Kamis, 22 Desember 2016

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 11 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS
Sae Wa duduk di tepi pantai menceritakan Beberapa waktu yang lalu, anak laki-laki mencintai putri duyung dan mendengar suaranya dan Dam Ryung bertanya apakah ia yang dimaksud anak itu. Joon Jae yang mengingat mimpinya berlari mengingat kalau pria itu  adalah anak yang mencintai putri duyung dan mendengar suaranya.
“Tapi dia tidak tahu satu hal penting. Bahwa putri duyung memiliki kemampuan khusus. Bahwa dia bisa menghapus dirinya dari ingatan manusia dengan ciuman.” Ucap Sae Wa memberikan ciumanya saat Dam Ryung yang masih remaja tenggelam
“Bahkan jika kau menghapus kenanganku berulang... Bahkan jika ia lahir di dunia yang berbeda, maka ia adalah seorang anak yang nasibnya untuk mencintai putri duyung lagi.”kata Dam Ryung.
Joon Jae terengah-engah berlari mencari Sim Chung, sampai akhirnya memegang kepalanya yang kesakitan karena merasakan ingatanya dengan Sim Chung sebelumnya.  

Saat itu Joon Jae bisa mendengar suara dalam hati Sim Chung “Aku juga berbeda. Jika dia tahu saya berbeda, kau mungkin akan membenciku, kan? Dia mungkin akan meninggalkanku, kan?” Joon Jae hanya menatap Sim Chung karena bisa mendengar suara hati Sim Chung.  “rahasiaku adalah bahwa aku berbeda darimu, Bahwa adalah putri duyung.”
“Jadi pada akhirnya, ia adalah anak yang akhirnya akan mendengar suara putri duyung lagi.”
Joon Jae terus berlari mencari Sim Chung, saat itu ingatan dengan Sim Chung saat dispanyol kembali teringat di pikiranya dan juga pernyataan “aku mencintaimu” yang selama ini didengarnya, setelah Sim Chung memberikan ciumanya. Joon Jae pun bisa mengartikan kalau anak itu adalah dirinya.
Joon Jae akhirnya pergi jalan yang cukup ramai dengan bertanya pada orang yang lalu lalang memperlihatkan foto Sim Chung, dan apakah melihat wanita itu. Semua pun mengelengkan kepala.  Wajahnya terihat frustasi lalu melihat ke arah langit dengan bentuk bulan sabit. Suara radio terdengar dari sebuah taksi yang terparkir.
“Hari ini adalah hari di mana Black Moon akan muncul. The Black Moon adalah bulan baru kedua dalam satu bulan kalender tunggal. Dikatakan bahwa bulan menghilang ke dalam kegelapan, dan itu adalah bagaimana terjebak dengan nama Black Moon. Di masa lalu, itu dianggap tanda menyenangkan.” 

Pengawal Dam Ryung menyampaikan berita bahwa  Yang Seung Gil mengirim pesan kepada pejabat Hanyang Jo Bong Hak, kalau telah mengirimkan suap, mengklaim bahwa kepala kota desa Heupgok disihir oleh putri duyung jahat dan meresahkan masyarakat, dan telah menjebaknya pembunuhan.
“Setelah itu, Jo Bong Hak telah mengajukan petisi tertulis kepada Raja. Apa yang harus kita lakukan?Selain itu, bawahan Yang dengan semua jenis jaring ikan setiap hari, panik mencoba untuk menangkap putri duyung.” ucap Pengawal Dam Ryung 

Dam Ryung pergi ke ruang tahanan, lalu masuk ke dalam tempat Tuan Yang, dan langsung mengeluarkan pedangnya dan menaruhnya tepat di leher Tuan Yang. Tuan Yang panik melihat pedang yang ada lehernya.
“Kau Mati saja Dan jangan pernah dilahirkan kembali.” Ucap Dam Ryung langsung mengayunkan pedangnya.
Dae Young menjerit ketakutan terbangun dari tidurnya, lalu kebinggungan karena mimpinya itu seperti sangat aneh. Akhirnya membuka jendela kamar melihat bulan sabit di langit. 

Ia seperti mengingat mimpinya selama ini, dengan pakaian zaman kerajaan, mengatakan kalau memang putri duyung memang nyata dengan hanya melihat berkeinginan untuk tetap memiliki lagi. Saat itu Sae Wa mendekati Dam Ryung dan menggulurkan tanganya diatas perahu. Lalu Dam Ryung yang menyuruhnya mati dan jangan pernah terlahir kembali.
“Heo Joon Jae... dan putri duyung.” Ucap Dae Young mengingat wajah Joon Jae dan Sim Chung yang mirip dengan mimpinya. 

Sim Chung pergi ke sebuah toko dengan barang belanjaanya yang pernah dibeli dengan Joon Jae dan meminta agar dikembalikan semuanya dengan bentuk uang. Pegawai melonggo binggung karena ingin dikembalikan semuanya, Sim Chung menganguk.
Joon Jae kembali ke rumah dengan wajah frustasi bertanya apakah Sim Chung sudah pulang. Nam Doo memberitahu kalau Tae Oh sedang melihat CCTV dari rumah dan lingkungan dan juga Sim Chung membawa semua belanjaan yang dibeli dari department store Gangnam, menurutnya itu  Sim Chung menjual semua tas mendapatkan tempat menginap. Jon Jae heran kenapa ia harus mencari tempat menginap padahal dan meninggalkan rumah sendiri.
“Apakah ini rumah Chung? Ini adalah rumahmu, kau akan selalu mengatakan itu adalah rumahmu” keluh Nam Do

“Di mana dia pergi? Apakah kau  melihat department store?” tanya Joon Jae melihat ke layar komputer
Taek O mengeluh pada Joon Jae yang beranggapan kalau mudah mencari disebuah Mall yang besar. Joon Jae tak peduli menyuruh Taek Oh mencari dengan cepat keberadaan Sim Chung sekarang dengan mengejeknyabukan seorang hacker.
Nam Do menyuruh untuk mencari dari lokasi ponselnya. Joon Jae mengatakan ponselnya dimatikan, Nam Do merasa punya perasaan yang buruk, apakah Sim Chung itu pergi untuk selamanya atau memang ada kesempatan saja. 


Sim Chung berjalan disebuah mall dan melihat ada permainan otang anting yang hanya berkeliling saja dan akhirnya duduk didalamnya dengan menatp ke arah atas. Chun Hyung dengan manager Mall sedang membicarakan tentang kontrak kerja yang sudah perpanjang, Manager merasa kalau tak pernah melihat Tuan Heo lagi.
Chin Hyun mengaku ayahnya itu sedang tidak terlalu baik, Manager pun memuji kalau Chin Hyun sebagai anak bisa dipercaya mengurus semuanya, Chin Hyun hanya tersenyum. Saat itu manager melihat Sim Chung duduk dibagian dalam mall karena tidak boleh naik itu. Chin Hyung melihat Sim Chung yang duduk, merasa lebih baik meninggalkan saja sudah waktunya untuk menutup mall. 

Joon Jae masuk ke dalam kamarnya, menatap ke arah langit-langit dan teringat saat Sim Chung selalu membuka pintu kamarnya dan menuruni tangga untuk menemuinya, walaupun sudah melarannya.
Akhirnya ia ke kamar Sim Chung melihat sebuah tempat yang berisi mutiara teringat kembali dengan perasan hati Sim Chung kalau rahasianya adalah ia seorang putri duyung.
“Jika kau mencari tahu siapa aku, maka akan terkejut, sakit, dan takut padaku. Kau akan meninggalkanku,  Jadi kau mencoba yang terbaik untuk tidak ketahuan.”
Ia berpeikir kalau dirinya seperti datang ke sebuah buku dongeng anak-anak, atau memang seorang putri duyung yang datang ke dunianya. 

Sim Chung berjalan di tempat dengan banyak lampu dibagian atasnya, seperti lorong, teringat kembali saat berkunjung ke rumah Tuan Cha untuk makan bersama. Tuan Cha melihat keduanya terlihat cocok dan bertanya  kapan berencana untuk menikah?
Joon Jae dengan yakin mengatakan akan segara menikah mungkin di  Dubai atau Eropa awal tahun depan. Lalu Joon Jae mengakui kalau dirinya itu berbohong dengan menipu orang lain dan mendapatkan uang dari kecurangan mereka dan itu adalah rahasinya dan bertanya apa rahasia yang dimiliki oleh Sim Chung.

Chin Hyun  tiba-tiba berjalan disampingnya, Sim Chung tetap memanggilnya keluarga Joon Jae. Chin Hyun pun meminta agar memanggil namanya saja, lalu bertanya apakah datang sendiri dan kemana Joon Jae. Sim Chung melihat Ada banyak hal yang cantik dan baik di tempat in dan Tidak ada sesuatu yang seperti ini ditempatnya tinggal selama ini. Chin Hyun bertanya dimana tempatnya karena dimanapun pasti akan ada suasana Natal.

Sim Chung mengatakan asa sebuah tempat yang memang tak ada kemeriahan seperti ini, Chi Hyun penasaran dimana rumahnya. Sim Chung memberitahu kalau tinggal dengan Heo Joon Jae. Chin Hyung berpikir mereka itu hidup bersama. Sim Chung menceritakan kalau ia tinggal dikamar atas dan Joon Jae ada dikamar bawah, Chin Hyun pun mengangguk mengerti.
“Heo Joon Jae adalah pemilik rumah.” Kata Sim Chung. Chi Hyun tahu pasti Simm Chung tidak membawa mobil, jadi menawarkan tumpangan. Sim Chung pikir Chi Hyun bisa mengantarnya ke suatu tempat bukan pulang ke rumah. 

Chi Hyun melihat tempatnya memastikan kalau memang ini tempat yang dituju, Sim Chung membenarkan karena melihat TV, ada banyak orang yang tidur di tempat ini ketika mereka keluar dari rumah. Chi Hyun pikir kalau tempat itu cukup aman.
Sebuah saunan khusus pria dan wanita dengan pintu yang berbeda. Sim Chung yang tak mengerti asal masuk ke bagian loker pria, dan terdengar jeritan pria yang malu. Akhirnya Sim Chung menutupnya kembali, dengan wajah tak bersalah. Chin Hyung memberitahu kalau tempatnya ada disisi kanan, Sim Chung mengerti dan kembali membuka pintu kamar ganti pria  dengan senyuman meminta maaf. Chin Hyun merasa tak yakin kalau didalam Sim Chun akan baik-baik saja. 

Sim Chung tak mengerti bagaimana caranya mengunakan kunci dan juga lokernya, saat itu seorang wanita lewat membuka lokernya. Sim Chung meniru dengan menaruh semua barang didalamnya, dan memasukan sejumlah uang yang disimpanya dalam saku pada tasnya. Beberapa pelajar melihat dari kejauhan seperti menargetkan Sim Chung untuk mengambil uangnya. 

Ketiganya duduk dimeja makan, Joon Jae mengeluh kalau memakan waktu yang lebih lama karena harus mencarinya, Tae O memberitahu kalau tak ada CCTV di ruangan VVIP. Nam Doo membahas tentang kejadian kemarin itu sangat menegangkan.
“Kalian tidak berbicara dan hanya berusaha untuk menatap satu sama lain. Wow,Ketika Chung sepert  itu, Aku merasa beberapa jenis karisma didekati.” Ungkap Nam Doo
“Hyung... Apakah apa tahu kisah Little Mermaid? Bukankah itu cerita  seperti putri duyung naik ke darat dan jatuh cinta dengan sang pangeran?” kata Joon Jae
“Ya, dan penyihir memberi kakinya, tapi setelah tengah malam, ternyata kembali ke ekor, dia tidak bisa memakai sepatu gelasnya, lalu  sang pangeran sedang mencari pemilik sepatu...” kata Nam Do, Tae O berkomentar kalau itu cerita Cinderella.
Joon Jae menyuruh Tae terus mencari saja jangan berkomentar, Nam Do mengeluh kalau menurutnya semua cerita anak-anak sama, kalau pangeran dan putri duyung jatuh cinta dan menikah, lalu tamat. Tae O memberitahu itu cerita versi Disney, kalau putri duyung meninggal dalam versi asli.
Joon Jae pun bertanya siapa yang mati, pangeran atau putri duyung yang mati, Nam Do ingat kalau putri duyung mati. Joon Jae protes kenapa Putri duyung yang mati seperti cerita yang tak baik. Nam Do juga heran kenapa para anak-anak membaca cerita itu dan mereka juga lebih anak membahas masalah itu dini hari. Joon Jae tak mau membahasnya menyuruh Tae O segera mencari Sim Chung kembali dari CCTV mall. 


Sim Chung masuk ke tempat sauna melihat ada beberapa pasangan duduk bersama dan ada yang membaca buku komik bersama, sampai melihat keluarga kecil yang terlihat bahagia dengan anak mereka yang tertidur. Semua berkumpul seperti keluarga dan ia hanya sendirian.
Akhirnya ia pergi ke sebuah ruangan dengan banyak orang  yang sudah berbaring, ketika ingin mengelar alas tidurnya, seorang ahjumma berteriak, kalau itu tempat miliknya dan menyuruh Sim Chung pergi. 

Sementara Joon Jae akhirnya mencari sendirian dengan meminum kopi, sementara Tae O yang kelelahan sudah tertidur. Sampai pagi pun Joon Jae tetap mencari dari CCTV mall, lalu teringat sesuatu dan bergegas keluar rumah.
Bibi tuna wisma sedang makan ubi rebus ditempat biasa duduk, Joon Jae pun mendekatinya. Bibi itu mengulurkan tangan karena mereka bertemu lagi. Joo Jae hanya menyentuh sedikit saja dan bertanya apakah Sim Chung datang menemuinya.
“Bagaimana cerita yang dibaca dengan penuh emosi?Aku pikir itu adalah Romeo dan Juliet, aku menangis. Shakespeare bukanlah maestro untuk apapun.” Ungkap si bibi, Joon Jae merasa si bibi ngelantur kembali bertanya apakah melihat Sim Chung.  Si Bibi menyuruh Joon Jae duduk sampingnya, Joon Jae pun menurut.

“Di dunia ini, ada banyak kisah cinta. Tapi dari semua kisah cinta mereka, jika kau mengambil retorika dan kata-kata tidak penting, maka hanya akan ada satu kalimat kiri. Apa yang kau pikirkan tentang itu?” kata Si Bibi, Joon Jae bertanya apa maksudnya.
"Jadilah baik padanya ketika dia bersamamu” Apa yang kau katakan adalah bahwa jika kau memperlakukan dia dengan baik ketika bersamamu, maka dia tidak akan meninggalkan mu dan kau tidak akan mencari dia seperti ini, Ini adalah kebenaran abadi.” Ucap Si Bibi, Joon Jae seperti tak ingin mendengarnya hanya meminta agar menghubunginya kalau memang melihat Chung.
“Dia seharusnya mendengarkaku. Jika tidak, akan menyesal kemudian hari, Dia akan kembali dan akan datang lagi.” Ucap Si Bibi lalu berteriak kalau ada setiap hari senin, rabu dan Jumat. 


Joon Jae masuk ke dalam mobil melihat kembali ponselnya dan belum ada tanda apapun tentang jejak Sim Chung Hal ini tidak mungkin untuk melacak lokasi. Pelajar yang sedari tadi melihat Sim Chung berhasil mengambil tasnya, lalu mengeluarkan uang dan langsung menyalakan ponselnya.
Saat itu Joon Jae menerima notification dengan keberadaan ponsel Sim Chung dengan cepat mengemudikan mobilnya. Si anak pelajar pun membagi-bagikan uang yang didapat dari tas Sim Chung. Joon Jae datang menyuruh mereka berhenti dan meminta agar memberikan ponsel ditangan merkea dan bertanya dimana menemukanya, pelajar itu mengaku kalau itu ponsel milknya. Joon Jae bisa memastikan dengan mencoba menelp Sim Chung dengan ponselnya dan memperlihatkan kalau itu milik kekasihkan dan bertanya keberadaan pacaranya sekarang.
Salah satu mengatakan tak tahu, akhirnya Joon Jae membiarkan uang itu diambil oleh mereka dan meminta agar memberitahukanya. Ketua Gang pun memberitahu nama sauna dan Akhirnya Joon Jae mengucapkan terimakasih dengan saling berjabat tangan, dengan triknya bisa membuat tas itu melayang kembali ke tanganya.
Semua terlihat kaget, Joon Jae memberitahu kalau ia itu penipun jadi kalau mereka bertingkah seperti itu akan menjadi seperti dirinya, dan jika pria yang bertanya dengan yang mereka lalukan maka  harus berbohong tentang segala sesuatu dan itu adalah sebuah Kebohongan, lalu beranjak pergi. Mereka semua terlihat sinis, tapi setelah Joon Jae pergi semua terkesima karena aura Bad Boy yang membuat hati berdebar. 

Sim Chung makan telur rebus yang dipecahkan dikepalanya, Chi Hyun duduk didepanya terlihat binggung dengan Sim Chung yang makan satu telur ke dalam mulutnya, lalu bertanya apakah Apakah tidur dengan nyenyak. Sim Chung mengatakan  tidak bisa tidur, jadi mungkin itu sebabnya saya tidak nafsu makan. Chi Hyun heran karena melihat Sim Chung sudah makan telur kedua.
“Aku mengkhawatirkanmu. Karena itu aku tak pergi berkerja dan datang ke tempa ini. Tapi sepertinya nafsu makanmu sudah kembali dan jangan lupa minum juga” ucap Chi Hyun.

Joon Jae masuk  ke dalam sauna melihat Sim Chung sedang duduk sambil makan telur, teringat kembali kata-kata Sim Chung “Kau orang yang baik.” Lalu pertemuan di akurium dengan Sim Chung yang mengaku tidak memiliki nama, dan menyakinkan kalau bukan orang aneh.
“Apakah kau mengenalku? Kau tidak punya sesuatu untuk dikatakan kepadaku, kan? Maka jangan mengikutiku” ucap Joon Jae dan sebelumnya menyuruh Sim Chung untuk segera pergi saja.
Sim Chung kaget melihat Joon Jae yang datang dan mendekatinya, Joon Jae langsung memeluk erat Sim Chung karena akhirnya berhasil menemukanya. Joon Jae langsung memarahinya bertanya siapa yang menyuruh  untuk meninggalkan rumah dan tinggal di tempat seperti ini dan memberitahu barepa lama mencoba untuk menemukannya.

“Bagaimana kau tahu tempat ini dan sampai ke sini?” tanya Joon Jae, Sim Chung memberitahu kalau Chi Hyun yang mengantarnya. Joon Jae pun melihat Chi Hyun ada didekatnya, bertanya kenapa saudara tirinya itu bersama Sim Chung.
“Jangan salah paham. Kami kebetulan bertemu di luar kemarin, dan dia mengatakan bahwa tidak ingin pulang.” Jelas Chi Hyun, Joon Jae tak percaya Sim Chung tak ingin pulang. Sim Chung hanya bisa tertunduk diam membenarkan.
Joon Jae hanya bisa menghela nafas lalu menyuruh Chi Hyun pergi saja dan  dan mengajak Sim Chung agar bisa bicara di tempat pribadi. 

Keduanya duduk di ruang makan yang kosong, Sim Chung memberitahu kalau ia sudah  mendapat pengembalian dana untuk semua barang-barang  yang beli terakhir kali karena tidak membutuhkan pakaian. Joon Jae pun memberikan uang  dan ponsel yang ditemukanya, Sim Chung bingung bagaiman Joon Jae bisa memilikinya.
“Aku memang orang jahat, tapi ada lebih banyak orang yang lebih buruk dariku di tempa ini,  Jadi harap berhati-hati.” Kata Joon Jae, lalu bertanya apakah  yang sudah dimakanya.
“Aku makan telur dan minum sari beras” kata Sim Chung, Joon Jae bertanya apakah ada yang ingin dimakanya lagi.  Sim Chung mengatakan Tidak. Tapi Joon Jae bisa mendengar suara hati Sim Chung menyebut semua makanan yang ingin dimakanya.
“Aku melihat kua tidak memiliki nafsu makan, Jadi aku pikir kau akan datang, jadi membuat iga bakar di rumah.” Ungkap Joon Jae sengaja mengodanya, Sim Chung terlihat membayangkan iga bakar.

Joon Jae terus mengoda kalau makanan itu pasti akan meleleh dimulutnya, tapi Sim Chung tetap menolaknya merasa kalau baik-baik saja tapi tetap saja membayangkan makan iga sapi yang sangat nikmat, Joon Jae bisa mendengarnya dengan memastikan kalau Sim Chung tak akan pulang. Sim Chung menolak dan Joon Joe ingin tahu alasanya.
“Karena adalah seorang penipu, kau seorang bajingan jahat yang  mengunakan trik pada setiap orang bahakn kau menipuku juga. Tapi, entah mengapa aku tidak kecewa tentangmu, bila kau adalah orang jahat? Mengapa aku tidak bisa meninggalkanmu, yang sudah menipuku” ucap Sim Chung dengan suara hatinya, Joon Jae pun bisa mendengarnya.
“Jika kau tidak ingin pulang, tinggalah di sini. Dan Sebaliknya, jangan pergi ke tempat lain dan tetap Tinggal di tempat ini. Kau tidak bisa pergi tanpa bahkan mengucapkan selamat tinggal.” Ucap Joon Jae, Sim Chung menganguk mengerti.


Joon Jae keluar berusaha untuk mendengar kembali suara hati Sim Chung, dengan kesal karena Sim Chung tak berkata "Jangan pergi, Heo Joon Jae." Malah bersiap dingin. Saat menuruni tangga melihat Chi Hyun seperti menunggunya lalu berusaha mengabaikanya, Chi Hyun memberitahu kalau ayah sakit hari ini. Joon Jae seperti tak peduli tapi akhirnya kemali bertanya dibagian mana sakitnya.
“Dokter mengatakan itu katarak, bahkan Penglihatannya telah menurun cukup banyak.” Kata Chi Hyun
“Aku mengatakan padamu  untuk bekerja keras memenuhi kewajiban sebagai anak dengan Mengawalnya ke rumah sakit dengan baik.” Kata Joon Jae akan beranjak pergi
“Dia adalah seorang ayahmu yang kau memiliki dari awal, tapi dia adalah ayah pertama yang pernah aku miliki. Aku baik-baik saja ketika kau mengatakan aku sebagai putra palsu bertindak sebagai yang asli. Aku sangat bersyukur bahwa ia menjadi ayahku. Jadi Skuselalu ingin menjadi mendukung dan ingin melindunginya.” Ungkap Chi Hyun.
“Aku mengerti, Bersyukurlah dan terus menjadi menguntungkan untuknya, dan pastikan untuk melindunginya. Agar ayahku untuk menjadi milikmu, ada banyak hal yang ia gagal untuk melindungi dan akhirnya kalah.” Tegas Joon Jae dan beranjak pergi. 


Detektif Ho menerima berkas dari seorang wanita, dengan informasi kalau alamatnya Pada tahun 1988, Sujeong-dong # 423 dan memastikan kalau mereka  ingin  mengetahui pendaftaran penduduk keluarga yang pindah, detektif Ho membenarkan lalu kembali melihat berkas yang didapatkanya
“Pada April 15, 1988, Ma Dae Young pindah, lalua Ada warga lain yang pindah di hari yang sama.” Kata Detektif Ho, Detektif Lain melihat nama  Kang Ji Yeon dan berpikir kalau Dae Young menikah.
“Tidak... catatan Ma Dae Young sebelumnya sangat rumit, tapi hubungan keluarganya yang sederhana. Dia adalah seorang yatim piatu dan belum pernah menikah.” Ucap Detektif Ho
“Kang Ji Yeon. Siapa itu? Bahkan tidak nama yang muncul dalam penyelidikan pertama.ketika Aku  meminta orang-orang konstruksi ia terakhir bekerja, merkea mengatakan ia tidak memiliki seorang wanita.” Ucap Si Detektif, Detektif Ho pun memikirkan nama Kang Ji Yeon berulang-ulang, akhirnya meminta agar tentang pendaftaran keluarga dari Kang Ji Yeon. 

Seorang nenek bercerita  Nyonya Kang Ji Yeo menikah dua kali dan Kedua suaminya meninggal. Ia melihat wanita itu sangat cantik, jadi itu alasan pria akan menikahinya bahkan sudah memiliki anak.
“Apa Dia membawa anak dengan ketika menikah?” tanya Detektif Ho, Nenek itu membenarkan.
“Tapi, suami tiba-tiba meninggal Setahun setelah pernikahan mereka. Seorang suami yang baik-baik saja di awal tapi entah bagaimana kehilangan penglihatannya  Dia mungkin pergi ke luar dengan mata yang tidak bisa melihat dengan dan meninggal karena kecelakaan mobil.” Cerita si nenek. 

Seorang kakek mengenal Kang Ji Yeon adalah  seorang agen asuransi, setelah pernikahan mereka, penglihatan suaminya mulai memburuk dan yang ia dengar pria meninggal karena beberapa komplikasi. Detektif Ho seperti merasakan sebuah kejanggalan. 

Seo Hee memasang antingnya, lalu bertanya keadaan suaminya, Tuan Heo merasa harus mengunjungi Dokter Kim lagi karena obatnya, tidak berkerja dengan baik. Seo Hee pun dengan penuh perhatian duduk disamping suaminya memberitahu akan menelepon Dokter Kim.
“Pertama, Kau harus rajin minum obat. Dia mengatakan beristirahat di rumah setelah itu akan menjadi yang terbaik. Jadi kau hanya butuh beristirahat.” Ungkap Seo Hee menyakinkan, Tuan Heo pun mengerti. Seo Hee pun melirikan mata liciknya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar