Senin, 26 Juni 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 28

PS : All images credit and content copyright : SBS
Yoo Jung bertemu dengan Tuan Lee sebaai tersangka dari... Kebakaran di rumah di 746 Haeim-dong dan Dengan kata lain, diselidiki untuk pembakaran berencana. Ia pun yakin kalau Tuan Lee tahu itu.  Tuan Lee mengaku tahu.
“Aku sudah memberitahu semuanya pada polisi.” Kata Tuan Lee
“ Meski begitu, kau tetap harus memberitahu semuanya padaku” jelas Yoo Jung. Tuan Lee menganguk mengerti. Yoo Jung pun akan memulai interogasi.
“Aku memulai kebakaran di Doboo-dong dua tahun yang lalu, dan satu orang meninggal. Tapi orang lain ditangkap sebagai pelakunya, Jadi aku mengakui semuanya pada polisi karena aku merasa bersalah. Tapi... Kau bilang aku harus memberitahumu begitu kan?” kata Tuan Lee. Yoo Jung pikir itu benar lalu sadar dengan yang dikatakanya.
“Apa kau bilang? Kita, di kejaksaan, Tidak boleh membuat kesalahan. Maksudku adalah kita... Tidak boleh lagi mengkhianati kepercayaan orang-orang. Apa kau mengerti?” ucap Yoo Jung. 


Yoo Jung datang menemui Tuan Jang, Tuan Jang menegaskan mereka, di kejaksaan, Tidak boleh membuat kesalahan, yang Tidak boleh lagi mengkhianati kepercayaan orang-orang. Yoo Jung mengangguk mengerti. 

Eun Hyuk bertemu dengan klien bernama Tuan Kang yang mengunkan pakaian napi menanyakan kabarnya. Tuan Kang mengaku Tidak buruk, berkat Eun Hyuk. Eun Hyuk heran Tuan Kang malah berterima kasih karena diriny jadi terkurung di sini penjara.
“Aku ingin kau jadi pembela ku di sidang banding ku” ucap Tuan Kang
“Kau kalah di persidangan pertamamu karena aku. Kenapa kau mau aku jadi pembelamu lagi?” kata Eun Hyuk bingung.
“Cuma kau satu-satunya... Yang bisa aku andalkan. Aku... Tidak bisa diam dengan tuduhan palsu ini. Aku tidak pernah memulai kebakaran. Jadi kumohon... Bantulah aku kali ini” kata Tuan Kang memohon. Eun Hyuk menatapnya. 

Eun Hyuk mengadakan rapat Dua tahun yang lalu, Kang Sun Il ditangkap sebagai pelaku kebarakan Doboo-dong, Korbannya adalah Namanya Chae Sung Woo, sedang tidur di rumahnya dan mengalami sesak nafas lalu meninggal di lokasi kejadian dan Kang Sun Il dituntut 10 tahun penjara di persidangan pertamanya
“Apa motif pembunuhannya?” tanya Ji Wook
“Jaksa bersikeras itu adalah kejahatan balas dendam. Anaknya Kang Sun Il ditabrak mobilnya Chae Sung Woo dan meninggal. Chae Sung Woo, yang mabuk dan tidak punya SIM, Dibebaskan tanpa hukuman karena kapasitas pengurangan” jelas Eun Hyuk. Tuan Bang mengeluh tak percaya mendengarnya.
“Dari catatan forensik saja, Aku rasa tidak bisa ditarik kesimpulan kalau Kang Sun Il Adalah pelaku pembakaran” ucap Bong Hee.
“Aku tahu, benarkan Pengacara yang tidak kompeten yang kalah dalam persidangan pertama Adalah aku. Dia mengajukan banding, dan persidangannya akan segera dilaksanakan. Dia mau aku membelanya sekali lagi” ungkap Eun Hyuk
“Tapi... Aku sudah pernah kalah sekali, Jadi aku merasa tidak yakin dan tidak percaya diri Karena itu, aku meminta bantuan kalian Ji Wook, tolong bantu aku. Pengacara Eun dan pengacara Bang, tolong bantu aku” kata Eun Hyuk.
Ji Wook langsung menolak, Eun Hyuk heran karena Dulu bersikeras membantunya waktu tak meminta bantuannya. Ji Wook mengaku hanya membantu karena Eun Hyuk memohon supaya tidak dibantu. Eun Hyuk pun memutuskan kalau Eun Hyuk jangan bantu. Ji Wook menyetujuinya.
“Hei.. Kau seharusnya menawarkan bantuan kalau aku bilang tidak perlu bantuanmu” keluh Eun Hyuk kesal karena mereka tak berdebat seperti dulu.
“Dia kelihatannya tidak begitu bersinar, benarkan?”Ba kata Ji Wook. Tuan Bang pikir tidak juga. Bong Hee pikir Eun Hyuk memiliki IQ nya sangat tinggi dan tidak yakin apakah itu benar
“Aku benar-benar berpikir Kang Sun Il tidak bersalah, aku serius” kata Eun Hyuk.
“Dengan Jung Hyun Soo, Kita juga berpikir begitu... Dan... Maafkan aku, Tapi aku tidak mau mengambil... Kasus pembakaran” ucap Ji Wook.
“Maafkan aku.. Aku benar-benar lupa tentang itu, Ji Wook, maafkan aku Pengacara Eun, bagaimana kalau kau yang memimpin kasus ini?” kata Eun Hyuk. Tuan Bang mengatakan mereka akan memberikan bantuan yang diperlukan.
Bong Hee mengaku  juga merasa tidak nyaman dengan menceritakan bahwa Ayahnya Juga meninggal dalam kebakaran Tapi akan memikirkannya, 

Tuan Jang berkata sendirian tentang Kesalahan oleh jaksa lalu mengingat kejadian Kebakaran Dan ini adalah kejahatan balas dendam.
Flash Back
Ji Wook kecil memegang sebuah foto, Tuan Jang duduk bersamanya berpikir bisa mengenalinya. Ji Wook hanya menatapnya. Tuan Jang lalu memberitahu kalau Orang ini adalah orang Yang membunuh ibu dan ayah Ji Wook. 

Ji Wook tertidur dengan memegang bukunya, Bong Hee hanya menatap tanpa bicara sampai akhirnya Ji Wook terbangun dan kaget melihat Bong Hee sudah ada didepanya. Bong Hee bertanya Apa tidurnya nyenyak. Ji Wook mengangguk dengan gugup.
“Ayo Mandi dan berpakaianlah” kata Bong Hee. Ji Wook binggung. Bong Hee yang tiba-tiba menyuruhnya mandi.
“Kita akan berkencan di luar hari ini.” Kata Bong Hee. Ji Wook sempat kaget tapi akhirnya tersenyum bahagia karena berkencan. 

Ji Wook bersiap diri dengan mengosok giginya, lalu menatap kotak perhiasan dengan sebuah kalung untuk Bong Hee. Tapi mereka malah sampai Di tempat permainan, Ji Wook heran kalau Bong Hee ingin pergi ke tempat untuk anak kecil. Bong Hee menganguk dengan penuh semangat. Ji Wook akhirnya setuju dengan bertanya apakah Bong Hee itu pandai dalam bermain.
“Mendapatkan boneka di mesin jepit itu sangat tidak mudah. Orang tidak akan berpikir itu sulit karena bonekanya imut sekali. Mereka akan berada dalam masalah kalau begitu. Kau harus berhati-hati, coba lihatlah ini” ucap Ji Wook dengan memainkan mesin boneka untuk mengajarkanya.
Tapi Ji Wook gagal mengambil boneka, Bong Hee pun ingin mencoba dengan sekali mencoba bisa mengambil satu bonek. Ji Wook yang kecewa memilih untuk pergi saja. Bong Hee sedang bahagia baru sadar kalau Ji Wook sudah pergi meninggalkannya. 

Keduanya pergi ke permainan tembakan, Ji Wook seperti tak yakin kalau Bong Hee ingin mencoba permainan ini. Keduanya berlomba menembak, Ji Wook seperti kembali kalah, Bong Hee selalu menembak dengan tepat bahkan menunjukan musuh di layar.
Ji Wook seperti kesal memilih untuk pergi, menatap kotak kalung yang tak bisa di berikan. Bong Hee malah menjerit bahagia karena berhasil dikalahnya, dan kembali sadar kalau Ji Wook meninggalkanya.
Mereka kembali bermain basket dan Bong Hee tepat melempar pada ring, sementara Ji Wook semua bolanya tak masuk. Bong Hee hanya bisa memberikan senyuman, sementara Ji Wook kembali kesal kembali kalah oleh Bong Hee dalam hal permainan. 


Ji Wook akhirnya keluar dengan wajah dongkol, Bong Hee heran melihat Ji Wook yang bisa marah hanya karena permainan. Ji Wook mengaku tidak marah sama sekali. Bong Hee merayu kalau Ji Wook yang tak buruk tapi memang ia yang terlalu bagus.
“Kau benar-benar bagus” ejek Ji Wook. Bong Hee pikir Lain kali akan membiarkan menang
“Tidak, jangan pernah biarkan aku menang. Lain kali permainan kita akan dihitung” kata Ji Wook yang tak mau kalah.
“ Ini tidak perlu dianggap serius, Tapi aku setuju untuk main lagi, call!” ujar Bong Hee.
Saat itu alaram pemberitahuan Bong Hee berbunyi untuk membeli obat Tuan Bang, lalu meminta izin untuk pergi ke apotik yang berada didekatnya. Ji Wook pun mempersilahkanya. 

Saat itu Nyonya Hong melihat anaknya langsung menghampiri denganw ajah bahagia. Ji Wook terlihat gugup karena sedang bersama dengan Bong Hee, lalu bertanya Kenapa ibu ada di dekat sini. Nyonya Hong menceritakan  Predir Byun mengajak makan malam bersama.
“Dia bilang ada restoran sundaeguk enak di sekitar sini, lalu Kenapa kau kesini anakku?” tanya Nyonya Hong. Ji Wook binggung menjelaskanya.
“Ini sempurna, ayo kita makan malam sama-sama, bergabung dengan kami makan malam” kata Nyonya Hong penuh semangat.
“Ibu, sebenarnya ada... Seseorang bersamaku” kata Ji Wook. Nyonya Hong langsung berpikir kalau itu pacar anaknya. Ji Wook mengangguk.
Nyonya Hong kaget mendengarnya, Ji Wook melihatnya berpikir kalau Nyonya Hong tak menyukainya. Ji Wook mengaku sangat suka bahkn senang mendengarnya. 

Saat itu Bong Hee akan keluar dari apotik melihat Ji Wook yang berbicara dengan Nyonya Hong bahkan memanggilnya “Ibu”  lalu berpikir kalau itu Ji Wook anak dari Nyonya Hong.
Flash Back
Nyonya Hong mengejek Nyonya Park kalau Bong Hee adalah anaknya dengan mengejek kalau seorang pengacara biasanya.  Lalu Bong Hee sengaja menyindir kalau baru-baru ini ada putusan kalau kekerasan di tempat kerja Bisa dianggap sebagai kecelakaan di tempat kerja dan yang kedua kalinya berkata.
“Ibu, kenapa aku selalu merasa atasan ibu selalu menguping pembicaraan kita Atau cuma aku saja?” kata Bong Hee. Nyonya Park pikir Itu karena hidupnya membosankan. Nyonya Hong hanya bisa berteriak kesal. 

Bong Hee kebinggungan kalau Ibu Ji Wook yang selama ini bersikap sinis padanya. Nyonya Hong terlihat bahagia karena Ji Wook yang sudah memiliki pacar, Ji Wook pikir Bong Hee terlalu lama dan akan masuk ke apotik, tapi Bong Hee dengan sengaja menahan pintu agar tak terbuka.
Ji Wook binggung kenapa Bong Hee malah menahanya, Bong Hee mengaku kalau tak bisa melakukanya. Ji Wook menarik pintu dengan keras, Bong Hee memilih untuk kabur dengan menutupi wajanya. Ji Wook mengejar dan Nyonya Hong pun mengikutinya.
“Ada apa? Kenapa dia melarikan diri?” kata Nyonya Park binggung. Bong Hee berhasil bersembunyi  dan merasa kalau sudah tamat riwayatnya karena bertemu orang tua Ji Wook yang selama ini selalu memiliki masalah denganya. 

