Kamis, 17 Agustus 2017

Sinopsis Manhole Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Dua orang pria turun dari mobil bertanya apakah ini tempatnya, Pria yang lainya membenarkan.  Si pria satunya mengumpat Bajingan itu tumbuh di lingkungan yang kacau dan mengajak agar cepat selesaikan. Phil sibuk dibawa Man Hole.
“Jadi, aku harus kembali lagi ke masa SMA, menerima dipukuli si Oppa Gereja itu, mendapatkan hidupku sebelumnya, tapi ini bahkan tidak mau terbuka!!! Apa yang harus aku lakukan... agar bisa kembali ke masa lalu?” ucap Phil kebingungan berusaha menarik penutupnya.
Dua pria melihat Phil heran berbicara sendiri diatas Man Hole, dan berteriak memanggilnya. Bong Phil melihat seperti dua preman yang kali ini datang berdua.
“Kau mau ikut baik-baik, atau perlu kami seret seperti Anjing?” ucap salah satu pria. Pria lain pikir mereka tidak bisa hanya menyeret dan mengajak agar menangkapnya akhirnya langsung berkelahi, bahkan membawa pistol listrik
Phil binggung  Siapa yang mengirimnya, Si Pria yang malah kena listrik sendiri berkata kalau Phil  kau punya hak didampingi pengacara. Phil mencari di saku celana ternyata keduanya polisi, Ia pun mengumpat kesal karena Polisi berpenampilan seperti preman dan tidak memakai seragam seperti polisi Amerika. 


Akhirnya ia berlari karena ada polisi lain yang mengejarnya, sampai ditaman ia menyakinkan Ini tidak nyata dan sedang bermimpi. Ia merasa Tidak bisa dipercaya jatuh ke dalam manhole dan menjadi sekacau ini. Lalu ia buru-buru bersembunyi melihat sosok orang yang dikenalanya, Jae Hyun dengan seorang wanita. 
Si wanita pikir Pergi ke pantai pasti bagus, dan bisa bertemu di kafe tapi malah membawanya ke Taman.  Jae Hyun mengaku tidak ingin tetangga sekitar melihat mereka. Si wanita binggung kenapa tak boleh terlihat. Jae Hyun mengaku boleh tapi di taman lebih tenang dan sejuk.
“Aigoo... Oppa-ku ini berkeringat. Saat ciuman pertama kita, kau juga berkeringat deras.” Ucap si wanita memegang wajah Jae Hyun. Phil yang mendengarnya kaget karena pria itu memanggil Oppa-ku
“Sayang, apa kau tidak ingat ciuman pertama kita?” kata si wanita. Jae Hyun mengaku sangat ingat
“Jadi, kapan kau akan datang?” tanya si wanita. Jae Hyun menaku hari ini belum bisa, karena Belakangan ini  agak sibuk dan akan meneleponnya nanti.
“Oppa.. Makanlah lebih banyak... Kau bertambah kurus.”ungkap wanita sebelum pergi. Jae Hyun  bertanya Di mana harus menemuinya.
“Ah, kau tahu Hotel tempat kita pernah pergi sebelumnya” kata si wanita. Phil yang mendengarnya tak percaya kalau mereka akan bertemu di hotel. 

Phil benar-benar kesal melihat Jae Hyun ternyata berselingkuh, lal berjalan melewati jembatan. Soo Jin sedang berjalan kaget melihat Phil, Sementara Phil heran karena semua orang takut bertemu dengannya dan mengatakan punya kabar mengejutkan.
“Kau juga jangan terlalu terkejut. Apa Tahu yang baru saja kulihat? Apoteker itu, si berengsek yang akan kau nikahi, dia punya kekasih.” Ucap Phil. Soo Jin seperti tak peduli.
“Coba Lihat, 'kan? Kau tidak tahu, 'kan? sudah kuduga pasti begini. Hei, bajingan itu berjanji menemui kekasihnya di hotel, sampai berjanji. Apa Tahu bagaimana kelakuan mereka berdua? Biar kutunjukkan. Mereka seperti ini.” Ucap Phil mencoba melaukan hal yang sama.
"Jae Hyun, kau berkeringat. Saat ciuman pertama kita, kau juga berkeringat deras." Lalu Wajah si berengsek itu disentuhnya begini... Si bajingan itu tidak boleh melakukannya karena dia sudah bertunangan. Bukan itu yang dinamakan cinta sejati.” Ucap Phil yang terlihat sangat dekat
“Tapi, bisakah kau mundur sekarang? Ini tidak nyaman.” Kata Soo Jon
“Soo Jin , kau seharusnya melihat mereka bersama dengan kedua matamu.” Kata Phil mencoba menyakinkan.
“Sudah kubilang mundur!” teriak Soo Jin marah langsung memukul dengan tasnya.
Phil langsung terlempar dan jatuh setelah menabrak papan. Soo Jin panik melihat Phil yang jatuh tak berdaya.  Dengan mata setengah terbukam Phil mengingat semuanya. 


Flash Back
Sebelum menghilang, Ia melihat jam kalau  Sudah hampir tengah malam dan akan mengantarnya pulang. Lalu Saat di depan Gereja, Si Oppar mengatakan sudah hampir tengah malam dan mereka akan memulai Duel. Lalu saat datang ke tahun 2017, Ia sampai di jam 12 siang mendengar dari berita Radio.  Ia tahu kalau ini Selalu tepat pukul 12.
Soo Jin panik mencoba mengipas Phil agar sadar, Phil tahu kalau pergi lewat tengah malam, lalu kembali di siang hari dan  menghabiskan 12 jam di masa lalu. Soo Jin melihat Phil menanyakan keadaanya, Phil binggung keberadaanya sekarang dan  melihat jam berapa sekarang dan bisa bernafas lega. 

“Hei, bagaimana bisa seorang preman ambruk dengan satu pukulan? Aku ketakutan.” Keluh Soo Jin
“Ah, aku mendengar suara sesuatu patah.” Kata Phil. Soo Jin melihat dalam tasnya dan melihat kameranya yang terpelas dari lensanya. Phil tak enak hati meminta maaf.
“Aku yang memukulmu, kenapa kau minta maaf?” ucap Soo Jin heran
“Kalau saja aku tidak tegang, itu tidak akan sampai patah.” Kata Phil. Soo Jin tertawa melihat Phil yang menurutnya sangat lucu. Phil pun senang melihat Soo Jin yang tersenyum.
“Jantungku berpacu lagi.” Ucap  Phil yang menaruh cinta pada Soo Jin.
“Hei.... Kau jangan menatapku seperti itu... Kupukul lagi nanti.” Kata Soo Jin mengoda dengan kamera ditanganya.
“Apa Kau tidak takut padaku? Padahal yang Lainnya takut padaku.” Ucap Phil
“Saat menatap matamu itu, aku yakin kau tidak akan memukulku. Tapi, apa maksudmu dengan kekasihnya Jae Hyun ?” kata Soo Jin . Phil mengingatnya.
“Sadarkan dirimu. Si berengsek itu kejam sekali.” Ucap Phil. Soo Jin yakin Jae Hyun bukan orang seperti itu, karena pasti salah orang.
“Tapi, bagaimana kau bisa mengenal Jae Hyun-ssi? Kau kan tidak di sini selama tiga tahun.” Kata Soo Jin binggung.
“Aku... Aku bahkan bisa menggambar wajahnya sangat baik. Dia itu bagaikan musuh bebuyutanku.” Ucap Phil
Soo Jin dengan gugup ingin melihat apakah Phil terluka parah dengan memeriksa bagian kepala. Seseorang di belakang mereka, menelp seseorang memberitahu Phil dipukuli, jadi sedang di rumah sakit sekarang.Tapi merasa mereka perlu mengubah rencana. 

Keduanya berjalan bersama. Phil berjalan dibelakang ingin memegeng pundak Soo Jin tapi ragu, lalu mengajak jalan-jalan sebentar karena Tidak ada polisi berpatroli dan cuaca malam ini juga bagus. Soo Jin merasa kalau Phil berpikir sedang mengencaninya.
“Kau bersikap seolah kemarin masih bertemu. Berhentilah bersikap keterlaluan. Aku pulang dan Kau juga.” Ucap Soo Jin. Phil pikir  akan mengantarnya.
“Kau tidak perlu mengantarku... Aku sudah bertunangan, Jadi Pergilah. Kalau kau punya waktu, datanglah ke pernikahanku.” Ucap Soo Jin memperlihatkan cincin dan langsung beranjak pergi.
“Dalam film, dia akan menoleh setidaknya sekali, karena aku masih di hatinya.  Aish, dia kejam sekali...Berani-beraninya... si berengsek itu menyelingkuhi gadis hebat sepertinya?” gumam Phil menatap Soo Jin yang tak menoleh, lalu akhirnya memilih untuk pergi.

“Hei.. Bong Phil... Aku ingin jalan bersamamu, tapi waktunya tidak tepat.” Ucap Soo Jin melihat Phil yang sudah beranjak pergi. 



Phil sudah ada di Apotek dengan banyak minuman penambah energi bertemu dengan Jae Hyun,  dengan sinis berkata kalau semua ini gratis jadi kenapa menatapnya. Jae Hyun membenarkan Tapi, menurutnya pelanggan lain juga berhak mendapatkannya dan sudah botol ketujuh.
“Hei!.. Apa kau sangat populer di kalangan wanita? Apa kau berkencan dengan 2-3 wanita dalam satu waktu?” ucap Phil marah. Soo Jin mengaku tidak.
“Hei!.. Kau... akan lebih sering lagi bertemu denganku. Sampai jumpa nanti.” Kata Phil marah.
Si ketua Apotik masuk bertanya-tanya Apa yang baru saja terjadi,bahkan meminum semuanya. Lalu ia bertanya apakah Jae Hyun mengenalnya, Phil mengaku tidak. Si Pria binggung mereka akan lebih sering bertemu. Jae Hyun juga tak mengerti.  Si pria merasa Phil tidak terlihat seperti orang baik. 


Soo Jin berjalan pulang melihat seperti ada orang yang mengikutinya, tapi ketika menengok tak melhat siapapun. Tapi ketika keluar dari terowongan ada orang yang membekap mulutnya. Di bawah Man hole, lampu sudah kedap kedip.
Phil sampai dirumah Jin Sook bisa menghindari polisi, Saat itu Suk Tae yang keluar. Phil binggung kenapa Suk Tae keluar dari rumah Jin Sook . Suk Tae mengaku Jin Sook bilang komputernya rusak, lalu bertanya keadaanya karena polisi sedang mencarinya.
“Hei, itu sebabnya aku di sini. Aku perlu sembunyi di sini sampai pukul 12 malam.” Ucap Phil. Saat itu Soo Jin keluar dari rumahnya dan melihat Phil.
“Bisa aku di sini sementara waktu? Soalnya, Polisi... Suk Tae, bagaimana kau bisa tahu kalau polisi mengejarku?” ucap Phil curiga. Suk Tae terlihat gugup.
“Aku... aku hanya menebak.” Ucap Suk Tae. Soo Jin merasa itu hanya Omong kosong karena Seseorang  mana bisa menebak. Suk Tae menyakinkan kalau memang benar.
“Phil.. Apa lagi yang kau lakukan sekarang... sampai polisi memburumu? Kau harus menyadarkan dirimu, idiot!” ucap Soo Jin saat itu seseorang datang.
“Oi, Bong Phil... Jawab telepon ini... Kau harus menjawab yang ini... Sebab ini tentang wanitamu... Sekarang, jawab!” kata Si pria. 


Seorang pria membicara dengan Phil dan Soo Jin terlihat sudah disandera.  Phil binggung bertanya siapa yang menelpnya. Si pria mengaku kalau sebagai bosnya, Phil mengaku Tidak punya Bos. Si pria mengejek Phil yang sangat lucu.
“Aku menerimamu karena kau pintar berkelahi. Kau tidak bisa lagi melarikan diri dari kehidupan ini sekarang. Apa kau tahu berapa banyak yang sudah aku investasikan untukmu?” kata si bos. Phil binggung apa maksudnya Investasi.
“Hei!!! Kalau kau begini, kau hanya akan terluka. Pengantinmu.. Pengantimu di sini. Bersama kami... Dia cantik juga... Kurasa, namanya Soo Jin.” Ucap si pria. Soo Jin meminta agar dilepaskanya.
“Dia bilang akan segera menikah, dasar  Si berengsek ini, kenapa tidak bilang kalau akan menikah? Kita ini bukan orang asing, kita biasa buat pesta, jadi Datanglah, mengerti?” ucap Si pria meminta agar Phil datang ke  Bongbong.
Phil sudah lebih dulu menutup dan melempar ponselnya, Si Bos binggung hanya bisa berteriak, kesal Ini penting, tapi Phil menutupnya menurutnya kalau tak dengar mata tak bisa datang. Anak buahnya pikir akan menelpnya, Si bos menolak karna tidak merasa itu keren.


Si pria melihat ponselnya di banting berteriak marah karena masih mencicilnya. Phil bertanya apakah memang Soo Jin dibawa oleh mereka, Si pria pikir Phil tahu kalau punya jaringan yang sangat.. Phil langsung memukulnya sampai pingsan. Jin Sook dan Suk Taek kaget dan melihat Phil yang langsung pergi. Jin Sook pun menyuruh Suk Taek agar segera menelp polisi sekarang juga. 

Di rumah
Ibu Phil baru masuk rumah mengeluh Tiba-tiba hujandan Seharusnya nanti saja membuang sampah, berharap Semoga dia tidak kehujanan. Ayah Phil pikir dia baik-baik saja. Ibu Phil berkata yang diMaksud itu tempat sampahnya.
“Kalau tempat sampahnya kebanjiran, Nenek pemungut sampah akan kesulitan.” Kata Ibu Phil
“Oh, benar... Aku mengira kau membicarakan "sampah" yang kita kenal.” Kata ayah Phil dan menyuapinya buah yang sudah dikupas. Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan bunyi petir yang mengelegar.
“Kenapa cuacanya mendadak begini? Seolah sesuatu yang buruk akan terjadi.” Ucap Ibu Phil binggung. 

Phil melihat jamnya 11:15, dan waktunya tak banyak lagi melewati hujan yang sangat deras.  Akhirnya Sampai di cafe dan Si bos menyambut Phil yang datang, padahal akan menjemputnya. Phil bertanya siapa pria itu. Siapa kau?
“Harus bagaimana aku bereaksi sekarang? Dia tanya siapa aku?” ucap Si pria
“Lepaskan saja dia. Dia tidak ada hubungan dengan aku. Sudah kubilang kalian salah paham.” Ucap Phil, Pria yang lain marah karena harus menculik mereka.
“Kalau kau sentuh sehelai saja rambutnya, maka kau akan kuhancurkan. Dan juga, hari ini aku agak sibuk. Aku harus pergi tengah malam ini. Sebab itu, selagi aku bicara baik-baik, pergi saja sana minum soju di hari hujan ini, lalu pulang dan tidur.” Kata Phil.
“Kalau begitu, kembalikan... Uang yang kau pinjam...Hari ini. Sekarang.” Kata si pria
“Aku tidak punya waktu, jadi kita bicarakan nanti. Aku akan membawanya bersamaku.” Kata Phil.Soo Jin meminta agar Phil tak mendekatinya.
“Tidak perlu membuat segalanya rumit. Semua yang di sini sudah kubayar.”ucap Si bos. Phil pikir pria itu ingin melihat dirinya mengila. Bos meminta agar Phil tenang.
Tapi Phil yang marah langsung memukul semua orang yang berusaha menghalanginya. Si bos yang ketakutan menelp polisi kalau Ada preman.  Phil yang sudah menghabisi semua anak buah langsung memberikan pukulan pada si bos, setelah itu berlari bersama dengan Soo Jin. 


Dua polisi menemui si pria yang duduk dengan basah kuyup merasak tak percaya kalau baru saja di pukul oleh Phil, Jin Sook meminta agar jangan menanyakan mereka. Si pria mengelengkan kepala
“Lalu, kenapa kau pingsan?” ucap polisi. Si pria mengaku memang selalu pingsan secara berkala.
“Hei, kalian... Dia benar sudah dipukul oleh Bong Phil, 'kan?” kata si polisi. Suk Tae mengangguk tapi Jin Sook mengaku tidak tahu dengan menutup mulut Suk Tae.
“Dia sudah pingsan saat kami keluar.” Kata Jin Sook. Polisi binggung karena  Berbeda dengan laporannya.
“Ada laporan kekacauan besar di dekat sini.”kata si polisi yang barus aja menerima telp.
“Sepertinya, preman zaman sekarang semakin nekat” komentar polisi lainya yang keadan sangat kacau.
“Tidak, justru seorang pria menghajar sebuah kelompok.” Jelas Si polisi.
Si pria pikir mereka tak perlu mengkhawtirkan dirinya dan mengaku  baik-baik saja menurutnya Sekarang hujan, jadi Soju sepertinya bagus, lalu akan pulang dan bergegas pamit pergi.  Jin Sook pun tak ingin ikut campur mengajak Suk Tae masuk ke dalam rumah. 


Phil dan Soo Jin berlari menghindari kejaran polisi sampai akhirnya bersembunyi dibalik semak, Phil memastikan keadaan Soo Jin yang terus diajak berlari. Soo Jin mengaku baik-baik saja. Phil memberitahu kalau harus pergi ke suatu tempat.
“Jangan khawatir. Aku akan segera kembali.” Kata Phil menyakinkan.
“Phil.. Serahkan saja dirimu. Aku akan menjelaskan semuanya. Ayo pergi bersama.” Kata Soo Jin ketakutan dan menahan Phil yang mau pergi.
“Hei, mau ke mana kau? Tetaplah di sini.” Kata Soo Jin ketakutna.
“Segalanya akan baik-baik saja. Kau mempercayaiku, 'kan?” ucap Phil. Soo Jin pun mengangguk membiarkan Phil pergi.
“Aku akan kembali lagi. Dan aku akan menerima pukulan di Gereja itu. Maka, segalanya teratasi. Tapi, bagaimana kalau tidak berhasil? Tidak, mustahil... Tidak akan begitu.” Gumam Phil yang berlari melalui lorong.
Saat itu polisi datang dan siap menangkap Phil. Phil terjebak tapi akhirnya berhasil kabur menaiki atap mobil. Sebuah peluru tepat akan mengenai kepala Phil dan waktu berhenti saat Tengah malam.
“Beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku ingin kembali... Aku sungguh ingin kembali.” Ucap Phil yang bisa melihat peluru yang terdiam. Dengan kecepatan cahaya pun ia pergi. Semua polisi binggung karena tak melihat Phil yang sempat melepaskan peluru. 



Phil tertidur di kursi pantai dengan kacamata hitam, ia senang karena bisa pindah tempat. Lalu melihat sekitar berpikir dirinya ada diasrama tim lari, lalu berjalan kebelakang ada Kafetaria Pantai.
“Apa ini? Apa yang terjadi? Di mana lagi aku ini? Ke mana lagi kau membawaku, Dasar Manhole sialan!! Bukan ini yang aku inginkan!!!!?” teriak Phil kebingungan dalam satu satu pindah ke setiap tempat yang berbeda.
Bersambung ke episode 4

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Sinopsis Manhole Episode 3 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Bong Phil keluar dari Man Hole dan menyadari kalau Ini lingkungan tempat tinggalnya, lalu mendengar berita tepat jam 12 Siang, kalau polisi sedang mencari Preman. Ia pun menatap wajahnya dengan ada plester dan juga tatto ditubuhnya.
“Jangan bilang... Ini... ini adalah... Ini aku?” ucap Phil terlihat benar-benar tak percaya yang berubah dengan cepat.
“Kenapa aku sekacau ini? Dan, apa yang terjadi dengan lingkungan ini?” ucap Bong Phil menatap wajahnya di cermin.
Saat itu dua orang datang dan langsung menyapa seperti anak buahnya, Phil heran dengan bertanya-tanya siapa orang yang menyapa dan kenapa harus menyapanya.  Ia benar-benar kebinggungan apa yang terjadi dan melihat ponselnya ingin tahu tangga berapa sekarang. Tapi dalam kantungnya hanya menemukan kertas Perjanjian permohonan maaf dan juga beberapa struk belanja.
“Kalau sekarang tahun 2017, bukankah aku kembali ke masaku? Tapi, aku... aku bukan diriku yang kukenal.” Ucap Phil binggung setelah melihat tanggal dalam ponselnya. 

[Episode 3, Masa Lalu Menciptakan Masa Kini]
Phil mengingat saat terakhir kali bertemu dengan Soo Jin ditaman, Ketika Soo Jin bertanya Hal penting apa yang ingin dikatakan padanya. Phil berusaha mengatakan kalau setiap kali melihatnya ingin buang air kecil dan akhirnya menghila lewat Man Hole dan pindah ke masa SMA, Lalu saat di depan gereja.
“Semuanya akan baik-baik saja kalau kau membalas pesanku.” Ucap Soo Jin marah, Phil binggung pesan apa maksud Soo Jin itu. Soo Jin pun memilih untuk pergi. Saat itu akhirnya jiwa Phil pergi ketiga mengejar Soo Jn.
“Itulah yang terjadi, lalu 10 tahun lewat begitu saja. Tapi, apa ini sungguhan? Mari lihat...” kata Phil mencoba menghapus tatto tapi ternyata memang sungguhan. 

Saat itu kedua orang tuanya lewat, tapi seperti tak peduli dengan anaknya. Phil pun memanggil kedua orang tuanya. Ayahnya memint agar tak perlu memperdulikanya.  Phil mengejar keduanya, Tuan Bong pikir mereka  sudah sepakat tidak seperti ini lagi.
“Bagaimana bisa kau memanggil kami Ayah dan Ibu? Kita sudah berjanji melupakan hubungan antara kita.” Ucap Tuan Bong. Phil binggung dengan sikap orang tuanya seperti acuh.
“Anak yang dulu memiliki tatapan tulus itu kini sudah terkubur dalam hati kami. Kau-yang-berusia-tujuh-tahun itu yang ada di hati kami. Sekalipun kau ditangkap oleh polisi, berhentilah memanggil kami sebagai walimu. Aku terlalu sering ke sana sampai aku merasa malu. Sudahlah, kita telah memutuskan melupakan segalanya.” Ucap Ibu Phil dengan nada tinggi.
“Kenapa kau terdengar begitu emosional?” kata Tuan Bong khawatir.Ibu Phil meminta maaf merasa kalau Cat kuku jarinya agak berantakan, jadi kesal saja.
“Kami akan segera pindah. Jangan coba menemukan kami.” Ucap Ibu Phil dan bergegas pergi. Phil dibuat binggung karena kedua orang tuanya seperti sudah tak mengakui dirinya sebagai anak. 


Phil binggung dengan yang terjadi dengan lingkungan ini, lalu saat berjalan terdengar suara teriakan orang-orang yang memanggil pencuri. Ia pun berjalan ke tepi jalan dan melihat tempat Persewaan DVD Family dan tahu itu milik Dal Soo, tapi seperti sudah tak buka.
Ia masuk tak menemukan siapapun, bahkan seperti gudang dan memanggil Dal Soo. Saat itu terlihat pria dengan rambut panjang dan lusuh keluar, Phil bingging melihat Dal Soo yang rapih seperti gelandangan. Keduanya terlihat sama-sama kaget. Phil pun bertanya kenapa Dal Soo bisa sampai seperti itu.
“Di mana dan kapan segalanya mulai menjadi salah pun aku tidak tahu. Kalau aku tahu, pasti sudah coba aku ubah. Aku tak akan hidup begini. Ada apa kau ke sini?” ucap Dal Soo. Phil mengerti.
“Hyung, aku merasa sedikit aneh. Dalam perjalanan kemari aku terlibat perkelahian, lalu tanpa sadar aku secara otomatis menangkis semua pukulan. Dan aku juga terkejut saat melihat polisi. Lalu, ayah dan ibuku pun mengatakan hal yang aneh. Mereka bahkan tidak memperlakukanku selayaknya manusia.” Ucap Phil binggung
“Kenapa kau menanyakannya padaku setelah pergi selama tiga tahun?” kata Dal Soo. Phil kaget karena dirinya yang pergi Tiga tahun.
“Apa maksud mu Aku kembali setelah tiga tahun?” ucap Phil. Dal Soo membenarkan.
“Lalu, di mana aku tinggal sekarang?” tanya Phil. Dal Soo mengaku tak tahu tapi mengetahui dari Suk Tae kalau Phil tinggal di sekitar "distrik merah",
“Hyung...Aku... kenapa aku seperti ini?” ucap Phil benar-benar binggung.
“Apa sekarang kau menyesali hidupmu, yang dipenuhi dengan darah, pukulan, dan teriakan?” ejek Dal Soo. Phil benar-benar tak mengerti dan meminta agar menjelaskan lebih detail. Dal Soo menceritakan seperti film untuk kehidupan Phil. 

Flash back

Phil yang masih SMA bisa berkelahi melawan Oppa gereja, Dal Soo menceritakan  Setelah perkelahian di gereja, Phil dikeluarkan dari sekolah, dan ditendang dari tim lari. Phil pun menjadi sangat brutal, karena punya banyak waktu luang, maka Phil mulai berkelahi dengan geng sekitar.


“Kau tampak seperti seorang monster yang haus darah. Lalu, beberapa orang mulai merasa tersudut karenamu, jadi untuk "menyambut" wajah baru yang menjadi musuh mereka, beberapa anggota geng menyiapkan pesta. (Pesta dalam geng preman berarti duel) Namun satu-satunya yang menikmati pesta itu hanya kau. Segala sesuatunya sangat bagus untukmu saat itu. Kau menjadi pusat semua kekacauan, juga buronan paling dicari oleh Kepolisian. Kau menjadi musuh semua orang.” Cerita Dal Soo
Phil benar-benar tak menyangka kalau ia adalah mantan narapidana dan sungguh jadi berandalan. Dal Soo mengulang kembali kalau Setelah pertarungan berdarah itu, Phil sungguh menjadi berandalan, tapi merasa heran Phl tiba-tiba menanyakannya, seperti melakukan penolakan.
“Tak apa, lanjutkan saja... Teruskan, tolak dirimu sendiri.” Ucap Dal Soo
“Lalu Soo Jin bagaimana?” ucap Phil panik. Dal Soo memberitahu kalau Soo Jin akan menikah minggu depan.
“Kenapa memang dengan Soo Jin? Kenapa menanyakannya?” kata Dal Soo
“Karena aku menyukai Soo Jin. Kau kan tahu.” Ucap Phil heran karena Dal Soo tahu tentang perasaanya.
“Kau dan Soo Jin tidak pernah bersama lagi sejak SMA, lalu kenapa?” kata Dal Soo heran.
“Segalanya berubah. Karena aku menghajar Oppa Gereja itu, masa depan berubah.” Gumam Phil 


Phil masuk ke ruang belajar mencari Suk Tae, tapi malah menemukan sosok orang yang sebelumnya pernah di hajar didepan gereja. Oppa gereja sedang sibuk belajar. Phil heran pria itu ada di ruang belajar. Oppa gereja memberitahu Seok Tae baru saja pergi.
“Hei, apa yang sedang kau lakukan di sini?” ucap Phil heran. Oppa gereja itu mengatakan kalau pasti belajar.
“Kenapa kau belajar? Tidak sepertimu biasanya.” Tanya Phil
“Ah, aku harus belajar agar bisa menjadi manusia seutuhnya.” Kata Oppa Gereja dan Phil  melihat isi meja yang sudah tanda salip.
“Kau di meja yang biasa aku pakai.” Ucap Phil. Oppa Gereja mengaku tidak mudah untuk menjadi petugas polisi.
“Apa Kau mau jadi polisi? Kau tidak lebih dari preman.” Ejek Phil. Oppa gereja tahu kalau dulu memang seperti itu sebelum bertemu dengan Phil 10 tahun lalu.
“Malam itu, aku mendapat pelajaran berharga. Aku terselamatkan, bisa dibilang begitu.” Ucap Oppa Gereja
“Hidupku dan bajingan ini tertukar.”gumam Phil mengumpat marah. 


Kedua orang tua Soo Jin duduk di meja, membahas tentang Bisnis sedang sepi sekarang. Soo Jin pulang langsung membaringkan tubuhnya disofa,  ibunya bertanya apakah sudah menemukan perabot yang disukainya. Soo Jin mengaku terlihat sama saja.
“Satu-satunya yang kuinginkan terlalu mahal, sedangkan yang sesuai dana kurang bagus.” Cerita Soo Jin .
“Maka dari itu, kenapa mertuamu membelikan apartemen yang sangat besar untuk kalian? Memenuhi perabot di dalamnya saja butuh banyak uang.” Ucap Ibu Soo Jin
“ Ukuran apartemennya bagus. Biarkan saja banyak ruang kosong. Tidak perlu penuh perabot.” Kata Ayah Soo Jin
“Aigoo, mudah mengatakannya. Mertuanya bisa-bisa memandang rendah Soo Jin, apa kau mau? Kenapa juga kau harus memulai bisnis aneh dan kehilangan semua uangmu?” kata Ibu Soo Jin mengomel. 

Soo Jin memilih untuk pergi ke apotik, meminta obat sakit kepala. Jae Hyun bertanya sakit kepala yang seperti apa, apakah Migrain atau hanya sakit kepala akibat tekanan darah. Soo Jin mengaku kalau itu sakit kepala saja.
Jae Hyun memegang kepala Soo Jin, apakah dibagian depan belakang bawah. Soo Jin memegang tangan Jae Hyun kalau sakit dibagian dada dan keduanya terlihat mencoba mesra di ruang apotik.
“Hentikan!! Hei, Apa kalian sedang bergurau ? Keluar sana!” ucap Si ketua Apotik. Keduanya melepaskan tangan mereka
“Apoteker berusia 40 tahun juga manusia! Kalian membuatku merinding. Keluar sana!” kata Si ketua. Soo Jin merengek kalau Takut. Jae Hyun pun memberikan pelukanya. Si ketua langsung berteriak menyuruh Soo Jin agar keluar. 


Semua berkumpul di tempat Jin Sook membahas kalau  Phil kembali.Goo Gil tak percaya karena tidak dengar kabar darinya cukup lama, jadi mengira Jin Sook dipenjara. Sementara Suk Tae heran dengan yang dilakukan Polisi menurutnya  Lingkungan mereka kacau sekali.
“Hei, jangan bilang begitu! Bagaimanapun, dia dulu sahabat kita. Phil itu, bagaimanapun juga, bukan orang jahat.” Kata Jin Sook membela. Semua seperti tak setuju dengan yang dikatakn Jin Sook.
“Omong-omong Phil agak aneh. Dia bilang, "Kenapa hidupku menjadi seperti ini?" Dia juga bilang jatuh cinta pada Soo Jin.” Cerita Dal Soo, Semua benar-benar tak menyangka menurutnya kenapa harus Soo Jin.
“Apa dia sudah gila? Soo Jin akan segera menikah.” Ucap Jung Ae heran
“Tapi, Phil memang dulu menyukai Soo Jin. Gara-gara aku mengatakan menyukai Soo Jin, maka dia sempat memukuliku di taman bermain. Kalian juga lihat sendiri bagaimana dia memukuli bocah itu 10 tahun lalu, 'kan?” kata Suk Tae sambil berdiri. Jung Ae pikir Phil memang sampah.
“Padahal Hyung Gereja itu orang baik. Bagaimanpun, sudah kuduga dia akhirnya jadi preman. Dia perlu dipenjara beberapa kali lagi. Dia sudah tidak bisa diperbaiki.” Ucap Suk Tae mengebu-gebu, semua panik melihat Phil sudah ada dibelakang Suk Tae. Suk Tae baru sadar ketika Phil menempuk pundaknya, dan langsung memberikan tempat duduk. 
“Aku bicara tentang temanku Young Phil, yang itu. Bong Phil kita adalah orang yang sangat baik.” Ucap Suk Tae membela diri. Phil akhirnya duduk bersama dengan teman-temanya.
“Apa yang kalian semua lakukan di sini?”tanya Phil binggung. Toko Goo Gil tutup.
“Aku berpikir untuk menutupnya, lalu berbisnis yang lain.” Ucap Goo Gil
“Karena itu pemberian ayahmu, kau bilang akan mempertahankannya sampai mati.” Kata Phil tak percaya

“Semua itu bukan urusanmu!” tegas Jung Ae. Goo Gil mencoba merayu Jung Ae agar tenang. Jung Ae kesal merasa Goo Gil itu berisik. Phil bingung melihat keduanya seperti pasangan.
“Itu bisnis kami berdua, apa urusanmu?” kata Jung Ae kesal. Goo Gil mencoba agar bisa menahan diri.
“Kau bilang "Bisnis kami"?” kata Phil binggung. Jung Ae menekannya kalau itu Bisnis Goo Gil Oppa dan dirinya. Goo Gil meminta agar Jung Ae tak marah-marah.
“Kalian... jangan-jangan... Hei, kau tinggal bersama Goo Gil... dan apa Kalian rekan bisnis?” kata Phil tak percaya. Jung Ae membenarkan dan kalau ini memang tak masalahnya.
“Lalu, bagaimana Dal Soo? Kau juga menjalankan bisnis dengan Dal Soo” kata Phil. Jung Ae heran kalau ia bersama Dal Soo. Goo Gil meminta agar Jung Ae tenang.
“Apa ini? Jung Ae seharusnya tinggal bersama Dal Soo. Ini rupanya penyebab dia kacau.” Gumam Phil binggung.
“Jung Ae dulu pernah menyukai aku. Dia bahkan memberiku surat cinta.” Kata Dal Soo.
“Hei, itu masa lalu.” Teriak Goo Gil dan Jung Ae.
“Memangnya aku tidak tahu? Dia bahkan pernah membelikanku burger.” Ucap Dal Soo. Jin Sook seperti mengingat sesuatu.
“Aku... mendapat perasaan aneh yang sama sebelumnya... saat SMA.” Kata Jin Sook. 
Flash Back
Ia mengingat saat Phil bertanya apakah percaya perlintasan waktu. Jin Sook bertanya apakah itu maksudnya perjalanan waktu dan Phl mengatakan aklau dirinya datang dari masa depan.
“Saat itu kau, tiba-tiba mengatakan sesuatu yang aneh. 10 tahun lalu.” Ucap Jin Sook 

“Itu bukan 10 tahun yang lalu. Terjadinya baru kemarin.” Ucap Phil menarik baju yang baru dijemur oleh Jin Sool
“Jadi maksudmu, kau melakukan perjalanan waktu lewat manhole?” ucap Jin Sook
“Entah bagaimana caraku menjelaskannya... Hei, ini bukanlah kehidupanku yang sebenarnya. Kau tahu benar, bahwa aku tak akan punya nyali jadi preman begini.”jelas Phil mencoba untuk menyakinkan.
“Jadi maksudmu, karena kau melintasi waktu, lalu menghajar Oppa Gereja itu, maka hidupmu saat ini kacau balau?” kata Jin Sook.
Phil membenarkan melihat tatapn Jin Sook bisa mengerti tidak akan mempercayainya, dan mendengar suara sirine polis ketakutan, dan bertanya apa yang terjadi dengan lingkungan mereka tinggal ini.  Jin Soo mengatakan itu Itu gara-gara bar dan motel di dekat merekan dan Phil yang katanya juga tinggal di sana.
“Aku bahkan tidak tahu di mana aku sekarang tinggal. Dan juga, aku ini baru kembali dari masa 10 tahun lalu.” Kata Phil Bingging
“Hei, Phil... Apa mungkin kau... narkoba?” ucap Jin Sook  menduga. Phil merasa Jin Sook sudah gila dan mengumpat bisa seperti sekarang ini.
“Dia serius. Tidak kelihatan sedang berbohong. Soo Jin melalui waktu yang sulit gara-gara kau.” Kata Jin Sook. Phil binggung memangnya kenapa Soo Jin.
“Kenapa lagi, gara-gara perkelahian itu, kau dikeluarkan dari sekolah, bahkan dari tim lari juga. Dia berpikir telah menghancurkanmu. Dia menangis untukmu, apa kau tahu.” Cerita Jin Sook
“Apa Sungguh Soo Jin melalui waktu yang berat karena aku?” kata Phil. Jin Sook membenarkan.


Soo Jin melihat foto dalam komputernya dan mengeluh kalau  Semestinya memotret untuk selebaran, bukan koleksi. Lalu menyapa seseorang masuk ke kantornya. Phil masuk dengan gayanya, Soo Jin kagetmelihat Phil yan datang. Phil pun menyapa Soo Jin yang Lama tidak jumpa.
“A--apa yang membawamu ke sini?” tanya Soo Jin gugup. Phil merasa  tidak ada yang berubah di ruangan itu yaitu Masih kacau saja.
“Kau bilang Di... di sini? Tapi kau belum pernah ke sini.” Ucap Soo Jin binggung. Phil pikir tak perlu dibahas karena Menjelaskan hanya membuatnya  tampak idiot.
“Oh, bagaimanapun, sudah lama ‘kan? Apa selama ini kau baik-baik saja?” tanya Soo Jin
“Bahkan bahuku masih sakit gara-gara pukulanmu kemarin. Sudah lama apanya!?” gumam Phil
“Ah, kita selama 10 tahun terakhir, Apa kita tidak pernah sekalipun terlibat satu sama lain?” ucap Phil. Soo Jin binggung maksud ucapanya.
“Kudengar gara-gara aku berubah jadi begini, maka kau mengalami waktu yang sulit.” Jelas Phil
Soo Jin mengerti maksudnya,  dan mengakuinya. Phil bertanya kenapa memangnya. Soo Jin pikir gara-gara dirinya menjadi seperti ini Padahal Phil seharusnya menjadi atlet hebat Tapi hidupnya berantakan gara-gara perkelahian itu dan berkelahi dengan Oppa Gereja karena dirinya
“Lalu, kenapa kau tidak menjagaku dengan baik, sehingga hidupku tidak berantakan?” ucap Phil. Soo Jin pikir Benar juga.
“Seandainya begitu, aku mungkin bisa membantumu hidup lebih baik. Hei, apa kau tidak ingat? Saat kita masih SMA dulu, aku merobohkan cermin besar di sekolah. Dan saat itu, kau bertanggungjawab untukku. Kau bilang "Hei, kau pergilah. Kau akan baik-baik saja." Itu saat pertama kalinya kau tampak sangat keren.” Ungkap Soo Jin 

Phil heran Soo Jin yang membicarakan ini, Soo Jin pikir itu Lucu, Padahal sudah lama sekali. Phil memberitahu  Perkelahian itu maupun karir atletnya tidak saling berhubungan, karena saat itu sudah ingin berhenti. Ia merasa sungguh buruk dalam mengawali start, sehingga tak ada gunanya sekalipun larinya kencang.
“Oleh Sebab itu, kau tidak perlu merasa tak enak ataupun bersalah. Aku hanya tidak kompeten. Aku datang untuk mengatakannya.” Ucap Phil lalu melihat kipas angin yang patah dan bertanya apakah Soo Jin memiliki lakban.

Beberapa saat kemudian, Phil bisa memperbaiki kipas yang bisa berputar lagi, dengan memberitahu kalau tak bisa bergerak jadi membiarkanya. Soo Jin pun mengucapkan Terima kasih. Phil berpesan agar Soo Jin bisa memotret, karena sangat bagus dalam memotret.
“Kau dulunya lebih bagus dalam melukis, tapi aku... melukis ataupun memotret sebenarnya sama.” Ucap Phil memilih untuk segera pamit pergi. Soo Jin terlihat senang melihat kipasnya kembali menyala di musim panas.
“Saat itulah untuk pertama kalinya kau tampak sangat keren.” Gumam Phil tak pecaya mendengar komentar Soo Jin.
“Astaga... Tidak bisa kupercaya diriku sendiri kehilangan dia. Aku mencintai dia sejak lama.” Ucap Phil kesal.
“Kau bilang Cinta? Cinta itu hebat.” Kata seorang pria. Phil binggung siapa yang dimaksud.
“Di hadapan gadis yang kau kasihi, kelihatannya kau ingin menyembunyikan kehidupanmu yang seperti sampah.” Kata si pria. Phil benar-benar binggung siapa sebenarnya pria itu.
“Aku datang karena bos mengirimku. Hei, mestinya bilang saja kau ingin dijemput.” Kata si pria


Mereka pun kejar-kejaran sampai di sebuah tempat, Phil dengan nafas terengah-engah berpikir akan jalan dengan kedua kakinya. Pria itu menolak karena akan membawanya karena frustrasi sekali sekarang. Phil panik meminta agar mengatakan alasan mengejarnya. Si pria pikir nanti saja kalau Phil sudah sadar.  Saat itu Phil tak percaya seperti punya kekuatan dan refleks yang basgu.
“Astaga, daebak... Aku menemukan bakatku.” Ucap Phil. Mereka kembali berkelahi dan Suk Taek melihat dari belakang mobil langsung menelp polisi dengan wajah panik.
“Saya adalah saksi tidak bersalah. Ada seorang preman di lingkungan saya yang mengacau. Kami memerlukan petugas untuk segera datang.” Ucap Suk Tae. 


Phil berjalan dibuat binggung siapa bos yang dimaksud, karena sungguh tidak ingat. Lalu tiba-tiba merasakan sebuah panci yang terlempar, wIa sangat marah tapi tersadar kalau ini adalah tempat Goo Gil.
Di dalam Arena Bilyard Pilseung, Jung Ae membuang semua stick billiyard. Goo Gil pikir Jung Ae tidak bisa membuangnya. Jung Ae merasa Tidak ada gunanya bicara dengannya. Goo Gil meminta agar tidak bisa membuangnya, karena Semua itu peninggalan mendiang ayahnya.
“Kita tidak bisa menggunakan meja bilyard di toko kosmetik, tahu!” ucap Jung Ae
“Kenapa tidak? Kan bisa belanja kosmetik sekaligus main bilyard. Tidak masalah menjalankan dua bisnis di satu tempat.” Kata Goo Gil
“Siapa coba yang mau main bilyard saat belanja? Dasar Bodoh, berikan padaku!” kata Jung Ae
“Sudah kubilang berhenti menyebutku bodoh. Kenapa kau selalu menyebutku begitu?” ucap Goo Gil mendorong Jung Ae.
Dal Soo yang melihat mencoba membantunya dengan menanyakan keadaan Jung Ae. Jung Ae langsung menangis di pelukan Dal Soo dengan merengek kalau Goo Gil yang mendorong sampai jatuh. Goo Gil marah karena Jung Ae malah menangis di pelukan Dal Soo.
“Berhentilah lari ke pelukan Dal Soo di depan mataku!” teriak Goo Gil. Akhirnya ketiganya saling tarik menarik stick billyard.
“Hentikan, hentikan... Hei, Yang Goo Gil!” teriak Phil masuk ke dalam ruang billyard. Ketiganya melonggo melihat Phil yang datang.  
“Dasar idiot dan bodoh kalian semua! Aku tahu hidupku memang berantakan, tapi kenapa kalian semua seperti ini juga?” keluh Phil 
Flash Back
Oppa gereja akan memukul dengan kayu dan Goo Gil melindungi Jung Ae. Sementara Goo Gil hanya bisa menghindar. Saat itu Jung Ae merasa terpana melihat Goo Gil.
“Aku pasti sudah gila. Aku terperangah sesaat kala itu. Tapi, aku menyangka itu cinta.” Ungkap Jung Ae kesal. Goo Gil memohon agar Jung Ae tak mengatakan hal itu. 


“Bagaimana bisa banyak sekali yang berubah akibat satu insiden?” Gumam Phil binggung.
“Aku masih mencintaimu.”unggkap Goo Gil. Jung Ae yang kesal tak ingin mendengarnya.
“Kau itu idiot keras kepala... Hei, Bong Phil, kau benar. Dulu, aku dulunya menyukai Dal Soo Oppa.” Ucap Jung Ae.
“Lalu, kenapa kau tinggal bersama Goo Gil Hyung?” tanya Phil binggung
“Entahlah. Mungkin itu sebabnya mereka bilang kalau wanita mudah sekali berubah pikiran.” Kata Jung Ae. Dal Soo langsung menyanyikan lagu “Act Three dari Verdi Rigoletto.”
Goo Gil yang kesal mengumpat pada Dal Soo, dan Jung Ae juga mengumpat pada Goo Gil. Ia kembali bicara pada Phil yang  memang tahu banyak hal, kalau selalu menyukai pria yang pintar. Phil menjelaskansebuah buluh hanya akan goyah.Namun tidak berpindah dari tempatnya. Goo Gil membenarkan, Jung Ae yang kesal langsung menyuruh Goo Gil diam.
“Kalian menjalani kehidupan penuh kebodohan. Sedangkan aku menjalani hidup dengan hati terbakar. Segala sesuatunya kacau.” Ungkap Phil bingung. 


Phil berjalan di terowongan dan melihat ada selembaran dari polisi “Dicari akibat tindak kekerasan.” Dengan wajah dirinya dan Hadiah 10 juta won disediakan. Ia pun langsung melepaskan semua lebaran dengan wajah kesal.
“Apakah lingkunganku jadi beginigara-gara kesalahanku? Dal Soo Hyeong juga kacau, hati Jung Ae berubah, lalu Soo Jin juga hidup dengan rasa bersalah. Apakah semua ini gara-gara tindakanku? Padahal aku hanya bertarung sekali, Tapi Bukan ini yang kuharapkan. Soo Jin.. Harus bagaimana aku? Apa aku sungguh harus menjalani kehidupan ini? Apa aku bisa kembali ke manhole itu?” kata Phil benar-benar binggung.
“Tidak... Sekalipun aku kembali, hati Soo Jin... akankah dapat berubah?” kata Phil binggung.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09