Jumat, 04 November 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 12 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Louie sudah mengumpulkan semuanya kecuali Detektif Nam, lalu bertanya apakah semuanya setuju. In Sung setuju. Tapi Joong Won mengatakan tidak setuju dengan rencana ini. Louie menayakan alasanya, Joong Won pikir  Bok Sil akan sangat terkejut.
Jika kau muncul sebagai gelandangan ketika kau seharusnya ada di Prancis, maka Bok Sil pasti akan sangat terkejut.” Ucap Joong Won dengan nada tinggi.
Makanya ini akan jadi kejutan dan semua rencana ini untuk membuatnya terkejut. Ketika dia terkejut saat melihat Louie, maka kita akan mengejutkannya sekali lagi dengan kehadiran Bok Nam. Ini rencana yang bagus untuk membuatnya terkejut dengan adanya Bok Nam.” Jelas In Sung, Louie mengangguk-angguk setuju.
Aku juga tidak setuju.” Kata Pelayan Kim, Louie terlihat kesal sendiri karena pelayanya malah ikut tak setuju.

Apa harus... sampai kau berpura-pura jadi gelandangan? Kau terlalu berharga untuk melakukan itu.” ucap Pelayan Ki
“Aku juga gelandangan saat aku pertama kali bertemu Bok Sil. Dia  menyelamatkanku meskipun  aku miskin saat itu. Dengan mengulang kejadian saat pertama kali kami bertemu, maka aku ingin dia mengingat saat pertama kali kami bertemu. Aku akan memnggunakan Bok Nam untuk membuktikan kalau. pertemuanku dan Bok Sil adalah anugerah.” Jelas Louie
Tn Louie sangat romantis. Dia ingin membuat rencana... untuk mengejutkan Bok Sil. Aku sangat tersentuh.” Komentar pelayan Heo, Louie meminta bantuan semuanya agar rencanya itu berhasil. Semua pun setuju, kecuali Joong Won, tapi akhirnya Joong Won ikut setuju dengan rencana yang sudah dibuat Louie. 


In Sung ingin membuatkan rekaman video untuk Bok Sil dari Louie tapi karena terlihat tak biasa malah mengambil foto. Louie mengeluh karena In Sung malah mengambil gambarnya, In Sung meminta maaf akan melakukannya lagi dengan mengambil gambar video.
Bok Sil. Apa kau terkejut? Aku berjanji untuk menemukan Bok Nam, kan? Aku menepati janjiku.” Kata Louie, In Sung pikir itu sudah bagus dan langsung menghentikan rekamanya.
Kenapa kau berhenti? Aku belum selesai.” Kata Louie kesal, In Sung kembali meminta maaf dan kembali merekam video Louie. Louie meminta agar In Sung melakukan dengan benar. 

Bok Sil. Apa kau terkejut? Aku berjanji untuk menemukan Bok Nam, kan? Aku menepati janjiku. Apa kau tahu masalah apa yang aku lalui untuk menemukanya? Aku harus berlari-lari selama berjam-jam. Kau bilang Bok Nam adalah Katak Lamban, tapi dia sangat cepat. Dia terus berlari kesana-kemari. Aku bahkan memanjat 168 anak tangga Dan juga, aku harus menggunakan jaket tipis ini untuk acara hari ini. Tapi Aku memakai lebih banyak baju di dalamnya.” Ucap Louie memperlihatkan baju dibagian dalamnya. Bok Sil melihat video louie terlihat berkaca-kaca
Bok Sil.... Hari dimana aku menemukanmu adalah.... hari paling beruntung dalam hidupku. Terima kasih... karena bertemu denganku lagi hari ini.” kata Louie sebagai penutup akhirnya. Bok Sil menahan tangis harunya karena Louie melakukan untuk menemukan adiknya.
Kapal mulai berlabuh, terlihat semua berkumpul menyambut Bok Sil dan Bok Na. In Sung mengangkat papan dengan tulisan   (SELAMAT! PROYEK MENCARI BOK NAM SELESAI) Bok Sil benar-benar terharu melihat semuanya dan juga Louie yang melambaikan tangan padanya, teringat kebali kata-kata Louie dalam video Hari dimana aku menemukanmu adalah.... hari paling beruntung dalam hidupku.” 

Teringat kembali saat menemukan Louie sebagai gelandangan, Louie yang menjemput Bok Sil dengan payung, mengendongnya dengan menaiki tangga. Berpelukan di pinggir pantai Busan, ciuman pertama di pasar buku bekas.   Terima kasih... karena bertemu denganku lagi hari ini.

Bok Sil berlari ke arah Louie dan langsung berpelukan melepas kerinduan, pelayan Heo dan Kim pun ikut tersenyum bahagia begitu juga In Sung, hanya Joong Won yang menahan rasa kesal. Keduanya saling bertatapan, In Sung mengulang kalau sudah berjanji akan  menemukan Bok Nam dan untuk mempercayainya. Bok Sil pun mengucapkan terimakasih keduanya kembali berpelukan.
In Sung terlihat bahagia menegur Joong Won yang tak memberikan tepuk tangan, Joong Won terpaksa bertepuk tangan dan yang lainya pun mengikutinya. Louie dan Bok Sil terus berpelukan seperti melepaskan rasa rindu yang selama ini ditahan oleh keduanya. 


Nyonya Shin dan Tuan Cha berjalan menaiki tangga rumah Bok Sil, Nyonya Shin pikir Bok Sil itu tinggal di rumah paling atas. Tuan Cha berpikir apakah mereka bisa mengunjunginya dengan cara seperti ini. Nyonya Shin merasa suaminya berpikir dirinya itu tidak sopan itu.
Aku sudah dapat izin dari Bok Sil dan Dia juga memberitahuku passwordnya.” Ucap Nyonya Shin.
Kau begitu gigih.” Komentar Tuan Cha, Nyonya Shin merasa tak ada yang salah.
Akulah yang membuatmu... mejadi seorang ahli pengantar surat ketika kau sama sekali tidak memiliki ambisi.Aku bisa dengan mudah membuat Bok Sil jadi seorang dokter. Dia adalah gadis yang luar biasa. Jika kita mendukungnya, dia akan jadi sangat sukses.” Kata Nyonya Shin, Tuan Cha tak banyak komentar dan kembali berjalan menaiki tangga. 

Nyonya Shin masuk ke dalam rumah Bok Sil dengan ukuran kecil, dengan senyumanya mengetahui calon menantunya tinggal dan menyuruh suaminya menaruh makanan mereka dikulkas. Tiba-tiba Bibi Hwang datang dengan alat seperti polisi menyuruh keduanya Berhenti. Nyonya Shin refleks langsung mengangkat tangan.
Siapa kau? Kenapa kau... masuk ke rumah yang sedang kosong dan membuka kulkasnya?” ucap Bibi Hwang, Nyonya Shin balik bertanya siapa bibi Hwang itu.
Bagaimana kau mengenal Bok Sil?” tanya Nyonya Shin, Bibi Hwang kaget karena mereka mengenal Bok Sil. 

Ketiganya pun duduk bersama, Bibi Hwang mengaku sebagai ibu Bok Sil. Nyonya Shin kaget karena  Bok Sil bilang sudah tidak punya orangtua. Bibi Hwang dengan gugup mengaku sebagai tetangganya dan manajer keamanannya jadi sudah seperti ibu angkatnya dan bertanya  siapa Nyonya Shin.
Aku... calon ibu mertuanya Bok Sil.” Ucap Nyonya Shin, kali ini gantian Bibi Hwang kaget.
Tapi Louie bilang dia hanya  memiliki nenek dan tidak punya orangtua.” Ucap Bibi Hwang binggun, Nyonya Shin pun bertanya siapa Louie itu

Bukannya kau ibunya Louie?” kata Bibi Hwan memastikan, Nyonya Shin memberitahu kalau ia adalah ibunya Cha Joong Won. Bibi Hwang benar-benar kaget
Tuan Cha mulai bertanya apakah Louie yang dimaksud  calon penerus Gold Group. Bibi Hwang membenarkan. Nyonya Shin mengartikan kalau Louie dan Bok Sil sedang  berkencan atau sesuatu seperti itu. Bibi Hwang mengatakan lebih dari itu, karena keduanya dulunya tinggal bersama dirumah itu. Nyonya Shin kaget dan merasakan kepala belakanganya langsung terasa sakit. 


Ma Ri sedang duduk sendirian disebuah restoran lalu bertanya-tanya kenapa belum juga datang, senyumanya terlihat dan tak sabar menunggu seseorang.
Flash Back
Ma Ri sedang berdandan, Nyonya Hong meminta anaknya agar Berkencan  dengan seseorang yang menyukainya, karena menurutnya  Tn Cha dan Louie, keduanya sama sekali tidak tertarik pada Ma Ri jadi  Jangan membuang-buang waktumu bersama mereka. Ma Ri seperti meragukan kalau Nyonya Hong adalah ibu kandungnya.
Kenapa ibu tidak berpihak padaku?” ucap Ma Ri kesal
Aku hanya khawatir kau akan terluka nantinya. Aku bisa mengatur kencan buta untukmu. Apa kau tertarik? Dia adalah putra temanku. Dan pria yang baik.” Ucap Nyonya Hong. 

Ma Ri mengingatkan ibunya kalau ia sangat  peduli  tentang penampilan,  saat itu seorang pria tampan datang menghampiri meja, memastikan kalau itu Ma Ri. Ma Ri pun tersenyum lebar melihat penampilan dari pria yang menurutnya tampan dan modis. Keduanya pun duduk bersama sampai akhirnya Ma Ri terkejut dengan perkataan si pria
Aku bilang sudah punya seseorang yang aku sukai. Dia pindah dari Pulau Yokji ke Busan. Aku tidak bisa hidup tanpanya.” Ucap si pria

Kalau begitu kenapa kau datang kesini? Jika kau mengatakannya sejak awal, maka aku tidak perlu sampai datang kesini. Aku jauh-jauh datang kesini dari Seoul. Beraninya kau mempermainkanku?” ucap Ma Ri kesal sudah mengeluarkan tanduk setanya, lalu mengambil gelas siap menyiramnya. Si pria terlihat ketakutan melihat Ma Ri yang marah,
Dia adalah putra dari teman ibuku.  Aku tidak boleh melakukannya…. Aku tidak boleh menyiramnya.... Aku Baek Ma Ri, orang paling baik di Goldline.” Gumam Ma Ri lalu meminum habis air dalam gelas.  Tanduk setannya pun menghilang dan berubah jadi sayap malaikat, lalu pamit pergi dengan senyumanya. 


In Sung berbicara di telp menyuruh Louie  Kembalilah ke Seoul  bersama Bok Sil dan adiknya, karena belum lama ada di Busan merasa kalau kota Busan  tidak membiarkannya pergi. Louie seperti mengkhawatirkan In Sung, In Sung tersenyum karena semua mengkhawatirkannya, lalu memuji Louie sekarang sudah dewasa. Setelah itu menutup ponselnya.
Ma Ri terlihat sedang berdiri di pinggir pantai, In Sung mengenali Ma Ri lalu berjalan mendekatinya sambil bertanya-tanya kenapa bisa datang sampai ke Busan. Ma Ri kaget tiba-tiba In Sung mendekatinya. In Sung melihat Ma Ri yang menangi bertanya Apa sesuatu terjadi, Ma Ri dengan ketus mengatakan bukan urusan In Sung dan menyuruhnya pergi dan tanpa sengaja malah memukul wajah In Sung.
Jangan mendekat.” ucap Ma Ri saat In Sung ingin mendekat, In Sung ingin menjelaskan kejadian saat itu.
Tidak! Jangan katakan apapun.” teriak Ma Ri lalu berjalan pergi, In Sung bisa mengerti merasa kalau dirinya itu pasti menakutkan dan pasti Ma Ri merasa jijik padanya.
Kenapa kau terus mengikutiku?” kata Ma Ri kesal
Jika kau merasa tertekan, kau harus memakan ulmyeon. Dan makan jjajangmyeon saat kau kesal. Apa kau mau menonton film bersamaku? Aku tahu tempat yang bagus.” Ucap In Sung dan menunjuk ke bagian arah gunung dan meminta Ma Ri agar mengikutinya. 


Louie membuka pintu mobil agar Bok Sil masuk lebih dulu, Joong Won  berteriak agar membiarkan Bok Nam duduk di sebelah Bok Sil. Louie protes karena ia juga sudah lama tidak bertemu dengannya. Joong Won mengatakan kalau Bok Nam sebelumnya dianggap mati, Louie mengaku dirinya juga seperti itu.
Diamlah...  Ini mobilku.” Kata Joong Won, Louie pun tak bisa berbuat apa-apa membiarkan Bok Nam duduk dibelakang bersama Bok Sil.
“Aissh... Memangnya aku supirmu? Ini sangat menyedihkan.” Kata Joong Won kesal lalu menyuruh semunya agar memakai sabuk pengaman.
Supirku, ayo jalan.” teriak Louie mengejek, Bok Sil yang mendengarnya hanya bisa tersenyum, Joong Won berterik kesal Louie memanggilnya seperti itu, Louie sengaja berteriak agar Joong Won segera pergi layaknya sopir. 

Pelayan Kim dan Heo menikmati Busan dari pinggir pantai, Pelayan Heo melihat Bentuk dari mercusuarnya mirip dengan botol bayi. Pelayan Heo membenarkan karena Orang-orang menyebutnya Mercusuar Botol Bayi. Pelayan Heo mengku kalau hanya menebak saja dan ternyata memang benar.
Aku dengar kalau para wanita menginginkan seorang bayi setelah mendatangi tempat ini. Jung Ran, kau harus memiliki bayi sebelum kau tambah tua.” Kata Pelayan Kim seperti memberikan kode.
“Hei... Ho Joon.... Biarkan aku mengingatkanmu. Kita bukan pasangan menikah, dan kau juga belum melamarku. Lalu kau bilang tadi Bayi? Lakukan langkah-langkah yang berurutan! Kau bisa lihat betapa baiknya Tn Louie memperlakukan Bok Sil. Dia merencanakan sebuah event yang menyentuh untuknya. Jadi Kau harusnya belajar darinya!” kata pelayan Heo kesal
Jung Ran.. Aku hanya khawatir kalau kau melahirkan saat sudah tua.” Jelas pelayan Kim
Jangan khawatirkan aku dan urusi saja urusanmu!” ucap Pelayan Heo menyuruh pelayan Kim agar tak mengikutinya, tapi pelayan Kim tepat berlari mengikutinya. 

Ma Ri berjalan mendaki dengan In Sung yang ada dibelakangnya, bertanya apaka mereka sudah sampai, lalu mengeluh dirinya sudah gila karena seharusnya tidak mengikutinya dan merasa kakinya terasa sangat sakit. In Sung tiba-tiba melepaskan sepatunya dan memberikn pada Ma Ri, Ma Ri kaget In Sung memberikan sepatunya.
“Kau Pakai saja sepatu ini, tadi Kau bilang kakimu sakit.” ucap In Sung
Aku tidak bisa memakainya. Apa Kau benar-benar berpikir kalau sepatu ini cocok dengan pakaianku yang elegan?” ucap Ma Ri sinis
Aku tahu kalau ini tidak cocok, tapi kau kesakitan. Jadi Aku akan memakaikannya.” Kata In Sung langsung menganti sepatu Ma Ri dengn sepatu miliknya.
Setelah itu, In Sung berlari dengan membawa sepatu Ma Ri. Ma Ri binggung Kenapa In Sung kabur dengan membawa sepatunya. In Sung mengingatkan kalau Ma Ri meminta menjauh, lalu mengatakan kalau mereka hampir sampai jadi meminta agar mengikutinya. Ma Ri melihat In Sung yang berjalan hanya dengan kaos kaki saja berpikir Kakinya bisa kedinginan, lalu merasa In Sung berpura-pura baik karena hanya dengan melihatnya membuat dirinya sangat kesal.

Ma Ri berada di pagar pembatas dengan melihat ke arah jejeran rumah dengan lampu yang sangat bagus, beberapa pasangan seperti ingin ikut menonton juga. In Sung datang mendekati Ma Ri merasa yakin tempatnya sangat menyenangkan, Ma Ri memperingatkan In Sung tidak dekat-dekat dengannya.  In Sung pun berjalan menjauh dengan memegang dua botol minumanya,
Hari itu, aku tahu kau menjalani hari yang berat karena diriku” ucap In Sung dan keduanya seperti mengingat saat kejadian In Sung tak bisa menahan sakit perutnya terpaksa mengeluarkn didalam mobil. In Sung ingin bicara tapi Ma Ri kembali berteriak
Diam.... Jangan berani-berani membicarakannya lagi. Aku bahkan tidak ingin memikirkannya lagi.” Ucap Ma Ri menutup teliganya
Aku dengar kalau kau tidak memakai mobil itu lagi karena aku.” Kata In Sung merasa bersalah, Ma Ri menyuruh In Sung menutup mulutnya saja.
Tapi jika kau membutuhkan...Aku bisa membawa mobil dan...” kata In Sung berusaha mendekat, Ma Ri terlihat kesal In Sung pun mengajak mereka segera menonton film sekarang. 


Keduanya menonton dengan layar besar dan bangku seadanya, In Sung duduk dibelakang Ma Ri dengan terus memandanginya. Ma Ri tiba-tiba merasakan sesuatu yang bergejolak dalam perutnya dan terlihat gelisah. In Sun melihatnya berpikir Ma Ri kedinginan lalu memberikan jasnya. Ma Ri yang kaget menyuruh In Sung segera pergi.
Ma Ri terlihat masih gelisah, In Sung pikir Ma Ri haus dan memberikan minuman, Ma Ri kembali memperingatkan In Sung agar menjauh darinya In Sung mengerti tidak akan mendekatinya, lalu meminta maaf pada penonton yang dibelakangnya kalau merasa terganggu. Ma Ri tak tahan merasakan gejolak dalam perutnya dan merasa kalau lebih baik pergi.
Ketika Ma Ri mengangkat bokongnya, terdengar bunyi kentut dan mengeluarkan bau tak sedap, semua penonton mengeluh dengan bau yang sangat menyengat menusuk hidung. Tiba-tiba In Sung bangun dari tempat duduknya berteriak mengaku kalau itu adalah kentutnya, dengan  Baunya seperti sudah memakan satu ton kimchi, padahal ia habis makan daging. M Ri hanya bisa menatap sedih karena In Sung mau mengaku apa yang sudah dilakukan tanpa rasa malu. 

Bok Nam makan dengan lahap bersama Louie dan juga Bibi Hwang serta Bok Sil. Bok Sil meminta adiknya makan perlahan karena makanan mereka masing sangat banyak. Bibi Hwang bertanya untuk memastikan kalau Bok Nam itu bukan hanti, Bok Sil mengatakan bukan. Bibi Hwang ingin lebih yakin dengan mencubit pipi Bok Nam dan akhirnya yakin kalau memang bukan hantu.
Kami kira kau sudah mati, jadi Kau harus berbuat baik pada kakakmu. Dia melewati banyak hal yang  sulit karena kau. Apa Kau mengerti?” ucap Bibi Hwang, Bok Nam mengerti.
Aku juga sudah melewati hal sulit. Apa kau mengerti perkataanku?” kata Louie. Bok Nam pun mengangguk mengerti.
Dua pria dalam hidupmu awalnya dikira sudah meninggal. Aku harus bilang, hidupmu penuh dinamika. Benarkan?”komentar Bibi Hwang, Bok Sil hanya tersenyum dan meminta adiknya agar bisa makan perlahan. 

Louie merasa sangat kenyang, Bok Sil dan Bok Nam menurukan alas tidur. Bibi Hwang menyuruh Louie segera pulang. Louie langsung duduk disamping Bok Sil mengaku ingin tidur dirumah ini. Bibi Hwang mengatakan  Ruangan ini terlalu kecil untuk mereka bertiga.
Kita berempat tidur di kamarmu waktu itu.” ucap In Sung merengek
Aku hanya membiarkanmu bersamaku, karena kau tidak punya tempat lagi. Kau hidup di mansion yang mewah sekarang. Kenapa kau mau tidur di ruangan kecil ini?” kata Bibi Hwang kesal
“Itu Karena Bok Sil ada disini.” Ucap In Sung, Bok Nam pun meminta agar Louie tidur bersama mereka. Bibi Hwang menarik Louie agar segera pergi,
Mereka sudah lama tidak bertemu, jadi mereka harus menghabiskan waktu bersama. Kau terlalu lamban berpikir” kata Bibi Hwang kesal, Louie pun bisa mengerti dengan wajah sedih.
Bok Sil... Aku akan membiarkan Bok Nam menempati tempatku hari ini.” kata Louie, Bok Sil pun mengucapkan terimakasih.
Louie berdiri lalu mengucapkan selamat malam pada adik ipar, Bok Nam pun membalasnya, Bok Sil dan Bibi Hwang kaget mendengarnya, Bibi Hwang memukul In Sung yang berani memanggil adik ipar karena menurutnya mereka berdua masih masih harus belajar banyak, karena dianggap seperti kacang polong lalu berjalan keluar rumah. 

Bok Nam dan Bok Sil berbaring tanpa bisa memejakan matanya,  Bok Sil bertanya pada adiknya apakah tahu kalau neneknya sudah meninggal. Bok Nam mengaku sudah mendengarnya. Bok Sil menceritakan kalau nenek mereka itu sangat mengkhawatirkannya.
Sebelum aku pergi ke Seoul, aku berjanji padanya.. kalau aku pasti akan menemukanmu... dan memasakkan makanan yang enak untukmu.” Cerita Bok Sil
Flash Back
Bok Sil memberikan penghormatan pada neneknya, sambil menangis  meminta agar Jangan khawatirkan Bok Nam dan istirahatlah dengan tenang.
Aku pastikan aku akan menemukannya.< Aku akan memasakkan makanan yang enak dan menjaganya. Nenek, jadi jangan khawatir tentang kami dan istirahatlah dengan tenang.” Ucap Bok Sil sambil menangis. 

Bok Sil melihat adiknya yang sudah tertidur pulas, lalu menarik selimut dan menatap dengan wajah bahagia.
Nenek. Aku menepati janjiku. Jadi Kau tidak perlu mengkhawatirkan kami lagi.” Gumam Bok Sil sambil menatap adiknya. Sementara Bok Nam terlihat tertidur lelap di tempat yang nyaman. 

Joong Won duduk sendirian dalam rumahnya sambil bergumam “Pria yang aku kenal, Raja Belanja, Louie, terlihat naif, mudah ditipu dan tidak kompeten. Tapi, dia adalah pria yang tidak suka menghakimi orang lain. Ketulusannya yang tidak terbatas... mengubah kesedihannya menjadi kebahagiaan... dan membuat keajaiban terjadi.” 

Tuan Goo yang ada dirumah sakit mengerakan tanganya, Detektif Nam menerima telp dari rumah sakit  tak percaya kalau Korban dari kasus Eunsung-dong sudah sadar lalu mengatakan akan segera datang. Setelah itu mengajak teman satu timnya untuk pergi.
Sebelum pergi teman satu timnya menelp Tuan Baek, memberitau Korban dari kasus Eunsung-dong sudah sadar dari komanya dan mereka sedang dalam perjalanan  ke rumah sakit sekarang. Tuan Baek terlihat kaget, Si detektif mengatakan akan segera menghubungi kalau  sudah memastikan identitasnya.Tuan Baek mengerti lalu menutup telpnya dan memikirkan kalau sampai nanti anak buahnya itu mengatakan semuanya pada polisi. 

Detektif Nam bergegas pergi ke rumah sakit, tapi saat masuk ruangan tak melihat korban hanya ada baju rumah sakit yang tertinggal. Ia pun langsung menelp atasnya kalau korban sudah menghilang, Dua penjaga kembali kamar, Detektif Nam langsung memarahinya karena tidak menjaga dengan benar lalu menyuruh agar mencari disekitar rumah sakit.
Teman detektif Nam kembali menelp Tuan Baek memberitahu sudah di rumah sakit sekarang, tapi korbannya menghilang. Tuan Baek kaget, Detektif semakin penasaran siapa orang itu, Tuan Baek pun meminta agar memberitahu kalau sudah menemukannya.

Nyonya Hong sedang membereskan ruang kerja suaminya, lalu mengangkat telp yang berdering dengan bertanya dengan siapa bicara, dan ternyata itu orang yang berkerja dengan suamianya, lalu menyebut nama Tuan Goo dan meminta agar datang ke rumah.
Tuan Baek baru masuk mendengar nama Tuan Goo langsung merampas ponsel dari tangan suaminya, Nyonya Shin kaget Tuan berteriak mengusir Nyonya Shin agar keluar. Nyonya Shin kaget merasa suaminya tak perlu sekasar itu karena temanya itu pasti bisa mendengar teriakanya. Tuan Baek kembali meminta agar istrinya segera keluar. Nyonya Shin kesal karena selalu marah-marah setiap saat

Setelah istrinya pergi, Tuan Baek langsung bertanya keberadaan Tuan Goo sekarang dan mengajaknya bicara. Tuan Goo menyapa Tuan Baek yang sudah lama tidak bicara dengannya, sambil mengatakan kalau  Kang Ji Sung... sudah kembali ke Gold Group saat dirinya koma.
Apa kau... mencoba mengancamku sekarang?” ucap Tuan Baek ketakutan
Ah, apa yang kau bicarakan? Lagipula aku tidak datang untuk bertemu Ny Choi. Jika kau terus bersikap seperti itu padaku, maka aku tidak tahu kapan aku berubah” kata Tuan Goo
Baiklah. Berapa yang kau inginkan? Jadi Kau ingin aku melakukan apa?” kata Tuan Baek, tapi saat itu telpnya pun terputus, Tuan Baek menduga sesuatu lalu langsung berlari keluar dari rumah. 


Louie baru saja akan menaiki tangga, lalu mendengar suara telp dan mengangkatnya. Saat itu Tuan Baek datang dengan wajah panik seperti orang ketakutan, disebrang telp Tuan Goo sudah siap berbicara. Louie menatap Tuan Baek dengan wajah binggung.
bersambung ke episode 13 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar: