PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 19 Februari 2018

Review Longing Heart, Cerita Cinta Pertama Penuh Lika Liku


Ini drama OCN Romance, penganti Melaholic (drama yang belum gue tonton). Sebenarnya penasaran sama Akting salah satu anggota Band CN Blue, setelah Jung Hwa dan juga Min Hyuk jadi Lead Male akhirnya Lee Jung Shin dapet juga pemeran utama.
Gue tuh inget sama Jung Shin waktu pas WGM, pas Jung Hwa jadi Virtual Bridenya SeolHyun SNSD. Dia kaya cewe banget dengan rambut panjang dan rapih banget kaya di abis dicatok, hihihi...  tapi sekarang keliatan cowo banget dan juga ga kalah tampan sama anggota lainya.
Beberapa orang yang bilang aktingnya sebelumnya waktu di Sassy Girl bareng sama Joo Won ga bagus. Tapi gue melihat karakter Jung  Shin disini bagus, layaknya seorang guru dengan mimik wajah yang bukan dibuat-buat walaupun semua hanya akting.


Cerita drama ini dimulai dari Shin Woo yang memiliki cinta pertama di masa SMA, yaitu Han Ji Soo dan ga bisa move on setelah 10 tahun berlalu. Akhirnya teman-teman bisa mempertemukan Shin Woo dengan Ji Soo, saat mereka sudah punya karir masing-masing. Shin Woo sebagai Guru dan Ji Soo sebagai Dokter.
Tapi yang terjadi adalah Ji Soo menolak cinta Shin Woo bahkan sudah memakai cincin di jari manisnya, kaya ngasih tanda kalau udah punya tunangan. Shin Woo seperti sangat marah dan pergi ke jembatan yang seharusnya jadi pertemuan dengan Ji Soo. Sayangnya Shin Woo malah tercebur dan akhirnya Travel Time ke jaman di masih SMA.
Shin Woo bisa melihat dirinya waktu muda dan berusaha supaya mengungkapkan perasaan pada Ji Soo, bahkan meminta ibunya untuk ga pergi naik kapal karena tahu akan terjadi kecelakaan dan membuatnya kehilangan ibunya. Dari travel time ini banyak cerita Shin Woo dewasa dan Shin Woo saat masih muda.

Pengenalan Karakter


Kang Shin Woo
Seorang Guru yang memiliki cerita cinta hanya dengan satu orang, yaitu Ji Soo. Setelah 10 tahun berlalu cintanya masih tetap untuk Ji Soo walaupun beberapa temanya berusaha untuk menjodohkan dari kencan buta tapi Shin Woo menolak dan ga bisa move on dari Ji Soo.
Tapi setelah perjalanan Travel Timenya dia banyak belajar dari sosok dirinya saat masih SMA, dia juga berusaha untuk supaya ga ngebuat kesalahan yang sama ketika dewasa. Sosok Shin Woo juga penyayang untuk kakaknya. Kalo punya ade kaya dia, gue juga seneng banget deh.
Kang Shin Woo 
Karakter Shin Woo saat masih muda, lebih menahan hatinya untuk ga mengungkapkan perasaanya. Semua karena menyimpulkan kalau Ji Soo itu suka dengan pria lainya. Dia juga takut dengan temanya sendiri bahkan mau menanggu kesalahan temanya kalau merokok yang menyebabkan kebakaran. 
Kebiasan Shin Woo juga pemilih makanan, waktu dia travel time ke masa depan. Kakak Shin Woo marah karena adiknya suka milih-milih makanan, padahal Shin Woo dewasa udah ga ngelakuin itu. Pokoknya sifat Shin Woo muda dan Shin Woo dewasa memang sedikit berbeda. 
Han Ji Soo
Cinta pertama Kang Shin Woo sejak SMA, dia sebenernya suka juga sama Shin Woo tapi karena ada sesuatu yang menganjal di hatinya ngebuatnya jadi menolak perasaan Shin Woo. Dia juga jadi pendiam setelah 10 tahun berlalu dari masa SMA.
Perubahan Ji Soo juga ada perasaan bersalah juga dan seperti menekan perasaanya selama ini sama Shin Woo. Tapi setelah bimbang dan akhirnya bisa melihat kesetian hati Shin Woo padanya. 


Baek Na Hee
Peranya sebagai Guru sekolah yang sebelumnya akan berjodoh dengan guru olahraga, tapi akhirnya malah jatuh cinta sama Choo Geun Deok. Walaupun umur mereka layaknya guru dan anak murid, tapi tetap ga penting. Jaman sekarang hubungan Nuna dan Dongseng memang sesuatu.
Awalnya Nae Hee menolak bahkan ga suka sama Geun Deok, dianggap penggangu dan selalu ikut kencan buta  untuk menikah, tapi sikap Geun Deok dan bisa menyakinkan gurunya dan akhirnya luluh ke pelukan mantan anak muridnya.

Choo Geun Deok
Teman Shin Woo yang akhirnya menjadi artis, dengan memiliki mobil mewah. Intinya dia berjuang demi mendapatkan cinta gurunya, sebenernya dimulai dari Guru Baek yang mabuk dianter pulang dan akhirnya ga sengaja di cium.
Geun Deok punya banyak wanita untuk diajak kencan, tapi belum ada yang kena dihati, sampe akhirnya ketemu Guru Baek seperti jantungnya berdegup kencang, dan dia minta Gurunya nunggu keluar dari SMA, truz mengejar karir lalu mengajak terus berkencan walaupun selalu di tolak.

Jang So Ra
Teman Shin Woo dan paling dekat sama Ji Soo, karakter dia menurut gue sama kaya di Reply 1994, pemarah dan lebih galak dibanding pacarnya. Dia tinggal di kost-an sama dengan Min Seok yang ada dilantai atas. Karena kesalahan akhirnya harus menikah setelah SMA, setelah hamil lebih dulu.
Ia punya impian memiliki salon karena suka dengan keahlianya melakukan styling rambut dan sebagai. Pelajaran ketika berumah tangga bisa diambil dari sosok So Ra, dia bisa percaya dengan suaminya yang mencoba mengejar impian.

Kim Min Seok
Pria berkacamata sebagai ketua kelas, punya impian menjadi webtooners. Tapi karena kesalahannya, memiliki anak dan menikah, Ia menjadi pegawai kantor demi menghidupi keluarganya. Tapi setelah bertemu dengan teman-temanya membuatnya kembali ingin mengejar mimpi. Dia juga meminta agar So Ra bisa percaya dengan impianya, dan berjanji akan ngasih semua uangnya untuk So Ra ketika berhasil

Kang Shin Hee
Kakak Shin Woo yang paling bawel tapi sayang sama adiknya. Shin Woo juga sayang sama kakaknya, waktu mereka kehilangan ibunya menjaga sang kakak yang terpuruk dan sangat sedih. Dia juga yang mengajarkan Shin Woo minum.

Pelajaran Yang Diambil Dari Drama Ini


Cinta Harus Diisampaikan Walaupun Apapun Jawabanya
Kesalahan Shin Woo di jaman SMA yang seharusnya menyatakan cinta malah mengurungkan niatnya karena menyimpulkan kalau Ji Soo suka sama pria lain, padahal itu adalah dirinya. Shin Woo remaja pun harusnya lebih terbuka dengan perasaaanya.

Cinta Pantang Menyerah
Ini cerita dari Geun Deok dan Guru Baek, walaupun udah menyatakan cinta beberapa kali, tapi ditolak, ga ngebuatnya menyerah. Bahkan dengan berani Geun Deok meminta Guru Baek menunggu dan ngasih jepitan rambut untuk gurunya kalalu di korea kaya dikasih tanda Guru Baek miliknya.


Cinta Harus Percaya
Ini cerita diambil dari So Ra dan Min Seok, ada ga sih impian SMA kita yang belum tercapai sampai sekarang dan itu karena kita sudah menikah, jadi fokus untuk mencari uang. Min Seok sebelumnya punya impian menjadi Web Tooners, tapi sayang ditentang habis sama So Ra karena ga akan menghasilkan uang dan harus menghidupi anak mereka.
Min Seok akhirnya minta So Ra percaya padanya kalau akan berhasil, plus dia juga ngasih tahu kalau So Ra adalah yang pertama kali memberikan pujian sama gambarnya bahkan di tempel di kamar waktu mereka SMA. 
Akhirnya So Ra bisa percaya dengan berkerja di salon untuk pemasukan bulanan.Kepercayaan So Ra akhirnya ga sia-sia, Min Seok berhasil dan sesuai dari rencananya mendapatkan sebuah salon, padahal sebelumnya So Ra marah besar karena Min Seok mengundurkan diri dan ingin bercerai.


Masa Lalu adalah Cerminan Masa Sekarang
Di akhir cerita kaya diceritain tentang Shin Woo yang masih SMA menjalani hidupnya, walaupun sudah tahu masa depanya seperti apa. Dia menjadi ga mengubahnya dan mencoba untuk bertahan karena akan kembali bertemu dengan Ji Soo mengakui perasaanya 10 tahun kedepan.
Shin Woo muda yang udah tau masa depan, sebenarnya tahu kalau Ji Soo ada di kampus yang sama bahkan tanpa sadar ternyata mereka diminta untuk kencan buta, tanpa tahu satu sama lain. Tapi Shin Woo muda ga ingin mengubah cerita masa depanya, membuat dirinya bertemu kembali dengan Ji Soo dengan cara yang berbeda dan Ji Soo pun tak  menolak cinta Shin Woo seperti sebelumnya. 


Kejar Impianmu dan Percayalah
Ini diambil dari sosok Min Seok, kita harus musti kudu harus yakin sama impian kita. Semakin kita dewasa biasanya kita melupakan mimpi kita sejak SMA, kita lebih mikir bagaimana caranya dapetin duit tanpa memikirkan lagi impian kita, karena kita butuh uang untuk bertahan hidup.
Kita juga butuh satu orang yang menyakinkan dan percaya dengan impian kita, Sosok So Ra sebagai orang yang mempercayai Min Seok bikin jadi makin semangat mengejar mimpi. Jadi memang butuh seseorang yang mempercayainya.

Drama ini ceritanya ringan dan diambil dari cerita Webtoon jadi pasti memang menarik walaupun sebenarnya fiksi, karena kita diajak travel time ke masa lalu dan Shin Woo dari masa lalu pindah ke Masa sekarang. Jadi intinya untuk yang masih muda, buat masa mudamu untuk memupuk impian lebih dulu dan akhirnya bisa meraih dimasa depan. 

Kalau pun belum bisa mengampai impian, jangan pernah menyerah karena perjalanan masih panjang dan juga apabila kamu memiliki perasaan cinta dengan seseorang lebih baik di nyatakan, tapi apabila di tolak oleh wanita jangan menyerah karena akan ada saatnya wanita itu luluh memilih pria yang pantang menyerah.

Sekian Reviewnya, akan ada review drama lain yang lagi di tonton sama gue.
Enjoy Your Read yah. ^_^ 

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Review I’m Not Robot, Manusia Adalah Mahluk Sosial


Ini drama yang udah lama banget gue selesai nonton, tapi baru ditulis. Hihihi.. Sebelumnya mau minta maaf karena dari polling banyak yang milih drama ini untuk ditulis, tapi aku langsung jatuh cinta sama first Imperession setelah nonton Black Night, Kayanya pemandangan Gunung Alpen bikin jatuh cinta, jadi move on deh ke dramanya Kim Rae Won...
Dibanding dari drama di TV sebelah, emang drama ini dari segi rating juga kurang baik. Tapi untuk cerita dan pesan yang disampaikan dapet banget, mereka juga keluar banyak dana untuk pembuatan baju robot plus peralatan di Lab.
Sebelum gue bahas pesan yang disampaikan dari drama ini,bahas pemainya plus cerita dari tiap orangnya aja yah. Pokoknya ini drama wajib ditonton.
Karakter Pemain

Kim Min Kyu
Seorang yatim piatu yang memiliki alergi dengan manusia, jadi ga bisa bersentuhan dengan manusia, setiap mau pergi ke kantor semuanya harus steril tanpa boleh ada orang satupun diparkiran. Bahkan di rumah sebesar istana hanya ada satu pelayan yang memeriksa semua barang masuk kaya di mau masuk pesawat a.k.a di Scan dulu.
Min Kyu awalnya berasal dari keluarga baik dan bahagia sampai akhirnya kecelakaan orang tuanya bikin dia merasa ga percaya lagi sama manusia. Temannya hanya barang-barang yang terbuat dari mesin, bahkan ia lebih sayang sama vacum cleaner di rumahnya. Setiap alerginya datang maka tubuhnya berubah seperti monster yang ngebuat jadi dibebaskan untuk ga ikut wamil.
Jadi intinya dia ga bisa bersentuhan dengan manusia dan akhirnya bertemu dengan Aji 3, sebuah robot manusia yang membuatnya jatuh cinta.

Jo Ji Ah/Aji 3
Wanita dengan rambut pendek dan sebagai pekerja serabutan, suka melakukan sesuai dengan keinginannya, sampai akhirnya di usir dari rumah karena pinjem uang dari kakak iparnya untuk melakukan penelitian. Selama ini pekerjaanya mengantri barang limited edition dan dibayar, salah satu klienya adalan Min Kyu.

Awal menjadi Aji 3 karena mantan pacarnya seperti merasa bersalah dengan Ji Ah akhirnya dibuat robot dengan bentuk wajahnya, sayangnya si robot yang harusnya di coba oleh Min Kyu rusak jadi Ji Ah diminta untuk mengantikan sementara supaya project Aji 3 berhasil.
Disaat menjadi Aji 3, Ji Ah kaget karena ternyata harus bertemu dengan Min Kyu, Klien sekaligus CEO dari tempat dirinya menjadi finalis kontes penemuan. Disinilah, cerita dimulai cara Ji An sebagai robot menghilangkan Alergi Min Kyu terhadap manusia.



Hong Baek Kyun
Seorang Profesor dan juga Mantan Pacar Ji Ah, bisa dibilang juga penolong hidup Jin Ah karena memberikan tempat tinggal dan juga membayar semua pekerjaan Jin Ah sebagai robot. Dia seperti sangat bersalah dengan Ji Ah selama berkencan, makanya dibuat robot dengan wajah dan bentuk seperti mantan pacaranya. 
Prof Hong sempet dikhianati sama temannya, dianggap penipu tapi akhirnya mencoba untuk berusaha kembali dengan memberikan penawaran pada Min Kyu dengan project Robot Aji 3. Sayangnya Aji 3 yang pingin di uji coba malah kehilangan salah satu bagianya jadi terpaksa meminta Jin Ah untuk mengantikan sementara supaya Projectnya berhasil.

Pi
Satu-satunya wanita di dalam tim Prof Hong, wanita pintar yang mendapatkan tawaran mengajar menjadi prof bahkan mendapatkan gaji yang lumayan besar. Tapi karena jatuh cinta dengan Prof Hong dan Projectnya, Ia tetap bertahan dalam lab walaupun mereka hanya bisa makan mie instant ataupun makanan yang udah kadalursa satu hari.
Disini bisa dilihat cara dan pengorbanan Pi untuk Prof Hong, menahan diri untuk ga cemburu saat tahu Prof Hong jalan bareng sama Ji Ah.

Hoktal
Dia juga bagian Tim dari Prof Hong, punya kesalahan karena membawa minuman saat dalam lab pengujian, karena hanya setetes air kena Aji 3, bikin semua kacau. Banyak dari scene Hoktal yang bikin ngakak, dia juga awalnya ga bisa jatuh cinta tapi malah jatuh cinta sama salah satu teman Ji An.

Ssanip
Anggota Tim paling muda di tim Prof Hong, suka mengunakan bahasa inggris dan jatuh cinta dengan teman Jin Ah, berusaha untuk mendekati tapi malah teman Jin An lebih suka dengan Hoktal. Kebiasannya lucu, kalau mabuk bisa tidur lelap kalau ada yang mengosok kupingnya. Tapi berkat kefasihanya bahasa inggris malah dapet pacar bule.  

Hwang Yoo Choel
Teman Min Kyu dari kecil, tapi sayang karena ketidak tahuanya malah bikin persahabatan keduanya putus. Jadi Presdir di perusaahan Min Kyu dan berbuat jahat karena ambisi dari ayahnya. Dia jatuh cinta dengan calon tunangan Min Kyu dan harus keluar dari perusahaan akibat perbuatan. Intinya dia jadi peran anatagonis.
Ye Ri El
Calon pasangan Min Kyu yang blak-blakan, suka banget sama gaya Chaebolnya waktu pertama kali ketemu Min Kyu. Dia mengakui kalau diminta menikah karena emang harta, tapi dia bisa berubah kalau akhirnya bisa mencium Min Kyu saat berkencan.
Tapi didalam hatinya yang paling dalam, ternyata ada seseorang yang sebenarnya disukainya tapi ga pernah di sadarinya.

Jo Jin Bae
Kakak dari Ji Ah, kakak Ipar Min Kyu dan juga sebagai Pengacara dan Orang kepercayaan Min Kyu. Dia termasuk kakak yang keras sama adiknya, tapi sebenarnya sangat sayang. Kalo liat wajahnya, entah kenapa gue pingin ketawa karena bentuknya lucu.
Dia berkerja dengan perintah Min Kyu, tapi akhirnya membantu bosnya agar bisa mendapatkan kembali kedudukan diperusahaan. Lucu banget waktu dia merasa canggung pas ketemu Min Kyu dirumah karena Min Kyu atasan di kantornya yang akhirnya malah jadi adik Iparnya.

Sun Hye
Teman Ji An, Ini yang sebelumnya gue kasih tahu kalau wanita ini yang disukai sama Ssanip tapi malah suka sama Hoktal. Dia sebagai penasehat cinta antara Min Kyu dan juga Jin Ah, tapi yang lainya juga ikutin saran dia sebagai petualang cinta.
Dia pemilik kedai kopi yang ga pernah ada pelanggan, jadi yang datang Cuma Jin Ah dkk aja. Hihihihi... sebagai Penasehat cinta Sun Hye cukup berhasil ngebuat Min Kyu dan juga Jin Ah jadi makin jatuh cinta
.

Ada juga pemain lain yang berhubungan sama Min Kyu, Kaya Ayah Yoo Cheol yang berusaha mengambil semua perusahan peninggalan Ayah Min Kyu atau rekan bisnis dan juga anak buha Yoo Cheol tapi malah akhirnya jadi baik sama Aji 3. Cek Pemeranya dibawah yah.

5 Alasan Kenapa Drama Ini Wajib Di tonton


Drama Pertama Yang Ngebuat Lo Jatuh Cinta Sama Min Kyu A.K.A Yoo Seung Ho.
Hihihi... Iya gue tahu kalau telat suka sama si cowo berlesum pipi ini. Dia sebelumnya maen di drama kerajaan sama L Infinite, tapi sampe sekarang gue belum nonton walaupun udah di Download. ^_^ Lalu tergerak untuk lanjutin Nonton Drama On Going tanpa gue tulis sinopsisnya, Eh malah terjerat sama Aktingnya Seung Hoo.
Jadi Silahkan di tonton, karena dia aktingnya nangis, sedih, jatuh cintanya bagus. Plus adegan kissnya, kalau kalian bisa nonton pas BTS pasti bikin baper. Hahaha..


Efek atau Cara Mengeluarkan Alergi Seung Hoo benar-benar TOP.
Selama ini gue nonton drama dari tahun 2014 belum ada sih yang kaya gini. Ini selevel drama loh, yang tayang di TV nasional, kalo di Indonesia tuh kaya Sinetron yang Tayang Pake Antena TV bukan berbayar. Seung Yoo juga Aktingnya bener-bener sesuatu banget deh.
Ini emang agar mengerikan dan gue ga tahu berapa lama bikin adegan itu, karena waktu drama Goblin yang kita liat Cuma pasang pisau di bagian dada Gong Yoo, butuh waktu 2 jam lebih, bahkan Gong Yoo sendiri bilang kalau itu yang terlama untuk kostum.

Rasa Kepercayaan Dengan Seseorang itu Penting, Jadi Jangan Pernah Berkhianat.
Awal timbulnya Alergi Min Kyu, gara-gara Tuan Hwang yang terlihat baik hati mengurus semua pemakaman ayahnya, ternyata berusaha mengambil semua peninggalan ayah Min Kyu. Yoo Cheol yang ga tau apa-apa berusaha untuk meminta tanda tangan Min Kyu, biar mereka bisa tinggal bersama.
Saat itu Min Kyu seperti melihat tangan Yoo Cheol seperti monster dan dia mengeluarkan alergi yang karena bersentuhan. Dia juga ga pernah ke sekolah, keluar rumah bahkan makan direstoran karena takut isi dari makanan yang dimakan.
Tapi setelah Aji 3 datang, Min Kyu seperti bisa nyaman dan ngebuat Alerginya hilang. Dia bahkan bisa jalan-jalan di taman, makan dipinggir jalan, semua karena kepercayaan pada Aji 3 yang dianggapnya robot dan ga mungkin berkhianat.
Jadi pesanya teman-teman kalian harus menjaga Kepercayaan orang lain, apabila dikhianati maka orang tersebut ga akan percaya lagi sama kita, apapun caranya.


Banyak Scene Yang Bikin Baper
Sebenernya Drama ini ga banyak juga Scene Kissnya, kayanya Cuma 2-3 kali aja. Tapi adegan Pelukan, tatapan, skin Skip, bahkan cara merengeknya Min Kyu waktu minta dibuatin makan bikin gigit jari dan jejeritan histeris. Hahahaha.
Scene mereka pertama kali jatuh cinta, waktu Min Kyu itu belajar sama Sun Hye jalan sama Aji 3 (Jin Ah) gaya tarian Min Kyu megang pinggang dan mereka berdiri dengan 45 derajat, bikin gimana gitu. Terus waktu mereka adegan Kiss dibawah payung yang dibuat Jin Ah ditengah hujan.

Apalagi waktu mereka kiss di dapur, karena Min Kyu akhirnya sembuh dari alerginya dan merengek dibuatin nasi kimbap. Hihihi... Itu baru adegan Kiss, yang mereka pelukan juga bikin baper.
Selain adegan mesra-mesranya, diawal ada scene kocak, Jin Ah lagi jadi Aji 3 harus nahan sakit perut karena makan nasi Curry yang udah kadaluarsa. Dia juga harus nahan diri untuk ga makan waktu Min Kyu, masak dan makanan yang enak.
Ahhh.... Pokoknya kalian harus nonton deh, akan bikin senyum, sedih, bahagia, terharu kalo nontonya.

Manusia adalah Mahluk Sosial
Dalam drama ini, seorang manusia yang terlahir ke dunia pasti membutuhkan orang lain untuk bersosialisasi. Jadi kita harus pintar-pintar memilih teman mana yang bisa kita percaya dan ga mungkin berkhianat. Min Kyu sosok pria yang merasa dirinya ga butuh manusia lain karena merasa selama ini dikecewakan.
Kadang orang yang kita percaya juga bisa berbohong demi kebaikan, dan Mi Kyu merasa dibohongi dengan Aji 3 karena selama ini menganggap robot padahal manusia, akhirnya mencoba menerima Jin Ah sampai setelah itu bisa percaya lagi dengan sosok manusia yang dicintainya. Jadi kita ga akan bisa hidup sendiri, pasti butuh orang lain yang ada disekeliling kita.


Kalau ditanyain ini Drama layak di tonton apa ga, menurut gue Layak banget untuk di tonton, karena kita belajar cara mengetahui sikap dan tingkah seseorang yang bisa kita percayai. Kadang kita lebih suka mendengar omongan dari orang lain, seharusnya lebih baik melihat langsung yang terjadi.
Selain itu juga Efek yang ada dalam drama ini beda plus ceritanya dan juga perlengkapan menjadi robot kayanya ga mudah untuk dibuat. Jadi kalian wajib nonton walaupun udah selesai dramanya.

 See U di Review drama selanjutnya yah...

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Kamis, 15 Februari 2018

Sinopsis Radio Romance Episode 6 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Tae Ri akhirnya mengantikan Da Seul sebagai model iklan dan keduanya memberikan pose yang bagus pada produknya dengan terlihat sangat dekat. Setelah selesai pemotretan, Soo Ho langsung pergi begitu saja.   Tae Ri langsung memanggil karena Soo Ho yang terus mengabaikannya.
“Pasti ada alasannya kenapa, 'kan? “ ucap Tae Ri. Soo Ho pikir kalau  Tae Ri yang bisa mengabaikannya juga.
“Kau akhirnya berbicara denganku..  Penampilanku hari ini pasti sangat mengejutkan.” Kata Tae Ri pada Soo Ho dan juga Manager Kim
“Apa rencanamu? Kenapa kau begini?” tanya Soo Ho seperti sangat enggan dengan tingkah Tae Ri.
“Soo Ho, kita harus akur... Jangan seperti ini padaku.” Kata Tae Ri. Soo Ho pikir itu Mudah baginya untuk berpura-pura akur.
“Yahh.. Benar juga... Kau 'kan aktor hebat...” ejek Tae Ri. Soo Ho bertanya Apa itu yang dibutuhkan Tae Ri.
“Apa Kata-kata itu biasanya diucapkan CEO Nam? Kau bilang "Apa itu yang kau butuhkan?" Kalian berdua kedengarannya sudah  seperti keluarga sejati saja. Benar'kan, Ahjussi?” ucap Tae Ri mengejek. Soo Ho tak berkomentar memilih untuk segera pergi. 


Geu Rim menelp Direktur Kang kalau lagi di lokasi pemotretannya. jadi jangan khawatir. Direktur Kang memuji Geu Rim yang pinta bicara memerintahkan sebaiknya terus mengikutinya dan bawa Soo Hoo datang  tepat waktu. Geu Rim yakin akan segera kembali ke Seoul jadi Direktur Kim Jangan khawatir. Direktur Kang menutup telp bertanya-tanya keberadaan Tuan Lee sekarang. 

Seung Goo melihat hadiah yang akan diberikan Tuan Lee hari ini seperti tak percaya dan bertanya apakah Tidak ada tamu lagi dan Hanya Ji Soo Ho selama dua jam. Tuan Lee pikir Seung Goo juga harusnya mencoba jangan mengandalkan idol dan hadiah dan Fokus saja pada nilai sebenarnya radio.
“Apa Kau pikir cuma kau yang yang tahu nilai sebenarnya dari radio? Kalau bukan, apa semua yang kau bilang itu salah? Kenapa kita harus pakai idol? Kenapa kita harus buang-buang uang  untuk beli hadiah?” ucap Seung Goo
“Ya, kenapa??.. Ini trik yang murah... Begitulah cara kau menghancurkan radio.” Kata Tuan Lee santai
“Kau bilang Menghancurkan radio? Kita harus menarik generasi muda, Dunia telah berubah. Kau tidak bisa menargetkan kelompok masyarakat yang sudah ada sebelumnya. Bagaimana nanti?” ucap Seung Goo. Tuan Lee hanya diam saja menatapnya.
“Biar kukatakan perkataanmu agar kau ingat. Jika kita ingin radio tetap bertahan, selagi bumi ini hidup dan bernafas maka kita harus menarik generasi muda. Kita harus menunjukkan mereka bahwa kita punya konten yang mereka sukai bahwa radio itu bagus sekali!” tegas Seung Goo memperingati.
“Yah.. Kau benar... Yang kau bilang itu benar... Jadi Aku akan mempertimbangkannya... Terima kasih temanku. Dan Juga, jangan sentuh mejaku, dasar sialan.” Ejek Tuan Lee lalu keluar dari ruangan. 


Soo Ho menunggu diparkiran, Manager Kim memberitahu  merkea harus kembali ke Seoul sekarang. Soo Ho menyuruh keduanya pergi dulu saja karena akan pergi dengan Penulis Song. Tae Ri pikir kalau Soo Ho lebih baik Abaikan saja.
Saat itu Geu Rim datang dan langsung meminta Soo Ho agar masuk ke dalam ruangan. Soo Ho segera masuk, saat itu Tae Ri menatap heran seperti bisa melihat yang siapa yang mengemudikan mobil dengan Soo Ho. 

Keduanya berada didalam mobil, dan siaran Radio memberitahu “Peringatan akan adanya turun salju lebat  telah diumumkan untuk Provinsi Gangwon Banyak kecelakaan yang menyebabkan kemacetan.” Geu Rim panik karena keadaan makin gawat karena awan salju dari Seoul tengah menuju ke Provinsi Gangwon.
Geu Rim panik karena macet yang cukup panjang, Soo Ho melihat Geu Rim dan melihat kalau Seoul  masih 125km dan kemacetan terjadi Ada kecelakaan di depan jalan. 

Geu Rim akhirnya menelp Tuan Lee bertanya apa yang harus dilakukan,  berpikir Pasti ada kecelakaan dan Jalan jembatan ditutup jadi terjebak macet. Tuan Lee bertanya apakah Geu Rim itu tidak bisa datang. Geu Rim bingung menjelaskan. Tuan lee meminta agar Geu Rimengatakan Ya atau tida.
“Aku tidak bisa memastikan, tapi sepertinya kami tak bisa datang.” Ucap Geu Rim.
“Hei. Kau punya rekaman siaran, kan? Setidaknya ada minimal satu rekaman cadangan, kan?” kata Direktur Park lalu merampas ponsel dari tangan Tuan Lee.
“Hei, Song Geu Rim. Kau bilang aku tidak perlu khawatir dan katamu kau akan membawa dia kemari!” kata Direktur Park marah
Saat itu juga Tuan Lee sibuk menelp seniornya dari telp kantor, meminta agar mengirim mobil siaran dari Chuncheon. Direktur Park berteriak mengancam Geu Rim yang ingin dipecat. Tuan Lee kembali berbicara pada Geu Rim menanyakan keberadaanya.
“Hari ini, kita tetap akan siaran... Pergilah ke stasiun terdekat  entah bagaimana caranya. Radio kita sering  melakukan banyak siaran mobile ‘kan? Jadi Fokuslah... Hari ini, kau akan siaran memakai peralatan dari mobil siaran.” Ucap Tuan Lee
“Lau, PD-nim bagaimana?” tanya Geu Rim. Tuan lee mengatakan  akan tetap di Seoul jadi Geu Rim hanya perlu menulis ulang naskahnya.


Geu Rim mengingat saat bertemu dengan ibu Guru, kalau akan membuat pembukaan dan yang ditulis tentang kelulusan SD Dongil. Ia lalu memberitahu Tuan Lee kalau ada ide bagus.
**
Geu Rim pun memutar balik mobil pergi menjauh dari Seoul. Sebuah mobil siaran masuk ke dalam lapangan sekolah. Geu Rim berbicara pada Tuan Lee dari ponselnya. Tuan Lee memberitahu kalau akan menyiarkannya seperti yang dikatakan Dan Geu Rim bertanggung jawab disana. Geu Rim mengaku kalau sudah mengerti
“Kita mulai dalam satu jam lagi. Ceritanya bagus hari ini, jadi yakinlah pada dirimu sendiri. Sekarang Aku mau bicara sama Soo Ho.” Ucap Tuan Lee. Geu Rim memberikan ponsel pada Soo Ho.
“Ji Soo Ho... Kau menyuruhku jangan memanggil Song Geu Rim "Maknae," kan? Kau bilang kau profesional, kan?” ucap Tuan Lee. Soo Ho ingin tahu apa tujuan Tuan Lee mengatakan hal itu.
“Tolong perlakukan Song  Geu Rim seperti penulis utama hari ini. Kita harus siaran dari sana hari ini. Aku tidak akan memaafkan  kesalahan apapun.” Tegas Tuan Lee.
“Aku tidak akan membuat kesalahan dan Kau juga jangan buat kesalahan.” Soo Ho menatap Geu Rim yang terlihat gugup karena harus siaran diluar ruang siaran. Direktur Park juga merasa gugup dan menyakinkan kalau Ini pasti berhasil.


Soo Ho memberikan syal yang diberikan pada Geu Rim, Geu Rim terdiam menerimanya. Soo Ho beralasan kalau Geu Rim yang  gemetaran. Geu Rim mengaku bukannya gemetar karena kedinginan. Soo Ho bisa mengerti.
“Katakan apa yang bisa kulakukan sekarang  juga. Karena aku akan melakukannya.  Kita harus siaran langsung dari sini, 'kan?” kata Soo Ho. Geu Rim membenarkan.
“Dan apapun itu, kita harus melakukannya. Jadi mari kita bekerja sama,  jangan panik dan melakukan apa yang  jadi tugas kita.” Ucap Soo Ho menenangkan. Geu Rim menganguk setuju.
“Baiklah. Pertama-tama, apa yang harus kulakukan?” tanya Soo Ho. Geu Rim pun mengatakan kalau butuh bantuan Soo Ho. 

Soo Ho masuk ke sebuah kelas dengan beberapa anak yang memasang spanduk bertuliskan [Kelulusan SD Dongil]  Geu Rim sebelumnya memberitahu kalau perlu menulis naskah dalam waktu satu jam dan Naskahnya tentang kelulusan sekolah ini.
“Jadi tolong wawancarai Sang Goo, lulusan terakhir. Dia mirip denganmu, jadi mungkin kau bisa membujuknya.” Ucap Geu Rim.
Saat itu seorang anak datang, Sang Goo langsung menarik semua spanduk dan marah mendorong anak-anak yang memasang spanduk. Soo Ho hanya menatapnya, saat seorang anak menangis. Sang Goo pergi keluar dari ruangan sambil wajah kesal.
Sang Goo pergi ke ruangan lain ingin melempar pot bungan, Soo Ho hanya diam saja melihatnya. Sang Goo heran melihat Soo Ho yang tak  menghentikannya. Soo Ho pikir kalau mamng mencegahnya apakah Sang Goo akan medengarkanya. Sang Goo menjawab pasti Tidak.
“Jadi Maka lakukanlah.” Ucap Soo Ho seperti tak peduli. Sang Goo memilih untuk pergi dengan pot bunganya keluar dari kelas. 

Sang Goo pergi ke sebuah rumah dengan pot bunganya duduk diteras, melihat Soo Ho mengikutinya mengeluh karena terus mengikutinya. Soo Ho duduk didepan Sang Goo dengan santai. Sang Goo tahu kalau Soo Ho datang sama wanita  berambut pudel itu.
“Kau memang mirip dengan seseorang.” Komentar Soo Ho. Sang Goo dengan ketus menyuruh Soo Ho untuk pergi saja.
“Apa Kau juga bilang begitu dengan  temanmu juga? Apa kau berharap dia tidak pergi jadi kau memaksa dan menyuruh dia pergi?” ucap Soo Ho. Sang Goo terdiam seperti mengingat sesuatu. 

Flash Back
Sang Goo menyuruh Kyu Min pergi ke Seoul sendiri dengan ketus, bahkan temanya yang terlihat sakit hanya diam saja. Sang Goo seperti tak bisa mengekpresikan perasaan yang sebenarnya kalau ia sedih karena temanya harus meninggalkan dirinya.
“Bagaimana kau tahu?” tanya Sang Goo heran. Soo Ho mengaku kalau memang tahu.
“Tapi dia tidak akan kembali. Orang yang tidak akan kembali dan tidak akan pernah kembali.” Ucap Soo Ho ikut merasa sedih. 

Akhirnya persiapan untuk “Ji Soo Ho's Radio Romance” dimulai, Alat pemancar dipasang dengan baik diatas mobil. Sebuah ruangan kelas dijadikan sebagai ruang siaran dan Geu Rim berada dalam ruangan mengetik naskah, serta melihat susunan acara.
“Kau sudah datang. Lalu Sang Goo mana?” tanya Geu Rim. Soo Ho mengatakan kalau Sang Goo akan datang ke ruang siaran lebih dulu.
“Dia pasti sudah sama gurunya.” Kata Soo Ho lalu memberikan buku Geu Rim mengatakan tidak bisa melakukannya. Geu Rim pikir tak masalah
“Naskahnya...Bolehkah aku melihatnya bersamamu?” kata Soo Ho. Geu Rim pun memberikanya. 

Hoon Jung memberikan berkasnya. Direktur Park pikir kalau Pilih lagunya yang tepat.  Tuan Lee menelp bagian Stasiun pemancar agar meminta bantuanya. Direktur Park meminta agar Peralatannya tak ada masalah.
Saat itu Ibu Guru datang dengan wajah panik memberitahu  Sang Goo menghilang, sebelumnya tiba-tiba mendatanginya dan  minta alamatnya Gyo Min bahkan bertanya pindah kemananya di Seoul jadi baru saja pergi dan mengira kalau Sang Goo akan segera kembali.

Geu Rim dan Soo Ho pergi ke seluruh ruangn kelas berpikir Sang Goo sedang bersembunyi, lalu pergi ke depan sekolah.  Geu Rim panik karena menulis naskahnya berdasarkan cerita tentang Sang Goo, jadi Sepertinya tidak bisa siaran hari ini.
“Biar kutelepon Lee Gang PD..” ucap Geu Rim. Soo Ho menahanya kalau akan mencari Sang Goo.
“Apa kau jangan-jangan yang memberitahu Sang Goo  tentang Gyo Min?” tanya Geu Rim curiga. 

Soo Ho berlari keluar dari sekolah mengingat ucapan Geu Rim klau Gyo Min pergi berobat ke Seoul Tapi tidak pernah kembali. Ia lalu melihat Sang Goo duduk diam didepan jembatan dengan memainkan senter dengan menyalakan dan mematikanya, Ia mengingatkan tentang dirinya yang selalu memainkan lampu tidur ketika terkena insomnia.
“Maaf... Seharusnya aku tidak  mengatakan apa yang kukatakan... Tapi memang itu kenyataannya. Jangan menunggu seseorang yang  tidak akan kembali. Namun..., ada orang yang mau kembali tapi tidak bisa.” Ucap Soo Ho menasehati
“Dulu, ada orang bilang begini padaku..  "Hanya karena kau tidak menangis bukan berarti kau tidak sedih. Hanya karena kau tersenyum bukan berarti kau bahagia." Kau masih kecil, lemah, dan muda. Jika kau terus menahan air matamu..., maka kau nanti akan seperti aku” ucap  Soo Ho menasehati.
“Tapi dia bilang akan kembali  dari Seoul... Dia berjanji akan kembali sebelum kelulusan. Dia menyuruhku menunggu... Dia sudah berjanji... Tapi aku menyuruhnya pergi. Aku bilang padanya, aku tidak akan menunggu. Itulah yang kukatakan.” Cerita Sang Goo sambil menangis.
“Aku merasa sepertinya dia tidak kembali karena aku menyuruhnya pergi. Itu... Hatiku benar-benar... sakit karenanya. Haruskah aku menunggunya dan tidak lulus? Atau bisakah aku lulus? Aku menunggu dia untuk memberitahuku.” ucap Sang Sang Goo.
“Apa kau ingin aku membantumu  bertanya padanya? Kau bisa bertanya sendiri padanya.” Ucap Soo Ho. Sang Goo menanyakan caranya. Soo Ho menjawab kalau ituLewat radio karena temanya pasti akan mendengarkan Sang Goo.



Geu Rim menunggu dengan wajah panik dan akhirnya Soo Ho datang dengan Sang Go. Soo Ho bertanya Waktu mereka tinggal berapa lagi. Geu Rim mengatakan 10 menit, lalu mereka bergegas mempersiapkan semuanya. Semua mempersiapkan untuk live di dua tempat. Tepat jam 6 malam siaran Soo Ho mulai mengudara.
“Aku mengirim sinyal lewat senterku.” Ucap Sang Goo. Soo Ho ingin tahu  Berapa lama Sang Goo melakukannya.
“Sampai sekarang..., mungkin sudah ada  sekitar 10.000 kali. Aku menyuruhnya untuk segera kembali. Kita harus berpegangan tangan  dan melakukannya bersama. Sama seperti kita menanam tanaman bersama dan bagaimana kita  main sepak bola bersama. Kita harus lulus bersama juga. Aku ingin minta maaf karena menyuruhnya pergi. Aku sebenarnya ingin menyuruhnya jangan pergi.” Ucap Sang Goo dengan terisak. 
Di balik telp, Gamoom dan Jung Man mengangkat telp kalau menerima  cerita dan bisa mengunggahnya di forum online. Tuan Lee menunggu di ruang siaran dengan tegang. Geu Rim dengan papan memberikan petunjuk  [Kau ada pesan terakhir?] Soo Ho pun bertanya apakah ada yang ingin dikatakan Sang Goo lagi.
“Tolong bantu sekolah kami, untuk tetap beroperasi... Aku tidak akan lulus. Jika aku tidak di sini dan jika sekolah ditutup, maka temanku tak bisa kembali. Padahal kami sudah berjanji untuk lulus bersama. Jika aku lulus sendiri...,maka artinya aku  mengingkari janji kami.” Ucap Sang Goo.
Geu Rim kembali mengangkat papan bertuliskan [Terakhir, sebuah lagu spesial dari anak-anak.] Soo Hoo memberitahu kalau Ada lagu spesial untuk penutupan acara mereka yaitu Anak-anak Sekolah Dasar Dongil akan menyanyikan "Goodbye Sanulrim".
Beberapa anak masuk ke dalam kelas menyanyikan lagu “Selamat tinggal, temanku” seperti yang sudah dilatih sebelumnya. Nyonya Nam mendengarkanya dalam diam, Ra He berteriak kesal karena Soo Ho berhasil melakukan siaran. Seung Goo berkomentar kalau siaran Ini sangat menyedihkan.
Manager Kim dan Tae Ri pergi menuju Seoul dengan seorang supir. Geu Rim mendekati Soo Ho memberitahu kalau tidak harus mengikuti naskah  di penutupannya jadi terserah ingin mengatakan yang dinginkanya. Soo Ho terlihat binggung.
“Aku tidak menulis ini sendirian hari ini. Kita yang membuatnya. Kalau kau mengatakan apa yang kau inginkan, pasti bagus.” Ucap Geu Rim menyakinkan. Soo Ho menatapnya teringat sesuatu. 

Flash Back
Soo Ho berada di pelukan seseorang sambil menepuk punggungnya mengatakan “Aku pernah dengar ini di radio... "Hanya karena kau tidak menangis bukan berarti kau tidak bersedih. Sama halnya seperti, tersenyum bukan berarti kau bahagia.”
Soo Ho akhirnya mengatakan ucapan yang sama “Hanya karena kau tidak menangis bukan berarti kau tidak bersedih. Sama halnya seperti, tersenyum bukan berarti kau bahagia." Mengaku kalau Ada temannya yang bilang begitu padanya. Geu Rim tersenyum mendengarnya. 

Tuan Lee bisa menghela nafas lega setelah siaran berakhir. Hoon Jung berjabat tangan karena berhasil. Jung Man memberitahu Tuan Lee dengan wajah khawatir kalau ada sesuatu Di forum online.
Mereka melihat sebuah tulisan [Ji Soo Ho seorang pembunuh!] Hoon Jung memberitahu kalau ada kartu pos yang juga dikirim beberapa hari lalu. Tuan Lee melihat isinya dengan tulisan yang sama  [Ji Soo Ho seorang pembunuh.]

Jason berbicara dengan seseorang mengatakan Tamunya akan menjalin hubungan yang belum pernah dialami sebelumnya jadi tidak tahu bagaimana  reaksinya nanti, dengan tawanya mengaku kalau sangat penasaran sekali. Geu Rim dan Sang Goo melambaikan tangan pada mobil siaran yang pergi meninggalkan sekolah lebih dulu.
“Tapi Ahjussi tadi kemana?” ucap Sang Goo. Geu Rim mengaku tak tahu, menurutnya mungkin pergi ke toilet.
“Hei, kapan kalian berdua begitu dekat? Apa rahasianya?” tanya Geu Rim penasaran
“Dia bilang, dia sama sepertiku... Dia tidak ingin seseorang pergi, karena dia juga menyuruh pergi seseorang. Apa Kau tahu siapa seseorang itu?” tanya Sang Goo. Geu Rim mengelengkan kepala.
“Mereka yang tidak akan kembali  tidak akan pernah kembali. Itulah yang dia katakan. Dia pasti menunggu seseorang juga... Dan juga...” ucap Sang Goo lalu berhenti bicara karena ada seseorang yang memegang kepalanya. 


Soo Ho datang menyuruh Sang Goo untuk pulang, dan sudah memberikan nomor telpnya jadi apabila ingin pergi ke Seoul jadi bisa memberitahu.  Ia pun mengajak Geu Rim pulang dan juga menyuruh Sang Goo segera pulang. Sang Goo mengejek Soo Ho itu menyuruhnya pergi atau tidak.
“Aku serius kali ini dan Selamat atas kelulusanmu.” Ucap Soo Ho  menjabat tangan Sang Goo
“Tapi, Ahjussi... Aku harus taruh ini dimana? Lalu Ijazah Ahjussi ditaruh dimana?” tanya Sang Goo.
“Aku tak punya.” Akui Soo Ho. Di sebuah tempat abu terlihat foto atas nama [Woo Ji Woo] dengan ijazah Soo Ho yang terlalu didalamnya.
Keduanya berjalan ke tengah lapangan, Geu Rim langsung memeluk Soo Ho mengaku  senang sekali karena memimpikan berhasil langkah tiap langkah, bahkan Soo Ho yang sudah membaca naskahnya hari ini. Ia merasa kalau  sudah mengambil langkah pertama dalam impiannya. 


“Perangko pertamaku pada pendengar radio. Jadi Ji Soo Ho, terima kasih banyak.” Ucap Geu Rim. Soo Ho hanya menatapnya.
“Aku penasaran, Tentang kalimat penutup tadi. Kau bilang "Hanya karena kau tidak menangis bukan berarti kau tidak bersedih. Sama halnya seperti tersenyum bukan berarti kau bahagia." Itu kalimat kesukaanku. Lalu Kau dengar itu darimana?” tanya Geu Rim. Soo Ho hanya menatapnya dalam diam.
“Ketika aku melihat hal-hal seperti ini..., kurasa kita punya sedikit kesamaan. .. Bukankah begitu?” kata Geu Rim. Soo Ho seperti mengingat kenanganya. 

Flash Back
Geu Rim seperti belajar menjadi orang buta dengan tongkah ditanganya, berjalan menyurusi jalan. Saat itu Soo Ho melihatnya dan menolong Geu Rim yang hampi saja terjatuh. Keduanya duduk di tanga mendengarkan suara radio, lalu Soo Ho menatap Geu Rim yang tertidur karena kelelahan.
“Saat aku masih kecil...,maka aku pernah demam selama tiga hari. Tapi...,kedua orangtuaku tak  ada yang tahu... Ini Lucu, kan?” cerita Soo Ho dengan Geu Rim mengunakan penutup matanya sambil tertawa.
“Tidak juga... Padahal tak lucu, kenapa kau tertawa? Kapan pun aku sakit, maka ibuku pasti menepuk punggungku seperti ini... Dan perasaanku pun jadi tenang. Aku tidak merasa sakit lagi saat  ibuku menepuk punggungku seperti ini.” Ucap Geu Rim memeluk Soo Ho dengan menepuk pundaknya.
“Aku pernah dengar ini di radio... "Hanya karena kau tidak menangis bukan berarti kau bersedih. Sama seperti halnya tersenyum bukan berarti kau bahagia." Kata Geu Rim membuat Soo Ho berkaca-kaca di pelukan Geu Rim. 


“Song Geu Rim... Apa Kau...sungguh tidak mengingatku?” ucap Soo Ho menatap Geu Rim. Wajah Geu Rim terlihat binggung. Soo Ho menutup mata Geu Rim dengan tanganya, lalu mendekatinya.
Beberapa tahun lalu, Soo Ho dan Geu Rim berada di sebuah gereja, lalu Soo Ho menciumnya dengan mata Geu Rim yang tertutup. Soo Ho melakukan hal yang sama pada Geu Rim dengan mencium dan menutup matanya seperti sebelumnya.
Bersambung ke episode 7

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09