PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 21 April 2018

Sinopsis Queen Of Mystery 2 Episode 16 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Wan Seung melihat berkas "Hasil Autopsi Sopir Taksi, Kasus Bukit Gongpyeong di Sinim-dong" dan membaca tulisan "Mati karena keracunan, tapi ditemukan bekas suntikan" lalu memperlihatkan berkasnya pada Seol Ok. Seol Ok akhirnya melihat tempat kejadian Sinim-dong, Bukit Gongpyeong.
Flash Back
Seol Ok tahu orang tuanya itu tidak dibunuh di dalam taksi itu dan dipindahkan ke sana setelah meninggal. Wan seung mengajak mereka cari tahu melalui bintik ungu,  (Bintik yang muncul pada mayat) pada orang tua Seol Ok  tapi Tidak ada hasil autopsi.
“Ini hanya memberi kita bukti tentang bunuh diri.” Ucap Seol Ok
“Mereka menyembunyikan hasil autopsi yang paling penting.” Kata Wan Seung 

Seol Ok akhirnya mengerti kalau Ini hasil autopsi yang hilang itu,  Wan Seung menahan tubuh Seol Ok memberitahu kalau kalau polisi menemukan narkotika di tubuh orang tua Seol Ok. Seol Ok menangis melihat kalau orang tuanya ada luka lebam, Tanda-tanda perlawanan yang sudah di duga olehnya.
Seol Ok duduk di tempat lain merasa yakin kalau Ibu dan ayahnya tidak akan bunuh diri dan meninggalkanku sebatang kara. Wan Seung pikir Semua tersangkanya mati. Jang Do Jang sudah mati, begitu pula Detektif Go dan orang yang merencanakan , Sekretaris Kim, lolos dari jerat hukum.
“Seharusnya aku memecahkan kasus ini lebih cepat... Maafkan aku..” Ucap Wan Seung
“Aku tidak bisa membuat mereka dihukum, tapi aku mengetahui kebenarannya, Ibu dan ayahku pasti akan mengerti. Mungkin mereka sangat frustrasi karena disalahkan atas pembunuhan.” Ucap Seol Ok menangis mengaku sangat rindu dengan orang tuanya.
“Alangkah baiknya jika mereka bisa memujiku dengan menepuk kepalaku dan berkata Nak, terima kasih karena sudah membuktikan kami tidak bersalah."” Kata Seol Ok
“Kau hebat sekali, Ahjumma... Aku yakin orang tuamu bangga.” Ucap Wan Seun akhirnya memuji Seol Ok sambil mengelus kepala Seol Ok. 

Ji Seung berbicara di telp dengan  Sekretaris Kim, kalau akan menemuinya nanti. Saat itu Hee Yeon baru masuk ruangan terlihat kaget karena Ji Seung akan bertemu dengan Sek Kim. Sementara di ruangan, Wan Seung terlihat kelelahan tertidur dibangkunya. Sung Woo membangunkan menyuruh agar pulang saja dan tidur.
Wan Seung meminum kembali teh dalam gelasnya berpikir kalau yang diminum minol, lalu melihat berkas lainya dan melihat "Rencana Pembunuhan Pembuat Kue Jung Hee Yeon" dan melihat "Alamat, 32 Nara 2-gil, Joongjin 2-dong, Seou, Akan dilaksanakan di pabrik kosong, bahakn dituliskan Jarak dan lokasi CCTV
“Ada rencana pembunuhan untuk Jung Hee Yeon... Pukul 21.00 malam ini?” ucap Wan Seung panik dan bergegas mengambil jaketnya. 

Ji Seung datang menemui Tuan Kang di pabrik kosong membahas kalau Won Joo Seok mati di sel tahanan. Tuan Kang seperti berpura-pura tak tahu mengaku turut berduka. Ji Seng memastikan kalau Tuan Kang  tidak tahu-menahu soal ini.
“Kau bilang dia mati di sel tahanan. Bagaimana mungkin aku mengetahuinya? Semua orang hanya melihat dan mendengarkan yang mereka inginkan. Jika tidak, bagaimana bisa di dunia yang gila ini masih ada orang waras?” ucap Tuan Kang
“Sebagai pengacara, aku malu karena berusaha menutupi perbuatan Joo Seok. Tapi aku tidak mau ada korban lagi.” Kata Ji Seung
“Tidak ada pengorbanan yang dilakukan... Percayalah... Presdir Ha... Kau akan melakukan banyak hal besar di masa depan. Aku tidak akan membiarkan kau terluka sedikit pun.” Ucap Tuan Kang menyakinkan. 

Wan Seung mengemudikan mobilnya dengan menahan kantuk mengetahui kalau Tuan Kang  akan membunuh Jung Hee Yeon dan menyalahkan seseorang yang dekat dengannya dan bertanya-tanya  Siapa yang akan mereka salahkan dengan kejadian ini.
“Detektif Ha Wan Seung sudah sangat lama mencari seorang wanita. Namanya Seo Hyun Soo. Mereka pernah tinggal bersama di Daehak-ro dan Pasti mereka pernah sangat saling mencintai. Mereka saling mencari selama 17 tahun... Astaga... Cinta memang hebat.” Ucap Tuan Kang.
“Kenapa Anda mengatakan ini?” tanya Ji Seung binggung. Tuan Kang mengatakan wanita itu tiba-tiba muncul lagi.
“Tapi apa alasan Anda mengatakan ini?” tanya Ji Seung dengan nada sediki tinggi.
“Dengan nama Jung Hee Yeon... Dia terus berada di dekat Ha Wan Seung sampai akhir-akhir ini.” Kata Tuan Kang. Ji Seung terlihat kagat dan terlihat sangat shock berusaha menahan diri agar tetap berdiri.
Tuan Kang melihat wajah Ji Seung langsung meminta maaf dengan nada mengejek.  Ia merasa kalau  keliru karena Jung Hee Yeon kenalannya itu adalah orang lain dan lupa. Ji Seung tetap diam seperti sangat kaget.  
“Inilah yang terjadi.. saat kita sudah tua... Sekarang, keputusannya ada di tanganmu. Percayalah hal yang kamu inginkan.” Ucap Tuan Kang. Ji Seung tak banyak berkata-kata lalu keluar dari gudang. 


Tuan Kang tahu kalau ada yang ingin membunuhknya, lalu menyuruh agar Berhenti bersembunyi serta Keluar. Hee Yeon akhirnya keluar dengan pistol, Tuan Kang pikir mereka ada yang perlu dibicarakan. Seol Ok pikir Tidak ada yang perlu dibicarakan dan langsung menembak Tuan Kang, akhirnya Tuan Kang jatuh tersungkur.
“Aku hidup dalam pelarian selama 17 tahun. Melihat seseorang bernama Sekretaris Kim terkapar begitu, ternyata kau bukan apa-apa.” Ucap  Hee Yeon.
Wan Seung masuk ke dalam gedung dangan terhuyung-huyung, lalu melihat Hee Yeon dengan memanggil nama Hyun Soo. Keduanya saling menatap setelah terpisah beberapa waktu, tiba-tiba Tuan Kang kembali bangun dan langsung menembak Hee Yeon. Wan Seung langsung jatuh tersungkur.
Hee Yeon dan Wan Seung akhirnya saling menatap dengan mata berkaca-kaca di lantai. Sementara Tuan Kang pergi melepaskan pelindung peluru dibalik bajunya. 


Seol Ok menelp Wan Seung tapi tak diangkat dan bertanya-tanya  Apa terjadi sesuatu kepada Detektif Ha, karena Sejak dia pergi tidak bisa menghubunginya. Seol Ok akhirnya menuruni tangga, Kyung Mi mengomel menyuruh Seol Ok untuk Berhentilah berbelanja online. Seol Ok merasa tak membeli barang. Kyung Mi menunjuk kalau itu terlihat namanya.
Akhirnya Seol Ok membuka kotak yang tertulis namanya "Yoo Seol Ok" lalu melihat kalau isinya adalah cincin yang seharusnya diberikan Wan Seung padanya. Ia lalu melihat sebuah kartu yang ada didalam kotak. Hee Yeon sebelumnya menuliskan kartu untuk Seol Ok
“Saat sedang membersihkan tokoku, aku menemukan cincin ini. Ini cincin yang kau cari-cari, kan? Cincin ini sangat cocok untukmu.” Seol Ok terdiam menerima cincin ternyata disimpan oleh Hee Yon.
Wan Seung terbangun dan tak melihat Hee Yeon ada didepanya, lalu sudah dikerubungi banyak orang yang mengatakan kalau ditahan atas pembunuhan Jung Hee Yeon. Wan Seung yang tergeletak dengan pistol yang ada disampingnya. 

Sung Ha seperti tak percaya kalau Detektif Ha ditahan atas pembunuhan Jung Hee Yeon. Ia pikir kalau Ada sebuah pembunuhan dan Detektif Ha dijebak. Seol Ok yakin kalau Semua itu rencananya Sekretaris Kim. Detektif Ha pikir kalau itu metode barunya.
“Itu tidak berakhir dengan bunuh diri di mobil.” Kata Sung Ha.
“Mungkin dia memakai metode baru karena yang lama sudah tidak efektif.” Ucap Seol Ok.
“Menurutmu mungkinkah dia tidak berniat membunuh wanita itu?” tanya Sung Ha.
“Rencana itu dimulai dengan penggeledahan dan penyitaan ini.” Kata Seol Ok. Na Ra pikir karena itu  tidak bisa pulang
“Aku mempelajari dokumen seharian.Semua ini tanda terima dan kliping surat kabar. Semua ini tidak berguna.” Keluh Han Mi
“Tidak.... Ada dokumen-dokumen penting.” Kata Sung Woo. Seol Ok pikir kalau itu umpan. 
Flash Back
Wan Seung pertama kali melihat  berkas "Hasil Autopsi Sopir Taksi, Kasus Bukit Gongpyeong di Sinim-dong" Seol Ok pikir Karena hasil autopsi Sinim-dong itu, maka Detektif Ha percaya dengan semua dokumen lain juga.
Setelah itu Wan Seung melihat berkas  "Rencana Pembunuhan Pembuat Kue Jung Hee Yeon". Ia pun percaya kalau Ada rencana pembunuhan untuk Jung Hee Yeon dan Akan dilaksanakan di pabrik kosong


“Aneh sekali ada rencana pembunuhan yang dicetak begini. Waktu dan tempatnya terlalu detail..” Ucap Seol Ok
“Jika dia berhati-hati, pasti menggunakan kode” Komentar Sung Woo
 “Dia melihat rencana pembunuhan ini pada waktu yang tepat di antara semua dokumen "Rencana Pembunuhan Tukang Kue Jung Hee Yeon"” kata Seol Ok melihat kembali berkas yang di lihat oleh Wan Seung sebelumnya.
“Warna map ini juga terlalu mencolok.” Kata Seol Ok
“Artinya seseorang sengaja meletakkannya di sana agar Detektif Ha bisa melihatnya.” Ucap Wan Seung
“Ini mustard, Siapa pun yang meletakkan ini...” kata Seol Ok mencium bau yang ada diatas map.
Flash Back
Han Mi masuk ruangan, menjatuhkan berkas tanpa sengaja saos mustard pada corn dognya terkena kardus didepan meja Wan Seung.  Sung Woo datang menaruh berkas didalam kotak lalu melihat saos yang menempel
“Kopral Gong... Siapa yang makan hot dog?” ucap Sung Woo mengomel. Han Min menyembunyikan mengaku kalau Cuma ada satu.
“Hei.. Berhentilah mencecerkan makanan, Unit Dua.” Kata Sung Woo kesal. Han Mi pun menganguk meminta maaf. 


Sung Woo melihat Tuan Shin yang berdiri di depan ruangan dengan wajah gelisah lalu menyapanya,  bertanya apakah membutuh sesuatu. Tuan Shin mengaku tak ada lalu bergegas pergi walaupun dengan wajah seperti terlihat kebingungan.
Saat itu Sung Woo masuk ruangan, melihat Han Mi ketakutan mengambil bekas tusuk corn dog sambil berjalan mundur mengaku tidak pernah menyentuh dokumen itu. Seol Ok terus mendekat seperti ingin menuduhnya. Han Mi meminta agar Jangan mendekat
“Aku tidak mengatakan kau pelakunya. Tapi Pelakunya menyentuh itu. Aku masih bisa mencium bau mustardnya. Dia membuat itu terkena saus di ruang rapat ini.” Kata Seol Ok yakin,
“Dokumen itu...” ucap Sung Woo melihat berkas yang dipegang oleh Seol Ok
“Pak Gye... Apa Kau mengetahui sesuatu?” tanya Seol Ok. Sung Woo menatap ke arah kardus.
Flash Back
Sung Woo membawa berkas menumpuk semua dalam kardus san sempat melihat berkas kuning dibawah kardus. Lalu berkomentar kalau Seol Ok dkk tidak mempercayai Unit Satu dan hanya Kalian berbisik-bisik di ruangan.
“Tolong bantu Detektif Ha... Kudengar kalian teman angkatan.” Kata Seol Ok
“Kotak ini... Map kuning itu tadinya ada di dasar kotak , dan aku menumpukkan dokumen lain di atasnya. Tapi kenapa map kuning itu ada di atas kotak ini?” ucap Sung Woo heran.
“Pasti ada yang memiringkan kotak itu untuk mengeluarkannya.” Ucap Seol Ok bisa membayangkan ada orang yang sengaja mengeluarkan berkas dan menumpul dibagian atas.
“Saat itu, mustard itu terkena di tangannya. Dia memegang map ini dengan tangan itu.” Kata Seol Ok. Wan Seung yakin kalau itu pasti orang dalam.
“Aku sudah mengecek rekaman CCTV... Tidak ada yang masuk ke ruangan ini kecuali kedua unit kita dan Kapolsek Shin.” Kata Na Ra masuk melapor.
Sung Woo mendengar Kapolsek Shin, teringat saat bertemu didepan ruangan seperti kebingungan lalu bertanya apakah membutuhkan sesuatu. Tuan Shin mengelengkan kepala lalu pergi. Na Ra tak percaya kalau Sung Woo mencurigai ayahnya. 
Ji Seung kembali pergi ke ruang mayat, melihat Hee Yeon sudah tak bernyawa. Ia hanya bisa menangis sedih teringat kembali saat terakhir kali bertemu memberikan kotak cincin karena merasa sedang memilki keberanian.
“Itu cincin ibuku.” Ucap Ji Seung dan Hee Yeon yang sudah meninggal memakai cincin pemberian Ji Seung dengan arti sudah menerima perasaan kakak Wan Seung. 

Sung Ha berkomentar kalau Tuan Shin takut mereka mungkin akan menemukan data tentang dirinya. Seol Ok mencium dibagian gelas milik Wan Seung dan menemukan bau mustard. Sung Ha pikir kalau Pelakunya meracuni teh itu.
Flash Back
Pelaku sengaja memberikan beberapa tetes cairan ke dalam minuman, dan meninggalkan sidik jari yang terkena mustard. Lalu Wan Seung tanpa curiga meminumnya dan merasakan kantuk.
“Karena itulah Detektif Ha pingsan. Pelakunya ada di tangan kita. Apa ada satu benda lagi selain mustard yang terdapat di cangkir ini, map itu, dan kotaknya?” kata Seol Ok
“Sidik jari... Tidak akan ada yang tertinggal jika itu hanya kertas biasa. Tapi jari-jarinya terkena mustard, jadi, sidik jarinya pasti berbekas seperti stempel.” Ucap Sung Ha yakin.
Na Ra keluar dari ruangan membawa gelas yang sudah ada di dalam plastik. Detektif Yuk melihatnya bertanya mau pergi kemana. Na Ra memberitahu  akan menemui Tuan Hwng meminta  untuk menganalisis komponen obat dan sidik jari di gelasnya, walaupun sebenarnya tidak ingin pergi.
Detektif Yuk pun memberikan semangat dan terlihat sedikit panik. Sung Woo melihat rekan kerjanya mencoba memanggil. Tapi Detektif Yuk yang ketakutan memilih untuk kabur. 

Seol Ok bertanya dengan nasib Detektif Yuk. Sung Woo mengatakan kalau Detektif Yuk menghilang seperti tak percaya kalau anak buahnya yang melakukan ini. Sung Ha menjelaskan Saat Detektif Yuk bekerja di Polsek Sinim, Detektif Go adalah atasannya.
“Pasti dia menyimpan dendam terhadap Detektif Ha.” Jelas Sung Ha
“Fakta bahwa Jung Hee Yeon ditembak dengan pistol Detektif Ha sangatlah penting.” Ucap Seol Ok. Seseorang mengambil pistol milik Wan Seun dan mengeluarkan beberapa peluru.
“Kita harus membuktikan seseorang mengambil pistol Detektif Ha. Tapi hanya sidik jari Detektif Ha yang ditemukan di pistol itu.” Jelas Seol Ok
Flash Back
Saat kejadian, Wan Seung memegang pistol berusaha menahan kantuknya, lalu akhirnya terjatuh berbarengan dengan bunyi pistol yang mengenai tubuh Hee Yeon.
“Berapa kali kau mendengar suara tembakan?” tanya Sung Ha. Seol Ok menjawab  Satu kali.
“Aturannya, polisi harus menembakkan peluru kosong dua kali. Dua peluru kosong selalu terisi di magasin.” Kata Sung Woo
“Kalau begitu... Pelaku mengeluarkan peluru kosongnya dan mengisi peluru baru. Sidik jarinya mungkin masih ada di peluru itu.” Kata Seol Ok

 Tuan Hwang akhirnya mengabil sidik jadi pada peluru lalu memberitahu sidik jari itu cocok pada Nomor 45 di buku sidik jarinya yaitu Sidik jari Sersan Yuk. Seol Ok pikir sudah menduganya.


Sung Woo kembali ke ruangan unit satu seperti tak percaya melihat papan nama detektif Yuk, lalu menyuruh anak buahnya untuk memasukan Detektif Yuk sebagai DPO. 
Wan Seung akhirnya dibebaskan, lalu datang ke atas panggung Theater dengan menaruh bunga sambil mengingat saat terakhir kali melihat Hee Yeon diatas panggung.
“Saat orang sesensitif kau tidak bisa tidur, suaraku akan membisik ke telingamu. Aku mencintaimu... Aku mencintaimu...”
Wan Seung seperti hanya bisa mengenal ucapan pengakuan Hee Yeon yang masih mencintainya. Sementara Ji Seung menelp Sek Ki mengatakansudah memutuskan dan mengajak untuk bertemu. 

Wan Seung akhirnya berjalan masuk ke kantor polisi,  semua menyambutnya di ruangan unit dua.  Wan Seung mengeluh melihat Seol Ok duduk dimejanya sambil mengomel pada Na Ra kalau Seharusnya menjaga tempatnya.
Sung Woo melihat Wan Seung kembali , bersimpati kalau sudah melalui banyak hal. Wan Seung menyuruh Seol Ok pergi dari meja kerjanya. Tuan Jo membawa pelaku kejahatan dengan dua polisi, menyuruh agar membuat laporan dan bawa  ke Kejaksaan.
Di bagian dinding terlihat spanduk "Unit Dua Tindak Pidana Berat" lalu meminta mereka agarBekerja lebih giat dan memarahi Seol Ok sebagai  asisten administrasi tapi selalu ada di Unit 2.  Saat itu Tuan Jo berhenti bicara karena ada yang menelp tentang Hasil kontes sastra musim semi  dan terpilih sebagai pemenangnya.
Tuan Jo akhirnya bergegas pergi, saat itu terlihat Han Mi sengaja mengerjai Tuan Jo agar segera pergi.  Wan Seung menyuruh Seol Ok pergi ke posisinya karena bukan seorang detektif. Seol Ok tahu kalau memang bukan dengan senyuman penuh arti. Wan Seung kembali menaruh papan namanya dan kembali menyuruh Seol Ok pergi. 


Sek Kim berbicara dengan Ji Seung berkomentar kalau tidak akan menyesali keputusannya, diatas atap lalu bertemu dengan detektif Yuk yang sudah menunggunnya. Ia membahas kembali kalau Detektif Go adalah anak buahnya dahulu.
“Aku membantu Anda karena sudah mengetahuinya.” Ucap Detektif Yuk seperti masih menyimpan dendam dengan Wan Seung
“Kau tidak seperti anak muda zaman sekarang. Kau masih setia kepada mendiang Detektif Go. Tolong tunjukkan kepadaku level kesetiaan seperti itu juga.” Kata Tuan Kang lalu berjabat tangan. 

Wan Seung berjalan dengan Seol Ok mengaku akan menelan harga dirinya sebagai lulusan akademi kepolisian dan menanyakan, Bagaimana Seol Ok bisa selihai itu menangkap penjahat dan meminta agar memberitahukanya. Seol Ok pikir  menangkap penjahat tidak sama dengan pintar di kelas.
“Benar, kan? Menurutku kau tidak pintar. Jika menjadi seorang detektif, kau pasti sangat hebat.” Ucap Wan Seung memuji
“Aku akan kembali belajar setelah memecahkan kasus ini.” Kata Seol Ok lalu melihat Sung Ha dan Sung Woo bergabung.
“Inspektur Woo, firasatku mengatakan bahwa kasus mutilasi ini bukan pembunuhan berantai.” Ucap Wn Seung
“Ada tiga pembunuhan berturut-turut, tetapi Apa ini bukan kasus pembunuhan berantai? Letnan Ha, masih banyak yang harus kau pelajari. Kau terdengar seperti amatir.” Ejek Sung Ha
“Pak Gye, kapan kasus pembunuhan nyonya bar, yang mirip dengan ini terjadi?” tanya Seol Ok
“Tanggal 3 April 2013, pukul 2.23... Hei...Apa Kau pikir aku ini buku catatan pribadimu?” keluh Sung Ha menjawab. Wan Seung memuji Sung Ha yang punya ingatan yang tajam.
Kyung Mi datang setelah menelp Tuan Hwang. Seol Ok senang dengan Kyung Mi karena mendapatkan kasus resmi pertamanya. Semua pun memberikan tepuk tangan dan ucapan selamat. Wan Seung berhenti sejenak bertanya Bagaimana mereka membagi kelompok.
“Kita tidak boleh membuang waktu. Penjahat berkeliaran di luar sana  dan melakukan kejahatan. “ ucap Sung Ha
“Kami ke kiri dan Kalian bertiga ke kanan. Ayo.” Kata Sung Woo membagi tugas
“Tunggu. Memangnya kau  siapa sampai bisa memerintahku?” keluh Wn Seung.
“Aku tetap ketua unit. Apa kau bertingkah?” balas Sung Woo. Wan Seung menegaskan kalau Sung Woo di Unit Satu dan Ia ada di Unit Dua. Semua pun bergegas berpencar dalam tugas.
-THE END -

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Sinopsis Queen Of Mystery 2 Episode 16 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Ps : beberapa episode aku menuliskan nama Tuan Park, yang sebenarnya adalah Tuan Kang, Jadi mohon dimakluminya yah. Hihihi... Selamat membaca !!!
Sung Woo keluar dari kantor sambil menelp memastikan kalau itu Go Si Hwan dan terlihat kaget, lalu bertanya Seperti apa mayatnya  dan kapan ditemukan dan bergegas menaiki mobil. MC Jay mendengar nama  Go Si Hwan, terlihat sangat kaget.
Di TKP, Si Hwan sudah tak bernyawa tersadar di kemudi, dengan  lembaran "Pesan Terakhir dan Wasiat" di sampingnya. MC Jay sambil menangis tak percaya karena Belum lama ini  Si Woon minum-minum bersamanya dan menurutnya bukan tipe orang  yang akan melakukan seperti ini.  Seol Ok pun datang dengan Wan Seung.
“Aku tak percaya... Kau bilang kita akan menangkap pembunuh itu bersama.” Ucap Seol Ok melihat Si Hwan yang sudah terbujur kaku.  Wan Seung pun tak bisa berkata apa-apa. 


Kyung Mi mengambil gambar dengan Tuan Hwang, Seol Ok melihat Mobil, Arang, Pesan, Bunuh diri, menurutnya kalau ini metode yang sama. Wan Seung tak percaya karena kalau kasus Bunuh diri, karena Si Hwan tidak punya mobil, jadi tidak masuk akal.
“Detektif Lee.... Bisa cek kendaraan ini dahulu?” perintah Wan Seung pada detektif lainya.
Flash Back
Pria misterius membawa Si Hwan dengan mobilnya, terlihat Si Hwan sudah tak bernyawa berbaring di kursi belakang. Setelah sampai di TKP Si pria menghapus semua sidik jari dengan tissue dan menyalakan arang di dalam mobil.
“Tidak ada yang bisa melihat kejadian di dalam mobil, mobil juga kedap suara. Jika bisa menghindari CCTV dan kamera dasbor, itu bisa menjadi tempat sempurna untuk membunuh.” Ucap Seol Ok
Pelaku juga menghapus sidik jari pada kemudi lalu menyandarkan kepala Si Hwan seolah-olah bunuh diri.
“Tidak ada banyak ruang di dalam mobil, jadi, kita bisa menyingkirkan semua barang bukti tanpa membuang tenaga dan biaya. Karena itulah dia tidak pernah ditangkap untuk waktu yang lama.” Kata Seol Ok. Wan Seung memikirkan maksud kalimat Untuk waktu yang lama.
“Apa Maksudmu ini pernah terjadi berulang kali?” tanya Sung Woo bingung.
“Pembunuhan berkedok bunuh diri. Dalangnya orang berpengalaman.” Kata Seol Ok yakin
“Imajinasimu luar biasa.” Keluh Sung Woo tak percaya lalu pergi meninggalkan keduanya. 


Seol Ok memberitahu Wan Seung kalau  Ini metode yang sama, Wan seung juga yakin Persis seperti insiden tahun 2007. Seol Ok masih ingat kejadian Sebelas tahun lalu. Wan Seung pun ingat kalau itu Di Bukit Gongpyeong, Sinim-dong.
Flash Back
Di dalam taksi kedua orang tua Seol Ok meninggal dan dianggap sebagai bunuh diri dengan cara yang sama. Seol Ok menjerit histeris melihat keduanya yang meninggal dalam taksi
“Pesan, arang, dan mobil... Dilakukan sesuai manual.” Ucap Seol Ok masing mengingatnya.
“Sekretaris Kim terlibat.” Kata Wan Seung dengan wajah yakin. 

Ji Seung sedang berbicara di telp, sementara Joo Seok merengek agar mengeluarkan dari kantor polisi dan harus keluar secepat mungkin. Ji Seung memberitahu kalau Joo Seok ingin bicara langsung lalu memberikan ponselnya. Joo Seok kembali mengeluh kalau keadaanya sekarang membuat gila.
“Kudengar kamu terkena masalah lagi.” Ucap Tuan Kang
“Ada beberapa detektif yang bersembunyi di sana. Artinya Anda gagal membereskan mereka. Benarkah Anda Sekretaris Kim?” ucap Joo Seok marah
“Kalau begitu, kau mau aku bagaimana?” tanya Tuan Kang. Joo Seok meminta agar Tuan Kang mengeluarkan dari kantor polisi secepatnya.
“Kau tidak boleh bilang begitu sebagai mahasiswa hukum dan tahu betul itu mustahil.” Ucap Tuan Kang.
“Aku tahu lebih banyak daripada yang Anda pikirkan, Sekretaris Kim.” Ucap Joo Seok mengancam, Tuan Kang pun akhirnya menutup telp.
“Anak-anak zaman sekarang tidak tahu terima kasih. Mereka bahkan tidak bisa membereskan perbuatan mereka.” Keluh Tuan Kang 

“Aku sungguh tidak tahan berada di sini semenit lagi, Tidak ada ranjang., Bau dan kotor.” Keluh Joo Seok
“Apa kau tidak bosan mengulangi itu?” komentar Ji Seung seperti menahan amarah.
“Jika kau tidak bisa mengeluarkanku, setidaknya carikan aku sel di mana aku bisa sendirian. Ini bukan satu-satunya sel tahanan.” Ucap Joo Seok
“Jadi, kau mau menggunakan satu sel sendirian dan membiarkan orang lain berdesak-desakan?” ucap Ji Seung
“Anda bilang kenal dengan Kapolsek di sini. Setidaknya Anda bisa melakukan itu untukku.” Ucap Joo Seok terus merengek. 

Kyung Mi terus mencari sidik jari dan Wan Seung melihat lembaran "Pesan Terakhir dan Wasiat" Seol Ok berbicara pada Kyung Kyung Mi kalau tidak akan bisa menemukan sidik jari pelakunya. Kyung Mi yakin pasti ada sidik jari seseorang, karena tidak memakai sarung tangan. Tuan Hwang juga menyemprotkan cairan untuk menemukan sidik jari.
“Apa-apaan ini?.. Tidak ada apa-apa di mobil ini.. Bahkan Sidik jari parsial pun tidak... Baru kali ini aku melihat TKP sebersih ini.” Ucap Tuan Hwang heran
“Bagaimana kau tahu tidak akan ada apa-apa?” bisik Kyung Mi kaget Seol Ok bisa mengetahuinya.
“Mereka tidak bisa memilih sidik jari yang harus dihapus.” Ucap Seol Ok.
“Jadi, ada yang sengaja menghapusnya?” kata Kyung Mi. Seol Ok membenarkan

Ji Seung keluar dari ruangan, berjalan di lorong dengan wajah kebingungan, teringat kembali pembicaraanya dengan Joo Seok.
Flash Back
Joo Seok membahas tentang Detektif Ha adiknya dan berpikir kalau mereka berdua mau mempermainkannya. Ji Seung terlihat marah, Joo Seik pikir kalau Ji Seung itu Jangan tersinggung.
“Omong-omong, dia mengetahui sebanyak apa tentang Anda? Aku harus membeberkan semuanya saat berada di ruang interogasi.” Kata Joo Seok kembali mengancam.
Ji Seung keluar dari kantor berbicara dengan seseorang memberitahu kalau Joo Seok tampak sangat gelisah dan meminta agar mencari cara untuk menenangkannya, serta Tidak perlu janji untuk mengeluarkannya.

Wan Seung terus melihat lembaran "Pesan Terakhir dan Wasiat, Aku minta maaf. Aku sudah membunuh Yoon Mi Joo" Seol Ok mendekat mengetahui kalau isi suratnya kalau Si Hwan mengakui kejahatannya di pesan itu, Alasan dan caranya membunuh Mi Joo, metode dan tempat membuang mayat tersebut, serta alasannya bunuh diri tertulis di sana.
“Hei.., Ahjumma kau tidak boleh menyentuh barang bukti seperti itu. Kamu melanggar hukum. Nanti bisa terkena masalah.” Ucap Sung Woo memperingati. Seol Ok ingin menjawab tapi disela oleh Wan Seung

“Dia bukan membicarakan wasiat Si Hwan, tapi kasus dari 11 tahun lalu.” Kata Wan Seung membela.
Flash Back
Seol Ok sambil menangis mengetahui kalau Ini tulisan tangan ayahnya Tapi ini bukan wasiatnya. Wan Seung pikir kalau Ayah Seol Ok menulis sendiri, tapi itu bukan wasiatnya. Seol Ok  yakin kalau ayahnya hanya  menyalin tulisan orang lain dan akan menunjukkan bukti bahwa dia dibunuh.
“Orang menulis wasiatnya saat merasa gelisah. Jadi, sebagian besar tulisannya akan sulit dibaca. Mereka ingin orang lain memahami mereka. “Ucap Seol Ok yakin
“Tapi wasiat Si Hwan tertata dengan sempurna. Ada tujuannya,” Kata Wan Seung. Seol Ok yakin kalau ini Pengakuan kejahatan.Sung Woo terdiam mengingat sesuatu. 


Flash Back
Saat datang ke tempat Si Hwan merasakan ada yang aneh karena  bukti-bukti ini diletakkan dengan rapi, Seolah-olah meletakkannya untuk mereka  temukan. Menurutnya Meski sedang tergesa-gesa, mereka biasanya tetap membawa laptop saat melarikan diri.
“Apa pelakunya bunuh diri?” tanya Sung Ha akhirnya datang ke TKP. . Seol Ok menegaskan  Si Hwang bukan pelakunya dan tidak bunuh diri.
“Ini metode lama.” Ucap Sung Ha melihat surat wasiat yang diketik.
“Metode dari 11 tahun lalu. Kenapa dia memakai metode selama itu?” kata  Seol Ok
“Karena aku mengejar metode terbarunya.” Kata Sung Ha mengingat saat bertemu dengan korban Hyun Soo yang mati terbakar.
“Inspektur Woo... Ini ulah Sekretaris Kim, kan?” ucap Wan Seung.  Sung Ha seperti tak percaya kalau itu ulah Sekretaris Kim sambil menatap Si Hwan yang masih ada di dalam mobil. 


Tuan Kang kembali main baduk dengan Tuan Shin di ruangan yang bisa dengan mudah memenangkanya, yang menurutnya tak seru. Tuan Shin mengajak agar main lagi. Tuan Kang menolak.
“Seseorang ingin merasa nyaman di dalam tahanan. Biarkan dia sendirian di sel itu. Lagi pula, dia akan segera bebas.” Ucap Tuan Shin memberikan permintaan kembali. Tuan Shin pun tak bisa menolaknya.
“Biarkan dia makan yang dia mau.” Ucap Tuan Kang. Tuan Shin menganguk mengerti dengan perintah Sek Kim.
Tuan Kang keluar dari ruangan menelp seseorang berbicara kalau meminta antarkan makanan ke sel tahanan, dengan Pizza, ayam, atau sushi, karena Joo Seok bilang mau diantarkan makanan, serta memberikan perhatian ekstra kepadanya.
Si Hwan akhirnya dibawa ke ambulance, Seol Ok meminta maaf karena harus pergi seperti itu dan menegaskan kalau pasti akan menangkap pelakunya apa pun yang terjadi. Ia juga tidak peduli siapa dalangnya, jadi akan memastikan hal seperti ini tidak terulang. Wan Seung mengajak masuk mobil tapi akhirnya kembali menemui Sung Ha.
“Bukankah sudah saatnya kau memberi tahu kami?” ucap Wan Seung. Sung Ha ingin tahu memberitahu tentang apa.
“Tentang Sekretaris Kim.” Ucap Wan Seung. Seol Ok menatap keduanya seperti ingin mengetahuinya juga. 

Sung Ha naik mobil dengan Wan Seung yakin kalau  Cara Sek Kim merekayasa bukti bisa dibilang sempurna, Tidak ada kesalahan. Seol Ok  pikir Ada sebuah kesalahan yang ternyata ikut duduk dibangku belakang. Ia menceritakan Beberapa teman Si Hwan bermain-main dengan kamera tersembunyi walaupun mereka bukan teman dekat.
“Konon mereka memasang CCTV di kost karena iseng.” Ucap Seol Ok mengingat Ki Bum dan Dae Woon yang memakai kacamata sebagai kamera.
“Benarkah?? Jadi Kapan mereka kapok?” keluh Wan Seung marah.
“Aku pernah mendengar Si Hwan mengatakan itu. “ ucap Seol Ok
Flash Back
Si Hwan menceritakan Park Gi Beom merekam dengan kamera tersembunyi. Lalu Gi Beom dan Dae Woon melakukannya bersama-sama, tapi tidak bisa menemukan kamera itu di mana pun dan sempat terpikir untuk melaporka dan  tidak tahan lagi dengan mereka.
“Si Hwan bilang dia tidak bisa menemukan kamera itu.” Ucap Seol Ok
“Apa Menurutmu kameranya masih di sana?” tanya Sung Ha. Seol Ok juga tak tahu.
“Kita harus bergerak cepat... Semoga itu tertangkap kamera.” Kata Seol Ok 
“Jika kameranya tidak berfungsi, Wasiat itu diketik di laptop Si Hwan. Kamar itu sangat kecil, jadi Pasti tertangkap kamera.” Ucap Wan  Seung. Seol Ok menyuruh agar Wan Seung sedikit lebih cepat.
“Jika Sekretaris Kim menemukannya lebih dahulu, bukti terakhir itu akan musnah.” Kata Seol Ok
Tuan Kang mendengarkan percakapan keduanya, mengetahui  Kamera tersembunyi.

Pelaku akhirnya kembali ke kamar Si Hwan mencari diseluruh kamar dan akhirnya menemukan kamera yang terlihat di rak buku. Saat itu Sung Woo datang melihat si pelaku dan langsung menangkapnya, akhirnya pelaku dibawa oleh polisi lain untuk dibawa ke kantor polisi.
Seol Ok bergegas turun dari mobil dengan Sung Ha dan Wan Seung setelah pelaku dibawa pergi. Sung Ha mengeluh  kalau pada Tim Unit dua menurutnya kalau Ketua Tim itu melakukan sesuatu untuknya.
“Kenapa memintaku padahal kita tidak satu unit?” keluh Sung Woo
“Ada apa? Apa Kau mau Detektif Ha kembali? Unitmu butuh orang berbakat.” Ucap Sung Ha. Sung Woo langsung menolaknya karena tak ingin satu tim dengan Wan Seung lagi.
“Ini.. Ponsel Milik si pelaku.” Kata Sung Ha memberikan ponsel pada Wan Seung. Seol Ok menatap Wan Seung dengan penuh arti. 

Flash Back
Wan Seung menerima telp yang memberitahu kalau  Go Si Hwan ditemukan tewas. Saat itu Tuan Kang melihatnya sengaja menaruh alat penyadap dibagian kerah jaket Wan Seung dan berpura-pura  kaalu jaketnya itu berdebu. Setelah di TKP dan akan masuk mobil, Wan Seung seperti merasakan sesuatu di bagian bajunya.
“Bukankah sudah saatnya kamu memberi tahu kami?” ucap Wan Seung seperti sengaja memancing. Sung Ha bertanya apa yang harus diberitahu.
“Tentang Sekretaris Kim.” Kata Wan Seung meminta pada Sung Ha.
Sung Ha yakin Selama ini pelaku menelepon dengan ponsel ini, Sung Woo melihat ada "Nomor Pribadi" yang menelp. Sung Ha menyuruh Sung Woo agar mengangkatnya  karena perlu mengeceknya.
“Apa Kau mendapatkan kamera pengawasnya?” ucap Tuan Kang. Wan Seung kaget karena ternyata orang yang selama ini dicari sangat dekat denganya. Sung Ha dkk menunggu siapa yang berbicara dengan Wan Seung. Tuan Kang merasakan ada yang tak beres memilih untuk menutup ponselnya. 


Wan Seung dengan wajah kesal ingin tahu  Siapa sebenarnya Sekretaris Kim, menurutnya Salah satu kenalannya sangat pandai mendapatkan informasi jadi Mungkin orang itu tahu sesuatu. Seol Ok dan Sung Ha hanya diam saja.
“Apa Kau mengenal Kang Bo Gook? Mungkin dia sudah mengetahui semua hal tentang dirimu.” Ucap Wan Seung lalu mengeluarkan alat penyadap dari balik kerah jaketnya. Seol Ok dan Sung Ha kaget melihatnya.
“Kang Bo Gook... Sekarang Aku harus memanggil Anda Sekretaris Kim atau Kang?” ucap Wan Seung sengaja berbicara dengan alat penyadap. Tuan Kang mendengar Wan Seung yang berbicara denganya. 
“Ini sudah direncanakan sejak awal, Anda membawaku ke biro informasi. Lalu membuatku dan ayahku bertengkar dengan mengatakan bahwa hilangnya Hyun Soo ada kaitannya dengan Firma Hukum Ha dan Jung. Aku mempercayai Anda seperti ayahku sendiri dan mengandalkan Anda seperti kakakku. Tega Anda melakukan ini kepadaku.” Ungkap Wan Seung terlihat benar-benar marah dan membuat alat penyadap. 

Seol Ok melihat Wan Seung terlihat sangat kecewa menenangkan, kalau Ini bukan kesalahannya, karena Tuan Kang itu sama seperti ayah dan mereka tidak mencurigai keluarga sendiri.
“Kurasa aku mengetahui keberadaan Sekretaris Kim.” Kata Wan Seung terus mengemudikan mobilnya lebih cepat.

Wan Seung, bersama Na Ra dan juga Han Mi pergi ke tempat Tuan Kang, tapi ruangan sudah kosong dan juga berantakan di tinggalkan begitu saja. Wan Seung terlihat kesal karena kalah cepat dengan Tuan Kang. Seol Ok, Sung Ha dan Sung Woo berada di kantor. 
“Omong-omong, bagaimana kalian tahu bahwa kamera itu dipasang di kamar Go Si Hwa? Kami sudah mencari di setiap sudut kamarnya.” Ucap Sung Woo heran
“Tidak ada kamera di kamarnya  karena kamera itu adalah milik Seol Ok..” Ucap Sung Ha.
Flash Back
Seol Ok sengaja masuk ke kamar Si Hwan dan menaruh kamera miliknya agar bisa memancing anak buah Sek Kim.  Dan rencananya pun berhasil.
“Kami memasang umpan untuk menangkap kaki tangannya lebih dahulu” ucap Sung Ha
“Lalu siapa yang memberikan perintah?” tanya Sung Woo. Seol Ok pikir  Sung Woo tidak perlu tahu Karena itu terlalu berbahaya.
“Kelak aku pasti memberitahumu.” Ucap Seol Ok. Sung Woo seperti tak masalah memilih untuk pergi. 



Wan Seung berbicara dengan Sung Ha bertanya apakah sudah  menemukan Seo Hyun Soo lagi. Sung Ha membenarkan dengan menyampaikan pesan kalau Hyun Soo ingin melupakan kehidupannya sebagai Seo Hyun Soo. Wan Seung menebak kalau orang itu adalah Jung Hee Yeon. Sung Ha seperti tak bisa mengelak.
“Aku senang dia masih hidup... Syukurlah.... Aku sangat senang.” Ucap Wan Seung sambil menahan tangisnya. 

Wan Seung akhirnya menginterogasi pelaku menanyakan alasan  masuk ke kamar itu. Pelaku mengaku hanya ingin tahu adakah sesuatu yang bisa diambil. Wan Seung ingin tahu Apa yang bisa diambil di kamar sekecil itu dan Apa yang dicari.
“Kau yang meninggalkan jejak Go Si Hwan di lokasi pembunuhan Yoon Mi Joo... Bukankah begitu?” kata Wan Seung tahu kalau pria itu sengaja menaruh semua bukti yang mengarah pada Si Hwan sebagai pembunuhnya.
“Apa Ada buktinya?” ucap Si pelaku menantang dan merasa tak bersalah.
“Kami tidak punya bukti atau sidik jari, Begitu pula CCTV dan saksi. Tapi firasatku mengatakan kaulah orangnya. Dan Bukan hanya aku yang berpikir seperti ini. “ungkap Wan Seung yakin. 

Di ruangan forensik
“Ada pepatah terkenal yang berbunyi, "Setiap kejahatan meninggalkan jejak." Karena adanya bukti seperti ini.  Kita bisa menghapus sidik jari sampai bersih, tapi tidak bisa menghapus komponen sejenis minyak dari kosmetik atau kain. “ ucap Tuan Hwang. Kyung Mi menganguk mengerti.
“Di mobil tempat Go Si Hwan mati, ditemukan bahan yang sama seperti bahan di kuplukmu. Yaitu Kupluk itu pasaran.” Kata Wan Seung
Flash Back
Si pelaku menghapus semua sidik jari tak sengaja bagian topinya menyentuh bagian atas mobil dan itu bisa dijadikan alat bukti untuk melihat baiakn sidik jari pelaku.
“Bisakah didaftarkan sebagai bukti?” ucap si pelaku tetap merasa paling benar.
“Benar. Itu memang pasaran... Bahan yang sama ditemukan dari sweter dan celanamu juga. Peluang ketiga bahan ini ditemukan di tempat yang sama adalah... Aku akan bertanya lagi jika kau penasaran, Mungkin kau ingin tetap setia dan Tindak pidanamu cukup serius, Tidak perlu dituduhatas perbuatan orang lain..” Ucap Wan Seung memberikan nasehat. 


Joo Seok berbicara dengan seseorang berkata kalau  tidak mau hancur seperti ini dan tidak boleh mati sendiri. Ia mengaku kalau mengetahui semua hal tentang hubungan antara Sekretaris Kim dan Pak Ha Ji Seung Ia pun meminta agar menuliskan artikelnya dengan cepat.
Di malam hari seseorang masuk sel tahana memberikan makanan untuk Joo Seok. Akhirnya Joo Seok makan pesanan dengan sangat lahap, beberapa saat kemudian petugas datang panik melihat Joo Seok sudah tergeletak dan meminta pertolongan kalau Ada insiden di tahanan.
Joo Seok akhirnya dibawa ke dalam "Ambulans" Na Ra ikut mengantar bersama ayahnya merasa kalau ada yang aneh.  Tuan Shin binggung apa maksud ucapan ayahnya. Na Ra mengetahui kalau Joo Seok itu mati saat makan sushi dan Makanan dari luar tidak diizinkan di dalam tahanan. Tuan Shin terdiam mengingat sesuatu. 

Flash Back
Tuan Kang mengatakan “Seseorang ingin merasa nyaman di dalam tahanan. Biarkan dia makan yang dia mau.”  Saat itu Tuan Shin pun membiarkanya.
“Dia bisa saja selamat jika menerima pertolongan pertama. Andai ada orang lain di sel tahanan itu... Ayah, bukankah sel tahanan penuh karena banyak orang mabuk? Kenapa cuma selnya yang kosong?” ucap Na Ra.
Tuan Shin kembali mengingat ucapan Tuan Kang “Biarkan dia sendirian di sel itu. Lagi pula, dia akan segera bebas.”  Tuan Shin seperti tak percaya kalau itu memang perbuatan Tuan Kang, wajahnya mulai panik. 

Tuan Kang menelp ponsel Tuan Shin  dalam persembunyianya. Tuan Shin yang ketakutan hanya menatap tanpa mau mengangkatnya.  Tuan Kang mengumpat kesal karena ia yang memberikannya posisi itu, tapi sekarang berani mengabaikan teleponnya. 

Ji Seung masuk ke dalam ruang mayat melihat  Joo Seok sudah terbujur kaku. Wan Seung memberitahu kalau Won Joo Seok menggunakan sel itu sendirian menurutnya Jika menerima pertolongan pertama, maka mungkin bisa saja selamat.
“Dia mau menggunakan sel itu sendirian. Apa Kau mencurigai kakak?” Ucap Ji Seung tak percaya 
“Aku mencurigai orang di balik Kakak” kata Wan Seung yakin.
“Jadi Menurutmu ada siapa di balik kakak...” kata Ji Seung lalu terdiam mengingat sesuatu.

Flash Back
Ji Seung bertemu dengan Tuan Kang dengan santai Seniornya itu berkata “ Jangan khawatir. Aku akan mengurus semuanya.”
Wan Seung langsung menyebut nama Kang Bo Gook. Alias Sekretaris Kim. Ji Seung mengaku kalau Tuan Kang hanya seorang kenalannya saja. Wan Seung memperingatkan Ji Seung kalau Tuan Kang itu menakutkan dan Kakaknya  akan terancam bahaya jika terus terlibat. Ji Seung berpura-pura kalau tidak mengerti maksud ucapan adiknya. 


Wan Seung bertemu lagi dengan pelaku memberitahu kalau  Won Joo Seok baru saja mati yaitu mati mendadak di sel tahanan dan Tidak ada yang tahu penyebab kematiannya. Ia pun ingin tahu Menurut pelaku bagaimana nasibnya nanti.
“Apa Kau pikir orang akan tahu penyebab kematianmu? Walaupun kau bungkam, semua yang ada padamu akan mengungkapnya. Riwayat panggilanmu, kamera dasbormu, dan rekening bankmu. Menemukan Sekretaris Kim tidak akan memakan waktu lama.” Ucap Wan Seung sangat yakin. Pelaku pun hanya bisa diam saja. 

Wan Seung dan Sung Woo akhirnya mengeledah semua tempat yang kemungkinan berhubungan dengan Seketaris Kim. Sung Woo memerintahkan agar mengambil semua dokumen ini.
Akhirnya semua berada dalam satu ruangan dengan banyak berkas yang harus diperiksa. Seol Ok datang dengan trollynya, membawakan minum dengan sisi kiri kopi dan kanan adalah teh.  Semua langsung mengambil kopi tanpa mau mengambil teh.
“Hei.... Kalian semua tidak sopan. Dia membuat ini untuk kita.” Keluh Wan Seung dan mengambil gelas kopi.
“Apa Kau yakin ini teh? Bukan minuman keras?” ejek Wan Seung kembali ke tempat duduknya. Seol Ok bisa tersenyum dan tetap membangikan cangkir teh pada semua anggota tim walaupun menolak.

Bersambung ke part 2

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09