PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 15 November 2017

Sinopsis Because This My First Life Episode 12 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Ji Ho berjalan bersama dengan Se Hee sambil makan ice cream, tanganya seperti ingin mencoba mengengam tangan lebih dulu tapi seperti tak berani melakukanya. Se Hee memberitahu d Kucing bisa memilih mana hal penting yang ingin diingat dan mudah melupakan hal-hal  yang tidak menyenangkan jadi itu sebabnya suak dengan kucing.
“Kalau Ji Ho...?” ucap Se Hee yang membuat Ji Ho kaget karena mencoba untuk memegang tangan Se Hee.
“Ji Ho, apa kau suka binatang?” tanya Se Hee. Ji Ho mengatakan suka siput. Se Hee binggung karena Ji Ho yang Siput
“Mereka selalu punya rumah.” Kata Ji Ho. Se Hee pikir benar karena mereka lahir di dalam rumah (Cangkang)
“Itu penafsiran yang baru.” Ucap Se Hee lalu melihat sesuatu. Ji Ho kesal apa lagi yang ingin dilakukan. Se Hee mengengam tangan Ji Ho,  untuk pergi melihatnya. Ji Ho langsung bersemangat menyetujuinya, wajahnya bahagia karena Se Hee kembali mengenggam tanganya. 


Ho Rang datang ke tempat Won Seok menunggunya, lalu melihat Waktu mereka masih banyak. Won Seok ingin membawakan tas Ho Rang, Ho Rang menolak karena tas yang dibawanya juga kecil. Saat itu mereka melihat seorang pria yang tak bisa memecahkan balon  tapi tak bisa pecah.
“Pria itu payah sekali mainnya.” Ucap Ho Rang melihat dari kejauhan. Lalu Keduanya sadar kalau yang dilihat adalah Se Hee dengan Ji Ho.
Ji Ho terlihat malu karena Se Hee tak bisa memecahkan balon, Ho Rang dan Won Seok pun menghampiri Ji Ho. Ji Ho melihat keduanya akan pergi nonton teater. Ho Rang heran melihat Se Hee karena seperti biasanya yang ingin bermain. Ji Ho juga tak tahu karena Se Hee ingin bermain itu.
“Oh, pasti bagian dari kencan, Dia tadi sempat bertanya padaku.. belakangan ini, orang-orang pacarannya seperti apa. Jadi aku memberitahunya.” Ucap Won Seok. Ji Ho terlihat binggung kalau Se Hee menanyakan tentang Kencan
“Aku mau coba main lagi.” Ucap Se Hee. Semua melihat berpikir Se Heer pasti orang kaya. Ji Ho langsung mengambil anak panah untuk bisa bermain. Saat itu Ji Ho bisa memecahkan semua balon, semua yang menonton memberikan tepuk tangan bahagia tapi Se Hee terlihat menahan malu karena dikalahkan oleh Ji Ho. 


Soo Ji sibuk melihat tabelnya seperti laporan perkerjaanya, lalu seperti memikirkan sesuatu dan langsung melipat laptopnya menjadi tab dan mulai mengambar design bra. Seperti ia sangat bersemangat, sampai tak sadar kalau Sang Goo menelpnya. 

Akhirnya Se Hee membawa bonek siput yang dimenangkan Ji Ho dengan berjalan sambil bergandengan tangan. Ji Ho mengejek Se Hee yang main dengan  menghabiskan 20 ribu won dan berpikir kalau ingin sekali punya boneka itu
“Ini untukmu.” Kata Se Hee. Ji Ho binggung kalau ternyata boneka itu untuknya.
“Makanya aku memilih siput bukan kucing. Sekarang Kau saja yang bawa ini,  karena ini punyamu.” Kata Se Hee seperti kesal.
“Tidak bisakah kau bawakan ini? Ini agak berat.” Pikir Ji Ho. Se Hee mengeluarkan dari saku bajunya memberikan sebuah kotak. Ji Ho pikir tak bisa membawanya karena tanganya sudah penuh. Se Hee seperti tak peduli memilih pergi dengan memberikan hadiah juga untuk Ji Ho. 

Sang Goo terlihat kesal sudah menunggu di dalam hotel karena Soo Ji yang  tidak angkat teleponnya. Soo Ji datang meminta maaf karena Sang Goo yang sudah menunggunya. Ia juga merasa tak sadar waktu berlalu begitu cepat, saat sedang bekerja.
“Kenapa ponselmu mati?” keluh Sang Goo. Soo Ji mencari ke dalam tasnya, lalu tersadar kalau Ponselnya ketinggalan di rumah.
“Makanya itu, kenapa kau melarangku pergi ke rumahmu? Kenapa kau keras kepala sekali?” ucap  Sang Goo kesal turun dari tempat tidurnya.
“Aku minta Maaf.” Kata Soo Ji memberikan back hug pada pacarnya. Sang Goo langsung terdiam menerimanya.
“Apa Hari ini, kau tak pakai bra lagi?” tanya Sang Goo dengan wajah panik.
“Tidak.. Aku pakai bra sekarang, tapi tak pakai celana dalam.” Goda Soo Ji lalu berlari keatas tempat tidur.
Sang Goo terlihat marah tak percaya mendengarnya. Soo Ji makin mengoda dari balik selimut agar Sang Goo memeriksanya sendiri. Sang Goo,  pikir Soo Ji dalam masalah besar karena seharusnya memakai celana dalam dengan udara yang dingin lalu melompat ke dalam selimut untuk memeriksa. 


Keduanya sudah selesai mandi dengan memakai toner diwajah. Soo Ji mengeluarkan hair dryer dari tasnya. Sang Goo  heran melihat Soo Ji yang bawa pengering  rambut sendiri. Soo Ji mengatakan kalau pengering dihotel kurang bagus Jadi sudah terbiasa pakai miliknya.
“Makanya kenapa kau harus kesini, padahal kita bisa bertemu di rumahmu? Jadi kau 'kan tidak perlu bawa ini.. Pacar macam apa yang tidak pernah mengunjungi rumah pacarnya? Padahal kita punya rumah, kenapa melakukannya disini?” keluh Sang Goo.
Soo Ji hanya diam saja mulai mengeringkan rambutnya. Sang Goo pun mengambil hair dryer  membantu Soo Ji mengirimkan rambut. Soo Ji terlihat bahagia karena seperti pasangan lainya. 

Ji Ho melihat isi kotak yang diberikan Se Hee sepasang antik dan memujinya kalau sangat Cantiknya, lalu bertanya alasan memberikannya tiba-tiba. Se Hee berpikir kalau baru sadar tak  pernah memberikan hadiah bahkan tidak memberinya cincin saat mereka menikah.
“Makanya aku ingin memberikanmu sesuatu. Aku tahu ini sudah biasa dan membosankan, tapi. aku ingin melakukan yang orang lain lakukan, yaitu Memberimu hadiah.” Ucap Se Hee. Ji Ho menganguk mengerti.
“Apa Karena itu... kau ingin kencan yang biasa  seperti orang lain, Seperti hari ini?” ucap Ji Ho. Se Hee binggung.   
“Aku Dengar, kau  bertanya ke Won Seok cara orang pacaran belakangan ini.” Kata Ji Ho.
“ Ya, setelah dipikir-pikir, maka aku menyadari perbedaan usia kita cukup jauh.sampai aku tak tahu apa saja yang dilakukan anak muda sewaktu berkencan.” Akui Se Hee.
“Benar juga. Kalau dipikir-pikir, kau lebih tua dari dugaanku. Kau kelahiran tahun 1980. Berarti waktu aku masuk SD, maka kau sudah SMA. Lalu Waktu aku SMA, maka kau pasti sedang wajib militer.” Ucap Ji Ho sengaja  mengejek.
Se Hee pikir kalau itu memang tugasnya mengikuti wamil. Ji Ho mengaku sempat bertanya pada Sang Goo kemana haru  berkencan  dengan orang yang sudah tua seperti Se Hee dan mengetahui kala sering datang ke cafe ini  semasa kuliah. Se Hee membenarkan lalu memberikan menu agar Ji Ho memesan lebih dulu. Setelah Ji Ho memesan segera pamit pergi ke toilet. 



Ji Ho mencoba anting yang diberikan Se Hee lalu memujinya kalau sangat manis. Saat akan memakai di telinga sebelahnya, bagian belakang anting terjatuh. Seorang wanita membantu mengambilnya, Ji Ho pun mengucapkan Terima kasih. Si wanita akan pergi melihat Ji Ho seperti kesusahan akhirnya mencoba membantunya lalu memuji Ji Ho yang terlihat Cantik.
Ji Ho kembali ke tempat duduk, tapi si wanita sudah duduk di tempat duduk Se Hee dan Se Hee tak ada ditempatnya. Si wanita sadar Ji Ho hanya menatapnya, lalu meminta maaf karena hanya bisa melihat langit  dari tempat duduk ini.
Si wanita pun akan pergi, tapi Ji Ho memanggilnya seperti merasakan sesuatu. Ji Ho ternyata hanya mengucapkan selamat tinggal dan si wanita pun keluar dari cafe. Se Hee datang melihat Pesanannya mereka belum datang, lalu memuji Anting yang dipaai Ji Ho sangat cocok. 


Ho Rang dan Won Seok makan bersama di restoran.  Won Seok menceritakan suaminya Ji Ho  agak lucu,karena bisa melakukan apa yang disarankannya. Ho Rang pikir melihat keduanya yang serasi. Won Seok pikir  mereka harus main itu karena sudah lama tak main. Ho Rang pikir tak perlu karena hanya buang-buang uang.
“Ahh... Boneka itu nanti malah  makan tempat.” Ucap Won Seok sadar kalau mereka tinggal diruangan yang sempit. Ho Rang juga melihat kalau mereka kebanyakan pesan makanan.
“Ibumu membelikan ini buatku  sebagai hadiah karena aku dapat kerja baru.” Cerita Won Seok.
“Benarkah? Lalu Kalian berdua bicarakan apa?” ucap Ho Rang. Won Seok ingin bicara alu teringat saran Se Hee.
“Kalian harus saling jujur... Manusia pada dasarnya makhluk egois dan pernikahan merupakan salah satu sistem jelas yang menunjukkan sisi manusia itu.” Saran Se Hee
Won Seok akhirnya mulai membahas  pernikahan mereka dan bertanya apakah Ho Rang bisa bersabar sedikit lagi. Ho Rang bertanya Sampai kapan. Won Seok pikir Kira-kira lima tahun. Ho Rang kaget mendengarnya. Won Seok pikir akan memakan waktu selama itu.
“Won Seok, kalau menunggu 5 tahun, berarti aku sudah 35 tahun saat itu. Jadi Apa kita harus berkencan selama 12 tahun?” ucap Ho Rang. Wo Seok hanya diam saja. 
Keduanya pergi ke theater, Won Seok pikir kalau Ho Ranga lelah jadi  lebih baik pulang ke rumah saja. Ho Rang rasa tak perlu karena Won Seok  sudah memesannya. Won Seok pun mengambil tiket, Ho Ran melihat ada standing banner [Finding Kim Jong Min]. Won Seok datang membawa dua tiket nonton mengajak segera masuk.
“Apa ini? Bukannya kau sudah pesan tiket "Finding Kim Jong Wook"?” ucap Ho Rang
“kau bilang "Finding Kim Jong Wook?" Bukannya "Finding Kim Jong Min"? Aku tidak tahu kalau ada "Finding Kim Jong Wook." Aku bisa membatalkannya dan  memesan "Finding Kim Jong Wook".” Kata Ho Rang
“Tak apa. Lagipula nanti juga tak ada tiket sisa lagi. Kita tonton ini saja.” Kata Ho Rang menahan amarah masuk ke dalam ruangan theater. 

Seorang wanita pun tampil diatas panggung “Apa ada lihat Kim Jong Min? Katanya ada orang yang melihatnya di sini. Sepertinya kau tidak tahu.” Ho Rang dan Won Seok duduk di ruang teather seperti sama-sama menahan perasaannya.
“Apa Ada yang mencariku? Dimana dia? Kemana dia? Kurasa aku terlambat lagi.” Ucap Kim Jong Min.
Won Seok terdiam mengingat saat Ho Rang marah besar, ternyata keinginanya adalah menikah.  Ji Ho terdiam mengingat saat Won Seok mengatakan masih tidak mengerti apa itu pernikahan menurutnya cinta dan pernikahan dua hal yang berbeda.
“Butuh berapa lama aku menemukannya?”ucap Si wanita. Keduanya seperti hanyut dengan pikiran masing-masing.
Ho Rang mengingat saat memberitahu kalau Lebih baik jika mempersiapkannya walaupun akan menikah  dua tahun lagi. Won Seok mengatakan kalau tak mungkin bisa menikah dua tahun lagi
“Kapan aku bisa bertemu dengannya lagi?” tanya si pria. Ho Rang hanya bisa menangis mengingat Won Seok meminta agar bersabar sedikit lagi dengan menunggu lima tahun. Ho Rang mengatakan kalau 5 tahun maka umurnya sudah 35 tahun jadi harus berkencan selama 12 tahun
“Kenapa kita...selalu saling merindukan?” ucap si wanita. Ho Rang dan Won Seok terlihat sudah basah dengan air mata dengan ruangan teather yang gelap. 

Ji Ho dan Se Hee kembali ke rumah dan duduk di sofa dengan sambil mengelus kucing. Lalu Se Hee menyuruh Ji Ho agar mandi lebih dulu. Ji Ho kaget mulai berpikir yang aneh, bertanya kenapa ia harus mandi duluan.
“ Karena kemarin aku mandi duluan...,hari ini, giliranmu mandi duluan.” Ucap Se Hee. Ji Ho mengerti maksudnya.
“Ya. Memang Ada apa? Apa ada yang ingin kaukatakan padaku?” tanya Se Hee. Ji Ho mengaku Tidak.
“Yang kau bilang barusan, mandi duluan,  bukan hal lain. Jadi Kau saja yang duluan. Lagipula aku harus menghapus riasanku dulu.” Ucap Ji Ho.
“Apa Kau memakai riasan?” tanya Se Hee menatap Ji Ho seperti tak percaya. Ji Ho binggung kenapa Se Hee menanyakannya.
“Tak apa, Kukira kau tidak pakai riasan. Soalnya tanpa riasan atau tidak,  mukamu sama saja.” Ucap Se Hee seperti ingin mengoda.
Ji Ho tersipu malu merasa kalau Se Hee pasti bercanda, karena memang pakai riasan lalu bergegas masuk ke dalam kamar setelah menyolek pinggang suaminya. Se Hee hanya menatap bingung, karena sepertinya tak bermaksud seperti itu. 


Ji Ho menghapus make up, mulai berbicara sendiri kalau Se Hee sudah membuat hatinya berdebar-debar. Tapi ia bertanya-tanya sampai kapan semua ini, karena ia bukan tipe orang yang menganut cinta platonis. Lalu teringat saat seorang wanita yang membantu memasangkan anting di telinganya.
“Kenapa aku ini? Apa aku sudah gila? Bisa-bisanya aku  terpesona sama seorang wanita? Wahh.. Memangnya aku orang mesum?” ucap Ji Ho heran. 

Soo Ji pikir akan mengantar Sang Goo pulang, Sang Goo menolak karena ingin mengantarnya pulang karena tempat parkir  bawah tanah sangat berbahaya. Soo Ji mengeluh Sang Goo jadi keras kepala sekali. Sang Goo bertaya apakah Soo Ji ada keinginan untuk menikah.
“Takkan pernah itu terjadi.” Kata Soo Ji yakin. Sang Goo kaget kalau Soo Ji tak ingin menikah.
“Apa Kau juga ingin menikah?” taya Soo Ji. Sang Goo mengaku tidak ingin menikah juga.
“Tapi kalau ada berkesempatan aku bisa menikahi seseorang, maka aku akan melakukannya, dengan melakukan makan bersama, belanja  bahan makanan bersama, saling bertengkar,  saling bercerita, menurutku tidak masalah.” Ucap Sang Goo.
“Karena itulah aku tidak akan menikah. Mana bisa aku tidur sama orang yang kuceritakan tentang hidup payahku? Yang ada, malah menghancurkan fantasi.” Ucap Soo Ji. Sang Goo binggung dengan komentar Soo Ji
.
“Pernikahan itu makam hubungan romantis. Kehidupan seksual pasangan jadinya usai.... Coba kau pikir. Mana bisa  seorang pria dan wanita. tidur bersama setelah berdebat soal uang dan mertua mereka? Apa aku salah?” kata Soo Ji
“Soo Ji... Begitulah manusia hidup. Mereka berdebat seperti orang gila,  tapi mereka juga saling menghibur. Semua orang hidup seperti itu.” Ucap Sang Goo.
“Aku tidak ingin melakukan apa yang dilakukan orang lain. Hidupku saja sudah penuh masalah, jadi Aku tahu betul diriku dan tidak berniat menghancurkan hidup orang lain.” Tegas Soo Ji. Sang Goo pun tak banyak komentar. 



Ji Ho dalam kamar membaca artikel berjudul  ["Jika Kau Hidup Tanpa Seks, Kesehatan Anda dalam Bahaya" Pertama, Anda menderita insomnia.  Kedua, Anda menjadi sensitif.]
“Benar sekali..., aku frustrasi secara seksual. Ini Bahaya.” Ucap Ji Ho pani lalu melihat buku yang di pinjama.
Ia keluar mendengar Se Hee sedang mandi, lalu mengembalikan di dalam lemari dengan mengucapkan terimakasih pada buku yang di pinjam. Ia merasa bersalah karena meminjam tanpa menyadari kalau itu kenangan Se Hee dan meminta maaf. 

Soo Ji sudah sampai parkiran, bertanya apakah Sang Goo akan pulang naik Bus. Sang Goo pikir kalau akan naik kereta bawah tanah saja. Soo Ji merasa bersalah karena apabila tak ada kerjaan maka pasti bisa mengantar. Sang Goo pikir tak perlu dengan mengejek.
“Maksudku, jika kau tak enak..., izinkan aku minum kopi di rumahmu. Jujurlah. Kau itu manusia..., Apa kau tidak menyuguhiku kopi sama sekali?” keluh Sang Goo menyindir.
“Jadi bukan karena niat murni untuk datang. Ternyata Kau lebih licik dari yang kuduga.” Keluh Soo Ji
“Aku tak licik. Aku hanya ingin melihat rumah pacarku saja. Aku ingin tahu apa bau kamarmu. Aku penasaran melihat baju tidurmu, aku penasaran dengan  toilet kotormu.” Ungkap Sang Goo.
“Kenapa kau penasaran dengan hal seperti itu? Aku tidak mengerti.” Kata Soo Ji .
“Aku hanya ingin saling berbagi kegiatan sehari-hari denganmu.” Ucap San Goo. Soo Ji menyuruh Sang Goo pulang saja sebelum  kereta bawah tanahnya pergi dan ia harus kerja lagi.
Soo Ji pun membuka pintu mobilnya bertanya apakah Sang Goo ingin kimchi karena Ji Ho kebanyakan memberikan kimchinya. Sang Goo mengeluh kalau tak makan kimchi lagi lalu melihat boneka yang diberikan sedang duduk dibelakang dengan sabuk pengaman.
“Kau sedang apa disana?.. Hei, bukannya ibumu agak aneh? Apa dia menyembunyikan emas di rumahnya?” keluh Sang Goo. Saat itu ponsel Ji Ho bergetar terlihat nama [Sayangku]

Sementara Soo Ji sibuk sibuk mengambil barang dari bagasi,  lalu mengajak Sang Goo untuk segera keluar dari mobil.  Sang Goo pun tak banyak bicara akhirnya mereka berpisah di depan lift. Soo Ji menyuruh Sang Goo pulang dan mengabarinya kalau sampai rumah.
“Soo Ji.. Apa kebetulan, ada teman-temanmu  datang ke rumahmu?” tanya Sang Goo penasaran. Soo Ji menjawab tak ada.
“Tidak ada yang datang jam segini. Mereka semua itu sibuk... Apa ini tentang kopi lagi? Aku sudah lelah dan ingin istirahat sendirian di rumah.” Ucap Soo Ji, Sang Goo bisa mengerti setelah melambaikan tangan didepan lift langsung berlari ke tangga darurat.

Ia seperti kaget dengan Soo Ji karena menerima telp dari “Sayangku”.  Teringat saat mereka memutuskan berkencan Soo Ji mengatakan “Pertama, kita hanya bisa  bertemu di luar. entah itu hari kerja atau bukan. Yang kedua, dilarang saling bertanya  tentang kehidupan pribadi.”
Lalu ketika tak sengaja bertemu di pernikahan teman kuliah, merke bertabrakan. Sang Goo menemukan sebuah kondom, Soo Ji meminta agar dikembalikan karena itu miliknya. Lalu diatas setelah rapat.
“Maaf.. Aku biasanya ingat siapa saja pria yang tidur denganku.” Kata Soo Ji yang berpura-pura tak ingin dengan Sang Goo.
“Memangnya aku pernah bilang ingin kencan denganmu? Yang kubilang aku ingin tidur denganmu. Saat itu, aku hanya main-main denganmu. karena aku ingin tidur dengan seseorang.” Ucap Soo Ji yang marah.
Saat di dalam mobil, Soo Ji mengatakan tidak akan pernah menikah. Saat itu Soo Ji menyapa seseorang yang baru datang dan Sang Goo hanya bisa melonggo melihatnya. 


Se Hee masuk kamar melihat buku puisi dengan note yang masih tertempel dan membacanya  [Jangan pernah mencintai. Kau tidak berhak mencintai.]
Sementara Sang Goo yang melonggo melihat Soo Jimenyapa seorang waniat yaitu ibunya. Ibu Soo Ji terlihat berjalan pincang,  Soo Ji mengeluh ibunya yang keluar padahal udara dingin. Ibunya mengatakan  pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan. Sang Goo terlihat tak percaya ternyata Soo Ji tak ingin berbagi cerita tentang keluarganya. 

"Bertemu seseorang dalam hidup merupakan hal yang amat  menakjubkan. Itu karena seseorang itu datang bersama masa lalunya, masa kininya dan masa depannya."
Ho Rang mengeringkan matanya yang basah setelah menonton theater, lalu kembali ke ruangan dan melihat Won Seok sudah duduk sendirian dan mengajaknya pergi.  Won Seok tiba-tiba mengatakan dengan serius kalau mereka lebih baik berpisah saja. Ho Ran terlihat kaget karena Won Seok yang mengajak berpisah.
"Itu karena seluruh hidup seseorang itu ikut datang juga." 

Ho Rang menatap note yang dilepaskan dari buku dengan menatap dalam-dalam tulisan [Jangan pernah mencintai.  Kau tidak berhak mencintai.]
Flash Back
Si wanita yang membantu Ji Ho memakai anting duduk di tempat Se Hee duduk dengan memberikan sebuah buku dan juga surat. Se Hee terlihat melotot kaget pada Jung Min. Jung Min mengatakan kalau Barang-barangnya sudah diangkut jadi Se Hee bisa mengambil barangnya.
“Aku... Aku minta maaf. Izinkan menjelaskan semuanya. Ayah menghubungiku...” ucap Se Hee dan langsung disela oleh Jung Min terlihat sangat dendam.
“Di hadapanku...jangan lagi bicarakan tentang ayahmu. Di hadapanku... jangan bicarakan tentang keluargamu.” Kata Jung Min .
“Bisakah kita...bicarakan itu dulu?” kata Se Hee menahan tangisnya.
“Di hadapanku... jangan bilang "Kita" lagi. Aku tidak ingin kau bahagia.” Kata Jung Min penuh dendam lalu keluar dari cafe. Se Hee pun hanya bisa menangis. 

Se Hee kembali melihat note yang ditinggalkan Jung Min [Jangan pernah mencintai.  Kau tidak berhak mencintai.] lalu keluar kamar sambil bergumam melihat Ji Ho sedang menonton TV
“Seperti apa katamu..., aku tidak bahagia untuk sementara waktu.Seperti apa katamu..., aku tidak mencintai seseorang  untuk sementara waktu. Tapi hari ini..., untuk sejenak saja, aku merasa bahagia. Untuk sejenak, aku melupakan segalanya.”
Ji Ho melihat Se Hee berdir menawarkan untuk menonton bersama. Se Hee pun duduk disofa menatap Ji Ho yang duduk didepanya, sambil bergumam “Bagiku wanita ini cantik. Yang ada di hatinya pun sangat cantik.. Namun...”
**
Keduanya pun berdiri didepan lorong saling mengucapkan Selamat malam. Ji Ho akan masuk ke dalam kamar dan Se Hee hanya menatapnya sambil bergumam “Pada waktu bersamaan..., aku takut. Aku takut akan diriku sendiri yang menyakiti seseorang lagi.”
Se Hee tiba-tiba menahan pintu kamar Ji Ho yang akan ditutup, Ji Ho kaget melihat. Se Hee dengan yakin meminta kalau malam ini, apakah Ji Ho ingin tidur bersama
“Namun... Sekarang, aku juga......ingin bahagia.”
Bersambung ke episode 13

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


11 komentar:

  1. Lanjut kk nulis y ...ditunggu maksih

    BalasHapus
  2. Waah makin seru aja..d tunggu kelanjutan y. Terimakasih sinopsis y😊😊

    BalasHapus
  3. Tambah seru ..lanjut mba ..


    BalasHapus
  4. Makin seru aja deh...yg semangat min nulis sinop'y biar selasa depan Up'y cpet...mkasih 😊

    BalasHapus
  5. Aku nya yg merasa gugup pas baca hahaha😄😄

    BalasHapus
  6. Jadiiii baperr min... 😅😅

    BalasHapus
  7. Uuuuuuuuh... jadi penasaran kelanjutannya 😂

    BalasHapus
  8. Arrrgh.. Ini nih yg bikin hari berasa lamaaa

    BalasHapus
  9. Koq hari ini blom up min??? Pnasaran aq dr siang udah scroll sinop Because my First Life...

    BalasHapus