Senin, 14 Agustus 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 4 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Jin Kyu mengepel lantai merasakan punggungnya kesakitan dan berpikir kalau ada retak. Kang Soo mulai mengejek, Jin Kyu menegaskan bukan hanya punggung tapi gula darahnya juga rendah. Kang Soo pun bertanya dengan Dan Ah kapan pulang dari RS.
“Seharusnya dia sudah pulang besok tapi aku memohon pada dokter untuk membiarkannya dirawat sampai hari Minggu.” Kata Jin Kyu
“Bagaimana dengan pengantaran?” tanya  Kang Soo, Jin Kyu mengaku kalau akan mengurusnya.
“Ini mungkin sulit, tapi begitulah jalan seorang pria.” Kata Jin Kyu bangga.
“Kenapa kau terus memaksa dirimu? Memangnya kau berutang apa padanya?” kata Kang Soo heran.
“Hanya sesuatu yang mungkin tidak kuberikan padanya walau aku terus mencoba.” Ucap Jin Kyu lalu tiba-tiba merasakan sakit berpikir di bagian bawah akan retak.
“Biar aku yang cuci piring, jadi pulanglah. Aku tidak ingin mendengar rengekanmu.” Kata Kang Soo. Jin Kyu merasa tak percaya mendengarnya, tapi memang ingin berbaring.
“Jadi cepatlah pergi, sebelum aku berubah pikiran!” tegas Kang Soo dan Jin Kyu pun pamit pergi walaupun merasa tak merasa enak.
“Baiklah, aku berutang budi padamu hari ini. Besok, aku akan bekerja keras dua kali lipat.” Kata Jin Kyu Kang Soo pun berpesan agar Hati-hati saat pergi.

Dan Ah memukul Jin Kyu yang malah datang ke rumah sakit bukan berkerja dan tak punya rasa tanggung jawab sama sekali. Jin Kyu menegaskan bukan seperti itu tapi emang Kang Soo yang menyuruhnya pergi. Dan Ah pikir Jin Kyu harus lebih dewasa karena Orang lain hidup dengan bekerja seperti itu.
“Tetap saja, aku hebat melakukan ini. Apa Kau tidak bisa mengakuinya?” kata Jin Kyu kesal
“Kau baik-baik saja, anak kecil. Pergilah dan tidur.” Kata Dan Ah kesal. Jin Kyu mengaduh kesakitan dan langsung membungkuk memegang kakinya yang sakit
“Kenapa? Apa Kau sedih?” ejek Dan Ah. Jin Kyu mengaku tidak sedih.
“Kau akan memukulku lagi jika aku mengatakannya ini sakit sekali.” Kata Jin Kyu lelu mengikuti Dan Ah ke depan tempat tidur menanyaka keadaanya.
“Seperti yang kau lihat, aku sudah siap pulang.” Kata Dan Ah yang sudah tak mengunakan infusnya lagi.
“Dokter menyuruhmu di sini sampai hari Minggu. Dengarkan apa kata dokter.” Pesan Jin Kyu
“Aku tahu tubuhku lebih baik.” Kata Dan Ah.Jin Kyu menyuruh Dan Ah agar istirahatlah.
“Sekarang setelah aku mencobanya, mengantar makanan membuatku tidak terbiasa. Aku menyadari banyak hal.” Kata Jin Kyu 
Dan Ah yakin Jin Kyu akan jadi manusia nanti dan menyuruh tidur saja. Jin Kyu berjanji akan bekerja keras dan kembali besok. Dan Ah pun mengucapkan terima kasih atas segalanya, Di saat hari sibuk karena hujan. Jin Kyu tiba-tiba merasa terharu mendengar ini dan menyuruh Dan Ah segera tidur karena akan pergi.
“Sebentar. Aku akan mengantarmu sampai ke lobi.” Kata Dan Ah yang merasa Jin Kyu sudah membantunya.
“Kenapa denganmu? Apa Kau ingin membuatku menangis?” ucap Ji Kyu merasa terharu.  Dan Ah mendorong Jin Kyu agar segera pergi. 


Ketika membuka pintu dikagetkan dengan Goo Gil yang terjatuh dilantai, Dan Ah heran melihat Goo Gil ada dirumah sakit dan bertanya sedang apa.. Goo Gil binggung menjelaskanya. Dan Ah melihat nama di papan diganti Walinya menjadi “Baek Goo Gil”
“Aku hanya berusaha memperbaiki keadaan. Sekarang aku adalah walimu, Dan Ah, Orang ini tidak pantas menjadi walimu. Aku tahu membaca wajah seseorang. Dia sama sekali tidak akan membantumu. Matanya kelihatan licik dan penampilannya... Harusnya kau jangan usahakan dirimu.” Kata Goo Gil menjauh sebelum Dan Ah memukulnya.
“Kalau begitu, pergilah sekarang.” Kata Dan Ah. Goo Gil pun akan segera pergi. Dan harap semoga cepat sembuh.
“Kuingatkan kau. Kau tidak punya hak. Aku tidak akan...”kata Goo Gil menatap sinis pada Jin Kyu. Dan Ah menyuruh Goo Gil segera pergi dengan memukulnya.
“Kau populer juga rupanya.” Ejek Jin Kyu sambil tertawa melihat Goo Gil yang ketakutan.
“Apa Mau mati? Kau juga Pergi. Aku tidak mau mengantarmu.” Kata Dan Ah. Jin Kyu sekarang yang binggung tapi akhirnya segera pergi sebelum di pukul oleh Dan Ah.
“Ah, kemarahanku datang lagi... Dasar gila.” Kata Dan Ah kesal melihat dua pria yang ada didekatnya. 


Kang Soo masuk kamar melihat Ji Yoon yang sudah ada dikamarnya, Jin Yoon tahu pasti Kang Soo kaget. Kang Soo bertanya kapan Ji Yoon datang ke kamarnya, Jin  Yoon mengaku Lima menit yang lalu. Kang Soo pun bertanya kenapa Ji Yoon datang menemuinya.
“Ahjussi, apa yang terjadi denganmu? Aku memberimu nomorku dan kau tidak meneleponku. Apa Itu tidak membuatmu penasaran?” kata Jin Yoon kesal. Kang Soo mengaku kalau terlalu sibuk.
“Kau pikir hanya kau saja yang sibuk. Keluh Ji Yoon kesal. Kang Soo pun bertanya apakah semuanya berjalan lancar dan sudah pindah. Ji Yoon mengaku aku menang dan ingin pindah ke kamar asrama.
“Kau bilang Kamar asrama? Apa Kau bisa tinggal di situ?” ucap Kang Soo merasa sangsi. Ji Yoon pikir itu pernah tinggal di kamar sempat sebelumnya, Kang Soo pun menyuruh Ji Yoon agar mencoba menyarinya.
“Rasanya sangat kosong setelah aku pergi, kan?” kata Ji Yoo geer. Kang Soo mengaku tidak juga.
“Wajahmu mengatakan sebaliknya.” Ejek Ji Yoon. Kang Soo pikir Ji Yoon  Jangan menyimpulkan begitu.
“Itu membuatku nyaman karena tidak ada gangguan.” Kata Kang Soo. Ji Yoon seperti sudah bisa melihat kalau itu  hanya bohong.
“Katakan padaku yang sebenarnya. Kau merindukanku, 'kan?” ucap Ji Yoon percaya diri. Kang Soo pun menyurh Ji Yoon memikirkan sesukanya saja.
“Kau tidak menyangkalnya. Ahjussi....” Kata Ji Yoon tiba-tiba mendekat dan sudah siap mencium Kang Soo, Saat itu sebuah kamera siap mengambil video.
Kang Soo melihat Ji Yoon yang mendekat dan langsung mendorong dahinya tapi Ji Yoon tetap ingin menciumnya dan akhirnya mengumpat kesal. Kang Soo pikir Ji Yoon mau dapat masalah. Ji Yoon heran kalau ini dianggap sebagai masalah. Kang Soo pun bertanya apa yang dilakukan oleh anak kecil seperti Ji Yoon.
“Kau bilang Anak kecil? Aku hanya dua tahun lebih muda darimu.” Kata Ji Yoon tak terima
“Maaf, tapi di mataku kau hanyalah seorang anak sekolahan.” Tegas Kang Soo. Ji Yoon yang kesal memilih segera pergi dengan membawa ponselnya. 



Ji Yoon pergi dengan hujan yang cukup deras, Kang Soo datang membawakan payung. Ji Yoon dengan kesal bertanya apa yang dilakukanya dengan bertanya apakah konsepnya sebagai pria jahat atau  Memanaskan situasi.
“Aku tidak tahu semua itu. Jangan kena hujan.  Nanti kau sakit.” Ucap Kang Soo memberikan payung ke tangan Ji Yoon.
“Sampai akhir pun, kau tetap memperlakukanku seperti anak kecil.” Ucap Ji Yoon.
“Aku akan marah kalau kau sakit” ucap Kang Soo lalu bergegas pergi. Ji Yoon heran dengan sikap Kang Soo.
“Aku bahkan tidak bisa marah padanya. Dia memang playboy. Dia mungkin berkencan dengan banyak gadis.” Keluh Ji Yoon.

Kang Soo berjalan pulang melihat papan restoran [Seolleongtang]  menyala dan melihat nenek Jung sedang membereskan bahan lalu bertanya kapan datang. Nenek Jung melihat Kang Soo yang basah kuyup menyurh agar segera mengeringkan dengan handuk.
“Besok aku akan buka kembali. Tagihan rumah sakit makin bertambah, jadi aku harus berusaha mencari uang.” Ucap Nenek Jung
“Lalu, Hyun Soo... Apa ibunya di rumah sakit saja?” tanya Kang Soo
“Kami memindahkan Hyun Soo ke rumah sakit wilayah ini bersama ibunya.” Kurasa aku tidak akan nyaman. Aku takut mungkin Hyun Soo akan seperti itu untuk sementara waktu.” Ucap Nenek Jung.
“Sajang-nim! Jangan khawatir. Sampai akhir, dia tidak akan pergi. Hyun Soo bukan anak yang tidak taat. Kita hanya perlu menunggu sedikit lebih lama. Hanya sedikit lagi.” Kata Kang Soo menyakinkan lalu menerima telp dari seseorang.
“Aku menelepon karena melihat spanduknya.” Ucap Si pria yang menelp Kang Soo. 


Kang Soo menemui seseorang yang menelpnya, Pria itu mengaku sedang dalam perjalanan pulang pagi itu dan melewati sekelompok mobil mahal  di sisi lain jalan raya, Lalu melihat spanduk itu dan mengingatnya, jadi menelepon.
“Kurasa aku bisa memberimu blackbox di mobilku.” Ucap Si pria. Kang Soo mengucapkan terimakasih banyak
“Tapi mungkin ada masalah. Aku melihatnya, namun ada yang sengaja menghapusnya. Walaupun begitu Tetap saja... Kurasa kau bisa membawanya pada ahlinya dan mengembalikan data itu. Apa Kau mau mencobanya?” kata si pria. Kang Soo pun akan menerimanya.

Kang Soo pergi menemui Goo Gil bertanya apakah tahu tempat yang cocok untuk memperbaiki SD Card. Goo Gil mengaku  sudah tinggal di sini selama sepuluh tahun jadi akan mengurusnya. Kang Soo meminta agar bisa mengurusnya dan yakin kalau memang berhasil.
“Aku akan terlalu malas untuk terlibat.” Ucap Byung Soo.
“Ada orang yang lebih baik dari yang kau kira. Itulah yang membuat dunia berputar.” Ucap Kang Soo
“Aku belajar sesuatu darimu lagi. Hyung memang yang terbaik. Aku menghargaimu.” Kata Byung Soo, Ho Young dan Young Tae juga memberikan tanda cintanya
“Apa Tidak ada pujian yang bagus untukku?” keluh Goo Gil
“Malam ini, ayo pergi ke Namyangju lagi. Memang, kita harus pergi.” Ucap Kang Soo. Goo Gil mengangguk setuju. 

Mereka menyebarkan selembaran untuk mencari saksi, Kang Soo dan Jin Kyu di dapur seperti sudah saling dekat bisa bercanda di dapur dengan saling menyiram air. Esok paginya semua berusaha untuk kembali menyebarkan selembaran.
Kang Soo dan Jin Kyu berpapasan saat mengantar pesanan saling high five, anak buah Goo Gil hampir semuanya mengantuk karena sepanjang malah berkerja. Kang Soo dan Jin Kyu mencuci piring bersama, terlihat semakin akrab dan saling membantu. 


Ji Yoon menerima telp dari ayahnya, memberitahu kalau sudah menemukan tempat yang bagus dan murah, kalau tinggal di rumah kosan, tapi ada kamar mandinya dan kantinnya juga. Ia juga sudah beli penanak nasi jadi Ayahnya tinggal bawakan lauk pauknya.
“Oh, sempurna sekali! Ayah harus datang.” Kata Ji Yoon penuh semangat lalu menutup telpnya.
Ji Yoon masuk kamarnya dan baru sadar kalau ukuran sangat kecil bahkan barang-barangnya masih ada dalam kotak, lalu menyakinkan kalau kamarnya besar maka akan sepi. Ia berbaring di tempat tidurnya kalau kamarnya  ini sangat nyaman.
“Oh, aku bisa mendengar semuanya dengan baik... Tidak apa. Yang penting 'kan aku nyaman.” Ucap Ji Yoon bisa mendengar suara kentut sampai flush, lalu berteriak dari kamar sebelah. Ia dengan nyaman mengeluarkan penutup telinga agar tak mendengarnya.  Tapi tiba-tiba ada sebuah kecoak yang berjalan di dinding, ia pun langsung menjerit ketakutan dan keluar dari kamar.

Kang Soo baru saja pulang berpikir harus tidur 30 menit, tapi saat masu kamar melihat Ji Yoon yang tertidur pulas dikamarnya. Dengan kakinya mencoba membangunkan Ji Yoon, dengan mata sedikit tertutup melihat Kang Soo yang sudah pulang.
“Kenapa kau di sini? Kupikir kau sudah punya tempat tinggal sendiri.” Kata Kang Soo
“Memang, tapi aku tidak bisa tinggal di situ. Aku akan tidur di sini.” Kata Ji Yoon kembali tertidur. Kang Soo hanya bisa menghela nafas panjang mendengarnya. 

Ji Yoon terpaksa bangun karena di tarik turun dari kamar, Kang Soo menyuruh Ji Yoon untuk Keluar sekarang. Saat itu Jin Kyu baru datang melihat keduanya baru menuruni tangga dan meminta maaf karena datang terlalu cepat. Kang Soo mengelaknya.
“Ya, perilakumu itu mengerikan. Apa Kau tidak tahu daerah ini untuk pasangan?” ucap Ji Yoon kesal pada Jin Kyu dan mengoda Kang Soo seperti  binatang lucu. Kang Soo hanya bisa melonggo binggung.
“Aku tidak bisa tidur karenamu.” Goda Jin Yoon. Kang Soo pikir Ji Yoon hanya ngelantur.
“Omo, lihat betapa malunya dirimu. Lucunya.” Ejek Jin Kyu. Ji Yoon malah makin menjadi-jadi dengan akan bertemu lagi nanti malam.
“Maaf, tapi hari ini hari terakhirku kerja di sini.” Kata Jin Kyu seperti tak peduli.
“Sudah kuduga kau akan dipecat. Kerja dengan benar.” Ejek Ji Yoon lalu berjalan pergi. 

Jin Kyu mengeluh Ji Yoon yang memang menyebalkan dan membuat kepalanya juga sakit. Kang Soo binggung kenapa Jin Kyu jadi sakit kepala. Jin Kyu hanya merasa seperti punya nasib yang menyedihkan. Kang Soo heran dengan ucapan Jin Kyu seperti ikut ngelantur dan menyuruh agar membawa bawang. Jin Kyu pun dengan senang hati mengajak mereka untuk kembali menangis. 

Manager menjadi kasir dan Ji Yoon membersihkan meja sambil ngedumel, kalau Sudah sangat buruk melihatnya tiap akhir pekan dan tadi pagi harus bertemunya lagi.
“Kuharap seseorang yang namanya Oh Jin Kyu bisa cepat pergi.” Kata Ji Yoon dan saat akan membawa nampan tak sengaja menabrak pelanggan, dan membuat minuman jatuh. Ji Yoon meminta maaf dan akan mengantinya, Manager hanya melihatnya sambil mengelengkan kepala.

Kang Soo meneriman telp kalau file blackbox sudah dipulihkan.  Dengan Goo Gill melihat kembali video yang sudah dihapus dan meminta agar diputas kembali. Tiba-tiba ia meminta agar menghentikan video, Goo Gil bertanya apakah melihat sesuatu.
Kang Soo ingat saat itu melihat Jin Kyu yang terlihat bahagia seperti membagikan uang karena sudah menang. Ia bisa menebak kalau dalam mobil itu adalah Oh Jin Kyu.

Akhirnya Kang Soo dan Goo Gil pergi ke bengkel dan melihat plat nomor yang sama. Goo Gil mulai mengumpat ternyata melihat mobil yang membuat jalan ditutup.  Kang Soo meminta agar Goo Gil menyerahkan urusan padanya. Jin Kyu sudah selesai bekerja di dapur dan Kang Soo duduk di di meja.
“Akhirnya ini hari terakhirku. Dan inilah cuci piring terakhirku.  Ini Boleh aku minum?” kata Jin Kyu melihat kaleng soda. Kang Soo mengangguk seperti memang sengaja memberikan minuman.
“Kapan-kapan kita minum.” Ucap Jin Kyu. Kang Soo menganguk setuju dengan wajah tegang dan memuji kalau sudah bekerja keras.
“Tidak... Bukan bekerja keras, tapi ini menyenangkan. Tubuhku amat lelah. Tapi, aku merasa sangat bagus terhadap ini.” Kata Jin Kyu
“Kau pasti merasa ingin ngebut-ngebutan. Kau pasti ingin balapan. Kau punya banyak mobil yang cepat.” Ucap Kang Soo
“Kau tahu juga rupanya. Aku ingin memanggil semua teman-temanku. Kami berlomba.” Cerita Jin Kyu dengan penuh semangat, Kang Soo bertanya dimana Ji Kyu biasa balapan.
“Di mana lagi? Ya di jalan raya.” Ucap Jin Kyu. Kang Soo bertanya apakah yang dimaksud Jalanan umum
“Ya, tapi kau harus menutup jalannya sebentar. Kau harus mengosongkannya agar bisa balapan dengan lancar.” Kata Jin Kyu. Kang Soo bertanya apakah Jin Kyu bisa melakukan itu.
“Itu, cuma sebentar saja. Sejujurnya, kami punya tempat bagus buat balapan. Tempatnya bagus, itu ada Di Namyangju, yahh Di situ tempatnya.” Ucap Jin Kyu terlihat bangga. 


Kang Soo bertanya apakah gagasan Jin Kyu, Jin Kyu membenarkan dan semua orang berkumpul kalau diminta, lalu mereka datang dan membuang semua uang padanya. Ia pikir kalau  itu hal yang paling menggairahkan dalam hidupnya, bahkan Endorfin mengalir di tubuhnya dan bertanya apakah Kang Soo mau mencobanya. Kang Soo menolak karena  tidak akan melakukan hal seperti itu.
“Kau bilang Hal seperti itu?” ucap Jin Kyu binggung.
“Teman baikku dirawat di ICU karena orang-orang yang melakukan itu. Waktu itu dia pulang dengan sepeda motornya. Namun dia mengalami kecelakaan.Dia sampai di rumah sakit agak lambat dan berakhir dengan koma. Mereka berbohong kalau ada konstruksi.” Ucap Kang Soo. Jin Kyu melonggo kaget mendengarnya.
“Si sopir taksi yang membawanya harus mencari jalan alternatif karena orang-orang yang sedang berlomba. Aku masih berpikir itu bukan kau. Bahkan beberapa saat sebelumnya, aku masih berpikir itu bukan kau. Sementara kami bekerja sama, kupikir kau orang baik, tapi... ternyata kau rupanya Kau membuat Hyun Soo berbaring di ranjang brankar, hanya bernapas saja dan tidak bisa bicara.” Ucap Kang Soo. 
Jin Kyu terdiam seperti sangat shock karena yang dilakukanya membuat seseorang koma, lalu berusaha menjelaskan tidak bermaksud begitu. Ia pikir tidak melakukannya dengan maksud agar hal seperti itu terjadi. Kang Soo dengan nada penuh amarah kalau akhirnya memang terjadi karena kelakukan Jin Kyu.
“Ayo ke kantor polisi. Kau melakukan kejahatan, jadi harus dihukum.” Ucap Kang Soo sudah siap pergi.
“Tunggu! Dengarkan aku.” Kata Jin Kyu menahanya. Kang Soo yang sangat marah tak ingin mendengarnya. Jin Kyu kembali menahanya.

“Aku akan bertanggung jawab. Sekarang Dia di RS mana? Pindahkan dia ke RS Universitas. Aku akan membayar semua biaya rumah sakitnya. Aku akan melakukan semuanya semampuku untuk bertanggung jawab. Tapi, jangan ke kantor polisi.”ucap Kang Soo seperti sudah ingin berubah jadi anak yang lebih baik.
“Kang Soo... Kalau aku menimbulkan masalah lagi, aku sungguh akan mati. Aku mohon. Kau menerima permohonanku, 'kan? Sungguh, aku akan melakukan semua yang kubisa. Semampuku, aku akan melakukan semuanya. Aku sangat tulus, Kang Soo.” Kata Jin Kyu
“Apa Ketulusanmu tidak berarti apa-apa selain uang? Apa Penyelesaianmu cuma uang saja?” ucap Kang Soo seperti sudah tak peduli walaupun Jin Kyu berlutut dan langsung membawa ke kantor polisi. 

Kang Soo membawa Jin Kyu ke kantor dengan hasil black Box kalau ada sebuah mobil yang dilombakan malam itu dan temanya itu sudah mengaku demikian. Polisi bertanya apakah memang begitu, Jin Kyu terlihat gugup. Kang Soo menyuruh Jin Kyu agar mengataakan seperti sebelumnya. Jin Kyu hanya diam sampai akhirnya Kang Soo berteriak.
“Memang Katakan apa? Apa yang kau katakan padaku untuk mengatakannya? Aku kemari tidak tahu apa-apa.” Ucap Jin Kyu berpura-pura tak tahu. Kang Soo terlihat makin marah.
“Dia menceritakan segalanya padaku, bahkan rinciannya.” Kata Kang Soo
“Aku tidak tahu apa yang dia katakan. Aku hanya mengemudi dengan teman-temanku. Memangnya itu kejahatan?” kata Jin Kyu berpikir kalau sudah harus menyelamatkan dirinya.
“Hei, sadarkan dirimu... Kau jadi bertingkah aneh karena cuma temanmu yang terluka.” Kata Jin Kyu.Kang Soo berteriak marah. Jin Kyu bisa mengerti jadi meminta Kang Soo agar menghentikanya.
“Boleh aku pergi sekarang?” kata Jin Kyu, Polisi menahanya dan memangiil seorang sopir taksi.
“Yang Anda lihat, orang yang menghamburkan amplop berisi uang. Apa dia orangnya?” kata Polisi. Jin Kyu terlihat gugup takut kalau wajahnya bisa dikenali.
“Entahlah. Aku tidak bisa melihatnya dengan baik. Waktu itu sudah larut malam, jadi aku tidak yakin.” Kata Si Sopir. Kang Soo meminta agar si bapak untuk menatap baik-baik.
“Tidak, tidak. Aku tidak tahu. Aku tidak bisa memastikannya.” Kata Si Sopir. Polisi pun mengizinkan Jin Kyu untuk pergi. 


Jin Kyu dan Kang Soo sudah ada di luar, Kang Soo sudah siap memberikan pukulan. Jin Kyu mengingatakan kalau mereka ada di kantor polisi dan bisa selesaikan di restoranm menurutnya Ini yang terbaik untuk mereka berdua. Kang Soo tak terima mendengarnya.
“Biarkan aku hidup juga! Aku hampir bunuh diri. Aku berusaha sebaik mungkin untuk hidup seperti manusia. Jadi, jangan menghalangiku.” Ucap Jin Kyu
“Kau memang yang terburuk. Kau adalah orang yang jauh lebih buruk daripada yang pernah kuduga.” Ucap Kang Soo penuh amarah.
“Pikirkan saja yang kau mau. Aku menilai berdasarkan standarku. Bisa aku pergi sekarang?” ucap Jin Kyu
“Tentu, pergi saja. Tapi, kau tidak akan pergi jauh. Suatu saat, aku akan menangkapmu.” Kata Kang Soo.
“Itu tidak akan mudah. Kau bilang Menghukum orang kaya? Itu sangat susah.” Ucap Jin Kyu yakin
“Mari kita lihat siapa yang akhirnya menang.” Ucap Kang Soo. Jin Kyu pun menyuruh Kang Soo agar mencobanya dengan memuji Kang Soo sebagai “Good boy.” 

Kang Soo pergi ke rumah sakit melihat Hyun Soo dan mulai berkata “Maafkan aku, Hyun Soo. Aku memang bodoh. Namun akhirnya aku ceroboh. Tapi jangan khawatir, Aku akan pastikan... dia dihukum.”
Dan Ah keluar dari kamar melihat Kang Soo berjalan dilorong, lalu bertanya-tanya kenapa ada dirumah sakit. Saat memanggilnya Kang Soo sudah lebih dulu keluar dari rumah sakit. 


Ji Yoon mengetahui kalau pelakunya adalah  Oh Jin Kyu di balik semuanya. Kang Soo pikir tak perlu mengkhawatirkan hal itu, karena akan memastikan dia dihukum. Ji Yoon bertanya Bagaimana caranya, karena Pasti tidak ada bukti. Kang Soon yakin kalau bisa menemukan buktinya. Ji Yoon seperti merasa tak yakin.
“Mungkin polisi juga tidak bisa menemukannya.” Kata Ji Yoon. Tapi Kang Soo tetap yakin  bisa melakukannya.
“Apa yang kau miliki hingga percaya diri begitu?” ucap Ji Yoon heran.
“Aku punya sesuatu yang tidak dimilikinya. Teman-temanku.” Kata Kang Soo. 

Kang Soo mengirimkan pesan pada semua teman-temanya, seperti dimasukan pada sebuah grup. Semua teman memberikan balasan dari pesan Kang Soo yang sudah lama tak bertemu
“Aku membutuhkan bantuan kalian.  Aku membutuhkan semua orang yang bisa berkumpul di Namyangju besok siang.”
Total dari yang akan datang jumlahnya 305 dan ada yang datang demi Kang Soo.
Ji Yoon dibonceng oleh Kang Soo, sambil bertanya Berapa banyak teman yang punya. Kang Soo pikir akan lihat nanti. Mereka menunggu di pinggir sungai Han dan Ji Yoon dibuat melonggo saat teman Kang Soo pengantar makan ada banyak.
“Oh Jin Kyu... Mampus kau nanti.” Kata Kang Soo dengan penuh keyakinan.
Bersambung ke episode 5

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar