Jumat, 31 Maret 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 19 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Sung Ryong dan Seo Yool datang mencegat jalan Ketua Park saat di lobby, Sung Ryong mengatakan kalau Ada sesuatu yang ingin disampaikan. Yaitu Surat dakwaan untuk pemaksaan penipuan pembukuan keuangan. Seo Yul juga memberitau  Surat dakwaan untuk paper company dan real estate.
“Surat dakwaan untuk dana ilegal.” Kata Sung Ryong
“Surat dakwaan untuk pelanggaran sistem rekening. dan penggelapan pajak.” Kata Seo Yul
“Surat dakwaan karena telah melakukan percobaan pembunuhan padaku.”kata Sung Ryong
“Surat dakwaan untuk memenjarakan dan menganiaya.” Kata Seo Yul
“Terakhir, surat dakwaan karena telah melakukan percobaan pembunuhan pada Kepala Lee Eun Seok.” Ucap Sung Ryong

Ia lalu membahas pada Seo Yul sebagai jaksa ingin tahu Ketua Park  dihukum berapa lama. Seo Yul pikir kalau itu Kira-kira selama 7 atau 8 Piala Dunia. Sung Ryong menghitung kalau Ketua Park akan keluar dari penjara setelah 2045. Ketua Park dengan nada penuh amarah bertanya apa yang dinginkan oleh mereka.
“Jangan datang ke Kantor Kejaksaan dengan kursi roda atau ambulans.” Kata Seo Yul tahu trik para pejabat yang mangkir dari hukum dengan berpura-pura sakit.
“Anda harus merapihkan rambut dan di makeup sebelum tiba disana. Karena mereka akan mengambil gambar Anda.” Pesan Sung Ryong, Ketua Park hanya tertawa lalu berjalan pergi. 


Sung Ryong melihat Ketua Park cukup sulit dan sedikit binggung karena atasanya itu tidak merasa terkejut. Seo Yul pikir  Yang begini tidak akan membuat Ketua Park terkejut. Sung Ryong pikir Tapi untuk deklarasi perang, lumayan dan Sekarang pertempuran sesungguhnya dimulai.
“Do to the O. Ketua Park Hyun Do.” Ucap Sung Ryong dan semua ingikuti seperti gaya rapper lalu pergi

Min Young berjalan dengan Ketua Park mengatakan  akan menelpon tim hukum untuk melakukan tindakan. Ketua Park pikir tak perlu lau menghubungi seseorang seperti meminta bantuan.
Min Young di ruangan memarahi Ketua Lee dan Ma Geun dengan yang keduanya sudah lakukan, kalau mereka hampirmenghancurkan semuanya. Ma Geun minta maaf merasa seperti dihipnotis
“Jika kalian ingin menetap, jangan membuat masalah Dan terus tutup mulutmu.” Perintah Min Young
“Aku... khawatir tentang apa yang kami katakan pada jaksa.” Ucap Man Geun ketakutan
“Kau bilang Kau khawatir? Aku akan mengurusnya kali ini. Jika sesuatu seperti ini terjadi lagi, kalian akan dihadapkan dengan sesuatu yang tak terbayangkan. Jadi Camkan itu.” Ucap Min Young, Keduanya menganguk mengerti. 

Keduanya keluar ruangan, Ma Geun pikir Suka atau tidak, TQ yang membayar gaji mereka jadi mereka  harus berbakti pada perusahaan. Ketua Lee pun setuju tidak akan dibutakan oleh apapun lagi dan akan setia kepada perusahaan. Tiba-tiba Seo Yul sudah ada dibelakang keduanya yang membuat bawahanya itu terlonjak kaget.
“Kenapa kaget begitu? Apa Kalian habis lihat hantu?”ejek Seo Yul. Keduanya pun memanggil Seo Yul dengan panggilan  Jaksa.
“Jangan panggil aku itu. Panggil saja aku Direktur seperti sebelumnya.” Kata Seo Yul, keduanya terlihat masih gugup.
“Kelihatannya kalian... habis bertemu dengan Direktur Cho. Apapun yang dia katakan, kita harus berada di perahu yang sama. Kalian harus berkelahi sesuai dengan keadilan dan aturan. Bukankah begitu?” kata Seo Yul, Keduanya mengangguk.
“Kalian berdua pendukungku yang paling terbaik. Kalian adalah yang terbaik.” Kata Seo Yul lalu memberikan semangat lalu berjalan pergi.
Keduanya kebingungan dengan nasibnya dan berpikir lebih baik mati saja. 

Ha Kyung menanyakan tentang deklarasi perang. Suk Kyung mengatakan kalau itu Lancar sekali dan bertanya pada Manager Cho apakah sudah mendapatkan tanda tangan dari orang-orang di daftar PHK. Manager Cho ada beberapa yang tak didapatkanya dan sisanya akan diurus besok.
“Saat semuanya beres, serahkan itu pada Go and Goo. Kita akan mengajukan gugatan untuk pemecatan yang tidak adil.” Kata Sung Ryong, Manager Cho mengerti
“Bertahanlah. Jika kita menang, kau akan terus disini.” Kata Ha Kyung ingin  membuat Manager Cho tenang.
“Jika memang tidak berhasil, tidak apa-apa. Selama aku bisa menjatuhkan Ketua” ucap Manager Cho dendam
“Kita jangan bicarakan ini dihadapan Myung Seok.” Pesan Sung Ryong. Manager Cho mengangguk mengerti. 


Seo Yul duduk di kursi tempat Sung Ryong, Manager Cho baru datang menyapa jaksa yang datang ke ruangan mereka. Sung Ryong meminta agar jangan memanggilny seperti itu lebih baik Direktur saja
“Jaksa, apa yang Anda lakukan di sini?” tanya Sung Ryong melihat Seo Yul duduk di meja kerjanya.
“Aku takut kantorku disadap atau di bawah pengawasan.” Kata Seo Yul sediki menyindir dengan menaikan kaki ke atas meja.
“Kalau begitu, kau harus duduk di kantormu dan tetap tenang. Kau membuat semua orang di sini merasa tidak nyaman.” Ucap Sung Ryong melihat semua timnya gelisah.
“Kau bilang Tidak nyaman? Apa aku membuatmu tidak nyaman?” ucap Seo Yul,
“Tidak begitu, tapi aku tidak merasa tidak nyaman juga.” Akui Sung Ryong, Seo Yul pikir tidak masalah untuknya.

Seo Yul bertanya pada semua karyawan apakah membuatnya tak nyaman, semua menggeleng dengan terpaksa. Ia pun menegaskan pada Sung Ryong kalau semua baik-baik saja. Sung Ryong memberitahu semua timnya itu orang suci karena Seo Yul seorang jaksa jadi membuat mereka tidak nyaman.
Ha Kyung pikir lebih baik membiarkan saja,  karena mereka hanya akan mengerjakan tugas yang harus dikerjanya. Seo Yul pun mengucapkan terimakasih atas dukunganya lalu mengajak mereka semua makan ramyun karena melihat mereka makan sangat nikmat. Sung Ryong hanya bisa mengumpat pada rekan kerjanya. 

Sung Ryong akhirnya membuatkan mie dipantry dan Seo Yul makan dengan alas koran agar tak mengenai bajunya.  Sung Ryong mengeluh Seo Yul Itu  memang sangat merepotkan. Seo Yul seperti baru merasakan ramyun meminta tambahan nasi.  Sung Ryong menyuruh Seo Yul makan ramyu saja dan menyuapinya potongan kimchi.
Sementara Ha Kyung seperti tergesa-gesa meminta izin  akan menjenguk Kepala Lee di rumah sakit. Manager Cho pun mengizinkanya lalu melihat ke arah pantry dengan wajah sedikit gugup. 

Ketua Park bertemu dengan Jaksa yang selama ini membantunya, Si Jaksa merasa kalau segala hal menjadi rumit. Ketua Park pikir  . Ini semua salahku. Si Jaksa pikir kalau Manajer Choi membuat kesalahan kecil jadi perlu menyelesaikan hal mendesak yang harus diurus.
“Terima kasih. Kalau saja itu bisa diurus...” kata Ketua Park sedikit  gugup
“Jika semuanya sudah terluruskan, maka kau perlu membuka lembaran baru. Aku ingin bertemu denganmu pada acara-acara yang baik.”kata Jaksa, Ketua Park pun akan mengingatnya pesanya.
“Omong-omong... Aku mendengar, ulang tahun Anda diadakan tiga minggu yang lalu.  Aku menyiapkan hadiah kecil untuk mengharapkan kesehatan yang baik untuk Anda.” Kata Ketua Park memberikan sebuah kotak, Jaksa melihat isinya seperti barang berlapis emas dan terlihat bahagia.
“Rasanya aku bisa hidup selama seribu tahun.” Ucap Jaksa lalu mereka pun mulai bersulang. 

Di dalam mobil
Surat atas nama PARK HYUN DO. Manager Choi bertanya Apakah ini semua dakwaan yang diterima, Ketua Park membenarkan. Manager Choi memperingati agar Ketua Park tidak boleh menyembunyikan apapun darinya. Ketua Park mengatakan kalau tidak menyembunyikan apapun. Manager Choi keluar dari mobil dan akan menghubunginya nanti. 

Setelah Manager Choi turun, Ketua Park menelp Min Young memberitahu kalau sudah menceritakan semuanya padanya, tapi tidak bisa mengatakan tentang percobaan pembunuhan. Min Young pikir itu bagus, dan akan mengurus itu.
“Pastikan kau terus mengawasi Kepala Lee. Ini akan menjadi buruk jika dia melakukan pergerakan.” Perintah Ketua Lee. Min Young mengerti. 

Ha Kyung masuk ruangan terlihat tak percaya mendengar kedaaan ketua Lee. Istrinya memebritahu Keadaannya sudah jauh lebih baik sekarang. Jika terus seperti ini, mungkin akan bangun, Ha Kyung pun yakin Ketua Lee akan segera bangun.
“Oh, ya. Aku melihat artikel tentang Ketua Park.” Ucap Istri Ketua Lee
“Tidak akan lama lagi sampai Kepala Lee melihat keadilan. Aku tidak percaya itu. Padahal baru saja beberapa bulan.” Kata Ha Kyung, Istri Ketua Lee mengucapkan terimakasih pada Ha Kyung.
“Kau bisa berterima kasih pada Kepala Kim nanti.” Ucap Ha Kyung dengan senyuman bahagia menatap Ketua Lee yang sudah mulai membaik. Anak buah Min Young melaporkan baru saja di rumah sakit

Jaksa Park didatangi oleh Manager Choi, Manager Choi meminta agar Jaksa Kim agar  Semua bukti dan kesaksian tentang Ketua Park akan hancur dan Juga, tunda bukti lebih lanjut atau dakwaan yang lain sebanyak yang bisa dilakukanya dan mengabaikan mereka saja.
“Tapi aku tidak bisa membuat keputusan sendiri...” kata Jaksa Kim lalu melihat ponselnya berdering dan itu dari Kantor Kejaksaan. Manager Choi pun menyuruh agar mengangkatnya. Jaksa Park pun langsung menganguk-angguk setuju saja.
“Apa Sudah dengar? Kau hanya lakukan itu saja.” Perintah manager Choi, Jaksa Park pun tak bisa mengelak. 

Ketua Park pulang ke rumah, Nyonya Jang langsung bicara pada suaminya kalau saja mengakui kejahatan dan mengundurkan diri, maka akan menjatuhkan kasus tentang para dewan. Ketua Park tetap mengak kalau benar-benar tidak tahu apa-apa tentang ini.
“Kau harus mengakui semuanya sekarang. Jangan mencoba untuk bertahan lebih lama lagi.” Ucap Nyonya Jang
“Aku tidak ingin. Dan tidak ada yang harus di akui, Karena aku tidak melakukan sesuatu yang salah.” Ucap Ketua Park, Nyonya Jang menyindir suaminya itu sangat percaya diri.
“Katakanlah aku bisa memaafkan caramu menjalani hidup dengan meraup keuntungan sendiri dan membuat sengsara karyawanmu. Tapi aku tidak bisa memaafkanmu, karena telah menganggap kehidupan seseorang tak berharga. Aku akan memastikan, kau akan membayar perbuatan jahat yang kau perbuat.” Tegas Nyonya Jang
“Kau tidak boleh mengatakan...ini tanpa bukti.” Balas Ketua Park tak takut.
Nyonya Jang  menegaskan bahwa baginya Tuan Park sendiri buktinya.  Ketua Park pikir Nyonya Jang boleh berpikir semaunya, Nyonya Jang pun berharap setidaknya Tuan Park itu bisa bersimpati lalu masuk ke dalam kamarnya. 


Jaksa Han binggung karena Ada sebanyak 8 tuntutan yang diberikan dan tidak satupun dari mereka dapat diterima. Jaksa Park memberitahu kalau Tuduhannya bukan dijatuhkan jadi juniornya harus berhati-hati. Jsak Han meminta senornya agar Jujur saja.
“Ada seorang petinggi di kantor yang menghentikan ini. Jadi Berhenti membuat alasan. Anda hanya harus jujur saja.” Kata Jaksa Han
“Baik. Kau benar kalau Mereka menekanku. Jika kau tidak ingin mereka untuk menghentikan ini, bawa sesuatu yang lebih menentukan.” Kata Jaksa Park
“Jika aku membawa sesuatu yang menentukan, apa Anda akan menyetujuinya?” tanya Jaksa Han
“Aku tidak peduli apa yang Kepala Jaksa katakan. Aku akan menyetujuinya.” Jadi Bawakan saja, Anda sudah berjanji.” Ucap Jaksa Park
“Aku akan segera membawa sesuatu.” Ucap Jaksa Han penuh amarah 

Seo Yul berteriak marah sampai semua dalam ruangan kaget,  lalu berkata kaalu Tidak ada gunanya untuk meyakinkan dia dan akan segera menemuinya besok.  Sung Ryong bertanya apa terjadi sesuatua, Seo Yul memberikan kode agar mereka bicara berdua saja. Ha Kyung dan Manager Cho saling berpandangan.
“Aku tidak bisa mengatakan apa-apa, karena ada mereka di dalam. Kita perlu membuat rencana.” Ucap Seo Yul
“Kita butuh base camp di mana kita bisa tinggal bersama-sama untuk membuat rencana.” Kata Sung Ryong
“Kalau begitu, kita harus pesan kamar hotel.” Ucap Seo Yul
“Musuh bisa menemukan kita di sana. Kita perlu memilih tempat yang lebih rahasia, agar mudah untuk memasok barang, dan bisa fokus.” Ucap Sung Ryong, Seo Yul pun bertanya apakah ada tempat seperti itu. 
Manager Cho sedang duduk dan melihat Seo Yul serta Sung Ryong datang dan langsung menyambutnya. Sung Ryong mengatakan kalau rumah manager Choo sebagai base camp. Manager Cho sedikit gugup karena Seo Yul datang ke rumahnya.
“Oh, ini adalah rumah Tn. Choo.” Ucap Seo Yul melihat sekeliling, Manager Choo mengaku memiliki rumah yang sangat sederhana. Seo Yul berkomentar kalau rumahnya Sangat nyaman. Saat Ha Kyung menelp
“Apa Kau perlu sesuatu di sana?” tanya Ha Kyung yang sedang berbelanja.
“Oh, ya. Aku ingin kaki babi dan cumi-cumi yang sampai dari peternakan dan juga ingin beberapa bir hitam, daging kepiting palsu juga.” Ucap Sung Ryong, Seo Yul tahu Ha Kyung ada di supermarket ingin bicara juga.
“Ha Kyung, Aku Seo Yul.. Aku ingin Wine kering dari Chili  danJuga, Camembert keju serta nachos.” Kata Seo Yul

“Ini aku, Nam Ho. Aku ingin dua botol Soju, satu bungkus pangsit beku, dan sup minyak ikan instan.” Kata Manager Choo
“Hentikan!” teriak Ha Kyung mendengar semua permintaan yang macam-macam. Semua pun melonggo mendengarnya.
“Katanya, kita akan mengadakan rapat, bukan pesta. Tidak ada yang membantuku juga disini. Bagaimana aku bisa membawa semuanya sendiri? Dan Juga, aku tidak ingat semuanya. Aku hanya akan membeli apa pun yang aku ingat. Mengerti?” tegas Ha Kyung
Seo Yul tak percaya sangat menakutkan. Sung Ryong sudah tahu kalau Ha Kyung memang sedikit sering marah-marah. Manager Choo pikir klau TQ Psycho yang sebenarnya adalah Ha Kyung, Ha Kyung tiba-tiba memberikan suara kalau masih belum menutup teleponnya. Sung Ryong pun panik karena seharusnya menutup telp lebih dulu sebelum bicara. 


Ma Geun keluar dari parkiran merasa kalau tak yang memahami selain mereka sendiri. Manager Lee membenarkan, Ma Geun mengatakan aakan terus bergantung, begitu juga Manager Lee dan mereka akan pergi minum.
Tiba-tiba dua orang langsung menghadangnya, Keduanya binggung dan ingin kabur tapi di depan mereka sudah ada mobil dan membuat mereka seperti di kepung. 

Ha Kyung datang, semua ingin melihat barang-barang yang dibeli oleh Ha Kyung.  Sung Ryong mengeluh tidak membelikan daging kepiting palsu. Seo Yul juga tidak melihat ada nachos. Sung Ryong seperti tumpukan belanjaan yang acak-acakan. Manage Choo pun menanyakan sup minyak ikan instant.
“Sudah kubilang untuk beli Bir Hitam, bukan bir biasa.” Keluh Sung Ryong
“Makan saja yang ada!!!” teriak Ha Kyung dengan nada penuh amarah
“Ya. Pasti aku akan kekenyangan kalau ditambah daging kepiting.” Ucap Sung Ryong tak ingin kena marah
“Lebih baik aku tidak memakan nachos. Aku suka makan Wine dengan chrysalis.” Ucap Seo Yul ketakutan
“Aku akan beli sup minyak ikan ke tempat lain.” Kata Manager Choo. 

Mereka pun mulai dengan rapat untuk membuktikan penggelapan Ketua Park. Seo Yul mengatakan kalau  mereka perlu mengetahui siapa yang melindunginya. Jika tidak, tidak peduli berapa banyak bukti yang kita miliki, maka mereka hanya akan terus menghentikan yang mereka sudah lakukan
“Ketiga, kita harus menebus dana tertentu Ketua Park ketika semuanya sudah terselesaikan.” Ucap Ha Kyung . Manager Choo pikir Yang ketiga adalah yang paling sulit.
“Sebagian besar dana tertentu itu tidak pernah ditebus bahkan ketika mereka didakwa dan dihukum. Itu bukan uang miliknya. Itu milik TQ. Kita harus menebusnya.” Kata Ha Kyung
“Itu yang paling sulit. Mengambil uang yang tersembunyi.” Kata Sung Ryong Seo Yul pikir mereka  K harus menemukan rute penggelapan dengan tepat.
Manager Choo pikir bisa melakukan bersama dengan Ha Kyung. Seo Yul pun ingin tahu tugasnya,  Sung Ryong pikir mereak akan mulai dengan Manajer Choi karena adalah jembatan.


Ma Geun bicara dengan istrinya kalau hanya sedang perjalanan bisnis dan mengaku banyak yang dilakukan jadi tak tahu kapan pulang. Anak buah Manager Choi pun mengambil ponsel dari tangan Ma Geun.
“Kalian berdua sudah selesai berbicara pada istri kalian.” Ucap Manager Choi, Semua menganguk
“Tapi kenapa Anda membawa kami di sini?” tanya Ketua Lee. Manager Choi menyindir keduanya yang tidak tahu
“Kenapa kalian harus angkat bicara? Kalian berdua berebutan untuk berbicara pertama.” Ucap Manager Choi, Ma Geun pikir Manager Choi ingin  mencoba untuk melakukan sesuatu untuk mereka
“Ini adalah dunia yang menakutkan. Kami tidak bisa melukai seseorang. Jadi Kalian bisa tinggal di sini sampai semuanya selesai. Ada penjaga di sini dan Kalian sedang diawasi, Maka Kalian hanya perlu diam. Kami akan memberikan makan tiga kali sehari. Jangan khawatir. Hanya untuk beberapa minggu. Oke?” ucap Manager Choi
Keduanya panik mengetahui harus tak pulang  Beberapa minggu. Manager Lee mengaku tidak bisa tinggal jauh selama berminggu-minggu, karena mengkonsumsi obat untuk mengobati tiroidnya. Manager Choi tak peduli menyuruhnya untuk diam dan mengancam jika  mereka melakukan hal lain, maka tidak bisa memperlakukan keduanya seperti manusia. 

Sung Ryong mengetik berkas lalu melihat Seo Yul yang ketiduran di sofa dengan memegang berkas, akhirnya dengan baik hati mengambil berkas dan nyelimutinya agar tak kedinginan.
Pagi hari, keduanya terlihat tidur bersama dengan saling berhadapan. Seo Yul bangun berteriak panik dan langsung menjauh. Sung Ryong pun terbangun bertanya apa yang terjadi. Seo Yul binggung karena Sung Ryong tidur dekat-dekatnya. Sung Ryong merasa udara sangat dingin di pagi hari.
“Aku hanya berbaring di dekatmu, supaya kita bisa berbagi suhu hangat tubuh kita.” Ucap Sung Ryong
“Tingkahmu aneh sekali, Kau sudah menciumku tiga kali.” Jerit Seo Yul, Sung Ryong malah semakin mengoda Sung Ryong dengan mendekatinya.
Seo Yul menjerit ketakutan agar Sung Ryong jauh darinya. Sung Ryong mengajak agar tidur lagi karena masih belum waktunya untuk bekerja. Sung Ryong berusaha kabur ingin membuka pintu, tapi malah Pegangannya copot lagi.
“Pintu ini hanya bisa dibuka dari luar.” Kata Sung Ryong, Seo Yul panik berteriak meminta Manager Choo agar mengeluarkanya. Sung Ryong makin mendekat.
“Jangan sentuh aku...Aku pernah jadi jaksa.” Ucap Seo Yul tapi Sung Ryong sudah bisa menariknya dan memeluknya karena kedinginan.
“Kalian berdua berisik sekali. Mereka memang dalam usia bersenang-senang. Aku akan membiarkan mereka bersenang-senang. Ini Masa bulan madu mereka.” Komentar Manager Choo dari lantai bawah membiarkan atapnya tak terbuka. Seo Yul terdengar berteriak histeris agar Sung Ryong melepaskan tanganya. 



Manager Lee dan  Ma Geun duduk terikat, Manager Lee ingin tahu apakah ada makanan karena sangat lapar tapi melihat ponselnya, ia tahu Mereka memblokir semua panggilan masuk jadi bisa menelpon seseorang.
Ma Geun tak percaya, Manager Lee pun mengajak agar mereka berkerja sama untuk mendorong. Mereka berdua pun saling mendorong agar bisa berjalan sampai ke dalam kamar tempat ponsel tergeletak. Beberapa saat kemudian, Manager Lee sudah ada didepan ponselnya. Ma Geun menyuruh segera menelp
Manager Lee bertanya dengan apa menelpnya, Ma Geun pun berpikir karena tangan mereka terikat.  Manager Lee pernah melihat kalau  seseorang yang menelpon dengan hidungnya lalu mencoba dengan hidung membuka kucni tapi gagal.
“Kenapa lama sekali?” keluh Ma Geun kesal karena harus sedikit berjinjit agar Manager Lee bisa membuka dengan hidungnya.
“Pak.. Ini bukan ponselku, Padahal modelnya sama.” Ucap Manager Lee, Ma Geun menahan amarahnya, Manager Lee pun merasa  mereka harus pindah ke tempat semula, Ma Geun hanya bisa menghela nafas. 

Sung Ryong berjalan ditrotoar sambil mebahas kalau Seo Yul itu  menjadi seorang eksekutif yang paling brengsek. Seo Yul mengaku sudah seperti ini sejak SMP. Sung Ryong tahu, tapi bukan itu inti nya karena Dari titiknya berdiri, Seo Yul berperan sebagai jaksa yang habis menyamar, jadi meminta agar memainkanlah peran itu. Seo Yul ingin tahu apa yang harus dilakukan.
“Jangan merendahkan atau kasar kepada orang lain. Terutama kepada atasanmu.” Kata Sung Ryong
“Berani sekali... Apa Kau bilang begitu, karena aku selalu kasar padamu?” ucap Seo Yul, Sung Ryong pikir tak peduli
“Setelah semua yang kau katakan padaku, kenapa juga aku peduli sekarang?” kata Sung Ryong, Seo Yul mengerti.
“Kau harus terlihat sopan jika kau ingin semua orang untuk percaya bahwa kau sedang memainkan peran. Dan kau juga tidak boleh kasar terhadapku Terutama ketika ada orang lain. Mereka akan mencurigaimu.” Perintah Sung Ryong
“Kurasa kau sudah mulai mengontrolku sejak aku dikurung.” Keluh Seo Yul Sung Ryong pikir Seo Yul  bukan boneka jadi  tidak mengontrol apa-apa.
“Yang lain sedang memperhatikan, jadi Jangan memaki” perintah Sung Ryong, Seo Yul pun hanya bisa diam lalu berjalan pergi. 

Anak buah Min Young melihat keduanya dari dalam mobil lalu memberitahu kalau keduanya baru saja masuk gedung. Tiba-tiba pria dengan kepala beruban sudah ada di samping jendela, mengejeknya kalau sedang memata-matai bosnya. Si pria terlihat ketakutan.

Myung Seok masih berkerja menempel struk belanja, lalu menatap manager Choo dan Ha Kyung berbicara di ruang pantry dengan berbisik. Manager Choo membahas kalau mereka tahu bagaimana cara mengantongi uang, maka otomatis bisa menjatuhkan tuntutan untuk penghindaran pajak. Ha Kyung tahu.
“Kau akan tahu ini, tapi aku 100 persen yakin dia menggunakan paper company.” Ucap Manager Choo
“Kita semua menduga begitu, tapi bahkan jaksa saja tidak bisa menemukan bukti.” Ucap Ha Kyung
“Aku seorang manajer umum dengan 22 tahun pengalaman. Aku melakukan beberapa pencarian. Apa Ingat saat kita menelusuri TQ Groceries? Ada TQ Kosmetik. Semua keuntungan TQ Groceries masuk semua kesana.” Ucap Manager Choo bangga, Ha Kyung mengingatnya.
“Aku sudah menelusuri TQ Kosmetik. Kedua cabang perusahaan itu tengah kesulitan, tetapi mereka berinvestasi dalam dana. Di Tanzania. Ini adalah offshore fund [ Yuridiksi bebas pajak di luar negeri] “ ucap Manager Choo Ha Kyung berpikir kalau itu 

Manager Choo pikir Ini adalah ciri-ciri paper company dan Ketua akan menggunakan berbagai rute untuk mengirim uang di sana. Tiba-tiba Myung Seok membuka tirai menyuruh mereka agar bicara diluar saja dan tak perlu mempedulikan dirinya, Manager Choo pikir lebih memilih untuk berbicara di pantry.
“Apa yang terjadi sekarang, Myung Seok?” tanya Ha Kyung melihat Myung Seok terlihat gelisah.
“Aku akan menelusuri semua itu, Tanzanian paper company. Kalian tidak bisa bahasa Tanzania. Apa menurut kalian berbisik di sini akan mendapatkan sesuatu?” ucap Myung Seok. Ha Kyung dan Manager Choo melonggo tak percaya. 

Ha Kyung datang mendekati meja Myung Seo merasa  Ini adalah masalah yang sangat sensitif dan bisa sangat berbeda dari. ketika memberikan file TQ Kosmetik pada Kepala Kim, selain itu mereka mungkin benar-benar akan menikung Ayahnya.
“Kami tidak ingin menempatkanmu dalam posisi itu.” Kata Ha Kyung merasa tak tega membuat Myung Seok dalam posisi yang salah.
“Itulah sebabnya. Aku tahu, jika aakhirnya membantu kalian saat ini, itu benar-benar bisa menjatuhkan Ayahku. Jika ada yang tidak beres, aku akan jadi anak terburuk yang pernah ada. Aku tidak melakukan ini karena mencintai keadilan atau karena tidak tahan dengan ketidakadilan. Itu bukan aku.” Ucap Myung Seok. Ha Kyung bertanya apa alasanya.

“Aku melakukan ini untuk ayahku. Jika kita membiarkan dia seperti ini, maka dia benar-benar akan kehilangan kendali. Dia akan terus menyakiti semua orang lebih dari ini.” Ungkap Sung Ryong
“Aku seharusnya tahu dari awal kalau kau orang yang hebat.” Puji Ha Kyung
“Aku seharusnya tahu dari awal kalau kau ahli membuat seseorang merasa malu.” Balas Myung Seok
Ha Kyung mengaku kalau Ini pertama kalinya respek pada rekan junior. Myung Seok juga tidak pernah tahu Ha Kyung sangat ahli mempermalukan seseorang. Ha Kyung pun menyuruh Myung Seok agar Hentikan dan pergi dengan penuh semangat.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Kamis, 30 Maret 2017

Sinopsis Radiant Office Episode 5 Part 2

PS : All images credit and content copyright : MBC
Ki Taek melihat Ji Na yang ada di halte, membahas kalau dirinya bisa mengerti selalu marah-marah saat menelpnya  malam-malam, ternyata kelelahan bekerja lembur. Ji Na menyindir Ki Taek bisa sadar setelah berkerja. Ki Taek mengaku tidak tahu sebelumnya.
“Kenapa kau bicara denganku? Pulang saja kau.” Ucap Ji Na ketus, Ki Taek hanya diam saja.
“Apa Kau ingin aku minta maaf padamu? Haruskah aku minta maaf karena berbohong pada rekan kerjaku soal ujian PNS-mu?” kata Ji Na dengan nada tinggi, Ki Taek mengatakan bukan itu maksudnya.
“Aku yakin kau pasti akan berkata bahwa kau sudah berusaha yang terbaik. Padahal kesempatan akhirnya datang kepadamu. Kau bahkan tak ikut wawancara dan pergi begitu saja. Kenapa Bisa-bisanya kau pergi begitu saja seperti itu? Apa kau itu bodoh?” ucap Ji Na marah
Ki Taek ingin menjelaskan, tapi akhirnya Ji Na mengaku kalau ia cerita Ki Taek lulus ujian PNS karena teman-temnya terus menanyainya dan berpikir agar mantan pacarnya tahu kalau ia sangat ingin Ki Taek memang benar-benar lulus ujian. Ia yakin harga diri Ki taek terluka tapi bukan maksud seperti itu berbohong.  Ji Na langsung menghentikan taksi, Ki Taek memanggilnya.
“Aku ingin minta maaf padamu karena membuatmu bohong seperti itu. Maafkan aku.” Ucap Ki Taek, Ji Na tak memperdulikanya lalu masuk ked dalam taksi.
“Aigoo, pasti jauh lebih mudah aku menangani perasaan ini kalau dia tidak kerja di perusahaanku. Kenapa dia terus muncul di depanku dan membuatku jengkel?” keluh Ji Na sambil menangis karena kesal. 


Woo Jin bertemu dengan ketiganya berpikir kalau ketiganya tidak berhasil. Ho Wo mengatakan kalau masih mengusahakannya dan , jika bisa kasih waktu yang cukup.. Woo Jin bertanya  Apa ada tes yang dikasih perpanjangan waktu jika tidak bisa menyelesaikannya. Ki Taek pikir kalau  ada ujian kedua.
“Itu...kalau mereka yang lulus ujian pertama.” Kata Woo Jin. Ji Na menasehati Ki Taek agar diam saja
“Orang-orang perusahaan itu tidak mau bertemu dengan kami. Karena itulah kami sedang mencari perusahaan baru.” Jelas Ho Won
“Eun Ho Won, apa kau masih yakin kalau. kalian layak menjadi karyawan tetap? Kalian tidak akan memenuhi syarat untuk posisi tetap.” Tegas Woo Jin 

Ji Na mengangkat telp lalu memberikan pada Ho Won karena ada yang ingin bicara denganya. Ho Won mengangkat telp, Presdir menelp mengucapkan terimakasih pada Ho Won kalau merasa hidup karenanya, karena dokter mengatakan ia menderita sirosis. Ho Won tak percary mendengarnya lalu mengucapkan terimakasih.
“Manager Seo, kita bisa melanjutkan. kontrak dengan Modern Goods. Dia bilang akan mengirim pesanan Hauline lebih dulu” ucap Ho Won dengan wajah sumringah, Ki Taek dan Kang Ho melonggo mendengarnya.
“Baguslah... Terima pesanannya sesuai jadwal.” Ucap Woo Jin lalu masuk ke ruanganya.
Ho Won dkk terlihat bahagia, Woo Jin melihat dari celah jendela seperti tak percaya kalau Ho Won bisa membuktikan bisa mendapatkan kontrak yang selama ini tak bisa didapatkan oleh pegawai lainya. 

Kkot Bi berkomentar kalau Ho Woon itu memang tak terkalahkan, HoWn pun menceritakan kalau Dokter mendiagnosis menderita sirosis karena Gejalanya dada memerah dan kulit menguning dan Ayahnya dulu punya gejala yang sama jadi bisa mengetahuinya langsung.
“Bagus. Kau penyelamat Presdir itu.” Ungkap Ki Taek bangga
“Tapi tetap saja, kalian hampir tidak selamat dari niat jahat Manager Seo.” Ucap Kkot Bi, ketiganya mengeluh tak ingin Kkot Bi mengatakan hal itu.
“Kenapa? Banyak orang yang dihancurkan oleh GM Seo belakangan ini.” Ucp Kkot Bi
Mereka pun penasaran siapa lagi yang  ingin dihancurkannya. Kkot Bi mengatakan Karakter kejam Woo Jin  itulah yang membuatnya menawan. Ho Won mengernyit, kalau Menawan, dimata Kkot Bi sebenarnya jahat. Bahkan tidak pernah memuji mereka.
“Yang dia katakan cuma menyuruh kami terima produk pesanan sesuai jadwal. Mengerikan sekali dia itu.” Ungkap Ho Won, Kkot Bi tetap melihat Woo Jin itu tampan.
“Dia tampan, dan punya karir bagus bahkan Badannya juga bagus.” Kata Kko Bi, Ho Won menambahkan kalau  Kepribadiannya mengerikan.
“Dia menarik karena dia tidak ramah. Semua karyawan perempuan di lantai 10, 11, dan 12 tergila-gila padanya.”kata Kkot Bi 

Saat itu Woo Jin masuk pantry, Semua pun langsung berdiri.  Woo Jin bertanya Apa direktur utama ada di tempat. Kkot Bi mengatakan Direktur Han sedang rapat di luar dan menyarankan menghubungi untuk menghubunginya jika Beliau sudah kembali. Woo Jin pikir tak perlu.
“Kalau begitu, selamat beraktivitas, Manager Seo.” Ucap Kkot Bi begitu juga yang lainya bergegas pergi.
Ho Woon yang gugup hampir menabrak kursi, Woo Jin terus memperhatikanya sambil bertanya Bagaimana caranya Ho Won bisa membuat kontrak dengan perusahaan itu 

Ji Na sibuk melihat layar komputer dengan diskon 70 persen. Ho Won bertanya apakah Bantalnya harus dipesan 1.000 bantal. Ji Na membenarkan dan pastikan pesanannya datang sebelum produk ranjang dikirim. Ho Won mengerti meminta Ji N agar memberikan tandatangan, Ji Na dengan cepat memberikan tanda tangan karena ingin mendapatkan barang diskon. 

Kang Ho menerima telp dari seseorang, lalu bertemu dengan seorang anak kecil dengan bertanya apakah suka dengan eskrim. Si anak  mengangguk dengan makan es krimnya, Kang Ho memberitahu Ibunay sibuk hari ini dan bertanya apakah ayahnya sibuk juga.
“Ayahku tak ada. Aku cuma ketemu Ayah waktu Natal kemarin.” Ucap si anak kecil
“Apa ayahmu sedang pergi?”tanya Kang Ho
“Aku cuma hidup dengan ibuku saja.” Kata si anak kecil 

Suk Kyung datang memanggil anaknya yang bernama Ah Young. Ah Young pun langsung menghampiri ibunya, Kang Ho memberitahu kalau Ah Young tadi tidak bisa menghubunginya dan bertanya apakah sudah membaca pesan yang dikirimkanya. Suk Kyung mengangguk.
“Aku jadi menyita waktu kerjamu. Maaf.” Kata Suk Kyung, Kang Ho pikir tak masalah.
“Ah Young pintar bicara dan juga manis sekali.” Puji Kang Ho, Suk Kyung memastikan tadi anaknya itu tak menangis.
“Tidak, dia malah sopan sekali, dan tidak menangis.” Kata Kang Ho, Suk Kyung pun mengucapkan terimakasih pada juniornya  menyuruh lebih dulu kembali ke kantor lagi dan  akan menyusul. Kang Ho mengangguk mengerti.
“Kang Ho... Kuharap kau tidak memberitahu rekan kerja lainnya soal hari ini.” Ucap Suk Kyung
“Tentu saja tidak. Jangan khawatir.” Kata Kang Ho lalu menatap Suk Kyung dan anaknya sedang berbicara dari kejauhan kalau Kang Ho tadi yang membelikanya es krim. 

Ho Won sedang berjalan dilorong, Dokter Seo memangilnya. Ho Won kaget sempat menjatukan lembaran berkas dan Dokter Seo membantu membereskanya.  Ho Won pun menanyakan alasan Dokter Seo datang Dokter Seo mengaku baru menyerahkan beberapa dokumen terkait pemeriksaan kesehatan karyawan dan mengaku senang bertemu dengan Ho Won, Ho Won pun juga mengaku senang juga.
“Bagaimana kerjaanmu? Apa Kau senang kerja disini?” tanya Dokter Seo
“Kalau aku, aku belum pernah bekerja di kantor. Aku ingin tahu rasanya seperti apa.” Ucap Ho Won polos
“Bukankah kau bilang ada karyawan baru lainnya?” ucap Dokter Seo, Ho Won membenarkan ada dua orang
“Awal pertemuan kami saja sangat spesial.cKalau aku cerita, Dokter pasti kaget. Kau pasti terheran-heran mendengar ceritanya.” Ucap Ho Won yang tak tahu kalau Dokter Seo masih mengingat dengan ketiga pasienya.
“Memangnya kalian bertemunya seperti apa? Aku jadi penasaran.” Ucap Dokter Seo sengaja berpura-pura tak tahu.
Ho Won mengakuCeritanya panjang dan tak tahu harus memulai darimana. Woo Jin sedang lewat melihat Ho Won malah berbicara dengan seorang pria di jam kerja, lalu menatap wajah Dokter Seo dan mengingat pada saat Tuan Heo memperlihatkan foto seorang pria yang bertemu dengan Manager Park. 

Tuan Heo merasa kalau Dokter Seo itu sepertinya pencari tenaga kerja. Woo Jin yakin kalau  Antara Manager Park dan Eun Ho Won ada dokter Seo karena sebelumnya melihat datang ke kantor dan meminta agar Tuan Heo segera mencari tahu. Tuan Heo mengangguk mengerti. 

Ho Won kembali ke ruangan dengan wajah bahagia, diam-diam Woo Ji melihat dari ruangan, Ji Na memberikan tugas dan wajah Ho Won terlihat sumringah menerimanya.
Sementara diluar gedung, Dokter Seo menelp seseorang kalau bisa mengirim naskahnya malam ini dan Sudah hampir selesai, lalu bertanya  Kapan bukunya diterbitkan. 

Ki Taek memberikan sampel dari Modern Goods. Ji Na melihat Kelihatannya bagus dan mirip dengan yang di foto lalu melihat kontrak pemesanan dan melonggo tak percaya karena memejam 1000 buah. Ki Taek membenarkan sesuai dengan surat kontrak. Ji Na pikir Ki Taek sduah gila karena harga bantalnya saja sudah mahal.
“Kenapa kita pesan 1.000?” ucap Ji Na binggung, Ki Taek memberitahu kalau Ji Na sendiri yang menandatanganinya. Ji Na mengingat saat itu sedang berusaha mendapatkan diskon dan buru-buru menandatangi tanpa memeriksanya.
Ji Na langsung ketakutan, Ki Taek pun bertanya apa masalahnya. Ji Na menjelaskan seharusnya memesan setengahnya dan membuat pesanan tambahan tapi tak fokus saat sedang menandatanganinya, padahal Hanya ada satu bantal per tempat tidur menurutnya Kalaupun terjual, tetap saja ini jadi masalah. Ki Taek bertanya apakah tak ada solusi lainya
 “Mereka mungkin sudah mulai memproduksi bantalnya. GM Seo pasti takkan memaafkan hal ini. Aku saja sudah gugup berhadapan dengan dia karena dia tidak puas dengan kinerjaku.” Ucap Ji Na sangat khawatir
“Bilang saja kalau itu salahku. Lagipula aku hanya karyawan sementara. Aku nanti akan jelaskan padanya kalau itu salahku, jadi jangan khawatir.”ucap Ki Taek 

Ho Won sedari tadi mendengar keduanya sedang berbicara dan melihat Ki Taek gugup didepan ruangan Woo Jin, akhirnya Ho Won menepuknya mengatakankalau ia saja yang masuk karena  lebih berani dan sudah biasa dimarahi GM Seo.
“Lagipula, aku sendiri yang menanyakan Asisten Ha apa kita harus pesan 1000 bantal. Aku yang salah karena tidak teliti.” Ucap Ho Won, Ki Taek seperti tak yakin Ho Won bisa melakukanya.
“Manager Seo paling curiga denganku. Kau juga tidak boleh kena marah olehnya. Selain itu..., aku juga tidak mengincar posisi tetap.” Kata Ho Won lalu mengetuk pintu dan masuk. 

Tuan Heo sedang bicara dengan Woo Jin dan mempersilahkan Ho Won bicara lebih dulu.  Ho Won meminta maaf karena  membuat kesalahan pemesanan bantal karena mengirim 1.000 bantal sekaligus..., jadi banyak bantal sisa yang tak digunakan. Woo Jin tak percaya mendengarnya.
“Maksudmu kau membuat kesalahan pesanan dan banyak sisa bantal?” kata Woo Jin, Ho Won meminta maaf dan akan mencari solusi terkait bantal sisanya.
“Jika bisa terjual habis, sisanya takkan banyak...” ucap Ho Won langsung disela oleh Woo Jin.
“Bagaimana kau bisa cari solusinya?” tanya Woo Jin, Ho Won pikir nanti masih ada acara penampilan produk mendatang...
“Apa itu artinya cari solusi sendiri?”sindir Woo Jin,  Menurut Wo Jin mereka bisa menampilkannya di acara penampilan produk berikutnya.

“Kau ini sama sekali tidak merasa bersalah rupanya.” Ejek Woo Jin, Ho Won mengaku kalau malah merasa sangat tidak enak dan seharusnya mengecek dua kali berapa pesanannya serta memang ceroboh.
Woo Jin langsung menyuruh Ho Won keluar perusahaan ini sekarang. Ho Won kaget mendengarnya karena dipecat. Woo Jin mengingatkan perkataan sebelumnya
“Tidak ada kesalahan lagi yang diperbolehkan.Jika kau membuat kesalahan lagi, maka kau akan dipecat. Aku tidak akan membiarkanmu berada di kantor ini walau sedetik pun.” Ucap Woo Jin, Ho Won pun setuju.
Woo Jin ingat kalau saat itu Ho Won menyetujuinya dan memutuskan kalau Ho Won akan menerima pemberitahuan pemecatan resmi jadi pergi saja. Ho Won dengan mata berkaca-kaca tak percaya Woo Jin bisa memecatnay begitu saja.
“Kau tidak akan buat kesalahan seandainya kau sungguh-sungguh bekerja.” Ucap Woo Jin


“Manager Seo.. Terkadang, orang punya alasan kenapa mereka harus merahasiakan sesuatu. Ada situasi di mana Anda tidak bisa langsung jujur dan terbuka. Semua hal tidak kelihatan seperti di luarnya.” Ucap Ho Won, Woo Jin pun bertanya “lalu kenapa?”
“Karena alasan-alasan dan situasimu, apakah perusahaan harus merugi? Menurutmu begitu?” ucap Woo Jin, Ho Won mengatakan kalau bukan seperi itu maksudnya.
“Aku sangat risih dengan situasimu sampai kau tidak bisa membicarakannya. Kenapa kau melakukan sesuatu yang tidak bisa kau bicarakan? Kau harusnya bertanggung jawab atas tindakanmu. Begitulah caranya bekerja. Janji adalah janji, dan aku jelas-jelas sudah memperingatkanmu.” Tegas Woo Jin

Ho Won pun setuju,  akan berhenti dan akan pergi dari perusahaan lalu keluar dari ruangan dengan mengambil tasnya dan pergi. Tuan Heo menanyakan pendapat Woo Jin apakah Ho Won itu diterima dengan proses tidak adil dan itu sebabnya terlalu keras padanya. Woo Jin hanya melihat dari kejauhan Ho Won yang pergi dan dikerja oleh dua rekan kerjanya. 

 Ki Taek menahan Ho Won sampai dilobby,  menurutnya tidak bisa berhenti seperti ini dan nanti akan menjelaskan yang sebenarnya pada Manager Seo. Ho Won memberitahu kalau sudah berjanji padanya waktu dipindah ke tim pemasaran dan tadi lupa soal janji itu.
“Selain itu juga... Aku tak bisa lama-lama kerja disini. Jangan seperti ini. Aku sungguh ingin beristirahat.” Ucap Ho Won
“Kau tidak salah apa-apa. Kenapa kau...” kata Ki Taek tak bisa berkata-kata lagi karena merasa bersalah.
“Benar. Ayo kita bicara baik-baik dengana Manager Seo lagi” ucap Kang Ho, Ho Won pikir mereka Jangan khawatirkannya lalu bergegas pergi.

Ho Won mengumpat kesal pada Woo Jin berpikir kalau dirinya sehebat itu, dan berpikir kalau tidak pernah melakukan kesalahan. Padahal ia cuma ingin bekerja dan kenapa Woo Jin tak bisa membiarkannya bekerja. Ia melihat mesin mainan dengan pemukul palu, lalu melampiaskan amarah dengan marmut yang keluar dari ruangan. 


Home shopping pun dimulai, Suk Kyung menonton bersama Direktur Han dalam ruanganya, Suk Kyung berkeomentar kalau strategi Manager Seo sudah tepat. Direktur Han membenarkan kalau Sepertinya Woo Jin tahu betul tugasnya.
“Padahal aku berharapnya dia buat kesalahan.” Komenta Direktur Han yang tak suka dengan Woo Jin
“Titik penjualannya sangat jelas. Daripada memasang harga gratis yang tidak diperlukan konsumen..., maka dia memasang harga yang kompetitif dan termasuk kupon diskon untuk mendorong konsumen membeli lagi produk kita.” Jelas Suk Kyung, Direktur Han seperti tak begitu peduli menyuruh Suk Kyung keluar dari ruanganya.
“Tapi, kapan GM Park pulang dari kunjungan kerjanya?” tanya Direktur Han seperti kehilangan soulmatenya. 

Woo Jin dan Ji Na menonton dari studio saat penanyakan home shopping produk mereka, lalu pembaca acara memberitahu kalau Produknya sudah terjual habis. Ji Na terlihat bahagia kalau Semua unit telah terjual habis, begitu juga Woo Jin. PD acara pun mendatangi Woo Jin setelah acara.
“Selamat, Manager Seo... Kau ingin jam tayangnya setelah jam kerja untuk mencapai target audiens. Perkiraanmu memang benar. Terima kasih atas hari ini.”ucap PD, Woo Jin pun tersenyum dengan mengucapkan terimakasih. 

Ho Won dan Hyo Ri bersulang, Hyo Ri melihat Ho Won tumben karean memberi bir padahal irit dengan uang, Ho Won mengatakan kalau dirinya tidak iri tapi  tidak menghabiskan uang karena memang tak punya uang serta tidak ingin minum sendirian.
“Apa ada masalah?” tanya Hyo Ri melihat wajah Ho Won yang sendu
“Hei, apa kau tahu pekerjaan paruh waktu yang bayarannya besar? Situasiku lagi darurat.” Ucap Ho Won, Hyo Ri bertanya apakah Ho Won dipecat dengan wajah sumringah. Ho Won tak ingin Hyo Ri membahasnya.
“Kerja fisik bisa jadi obat terbaik buat melupakan masalahmu. Aku tahu pekerjaan yang bayarannya 10 ribu won per jam. Apa Kau mau?” kata Hyo Ri, Ho Won pun langsung bertanya apa perkerjaanya.

Ho Won masuk rumah dan melonggo melihat semua barang berantakan, bekas bir dan makana tak dibuang. Ia pikir rumah itu seperti kandang babi dan menurutnya memang pekerjaan fisik yang berat dan bertanya-tanya Butuh waktu berapa jam membersihkan ini semua.
Sebelum berkerja Ho Won melihat lembaran kertas dengan bertuliskan [Aturan bagi pembantu rumah tangga] Ia merasa seperti mengingatkan pada seseorang. Ho Won pun akhirnya membersihkan semuanya, dari bekas makanan dan botol kaleng bir, baju dan mengepel lantai bahkan memasak 

Woo Jin pulang ke rumah melihat semua sudah rapih, lalu melihat diatas kompor ada panci kecil padahal tidak menyuruh pembantunya masak dan mengerjakan sesuatu yang tidak disuruh, lalu ia mencoba kuah supnya dan memuji kalau rasanya enak dan mencari nasi instan.
Pagi Hari
Woo Jin menelp kalau Ahjumma pembantu rumah tangga ini lumayan juga jadi ingin dia jadi pembantunya seterusnya dan menutup telpnya tepat saat manager Park masuk. 

Manager Park baru mendengar kalau Wo Jin memecat Ho Won.  Wo Jin membenarkan. Manager Park pun menyindir Woo Jin berani memecat orang yang dipekerjakan. Woo Jin tahu tapi Ho Won adalah timnya dan Manager Park sendiri yang menyuruhnya menerima Ho Won.
“Manager Seo.. Kau cuma berhasil satu kali dengan saluran home shopping itu. Bukannya kau ini terlalu sombong?” ejek Manager Park 

Ho Won kembali berkerja dan melihat sebuah amplop danjuga Note dengan tulisan "Aku suka sekali dengan sup-nya. Terima kasih." Ia pikir kalau majikanya itu baik dan mulai berkerja dengan mencuci pakaian bahkan sampai tertidur menunggunya.
Ho Won pulang kerumah melihat tanaman yang dulu terbengkalai sudah ada di dalam pot rapi merasa tidak akan khawatir kalau karyawannya bisa bekerja seperti Ahjumma yang berkerja dirumahnya bahkan  Seleranya bagus. 

Woo Jin baru saja sampai kantor dan mendengar bunyi telp di meja Ho Won, lalu mengangkatnya. Pegawaidari Modern Goods memberitahu kala mereka sudah memesan bantal tapi belum membayarnya jadi meminta agar bicara dengan orang yang ditugaskan.
“Oh, mungkin Eun Ho Won maksudmu. Dia telah mengundurkan diri.” Kata Woo Jin, Si Pegawai mengatakan bukan Ho Won tapi yang menandantanginya perkiraan kontrak pesanannya adalah Ha Ji Na.
Woo Jin pergi ke tempat berkas melihat berkas [Penjualan Q Home Shopping Maret 2017] dan mencari Konfirmasi Pesanan , dibagian bawah tertulis kalau Penanggung Jawab: Asisten Manajer Ha Ji Na. Woo Jin binggung dengan Ho Won seperti menutupinya. 

Ho Won duduk di ruangan tengah melihat majalah menurutnya  Furnitur perusahaan mereka jauh lebih bagus, karena silau terkena sinar matahari ingin menutup tirai tapi dikagetkan dengan melihat foto Woo Jin sedang memegang sebuah piala.
Ia kaget dan melihat tumpukan buku berjudul “Fashion Marketing, Prinsip Pemasaran” dan akan bergegas pergi tapi Woo Jin lebih dulu masuk setelah bekerja. 
Ho Won pun bersembunyi dibalik lemari, Woo Jin berbicara dengan ayahnya di telp  dengan menanyakan kabar ayahnya, setelah itu menganti pakaian dan menutup lemari tanpa sadar Ho Won bersembunyi.

Ho Won mencoba keluar saat Woo Jin ada dikamar mandi, tapi Woo Jin cepat sekali keluar dan Ho Won buru-buru kembali  bersembunyi. Woo Jin mengambil sekaleng bir dengan menonton berita tentang Korea Utara menguji kinerja rudal dengan mesin tambahan.
Woo Jin tersadar merasa tak menurutnya tirai, tapi berpikir mungkin dirinya lupa. Saat itu mengingat Ho Won berpikir seperti super women dan tak mengerti yang ada dalam otaknya atau selimu yang menutupi kesalahan orang lain.
Akhirnya Woo Jin mengeluarkan ponselnya dan ingin menelp Ho Won tapi terdengar bunyi ponsel dalam rumahnya, lalu mencoba untuk mencari dengan membawa kain pel untuk menceknya. Sebuah tangan keluar dari lemari, Ho Won memberitahu kalau itu ia yang bersembunyi, Woo Jin terlihat kaget dengan hanya mengunakan pakaian dalam.
Bersambung ke episode 6
  
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted