Kamis, 08 Desember 2016

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 7 Part 1


PS : All images credit and content copyright : SBS
Dam Ryung mencoba mencari Se Hwa dengan berjalan ke hutan, tapi malah menemukan sosok temanya yang jatuh tak sadarkan diri di tebing.  Sementara Se Hwa berada disebuah gua duduk sendirian, terlihat ada cahaya obor yang masuk ke dalam. Bukan Dam Ryung yang datang tapi para pria seperti anak buah dari pengusaha penginapan. 

Tabib memeriksa teman Dam Ryung yang terbaring di kamar, memberitahu Detak jantungnya lemah, dengan Otot tendonnya, tulang, dan dagingnya mengalami... kerusakan, serta telah membentuk pembekuan darah. Jika darah beku tersebut masuk ke jantungnya.. seperti tabib tak bisa berkata-kata untuk mengucapkannya.
Jika demikian, apa yang akan terjadi?” tanya Dam Ryung berusaha untuk tenang
Dia tidak akan mampu mengatasi tahap krisis berikutnya.” Ucap Tabibb
Saya yakin dia dihajar oleh sekelompok orang setelah dia jatuh dari tebing. Sepertinya temanku ini diam-diam menyembunyikan kekasihku dan jatuh tertimpa musibah ini saat dia kembali.” Ucap Dam Ryung yakin 

Dam Ryung kembali bertemu dengan si pengusaha penginapan, Tuan Yang membahas tentang soal selir yang dating ribut-ribut ke kantor kemarin lusa, meminta agar dimaafkan, karena selirnya itu takut bahwa pertanda buruk itu yang membawa kematian itu mungkin telah memasuki kantor pemerintahan.
Sepertinya dia itu khawatir sekali sampai seperti itu. Jadi, saya sudah menegur dia.” Ucap Tuan Yang, Dam Ryung bisa mengerti dengan memegang buah jeruk ditanganya.
Beberapa hari yang lalu, sejak mayat yang ditemukan di pantai itu..., sentimen dari warga desa telah menimbulkan kepanikan. Jadi, pasti Anda berkecil hati, saya turut prihatin.” Ungkap Tuan Yang memberikan perngertian.
Sepertinya kau masih punya beberapa buah langka dan berharga.” Kata  Dam Ryung melihat jeruk yang sangat mulus ditanganya.

Ah, ya. Itu jeruk mandarin. Meskipun posisi saya rendah, tapi saya punya selera makanan yang baik. Jadi saya jauh-jauh datang ke Pulau Tamra (Pulau Jeju)” kata Tuan Yang dengan nada bangga, Dam Ryung memberikan senyuman mengejek. 
Penginapan ini mungkin satu-satunya tempat agar... bisa memakan semacam buah jeruk ini di desa,kan?” kata Dam Ryung, Tuan Yang membenarkan karena harga jeruk itu  sangat mahal.
Tapi jeruk mandarin ini ditemukan pada saat pemeriksaan mayat yang ditemukan di pantai itu.” Kata Dam Ryung, Tuan Yang kaget mendengarnya. 


Flash Back
Dam Ryung bisa membayangkan Si nelayan bertemu dengan Tuan Yang sebelum kematianya, dengan disuguhi minuman.
Hari dimana dia meninggal, orang yang dia temui terakhir kali adalah kau. Kau bertemu dengannya malam itu dan. menawarinya minum, bersama dengan buah ini. Selir menuangi minuman dan Tuan Yang memberikan jeruk yang sudah dikupasnya. Esok harinya si nelayan pun ditemukan ditepi pantai dan Dam Ryung bersama pejabat lainya melakukan investigasi dengan mayat yang ditemukan.
Dia minum alkohol yang dibubuhi racun, lalu meninggal dan kau membuang jasadnya di tepi pantai. Namun, jejak racun tidak ditemukan selama pemeriksaan awal.  Pada hari pertama salju turun, mayatnya membeku seperti es, tapi kemudian... hasilnya berbeda selama pemeriksaan kedua.” 

Dam Ryung memberitahu Saat mayat beku itu mulai mencair, ditemukanlah racun mematikan yang terekstrak dari telur ikan buntal. Tuan Yang pura-pura tak mengerti dengan ucapan Tuan Yang, Dam Ryung langsung berteriak memanggil penjaga. Penjagar dan pejabat masuk ke dalam ruangan dengan membawa sebuah guci kecil.
Kami telah menemukan racun telur ikan buntal di kamar Yang Seung Gil.” Ucap pejabat, Tuan Yang tetap menyangkalnya menurutnya ini semua tak adil baginya.
Hambamu ini tidak tahu apa-apa. Saya dijebak.” Ucap Tuan Yang, tapi Dam Ryung yakin semua ini adalah kejahatan Tuan Yang. 

Sementara selir yang menerobos masuk ke dalam kantor pemerintaha sudah dibawa oleh penjaga istana. Ia berusaha melepaskan tangan penjaga yang membawanya, tiba-tiba sebuah pedang berada dilehernya dan siap untuk menyayatnya, Dam Ryung datang dengan menaruh pedang dilehernya sebagai ancaman.
Jika Se Hwa masih hidup, maka aku akan menyelamatkan hidupmu.” Ucap Dam Ryung, Selir mengaku tak mengenal dan tidak mengetahuinya.
Jika kau tidak tahu, maka kau akan mati. Bahkan jika aku tidak bias menemukan Se Hwa maka kau akan mati di tempat ini.” Kata Dam Ryung 

Di sebuah tempat penyimpanan jerami, Dam Ryung masuk dan melihat Se Hwa dengan tubuh terikat seperti sudah tak sadarkan diri. Di sampinganya sudah banyak butiran mutiara. Selir berteriak memberitahu kalau Dam Ryung  itu telah tergoda oleh makhluk gaib itu dan mencoba menghancurkan desa.
Dia mencoba menyelamatkan putri duyung yang mendatangkan hujan badai dan menyebabkan kematian bagi banyak orang!” ucap Selir menghasutnya.
Coba saja mengelak. Apa Anda pikir semua mata dan mulut ini akan tinggal diam saja?” kata selir menantangnya, Dam Ryung melihat dengan mata berkaca-kaca.

Dam Ryung akhirnya mengambil butiran mutiara yang sudah terkumpul lalu melemparnya, semua orang langsung berebut mengambilnya. Selir pun panik karena mutiara itu milknya dan berusaha mengumpulkanya. Dam Ryung mendekati Se Hwa dengan memegang wajahnya meminta maaf karena datang terlambat.  Ia pun mengendong Se Hwa pergi ke tebing dengan lautan yang ada dibawahnya.
Se Hwa. Kau suka mendengarkan mimpiku, kan? Apa Kau dengar aku? Dalam mimpiku, kita dilahirkan kembali. Kita bertemu lagi dan bersatu. Kau datang dari lautan jauh untuk bertemu denganku. Dan meskipun aku tidak bisa mengingatmu..., kau sudah berada di hatiku. Se Hwa. Bukannya kau lebih suka cerita ini? gumam Dam Ryung terus mengendong Se Hwa, terlihat Se Hwa bergerak sedikit dipelukan Dam Ryung. 


Joon Jae dan Sim Chung berbaring di hamparan salju. Joon Jae mengaku harus memastikan sesuatu. Sim Chung menatapnya, Joon Jae pikir Sim Chung bisa mencoba mengucapkannya, Sim Chung binggung mengucapkan apa maksudnya.
Aku mencintaimu.” Ucap Joon Jae, Sim Chung terdiam mendengar pernyataan Joon Jae.
Kalau begitu apa kau menjadi milikku? Apa kau menyerah? Apa kau kalah?” kata Sim Chung, Joon Jae binggung.
Padahal aku tadinya mau jadi orang pertama yang menyerah waktu salju pertama turun. Aku sungguh tak menyangka kau akan menyerah duluan. Apa kau jadi milikku? Apapun yang aku katakan, apa kau akan percaya perkataanku?” ucap Sim Chung tertawa bahagia, Joon Jae tak mengerti maksud ucapan Sim Chung,
Kau bilang kau mencintaiku. Bukannya begitu artinya?” kata Sim Chung mengingat saat Joon Jae membicarakan hal itu ketiga berada di gereja. 


Flash Back
Joon Jae meminta agar Sim Chung menganggap  mencintai seseorang, maka itu artinya kalau ia  menyerah.  Sim Chung yang polos bertanya  Apa itu "menyerah"? Joon Jae menjelaskan Artinya mengalah dan Sim Chung itu sudah  kalah.
Dengan kata lain..., jika kau mencintai seseorang..., maka apapun yang dikatakan orang itu, kau... pasti akan mempercayai semua kata-katanya. Artinya kau akan berada dalam masalah, Karena Kenapa?  Itu artinya kau milik pria itu. Jika dia menyuruhmu, maka kau harus menurutinya.  Jika dia menyuruhmu ini itu, kau akan melakukannya. Jika dia menyuruhmu percaya kebohongan, maka kau harus percaya kebohongan. Itulah cinta.” Jelas Joon Jae panjang lebar.
Jadi apa tidak masalah mengatakan itu pada seorang pria?” tanya Sim Chung, Joon Jae mengatakan tidak masalah
Tidak! Kau tak boleh mengatakannya. Jika kau mengucapkan kata "Aku mencintaimu,". padaku, itu artinya kau adalah milikku. Jika kau mengatakan hal-hal seperti itu padaku, aku mungkin akan memanfaatkanmu dan terus berbohong. Aku akan merampas semua hartamu” ucap Joon Jae. 


Sim Chung memberitahu itu adalah cinta, Joon Jae yang mendengar cerita Sim Chung bertanya  Siapa yang mengucapkan omong kosong seperti itu., Sim Chung mengaku kalau ada Seseorang yang baik. Keduanya pun berjalan pulang, Joon Jae bertanya siapa orangnya apakah seorang pria, Sim Chung membenarkan.
Jadi seorang pria. Dia itu pasti orang gila!” ejek Joon Jae, Sim Chung bertanya apa itu arti “orang gila”
Dia Brengsek. Kalau dia berkata hal-hal seperti itu, dia itu orang penjilat dan mata keranjang.” Kata Joon Jae seperti cemburu mendengar  Sim Chung dekat dengan pria
Itu semua yang kau kata-kata buruk, kan?” ucap Sim Chung, Joon Jae membenarkan jadi melarang Sim Chung  bergaul dengan orang seperti itu dan bertanya apakah pria itu bersikap baik padanya.

Waktu saat itu hujan, dia memayungi diriku, dan memegang tanganku waktu aku sendirian.” Ucap Sim Chung mengingat kenanganya dengan Joon Jae.
Aku yakin dia akan melakukan apa saja... buat merayu seorang perempuan.” Ejek Joon Jae, Sim Chung memberitahu kalau pria itu  membuatkan Ramen untuknya. Joon Jae makin naik darah mendengarnya.
Dia menyuruhmu datang ke hotelmu dan dia membuatkan Ramen? Itu cara pria Korena merayu wanitaWow, dasar si Brengsek berhati busuk itu!” umpat Joon Jae marah
Sim Chung membela kalau Pria itu  bukan Brengsek berhati busuk karena menurutnya ia orang yang baik. Joon Jae menyindir kalau pria itu orang baik maka Sim Chung bukan bersamanya tapi bersama pria itu lalu memperjelaskan ucapanya agar tak salah paham.
Tadi waktu aku bilang itu... "Aku mencintaimu," itu bukan karena aku sungguh-sungguh mencintaimu..., tapi aku menyuruhmu mengucapkan itu, agar aku bisa memastikan sesuatu..” ucap Joon Jae lalu disela oleh Sim Chung
Aku mencintaimu.” Kata Sim Chung, Joon Jae terdiam mendenagrnya. Sim Chung pikir harus mengatakannya lagi. Joon Jae menolak, Sim Chun mengaku bisa mengucapkannya lagi. Joon Jae berjalan lebih dulu menolaknya. 

Keduanya pulang kerumah, Nam Doo bertanya darimana mereka berdua. Joon Jae memberitahu selesai bermain ski. Nam Doo pikir mereka berdua habis berkencan. Tae Ho yang mendengarnya langsung cemberut. Joon Jae mengelak memjelaskan kalau Sim Chung memohon untuk melihat salju, jadi  hanya membawanya dan hanya sebentar.
Berarti itu kencan. Bukankah begitu, Tae Ho?” ucap Nam Do mengoda. Tae Ho terlihat kesal dengan wajah cemberut dan lirik sinis masuk ke dalam kamar
Brandal ini selalu menatapku seperti itu belakangan ini.” Kata Joon Jae memukul kepala Tae Ho, Sementara Sim Chung tersipu-sipu malu mendengar kalau mereka berkencan.
Joon Jae pun memilih masuk kamar lebih dulu dengan wajah kesal, Nam Do mendekati Sim Chung dengan menawarkan jeruk lalu bertanya apakah mereka berdua bertengkar. Sim Chung mengaku tidak bertengkar. Nam Do bingung melihat wajah Joon Jae yang masuk kamar dengan wajah kesal. 

Joon Jae gelisah diatas tempat tidurnya, lalu berteriak memanggil ruang atas.  Tak terlihat pintu bagian atas terbuka, Joon Jae kembali berteriak memanggilnya. Sim Chung akhirnya membuka pintu kamarnya bertanya ada apa.
Karena aku tidak bisa tidur, maka pikiranku selalu kemana-mana. Apa kau masih bertemu dengan dia?” ucap Joon Jae, Sim Chung sambil menuruni  tangga bertanya siapa yang dimaksud. 
“Memangnya Siapa lagi? Yang kauceritakan tadi... Ramen! Kau masih bertemu dengan dia?” tanya Joon Jae penasaran, Sim Chung menatap Joon Jae mengaku kalau masih bertemu.
“Kau bilang Masih bertemu?!! Ahh... Begitu ya? Kau masih bertemu dia. Kalau begitu, bagaimana penampilannya?” tanya Joon Jae menahan rasa cemburunya, Sim Chung kembali menatap Joon Jae
Dia sangat tampan, Matanya bersinar.” Kata Sim Chung memuji Joon Jae

Dia pasti pria feminin. Kau itu harus berhati-hati dengan orang yang penampilannya seperti itu! Apa bagusnya pria tampan? Orang seperti itu pasti aslinya penuh nafsu! Kau... Apa kau juga mengatakan itu kepadanya?” ucap Joon Jae penuh rasa kecemberuan, Sim Chung tak mengerti maksudnya.
Kau pasti tahu ... Kata-kata yang kau ucapkan tadi di tempat ski.” Ucap Joon Jae
Sim Chung mengatakan apakah maksudnya “Aku mencintaimu” Joon Jae membenarkan apakah Sim Chung  mengatakannya pada Brengsek itu juga. Sim Chung mengingat saat di gereja mengatakan hal itu, lalu memberitahu Joon Jae kalau mengatakannya. Joon Jae tak percaya mendengarnya.
Kau, pasti bagimu kata-kata itu sangat mudah diucapkan, ya. Mengucapkan itu kepada sembarang orang.” Kata Joon Jae marah
Aku tidak mengucapkannya pada sembarang orang”ucap Sim Chung dengan nada tinggi.
“Hei..  Kenapa kau malah menaikkan suaramu? Cepat Naiklah ! Siapa yang menyuruhmu turun kesini ?” kata Joon Jae kesal, Sim Chung pun menaikia tangga dengan wajah cemberut.
Tapi, ini ada baiknya juga. SeJujur, aku merasa sedikit terbebani, aku khawatir kalau kau punya perasaan khusus terhadapku. Semoga kau berhasil dengan dia.”kata Joon Jae
Tentu saja. Aku akan bersatu dengannya.” Balas Sim Chung, Joon Jae makin kesal menyuruh Sim Chung agar cepat naik kekamarnya.
Joon Jae berbaring dikamarnya memikirkan kalau Sim Chung akan bersatu dengan pria itu kenapa ada di rumanya, menurutnya itu lucu dan sangat Menyebalkan, lalu menguling-gulingkan tubuhnya dengan kesal. 

Sebuah mobil seperti oleng dijalan dan akhirnya menabrak pinggir jalan. Joon Jae bermimpi melihat sosok Dam Ryung dengan memanggil Se Hwa, lalu melihat pria yang terjatuh ditebing lalu terbangun dari tidurnya.
Ia bertanya-tanya mimpi apa itu dan teringat saat Sek Nam memegang tanganya kalau ia adalah teman Joon Jae. Saat itu Sek Nam berada dibelakang kemudi dengan penuh luka bagian kepala. Joon Jae menelp Sek Nam dengan wajah khawatir.
Di samping Sek Nam terlihat sosok Dam Young yang mengunakan pakaian hitamnya, melihat ponsel Sek Nam berdering sengaja mereject ponselnya lalu menekan dibagian mobil agar membuat agar menerima pesan saja. Setelahitu Dam Young keluar seperti pembunuh berdarah dingin yang tak punya hati. 

Keluarga Heo sedang sarapan bersama, Tuan Heo menerima telp dengan wajah kaget karena Sek Nam belum datang ke kantor, merasa tak percaya dan bertanya keberadaan Sek Nam sekarang. Chin Hyun melihat ke arah Nyonya Kang seperti tenang dan bisa mengetahui kebusukan ibu tirinya. Tuan He pun menutup telp dengan wajah kaget.
Apa yang terjadi, Ayah?” tanya Chin Hyun penasaran
Kepala Sek Nam menyetir sambil mabuk-mabukan semalam dan mengalami kecelakaan.” Kata Tuan Heo, Chin Hyun tahu kalau Sek Nam  tidak suka minum.
Kau tahu darimana? Mana bisa kau mendeskripsikan seseorang dari penampilannya saja?”ucap Seo Hee mencoba untuk mematahkan ucapan Chin Hyun lalu menanyakan keadaan Sek Nam dengan tenang.
Haruskah kita pergi membesuk dia di rumah sakit?” kata Seo Hee, Chin Hyun menatap ibu tirinya dengan dingin
Dia tidak sadar. Tampaknya sangat parah.” Kata Tuan Nam, Seo Hee berpura-pura kaget dan meminta agar bisa datang kerumah sakit kalau suaminya ingin pergi. Tuan Heo pun menyetujuinya. Chin Hyun terus menatap sinis ibu tirinya, Sementara Seo Hee tersenyum licik karena rencananya berhasil. 


Deketif Ho berada didepan papan dengan gambar tersangka Ma Dae Young, dengan nada kesal memberitahu timnya kaalu  sudah 3 bulan lamanya dan Selama tiga bulan, si bajingan Ma Dae Young itu tanpa tidak diketahui pasti adanya tindak kriminal darinya, tapi keberadaannya masih saja belum ditemukan.
Kau selalu bilang bahwa ada kemungkinan kasus pembunuhan Haewondong itu pelakunya adalah dia.” Ucap tim lainya.
Memang benar, itu Sangat mungkin. Tapi kita hanya bermodalkan asumsi. Kita tak punya buktinya. Tidak ada uang atau barang-barang hilang jadi polisi wilayah itu..., mereka melihat orang yang punya utang menghilang ke luar negeri, dan mereka menyuruhku tak usah ikut campur.” Jelas Detektif Ho geram
Dia seorang rentenir dan banyak orang ingin balas dendam dengannya.” Komentar temanya merasa tak yakin Dae Young yang melakukanya.

Jika itu karena balas dendam, mereka pasti merencanakannya dengan baik. Lihatlah waktu dan TKP-nya. Kejadiannya pada siang hari jam tiga sore. Siapapun orang yang lewat harusnya bisa menyaksikan kejadian ini. Tapi, nyatanya ini sangat sebentar dan kasar. Ma Dae Young orangnya sangat temperamen” Ucap Detektif Ho yakin
Kalau seperti itu... Belakangan ini, tidak hanya satu, dua orang yang tak bisa mengendalikan temperamennya.” Pikir temannya masih tak yakin Dae Young pelakunya
Ini Sangat teliti dan tidak ada sidik jari atau jejak DNA ditemukan. Pasti pelakunya adalah orang yang selalu siap untuk membunuh.” Kata Detektif Ho
Tapi atasan kita sepertinya tidak mau kita berfokus soal itu. Jika tersangka berhasil lolos maka kita pasti akan dimarahi atasan.” Pikir teman tim lainya. 

Detektif Ho kesal bertanya siapa yang lebih penting sekarang, tiba-tiba ketua tim datang memukul kepalanya dengan menyindir siapa yang lebih penting sekarang, detektif memegang kepalanya yang kesakitan. Ketua Tim memberikan perintah agar menangkap orang yang memalsukan identitas di Yeoyido dan Orang itu juga menghapus semua CCTV-nya.
Mana aku tahu? Aku akan menangkap orang itu setelah Ma Dae Young.” Ucap deketif Ho, Ketua Tim mulai meninggikan suaranya.
Karyawan perempuan di akuarium, mengira ada banyak polisi tampan di Kepolisian Yeong Dong dan saat mereka membuat fan club, tapi ketika melihat profilmu dan mereka sangat kecewa!” ucap Detektif Ho
Kenapa mereka kecewa? Dia dan aku kelihatan mirip!” kata Deketif Ho yang merasa wajahnya mirip dengan Joon Jae. 

Sementara Joon Jae sedang mengadakan rapat dengan Nam Do dan juga Tae Hoo semua memegang ponsel pintar. Nam Doo melihat dari SNS kalau  Ahn Jin Soo, akan menghadiri seminar Persiapan SMP Internasional.
Jin Soo mengambil gambar selfie dengan  undangan ditanganya dan menuliskan caption “Berinteraksi dengan pengikut sosial media. Undangan VIP ke Kegiatan Pendidikan menuju SMP Internasional. Sebentar lagi aku akan kesana.
Dia pergi jam tiga. Dia mungkin keluar rumah jam 2 sampai 2:30. Sopir keluarganya sedang cuti. Jadi keselamatan mengemudi tidak bisa dipastikan.” Ucap Nam Do membuat rencana dengan Jin Soo yang menyetir sendiri mobilnya.

Pada saat itulah, Tae Oh akan menghubunginya menggunakan nomor Universitas Asing dan mengalihkan perhatiannya.” Kata Nam Do
Jin Soo sedang menyetir mengangkat ponsel dengan mengaku ibu dari Elizabeth, lalu menjerit tak percaya kalau anaknya itu Peringkat pertama dalam bahasa lisan Inggris, karena bahagia tak sadar mobil didepanya berhenti dan akhirnya hampir menabraknya. Joon Jae dengan kharisma ketampanan menuruni mobil.
Apa ada yang terluka?” tanya Joon Jae, Jin Soo malu-malu mengatakan tidak
Silahkan saja hubungi nomor ini. Karena aku sibuk, aku permisi dulu.” Ucap Joon Jae memberikan kartu namanya, Jin Soo terlihat  bahagia melihat ketampanan Joon Jae dan menatap kartu nama yang diberikanya. 


Setelah kau menunjukkan wajahmu, pertemuan keduamu kemungkinan terjadi di seminar.” Ucap Nam Doo, Joon Jae mengerti. Tiba-tiba Sim Chung ada dibelakang Joon Jae bertanya apa yang sedang dilakukanya.  Semua kaget dan langsung berdiri dari sofa.
Joon Jae mengajak semua pergi, Sim Chung bertanya kemana akan pergi. Joon Jae pikir Sim Chung pasti sudah tahu, pasti pergi berkerja. Sim Chung mengerti dan bertanya Pekerjaan apa yang akan mereka lakukan. Semua binggung menjawabnya.  
Ah... itu... pekerjaan yang kami lakukan adalah...” kata Nam Do berusaha menjelaskan tapi Joon Jae menyelanya.
Biar lebih sederhana, pekerjaan kami itu seperti mendapatkan hati seseorang. Untuk menyadarkan seseorang atas kesalahannya sendiri. Meskipun pasti ada masalah dengan cara mereka mengakumulasi kekayaan mereka, namun mereka berada di luar batas-batas hukum. Karena orang-orang yang jatuh ke dalam perbuatan itu..., maka kami mengambil tindakan yang tepat. Kami juga membagikan kekayaan orang itu. Demi negara.” Jelas Joon Jae panjang lebar.

“Apa itu  Pekerja pegawai negeri? Aku melihatnya di TV, orang-orang yang bekerja demi negara itu pegawai negeri.” Ucap Sim Chung menatap mata Joon Jae
Bukan itu. Hanya karena mereka bekerja pegawai negeri bukan berarti mereka melakukan itu demi kepentingan negara.” Kata Joon Jae
Sim  Chung pikir Heo Joon Jae kerjaannya lebih bagus ya dibanding pegawai negeri. Joon Jae membenarkan, Shim Chung pikir sudah mengetahuinya lalu masuk ke dalam kamar.  Joon Jae dan Nam Do saling menatap bingung. Joon Jae heran kenapa ia harus cari-cari alasan untuk Sim Chung.
Nam Do pikir itulah Joon Jae kelihatan jahat sekali membohonginya. Joon Jae pikir tak ada pilihan lain dan apakah mereka bisa mengatakan kalau perkerjaannya adalah penipu. Nam Do pikir tak suka juga dengan kata penipu itu menurutnya harus buat nama baru yaitu Nama yang keren. Joon Jae tak ingin membahasnya mengajak mereka semua untuk segera pergi saja. 


Polisi kembali memeriksa TKP, lalu melihat ada tanda silang dibagian depan rumah yang aneh, dan meminta timnya agar memeriksa rumah lainya dan melihat ada tanda setiga dan tanda silang dibagian depan rumah.
Sementara Sim Chung keluar dari rumah dengan pakaian yang rapi, diam-diam Dae Young melihat dari kejauahan dan akan mengikutinya. Detekif Ho melihat sosok yang mencurigakan dari belakang. Dae Young menoleh ke arah belakang, Detektif Ho pun menyadari kalau itu adalah Dae Young yang mereka cari selama ini.
Kejar-kejaran pun terjadi, Dae Young masuk dalam sebuah toko. Detektif Ho melihat sosok pria dengan topi yang sama masuk ke dalam sebuah taksi, Sementara Dae Young keluar dari tempat loundry dengan pakaian dengan jaket bulu tersenyum licik. Polisi akhirnya menyadari kalau yang mereka kejar ternyata salah orang. 

Sim Chung pergi ke tempat sampah pakaian dengan memilih-milih pakaian yang masih bagus dan juga sepasang sepatu dengan beda warna. Beberapa anak SD sedang berjalan bersama salah satu orang mengeluh lapar dan ingin pergi makan di mini market. Yoona terlihat sedang berjalan sendirian dengan membawa tasnya.
Hei! Seo Yoon Ha, kau tinggal di Imde Apartments, 'kan? Ibuku bilang saat orang yang punya utang bank sekolah di tempat kita, maka kualitas lingkungan sekolah jadi turun. Ibumu seorang janda, 'kan?” ucap si anak sinis menatap Yoon Ha, Yoon Ha hanya diam saja
 “Ibuku yang bilang begitu. Anak-anak sepertimu pasti pendidikan keluarganya berantakan. Jadi, kau tidak bias berteman dengan kami.” Ucap si anak sombong
Aku juga tidak mau berteman denganmu. Apa Kau bisa minggir?” kata Yoon Ha
Ini bukan tempat yang bisa dilewati oleh orang-orang yang tinggal di sana, kau tahu. Kenapa kau tak pergi saja, jangan lewat perumahan ini?” ucap Si anak kecil yang jahat mendoronganya.
Yoon Ha tak bisa menahan amarahnya, langsung membalasa mendorongnya kembali. Si anak tak terima langsung duduk diatas tubuh Yoon Ha dan siap memukulnya. Tiba-tiba tubuh si anak terangkat dan melayang diudara. Yoon Ha yang sudah ketakutan menutup matanya tapi melihat Sim Chung yang menyelamatkanya.
Kau tidak boleh mengganggu temanmu. Cepat berjanjilah padaku, kalau kau tidak akan mengganggu temanmu.” Tegas Sim Chung, Si anak meminta agar menurunkannya dengan wajah ketakutan. 


Jin Soo baru saja akan pergi keluar dari rumah lalu melihat anaknya kembali kembali sambil menangis, bertanya ada apa dengan Elizabeth, lalu bergegas keluar rumah dengan penuh amarah. Nam Doo yang ada didepan rumah binggung karena melihat mobil Jin Soo masih ada didepanya rumah.
Terima kasih soal yang tadi, Unni.” Ucap Yoon Na duduk bersama Sim Chung dengan meminum susu di minimarket, Sim Chung bertanya apa artinya perceraian
Perceraian itu saat orang-orang yang menikah berpisah.” Jelas Yoon Ha, Sim Chung bertanya kenapa mereka harus berpisah
“Apa Kau juga tidak tahu itu, Unni? Mereka berpisah karena mereka tidak saling mencintai lagi.” Jelas Yoon Ha
Mereka tidak saling mencintai, lalu kenapa mereka menikah?” tanya Sim Chung binggung.
Mereka jatuh cinta waktu mereka menikah, tetapi rasa cinta mereka berubah setelahnya. Ibu dan ayahku mungkin saling mencintai waktu aku masih bayi. Hanya saja mereka berubah.” Kata Yoon Ha, Sim Chung penasaran kenapa mereka bisa berubah.
Ya, karena mereka berubah,  Mereka yang masih belum bercerai dan tinggal bersama juga bukan karena mereka saling mencintai. Tapi Mereka hanya masih bertahan saja.” Jelas Yoon Ha.
Sim Chung seperti masih tak percaya, Yoon Ha pun memberitahu alasan  selalu rajin ikut kursus, karena ibunya mungkin mencintainya sekarang tapi jika tidak rajin belajar maka mungkin tidak mencintainya lagi bahkan bisa saja menelantarkannya, maka dari itu tetap pergi les walaupun tidak menginginkanya. Saat itu Jin Soo sudah ada didepan minimarket mengetuk kaca dengan tatapan sinis bersama dengan Elizabeth.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar