PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Minggu, 10 Desember 2017

Sinopsis Oh My Venus Episode 16 Part 2

Joo Eun membanting tubuhnya diranjang karena merasakan lelah, Young Ho mengucapkan terimakasih dengan memijat kaki pacarnya. Joo Eun menanyakan apakan nanti keluarga tak menganggap aneh dengan tingkah lakunya. Young Ho sadar Joo Eun memang aneh tapi berhasil membuat keluarganya tertawa, karena selama ini tak pernah melihat keduanya tertawa. Joo Eun menghela nafas panjang, Young Ho menopang badanya dengan tangan.
Semakin aku mengenalmu, aku semakin kagum padamu.” Ungkap Young Ho lalu melirik si anak boneka dengan wajah sedih
“Aku mengerti, itu semua Karena osteosarcoma, 'kan? Itulah kenapa kau masih ragu untuk jadi ayah, benarkan?” kata Joo Eun, Young Ho ikut membaringkan tubuhnya disamping Joo Eun.
Saat aku kecil, aku selalu menyalahkan ayahku. Karena Dialah yang menyuruhku operasi saat masih kecil Dan rasanya sangat sakit. Tapi Dia terus memaksaku untuk menjalani pengobatan itu. Lalu aku bersumpah bahwa aku tak ingin menjadi seperti dia. Tapi, saat aku memikirkannya lagi bukannya aku tak ingin hidup seperti ayahku. Tapi, aku tak yakin bisa hidup sepertinya.” Cerita Young Ho, Joo Eu memiringkan badanya agar memandang lebih dekat pacarnya.
Aku sudah mencarinya di internet. Kemungkinan penyakit itu menurun sangatlah rendah.” Kata Joo Eun meyakinkan.
Penyakit bisa menakutimu hanya dengan kemungkinan kecil itu saja. Saat sakit semuanya jadi kacau. Tak hanya anak yang sakit, tapi orang tuanya juga akan terluka. Dan hal itu akan membuatmu menderita, Kang Joo Eun.” Ungkap Young Hoo
Joo Eun pikir walaupun begitu mereka harus mencobanya dan harus yakin bisa  melaluinya, dan hidup memang seharusnya seperti itu. Young Ho terdiam seperti tak yakin, Joo Eun memeluk lengan Young Ho, mengatakan kalau Tak ada yang pasti dalam hidup bahkan ketika mereka berjalan bisa saja tersandung kerikil dan untuk saat ini mereka harus menikmatinya dan tak perlu takut dengan masa depan.

Young Ho memiringkan tubuhnya dengan mata berkaca-kaca, lalu mengungkapkan Joo Eun memang sudah membuatnya gila. Joo Eun yakin Seorang anak perempuan akan mewarisi keseksiannya Dan seorang anak laki-laki yang mewarisi sikap berani ayahnya.
Aku ingin memiliki anak yang seperti itu. Kita akan tumbuh bersama mereka. Aku akan berkata "Lihatlah ayahmu,". Lalu menceritakan hari-hari kami padamu. Aku ingin mendengar mereka memanggilmu, "Ayah."” Ungkap Joo Eun terlihat sangat bahagia dengan impianya. Young Ho memeluk erat Joo Eun dalam dekapanya.
Sepertinya, aku tak akan menang melawanmu, Kang Joo Eun.” Ungkap Young Ho menyerah. Joo Eun lalu menanyakan apakah mereka akan memiliki anak perempuan atau laki-laki, atau bisa juga kembar. Young Ho tersenyum memeluk erat Joo Eu kalau mungkin mereka akan memiliki anak kesebelasan dengan begitu hidup mereka akan ramai. 

Sekotak bubur dan juga susu ada di atas meja makan, Soo Jin masuk kerumah membiarkan dan memilih untuk masuk ke dalam kamar. Ia melihat cincin pemberiaan dari Woo Shik dan sepatu bayi sebagai harapan dari pacarnya. Ingatanya kembali saat Woo Shik menyatakan cinta dengan mengatakan “Untuk masa depan kita yang cerah. Meskipun aku sudah sangat terlambat, tapi mulai sekarang, waktuku adalah milikmu.Dan memasangkan cincin di jari manisnya.
Perkataan Dokter juga kembali teringat “Mungkin anda tidak bisa hamil.” Yang membuatnya menahan air mata dan meremas jarinya karena tak bisa mengandung anak dari Woo Shik. Soo Jin terdiam mengingat semua yang menjadi masalah dalam hidupnya sekarang. 

Woo Shik berdiri didepan rumah Soo Jin, sudah membuka password pintu dan akan menekanya, tapi akhirnya memilih untuk meninggalkan rumah Soo Jin. Ketika mengendarai mobil, pikiran Woo Shik mengingat perkatan dokter tentang Soo Jin.
Oh Soo Jin tidak hamil.Dia akan kesulitan untuk memiliki anak.
Di kantor Woo Shik mengingat ucapan Soo Jin terakhir kalinya, “Aku tidak hamil, Tak ada alasan kenapa aku bisa hamil. Aku juga tak ingin hamil. Menutupi kebohongan kalau memang ada penyebab tak bisa hamil. 

Tuan Kim duduk diatas tempat tidur rumah sakit sambil membaca berkas, ketuka pintu terdengar dan menyuruh agar masuk. Young Ho menemui ayahnya dan mengambil berkas yang sedang direvisi, Tuan Kim binggung melihat anaknya yang datang kerumah sakit dan mengetahui penyakitnya.
Beberapa saat kemudian, Young Ho duduk memeriksa berkas sementara Tuan Kim berbaring. Ayahya bertanya bagaimana anaknya bisa tahu. Young Ho pikir sudah seharusnya mengetahuinya sebagai anaknya. Tuan Kim menatap anaknya dengan senyuman dan Young Ho kembali memeriksa berkas Gahong. 

Suster menganti botol cairan infus dan dokter memeriksa kondisi Tuan Kim, setelah itu pamit pergi. Young Ho pun pamit pulang pada ayahnya, Tuan Kim tak bisa menatap wajah anaknya mengucapkan terimakasih. Young Ho tersenyum mendengrnya.
Bunyi ketukan pintu terdengar, Young Ho menyuruh agar masuk. Hye Ran dan Young Joon masuk ke dalam ruang rawat. Tuan Kim menutupi rasa kaget melihat istri dan juga anaknya. Young Ho mendekati keduanya mempersilahkan Hye Ran agar menjaga ayahnya.
Young Joon menyapa Young Ho dengan panggilan Direktur Kim, Young Ho menegaskan dirinya bukan Direktur bagi Young Joon, lalu menepuk pundaknya agar memanggilnya “hyung” setelah itu berkomentar adiknya itu perlu banyak olahraga dan akhirnya keluar dari ruangan. Young Joon tersenyum bisa diakui adik oleh kakak tirinya. 

Hye Ran duduk dikursi menatap suaminya, Tuan Kim memanggil anaknya, menyuruh agar memilih jurusan kedokteran karena ia senang apabila anaknya bisa menjadi dokter. Young Ho tersenyum mengerti karena ayahnya memilihkan jurusan untuknya. Tuan Kim bisa memberikan senyuman pada keduanya, Hye Ran dan Young Joon pun bisa tersenyum. 

Young Ho memeriksa denyut nada Nyonya Kwon dengan jamnya, Nyonya Kwon pikir untuk apa Young Ho datang ketika Joo Eun tak ada dirumah. Young Ho melihat tangan Nyonya Kwon terkilir ketika terakhir kali datang ke rumah. Nyonya Kwon bangga karena calon menantunya datang sengaja hanya ingin memeriksanya. Young Ho meminta agar Nyonya Kwon pergi ke dokter dan tak boleh berkerja terlalu keras.
Nyonya Kwon mengerti akan mendengarkan apa yang calon menantunya bilang. Young Ho berpesan pada Nyonya Kwon untuk memperban tanganya apabila terasa sakit maka sakitnya akan hilang.  Nyonya Kwon mendengar dari cerita Joo Eun kalau Young Ho sakit parah. Young Ho terdiam mendengarnya, ada raut wajah kesedihan.
Hidup memang seperti itu. Jika kau tak bisa merasakan sakit, itu artinya kau bukanlah manusia.” Pesan Nyonya Kwon
Terima kasih telah melahirkan Kang Joo Eun Dan mengijinkanku menikahinya.” Kata Young Ho memegang tangan Nyonya Kwon
Tolong jaga anakku, calon menantuku!” ujar Nyonya Kwon, Young Ho meyakinkan sudah pasti akan menjaganya. 

Soo Jin menyetir mobilnya dengan tatapan kosong, pikiran melayang ketika Woo Shik memberikan hadiah sekotak coklat sebagai ucapan selamat atas kelulusanya. Setelah itu memberikan pukulan pada pria brengsek yang merendahkan harga dirinya ketika bertubuh sangat gemuk dan mengajaknya pergi dengan memegang tanganya.
Woo Shik datang mengaku baru saja bertemu satu jam yang lalu tapi sudah merindukannya lagi. Soo Jin menatapya dengan rambut masih basah, Woo Shik mengaku sangat merindukan sampai tak bisa lagi menunggu esok.

Ketika di cafe, Woo Shik mengaku sebagai pria terkejam sekarang dan mungkin jahat padanya. Woo Shik menunggu Soo Jin didepan apartement karena tak mengangkat telpnya.
Woo Shik sadar, Soo Jin tahu dirinya bukan pria yang baik tapi tetap menunggunya dan memuji tak pernah berubah. Soo Jin tak bisa menahan tangisnya karena menahan perasaanya. Woo Shik menyetir mobilnya, teringat saat dimobil meminta maaf pada Soo Jin tapi komentar Soo Jin dingin karena kata-kata itu yang diidamkan semua wanita. Ketika ada di bar, Soo Jin melepaskan tanganya ketika akan dipegang Woo Shik.
Kau mau minta maaf lagi? Kenapa kau tak mengatakan maaf lewat telepon saja sekarang?” ucap Soo Jin dingin
Terjadi perang dingin dan Woo Shik kaget Soo Jin datang ke kantor polisi sebagai pengacarnya. Setelah mengetahui Soo Jin sebagai pengacara Young Ho dan tak memberitahunya, Soo Jin menegaskan mereka hanya pelukan dan ciuman saja, bahkan ada hubungan yang dijalan selama 15 tahun akhirnya putus dan apakah mungkin hubungan mereka akan bertahan lama.

Mereka berciuman di kolam renang dan Soo Jin mengodanya dengan menurunkan jubah tidurnya, mengajak Woo Shik untuk masuk. Soo Jin masih gemuk menyapa Woo Shik sebagai pacar Joo Eun dan melihat tanganya terluka setelah memukul pria brengsek.
Woo Shik mengingat semua kenangan dengan Soo Jin dari mulai kuliah dan badan masih gemuk sampai berubah drastis dan menjadi pengacara handal. 

Soo Jin berjalan sendirian keluar dari rumah sakit, Woo Shik datang memberikan jaketnya dan membalikan badan Soo Jin agar menatapnya. Lalu menanyakan kenapa Soo Jin pergi sendirian sambil merapatkan jaketnya, Soo Jin hanya menatapnya. Woo Shik menanyakan keadaan Soo Jin sekarang, Soo Jin teringat saat Woo Shik menanyakan keadaan dan mengatakan kalau ia baik-baik saja.
Kali ini aku akan mengatakan "Maaf" sekali lagi. Aku memang egois.” Akui Woo Shik, Tangis Soo Jin tumpah.
Aku mencintaimu, Soo Jin. Menikahlah denganku.” Kata Woo Shik melamarnya dengan senyuman.
Soo Jin tak bisa lagi menahan tangisnya, Woo Shik pun memeluknya sambil mengusap punggungnya agar Soo Jin tak menangis lagi. Setelah itu keduanya berjalan di tengah ilalang dengan wajah bahagia dan saling bergandengan tangan

Joo Eun dan Young Ho jogging bersama di sungai Han, dengan nafas terengah-engah Joo Eun tahu mereka akan permotretan esok  dan hanya ingin berolahrga ringan saja tapi Young Ho malah memilih lari seperti ini.
Young Ho berlari mundur mengatakan dengan cara berlari seperti itu adalah cara yang terbaik agar terlihat segar. Joo Eun berpikir wajahnya terlihat pucat, Young Ho menjelaskan Jika keringatnya keluar maka akan mendapatkan udara segar, bukan hanya tubuhnya yang sehat tapi sel kulit matinya akan terangkat.
Joo Eun kesal pacarnya itu tetap tak memberika keringanan, Young Ho menegaskan Joo Eun tak boleh mengeluh saja karena tak ada yang menyangka wanita seperti Joo Eun bisa mendapatkan pria seperti dirinya, lalu melarikan diri. Joo Eun berteriak kesal mengejarnya. Young Ho mengandengnya agar berlari bersama-sama. 

Ji Woong, Joon Sung, Ketua Min dan Young Ho siap dengan jas yang terlihat sangat rapi. Lalu semua melonggo melihat Joo Eun dengan mini drees merah bertotol dan juga mahkota kecil dibagian atasnya berjalan mendekati semua pria dengan wajah malu-malu.
Kang Joo Eun yang berhati lembut dan baik, bukannya lebih cocok memakai gaun berwana putih saja?” komentar Young Ho
Memangnya ada hukum yang mengharuskan pengantin memakai gaun putih?” balas Joo Eun lalu mengatakan mereka akan memulai dan mengajak ketua Min agar ikut. 

Ketua Min terlihat tegang, Ji Woong meminta agar ketua Min bisa rileks saja. Pemotretan dimulai, semua mulai bergaya Joo Eun terlihat paling bersemangat dengan gaya centilnya, Ketua Min masih tetap saja memasang wajah kakunya, tanpa senyuman.
Ji Woong berusaha mengelitiki Ketua Min agar bisa tertawa, akhirnya Ketua Min bisa memberikan senyuman untuk foto prewed. Ji Woong pun memberikan aba-aba untuk pasangan pengantin Joo Eun dan Young Ho dengan gaya jari telunjuk dan jempol disatukan, lalu membentuk love dengan jari-jari .
Setelah itu seperti bridemaid, Ji Woong, Joon Sung dan Ketua Min bergaya didepan kamera. Keduanya sempat membuat Ketua Min tertawa dengan mengelitiknya tapi Ketua Min tetap saja kaku, hanya mengangkat dua jari tanganya. Joo Eun seperti ratu dalam sehari dengan gaya para pria yang memujinya sambil berlutut 

Semua berganti kostum, dengan pakaian olahraga. Joon Sung, Ji Woong, Ketua Min mengunakan pakaian fighting, sementara Joo Eun dan Young Ho memakai pakaian Jitsu. Permotertan dimulai dengan gaya saling meninju, antara Joon Sung, Ji Woong dan Ketua Min. Lalu Joo Eun dan Young Ho melakukan teknik Jitsu dengan senyuman, Tiga pria yang melihat berteriak  menyuruh mereka untuk berciuman dengan teknik Jitsu. 

Cerita Joo Eun, Young Ho, Soo Jin, Joon Sung Yi Jin diputar ulang, ketika Joo Eun sengaja terkena cipratan mobil Young Ho setelah pulang dari rumah sakit. Young Ho dikelabuhi Ketua Min untuk kencan buta. Joo Eun menatap badanya yang membesar dicermin, Hyun Woo menutupi cermin agar tak melihatnya supaya tak sedih.
Di restoran, Soo Jin sudah langsing memesang salad tanpa saus. Hyun Woo tertawa mendengarnya karena salad tanpa saus tak enak. Soo Jin menegaskan bukan rasa yang dipentingkan untuknya. Joo Eun yang berubah gemuk hanya menatap sinis pada Soo Jin. 

Yi Jin masuk ke dalam mobil langsung memberikan pilihan untuk menciumnya atau makan malam. Joon Sung berteriak kaget mendengar pilihan itu. Disaat salju turun, Joon Sung membantu membawa ibunya yang keberatan membawa barang.

Joo Eun yang kelaparan mengelus perutanya dengan Min Joon, karena hari ini adalah Kang Joo Eun’s  day. Lalu pergi bersama Young Ho di tempat figur action, Joo Eun foto didepan Hulk, Young Ho dengan batman dan Min Joon bergaya seperti astro boy. 


Hye Ran datang menemui Nyonya Lee baru saja mendatangi makan anaknya, Nyonya Lee terlihat masih sangat dingin. Young Ho baru saja menerima jabatan sebagai Wakil Presdir dan bertemu dengan Direktur Choi yang sudah lama tak bertemu dengan keponakanya, lalu berkenalan dengan Woo Shik dan berjabat tangan.

Young Ho menutup mulut Joo Eun ketika mengetahui tentang Jhon Kim, Joo Eun yang nekat malah menjilat telapak tanganya. Lalu dikamar mandi, Ji Woong mengangkat tanganya mengaku kalau menceritakan sesuatu pada Joo Eun di pesawat.
Joo Eun pun memulai latihan dengan bangga kalau nanti lemaknya akan hilang nanti sambil menepuk perutnya masih banyak timbunan lemak. Ji Woong dan Joon Sung membantunya ketika mulai berlari mengelilingi komplek. Tapi setelah itu Ji Woong merasa kasihan karena berat badan Joo Eun tak turun setelah melakukan latihan.
Yang terjadi malah Joo Eun pingsan ketika ada siaran Live dan banyak pengacara mengunjingnya bahkan ada didalam lift, dengan lirikan sinis mengatakan kalau ia baik-baik saja jadi tak usah menatapnya. Joo Eun panik melihat Young Ho dkk datang kerumahnya, walaupun berusaha menghalanginya tetap saja bisa masuk.
Ketiga datang dengan jas karena Kang Joo Eun’s Day tapi ternyata Joo Eun mengajak pergi makan direstoran cepat saji bukan candle light dinner seperti yang lainya. Young Ho pun ditarik agar masuk ke dalam restoran lalu Young Ho membentangkan tangan seperti caranya agar Joo Eun memeluknya. 

[Musim panas 2016]
Joo Eun berjalan dibandara sambil menelp nenek Lee memberitahu baru saja sampai di Bandara dan akan segera datang. Ji Woong tiba-tiba datang memberikan hormat seperti tentara melapor untuk bertugas. Lalu keduanya saling berpelukan, Ji Woong pun bahagia melihat Joo Eun lama tak bertemu dan tambah cantik.
Young Ho terjun ke dunia kesehatan. Dia semakin peduli pada orang-orang yang berada dalam bahaya dan Dia satu-satunya pelatihku di dunia ini. 3 bulan sebelum pernikahan kami. Dia ke daerah banjir untuk memberikan bantuan medis.
Keduanya menunggu di pintu kedatangan, Joo Eun binggung karena Young Ho belum juga keluar. Dari belakang memanggil nama keduanya, ternyata Young Ho dan Joon Sung sudah berdiri dibelakang mereka.
Pada hari dia kembali...
Young Ho kaget melihat Joo Eun kembali gemuk dan kacamatanya, Joo Eun membuka jaketnya memberika surpise dengan memberikan pita pada perutnya, memberitahu sudah hamil 3 bulan. Young Ho makin kaget, Joon Sung langsung memberika selamat, Ji Woong bahagia karena mereka akan menjadi paman.

Dengan senyuman bahagia, Young Ho tak percaya lalu memeluk Joo Eun dan kembali bertanya berapa usia kehamilanya. Joo Eun mengatakan sudah 3 bulan, Young Ho melihat tubuh Joo Eun berubah banyak, bertanya berapa kilo beratnya sudah naik. Joo Eun mengatakan 26 kilo, semua karena harus cukup istirahat dan makan makanan yang bergizi untuk bayi-bayi mereka sambil mengelus perutnya.
Young Ho binggung Joo Eun menyebut bayi-bayi, Joo Eun membisikan bayi mereka itu kembar. Bukan hanya Young Ho yang bahagia tapi Ji Woong dan Joon Sung juga senang. Young Ho mengaku senang tapi menurutnya Joo Eun tetap harus olahraga.
Joo Eun memberitahu selama ini makan makanan sembarangan, tapi bayi mereka itu harus makan bergizi. Young Ho menegaskan kalau berat Joo Eun sudah kelewatan, memikirkan dengan nasib gaun pengantinya nanti dan tak mau menunda pernikahan mereka. Joo Eun kesal kalau ia tak ingin juga.

Young Ho panik melihat tubuh Joo Eun semua karena apakah mungkin gaunnya masih muat. Joo Eun pikir masih muat karena inilah wujud asli dari Venus, kalau ia adalah dewi kecantikan dan kesuburan. Young Ho masih tak percaya Joo Eun bisa segemuk lagi. Joo Eun mengatakan bisa melakukan apapun yang diinginkanya. Young Ho merasa Joo Eun itu tak membiarkannya bersantai sedikit, lalu memerintahkan dua anak buahnya membawa kopernya.
Joo Eun merengek dengan memanggil Oppa. Young Ho menariknya kalau mereka harus mengurus masalahnya dulu, karena nanti Joo Eun tidak kesulitan saat melahirkan. Joo Eun mengeluh Young Ho itu lupa dengan "Ciuman Kerinduan" lalu memoyongkan bibirnya.
Young Ho mencubit pipi Joo Eun memujinya tetap imut, lalu menyadari kemana Lesum pipinya. Joo Eun mengelus pipinya kalau nanti lesum pipinya akan kembali, karena pelatihnya itu sudah kembali lalu memberikan lemperan lesum pipi. Young Ho merasa lemah tapi tetap mengajak Joo Eun untuk latihan, Joo Eun cemberut tapi tetap saja bahagia berjalan bersama Young Ho.
Ada ratusan warga "Kim" di Korea. Dan juga banyak nama "Young Ho" di dunia. Memang tampak biasa.Untuk semua pelatih yang ada, terutama kau...
Untuk seorang Venus yang sangat berani di dunia ini...
Sekarang berangkat ke luar angkasa.

Flash Back
Joo Eun kecil sedang berjalan melihat Young Ho duduk dikursi roda seperti sedang berjemur, lalu bertanya apakah terasa sakit, Young Ho mengangguk. Joo Eun mengeluarkan plester lalu menempelkan di atas perban Young Ho.
“Ini Tidak akan sakit lagi.... Percayalah.” Kata Joo Eun
Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Young Ho tak yakin
Jika kau percaya, kau bisa melakukannya.” Ucap Joo Eun, Young Ho menatap plester yang tertempel dan tersenyum.  

Joo Eun tersenyum mengetahui nama Jhon Kim dan bisa mengubah penampilanya. Young Ho menatap Joo Eun yang mempercayai Jhon Kim bisa mengubahnya. Joo Eun sudah menjadi langsing, dengan memeluknya mengajak Young Ho pergi keluar angkasa miliknya, Young Ho seperti merasa nyaman ketika kesusahan ada didekat Joo Eun.
Young Ho menolong Joo Eun yang ketakutan ditengah hujan deras, lalu mengakui kalau ia adalah Jhon Kim dan  melihat lesum pipi setelah ditinggal selama beberapa hari. Berciuman didepan kedai coffee dan Joo Eun melihat dirinya terluka dan pengakuan pada Ketua Min kalau Joo Eun adalah pacarnya. Joo Eun yang membuat dirinya hangat lalu berpelukan didepan gedung setelah terpisah selama 1 tahun.

THE END

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Sinopsis Mrs cop Episode 6 Part 1

All images credit and content copyright : SBS


Pagi hari, Do Young sudah menuliskan penjelasan pada papan
“Perkiraan waktu kematian, dua orang yang berada di villa Lee Eun Jung. Salah satunya adalah Professor Jung Il Ha, yang berselingkuh dengan korban Dan seorang karyawan yang bekerja di toko bunga korban. Ia bernama Kang Ji Yeon.” jelas Do Young
‘Urusan ini ... selalu menjadi masalah.” komentar Jae Duk
“Benar. Penyelidikan kita menunjukkan bahwa istrinya tahu tentang perselingkuhannya dengan Lee Eun Jung Dan ia berencana untuk mengakhirinya dengan Profesor Jung Il Ha. Sedangkan Profesor Jung Il Ha memohon Lee Eun Jung untuk tidak mengakhirinya” ungkap Do Young dengn penuh keyakinan
Jae Duk berkomentar kalau istri Prof Jung itu sangat cantik dan terlihat baik, menurutany Prof Jung itu sangat diberkati memiliki istri seperti itu. Se Won rasa Eun Jung juga cantik bahkan terlihat seperti model juga.
“Jung Il Ha memiliki motif yang jelas untuk membunuh Lee Eun Jung. Dan juga, Aku menemukan saksi yang melihat mereka bertengkar beberapa hari yang lalu.”Kata Do Young
“Kapan kau bertemu saksi?” tanya Jin Won bingung. Do Young mengaku sudah melakukannya sendiri kemarin.
“Tapi seorang profesor di Universitas cukup berpendidikan. Jika ia membunuh wanita yang berselingkuh dengannya, ia akan menjadi tersangka utama. Apakah dia benar-benar membunuhnya begitu mudah?” ucap Jae Duk ragu
“Karena dia begitu berpendidikan, ia sangat pintar menghilangkan semua bukti dan jejaknya.”jelas Jin Won
Do Young setuju, karena terbukti tidak ada senjata pembunuhan ditemukan di tempat kejadian. Jae Duk berandai-andai pelakunya adalah Professor Jung Il Ha, tapi bukti fisiknya telah hilang. 
Young Jin memberikan sebuah berkas pada Jae Duk lalu memberitahu kalau pelakunya bukan Prof Jung, semua pun langsung kaget. Do Young langsung protes karena pria itu memiliki motif yang pasti dan bukti yang jelas.
“Mengapa bukan professor Jung Il Ha pelakunya? Berdasarkan atas dasar apa? Karena jika ketika kau pergi untuk bertanya pada seseorang? Apakah kau percaya apa yang dikatakan orang yang dengan mudah?” ucap Do Young menuduh

“Aku tidak percaya apa kata orang.”kata Young Jin tertawa. Do Young tetap penasaran alasan Young Jin malah mematahkan dugaannya.
“Berhenti marah dan coba lihat ini.” perintah Young Jin dengan nada tinggi.
“Professor Jung meninggalkan rumah korban pukul 00:40 dan Lee Eun Jung lalu mengirim pesan teks pukul 00:12. Jika Profesor Jung telah membunuh Lee Eun Jung maka pesan teks Kang Ji Yeon yang menerimanya....” ucap Jae Duk dan langsung di lanjutkan oleh Se Won
Se Won menduga pesan telah dikirim oleh orang yang sudah mati, Jae Duk pun menanyakan pada Do Young apa pernah melihat orang yang sudah mati mengirim pesan teks. Do Young melihat berkas merasa kalau seseorang  dapat mengirim teks terjadwal saat tertentu.
“Daftar panggilannya akan menampilkan informasi itu Dan pesan yang dikirim secara real time.” jelas Se Won
“Aku rasa  sebabnya. Jung Il Ha keluar dari daftar tersangka.” kata Jae Duk
“Hei, Min Do Young. Kemauan, semangat, dan gairah semuanya besar untuk seorang Rookie Kejahatan yang hebat. Tapi Ayo kita setidaknya memeriksa dokumen dasar, oke? Apakah akan benar untuk menyalahkan seorang pria yang tidak bersalah seperti itu?” tegur Jae Duk. Do Young hanya bisa menunduk dengan mengucapkan permintaan maafnya.
“Han Jin Woo, Jangan terlalu menyelidiki Professor Jung tapi periksalah lebih dalam identitas Kang Ji Yeon. Dan Jae Duk, Kau selidiki lebih dalam orang-orang yang mengenal Kang Ji Yeon.” perintah Young Jin.

Di mobil
Do Young masih terlihat kecewa. Jin Woo menasehati Do Young untuk tidak membuat penilaian sendiri dan bertindak semaunya karena ia adalah senioranya jadi berbicara lebih dulu padanya. Do Young hanya bisa mengucapkan permintaan maafnya karena tak tahu.
“Kau hanya mencoba melakukannya yang terbaik, jadi jangan merasa terlalu bersalah. Tak seorangpun langsung menjadi yang terbaik langsung seperti kelelawar. Kau dapat belajar perlahan-lahan dengan melihat seniormu.” ucap Jin Woo
“Kau masih harus melihatku sebagai hanya petugas perempuan.Aku bersyukur bahwa kau berbicara kepadaku dengan cara seperti ini, namun Aku merasa seperti kau sedang baik hanya karena aku perempuan dan itu sangat tidak nyaman.”ungkap Do Young
“Lalu, apakah kau seorang pria?” ejek Jin Woo
“Tidak ada pria atau wanita dalam Divisi Kejahatan Kekerasan. Apakah tidak ada sunbae dan hobae?” balas Do Young, Jin Woo hanya bisa memalingkan wajahnya tanpa mau membalas.

Di depan sebuah apartement, Do Young mencoba menekan bel beberapa kali tapi tak ada yang menyahut dan berpikir tak ada orang didalam. Jin Woo mengedor pintu berteriak kalau ia adalah penghuni yang mengeluh karena pipa air yang bocor, tetap saja tak ada yang menyahut.
Akhirnya mereka keluar dari apartement, Do Young melihat suatu kejanggalan kalau tirai dilantai atas tadinya terbuka tapi sekarang malah tertutup. Jin Woo melihat lalu merasa juniornya itu lebih perseptif dengan penglihatannya.
Keduanya akhirnya masuk kembali dengan menemui penjaga dan memintanya supaya menghubungi kamar yang mereka tuju dengan berpura-pura kalau mobilnya menutupi jalan mobil lainnya. Do Young dan Jin Woo tersenyum karena bisa membuat Kang Ji Yun keluar. 

Seorang wanita muda keluar dari lift menuju parkiran, Do Young langsung memanggil Ji Yeon, terlihat wanita muda itu ketakutan bertanya siapa yang memanggilnya.
Jin Woo langsun menegurnya karena tak membuka pintu padahal sedang ada dirumah. Ji Yun memilih untuk cepat masuk ke dalam mobilnya dan. Do Young berusaha mengedor pintu mobilnya, tapi Ji Yun malah meninggalkan parkiran dengan cepat.
Sementara Jin Woo hanya bisa menghela nafas karena harus mengejar lagi, tiba-tiba ia sudah berdiri tepat di jalur mobil Jin Yun yang bergerak dengan cepat. Do Young hanya bisa menutup matanya karena Jin Woo bisa saja tertabrak, Ji Yun yang mengemudi dengan panik akhirnya membanting stir ke arah tumpukan bekas kotak buah.  
Keduanya terlihat bisa bernafas lega, Do Young langsung berlari mengumpat Jin Woo sudah gila lalu mencoba mengendor pintu mobil Jin Yun untuk memastikan apakah keadaannya baik-baik saja. 

Ji Yun akhirnya di periksa oleh dokter, Do Young melirik sinis pada seniorana dengan kesal, Jin Woo menegaskan dirinya itu tidak gila jadi menurutnya Do Young tak perlu mengkhawatirkanya.
“Lalu kau sangat sembrono atau benar-benar berani?” ucap Do Young
‘tadi ... Aku hanya membeku dalam ketakutan.” kata Jin Woo
“Kau yakin tidak tampak takut kepadaku?” ejek Do Young
Jin Woo yang melihat dokter selesai memeriksa Ji Yun menanyakan keadaanya, Dokter memberitahu Jin Yun hanya sedikit terkejut, tapi tidak ada yang salah dengan dirinya. Jin Woo lalu bertanya apakah ia bisa memborgolnya, Dokter pun mengangguk lalu pergi meninggalkannya. 

Di ruang interogasi
Ji Yun sudah di borgol, Jin Woo menanyakan apakah Ji Yun langsung datang setelah menerima SMS dari Lee Eun Jung. Ji Yun membenarkan dengan gugup.
Jin Woo membahas tentang Jin Yun mengatakan pintunya terkunci  dan tak ada yang membuka pintu setelah membunyikan bel pintu jadi ia langsung kembali ke rumah. Young Jin dkk mendengarnya dari ruang kontrol dan Jin Yun pun membenarkan.
“Kenapa kau tidak pergi ke toko bunga itu pada hari berikutnya?” tanya Jin Woo, Ji Yun mengatakan alasannya merasa tidak sehat.
“Mengapa kau mencoba untuk melarikan diri dari kami, ?Kau berlari dan hampir menabrakku” kata Jin Woo, Jin Yun langsung meminta maaf
“Jadi maaf tidak masalah sekarang. Mengapa Kau mencoba untuk melarikan diri?”teriak Jin Woo, Ji Yun langsung tertunduk menahan tangis mengatakan ia takut

“Apa yang Kau takuti? Karena kami polisi? Lihat ke sini, Kang Ji Yun. Kau perlu mendengarkan dengan seksama. Pertama, bosmu yang menelepon agar ke tempatnya larut malam dan tidak membuka pintu. Kedua, hari berikutnya kau tiba-tiba sakit dan harus melewatkan hari kerja. Dalam kedua situasi ini, Kau tahu apa yang kau lupakan?” jelas  Do Young, Jin Yun menatapnya.
“Telepon... Dia mengatakan kepadamu untuk datang dan kau pergi, tapi dia tidak membuka pintu. Orang normal akan menelpon, jika tidak ada jawaban bel pintu. Namun, Kau tidak membuat satu panggilan. Kebanyakan orang akan menelpon kalau bekerja jika hari ini sakit. Mereka menginformasikan bahwa dirinya sakit. Namun, Kau tidak membuat panggilan. Mengapa hal itu terjadi?” ucap Do Young memperlihatkan rekaman telp
Ji Yun telihat hanya bisa menangis,  Do Young dengan nada tinggi merasa dengan pengakuan Ji Yun bahwa ketika tidak ada yang membuka pintu jadi ia tidak perlu menelepon karena menurutnya Ji Yun masuk ke dalam dan membunuhnya Dan itu karena Lee Eun Jung sudah mati jadi Jin Yun tidak perlu menelepon mengatakan tidak akan berada bekerja hari itu.
“Kapten, jika kita mendapatkan pengakuan apakah ini akan game over.” ucap Jae Duk
“Aku berpikir kita tidak akan dapatkan pengakuannya.” komentar Young Jin

Ji Yun sambil menangis merasa saat itu Eun Jung tertidur bosnya itu orang yang sangat sensitif dan selalu mengalami kesulitan tidur, jadi ia hanya membunyikan bel sekali dan tidak meneleponnya. Jin Woo menanyakan alasan Jin Yun tidak meneleponnya di pagi hari.
“Aku merasa tidak enak badan dan bangun terlambat. Badanku terasa sangat tidak enak jadi aku tidak berpikir untuk menelepon.” jawab Jin Yun
“Lalu mengapa Kau mencoba untuk melarikan diri dari kami?” teriak Jin Woo
“Kau tidak mengatakan bahwa kau polisi! Aku pikir kau seorang Perampok. ucap Jin Yun
“Kau harap kami akan percaya? Haruskah Aku membiarkan orang lain mendengar apa yang Kau katakan? Apakah Kau pikir salah satu dari mereka akan percaya dengan air matamu?” teriak DoYoung
‘Aku tidak membunuh Eun Jung. Bukan aku. Aku benar-benar mengatakan bukan aku pembunuhnya.” ucap Jin Yun dengan menatap DoYoung dan Jin Woo, Jin Young melihat dari ruang kontrol seperti sudah tahu hasilnya akan seperti itu. 

Young Jin datang ke sel tahanan dengan membawakan roti dan susu, setelah itu memperlihatkan foto-foto anak remaja pada dua pria yang melakukan penjualan wanita. Setelah itu bertanya apakah mereka mengenal wanita itu, Dua pria itu terdiam.
“Kau tidak tahu salah satu dari mereka? Aku kira kau tidak akan bicara Kau melarikan mereka dan mengecat wajahnya dengan berton-ton make up. Bagaimana bisa kau tidak mengenali mereka? Jadi Gadis-gadis yang kau serahkan kepada bos kalian Apakah kau benar-benar tidak pernah mendengar dari mereka?” ucap Young Jin, Si pria membenarkan
“Mengapa Kau tidak berpikir tentang ini?”kata Young Jin
“Aku mendengar mereka pergi ke Jepang.” ucap Si Pria botak
“Jepang? Mengapa Kau baru mengatakannya sekarang? Bagaimana Kau tahu mereka akan dikirim ke Jepang?”tanya Young Jin
“Ada satu gadis yang kami kirim kepada bos mereka yang akhirnya datang kembali. Gadis yang memiliki surat perintah penangkapan dirinya. Jadi dia tertangkap ketika mencoba untuk meninggalkan negara itu.” cerita si rambut pirang
“Gadis itu berbohong kepada kami bahwa dia tidak memiliki catatan kriminal dan kami harus memberikan uangnya kembali. Kami melalui begitu banyak kesulitan.” keluh si pria plontos.
‘Kau bajingan, masih bisa membicarakan hal yang tidak masuk akal dengan ku!! Siapa Namanya?” tanya Young Jin
“Jang Eun Young.” ucap si pria plontos dengan wajah tertunduk. 

Young Jin tiba-tiba mengajak Joon Ho kesebuah restoran yang terlihat sangat private sampai-sampai Joon Ho merasa selera wanita polisi itu telah banyak berubah menurutanya Jika seseorang melihat mereka ditempat itu maka, dipikiran orang-orang itu pasti sedang berkencan.
“Apa yang Kau inginkan dariku dan mengapa kita makan di tempat seperti ini?” tanya Joon Ho seperti sudah tahu tujuan Young Jin mengajaknya makan ditempat itu
“Apakah Kau menjalani hidupmu dalam kecurigaan dari dalam segala sesuatu? Bukankah itu melelahkan?” ejek Young Jin
“Kau mengatakan bahwa polisi adalah seseorang yang seharusnya punya rasa curiga terhadap orang lain.” kata Joon Ho mengingatnya

“Apakah Kau ingin mengingat hal-hal yang tidak berguna dan menjalani hidup seperti itu? Inilah sebabnya mengapa Kau masih belum menikah. Seorang pria harus tahu kapan harus berpura-pura tidak melihat atau mendengar sesuatu. Dia seharusnya lebih peka dan toleran. Dengan cara itu seorang wanita akan ingin dalam pelukannya dan sebagainya.” komentar Young Jin dengan nada mengejek
Joon Ho merasa Young itu ingin dipeluk karena sedang kesepian. Young Jin mengejeknya sudah tak ada ruang dengan dada Joon Ho yang sekecil burung. Joon Ho mengumpat menyuruh Young Jin cepat menceritakan padanya.Young Jin pun menyerahkan berkas yang dibawanya.
“Aku berbicara dengan Divisi Luar Negeri, tapi mereka tidak banyak membantu. Aku pikir akan mendapatkan bantuan dari kepala divisiku yang sukses.” cerita Young Jin
“Apakah kau tidak akan menyelidiki pembunuhan itu? Aku mendengar kau memiliki bukti dan sekarang tidak ada lagi. Apakah Kau mengirimnya ke jaksa seperti itu?” komentar Joon Ho
“Aku melakukannya. Itu sebabnya aku menyerahkan ini di tanganmu. Jika Kau tahu siapa saja dari Interpol di Jepang, selidikilah anak-anak ini untukku, Tuan” kata Young Jin dengan nada memohon .

“Jika Kau akan meminta bantuan, Kau bisa memakai pakaian seksi dan memakai beberapa make up,!” ejek Joon Ho
“Kaulah orang yang selalu memanggilku seorang wanita tua. Apakah Kau bahkan tertarik padaku?” balas Young Jin
Joon Ho lalu mengodanya untuk mengajaknya pergi ke sebuah hotel Young Jin pun langsung mengatakan ia lapar sekarang dan memanggil pelayan. Joon Ho sudah tahu Young Jin iu  mengalihkan pembicaraan.
“Aku cukup serius di sini. Kau bilang aku punya dada sekecil burung. Kita harus pergi dan memastikannya.”ungkap Joon Ho mengoda
“Aku dapat mengetahuinya tanpa melihat.” balas Young Jin
“Kau benar-benar akan mati jika aku memelukmu.” ungkap Joon Ho, Young Jin langsung memberikan pukalan sambil mengumpat kepala divisinya itu berpikiran mesum.

Jin Woo dan Do Young melihat kembali mayat korban dan dokter forensi membperlihatkan sebuah patahan pisau yang tertinggal dileher.  tidak melihatnya sebelumnya karena itu ditujukan ke tulang lehernya. Young Jin pun melihatnya teliti di ruang rapat.
Se Won melihat bagian luka di foto seperti berantakan. Jin Woo menduga lukanya terjadi setelah pisau ditarik keluar dan seperti pisau yang dipaksa ditarik keluar jadi terjadilah bentuk luka yang berantakan.
“Pembunuh sudah terburu-buru. Atau bisa saja panik setelah benar-benar membunuhnya” dugaan Do Young, Young Jin seperti melihat luka korban dan memperagakan tusukan pisau ke arah leher.

Setelah itu bersama Jin Woo mengumpulkan semua alat di toko florist, Do Young datang membawakan sebuah pisau cutter yang sama seperti yang digunakan di tempat itu
“Aku menemukan dari yang dimiliki toko alat tulis. Lihatlah belahan garis ujungnya, karyawan  perempuan itu pasti menggunakan pisau ini.” jelas Do Young
Young Jin pun melihat kalau patahan yang ditemukan dileher korban hampir sama. Akhirnya mereka pergi ke rumah korban dengan mencari-cari disemua sudut, Se Won mencari dibagian lemari kamar Jin Yun dan Young Jin menemukan bungksan permen dilaci meja rias yang cukup banyak. Terdengar teriakan Do Young yang memanggilnya.
Do Young berhasil menemukan sebuah pisau cutter yang dibuang di tempat sampah, Semua pun melihat pisau yang dijadikan alat untuk membunuh korban. 

Do Young memperlihatkan pisau cutter diruang interogasi, terlihat Jin Yun melotot kaget melihat pisau itu. Jin Woo memberitahu pisau itu berasal dari tempatnya dan dari tulang leher Lee Eun Jung  adan potongan pisau cutter ditemukan. Ji Yun tiba-tiba langsung menjerit histeris.
“Kang Ji Yun, ceritakan yang sebenarnya, Jika kau terus bersikeras tidak melakukannya, itu hanya merugikanmu.” ucap Do Young
“Dia sudah mati.” kata Ji Yun ketakutan
“Apa yang dia katakan sekarang?” komentar Jae Duk yang melihatnya dari ruang Kontrol.
“Kau bilang kau hanya membunyikan bel dan kemudian pergi.”kata Jin Woo
Tidak, itu tidak benar. Aku berbohong kepadamu.” kata Ji Yun membela diri, ruangan tiba-tiba terasa hening, 

Flash Back
Jin Yun yang datang setelah membunyikan bel akhirnya masuk ke dalam karena pintu tak terkunci, lalu memanggil Jung Eun sambil melepaskan sepatunya. Tapi betapa kagetnya melihat Jung Eun sudah tergeletak dengan bersimba darah dengan pisau yang menancap dibagian leher.
Jin Woo yang tak percaya berteriak meminta Ji Yun untuk menatap matanya sekarang. Jin Yun menatap Jin Woo dan menyakinkan kalau bukan ia pembunuhnya lalu menangis tersedu-sedu. 

Young Jin datang menemui Ji Yun di sel dengan berdiri didepannya bertanya kenapa ia menangis, apakah itu karena merasa tak adil. Ji Yun mengatakan ia hanya merasa kasihan.
“Mengapa kau meminta maaf? Apakah kau kasihan dengan membunuhnya?” sindir Young Jin
“Aku tidak membunuhnya.” tegas Jin Yun
“Lalu mengapa kamu minta maaf ?” tanya Young Jin
“Aku menarik pisau dari leher Eun Jung. Dia sendirian  dan sudah meninggal, takut, dan kesakitan itu dilakukannya hanya supaya aku bisa hidup. Aku merasa buruk meninggalkannya di sana.” cerita Jin Yun sambil menangis. 

Joon Ho dibinggungkan kembali dengan penyataan Young Jin kalau Ji Yun itu bukan pembunuhnya. Young Jin menegaskan Jin Yun itu tak memiliki motif apapun.
“Bukankah 70.000.000 won terlibat?” ucap Joon Ho
“Aku tidak bisa melihat dia membunuh atau mati tentang uang 70 juta won.” komentar Young Jin
“Aku tidak tahu itu. Sekarang aku akan berasumsi bahwa penyelidikan telah dilakukan dan melaporkan kepada kepala Yum seperti itu dan Kau melaporkan kasus sendiri besok.” kata Joon Ho tak mau tahu
“Kau dapat menunda presentasi sedikit lebih lama?” tanya Young Jin dengan nada mengoda
“Kita punya senjata yg digunakan pembunuh dan kita punya tersangka yg tertangkap pada CCTV di lokasi kejadian. Ditemukan bahwa korban meminjamkan  70.000.000 won pada tersangka. Kita memiliki motif. jadi Permainan berakhir. Mengapa harus menundanya? Ini sangat jelas.” ungkap Joon Ho yakin
Young Jin  merasa ini sangat aneh karena terlalu jelas, menurutnya semuanya terlalu baik ketika tidak ada motif sebenarnya.Joon Ho mengeluh Young Jin itu berpikiran terlalu berlebihan. Young Jin merasa yakin bisa membuktikannya jadi memintanya untuk menunda presentasi kasus laporan lalu buru-buru meninggalkan ruangan, Joon Ho pun hanya bisa berteriak memanggilnya. 

Jin Woo menanyakan alasan mereka harus melepaskan Ji Yun sekarang.  Young Jin dengan santai memberitahu itu karena Kang Ji Yun tidak membunuh Lee Eun Jung.
“Laporan Kang Ji Yun ditemukan kebohongan dan bisa saja itu hanya kebohongan.” komentar Do Young
“Mengapa Kau melakukan ini lagi? Huh? Apakah Kau punya bukti? Lalu siapa pembunuhnya?” ungkap Jae Duk heran
“Kita harus menemukan pembunuh sekarang.” kata Young Jin
“Kita sudah menemukan dan menangkap pelakunya. Siapa yang harus kita temukan sekarang?” ucap Jin Woo binggung
Se Won mengeluh karena seharusnya mereka sudah  melakukan permainan tangga dan merayakannya. Jin Woo dan Do Young akhirnya keluar dari ruangan begitu juga Se Won yang nampak binggung. 

Young Jin melirik pada Jae Duk yang tidak ikut keluar, Jae Duk memohon pada temannya itu supaya memberitahukan alasanya dengan keputusannya, Sehingga bisa menenangkan anak-anak dan membuatnya mengerti.
“Bagaimana Aku bisa memberitahumu ketika aku sendiri, belum tahu?” teriak Young Jin
“Mengapa Kau marah padaku?” komentar Jae Duk heran
Jin Woo dan Do Young akhirnya membebaskan Ji Yun dan saat itu Young Jin keluar dari ruangan dan sempat melihatnya lalu pergi begitu saja. Do Young dengan wajah kesal memberitahu kalau bukan mereka  yang membiarkannya pergi tapi Young Jin yang baru saja pergi meninggalkan ruangan.
“Jika Kau ingin berterima kasih, berterima kasihlah padanya. Dia satu-satunya yang percaya kalau kau tidak bersalah.” ungkap Do Young 

Di cafe.
Do Young masih kesal menurutnya itu tidak benar dengan semua ini, karena semuanya sudah lengkap Bahkan senjata pembunuhan pun ditemukan dan berpikir kalau Young Jin sesuatu yang salah di pagi hari. Jin Woo hanya diam sambil meminum kopinya. Do Young meminta Jin Woo bicara.
“Hei, apa nama minuman ini? Ini sangat manis dan benar-benar seleraku” komentar Jin Woo
“Ini Macchiato Caramel. Jika Kau ingin lebih manis, Kau dapat menambahkan whipped cream di atasnya.” jelas Do Young menjawabnya.
“whipped cream? Kau bisa menambahkannya sekarang?” perintah Jin Woo
“Berapa banyak Aku harus mendapatkan?” tanya Do Young yang kesal berdiri
“Ketika kau marah dan kesal, permen adalah yang terbaik. Jadi, kau minta yang banyak.” ucap Jin Woo
Seorang wanita yang menjaga kasir langsung meminta Do Young untuk membayar 500won, Jin Woo datang memberitahu kalau memang tak bisa lebih baik pergi saja, si wanita yang melihat Jin Woo langsung memberikan whipped cream digelasnya, Do Young hanya bisa melonggo.
bersambung ke part 2


PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.



FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09