Kamis, 17 November 2016

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 1 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Joon Jae terbangun dari tidurnya dengan kaget, seperti merasakan bunyi di dalam penginapanya lalu bertanya siapa disana. Ia pun perlahan keluar dari kamar dan melihat semua makanan dan barang-barang berantakan di lantai,  lalu mencoba masuk ke dalam dress room dengan wajah ketakutan. Tapi ia melihat bajunya juga berantakan.
Ketika merapihkanya, menjerit kaget melihat ada sebuah kaki di gantungan bajunya. Sim Chung menyembunyikan wajahnya dibalik pakaian, Joon Jae melihat kalau itu manusia bisa bernafas lega dan bertanya siapa wanita itu  Sim Chung hanya diam dengan menyembunyikan wajahnya.
Apa kau orang Cina? Jepang?” ucap Joon Jae dengan bahasa inggris tapi Sim Chung tetap diam
Tidak... kau sepertinya orang Korea.” Kata Joon Jae dan memperingatkan agar tak dekat dengan pakaian kesukaanya lalu mengeluh kesa pada penginapanya karena Keamanan benar-benar payah!
Sim Chung mendengar teriakan Joon Jae bersikap dengan dua kepalan tangan dan posisi kuda-kudanya. Joon Jae berteriak kalau itu adalah bajunya, Sim Chung melihat Joon Jae mendekat memberikan tendanganya, Joon Jae langsung melayang dan mendarat di lantai. Sim Chung kembali bersembunyi di balik gantungan baju.
Jadi kau menendang orang di saat mereka tidak lihat ke arahmu? Hei... Kau pikir kau itu siapa! Menatapku seperti itu! Apa itu yang ada di tanganmu?” ucap Joon Jae meminta agar Sim Chung menyerahkan padanya. Sim Chung kembali menedangan Joon Jae
Kali ini Joon Jae terlempar lebih jauh sampai ke kursi di ruang tengah, Joon Jae merasakan lehernya seperti sakit. Sim Chung keluar dari kamar, Joon Jae mengaku tidak bisa meregangkan tubuhnyakarena ini masih pagi, tapi sekarang tubuhnya sudah meregang semua gara-gara Sim Chung. Sim Chung sudah memperlihatkan kepalan tangan membuat Joon Jae mundur ketakutan seperti anak anjing.
Badanku sudah siap sekarang, tapi aku sungguh tidak mau bertarung denganmu pagi-pagi begini. Jadi, jika kau serahkan saja apa yang ada di tanganmu maka aku akan berpura-pura hal ini tidak pernah terjadi.” Ucap Joon Jae menduga itu adalah cincin atau jam tangan
Sim Chung melihat lautan dari kaca jendela dan langsung berlari pergi, Joon Jae binggung. Saat itu juga terlihat Sim Chung yang menabrak kaca jendela lalu terjatuh tak sadarkan diri. Joon Jae mengeluh kalau memang Sim Chung gila lebih baik meletakan bungan di kepalanya tapi malah membuat membuat orang jadi bingung saja.


Joon Jae menelp polisi setempat melaporkan  ada orang menerobos masuk ke kamarnya,  setelah itu mengikat Sim Chung sambil mengatakan kalau sudah tertangkap hari ini. Sim Chung hanya diam saja.
Jika kau mau menerobos ruangan orang lain, katakan saja "sumimasen". Dan jangan sampai kau memalukan negara kita, paham?! Aku selalu begitu. Jadi , ulangi perkataanku.” Kata Joon Jae dengan mengeja  Su-Mi-Ma-Sen tapi Sim Chung hanya diam saja.
Ini agar kau tidak coba-coba kabur.” Kata Joon Jae mengambil foto-foto Sim Chung yanga ada didepanya.
Tapi apa sebenarnya yang kau curi?” ucap Joon Jae penasaran dan mencoba membuka kepalan tangan, ternyata hanya sebuah permen. 

Pegawai datang meminta maaf dengan kejaidan yang dialami, Joon Jae dengan bahasa inggris mengaku tak masalah, tapi mengeluh dengan bahasa korea kalau keamanan hotel memang payah. Sim Chung keluar dari rumah dibawa oleh polisi dengan memborgolnya, Joon Jae yang melihatnya seperti tak tega.
Permisi, aku mau bertanya, apa kau harus memborgolnya?” tanya Joon Jae
Ya, kami takut kalau  dia kabur.” Ucap Polisi, Joon Jae bisa mengerti lalu memberitahu  kalau Sim Chung tidak mencuri apapun.
Yah karena itu kita menangkapnya sebelum dia melakukan aksinya. Kau beruntung, karena baru-baru ini kami sudah dapat banyak laporan pencurian di sekitar sini. Dia tersangka utama” kata Polisi, Joon Jae mengejek tak percaya
Mau berapa kali pun dilihat, dia sepertinya agak tidak waras.” Kata Joon Jae, Sim Chung berjalan dengan terus menatap ke arah Joon Jae. Sementara Joon Jae melihat ke arah kaki Sim Chung yang pergi tanpa memakai alas kaki. Joon Jae berbaring di sofa melihat hasil fotonya dan menemukan sebuah gelang yang digunakan oleh Sim Chung. 

Sim Chung dibawa oleh polisi dengan mobilnya, wajahnya terlihat melonggo melihat keadaan didarat yang tak pernah dilihatnya, banyak orang-orang yang lalu lalang. Polisi bahkan sampi menyuruh Sim Chung duduk bersandar karena mencondongkan tubuhnya terlalu ke depan.
Ketika sampai di kantor polisi, Sim Chung binggung melihat pintu otomatis terbuka dan tertutup, ia pun tak mau masuk karena merasa ketakutan. Sampai akhirnya polisi dibelakangnya mendorong untuk masuk. Sim Chung terlihat marah melihat banyak ikan yang ada di akuarium karena teman-temanya seperti terpenjara. 

Joon Jae menelp Nam Do memberitahu sudah mengirim fotonya, jadi cepat cari tahu karena Sepertinya itu mirip Jadeite dan mencari-cari sesuatu didalam tasnya, setelah itu memasukan kalung dalam saku bajunya. Ia terus berbicara pada Nam Do kalau benda itu mirip yang dilihat sebelumnya.  Nam Do ingin tahu pemiliknya, Joon Jae mengaku  Pemiliknya itu juga agak aneh.
Sim Chung dibawa ke kantor polisi masih terus melonggo melihat tempat yang sangat asing menurutnya. Polisi sampai memanggil Sim Chung agar menatap tanganya supaya fokus. Shim Chung pun menatap polisi yang bertanya alasan datang ke dalam hotel. Polisi lain mengambil tissue diatas meja. Sim Chung melihat sesuatu yang menarik mengambil tissue dan tertawa bahagia seperti baru saja menemukan mainan baru.
Kenapa kau tersenyum?! Kau saja tidak mau jawab pertanyaanku tapi kau berani tersenyum!!! Kau pikir ini lelucon?!!!” teriak si polisi marah,
Sim Chung yang mendengar teriakan langsung memberikan pukulanya, si polisi langsung mental. Semua kaget melihatnya, Sim Chung mengambil pistol yang jatuh, semua polisi panik meminta agar Sim Chung tenang. Sampai akhirnya Sim Chung yang tak tahu apa-apa menurunkan pistol dan kembali asik dengan bermain tissue. 

Joon Jae makan bersama dengan pramugari yang ditemuinya. Min Jimengaku sebagai seorang wanita berprinsip yaitu "Hubungan yang dijalin di pesawat berakhir juga di pesawat. Tidak ada pertemuan pribadi di daratan." Lalu mengaku kalau Joon Jae itu membuat mematahkan prinsipnya.
Aku pasti sudah cukup terpesona olehmu, Minji.. Tapi kenapa tanganmu begitu mungil?” ucap Joon Jae mengodanya, Min Ji membuka telapak tanganya seperti tak percaya dan tangan Joon Jae mendekatinya, saat itu trik sulap dikeluarkan dengan memperlihatkan sebuah kalung ditanganya.
Bagaimana kau bisa melakukannya?” ucap Min Ji terkesima melihatnya, sat itu Joon Jae ingin mengenakan kalung dileher Min Ji dan ponselnya berbunyi terlihat pesan dari Nam Do masuk. 

tahun, tapi aku 100% yakin itu artikel yang bisa dipercaya!  Kalau memang itu gelang asli maka harganya bisa bernilai lebih dari 62 juta won.  Untuk saat ini, kita cek dulu gelang itu. Siapa pemilik gelangnya, kau lagi bersama dia sekarang?
Joon Jae duduk kembali membaca ponselnya, Min Ji melihat kalung ditangan Joon Jae sangat cantik dan bertanya apakah ingin memberikannya. Joon Jae mengatakan tidak, Min Ji kaget mendengarnya. Joon Jae mengaku hanya ingin menunjukkan saja dan penasaran apa ini cantik dipakai atau tidak jadi cukup senang karena Min Ji melihat kalung itu cukup cantik. Ia mengaku kalau kalung itu untuk ibunya karena suka emas putih dan buru-buru pamit pergi. Min Ji kaget karena ditinggalkan begitu saja. 

Joon Jae menerima telp Nam Doo yang memberitahu Ada tulisan di gelang itu, aksara Cina, yaitu Dam Ryung dan merasa itu nama seseorang. Joon Jae binggung mendengar nama Dam Ryung.
Konon, barang siapa yang takdirnya memang sukses pada akhirnya tetap sukses walaupun banyak kegagalan yang dia sebabkan. Kau diberkati oleh Tuhan bisa beruntung seperti itu!” jelas Nam Doo, lalu berpikir  harus pergi menemuinya, Joon Jae langsung menutup telp dan pergi memasuki kantor polisi.
Joon Jae melihat Sim Chung dengan tidur beralaskan tissue dalam sel, Polisi menghampiri Joon Jae berpikir untuk apa datang karena  tidak perlu lagi kesaksian darinya. Joon Jae memberitahu Sim Chung  tidak mencuri apapun jadi meminta agar melepaskanya. Polisi terlihat marah karena Joon Jae  tak berhak menyuruhnya. Mata Joon Jae kembali menganalisi.
[Mata mencolok: 60% selaput putih, konsentrasi normal; Dahi berkerut, keras kepala, emosi yang berubah-ubah; Sensitif, suhu tubuh tinggi di atas rata-rata. Cincin pernikahan: baru, pengantin baru; Sarung pistol yang kosong, pribadi mudah lengah]
Ia menyimpulkan kalau Si polisi  mengutamakan ikatan daripada kesamaan untuk meyakinkannya dan mengatakan kalau wanita itu  bukan orang asing dengan kembali memainkan korek api dan menyalaknya. Polisi bertanyaapa yang dilakukan oleh wanita itu. Joon Jae menghipnotisnya dengan mengaku Sim Chung adalah istrinya.
Kami baru saja menikah, Coba Kau Lihat.. Dia mengenakan gaun. Kami harusnya bulan madu sekarang, tapi tidak bisa Karena dia terjebak di sini.” ucap Joon Jae memperlihatkan Sim Chung mengunakan gaun dalam sel penjara.
Maafkan aku! Aku akan segera membebaskannya.” Kata si polisi yang bisa terkena hipnotis lalu membuka sel tahanan.
Joon Jae bersanding dengan Sim Chung, dimata polisi seperti melihat keduanya seperti sepasang pengantin dan Joon Jae memberikan sebuket bunga sebagai hadiahnya. Polisi lain kaget melihat pintu sel terbuka dan buru-buru menutupnya kembali. 


Joon Jae dan Sim Chung sudah ada didepan kantor polisi. Joon Jae minta maaf soal kejadian tadi pagi dan agak kasar, saat mengulurkan tangan untuk meminta maaf Sim Chung tapi si putri duyung itu hanya diam saja karena tak mengerti. Joon Jae bisa mengerti karena Sim Chung belum mau menjabat tanganya.
Kalau begitu, tak masalah, lebih baik Kita jalani saja dulu.. Tapi... gelang itu...” ucap Joon Jae ingin meraih tanganya, tapi Sim Chung sudah lebih dulu memperlihatkan kepalan tangannya.
Gelangnya cantik!” kata Joon Jae mengangkat tanganya, Sim Chung seperti mengulangi kata “cantik” lalu menurunkan tanganya.
Ayo kita pergi. Karena aku banyak salah padamu, akan kubelikan hadiah buatmu.” Ucap Joon Jae, Sim Chung hanya diam saja, akhirnya Joon Jae menarik baju Sim Chung agar ikut pergi bersamanya. 

Keduanya sampai di perempatan jalan, Sim Chung tak mengerti berjalan begitu saja, Joon Jae menarik bajunya menunjuk kalau ada lampu merah jadi mereka harus berhenti. Sim Chung binggung dan langsung membuat gaya membentangkan tanganya seperti lampu merah yang ada didepanya, Joon Jae hanya bisa menahan tawa melihat gaya Sim Chung.
Sebenarnya apa identitasmu itu?” ucap Joon Jae binggung. Lampu hijau pun menyapa, Sim Chung tetap diam akhirnya Joon Jae pun menariknya. 

Keduanya masuk ke dalam sebuah mall, Sim Chung kembali melonggo melihat sekelilingnya. Joon Jae lebih dulu menaiki eskalator dan Sim Chung mengikutinya tapi karena takut berusaha untuk turun. Joon Jae yang melihatnya langsung mengendongnya, semua orang yang melihatnya langsung memberikan tepuk tangan seperti merasa Joon Jae pria yang romantis.
Joon Jae membawa ke sebuah toko sepatu meminta Sim Chung menunggunya, lalu memilih beberapa sepatu dan meminta agar Sim Chung memakainya. Sim Chung tak mengerti mengunakan sepatu pada tanganya. Joon Jae kembali membantunya dengan memakai sepatu dikakinya, dan melihat itu cocok dibandingkan bertelanjang kaki.

Joon Jae menunggu di depan saat itu Sim Chung keluar dengan baju yang hanya masuk dikepalanya, tanpa bisa memakainya. Beberapa pegawai sampai menahan tawa melihatnya. Joon Jae pun mendorong Sim Chung untuk segera menganti pakaian wanitanya.
Saat itu Nam Do menelp, dengan nada kesal Joon Jae keluar dari toko karena masih bersama perempuan itu. Sim Chung berhasil menganti pakaianya dan mencoba bergaya dengan senyumanya, karena tak melihat Joon Jae di dalam tokoa ia berjalan keluar dan melihat banyak anak-anak yang sedang berkumpul lalu mengikuti badut yang sedang beratraksi.
Joon Jae kembali ke toko tak melihat Sim Chung ada didalam, lalu bertanya pada petugas apakah melihat wanita yang bersamanya. Si pegawai berpikir kalau masih diruang ganti. Joon Jae mencoba mencarinya tapi tak menemukanya dan berlari mengeliling mall sampai melihat petunjuk [Ruang Anak Hilang]

Joon Jae melihat dari jendela, Sim Chung yang sedang asik makan permen dalam ruangan anak hilang, dengan senyuman ternyata  Sim Chung sedang main-main ternyata. Ia pun mendekati Sim Chung dengan memarahinya karena orang dewasa tapi main di tempat anak-anak. Sim Chung diam dengan tanpa rasa bersalah.
Hei, aku sudah menyuruhmu menunggu. Apa kau tidak tahu apa arti kata menunggu? Jika kau pergi tanpa sepatah kata pun, maka aku bisa-bisa terkejut.” Ucap Joon Jae, Sim Chung hanya menatapnya. Joon Jae pun memastikan kalau Sim Chum baik-baik saja dan tak ada yang terluka. 
 “Ya, tidak ada yang luka.” Ucap Joon Jae sengaja mendekat untuk memastikan gelangnya masih dipakai oleh Sim Chung. Sim Chun tiba-tiba memberikan senyumanya, Joon Jae tak percaya Sim Chun bisa tersenyum lalu mengajaknya makan. 

Sim Chung tak mengerti mengunakan tangan dengan memasukan semua spagethi ke dalam mulutnya,  Joon Jae mengeluh melihatnya karena membuatna malu berpikir Sim Chung itu dari hutan, atau seorang gadis manusia serigala karena terlihat rakus sekali. Sim Chung tetap saja dia.’
Akhirnya Joon Jae duduk mendekatinya dengan memberikan garpu mengajarkan cara makannya. Sim Chung melihatnya danberusaha untuk memakai garpu dengan senyumanya. Joon Jae pun memuji kalau Sim Chung itu pintar. 

Sim Chung terlihat sudah makan banyak makanan, dan kembali mengunakan tanganya untuk makan kue. Joon Jae mulai berkata kalau mereka sepertinya  sudah mulai dekat sekarang, lalu berpura-pura melihat ada sesuatu yang menempel dibagian kepalanya, dan tanganya sibuk dengan korek apinya.
Apa ini pertama kalinya kau lihat api? Kenapa kau kaget begitu?” ucap Joon Jae, saat itu juga sebuah tali disulap menjadi kalung dan memasangkan pada leher Sim Chung.  Sim Chung hanya terdiam setelah itu terlihat ditangan Joon Jae sudah berhasil mengambil gelangnya. 

Joon Jae kembali membawa Sim Chung ke dalam mall lalu memintanya agar menunggu,karena pergi ke suatu tempat dulu, Sim Chung hanya menatapnya dan Joon Jae pun pergi dengan menuruni lift. Sim Chung terus menatapnya sampai Joon Jae menghilang dari matanya.
Shim Chung masih menunggu dengan melihat sepatu yang dipakai pada kakinya, Joon Jae kembali ke hotel memberitahu sudah berhasil menemukannya, Nam Doo mengajak bertemu sekarang, Joon Jae mengaku harus pergi ke suatu tempat.

Kau mau kemana? Apa yang membuatnya Meninggalkan hal yang begitu berharga?” kata Nam Doo,
Dunia akhir.” Ucap Joon Jae melihat koran dengan peta sebuah daerah, Nam Doo merasa Joon Jae sedang membual dan seperti ingin pergi mati bersama. Joon Jae menutup ponselnya meminta Nam Doo untuk menunggu selama satu minggu, saat akan meninggalkan hotel melihat permen yang diambil Sim Chung masih tergeletak di lantai. 
Sim Chung masih terus menunggu dengan menatap ke arah lift, sampai akhirnya petugas memberitahu kalau mall akan tutup. Joon Jae mengemudikan mobil dengan hujan yang cukup deras dan berhenti saat ada lampu merah, teringat kembali dengan tingkah Sim Chung yang mengikuti gaya lampu merah.

Seorang petugas melihat Sim Chung yang menunggu di ruangan anak hilang langsung menariknya dan mendorongnya  keluar, dengan memarahi kalau Jam kerja sudah berakhir dan mall sudah tutup. Sim Chung yang tak tahu apapun hanya diam saja, Dua pegawai terlihat kesal berpikir akalu Sim Chung gila dan mereka dibuat pulang telat karenanya.
Sim Chung yang tak tahu arah tujuan, hanya  bisa jongkok didepan toko, tak jauh dari pintu terlihat Joon Jae yang memakai payung melihat ShiM Chung diusir keluar toko dan masih menunggunya. 

Joon Jae berjalan mendekatinya, saat itu Sim Chung mengangkat wajahnya dan melihat orang yang ditunggunya akhirnya datang juga. Tanganya pun diulurkan dan Joon Jae pun meraihnya. Keduanya saling menatap dan kejadian sama seperti saat dijaman joseon ketika putri duyung mengulurkan tangan pada pejabat Dam Ryung. 

Sim Chung duduk di dalam ruangan anak hilang dan mendekati seorang anak sedang makan lolipop dengan mengatakan “itu cantik” dan mengambilnya. Si anak meminta di kembalikan karena permen itu untuknya, tapi Sim Chung tetap ingin makannya dengan mengatakan “ tunggu saja” seperti mengulangi dua kata yang diingatnya.
Tunggu adalah sebuah kata yang berarti suatu hal yang baik akan terjadi. Suatu kata yang bahkan ketika aku pergi ke suatu tempat jauh hanya untuk sesaat, temanku akan menemukanku. Suatu kata yang bahkan ketika ada hal yang menakutkan seperti ikan hiu..., kau tidak perlu takut atau mencari pertolongan.
Joon Jae datang dengan melihat Sim Chung makan permen memarahinya karena orang dewasa yang berada di tempat anak-anak, lalu memberitahu kalau sudah meminta untuk menunggu.

Apa kau tidak mengerti arti kata menunggu? Jika kau pergi tanpa sepatah kata pun, maka aku bisa benar-benar terkejut.” Ucap Joon Jae melihat keadaan Sim Chung dan Sim Chung menatap Joon Jae dengan senyumanya.
Suatu kata yang bermakna temanku berharap aku tidak terluka.  Suatu kata yang menghangatkan hati. Suatu kata yang bermakna hal yang baik akan terjadi.
bersambung ke episode 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        

2 komentar: