Senin, 14 Agustus 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 4 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Nenek Jung duduk didepan ruang ICU dengan ibu Hyun Soo, memberitahu anaknya kalau akan tetap di sini jadi menyuruhnya keluar dari rumah sakita dan cari makanan Daripada  nanti pingsan. Ibu Hyun Soo hanya bisa diam saja dengan tatapan sedih.  Nenek Jung pun memangil nama anaknya, Sun Ae.
“Saat Hyun Soo...sudah sadar... aku akan makan bersamanya.” Ucap Sun Ae tak ingin jauh dari anaknya, seperti sangat menyesal. 

Kang Soo pergi ke kantor polisi merasa kalau ini Tidak salah lagi, bahwa beberapa orang menghalangi jalan buat lomba balapan. Polisi tahu kalau itu memang ilegal namanya dan dengan Melakukan hal itu, dikenakan pidana selama dua tahun penjara.
“Lalu Orang yang terluka bagaimana? Dia sedang koma!” teriak Kang Soo marah
“Mereka tidak akan dikenai pidana karena menyebabkan seseorang terluka. Tidak ada proses hukum.” Kata polisi
“Apa Memangnya ini adil, ketika dia harus berakhir begini karena mereka?” ucap Kang Soo masih tak terima.
“Walau begitu, mereka tidak bisa dikenai pidana. Kurasa kau harus berjuang lagi melalui kasus perdata.” Kata Polisi
Kang Soo bertanya apakah polisi ingin menangkap mereka. Polisi melihat kalau tempat kejadiannya di Sebuah area tanpa pemantauan CCTV, Tapi pertama-tama mereka akan lakukan penyelidikan.

Kang Soo mencari tahu tentang kejadian di malam itu, dengan menemui seorang bibi menanyakan apakah pernah lihat anak muda di sekitar jalan ini sedang lomba balapan mobil dengan Kejadiannya sekitar dua hari lalu, saat larut malam. Si bibi mengaku Tidak lihat.
“Kenapa juga aku harus melihatnya, saat aku harusnya tidur di jam segitu?” ucap si bibi berjalan pergi. Kang Soo pun datang ke seorang paman dengan menanyakan hal yang sama.
“Aku tak pernah ke wilayah itu karena terlalu terpencil. Jadi aku tidak mengedarkan selebaran di sana.” Ucap Si Paman. Kang Soo menemui pria lainya.
“Aku tidak melihat apa pun,  Karena aku tidak bekerja di larut malam.” Kata Si pria. Kang Soo menganguk mengerti walaupun terlihat wajah kecewa. 

Jin Kyu berbicara ditelp dengan ibu menyakinkan kalau  bertemu dengannya tapi ibunya malah mengatakan harus butuh konfirmasi. Nyonya Jung mengaku karena ia tak percaya pada anaknya kalau sudah bertemu dengan Ji Yoon.
“Pokoknya, SMS dia dan bilang selamat malam sebelum tidur. “ perintah Nyonya Jung. Jin Kyu mengeluh kenapa harus melakukan itu.
“Jangan bicara lagi, dan kirim saja! Ibu tutup!” tegas Ibunya lalu menutup telp.
Akhirnya Jin Kyu mengirimkan pesan pada Ji Yoon agar tak pindah ke philipina. “Hari ini memang sangat nikmat buat diriku.  Tidur yang nyenyak, dan kapan-kapan kita ketemuan lagi!  Mimpi yang manis!” Ji Yoon belum tidur langsung membalas “Aku akan memblok-mu. “ dan benar-benar memblokir agar Jin Kyu tak mengirimnya pesan dengan wajah kesal.
“Ugh, si gila itu! Dia bilang "Mimpi yang indah?" Lalu Aku harus bagaimana dengan orang ini? Aku harus bagaimama supaya aku juga "memblokir" dia secara sungguhan?” ucap Ji Yoon memikirkan caranya.
“Ahh.. Benar... Itulah yang kulakukan. Aku harus memperlihatkan padanya seberapa dekatnya aku dengan Ahjussi. Kalau aku melakukannya, dia pasti akan pergi dariku! Akhirnya dia akan berhenti Menggodaku dan dia akan merasa seperti menginjak kotoran! Ide bagus!” kata Ji Yoon dengan wajah bahagia memikirkan caranya. 


“Jadi semudah ini. Semuanya akan sangat sederhana dengan uang.” Kata Dong Ah seperti merasa senang kalau tabungan akan terkumpul
“Tentu saja. Uang diibaratkan raja. Jangan terlalu memikirkan itu. Bagi orang-orang seperti itu,uang tidak ada artinya lagi. Aku yakin mereka banyak menghabiskan waktu semalamnya dengan minum alkohol.” Jelas Yeon Ji
Dan Ah mengaku tetap saja jadi ragu-ragu, seperti merasa Ada yang bilang kalau ini tidak benar. Yeon Jin meminta agar Dan Ah Jangan mengatakan hal  yang menyebalkan, menurutnya Dan Ah juga tahu kalau ia mempertahuhkan hidupnya jadi lebih baik ambil saja dan hak Dan Ah untuk pergi dari negara ini. Dan Ah pun mengangguk mengerti seperti mulai merasa yakin.
“Aku tak mau khawatir dan cukup ambil saja. Akan kuambil. Aku akan mengambilnya, dan pergi.” Ucap Dan Ah penuh semangat.
“Selamat karena sudah lari dari Hell Joseon! Aku jadi terharu. Aku tak menyangka hari seperti ini memang akan terjadi.” Ucap Yeon Jin berkaca-kaca. Keduanya pun berpelukan, Yeon Jin menyuruh Dan Ah tidur karena  akan pergi.
“Tidurlah di sini. Di sini jauh lebih enak daripada di rumah.” Ucap Dan Ah. Yeon Jin menolak
“Besok aku akan latihan untuk memisahkan diri darimu. “ kata Yeon Jin lalu bergegas pergi. 


Yeon Jin pulang ke rumah sambil menangis, Tiga sekawan melihatnya, Byung Soo ingin tahu  Siapa yang membuatnya menangis, seperti ingin membalas dendam. Ho Young dengan santai meminta karena dirinyayang membuat Yeon Jin menangis. Byung Soo sudah siap memukulnya, Ho Young mengaku kalau hanya bercanda saja.
“Bagaimana bisa kau bercanda saat Yeon Ji menangis? Kau memang pantas dipukuli, brengsek!” ucap Byung Soo dan Young Taek memukul Ho Young.

Kang Soo bertemu dengan Hyun Jae,bertanya apakah menemukan sesuatu. Hyun Jae mengaku belum menemukan sesuatu dan mengajak mereka pergi, menurutnya tidak perlu mencarinya lagi. Saat Kang Soo pulang melihat Dan Ah yang mengemudikan motor didepanya, bertanya-tanya mau kemana padahal sedang dirawat dirumah sakit.

“Hari ini hari di mana buku pelajaran masuk.” Ucap Dan Ah melihat tumpukan buku yang banyak. Akhirnya berusaha untuk mengangkatkanya tapi tubuhnya masih belum kuat.
“Hei, kemarikan.” Kata Kang Soo tiba-tiba datang mengambilnya. Dan Ah kaget melihat Kang Soo yang tiba-tiba datang dan bertanya kenapa ada di tempat lesnya.
“Saat kau sedang dirawat di RS, kau sedang apa di sini? Apa Kau sudah keluar dari RS?” ucap Kang Soo
“Tidak, aku ingin keluar sebentar. Dan Tidak peduli aku sedang sakit, maka aku harus melakukan ini. Kalau aku melewatkan kerjaku satu hari, maka bisa-bisa aku dipecat.” Kata Dan Ah
Kang Soo sempat mengejek tapi akhirnya membawa tumpukan buku pada setiap ruangan bahkan bolak balik karena banyak sekali. Dan Ah menatap Kang Soo seperti terharus karena mau membantunya. Dan Ah mengepel lantai, Kang Soo yang melihatnya dengan sengaja menyuruh minggir agar ia yang mengepel seluruh ruangan.
Dan Ah membereskan toilet kamar mandi wanita dan Kang Soo membersihkan toilet pria lalu sama-sama keluar dengan plastik sampah. Kang Soo langsung memdorong trolly untuk membuang semuanya.



Keduanya minum kopi bersama diatap, Kang Soo pikir  pasti akan sulit bagi Dan A dan bertanya apakah melakukan  pekerjaan ini setiap hari, saat pagi-pagi buta. Dan Ah membenarkan karena bisa mengambil kelas satu jam gratis dengan bekerja malam.
“Di saat usiamu begitu, kenapa kau belajar Bahasa Inggris?” ejek Kang Soo
“Hei, hati-hati ucapanmu itu. Apa Kau mau kupukul bahkan setelah kau membantuku?” kata Dan Ah mengancam.
“Tidak, maksudku aku tidak paham. Kenapa kau harus belajar lagi, di saat kau sudah lulus sekolah?” ucap Kang Soo.
“Ada alasannya, Nanti kau akan tahu. Tapi, kau tadi pagi mau ke mana?” tanya Dan Ah. Kang Soo pikir Dan Ah tahu kalau Ada urusan tadi.
“Apa Kau juga punya dua pekerjaan?” tanya Dan Ah. Kang Soo pikir untuk sekarang seperti itu
Dan Ah ingin tahu apa pekerjaanya, Kang Soo mengaku  Sebagai detektif. Dan Ah langsung melatih mengunakan bahasa inggris berkata dengan nada mengejek kalau Ini malah membuang waktu saat bicara dengan Kang Soo. Kang Soo kesal mengatakan kalau paham dan jangan menghinanya. Dan Ahn pun menutup mulut kaget.
“Aku pergi dulu. Semoga lancar dengan kelasmu.” Kata Kang Soo beranjak pergi. Dan Ah mengucapkan Terima kasih.
“Sebagai gantinya, akan kuberikan 10.000 Won untuk biaya penyimpanan rahasiaku. Kau satu-satunya di Korea... yang mendapat kenaikan 10.000 Won. Oppa, kau yang terbaik.” Ucap Dan Ah dengan gaya imut mengangkat dua jari ke pipinya.
“Aissh.. Yang jelas, buangkan ini untukku.. Hei.. Apa Kau ini anggota girlband? Kau sudah ketuaan buat jadi imut.” Kata Kang Soo mengejek lalu bergegas pergi.
“Aku akan menahannya, karena aku berhutang padanya.” Ucap Dan Ah 

Byung Soo dkk melihat ke dalam studio tak menemukan orang yang dicarinya dan belum masuk kerja, padahal Jam begini biasanya sudah masuk kerja. Ho Young pikir orang itu sudah berhenti kerja dan  pergi dari wilayah ini.
“Dia bisa saja pergi ke pedesaan! Dia bisa saja pindah!” kata Ho Young, Byung Soo yang kesal menyuruh mereka diam saja.
Saat itu seorang datang bertanya siapa mereka, Yeon Ji melihat tiga orang yang ada didepanya. Ketiganya kaget melihat Yeon Ji sudah ada didepanya, bahkan mengajak mereka bicara. Yeon Ji pikir mereka semua mau daftar bimbingan juga. Akhirnya ketiganya ikut kelas Yoga Yeon Ji
“Tekuk kaki Anda ke depan, dan tahan di di antara kedua lengan Anda. Dan genggam kedua tangan Anda ke depan.” Ucap Yeon Ji mulai melatih Yoga. Byung Soo dkk terlihat terpana dengan Yeon Ji dibanding mengikuti gerakanya.
Bahkan Ho Young hanya tengkurap di atas matras, Yeon Ji merasakan tiga pria hanya menatapnya dan langsung membantu dengan sengaja memaksakan gerakan yoga padahal belum elastis. Byung Soo hanya bisa menjerit kesakitan.


Jin Kyu datang ke restoran pagi hari dengan penuh semangat, Kang Soo berbaring di meja sambil tertidur, lalu terbangun melihat Jin Kyu yang baru datang dengan setengah sadar menatapnya.
“Kenapa wajahmu begitu? Kelihatannya kau tidak tidur semalaman.”kata Jin Kyu. Kang Soo mengaku tak ada dan mengajak mereka mulai kerja.
“Baiklah! Aku harus mulai dari mana?” kata Jin Kyu penuh semangat. Kang Soo mengajak mereka kupas bawang. Jin Kyu sangat bersemangat akan mengupas bawang. 

Tapi beberapa saat kemudian, Jin Kyu sudah menangis. Soon Ae melihat mengejek Ji Kyu terlihat seperti sedang berkabung dan bertanya apakah orang tuanya sudah mati karena menangis terus.
“Hei, apa matamu tidak terbakar?” kata Jin Kyu. Kang Soo pikir sudah pasti karena dirinya juga manusia.
“Tapi kenapa kau tidak menangis?” tanya Jin Kyu yang terus menangis.
“Karena aku tidak pernah menggosok mataku dengan tangan yang sedang mengupas bawang.” Kata Jin Kyu.  Soon Ae mengejek Jin Kyu yang  memang seperti ayam.
“Beri tahu lagi apa yang kulakukan selanjutnya.” Ucap Jin Kyu seperti sudah tak tahan.
“Tapi, kenapa pria itu belum datang?” kata Soon Ae binggung karena belum melihat chef Jang belum datang juga. 

Chef Jang sudah ada didepan restoran Jung dengan sepasang paman dan pipi, terlihat pemberitahuan didepan pintu [Ditutup untuk urusan pribadi] Ia mengak datang karena penasaran saja, nenek Jung yang tidak membuka restorannya, atau mengangkat teleponnya juga. Sepasang bibi dan ayah juga merasakan hal yang sama.
“Apa yang terjadi dengan dia?” kata paman juga merasa khawatir.
“ Jika kau menemukan sesuatu, tolong hubungi aku.” Kata Chef Jung lalu pamit pergi. 

Dua orang rentenir berjalan membagikan kartu nama pada setiap pintu ruko. Si Ketua menyuruh anak buahnya agar menyelipkan kartu nama di setiap blok. Si anak buahnya merasa kalau  orang-orang di sini tidak memerlukan pinjaman angsuran karena restoran di sini berjalan dengan baik.
“Selipkan saja kartunya, seperti yang kusuruh. Aku mendengar beberapa hal, itu sebabnya aku ke sini. Semua pemilik restoran di sini akan segera menangis menderita. Dan yang perlu kita lakukan hanyalah menyedot air mata itu.” Kata Si ketua mereka bisa tunggu saja. 

Chef Jung sedang berjalan pulang, saat itu si Ketua seperti mengenalinya dan langsung menyapanya. Chef Jung mengaku tak tahu siapa orang itu. Si pria mengenalkan namanya  Kim Yong Chul dan sering melihat Chef Jung saatu melayani Tuan Chul Gyu dari Yeongdeungpo.
“Aku tidak tahu apa maksudmu. Mungkin kau salah orang.” Kata Chef Jung lalu bergegas pergi. 
“Tidak salah lagi. Kau begitu mirip...” ucap Tuan Kim. Chef Jung menegaskan kalau salah orang.  Tuan Kim hanya meminta maaf tapi merasa yakin kalau itu Tuan Jung yang dikenalnya.
“Tunggu sebentar... Siapa yang harus kusampaikan ini dulu?” kata Tuan Kim 

Chef Jung akan masuk restoran, tapi saat itu Soon Ae sudah keluar dengan nada mengomel karena Chef Jung datang terlambat.  Chef Jung menutupinya, tapi Soon Ah melihat ekspresi Chef Jung yang berbeda. Keduanya duduk direstoran dengan wajah tegang dan Soon Ae ingin tahu yang dilakukan Chef Jung.
“Aku berpura-pura tidak mengenalnya. Tapi... Mungkin akan ada banyak hal yang merepotkan.” Ucap Chef Jung.
“Jadi, apa kau merasa tidak nyaman? Jangan seperti itu. Yang perlu kau lakukan adalah luruskan kepalamu. Mengerti? Ayo Masuklah ke dalam dan buat mie.” Ucap Soon Ae. 

Sek Nyonya Jung memberitahu mereka akan membuka Restoran Seolleongtang Keluarga Jung bulan depan. Nyonya Jung menyuruh agar Segera siapkan menu item lainnya juga, lalu bertanya Bank mana yang dikatakan kalau pemilik restoran itu akan memakainya lagi. Sek menjawab Bank Youth.
“Buat janji temu dengan presdir bank itu.” Kata Nyonya Jung. Sek mengangguk mengerti.
“Tapi, siapa yang akan ditugaskan untuk proyek ekspansi ini?”ucap Sek.
“Aku sudah memilih seseorang. Kau akan segera tahu.” Ucap Nyonya Jung seperti ingin membuat rencana. 

Si bibi memperlihatkan kepingan yang sudah dihancurkan oleh Dan Ah. Jin Kyu melihat pecahan vas merasa Dan bisa saja terluka parah apabila terkena pecahan kaca. Si Bibi kesal menurutnya Ini bukan saatnya mengkhawatirkan gadis tukang antar itu!
“Apa Kau tahu seberapa mahalnya ini?” ucap Si bibi dengan nada sombong. Jin Kyu pun bertanya memangnya harganya berapa ratus won. Si Bibi terlihat kesal seperti direndahkan.
“Kenapa Anda jadi sombong begini saat barang Anda itu palsu? Memang suami Anda tidak menghasilkan banyak uang? Aku akan menelepon Anda nanti, jadi siapkan saja untuk ini dan tunggu aku. Selain iytu jangan berani menemui dia dan bicara tidak jelas padanya. Anda mengerti, Ahjumma?”kata Jin Kyu memperingati
“Siapa yang kau panggil "Ahjumma?"” ucap si bibi makin marah.
“Saat Anda tinggal di rumah kecil begini, haruskah kupanggil Anda "Nyonya"? Jadi Sampai jumpa, Ahjumma.” Ucap Jin Kyu. Si bibi makin marah mendengar karena direndahkan begitu saja. 


Jin Kyu mengemudikan motornya dikagetkan dengan Ji Yoon yang sedan makan kimbap segitiga, keduanya sama-sama terkejut bisa berpapasan di belokan. Jin Kyu langsung mengomel karena Ji Yoon yang  tiba-tiba muncul begitu. Ji  Yoo langsung meminta maaf.
“Sepertinya aku melakukan kejahatan, di mana aku berjalan dengan kecepatan 5 km per jam. Mulai sekarang, aku akan pastikan berjalan dengan kecepatan lambat. Dasar pengemudi gila yang tak tahu bersikap.” Ucap Ji Yoon yan awalanya merendahkan diri dengan akhir mengumpat marah. Jin Kyu kesal dengan sikap Ji Yoon.
“Kenapa? Aku 'kan tadi sudah minta maaf. Tapi, apa yang sedang kau lakukan?” kata Ji Yoon melihat Jin Kyu yang naik motor.
“Apa kauTidak lihat? Aku sedang mengantar!” kata Jin Kyu dengan nada tinggi.
“Memangnya Ohsung Group ikut terlibat juga? Apa Sekarang kau mencoba untuk mendapat pengalaman? Aku tidak percaya yang sedang kau lakukan sekarang.” Kata Ji Yoon dengan nada mengejek.
“Sejujurnya, kau tidak terlalu baik. Keluargamu punya banyak uang jadi kenapa kau bekerja paruh waktu?” balas Jin Kyu
“Maaf, tapi aku tidak suka manja pada orangtuaku. Itu sebabnya aku akan mencoba mandiri sambil makan kimbap segitiga untuk makan siang! Aku tidak seperti orang yang selalu main-main sementara keluarganya selalu sibuk.” Ejek Ji Yoon.
Jin Kyu memilih untuk menganguk mengerti saja dan menyuruh Ji Yoon pergi, karena muak berurusan dengannya lagi. Ji Yoon pun mengucapkan  Sampai jumpa lagi dan akan memukul sedikit tiap apabila bertemu lagi, lalu bertanya dimana Jin Kyu berkerja.
“Di tempat bersama "Ahjussi"-mu. Kenapa?” kata Jin Kyu kesal
“Apa Kau bilang padanya kalau kita melakukan perencanaan menikah?” ucap Jin Yoon menahanya. Jin Kyu kesal menurutnya kenapa harus mengatakan itu padanya
“Apa Kau pikir melakukan perencanaan pernikahan dengan seseorang sepertimu adalah sesuatu untuk dibanggakan?” ucap Jin Kyu kesal. Ji Yoon mengeluarkan ponselnya meminta Jin Kyu mengulangi perkataanya.
“Cepat! Kurasa aku bisa meyakinkan ibuku dengan ini.” Kata Ji Yoon menyuruh segera melakukanya.
“Bertemu untuk melakukan perencanaan menikah dengan orang sepertimu... ...sangat memberkatiku.”kata Jin Kyu dengan sengaja. Ji Yoon mengmpat kesal kalau Jin Kyu gila. Jin Kyu membenarkan. Ji Yoon langsung melempar kimbapnya, Jin Kyu bisa menghindarinya dengan menutup helmnya.
“Kita akan ketemuan lagi, gadis cantikku.” Ejek Jin Kyu sengeja menyalakan motor sambil sengaja ingin menabrak Ji Yoon.
“Ugh, aku tidak suka dia! Aku sangat membencinya!” kata Jin Yoon kesal. 



Kang Soo menemui Goo Gil dan akan buahnya membahas tentang Penyambutan makan malam. Goo Gil mengatakan karena Kang Soo  sudah menjadi anggota kami sekarang, jadi mereka harus makan malam dan datang ke Hanyang setelah bekerja. Kang Soo bertanya apakah maksudnya Hanyang Seolleongtang.
“Ya, tempat itu adalah tempat persembunyian kita. Pemilik tempat itu sangat baik pada kami. Tiap kali kami dilihatnya, dia pasti akan menyajikan kami semangkuk seolleongtang. Cucunya juga seorang tukang antar.” Ucap Goo Gil dan anak buahnya. Kang Soo bisa mengetahuinya.
“Kita bertemu nanti! Mari naikkan penjualannya malam ini.” Kata Ho Young penuh semangat.
“Tempat itu untuk sekarang belum buka. Kalau kau ingin membantunya, lakukan hal yang lain.” Kata Kang Soo. Goo Gil bingung kenapa tak buka.

Goo Gil kaget mengetahui cucu dari Nenek Jung Koma. Kang Soo memberitahu nama cucunya Hyun Soo, Dan baru berusia 20 tahun. Goo Gil langsung mengumpat marah. Kang Soo pikir Itu sebabnya mereka harus menangkap pelaku
“Maukah kau menolongku?” tanya Kang Soo. Goo Gil pikir sudah pasti mau.
“Jangan hanya berkeliaran tanpa tujuan, dan buatlah beberapa selebaran. cari uang bersama untuk mendapatkan spanduk juga.” Ucap pikir anak buah Goo Gil yang lain.  
“Um, semuanya! Kalian juga harus menggunakan internet! Dan kita posting beberapa hal di internet.” Ucap Young Taek
“ Benar! Dan setelah itu, kita membagikannya ke media sosial.” Kata Ho Young penuh semangat.
“Ya, ayo lakukan semua yang kita bisa! Mari kita bekerja sama  setelah bekerja hari ini. Orang-orang yang bekerja dengan Hyun Soo juga akan datang. Ayo kita bekerja sama dan cepat-cepat menangkap mereka.” Kata Kang Soo. Semua pun mengangguk mengerti. 


Kang Soo pergi dengan motor di malam hari, Jin Kyu bertanya maka kemana di malam hari. Kang Soo mengatakan kalau pergi Untuk menangkap bajingan jahat dan mengucapkan selamat tinggal. Jin Kyu binggung apakah Kang Soo tak merasa lelah dan tiba-tiba merasakan semua badanya terasa kaku.

Hyun Jae dkk datang bertemu dengan anak buah Goo Gil dan Kang Soo, demi menemukan pelaku Hyun Soo bersatu mencaritahu. Beberapa anak buah Goo Gil membagikan selembaran di jalan untuk mencari seorang saksi, Kang Soo dan Goo Gil memasang spanduk bertuliskan [Mencari seorang saksi: Jika Anda melihat jalan yang tidak diperbaiki pada 5 Agustus pukul 4.30 pagi di jalan utama Donghwari. Jika Anda menyaksikan balapan ini, hubungi kami. Anda akan diberi upah.


Perawat melepaskan infus meminta Dan Ah agar jangan menggosok, tapi tahanlah dengan kuat, lalu melihat Jin Kyu yang sedang tertidur berkomentar kalau pacarnya sudah tertidur lelap. Dan Ah mengaku Jin Kyu bukan pacarnya tapi yang menyebabkan semua ini terjadi padanya. Si perawat seperti merasa serba salah dan akhirnya memilih untuk keluar.
“Hei, bangunlah.... Aigoo, kau kelihatan seperti mati kecapean.” Ejek Dan Ah. Jin Kyu mengaku merasa ingin mati dan merasa seperti akan mati.
“Aku belum pernah bekerja begini dalam sehari. Dasar.” Keluh Jin Kyu yang masih terlihat sangat mengantuk.
“Jangan mengatakan hal seperti itu. Seseorang mungkin akan memukulmu sampai mati.” Ucap Dan Ah suda siap memukul.
“Hei, biarkan aku bicara. Aku dibesarkan dengancbatasan-batasan. Terus terang saja, aku tidak mau dilahirkan dari orangtuaku. Tapi Aku sudah lahir, dan lihatlah, aku ini seorang pewaris generasi ketiga. Jadi Aku harus bagaimana?” ucap Jin Kyu bangga.
Dan Ah mulai mengumpat seperti sengaja memminta pukul, lalu menyuruh untu pulang dan tidur dan jangan terlambat besok. Jin Kyu pikir kalau dirinya bisa tidur di sofa, dan merasa sangat lemah, bahkan tidak punya energi lagi dengan kembali berbaring.
“Karena aku tidak punya tenaga, aku jadi tidak bisa menyetir.” Ucap Ji Kyu sudah kembali tertidur.
“Akan kuisi energimu kembali.” Kata Dan Ah sudah turun dari tempat tidur, Jin Kyu langsung bangun dan membuka matanya yang segar sekali.
“Mimpi yang indah” ucap Jin Kyu pamit pergi dengan senyuman lebar. Dan Ah melihat Jin Kyu seperti tidak tahan bekerja di sana dan berharap besok hujan.



[Mie buatan tangan]
Soon Ae melihat keluar jendela hujan turun sangat deras, dan Di hari-hari seperti ini, harusnya mereka keluar cari makan. Chef Jung pikir Karena dengan mudahnya, seseorang pasti ingin makan. Kang Soo dan Jin Kyu sibuk membungkus lobak untuk pesanan antar.
“Aku yakin kalau hujan begini, mereka mau makan makanan pedas seperti jjamppong.” Kata Soon Ae.
“Tapi, mereka juga berharap mereka bisa makan jjajangmyun.”ucap Chef Jung
“Jadi, pada akhirnya... mereka akan memilih jjamjangmyeon porsi jumbo.” Kata Soon Ae
“Dan mereka akan memilih untuk makan makanan Korean-Chinese Fusion.” Ucap Chef Jung.
“Masuk ke dalam dan buat satu ton mie.” Perintah Soon Ae. Chef Jung langsung ke dapur.
Jin Kyu mendengar keduanya bicara bertanya apa maksud ucapanya mereka berdua,  Kang Soo mengatakan Itu artinya mereka berdua akan mampus. Jin Kyu melonggo binggung. Di restoran ada beberapa orang yang makan di restoran.  Soon Ae sibuk mengangkat telp yang tak berdering,
Deretan pesanan untuk Chef Jung pun tak ada hentinya, Kang Soo dan Jin Kyu juga terus membungkus makanan yang akan diantar dan memakai jas hujanya.

Jin Kyu sudah kelelahan bertanya Kenapa hari ini banyak orang yang pesan makanan. Kang Soo menjawab dengan singkat kalau itu Karena hujan. Jin Kyu pikir kalau ada payung dan mereka bisa keluar mencari makan.
“Ini sulit sekali sampai mau muntah!” keluh Jin Kyu. Kang Soo mempersilahkan kalau nanti Jin Kyu sudah keluar dari pekerjaanya.
“Aku akan memuntahkanmu! Hanya kau.” Tegas Jin Kyu kesal melihat Kang Soo yang pergi lebih dulu.




Kang Soo pergi ke sebuah gedung tak sengaja bertemu dengan Goo Gil dan anak buahnya,  dan bertanya kenapa mereka semua ada di gedung yang sama. Goo Gil menjelaskanDi sinilah perusahaan terbesar di wilayah mereka dan Di hari seperti ini, mengisi perut adalah tugas terbesar.
“Berapa banyak karyawan yang dimiliki perusahaan ini?” tanya Kang Soo
“Sekitar 1.800, termasuk anggota dewan. Wilayah ini menjadi sukses setelah perusahaan ini masuk.” Ucap Goo Gil. Kang Soo mengangguk mengerti.  Goo Gil mengomel karena anak buahnya yang tidak tekan tombol lift.
Mereka berada dalam satu lift, Goo Gil bertanya Apa ada saksi yang meneleponnya. Kang Soo mengaku Belum. Goo Gil berpesan agar Goo Gil Kuat, karena Keadilan selalu berlaku untuknya. Byung Soo bertanya apakah Malam ini mereka akan keluar lagi.
“Tidak Malam ini kita istirahat dulu karena kemarin kita tidak tidur.” Ucap Kang Soo.Byung Soo langsung menjerit bahagia. Semua langsung menatap sinis.
“Um, tidak! Aku cuma bilang untuk istirahat dulu malam ini, dan berusaha lagi besoknya!” jelas Byung Soo agar tak kena pukul. Goo Gil kesal melihat tingkah anak buahnya.
“Tapi, tentang pria yang menyebut dirinya walinya Dan Ah.  Sepertinya dia pintar juga mengemudi mobil.” Ucap Goo Gil, Kang Soo tak mengerti maksudnya.
“Dia mungkin terlibat dalam balapan dan sejenisnya. Jadi, aku curiga kalau dia melakukannya.” Kata Goo Gil. Kang Soo pikir itu hanya perasaan Goo Gil saja.
“Jangan menghinaku! Aku ini ahli bela diri!” tegas Goo Gil kesa.
“Jangan khawatir. Dia bukan orang bodoh. Aku selalu menemaninya, jadi aku tahu. Melihat bagaimana dia bertahan dengan melakukan banyak kerja keras,  kurasa setidaknya dia mengerti.” Ucap Kang Soo yakin.

“Pelakunya selalu lebih dekat denganmu daripada yang kau pikirkan.” Tegas Goo Gil memperingati. 

Bersambung ke Part 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar