PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 19 Juni 2018

Sinopsis Are You Human Too Episode 10

PS : All images credit and content copyright : KBS
Tuan Nam memberikan surat Perjanjian Pranikah, Tuan Seo binggung apa maksudnya ini. Tuan Nam pikir mereka bisa tahu apa yang sudah ditulis pada surat itu ternyang perjanjian pranikah. Ia menegaskan kalau mereka tidak membutuhkan hadiah pernikahan dari pihak Ye Na.
“Jika kau menyetujui persyaratan ini, maka kita akan segera memproses pernikahannya.” Kata Tuan Nam
“Tidak perlu dibaca... Aku akan menandatanganinya sekarang.” Kata Ye Na.  Tuan Seo kaget mendengarnya.
“Inilah etiket yang tepat untuk menangani serius masalah ini.” Kata Tuan Nam menegaskan kalau Ayah Ye Na itu benar. Tuan Kang merasa masih ragu.
“Jika bukan kau tapi ayahmu yang menolak menerimanya maka aku mungkin sangat kecewa. Aku nanti akan penasaran apa ayahmu ini mengincar hal lain.” Kata Tuan Nam. Ye Na yakin kalau ayahnya tak mungkin melakukanya. “Kami akan segera membacanya sekarang.” Kata Tuan Seo membawa surat lalu keluar ruangan. 

Ho Yeon masuk ruangan tak sengaja menjatuhkan botol obat, Ye Na mengambilnya lalu bertanya obat apa itu. Ho Yeon mengaku kalau ini miliknya yaituobat anti-kecemasan dan akhirnya menyuruh pergi. Tuan Seo seperti menaruh curiga pada keluarga Nam.
“Ayah... Bisa-bisanya Ayah lupa minum obat demensia?” kata Ho Yeon panik. Sementara Tuan Nam seperti tak peduli. 

So Bong binggung merasa kalau Semuanya jadi kacau karena Kalau Shin menikah, maka nanti ketahuan. Tuan Ji mengucapkan Terima kasih sudah khawatirnya. So Bong menegaskan bukan tentang Direktur Nam tapi khawatir dengan dirinya sendiri.
“Jika dia ketahuan, bukan dia saja yang kena. Maka Aku juga yang kena karena keterlibatanku. Bukankah ini masalah serius?” ucap So Bong panik
“Akan kuurus itu jadi antarlah Direktur Nam pulang dulu.” Perintah TuanJI
“Kau bilang, Kami berdua saja?” kata So Bong ketakutan. Tuan Ji heran apakah So Bong tak melakukanya.
“Aku masih merasa canggung. Tapi Tak apa. Akan kuantar dia.” Kata So Bong. 

Nyonya Oh datang menanyakan rapat hari ini  menurutnya Pasti sangat buruk bagi Shin. Tuan Ji mengatakan kalau Shin ditarik tanggung jawab dan ditinjau kembali,  menurutnya Nanti saja lanjutkan bicaranya lalu mengajaknya segera pergi. 

Tuan Seo duduk terlihat berpikir keras. Direktur Lain merasa kalau penunjukkan kembali itu cuma untuk menguntungkan Tuan Nam karena mengincar pernikahan. Direktur Lain mengumpat marah menurutanya Menandatangani perjanjian yang  sangat tidak adil, dan menikahi cucunya.
“Ini namanya ancaman total! Dia ingin kau menjadi tidak berdaya  dan hanya mendukung Shin. Kau harus menghentikan  pernikahan ini.” Ucap Direktur.
“Tapi mana bisa kita menghentikan Ye Na jika dia ingin menikah dengannya? Dia pasti tidak akan menuruti Direktur Eksekutif Seo.” Komentar Direktur lain. Tuan Seo hanya bisa berteriak marah. 

So Bong melirik wajah Shin di spion, Shin yakin kalau wajahnya memang sangat mirip si manusia Nam Shin dan menyakinkan kalau sama sekali tidak menakutkan. So Bong tak banyak berkomentar memberitahu sudah sampai.
So Bong binggung melihat Shin hanya diam saja. Shin heran karena So Bong yang jalan lebih dulu karena harus masuk bersama Karena kita sudah berbagi rahasia dan sepihak. So Bong akhirnya berjalan masuk lebih dulu.
“Kenapa kau ini, Direktur Nam?” keluh So Bong melihat Shin yang terus mengikutinya.
“Kang So Bong-ssi. Ada steel rod  (batang baja) di kaki kirimu,kan?” ucap Shin. So Bong heran Shin tahu darimana. Shin memperlihatkan dilayar TV. So Bong heran apa maksudnya.
“IoT... Aku telah menghubungkan  apa yang kutelusuri di Internet ke TV.” Kata Shin
Semua berita keluar “Kang So Bong dan Han Seo Hee.Dia membanting badan Kang So Bong. Han Seo Hee menyerang kakinya.” So Bong berteriak marah karena Shin yang mencaritahu hidupnya menegaskan kalau itu namanya kejahatan.
“Kau 'kan juga robot.. Ada batang baja di kakimu,  jadi kau itu cyborg... Artinya, kau itu robot.” Ucap Shin
“Kau bilang Cyborg... Jangan bandingkan aku denganmu! Aku saja sudah mau panik setengah mati kalau ketahuan tapi kau tenang sekali.” Kata So Bong lalu masuk ke dalam kamar.


So Bong merasa tak sanggup lagi lalu keluar dari kamar perlahan. Shin tiba-tiba sudah ada didepan So Bong menanyakan keadaanya. So Bong merasa kalau mengawasinya, menyuruh untuk minggir dan menjauh darinya. Tapi Shin tetap menahan bahu So Bong agar tak pergi
“Ada apa ini?” ucap Ye Na melihat keduanya yang saling bersentuhan. So Bong langsung meminta maaf.
“Aku terlalu sensitif, padahal Anda cuma bercanda.” Kata So Bong
“Jadi Apa kau tak bisa bercanda sedikit?” ucap Shin. So Bong kembali meminta maaf  merasa kalau Ye Na pasti kaget.
“Oppa, ayo ke atas. Ada yang ingin kukatakan.” Kata Ye Na merangkul lengan Shin.
“Tak mau. Aku mau sama Kang So Bong.” Kata Shin. Ye Na terlihat kaget.
“Berhenti bercanda. Aku mana bisa mengatakan ini di  depan seorang karyawan. “ ucap Ye Na. 


Akhirnya Ye Na pergi masuk kamar Shin merasa kalau suka aroma kamar tunangan dan berpikir kalau akan menikah maka jangan pindah dan tinggal di sini bersama Kakek. Shin mengaku kalau tidak bisa Menikah dengan Ye Na, tapi Ye Na menegaskan akan menikah dengan Shin.
“Saat kita bertunangan, aku sudah berjanji. Aku hanya ingin tubuhmu selalu ada bersama walau hatimu tidak.” Ucap Ye Na lalu melihat tatapan Shin yang mengarah pada yang lain.
“Aku lagi bicara... Kenapa kau menatap pintu terus?” keluh Ye Na karena Shin seperti lebih suka berhadapan dengan So Bong. 

Robocop dan In Tae keluar dari tempat latihan. Tuan Kang terihat kesal memastikan kalau mereka tak melihatnya sambil menelp sambil mengumpat karena tak angkat telepon menurutnya ia yang selalu mendatanginya. So Bong akhirnya mengangkat telp dengan membawa semua kopernya.
“Kau dimana? Apa ponselmu itu kau makan atau apa? Kenapa tak angkat telepon? Ayah sekarang lagi mau mencarimu. Kau tidak di rumahnya, 'kan?” ucap Tuan Kang. So Bong binggung Rumah apa maksudnya.
“Rumah Direktur Nam Shin! Jujurlah. Apa kau memang bekerja di sana?” kata Tuan Kang
“Aku sudah berhenti sekarang. Aku hampir sampai di gym-nya Ayah. Jadi buatkan aku mie, Sepedas dan seasin mungkin.” Ucap So Bong berteriak marah

“Kau bilang Gym? Kenapa Kau pasti dipecat lagi, kan?” kata Tuan Kang. So Bong heran Tuan Kang yang berpikir kala Dipecat
“Mereka saja sampai memohon biar aku tetap kerja disana, tapi aku pergi darisana. Ceritanya panjang. Jadi bicaranya nanti saja, kalau kita sudah ketemu.” Ucap So Bong
“Berhenti bicara omong kosong! Pantas saja kau tak bersama Direktur Nam.” Kata Tuan Kang
So Bong heran ayahnya membahas tentang  Direktur Nam. Tuan Kang memberitahu Dua orang anak didiknya itu tadi melihat Direktur Nam di dekat Gym mereka memastikan pada In Tae. In Tae membenarkan. Tuan Kang meminta So Bong agar berhenti berbohong dan ingin tahu keberadaan anaknya. 


So Bong melihat Shin ada diseberang jalan, Shin langsung melambaikan tangannya. So Bong memilih untuk kabur tapi menurutnya kenapa harus kabur, akhirnya akan menyebrang jalan. Shin meminta So Bong agar tidak boleh pergi.
“Direktur Nam... Aku tidak akan membocorkan rahasiamu. Aku bahkan tidak akan menerima  telepon Direktur Eksekutif Seo. Aku tidak ingin terlibat dalam omong kosong ini, jadi minggirlah.” Kata So Bong
“Tolong bantulah aku.” Ucap Shin menahan So Bong agar tak pergi
“Berhenti bersikap seperti manusia di depanku! Aku sudah lihat apa yang ada di dalam tubuhmu. Jangan bergerak dan Jangan mengikutiku lagi.” Tegas So Bong lalu melangkah pergi. Shin pun hanya bisa terdiam ditengah jalan. 

Nyonya Oh sudah duduk bersama Tuan Ji menatap gedung PK, kalau Suami dan putra bekerja di PK tapi rasanya asing bagiku. Tuan Ji ingin tahu alasan Nyonya Oh datang menurutnya Jika Shin bisa melakukannya, maka seharusnya. Nyonya Oh meminta agar jangan melibatkan Shin.
 “Anda harus masuk ke gedung PK. Jika dia melakukannya, Anda tidak perlu menanggung risiko ini. Kenapa dia tidak boleh melakukannya?” kata Tuan Ji 

Shin masih tetap diam ditengah jalan, semua mobil yang lalu lalang langsung berteriak sambil mengumpat marah.  So Bong akhirnya kembali dan menarik Shin ke tengah jalan, Ia langsung berteriak marah karena Shin yang tak takut sama sekali kalau mati.
“Aku tidak takut, dan juga tidak akan mati.” Ucap Shin. So Bong pun heran karena mengkhawatirkan Shin.
“Apa Kau serius berdiri di sini karena aku?” ucap So Bong heran
“Kau 'kan tadi menyuruhku jangan bergerak.” Kata Shin
“ Lalu kalau kau kecelakaan, bagaimana? Bagaimana kalau kau seperti waktu itu, dan orang-orang melihat” ucap So Bong marah
“Karena itulah, bantulah aku.” Kata Shin memohon. So Bong heran dengan Shin yang terus minta bantuannya.
“Aku janji tidak akan memberi tahu Direktur Eksekutif Seo. Bukan hanya Direktur Eksekutif Seo. Aku tidak boleh membuat orang sampai terkejut.” Tegas So Bong
Shin tahu kalau So Bong yang masih terkejut dan takut pada dirinya dan muak, lalu meminta maaf karena mengganggunya. So Bong pikir Shin tak perlu minta maaf seperti tak percaya kalau Shin yang rupanya mengenali dirinya.
“Karena itulah kau pasti bisa membantuku. Jadi Bantu aku mencegah orang lain terkejut sepertimu... Agar aku tidak akan membuat kesalahan atau ketahuan.” Ucap Shin
So Bong terdiam memegang kalung milik ibunya teringat saat Shin membantu menemukan kalung di kolam renang.  Shin pun berpsan pada So Bong agar Jangan sampai menghilangkannya lagi Nanti ibunya sedih. Shin bertanya apakah permintaannya terlalu sulit. Saat itu Tuan Kang menelp Anaknya.
“Aku tidak pulang hari ini... Aku mau kembali lagi ke rumah itu.” Kata So Bong lalu memberikan kopernya.
“Apa Kau tak mau pegang ini? Apa Kau tidak ingin aku ikut denganmu?”kata So Bong. Shin pun dengan senang hati mendengarnya.
“Apa Kau akan ikut denganku dan membantuku?” tanya Shin tak percaya
“Ini karena kau juga pernah membantuku. Aku hanya membalas kebaikanmu. Tapi kalau situasinya jadi tak bisa teratasi, aku akan pergi.” Ucap So Bong
"Penilaian manusia memang selalu rumit." Aku juga tahu itu. Ayo.” Kata Shin menarik koper.
So Bong menahan karena Lampunya masih lampu merah. Shin langsung meretasnya. So Bong tak percaya kalau Shin yang bisa mengontrol lampu merah juga. Shin dengan bangga kalau memang yang hebat. So Bong ingin tahu darimana Shin tahu keberadaanya, Shin mengatakan itu dari GPS ponsel jadi bisa menemukan keberadaanya. 


Nyonya Oh memberitahu kalau Ada kill switch. Shin binggung apa maksudnya ada kill switch di dalam tubuhnya. Nyonya Oh memberitahu kalau Shin yang belum mengetahuinya karena Kill switch itu sama saja seperti kematian bagi manusia. Shin kaget mendengarnya.
“Karena jika Shin yang asli siuman maka Shin palsu harus menghilang. Aku menginstalnya sebelum Shin kusuruh ke Seoul dan Hanya aku yang bisa mengaksesnya.” Jelas Nyonya Oh
“Jadi itu sebabnya Anda mencegahnya agar dia tak naik mobil otonom.” Kata Tuan Ji
“Ya. Karena jika dia melakukanny, maka dia pasti menyadari ada kemiripan dengan kill switch mobil itu dan dirinya.” Ucap Nyonya Oh 
“Kalau dia tahu, dia pasti akan terkejut.” Kata Shin. Nyonya Oh yakin itu mustahil karena Shin itu adalah robot lalu mengajak Tuan Ji pergi. 


Tuan Ji melihat Nyonya Oh yang terus menatap komputer. Nyonya Oh memberitahu kalau Sistem anti-peretasan adalah intinya dan Seseorang sengaja menanam malware agar seseorang bisa meretasnya jadi akan memanipulasi kill swith sekarang agar dapat diaktifkan dari jarak jauh.
“Aku hampir selesai. Jad tunggulah  sebentar lagi.” Kata Nyonya Oh, akhirnya Tuan Ji pun menunggu dan mengajak Nyonya Oh keluar dari ruangan.
“Oh, ya. Apa yang ingin kau katakan  padaku sebelumnya? Apa ada hukuman lain selain penunjukkan kembali?” tanya Nyonya Oh
“Ya. Putri Direktur Eksekutif Seo.” Kata Tuan Ji. Nyonya Oh ingin tahu Kenapa dengan putrinya. Saat itu Tuan Seo baru saja keluar dari ruangan dan bertanya siapa yang datang dengan Tuan Ji. 
Ye Na menunggu didepan rumah heran dengan Shin yang belum juga datang  padahal pamit hanya pergi sebentar. Shin akhirnya pulang dengan menarik koper, So Bong meminta agar memberikan kopernya tapi Shin yang bahagia menarik koper pengawalnya. Ye Na melihat dari balik pohon sangat kesal.

Sementara Tuan Ji memastikan kalau tak ada yang melihat Nyonya Oh bertemu dengan Tuan Seo di pakiran. Tuan Seo berkomentar kalau Nyonya Oh belum berubah sama sekali dan sangat penasaran karena tidak mendengar kabar
“Kau masih saja ada di perusahaan rupanya. Bagaimana rasanya menjadi  seekor anjing selama tiga generasi?” ucap Nyonya Oh menyindir
“Kau rupanya menjadi lebih tangguh selama bertahun-tahun. Padahal kau dulu sering menangis ketika kita pertama kali bertemu.” Balas Tuan Seo
“Kaulah yang membuatku seperti ini, Kau memisahkan Shin dan aku.” Ucap Nyonya Oh
“Setidaknya sekarang kau sudah  bertemu dia. Bukankah itu hal bagus? Aku akan merahasiakannya dari Ketua jadi temuilah anakmu sesukamu.” Kata Tuan Seo
“Tidak perlu ada rahasia,  Karena kalian tidak membuatku takut sama sekali. Jadi Sampaikan padanya (Ketua) aku akan segera menemuinya.” Ucap Nyonya Oh akan berjalan pergi
“Begitu kita menjadi besanan, kita akan sering bertemu.” Ucap Tuan Seo. Nyonya Oh kaget mendengarnya.
“Apa Kau belum tahu? Ketua memerintahkan pernikahan putriku dengan Shin. Kau padahal sangat membenciku. Bisakah kau menerimaku sebagai besanmu?” ucap Tuan Seo. Nyonya Oh benar-benar kaget mendengarnya. 



Sang Guk masuk ke dalam rumah Nyonya Oh di Ceko sambil menelp memberitahu kalau belum menemukan apa pun. Lalu melihat ada baju dengan noda darah di kantung sampah dan memberitahu Sek Park kalau Direktur Nam Shin memang pernah di rumah itu.
“Aku akan mencaritahu lebih lanjut dan menghubungimu.”kata Sang Guk dengan penuh senyuman licik. 

Sek Park melihat Tuan Seo kembali ke ruangan, dan memberitahu kalau baru saja menerima kabar dari Sang Guk kalau Direktur Nam  pernah ada di sana. Tuan Seo pikir tak penting Shin pernah berada dimana, karena  Ibunya pun sekarang sudah  berani memasuki perusahaan. Sek Park kaget mendengarnya.
“Aku entah bagaimana harus memanipulasi menghentikan pernikahan ini.” Kata Tuan Seo memikirkan rencana. 

So Bong memberikan kembali robot memberitahu kalau Kameranya sudah dikeluarkan, jadi bisa menaruh di tempatnya lagi. Shin menawarkan So Bong untuk masuk ke kamarnya.  So Bong terlihat panik dan memilih untu menolaknya.
“Aku penasaran... Tapi apa kau bisa makan?” tanya So Bong
“Aku sebenarnya tak butuh makan, tapi aku bisa makan.” Ucap Shin. So Bong ingin tahu tempat baterai. Shin memperlihatkan baterai pada jam tanganya.
“Pantas ada banyak sekali ini di lemarimu. Ternyata Kau memang mesin. Tapi kau nyata sekali.” Kata So Bong lalu mencoba memmberikan kepalan tanya
“Kau pun tidak berkedip dan Pasti memang tak sakit” kata So Bong mencoba mencubit pipi Shin. Shin mengangguk kalau tak merasakan sakit.
“Ahh... Tak seru sekali... Lalu apa itu waktu kau memegang tanganku dan mengatakan aku berbohong?” tanya So Bong
“Ditanganku, Itu pendeteksi kebohongan. Kalau orang berbohong, aku mengedipkan mata.” Ucap Shin
So Bong pun meminta tanyakan apapun. Shin memegang tangan So Bong bertanya saat ia melepas baju apakah So Bong melihatnya atau tidak. So Bong menjawah kalau tak melihatnya. Shin bisa tahu kalau So Bong berbohong So Bong mengalihkan pembicaraan kalau tak asik.
“Aku juga punya penglihatan x-ray.” Ucap Shin lalu menatap So Bong dari bawah keatas. So Bong panik menutupi tubuhnya.
“Aku hanya bercanda, Aku menontonnya di film, "Superman". Jelas Shin.
So Bong pikir sebagai manusia  harus yang sabar lalu bertanya berapa harga Robot Shin 10 juta, 100 juta. Shin mengatakan kalau ibunya tidak menjadikan dirinya  sebagai  produk untuk dijual. So Bong merasatidak bisa terbiasa dengan Shin memanggilnya "Ibu." Lalu pamit pergi.  Shin pikir tak ada yang salah karena Nyonya Oh yang membuatnya jadi dia adalah ibunya. 



Nyonya Oh terlihat kesal karena Tuan Ji yang tidak memberitahu kalau Shin bertunangan dengan putrinya. Tuan Ji mengaku kalau tidak menyangka akan terjadi secepat ini. David menenangkan Tuan Ji untuk masuk ke kamar karena tidak melihat Shin hari ini jadi harus melihatnya sebelum pergi.
“Dia tidak boleh menikahinya... Aku akan menghentikannya.” Ucap Nyonya Oh
“Tentu saja... Jika tidak, dia nanti ketahuan.” Kata David menudung Nyonya Oh. 

Tuan Ji menatap Shin yang masih terbaring tak sadarkan diri, ingatanya kembali kenangannya.
Flash Back
Shin tertidur disofa lalu terbangun melihat Tuan Ji sudah duduk disampingnya. Ia mengeluh kalau sangat membosankan bukan wanita tapi Tuan Ji yang datang. Tuan Ji menyuruh agar Shin bisa bergaul dengan wanita.
“Kaupun jarang minum atau berkencan. Kenapa kau tidak pulang?” ucap Tuan Ji
“Karena aku kesal... Aku terus melarikan diri, tapi kau  selalu menemukanku.” Keluh Shin
“Kalau begitu sembunyilah yang lebih baik biar aku takkan bisa menemukanmu.” Ucap Tuan Ji. Shin menganguk mengerti.
“ Ini bukan salahmu, jadi jangan sampai terluka.” Pesan Tuan Ji. Shin tak mengerti maksudnya

“Kau tepat di depanku..., tapi aku tidak bisa menemukanmu... Shin... Ini terlalu sulit bagiku...Berhentilah mengkhawatirkanku dan bangunlah.” Kata Tuan Ji pada Shin lalu menerima telp dari Ye Na.
“Maaf menelepon tiba-tiba, Aku perlu bicara denganmu tentang Shin. Apa Kau punya waktu bertemu sekarang?” kata Ye Na. Tuan Ji menganguk mengerti dan bertanya kemana harus pergi. 



 Tuan Ji turun dari mobil saat itu melihat Shin datang dengan So Bong lalu teringat kembali yang dikatakan oleh Nyonya Oh “Ada tombol kill switch. Tapi dia belum mengetahuinya.” Shin menyapa Tuan Ji lebih dulu, Tuan Ji bertanya kenapa Shin datang juga
“Manajer Tim Seo menelepon Direktur Nam dan berkata dia ingin bertemu dengannya.” Kata So Bong
“Pasti ini tentang pernikahan. Ayo masuk dan tolak saja pernikahan itu.” Kata Tuan Ji 
Ketiga masuk dan Tuan Ji meminta agar So Bong menunggu di luar saja. Saat masuk keluarga Nam dan Tuan Seo sudah ada didalam ruangan bersama Ye Na, keduanya terlihat binggung. Ye Na dengan senyuman menyuruh keduanya agar segera duduk lalu meminta pelayan membaakan makananya.
“Kenapa kau tiba-tiba mengumpulkan kami di sini?” tanya Tuan Nam
“Dasar kurang ajar... Haruskah kami berkumpul jika kau menyuruh kami?”kata Ho Yeon sinis.
“Anda tahu sendiri Shin Oppa itu orangnya pasif... Tapi Tak apa, Oppa, karena aku  orangnya agresif. Aku akan menerima semua persyaratan  yang Anda minta. Oppa dan aku akan menikah.” Kata Ye Na.

Tuan Seo kaget mendengarnya mengajak Ye Na agar bicarakan ini diluar. So Bong diam-diam mendengarkan dari depan pintu. Ye Na menolak untuk bicara dengan ayahnya, menegaskan kalau akan berhenti menjadi putri Ayahnya dan menjadi istri Shin Oppa.
“Jangan mencoba menghentikanku.” Ucap Ye Na. Ho Yeon menyindir Ye Na yang sangat terobsesi dengan Shin.
“Manajer Tim Seo sudah membuat keputusan besar... Tentu, kita akan menerimanya.” Kata Tuan Nam
Tuan Ji dan Tuan Seo akan menyela tapi Tuan Nam meminta agar mereka bisa menerimanya dan meminta agar segera menikahi Ye Na. Ye Na mendekat dengan memegang tangan Shin berjanji agar bersikap baik. Sementara Shin mencari data dari komputer, “Tanda untuk menolak, cara menolak seseorang.”
“Bagaimana kalau meminta bantuan teman pria  berpura-pura menjadi pacarmu? Menurutku kau harus langsung menolak Bawa saja orang lain.”
Shin melihat dari sinar X-ray ada So Bong dibalik pintu, mengatakan kalau So Bong Wanita yang tahu identitasnya dan pasti akan ikut membantunya.
“Ini karena kau juga pernah membantuku. Aku hanya membalas kebaikanmu.” Ucap So Bong memberikan alasan membantunya.
“Wanita yang tahu tapi masih mau membantuku. Kang So Bong.” Gumam Shin lalu melepaskan tangan Ye Na dan membuka pintu, lalu menarik So Bong dan menciumnya. So Bong kaget karena Shin tiba-tiba menciumnya, begitu juga yang lainya.
Bersambung ke episode 11

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Sinopsis Are You Human Too Episode 9

PS : All images credit and content copyright : KBS
Shin memarahi So Bong yang berani mengambil fotonya bahkan menampar di lihat orang banyak.
“Ketika orang brengsek seperti dia bertingkah seperti ini, sudah kuduga pasti ada yang aneh.”
So Bong datang ke tempat Shin tiba-tiba memeluknya karena sudah menjadi aturanya saat melihat orang yang menangis.
“Apa kau Peluk aku saat aku menangis? Omong kosong apaan itu. Apa kau itu sudah gila? Lalu Dia muncul seperti Superman dan menyelamatkanku.”
Shin dengan wajah santai memberitahu kalau  tidak punya jantung. So Bong heran dengan Shin yang selalu mengatakan kalimat-kalimat itu seperti pahlawan.So Bong tak percaya karena tak ada manusia yang tak punya jantung.
“Direktur Nam, mau apa kau? Kau mau masuk ke sana? Apa Kau sudah gila? Apa Kau tidak takut sama sekali?” teriak So Bong panik
“Aku tidak tahu hal itu, Karena aku tidak punya emosi.” Kata Shin akhirnya keluar dari mobil.
So Bong tak percaya kalau manusia yang tidak punya emosi menurutnya Pasti ada yang mencurigakan, lalu akhirnya Shin pun bisa menghentikan mobil. So Bong langsung turun melihat keadaan Shin dan kaget karena didalam tubuh atasanya adalah mesin.
Shin binggung melihat sikap So Bong seperti ketakutan. So Bong berjalan mundur meminta Shin agar Jangan mendekat. Nyonya Oh datang menyuruh Shin agar mengejar So Bong, Shin pun mengikuti perintah ibunya. So Bong berteriak meminta agar dilepaskan tapi Shin sudah mendorong masuk ke dalam mobil. 


Sementara Tuan Nam bersama dengan anak dan juga Tuan Seo keluar dari gedung. Wartawan terus menanyakan pertanyaan.
“Bagaimana pendapat Anda tentang insiden itu? Apa Anda mengakui tes drive mobil otonom (tanpa pengemudi) itu gagal? Akankah Anda menghentikan Proyek Masa Depan PK? Di manakah Nam Shin, orang yang bertanggung jawab atas proyek ini? Apa dia menghancurkan barang bukti? Mohon penjelasannya.”
Tuan Nam tak menjawab memilih masuk ke dalam mobil, Ye Na terlihat sedih sementara Tuan Seo bisa tersenyum puas karena rencananya berhasil. 

Nyonya Oh mengemudikan mobil menyuruh Shin agar memegang tangan So Bong. So Bong terus berteriak menyuruh agar melepaskan tanganya. Shin menyapa So Bong sebagai robot android Nam Shin III. So Bong tak percaya mendengar kalau Shin itu robot sungguhan
“Lepaskan..... Entah kau robot atau apapun itu, pokoknya lepaskan!”teriak Shin. Nyonya Oh tetap menyuruh Shin agar memegangnya.
“Ahjumma memangnya siapa...Ah... Anda ibunya Direktur Nam yang dari rumah sakit itu, 'kan?” kata So Bong marah
“Aku akan menjelaskannya kalau kita sudah sampai. Dan Sebelum kita sampai, jangan lepaskan dia.” Ucap Nyonya Oh. Shin menganguk mengerti terus memegang So Bong.
“Dia ini bukan manusia... Mengerikan sekali.” Kata So Bong turun dari mobil berusaha untuk kabur, tapi saat itu Tuan Ji sudah berada didepan rumah menghadangnya.
“Manajer Tim Ji juga, kau rupanya terlibat.” Ucap So Bong tak percaya, Tuan Ji menahan So Bong untuk tak pergi dengan tatapan matanya. 


Nyonya Oh memperbaiki mesin yang ada didalam tubuh Shin, David merasa kasihan pada Shin yangtidak merasakan sakit tapi malah sedih melihatnya. Ia pun menyindir Nyonya Oh yang pasti senang melihat putranya seperti ini. Shin meminta agar David tak mengatakan itu karena Ibunya sedang kesal.
“Tidak mau... Mau sesuka apa aku sama ibumu, tetap saja kalau salah itu salah “ tegas David.
“Maaf, Ibu. Karena aku, kita ketahuan.” Kata Shin. Nyonya Oh pikir tak masalah.
“Karena ini permintaan Ibu, Ibu minta maaf.” Ucap Nyonya Oh. David yang mendenganya semakin mengejek karena Sudah lama tak dengar keduanya bicara manis seperti itu.
“Tapi, bagaimana dengan perempuan itu?” tanya David penasaran. 


Tuan Ji sengaja medengarkan hasil rekaman suara Reporter Jo “ Ada orang yang menyuruhnya... Direktur Eksekutif Seo Jong Gil.” So Bong terkejut mendengarnya. Tuan Ji meminta agar So Bong  Jangan membenci temannya karena ia yang mengancamnya agar bicara.
“Jadi Apa Sekarang kau mengancamku?”ucap So Bong. Tuan Ji membenarkan.
“Aku memang disuruh Direktur Eksekutif Seo. Tapi tak kusangka inilah yang kalian rahasiakan.” Kata So Bong sinis
“Tolong jangan beri tahu Direktur Eksekutif Seo. Namun bekerjasamalah dengan kami. Kami akan membayar berapapun yang kau inginkan. Jadi bantulah kami merahasiakan identitas Direktur Nam.” Kata Tuan Ji
“Kau bilang Direktur Nam? Apa Kau masih saja berpura-pura di depanku? Walaupun mereka mirip... Lalu Di mana Direktur Nam yang asli? Penipu harusnya diperankan sama orang. Dan Bisa-bisanya... wahh...Sulit dipercaya sekali.” Ejek So Bong
Saat itu Nyonya Oh keluar ruangan kalau akan membuat So Bong bisa percaya  So Bong berteriak tak ingin ditarik oleh Nyonya Oh, Nyonya Oh pun membawa So Bong ke ruangan dan memberitahu kalau Shin yag terbaring adalah putra kandungnya. So Bong terdiam karena mengingat wajah yang sama keluar dari ambulance memang benar.
“Anakku ditabrak truk di depan mataku. Setelah 20 tahun berlalu, aku akhirnya bisa mendekapnya, namun dalam keadaan lemah dan berdarah.” Ucap Nyonya Oh
“Dan Bisa saja Seo Jong Gil-lah otak dari kecelakaan itu. Dia orang yang kejam. Dia pasti tersenyum jika melihatnya seperti ini... Shin pasti akan siuman. Setidaknya dia pasti akan bangun untuk melihatku. Jadi sampai saat itu.. bantulah aku, Kang So Bong” ucap Nyonya Oh
“Kenapa Anda begini? Mana bisa aku membantu?” kata So Bong kebingungan
“Pokoknya pastikan saja orang-orang dibelakang Direktur Eksekutif Seo tidak tahu... Kumohon.” Pinta Tuan Ji 


Ponsel So Bong berdering, Tuan Seo menelpnya. Tuan Ji memohon agar So Bong tak mengangkatnya, tapi So Bong tak peduli tetap mengangkatnya berkata kalau bisa bertemu sekarang dan akan bertemu nanti.
“Direktur Eksekutif Seo itu ancaman paling berbahaya bagi Shin. Kau tidak boleh temui dia.” Ucap Tuan JI
“Bagiamana Kalau aku tetap menemui dia? Apa Kau akan menyuruh dia membunuhku?” ucap So Bong tak peduli lalu keluar dari ruangan.
“Kumohon janganlah pergi... Kumohon padamu.” Ucap Nyonya Oh mengejar So Bong dan akhirnya berlutut di depan So Bong
“Apa yang kau inginkan? Apa uang tidaklah cukup?  Akan kuserahkan daging dan tulangku. Setiap ons-nya, akan kuberikan. Kumohon bantulah aku dan Shin.” Ucap Shin memohon
“Dr. Oh, sudahlah... Shin masih bisa mendengarmu di sana.” Kata David melihat Nyonya Oh berlutut. Shin melihat ibunya langsung memeluknya.
“Aku harus memeluk Ibu kalau menangis.” Ucap Shin memeluk ibunya yang menangis. 


So Bong tetap keluar dari rumah, Tuan Ji menahanya agar So Bong tak pergi. So Bong mengumpat melihat mereka itu sudah gila karena membuat kebohongan besar dan seperti tidak takut ketahuan. Tuan Ji mengaku sangat takut tapi menurutnya Shin sangat penting bagi mereka.
“Siapa yang akan percaya padaku kalau aku memberi tahu mereka? Bisakah kau percaya padaku hanya karena aku menerima uang kalian? Bagaimana kalau aku membawa lari uang kalian dan memberi tahu semua orang?” ucap So Bong mengancam,
“Hidup seseorang dipertaruhkan disini.” Tegas Tuan Ji
“Kalau begitu, aku akan berpura-pura tidak melihat robot. Jika kau tidak percaya padaku, ikuti saja aku. Lagipula inilah risiko yang harus kalian hadapi, cepat atau lambat.” Ucap So Bong 


Sek Park menerima telp seseorang memberitahu Direktur Eksekutif Seo bisa bertemu dan meminta agar memberi kabar esok.  Lalu memberitahu Tuan Seo kalau orang dari Stasiun Tv menelp kalau ingin wawancara tentang tes drive mobil otonom.
“Kau sudah bilang ke mereka siapa targetnya, 'kan?” kata Tuan Seo. Sek Park menegaska kalau mereka sudah tahu.

“Aku akan pergi menemui mereka setelah bertemu Kang So Bong. Cepatlah bocorkan informasi tentang Shin ke media. Seorang anak yang tamak tanpa pengalaman. Kau harus pastikan citra Shin seperti itu.” Ucap TUan Seo. Sek Park menganguk mengerti. 

Tuan Seo menghabiskan wine dan pelayan menuangkan kembali. Tuan Seo meminta agar menambah lebih banyak lagi. Si pelayan terlihat binggung, Tuan Seo menyindir apakah Apa ada aturan yang melarang menambah minum anggur. Si pelayan mengelengkan kepala lalu menuangkan wine. 

So Bong sudah ada didalam mobil, Tuan Ji yang duduk disampingnya memohon dengan bersungguh-sungguh. So Bong merasa melihat sikap Tuan Ji jadi merasa seperti orang penting sekarang dan meminta agar menunggu saja. Tuan Ji dan Shin pun melihat dari kejauhan.
“Bagaimana keadaan Shin? Aku sangat kesal sampai menghabiskan sebotol anggur. Katanya tinggal bongkahan mobilnya saja yang ada di tempat kejadian. Apa yang terjadi?” ucap Tuan Ji penasaran
“Ketika mobil otonom itu diluar kendali, sepertinya dia teringat kecelakaan mobil yang menimpanya. Direktur Nam sepertinya trauma. Lalu si Manajer Tim Ji datang, dan akupun ikut pergi.” Kata So Bong dengan wajah menyakinkan.
“Benarkah cuma itu saja?” tanya Tuan Ji seperti penasaran. So Bong ingin tahu Apa Tuan Ji pergi dari lokasi kejadian dan langsung ke sini.
So Bong mengingat yang diucapkan Tuan Ji dan Nyonya Oh sebelumnya “Direktur Eksekutif Seo itu ancaman paling berbahaya bagi Shin. Mungkin saja Seo Jong Gil otak dari kecelakaan itu. Dia orang yang kejam. Dia pasti tersenyum jika melihatnya seperti ini.”
“Katakanlah padaku... Aku perlu tahu untuk memperbaikinya. Apa mungkin kau butuh banyak uang lagi?” kata Tuan Seo. So Bong kesal karena selalu di berikan uang.
“Uang memang hal yang mengenakkan... Bahkan Sungguh mengenakkan. Tapi..., apa sebenarnya yang harus kucaritahu? Sebanyak apa Anda ingin mencari tahu demi pernikahan putrimu?” kata So Bong
“Kang So Bong,, Kau naif, atau kau pura-pura naif? Kau harusnya tahu apa yang Aku incar sekarang. Aku mempekerjakanmu bukan hanya demi putriku...,tapi juga untukku. Jadi Berhenti berpura-pura naif dan cari tahulah apa yang kuincar.” Ucap Tuan Seo.
“Senang rasanya Anda jujur padaku. Tapi kenapa aku harus bertindak sejauh itu?” tanya So Bong heran
“Karena kau sudah terlanjur memihakku dan Sudah terlambat kau mundur sekarang.” Ucap Tuan Seo. So Bong pun hanya terdiam. 



Tuan Ji berbicara pada Shin kalau Inilah yang terjadi ketika Robot bertingkah semaunya. Shin menegaskan kalau  Jika tidak menghentikan mobil otonom itu maka nanti ada kecelakaan yang tambah parah Tuan Shin pun balik bertanya Bagaimana jika Kang So Bong memberitahunya apa yang sudah dilihat.

“Bukan hanya Shin dan aku, Doktor Oh juga akan dalam bahaya. Walaupun begitu, Apa kau masih berpikir tindakanmu itu benar?” ucap Tuan Ji sinis
“Manusia bertindak berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi. Karena keputusan yang rumit terlalu sulit untukmu jadi tolong turuti perintahku mulai sekarang. Aku akan memperbaiki masalah ini.” Kata Tuan Ji lalu turun dari mobil setelah melihat Tuan Seo pergi. 


Tuan Ji datang menemui So Bong yang hanya tertunduk lesu. So Bong merasa kesal karena sudah menolak uang cukup banyak yang bisa mengubah hidupnya. Tuan Ji pikir melihat wajahnya membuat mulai menyesalinya dan akan melakukan apa pun permintaannya dan Apa pun itu.
“Walau tak bisa pun, maka aku akan melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya.” Kata Tuan Ji mengorbankan semuanya untuk Shin.
“Tapi kenapa kau sampai sejauh ini? Dia bukan kakak atau kerabatmu. Aku tidak mengerti kenapa kau melakukan ini.” Ucap So Bong heran.
“Aku hanya ingin bekerja untuk Shin. Apapun kata orang, maka aku suka berada di sisinya.” Tegas Tuan Ji
“Kau memang orang yang setia sekali, Pokoknya, aku sudah berbohong pada Direktur Eksekutif Seo kalau tidak ada yang terjadi dan kalau aku tetap akan terus memata-matai Direktur Nam untuknya. Jadi kau juga harus melindungiku mulai sekarang.” Jelas So Bong. Tuan Ji pun mengucapkan terimakasih.
“Wah... Bisa-bisanya aku dibodohi olehnya? Dia sangat ceria. Dia memang berbeda dari Direktur Nam.” Ucap So Bong melihat Shin yang turun dari mobil. 


David menerima telp lalu memberitahu Nyonya Oh yang sedang menatap anaknya kalau Semua berjalan lancar jadi mereka sekarang akan datang ke rumah. Ia lalu mengajak Nyonya Oh agar membawa pergi mereka berdua saja pulang Ke Ceko.
“Karena identitas Shin sudah diketahui apa dengan kita pulang bisa menormalkan semuanya? Ini Sudah terlambat pulang sekarang. Aku akan melindungi posisi Shin.” Kata Nyonya Oh menatap anaknya yang terbaring. 

Reporter Jo melihat dari depan jendela seperti ingin mengintip seseorang, lalu mengingat ucapan Tuan Ji sebelum kejadian kecelakaan “Jika dia mencaritahu kehidupan  Direktur Nam atas kemauannya sendiri..., maka dia sendiri yang akan menanggung akibatnya.” Dan akhirnya memberitahu kalau diperintahkan oleh Tuan Seo.
“Sayang. Kenapa kau tidak menelepon? Kau tidak dipenjara, 'kan?” ucap Reporter Jo kebingungan.
Saat itu Robocop dan In Tae keluar dari ruang latihan, Reporter Jo langsung bertany apakah melihat So Bon datang. In Tae memberitahu kalau Ayahnya sudah  memutuskan hubungan dengannya karena So Bong dianggap bukan lagi anaknya.
“Kenapa kau kesini? Ayahnya So Bong Noona membatalkan program diet karena anaknya belajar kebiasaan buruk saat melatihmu. Jadi Pulanglah sebelum Ayah So Bong Noona datang.” Ucap Robocop. Reporter Jo menganguk mengerti dan pamit pergi.
Tapi saat membalikan badan, Tuan Kang sudah ada didepanya dengan tatapan sinis. Tuan Kang langsung mencengkram kerah baju Reporter Jo. Reporter Jo panik memanggil Tuan Kang sebagai ayah. Tuan Kang menegaskan kalau  tidak punya anak  yang menjijikkan seperti Reporter Jo.
“Aku temannya So Bong. Jadi Ayahnya temanku berarti ayahku” ucap Reporter Jo. Tuan Kang tak menganggap Reporter Jo sebagai teman.
“Kenapa kau datang? Apa Kau mau jadi pengaruh buruk untuk anakku lagi?” ucap Tuan Kang marah
"Pengaruh buruk" apa maksudnya? Kang So Bong saja sekarang jadi pengawal pribadi Direktur Nam.” Kata Reporter Jo
“Oh, si Direktur Nam? Apa kau menyuruh dia jadi pengawal agar mendapat foto lebih banyak?” ucap Tuan Kang. Reporter Jo mengelengkan kepalanya.
“Dia sukarela ingin membalas kebaikannya!” kata Reporter Jo. Tuan Kang tak percaya anaknya yang mau membalas kebaikan sukarela membalas kebaikan orang
“Aku tidak bisa bernafas... Tolong lepaskan ini!” pinta Reporter Jo. Tuan Kang tak melepaskan tanganya.
Reporter Jo memberitahu kalau ada telp, Tuan Kang memperingatkan Reporter Jo agar berjanji  tidak akan pernah menemui anaknya lagi. Reporter Jo tak bisa menahanya akhirnya membanting Tuan Kang lalu kabur. Tuan Kang menjerit kesakitan karena dijatuhkan diatas batu. 



Reporter Jo menanyakan keberadan So Bong sekarang, apakah  bersama Manajer Tim Ji dan Direktur Nam juga, Apa mereka akan memecatnya atau Apa mereka akan menuntutny, atau jangan-jangan mereka   menghajar temanyanya.
“Jika kau khawatir begitu, teganya kau memberitahu Manajer Tim Ji  kalau aku disuruh Direktur Eksekutif Seo?” kata So Bong, Reporter Jo meminta maaf karena tak ada yang bisa di perbuat.
“Aku ingin menyelesaikan masalah dengan  Manajer Tim Ji jadi pura-puralah tak ada yang terjadi kalau Direktur Eksekutif Seo meneleponmu.” Kata So Bong
“Apa Kau sudah membereskan masalahmu dengannya? Bagaimana caranya? Kenapa? Apa Manajer Tim Ji bilang dia akan mengabaikan kau disuruh Direktur Eksekutif Seo?” tanya Reporter Jo penasaran
“Aku sangat Shock hebat sekali hari ini... Aku capek, jadi nanti lagi kita bicaranya.” Kata So Bong
Reporter Jo binggung apa maksud Shock hebat merasa kalau ada yang terjadi dan akan datang menemuinya. So Bong pikir tak perlu mendatanginya dan menutup telpnya. 

So Bong membaringkan tubuhnya teringat kembali saat melihat tubuh Shin yang dengan mesin. Ia tak bisa percaya karena memikirkannya saja membuatnya merinding lalu keluar ruangan pergi ke kamar mandi. Shin sudah menunggu di ruang makan. 
“Kang So Bong.. Apa Aku menakutkan?” ucap Shin melihat So Bong yang kaget dan berjalan mundur.
“Tidak. Kenapa aku harus takut?” kata So Bong menyangkalnya.
“Kamera tersembunyi di sini  punyamu, 'kan?” ucap Shin memberikan robot tanpa sengaja menyentuh tangan So Bong. So Bong ketakutan langsung melepaskan dan menjatuhkan robot.
“Uncanny valley. Itu artinya respons alami. Manusia merasa terhina dan kesal ketika melihat robot yang agak mirip manusia. Tapi aku bukan hanya "agak"  mirip manusia, tapi aku memang sangat mirip manusia. Kau pun sampai tertipu.” Kata Shin lalu pamit pergi. So Bong heran melihat sikap Shin yang bersikap tak biasa. 


So Bong bergegas masuk dan akan memasukan semua pakaian ke dalam koper. Tuan Ji datang meminta maaf karena datang tengah malam menegaskan kalau harus memperjelasnya lagi. So Bong heran memperjelask apa maksudnya.
“Kau tidak boleh memberi tahu siapa pun apa yang kau lihat, baik itu keluarga atau temanmu. Jika ada rumor aneh tersebar,  maka kuanggap itu sebagai salahmu.”tegas Tuan Ji
“Apa kau tidak percaya padaku?” keluh So Bong kesal
“Bukan kau. Tapi aku tidak mempercayai manusia. Jangan lakukan hal yang memunculkan kecurigaan.” Tegas Tuan Ji. So Bong menganguk setuju. Tuan Ji akhirnya mengucapkan terimakasih.
“Terima kasih telah memutuskan  melakukan hal yang sangat sulit ini. Berkat kau, aku akhirnya bisa  tidur nyenyak malam ini. Dan Kau juga tidurlah yang nyenyak.” Kata Tuan Ji lalu bergegas pergi.
“Kenapa semua orang pada menyuruhku tidur? Hei.. Coba kalau kalian jadi aku, apa bisa kalian tidur? Wah... Kurasa aku tak jadi pulang hari ini.” Ucap So Bong melihat koper yang penuh dengan pakaianya. 

Tuan Seo memberikan pernyataan kalau sangat menyesal atas pengalaman traumatis yang menimpa semua orang di TKP karena kejadian yang tak terduga. Reporter ingin bertanya langsung, Apa mereka akan tetap melanjutkan proyek mobil otonom. Tuan Seo membenarkan.
“Keselamatan dan keamanan adalah  prioritas utama saat mengembangkan mobil otonom. Kami mengakui orang yang bertanggung jawab mencegah peretasan seharusnya lebih berhati-hati dan bersiaga.” Ucap Tuan Seo
“Orang yang bertanggung jawab? Bukankah itu seharusnya Direktur Nam Shin? Dia dikritik karena kabur tanpa memperbaiki masalahnya.” Ucap Reporter 

Tuan Nam dan Ho Yeon menonton diruangan, Ho Yeon yakinpembawa berita itu pasti  memihak Direktur Eksekutif Seo  dan mengeluh ayahnya yang terus menonton wawancara itu. Shin datang menemui kakeknya langsung meminta maaf.
“Bisa-bisanya kau kabur karena ada masalah? Kau harusnya menghadapi kegagalan dan menjelaskan ke semua orang kalau kau akan berhasil kelak! Jong Gil malah memperbesarkan masalah. Jadi bagaimana sekarang?” ucap Tuan Nam marah
“Aku yang salah... Aku akan membuat test drive sukses bagaimanapun caranya.” Kata Tuan Ji
“Young Hoon, kau saja yang harus bertanggung jawab dan menyelamatkan proyek mobil otonom. Jika kutugaskan pada dia, pasti perusahaan akan hancur!” ucap Tuan Nam. Tuan Ji menganguk mengerti.
“Dan juga, kau harus datang ke rapat eksekutif dan hadapi semua hinaan yang akan mereka tujukan padamu! Jadi Keluarlah.” Tegas Tuan Nam. Keduanya pun keluar dari ruangan. 


Tuan Ji menelp Nyonya Oh kalau Kejadian ini sudah membuat kepercayaan Ketua pada Shin sirna dan Direktur Eksekutif Seo mengumumkan  bahwa akan mencegah peretasan. Nyonya Oh mengaku  sudah tonton itu jadi akan mengembalikanya keadaan setelah memeriksa mobil otonom itu.
“Jika Shin ada di sampingmu,  maka Kau dengarkan saja. Sampai aku tiba di sana, Shin tidak boleh mendekati mobil otonom itu. Jangan biarkan dia mendekatinya. Alasannya nanti akan kujelaskan.” Perintah Nyonya Oh lalu  menutup telp
“Padahal aku bisa mencaritahu rute peretasan. Apa Mau kucoba mencaritahu?” ucap Shin.
“Jangan gegabah... Kita tunggu saja nanti... Tetaplah bersama So Bong untuk sementara waktu. Walaupun Kita belum bisa sepenuhnya mempercayainya.” Tegas Tuan Ji 

So Bong kaget ditunjuk harus ke ruang konferensi, berpikir kalau dirinya akan melakukan sesuatu. Tuan Ji menegaskan kalau hanya untuk berjaga-jaga kalau mereka bertanya mengenai kecelakaan selama test drive. Saat itu terlihat Tuan Seo keluar dari ruangan dengan senyuman bahagia.
“Direktur Eksekutif Seo. Terima kasih sudah  memperbaiki masalah ini untukku.” Ucap Shin memberikan hormat
“Tidak juga. Syukurlah kau tidak terluka.” Kata Tuan Seo bermuda dua. Teman yang lain berkomentar kalau Shin pasti sudah menonton berita.
“Karena kerendahan hati dia, citra perusahaan kita yang hancur, kini sudah kembali semula.” Ucap Direktur lainya marah. Tuan Seo mengeluh dengan sikap anak buahnya.
“Kaupun menjawab pertanyaan sulit  dengan tenang sekali dan kelihatan keren di layar TV.” Komentar anak buah memuji. Tuan Ji memberitahukalau Ketua akan segera datang.


Shin meminta maaf karena kecerobohannya maka nama perusahaan menjadi hancur. Direktur mengeluh dengan Penghinaan publik dan jatuhnya harga saham menurutnya Kemarahan publik juga masalah yang sangat serius.
“Apalagi karena kau kabur begitu saja, maka kau dicap sebagai orang tidak bertanggung jawab.” Ucap Direktur
“Dia bukannya kabur. Dia butuh istirahat karena syok.” Kata Tuan Ji membela
“Walau begitu, apa pantas dia bertindak seperti itu? Dia harusnya menghadapi Masalahnya, tapi apa dia butuh istirahat?” ucap Direktur.

“Betul.. Perusahaan akan diremehkan kalau kita membiarkan masalah ini. Penanggung jawab harusnya yang turun tangan buat memperbaiki masalah ini.” Kata Direktur lain
“Aku yakin Pasti dia itu panik. Dia membuat kesalahan karena  kurangnya pengalamannya. Seiring waktu, kemampuan dia juga akan membaik.” Kata Tuan Seo membela
“Tapi kita mana bisa menunggu  sampai kemampuan dia membaik... Memangnya perusahaan itu sekolah,  Direktur Nam maka akan ditarik kembali.” kata Tuan Nam. Ye Na dan Tuan Ji terlihat kaget mendengarnya.
“Lakukan apa perintahku ini... Dan Shin. Kau fokus saja dengan rencana pernikahanmu.” Kata Tuan Nam.
Semua kaget mendengarnya, Ye Na binggung bertanya dengan siapa Pernikahan itu. Tuan Nam balik bertanya siapa tunangan Shin, karena dengan sangat yakin kalau itu Ye Na. So Bong yang mendengarnya pun ikut kaget karena Robot Shin yang akan menikah.
Bersambung ke episode 10

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09