Kamis, 10 November 2016

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 23 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS
Hwa Shin memberitahu semua orang dari siaran langsung kalau ia penderita Kanker payudara, Na Ri yang melihatnya mencoba menahan tangisnya. Hye Won diatas meja siaran terdiam tak percaya dengan liputan yang dibuat rekan kerjanya. Direktur Oh dan Ui Gyo pun nampak benar-benar shock. Akhirnya Hwa Shin pun berjalan mendekati Na Ri, Di rumah Jung Won yang menonton berita seperti tak percaya.
“Apa Kau sudah gila? Kenapa kau tidak mendengarkanku?” ucap Na Ri sambil menangis, Hwa Shin langsung memeluknya, semua yang ada diruang siaran pun kebingguan, Direktur Oh terlihat duduk lemas. 
Aku mengerti yang ingin kau katakan. Jangan khawatir. Aku hanya mengungkapkan kebenaran dan tidak mengatakan sesuatu yang salah. Inilah jalan yang benar. Siaran berita hanya boleh mengungkapkan kebenaran.” Ucap Hwa Shin lalu menyuruh Na Ri untuk segera pulang 

Hwa Shin berjalan keluar dari ruang siaran, saat masuk lift beberapa orang memandanginya dan didalam sudah ada reporter Park. Reporter Park terlihat ketakutan, Hwa Shin masuk ke dalam lift mengangkat tanganya. Reporter Park ketakutan kalau Hwa Shin memukulnya tapi Hwa Shin hanya merapihkan rambutnya.
Ketika keluar dari lift,  Reporter Park mengikutinya sampai akhirnya Hwa Shin berhenti melangkah dan langsung memberikan sekotak rokok dan pergi meninggalkan dengan menepuk pundaknya. 

Saat berjalan di lobby, semua orang menatap Hwa SHin seolah-olah sebagai tontonan kalau orang itu menyedihkan. Akhirnya Hwa Shin sampai didalam mobil dan mengeluh kalau semua ini sangat memalukan dan merasa sudah tak waras lalu pergi meninggalkan kantornya.
Saat di lampu merah, Jung Won melihat Hwa Shin yang berada di jalan yang berlawanan seperti frustasi dengan menelungkupkan wajahnya. Akhirnya Jung Won pun memilih untuk memutar balik dan mengikutinya. Hwa Shin membelokan mobilnya saat itu lampu merah pun menyala dan Jung Won tak bisa mengikuti arah mobil temanya.
Dia seharusnya pulang ke rumah. Dia akan pergi kemana?” ucap Jung Won khawatir. 

Na Ri sudah kembali ke rumah mencoba menelp Hwa Shin tapi ponselnya sibuk dan lampu dirumahnya pun tak menyala, Hwa Shin menelp ibunya memberitahu tidak bisa makan malam bersama hari ini dan akan melakukan lain hari. Ibu Hwa Shin sambil menangis mengumpat anaknya itu sudah gila. 
Kau tidak akan bisa menikah dengan gadis lain sekarang. Jangan melepaskan kekasihmu saat ini. Dia yang membuatmu menyadari bahwa kau mengidap kanker, dan dia bahkan menemanimu ke rumah sakit. Jangan melepaskan dia. Jika kau melepaskan dia, kau mungkin tidak akan pernah bisa menikah, lalu Kau mungkin harus melajang seumur hidup jika  berpisah darinya.” Ucap Ibu Hwa Shin sambil menangis
Berhentilah menangis, Bu... Jangan menangis terus” kata Hwa Shin memohon dengan menahan tangisnya juga.
Kalau kalian berpisah, maka tidak akan ada gadis lain yang akan mau mengencanimu. Mereka bahkan tidak akan mempertimbangkannya dan tidak akan menganggapmu seorang pria. Seluruh penjuru negeri sudah mengetahuinya. Apa yang akan terjadi padamu?” kata Ibu Hwa Shin terus menangis
Hwa Shin memohon ibunya agar Berhentilah menangis. Ibu Hwa Shin sangat sedih merasa anak satu-satunya itu adalah putranya yang sangat malang, dan memikirkan Bagaimana jika anaknya itu tidak bisa menikah. Hwa Shin merasa tak ada masalah karena ia tidak akan pernah menikah jadi meminta ibunya agar berhenti menangis, setelah menutup telp dari ibunya langsung mematikan ponselnya
[Jangan melarikan diri dari seseorang yang kau cintai

Semua orang yang ada di ruangan melihat berita online tentang Hwa Shin yang mengidap kanker payudara dan juga berita dikoran tentang reporter pengidap kanker. Direktur Oh keluar ruangan dengan membawa koran lalu bertanya pada Sung Sook, apakah Hwa Shin belum datang. Sung Sook hanya diam karena terpaku dengan berita online. Dengan wajah frustasi Direktur Oh memilih untuk pergi. 

Direktur Oh kembali ke ruangan lalu melihat lembaran surat izin absen dari Hwa Shin, lalu bertanya-tanya kapan si brandal itu meletakan surat di mejanya. Na Ri masuk ruangan menemui Direktur Oh diruanganya.
“Apa Kau bisa menghubungi Hwa Shin?” tanya Direktur Oh, Na Ri mengelengkan kepalanya, Direktur Oh makin binggung
“Apa Dia menghilang tanpa mengatakan apa pun padamu?” tanya Direktur Oh, Na Ri membenarkan,  Direktur Oh pun menyuruh Na Ri keluar dari ruangan saja.
Na Ri pergi ke meja kerja dengan ID Card yang masih ada diatas meja, lalu bertanya-tanya kemana pacarnya itu padahal sebelumnya hanya  menyuruhnya agar pulang ke rumah. 

Hye Won membawakan berita sendirian tanpa Hwa Shin dan digantikan dengan yang lainnya. Diketahui bahwa beberapa soal ujian akhir yang digelar tepat sebelum ujian masuk perguruan tinggi telah bocor. Reporter Kim Sung Bae akan melaporkan secara eksklusif. Na Ri melihatnya dari belakang kamera.
Na Ri mencoba menelp Hwa Shin tapi tetap ponselnya belum juga aktif, sampai akhirnya berani datang menemui Jung Won di tokonya. Ia meminta maaf datang karena Jung Won adalah temannya, Jadi mungkin mengetahui sesuatu tentang Hwa Shin
Apakah kau tahu suatu tempat yang mungkin dituju Reporter Lee?” kata Na Ri kebingungan.
Aku juga sedang mencari dia. Aku akan memastikan dia kembali dengan selamat.  Jangan cemas. Aku kalah dan Dia menang.” Ucap Jung Won yang sudah bisa menerima semuanya. 
Na Ri terus mencoba menelp Hwa Shin tapi tetap tak bisa dihubungi, lalu ia mengambil nasi sambil melamun malah membuat tanganya terjepit dan rice cooker pun jatuh, tanganya terlihat memerah. Ia pun harus pergi ke rumah sakit dan mendapatkan dua jari tanganya yang harus diperban, saat akan meninggalkan rumah sakit seperti teringat sesuatu.

Kenapa Dokter menerima permintaan dia untuk wawancara? Dia menghilang tepat setelah siaran, Bahkan Dia tidak menjawab ponselnya. Tidak seorang pun tahu... entah dia masih hidup atau tidak.” Ucap Na Ri akhirnya menemui dokter Geum, Dokter Geum kaget mengetahui tentang Hwa Shin.
Dia pasti merasa sangat malu... sampai melarikan diri ke suatu tempat  tanpa memberitahu siapa pun. Hasil pemeriksaannya... tidak ada masalah, kan?” ucap Na Ri memastikan, Dokter Geum dengan gugup mengaku tak masalah.
Apakah dia melihat hasil tesnya sendirian?” tanya Na Ri, Dokter Geum membenarkan dan mengatakan kalau semua baik-baik saja. 


Hwa Shin pergi ke bagian depan gedung SBC dan melihat sebuah spanduk besar gambar dirinya dan bertuliskan [Saya harap negeri kita akan menjadi tempat di mana minoritas pun dapat bahagia.] lalu berjalan masuk ke depan studio siaran dan bergumam dalam hati “Ayo kita putus.
Na Ri terlihat sedang membaca berita “ Pemerintah Cina telah memutuskan untuk menyumbang Korea Utara sebesar tiga juta dolar setelah musibah yang terjadi.” Saat itu matanya melihat Hwa Shin yang berdiri dibelakang kamera dan berusaha untuk tetap berkonsentrasi.
Saat laporan ditayangan, Hwa Shin berjalan ke atas meja siaran. Direktur Oh dan Ui Gyo mengumpat melihat juniornya malah naik ke depan meja siaran menemui Na Ri. Na Ri menatapnya seperti tak percaya melihat Hwa Shin akhirnya kembali.

Kelihatannya, kau menungguku.” Kata Hwa Shin pada Na Ri
Aku yang menunggumu dan merasa seperti tercabik-cabik.  Sekarang Ikut aku.” Ucap Direkur Oh menyela dan bersama dengan Ui Gyo menariknya keluar dari ruangan siaran, Hwa Shin seperti masih ingin bicara dengan Na Ri.
Kau membuatku tertawa dan menangis berkelanjutan.  Jangan pedulikan dia. Teruskan siaran.” Kata Direktur Oh terus menarik Hwa Shin seperti seorang tahanan.

Ja Young kaget saat melihat Hwa Shin masuk bersama dengan Direktur Oh dan juga Ui Gyo lalu bertanya darimana saja. Ui Gyo pun menanyakan keadaanya. Direktur Oh tak peduli dengan semuanya lalu menyuruh Hwa Shin agar kembali siaran, Hwa Shin kaget lalu tidak mau.
Lalu, kenapa kau datang ke tempat ini?” kata Direktur Oh geram
Apakah aku tidak akan dihukum? Aku tidak datang bekerja selama seminggu tanpa alasan yang jelas. Jadi Hukumlah aku Aku datang untuk menerima hukumanku Dan, aku tidak ingin siaran selama beberapa waktu.” Kata Hwa Shin, Direktur Oh menganguk mengerti sambil memegang payudaranya seperti mengecek keadaaanya. 

Hwa Shin datang ke ruang siaran, Na Ri menyembunyikan luka ditanganya dan menyindir Hwa Shin yang sudah pergi selama satu minggu. Hwa Shin bergumam kembali “Ayo kita putus.” Tapi yang keluar dari mulutnya meminta agar mereka tak akan putus. Na Ri mengangguk dan Hwa Shin menanyakan keadaanya. Na Ri merasa sudah pasti tidak baik

Hwa Shin makan dengan lahap di kantin, Na Ri hanya menatapnya, lalu bertanya Apa saja yang dilakukan dan di mana keberadaa Hwa Shin selama ini? Hwa Shin hanya menjawab “Ya, begitulah...” Na Ri terlihat makin kesal mendengar jawabanya.
Hwa Shin heran Na Ri hanya diam saja dan menyuruhnya untuk segera makan. Na Ri kembali bertanya Kemana saja Hwa SHin dan apa yang lakukan selama ini? Apa yang ada dipikirannya? Kenapa menghilang begitu saja?
Aku merasa malu.” Akui Hwa Shin, Na Ri pun bertanya alasan Hwa Shin kembali datang ke kantor
Haruskah aku pergi saja lagi? Aku suka berada di sana.” Kata Hwa Shin
“Apa Kau tidak peduli padaku?” tanya Na Ri, Hwa Shin mengaku sangat peduli.
Lalu, bagaimana bisa kau bertindak seperti itu?” kata Na Ri benar-benar tak habis pikir
“Oleh Sebab itu aku kembali setelah seminggu berlalu. Aku merasa seolah semua orang menatap dadaku dan membuatku hampir gila. Aku mungkin akan kabur ke Thailand kalau bukan karena dirimu.” Ucap Hwa Shin

Na Ri pun ingin tahu alasan Hwa Shin  mematikan ponselnya, Hwa Shin pikir memang  seharusnya seperti itu saat seseorang ingin bersembunyi, Na Ri  menyindir Hwa Shin itu berpengalaman melarikan diri. Hwa Shin mengaku kalau Ini pertama kalinya.
Jadi Keputusan apa yang sudah kau buat setelah semua itu?” tanya Na Ri, Dalam hati Hwa Shin terus bergumam untuk mengatakan “Ayo kita putus.” Tapi yang keluar adalah perkataan “Jangan sampai kita putus.
Apakah kau menonton siaranku?” tanya Na Ri
Tidak, aku tidak bisa menonton karena di sana tidak ada TV.” Ucap Hwa Shin, Na Ri pun ingin tahu dimana tempatnya.
Suara hati Hwa Shin kembali mengatakan “Ayo kita putus.” Tapi Hwa Shin kembali mengatakan agar mereka tidak putus. Na Ri terlihat benar-benar tak habis pikir dengan tingkah pacarnya itu dan memilih untuk mulai makan, Hwa Shin kaget melihat dua jari tangan Na Ri yang di perban. Na Ri dengan santai mengatakan bukan masalah yang besar. Hwa Shin ingin melihatnya dan terlihat sangat panik. 


Hwa Shin pergi ke atap gedung dan  berteriak dengan semua yang tersimpan dihatinya “Ayo kita putus!” berkali-kali ke setiap sudut,  lalu dengan menahan air matanya mengumpat dirinya itu bajingan arogan. Reporter Park sedang ada di toilet merapihkan rambutnya, Direktur Oh dan langsung disapa olehnya.
Aku baru akan memintamu ke ruanganku. Kau terpilih sebagai koresponden di Kenya.” Ucap Direktur Oh, Reporter Park kaget mendengarnya.
Jangan protes, Lebih baik Menurut saja, Selain itu Kopi di sana sangat enak dan ini hanya untuk satu tahun.” Ucap Direktur Oh keluar dari toilet, Reporter Park menjerit sambil mengeluh kalau kopi di Korea juga enak. 

Hwa Shin akan masuk lift dan melihat Sung Sook ada di dalam. Sung Sook menatap mantan adik iparnya mengarah pada adanya. Hwa Shin eminta agar Berhenti menatap dadanya karena dadanya bukan milik Sung Sook. Sung Sook masih tak percaya dan mencoba menyentuhnya.
Kalau begitu... Apa sekarang baik-baik saja?” kata Sung Sook mencoba merabanya. Hwa Shin memberitahu kalau bukan dibagian dada itu. Sung Sook ingin mencoba bagian kirinya, tapi tangan Hwa Shin langsung menahanya tak ingin disentuh oleh mantan kakak iparnya.
Tampaknya, kau baik-baik saja, Dilihat dari caramu melawan. Kudengar, kau meminta Direktur menjatuhimu hukuman disipliner Jadi Kau ingin dihukum lalu pensiun sebagai reporter?” kata Sung Sook, Hwa Shin membenarkan.

Kau pasti tidak tahu. Berapa banyak komentar yang ditinggalkan pemirsa di website perusahaan, serta jumlah telepon masuk yang menanyakan dirimu, kan? Mereka tidak menghubungi karena penasaran dan tidak menunggumu karena kasihan. Tapi Mereka bilang ingin melihatmu tetap siaran setiap hari. Mereka bertanya "Kemana dia pergi? Apakah dia dipecat?" Komplain masuk masih membludak.” Cerita Sung Sook, Hwa Shin terlihat tak percaya mendengarnya.
Terutama mengenai perasaan dan perjuanganmu untuk Na Ri. Mereka ingin melihatmu setiap hari, tetap sehat, dan sembuh sepenuhnya. Kenapa kau malah kabur seperti bocah ingusan?” keluh Sung Sook, Hwa Shin pikir tidak punya pilihan.
Semua orang membicarakan kalian berdua. Apa Kau tidak lihat poster yang dipasang oleh instruksi langsung dari Presdir? Dia... akan segera memperlakukan kalian layaknya anak emas.” Ucap Sung Sook, Hwa Shin hanya terdiam. 


Hwa Shin kembali ke meja siaran, Hye Won memasang earphonenya mengaku akan menyerah pada Hwa Shin sekarang dan Sudah berakhir. Dengan menegaskan kalau tidak menyukainya lagi. Hwa Shin tersenyum bertanya apakah Hye Won sudah menemukan pria yang lebih baik
Aku masih menganggap dadamu seksi, dan ingin siaran bersamamu dalam waktu yang lama. Jadi, tetaplah sehat.” Kata Hye Won 

Hwa Shin kembali membawakan berita “Dalam suplemen kesehatan yang dibuat dari ginseng liar dan bahan-bahan sehat lainnya, beberapa perusahaan memilih menambahkan akar sophora dibanding jamur lingzhi yang mahal.
Na Ri menatap dari layar komputer menonton siaran Hwa Shin dan teringat kembali ucapan sebelumnya yang meminta agar mereka tidak putus, tapi yang terakhir seperti melihat Hwa Shin meminta agar mereka itu putus. 

Hwa Shin pulang ke rumah ibunya, Ibu Hwa Shin sambil menyuapi anaknya buah bertanya Kemana saja selama seminggu. Hwa Shin tiba-tiba memanggil ibunya dan berkata “Ayo kita berpisah.” Ibu Hwa Shin mengumpat dengan tingkah anaknya.
Bagaimana mungkin seorang ibu berpisah dengan puteranya? Aku menolak!” teriak Ibu Hwa Shin marah
Mudah sekali mengucapkannya pada Ibu, tapi kenapa sulit mengucapkan padanya?” keluh Hwa Shin 

Na Ri datang menemui Hwa Shin yang sedang duduk dengan kacamata bulatnya, lalu bertanya apakah ia sudah selesai. Dalam hati Hwa Shin akan menjawab belum tapi ia berkata kalau sudah selesai. Na Ri bertanya apakah Hwa Shin mau makan malam bersama. Hwa Shin akan menolaknya tapi mulutnya akan menyetujui ajakan Na Ri, lalu Na Ri bertanya Apa yang sebaiknya mereka makan


Keduanya sudah ada di warung tenda dengan bibi datang membawa semangkuk udon. Hwa Shin mengeluh karena ingin makan nasi bukan udon,  Na Ri makan lebih dulu merasa udonya itu sangat lezat dan sedang ingin sekali memakanya sejak kemarin. Hwa Shin meminta izin agar minum soju, Na Ri mengejek Sejak kapan Hwa SHin memerlukan ijin darinya dan langsung memesan soju lebih dulu.
Reporter Lee. Ayo kita makan malam bersama setelah ujian masuk perguran tinggi Chi Yul selesai.” Kata Na Ri, Hwa Shin sadar Chi Yul itu  tidak menyukainya
“Yah..  Kau benar. Siapa pun yang kubawa ke rumah, maka dia akan langsung bersikap seperti ayah mertua. Tidak, maksudku.. lebih mirip seorang ibu mertua yang tidak ramahDia menganggap Noona-nya ini yang terbaik.” Kata Na Ri sedikit bangga, Hwa Shin mengajak agar lain waktu saja.
“Kau bilang Lain waktu? Tidak ada lain waktu lagi. Kau tinggal di sebelah rumahku. Kita lakukan perkenalan dengan benar, dan kau bisa memperlakukan dia sebagaimana adik ipar. Kau setuju? Apakah sebaiknya kita makan bersama di hari ujian digelar saja?” kata Na Ri

Hwa Shin hanya diam menatapnya, Na Ri bertanya apakah Hwa Shin itu takut pada adiknya. Hwa Shin hanya diam dengan meminum soju, Na Ri lalu mengingatkan kalau Pyo Bum juga adik iparnya. Hwa Shin memangil Na Ri lalu keduanya saling menatap dan hati Hwa Shin kembali bergejolak agar mereka bisa putus.
Ayo kita putus.” Ucap Hwa Shin akhirnya mengeluarkan yang ada disimpan di hatinya.
“Apa Kau takut dengan adik iparmu sendiri? Kenapa? Apakah karena kau tidak bisa memiliki anak?” ucap Na Ri, Hwa Shin kaget Na Ri bisa mengetahuinya.
“Apa Kau sudah mengetahuinya? Berapa lama kau mengetahuinya? Jadi Selama ini kau pura-pura bodoh, dan mempermainkanku, begitukah?” ucap Hwa Shin terlihat marah
Aku baru tahu tidak lama setelah kau menghilang...”akui Na Ri, Hwa Shin yang frustasi meminum soju dengan cepat.

Na Ri mengambil gelas soju agar Hwa Shin meminum perlahan, Hwa Shin mengambil gelasnya merasa Na Ri pasti berpikir dirinya itu sangat bodoh, jadi menurutnya memang lebih baik kalau mereka putus. Na Ri langsung menolaknya, Hwa Shin akan mengakhiri hubungan mereka sampai disini saja.
Aku tidak masalah meski tanpa anak. Aku sungguh-sungguh dan hanya membutuhkan dirimu. Aku pun tidak yakin bisa membesarkan anak dengan baik dan...” kata Na Ri menyakinkan.
Kau pintar berbohong.” Sindir Hwa Shin, Na Ri mengaku kalau perkataan itu serius.
Kau membuatku merasa begitu menyedihkan sekarang. Apakah kau kasihan padaku?” kata Hwa Shin, Na Ri meminta Hwa Shin agar jangan merasa seperti itu
.
“Apa Kau mengasihani aku? Itukan sebabnya kau tidak mengatakan apa pun padaku?” ucap Hwa Shin
Aku ingin memberimu waktu. Aku berpikir bahwa suatu hari nanti kau akan mengatakan langsung padaku, itu sebabnya aku menunggu. Aku bisa bertahan...tanpa memiliki anak, tapi tidak akan bisa jika tidak memilikimu. Aku tidak bisa berpisah denganmu.” Kata Na RI
Aku tidak baik-baik saja. Kau tidak keberatan akan hal itu, tapi bukan berarti masalah selesai. Hanya karena kau menerimanya, apakah itu berarti aku bisa tenang? Aku yakin bisa mencintaimu selamanya, tapi aku mempertanyakan diriku sendiri... terus menerus... akankah aku bisa membahagiakan dirimu atau tidak. Jadi...” ucap Hwa Shin dengan mata berkaca-kaca yang langsung disela oleh Na Ri
Na Ri menegaskan tidak mau putus dengannya, tapi Hwa Shin tetap ingin mereka putus lalu keluar dari warung tenda. Na Ri menahan air matanya karena Hwa Shin yang meminta putus. 

Flash Back
Na Ri bertemu dengan dokter Geum, membahas ketika mereka akan datang untuk memeriksa hasil tes bersama, tapi Hwa Shin mengatakan bahwa Dokter ada seminar dan menjadwal ulang lain waktu. Dokter Geum terlihat gugup dan membenarkanya.
Kenapa Dokter berbohong padaku? Reporter Lee mengatakan bahwa Dokter harus melakukan operasi darurat, itu sebabnya pertemuannya ditunda. Apakah... ada sesuatu yang salah dengan hasil tes Reporter Lee? Apakah kankernya muncul lagi?” tanya Na Ri penasaran
Na Ri keluar dari ruangan mengingat ucapan Dokter Geum dengan wajah sediih. Dokter Geum pikir Hwa Shin pasti sangat bingung sekarang jadi meminta agar diberikan waktu.
Dia pasti akan menggila sementara ini. Jangan sampai ketahuan  dan biarkan saja dia. Aku yakin, dia akan memenangkan pergulatan batinnya.” Ucap Dokter Geum
Na Ri kembali ke rumah melihat beberapa boneka dan pakaian bayi yan dibelikan Hwa Shin, teringat kembali saat membuat anak dari salju walaupun tanganya terasa dingin. Na Ri hanya bisa menangis dengan memeluk pakaian bayi yang tak mungkin bisa dimilikinya. 


Ui Gyo datang menemui Direktur Oh mengatakn Sesuatu terjadi pada keluarganya di Inggris jadi harus ke pergi selama seminggu. Direktur Oh dengan nada tingi bertanya Lalu, bagaimana dengan siaran untuk slot pukul sembilan malam sambil mengumpat Ui Gyo itu sudah gila.
Hei.  Memangnya seorang penyiar cuaca sekalipun harus tetap siaran saat ibu mereka meninggal? Aku tidak akan bisa makan lagi jika tidak berada di samping Ibuku saat dia meninggal.” Teriak Ui Gyo
Apakah ibumu sakit parah?” tanya Direktur Oh akhirnya khawatir, Ui Gyo membenarkan.
Bisakah kau membuat Hwa Shin menggantikanku selama seminggu?”  ucap Ui Gyo
Bagaimana kalau kau kehilangan posisi itu jika penampilannya sangat bagus? Masa depan itu tidak terprediksi. Jika Hwa Shin mendapatkan respon positif, maka kau tidak akan bisa mendapatkan posisi itu kembali.” Ucap Direktur Oh, Ui Gyo hanya bisa memohon agar Direktur Oh bisa membantunya.
Bicara saja langsung pada Presdir.” Kata Direktur Oh tak ingin kena semprot lagi.
Direktur Oh seperti menerima telp dari Presdir dan terkejut dengan menyebut nama Pyo Na Ri, lalu berkomentar kalau terlalu dini untuk Na Ri dan Ada banyak resiko menurutnya mereka berdua tidak seharusnya siaran bersama untuk slot tersebut.


Na Ri mengedor pintu rumah Hwa Shin langsung menarik keluar dan menahanya di depan dinding, lalu meminta agar memikir kalau situasinya terbalik kalau ia berada di posisi Hwa Shin sekarang apakah ia akan meminta putus dengannya. Hwa Shin menyuruh Na Ri pergi seperti tak ingin membahasnya.
Tentu, aku bisa membayangkan sebuah pernikahan tanpa adanya anak. Kita akan lelah satu sama lain. Jika memiliki anak, hal tersebut dapat semakin menguatkan hubungan kita. Bahkan meski kita bertengkar  maka kita akan segera berbaikan demi anak. Kita akan tertawa dan bahagia menyaksikan tingkah serta membicarakan perkembangan mereka. Itu Menyenangkan sekali.” Kata Na Ri, Hwa Shin juga berpikiran yang sama.
Tapi, Reporter Lee... aku tidak bisa membayangkan sebuah pernikahan jika bukan denganmu. Setelah kau menghilang, Dokter mengatakan bahwa tidak masalah meski kita tidak memiliki anak. Saat kau tidak ada, kalau aku menyadari bahwa aku begitu menginginkanmu. Jadi, kumohon... jika bukan karena kau tidak lagi menyukaiku, jika bukan karena kau lelah padaku, tolong jangan meminta untuk berpisah dariku.” Tegas Na Ri

Na Ri ingin memperingatkan kalau Hwa Shin berbicara seperti itu lagi, tapi Hwa Shin kembali mengulang agar mereka putus sebanyak dua kali, Na Ri mengumpat, Hwa Shin kembali berkata “Ayo kita putus.” Na Ri menyuruh Hwa Shin lebih baik menutup mulutnya. Hwa Shin terus mengucapkan kalimat yang sama. Na Ri memperingatakan akan merobek mulutnya, Hwa Shin tetap tak peduli terus mengatakan hal yang sama.
Bagaimana bisa kau mengatakannya semudah itu?” ucap Na Ri tak percaya, Hwa Shin piki itu memang mudah dan kembali mengatakan agar mereka bisa putus. Na Ri mengumpat Hwa Shin itu iblis berengsek. Hwa Shin terus mengatakan mereka agar putus.
Reporter Lee, kondisimu bukan masalah besar.Mereka mengatakan tidak ada yang mustahil dengan teknologi saat ini. Jadi Kita berusaha saja terus. Kita bisa bercinta setiap hari dan mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatanmu. Jangan merasa terbebani karenanya dan Anggap saja angin lalu. Mereka mengatakan, apa pun bisa terjadi selama kau tetap memiliki harapan.” Ucap Na Ri berusaha merayu dengan memegang jaketnya.

“Apa Kau ingin bercinta setiap hari?” tanya Hwa Shin tak percaya, Na Ri pun mengoda kalau mereka bisa mencobanya.
Ini sangat menyedihkan.” Kata Hwa Shin makin kesal dan menyuruh Na Ri untuk segera pulang. Na Ri berjanji akan terus bersikap baik padanya.
Bagaimana jika kau tetap tidak hamil?” tanya Hwa Shin menahan air matanya, Na Ri pikir lebih baik bertanya setelah mereka  tidur bersama 100 kali.
Hwa Shin kembali bertanya bagaimana kalau Na Ri itu tetap tidak hamil juga, Na Ri pikir merkea tetap berusaha seusai makan ramyun bersama sampai seribu kali  seperti yang dijanjikan. Hwa Shin bertanya bagaimana kalau tetap tidak berhasil. Na Ri dengan santai berpikir kalau mereka bisa lebih beli ramyun sebanyak mungkin dan meminta agar tak menatapnya seperti itu.

Aku tidak akan menikahimu. Apakah kau tahu berapa banyak ramyun yang sudah kubelikan kemarin?” ucap Hwa Shin, Na Ri pikir  Tidak sampai 1,000.
Aku tidak akan menikahimu.” Ucap Hwa Shin , Tapi Na Ri melah meminta Hwa Shin agar bisa menikahlah dengannya
Ayo kita putus.” Kata Hwa Shin dan menyuruh Na Ri untuk pergi.
“Apa Kau mencampakkan aku?” tanya Na Ri, Hwa Shin membenarkan.
Na Ri tak percaya kalau baru saja dicampakkan, lalu bertanya apakah Hwa Shin tidak akan menyesalinya. Hwa Shin mengaku tidak akan menyesal. Na Ri mengerti dan meminta agar melupakan segalanya, lalu setuju kalau mereka putus dan pergi meninggalkan rumah Hwa Shin.
bersambung ke part 2 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar