PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Tampilkan postingan dengan label Melting Me Softly. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melting Me Softly. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2019

Sinopsis Melting Me Softly Episode 16 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Anak buah Dong Chan memberikan lembaran kertas agar Dong Chan memeriksanya. Saat itu Tuan Hwang menelp memberitahu kalau Uji klinis itu sukses tapi perlu melihat bagaimana hal berkembang dalam 24 jam ke depan.
“Terima kasih, Profesor Hwang.  Sampai jumpa.” Ucap Dong Chan terharu dan langsung bergegas pergi. 

Dong Chan pergi menemui orang tua Mi Ran. Ibu Mi Ran memastikan Apa itu berarti Mi Ran akhirnya akan bisa bangun. Dong Chan membenarkan lalu mengaku ada masalah kalau Mi Ran tidak hanya memiliki hipotermia tapi dia juga harus menjalani operasi.
“Dan masalahnya adalah apakah dia akan bertahan atau tidak. Biasanya diperlukan satu minggu bagi seseorang untuk pulih . dan suhu tubuh mereka kembali normal. Tetapi baginya, itu hanya akan memakan waktu sehari, sehingga jelas akan membebani tubuhnya.” Jelas Dong Chan.
“Apa yang harus kita lakukan?” kata Ibu Mi Ran sedih. Dong Cahn mengaku berpikir tentang apa yang akan dilakukan Mi Ran.
“Dan jika dia punya pilihan untuk memutuskan, maka dia akan memilih untuk bangun dan mengatasi ini.” Kata Dong Chan.
“Ya, dia akan melakukan itu.” Kata Ayah Dong Chan setuju, Ibu Mi Ran pun ikut seuju. 


Di lab, Tuan Hwang memberitahu Sakelar darurat nirkabel akan terhubung  selama 24 jam ke depan dan Mi Ran perlu melakukan operasi walau dalam kondisi seperti itu. Dong Chan memberitahu  mereka  sudah bicara dengan dokter, dan mereka sepakat  untuk membiarkan Profesor Hwang dan Profesor Jo memasuki OR.
“Kami akan memberinya kesempatan  segera setelah kami memasuki OR. Dan ketika suhu tubuhnya kembali normal setelah 30 menit, dia akan diletakkan di bawah anestesi umum dan menjalani operasi.”jelas Tuan Hwang
“Bagaimana jika suhu tubuhnya gagal kembali ke normal dalam 30 menit?” tanya ayah Mi Ran.
“Itu tidak akan terjadi. Kami telah melakukan lebih dari cukup uji klinis. Masalahnya adalah apakah tubuhnya akan tahan atau tidak.” Ucap Tuan Hwang
Kami akan melakukannya, Profesor Hwang.” Ucap Ibu Mi Ran menatap anaknya yang ada dalam tabung.
Mi Ran diberikan obat agar mengembalikan suhu tubuhnya, setelah itu Dokter memulai operasi pada luka Mi Ran. Wajah Dong Chan terlihat tegang di luar ruangan bersama dengan orang tua Mi Ran. Prof Hwang dan Prof Jo keluar dari ruang operasi. 


“Bagaimana operasinya?” tanya Ibu Mi Ran. Prof Jo dan Prof Hwang hanya saling menatap dengan wajah sedih.
“Mengapa dokter tidak keluar?” keluh Dong Chan kesal saat itu Dokter keluar dari ruangan operasi.
“Butuh waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk bangun dari anestesi. Kami akan memindahkannya ke Unit Perawatan Intensif.” Ucap Dokter. Dong Chan terlihat sangat gugup. 

Dong Chan duduk di kamar Mi Ran menatap foto Mi Ran, saat itu seperti merasakan Mi Rang sedang mengajaknya bicara.
“PD Ma... Aku akan baik-baik saja. Aku akan bangun. Jadi jangan duduk di sana dengan tampak sedih  dan bergembiralah.”
Dong Chan pergi ke rumah sakit menunggu didepan ruangan Unit perawatan intensif. Dokter keluar ruangan memberitahu Pupil matanya merespons dan mereka harus pantau keadaan Mi Ran karena Keinginannya untuk bangun paling penting seperti sekarang.
“Dokter... Bolehkah Aku melihatnya?”tanya Dong Chan. Dokter menolak
“Karena takut kontaminasi, kami belum dapat mengizinkan pengunjung mana pun.” Kata Dokter. Dong Chan pun menganguk mengerti. 


Nam Tae datang ke rumah atap, memberikan ponsel kakaknya karena merasa Dong Chan  harus menyimpannya. Dong Chan mengerti dan meminta agar Jangan terlalu khawatir. Nam Tae memeluk Dong Chan menyakin kalau akan segera bangun, jadi bertahanlah dulu.
Dong Chan menepuk pundak Nam Tae menganguk mengerti walaupun hatinya merasa sedih. Ia pun meminta Nam Tae bisa bertahan juga, dan mengingatkan kalau Mi ran yang mencintainya. Nam Tae mengaku sangat mencintainya.

Dong Chan melihat ponsel Mi Ran dan melihat seperti diary di dalam ponselnya.  Mi Ran menuliskan pada kalendernya “Hari pertama di tempat kerja, pertama kali aku menciumnya”
“Hari kami bertukar es krim, hari dia memuji Aku di taman” Dong Cahn melihat diary Mi Ran mengingat kejadian sebelumnya karena ternyata Mi Ran menuliskan moment saat Pertama kali menciumna dan Hari saat Dong Chan memujinya di taman.
“Ini Hari pertama hubungan kami... Pertama kali kami berkencan.” Dong Chan mengingat saat mereka berciuman dan memulai hubungan.
“Kencan di arena skating, pertama kali memanggilku sayang” Dong Chan teringat saat bersama dengan Nam Tae yang bermain ice skating bersama.
Ia melihat tanggal dibagian bawah, Mi Ran menuliskan “Ulang tahun ibu Dong Chan” Dong Chan hanya bisa menangis karena Mi Ran ternyata memang sangat mencintai dirinya dan juga keluarganya. 


Di kantor, beberaapa pegawai membahas kalau Mi Ran merespons dan itu kabar baik. Tuan Park pikir kalau Mi Ran akan segera bangun. Nona Soo yakin Mi Ran pasti bangun. Mereka berharap Mi Ran baik-baik saja dan sangat merindukannya.
 Dong Chan pergi ke Unit perawatan intensif, Dokter keluar ruangan memebritahu Suhunya menurun drastis jadi meminta agar membawa Profesor Hwang.Dong Chan panik dan  ingin tahu bagaimana seberapa buruk itu. Dokter memberitahu suhu Mi Ran 35,4 ℃ jadi  dalam bahaya.


Ibu Mi Ran memasukan baju Dong Chan ke dalam koper, Tuan Ko pikir Ini tidak akan membuat Dong Chan pergi. Ibu Mi Ran pikir Jika Dong Chan menolak, maka mereka harus mengusirnya karean tidak bisa menghancurkan kehidupan pemuda itu.
“Itu tidak bisa diterima.” Kata Ibu Mi Ran. Tuan Ko merasa tak enak hati meminta istrinya agar lebih tenang
“Kita tidak bisa melakukan ini... Kita harus membiarkannya pergi.” kata Ibu Mi Ran.
“Kenapa kau menjadi seperti ini? Dong Chan memberikan segalanya.” Keluh Ayah Dong Chan
“Karena dia sangat baik dan jujur, Mi Ran mengorbankan hidupnya untuknya. Aku yakin ini juga yang dia inginkan.” Kata ibu Mi Ran sambil menangis. 


 Dong Chan masuk rumah mengeluh dengan yang dilakukan Ibu Mi Ran dan bertanya Apa yang sedang dilakukan. Ibu Mi Ran pikir Dong Chan sebaiknya pergi. Dong Chan bertanya ia harus pergi kemana, karena  Mi Ran akan membunuhnya ketika bangun nanti.
“Jangan seperti ini. Astaga... Aku meminta Ibu untuk membersihkan ini, tapi Ibu masih belum bersihkan.” Keluh Dong Chan mengeluarkan bajunya.
“Juga, jangan mencoba mengusir Aku. Jika Ibu terus melakukan ini, aku akan marah. Aku harus kembali ke rumah sakit setelah makan. Mari makan, karena Aku lapar.” Ucap Dong Chan.
Ibu Mi Ran mengeluh dengan sikap Dong Chan. Tuan Ko menenangkan istrinya dan mengajak untuk memasak makanan untuk Dong Chan. Dong Chan akhirnya duduk lemas sambil menangis karena orang tuanya Mi Ran ingin mengusirnya.

Dong Chan tertidur lalu tiba-tiba merasakan Mi Ran kembali bicara padanya “Direktur Ma, suhu tubuhku naik. Kupikir Aku akan menjadi lebih baik. Jadi kau Sabarlah dulu.”
“Profesor Hwang, bisakah Anda datang ke rumah sakit? Suhu tubuhnya naik.” Ucap Dong Chan menelp Tuan Hwang
“Apakah rumah sakit memanggilmu?” tanya Tuan Hwang. Dong Cahn mengaku  Mereka tidak memanggil tapi hanya punya perasaan.
“Aku sedang dalam perjalanan sekarang.. Sampai jumpa.” Kata Dong Chan. 
Dong Chan menunggu dengan wajah gugup didepan ruangan Unit perawatan intensif. Tuan Hwang keluar dengan wajah tak bisa menahan wajah bahagia memberitahu Mi Ran mulai pulih. Dong Chan pun bisa bernafas lega. Mi Ran masih dirawat ruangan intensif. 


Saat malam natal tiba,  Tuan Ko pikir Dong Chan terlambat lalu bertanya pakah dia merekam sesuatu malam ini. Ibu Mi Ran mengingat Dong Chan mengatakan menghabiskan malam di Pulau Jeju. Tuan Ko mengingat kalau Dong Chan akan kembali besok malam, lalu mengeluh jadi pelupa.
“Apa ... Apa yang kau katakan? Apakah... Apakah kamu mengatakan Mi Ran kami ... bangun?” ucap Ibu Mi Ran menerim telp dari rumah sakit. 

Dong Chan sedang membahas lokasi, Tuan Park memberitahu Tempat ini adalah kerucut gunung berapi, jadi terlalu berangin. Dong Chan mengerti jadi harus menemukan tempat besok pagi dan lihat yang lain, lalu terhenti karena ada yang  menelp.
“Apakah kau... Apakah kau serius?” ucap Dong Chan melonggo tak percaya setelah itu berbicaa pada anak buahnya dengan tatapan penuh haru.
“Mi Ran ..Mi Ran terbangun.. Itu ... kabar baik. Aku harus pergi sekarang.” Kata Dong Chan mengambil jaket dan ingin pergi. Semua melonggo kaget dan mulai berhanfas lega.
“Dong Chan! Kita berada di Pulau Jeju...Sudah larut malam. Tidak ada pesawat atau kapal.” Kata Tuan Park menyadarinya. Dong Chan pikir benar.
“Hei, Sekarang jam berapa? Aku akan memeriksa  jika ada yang tersedia.” Kata Tuan Park. Dong Chan pun hanya bisa menunggu. 

Dong Chan akhirnya sampai seoul, dalam taksi menelp ibu Mi Ran memastikan apakah Mi Ran benar-benar bangun. Ibu Mi Ran membenarkan kalau anaknya sudah  bisa berbicara dan tersenyum. Ia merasa Ini seperti mimpi, tapi memang benar Mi Ran sudah bangun.
“Dia berjalan sekarang. Apakah Kau ingin berbicara dengannya?” tanya Ibu Mi Ran. 
“Tidak, tidak usah... Aku akan pergi ke sana  dan berbicara dengannya secara langsung.” Kata Dong Chan lalu meminta agar mempercepat taksinya. 

Dong Chan berjalan ditaman dengan salju yang turun dan cukup lebat, matanya seperti tak percaya melihat Mi Ran yang duduk dengan bermain salju mengunakan tanganya. Keduanya saling menatap dengan mata berkaca-kaca lalu berjalan mendekat.
“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Dong Chan. Mi Ran menganguk dan bertanya balik pada Dong Chan.
“Aku baik-baik saja.. Tapi itu agak sulit.” Akui Dong Chan. Mi Ran langsung memuji Dong Chan masih sangat keren.
“AKU... Aku sangat merindukanmu.” Kata Dong Chan. Mi Ran mengaku kedinginan dan akan terkena flu.
“Tolong hangatkan Aku.” Ucap Mi Ran. Dong Chan membuka lebar jaketnya dan Mi Ran pun memeluknyanya. Dong Chan juga memeluknya dengan erat.Mi Ran seperti sangat nyaman dalam pelukan Dong Chan. 


Dong Chan terlihat marah-marah dalam ruangan karean Perombakan program besok tapi mereka masih bisa tidur di malam hari. Ia tak bisa terima kalau lembaran menyebut ini proposal dan bisa membual tentang judul program.
“Kau. Aku sedang berbicara tentangmu... Ko Mi Ran! Apakah Kau ingin mendapatkan penurunan pangkat?” teriak Dong Chan Mi Ran. Mi Ran mengaku tidak seperti itu.
“Kau adalah seorang pekerja keras ketika masih magang, tetapi otakmu tampaknya menjadi tumpul setelah promosi-mu. Bagaimana Kau bisa menyebut ini proposal?” teriak Dong Chan marah
“Masalahnya, Aku dibekukan lalu dicairkan, lalu dibekukan lagi. Aku bolak-balik, jadi Aku tidak punya ide segar.” Kata Mi Ran.
“Jangan membuatku tertawa. Kau tidak dapat menyebut itu alasan. Sikapmu adalah masalahnya.” Kata Dong Chan.  Mi Ran pun tak berani melawan akan melakukan yang terbaik.
“Aku akan memberi semua orang seminggu. Datanglah ke akal sehat Kalian!” teriak Dong Chan. Semua menganguk mengerti. 
Mi Ran menunggu di ruang editing, wajahnya tersenyum saat meliaht Dong Chan yang datang. Dong Chan memberitahu membawa minuman untuk mereka. Mi Ran pun menyuruh Dong Chan masuk.  Dong Chan memberikan kopi panas, Mi Ran tersenyum bahaga meniumnya.
“Apakah otakku tumpul?” tanya Mi Ran. Dong Chan dengan gugp mengaku itu tidak benar.
“Aku hanya ...Aku harus berbicara seperti itu di depan orang lain. Apa lagi yang bisa Aku lakukan? Apakah kau kesal?” ucap Dong Chan merasa tak enak hati.
“Iya. Aku sedikit kesal.” Kata Mi Ran. Dong Chan makin tak enak. Tapi Mi Ran mengubah ucapnya.
“Tidak, tidak... Kita harus menjadi profesional ketika sedang bekerja. Tapi... Kupikir Aku perlu perubahan.” Kata Mi Ran. Dong Chan juga berpikir seperti itu.
“Kau telah berusia 24 tahun selama 23 tahun.” Kata Dong Chan.mereka pun terlihat senang sudah bisa minuman panas. 


Mi Ran dan Dong Chan kembali bertemu dengan keluarga Dong Chan. Ibu Dong Chan ingin tahu Apa rencana yang akan mereka lakukan, apakah Mi Ran belum tertarik menikah, Mi Rana mengaku kalau baru 24 tahun, Ibu Dong Chan mengerti Mi Ran berusia 24 tahun untuk waktu yang lama.
“Bagaimana kau masih 24 tahun?” kata Ibu Dong Chan. Mi Ran mengerti karena terus kehilangan kesempatan untuk menua.
“Begitukah? Apakah Kau mengatakan kepadaku bahwa Kau tidak akan menikah?” ucap Ibu Dong Chan. Mi Ran membenarkan. Dong Chan terlihat kecewa.
“Aku sebenarnya berencana pergi ke luar negeri untuk berlatih.” Ucap Mi Ran. Dong Chan kaget kalau Mi Ran akan Pergi ke luar negeri.
“Perusahaan kami mendukung staf penuh waktu . untuk berlatih di luar negeri. Aku berharap bisa melamar.” Ucap Mi Ran.
“Lalu ... lalu ...Bagaimana denganku? Jika Kau melakukan itu, bagaimana denganku?” ucap Dong Chan frutasi.
“Maafkan Aku” ucap Mi Ran. Dong Chan mengeluh kalau sudah menunggu tiga tahun  saat Mi Ran berada di kapsul itu.
“Apakah kau tidak peduli padaku? Aku bisa mengerti wanita yang menunggu pacar mereka sementara mereka melayani tentara. Tapi lihatlah. Orang-orang bertugas di ketentaraan selama satu setengah tahun belakangan ini.” Kata Dong Chan.
“Kemudian Aku menghabiskan waktu dua kali lebih banyak. Bagaimana Kau bisa berbicara tentang pergi ke luar negeri di depan aku? kau bercanda kan?” keluh Dong Chan masih tak percaya.
“Aku tidak bercanda... Aku ingin belajar dengan baik dan menjadi sutradara yang baik. Aku perlu keluar negeri dan membangun pengalaman. Aku selalu terjebak di dalam ruang kecil.” Ungkap Mi Ran. Dong Chan merasa bersalah.
“Jika aku punya kesempatan, maka Aku juga ingin mendapatkan gelar master setelah selesai dengan studi-ku. Dan mungkin butuh sekitar lima tahun bagiku untuk menyelesaikan semua itu.” Jelas Mi Ran.
“Kau benar-benar egois. Apakah Kau hanya peduli pada diri sendiri? Aku akan menjadi 40 setelah 5 tahun.” Kata Dong Chan.
“Tidak, kau akan berusia 60 tahun.” Jelas Dong Joo. Dong Chan membenarkan kalau akan berusia 60 tahun.
“Ya, kau benar. Kau akan berusia 60 tahun.” Ucap Mi Ran. Dong Chan kesal karena Mi Ran membuatnya marah lagi. 



“Jangan bertengkar di hari yang bahagia.  Kenapa kita tidak makan dulu saja? Aku punya ide. Dong Chan, kau harus pergi ke luar negeri dan belajar dengannya.” Ucap Ibu Dong Chan.
“Bu, aku sedang mengerjakan banyak proyek sekarang. Aku tidak bisa belajar di luar negeri. Apa yang akan aku pelajari?” keluh Dong Chan.
“Atau bagaimana dengan ini? Mi Ran, bagaimana kalau kau menikah  dan punya bayi dulu? Lalu Dong Joo akan membesarkan bayi untukmu. Jadi kalian bisa kuliah di luar negeri bersama.” Kata Ibu Dong Chan.
Mi Ran dan Dong Joo melonggo kaget, Ibu Dong Chan pikir kalau Itulah satu-satunya solusi untuk masalah ini. Dong Joo mengeluh kenapa ia akan membesarkan anak Kak Dong Chan jadi meminta agar ibunya harus tenang dan berpikir lebih logis.
“Bu, kau bicara omong kosong. Kau membuatnya terdengar seperti dia tergila-gila belajar di luar negeri. Mengapa dia meninggalkan anak kami di sini dan pergi untuk belajar di luar negeri? Dan kau juga seharusnya tidak seperti ini.” Kata Dong Chan.
“Itu bukan ideku. Mengapa kamu marah padaku?” kata ibu Dong Chan. Dong Sik melihat suasanan Berantakan sekali.
“Lagi pula, Aku pribadi ingin kalian  menikah sebelum musim panas tiba.” Kata Ibu Dong Chan.
“Bu, Tarik kembali apa yang kau katakan tentang membuatku membesarkan anak mereka. Mi Ran mungkin tidak mengatakan apa-apa sekarang. Tapi Aku yakin dia juga tidak ingin kau membesarkan anaknya.  Aku Benar kan?” kata Dong Joo panik. Mi Ran kebingungan.

“Aku bahkan tidak pernah setuju  membesarkan anaknya. Lalu apakah Kau hanya akan membiarkan kakakmu menjadi tua? Dia perlu punya anak untuk dibawa di pohon keluarga.” Kata Dong Joo
“Mari kita berhenti sebentar. Mari kita tinggalkan topik pembicaraan untuk sekarang dan makan dulu. Ini bukan subjek yang ringan. Kita seharusnya tidak membicarakan ini sekarang.” Ucap Dong Chan menenangkan keluarganya.
“Kau pasti benar-benar ingin menikahinya, Kan Kakak ipar.” Goda istri Dong Sik.
“Ya, tentu saja. Tentu saja, Aku harus menikah... Aku akan menikah... Aku akan menikah.” Tegas Dong Chan. Mi Ran hanya bisa menatap Dong Chan seperti merasa bersalah. 


Dong Chan hanya diam di dalam mobil, Mi Ran pikir kalau Dong Chan tidak marah. Dong Chan menegaskan kalau ia marah. Mi Ran yakin Dong Chan tidak marah tapi sedang memikirkan sesuatu. Dong Chan mengeluh agar Mi Ran Berhentilah bertingkah seperti mengenalna dan Mi Ran  itu tidak tahu apa-apa.

Sesampai didepan rumah, Dong Chan memberikan buku memberitahu kalau  menulis buku harian ini saat menunggu Dong Chan jadi mungkin ingin tahu apa yang terjadi ketika Mi Ran  tertidur dan melakukan ini sehingga  bisa berbagi waktu dengan Mi Ran.
“Apakah Kau tahu apa yang aku sadari saat kau tertidur? Ini benar-benar tidak seperti diriku... Tetapi Aku mulai percaya pada Takdir. Semuanya akan berubah sesuai takdir kita. Jadi mari kita serahkan saja pada takdir.” Kata Dong Chan
“Baiklah...Berkendaralah dengan aman. “ kata Mi Ran lalu turun dari mobil 


Mi Ran duduk di meja belajarnya, mulai membaca buku diary Dong Chan “Kamu berada di mimpiku hari ini. Kamu menjadi wanita dari mimpiku. Aku tidak bisa melupakanmu bahkan dalam mimpiku. Aku yakin nasib beku kita perlahan mencair sekarang.
“Hidupku tanpamu berlanjut. Wajar bagiku untuk merindukanmu. Jadi aku tidak akan berjuang. Merindukanmu adalah bagian dari hidupku setiap hari.
Dong Chan tiap malam menuliskan diarynya seperti yang dilakukan Nam Tae saat kehilangan kakaknya.
“Jika Aku bisa mengubah waktu kembali, Aku akan memaksamu untuk mendapatkan suntikan hari itu. Setiap kali Aku memikirkan hal itu, itu membuat aku gila. Mi Ran... Aku sangat merindukanmu.”
Mi Ran hanya bisa menangis harus membaca buku diary Dong Chan. 

Mi Ran bertemu dengan Ha Young menyapanya mengucapkan  Selamat atas kembalinya. Ha Young pun mengucapkan Terima kasih karean Mi Ran sudah kembali. Mi Ran mengucapkan  Terima kasih karena Ha Young telah mengkhawatirkan. 

Dong Chan berjalan dengan Mi Ran sambil bergandanga tangan memberitahu kalau dapat melakukan apa yang diinginkan jadi akan  mendukung impiannya. Mi Ran mengaku sudah membaca buku harian Dong Chan jadi tidak ingin terpisah darinya lagi.
“Aku tidak bisa mengikuti kau di luar negeri. Kau sedang dalam proses mengejar impianmu. Tetapi Aku harus bekerja keras di tempat aku sekarang. Kita harus bertemu di tengah. Jadi Aku akan menunggu untukmu.” Kata Dong Chan.
“Tidak, Aku tidak ingin pergi lagi.” Kata Mi Ran. Dong Chan menolak dengan ucapan Mi Ran.
“Aku tidak bisa membuatmu menyerah pada mimpimu karena aku.” Ucap Dong Chan.
“ Tetapi Aku tidak ingin terpisah darimu.” Kata Mi Ran. Dong Chan mengaku tak ingin seperti itu juga saat itu ada pesan masuk ke dalam ponsel Dong Chan.
“Ku pikir mungkin ada solusinya.” Kata Dong Chan dengan senyuman bahagia.


Anak buah Dong Cahn membahas sesuatu dan merasa mereka harus mendukung mereka. Hyun Gi pun datang.  Tuan Park bertanya apa yang membawanya datang ke kantor. Hyun Gi ingin tahu apa yang terjadi. Tuan Park memberitahu kala Dong Chan dan Mi Ran akan pergi. Hyun Gi terlihat kaget. 

[2 bulan kemudian]
Seo Yoon menonton youtube dirumah sendirian, wajahnya tersenyum bahagia. Dong Chan dan Mi Ran menyapa semua penonton channel youtubenya, nama Channel mereka terlihat Dong Chan dan Mi Ran's Travel Vlog. 

Flash Back
Dong Chan dalam keadaan kebingungan menerima pesan dari Seo Yoon “Paman, mengapa kamu membuat hal-hal tampak begitu rumit? Kau harus pergi dengannya dan memulai saluran YouTube.”  Dong Chan dengan wajah bahagia memberitahu mungkin ada solusinya.

“Kami saat ini di Seattle... Dingin sekali di sini. Para penonton, Kalian harus menjalani hidup kalian dengan penuh semangat. Mampu berbagi waktu dan ruang dengan orang yang kita cintai adalah apa yang membuat kita bahagia. Terima kasih atas dukungan Kalian.” Ucap Dong Chan  Keduanya pun melambaikan tangan mengucapkan sampai jumpa.
“Dan dua manusia cryonic, Dong Chan dan Mi Ran, hidup bahagia selamanya.” Ucap Seo Yoon.
THE END

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Sinopsis Melting Me Softly Episode 16 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


(Episode Terakhir: Melting Me Softly)
Di rumah, Keluarga Dong Chan makan bersama dengan wajah sedih karena kursi Dong Chan kosong. Dong Chan hanya berbaring dikamar seperti orang yang jiwanya hilang, teringat kembali yang dikatakan dokter.
“Jika Mi Ran tidak menyelamatkanmu, maka kau mungkin sudah mati.”
Di rumah Mi Ran pun terjadi kesedihan karena berpisah kembali dengan Mi Ran, Prof Hwang pun masih tinggal dengan keluarga Mi Ran dan makan bersama. Mi Ran masih dalam tabung agar pendaharanya berhenti. 

Dong Chan terbangun dari tidurnya karena melihat Mi Ran yang menelpnya dan langsung mengangkatnya. Tapi bukan Mi Ran tapi Nam Tae yang memanggil Dong Chan “Tuan Cintaku.” Dong Chan seperti sangat sedih karena bukan Mi Ran.
“Ini ponsel Kak Mi Ran.” Ucap Nam Tae. Dong Chan mengaku sudah mengetahuinya.
“Kau diberi nama diponselnya Kak Mi Ran sebagai "Cinta-ku". Dan berpikir sebaiknya Aku menelepon-mu.” Ucap Nam Tae. Dong Chan tak percaya kalau Mi Ran melakukan itu
“Tapi suaramu ... Apa kau benar-benar Tuan Cryonic?” ucap Nam Tae. Dong Chan membenarkan.
 “Tidak, tunggu. Kamu bukan manusia cryonic lagi. Tapi Kakakku yang manusia cryonic.” Ucap Nam Tae. Dong Chan terdiam seperti merasa bersalah. Ibu Mi Ran melihat anaknya menelp langsung bergegas mengambil ponsel Mi Ran.
“Ya ampun. Astaga, Direktur Ma. Anak-ku baru saja menelepon tanpa alasan. Jangan biarkan itu mengganggumu. Apa yang sedang kau lakukan?” ucap Ibu Mi Ran lalu menutup ponselnya.
Dong Chan terdiam mengingat kenangan dengan Mi Ran sebelumnya. 


Flash Back
Saat di taman, Mi Ran mengeluarkan ponselnya lalu mengaku benar-benar tidak berpikir Dong Chan lebih rendah Jadi menyimpang nama Dong Chan sebagai sesuatu yang lain. Dong Chan ingin tahu apa nama yang disave Mi Ran dan meminta agar bisa melihatnya. Mi Ran menolaknya.
“Aku tahu tahu kau menyimpang dengan nama apa. Aku beralih dari Kampret yang berhati dingin ke Kampret yang berhati hangat, bukan?” kata Dong Chan. Mi Ran mengaku bukan.
“Jangan berbohong padaku.” Keluh Dong Chan. Mi Ran menegaskan kalau itu salah.
“Kalau begitu biarkan aku melihatnya.” Pintu Dong Chan. Mi Ran menolak dan akan menunjukkannya lain kali.

Dong Chan keluar dari kamar, Adiknya menyuruh Dong Chan harus duduk dan Makanlah. Seo Yoon memberikan sendok pada sang paman agar mulai makan, Dong Chan menatap seluruh anggota keluarganya, lalu mengaku Ada sesuata yang ingin dikatakan kepada mereka.
“Kupikir... Aku harus pergi sebentar.” Ucap Dong Chan seperti meminta izin.


Ibu Mi Ran kaget melihat seseorang yang datang. Dong Chan datang dengan membawa koper ke rumah Mi Ran dengan wajah sedih. Ibu Mi Ran bisa mengetahui kalau pasti Dong Chan sangat tertekan dan sedih akhirnya memeluk Dong Chan. Keduanya pun saling berpelukan bersama. 


Prof Hwang mencoba kembali menemukan formula baru, mengatakan mereka membekukan seseorang dengan kasus hipotermia, jadi  harus mulai dari awal lagi. Prof Jo menyakinan kalau Profesor Hwang.bisa melakukannya dan mereka harus membuatnya bekerja.
“Ya, tentu saja. Kita harus berhasil.” Ucap Prof Hwang pun akhirnya yakin. 

Di dalam ruangan, Semua terdiam saat melihat Dong Chan kembali ke ruangan dan duduk tepat didepan kursi Mi Ran. Ji Hoon yang sedang melihat kursi Mi Ran hanya bisa terdiam melihat Dong Chan yang datang.
“Kau bebas melakukan apa yang kau inginkan. Kita tidak akan melanjutkan proyek ini. Kau dapat bergabung dengan tim lain dan mengerjakan proyek lain.” Ucap Dong Chan.
“Tidak akan. Aku ingin tetap di tim Direktur dan terus belajar darimu.” Kata Ji Hon pada Dong Chan. 

Ha Young sedang membereskan barang dan ingin segera pergi meninggalkan Korea. Tapi wajahnya terlihat gugup, akhirnya menelp anak buahnya mengaku merasa tidak nyaman karena tidak bisa melihat pelakunya ditangkap.
“Pastikan kau tetap membuka hotline. Kita perlu menemukan pelakunya, apa pun yang terjadi. Oke, Reporter Park. Terus bekerja dengan baik.” Ucap Ha Young 

Kyung Ja melihat berita Mi Ran dengan wajah sedih  (Ko Mi Ran Akan Beku Lagi Karena Kecelakaan Tak Terduga) lalu ada komentar (Kuharap kamu bertahan di sana. Aku akan berdoa untukmu.) Young Sun memikirkan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Mi Ran dengan wajah panik
“Semua profesor di bidang ini bekerja bersama untuk melakukan penelitian ini. Aku yakin itu akan berhasil. Mari kita optimis.” Kata Kyung Ja.
“Benar. Kita seharusnya menjadi optimis.” Kata Young Sun lalu melihat nama Hwang Byung Sim diponselnya akhirnya mengangkatnya. 

Byung Sim  dengan wajah sedi mengaku kalau diskors. Young Sun hanya bisa menghela nafas merasa itu tak mungkin karena menurutnya Byung Sim  pasti melakukan sesuatu yang salah. Byung Sim menceritakan Mereka mengatakan kalau mendekati seorang mahasiswa perempuan  dengan niat pribadi.
"Mahasiswa perempuan" itu adalah  Ko Mi Ran. Bagaimana dia seorang mahasiswa perempuan belaka? Dia itu cinta pertamaku. Tapi apa pun yang Aku katakan, tidak ada yang percaya padaku. Dan Mi Ran kembali dibekukan...” ucap Byung Sim sedih
“Ngomong-ngomong, itulah yang terjadi. Kau satu-satunya orang yang dapat mengkonfirmasi ini. Kau akan segera dipecat. Jangan telpon aku untuk membicarakan hal-hal seperti ini. Aku tidak ingin tahu atau tertarik.”tegas Young Sun ingin menutup telpnya.  Byung Sim menjerit histeris.
“Mereka tidak tahu bahwa Kau menguntitnya dengan merangkak ke rumahnya, bukan?” ucap Young Sun. Byung Sim tak percaya dianggap "Menguntitnya"
“Hei, dengarkan baik-baik... Aku bukan seseorang yang bisa membantu-mu. Jika ada, aku bisa menghancurkanmu. Jika Aku terlibat, Kau tidak hanya akan dipecat, tetapi Kau akan berada di bawah enam kaki, kampret.” Ucap Young Sun mengumpat marah.
“Young Sun! Young Sun!” jerit Byung Sim histeris memanggil. 


Kyung Ja melihat temanya yang marah langsung bertanya apakah Byung Sim dipecat. Young Sun menganguk dan saat itu Kyung Ja melihat ponselnya kalau Byung Sim memanggilnya. Young Sun yakin Byung Sim sangat membutuhkan seorang saksi. Kyung Ja pikir itu sangat bodoh.

Semua pegawai akan makan siang memilih makan galbi-tang. Nona Soo mengajak Dong Chan agar makan siang. Dong Chan menolak baik-baik saj jadi mereka bisa Pergilah tanpa dirinya dan menyuruh Ji Hoon juga harus pergi dengan mereka. Ji Hoon menatap sedih.
“Aku merasa sedih untuk Direktur Dong Chan.” Ucap Tuan Park. Nona Soo  merasa tidak tega melihatnya.
“Kupikir proyek ini lebih sulit. Ini belum pernah terjadi sebelumnya untuk orang dengan suhu tubuh rendah  dibekukan lagi Dan Profesor Hwang harus mulai dari yang pertama, jadi itu akan memakan waktu.” Kata Prir berkumis. Nona Soo pikir itu buruk.
“Bagaimana jika mereka akhirnya bertemu lagi ketika dia berusia 70 tahun?” kata Tuan Park.
“Apakah ini lucu bagimu?” keluh Ji Hoon lalu melangkah pergi. Tuan Park mengaku tidak bercanda dan bahkan lebih mengerikan.
“Minta maaf padanya.” Kata Nona Soo juga ikut kesal. Tuan Park mengeluh Tidak ada yang mendukungnya. 


Dong Chan pergi ke ruang editing, hanya terdiam lalu seperti melihat wajah Mi Ran yang tersenyum padanya. Mi Ran hanya tersenyum tapi Dong Chan menatap sedih. Akhirnya Dong Chan pergi ke meja kerjanya, setelah itu melihat note yang biasa di tinggalkan oleh Mi Ran.
Ia melihat gambar dirinya dengan tulisan "Namaku Ko Mi Ran. Umurku 44 tahun. Aku sedang menjalin hubungan saat ini." Mi Ran pun membalas “Dia adalah Ma Dong Chan, seorang bujangan berusia 52 tahun yang membuat Mi Ran menyukainya”
“Mari kita berkencan hari ini. Aku akan mengirimi kamu lokasi. Ini kencan pertama kita.” 


Dong Chan terdiam mengingat semua Mi Ran, Ji Hoon datang membawakan Dong Chan makanan sambil berkomentar kalau Dong Chan  harus sehat untuk melindungi pacarnya. Dong Chan bertanya Apakah Ji Hoon mengubah namanya di kontaknya menjadi Bibi Mi Ran
“Aku sudah bilang tidak mau.” Ucap Ji Hoon. Dong Chan mengumpat ksal dan mengeluh Ji Hoon itu  orang yang keras kepala.
“Direktur Ma... Dia akan bertahan melalui ini dan bangun secara ajaib.” Ucap Ji Hoon menyakinkan. Dong Chan hanya bisa diam saja. 

Byung Tak menerima telp mengetahui tentang Di gerbong barang, lalu memberitahu Byung Tak rekan kerjanya kalau menemukan Terry Kim danTim pencarian ada di sana jadi akan pergi.
Dong Chan makan bersama dengan keluar Mi Ran lalu memberitahu sudah  punya tempat tinggal untuk Profesor Hwang di dekat lab karena dia harus fokus pada proyek.
“Nam Tae, apakah kau akan baik-baik saja tidur sendirian?”tanya Dong Chan pada adik Mi Ran.
“Aku merindukan dia.” Kata Nam Tae. Dong Chan berjanji akan memberitahunya untuk mengunjungi akhir pekan ini, Ibu Mi Ran pun mengajak agar makan saja. 


Dong Chan masuk ke dalam kamar Mi Ran seperti sangat merindukanya, lalu menatap foto Mi Ran dan meminta maaf membuatnya tinggal di tempat dingin itu sendirian. Ia melihat buku berjudul "Semuanya Tentang Cinta" diatas meja dan ada nama Ko Mi Ran.
Dong Chan membaca di bab pertama "A Warm Woman's Warm Heart", oleh Ko Mi Ran dan mulai membaca tulisan Mi Ran. “Aku bertemu cinta pertama-ku pada usia 44 tahun. Aku seorang wanita yang dingin dengan suhu 31,5 ℃.”
“Di alam semesta yang luas ini, hanya ada satu pria yang kucintai. Kami jatuh cinta seperti bagaimana matahari terbit di timur . dan bulan di barat. Itu sangat alami.”
Dong Chan mengingat pertama kali saat bertemu merayu Mi Ran agar bisa ikut bereksperiment denganya. Setelah itu mereka melakukan eksperiment bersama dalam tabung, setelah itu mereka terbangun setelah 20 tahun.
Mi Ran pun mencium Dong Chan pertama kali karena ingin sebelum mati ingin mencium seseorang. Mereka pun harus melalui masalah sebagai orang yang bersuhu dingin, tak bisa meluapkan rasa cintanya dengan berciuman dibawah shower.
“Rasanya seperti sejak 20 tahun yang lalu, semua bintang di langit direncanakan  untuk membuat kami jatuh cinta. Itu takdir kami berdua untuk menjadi manusia cryonics. Karena itu, Aku tidak menyesali keputusanku sejak 20 tahun yang lalu.
“Hidup dengan suhu tubuh 31,5 ℃ itu sulit dan menyakitkan. Namun demikian, Aku suka saat ini. Tidak peduli seberapa sulitnya, waktu yang aku habiskan bersamanya Rasanya seperti keajaiban. Berkat dia, Aku sepenuhnya bisa menghargai kehidupan.
“Aku merasa seperti Aku dilahirkan untuk mencintainya, dan dia melengkapi-ku. Aku sangat mencintainya. Dia telah menjadi segalanya bagiku. Untuk bisa bersamanya, Aku tidak takut untuk mati.”



Dong Chan melalui hidupnya dengan keluarga Mi Ran, mereka melalui hidup bersama mencoba agar tetap bergembira sementara Mi Ran masiha da dalam tabung. 
Di rumah Mi Ran sudah terjadi kesibukan, Ibu Mi Ran menyapa Dong Chan yang masuk rumah dengan kacamata dan membuat kopi, Tuan Ko bertanya apakah Dong Chan tidur nyenyak. Dong Chan menganguk. Nam Tae keluar kamar mengatakan tidak akan makan karena  akan terlambat.
“Kau harus makan. Aku akan mengantarmu.” Ucap Dong Chan. Ibu Mi Ran menyuruh anaknya duduk dan makan bersama.
“Dong Chan... Kau juga harus makan.” Kata Ibu Mi Ran. Dong Chan menolak karena merasatidak lapar.
“Kau banyak minum kemarin. Makanlah sup.” Ucap Ibu Mi Ran. Dong Chan mengaku  tidak bisa mengatakan tidak ingin makan ketika Ayah membuat sup mabuk.
“Oh Iya, Ibu. Aku makan malam bersama perusahaan malam ini. Jangan tunggu aku.” Kata Dong Chan pada ibu Mi Ran yang sudah dianggap seperti ibunya.
“Jangan lagi... Kau harus Kurangi alkohol.” Kata Ibu Mi Ran memarahinya, Dong Chan hanya tersenyum lalu mereka pun makan bersama. 

Ha  Young seperti baru mendarat dibandara dengan menarik kopernya dan melihat berita di ponselnya "Presiden Kim Hong Suk dari TBO Telah Diberhentikan" lalu bergegas pergi.
Sementara Hwang Dong Hyuk membuka Pusat Konseling Psikologis dan menghipnotis seorang pasien kalau berjalan di padang rumput hijau  satu langkah pada satu waktu. Pasienya mengeluh tidak sedang berjalan. Dong Hyuk menyuruh agar melepaskan sepatu karena tumitnya terlalu tinggi.
“Anda berjalan tanpa alas kaki... Anda berjalan. “ kata Dong Hyuk. Si pasien mengeluh kalau tidak sedang berjalan.
“Cobalah berjalan. Kau bisa melakukannya.” Kata Dong Chan. Si pasien kesal karena tidak bisa berjalan.
“Kenapa kau terus menyuruhku berjalan?” keluh si pasien. Dong Hyuk memberitahu Saat menjalani hipnoterapi, konsentrasi dan kepercayaan sangat penting.  Seperti Dong Hyuk tak berhasil juga denga pusat konselingnya. Pasienya merasa Dong Hyuk itu penipu dan tak punya lisensi. 


Young Sun bertemu dengan Kyung Ja dicafenya. Kyung Ja mengeluh Setelah tinggal bersama Hyun Gi, mengaku melihat betapa malasnya dia. Ia menceritakan Hyun Gi  pikir akan mendapat terobosan besar dan menjadi kaya.
“Semua yang dia pikirkan adalah menghasilkan uang  dengan berinvestasi di Dubai dan Rusia.” Cerita Kyung Ja
“Apakah kau tidak tahu tentang dia ketika Kau menikah dengannya?” komentar Young Sun.
“Aku benar-benar bernasib buruk dengan pernikahan. Setiap pria yang Aku nikahi menyedihkan... Hei, apa kamu mau menonton film besok pagi?” ucap Kyung Ja.
“Anakku akan diberhentikan dari dinas militer besok.” Kata Young Sun. Kyung Ja pikir waktu berlalu.
“Aku merindukan Ji Hoon.” Ucap Kyung Ja. Ji Hoon mengaku ia juga sangat merindukanya.
Saat itu nama di ponsel Kyung Ja “Air kotor” lalu mengangkatnya dengan wajah kesal mengatakan  Hyun Gi  bukan kepala jadi tak ada alasan begitu sibuk. Ia mengeluh karena sangat muak dengan Hyun Gi dan langsung menutup telpnya.
“Itu dia... Dia joro,  bahkan tidak mandi.” Keluh Kyung Ja pada Young Sun.
“Kau cerailah.”kata Young Sun. Kyung Ja pun mengeluh karena mengangap pria itu sangat disayanginya. 


Tuan Kim memasukan barang-barang diatas meja dengan wajah sedih. Hyun Gi memberitahu kalau Tuan Kim bertahan lama. Tuan Kim merasa kalau  Ini tidak adil dan menurutnay ini bukan salahnya kalau dalam defisit.
“Mereka mengatakan kepadaku untuk bertanggung jawab atas peringkat pemirsa rendah, Tapi Aku tahu itu hanya alasan. Mereka yang berkuasa mendorong Aku keluar.” Ucap Tuan Kim kesal
“Ini bukan berita. Kenapa kau begitu kesal? Ketika Korea mendapatkan presiden baru, maka stasiun kita juga mendapat presiden baru” kata Hyun Gi
“Kau orang yang sangat pengertian. Mereka menempatkan-mu di Tim Pemprograman dan mengambil posisi kepala-mu, tetapi kamu tidak terlihat kesal.” Keluh Tuan Kim
“Apa bedanya? Itu hanya memberi Aku lebih banyak kerugian.” Kata Hyun Gi. Tuan Kim pun heran dengan Hyun Gi yang berakhir seperti ini
“Inilah cara Aku dilahirkan. Itu adalah keberuntunganku. Berada di posisi tinggi adalah racun bagiku.” Kata Hyun Gi. Tuan Kim hanya bisa menghela nafas panjang. 

Di ruang rapat, Tuan Park dkk terlihat memiliki program baru dan mengusulkan Lebih baik jika mereka pergi ke suatu tempat. Mereka pikir  Mungkin bisa melakukan sesuatu yang berkaitan dengan BBC. Dong Chan masuk mengajak mereka untuk mulai rapat.
“Ada sesuatu yang mirip dengan ini. Ini tidak akan berhasil.” Ucap Dong Chan melihat pendapat anak buahnya.
“Bagaimana dengan yang spesial untuk ulang tahun ke 50 kita  dan perluas episode Eskimo kita?” kata Tuan Park.
“Kita sudah melakukannya dua tahun lalu.” Kata Dong Chan. Nona Soo mengusulkan untuk menghidupkan kembali kamera candid. Dong Chan mengeluh mendengarnya.  
Pegawai lain mengusulkan konsep yang bagus di BBC. Dong Chan mengeluh kalau itu tidak akan berhasil lalu mengeluh kalau tak ada yang membawa item audisi hidup?
“Apakah kau pikir ini akan berhasil? Ada banyak sekali. Apakah kamu tidak tahu berapa banyak audisi bertahan hidup menunjukkan ada?” ucap Dong Chan marah sambil merobek kertas


Nam Tae melihat berita Dong Chan dengan wajah tersenyum "Pria dengan Tangan Emas, Ma Dong Chan," "Terus Bekerja untuk TBO Sambil Menunggu Pacarnya" Bunyi dari oven terdengar, Nam Tae langsung mengeluarkan roti dan menaruh pada rak.
Saat itu Tuan Hwang masuk toko, Nam Tae tersenyum bahagia melihat Tuan Hwang lalu memeluk erat. Tuan Hwang pun senang bertemu Nam Tae layaknya seorang teman lalu mencoba roti buatan Nam Tae, ia pun memuji Roti yang dipanggang Nam Tae benar-benar enak.
“Profesor Hwang, kapan kakakku akan bangun?” tanya Nam Tae.  Tuan Hwang mengaku sedang menguji suntikan untuk Mi Ran harus dapatkan kepada ikan paus terlebih dahulu.
“Harap tunggu sebentar, Nam Tae.” Kata Tuan Hwang, Nam Tae mengaku  sangat merindukan Kakaknya dan mengaku hatinya sakit. 

Byung Tak sedang menunggu dicafe dan melihat Dong Joo terlihat lebih canti dari sebelumya. Dong Joo meminta Byung Tak agar jangan menumbukan perasaannya lagi. Young Tak hanya tersenyum, Dong Joo mengaku Hari ini adalah hari tunjangan mereka akhirnya diselesaikan, jadi akan mentraktir Byung Tak
“Bisakah Aku mendapatkan sesuatu yang mahal? Sekarang kau punya pekerjaan.” Ucap Byung Tak
“Aku akan membunuhmu jika Kamu mendapatkan sesuatu lebih dari 20 dolar.” Tegas Dong Joo. 

Keduanya makan steak,  Byung Tak ingin tahu Bagaimana kabar Kak Dong Chan hari ini, Apakah dia baik-baik saja. Dong Joo pikir Tentu saja tidak karena Dong Chan itu pasti kesusahan, lalu mengaku Dong Chan itu kakaknya tetapi merasa dia seperti adiknya.
“Sebenarnya, sejak dia kembali.. Aku menganggapnya sebagai adik bungsu kami. Aku merasa kasihan padanya. Ku pikir dia akan menunggu seperti itu selamanya. Dia merasa bertanggung jawab dan menyesal. Di situlah cintanya mekar. Begitulah cara Aku melihatnya.” Kata Dong Joo
“Mengapa kau berpikir begitu?” tanya Bung Tak. Dong Joo pikir Mi Ran bukan tipenya.
“Tipe tidaklah penting. Aku suka wanita kecil dan pendek, tapi aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama.” Kata Byung Tak
“Berhentilah membuat hatiku bergerak. Tetap ditempatmu bahkan jika Kakak-ku terus memberi tahu kita untuk kembali bersama. Aku tidak akan kembali bersama-mu. Aku terlalu berharga.” Kata Dong Joo
“Bagaimana Kau begitu bermartabat ketika kau tidak punya apa-apa? Itu membuatmu terlihat menawan hari ini. “ goda Byung Tak.
 “Tutup mulutmu... Saat hidup bersama kau seperti sampah. Tidak ada yang tahu seperti apa dirimu kecuali mereka tinggal bersama-mu. Kak Dong Chan tidak tahu. Itu sebabnya dia terus mendorong kita. Kau hanya terlihat normal di luar.” Ucap Dong Joo
“Kak Dong Chan pintar, jadi dia tahu.” Komentar Byung Tak. Dong Joo melihat kakaknya memang lebih tua tapi menurutnya tak ada yang diketahuinya.
“Dia menunjukkan betapa tidak berpengalamannya dia. Kau tidak menua secara gratis. Jumlah tahun yang kau jalani menunjukkan dalamnya hidupmu.” Ucap Dong Joo 


Ha Young kembali ke apartment lalu membuka kotak surat dan banyak yang berjatuhkan karena terlalu banyak. Ia pun mencoba mengambil semuanya, lalu seorang datang membantu. Ia mengucapkan Terima kasih lalu kaget ternyata Prof Jo yang membantunya.
“Apa Kau tinggal disini?” tanya. Prof Jo Ha Young membenarkan dan bertanya balik apakah Prof Jo tinggal disini juga.
 “Iya. Sudah sekitar dua bulan sejak Aku pindah ke sini.” Kata Prof Jo memberikan surat milik Ha Young. 

Keduanya duduk ditaman, Mi Ran mengaku kalau adiknya tinggal dirumahnya  ketika ia berada di AS tapi Mereka pindah sebulan yang lalu, jadi kotak surat itu penuh. Prof Jo baru tahu kalau Ha Young berada di AS jadi tidak heran ada orang lain yang membawakan berita.
“Aku awalnya merencanakan untuk 2 tahun, tetapi akhirnya Aku tinggal 1 tahun lagi. Lalu Apakah Mi Ran sudah membaik?” tanya Ha Young.
“Iya. Dia baik-baik saja.” Kata Prof Jo. Ha Young mengaku sudah  berdoa untuk Mi Ran setiap hari.
“Tolong bantu dia  untuk kembali sehat.” Pinta Ha Young dengan wajah tulus.
“Dia dimasukkan ke dalam kapsul cryonic ketika suhunya rendah, jadi kami harus melakukan beberapa uji klinis. Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa. Jangan terlalu khawatir.” Ucap Prof Jo. 


Ibu Mi Ran melihat baju Dong Chan yang berantakan dan merapihkan layaknya seorang anak. Dong Chan memberitahu Ibu Mi Ran kalau harus pulang hari ini karena memiliki pertemuan keluarga. Ibu Mi Ran berpikir Dong Chan. harus kembali ke rumah.
“Kau tidak perlu tinggal di sini lagi... Kita bisa mengelolanya sendiri.” Kata Ibu Mi Ran.
“Apakah itu karena aku merepotkan?” tanya Dong Chan. Ibu Mi Ran mengaku tidak seperti itu.
“Ibumu pasti sangat kesal.” Kata Ibu Mi Ran. Dong Chan pikir Itu sebabnya mengunjungi mereka setiap akhir pekan.
“Dan Juga, dua adikku ada di sana... Ini Tidak apa-apa. Jangan khawatir.” Ucap Dong Chan.
“Kau sangat bisa diandalkan. Aku bisa mengerti mengapa Mi Ran sangat menyukaimu.” Kata Ibu Mi Ran.
“Mi Ran memiliki standar tinggi.” Ucap Dong Chan dengan wajah bangga. Ibu Mi Ran membenarkan merasa kalau Mi Ran itu tidak seperti ibunya.
“Hubungi aku jika terjadi sesuatu.” Kata Dong Chan lalu pamit pergi pada ibunya dan akan kembali. 


Dong Chan sedang terdiam dikamarnya, saat itu seseorang datang. Ji Hoon kembali setelah melakukan wamil. Dong Chan langsung memeluknya layaknya seorang kakak. Mereka pun duduk bersama, di luar ruangan. Dong Chan bertanya apakah Ji Hoon akan kembali ke sekolah. Ji Hoon menganguk,
“Jalani hidupmu sepenuhnya. Kau ingat apa yang Aku katakan, kan?  Kau hanya bisa hidup 20-an sekali.” ucap Dong Chan.
“Ya, tentu saja. Itu sama dengan 30-an usia-mu.” Ejek Ji Hoon. Dong Chan hanya bisa tersenyum mendengarnya.
“Tentang Kak Mi Ran ...” ucap Ji Hoon yang langsung disela oleh Dong Chan yang dimaksud Bibi Mi Ran
“Apakah dia baik-baik saja?” tanya Ji Hoon. Dong Chan menjawab Mi Ran  baik-baik saja.
“Aku semakin tua setiap hari, tetapi waktu Mi Ran telah berhenti. Itu membuat Aku merasa gugup.” Ungkap Dong Chan.
“Bahkan jika waktu berlalu dan kau menjadi orang tua, perasaannya terhadapmu akan tetap sama.” Kata Ji Hoon. Dong Chan menganguk setuju. 



Di depan meja makan, Dong Chan berkumpul dengan keluarganya. Ibu Dong Chan memberitahu  Satu hal yang sama yang diberikan kepada mereka oleh langit  adalah waktu yang mereka dapat setiap hari. Bahkan  Pria miskin dan pria kaya  keduanya diberi jumlah waktu yang sama setiap hari.
“Ibu menjadi canggih setelah dia mulaimengambil pelajaran puisi di Pusat Pendidikan Seumur Hidup.” Kata Dong Sik
“Semua orang di keluarga kita harus hidup bahagia selama ini kita telah pergi.” ucap Ibu Dong Chan. Dong Sik pun setuju.
“Mari kita semua berdoa kepada dewa yang kita masing-masing percaya dan minta mereka membantu Mi Ran bangun secepatnya.” Kata Ibu Mi Ran mereka pun mulai berdoa, setelah itu mengajak mereka mulai makan. 

Dong Chan bertanya pada Dong Sik Apakah konstruksi interior berjalan dengan baik di rumah baru  yang berencana untuk tinggali. Dong Sik memberitahu , semuanya akan dilakukan begitu mereka membangun pagar taman.
“Ah Gitu yah. Bagaimana dengan tesismu?  Apakah itu juga berjalan dengan baik?” tanya Dong Chan.
“Aku memiliki presbiopia, jadi sulit untuk mengejar ketinggalan dengan yang muda. Tapi Aku senang, dan semuanya berjalan dengan sangat baik. Aku juga sudah mulai menulis.” Akui Dong Sik. Dong Chan pun memuji adiknya. itu bagus.
“Bagaimana denganmu? Kau berada di kelas empat sekarang. Bagaimana sekolahmu?” tanya Dong Chan pada keponakanya.
“Aku menjadi lebih bertanggung jawab, dan ini sangat menekan. Aku memiliki lebih banyak mata pelajaran untuk dipelajari. Aku benar-benar stres hari ini Sekolah sebenarnya bukan urusanku.” Keluh Seo Yoon.
“Apakah kamu masih berkencan dengan pacarmu?” tanya Dong Chan. Seo Yoon pikir  Itu sudah lama sekali jadi sudah putus dengannya.
“Maafkan aku, Paman... Kau sedang menunggu pacarmu untuk bangun. Aku seharusnya tidak mengatakan itu.” Kata Seo Yoon melihat tatapan sedih Dong Chan.
“Kakak Ipar, kapan kau akan pindah kembali? Setelah kami pindah, rumah akan memiliki kamar kosong, Kau harus kembali.” ucap Istri Dong Sik.
“Aku akan pindah begitu menikah... Itu sebabnya Aku membeli rumah besar itu.” Kata Dong Chan. Semua pun tak banyak berkomentar. 



Prof Jo memberitahu Dong Chan akan melakukan uji klinis terakhir kami hari ini, Jika ini berhasil, mereka bisa membangunkan Mi Ran.Prof hwan memberitahu Tetapi masih ada beberapa faktor risiko. Dong Chan ingin tahu Seperti apa.
“Kami harus menyuntikkan suntikan segera setelah dia bangun untuk membawa suhu tubuhnya kembali normal. Tetapi mungkin terlalu sulit baginya untuk menanggung. Selain itu, ia juga perlu menjalani operasi.”ucap Tuan Hwang.
Dong Chan hanya bisa terdiam lalu melihat ke arah Mi Ran dengan tabung yang mulai dicairkan. 

Dong Chan menuliskan diary dalam kamarnya “ Jika Aku bisa mengubah waktu kembali, Aku akan memaksamu untuk mendapatkan suntikan hari itu. Setiap kali Aku memikirkan hal itu, itu membuatku gila.
“Aku sudah berusaha sangat keras  untuk bertindak seperti aku baik-baik saja... Mi Ran... Aku sangat merindukanmu.” 

Tuan Kim memberitahu Dong Chan, jika menayangkan proyek cryonics itu di TV, maka tidak akan dipecat. Ia pikir Proyek itu akan menghemat stasiun penyiaran mereka jadi meminta agar Dong Chan bisa menayangkan acaranya.
“Aku tidak akan mengudarakan proyek.. Dan Tuan Kim, Kamu harus pergi sekarang.” Tegas Dong Chan lalu berjalan keluar dari ruangan.
Hyun Gi menatap sedih Tuan Kim dan mengaku tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Tuan Kim pun tak bisa berkata apa-apa lagi. 


Dong Chan berjalan dilobby melihat Ha Young dan keduanya saling menatap dengan senyuman. Dong Chan berjalan medekat mengaku  mendengar k Ha Young akan kembali lalu mengucapkan Selamat atas kembalinya Ha Young. Ha Young pun mengucapkan Terima kasih.
“Aku mendengar perusahaan ingin kau menjadi kepala, tetapi kau menolak untuk menerima pekerjaan itu. Aku melihat berita dan mendengar tentang enam manusia cryonic lainnya yang bisa bangun” ucap Ha Young
“Sekarang giliran Mi Ran. Aku yakin dia akan bisa bangun. Aku tahu betapa sulitnya ini untukmu. Tetapi Kau harus percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mi Ran  akan mengatasi ini apa pun yang terjadi.” Kata Ha Young yakin. Dong Chan mengaku setuju, Ha Young pun berjalan pergi.
Bersambung ke part 2

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09