Eun Hyuk dan Tuan Bang menerima makanan dari Nyonya Park yang datang, Mereka melihat Nyonya Park yang membawakan kimchi dan makanan ringan di hari yang panas, tak lupa mengucapkanTerima kasih banyak. Nyonya Park meminta Maaf tidak berkunjung lebih cepat, meski Bong Hee bekerja sudah berkerja cukup lama.
“Pokoknya, kami akan menikmati kimchi dan pizzanya, Ibu” kata Eun Hyuk
“Kau tidak perlu memanggilku seperti itu, Aku tidak tahu kalau... Ada lingkaran terang di kepalamu” kata Nyonya Park seperti melihat Eun Hyuk seperti malaikat. Eun Hyuk binggung tapi akhirnya mengucapkan terimakasih atas pujiannya

“Kau berisik sekali, Jangan tertawa keras-keras, kau harus pulang ke rumah” keluh Ji Wook baru masuk.
Eun Hyuk meminta Ji Wook memberikan salam, Ji Wook binggung bertanya siapa wanita itu. Nyonya Park mengejak Ji Wook adalah jaksa yang menyelamatkan Bong Hee, Ji Wook seperti bisa menebaknya.
“Aku ibunya Bong Hee... Wahh... Ada sesuatu di kepalanya juga” kata Nyonya Park ikut melihat Ji Wook seperti malaikat.
“Aku belum memperkenalkan dirimu secara resmi, aku No Ji Wook.” Kata Ji Wook
Saat itu Nyonya Hong datang dan keduanya pun kaget bertemu di ruangan. Nyonya Hong berpikir kalau CEO yang anak Nyonya Park bicarakan... Adalah anaknya. Nyonya Park seperti tak percaya kalau Ji Wook adalah anak dari Nyonya Hong.
“Ji Wook, kau tidak berkencan dengan anaknya, Benarkan?” kata Nyonya Hong menyindir. Ji Wook pikir ucapan ibu sedikit kasar.
“Nyonya Hong... Karena umur kita sama, berhentilah memanggilku Ahjumma. Kita harus membiarkan mereka mengurus urusan mereka sendiri dan harus keluar dan bicara” kata Nyonya Park
“Bagaimana bisa seorang ibu dengan anak perempuan begitu percaya diri?” balas Nyonya Hong.
“Kau kuno sekali, apa kau pamer karena kau punya anak laki-laki? Dia bodoh” ejek Nyonya Park
“Memangnya kenapa? Apa yang akan kau lakukan kalau aku tidak merestui hubungan mereka?” balas Nyonya Hong.
Ji Wook merasa ibunya usdah kelewat batas, Nyonya Park juga tidak menyetujuinya. Nyonya Hong pikir jangan berikan restunya, karena menurutnya Bong Hee itu menakutkan.
Saat itu Bong Hee datang dan kaget melihat Nyonya Hong yang dihindarinya malah bertemu di kantor. Ji Wook menarik Bong Hee sebelum pergi, sambil memeluknya kalau mereka berkencan. Eun Hyuk dan Tuan Bang pun mengajak untuk berPura-pura terkejut. Nyonya Hong hanya bisa berteriak kesal, Ji Wook meminta agar Bong Hee bis tersenyum. 



Tuan Jang membuka kembali berkas Kasus kekerasan Seongbuk-dong yang sudah usang lalu melihat sebuah foto di dalamnya.
Flash Back
Tuan Eun berbicara pada Tuan Jang dengan mengaku kalau ituu benar-benar bukan dirinya dan hanya mengantar taksi pada siang hari jadi adalah supir yang menjalankan shift malam yang berkelahi dengan pelanggan dan meminta Tolong periksa catatan pekerjaannya, Tuan Jang seperti tak peduli.
“Tuan.. Aku sekalipun tidak pernah memukul orang dalam hidupku.. Aku bahkan tidak pernah bertengkar” kata Tuan Eun menyakinkan.
“Korban sudah membuat pernyataan... Kaulah pelakunya” kata Tuan jang
“Dia bilang tidak ingat apapun karena mabuk, Dia salah mengira... Aku dengan supir yang lain” kata Tuan Eun
“Kemudian kau mendapatkan penangguhan dakwaan” balas Tuan Jang. Tuan Eun  memberitahu Karena kejadian ini, dipecat dari perusahaan taksi bahkan tidak bisa jadi buruh.
“Karena selalu sibuk ke pengadilan, Aku baru saja hidup dengan tenang sekarang Jadi kumohon... Selamatkan aku dan keluargaku” ucap Tuan Eun memohon tapi Tuan Jang memilih pergi.
Tuan Jang menyakinkan diri kalau tidak bersalah pada Kasus kekerasan Seongbuk-dong. 

Bong Hee menatap foto ayahnya, sambil berbicara kalau kesan buruk  Untuk orang tua pacarnya lalu berpikir apa yang harus dilakukan sekarang. Akhirnya ia memilih untuk harus mencuci dulu.
Ji Wook binggung didalam kamar belum bisa memberikan kotak perhiasanya, saat itu Bong Hee keluar kamar. Ji Wook buru-buru menyembunyikan kotaknya. Bong Hee binggung melihat Ji Wook ada didepanya.
“Apa Kau mau pergi? Apa yang kau bawa?” kata Ji Wook. Bong Hee mengatakan kalau ini adalah cucian kotornya.
“Aku merasa tidak enak mencuci di sini, Jadi aku akan membawanya ke laundry” kata Bong Hee. 
Ji Wook ingin membantu tapi malah membuat keranjang jatuh dan pakaian dalam Bong Hee terlihat. Bong Hee buru-bur mengambilnya dan masukan kedalam keranjang. Ji Wook pun membantu membawakanya dengan mengajak mereka segera pergi. 


Keduanya duduk diatas meja menunggu cucian, Ji Wook membahas Tentang Presdir Byun dan ibunya dan meminta Bong Hee Jangan terlalu mengkhawatirkannya. Bong Hee pikir mana mungkin tak khawatir,  Ji Wook yakin bisa menang dari mereka berdua
“Aku juga... Tidak pernah kalah dari mereka berdua, itulah masalahnya” kata Bong Hee. Ji Wook pikir benar juga.
“Mari kita temui ayahmu lain kali.. Tapi... Kapan kau akan memberikannya padaku? Benda yang sepanjang hari ragu-ragu kau berikan padaku” kata Bong Hee mengetahuinya.
Ji Wook kesal sendiri ternyata Bong Hee mengetahuinya, lalu mencari sesuatu dan memberikan pada Bong Hee. Bong Hee menatap kalung yang menurutnya sangat cantik. Ji Wook pun memakaikan kalung untuk Bong Hee.  Bong Hee pun menyadarkan kepalanya pada Ji Wook dengan bahagia. 


Tuan Bang datang menutup wajah Hyun Soo lalu mengingat saat seseorang yang datang menusuknya. Lalu ia yakin kalau mata itu milik Hyun Soo dan memberitahu kalau Rasanya masih sakit.
“Sejujurnya, Aku pikir lebih baik kau tidak pernah sadar lagi” kata Tuan Bang dan saat keluar, mata Hyun Soo bergerak seperti sudah mulai sadar dari koma. 

Eun Hyuk berbicara di telp kalau Persidangan akhirnya akan segera dilaksanakan, akan memberitahu setelah hasilnya keluar. Saat itu diseberang jalan Yoo Jung merasa kalau mabuk tapi masih bisa melihat matahari.
“Aku tidak percaya kau mabuk di siang hari” keluh Ji Hae, Eun Hyuk melihat dari seberang jalan menyudahi telpnya.  Yoo Jung pun meminta izin agar pergi ke kamar kecil. Ji Hae pun menunjuk arah toilet. 

Ji Hae mengeluh pada Yoo Jung yang tetap ingin pergi ronde kedua karena Pepatah bilang, mereka bahkan tidak mengenali orang tuanya Kalau mabuk di siang hari, bahkan tidak percaya menghabiskan hari liburnya seperti ini, tiba-tiba hampir terjatuh sepatunya sendiri.
Eun Hyuk tiba-tiba datang menahanya sebelum Ji Hae jatuh,  Ji Hae pun mengucapkan terima kasih telah menyelamatkanya. Eun Hyuk pikir Ji Hae pasti habis minum, Ji Hae mengaku hanya sedikit saja.
“Kau tidak boleh terlalu banyak minum. Itu tidak baik untuk kesehatanmu. Sekitar 50% warga Korea tidak bisa mengurai acetaldehyde. Itu artinya tubuh mereka tidak bisa menghancurkan alkohol” ucap Eun Hyuk menasehati.
“Aku rasa harus mengurus urusanku sendiri, maafkan aku” kata Ji Hae. Eun Hyuk menganguk mengerti lalu meminta nomor telpnya.
Ji Hae binggung, akhirnya Eun Hyuk memilih untuk memberikan kartu namanya saja dan meminta agar menelpnya kalau memang terjadi sesuatu, lalu pamit pergi lebih dulu. Yoo Jung kembali dengan mengaku merasa lebih baik sekarang. 

Ji Wook dan Bong Hee akhirnya kembali ke rumah, mereka pun ingin berpisah kembali ke kamar, Ji Wook memberikan ciuman sebelum pergi dan keduanya sama-sama akan masuk kamar tapi kembali berbalik dan langsung berciuman sangat panas.
Keduanya pun berciuman masuk ke dalam kamar, sampai esok pagi Ji Wook sudah tidur nyenyak dengan memeluk Bong Hee. Ia terbangun lebih dulu dan mencium Bong Hee lebih dulu, sampai akhirnya tersadar melihat foto sosok pria yang selama ini dianggap sebagai pembunuh orang tuanya.
Bong Hee terbangun menatap Ji Wook dengan senyuman lalu memeluknya dengan erat. Ji Wook masih kaget berusaha menerima pelukan Bong Hee. 

Epilog
Ji Hae dandan di toilet, teringat kembali saat Eun Hyun meminta nomor telpnya lalu memberikan kartu nama dan menelpnya kalau  terjadi sesuatu, Ji Hae seperti berpikir Eun Hyuk sangat terkesima lalu dirinya sangat cantik dengan memajukan bibirnya.
Bersambung ke episode 29


Sinopsis Suspicious Partner Episode 27

PS : All images credit and content copyright : SBS
Kejar-kejaran dijalan pun terjadi. Hyun Soo berusaha kabur dari kejaran mobil Yoo Jung dan juga Chang Soo, tapi yang terjadi saat di persimpangan jalan di arah kanan sebuah mobil menabrak Hyun Soo. Si pria yang mengaku tak mengenal Hyun Soo seperti sengaja menabraknya.
Ji Wook dan Yoo Jung kaget melihat Hyun Soo yang ditabrak lari oleh seseorang, lalu tergeletak begitu saja di jalan. Akhirnya mobil ambulance pun datang dengan Hyun Soo yang memakai penyanggah leher tak sadarkan diri. 

Yoo Jung berbicara ditelp lalu meminta tolong laporkan padanya  Tentang kecelakaan tabrak lari mobil. Ji Wook duduk disampingnya mengemudikan mobil dengan wajah tegang. Yoo Jung memberitahu Jung Hyun Soo dibawa ke rumah sakit Sunho dan akan segera sampai dan secepatnya di operasi. Ji  Wook ingin tahu Siapa informannya. Yoo Jung hanya diam saja.
“Apa aku menanyakan hal yang sulit? Yang aku tanyakan, siapa yang memberikan informasi tentang pisau... Yang ada darah pengacara bang di rumahnya Jung Hyun Soo?” kata Ji Wook penasaran.
“Kau mau aku naik mobil bersamamu untuk menanyakan hal itu” sindir Yoo Jung.
“Jaksa Cha, aku harap kau menjawab pertanyaanku dengan cepat” ungkap Ji Wook
“Itu informan tanpa nama. Meski aku tahu siapa dia, aku harus melindungi identitasny” kata Yoo Jung
“Kau menggeledah rumahnya dengan surat perintah... Berdasarkan informasi dari informan tanpa nama? Apa kau mau aku percaya itu?” balas Ji Wook yang pernah menjadi jaksa.
“Tidak masalah kau percaya atau tidak” balas Yoo Jung
Ji Wook menegaskan Itu cara yang tidak sah untuk mendapatkan bukti, itu adalah buah di pohon beracun. Yoo Jung tak setuju karena menurutnya  menggeledah rumahnya secara resm dan Baginya ini adalah pencarian bukti secara sah. Ji Wook benar-benar tak percaya Cha Yoo Jung bersikeras.
“Terserahlah, aku tidak bisa mendengar apapun yang kau katakan sekarang. Untuk mendapatkan surat penggeledahan, aku mempertaruhkan pekerjaanku, Tapi malah ini yang terjadi. Aku benar-benar tersudut sekarang, Ji Wook.” Tegas Yoo Jung mencoba agar Ji Wook mengerti. Ponsel Ji Wook berbunyi dan langsung mengatakan akan segera datang. 


Eun Hyuk dan Bong Hee sudah duduk menatap tak percaya dan lesu, Tuan Byun  meyakinkan kalau benar-benar melihatnya. Eun Hyuk seperti tak percaya, Tuan Byun kesal seperti tak ada yang percaya dengan perkataan.
“Apa kau pikir aku hanya berhalusinasi?” kata Tuan Byun kesal. Ji Wook datang memanggil Tuan Bang dengan penuh pengharapan agar cepat sadar. Tapi Tuan Bang hanya diam saja.
“Anda bilang jarinya bergerak.” Kata Ji Wook binggung. Bong Hee pikir itulah yang mau dikatakan. Eun Hyuk ingin tahu yang dikatakan dokter, Tuan Byun sedikit gugup mengatakanya.
“Dokter Bilang.... Mungkin aku salah lihat, tapi Dia benar-benar bergerak, dengarkan aku...” kata Tuan Byun, Semua hanya bisa menghela nafas. Lalu Tuan Byun melihat jari Tuan Bang bergerak.
“Hei! Jarinya bergerak lagi! Coba Lihat!” teriak Tuan Byun agar menyakinkanya. Ketiganya hanya menghela nafas karena Tuan Bang hanya diam saja, Tuan Byun meminta agar mereka bisa melihatnya lagi.  Ji Wook menyuruh Tuan Byun untuk duduk saja, Eun Hyuk pun meminta agar istirahat saja. 


Beberapa saat kemudian, Eun Hyuk dan Bong Hee duduk disofa, Tuan Byun bersadar di sofa. Ji Wook mondar mandir diruangan mengingat kembali saat tak menemukan pisau di dalam laci, lalu menatap Eun Hyuk. Ia seperti menyakini sesuatu tapi menurutnya itu tak mungkin.
“Apa kau bilang?” kata Bong Hee bisa mendengarnya. Ji Wook mengaku tidak bilang apa-apa
“Kalau kau yang melakukannya, Eun Hyuk, aku akan... Memasukkanmu ke penjara, aku bersungguh-sungguh” kata Ji Wook seperti menuduh Eun Hyuk yang melakukanya.
 “Kenapa? Aku salah apa?” tanya Eun Hyuk bingung. Ji Wook tak bisa menjelaskan.
“Kenapa? Ada apa? Aku selalu ingin tahu kapan kita bisa berteman lagi Apakah hari ini harinya? Apa kita akan berpegangan tangan hari ini?” ucap Eun Hyuk penuh semangat. Bong Hee memperingatkan Jangan coba-coba..
“Kita semua tahu kalau mood kita sedang tidak bagus. Tapi kita harus tetap tersenyum, dengan begitu kebaikan akan datang” kata Eun Hyuk. Tuan Byun dengan setengah tidur membenarkan.
“Eun Hyuk, sudah lama kau tidak mengatakan hal yang masuk akal. Dia benar, kita harus tetap berpikir positif supaya keberuntungan datang...Dan dengan begitu pengacara Bang juga akan sadar.” Kata Tuan Byun
“Anda juga berpikir begitu kan? “ kata Eun Hyuk. Tuan Byun mengakuinya Bong Hee pun juga setuju dengan mereka.
“Aku ingin mengatakan sesuatu tentang Jung Hyun Soo pada kalian.” Kata Ji Wook.
Bong Hee pikir Hyun So melakukan sesuatu lagi. Ji Wook binggung menjelaskanya. Saat itu terdengar suara seseorang memanggil Ji Wook, semua kaget mendengar Tuan Bang yang memanggilnya. Semua mendekati ingin memastikan Tuan Bang yang sudah sadar.
“Bisakah kau melihatku? Ini aku, Ji Wook.” Kata Ji Wook. Tuan Bang bisa memanggil nama Ji Wook.
“Pengacara Bang. Pengacara Bang, ini aku, Eun Hyuk.  Bisakah kau mengenali aku?” ucap Eun Hyuk. Tuan Bang mengaku bisa melihatnya.
“Hei, bagaimana dengan aku? Apa kau mengenali aku? Pengacara Bang, ini aku!” kata Tuan Byun. Tuan Bang  bisa memanggil nama Tuan  Byun. Tuan Byun kesal Tuan Byun yang bicara bicara banmal.
“Aku senang sekali kau sudah sadar Aku tidak bisa percaya ini” ungkap Tuan Byun memuji Tuan Bang yang bisa kembali sadar.  Bong Hee berkaca-kaca melihat Tuan Bang yang akhirnya sadar. Ji Wook pun tak bisa menahan rasa haru melihat Tuan Bang, Tuan Byun pun keluar ruangan untuk memanggil Dokter.
“Kau membuat aku terkejut” teriak Ji Wook kesal. Tuan Bang menenangkan Ji Wook kalau sekarang baik-baik saja.


 [Episode 27 - Kenangan hari itu]

Berita TV disiarkan “Jaksa melakukan pengejaran pada tersangka pembunuhan sore ini. Tersangka, Tuan Jung melarikan diri menggunakan sepeda motor Akan tetapi, terjadi tabrak lari pada tersangka dan sekarang dia dalam keadaan koma.”
Yoo Jung dan Ji Hae menonton dalam ruangan bersama dengan ketua.
“Tuan Jung segera di bawa ke rumah sakit setelah kecelakaan, Dan polisi sedang melacak pelaku tabrak lari tersebut Orang-orang mempertanyakan apakah kejaksaan telah melakukan... Penyelidikan yang benar, mereka mengkritik bahwa... Kemungkinan kejaksaan tidak memiliki cukup bukti untuk mengejar tersangka” 

Eun Hyuk juga menonton di berita terlihat gelisah. Sementara Bong Hee menjengkuk Hyun Soo menanyakan apakah keadaan tidak sadar sekarang. Eun Hyuk merasa kalau keadaan sekarang Ironis sekali karena Sekarang yang satu sembuh, yang satu lagi koma
“Kalau ini terjadi di tengah proses penangkapannya, Itu artinya terjadi sesuatu. Apakah itu artinya mereka menemukan bukti?” ucap Bong Hee
“Yah, aku rasa begitu” ucap Ji Wook dengan rasa gugup. Bong Hee penasaran  Apa yang akan terjadi pada Jung Hyun Soo sekarang.
“Dia koma saat akan ditangkap. Karenanya, kita harus menunggu sampai dia sadar.” Ucap Eun Hyuk
“Kalau dia tidak sadar dalam waktu lama, Akan ada penangguhan dakwaan...” kata Ji Wook
Saat itu Yoo Jung masuk mengatakan kalau yakin Hyun Soo akan sada lalu mengubah kalimatnya kalau Hyun Soo harus sadar apapun yang terjadi. Ji Wook pun menanyakan apakah Yoo Jung sudah melacak kecelakaan tabrak lari. Yoo Jung mengaku sudah menemukan mobilnya Tapi supirnya menghilang
“Apa kata dokter?” tanya. Eun Hyuk. Yoo Jung mengaku tak tahu tapi sekarang kepalanya terluka Dan ada pendarahan di bagian perutnya, Jadi Dokter bilang mungkin perlu waktu lama baginya untuk bisa sadar dan Juga ada kemungkinan kerusakan otak.
Eun Hyuk pun menanyakan keadaan Yoo Jung sekarang,  Yoo Jung mengaku Tidak baik karena  dimarahi ketua dan wakil kepala daerah lalu berkata pada Ji Wook kalau kehilangan pekerjaannya jadi jaksa, maka apakah mereka akan memperkerjakanya. Ji Wook dan Eun Hyuk hanya saling berpandangan.
“Lupakan saja, aku tidak mau, bahkan kalau kau memohon supaya aku bekerja di sana” ucap Yoo Jung kesal. 
Yoo Jung berjalan keluar ruangan, Ji Wook memanggilnya mengatakan kalau  punya sesuatu dengan memberikan selembar note kalau Pengacara Bang mendapatkan daftar itu Saat mencari tahu tentang Ko Chan Ho dan Jung Hyun Soo.
“Kami berdua berpikir kalau orang yang menabrak Jung Hyun Soo mungkin saja... Ada di dalam daftar itu” kata Ji Wook. Yoo Jung tak mengerti maksudnya.
“Itu artinya... Jung Hyun Soo berencana untuk balas dendam pada salah satu orang itu. Dan saat orang itu tahu, Dia mungkin saja menabrak Jung Hyun Soo dengan mobilnya.”jelas Ji Wook
“Jadi, maksudmu... Apa Dia menabrak Jung Hyun Soo karena dia tahu Jung Hyun Soo mengejarnya?” kata Yoo Jung
“Ya, orang yang paling mencurigakan adalah orang pertama di dalam daftar itu Aku sebenarnya bertemu dengannya” kata Eun Hyuk.
“Baiklah, aku akan mencari tahu tentang orang-orang ini” kata Yoo Jung. 

Bong Hee bicara dengan Hyun Soo yang koma mengatakan kalau punya... Banyak pertanyaan marah atas banyak hal, Jadi ia akan memastikan hyun soo akan menerima Hukuman. Ji Wook datang memeluk Bong Hee agar bisa menenangkan pacarnya. 

Tuan Bang mengaku yakin itu Jung Hyun Soo, Tapi tidak bisa melihat wajahnya secara langsung Karena gagal melepas maskernya. Ji Wook  mengangguk mengerti dan memberitahu Jung Hyun Soo dalam keadaan tidak sadar,
“Dia secara praktis mendapatkan penangguhan dakwaan. Jadi fokus saja pada kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit, Bagus sekali kalau kau bisa bersaksi... Setelah Jung Hyun Soo sadar” kata Ji Wook. Tuan Bang mengangguk mengerti.
“Tapi... Kenapa mereka selalu ada di sini?” keluh Tuan Bang semua berkumpul di sofa.
“Kami sedang mengadakan rapat sekarang” kata Eun Hyuk

“Ini kasus kecil, tapi aku rasa berarti. Jadi aku rasa kita harus mengambil kasus ini.” Ucap Bong Hee. Tuan Byun mengatakan itu Tidak mungkin.

“Kita tidak akan dapat uang dengan ini” kata Tuan Byun. Eun Hyuk yakin  Kasus seperti ini nantinya jadi tuntutan besar. Tuan Byun menyuruh Eun Hyuk Diam saja.
“Kau yang harus diam. Bisakah kau melakukan sesuatu tentang ini, pengacara No?” keluh Tuan Bang
“Baru beberapa hari yang lalu, Kau memanggilnya "Ji Wook".” Ejek  Eun Hyuk
“ Dan pengacara No bilang, "Eun Ho Hyung".” Kata Bong Hee ikut mengejek
“Hei, kau bahkan memanggilku, "Young Hee". Beraninya kau bicara banmal padaku?!!” kata Tuan Byun mengejek.
“Aku mau keluar dari rumah sakit” kata Tuan Bang, Ji Wook melarang  tidak boleh. Tuan Byun hanya bisa mengeluh kalauTidak ada yang berpihak padanya. 



Ji Wook mengajak Tuan BBanang agar bisa berjalan di dalam ruangan, sementara Tuan Byun dengan santai tertidur diranjang, seperti melampiaskan kantuknya setelah menjaga Tuan Bang. Akhirnya Tuan Bang pun bisa kembali pulang dari rumah sakit.
“Selamat sudah keluar dari rumah sakit, pengacara Bang.” Kata Bong Hee. Tuan Bang pun mengucapakanTerima kasih.
“Aku dengan tulus mengucapkan selamat padamu Tapi aku benar-benar ingin pergi. Aku sudah muak dengan tempat ini” ungkap Eun Hyuk. Mereka pun berjalan keluar ruangan. Tuan Byun merasa bahagia temanya yang hidup kembali. 

Berita kembali disiarkan “ Tersangka yang mengalami kecelakaan dan dalam keadaan koma... Saat akan ditangkap, Ternyata dulu pernah di dakwa Atas pembunuhan Chef Yang. Akan tetapi, dia dibebaskan karena tidak bersalah. Karena itu, orang terus berpikir kalau kejaksaan telah Melakukan penyelidikan balas dendam”
“Gubernur yang baru telah mengkritik kejaksaan atas. Pelanggaran hak asasi manusia. Kejaksaan sepertinya malu atas kejadian tersebutSaat proses penyelidikan, sepertinya ... Wartawan sepertinya sedang bersenang-senang sekarang”
“Kenapa ini terjadi di saat yang buruk... Saat semuanya bisa dikendalikan? Kenapa kau bahkan... Berpikir mempertaruhkan pekerjaanmu? Kau seharusnya tidak melakukan hal seperti itu secara sembrono. Kau tidak bisa berjudi dengan hidupmu” kata Ji Hae merasa  tak enak.
“Sudahlah hentikan. Aku mungkin saja akan menjahit mulutmu” ucap Yoo Jung merasa frustasi juga. Lalu telp diruangan berdering. 

Ketua menghadap Jaksa Jung, meminta maaf atas kejadian sekarang. Jaksa Jang mengatakan kalau kasus yang mirip terus terjadi belakangan ini, jadi mereka merusak reputasi kejaksaan. Ketua kembali meminta maaf. Jaksa Jang meminta agar memanggil semua wartawan

Semua wartawan sudah menunggu, Jaksa Jang masuk rumah sakit dan semua orang mengajukan pertanyaan “Apakah ini penyelidikan balas dendam karena melepaskan Tuan Jung... Saat dia salah dituduh atas pembunuhan Chef Yang?”
“Apa anda sengaja tidak menangkap Tuan Ko, Atau anda gagal menangkapnya? Apa anda bermaksud menghukum jaksa yang berwenang menangkapnya? Orang-orang berpikir anda hanya berpura-pura mengunjungi rumah sakit Mereka berpikir anda hanya pura-pura, apa pendapat anda? Apa anda sadar kalau orang-orang berharap untuk mereformasi kejaksaan?”
“Setelah pemeriksaan kejaksaan telah selesai, Kami akan memberikan hukuman sesuai hasilnya, Tapi sulit dikatakan bagaimana hukumannya nanti” kata Jaksa Jang memberikan penyataan pada wartawan. 

Jaksa Jang hanya menatap Hyun Soo yang tak sadarkan diri, bersama dengan Yoo Jung dan ketua. Yoo Jung mengatakan masih tetap berpikir Jung Hyun Soo Adalah pelaku yang sebenarnya yaitu tidak hanya membunuh Chef Yang dan Lee Jae Ho, Tapi juga membunuh...
“Diam, tutup mulutmu! Betapa tidak kompetennya dirimu sampai... Mempermalukan aku seperti ini?” ucap Jaksa Jang yang ingin memukul Yoo Jung tapi mengenai wajah ketua yang terkena pukulan.
“Jangan pernah... Merusak reputasi kejaksaan lagi Apa kau mengerti?” kata Tuan Jang. Yoo Jung hanya bisa menahan tangis melihat ketuanya kena pukul. 

Bong Hee masuk ke dalam rumah, mengaku tidak ingat kapan terakhir kali... u bisa berada di rumah dengan santai seperti ini. Ji Wook juga merasakan hal yan sama karena sudah lama tidak ngobrol santai seperti ini.
“Dan berbicara seperti ini sambil tersenyum saat tidak ada orang lain di rumah” kata Bong Hee
“Itu benar, hanya kita berdua saja...” ucap Ji Wook lalu merasakan gugup,
“Aku rasa hanya kita berdua saja di sini sekarang Apakah masih ada... aku rasa tidak ada orang lain di sini, jadi Mau kubuatkan makanan untukmu?” kata Ji Wook seperti ingin mengurangi rasa gugup.
“Tidak, aku mau mandi dulu.” Ucap Bong Hee. Ji Wook makin gugup mengetahui Bong Hee akan mandi seperti berpikiran yang aneh tapi akhirnya keduanya pun berpisah. 

Ji Wook berbaring di kamar dan terlihat gelisah, Bong Hee juga melakukan hal yang sama berbaring dengan gelisah dan akhirnya memilih untuk turun dari tempat tidur. Ji Wook keluar kamar dikagetkan dengan Bong Hee sudah ada didepan kamar. Bong Hee juga sempat kaget seperti  sudah lama berdiri didepan kamar.
“ Yah...apa kau mau bir?” tanya Bong Hee. Ji Wook meminta Bong Hee mendekat. Bong Hee malah menjauh.
“ Ini baru hari kedua mereka.” Kata Bong Hee.  Ji Wook binggung karena sepertinya lebih dari dua hari.
Bong Hee pikir mereka tidak bisa menghitung hari saat pengacara Bang di rumah sakit Karena tidak bisa melakukan apapun. Ji Wook pikir benar juga lalu meminta Bong Hee mendekat karena ingin memeluknya, Bong Hee sengaja menjauh. Ji Wook pun tersenyum mengejarnya dan Bong Hee memberikan bir ditanganya. 

Keduanya duduk sambil minum bir, Bong Hee tah kalau Ji Wook itu stress karena kasus yang sedang dikerjanya. Ji Wook pikir memang seperti itu, lalu mengeluh dengan Bong Hee yang sudah menjadi pacarnya tapi tetap memanggilnya “pengacara No.”
“Kalau begitu apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengganti panggilanmu kalau malam?” kata Bong Hee. Ji Wook mengangguk dan Bong Hee ingin mencobanya.
“Sayang...” kata Bong Hee dengan gaya imut. Ji Wook menahan tawa mendenganyar. Bong Hee pun kesal melihat Ji Wook yang ingin tertawa. Ji Wook menyangkal. 

Bong Hee kembali mengulang dengan memanggil “Sayang” Ji Wook kembali menahan tawa. Bong Hee bisa tahu kalau Ji Wook yang tertawa. Ji Wook mengaku hanya menggodanya saja dan tidak akan melakukannya lagi. Bong Hee yang kesal memperingatakan kalau tak ingin melakukan lagi. Ji Wook merengek agar Bong Hee melakukanya. Bong Hee menegaskan kalau Ji Wook jangan berharap lagi.
“Kau lebih baik melakukannya daripada aku. Katakan "Sayang".” Rengek Ji Wook
“Tidak, kau saja yang mengatakannya. Aku mau kau memanggilku begitu, sekali saja.” Kata Bong Hee memohon. Ji Wook menolak mengatakannya, Bong Hee merengak memintanya.
“Aku tidak akan pernah mengatakannya, Kau mentertawakan aku” kata Ji Wook. 

Keduanya selesai minum, Ji Wook membahas  Tentang kecelakaannya Jung Hyun Soo menurutnya itu sedikit rumit, bahwa Jaksa Cha membawa surat perintah setelah mendapatkan informasi Dan memberitahu tentang itu Lalu Jung Hyun Soo melarikan diri dan mengalami kecelakaan
“Kemudian... Apakah supir yang menabraknya... Belum tertangkap?” kata Bong Hee
“Mobilnya ditemukan, tapi tidak ada siapa-siapa di dalam. Mobilnya di sewa dengan kartu pengenal palsu, dan supirnya Dibawa ke bukit” jelas Ji Woo. Bong Hee bisa mengerti.
Ji Wook lalu melihat Bong Hee menguap dan bertanya apakah mengantuk, Bong Hee mengelengkan kepala dan merasa tak masalah. Tapi beberapa saat kemudian, Bong Hee sudah berbaring di pangkuan Ji Wook.
Ji Wook membelai rambut Bong Hee dan menatapnya dalam, seperti mengagumi wanita yang sangat dicintainya. Akhirnya Bong Hee dan J Wook tertidur disofa bersama, seperti bisa tidur nyenyak setelah kejadian yang menegangkan. 


Tuan Bang masuk ruangan, Eun Hyuk, Bong Hee dan Tuan Bang melakukan penyambutan dengan berteriak “Selamat atas hari pertamamu kembali! Kami senang kau kembali!” Tuan Bang terlihat bahagia disambut rekan kerjanya.
“Apa yang kalian lakukan? Siapa yang akan membersihkan kekacauan ini?”teriak Ji Wook kesal, Tuan Bang mengatakan akan membersihkannya, tapi saat itu juga Ji Wook memberikan sambutan dengan kertas kecil membuat ruangan berantakan lalu pergi.
“Kau yang harus membersihkannya pengacara No” teriak Tuan Bang. Semua hanya bisa menatap heran pada Ji Wook lalu mengucapkan selamat. 

Ruang rapat
Ji Wook pikir semua ini jelas kekerasan di firma hukum. Akan tetapi, membuktikan penyebab kerugian tidaklah mudah. Eun Hyuk pikir Itu akan sangat rumit tentunya, Tuan Bang pikir Secepatnya, hukuman atas kerusakan juga akan diperkenalkan ke dalam sistem dan Tuan Byun merasa Kalau ini terjadi di Amerika, orang ini akan berada dalam masalah besar
“Ngomong-ngomong, orang-orang di sana... Selalu memastikan hukuman yang tegas pada kasus seperti itu. Aku akan memberitahumu apa yang terjadi waktu pertama kali pergi ke Amerika, Isteriku dulu itu sangat cantik llau Ada bajingan pirang yang menganggunya, dengan Memanggilnya cantik dan imut” cerita Tuan Bang kembali ngalor ngidul

“Ini dia mulai lagi” ejek Bong Hee. Tuan Byun seperti tak begitu mendengarnya. Bong Hee mengaku tak mengatakan apapun.
“Aku harus bersabar, dia ayahmu” keluh Bong Hee. Tuan Byun menegaskan kalau bukan ayah Bong Hee.
“Aku tidak bilang anda ayahku, pendengaran anda bagus sekali” ejek Bong Hee. Tuan Byung menyuruh agar mengeluarkan Bong Hee saja.
“Aish! Benar-benar kacau di sini! Kacau sekali! Tidak bisakah kita sekali saja rapat dengan benar?” teriak Ji Wook kesal. Tuan Bang mengangkat tanganya. Ji Wook mempersilahkan Tuan Bang bicara.
“Ini sebenarnya bukan tentang pekerjaan, Sesuatu sepertinya aneh bagiku. Seperti yang kalian tahu, aku dalam keadaan koma” cerita Tuan Bang. Eun Hyuk pikir Tuan Bang mengalami jiwa yang keluar dari jasadnya.
“Aku dengar itu terkadang terjadi pada beberapa orang dan orang pergi ke akhirat lalu kembali” kata Bong Hee. Eun Hyuk tak percaya mendengarnya.
“Bong Hee.. Aku harap kau berakhir di lubang yang berapi” ejek Tuan Byun. Bong Hee menegaskan tidak mengalami hal seperti itu
“Tapi aku rasa bermimpi, dan mengingat sebagian” ungkap Tuan Bang menatap Tuan Byun. 

Flash Back
Tuan Byun memohon agar Tuan Bang sadar, lalu berjani Kalau sadar, akan mendonasikan semua hartanya, lalu mengubah kalimat memberikan semuanya bahkan boleh memiliki semuanya. Ia pun bisa  akan mengganti nama firma bahkan akan mengeluarkan namanyadan memasukkan nama Tuan Bang jadi "No, Ji, dan Bang".
“Aku mengingatnya dengan jelas” kata Tuan Bang. Tuan Bang mengelak tidak pernah bilang begitu. Tuan Bang menatap kearah Bong Hee. 

Flash Back
“Kalau kau kalah dalam permainan tangga, aku akan menggantikanmu, Kau bisa mengandalkan aku setiap saat, Jadi tolong sadarlah, ya?”ucap Bong Hee.
Bong Hee mencoba untuk tak mengingatnya, lalu Tuan Bang melihat Eun Hyuk seperti masih mengingatnya.
“Pengacara Bang. Tolong bangunlah sekarang. Kenapa kau berakhir seperti ini setelah bekerja keras? Tolong sadarlah. Aku akan mempekerjakan asisten untuk jadi sekretarismu. Kau bisa memiliki sekretaris dan supir sendiri. Aku punya banyak uang kau tahu, tapi tidak tahu bagaimana menghabiskannya” ungkap Eun Hyuk.
Eun Hyuk bertawa bahagia mengaku sangat enyenangkan sekali, mimpi yang kreatif, tapi suasana malah tambah aneh. Bong Hee dan Tuan Byun pun tak banyak bicara.
Bong Hee mengingat obatnya pengacara Bang lalu dengan ponselnya berbicara “Kalau aku lewat apotek, ingatkan aku untuk membeli obatnya pengacara Bang” lalu bisa mencari apotek terdekat.

Ji Wook mondar mandir depan meja makan, bergumam kalau melupakan tentang Orang yang menaruh pisau di rumahnya Jung Hyun Soo dan berkata kalau yakin Kalau begitu Pelakunya pasti salah satu dari mereka... Bong Hee bertanya pelaku apa.
“Aku membaca... Novel detektif belakangan ini, aku berusaha mencari tahu pelakunya... Yang ada di novel. “ kata Ji Wook
“Ibuku pernah bilang begini padaku "Orang yang muncul pada saat seperti ini adalah pelakunya." Oh, itu pelakunya” ucap Bong Hee dan saat itu Tuan Byun sudah pakai cemelek menyuruh mereka minggir.

Keduanya seperti merasa kalau Tuan Byun yang datang, Bong Hee pun memilih pergi. Tuan Byun mengatakan kalau Sekarang giliranny mencuci piring. Ji Wook terus menatap Tuan Bang seperti tak yakin kalau walinya itu yang melakuknya. 


Flash Back
Ji Wook datang mengunjungi Tuan Bang, sementara Tuan Byun seperti sedang tertidur di bangku. Ji Wook membahas
 senjata yang digunakan untuk memalsukan bukti dan Memutuskan untuk tidak menggunakannya
“Tapi... Aku tidak tahu apakah aku membuat keputusan yang benar atau tidak. Sudah pasti dia pelakunya, Dia bahkan mengakui sendiri kejahatannya. Tapi... Aku bepura-pura baik... Daripada dia dan mematuhi hukum. Apa ini tidak apa-apa? Apa aku melakukan hal yang benar?” ucap Ji Wook ragu.
“Kau seharusnya memberitahuku tentang itu dan memarahiku kalau aku berbuat salah. Jadi kumohon... Kumohon segeralah sadar. “ kata Ji Wook. Diam-diam Tuan Byun bisa mendengarnya. 

Tuan Byun pun pergi mengambil pisau yang disimpan dalam laci dan langsung menaruh dalam rumah Hyun Soo sebagai bukti. Setelah mengetahui kejadian kecelakaan, Tuan Byun datang berkunjung.
“Sebagai petugas hukum, aku merasa malu Tapi terkadang, Aku lebih menggunakan tinjuku daripada hukum” ungkap Tuan Byun.
Ji Wook menatap Tuan Byun seperti tak yakin kalau orang itu yang menaruhnya, Tuan Byun menghindari tatapan seperti tak ingin ketahuan.
Bersambung ke episode 28

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted