semua pun langsung menatap sinis karena dalam perpustakan tak boleh berisik.

Bok Joo pun pergi ke bagian les piano, gurunya bertanya apakah Bok joo memang tidak pernah mempelajarinya sebelumnya. Bok Joo mengelengkan kepala, Anak kecil yang bersamanya langsung bertanya berapa umurnya sekarang. Gurunya pun menyuruh anak didiknya untuk kembali berlatih karena tak enak hati dengan Bok Joo.
“Kalau kau benar-benar baru mempelajarinya, maka Kau perlu latihan selama tiga minggu. Biayanya 150 dolar per bulan” ucap gurunya, Bok Joo pun mengangguk mengerti. 

Bok Joo menghitung dengan ponselnya ternyata biaya les piano itu  lebih mahal dari yang diperkirakan sebelumnya,  maka harus kerja paruh waktu supaya bisa membayarnya dan bertanya-tanya apakah ada pekerjaan paruh waktu dengan bayaran tinggi.
Saat itu ia melihat sosok orang yang dikenalnya selama ini, Jae Yi sedang menerima barang yang dipesanya lalu mengangkat dua buah kardus ke dalam klinik dengan menaiki tangga. Bok Joo bersembunyi dibelakang tiang menatapnya, dengan berkomentar kalau Jae Yi itu masih tetap baik seperti biasanya. 

Bok Joo pergi ke bagian gudang pengiriman, meminta pekerjaan paruh waktu, tapi si manager menolaknya karena Bahkan pria berbadan besar, Tidak tahan bekerja seminggu di sini, menurutnya anak gadis seperti Bok Joo tak akan bisa melakukanya, jadi jangan pernah bermimpi.
“Tapi aku bukan gadis bias, Aku ini atlit angkat besi bahkan bisa mengangkat beban seberat 100 kg” ucap Bok Joo, si manager tak percaya melihat Bok Joo.
“Aku bahkan jadi juara pertama pada turnamen baru-baru ini Apa kau mau melihat artikelnya?” kata Bok Joo menyakinkan, Si manager tetap tidak bisa mempekerjakannya, karena yang dilakukan olah raga tapi  ini adalah pekerjaan jadi sangat berbeda dari angkat besi karena Punggungnya harus sekuat baja.
Bok Joo melihat seorang pria yang kesusahan mengangkat dua Box ditanganya, lalu langsung mengambilnya dan terlihat Ji Soo sebagai perkerja pengangkut barang melonggo melihat seorang wanita yang mengangkat dua dus besar. Bok Joo merasa Kotaknya seringan bulu dan kembali memindahkan yang lainya. 


Joon Hyung membersihkan kaca jendela kolam renang, lalu menatap ponselnya bertanya kemana Bok Joo karena sudah bilang kalau akan pergi jalan-jalan dengannya, lalu mencoba menelp tapi tak diangkat. Wajahnya pun terlihat kesal karena membuatnya makin penasaran.  Saat itu ponselnya berdering dan ternyata dari kakaknya bukan Bok Joo. 
Joon Hyung menemui kakaknya di pinggir lapangan dengan membawakan minuman hangat, lalu bertanya ada apa memanggilnya. Jae Yi menceritakan kalau sedang dalam perjalanan untuk menemui Ah Young, dan berpikir adiknya itu  pasti ada di kolam renang. Joon Hyung bertanya apakah  mereka akan makan malam dengannya. Jae Yi pikir bisa melihatnya nanti.
“Kau memang tahu bagaimana memenangkan hati para wanita” ungkap Joon Hyun mengejek.
“Baik, aku tahu apa yang kulakukan, jadi aku tidak bisa menyangkalnya. Tapi aku rasa penilaiannya tidak adil.Motto hidupku adalah tidak menjadi bajingan” kata Jae Yi
“Itu lebih buruk lagi, Aku bisa menyumpahimu kalau kau benar-benar bajingan” ungkap Joon Hyung,  Keduanya pun tertawa, Jae Yi menayakan kabar Bok Joo sekarang.
“Kenapa hyung bertanya?” ungkap Joon Hyung dengan nada cemburu, Jae Yi heran kalau tidak boleh menanyakan kabarnya karnea memang masih mengkhawatirkannya
“Lupakan saja, kau bisa berhenti mengkhawatirkannya, Jangan menunjukkan ketertarikanmu padanya, kau masih berbahaya, Aku yang akan menjaganya” ungkap Joon Hyung tak ingin kakaknya mengambil Bok Joo darinya.
Jae Yi menatap adiknya dan menduga, kalau dugaanya itu benar kalau Bok Joo iyu bukan sekedar teman dan Joon Hyung itu memiliki perasaan padanya.  Joon Hyung hanya bisa tersenyum meras kalau sudah gila karena Bok Joo itu bahkan bukan tipenya.
Jae Yi menjelaskan kalau Tidak ada yang seperti itu dalam cinta karena hanya mencintai orang itu saja dan tak ada yang lain, Ia sekarang bisa melihat wajah Joon Hyung bersinar saat bersamanya dan mendoakan yang terbaik untuk adiknya, karena Bok Joo memang imut

“Apakah itu sebabnya kau menolaknya? Kau membuatnya menangis, dasar kau bodoh sekali. Kau seharusnya tahu waktu dia bertanya padamu, "apa kau suka Messi?"” kata Joon Hyung kesal
“Aku sudah bilang padamu, tidak tahu maksud pertanyaannya itu. Jadi Kapan kau akan memberitahunya?” kata Jae Yi,
“Aku harus mencari tahu dan Sekarang bukan waktu yang tepat. Karena Dia sekarang sedang gundah dan juga istirahat dari latihan. Aku akan membantunya melewati tahapan itu dan menunggu waktu yang tepat” kata Joon Hyung, Jae Yi melihat adiknya sangat serius merasa kalau memang  berbagi darah yang sama dan bisa melihat kau benar-benar menyukainya
“ Apa kau pikir aku mengada-ngada? Kalau kau membuatnya menangis lagi, maka Aku akan menendangmu...” ungkap Joon Hyung sambil bercanda, Jae Yi pun menanggapinya kalau adiknya itu sudah berani untuk menendangnya. 

Pelatih Sung berbicara di telp kalau temanyaitu tidak perlu mengucapkan selamat, karena masih harus bekerja keras dan ada banyak hal yang harus dilakukan di asosiasi. Soo Bin dan juniornya mulai berbisik melihat pelatihnya, kalau sekarang ada di dewan direksi asosiasi.
“Apakah itu akan membantu kita... Terutama dalam turnamen?” kata Juniornya, Soo Bin pikir itu tak buruk untuk mereka, lalu melihat Si Ho yang sedang berlatih mengangkat kakinya.
“Apakah Si Ho sedang tidur sekarang?” ungkap Soo Bin, Juniornya pun bisa melihat ada lingkaran hitam besar dibawah matanya. Si Ho seperti tertidur saat sedang berlatih menaikan kaki ditiang lalu terjatuh, Soo Bin dan juniornya pun tertawa melihatnya/. 

Jae Yi dan Ah Young pun makan bersama disebuah restoran, Jae Yi bertanya apakah  hanya gukbap saja yang ingin dimakan karena ingin mentraktir makanan yang mewah. Ah Young mengatakan kalau sangat ingin pergi ke restoran gukbap ini karnea dulu sering datang ke restoran ini sampai muak.
“Tempat ini tidak berubah sama sekali” komentar Jae Yi,  Ah Young berkomentar kalau hanya orang-orangnya yang berubah

“Oh, yah.. Sang Gu sunbae tidak datang, Dia bilang ada sesuatu yang terjadi. Aku ingin tahu apa kabarnya baik-baik saja. Tapi.. ngomong –ngomong Apa yang terjadi antara Joon Hyung dan Bok Joo?Apakah sudah ada kemajuan?” kata Ah Young penasaran
Jae Yi mengaku tak tahu, tapi Ah Young berharap mereka bisa berkencan, karena Tipe rubah licik tidak tepat untuk Joon Hyung dan Seseorang seperti Bok Joo sempurna untuknya dan memiliki kepribadian yang keren, yaitu seperti dirinya. Jae Yi tertawa karena ternyata itu tujuan Ah Young memuji Bok Joo. Keduanya pun tertawa. 


Dae Ho seperti siap akan pergi, dan kakaknya masih sibuk dalam restoran. Adiknya pun memberitahu kakaknya kalau tidak punya pesanan hari in jadi meminta agar tutup lebih cepat hari ini.
Ia mengeluh kalau  Moodnya sedang tidak bagus,  dan Pembuat masalah itu si Bok Joo membuatnya lesu. Saat itu Joon Hyung terlihat didepan jendela, Dae Ho panik menyuruh Joon Hyung segera pergi karena kakaknya bisa tambah marah kalau melihat Joon Hyung, Tapi Joon Hyung memberikan kode untuk menunggu didepan. Akhirnya Dae Ho memakai jaket pamit pergi dengan alasan akan bermain bilyar. 

Dae Hoo menemui Joon Hyung depan restoran memberitahu kali ini mungkin bukan waktu yang tepat untuk berkunjung, Joon Hyung bertanya apakah Bok Joo ada dirumah, karena tidak menjawab telponnya. Dae Hoo mengatakan kalau Bok Joo tak ada dirumah, Joon Hyung melotot kaget.
“Dia kerja paruh waktu, tadi menelpon dan bilang akan terlambat pulang” kata Dae Joo, Joon Hyung kaget kedua kalinya karena Bok Joo itu Kerja paruh waktu. 

Bok Joo mengangkut kardus di Pelayanan pengantaran dengan sangat gesit, Ji Soo yang melihatnya berkomentar kalau  Bok Joo sangat mengesankandan menjadi atlit angkat besi sangatlah membantu. Bok Joo menceritakan kalau  telah mengangkat beban berat sejak masih kecil menurutnya Beban berat ini seringan bulu baginya, Ji Soo pun menuji Bok Joo memang sangat hebat lalu mengajaknya pulang karena manager juga sudah pulang.
Keduanya pun berjalan keluar gedung, Ji Soo yakin Bok Joo pasti lapar. Bok Joo membenarkan karena mencerna makan malamnya kurang dari sejam, Ji Soo pun mengajak untuk makan udon bersamanya, karena ini hari pertama Bok Joo berjar jadi  akan mentraktirnya. Bok Joo pun langsung meminta makan dua mangkok sekaligus. Tiba-tiba terdengar teriakan dari depan pintu.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar