Minggu, 20 Agustus 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 5 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Jin Kyu dan Dan Ah bisa naik mobil menghindari kejaran. Dan Ah pun ingin Jin Kyu menceritakan alasan Kang Soo bersikap seperti itu, karena yakin Kang Soo mana mungkin melakukan ini tanpa alasan. Jin Kyu hanya diam dengan wajah gelisah.
“Kau tidak difitnah, bukan? Kau melakukan sesuatu yang salah. Oh Jin Kyu!” teriak Dan Ah marah
“Aku tidak tahu! Akan kujelaskan nanti. Yang penting, aku tarik uang dulu. Kita tidak punya waktu. Itu Ada bank di sana.” Ucap Jin Kyu

Keduanya sampai di bank, Jin Kyu mengeluarkan semua kartu yang dimilikinya. Pegawai memberitahu kalau semua saldo tabungan Jin Kyu kosong. Jin Kyu binggung karena kemarin punya puluhan juta Won di dalamnya.
“Bagaimana dengan rekeningku yang lain?” tanya Jin Kyu binggung.
“Aku sudah memeriksanya. Tapi saldonya juga nol.” Kata pegawai. Jin Kyu terlihat tak percaya dan Dan Ah menghela nafas. 

Tuan Oh dan keluar bertemu di kantornya, membahas kalau Rekeningnya sudah dikosongkan dan Kartu kredit juga sudah diblokir jadi harus menangkapnya sesegera mungkin menurutnya Akan lebih buruk lagi jika Jin Kyu hanya berlari dan media menangkap anginnya.
“Nama grup perusahaan kami telah terpapar di internet. Orang yang menyebabkan masalah sudah mulai memboikot. Aku tidak tahu tentang yang lain, tapi... Bisnis produk makanan Young Gyu akan mengalami kemunduran. Karena dia adalah putraku, aku memberinya makan dan berpakaian. Namun, dia berdiri di jalan ayahnya. Dan dia berdiri di jalan masa depan kakaknya.” Ucap Tuan Oh.
“Kau harus menghentikan penangkapannya..” kata Ibu Jin Kyu mencoba membela anaknya.
“Dengarkan aku baik-baik. Dia bukan bagian dari keluarga kita. Jangan pernah berpikir untuk memberinya 10 juta Won jika dia ditangkap dan dipenjara. Nanti kau juga akan ditendang keluar seperti dia.” Ucap Tuan Oh memperingati. Ibu Jin Kyu pun hanya diam saja, begitu juga kakak Jin Kyu. 


Jin Kyu membawa Dan Ah ke pinggir sungai Han, meminta Maaf karen ayahnya sudah lebih dulu mengambil tindakan, ia pun meminta Dan Ah agar tak khawatir dan berjanji untuk mendapatkan uangnya. Ia berpikir kalau bisa mengambil mobil miliknya saja.
“Ah.. Tidak bisa, polisi juga mencari mobil ini jadi berbahaya. Aku akan menelepon teman-temanku dan meminjam sejumlah uang... Ah.. ponselku tidak ada dan aku tidak tahu nomornya.” Ucap Jin Kyu kebingungan dan kembali meminta maaf.
“Kenapa kau membuatku jadi menyedihkan? Kenapa kau terus menyeretku seperti seorang pengemis? Katakan saja yang sebenarnya. Apa yang sebenarnya kau lakukan? Kejahatan apa yang kau lakukan hingga membuat semua ini terjadi?” ucap Dan Ah penasaran.  
“Itu hanya... kebetulan saja. Teman-temanku dan aku memblokir jalan raya untuk berlomba di sana Seseorang mengalami kecelakaan waktu itu. Dia terlambat ke rumah sakit karena kami. Dia dalam keadaan koma karena itu dan kebetulan adalah korban teman Kang Soo. Aku benar-benar tidak tahu itu akan terjadi. Kalau aku tahu, aku pasti tidak akan melakukannya.” Cerita Jin Kyu 


Dan Ah memilih untuk keluar dari mobil, Jin Kyu berteriak memanggilnya bertanya mau kemana. Dan Ah meminta Jin Kyu melepaskan tangan dan tidak butuh uangnya. Jin Kyu merengek agar Dan Ah tak pergi. Dan Ah mengancam Jin Kyu yang mau mati kalau tak melepaskanya.
“Maaf karena aku telah membodohimu. Tapi, tolong terimalah uangmu. Hanya itu yang tersisa.” Ucap Jin Kyu. Dan Ah binggung mendengarnya.
“Aku juga bisa merasakannya. Hidupku sudah berakhir sekarang. Aku akan berada dalam penjara. Karena opini publik, Maka aku akan mendapatkan hukuman maksimal. Keluargaku mungkin tidak mau menerimaku lagi karena aku mantan narapidana. Jadi, tolong terima saja. Kalau aku pergi tanpa membayarmu... kurasa aku akan menggantungkan diriku di sana.” Kata Jin Kyu
“Apa itu ancaman?” kata Dan Ah. Jin Kyu mengatakan bukan tapi  bicara jujur Jadi tolong, terima saja.
“Selamatkan aku. Aku menghapal nomor telepon kakakku. Kalau aku meneleponnya, dia pasti akan segera datang.cDia ada di pihakku.” Ucap Jin Kyu menyakinkan.
Dan Ah mengeluh Jin Kyu meminta bantuan Kakaknya lagi, menurutnya Tingkah Jin Kyu  memang sudah kelewatan dan ini seperti mimpi buruk. Lalu terdengar bunyi suara perut Jin Kyu. Jin Kyu pikir Dan Ah tak perlu mengkhawatirnya. Dan Ah pikir Jin Kyu bisa makan di minimarket. Jin Kyu mengaku tidak punya uang dan meminta Dan Ahn membelikanya. 



Jin Kyu makan dengan lahap dan mengingat mereka yang K pernah ke sini sebelumnya, Dan Ah tak ingin mengingatnya menyuruh Jin Kyu makan saja dan sangat ingin menangis menurutnya Jin Kyu memang orang kaya paling miskin yang pernah ada di dunia. Jin Kyu meminta Kimchi juga. Dan Ah memberikan lirikan sinis. Jin Kyu pun tak meminta memilih untuk menghabiskan mie ramyunya. 

Kang Soo memberitahu Nomor plat mobil Jin Kyu  5032 dan agar Terus cari itu saat mereka  sedang mengantar dan  menelepon  begitu menemukannya, ia pun memberitahu mereka agar Mulai berpatroli. Semua pun menyebar untuk mencari Jin Kyu.
Kang Soo mengingat saat terakhir kali Dan Ah yang menendanganya dan pergi dengan Jin Kyu, wajahnya terlihat sangat penuh amarah. 

Jin Kyu dan Dan Ah kembali pergi ke pinggir sungai Han. Jin Kyu bercerita bahwa kakaknya selalu baik padanya tapi ia selalu menjadi pembuat onar. Jadi, ayahnya yang selalu memukulinya. Dan Ah mendengarnya. Jin Kyu bercerita kalau Awalnya, itu memang kesalahan.
“Karena ayahku terus memanggilku bodoh, maka kesalahan itu berubah jadi kesengajaan.” Cerita Jin Kyu. Dan Ah pikir Jin Kyu memang bodoh.
“Ya, aku bertingkah seperti orang bodoh. Tapi Tetap saja, Hyung-ku selalu berada di pihakku. Dia diam-diam akan datang untuk memberiku salep. Dan Dia juga akan memberiku uang saku.” Ucap Jin Kyu bangga lalu melihat kakaknya yang datang. 

Kakak Jin Kyu turun dari mobil, Jin Kyu langsung memeluk kakaknya mengucapkan terimakasih karena sudah datang. Kakak Jin Kyu seperti dingin tak ikut memeluk adiknya. Jin Kyu bertanya apakah kakaknya bawa uangnya, kakak Jin Kyu mengaku Tidak. Jin Kyu bingung kenapa kakaknya tak membawanya.
“Maaf.... Serahkan dirimu. Opini publik semakin memanas. Ohsung Group berada dalam bahaya, jadi kau harus memahaminya.” Ucap kakak Jin Kyu
“Hyung, apa maksudnya ini?” kata Jin Kyu melihat dua tanganya yang dibawa oleh tiga anak buah ayahnya. Kakak Jin Kyu hanya bisa meminta maaf harus melakukan hal ini.
“Ayo kita ke kantor polisi. Serahkan dirimu.” Ucap Kakak Jin Kyu. Dan Ah melihat dari kejauhan. Jin Kyu meminta tolong pada Dan Ah.
Dan Ah mengumpat Jin Kyu memang Merepotkan sekali,akhirnya mencoba untuk melawan semua anak buah Tuan Oh, sampai akhirnya berhasil kabur. Kakak Jin Kyu hanya bisa menatap sedih adiknya tanpa bisa berkata-kata. 

Jin Kyu merasa tak percaya kalau kakaknya bisa melakukan itu. Dan Ah pikir Serahkan saja diri dan Semua sudah berakhir. Jin Kyu pikir Kenapa harus dirinya dan menolak kalau tidak akan pernah menyerahkan diri. Menurutnya itu terlalu kacau. Saat itu terdengar teriakan dari samping mobil,
“Oh Jin Kyu! Hentikan mobilnya, brengsek!” teriak Sung Jae dengan motor. Dan Ah bertanya siapa pria itu. Jin Kyu pikir itu pasti teman Kang Soo dan mencoba untuk mencari jalan untuk kabur.
Beberapa motor sudah menutup jalan lurus, Kang Soo pun memilih jalan berbelok, Tanpa sadari bawa masuk ke sebuah gudang kosong dengan Kang Soo yang sudah menunggunya.
“Oh Jin Kyu, keluar kau! Semua sudah berakhir. Matikan mobilmu.” Ucap Kang Soo. Jin Kyu mengatakan tak ingin melakukanya.
“Ini belum berakhir.” Ucap Jin Kyu sudah siap menginjam gasnya, Dan Ah panik meminta Jin Kyu tak melakukanya.
Kang Soo menyuruh Jin Kyu segera keluar dan membayar kejahatannya, Jin Kyu menginjak gas mobilnya. Dan Ah dan yang lainya tak bisa melihatnya. Kang Soo tak bergerak sama sekali. Jin Kyu menghentikan mobilnya tepat beberapa centi sebelum menabrak Kang Soo.


Akhirnya Kang Soo bisa membawa Jin Kyu untuk ditangkap polisi, Jin Kyu menatap sinis sebelum masuk mobil. Kang Soo berpesan agar nanti akan menemuinya sebagai manusia lagi. Jin Kyu hanya diam dengan tatapan sinis.
“Oh Jin Kyu... Hiduplah sebagai orang baik.” Kata Kang Soo. Jin Kyu akhirnya dibawa ke kantor polisi.
Semua pun berteriak bahagia karena Kang Soo berhasil. Kang Soo mengucapkan Terima kasih semuanya dan karena mereka semua juga sudah bekerja keras dan mereka pun segera pergi.
Kang Soo mendekati Dan Ah menanyakan keadaanya apakah terluka, Dan Ah mengaku Tidak ada. Kang Soo mengajak segera pergi.  Dan Ah terlihat masih tak enak hati. Kang Soo pikir Dan Ah tidak perlu minta maaf padanya.
“Mempercayai seseorang bukanlah hal yang buruk. Aku juga mempercayainya. Ayo pergi. Aku akan memberimu tumpangan.” Ucap Kang Soo.
Dan Ah menaiki bus sambil mendengarkan berita dari radio “Kasus balap liar di Namyangju telah membuat bangsa ini semakin geram dan pelakunya yang bernama Tuan Oh dibawa ke kantor polisi hari ini. Tuan Oh mendapat surat perintah penangkapannya, dan setelah penyelidikan selesai kemungkinan dia akan masuk penjara.” Sementara Jin Kyu sudah di dalam sel dengan baju tahana. 


Semua berkumpul di dalam restoran sambil minum,  Kang Soo memuji semua yang sudah bekerja keras dan juga mengucapkan Terima kasih juga pada Ji Yoon karena mengenalkan mereka pada reporter itu. Ji Yoon pikir tak perlu seperti itu., karena sangat senang bisa Membantunya hari ini.
“Kalian ada hubungan apa?” tanya anak buah Goo Gil. Ji Yoon mengaku kalau Kang Soo sebagai walinya. Semua langsung bersorak mendengarnya.
“Hyung yang terbaik Aku berharap ada seseorang yang menjagaku.” Kata Ho Young
“Sudah cukup! Mendapat kemalangan berarti kau kalah. Ya, aku memang sudah kalah.” Kata Goo Gil lalu memilih untuk minum saja. Semua pun tertawa mendengarnya. 

Dan Ah melihat kembali ponselnya kembali ke angka 190 hari, Yeon Ji tak percaya Dan Ah bisa sesial ini bertemu dengan Jin Kyu, dengan menyelamatkan orang kaya, tapi tidak mendapatkan apa-apa dari itu. Dan Ah tak ingin membahasnya karena bosan membicarakan tentang uang dan memilih untuk tidur.
“Hei, bisa-bisanya kau tidur? Mana bisa kau bekerja sekarang karena tidak punya motivasi? Itu sangat tidak adil!”  Kau memang gadis tidak beruntung.” Ucap Yeon Ji kesal sendiri. 

Dan Ah dan Kang Soo kembali berkerja di restoran. Telp berdering, Dan Ah pun mengangkatnya. Seorang wanita mengaku dari bagian  administrasi rumah sakit memarahi Dan Ah yang tiba-tiba pergi tanpa membayar biaya rumah sakitnya, Dan Ah meminta maaf dan akan pergi membayarnya hari ini lalu ingin tahu Berapa totalnya.
“3,7 juta Won.  Biaya pengobatan 700.000 Won dan untuk kamar VIP 3 juta Won.” Ucap Si pegawai. Dan Ah pun tak bisa menolak dan berjanji akan membayarnya lalu mengumpat kesal pada Oh Jin Kyu. Kang Soo pun bisa mendengarnya.
“Hei.. Kau pikir kau sedang apa?” teriak Si ibu dengan wajah marah. Dan Ah mengingat kalau ini pasti Vas yang dijatuhkanya.
“Benar.. Uang itu harusnya masuk siang kemarin tapi tidak ada yang masuk Itu yang dikatakan walimu. Si Oh Jin Kyu itu. Bagaimana? Apa Mau kupanggil polisi?” kata si ibu.
“Tidak, saya akan membayarnya. Berapa totalnya?” tanya Dan Ah. Si ibu memberikan selembara kertas kalau itu harga perkiraannya. Dan Ah tak percaya melihata harganya 5 juta won. 

Dan Ah duduk melamun di atas sepeda motornya, Kang Soo melihatnya bertanya Berapa yang harus dibayar. Dan Ah hanya diam saja. Kang Soo bertanya apakah masih ada lagi selain 3,7 juta dan 5 juta won. Dan Ah pikir Kang Soo tak perlu ikut campur karena Itu bukan urusannya.
“Semua ini karenaku. Jika Oh Jin Kyu tidak di penjara,maka dia pasti sudah mengatasi semuanya.” Kata Kang Soo
“Itu bukan urusanmu. Biar aku yang mengurusnya.” Ucap Dan Ah
“Itu karena aku merasa kasihan.” Kata Kang Soo. Dan Ah pikir Kang Soo Tidak perlu bersikap baik.
“Harusnya aku yang merasa bersalah. Apa Kau tidak tahu?Jangan usik kehidupanku dan jalani kehidupanmu sendiri. Aku tidak akan jatuh karena ini.” Kata Dan Ah. 

Dan Ah terburu-buru masuk ke tempat les karena sudah terlambat, tapi saat masuk ruangan sudah rapi bahkan sampai sudah kosong. Saat berjalan dilorong, Dan Ah melihat Kang Soo yang sudah membawa plastik sampah dan kain pel.
“Kau sedang apa?” tanya Dan Ah heran. Kang Soo mengaku kalau sedang Mengganggunya. Dan Ah binggung apa maksudnya.
“Dengarkan. Aku ini bisa memasak. Apa Kau mau membuat bisnis saat Mie Tangan Lively ditutup? Kita mungkin mendapat pesanan jika kita membagikan selebaran di Sungai Han. Aku bisa memasak, dan kau bisa mengantar.” Kata Kang Soo. Dan Ah pikir aklau Kang Soo ingin mati ditanganya.
“Minus biaya bahan, kita bisa menghasilkan uang 500.000 Won dalam sehari. Pertimbangkanlah.” Ucap Kang Soo berjalan pergi. Dan Ah hanya bisa mengumpat kesal

Dalam kelas les bahasa inggris, sang guru mengajarnya ingin tahun Berapa banyak uang yang diberikan orangtua mereka per bulan. Ada yang menjaab rahasia, lalu ada yang menjawab hanya Sedikit.
Dan Ah melihat kembali kalau waktunya mundur lagi jadi 300 hari, Sang Guru pun mengajak mereka agar hitung, apabila 50 dolar Won per minggu dan Ada lima hari libur kerja untuk bulan ini maka mereka bisa menghasilkan 250 lebih banyak bulan ini dan bisa melunasi semua kerugian hanya dalam waktu tiga bulan.
“Setelah pajak dan semuanya, cukup sederhana jika kalian melihatnya. Matematika sederhana...” ucap Guru dan Dan Ah mulai menghitung hutang yang harus dibayar. 

Dan Ah datang ke restoran mengatakan akan mencoba makanan hasil masakan Kang Soo dan ingin menguji apa makanannya enak atau tidak. Kang Soo mulai memasak sayur dengan bakpao,  Dan Ah mencoba masakan tumis yang dibuat Kang Soo. Kang Soo juga membuat babi asam manis lalu menanyakan apakah Dan Ah mempercayai dan mau mencobanya. Dan Ah memberikan jempol tanda semua masakan Kang Soo enak.
Dan Ah memberikan selembaran di pinggir sungai Han, kalau restoran makanan Cina. Dengan Semua yang ada di menu ini mendapat diskon 1.000 won. Kang Soo sibuk masak dengan menerima telp mengunakan handsfree. Dan Ah membawakan pesanan yang sedang piknik di sungai Han, waktu pun berkurang jadi 245 hari. 



Kang Soo menghitung semua bahan yang sudah dipakai untuk membawa Dan Ah.  Dan Ah meminta agar Kang Soo Periksa dengan benar karena mereka harus mengganti apa yang dipakai supaya tidak ketahuan. Kang Soo pikir Dan Ah Jangan khawatir karena melakukannya dengan sempurna.
“Terima kasih.” Ucap Dan Ah. Kang Soo mengaku kalau mengharapkan rasa terima kasih ini.
“Aku belum pernah bertemu orang sepertimu. Kau selalu terlibat dalam bisnis orang lain dan selalu benar mengerjakannya. Apa kau selalu begitu baik?” ucap Dan Ah. Kang Soo mengakuinya.
“Kenapa dengan jawaban itu? Bukankah seharusnya kau rendah hati pada saat seperti ini?” keluh Dan Ah.
“Tidak, kau harus kurang ajar tentang itu saat kau jadi baik. Kalau kau malu melihatnya, kau tidak bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan.” Kata Kang Soo
“Apa ini? Kau juga tahu hal-hal aneh.” Ejek Dan Ah dan keduanya terkejut melihat Tuan Jung yang datang. 


Tuan Jung heran melihat keduanya yang terkejut. Dan Ah menyangkalnya kalau tidak terkejut. Tuan Jung pun tak mempermasalahkanya. Soon Ae masuk ke dapur mengaku kalau tahu sebabnya. Dan Ah dan Kang Soo terlihat panik.
“Kalian berdua... berciuman, kan?” ucap Soon Ah. Dan Ah dan Kang Soo hanya bisa saling menatap binggung.
“Aish, kaliam tidak tertawa. Kupikir kalian akan tertawa terbahak-bahak. Ini Memalukan sekali.” Ucap Soon Ae. Keduanya akhirnya tertawa agar membuat Soon Ae senang. Soon Ae pun berpikir kalau ini pasti lucu.

Dan Ah keluar membawa pesanan merasa  seperti anak-anak. Kang Soo membenarkan kalau Itu sebabnya kenapa Dan Ah tidak boleh melakukan sesuatu yang salah. Dan Ah mengaku tiba-tiba mengingatkan pada Oh Jin Kyu dan ingin tahu apa yang dilakukan sekarang.
“Sudah hampir sebulan sejak dia ditangkap. Dia ditangkap dan menunggu persidangannya.” Ucap Dan Ah.
“Kenapa? Apa Kau khawatir padanya?” tanya Kang Soo dengan nada mengejek.
“Tidak... aku hanya sedikit penasaran.” Kata Dan Ah. Kang Soo pikirLupakan saja karena JinKyu layak mendapat hukuman yang setimpal dan Hyun Soo masih dalam keadaan koma. Dan Ah menyetujuinya. 

Mereka pun pergi mengantar makanan, Kang Soo menghentikan motor karena melihat spanduk  Tepat di sebelah Hanyang Seolleongtang. Dan Ah melihat kalau restoran itu akan buka besok. Kang Soo mengumpat kalau Cara berbisnisnya kotor sekali. Dan Ah mengajak untuk pergi tapi Kang Soo menahanya.
“Aku ingin melihat wajah pemiliknya dulu.” Ucap Kang Soo melihat beberapa pegawai keluar menyambut sebuah mobil yang berhenti. Saat itu Nyonya Jung, Ibu dari Ji Yoon turun dengan Jin Kyu menyapa semua pegawai.
“Selamat datang. Dia adalah manajer cabang Jungga Seolleongtang.” Ucap Nyonya Jung. Jin Kyu pun menyapa semua karyawan dengan senyumanya. Dan Ah dan Kang Soo kaget ternyata Jin Kyu membuka restoran sebagai saingan Nenek Jung.
Bersambung ke Episode 6

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 5 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Ji Yoon bertanya Berapa banyak teman yang dimiliki Kang Soo, Kang Soo hanya berkata agar Ji Yoon bisa melihatnya nanti. Mereka pun sampai di pinggir sungai Han, Ji Yoon tiba-tiba melonggo melihat semua pengantar makanan datang dan jumlahnya sangat banyak. Kang Soo bisa tersenyum melihat semua teman pengantar makanan yang datang.
“Oh Jin Kyu... Mampus kau nanti.” Ucap Kang Soo penuh dendam. 

Kang Soo berdiri lebih tinggi dari teman-temanya, mengucapkan  terima kasih sudah datang.
“Aku yakin kalian semua menyadari hal in tapi anak yang bernama Hyun Soo saat ini sedang koma dan masih belum sadar. Dia baru berumur 20 tahun dan dia juga seorang tukang antar, sama seperti kita. Tapi, karena mereka yang memblokir jalan untuk balapan mobil. Maka dia jadi seperti ini. Aku sudah tahu siapa pelakunya! Tapi Hanya saja aku tidak punya bukti. Hari ini kita cari buktinya, dan buat mereka membayar semuanya. Jika kita menjeblos mereka ke penjara Hyun Soo pasti akan segera bangun. Aku percaya itu! Jadi... Kalian semua tetap semangat!” ucap Kang Soo
Semua pun setuju dengan kata-kata Kang Soo yang akan membantu. Goo Gil pun memberikan perumpaan kalau  mereka bicara mencari sampai telapak tangan terbakar. Ho Young pikir merkea bisa mengunkana internet dan yang lain akan menyelesaikan hari ini juga. Semua pun bergegas pergi untuk mencari bukti. 

Kang Soo mengajak Ji Yoon pulang bersama. Ji Yoon menolak karena kan pergi ke suatu tempat. Kang Soo binggung. Ji Yoon dengan gayanya berjanji u akan meneleponnya dan memberikan semangat kalau akan memberikan buktinya. 

Mereka memberikan selembaran mencari taksi dan juga semua pengantar makanan seperti beriringan berjalan dengan spanduk bertuliskan [Mencari saksi]  Semua yang melihat di pinggir jalan hanya bisa melonggo, dan menuliskan di SNS dengan gambar dan caption “Aku jadi terkejut, kupikir ada pengantaran satu ton jjajangmyeon. Tapi ternyata mereka mencari saksi!”
Dua pelajar yang menerima selembaran pun menuliskan status pada SNS mereka, Aku mampir sebentar buat makan tteokbbokki, dan mendapat tiga buah selebaran. Namyangju telah mengumumkan perang terhadap pelakunya. “
Kang Soo membagikan selembaran pada setiap halte, beberapa orang yang memiliki banyak siaran langsung mulai menceritakan tukang antar jjajangmyeon meminta tolong agar menyiarkan pada semua penonton saluranya agar bisa mencari Saksi  dengan mengetik keyword "pewaris generasi ketiga melakukan balapan" Atau "balapan menggila", untuk menjadikan trending pencarian. 


Ji Yoon bertemu dengan temanya memperlihatkan video banyak sekali penganta jajangmyun, Ia yakin temanya pasti terkejut karena ia juga merasakan hal yang sama.  Temanya merasa tak percaya kalau mereka semua adalah tukang antar jjajangmyeon. Ji Yoon membenarkan dan salah satu pengantar adalah Kang Soo, Ahjussi yang disukainya, Temanya makin heran Ji Yoon memanggil "Ahjussi?"
“Ahjussi itu si Pria Kaki Panjang yang menyelamatkan gadis pelarian yang sedang kelaparan.” Ucap Ji Yoon
“Sepertinya kepalamu serasa berada di awan.” Ejek kakak Ji Yoon. Ji Yoon mengeluh kesal karena diejek.
“Pokoknya, Apa kau mau aku menyampaikan berita ini?” tanya Ji Yoon. Kakaknya pikir ini cerita yang paling disoroti
“Maksudku, mereka menghalangi jalan raya untuk keuntungan mereka sendiri! Dan bahkan ada orang yang hampir mati karena itu!” kata JiYoon
“Tapi kau bilang mereka belum punya bukti. Kalau demikian, akan sulit untuk disiarkan ke berita TV. Dan , ini bukan berita gosip.” Kata si kakak
“Bagaimana jika kita punya bukti?” tanya Ji Yoon.
“Maka itu akan menjadi sesuatu yang spesial. Ada banyak pewaris generasi ketiga yang terlibat. Mungkin akan lebih banyak mendapat perhatian, karena kejadian ini dilibatkan oleh pewaris kaya. Kalau begitu, cepatlah mulai bekerja.” Kata Si kakak
“Ahjussi pasti akan menemukan buktinya.” Ucap Ji Yoon yakin tapi kakaknya seperti merasa tak yakin.
“Tidak akan kubiarkan kalau dia tidak bisa! Cukup percaya saja. Apa Kau tahu berapa banyak orang yang bekerja dengan Ahjussi? Ada 300 orang. Ini Sparta!” ucap Ji Yoon bangga. 


Kang Soo mengemudikan paling depan memandu semua pegantar untuk segera cepat mencari bukti. Ji Yoon membahas  Pria bernama Oh Jin Kyu adalah orang yang di balik semua ini dan pewaris termuda dari Ohsung Group dengan memastikan kalau Orang itu akan dihukum saat mereka menemukan bukti
“Tentu saja. Mungkin dia akan segera ditangkap. Polisi akan bereaksi cepat jika media meliput sebuah berita.” Ucap si kakak. Ji Yoon terlihat bahagai mendengarnya.
“Oh iya, Apa kau tak memberitahu aku kalau kau pergi merencanakan pernikahanmu dengan Oh Jin Kyu?” ucap Si kakak. Ji Yoon terlihat bingung
“Um, ya. Tapi aku berpegang pada keadilan Dan aku juga ada di pihak Ahjussi.” Kata Ji Yoon. Si kakak meminta Ji Yoon agar melakukan sesuatu.
“Aku akan mengolah beritanya dan mencoba yang terbaik untuk membantu Ahjussimu jadi carikan aku video dari Oh Jin Kyu sebagai bukti. Tetaplah bersama Oh Jin Kyu sampai surat perintah penahanannya keluar. Dan pastikan dia tidak bisa menerima telepon dari tempat lain. Dia mungkin lari ke luar negeri jika berita ini keluar.” Ucap Si kakak. Ji Yoon pikir itu sedikit. Si kakak menyakinkan Ji Yoon kalau mempecayakan semuanya pada Ji Yoon.
“Ugh, bagaimana ini? Kurasa aku tidak bisa melakukan ini.” Ucap Ji Yoon binggung. 

Jin Kyu berjalan bersama Dan Ah keluar rumah sakit menanyakan keadaanya. Dan Ah mengaku sudah lebih baik, karena bahkan bisa melakukan tendangan kuat dan ingin memberikan pada Jin Kyu juga. Jin Kyu mengeluh Dan Ah yang sudah kembali bersikap seperti biasanya.
“Beli saja tas yang kau mau. Nanti kuberikan kartu kredit untukmu. Tapi Ada sesuatu yang membuatku penasaran. Waktu itu, saat kau menyelamatkanku, kenapa kau menangis? Aku bahkan sangat penasaran dengan ini. Aku penasaran, kenapa kau menangis cuma karena orang sepertiku harus hidup.”ucap Jin Kyu heran
“Maaf, tapi aku tidak menangis karenamu.” Ejek Dan Ah lalu keduanya duduk bersama di kursi taman. 

“Aku menangis karena diriku. Karena aku pernah melakukan ini dulu.” Akui Dan Ah. Jin Kyu kaget menanyakan kapan Dan Ah melakukanya.
“Waktu aku berusia 20 tahun.” Kata Dan Ah. Jin Kyu ingin tahu alasan Dan Ah melakukanya. Dan Ah sempat diam. Jin Kyu meminta Dan Ah bisa menceritakan.
“Aku hanya ingin melarikan diri. Sebenarnya, aku harus membayar hutang 2 juta Won setiap bulannya saat itu. Tapi mustahil bila aku mendapat uang sebanyak itu, aku cuma lulusan SMA, dan tidak punya pekerjaan tetap.” Cerita Dan Ah. Jin Kyu ingin tahu kelanjutanya.
“Aku merantau. Lalu, aku berhenti tepat di depan rumah pemilik bar. Saat itulah aku menyadari. tidak ada pekerjaan lain selain yang itu supaya aku bisa mendapat 2 juta Won per bulan. Karena itulah aku panjat pagar jembatan, sama sepertimu.” Cerita Dan Ah mengingat saat naik ke pingir sungai Han. 

Flash Back
Dan Ah sudah siap melompat di jembatan sungai Han, Memanggil ibu dan ayahnya meminta maaf sambil menangis lalu melompat untuk bunuh diri karena sudah tak bisa semua masalah yang dihadapinya.
“Dan aku melompat. Cerita dari orang-orang malang ini, kau pasti tidak paham, 'kan?” ucap Dan Ah. Jin Kyu mengaku ada satu bagian yang dipahami.
“Perasaan mungkin sudah terlewatkan Rasanya seperti berkah, tapi pada saat bersamaan rasanya seperti kutukan.” Kata Jin Kyu
“Jadi, kau tahu betul. Tapi aku hanya merasa diberkati. Berkat itu, aku jadi tahu pekerjaanyang bisa menghasilkan lebih dari 2 juta per bulan. Ahjumma yang menyelamatkanku  adalah seorang tukang antar jjajangmyeon.” Cerita Dan Ah mengingat si bibi yang menyelamatkanya sampai bisa bernafas kembali.
“Aku jadi terbiasa bekerja keras, bahkan setelah aku melunasi hutang itu.  Jadi aku bisa menghemat banyak uang untuk pindah. Aku ingin lari dari negara ini secepat mungkin. Karena tidak ada harapan lagi bagi orang sepertiku di sini.” Ucap Dan Ah.
Ji Young ingin tahu Berapa banyak yang sudah ditabung. Dan Ah pikir Banyak sekali tapi Kalau menambahkan uang yang pernah di janjikan Jin Kyu maka , tujuannya sudah tercapai Lalu akan lari dari tempat in untuk hidup.


Jin Kyu melihat nama di ponselnya [Tekanan Darah yang Bikin Naik] dengan wajah Ji Yoon, dengan sinis bertanya ada apa menelpnya.  Ji Yoon mengatakana kalau Ini hari libur, jadi mengajaknya berkencan. Jin Kyu menolak karena sangat capek.
“Baiklah kalau begitu...Aku seperti mengajakmu berkencan. Kau yang menolakku.” Ucap Ji Yoon.
“Kau di mana? Aku akan ke sana.” Kata Jin Kyu tak mau menolaknya. 

Ji Yoon melihat Jin Kyu yang  sudah datang di bioskop. Ji Kyu tak mau nonton film jadi lebih baik makan saja. Ji Yoon merengek mau nonton film. Jin Kyu melihat Ji Yoon membuatnya merinding.
“Ayo kita nonton film. Kau mau nonton apa?” ucap Ji Kyu. Ji Yoon menunjuk banyak film yang ingin ditontonya.
“Memang kau mau menginap di sini?” kata Jin Kyu heran.
“Benar. Sejujurnya, aku terobsesi dengan film. Pertama kita harus mematikan ponsel kita dulu. Bahkan notif di ponsel sangat mengganggu. Jadi tolong, jaga sopan santunmu.” Kata Ji Yoon mencoba menghindari Ji Kyu dari telp siapapun. 

Sung Jae memberitahu mereka kehabisan selebaran dan Yang lainnya juga sudah capek karena sudah berjalan sepanjang hari dengan kimbap sebagai makanan mereka. Kang Soo yang tak mau menyerah meminta agar memBeri tahu mereka untuk menunggu saja dan berkeliling lagi.
“Kurasa kita akan segera menemukan sesuatu.” Kata Kang Soo. Sung Jae seperti mengeluh dan Goo Gil juga terlihat kelelahan.
“Kenapa? Apa Kau hanya mau diam saja? Kita harus selesaikan hari ini juga!” kata Kang Soo. Sung Jae pun akan pergi lagi nanti.
“Itu yang kukatakan. Jangan salah paham... Semangat.” Kata Goo Gil lalu pergi akan mencari tahu. 

Byung Soo dkk berhenti didepan warnet, Young Taek merasa kalau Ini tidak benar, Byung Soo merayu kalau mereka hanya 90 menit dan Ada permainan yang harus mereka pertaruhkan, jadi hanya akan melihat permainan itu dan langsung keluar!
“Apa Kau sebut itu alasan?” ejek Young Taek. Byung Soo pun terlihat marah.
“Hei, Young Taek! Jangan marah! Kami akan kembali seperti dulu. Dari awal kami ini orang jahat. Kau ingat juga, 'kan? Ayo masuk.” Kata Byung Soo lalu masuk dengan Ho Young. Young Taek pun ikut masuk. 

Kang Soo mencoba mengetuk pintu menanyakan Insiden itu terjadi di jalan depan. Si Bibi ada didalam mengaku tidak tahu. Kang Soo pun mengucapkan Terima kasih. Salah satu temanya memberikan minuman pada Kang Soo memberikan semangat.
“Kita semua datang bersama dengan harapan tinggi jadi kita tidak bisa pergi dengan tangan kosong.Jika kita melakukannya, kita tidak akan bisa membuat seseorang bersama seperti ini lagi. Karena mereka akan berpikir, "kami mencobanya terakhir kali."” Kata anak buah Goo Gil dan mengajak pergi ke wilayah berikutnya.

Saat itu ada seorang pengantar yang tak bisa menyalakan motornya. Kang Soo mendekat menyalakan motornya, ternyata si pengantar lupa menyalakan mesinnya. Si pengantar pun mengucapakan terima kasih, Kang Soo bertanya apakah ia tukang antar di sekitar sini. Si pria mengakudi sebagian besar wilayah ini.
“Apa Kau pernah lihat orang-orang balapan di jalanan tengah malam Di depan Donghwari?” kata Kang Soo. Si pengantar mengaku  Tidak lihat.
“Tapi aku melihat ada orang yang tahu kejadian ini. Aku sedang mengantar beberapa hari lalu dan anak yang tinggal di situ sedang melihat sesuatu di ponselnya. “ kata si pria.  Kang Soo pun ingin tahu keberadaan rumahnya. 

Kang Soo datang ke rumah si pria, Ibunya mengaku kalau si anaknya sedang tidak ada di rumah dan Sudah tiga hari sejak pergi. Kang Soo melonggo binggung. Si ibu kesal dengan anaknya yang selalu kabur, bahkan malah ingin menaruhnya di pemakaman. Kang Soo hanya bisa menghela nafas tak mendapatkan apapun. 

Young Tae mencari keyword di komputernya [Hal-hal yang dibutuhkan oleh wanita muda seumuran anak kuliahan] Sementara dua temanya terlihat kesal karena kalah, Byung Soo mengeluh mereka yang tidak pernah menang. Ho Young kesal mereka agar jangan bertaruh ini lagi. Byung Soo yang kesal memilih untuk pergi ke toilet saja.
Di toilet ada dua orang pelajar membahas selembaran yang mereka dapatkan. Salah satunya tahu Mereka sedang membicarakan video yang di rekam temanya, Si pelajar pikir seperti itu. Temanya pikir lebih baik Telepon saja mereka!
“Apa Kau gila? Nanti kalau kita berakhir di kantor polisi, bagaimana? Aku tidak mau pulang dengan mobil polisi.” Ucap si Pria. Byung Soo yang mendenganya langsung mencegat si pria akan keluar.
“Daripada pulang naik mobil polisi, bagaimana kalau kau pulang naik motorku?” kata Byung Soo. 

Semua pun menyerahkan video pada polisi dan meminta agar memperlihatkan video. Polisi melihat Jin Kyu yang keluar dari mobil, lalu menyuruh agar membuat surat perintah untuk Oh Jin Kyu dan Sisanya, keluarkan surat perintah pengadilan. Si reporter melihatnya langsung mengeluarkan ponselnya.
“Ya, ini berita yang sangat mencengangkan untuk pagi hari. Beri aku waktu sekitar 3 menit 50 detik.” Ucap si repoter. Kang Soo bisa tersenyum mendengarnya. 

Kang Soo bertemu dengan semua temanya mengucapkan terimakasih,  dengan berteriak bahagia kalau mereka berhasil dan sudah menangkap pelakunya. Semua juga berteriak bahagia berhasil melakukanya.  Kang Soo pun memberikan high five pada semua temanya dengan memuji Kerja bagus semuanya dan juga Terima kasih!

Jin Kyu keluar dari bioskop mengajak mereka pulang saja, karena menurutnya tiga film sudah cukup dan masih tetap ingin pergi ke tempat lain. Ji Yoon mengaku kalau Ada yang ingin sekali dilihat, dan mengajak pergi ke toko penyewaan DVD untuk nonton satu film lagi.
“Nonton saja sendiri! Kenapa kau mau menonton film bersamaku? Kau bahkan tidak menyukaiku.” Ucap Jin Kyu kesal
“Aku menyukaimu... Awalnya memang tidak. Tapi sekarang, aku sangat menyukaimu! Kau sangat karismatik begitu aku melihatmu. Aku belum pernah merasakan hal ini sebelumnya. Haruskah kita seperti ini bersama?” akui Ji Yoon.
Jin Kyu menjerit tak percaya mendengarnya. Ji Yoon makin mengaku kalau Jin Kyu sebagai miliknya, Jin Kyu berteriak ketakutan meminta agar Ji Yoon tak mendekat.
“Baiklah, kurasa aku sudah memahamimu. Aku selalu menganggapmu aneh tiap kali bertemu denganmu tapi sekarang, aku sudah mempermantap keputusanku.” Kata Ji Yoon berusaha menahan Jin Kyu
“Kau harus pergi ke rumah sakit. Kau... punya masalah mental yang teramat akut. Kau sakit bipolar.. Yang jelas, kita akhiri saja hubungan kita. Kau harus ke rumah sakit dan mendapat perawatan. Aku akan ke Filipina dan menjadi pekerja bangunan.” Kata Jin Kyu bergegas pergi
“Tunggu, jangan! Kau tidak boleh pergi ke luar negeri. Kau harus tinggal di Korea. Kau harus tinggal di sini!” ucap Ji Yoon merengek. Jin Kyu makin heran melihat Ji Yoon,  yang malah bicara omong kosong begini!
“Sebenarnya, kau selalu seperti ini, mengatakan hal yang tidak masuk akal. Itu semua karena kau sakit jiwa. Mengerti?” kata Jin Kyu
“Yang jelas, kau tak boleh ke mana-mana. Dan ponsel ini akan kusekap di tanganku.” Kata Ji Yoon. Jin Kyu pun tak peduli menyuruh Ji Yoon mengambilnya saja. Ji Yoon berteriak memanggil Jin Kyu
“Menjauh dariku! Kau membuatku takut! “ teriak Jin Kyu. Jin Yoon tetap saja ingin tetap bersamanya dan sangat menyukainya. Jin Kyu tetap saja bergegas pergi.
Ji Yoon menerima telp dari temanya meminta maaf karena kehilangan dia. Si kakaknya itu merasa tak perlu dilakukan karena  punya cukup bahan untuk menyiarkan berita eksklusif. Ji Yoon pun binggung dengan yang akan mereka lakukan.
“Aku yakin dia akan pergi ke luar negeri untuk melarikan diri. Kalau dia melakukannya, Ahjussi pasti akan marah.” Ucap Ji Yoon khawatir.
“Jangan khawatir. Dia tidak akan bisa pergi ke luar negeri. “ kata si kakak yakin. 
Tuan Oh sedang tidur bersama istrinya, menerima telp dari Sekretaris Utama. Sek meminta maaf, karena harus menelp malam hari karena masalah mendadak. Tuan Oh bertanya apa yang ingin dikatakan, Sekertaris memberitahu Surat perintah penahanan telah dikeluarkan untuk Jin Kyu karena kasus balapan yang menyeretnya. Tuan Oh langsung terbangun kaget.  Istrinya pun bertanya Ada apa?
“Bagaimana dengan media?” tanya Tuan Oh panik
“Menghentikan mereka kali ini akan sulit.  Terlalu banyak informasi yang terunggah di internet jadi semua media berita meliput berita ini. “ ucap Sekertaris.
“Di mana bajingan itu sekarang?”tanya Tuan Oh. Sekertaris mengataakan kalau tidak tahu, karena tidak bisa menghubunginya. Tuan Oh mulai mengumpat.  Istrinya pun langsung bangun bertanya Apa yang terjadi?
“Aish, aku harus membunuh bajingan itu!” ucap Tuan Oh benar-benar marah. 

Nenek Jung kaget mendengarnya. Kang Soo meminta maaf karena tidak memberitahu lebih cepat. Nenek Jung masih tak bisa percya hal seperti itu bisa terjadi Dan bagaimana bisa mereka melakukan hal seperti menutup jalan.
“Bagaimana jika sesuatu terjadi karena itu? Apa Anak keluarga kaya bahkan tidak peduli dengan itu? Apa Mereka sama sekali tidak peduli?” ucap Nenek Jung
“Mereka akan dihukum. Besok pagi, akan keluar beritanya. Mereka mungkin tidak akan jera dengan hanya membayar denda. Kudengar yang di balik semua ini, setidaknya akan dijatuhi hukuman pidana.” Kata Kang Soo. Nenek Jung pun merasa kasihan dengan Hyun Soo.
“Baiklah. Terima kasih. Aku senang Hyun Soo punya teman baik sepertimu.” Ucap Nenek Jung masuk kembali ke ruang rawat. Kang Soo terlihat masih saja sedih. 

Esok Hari
Dan Ah sudah melepaskan baju rumah sakit dan melihat waktu kalau tabunganya sudah penuh dihari ini karena Jin Kyu yang akan membayar semuanya. Kang Soo didalam restoran menontoan berita.
“Rekaman ini diambil dari sebuah jalan di Namyangju pada tanggal 5 Agustus.  Orang-orang memblokir jalanan umum dan menyuruh mereka yang ingin lewat jalanan itu untuk mencari jalan alternatif lain.”
“Orang-orang yang memblok jalan bilang kalau jalanan ini sedang diperbaiki tapi sebenarnya itu hanya alasan belaka. Anak-anak muda dari keluarga kaya menghalangi jalan ini untuk mengadakan perlombaan pribadi.” Ucap reporter melaporkan dari depan jalan yang ditutup.
Ji Yoon menonton dari ponsel sambil makan ramyun, merasa yakin kalau Ahjussi bisa melakukannya. Goo Gil juga menonton dari restoran dan juga Sung Jae .
“Karena mereka yang tidak peduli akan orang lain yang membutuhkan bantuan seorang pemuda tidak bisa mendapatkan perawatan darurat yang harus ia butuhkan tepat waktu dan sekarang, dia sedang koma. Hal ini disebabkan karena fakta bahwa pengemudi yang membawanya harus menempuh jalan alternatif yang panjang ke rumah sakit yang di mana waktu tempuh terbuang 25 menit. Polisi telah mengeluarkan surat panggilan kepada orang yang di balik semua ini dan sekarang mereka mencoba melacak keberadaannya. “
Goo Gil dkk terlihat bahagia karena mereka berhasil membuat Jin Kyu ditangkap.
“Dan Tuan Oh, yang diduga berada di balik semua ini sudah melayangkan surat perintah penangkapan awal kepadanya dan polisi sedang keluar untuk menangkapnya.  Park Mi Kyung melaporkan dari KNC News..” 


Jin Kyu sudah ada didalam mobil menghitung uang yang akan dikeluar Biaya rumah sakit, biaya vas, dan 15.650.000 won. Lalu saat itu polisi mendekat memberitahu kalau ditangkap karena melanggar undang-undang lalu lintas. Jin Kyu binggung tiba-tiba dua polisi mendekatinya.
“Ayo ikut kami... Anda punya hak untuk tetap diam, dan hak untuk menyewa seorang pengacara.” Ucap dua polisi menarik Kang Soo untuk pergi.
“Kenapa kalian melakukan ini? Kalian tidak punya bukti!” teriak Jin Kyu menolak.
“Kami punya buktinya. Choi Kang Soo yang menemukannya. Ayo ikut kami.” Kata polisi.
“Tolong beri aku waktu 10 menit saja? Aku ingin menarik uang untuk seseorang.” Kata Jin Kyu Tapi polisi tak peduli mendorong masuk. Jin Kyu yang di dorong masuk, malah membuatnya terbentur dibagian kepala dan mengaduh kesakitan. Polisi pun merasa bersalah.
Jin Kyu mencari kesempatan untuk kabur dan segera masuk ke dalam mobil. Polisi pun mengejarnya dengan mengikuti jalan kecil. Jin Kyu bisa bersembunyi didalam pakiran gedung dan menghindari dari polisi. 

Dan Ah sudah menunggu dirumah sakit, Jin Kyu datang dengan nafas terengah-engah. Dan Ah mengomel karena Jin Kyu yang datang telat.  Jin Kyu menarik Dan Ah pergi karena Polisi sedang mengejarnya. Dan Ah didepan rumah sakit binggung, ingin tahu alasan Polisi mencari Jin Kyu.
“Lebih jelasnya, aku difitnah.” Kata Jin Kyu. Dan Ah tak percaya meminta Jin Kyu agar mengatakan saja semuanya.
“Aku bilang yang sebenarnya. Aku tidak melakukannya. Tapi semuanya sudah berubah... Sungguh. Tolong percayalah. Percayalah selama satu jam sampai aku mendapatkan uangnya.” Kata Jin Kyu memohon. 

Saat itu Kang Soo datang menahan Jin Kyu agar tak kabur, tapi Jin Kyu menyuruh Kang Soo menyingkir dari tempatnya. Kang Soo mengaku tak punya waktu berurusan dengan brengsek gila seperti Jin Kyu. Jin Kyu pun menyuruh Kang Soo untuk memukulnya saja bahkan koma!
“Hentikan...” teriak Dan Ah. Kang Soo mengumpat kalau Jin Kyu Si brengsek itu penjahat dan sampah.
“Tolong percayalah... sekali ini saja.” Pinta Jin Kyu. Kang Soo pikir Kang Soo hanya main-main dan siap memukul.
“Hentikan atau kau akan terluka.” Ancam Dan Ah agar Kang Soo tak mendekat.
“Lakukan yang kau mau. Pelintir lenganku dan kakiku. Aku akan merangkak walau kau ingin melintirnya.” Ucap Kang Soo ingin Jin Kyu segera ditahan.  Dan Ah bisa memberikan dua kali tendangan yang membuat Kang Soo hanya bisa merangkak kesakitan.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09