Rabu, 09 November 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 6 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

[Ruang Sauna Furnace]
Paman Shin baru saja keluar dari tempat sauna lalu berbaring untuk mengeringkan keringatnya. Saat itu Anak Tuan Bae datang menyapa dengan memanggil nama “Tuan Shin Jung Nam.” Paman Shin kaget melihat Anak Tuan Bae tahu tempat persembunyianya sekarang.
Berbahaya untuk berkeringat terlalu banyak pada usiamu.” Kata Anak Tuan Bae, Paman Shin terlihat benar-benar ketakutan. 
Paman Shin dibawa oleh Anak Tuan Baek ke sebuah ruangan seperti ruangan interogasi, Tuan Bae lalu menyuruh Tuan Bae duduk lalu bertanya ia tidak mengenalnya. Paman Shin hanya tertunduk ketakutan. Tuan Bae mengatakan kalau Paman Shin  harus melihat seseorang saat sedang berbicara kepadanya. Paman Shin mengangkat kepalanya lalu mengatakan tak tahu dan kembali tertunduk.

Itu tidak baik. Berpikirlah dengan keras, Kau mungkin tidak tahu. Saat kau datang dengan Hong Sung Kyu untuk meminjam uang, Kau pasti tidak tahu aku akan naik setinggi ini.” kata Tuan Bae
Aku... tidak tahan dengan orang-orang yang tak bisa menatap dengan baik. Menatap secara langsung di mata, dasar kau tikus!” teriak Tuan Bae mengangkat dagu Paman Shin, Paman Shin menjerit ketakutan
Kalau kau takut, kenapa kau tidak membayar kembali saja pinjamannya Atau kau harus melarikan diri seperti Hong Sung Kyu?” ucap Tuan Bae
Paman Shin benar-benar ketakutan, Tuan Bae memberitahu sudah melihat  keponakannya yang pramugari di kantor kami dan  Berkat ayah dan pamannya yang pecundang, maka hidupnya akan segera hancur. Paman Shin terkejut. Tuan Bae pikir Paman Shin itu  pasti percaya kepada Nan Gil.
Kalau kau tahu seperti apa sebenarnya Nan Gil, maka kau tidak akan membiarkan dia dekat dengan keponakanmu. Jadi Lakukan saja seperti apa yang kami katakan, karena itulah satu-satunya cara keponakanmu bisa bertahan hidup.” Perintah Tuan Bae 

Nan Gil dan Na Ri menyiapkan makanan untuk sarapan bersama, Na Ri merasa sangat sulit untuk berjalan kaki di desa jadi meminta agar Nan Gil mengajarinya cara naik sepeda. Nan Gil berkomentar kalau Na Ri itu  tahu caranya naik sepeda, Na Ri mengaku Sudah terlalu lama.
“Tapi Bagaimana kau tahu itu? Kau mengikutiku saat kita masih kecil,  kan?” ucap Na Ri kembali menuduh, Nan Gil yang kesal memilih untuk pergi. 

Na Ri mulai mengayuh sepedanya meminta agar Nan Gil tidak bisa meninggalkan karena sudah bertahun-tahun tak pernah bersepeda dan harus tetap ada disisinya. Nan Gil mengerti tapi beberapa saat kemudian ia langsung mengayuh sepedanya lebih cepat. Na Ri berteriak marah dan mencoba untuk mengejarnya, Keduanya pun naik sepeda dengan tawa bahagia.
Akhirnya keduanya berhenti, Na Ri merasa terengah-engah karena sangat lelah dan merasa akan mati.  Nan Gil memberikan minum menyuruh Na Ri  harus lebih banyak berolahraga. Na Ri merasa tidak seburuk tapi sekarang tubuhnya seperti mulai membusuk.
Ambil napas dalam-dalam dan hembuskan melalui mulutmu.” Kata Nan Gil, keduanya pun memejamkan mata dan menarik dalam-dalam udara pedesaan yang sangat segar. Na Ri mengaku sangat bahagia.
Aku tidak tahu sudah berapa lama.”kata Na Ri, Nan Gil menatapnya terlihat senyumanya, lalu menyadari diri kalau tak boleh jatuh cinta dan buru-buru pergi karena harus menguleni adonan. Na Ri mengeluh Nan Gil yang selalu memilih bersama adonanya. Duk Shim dari balik ilalang melihat Na Ri yang ditinggalkan sendirian oleh Nan Gil. 


Nan Gil baru saja akan pulang menerima telp dari ayah tirinya. Tuan Bae  memberitahu kalau Shin Jung Nam ada di kantornya dan sedang membicarakan  tentang masa lalu. Nan Gil kaget mendengarnya.
Pada awalnya, aku marah pada Hong Na Ri karena sudah memanfaatkanmu, tapi setelah berbicara tentang masa lalu, maka aku menyadari bahwa dia adalah korbannya. Aku sudah lupa... tentang sesuatu dari waktu yang sangat lama. Kau dan Na Ri seharusnya bahkan tidak pernah bertemu. Jangan membuatku mengeruk tentang itu juga.” Kata Tuan Bae mengancam. Nan Gil hanya bisa terdiam 

Na Ri mengemudikan sepedanya, dari arah belakang Duk Shim dengan wajah marahnya sengaja mengayuh sepeda dengan kencang lalu membunyikan bel sepeda agar Na Ri minggir. Tapi Na Ri yang belum terbiasa membuatnya panik dan akhirnya harus jatuh ke bagian pinggir sawah. Duk Shim mengeluh kalau Na Ri itu sangat kaku, lalu melihat keadaan Na Ri dan mengeluarkan ponselnya.
Beraninya kau menelpon kakakmu?” ucap Duk Bong sinis
Kau harus datang ke sini.” kata Duk Shim, Duk Bong pikir adiknya itu  tidak waras?
“Si Pangsit Hong... Wanita itu terluka.” Kata Duk Shim, Duk Bong panik bertaya dimana keberadaan adiknya sekarang.
Setengah jalan ke Injung-ri di dekat lapangan.” Kata Duk Shim. Duk Bong menutup telp adiknya lalu pergi dari ruanganya. 

Duk Shim mendekati Na Ri ingin menanyakan keadaanya, Na Ri meminta Duk Shim agar bisa membantunya, Duk Shim membantu Na Ri agar bisa bangun dan Na Ri pun merasakan punggungnya terasa sakit lalu meminta agar Duk Shim mengambilnya telp dari tasnya. Duk Shim Pun mengambilkanya.
Nan Gil, aku ingin kau datang ke sini.” ucap Na Ri menahan rasa sakit, Duk Shim yang mendengar nama Nan Gil langsung mendekat, Nan Gil panik bertanya apa yang terjadi.
Na Ri kebinggungan dimana tempatnya sekarang, lalu meminta tolong pada Duk Shim agar menjelaskanya. Duk Shim mencoba untuk bisa membuat suaranya selembut mungkin memberitahu keberadaanya setengah jalan menuju Injung-ri di dekat lapangan. Nan Gil mengerti dan langsung menutp telpnya, Duk Shim buru-buru mengingat nomor telp Nan Gil dan menyimpan pada ponselnya.  

Na Ri lalu tersadar kalau Duk Shim yang baru saja naik sepeda. Duk Shim hanya diam saja saja, Na Ri pun menyalahkan Duk Shim yang  mengendarai sepeda dengan seperti itu padahal banyak jalan yang luas tapi kenapa malah mendekatinya.
Aku tidak menuju ke arahmu. Tapi Kau benar-benar berjalan dengan kacau, jadi aku membunyikan belku untuk memintamu menyingkir.”kata Duk Shim
“Lalu Ke mana lagi aku bisa bergerak? Kau memaksaku ke tempat ini sekarang.”kata Na Ri kesal dan merasakan punggungnya kembali sakit. 

Akhirnya Duk Shim membantu Na Ri membawa sepeda ke atas dan saat itu Duk Bong datang dengan wajah panik menanyakan keadaan Na Ri lebih dulu. Duk Shim melonggo melihat kakaknya yang peduli pada Na Ri dibanding dirinya.
Aku akan memegang lenganmu, jadi bersandar kepadaku” ucap Duk Bong, Na Ri pun mencoba berpegangan tapi seperti terasa sakit.
Kau harus ke rumah sakit jadi Biarkan aku membawamu.” Kata Duk Bong ingin mengendongnya, Na Ri menolaknya merasa masih bisa berjalan.
Saat itu Nan Gil datang dengan sepeda tak kalah panik, menanyakan keadaaan Na Ri dan memberitahu sudah menelepon ambulans meminta agar jangan banyak bergerak. Duk Shim terdiam melihat Nan Gil ternyat lebih panik dibanding kakaknya. 

Di dalam ambulance.
Na Ri melihat Nan Gil terlihat sangat gelisah dengan meremas-remas jari-jarinya, Nan Gil melihat Na Ri sedang menatapnya dan berpikir kalau anak tirinya itu sedang merasa kesakitan.
Di mana tepatnya yang terasa sakit?” ucap Nan Gil panik, Na Ri mengaku tak terasa sakit 

[Rumah Sakit Donghwa]
Nan Gil menunggu dibagian depan UGD, Na Ri keluar dengan mengunakan penahan pinggang dan juga seorang perawat yang mengantarnya. Perawat memberitahu keadaan Na Ri kalau Kaki kanannya tidak patah tapi hanya terbentur.
Dia harus menginap untuk memeriksa punggungnya. Tolong periksa apa dia kesakitan dan di mana itu setiap tiga jam.” Ucap perawat lalu memberikan lembaran Daftar Rasa Nyeri, Na Ri hanya bisa diam saja. 

Duk Bong menarik adiknya masuk ke dalam rumah sakit, Duk Shim memint kakaknya untuk melepaskanya karena sudah membunyikan belku seperti orang gila tapi Na Ri itu jatuh karena mengemudikan sepedanya sangat kaku. Duk Bong menegaskan kalau terlepas dari kesalahan itu ada seseorang yang terluka dan itu  selalu kesalahan pengemudi.
Apa kau membutuhkan lisensi untuk naik sepeda? Berhenti memamerkan bahwa kau pergi ke sekolah hukum.” Kata Duk Shim kesal
Wanita yang kaku biasanya cukup pemarah. Dia bisa memberi tuntutan. Kemudian polisi akan menyelidiki, dan Nan Gil akan tahu itu disengaja.” Kata Duk Bong, Duk Shim terlihat mulai ketakutan 

Na Ri ingin berbaring tapi terlihat kesulitan karena punggungnya terasa sakit, Nan Gil pun menyuruh Na Ri duduk lebih dulu dan membantu ingin mengendongnya, tapi saat itu keduanya terlihat gugup tak seperti sebelumnya. Saat itu juga Duk Bong datang dengan adiknya menanyakan keadaan Na Ri sekarang, Na Ri mengaku baik-baik saja
Bagaimana kau tahu dan datang ke sana?” tanya Na Ri bingging
Orang yang menyebabkan kecelakaan itu adalah adikku.” Akui Duk Bong, Keduanya kaget karena ternyata Duk Shim itu adalah adiknya.
Ini adalah Kwon Duk Shim.” Kata Duk Bong lalu sengaja mendorong kepala adiknya agar mau membungkukan badan.
Tolong keluar agar aku bisa berganti pakaian? Duk Shim, apa kau bisa membantuku?” kata Na Ri, Dua pria pun keluar dan Duk Shim terlihat sedikit ketakutan. 

Na Ri pun berbicara dengan Duk Shim pasti tahu kalau  melakukannya dengan sengaja, Duk Shim menyindir Na Ri yang  langsung bersikap kasar setelah para pria pergi. Na Ri tahu kalau Duk Shim  yang mengirim semua catatan itu kepada Nan Gil, menyebutnya sebagai "Pangeranku".
“Kau bilang  "Pangeranku"? Apa seseorang... mengirim sesuatu sepayah itu?” kata Duk Shim menyangkalnya
Kau mengunciku di dalam gudang, kan? Ukuran sepatumu cocok! Ada apa denganmu? Apa ini tentang sekolah menengah pertama?” kata Na Ri marah, Duk Shim memberitahu kalau ia itu anak Sma.
Aku membunyikan belku dari belakang, tapi Itu karena kau sudah tua dan kaku.” Kata Duk Shim menyalahkan Na Ri, Na Ri tak terima di bilang sudah tua.

“Dengan Mengunciku di dalam gudang dan yang kau lakukan ini sama berbahayanya. Katakan padaku kenapa kau melakukannya. Kalau kau tidak mengatakannya, maka aku akan... Aku tidak peduli kalau kau ada di sekolah dan tidak akan menunjukkan belas kasihan.” Tegas Na Ri mengancam
“Kau menempel ke pria lain karena kau dicampakan, lalu merendahkan semua wanita. Dan kau juga menggoda kakakku. Kau benar-benar seorang player. Kalau kau membuat kesalahan dan mendaftarkan pernikahanmu, jadi bercerailah!” kata Duk Shim tak mau kalah.
Na Ri merasa Duk Shim itu  tapi pernah pernah belajar dan mengali semua informasi itu, Duk Shim  tahu Na Ri membuat mantan pacarnya mabuk... dan berkelahi dengan pacar barunya yang datang untuk menjemputnya. Bahkan mendatangi kakaknya  dengan bersikap seperti seorang gadis, bahkan berbicara tentang membatalkan pernikahan.
Aku akan menyerah kalau kau melakukannya dengan benar, tetapi kau melakukan semuanya dengan salah.” Tegas Na Ri

Lalu apa hubunganmu dengan Nan Gil milikku?” kata Duk Shim, Na Ri tertawa mendengar Duk Shim menyebut “Nan Gil milikmu
Itu benar. Kenapa kau menempel kepadanya? Dasar Menyebalkan sekali.” Kata Duk Shim marah
Kau harus meminta maaf untuk apa yang sudah di lakukan kepadaku. Kau tadi bilang Menyebalkan? Kenapa begitu sulit untuk mendapatkan permintaan maaf dalam masyarakat ini?” ucap Na Ri benar-benar marah
“Hei... Kwon Duk Shim. kau mengacau dengan orang yang salah. Aku tidak akan membiarkan ini, dan akan menuntut serta menyelidiki. Aku sudah memperingatkanmu bahwa aku tidak akan menunjukkan belas kasihan.” Tegas Na Ri memperingatinya. 

Diluar
Duk Bong ingin menyakinkan kalau Nan Gil  benar-benar tidak tahu Duk Shim adalah adiknya, Nan Gil membenarkn karena merasa Sulit untuk tidak menyadari hal-hal seperti itu dan kau tidak menyukainya.
Dia adikku. Apa yang bisadisukai?” kata Duk Bong
Dia tenang dan tidak bersalah, tapi kau memanggilnya anak nakal.” Ucap Nan Gil
Aku hanya punya satu adik dan tidak punya adik yang tenang dan tidak bersalah.” Kata Duk Bong
Terdengar teriakan dari dalam ruangan, suara Na Ri yang memangil Nan Gil agar segera Hubungi polisi. Nan Gil dan Duk Bong langsung bergegas masuk ke dalam ruangan.

Duk Shim panik langsung berlutut meminta maaf, Na Ri kaget melihat sikap Duk Shim tunduk ketika dua pria masuk ke dalam ruangan. Dan Duk Shim pun langsung buru-buru keluar setelah meminta maaf. Nan Gil yang melihatnya memarahi Na Ri yang membuat seorang anak sampai berlutut padanya karena anak itu tidak sengaja melakukannya.
Na Ri dan Duk Bong sama-sama mengatakan kalau Duk Shim itu sengaja melakukanya. Nan Gil kaget seperti tak percaya, lalu menanyakan alasanya. Na Ri pikir perlu bicara dengannya untuk mencari tahu alasanya, tapi Duk Shim malah pergi tanpa meminta maaf lalu menyuruh Duk Bong agar mengejar adiknya. Duk Bong akhirnya meminta maaf atas kelakukan adiknya lalu pergi meninggalkan ruangan. 

Nan Gil berkomentar Ini mengerikan. Na Ri bertanya apa yang dimaksud mengerikan itu. Nan Gil bertanya-tanya Apa semua orang membencinya, Na Ri berteriak marah. Nan Gil melihat Duk Shim itu seorang anak yang tidak bersalah tapi kenapa bisa melakukan itu.
“Apa Kau pikir dia tenang dan tidak bersalah? Dia melotot kepadaku dan berkata, "Aku membunyikan bel. Itu karena kau sudah tua dan kaku."” Kata Na Ri kesal, Nan Gil hanya tersenyum mendengarnya. 

Duk Bong mengemudikan mobilnya dengan adiknya yang duduk disampingnya dengan wajah cemberut. Duk Bong bertanya apakah adiknya tahu  emosi mana yang membuang energi paling banyak. Duk Shim hanya terdiam. Duk Bong memberitahu yang Pertama, rasa suka pada seseorang dan Kedua, cemburu.
Jadi kalau kau menyukai seseorang, maka jaga perasaan itu. Kalau kau menambahkan kecemburuan, kau akan gila. Energimu akan habis.” Kata Duk Bong menasehati, Duk Shim tak peduli.
kau menyukainya, kan?”ucap Duk Shim pada kakaknya, Duk Bong pikir Duk Shim Jangan mengubah topik pembicaraan dan menyangkal kenapa harus melakukan hal itu. 
Kau bersikap seakan tidak akan datang, tapi setelah aku mengatakan terjadi sesuatu padanya, kau langsung kemari. Apa kau seorang pangeran di atas kuda putih? Itu sangat tidak seperti kau sebelumnya” kata Duk Shim. Duk Bong meminta Duk Shim agar berhenti bersikap konyol.

Lalu apa hubungan kau dengan player itu?” tanya Duk Shim, Duk Bong heran adiknya menyebut Na Ri sebagai player dan menanyakan alasanya.
Duk Shim tahu Na Ri tidak mau menceraikannya tapi bermain dengan pria lain. Duk Bong mengejek adiknya  harus menjadi seorang penulis lalu bertanya apakah adiknya tahu hubungan Nan Gil dan Na Ri secara hokum. Duk Shim mengaku  tahu tentang permintaan untuk membatalkan pernikahan. Duk Bong memberitahu kalau keduanyaitu orang tua dan anak yaitu Ayah tiri dan putrinya.
Kebodohan macam apa itu?” kata Duk Shim tak percaya
Apa "ayah tiri dan putrinya" adalah kebodohan bagimu?” kata Duk Bong kesal
Duk Shim tiba-tiba berteriak meminta kakaknya menghentikan mobilnya, Duk Bong berterik marah karena diangap seperti sopir, Duk Shim meminta agar bisa keluar sebelum menjadi gila, akhirnya Duk Bong membiarkan adiknya turun dari mobil dengan mengendarai sepedanya dan terlihat Duk Duk Shim bisa tersenyum lebar. 


Na Ri mencoba berjalan dengan menahan penahan pinggangnya, Dokter melihat dan menanyakan keadaanya. Na Ri mengaku baik-biak saja. Dokter memberitahu akan melakukan scan lagi besok  jadi Na Ri boleh pergi kalau hasilnya baik.
Berolahragalah, agar tidak menjadi kronis dan belajar Berjalan lagi.” Kata Dokter lalu menyuruh Nan Gil agar membantu dengan memegang lenganya.  Nan Gil mengatakan akan membantunya. Na Ri akan kembali ke kamarnya.
Bukankah kau mendengar dia berkata untuk berjalan lagi?” kata Nan Gil, Na Ri hanya mengumpat kesal menuruti kemana Nan Gil membawanya. 

Keduanya pergi ke taman, Na Ri pikir akan menyiksa punggungku kala terlalu banyak berjalan. Nan Gil memberitahu kalau ini  belum 10 menit. Na Ri mengeluh dengan sikap ayah yang keras, Nan Gil juga merasatidak pernah berharap untuk merawat putri berusia tua.
Haruskah aku mencari ayahku?”kata Na Ri, Nan Gil menanyakan alasanya.
Ibu mungkin terluka kalau dia mendengar ini, tapi aku tidak membenci ayahku. Pertama kali aku naik pesawat bersama ayahku. Aku masih terlalu kecil untuk ingat banyak hal, tapi aku ingat menjadi terkejut akan seberapa besar pesawat itu. Aku bertanya-tanya kenapa Ibu tidak pergi dengan kami. Lalu Ke mana aku pergi sendirian dengan ayahku? Aku ingin tahu.” Kata Na Ri
Pasti tidak menyenangkan kalau kau tidak bisa mengingatnya.” Kata Nan Gil

Aku yakin itu menyenangkan, karena Ayahku cukup lucu. Semua orang di kota menyukainya, Tapi setiap kali aku mengatakan itu kepada ibuku, dia berkata kalau aku tidak pernah naik pesawart bersama ayahku meskipun aku ingat dengan pasti. Aku yakin.” Ucap Na Ri
Mungkin Ibu tidak suka kalian berdua pergi sendiri.” Komentar Nan Gil, N Ri pikir seperti seperti itu juga,
Tapi kau ingin mencari ayahmu untuk bertanya tentang hal itu? Ah... Tidak…. Ibu menyimpan banyak rahasia dariku, Aku menyadarinya sekarang. Aku ingin bertanya apa semua rahasia itu.” kata Na Ri
Nan Gil pikir lebih baik Na Ri  jangan mencarinya, karena ayahnya itu lebih baik bersembunyi dari Da Da. Na Ri menganguk mengerti lalu Nan Gil langsung memegang lengan Na Ri agar kembali berlatih jalan untuk melakukan 10 putaran lagi.


Yeo Joo dan Dong Jin duduk bersama, Yeo Joo menceritakan saat Dong Jin berada di gua maka ia pergi untuk melihat Na Ri. Dong Jin tahu karena Yeo Joo melihat gambar yang dikirim. Yeo Joo dengan gaya manisnya mengaku berbicara banyak dengan Na Ri selama dua hari dan merasa lebih baik sekarang. Dong Jin pikir itu bagus.
Apa hanya itu? Apa kau tidak akan bertanya bagaimana keadaannya?” kata Yeo Joo
Dia tangguh, jadi  Aku yakin dia baik-baik saja.” Ucap Dong Jin santai
“Dan Untungnya, dia bertemu dengan seorang pria yang luar biasa di sana. Ahh.. Aku mendengar kau juga bertemu Kwon Duk Bong... saat kau pergi ke sana.” Kata Yeo Joo, Dong Jin binggung karena  baru mendengar namanya. 
Apa kau tahu dia berasal dari keluarga Greenland? Na Ri menyebutkan bahwa dia temannya, tapi pria itu juga datang ke bandara. Sepertinya mereka sudah bersama-sama untuk sementara waktu. Na Ri mungkin selingkuh terlebih dulu. Kau memiliki tempat untuk kembali.” Ucap Yeo Joo

Dong Jin bertanya Siapa yang mengatakan kalau ia akan kembali, lalu memberitahu kalau Na Ri itu  bukan jenis wanita yang akan selingkuh dan ia tahu kalau Na Ri mengatakan kalau pria itu temanya maka memang benar itu hanya teman. Yeo Joo tak percaya mendengar komentar Dong Jin seperti sangat mengenal Na Ri
Apa kau mengenalku sama seperti kau mengenal Na Ri? Apa kau tahu bagaimana perasaanku? Aku sudah dicampakan oleh teman-temanku karena mencuri suaminya dan mendapatkan jam kerja malam. Tapi aku tidak membiarkannya, kan?” ucap Yeo Joo
Kau kelihatan seperti si tua Do Yeo Joo hari ini. Hari pertama kita bertemu, kau datang malam itu mengatakan kau tidak bisa menghilangkan aku dari pikiranmu. Kau selalu mengatakan apa yang kau mau. Mulai sekarang, berhenti berbicara tentang Na Ri, Kau tidak perlu mengirimi aku gambar seperti itu. Kau adalah kau, Yeo Joo. mengerti?” kata Dong Jin
Aku pasti sudah bersikap seperti Na Ri untuk membuatmu terkesan disaat diriku adalah yang sebenarnya” kata Yeo Joo lalu berani memberikan ciumanya. 


Na Ri terbangun dari tidurnya, lalu melihat Nan Gil yang menjaganya dan tertidur dikursi, Nan Gil akhirnya terbangun melihat sudah tiga jam dan bertanya apakah ada yang terasa sakit. Na Ri tiba-tiba minta maaf karena tidak mengingat Na Gil padahal Nan Gil mengingatnya  dari saat masih kecil.
Tidak perlu meminta maaf. Kalau tidak ada yang terasa sakit, kembali tidur karena ia akan pulang” ucap Nan Gil
Aku tidak tahu kalau rasanya akan sangat menyenangkan. karena memiliki seseorang yang mengingatku dari saat aku masih kecil. Aku merasa seperti aku adalah cinta pertama seseorang. Aku merasa seperti orang yang keren, dan merasa lebih percaya diri.” Akui Na Ri
Nan Gil seperti tak ingin membahasnya memilih untuk pergi karena  akan menguleni adonan. Na Ri hanya bisa di dalam kamarnya. 

Nan Gil keluar dari ruangan memegang dadanya seperti merasakan debaran sangat kencang, lalu menenangkan diri kalau  sudah bisa melanjutkan hidup. Ketika keluar dari rumah sakit Nan Gil menatap kembali ke arah ruangan rawat, teringat kembali kata-kata Na Ri
Nan Gil.. aku minta maaf karena tidak mengingatmu... disaat kau mengingatku dari saat masih kecil. Aku tidak tahu itu kalau rasanya akan sangat menyenangkan... karena memiliki seseorang yang mengingatku dari saat aku masih kecil.
Lalu teringat kembali kata-kata Tuan Bae Kau dan Na Ri seharusnya bahkan tidak pernah bertemu. Jangan membuatku sampai mengeruk tentang itu juga.” 

Anak Tuan Bae mendekati Paman Shin mengingatkan saat Nan Gil berusaha mengancamnya, Paman Shin mengaku Nan Gil tidak pernah melakukanya, Anak Tuan Bae meminta agar paman Shin untuk mengingatnya dan  harus ingat saat Nan Gil berusahan mengancamnya.
Nan Gil mengatakan kepadaku... untuk jangan pernah melangkahkan kaki kembali ke rumah.” Kata Paman Shin, saat itu terlihat sudah ada diruangan Tuan Bae
Tuan Bae kembali menelp Nan Gil, lalu Nan Gil meminta agar Tuan Bae Berurusan dengannya dan membiarkan Paman Shin untuk pergi.  Tuan Bae mengaku perlu melakukan sesuatu dengan mereka. Nan Gil menegaskan akan tetap melindungi tanah ini, walaupun alasan bukan untuk Na Ri. 

Jadi tidak ada gunanya mengancamku, dengan mengatakan Na Ri dan aku seharusnya tidak pernah bertemu.” Ucap Nan Gil
Aku tidak mengancammu Kau mungkin berpikir... bahwa kau melindungi Na Ri, tapi kalau kau menelusurnya lagi, maka kau yang melakukan itu kepada keluarga itu.” ucap Tuan Shin, Nan Gil tak mengerti maksudnya.
Pamannya ada di sini, jadi aku tidak bisa mengatakannya secara detail. Kalau pamannya mendengar, maka Na Ri juga akan tahu.” Kata Tuan Bae, Paman Shin yang mendengarnya terlihat binggung apa maksudnya. 


Nan Gil sedang ada direstoran, Na Ri datang memberitahu  Tidak ada rasa sakit di punggung jadi tidak meminum obat penghilang rasa sakit apapun dan akan menyelesaikan masalah kecelakaan itu, lalu bergegas pergi. Nan Gil hanya melihat Na Ri yang pergi begitu saja.
Na Ri sudah duduk diruangan dengan Duk Shim yang duduk didepanya,  keduanya saling menatap sinis seperti tak ada yang mau mengalah. Duk Bong datang memberikan surat Kesepakatan penyelesaian pada keduanya dan memberitahu kalau  Tagihan rumah sakit sudah dibayar jadi bisa menuntut kompensasi atas luka fisik dan tekanan emosional. Duk Shim yang mendengarnya merasa ini sangat menyebalkan sekali.
Pelaku mengakui bahwa kecelakaan itu disengaja. Aku tidak berniat untuk menuntut ganti rugi. Aku hanya meminta pelaku melakukan permintaan maaf yang tulus. Kau basa bilang "Aku minta maaf. Aku tidak akan melakukannya lagi."” Kata Na Ri
Aku tidak mengira kau akan jatuh seperti boneka kain jadi Berolahragalah sedikit.” Ucap Duk Bong sinis
“Hei.. Nak... Apa kau tahu emosi apa yang paling banyak membuang energi?” kata Na Ri, Duk Shim melirik kakaknya yang mengatakan hal yang sama sebelumnya
Pertama, rasa suka pada seseorang dan Kedua, cemburu.” Kata Duk Shi sinis, Na Ri  mengatakan bukan itu.
Rasa suka dan kecemburuan mungkin bisa memberimu motivasi kalau dilakukan dengan benar. Yang benar-benar membuang energi adalah membenci orang lain. Sebuah ucapan dari  Kim Gu yang terkenal "Sangat mudah untuk membuat hidupmu sengsara. Membenci orang yang dekat denganmu." Meskipun kita tidak dekat. Kalau kita bisa duduk berhadapan, kita sudah dekat.” Ucap Na Ri
Lalu mengingatkan Duk Shim kalau sudah mulai membenci seseorang, maka harus ingat kalau itu akan membuatnya hidup sengara. Duk Shim lalu bertanya apakah Nan Gil benar-benar ayah tirinya dan ingin tahu apa panggilanya. Na Ri menatap Duk Bong pasti yang memberitahu semuanya.
“Ini sangat Mengagumkan, Terlepas dari itu kalian keluarga.” Kata Duk Shim , Na Ri pikir Duk Shim tidak percaya itu
Aku percaya. Maafkan aku. Aku salah dan memohon kerjasamanya” ucap Duk Shim membungkuk, Na Ri bingung kenapa memohon kerjasamanya.,
Beritahu ayah tirimu bahwa aku meminta maaf.” Kata Duk Shim, Na Ri menegaskan kalau Nan Gil itu bukan ayah tiriku



Nan Gil menerima pesan dari Na Ri kembali meminta agar segera datang ke kamarnya. Anak buah Duk Bong memberitahu sudah mengirim bagan organisasi Da Da. Duk  Bong pun melihat email yang di kirimkanya dan melihat yang paling atas adalah Tuan Bae, lalu matanya melotot saat melihat fotor Ko Nan Gil sebagai Direktur Bae Byung Suk

Nan Gil mendatangi kamar Na Ri, Na Ri mengatakan akan meninggalkan barang-barangnya di rumah, Nan Gil berkomentar kalau  itu Pemikiran yang bagus karena tidak baik untuk punggungnya kalau membawa seusatu yang berat jadi akan mengirimkannya melalui kurir. Na Ri pikir tak perlu seperti itu.
Aku menanam benih di rumah kaca, jadi harus datang memeriksanya.” Ucap Na Ri
“Lebih baik Jangan dating, Kalau kau ingin mengakhiri semuanya dengan Da Da, maka Kau harus memutus semua hubungan dengan tempat ini. Aku tidak akan membiarkan mereka menghubungimu atau perusahaan. Jadi Anggap aku sebagai orang asing.” Ucap Nan Gil
Tentu saja kau orang asing. Apa kau pikir aku benar-benar menganggapmu sebagai ayah tiriku? Apa kau sadar bahwa sikapmu terkadang sangat dingin? Tapi itu tidak akan berpengaruh kepadaku lagi. Aku tidak akan percaya... karena aku tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya.” Kata Na Ri
Dan bagaimana perasaanku yang sebenarnya?” tanya Nan Gil 


Saat itu datang mobil polisi yang langsung memasuki restoran dan bertanya  Apa seseorang bernama Ko Nan Gil tinggal di tempat itu, Duk Bong baru datang kaget melihat para polisi yang tiba-tiba mendatangi restoran Nan Gil.
Sementara Nan Gil dan Na Ri masih berbicara serius di dala kamar, Na Ri mengakui tidak tahu bagaimana perasaan yang sebenarnya, tapi mulai menjadi penasaran. Ia merasa seperti akan menyesal kalau tidak bertanya, jadi akan bertanya sekarang.
Nan Gil, kau menyukaiku sejak kau masih kecil, kan? Aku cinta pertamamu, kan?” ucap Na Ri seperti yakin
Kenapa kau ingin tahu tentang itu? Itu semua di masa lalu. Jadi Anggap saja kau cinta pertamaku dan Katakanlah aku mengikutimu dan mengganggumu. Apa kau puas?” ucap Nan Gil dingin
Baiklah, lupakan saja masa lalu. Aku akan meminta Ko Nan Gil berdiri di sini sekarang.  Lalu Bagaimana dengan sekarang? Kau mengingatku selama bertahun-tahun. Apa kau masih menyukaiku?” kata Na Ri
bersambung ke episode 7 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        

4 komentar:

  1. Yeay.....
    Gumawo cingu
    Semangat nerusin sinopnya ya 💪💪💪💖💖💖💖😚😚😚

    BalasHapus