Jumat, 04 November 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 13 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Louie  dan Joong Won tidur di rumah Bok Sil yang ada dipedesan. Tiba-tiba Louie merasakan sesuatu dan membangunkan Joong Won karena ingin pergi ke kamar mandi. Joong Won menyuruh Louie segera pergi saja. Louie mengaku kalau takut.
Joong Won mengeluh kesal dengan membuka selimutnya, Louie memohon agar Joong Won bisa mengantarnya. Joong Won kesal karena sedang bermimpi indah, Louie kembali memohon. 

Louie membantu Joong Won berjalan keluar karena tubuhnya masih terasa sakit lalu bertanya apakah ia baik-baik saja, Joong Won dengan sinis  mengatakan Tentu saja tidak dan ia juga bukan sekertarisnya yang harus mengikuti Louie tengah malam seperti sekarang. Louie mengucapkan terimakasih sambil membantu Joong Won berjalan.
Akhirnya keduanya sampai di kamar mandi, Louie menjerit melihat kamar mandi begitu juga Joong Won, Louie melihat toiletnya itu terlihat rapuh dan menyeramkan. Joong Won pikir ada hantu di dalamnya. Louie makin ketakutan mengajak Joong Won untuk masuk ke dalam kamar mandi bersama.
Joong Won pikir Louie itu tak waras, Louie meminta agar Joong Won menyanyikan lagu saja untuknya, Joong Won makin kesal tapi Louie tetap menyuruh Joong Won agar Bernyanyilah keras-keras sampai ia keluar dari kamar mandi. Joong Won akhirnya duduk di kursi dengan menyanyi semaunya. 

Louie bisa mendengar Joong Won menyanyi dengan suara pelan, lalu meminta agar bernyanyi lebih keras. Joong Won akhirnya dengan suara lantang mulai menyanyi, seperti suara berubah seperti diatas panggung dengan lampu yang menyorotinya.
Joong Won menyanyi dengan lirik “Saat ini... Seperti keajaiban Aku bisa melepaskan rantai yang mengekangku. Satu-satunya yang aku punya sekarang adalah ketulusan.” Tubuhnya seperti tak sakit lagi dan bisa kesana kemari seperti melakukan musical, di dalam kamar mandi Louie bisa tersenyum mendengarnya.
Ada saatnya...ketika seseorang senang bernyanyi untukku.” Gumam Louie

Louie bertanya pada Bok Sil apa kenangan yang paling mengesankan. Bok Sil menjawab saat ini. lalu mereka pun berciuman
Ada perasaan emosonal ketika  seseorang peduli padaku.... meskipun aku tidak memiliki apapun.
Nyonya Hong yang terlihat sangat bahagia menelp suaminya kalau  sudah menemukan Louie. Lalu dengan wajah sumringah pada Nyonya Choi kalau ia yang berhasil menemukan Louie dari siara TV.
Dia sangat bangga pada dirinya sendiri... ketika dia menemukanku. Seperti saat... menanti nenekku, Choi Il Soon.
[EPISODE 13: INI SAATNYA]

Louie mengangkat telp tak ada sahutan, saat itu Tuan Baek datang dengan wajah panik dan ketakutan. Louie pun menyebutkan namanya seperti Tuan Goo bisa mendengar kalau ada Tuan Baek yang datang. Louie kembali bertanya siapa yang menelp. Tuan Goo menyebutkan namanya lalu menutup telp. Louie bingung dengan menyebut nama Tuan Goo lalu telp pun terputus.
Apa salah sambung? Dia menutup telponnya.” Ucap Louie heran
Itu pasti telpon iseng.” Kata Tuan Baek bisa sedikit bernafas lega, Louie pikir juga seperti itu.
“Tapi Apa yang membawamu kesini pada larut malam?” tanya Louie, Tuan Baek kebinggungan mencari alasan.
Aku mampir untuk bertemu Ny Choi.” Kata Tuan Baek, Louie memberitahu kalau Nenek sedang tidur sekarang.
Tuan Baek seperti merasa kalau  datang terlalu larut lalu bertanya dimana pelayan Kim dan Heo,  Louie mengatakasn sedang mengambil hari libur. Tuan Baek pikir akan kembali lagi nanti. Tiba-tiba  Louie memanggil Tuan Baek sebelum keluar dari rumah, Tuan Baek panik. Tapi Louie ternyata mengajak Tuan Baek untuk makan ramyun bersama. 


Keduanya makan ramyun bersama, Tuan Baek memuji Louie hebat dalam membuat ramyun. Louie mengatakan kalau mempelajarinya dari Bok Sil. Tuan Baek terdiam mendengar nama Bok Sil yang disebut oleh Louie, lalu bertanya Apa semuanya berakhir diantara Louie dan Bok Sil
Kau sangat bersikeras untuk pergi ke Prancis. Aku sangat terkejut ketika melihatmu beberapa hari setelah itu” ucap Tuan Baek
“ Apa Kau belum mendengar kabar?” tanya Louie, Tuan Baek bertanya kabar apa yang dimaksud.
Semua ingatanku sudah kembali.” Akui Louie, Tuan Baek kaget dan berhenti mengunyah.
Aku juga sudah menemukan adiknya Bok Sil.” Kata Louie bangga dan terlihat seperti masih polos dan tak mengetahui kalau Tuan Baek itu dibalik semuanya.
Louie lalu bertanya Kenapa Tuan Baek berbohong padanya. Tuan Baek kaget bertanya balik berbohong mengenai apa. Louie ingat dengan perkataan Tuan Baek kalau ia dan Ma Ri adalah sahabat, tapi itu bohong, karena ingat Ma Ri membullynya ketika masih kecil. Tuan Baek beralasan dalam pikiran keduanya berdua cukup dekat, lalu mengeluarkan sapu tanganya.
Louie melihat Tuan Baek mengeluarkan banyak keringat,  Tuan baek mengaku kalau sudah tua maka mereka pasti akan berkeringat ketika makan dan mengajak Louie segera menyelesaikan makan mereka. Louie pikir itu menarik karena Tuan Baek berkeringat banyak ketika sudah tua.


Tuan Baek keluar dari rumah, tiba-tiba Tuan Goo sudah ada didepan rumah memanggilnya. Tuan Baek panik dan melihat sekeliling, sambil mengumpat Tuan Goo sudah gila karena datang ke rumah nyonya Choi lalu buru-buru menyuruhnya masuk ke dalam mobil. Keduanya pergi ke tempat yang sepi.
Berikan aku uang supaya aku bisa kabur, Identitasku sudah terekspose pada polisi. Aku akan berada di luar negeri sampai semuanya mereda.” Ucap Tuan Goo 
Bagaimana kau bisa meninggalkan Negara ini ketika kau masuk ke negara ini secara illegal?” kata Tuan Baek binggung 

Aku yang akan mengurusnya, jadi berikan aku uang.” Ucap Tuan Goo. Tuan Baek pun bertanya berapa yang dibutuhkan. Tuan Goo menyebut Satu juta dolar dengan Uang tunai.
Tuan Baek terdiam seperti tak sanggup memberikanya, Tuan Goo memperlihatkan sebuah Usb memberitahu kalau suara Tuan Baek sudah terekam dan tersimpan didalamnya. Tuan Baek marah karena Tuan Goo berani merekam suaranya. Tuan Goo menegaskan kalau ia berkerja  dengan rencana yang tak matan g dan mungkin akan menyadari apa  yang akan terjadi jika Tuan Baek melakukan sesuatu yang salah.


Nyonya Choi tertidur pulas lalu merasakan sesuatu terlempar dikasurnya dan wajahnya langsung berbinar-benar melihat kacang kastanye yang terlihat besar dan enak. Tiba-tiba ia pun terbangun dari tidurnya, dan bertanya-tanya mimpi apa tadi lalu berpikir kalau mimpi tentang pembuahan, wajahnya pun terlihat kebinggungan. 

Bok Sil memasukan nasi ke dalam mangkuk, memberitahu adiknya kalau  Makan siangnya sudah siap jadi tinggal mengambil nasinya. Bok Nam melihat menu sarapan mengatakan kalau tak perlu mengkhawatirkanya karena ia  bukan anak kecil. Bok Sil mengejek adiknya itu masih kecil dengan menaruh  nasi diatas meja.
In Sung dan Bibi Hwang kembali datang dengan membawakan makanan, Bibi Hwang memanggil Bok Nam dengan pangilan katak lamban bertanya apakah tidurnya nyenyak. Bok Nam mengatakan tidur dengan nyenyak. Bibi Hwang menasehati kalau  seharusnya tidak kabur dari rumah.
Apa kau membawa makanan lagi?” tanya Bok Nam, In Sung baru mengatakan kalau Louie yang menyuruh, tapi Bibi Hwang langsung menyenggolnya.
Ini hanya makanan sisa. Aku kan bilang  padamu kalau nama panggilanku adalah Ny Baik Hati.” Ucap Bibi Hwang, In Sung mengejek ibunya itu  tidak baik hati.
Bibi Hwang pun menyuruh  In Sung menaruh di kulkas setelah itu menyuruh Bok Sil segera makan karena harus berkerja. In Sung akan mengantar Bok Sil karena Louie menyuruhku untuk mengantarnya  setiap pagi. Bibi Hwang berkomentar Louie itu sangat perhatiannya sambil mengeluh apa hanya ada Bok Sil di dalam pikirannya. Keduanya pun keluar dan Bok Sil tak lupa mengucapkan terimakasih atas makananya. 

Louie mengunakan pakaian dengan style yang sangat cocok, lalu memilih salah satu tali jam tangan dan memakainya dan memilih layar bentuk jam yang dinginkanya. In Sung menelp dan Louie bisa mengangkat telpnya, In Sung melaporkan Bok Sil sudah berangkat kerja. Louie pun tersenyum. 

Joong Won memberikan segelas kopi pada Bok Sil dengan mengucapkan Selamat karena sudah menemukan Bok Nam. Bok Sil mengaku masih tidak percaya kalau Bok Nam masih hidup. Joong Won mengaku sangat senang bisa melihat Bok Sil juga senang, lalu dengan bangga kalau dirinya itu memang “Paman Berkaki Panjang.” (orang yang baik hati dan suka menolong)
Apa Bok Nam kembali bersekolah?” tanya Joong Won
“Emm.... Itu... Dia bukan murid yang baik, jadi dia harus mengambil beberapa les dulu sebelum kembali ke sekolah.” Jelas Bok Sil
Apa dia belum siap kembali bersekolah?” tanya Joong Won, Bok Sil membenarkan.
Sepertinya dia berbeda darimu. Kau juga harus belajar, lakukan ujian persamaan... dan belajarlah di universitas. Jika kau mendapatkan pendidikan yang benar, maka kau akan lebih sukses. Aku bisa melihatnya.” Ucap Joong Won. 

Bok Sil menatap Joong Won dengan mata penuh haru, Joong Won meminta agar Bok Sil tak mendapatnya seperti itu karena perasaany jadi lemah. Louie tiba-tiba datang bertanya kenapa perasaanya lemah. Bok Sil kaget melihat louie datang dan bertanya kenapa tidak bekerja.
Kenapa kau merasa seperti itu?” ucap Louie, Joong Won merasa itu bukan urusan Louie lalu berjalan ke meja kerjnya.
Louie duduk di samping Bok Sil lalu melihat papan nama  (PAMAN BERKAKI PANJANG - CHA JOONG WON) lalu ia protes kenapa Joong Won Paman Berkaki Panjang, karena menurutnya Joong Won itu seorang direktur dan menyuruh Bok Sil mengantinya. Joong Won menolaknya.

Bok Sil mengatakan kalau Joong Won yang memintanya, Louie kaget lalu meminta agar Bok Sil bisa mengubah juga miliknya jadiOppa Berkaki Panjang”. Joong Won pikir Louie tidak perlu cemburu begitu. Akhirnya Louie hanya bisa menelungkupkan papan nama dengan kesal. 
Bok Sil  pikir Louie harus ke kantor. Louie duduk didepanya mengatakan  akan mulai bekerja mulai minggu depan dan sedang membuat sebuah rencana besar saar ini. Joong Won tiba-tiba sudah ada dibelakang kupingnya bertanya rencana apa yang dimaksu. Louie kaget melihat Joong Won sudah ada didekatnya.
Aku tidak akan memberitahumu.” Ucap Louie berdiri dari tempat duduknya,
Kau harus makan siang. Aku lapar.... Ayo kita makan siang.”ajak Louie pada Joong Won dan Bok Sil.
Kau sudah mendapatkan ingatanmu kembali, tapi masih makan dengan banyak. ejek Bok Sil dengan senyumanya.  Joong Won bertanya Apa yang ingin Louie makan


Ketiganya pun makan jajangmyung bersama, Joong Won  bertanya kenapa In Sung tidak makan bersama mereka. Louie mengatakan kalau In Sung  ingin makan sendiri, lalu menceritakan In Sung itu sebenarnya lebih pendiam dari kelihatannya. Tapi Joong Wong melihat In Sung  tidak terlihat seperti itu.
Tolong pesankan aku satu lagi.” Pinta Louie
Kau orang kaya dan bisa memesan semuanya, kenapa meminta padaku?” ucap Joong Won kesal
Nenekku dan Tn Kim tidak akan  membiarkanku memesan makanan dari luar. Jadi Aku harus memakannya selagi bisa.” Kata Louie, Bok Sil pun juga ingin meminta satu mangkuk lagi karena punya selera makan yang bagus hari ini.
Kau bisa makan lebih banyak, Bok Sil. Kau selama ini tidak makan  dengan baik karena adikmu.” Ucap Joong Won ramah.

Louie juga mengaku tidak makan dengan baik. Akhirnya Joong Wong memesan jajangmyung. In Sung mengeluh kalau Joong Won  harus meminta pangsit gratis sambil mengejek atasan Bok Sil itu benar-benar tidak fleksibel. Joong Won pun memesan beberapa pangsit juga. Keduanya pun tersenyum.
Bok Sil... Pulanglah lebih cepat hari ini.” ucap Louie, Bok Sil binggung bertanya apakah mereka akan melakukan sesuatu
Ayo kita makan malam bersama.” Kata Louie
Berhenti bicara tentang makanan, Bok Sil punya banyak pekerjaan. Dia harus kerja lembur.” Ucap Joong Won sengaja melarangnya.
Tidak, nenekku menunggunya. Dia mengundang Bok Sil makan malam.” Kata Louie, Joong Won tak bisa berbuat apa-apa. Bok Sil pun kaget karena Nyonya Choi memintanya untuk datang. 


Tuan Baek kembali bertemu dengan Tuan Goo meminta diberikan USBnya dan memastikan kalau tidak membuat salinannya, Tuan Goo meyakinkan kalau tak memilikinya, Tuan Baek menunjuk ke arah belakang kursi. Tuan Goo mengambl sebuah tas besar yang berisi uang
Ini semua uang tunai... yang bisa kusediakan.” Kata Tuan Baek, Tuan Goo tersenyum sumringah mendengarnya dan mengucapkan terimakasih.
Bagaimana kau akan keluar dari negara ini?” tanya Tuan Baek  
Aku akan menyelundup masuk selama seminggu.” Ucap Tuan Goo,  Tuan Baek kaget Tuan Gooo akan tinggal selama seminggu di korea.
“Sebaik kau Pergilah secepat yang kau bisa jadi tidak ada orang yang bisa menemukanmu.” Ucap Tuan Baek khawatir
Jangan khawatir. Sekarang karena aku punya uang, aka Aku akan bersembunyi selama seminggu lalu menghilang.” Ucap Tuan Goo.  Tuan Baek mengingatkan kalau mereka akan mengaku tidak saling mengenal, Tuan Goo mengerti. 

Bok Sil menaruh mangkuk jajamyung didepan kantor, Louie membawakan jaket dan tas Bok Sil untuk segera pergi karena akan... membelikan makanan penutup. Bok Sil menolak merasa tak perlu makanan penutup dan meminta Louie memberikan tas dan juga jaketnya.
Kenapa tidak mau? Aku sudah memesan 100 mangkuk patbingsu.” Ucap Louie merengek
Hei... Apa Kau berniat membuat Bok Sil sakit gigi? Dia tidak bisa memakan 100 mangkuk sekaligus” kata Joong Won marah
Aku berjanji akan membelikannya 100 mangkuk.” Ucap Louie
Kau bisa membelikannya satu mangkuk selama 100 kali.” Kata Joong Won, Bok Sil membenarkan. Louie pun mengerti lalu mengandeng Bok Sil untuk segera pergi dan mengatakan pada Joong Won kalau akan kembali besok. Bok Sil pun buru-buru pamit pergi karena ditarik oleh Louie.
“Apa Dia akan kembali besok? Aish. Dia membuat segalanya jadi berisik dan ramai... Rasanya lebih baik ketika aku sendirian bersama Bok Sil.” Keluh Joong Won kesal 

Bok Sil memakan semangkuk patbisung yang dibelikan Louie untuknya, Louie bertanya apakah rasanya enak. Bok Sil pun menganguk. Loui mengatakan akan membelikan selamanya jadi memintanya agar Makanlah pelan-pelan. Bok Sil tak percaya mendengarnya, Louie menyakinkan kalau akan membelikan setiap saat
“Jadi Percaya padaku.” Ucap Louie seperti gayanya selama ini, Bok Sil mengaku selalu percaya pada Louie
Ayo selesaikan ini dan kita temui Detektif.” Kata Bok Sil, Louie pun setuju dan sama-sama menghabiskan patbisung. 

Detektif Nam mebuta laporan investigasi dengan Louie yang duduk didepanya dengan mengatakan kalau Louie mendapatkan kunci  mobilnya dari Tn Baek, mengemudikan mobil dan bertemu geng motor itu di jalan. Louie membenarkan dengan semua ingatan saat dikejar oleh genk motor.
“Lalu Bok Nam, kau mengambil baju Louie untuk melindunginya dari Kim Dae Shik, dan memberikan bajumu untuk Louie.” Kata Detektif Nam, Bok Nam membenarkan.
Kau menunggu Bok Nam, karena percaya kalau dia akan kembali dalam satu jam, tapi dia tidak kembali. Itulah sebabnya kau berjalan di sekitarmu.” Kata Detektif Nam
Lalu aku tersandung, dan kepalaku terkena alat pemadam kebakaran akhirnya  aku kehilangan ingatanku.”jelas Louie

Bok Nam, kau memberikan mobil Louie pada Dae Shik. Apa kau melihat kecelakaan mobil itu?” kata Detektif Nam
Tidak...Aku mendengar suara ledakan, jadi langsung berlari ke TKP. Saat itu mobilnya sudah terbakar.” Jelas Bok Nam
Detektif Nam nyimpulkan Bok Nam tidak melihat kecelakaannya langsung. Bok Nam menceritakan  terlalu takut, jadi langsung melarikan diri dan meminta maaf. Detektif Nam bisa mengerti dan menurutnya jadi membutuhkan waktu lama sampai Louie bisa kembali ke keluarganya dan menyuruhnya meminta maaf.
Bok Nam meminta maaf pada Louie yang duduk disampingnya, Louie memegang bahu Bok Nam merasa tak perlu dan Jangan khawatir. Bok Sil yang berdiri dibelakang adiknya terlihat sedikit lega karena akhirnya kedua orang yang sangat disayanginya sudah kembali. 

In Sung ada dikantor melihat Ma Ri yang akan pulang lalu mendekatinya dan bertanya apakah sudah makan dan mengajaknya untuk makan bersama, karena tahu restoran yang enak. Ma Ri terlihat sangat kesal mendorong In Sung, tapi malah membuatnya hampir terjatuh, In Sung menolongnya tak sengaja menyentuh bagian bokongnya.
Ma Ri kaget dan bisa berdiri kembali langsung menampar In Sung, sambil berteriak agar Jangan menyentuhnya. In Sung meminta maaf karena  Tidak sengaja. Bibi Hwang dari kejauhan melihat langsung datang berteriak menyuruh berhenti, In Sung kaget melihat ibunya yang datang, a Ri pun juga kaget. 

Beraninya kau menyentuh anakku? Coba aku Lihat siapa ini. Ternyata Kau gadis kasar yang hanya member tiga dolar pada Louie. Kau menabrak anak kesayangan seseorang dengan mobilmu, dan sekarang kau menampar anak kesayanganku tepat di wajahnya.” Ucap Bibi Hwang marah, Ma Ri dan In Sung mencoba menjelaskan bukan itu maksudnya.
Astaga. Apa yang kau lakukan pada putriku?” ucap Nyonya Hong tiba-tiba datang melindungi anaknya, Ma Ri terlihat bisa tenang berada disamping ibunya.
In Sung melihat Nyonya Hong sebagai ibu Ma Ri memberikan hormat sebagai calon ibu mertuanya. Bibi Hwan kesal anaknya memanggil ibu Ma Ri dengan sopan dan bertanya apakah Nyonya Hong itu ibu dari Ma Ri, Nyonya Hong membenarkan.
Dia menampar wajah anakku, jadi harus minta maaf.” Ucap Bibi Hwang membela anaknya, In Sung mengaku kalau  baik-baik saja.
Itu tidak baik-baik saja!” teriak Bibi Hwang, Ma Ri menjelaskan kalau itu karena In Sung  menyentuh bokongnya. Nyonya Hong kaget, In Sung berusaha menjelaskan maksudnya.

Aku tidak bermaksud begitu. Aku tidak sengaja menyentuhnya ketika menangkap Ma Ri yang terjatuh... jadi maafkan aku.” Ucap In Sung
“Hei.. Dia tidak bermaksud menyentuhnya.... Biarkan dia menyelesaikan penjelasannya.” Kata Bibi Hwang membela.
Nyonya Hong tak peduli karena In Sung tetap saja menyentuhnya. Bibi Hwang merasa keduanya itu  tidak tahu caranya berterima kasih, kaena anaknya hanya mencoba menolong Ma Ri tapi malah menyalahkannya. In Sung kebinggungan karena tak ingin hubungan dengan Ma Ri malah makin meruncing.
Bibi Hwang menjelaskan kalau In Sung menyelamatkan Ma Ri supaya kepalanya tidak terluka, tapi malah menamparnya dan bukan berterima kasih, bahkan Beraninya menuduh putranya melakukan  pelecehan seksual dan mengajaknya berkelahi. Ma Ri dan ibunya terlihat saling berpelukan karena ketakutan. In Sung meminta maaf karena pasti sangat terkejut.
Dia mungkin suka berkata tajam, tapi dia tidak pernah memukul orang.” Ucap Bibi Hwang, Nyonya Hong makin ketakutan kalau bibi Hwang  bisa memukul orang. In Sung menjelaskan kalau ibunya tak pernah melakukanya dan kembali minta maaf.

Kenapa kau meminta maaf? Siapa yang menyuruhmu minta maaf? Haruskah aku memulainya darimu?” ucap Bibi Hwang tak bisa menahan emosinya. Nyonya Hong menelp seseorang dan meminta agar segera datang karena merasa sangat ketakutan. 
Siapa yang menyulitkan Jae Sook kesayanganku?” ucap Nyonya Shin datang membela lalu terkejut ternyata Bibi Hwang sebagai  ibunya Bok Sil dan Bibi Hwang mengenal Nyonya Shin sebagai  Ibu mertua Bok Sil, lalu mengubah menjadi ibu dari Joong Won.
Ma Ri dan Nyonya Hong binggung, keduanya malah terlihat sangat akrab. Lalu Nyonya Shin meliat syal itu dari Fancy Styling Talk, Nyonya Hong pun akhirnya baru menyadarinya. Bibi Hwang hanya bisa melonggo binggung karena tak mengerti. In Sung dengan tangan memeluk pundak Ma Ri melihat ketiganya memiliki benda yang sama. Ma Ri tersadar dan terlihat tersenyum malu, dan In Sung pun melepaskan tanganya

Ketiganya pun minum teh bersama, Nyonya Hong baru tahu kalau syal itu diberikan Louie pada Bibi Hwang sebagai Hadiah untuk bibi Hwang. Bibi Hwang membenarkanya.  Nyonya Hong mengartikan kalau Louie sebagai  pemilik dari Fancy Styling Talk dan merasa pantas karena selera berpakaiannya sangat hebat.
Kenapa kalian saling memanggil satu sama lain dengan nama aneh... seperti Audrey dan Vivian?” kata Bibi Hwang binggung
Itu adalah nama sebutan kami. Kau juga harus memiliki nama panggilan, jadi kita bisa menghabiskan waktu bersama.” Kata Nyonya Shin
Bagaimana dengan.... Cleopatra? Anakku memanggilku Cleopatra... karena aku selalu tiduran dengan gaya seperti Cleopatra di rumah.” Ucap Bibi Hwang, keduanya pun setuju dan bersulang dengan minuman mereka. 

Louie datang ke rumah bersama dengan Bok Sil, Nenek Choi terlihat bahaia tak sabar menyambung Bok Sil dirumahnya, lalu mengucapkan Selamat datang. Bok Sil mengucapkan  Terima kasih karena mengundangnya. Nenek Choi meminta pelayan Heo menyiapkan makanan dan juga pelayan Kim membawakan minuman.
Nenek, ini adalah hadiah dari Bok Sil.” Ucap Louie memberikan sekotak buah diatas meja, Nenek Choi mengucapkan terimakasih dan terkejut melihat nama merek di kotak seperti bisa mengenalnya
Singsingline melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan akhir-akhir ini, dan ini... adalah buah pir yang kualitasnya paling tinggi dari produk mereka... Ini ditanam... di lahan organik di Naju dan Rasanya sangat enak.” Ucap Bok Sil
“Ah... Begitu.... Setiap buahnya sangat besar dan kuat... Kau memiliki selera yang bagus.” Komentar Nenek Choi
Pelayan Kim datang membawakan minuman, Louie dan Bok Sil meminumnya. Tiba-tiba Bok Sil merasakan sangat mual, lalu meminta izin dan bertanya dimana kamar mandinya. Louie menujuk ke arah kamar mandi. Nenek Choi kaget melihat Bok Sil yang tiba-tiba merasa mual, Louie pun mengikuti Bok Sil ke kamar mandi.
“Pelayan Kim... Bagaimana jika mereka memiliki kabar baik?” kata Nenek Choi seperti berharap, Tapi pelayan kim pikir bukan seperti itu. 

Louie yang khawatir bertanya apakah Bok Sil baik-baik saja didepan pintu kamar mandi. Bok Sil mengatakan baik-baik saja lalu keluar merasa kalau hari ini makan dua mangkuk jjajangmyeon dan patbingsung terlalu banyak. Louie menyesal mereka  seharusnya tidak memakan patbingsu. Bok Sil menenangkan kalau tak masalah karena sangat menikmatinya lalu mengajaknya agar segera kembali menemui neneknya. 

Nenek Choi yang menunggu dengan memikirkan kalau pasti itu karena Bok Sil Hamil sesuai dengan mimpinya, Louie duduk kembali bersama Bok Sil meminta izin agar makan mala dengan Bok Sil lain kali saja karena Perutnya terasa tidak enak. Bok Sil kaget seperti tak enak kalau menolaknya.
Tentu saja. Kita bisa makan lain kali.” Kata nenek Choi dengan senyumanya, Bok Sil pikir perutnya sudah baik-baik saja.
Mari kita makan... bersama In Sung dan ibunya lain kali.” Ucap nenek Choi, Louie pun memuji neneknya memang orang yang paling baik. Tapi Bok Sil terlihat binggung dengan sikap nenek Choi. 

Joong Won dan ayahnya memetik toge bersama, lalu Tuan Cha bertanya apakah Joong Won  tahu kalau mereka  datang ke rumah Bok Sil. Joong Won kaget dan mengeluh orang tuanya yang  melakukan itu tanpa memberitahunya. Tuan Cha pikir Joong Won bisa mengetahui sikap ibunya itu.
Dia suka melakukan semuanya sendiri dan Tidak ada yang bisa menghentikannya. Kami mendengar tentang cucu pemilik Gold Group di rumahnya. Aku dengar kalau cucunya  dan Bok Sil sangat dekat. Padahal Aku sangat menyukai Bok Sil, Sayang sekali dia sudah ada yang memiliki” kata Tuan Cha sedih
Haruskah aku memberitahumu sesuatu yang tidak kau tahu?” kata Joong Won, Tuan Cha bertanya apa itu.
Faktanya, akulah yang pertama kali bertemu Bok Sil. Sebelum pertemuan kedua kami, lalu seorang kandidat kuat muncul dan memisahkan kami.” Kata Joong Won, keduanya terlihat sama-sama kesal 

Bok Sil dan Louie kembali ke rumah, melihat Bok Nam sedang belajar dan Bibi Hwang sedang membersihkan lantai. Bok Sil mengambil kain lap agar membersihkanya sendiri. Bibi Hwang pikir tak perlu karena hampir selesai dan menyuruh Bok Sil untuk istirahat saja.
Ahjumma.... Apa kau memiliki soda?” tanya Louie setelah melihat isi kulkas Bok Sil, Bibi Hwang bertanya kenapa Louie menanyakan minuman itu.
Bok Sil merasa perutnya tidak enak.” Kata Louie santai, Bibi Hwang terkejut dan seperti berpikiran yang sama dengan nenek Choi lalu menanyakan rasa di perut Bok Sil
Ini mungkin karena aku makan terlalu banyak seharian ini.” jelas Bok Sil, Louie menelp In Sung agar membawakan soda untuk mereka saat pulang nanti.
Louie, soda bukanlah ide yang bagus.” Kata Bibi Hwang, Louie binggung kenapa tak boleh. Bibi Hwang pun tak bisa menjelaskanya. Bok Sil dan Louie saling berpandangan melihat sikap bibi Hwang yang terlihat gugup. 


Louie melihat Bok Nam yang sedang belajar, ternyata tidak menulis apapun dan tidak melakukan apapun seharian. Ia pun membantu adik iparnya dengan menjelaskan Untuk menemukan nilai terbesar dari sebuah  fungsi pangkat, maka harus menemukan turunannya.
Apa kau tahu apa maksudnya itu? Apa Kau tidak tahu cara mencari turunannya? Jadi Kau juga tidak tahu cara menemukan nilai terbesar fungsi pangkat dua, kan?” ucap Louie, Bok Nam mengangguk kalau tak mengerti semuanya.
Bok Nam, kau terlalu cuek.” Keluh Louie
“Hei..  Bagaimana bisa kau mengatakan itu ketika kau tidak tahu caranya mengeja?” ejek Bibi Hwang
Itu tidak benar. Pengejaanku sudah sempurna. Aku belajar saat Bok Sil tidak ada.” Kata Louie membela diri
Belajar caranya mengeja saat usiamu 25 tahun bukan sesuatu yang bisa kau banggakan.” Balas Bibi Hwang

Louie pun mengatakan akan menyediakan guru terbaik untuk Bok Na dan sudah menjadi guru sejak dirinya masih kecil, Bok Nam pikir tak perlu, Louie mengatakan kalau itu tak masalah dan sudah meminta Bok Nam untuk mempercayainya. Bibi Hwang kembali mengejek walaupun Louie sudah mendapatkan ingatannya kembali, dan masih menyuruh orang untuk percaya padanya.
Apa kau mendapatkan kembali uang  Bok Sil yang waktu itu dicuri? Kau juga menyuruhnya untuk percaya padamu.” Ejek Bibi Hwang,
Aku akan mengembalikannya, oke? Kenapa kau mengomeliku? ” ucap Louie kesal, Bibi Hwang ingin memukul Louie karena mengunakan nada tinggi padanya. Louie pun berlindung dibalik badan Bok Nam dan Bok Sil melihat ketiganya seperti sebuah keluarga. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar