Rabu, 30 November 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 12 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Nan Gil pergi ke bagian reparasi jahitan, melihat di depan pintu  (Ditutup karena alasan pribadi) lalu berusaha mencari tahu keberadanya. Akhirnya ia menuliskan pesan pada bibi Kim “Namaku Ko Nan Gil, pemilik Pangsit Hong. Aku tahu kau pernah mengunjungi Pangsit Hong.Aku akan menunggu telepon darimu.”
Anak Buah Wan Shik datang menemui Wan Shik memberitahu Tuan Bae mengatakan untuk melihat ke dalam rekening bank milik Wan Shik. Wan Shik terlihat sedikit panik . Si anak buah merasa  setelah penculikan terakhir kali dan ini adalah perbuatan Ko Nan Gil.
Wan Shik terdiam lalu mengingat perkataan Nan Gil “Apa kau bisa melakukan sesuatu tanpa perintah tuan Bae? Dan membuat pilihanmu sendiri untuk satu kali saja. Berhenti menerima perintah.” Ia langsung mengeluh keduanya itu mengangap dirinya seperti apa.
Ia lalu menelp Pengacara Kim, bertanya apakah akan bertemu dengan Hong Na Ri, Pengacara Kim membenarkan. Wan Shik meminta agar memberikan ponselnya pada Paman Shin karena ingin berbicara. Paman Shin berbicara pada Wan Shik dengan wajah gugup.
“Beritahu Hong Na Ri segala sesuatu tentang ayahnya.” Perintah Wan Shik. Paman Kim kaget karena berpikir harus sekarang juga.
“Aku tidak akan meremehkan Nan Gil lagi.” Tegas Wan Shik menutup telpnya. 


Na Ri datang dengan Duk Bong ke sebuah cafe, Paman Shin tak percaya Na Ri datang bersama. Duk Bong pun memperkenalkan diri  dan bertemu di persidangan. Na Ri pun bertanya apa yang ingin dibicarakan. Pengacara Kim memberitahu Tuan Shin Jung Nam ingin mengajukan banding. Na Ri kaget pamanya akan melakukan itu.
“Na Ri, mari kita bicara.” Ucap Paman Shin mengajak Na Ri agar pindah ke meja lainya. Duk Bong pun duduk didepan pengacara Kim dengan wajah dingin.
“Paman, aku tidak akan melakukan persidangan lagi dan akan mengurusnya.” Kata Na Ri menolaknya.
“Nan Gil adalah orang yang melakukannya kepada ayahmu, Dia membunuh ayahmu.”ucap paman Shin sesuai dengan perintah Wan Shik.

Na Ri kaget mendengarnya lalu teringat saat kembali ke Seoul dengan ucapan Nan Gil “ Ada sesuatu yang aku rahasiakan darimu. Mulai sekarang aku akan berbohong. Itu sebabnya kau tidak bisa bersamaku.”
“Jadi  Karena itulah kenapa kau dan dia tidak bisa. Mari kita ajukan banding dan mengakhirinya.” Ucap paman Shin merayu keponakanya.
“Kalau dia membunuh seseorang dan semua orang tahu itu, kenapa dia ada di sini?” ucap Na Ri tak bisa dipercaya, Paman Shin menegaskan bukan seseorang tapi ayahnya.
“Tepat sekali. Kenapa orang yang membunuh ayahku ada di sini?” kata Na Ri heran, Paman Shin menyakinkan kalau  Da Da Finance mengurusnya bahkan Nan Gil juga tahu kalau membunuh ayah Na Ri.
“Kenapa kau tidak memberitahuku saat datang terakhir kali?” ucap Na Ri
“Dia menatapku. Bagaimana mungkin aku bisa mengatakannya?” kata Paman Shin

Na Ri meminta pamanya bangun dan pergi,  paman Shin bertanya kemana Na Ri akan pergi. Na Ri piki harus bertemu ayah angkat Nan Gil menurutnya kalau dia menutupi pembunuhan itu, maka Tuan Bae juga bersalah serta perlu mendengar apa yang terjadi. Ia pun berjalan  ke tempat Duk Bong memberitahu harus pergi dengan pamanya  untuk memeriksa sesuatu.
Duk Bong yang khawatir mengikuti kemana arah mobil Na Ri pergi dengan paman dan Pengacara Kim. 


Yoon Kyu yang masih kesal sambil membalikan badanya bertanya pada Nan Gil Di mana akan menonton, Nan Gil binggung apa maksudnya. Yoon Kyu memberitahua kalau acara mereka itu ditayangkan hari ini. Nan Gil seolah tak peduli.
“Aku masih ingat ketika kita berada di sini bersama Nine By Nine.Apa kita tidak akan menontonnya bersama-sama?” ucap Yoon Kyu
“Berapa lama kau akan terus memunggungiku?” sindir Nan Gil  dan berjanji tidak akan terjadi lagi. Yoon Kyu langsung membalikan badanya. 
“Kalau begitu mari kita semua menontonnya bersama di rumah.” Kata Yoon Kyu penuh semangat, Nan Gil menolaknya.
“Kau tidak memiliki otoritas. Aku akan bertanya pada yang memiliki kekuasaan.” Keluh Yoon Kyu, Nan Gil melirik pada Duk Shim yang terus menatapnya, lalu mendekatinya meminta agar membantunya. 

Nan Gil mengangkat panci-panci untuk pelangan yang akan membawa pulang dumpling didepan restoran dengan bantuan Duk Shim. Diam-diam Yoon Kyu ikut mendengarnya juga. Nan Gil bertanya apakah Duk Shim tahu kalau ia melihat surat permintaan maaf itu. Duk Shim mengaku kalau sudah mengetahuinya.
“Kau seorang fotografer yang baik dan memiliki bakat. Tapi jangan mengambil foto secara diam-diam lagi.” Ucap Nan Gil, Duk Shim yang tadinya tersenyum langsung cemberut.

“Menyukai seseorang adalah hal yang baik, jadi aku pikir kau diizinkan untuk melakukan apapun. Tapi tidak secara diam-diam dari orang lain. Itu menyakitkan, kau pasti tahu itu.” Kata Nan Gil
“Tapi aku melakukannya... selama lebih dari satu tahun.” Ucap Duk Shim seperti tak bisa melepaskan begitu saja.
“Aku sudah seperti itu dengan seseorang... sepanjang hidupku. Dan bagiku Itu tidak masuk akal. Aku mengatakan ini karena menganggapmu sudah dewasa sekarang. Jadi Kau akan berhenti, kan?” kata Nan Gil menasehati. Duk Shim memegang dadanya seperti menahan rasa sedihnya lalu menganguk mengerti, Yoon Kyu diam-diam langsung berjalan masuk kembali ke dalam restoran. 


Wan Shik berjalan cepat melalui lorong,  Na Ri  melihat foto Nan Gil dengan Tuan Bae yang masih kecil. Tuan Bae memberitahu Nan Gil berada di kelas sembilan pada saat foto bersama jadi tahu mengenai anak angkatnya  secara menyeluruh. Wan Shik datang dan Tuan Bae menyuruhnya untuk duduk. 
“Dia saksi yang melihat Nan Gil membunuh Hong Sung Kyu pada hari itu.” Kata Tuan Bae. 

Duk Bong baru sampai di depan gedung DaDa, Dua pengawalnya datang bertanya alasan datang. Duk Bong mengaku kalau klienya mengatakan sedang berada ditempat tersebut.
 “Kalau dia membunuh seseorang, kenapa dia tidak dihukum?” tanya Na Ri
“Kami mengatakan kalau dia bunuh diri karena hutangnya. Wanita yang tinggal bersamanya setuju dengan itu. Dan...itu bukan...pertama kalinya Nan Gil mendorong seseorang... untuk bunuh diri. Jadi Itu sebabnya aku menyerahkannya dan membatalkan adopsi. Kami merasa kasihan kepadanya, Jadi karena itu kami tidak mengatakan apapun. Hidupmu... benar-benar berantakan sekarang. Skekarang Siapa yang melindungi siapa Dia memiliki uang dan sedang berusaha untuk memiliki tanah itu.” Kata Tuan Bae mencoba menghasutnya.

“Biarkan pamanku pergi.” Ucap Na Ri
“Aku akan melakukanya, setelah semuanya diselesaikan. Lagipula dia lebih suka tinggal di sini daripada bersama Nan Gil.” Ucap Tuan Bae 
Duk Bong masuk ke dalam ruangan, Tuan Bae bertanya siapa yang berani masuk ruanganya. Duk Bong mengaku kalau  pengacara Hong Na Ri dan ingin mengkonfirmasi karena sudah datang lalu duduk di samping Na Ri .
“Shin Jung Nam, Hong Sung Kyu. Tunjukkan dokumen hutang mereka.” Kata Duk Bong, Tuan Bae mengaku tidak tahu hal-hal seperti itu jadi lebih baik tanyakan saja pada pengacaranya.
“Ayo Bangun, kau tidak perlu berbicara dengan orang-orang ini lagi.” Kata Duk Bong mengajak pergi,  Tuan Bae pun tak bisa berkata apa-apa lagi.

Nan Gil baru keluar dengan Yoo Kyu, Duk Bong kembali mengantar pulang Na Ri membahas kalau Na Ri tidak mengatakan apapun sepanjang perjalanan dan bertanya kenapa tidak percaya kepadanya, Na Ri tetap tak memberitahu dengan mengucapkan terimakasih atas bantuanya hari ini lalu turun dari mobil. Nan Gil pun melihat Duk Bong yang langsung pergi meninggalkan rumah.

“Apa kau tahu hari apa itu?” ucap Yoon Kyu mendekati Na Ri, Na Ri seperti terlihat sinis menatap Nan Gil
“Ini hari tempat pangsit kami tayang di TV. Nan Gil mengatakan tidak perlu menonton, tapi tolong biarkan kami menggunakan ruang tamumu.” Kata Yoon Kyu, Na Ri pun memperbolehkanya.  Yoon Kyu terlihat bersemangat.
Semua sudah berkumpul diruang tengah, Yoon Kyu membawa beberapa dumpling dan juga minuman, mengajakan semua bersulang tapi yang lainya sibuk dengan ponsel mereka dengan games. Dan ia pun meminum sendirian.  

Na Ri mengeluarkan sebuah kotak berisi foto-foto bersama ayahnya, seperti tak yakin ayahnya itu sudah meninggal. Lalu teringat saat Nan Giil mengatakan pada pamanya  Kau berkata kalau kau melihatnya musim semi lalu.” Nan Gil juga mengatakan  akan mencari tahu sendiri.

Yoon Kyu mendengar bunyi bel rumah dengan penuh semangat merasa kalau Nan Gil pasti datang sebagai atasan mereka, tapi ternyata Yeo Joo yang datang. Duk Shim melonggo tak percaya si gadis pengoda itu datang. Nan Gil melihat kalau semua ini sekarang akan menjadi semakin keras sekarang.
“Kalian menutup toko lebih awal. Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Yeo Joo dengan bersikap manis
“Pangsit Hong akan ada di TV malam ini. Mereka menayangkan acara yang syuting sebelumnya.” Kata Ha Ni yangterkesima dengan kecantikan Yeo Joo, Joon dan Yoon Kyu hanya bisa melonggo.
“Kenapa kau ada di sini?” tanya Duk Shim ketus
“Aku datang untuk menemuimu, tapi restoran tutup.” Kata Yeo Joo
Duk Shim tak percaya Yeo Joo sengaja ingin menemuinya, Yeo Joo memperlihatkan tas belanjanya kalau baru pergi berbelanja dengan kakaknya dan membeli hadiah. Duk Shim pikir Yeo Joo bisa tahu apakah akan menerimanya. Yeo Joo rasa Duk Shim  tidak perlu menerimanya, tapi tolong hargai betapa hatinya ini sangat memikirkannya. Duk Shim tak peduli meminta agar dirinya bisa beristirahat. Yeo Joo pikir harus menyapa Na Ri juga karena sudah datang ke rumahnya. 

Na Ri langsung memasukan semua fotonya dan berpura-pura diam saja saan terdengar ketukan pintu. Yeo Joo membuka pintu memberitahu kalau ia datang kerumahnya. Na Ri mengaku hanya ingin sendiri. Yeo Joo mengerti dan akan bicara nanti saja serta akan menonton acara. Terdengar bunyi ketukan pintu kembali.
“Sudah aku katakan aku ingin sendirian.” Teriak Na Ri, tapi kali ini bukan Yeo Joo tapi Nan Gil yang datang. 
“Apa kau tidak menonton pertunjukannya?”tanya Nan Gil, Na Ri mengatakan tidak
“Ada apa? Kau mengatakan tidak perlu khawatir, tapi aku tidak bisa menahannya.” Ucap Nan Gil melihat sikap Na Ri yang berbeda
“Mari kita bicara nanti.” Kata Na Ri
“Menakutkan saat kau mengatakan, "Mari kita bicara nanti." Kau benar-benar harus turun. Dan... Kapan kita akan melakukan itu?” ucap Nan Gil, Na Ri tak mengerti maksudnya.
“Kau meminta satu jam sehari untuk mengenalku.” Kata Nan Gil
“Baiklah. Aku perlu bicara denganmu, jadi mari kita lakukan sekarang.” Ucap Na Ri serius, Nan Gil merasa Na Ri itu membuatnya merasa  lebih takutkan. Na Ri meminta Nan Gil agar menunggu di restoran. 

Tuan Bae langsung menampar Wan Shik dengan sekuat tenaga dan benar-benar marah karena anaknya itu berani melakukanya tanpa perintahnya, karena ia hanya ingin Wan Shik melakukan yang di perintahkan. Wan Shik mengaku  merasa frustrasi, melihat Nan Gil selalu menyeret ayahnya. Tuan Bae mengerti kalau yang dilakukan Wan Shik itu hanya demi orang tuanya.
“Tapi Kenapa membuat masalah dengan seseorang yang tidak bisa kau kalahkan? Jadi Bisakah kau mengalahkan Nan Gil?” kata Tuan Bae merendahkanya.
“Kau selalu... menyukai Nan Gil lebih daripada aku. Apa itu sebabnya kau percaya kepadanya dan melacak akunku?” ucap Wan Shik dengan nada tinggi,
“Kau bilang Akunmu? Ada terlalu banyak sisa uang, jadi aku melakukan itu untuk semua orang. Lalu Apa kau... menyembunyikan sesuatu?” kata Tuan Bae menaruh curiga.
Wan Shik terlihat kesal karena dugaanya salah membuat kesalahan yang fatal. Tuan Bae lalu mengajak Wan Shik duduk dan menyuruh pengacara Kim memberikan berkas yang dimintanya,  dan meminta agar Wan Shik memberikan tanda tanganya. Wan Shik kaget dan binggung
“Sekarang kau... CEO Da Da Finance. Kau akan Masuk penjara selama beberapa tahun, dan Da Da akan menjadi milikmu setelah kau keluar. Setidaknya kau harus melakukan ini... untuk orang tuamu.” Kata Tuan Bae, Wan Shik terdiam mendengar perintahnya. 
Wan Shik kembali masuk ruanganya,  Anak buahnya memberitahu yang tuan Bae sembunyikan adalah buku pencucian uang Greenland. Wan Shik menanyakan keberadaanya. Si anak buah melihat luka diwajah Wan Shik, sempat menanyakan keadaanya.
“Setelah kalian mulai mencurigai satu sama lain, maka kedua pihak akan mati. Aku akan mengurusnya jadi  Tunggu di luar.” Kata Wan Shik lalu mengeluarkan ponselnya.
“Aku mengirimkan alamatnya, Hanya ini yang bisa aku lakukan.” Ucap Wan Shik. 
Nan Gil menerima telp Wan Shik bisa mengerti,  saat itu semua sedang menonton acara restoran Hong. Dengan gambar Nan Gil yang sedang menguleni adonan dengan caption (Pemiliknya terlihat seperti model.) Semua melihat Nan Gil itu terlihat baik di depan kamera.
Yeo Joo ikut terkesima melihat Nan Gil itu fotogenik dan bisa mengerti kenapa Na Ri suka padanya. Duk Shim melirik sinis karena Yeo Joo seperti mendukung Na Ri dengan Nan Gi. Nine By Nine tampil di TV menjadi bintang tamu, Yeo Joo dan Duk Shim memilih untuk duduk mundur karena tak tertarik. 

Na Ri dan Nan Gil sudah duduk bersama di restoran,  keduanya hanya saling menatap. Nan Gil merasa kalau Na Ri membuatnya jadi tambah gugup. Na Ri bertanya apakah harus memulainya sekarang, lalu membahas kalau dirinya sekarang sendirian dan ayahnya sudah meninggal.
“Aku pergi ke Da Da Finance bersama Duk Bong hari ini.” Kata Na Ri
“ Kenapa kau pergi kesana? Yang mereka lakukan semuanya kebohongan.” Ucap Nan Gil menyakinkan
“Itu benar. Aku mendengar kebohongan lain. Mereka mengatakan kau membunuh ayahku dan bahwa kau sudah menegaskan hal itu serta tahu itu.” Ucap Na Ri, Nan Gil hanya bisa terdiam
“Katakan sesuatu. Aku tidak percaya semua yang mereka katakan. Tapi aku tidak mengerti kenapa kau menyembunyikan itu dariku. Kenapa kau mengatakan untuk mencari ayahku? Kenapa kau yakin dia masih hidup?” kata Na Ri binggung
“Karena aku memeriksa semua rumah sakit pada hari itu, mereka semua mengatakan tidak ada yang datang dengan luka-luka. Jadi aku ingin percaya dia masih hidup.” Jelas Nan Gil
“Kau bilang "Hari itu"? Jadi Hari apa itu?” kata Na Ri penasaran 


Di rumah Perawatan Gyeonggi-do, Bibi Kim datang dengan senyuman sumringahnya, seorang pria terlihat sedang mendorong ember dengan pakaian kotor sambil bersenandung “ Di sisi lain cakrawala Di mana awan putih mekar aku ingin pergi bersamamu”
Bibi Kim berdiri didepan, Tuan Hong yang terlihat sudah menua tersenyum melihat Bibi Kim yang datang menemuinya. 

Nan Gil memberitahu hari itu adalah saat Lima tahun yang lalu dan ayahnya meninggal, serta pada saat itu mulai mengembangkan penyakitnya. Selain itu  juga di hari itu mempertaruhkan hidupnya dengan  berkelahi sebagai anak laki-laki pesaing.
“Aku melihat seorang pria berjalan ke atap, ketika itu hanya kami berdua. Aku melihat ketakutan di matanya., Dia terpojok karena aku. Dia tidak bisa kemana-mana lagi dan jatuh. Aku tidak bisa menangkapnya. Itu terjadi hanya dalam hitungan detik. Aku melihat darah. Aku mendorong ayahmu... untuk mati.” Cerita Nan Gil yang masih dalam ingatanya

“Aku ingat semua itu dengan sangat jelas. Aku mencoba mengatakan kepada diriku sendiri bahwa aku tidak membunuhnya. Tapi... Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri karena berada di sana.” Kata Nan Gil, Na Ri yang menahan air matanya memilih untuk pergi. 


Yoon Kyu dkk kembali ke restoran, lalu memuji kalau tayangan tadi sangat mengagumkan bahkan Semua orang mencari tempat pangsit "Tiga besar Raja Makan" di internet. Joon dan Ha Ni melihat Nan Gil hanya diam saja, Yoon Kyu terus menyerocos kalau mungkin akan diedit tapi ternyata wajahnya terlihat di TV. Nan Gil memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.
“kita akan meninggalkan pekerjaan pada waktu yang tepat. Ayo pergi.” Kata Yoon Kyu mengajak semuanya pergi.

Tuan Hong membawakan ubi bakar ke dalam ruangan yang di alas kardus, Bibi Kim menonton tayangan restoran Dumpling Hong saat salah satu anggota memberikan  ekspresi wajah tentang bagaimana rasanya. Lalu memberitahu Tuan Hong agar menonton acara TV bersama.
“Mereka mengatakan pemilik Pangsit Hong adalah Hong Sung Kyu.” Kata Bibi Kim
“Hong dibuka di Seulgi-ri hampir 20 tahun yang lalu, sama dengan usiaku. Kami sedang mencari pendirinya, Hong Sung Kyu, Yang hilang pada suatu hari.” Ucap Na Young memberitahu latar belakang restoran Hong.
“Aku senang.. Aku memiliki nomor Hong Na Ri.” Ungkap Bibi Kim
“ Apa yang kau katakan? Kami sepakat untuk melupakan semua tentang hal itu.” Ucap Tuan Hong panik
“Hei...  Ayolah... Tapi anakmu mengatakan... dia tidak bisa melupakanmu.” Kata Bibi Kim, Tuan Hong melotot menatapTV saat melihat nomor yang bisa di hubungi kalau bertemu dengan Tuan Hong. 

Yeo Joo menahan Duk Shim yang akan pulang, Duk Shim mengatakan bisa pergi sendiri. Yeo Joo melarang kalau Anak-anak tidak boleh berjalan sendirian di malam hari. Duk Shim tak peduli karena tahu tujuan Yeo Joo hanya ingin melihat kakaknya.
“Itu karena aku berhutang kepadanya.” Kata Yeo Joo, Na Ri kembali masuk rumah dengan menahan air matanya.
“Na Ri, aku akan keluar untuk berjalan-jalan.” Ucap Yeo Joo memberitahu, Na Ri berlari begitu saja menaik tangga. Yeo Joo melihat Na Ri itu seperti menangis lalu meminta Duk Shim menunggu dan tak boleh kabur.
Na Ri sudah mengunci pintu kamarnya, Yeo Joo berusaha untuk membuka dan mengetuknya tapi tak ada sahutan. Duk Shim mengikutinya, sampai akhirnya mereka pun memilih pergi. 

Nan Gil menelp Joon kalau sudah menemukan buku besarnya dan semua tidak ada di komputer manapun jadi membutuhkannya untuk menghabisi Da Da. Joon sedang menyetir terlihat tegang, dua temanya sedang asik dengan melihat tayangan  acara mereka.
“Apa kau akan mencarinya sekarang? Sendirian?” tanya Joon khawatir.
“Kirim semua file Da Da kepada jaksa. Jangan meninggalkan apapun. Aku akan mengakhiri Da Da sendiri. Aku sudah memulainya, jadi harus menyelesaikannya.” Ucap Nan Gil dengan mata penuh dendam. 

Na Ri mengingat kenangan dengan ayahnya yang menaiki ayunan dengan mendoronganya seperti langsung mendoronganya pergi ke busan. Saat itu ponselnya berdering, Bibi Kim sengaja menelp Na Ri saat Tuan Hong tak ada diruangan.
“Hong Na Ri... Apa kau benar-benar ingin mencari ayahmu?” kata Bibi Kim, Na Ri bertanya siapa yang menelpnya. 
“Aku akan mengirimkan alamat, jadi datanglah. Kau harus Datang sendirian, mengerti.  Ayahmu takut pada orang-orang.” Ucap Bibi Kim
“Apa  Ayahku masih hidup?” kata Na Ri tak percaya, Bibi Kim meminta Na Ri bisa melihatnya sendiri saja. 

Na Ri pergi ke restoran memanggil Nan Gil tapi ternyata tak ada diruanganya, lalu mencoba menelp tapi tak diangkat. Nan Gil pergi ke sebuah ruangan bawah tanah seperti sebuah bar, Na Ri sudah meninggalkan rumah dengan menaiki taksi dan sampai di Rumah Perawatan Gyeonggi-do.
Nan Gil masuk ke dalam dengan mengingat ucapan Na Ri sebelumnya “Go Nan Gil.... Aku mencintaimu...” lalu bergumam “Aku tidak pernah membayangkan mendengarmu mengatakan kau mencintaiku. Terima kasih.”

Saat itu anak buah Tuan Bae melihat kedatangan Nan Gil langsung berkelahi. Na Ri masuk ke dalam rumah perawatan, Tuan Hong sibuk mengambil seprai kotor dalam tiap ruangan. Na Ri dari kejauhan melihat seorang pria yang mendorong ember besar, ketika mendekat memastikan kalau wajah itu mirip dengan foto ayah yang dibawanya.
Nan Gil pun melawan semua anak buah Tuan Bae sendirian, sampai akhirnya kepalanya terkena pukulan botol kaca dan kepalanya pun mengeluarkan darah.
“Aku tidak pernah membayangkan... membuatmu menangis. Maafkan aku.” Gumam Nan Gil
Bersambung ke episode 13

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar