Rabu, 14 Desember 2016

Sinopsis First Kiss for the Seventh Time Episode 3

[Episode 3 - Park Hae Jin "Bos Yang Berbahaya"]
Soo Jin melonggo kaget melihat Park Hae Jin di depannya, Hae Jin mengambil ponsel Soo Jin dengan lirikan sinis bertanya apa yang sedang dilakukanya.
“Kau tidak boleh menggunakan ponselselagi bekerja. Apa Kau lupa itu?”ucap Hae Jin, Soo Jin tertunduk mengerti.
“Tapi mengapa kau, Park Hae Jin, yang mengatakan begitu...?” kata Soo Jin binggung
“Hanya  Tinggal 10 menit sampai kau selesai bekerja, Kau harus temui aku setelah selesai bekerja.” Kata Hae Jin mengambil ponsel dan pergi. 

Soo Jin berteriak kalau Park Hae Jin baru saja mengambil ponselnya, temanya menahan Soo Jin sebelum mengejarnya agar tak berteriak pada Manager Mall. Soo Jin kaget mengetahui Hae Jin sebagai Manager. Temaannyam mengeluh melihat Hae Jin seperti berpura-pura tidak tahu.
“ Kau 'kan juga memvoting dia! Lihatlah dirimu, berusaha menggodanya!” kata Temanya mengejek
“Apa Aktor Park Hae Jin, adalah bos kita?”kata Soo Jin masih tak percaya.
“Siapa bilang dia aktor? Apa kau mengambil kelas akting?” ejek temanya lalu membahas cara Hae Jin menatap para karyawannya.
Soo Jin dkk melihat dari kejauhan, Hae Jin menolong seorang anak yang terjatuh. Dengan senyuman menanyakan keadaanya, Seorang ibu datang membawa anaknya pergi, mengucapkan terimakasih. Soo Jin benar-benar tak mengerti dengan yang terjadi padanya, berpikir dirinya itu sedang bermimpi sekarang. 

Hae Jin sibuk  dengan berkas di ruangan kerjanya, terdengar suara pesan masuk ke dalam ponsel Soo Jin. Soo Jin pun akhirnya masuk ruangan, ingin berbicara tapi Hae Jin mengangkat tanganya agar memintanya untuk diam. Akhirnya Soo Jin pun menatap dalam Hae Jin dengan wajah dan tanganya yang terlihat kekar melihat berkas diatas meja.
“ Apa Park Hae Jin adalah bos kami...? Apa aku sedang bermimpi Atau aku sudah tidak waras?” ucap Soo Jin menatap Hae Jin sampai memiringkan kepalanya.
Hae Jin akhirnya selesai melihat berkas lalu memberikan ponselnya, Soo Jin meminta maaf berjanji akan berhati-hati dari sekarang. Sebelum pergi, Hae Jin bertanya apakah Soo Jin ada acara malam ini. Soo Jin menjawab tidak ada.
“Apa kau tidak punya rencana apapun? Seperti bersama dengan pacarmu?” tanya Hae Jin, Soo Jin mengatakan tidak
“Kau tidak apa maksudnya. ? Apa Kau tidak punya acara atau kau tidak punya pacar?” ucap Hae Jin. Soo Jin menjawab kalau  "Tidak" untuk keduanya.
“Jadi bisakan kau lembur malam ini?” kata Hae Jin, Soo Jin  binggung lalu berusaha menolak dengan mengatakan kalau hari ini, tapi hanya dengan lirikan Hae Jin mengubah jawabanya kalau ia bisa melakukanya.
“Lalu.. bagaimana kalau kita makan malam dulu?” ajak Hae Jin, Soo Jin pun menyetujuinya. 

Soo Jin membuka kotak makan dengan beberapa lauk dan sayuran lengkap didepanya, Hae Jin pun makan didepan Soo Jin dan mulai makan dengan membuka tab ditangan kananya. Soo Jin melihat Hae Jin bergumam dalam hati kalau atasanya itu tidak pernah berhenti bekerja, bahkan untuk makan.
“Jika ada sesuatu yang bisa kubantu, maka aku bisa mengerjakannya sambil makan.” Ucap Soo Jin menawarkan diri.
“Kalau begitu, bisa tolong nyalakan musik?” kata Hae Jin, Soo Jin binggung. Hae Jin menyindir apakah di ponsel Soo Jin tak ada musik atau memang tidak suka musik.
Soo Jin mengangguk kalau menyimpanya dan mencari-cari di ponselnya, tapi yang terjadi malah memutar lagu yang memekakakan telinga dan buru-buru mematikanya. Hae Jin diam-diam tersenyum mendengarnya dan kembali makan.
Dengan alunan musik klasik, Soo Jin terus menatap Hae Jin yang makan didepanya. Hae Jin menutup kotak makannya bertanya apakah sudah selesai, Soo Jin mengangguk. Hae Jin pun mengajak Soo Jin untuk segera pergi sekarang. Soo Jin binggung Hae Jin yang mengajaknya pergi.

Hae Jin bertanya apakah Soo Jin tak ingin pulang, Soo Jin terdiam dengan wajah binggung. Hae Jin keluar lebih dulu dan akan mengantarnya pulang. Soo Jin mengingat pesan ibunya kalau  untuk selalu membersihkan bekas makanannya sendiri dan menumpukknya dibawah meja.
Saat itu ia melihat sesuatu diatas meja Hae Jin dalam sebuah map, Soo Jin penasaran melihat isi dari map adalah foto potongan bagian dirinya, mulai dari tangan, kaki, badan ada akhirnya wajahnya.Soo Jin kaget melihat foto-foto yang disimpan oleh Hae Jin.
Flash Back
Soo Jin membuka lokernya, melihat sebuah surat yang jatuh. Ia membuka dan melihat foto bagian tubuhnya saja dengan ketakutan menaruh surat diatas lokernya. 


Soo Jin ketakutan buru-buru mengembalikan foto diatas meja dan keluar dari tangga darurat. Terlihat di lantai atas seorang seperti mengikutinya dan ponselnya tiba-tiba berdering, Soo Jin pun berlari ketakutan menuruni tangga karena tak ingin di kejar oleh pria yang mengikutinya.
Ia sampai di depan lift mencoba untuk masuk dengan melihat lift baru menuruni lantai 9. Ketika pintu lift terbuka, seorang pria keluar dengan kamera dilehernya mengaku meminta maaf, karena melihat Soo Jin yang mempunyai aura yang bagus.
“Apa tidak keberatan kalau aku memfotomu sebentar? Apa Kau sudah dapat foto yang kukirim sebelumnya? Bergaya natural saja dan senyumlah.” Ucap Si pria dan terus mendekat dengan membuka bagian celananya. Soo Jin menjerit ketakutan dengan menutupi wajahnya.
Saat itu Hae Jin datang langsung memiting kepala si pria cabul, Soo Jin tak percaya ternyata Hae Jin menyelamatkanya. Hae Jin pun memarahi Soo Jin yang sebelumnya untuk mengantarnya pulang. Si pria mengaku kalau melakuanya karena cinta. 

Si pria akhirnya dibawa oleh dua orang polisi, tapi ia tetap mengaku kalau mereka saling jatuh cinta dan meminta agar Soo Jin menunggu dan tak boleh selingkuh. Soo Jin dan Hae Jin duduk dibangku taman mall melihat si pria yang dibawa pergi oleh polisi.
“Dia meninggalkan foto-foto itu di meja informasi pagi ini. Dan... Aku khawatir. Aku ingin membuatmu tidak jauh-jauh dariku.” Kata Hae Jin, Soo Jin mengerti lalu mengucapkan terimakasih.
“Katamu, kau tidak punya pacar, kan? Aku ingin untuk mengantarmu pulang mulai sekarang. Bagaimana menurutmu?” ucap Hae Jin, Soo Jin kembali melonggo binggung.
“Jika semua orang memvote-ku pada polling popularitas,artinya kau memilihku, juga.Jadi, kurasa bukan aku saja yang memiliki perasaan suka itu. Berkencanlah denganku.” Kata Hae Jin, Soo Jin kaget dengan pernyataan Hae Jin yang mengajaknya berkencan.
Hae Jin melihat reaksi Soo Jin berpikir kalau artinya tak mau berkencan, Soo Jin mengelengkan kepala bukan seperti itu maksudnya. Hae Jin tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ingin mencium Soo Jin dan Soo Jin pun siap memejamkan matanya. 

Jam mulai berdetak, hari berubah tanggal 20. Soo Jin membuka matanya seperti baru saja bermimpi melihat sebuah keluar dengan anak yang memegang balon berjalan didepanya. Ia melihat kartunya dengan gambar wajah Park Hae Jin, lalu dibaliknya tertulis. "Jangan Ciuman."
“Jadi jika kita ciuman, maka segalanya akan kembali seperti semula?” gumam Soo Jin dengan wajah sedih melihat wajah Hae Jin.
“Apakah ada kabar tentang pergantian bos baru atau apapun itu?” tanya Soo Jin.
“Yah..  Sebenarnya, ada! Kau akan dipromosikan menjadi manajer toko.” Kata Temanya mengejek, Soo Jin sempat kaget mendengarnya. Temanya pun menyuruh Soo Jin melakukan perkerjaan dengan baik saja.
Manager dengan kepala botak pun datang memberikan sebuah amplop pada Soo Jin, Soo Jin binggung melihat sebuah foto tanpa ada alamat pengirimnya.

Seorang pria berlari masuk ke dalam pakiran mobil, beberapa orang mengejarnya dengan wajah tertutup. Si pria bersembunyi dengan menutupi wajahnya, ketika mengangkatnya terlihat wajah Ji Chang Wook yang menatap tajam. 
bersambung ke episode 4

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar