Sabtu, 05 November 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 13 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Pelayan Heo dan Pelayan Kim minum teh bersama di meja makan, pelayan Heo bertanya apakah ia sudah bersiap untuk melamar. Pelayan Kim mengaku siap karena sudah mengumpulkan serta menganalisa dari film dan drama. Pelayan Heo kesal menyuruhnya agar  Berhenti menganalisa.
Kau tidak akan dapat apapun dengan  menganalisa tentang kencan dan pernikahan. Bahkan nanti Kau terlalu sibuk menganalisa daripada mempraktikannya.” Kata pelayan Heo kesal
“Apa Aku tidak mempraktikannya?” ucap Pelayan Kim mengoda dengan memegang tangan Pelayan Kim
Louie datang menjerit kaget melihat pelayan Kim dan pelayan Heo saling berpegangan tangan, lalu tersenyum menyuruh keduanya tak perlu malu dan  mengatakan kalau Pelayan Kim harus berkencan, dengan memberitahu kalau pelayan Heo adalah cinta pertamanya. Pelayan Kim langsung memperingatinya.
Bertanyalah padaku jika kau punya pertanyaan. Aku tahu lebih banyak daripada kau.” Kata Louie, Pelayan Heo hanya bisa tersenyum, lalu Louie pun duduk di kursi tengah.
“Pelayan Heo... Aku punya permintaan untukmu.” Kata Louie. 

Pelayan Heo pun duduk didepan Louie mengartikan dari cerita Louie kalau  adan gadis-gadis yang suka mengumpat yang mengambil uang Bok Sil dua kali, bahkan merendahkan dan mengabaikan panggilannya. Louie merasa tiga remaja itu bukan gadis biasa.
Aku tidak percaya pada gadis-gadis gila ini.” ucap Louie teringat saat si ketua Genk mengeluarkan kata-kata kasar saat mengambil semua uang Bok Sil dari dompet.
Lalu ketika Louie mengirimkan pesan agar meminta uang Bok Sil kembali salah satunya berteriak “Jika kau mengganggu kami sekali lagi, kami akan membunuhmu, Brengsek.” Louie mengingat semuanya merasa Pelayan Heo  tidak akan bisa mengatasi mereka. Pelayan Kim terlihat khawatir dengan Pelayan Heo
Aku Heo Jung Ran, Dua Mata Kapak dari Busan. Kau memiliki nomor ponsel mereka, kan?” kata Pelayan Heo dengan gaya premannya. 

Pelayan Heo menelp seseorang meminta bantuan dengan meminta agar  melacak nomor telpon. Akhirnya Pelayan Heo sudah siap dengan pemukul baseball masuk ke dalam sebuah tempat karaoke, beberapa orang seperti bodyguard menunjukan jalan.
Saat itu tiga remaja nakal sedang asik menyanyi dalam ruangan, pelayan Heo masuk dengan pemukul baseballnya. Tiga anak itu terlihat marah bertanya siapa yang berani datang menganggu. Pelayan Heo dengan tatapan mengajak mereka untuk bicara diluar. 

Semua pun sudah ada ditaman bermain, tiga remaja sudah melemaskan tangan dan siap berkelahi. Pelayan Heo siap dengan pemukul base ball, dan beberapa saat kemudian ketiganya sudah berlutut dengan tangan dinaikan ke atas, seperti sedang dihukum oleh guru mereka.
Pelayan Kim tak percaya pacarnya itu bisa menaklukan anak nakal itu, ketiganya lalu bertanya siapa sebenarnya wanita itu yang bisa mengalahkan mereka. 

Ketiganya sudah duduk di depan piano dengan mengupas bawang putih, salah seorang mengumpat karena merasa matanya seperti terbakar. Pelayan Kim memberitahu mereka tidak bisa menggunakan kata umpatan di rumah ini. Si ketua genk melawan dengan mengeluarkan kata-kata kasar.
Kapanpun mereka mengumpat, beri mereka 10 kg lagi bawang putih.” Ucap Louie akhirnya datang.
Ini aku. Orang miskin yang kehilangan ingatannya.” Kata Louie, lalu ketiganya mengingat saat bertemu dan Louie mengaku kehilangan ingatannya dan ketika mencari uang ternyata tak  memiliki uang sepeser pun. Semuanya melonggo ternyata Louie adalah anak orang kaya.

Kau mengambil uang Bok Sil, jadi Terus lakukan ini sampai kau bisa membayarnya. Semuanya 30 dolar untuk 20 kg bawang. Jika masing-masing dari kalian mengupas 20 kg, amka kalian akan mendapat 90 dolar selama satu hari. Dengan Kalian mengambil seribu dolar, lalu mengambil lagi 180. Semuanya jadi 1.180 dolar. Jadi Kupas selama 13 hari dan Aku akan mendiskon yang 10 dolar.” Ucap Louie dengan cepat menghitungnya.
Salah seorang tak percaya kalau ingatanya sudah kembali,  si ketua Genk yang kesal langsung mengumpat kalau ini Kebetulan yang gila. Louie mendengar kata umpatan dan meminta pelayan Heo memberikan 10 kg lagi. Pelayan Heo mencatat dengan memberikan  10 kg lagi untuk Hyun So Ri.
Louie menyuruh mereka terus mengupas karena ia menjadi dewasa setelah mengupasnya dan meminta pelayan Kim agar memberikan  makanan yang enak pada ketiganya. Song Yeon Ah mengumpat dengan memuji kalau Louie benar-benar keren. Pelayan Heo mencatat kembali dengan menambah 10 kg bawang lagi. 



Pelayan Heo menghitung uang sebagai bayaran 30 dolar untuk Song Yeon Ah, lalu 30 dolar untuk Choi Hyun Jung dan 30 dolar untuk Hyun So Ri. Ketiga berjalan akan pergi, Pelayan Kim memanggil So Ri dan meminta uangnya So Ri dkk pun pasrah mengambil uang mereka sebagai penganti uang yang mereka ambil. 

Hye Joo datang dengan berteriak kalau memikili berita besar untuk tim mereka, kalau Bok Sil jadi pemilik sebuah perusahaan. Semua terkejut, begitu juga Ma Ri.  Hye Joo meminta agar mereka mencari Singsingline dan Bok Sil pemiliknya. Semua sibuk dengan ponsel mencarinya.
Ini adalah website yang langsung menjual produk-produk pertanian. Mereka menditribusikan produk pertanian atas nama penanamnya.” Ucap Mi Young tak percaya
Kapan dia menemukan perusahaan ini?” kata Do Jin kaget, Ma Ri terlihat sinis, Hye Joo ingin memberitahu kabar yang lebih besar. Semua semakin penasaran
Direktur perusahaannya... adalah Tn Cha.” Kata Hye Joo, semua berteriak kaget.
Itu tidak mungkin. Kenapa dia keluar dari perusahaan kita dan malah bekerja disana? Tn Lee. Bagaimana menurutmu?” kata Do Jin
“Yah... apa lagi? Dia pasti mengikuti Bok Sil.” Ucap Kyung Kook yakin tapi Ma Ri  tak percaya dan menyuruhnya agar Berhenti bicara omong kosong. dan kembali bekerja.

Bok Nam belajar di meja tempat biasa Louie belajar dengan hanya menatap bukunya, pelayan Kim mengatakan kalau hanya menatap pertanyaannya tidak akan memberikan jawaban. Bok Nam mengerti.
Menurutku kau harus memulainya dari pemfaktoran. Kau tahu faktor, kan?” kata pelayan Kim, Bok Nam tersenyum mengaku  pernah dengar itu.
Syukurlah... Setidaknya kau pernah mendengarnya... Aku akan membawa buku yang baru untuk besok... Jadi Cukup untuk hari ini.”kata Pelayan Kim mencoba untuk sabar
Bok Nam terlihat senang lalu memasukan buku ke dalam tas, Pelayan Kim merasa Bok Sil terlihat tidak asing ketika pertama kali bertemu dengannya Tapi wajah Bok Nam terlihat lebih tidak asing lagi.
Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” ucap pelayan Kim, Bok Nam mengelengkan kepala karena tak pernah bertemu lalu keluar dari kamar.
Aku yakin pernah melihatnya di suatu tempat.” Kata pelayan Kim berusaha mengingat-ingat. 


Bok Sil melihat barang yang baru datang, berkomentar  Produk ini terlihat bagus. Joong Won memastikan kalau jumlah yang benar. Bok Sil mengangguk. Louie datang langsung melambaikan tanganya, Bok Sil tersenyum melihat Louie yang datang.
Hei. Berhenti datang kesini.... Kenapa kau terus muncul ke kantor ini?”kata Joong Won ketus
Aku datang untuk bisnis hari ini.” kata Louie lalu meminta agar Bok Sil duduk didepanya dan juga si Paman Berkaki Panjang.
Kenapa kau tidak... membuat kontrak bersama Goldline?” kata Louie memberikan penawarwan, Keduanya kaget.

Ini bukan karena Bok Sil. Tapi Aku menawarkan ini karena Goldline sedang melakukan pembaharuan, dan kami butuh perusahaan yang langsung mengantarkan sayuran dari kebunnya. Kami akan membuat cabang baru, dan  setiap cabangnya akan di urus secara terpisah. Selain itu juga, catatan dari para penjual akan diberitahu ke publik. Kau bisa tetap mempertahankan konsep perusahaanmu seperti biasa.” Jelas Louie
Keduanya  hanya diam, Louie heran Kenapa Bok Sil tidak mengatakan apapun. Bok Sil mengatakan akan memikirkan itu. Louie menghela nafas mendengar jawaban Bok Sil merasa menolak penawarannya. Bok Sil menjelaskan kalau Singsingline dimodali oleh Joong Won dan dikelola olehnya.
Kami sekarang baru memulainya dan mulai mendapatkan nama di mata customer. Sulit untuk memutuskan apakah bekerja sama dengan Goldline adalah ide yang bagus atau tidak.” Kata Bok Sil
Sebagai seorang investor, biarkan aku bertanya beberapa pertanyaan. Apa syarat-syarat dari kontraknya?” ucap Joong Won

Kau harus menggunakan system pengantaran Goldline. Dan untuk keuntungannya,  kami akan mendapat 20 persen.” Jelas Louie, Joong Won meliat itu tidak buruk.
Jika kita bekerja dibawah Goldline, maka akan ada tambahan proses pendistribusian. Itu berarti kita harus meningkatkan harga jual barangnya. Tapi jika produk kita di promosikan di website Goldline, para pemasok barang bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Bok Sil.... Menurutku... Penawaran Louie terdengar bagus. Kenapa kita tidak bekerja di Goldline?” kata Joong Won
Louie tersenyum mendengarnya, Bok Sil pikir mereka ingin harga dari barang-barangnya tetap sama, jadi para konsumen tidak akan mengeluh sual perubahan harganya. Louie pun mengulurkan tanganya kalau mereka  akan bekerja sama. Keduanya saling berjabat tangan dengan senyuman.  Joong Won menarik tangan mereka karena tak ingin melihatnya,  Louie ingin menjabat tangan Joong Won agar mau berkerja sama. Joong Won menolaknya. 

Aku dalam masa cuti tahun ini...Jika kau ingin mendukung Bok Sil, mak aku akan istirahat di rumah.” Ucap Joong Won
Kenapa? Kau bisa beristirahat di Goldline.” Kata Louie tak ingin kehilangan Joong Won
Bagaimana bisa aku istirahat di kantor? Apa Kau pikir aku bisa melakukan itu?” kata Joong Won ketus
Aku akan memberikan ruanganku untukmu. Dan Itu adalah ruangan terbesar di Goldline. Ruangannya memiliki gorden, jadi kau bisa tidur kapanpun kau mau. Semua yang ada di dapur kantor gratis, tentu saja.”  Ucap Louie
Joong Won teringat saat mengajak Louie tinggal dirumahnya dengan bangga mengatakan rumahnya itu  luasnya 190m² dan memiliki 3 ruangan dan akan memberikan Louie kamar  yang juga memiliki kamar mandi. Dan Semua yang ada di kulkas juga gratis. Ia merasa kalau Louie sekarang sedang mengejeknya.  Louie tersenyum dan langsung memeluknya, Joong Won berteriak meminta Louie untuk melepaskanya. Louie mengaku kalau memeluk Joong Won karena menyukainya..
Jika kehadiranmu membuatku tenang, apakah kau akan percaya padaku?” ucap Louie, Wajah Joong Won langsung memerah mendengarnya lalu menyuruh Louie agar menjaih padanya. Bok Sil tersenyum melihat keduanya seperti sudah mulai berteman. 

Louie kembali masuk ke kantor menyapa semua timnya, semua pun langsung berdiri terlihat gembira melihat Louie datang kembali ke kantornya. Kyung Kook pikir Louie akan tinggal di Paris untuk beberapa waktu. Louie pikir mereka pasti terkejut bertemu dengannya lagi secepat ini. Do Jin mengaku  senang bertemu dengan Louie. Kyung Kook mengeser Do Jin agar tak mendekati Louie.
Terima kasih banyak untuk sambutannya yang hangat. Mari kita bekerja lebih keras dan bersenang-senang.” Kata Louie, Semua pun menyambut dengan semangat.
Aku akan mengenalkan anggota tim yang baru kepada kalian. Inilah mereka.” Kata Louie, Bok Sil dan Joong Won pun masuk, semua terkejut dan terlihat bahagia akhirnya keduanya kembali kecuali Ma Ri.

Mereka berdua akan mengurus cabang kita, Singsingline. Jadi Kenalkan CEO-nya, Nn Go, dan Direkturnya, Tn Cha.” Kata Louie
Aku menantikan bekerja sama dengan kalian semua. Apa Kalian semua baik-baik saja?” ucap Joong Won menyapa timnya, Semua menjawab mengatakan kalau ia akan baik-baik saja.
Ruang meeting ini akan jadi kantor Singsingline. Dan Tn Cha, kau bisa menggunakan kantormu yang lama.” Kata Joong Won
Semua bingung dimana tempat Louie duduk, dua orang membawa sebuah meja dan menaruh didekat pintu dan Louie menunjuk kalau akan duduk disana. Mi Young berpikir kalau Louie seperti seorang satpam dan yang lainya berpikir Louie itu seorang sekretaris. Tapi Kyung Kook berkomentar kalau Louie adalah seorang yang romantis.
Louie mengajak keduanya agar melakukan rapat dengan cepat sekarang dan berjalan keluar dengan Bok Sil dan Joong Won. Mi Young berkomentar Louie benar-benar tidak waras. Ma Ri menatap sinis saat Louie mengandeng tangan Bok Sil keluar dari ruangan. 


Pelayan Heo dan Pelayan Kim berdiri dibelakang meja makan sedang mengawasi Bok Nam belajar. Pelayan Kim bertanya apakah Bok Na  tidak tahu tabel perkalian factor. Bok Nam mengaku tahu tapi seperti tak bisa mengerjakan soalnya.
Sementara di depan piano, ketiga gadis remaja sedang mengupas bawang putih dengan kacamata renang. Yeon Ah mengeluh Bok Nam sedang belajar dan duduk di kursi yang nyaman. So Ri menyuruh diam saja menurutnya ia lebih senang mengupas bawang. Hyun Jung juga setuju, Yeon Ah pun menyuruh mereka saja yang mengupas bawangnya. Pelayan Heo yang mendengar ketiganya adu mulut menyuruh ketiganya berkerja bukan bicara.

Bok Sil, Bibi Hwang dan In Sung datang ke rumah Louie. Bibi Hwang terpana karena Rumah ini sangat indah. Bok Nam senang melihat kakaknya datang dan ingin mendekatinya, pelayan Kim menariknya agar Bok Nam kembali berkerja.  Nenek Choi menyambut bibi Hwang mengucapkan Terima kasih karena sudah datang, Bibi Hwang pun membalas dengan Terima kasih karena mengundang mereka.
Aku harusnya mengundangmu sejak lama... Maafkan aku.” Kata Nenek Choi, Louie mendekati ketiganya yang sedang mengupas bawang
Apakah pekerjaannya sulit? Apa kalian butuh bantuan?” kata Louie, Ketiganya mengangguk.
Aku akan bernyanyi untukmu supaya kau bisa bekerja lebih keras.”ucap Louie berjalan ke depan piano, semua terlihat kesal dengan mengejek Louie  belalang dalam cerita fabel.
Louie mulai memainkan piano dengan menyanyikan lagu penyemangat Saat ini.... Di tempat ini... Saat yang paling aku inginkan Dan yang aku harapkan... Mimpiku... Keinginanku.... Mungkin akan menjadi nyata. Disini, hari ini. Saat ini. Di tempat ini. Kata-kata tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku. Tepat saat ini.... Saat-saat yang sudah aku tahan. Dan waktu-waktu sulit yang sudah kulalui.
Semua terhayut dengan nyanyian Louie, tiga gadis menaburkan kulit bawang layarnya seperti bunga, Pelayan Heo dan Pelayan Kim tersenyum. Nenek Choi terharu mendengarnya, Bok Sil pun duduk disamping Louie yang menyanyi sambil memainkan lagunya.
Nyonya Choi duduk dikamarny merasa Rumah ini jadi lebih ramai sejak Louie kembali. Pelayan Kim mengatakan tidak akan membiarkan siapapun masuk jika ini mengganggunya. Nyonya Choi pikir tak perlu, karena sangat menyukainya merasa  sekarang rasanya lebih hidup.
Seumur hidupku, aku sudah hidup di mansion yang besar sendirian. Aku tidak tahu kenapa hidup seperti itu. Aku bahkan mengirim... kesayanganku, Ji Sung, ke tempat yang jauh Menurutku Louie-ku... tidak akan membuat kesalahan yang sama denganku. Kehilangan ingatannya... mengajarinya bagaimana cara hidup baik dengan orang lain.” Kata Nenek Choi, Pelayan Kim setuju.
Ngomong-ngomong, apa kau sudah mencari tahu apa yang aku suruh?” kata Nenek Choi, Pelayan Kim mengatakan sudah
Sepertinya kita tidak bisa mengharapkan Tn Louie junior” ucap pelayan Kim
Itu aneh. Aku yakin pada mimpi itu, Sepertinya aku salah. Lalu ada apa dengan kotak harta karun Louie?” kata Nyonya Choi, Pelayan Kim menceritakan kalau Louie akhirnya mengingat keberadanya.
Nyonya Choi penasaran dimana tempatnya, pelayan Kim mengatakan  berada di rumah yang ada di Busan jadi akan pergi kesana. Nenek Choi pun meminta agar pelayan Kim agar segera pergi. 

Pelayan Kim melihat pelayan Heo sedang membersihkan meja, lalu  dengan wajah datar bertanya Apa mungkin pacarnya itu sedang hamil. Pelayan Heo panik langsung menutup mulut pelayan Kim dan memberitahu kalau  merkea baru kembali dari Busan dan  Bagaimana bisa mengatakan yang seperti itu.
Ny Choi mengatakan sesuatu tentang mimpinya dan Mimpinya biasanya jadi kenyataan” kata Pelayan Kim, Pelayan Heo tak ingin mendengar menyuruh pelayan Kim diam saja dan pergi. 

Bok Sil dan Louie pulang dengan menaiki tangga. Bok Sil masih ragu adiknya itu akan tinggal di rumah nenek Choi karena  tidak ingin membuatnya tidak nyaman. Louie pikir tak perlu khawatir dan sudah mengatakan berkali-kali   kalau  akan menjaganya.
Dan juga, Pelayan memberitahuku kalau nilai-nilai Bok Nam tidak akan  terlalu meningkat... meskipun mereka mengurungnya disana... serta membuatnya belajar setiap saat.” Jelas Louie 
Apa dia seburuk itu?”kata Bok Sil tak percaya, Louie mengangguk kepala menyakinkanya.
Kau pasti kedinginan.” Ucap Louie, Bok Sil mengelengkan kepalanya, Louie pikir  Bok Sil kedinginan lalu memberikan jaketnya dengan memeluk Bok Sil, Bok Sil tersenyu dan keduanya pun kembali berjalan menaiki tangga. 

Bok Sil masuk rumah kaget melihat ada tudung saji diatas meja dan bertanya Siapa yang membuatkan makanan untuk mereka. Louie mengatakan akalu sudah meminta pada In Sung karena ingin snack malam. Bok Sil tak percaya Louie ingin lagi.  Louie pikir Bok Sil sudah tahu kalau perutanya itu mudah lapar dan menyuruh untuk membukanya, Bok Sil  kaget ketika membukanya ternyata bukan berisi makanan tapi sebuah cincin.
Ini tidak terlihat nyata dalam meja kecil itu, kan? Tapi ini nyata.” Kata Louie, Bok Sil terlihat tak percaya melihat cincin tersebut teringat saat mereka pergi pergi bersama.
Louie berkomentar pada sebuah cincin,  Model ganda dengan emas putih dan berlian dari Bulgari dan itu jelas-jelas palsu. Si bibi dengan kesal menantang Louie apakah bisa membelinya dengan harga 30 dolar, saat dipingir pantai Louie mengatakan tidak bisa membelikannya cincin palsu. Louie pun memasangkan cincin di jari manis Bok Sil.
Inilah perasaanku yang sebenarnya padamu. Sejujurnya, aku akan membelikanmu cincin itu jika saat itu aku memiliki 30 dolar.” Ucap Louie, Bok Sil mengucapkan terimakasih dengan mata berkaca-kaca
Louie mengenggam tangan Bok Sil dan menciumnya, Bok Sil hanya bisa terdiam lalu Louie pun menariknya agar bisa lebih dekat. Louie menatapnya dan ingin menciumnya, Bok Sil tiba-tiba menahanya karena merasa ruangan sangat panas, Louie pun menawarkan untuk minum kopi.  Bok Sil pun membuatkanya. Louie menolak karena  tidak mau Bok Sil membasahi tangannya sudah memakai cincin.

Bok Sil pun membiarkan Louie pergi ke dapur membuatkan kopi, lalu binggung melihat Louie bisa tahu tempat menaruhnya kopi karena  sudah memindahkannya ketika Louie sudah tak tinggal dirumah itu. Louie terdiam lalu akhirna mengakui kalau  sebenarnya datang ke rumah Bok Sil setiap hari.
Aku membersihkan ruangan... dan minum kopi setiap hari.  Aku juga menaruh uang koin di celengan babimu.” Cerita Louie yang datang selalu membersihkan lantai, meminum kopi diteras dan juga menaruh beberapa koin di celengan babi.
Bok Sil pun binggung bertanya-tanya kenapa celenganya semakin terasa berat. Louie yang datang ke rumah Bok Sil segera membereskan semuanya karena Bok Sil akan segera pulang.

“Aku pulang... sebelum kau pulang ke rumah. Sejak kau naik bis untuk pergi bekerja... sampai saat kau memadamkan lampu... Aku mengawasimu setiap hari.
Louie selalu  mengikuti Bok Sil ke halte dan selalu mengucapkan mimpi indah pada Bok Sil saat menatap lampu kamar yang mati. Bok Sil tak percaya mendengarnya, Louie meminta maaf karena memperhatikan Bok Sil selama ini secara diam-diam. 

Bok Sil yang berkaca-kaca memeluk Louie dari belakang dan mengucapkan terimakasih. Louie membalikan badanya. Keduanya terlihat sedih, lalu Louie mencium bibir Bok Sil tangan mereka pun saling menyatu dengan memasukan ke sela-sela jari, Louie mencium dahi Bok Sil lalu memeluknya dengan erat,  berharap mereka tak akan berpisah lagi

Tuan Kim pergi ke rumah Busan dan mencari kotak harta karun yang disimpan Louie.
Flash Back
Louie mengaku ingat dimana  meninggalkan kotak harta karunnya. Pelayan Kim langsung bertanya dimana tempatnya.  Louie mengataka Di loteng rumah yang ada di Busan.Pelayan Kim mengatakan sudah mencari beberapa kali di loteng rumah itu. Louie mengatakn ada di bawah lantai.
Pelayan Kim mencarinya tapi ternyata sudah tak ada, lalu menelp Nyonya Choi memberitahu kotak harta karunnya hilang merasa kalau  Louie salah mengingatnya. Nyonya Choi seperti tak percaya lalu bertanya Dimana cucunya itu menyembunyikannya. Pada saat itu juga, Tuan Baek sudah berdiri diruangan melihat kotak harta karun milik Louie. 

Louie datang ke toko buku, Nyonya Hong memberikan sekotak coklat lalu bertanya apakah Louie mengingatnya. Louie mengatakn pasti mengingatnya lalu meminta izin untuk makannya,  Nyonya Hong pikir Tentu saja memperbolehkanya. Louie memakan coklat dengan wajah tersenyum.
Flash Back
Louie terlihat menangis dalam kamarnya, Nyonya Hong datang dengan membawa sekotak coklat lalu menyuruh agar segera memakanya karena nanti nenek dan pelayan Kim memarahinya kalau melihatnya. Louie senang melihat coklat dibawa Nyonya Hong dan mengambilnya.

Pelayan Kim datang, buru-buru Nyonya Hong menyembunyikan dibawah selimut. Pelayan Kim dengan nada marah bertanya apakah Nyonya Hong memberi permen pada Tn Louie lagi. Nyonya Hong menyangkalnya dan bergegas pergi.  Mulut Louie terlihat masih penuh dengan coklat, Pelayan Kim dengan senyuman bertanya apakah rasanya enak. Louie pun menganguk. 
 Ini rasanya sama dengan apa yang aku ingat saat masih kecil.” kata Louie
Kau tidak harus menyembunyikannya lagi. Nenekmu dan Tn Kim terlalu protektif padamu, benarkkan?” ucap Nyonya Hong, Louie membenarkan
Sejak kau kembali, Nenek Choi sudah terlihat lebih bahagia dari sebelumnya, dan semuanya terasa lebih hidup di rumah. Ini hebat.” Ucap Nyonya Choi

Louie juga merasa senang, Nyonya Hong pun meminta agar Louie mengunjungi toko bukunya lebih sering mulai sekarang. Louie pun setuju akan  melakukannya. Saat itu salah satu pelanggan datang, Nyonya Hong menyapanya didepan pintu.
Kita bicara di telpon waktu itu. Aku Tn Goo.” Kata Tuan Goo, Nyonya Hong mengingat kalau Tuan Goo  adalah bekerja dengan suaminya.
Louie mendengar nama Tuan Goo seperti teringat sesuatu, saat mengangkat telp hanya mendengar nama Tuan Goo lalu telp terputus. Tuan Goo kaget melihat Louie yang ada di toko buku dan Nyonya Hong seperti sumringah mengingat sesuatu dengan Tuan Goo. 
bersambung ke episode 14

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar: