Sabtu, 31 Desember 2016

Sinopsis Goblin Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Eun Tak dengan berkaca-kaca mengetahui kalau ia menarik pedang itu maka Kim Shin akan menghilang dari dunia ini selamanya. Wang Yeo menjelaskan itu artinya seperti Memunahkan kehidupan abadinya Goblin dan begitulah nasib Pengantin Goblin.
Sementara Kim Shin bertemu dengan Nenek yang sebenarnya adalah Dewa, Si nenek memberitahu kalau Kim Shin sudah hampir membunuhnya dengan tangannya sendiri. Kim Shin terdiam teringat saat Eun Tak berhasil menarik pedangnya dengan tanganya mendorong Eun Tak dan hampir mati karena melayang. 

“Jika kau menarik pedang itu..., maka dia akan menjadi abu dan abu tersebut tersebar kemana-mana. Dia akan lenyap selamanya... dari dunia ini pergi ke dunia yang lain.” Kata Wang Yeo, Eun Tak menangis mendengarnya.
Wang Yeo menyakinkan kalau semua bukan salah Eun Tak, menurutnya jika Eun Tak berpikir dirinya hanya sebagai alat membuat Goblin punah, menurutnya itu salah. Karena Kim Shin sendiri yang memutuskan untuk tidak memberitahunya dan ia memberikan jawaban yang jujur.
“Di saat sekarang ini pun, aku berada di pihakmu.” Akui Wang Yeo, Eun Tak mengucapkan terimakasih karena sudah memberitahunya dan menyuruh agar Wang Yeo beristirahat saja. 

Eun Tak kembali ke kamar membereskan semua barang-barangnya ke dalam tas termasuk buku-bukunya, lalu memeluk boneka Goblin menurutnya kalau rumah ini bukan rumahnya. Dan ia pikir tidak punya rumah dalam kehidupan ini. Dengan memanggil Tuan Soba (boneka Goblin) mengajaknya untuk pergi.
Si Nenek Muda keluar dari toko buku dan melihat Duk Hwa yang berjalan berpapasan denganya., Ia berhenti lalu menyapa Duk Hwa yang sudah lama tak bertemu lalu mengajaknya minum, karena moodnya sedang tidak baik sekarang. Duk Hwa bertanya apakah Nenek itu yang akan traktir karena  tidak punya kartu kredit sekarang.

Kim Shin menatap ke arah jendela teringat kembali senyuman bahagia Eun Tak saat menyebarangi jalan di Kanada. Dalam hatinya bergumam “ Suatu hari setelah 100 tahun lamanya... Di saat cuaca yang cukup indah..., kuharap aku bisa mengungkapkan padanya kalau dia cinta pertamaku.”
Papan didepan kamar Eun Tak bertuliskan  [Pengantin Goblin sedang tidak ada di dalam] Kim Shin masih menatap ke langit dengan membuat permohoan agar bisa mengabulkanya. Eun Tak berjalan keluar rumah teringat saat Kim Shin sedikit mabuk bertanya apakah ada kata-kata teriakhirnya sebelum menarik pedangnya.
“Setiap saat waktu yang kuhabiskan bersamamu adalah saat-saat yang indah.  Di saat cuacanya yang bagus, di saat cuaca yang tidak bagus dan di saat cuaca yang cukup bagus. Aku menyukai semua saat-saat itu. Dan Juga...,apapun yang terjadi itu bukan kesalahanmu.”
Eun Tak menangis berpikir kalau itu adalah salam perpisahan untuknya, dengan nada kesal berpikir kalau  harus membunuhnya saja. 

Sementara Wang Yeo menatap keluar jendela sambil bergumam “ Hari itu, Roh yang Hilang berjalan cukup lama dalam hujanan air mata seseorang. Dia ingin kematian sebisa mungkin jauh dari si Goblin.”
Kim Shin baru keluar dari kamar Eun Tak panik karena tak melihat pengantinya itu ada didalam kamar, tidak mengangkat teleponnya dan tidak pulang menurutnya kabur dari rumah. Ia juga tak melihat tas serta “Tuan Soba”, Wang Yeo binggung siapa yang dimaksud dengan “Tuan Soba”
Kim Shin membuka pintu seperti pergi ke pantai dan kembali datang karena tak menemukan dipantai, lalu kembali membuka pintu dan masuk ke dalam rumah karena Eun Tak juga tidak pergi ke sekolah. Wang Yeo terdiam melihat sekali pintu terlihat keluar asap karena Kim Shin pergi ke tempat lain.
“ Dia juga tidak ada di perpustakaan, tempat dia mengikutiku Ke Kanada untuk pertama kalinya.” Kata Kim Shin keluar dari pintu rumah dan kembali masuk mencari ke tempat lain.
“Dia juga tidak ada di dekat taman, tempat dia memanggilku kedua kalinya.” Kata Kim Shin kebinggunga. 

Kim Shin akhirnya menemui para hantu bertanya apakah ada yang melihat Eun Tak. Semua hantu yang ketakutan hanya bisa mengelengkan kepalanya. Kim Shin kembali menemui Wang Yeo bertanya dimana restoran tempat biasanya membeli ayam goreng tempat Eun Tak berkerja paruh waktu, Wang Yeo memberikan kartu nama dalam saku jaketnya karena pasti akan mencarinya. Kim Shin binggung
“Akulah yang salah disini, karena Aku yang memberitahu semuanya padanya.” Kata Wang Yeo, Kim Shin binggung lalu menduga sesuatu.
“Ya benar... Aku memberitahunya, kau akan mati kalau dia menarik pedangmu. Aku menceritakan semuanya.” Ucap Wang Yeo, Kim Shin mengumpat Wang Yeo sudah gila karena memberitahukanya. 

“Padahal Kau sendiri pernah bilang jangan pernah memberitahunya!” kata Kim Shin marah
“Ya... tapi kali ini aku berpihak Pada Roh yang Hilang lagi.” Akui Wang Yeo, Kim Shin memperingatkan agar jangan mencampuri urusanya menurutnya untuk apa Wang Yeo memihak pada Eun Tak. 
“Aku tidak mau kau mati...Tidak ada maksudapapun dari hal itu. Hanya saja kalau kau tidak ada di dunia ini lagi maka aku bakal bosan hidup. Kau boleh marah padaku.” Kata Wang Yeo
Kim Shin terdiam menurutnya tak mungkin marah dengan hal itu,padahal dulu mendoakan agar ia cepat mati tapi sekaran maka tak ingin mati, lalu keluar dengan membawa kupon ayam goreng. Wang Yeo berharap agar Kim Shin tak menggunakan kupon itu, lalu merasa tak percaya kalau bisa menyukai Kim Shin dan tak ingin kehilangannya. 

Kim Shin berdiri didepan restoran ayam goreng, tertulis didepan pintu  [Dibutuhkan pekerja paruh waktu.] ternyata Eun Tak juga sudah tak berkerja ditempat itu lagi. Ketika akan berjalan pergi, Kim Shin dan Kim Sun saling berpapasan saling menatap.
Saat itu Kim Shin seperti melihat Kim Sun yang berbicara dengan Wang Yeo yang akan datang. Kim Sun meminta agar Wang Yeo jangan menghubungin dan jangan menyapanya kalau memang tak sengaja bertemu.
“Happy New Year....” ucap Kim Sun seperti mengucapkan salam perpisahan pada Wang Yeo. 
Kim Sun memanggil Kim Shin dengan panggilan “Kakak”, Kim Shin terdiam mendengarnya. Kim Sun bertanya kenapa Kim Shin  memandangi restoran ayamnya dan berpikir kalau ingin melamar jadi pekerja paruh waktu. Kim Shin sempat kaget mengatakaan kalau sedang  mencari pekerja paruh waktu yang bekerja di tempat itu.

“Si 2,5 juta won, Pakaianmu, jam tanganmu, sepatumu... Dari ujung kepala sampai ujung kaki, semuanya berjumlah 2,5 juta won. Kenapa kau mencari bawahanku yang gajinya cuma 6.300 won per jam?” kata Kim Sun heran lalu teringat sesuatu
“Apa kau orang yang membuatnya menangis? Apa kau si Brengsek itu yang bekerja mengabdi pada negara dan menyusahkan bawahanku?” ucap Kim Sun sinis, Kim Shin kaget lalu bertanya apakah Eun Tak menangis.
“Jadi kau yang membuat pekerja paruh waktuku bolos kerja. Yah.. Aku mengerti sekarang. Apa kau sudah menikah? Apa karena itu kau meninggalkannya seperti itu?” kata Kim Sun
“Aku belum menikah, tapi aku punya calon pengantin jadi kau boleh menganggapku pria yang sudah menikah.” Kata Kim Shin lalu pamit pergi. Lalu berkomentar kalau bukan hanya dia yang punya hubungan rumit. Kim Sun binggung lalu berteriak memanggilnya apa maksud perkatanya

Wang Yeo melihat Kim Shin duduk sendirian dan bertanya apakah sudah menemukannya. Kim Shin pun membahas kalau menyerahkan  dokumen tentang Eun Tak dan meminta agar mengumpulkan dokumenya dulu., Wang Yeo binggung dokumen apa maksudnya.
“Dokumen jiwa-jiwa yang hilang. Harus ada namanya di daftar itu jadi aku setidaknya tahu hari apa dia akan mati.” Kata Kim Shin, Wang Yeo mengartikan kalau Kim Shin mendoakannya biar mati
“Kita perlu tahu bagaimana proses dan lokasi dia nanti meninggal. Dengan begitu salah satu dari kita bisa datang menemuinya saat itu.” Jelas Kim Shin, Wang Yeo tak mengerti kenapa Eun Tak akan mati karena ia tak bermaksud membuatnya mati.
“ Pasti ada alasan lain, 'kan? Lalu Kita ini apa sebenarnya? Kita ini adalah goblin dan malaikat pencabut nyawa. Jadi Mana bisa kita gagal menyelamatkan seorang gadis?” kata Kim Shin binggung.
Wang Yeo akan mengambilkan dokumenya tapi memikirkan kalau terjadi sesuatu,  Kim Shin menyuruh Wang Yeo mengambil dokumennya saja karena kalau nyawa Eun Tak berada dalam bahaya, pasti bisa merasakannya dan orang yang pasti dibutuhkan adalah dirinya.

Wang Yeo bertemu dengan juniornya memberitakan  dokumen Jiwa-Jiwa yang Hilang itu jadi meminta agar segera memeriksanya karena penting. Juniornya mengatakan besok siang akan mengambilnya. Wang Yeo mengatakan kalau itu terlalu lama. Juniornya mengatakan akan mengambil Malam ini juga dan melihat isi dari berkas.
“Ji Eun Tak... Bukankah dia orangnya? Kau waktu itu mencari daftar namanya di stasiun bus. Jadi Siapa dia?” kata Juniornya binggung,
“Dia itu Pengantin Goblin.” Kata Wang Yeo, Juniornya kaget tak percaya Eun Tak memang pengantin Goblin.
“Apa karena itu, makanya si Goblin muncul pada saat itu?” ucap Juniornya penasaran, Wang Yeo menyuruh juniornya makan sandwichnya  dan mulai , renungkan kalimat yang dikatanya kalau ucapanya itu sudah  kelewat batas jadi akan menutup mulutnya. Juniornya pun buru-buru menutup mulut dengan makan sandwich. 

Teman Eun Tak datang ke rumah, Bibi yang baru dengan sinis berkata kalau keluarga Eun Tak sudah tak tinggal dirumah itu dan sudah lama pindah, lalu sambil mengeluh kalau hutang mereka banyak sekali karena selalu didatangi untuk mencarinya.
“Kenapa kau mencari Ji Eun Tak?” tanya Kim Shin yang sudah berdiri dibelakang teman Eun Tak. Teman Eun Tak mengatakan kalau Hasil ujiannya sudah keluar tapi Eun Tak yang tak masuk sekolah lagi dan ia sebagai ketua kelasnya.
“Ahjussi, siapa kau? Kau kenal Eun Tak darimana?” tanya Ketua kelas heran, Kim Shin mengaku kalau sangat mengenal Eun Tak lalu mengambil hasil ujianya dan akan menyerahkannya, lalu pamit pergi.
Tapi Kim Shin kembali karena tak mengerti bertanya apakah hasilnya bagus atau tidak.  Ketua kelas sedikit binggung karena Kim Shin tak mengerti, lalu menjelaskan kalau Dengan hasil nilanya Eun Tak bisa masuk  sebuah perguruan tinggi di Seoul. Kim Shin tersenyum mengaku bangga dengan Eun Tak lalu berjalan pergi. 

Kim Shin melihat hasil ujian dan keluar dari kamar membawa satu tas besa berkata pada Wang Yeo Kalau orang sedang patah hati, pasti akan kacau. Wang Yeo bertanya apa yang akan dilakukanya. Kim Shin meminta maaf  mengatakan kalau sedang tidak fokus sekarang lalu menyuruh mengambil plastik yang dibawanya karena Malaikat Pencabut Nyawa juga butuh kaus kaki.
Wang Yeo duduk sendirian di ruang tengah dengan menonton berita “ Berita terkini. Kabut tebal telah menutupi seluruh gedung pencakar langit dan kini hanya bagian puncak bangunan yang bisa terlihat. Kabut yang kelihatan seperti buatan dewa tersebut terlihat misterius.”
Lalu berita selanjutnya “Kejadian tersebut sudah seperti adegan film Sci-Fi dan begitulah pemandangan langit malam Seoul pada hari ini. Supermoon juga anehnya muncul di antara gedung-gedung tersebut. Setelah munculnya kabut pada siang hari, Supermoon ini muncul dan warga mulai resah.”

Kim Shin sedang ada diatas gedung teringat kembali dengan pesan si nenek muda agar cepat menarik pedangnya kembalilah menjadi abu.Jika tidak kembali maka  Eun Tak yang akan mati.
“Jika aku harus membuat pilihan itu..., maka kau harus.. mempersiapkan alasanmu sendiri.”
Di rumah sakit, seorang anak histeris menangis melihat ayahnya yang tak sadarkan diri. Dokter memberitahukan waktu kematianya Pukul 20:15. Malaikat Kematian datang membaca kartu dengan membawakan “Kim Gi Joong, 68 tahun. Penyebab kematian, pendarahan yang berlebihan.” Tapi tiba-tiba kartunya malah terbakar dan Tuan Kim yang sudah meninggal langsung bangun yang membuat semua kaget. 

Junior datang menemui Wang Yeo tak percaya kalau Di depan matanya pria itu bangun dan hidup lagi, walaupun  mengalami pendarahan berlebihan, tapi warna kulitnya cukup bagus. Wang Yeo bertanya apakah daftar namanya itu terbakar, Junior itu bertanya apakah kejadian itu bisa terjadi.
“Hal tersebut bisa terjadi, kalau api itu apinya si Goblin dan Ini pasti punyamu.” Kata Wang Yeo memberikan platisk besar, Juniornya binggung melihat isinya kaos kaki
“Ini Permintaan maafnya si Goblin.”kata  Wang Yeo,Juniornya benar-benar dibuat binggung dengan yang terjadi. 

Wang Yeo kesal masuk rumah mengomel kalau minta maaf terlebih dahulu itu belum sudah cukup karena membuat masalah dan sekarang para malaikat harus kerja lembur dan Goblin berani  membakar daftar nama target mereka, berikir Goblin itu buta karena sudah lama hidup
“Yah.. Memang sangat disayangkan nasib kalian berdua tapi bukan berarti kau bisa main-main dengan kehidupan manusia, dasar goblin bodoh.” Ungkap Wang Yeo kesal
“Aku hanya ingin seseorang melihatnya. Alangkah baiknya jika sang dewa melihatnya dan Lebih baik lagi kalau Eun Tak yang melihatnya.” Kata Kim Shin
Wang Yeo makin kesal karena tak dianggap apapun, merasa kalau tak ada gunanya bicara dengan Kim Shin, menurutnya lebih abiak membiarkan Eun Tak menarik pedangnya. Kim Shin pikir juga seperti itu. 

Kakek Yun berbicara pada Sek Kim setelah membaca koran, kalau Di dunia ini ada banyak makhluk aneh yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Lalu Sesekali mereka ternyata lebih dekat dengan mereka daripada yang mereka duga. Dan menurutnya Sek Kim sudah mengetahuinya.
Sek Kim terdiam mengingat saat bertemu dengan Kim Shin dan memanggilnya “Yoo Jae Shin-ssi.” Lalu diam-diam terus mengamatinya dari kejauhan Kim Shin yang sedang duduk dengan Duk Hwa direstoran, seperti sangat penasaran.
“Aku tahu seorang pria yang tidak menua. Paspor yang kubuat... dan akomodasi yang kusiapkan untuk berada di Nice dan juga mengawasi Duk Hwa... Aku yakin Anda memberikanku tugas seperti itu untuk mengenali jati diriku.” Kata Sek Kim
“Apa kau pernah membicarakan pria itu dengan orang lain?” tanya Kakek Yun, Sek Kim mengatakan tidak pernah.
“Sebenarnya..., dialah orang yang memilihmu. Dia membuat anak tanpa impian maupun uang untuk ikut ujian masuk perguruan tinggi. Dia memberikan anak itu impian dan mendaftarkannya ke universitas. Menurutmu siapa penolong tak berwajah itu?” kata Kakek Yun. Sek Kim terdiam mendengarnya.
“Jadi Ingatlah. Nama asli orang itu..., Kim Shin, yang artinya "percaya".” Kata Kakek Yun, Sek Kim benar-benar tak percaya mendengarnya. 


Duk Hwa memastikan kalau Supermoon dan kabut Kim Shin yang melakukannya, lalu mengeluh kalau menyebabkan kekacauan hanya untuk mencari anak SMA dan takut NASA nanti akan menangkapnya. Kim Shin melihat Duk Hwa minum obat penghilang mabuk, lalu bertana apakah baru saja minum. Duk Hwa mengaku baru minum-minum kemarin dan mulai sadar.
“Oh ya, kalau aku menemukan dia, apa yang akan kaulakukan terhadapku, Paman? Apa kau mau memberikanku kartu kredit?” kata Duk Hwa memberika penawaran
“Aku saja tak bisa menemukannya, apalagi kau.” Ucap Kim Shin tak percaya, Duk Hwa yakin Eun Tak  pasti tidak jauh-jauh perginya karena tidak punya uang lalu merasa tahu cara menemukan dirinya.

Seekor kupu-kupu terbang diatas hamparan salju yang tebal, lalu hinggap diatap atap yang tutup salju.  Eun Tak sibuk melayangi semua pelanggan yang ingin menyewa peralatan ski mulai dari skateboard sepatu dsb.  Setelah lelah berkerja Eun Tak duduk melihat ponselnya dengan membaca berita [Kabut tebal menutupi seluruh gedung pencakar langit-Supermoon bersinar mengerikan]
Duk Hwa pun memberitahu Kim Shin kalau sudah menemukannya kalau Eun Tak ada di tempat ski. Eun Tak berjalan setelah berkerja teringat kembali saat bertanya pada Kim Shin “Bagaimana kalau...aku bilang  tidak ingin menjadi pengantinmu lagi, apa yang akan terjadi?”
Kim Shin mengatakan kalau tak bisa menarik pedang ini jadi Hanya Eun Tak yang bisa menariknya dan harus menarik pedang itu agar menjadi tampan. Eun Tak mengumpat kesal mengingat Kim Shin yang berbohong padanya. Kim Shin saat itu meminta tidak hari ini karena hari ini hanya akan tertawa saja bersamanya. Eun Tak pun mengusulkan salju pertama saja karena butuh sapu pada saat itu. Kim Shin pun setuju.
Bersambung Ke Part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar