Rabu, 23 November 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 10 Part 1


PS : All images credit and content copyright : KBS

Na Ri melihat pamannya pergi dan membaca surat Pengaduan tertulis, ketika itu Nan Gil keluar rumah dan keduanya saling menatap. Paman Shin keluar dari rumah buru-buru berjalan ke arah mobil Wan Shik yang sudah menunggunya.
Wan Shik pun duduk didalam mobil bertanya apakah paman Shin sudah melakukan seperti yang diperintahkan. Paman Shin dengan sedikit ketakutan mengatakan sudah pasti melakukanya. Wan Shik memastikan kalau Paman Shin tidak melakukan apapun selain itu. Paman Shin mengatakan tidak ada, akhirnya Wan Shik pun menyuruh anak buahnya agar segera pergi.

Nan Gil berjalan mendekati Na Ri, lalu Na Ri bertanya Apa Nan Gil masih menyembunyikan sesuatu darinya. Nan Gil hanya terdiam. Na Ri heran melihat Nan Gil hanya diam saja.  Nan Gil menjelaskan Da Da membuat paman mengajukan pembatalan pernikahan.
Sejak saat itu, mereka mengklaim bahwa ayahmu sudah meninggal.” Jelas Nan Gil
Dia berkata kalau melihat surat kematiannya.” Ucap Na Ri
Da Da bisa dengan mudah memalsukan dokumen seperti itu. Aku akan mencari tahu sendiri. Aku akan  benar-benar mencarinya.” Kata Nan Gil
Tidak. Pamanku mengatakan kepadaku tahun lalu bahwa dia melihat ayah. Apapun yang dia katakan, jangan dipikirkan.” Ucap Na Ri ingin menenangkan 
Apa yang dikatakan oleh seorang keluarga biasanya benar. Dan Aku....” Kata Nan Gil, Na Ria sudah tahu kalau Nan Gil pasti akan pergi mengaduk adonan. Nan Gil tak banyak berkata memilih untuk segera pergi saja. 

Duk Bong masuk kamar adiknya, seperti merasa sebuah keanehan lalu mencoba untuk keluar lagi dan kembali masuk, tapi Duk Shim terlihat hanya diam saja. Duk Bong bertanya kenapa tak berteriak seperti biasa karena menurutnya Ini tidak menyenangkan.
Aku memutuskan untuk mengabaikanmu. Aku hanya akan bersikap seperti kau tidak ada.” Ucap Duk Shim
Duk Shim, apa kau tahu caranya berkelahi?” tanya Duk Bong, Duk Sim heran kakaknya menanyakan hal itu.
Apa yang kau lakukan untuk merobek...” ucap Duk Bong langsung di sela oleh adiknya, Duk Shim berpikir kalau Yeo Joo yang mengatakan hal itu.
Aku katakan kepadamu, dia jelas seorang pengganggu di sekolah. Dia melemparku ke dinding dan memutar lenganku. Itu semua adalah teknik pengganggu di sekolah.” Ucap Duk Shim bisa mengingat saat Yeo Joo melakukan itu padanya.

“Kau bilang Seorang pengganggu di sekolah? Bagaimana kau bisa tahu itu? Apa sesuatu terjadi di sekolah?” kata Duk Bong penasaran, Duk Shim memilih untuk memakai earphonney. Duk Bong pun melepaskanya.
Apa kau benar-benar menyukai Na Ri dan bukan dia?” tanya Duk Shim penasaran, Duk Bong tak ingin adiknya mengalihkan pembicaraan.
Dia terlihat seperti wanita itu.  Cinta pertamamu yang menusukmu dari belakang dan Jelas bukan dia. Tapi Jangan khawatir, aku tidak mencarimu. Dia menyebalkan, tapi aku  memihak pada Na Ri. Semoga berhasil.” Kata Duk Shim
Duk Bong menyindir adiknya agar bisa berkemas, Duk Shim memilih untuk menutup telinganya dengan earphone. Duk Bong pun keluar dari kamar adiknya. 


Na Ri melihat surat dari pamanya, lalu bergegas pergi ke tempat Nan Gil yang sedang membuka adonan kulit. Ia bertanya kenapa Nan Gil tidak memberitahu tentang gugatan itu. Nan Gil merasa masih berpikir bagaimana cara memberitahukanya
Kenapa kau harus berpikir tentang hal itu?” ucap Na Ri,
Aku harus menang di pengadilan. Untuk melakukan itu, kesaksian kau sangat penting. Sulit bagiku untuk memintamu menjadi saksiku.” Kata Nan Gil
Aku tidak punya rencana untuk menjadi saksi. Tapi Apa kau lupa? Kita berkencan sekarang. Kau membuatku untuk kembali dan menyatakannya kepadaku. Dia akan membatalkan pernikahannya dan aku Menganggapnya sebagai kesempatan.” Ucap Na Ri
Kau bertanya apa arti tempat ini bagiku. Aku akan mengingatkanmu. Tempat ini lebih penting bagiku daripada kau Itu sebabnya aku tidak bisa menyerahkan tempat ini.” jelas Nan Gil
Apa kau mengatakan kau akan selamanya menjadi ayah tiriku?!! Aku tidak mau. Aku tidak akan melakukannya. Kita mungkin putus suatu hari nanti, Cinta kita bisa mati. Bagaimanapun, aku tidak bisa tetap seperti ini bersamamu. Aku tidak akan berdiri sebagai saksi.” Ucap Na Ri
Nan Gil memanggil nama Na Ri,  Na Ri meminta agar Jangan mengatakan namanya dan Jangan mengatakan apapun karena bahkan tidak tahu kenapa dirinya berjuang dan semuanya tidak mengerti dan tidak masuk akal. Jadi lebih baik Hentikan. Ia tidak ingin berteriak atau menyakiti Nan Gil dan mereka berdua harus berpikir tentang hal itu. Nan Gil hanya bisa diam melihat Na Ri yang akhirnya kembali ke rumah. 


Yoon Kyu baru keluar dari restoran menyiapkan kukusan dan dikagetkan dengan sapaan dari tiga penulis. Si wanita berkacamata sengaja membawakan kopi ditanganya. Yoon Kyu pun memanggil Nan Gil agar bisa melihatnya tapi Nan Gil seperti tak peduli dengan menaruh papan menu.
Kami pastikan untuk tidak memberimu waktu untuk melupakan kami. Kami tidak pernah merasa ragu.” Ucap si wanita kacamata dengan percaya diri
Kami selalu bergerak maju sampai kami mencapai tujuan kami.” Ucap si wanita hitam, si wanita kacamata menyenggol anak buahnya.
Apa karena ini aku menjadi seorang penulis?”kata si wanita berambut coklat polos
Si wanita berkacamata membenarkan dengan merasa bahagia, setelah itu terlihat cemberut merasa harus memecat anak buahnya yang polos.  Oon Kyu pun memberikan semangat agar mereka bisa datang setiap hari lalu menerima segelas kopi yang masih hangat.  Si wanita berkacamata memberikan Nan Gil kopi Khusus yaitu kopi tetes hanya untuknya. Nan Gil seperti tak peduli.
Saat itu Na Ri keluar rumah dengan membawakan sekop lalu berjalan ke samping rumah. Yoon Kyo merasa kafe di tempat mereka tidak memilki kopi seperti ini, Si wanita kacamata yakin mereka sudah tahu jadi  berharap semua restoran di Korea memiliki manajer sepertinya. 

Soon Rye menemui Duk Bong karena mencarinya. Duk Bong bertanya kenapa kakeknya bisa  memberikan tanah kepada seorang remaja 15 tahun. Soon Rye terlihat kaget. Duk Bong ingin agar Soon Rye  mencari tahu rahasia kotor apa yang mereka miliki.
Bagaimana aku bisa mengetahui apa yang terjadi pada tahun 1975?”ucap Soon Rye heran
Astaga, bagaimana kau tahu itu di tahun 1975?” sindr Duk Bong yang mengetahui Soon Rye banyak menyimpan rahasia.
Aku memiliki memori fotografi...” kata Soon Rye menutupinya.
Shin Jung Im berusia 15 tahun saat itu. Kau pasti tahu dengan baik karena dia adalah teman baikmu. Kalau kau tidak bisa menemukan apapun, maka coba ingat-ingat lagi.” Tegas Duk Bong lalu keluar dari ruanganya. 

Yeo Joo langsung menyapa Duk Bong yang baru keluar dari ruanganya, Duk Bong binggung melihat Yeo Joo yang ada di museumnya. Yeo Joo mengaku  museum masih belum buka, jadi mengatakan kepada pegawainya kalau datang ingin menemuinya. Duk Bong yang acuh pun menyuruh Yeo Joo menikmati museumnya nanti.
Kwon Duk Bong… Apa kau ingin membuat kesepakatan denganku?” ucap Yeo Joo, Duk Bong terlihat kaget seperti berbicara dengan adiknya. 

Si wanita kacamata melihat dua pekerja Nan Gil yang sedang sibuk di dapur. Nan Gil mendekatinya, bertanya Bagaimana mereka akan melakukan syuting acaranya. Si Wanita pikir Nan Gil  Hanya bekerja seperti biasa. Dan kamera mereka  akan merekam seluruh restoran, dan Nan Gil bisa mengatakan beberapa resep Lalu para tamu akan bercerita dan makan.
“Setelah itu Mereka kemudian akan memberikan skor, hanya  itu saja. Acara ini akan berdurasi 15 menit. Syutingnya tidak akan rumit sama sekali.” Jelas Si wanita
Bagaimanapun dia tidak akan ada di dalamnya.” Kata Han Yi menunjuk pada Nan Gil, Hoon menyuruh temanya itu membuat dumpling saja.
“Wahh.... Kalian sangat keren Koki... yang sedingin es. Aku kira kau tidak suka lelucon.” Komentar Si wanita

Aku memiliki syarat. Kami ingin mencari pemilik asli dari tempat ini.” tegas Nan Gil
Semakin banyak cerita yang lebih, maka semakin baik. Apa ini berarti pemilik aslinya menghilang? Apa kau ingin menceritakan kisah itu?” kata si wanita
Nan Gil hanya meminta agar mereka segera menghubungi kalau memang sudah memilih tanggalnya. Dua pekerja langsung mengeluh pada keputusan Nan Gil. Si wanita terlihat bahagia memberikan tanda cintanya, lalu memerintahkan dua anak buahnya bisa Hubungi tim kamera jadi lupakan tentang gurita dan memanggil semua tamu untuk datang ke restoran.
Apa dia akan melakukannya? Apa dia benar-benar setuju?” ucap Yoon Kyu tak percaya Nan Gil mau menyetujuinya.

Si wanita berkacamata sibuk menelp Direktur memberitahu  sedang syuting di Pangsit Hong hari ini. Si wanita berambut hitam memberitahu yang lainya kalau Menunya berubah hari ini karena Tidak akan terlihat baik untuk seorang idola memakan gurita hidup dan meminta agar bisa menuliskan skrip naskah tentang makanan gurita hidup.
“Apa Kita akan melakukannya hari ini?” tanya Yoon Kyu heran, Si wanita kaca membenarkan.
Seorang pemilik yang berhati dingin seperti dia... cenderung berubah pikiran.” Kata Si wanita dan mereka pun akan segera bersiap-siap.
Bos, mereka akan syuting hari ini. Apa kau tahu?” tanya Yoon Kyu bertanya pada Nan Gil, Nan Gil hanya diam saja lalu pergi. Yoon Kyu kesal karena kembali diabaikan.

Nan Gil mendekati Na Ri yang sedang menyekop tanah dan bertanya apa yang sedang dilakukanya. Na Ri dengan ketus mengatakan kalau itu bukan urusan Nan Gil dan menyuruhnya terus mengobrol dan tertawa dengan para penulis. Nan Gil bertanya kenapa Na Ri terus mengali tanah. Na Ri mengingatka kalau ia  sedang belajar bertani.
Apa kau yakin? Lalu Akan kau pakai untuk apa tanah beku itu?” tanya Nan Gil
Mereka mengatakan aku harus membalik tanah beku itu... dan mencampur pupuk di dalamnya. Aku akan mengubah tempat ini menjadi tanah yang subur.” Kata Na Ri
Ini adalah propertiku. Kenapa kau tidak berdiskusi denganku?” kata Nan Gil
Seakan kau pernah bertanya tentang apapun Kau selalu menyembunyikan sesuatu dan memutuskannya sendiri.” Balas Na Ri
Nan Gil seperti tak mengerti, Na Ri mengejek Nan Gil itu  memiliki telinga yang buruk lalu mengatakan kalau sudah memikirkan hal itu semalam dan memihak pada pamannya, jadi ingin  Pernikahannya harus dibatalkan da Nan Gil tidak akan bisa menang dan sudah merasa cukup dengan cinta tanpa harapan.
Lakukan saat ada sinar matahari dan tanahnya lembut. Kalau kau menyekopnya seperti itu, maka kau merusak tanahnya. Pastikan untuk mengenakan sarung tangan lain kali.” Ucap Nan Gil memegang tangan Na Ri yang sudah membeku.
Orang yang lemah seperti kau bisa memakai sarung tangan.” Balas Na Ri kesal 
  
Yeo Joo mengajak Duk Bong untuk membuat kesepakatan. Duk Bong bertanya mereka akan membuat kesepakatan tentang apa. Yeo Joo mengatakan akan membantu Duk Bong untuk bisa bersama dengan Na Ri karena mendengar Ko Nan Gil adalah ayah tirinya. Duk Bong seperti tak yakin.
Itu sebabnya... mereka berdua tidak bisa bersama. Pamannya datang tadi malam .. dan itu kacau sekali. Jadi Ini adalah kesempatanmu. Aku akan membantumu.” Kata Yeo Joo
Baik kau dan aku bukan tipe yang akan membantu orang lain.” Ucap Duk Bong sudah bisa mengerti sifat mereka.
Hal ini akan menguntungkan kita berdua dan Aku mengatakan ini sebagai teman. Tidak peduli seberapa keras aku bekerja, maka Situasi keluargaku tidak bisa berbalik. Itu sebabnya... Aku harus menikah dengan baik.” Ungkap Yeo Joo, Duk Bong mengejek Yeo Joo yang berbicara  terlalu jujur.
Aku akan membantumu agar bisa bersama dengan Na Ri, dan kau dapat membantuku bertemu teman-temanmu. Kita juga bisa memberikan saran satu sama lain. Ini akan sangat baik.” Jelas Yeo Joo
Apa kau memintaku untuk menjodohkanmu dengan seorang temanku?” kata Duk Bong tak percaya, Yeo Joo pikir ini yang namanya gunanya seorang teman. 


Nan Gil memakaikan sarung tangan dan juga syal pada Na Ri lalu memberitahu akan melakukan acara tersebut dan akan syuting hari ini, Na Ri melihat  Seulgi-ri akan penuh dengan tawa dan mengira Nan Gil akan sering melihat mereka setelah ini.
Aku melakukannya untuk menemukan ayahmu.” Ucap Nan Gil
Itu yang aku maksud. Kalau kau sedang mencari dia, maka kau tidak mungkin ayah tiriku. Aku akan memihak kepada pamanku di pengadilan. Kau tidak akan bisa menang. Kemudian kita akan menjadi orang asing. Kita akan berkencan, kemudian menikah, dan memiliki bayi.” Kata Na Ri

Saat itu Yoon Kyu tiba-tiba datang mendengar Na Ri yang ingin memiliki bayi, Na Ri terlihat tertunduk malu. Yoon Kyu tersenyum merasa Na Ri tak perlu malu dengan memanggil nama Nyonya Ko, Nan Gil hanya bisa menghela nafas. Yoon Kyu lalu memuji Na Ri yang terlihat pandai menggunakan sekop.
Bos. Penulisnya ingin berbicara denganmu. Akan ada selebriti di sini. Aku sangat gugup bahkan merasa gatal dari ketiak sampai kaki.” Ucap Yoon Kyu mengajaknya pergi. Na Ri melihat Nan Gil yang pergi merasa pacarnya itu bersemangat
Ada suatu tempat yang harus kita datangi.” Ucap Nan Gil tiba-tiba kembali datang dan menarik tangan Na Ri untuk pergi. 


Na Ri meminta agar Nan Gil bisa melepaskan tangan atau berjalan lebih lambat lagi. Nan Gil dengan cepat membawa Na Ri ke sebuah taman, denga pohon yang berubah warna. Na Ri binggung kenapa Nan Gil membawanya ke tempat ini. Nan Gil mengatakan harus berbicara dengannya.
Apa masih ada yang harus kau beritahu kepadaku?” tanya Na Ri
Ini adalah cerita lama yang menyakitkan. Ibumu ingin merahasiakannya.”kata Nan Gil
Flash Back
Nan Gil melihat surat Peringatan dan Pemberitahuan Penyitaan. Nyonya Shin bertanya apakah semua serius, Nan Gil hanya diam saja. Nyonya Shin mengatakan kalau ini tak boleh dan tidak bisa melepaskan properti ini. Nan Gil meminta Nyonya Shin bisa menceritakan apa yang terjadi padanya.
Orang tuaku dulu menjalankan sebuah panti asuhan. Itu adalah panti asuhan kecil di dekat danau. Suatu malam, kebakaran terjadi di panti asuhan. Orang tuaku, Jung Nam dan aku tinggal di rumah ini.  Soon Rye sudah tertidur, saat bermain di kamarku.” Cerita Nyonya Shin

Semuanya... bahkan Orang tuaku mengatakan bahwa kami keluarga, tapi mereka tidak bertanggung jawab untuk apa pun. Mereka meninggalkan Soon Rye yang malang.. dan membawa Jung Nam dan aku ke Amerika. Mereka mengatakan orang-orang tidak akan tahu. Semua orang yang akan lupa. Tapi aku tidak bisa melupakannya, dan juga Soon Rye. Aku harus membayar kembali untuk apa yang sudah orang tuaku lakukan. Aku harus melindungi properti ini.” tegas Nyonya Shin. 


Keduanya berjalan ditaman yang sama, Nyonya Shin bercerita  kalau Nan Gil meremahkan kematian, maka saat itulah hidupnya hancur. Dan Saat hutan ini menjadi semakin penuh, maka akan menyumbangkannya.
Aku ingin orang-orang yang berjalan di jalur ini... mengingat anak-anak... yang harus pergi sebelum waktunya.” Cerita Nyonya Shin
Aku akan melindunginya untukmu... sampai tiba saatnya.” Tegas Nan Gil. 

Na Ri terdiam seperti bisa mengerti alasan Nan Gil selalu datang ke tepian danau dan pasti sangat sulit untuk Nyonya Shin dan juga Soon Rye. Ia menyadari dan bisa mengerti, tapi tetap masih kesal karena Ibunya hanya mengatakan bahwa dia dibesarkan di sebuah panti asuhan dan juga memiliki kakek-nenek.
Ibumu ingin menebus... untuk apa yang sudah dilakukan orang tuanya.” Kata Nan Gil
Seharusnya dia mengatakannya kepadaku. Aku seharusnya mengetahuinya.” Ucap Na Ri terlihat kesal
Dia hanya mengatakan kepadaku karena properti itu. Dia memintaku untuk merahasiakannya.” Jelas Nan Gil
Na Ri pun ingin tahu kenapa Na Ri bisa mengatakanya,  Nan Gil pikir Na Ri sudah tahu alasananya. Na Ri menyimpulkan kalau Nan Gil ingin melindungi tempat ini Untuk ibunya, menurutnya itu memang benar-benar sifat Nan Gil  jadi bisa melihat kenapa ibunya sangat mempercayainya lalu berjalan pergi.


Yeo Joo naik mobil bersama dengan Duk Bong memberitahu rencana pertama mereka adalah  Na Ri harus melihat merkea berdua bersama-sama. Duk Bong mengejek Yeo Joo yang terlihat memiik rencana sungguhan tapi ternyata tidak memilikinya.
Ini adalah sebuah ujian. Kita harus melihat... betapa dia tertarik kepadamu.” Jelas Yeo Joo,
Duk Bong dan Yeo Joo baru saja sampai di depan restoran dan banyak orang yang lalu lalang dan terlihat sangat ramai. 

Monitor, kamera semua peralatan syuting sudah siapkan. Si penulis bertanya pada Yoon Kyu keberadaan Nan Gil sekarang,  Yoon Kyu binggung. Si penulis pun bertanya kemana makanan yang sudah disiapakanya, sambil berteriak kesal kenapa semuanya hilang dan haruskan memasaknya sendiri?
Kalian berdua, temukan dia sebelum sutradara datang.” Perintah Si penulis, Dua wanita pun bertanya keberdaaan Nan Gil sekarang.
“Aku tidak tahu...” kata Yoon Kyu, mereka pun meminta agar Yoon Kyu agar bisa menemukanya. Yoon Kyu pun keluar dari restoran akan menemukannya.

Nan Gil dan Na Ri akhirnya kembali pulang,  melihat Yeo Joo dan Duk Bong yang datang bersamaan. Yoon Kyu melihat Nan Gil langsug menariknya karea peulis mengatakan untuk datang harus melakukan pertunjukan. Nan Gil akhirnya dipaksa masuk ke dalam restoran.
Yeo Joo melihat Na Ri bertanya kemana perginya, Na Ri yang masih kesal hanya melirik sinis lalu masuk ke dalam rumah. Yeo Joo pun memberitahu Duk Bong tentang reaksi wajah Na Ri,  menurutnya Permainan sudah selesai karena Na Ri seperti cemburu melihat kedekatan mereka. 
Na Ri sibuk menutupi tanahnya yang sudah digemburkan dengan plastik dan menumpuknya dengan tanah agar plastik tak terbang. Yeo Joo dan Duk Bong masuk melihat Na Ri yang sibuk, lalu Yeo Joo pun memberikan semangat dengan sengaja membiarkan mereka berdua. 
Na Ri. Aku akan ke Seoul. Kapan kau akan pergi?” kata Duk Bong, Na Ri hanya diam saja, Duk Bong akhirnya mengambil sekop membantu Na Ri sampai akhirnya keduanya saling menatap karena sama-sama berjalan ke arah yang berlawanan.
Duk Bong menaruh sekopnya dengan mengingat pesan dari Yeo Joo “  Tatapan, jarak, kontak. Ingat tiga hal. Kau perlu berhati-hati dengan seseorang yang berduri seperti dia.
Flash Back
Yeo Joo memberitahu tips pertama adaalah mulai dengan melihat ke dalam matanya dengan Jarak yang menyediakan rasa aman adalah sekitar tiga langkah. Ia pun mulai mempraktekan dengan berjalan lebih dekat tiga langkah pada Duk Bong
Buat dia gugup dengan setiap langkah yang kau ambil. Itu akan terasa seperti kau menyentuhnya dengan matamu. Saat itulah kau dengan santai menyentuhnya, Di mana saja.” Ucap Yeo Joo memegang lengan Duk Bong.
Keduanya saling menatap, sepertinya Yeo Joo mulai gugup menatap Duk Bong yang ada didekatnya. 
Yeo Joo sedang memakai bedak dalam kamar seperti mengingat saat mengajarka triknya pada Duk Bong, seperti membuat hatinya bergetar. Lalu ia meminta agar diriny sadar karena Duk Bong itu tidak akan menjadi miliknya, jadi  Jangan buang-buang waktu lagi.
Duk Bong menatap Na Ri lalu berjalan tiga langkah dengan mengingat perkataan Yeo Joo “Saat itulah kau dengan santai menyentuhnya, Di mana saja.” Ia ingin menyentuh rambut Na Ri dengan berpura-pura ada sesuatu, tapi Na Ri lebih dulu menghindarinya. Duk Bong terlihat sedih karena rencananya gagal.
Pamanku mengajukan pembatalan pernikahan.” Kata Na Ri memberitahu, Duk Bong pikir pamanya itu memiliki hak untuk melakukanya.
“Jadi Kau ingin mengajukannya.  Respon macam apa itu?!” keluh Na Ri, Duk Bong pun ingin tahu apa yang dikatakan Nan Gil.
Kau tahu temperamennya. Dia berkata akan menang di pengadilan.” Ucap a Ri
Kenapa kau berhenti kerja? Apa kau benar-benar akan bertani di sini?” tanya Duk Bong
Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tahu kenapa aku memberitahumu. Jangan pikirkan aku.” Ucap Na Ri
Melampiaskannya ke tanah tidak akan membantu. Aku akan memberitahumu apa yang harus dilakukan, jadi ayo kita pergi ke Seoul.” Kata Duk Bon
Duk Bong membuka pintu mobil menyuruh Na Ri duduk didepan, tapi Na Ri malah menyuruh Yeo Joo untuk duduk didepanya. Yeo Joo binggung, dan bertanya apakah seniorya itu juga akan pergi. Na Ri mengatakan akan duduk dibelakang jadi Yeo Joo harus duduk didepan, tapi sebelum masuk mobil meminta waktu satu menit saja dan kembali ke dalam restoran. Yeo Joo binggung apa sebenarnya yang terjadi sekarang. 

Nan Gil sedang melakukan rapat dengan para penulis, si wanita berkacamata bertanya apakah Nan Gil  memiliki keahlian khusus dengan gaya seperti pembuat roti pizza. Nan Gil mengatakan kalau tak memilikinya, si penulis pun berpikir mereka tak memerlukanya.
Kalau begitu... Kita bisa memperbesar pembuluh darah di tangannya saat dia mengaduk.” Ucap Si wanita dengan menarik bagian tangan Nan Gil yang terlihat kekar.
Haruskah kita fokus ke lengannya juga? Memperbesar dan... ambil gambar bisepnya...” kata wanita lain yang merencanakan pengambilan gambarnya.
Na Ri masuk melihat Nan Gil sedang bersama dengan tiga penulis, lalu memberi kode agar bisa bicara. Nan Gil pun pamit untuk  pergi berganti pakaian. Si wanita menahanya sebentar dengan berpesan agar  Masukan sesuatu yang bernuansa musim panas dan Sesuatu yang menunjukkan pembuluh darahnya. Nan Gil pun segera bergegas pergi. 

Na Ri memberika ponsel milik ibunya pada Nan Gil, Nan Gil binggung kenapa Na Ri mengembalikannya. Na Ri merasa Nan Gil tidak akan mengirim pesan teks atau menelepon lagi jadi kalau perlu berbicara dengan Nan Gil akan menelepon ponsel milik ibunya.  Nan Gil pun menerima ponselnya.
Aku akan ke Seoul dan Kau pasti sudah merasa stres. Jadi Maaf sudah menambah-nambahinya. Kita berdua perlu waktu untuk berpikir. Semoga beruntung dengan acaranya.” Kata Na Ri 

Duk Bong di luar menunggu saling melirik pada Yeo Joo, seperti terasa canggung, lalu ia mengajukan pertanyaan Apa yang terjadi antara Yeo Joo dan Na Ri karena terlihat tak akur.
Aku berselingkuh dengan pacar yang sudah sembilan tahunnya.” Akui Yeo Joo
Kenapa kau melakukannya?” tanya Duk Bong, Yeo Joo memikirkan alasan melakukan itu. 

Flash Back 
Dibagian belakang kabin, Dua pramugari saling berbisik membahas Pesta ulang tahun Yeo Joo sangat murahan dan mencolok jadi beruntung Na Ri tak ikut pergi.
Dia sangat membangga-banggakannya dan Benar-benar palsu.” Ungkap pramugari mengejek Yeo Joo
Dia melakukannya untuk terlihat baik di depanmu, supaya disukai. Jadi Bersikaplah yang baik. Yeo Joo lapar akan kasih sayang. Jangan berbicara buruk di belakangnya dan mulai bekerja.” Kata Na Ri, saat itu Yeo Joo bisa mendengar pembicaraan ketiganya. 

Yeo Joo tahu Na Ri memihak kepadanya tapi lebih marah kepada orang-orang yang bicara buruk tentang dirinya. Jadi saat itu sangat menyadari keberadaannya, maka bersaing dengan Na Ri dan cemburu kepadanya dan melihat keadaan cukup rumit
“Apa Karena itu kau mencuri pacar sembilan tahunnya?” tanya Duk Bong
Sejujurnya, aku bertanya-tanya pria macam apa... yang dia kencani selama sembilan tahun. Kemudian, yah... Aku hanya gadis yang jahat.”ungkap Yeo Joo lalu menyadari kenapa harus mengatakan sejujurnya pada Duk Bong.
Wow. Setelah melalui sesuatu seperti itu, bukankah akan sulit bagi Na Ri untuk bahkan sekedar melihatmu? Dia benar-benar bukan gadis biasa.” Ungkap Duk Bong bangga
Dia tidak biasa dengan cara apapun.” ungkap Yeo Joo


Saat itu Na Ri pun keluar dari restoran, Duk Bong membuka pintu untuknya. Na Ri sempat menatapnya tapi setelah itu memilih untuk duduk dikursi belakang. Duk Bong langsung menutup pintu dan berjalan ke arah kemudi, Yeo Joo yang melihatnya mendengus kesal karena dibiarkan begitu saja. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar