Jumat, 11 November 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 14 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC
Tim Joong Won mengeluh melihat meja didepan mereka, Mi Young melihat  Ada ruangan yang terpisah untuk atasannya, dan sangat besar dan kenapa Louie harus duduk didepan pintu dari semua ruangan mereka. Ma Ri melirik sinis sambil mendengar percapakan keduanya.
Atasan yang baru adalah kekasih Bok Sil dan Tn Cha bekerja untuk Singsingline juga mungkin itulah alasannya.” Ucap Hye Joo
Aku kan sudah bilang bahwa Tn Cha juga menyukai Bok Sil.” Komentar Kyung Kook yakin, dua wanita itu merasa tak yakin
Haruskah aku menyukai Bok Sil juga?” kata Do Jin
Apa kau mulai menyukai Bok Sil... hanya karena Tn Cha menyukainya?” ejek Mi Young
Do Jin hanya tertawa, Mi Young pikir Do Jin akan melakukannya. Ma Ri makin sinis mendengarnya, Hye Joo pikir kalau yang dikatakan Kyung Kook itu benar maka  Bok Sil pasti sangat senang karena disukai oleh dua orang pria menawan lalu bertanya-tanya siapa yang harus di pilihnya.
Tn Cha lebih jantan dan bisa diandalkan.” Kata Do Jin
Itu tidak benar, Dia harus memilih Tn Louie karena dia adalah pewaris Gold Group, tampan dan baik. Dia sempurna. Benarkan, Nn Baek?” ucap Kyung Kook saat itu Joong Won sudah ada didepan pintu mendengarnya.
Berhenti bicara omong kosong, dan kembali bekerja. Sekarang!” teriak Ma Ri kesal lalu kembali ke tempat duduknya. 


Joong Won masuk ruangan, Dua pegawai wanita menyapanya dan buru-buru kembali ke meja kerjanya, Kyung Kook pun panik langsung kembali berkerja. Joong Won terlihat marah melihat papan nama (KEPALA BAGIAN KANG JI SUNG)
Ini menyebalkan.... Pemenangnya mendapatkan semuanya.” Gumam Joong Won menjerit dalam hati. 

[EPISODE 14: PEMENANGNYA MENDAPATKAN SEMUANYA]

Tuan Baek menerima USB dari Tuan Goo, memastikan kalau tidak membuat salinannya, Tuan Goo menyakinkan sudah pasti tak memilikinya. Tuan Baek pun melirik ke bagian belakang mobil. Tuan Goo tersenyum mengambil tas besar dari belakang. Tuan Baek mengatakan kalau  itu semua uang tunai yang bisa disediakan. Tuan Goo pun mengucapkan terimakasih.
Bagaimana caramu keluar dari negeri ini?” tanya Tuan Baek
Aku akan bersembunyi selama seminggu.” Jelas Tuan Goo 

Tuan Goo duduk di depan minimarket sambil menelp bertanya  Apa mereka harus pergi sekarang dan sudah sesuai dengan kesepakatan mereka sebelumnya dan akan bertemu 2 jam lagi, ia pun meminta bantuan dari temanya untuk keluar dari Korea.
Si nenek yang sebelumnya pernah mengambil tas Bok Sil, melihat ke arah Tuan Goo lalu berpura-pura tersedak dan meminta tolong agar membelikan air. Tuan Goo yang panik bergegas masuk ke dalam toko dengan membawa tasnya. Si Nenek melihat dari kejauhan merasa penasaran apa yang ada dalam tasnya.
Tuan Goo pun kembali dengan memberikan air mineral, Si nenek berpura-pura bisa bernafas lega dan merasa kalau bukan karena Tuan Goo akan  sudah mati sekarang. Saat itu tanganya menyentuh kepala Tuan Goo dengan sengaja menempelkan permen karet yang sudah dikunyahnya.
Astaga.... Ada permen karet di rambutmu.” Ucap Si nenek, Tuan Goo yang binggung memegang rambutnya dan tasnya pun terlepas 

Saat itu juga Si nenek yang lincah langsung kabur membawa tas milik Tuan Goo. Tuan Goo berteriak dan berusaha mengejar si nenek yang larinya seperti anak remaja karena sangat cepat. Dengan wajah kesal Tuan Goo berusaha mencarinya, Si nenek ternyata bersembunyi dibagian atap rumah dan turun saat keadaan sudah tak ada yang mengejarnya.
Ia memastikan Tuan Goo sudah menjauh darinya, lalu membuka tas karena penasaran, betapa terkejutnya saat melihat tumpukan uang 50ribu won yang sangat banyak dan bergegas pergi sebelum tertangkap. 

Nyonya Hong menyapanya didepan pintu. Tuan Goo memperkenalkan namanya memberitahu kalau pernah bicara ditelp waktu itu. Nyonya Hong mengingat kalau Tuan Goo  adalah bekerja dengan suaminya.
Louie mendengar nama Tuan Goo seperti teringat sesuatu, saat mengangkat telp hanya mendengar nama Tuan Goo lalu telp terputus. Tuan Goo kaget melihat Louie yang ada di toko buku dan Nyonya Hong seperti sumringah mengingat sesuatu dengan Tuan Goo.
Kau bilang kau bekerja dengan suamiku, kan?” ucap Nyonya Hong, Tuan Goo membenarkan. Nyonya Hong pun mempersilahkan masuk dan akan membuatkan teh.
Saat itu Louie menatapnya, Tuan Goo pun membalasnya seperti tak ada rasa ketakutan. Louie yang melihat tatapan tuan Goo menyingikirkan coklat yang diberikan Nyonya Hong karena tak ingin berbagi, Tuan Goo hanya tersenyum licik karena seperti melihat Louie yang masih sangat polos. 


Tuan Baek sudah menemukan sebuah kotak harta karun milik Louie di mejanya.
Flash back
Tuan Baek datang dengan membawakan sebuah berkas, saat itu Louie berteriak memanggil Pelayan Kim dengan berlari. Pelayan Kim panik einta agar Louie agar jangan lari karena bisa terluka. Louie mengatakan sudah mengingatnya, Tuan Baek sengaja mendengar dari balik pintu. Pelayan Kim bertanya apa yang diingatnya.
Kotak harta karunku. Aku ingat dimana aku meninggalkannya.” Kata Louie,Pelayan Kim tak percaya.
“Dia  bilang Kotak harta karun?” gumam Tuan Baek bertanya-tanya, Pelayan Ki pun bertanya dimana tempat Louie menyimpanya.
Di loteng rumah yang ada di Busan.” Ucap Louie
Aku sudah mencari ke lotengnya berkali-kali.” Kata Pelayan Kim binggung, Louie memberitahu kalau tempatnya ada di bawah lantai.

Tuan Baek pun pergi ke Busan mencari-cari di bagian atap rumah dan melihat bagian bawah lantai terdapat sebuah kotak harta karun. Ia pun membawakan ke Seoul dan merasa penasaran apa isi kotak itu. Ketika membukanya ada sebuah souvenir dengan tulisan sibawahnya (KOBOSHI)
Deratan kaset video dengan label  (15 Maret 1996, IBU, AYAH DAN JI SUNG) Tuan Baek melihat amplop dan merasa kalau semua itu tidak penting, tapi ia tetap bertanya-tanya kenapa Louie menganggap sebagai harta karun.
Saat itu Nyonya Hong menelp suaminya  memberitahu Tuan Goo datang ke toko bukunya. Tuan Baek kaget mendengarnya dan mengatakan akan segera datang, lalu bergegas mengambil jaketnya dan pergi.

Nyonya Hong memberitahu Tuan Goo kalau suaminya  akan segera dating jadi memintanya agar menunggu. Louie bertanya kenapa Tuan Goo malah datang ke toko buku bukan memanggil Tuan Baek sendiri. Tuan Goo menceritakan Seseorang mencuri tasnya dan  Ponselku ada di dalamnya.
Aku pernah datang ke toko bukumu sekali dengan Tn Baek.” Cerita Tuan Goo, Nyonya Hong merasa kasihan mendengarnya lalu bertanya siapa yang berani mencuri tasnya.
“Itu Hal yang sama juga terjadi pada Bok Sil saat dia pertama kali datang ke Seoul.” Cerita Louie
Astaga. Ada banyak orang jahat di dunia ini.” komentar Nyonya Hong tak percaya
Tn Goo.... Apa sebelumnya kau pernah menelpon ke rumah Ny Choi?” tanya Louie penasaran, Tuan Goo panik dan langsung menyangkalnya. 


Nyonya Hong teringat sesuatu, lalu memperlihatkan pada Louie, sebuah jaket merah berbulu  dan baru membeli  di butik yang sering dikunjungi dan meminta pendapat Louie, Apa bagus untuk Ma Ri. Tuan Goo sambi meminum teh melihat jaket merah dengan bagian kepala ada bulunya.
Polanya cantik.” Komentar Louie, Nyonya Hong bertanya  Celana seperti apa yang akan digunakan
Apa rekomendasimu, Tn Fancy Styling Talk?” tanya Nyonya Hong mengoda, Louie tersipu malu mendengarnya.
Celana jeans yang fit rasanya bagus.” Kata Louie, Nyonya Hong pun mengerti.
Dia sedang sibuk memilih baju untuk acara liburan perusahaan dan terlalu membesar-besarkannya.” Cerita Nyonya Hong
Kadang-kadang aku berpikir kalau Ma Ri mirip denganmu, tapi kalian berdua sangat berbeda.” Komentar Louie
Nyonya Hong mengatakan kalau Ma Ri itu anaknya dan juga Tuan Baek, lalu Louie memastikan kalau jaket itu akan bagus dipakai Ma Ri. Nyonya Hong pun senang mendengarnya. 

Tuan Baek datang langsung berteriak marah melihat Tuan Goo ada di dalam toko buku, Nyonya Hong menyapa suaminya yang baru datang. Tuan Baek kaget ternyata ada Louie juga, lalu mencoba untuk untuk tetap tenang dan Louie menyapa Tuan Baek dengan ramah
Ayo bicara diluar.” Ucap Tuan Baek langsung menarik Tuan Goo keluar.
“Sayang..  Kenapa kau sangat tidak sopan pada adik temanmu.” Kata Nyonya Hong binggung, Tuan Baek tak percaya Tuan Goo mengaku sebagai adik dari temanya, Tuan Goo tersenyum licik
Terima kasih untuk tehnya.” Ucap Tuan Goo ramah, Nyonya Hong pun meminta agar Tuan Goo bisa datang lagi ke toko bukunya. Tuan Goo pun keluar lebih dulu dari toko buku
Apa dia mengatakan semuanya padamu?” tanya Tuan Goo berbisik pada istrinya. Nyonya Hong binggung bertanya memangnya apa yang dikatakan Tuan Goo, Tuan Baek tak ingin membahasnya dan langsung pamit pergi.
Ahjussi. Sepertinya temanmu itu... menelpon rumahku sebelumnya.” Kata Louie merasa yakin, Tuan Baek sempat kaget dan langsung menyangkalnya kalau itu tidak mungkin dan pasti salah.


Tuan Goo dan Tuan Baek bertemu di mobil, Tuan Baek mengumpat marah karena anak buahnya itu sudah gila dan seharusnya sudah pergi sekarang, dengan mencengkram bajunya bertanya kenapa masih ada di korea dan apa yang akan direncanakanya.
Seseorang mencuri uangku.” Ucap Tuan Goo, Tuan Baek kaget mendengarnya. 

Saat itu dirumah Ma Ri memanggil ayahnya dan saat masuk kamar kerja tak melihat ayahnya, dan bertanya-tanya Kapan ayahnya pergi dari rumah. Lalu ia melihat sebuah kotak diatas meja, lalu mendekati meja kerja ayahnya dengan melihat kaset video berlabel   (15 MARET 1996, IBU, AYAH DAN JI SUNG)
Apa ini? Apa ini milik Ji Sung?” tanya Ma Ri binggung, lalu melihat kaset video tanpa label.
Apa yang ada di kaset ini?” ucap Ma Ri penasaran, akhirnya ia membaca Video Player dan menaruhnya di ruangan TV, memasangkan dan ingin tahu isi videonya. Tapi yang terjadi kaset Videonya tak berputar dan tak bisa dikeluarkan 

Tuan Baek kaget karena Tuan Goo meminta agar diberikan uang lagi, dengan wajah penuh amarah kalau Tuan Gookehilangan uang itu karena kesalahannya dan kenapaharus memberikan uang lagi. Tuan Goo pikir tak ada lagi yang bisa dilakukan karena ia tidak bisa pergi dari Korea tanpa uang. Tuan Baek mengumpat Tuan Goo itu benar-benar bodoh.
Jika kau bisa memberikanku uang lagi, aku akan menghilang tanpa jejak. Berikan saja aku uangnya.” Ucap Tuan Goo
“Apa Kau pikir satu juta dolar itu mudah didapatkan?” ucap Tuan Baek kesal 

Louie keluar dari toko buku diantar oleh Nyonya Hong, Nyonya Hong binggung kemana suaminya itu pergi. Louie meminta maaf karena harus pergi tanpa berpamitan pada Tuan Baek, Nyonya Hong pikir tak masakah karena Louie nanti bisa sering bertemu dengannya dan berpesan agar hati-hati dan menjaga dirinya.
Selamat tinggal, Audrey.” Ucap Louie melambaikan tangan, Nyonya Hong tersipu malu mendengarnya. Louie beranjak pergi dan melihat mobil Tuan Hong yang masih terparkir tapi tak ada orangnya. 

Bok  Sil sudah siap dengan memoles bibirnya mengunakan lipstik, lalu melihat sebuah kotak cincin dan teringat ketika memilihnya.
Flash Back
Ia pergi ke sebuah toko perhiasan dan memilih satu cincin, si pegawai bertanya apakah Bok Sil mencari cincin untuk pria. Bok Sil membenarkan.
Bok Sil tersenyum melihat cincin yang akan diberikan pada Louie lalu menempelkan stiker dengan wajah dengan mata bentuk love, sebagai mata dari cincinnya. Louie berteriak memanggil Bok Sil saat datang. Bok Sil buru-buru menyembunyikan dengan penuh semangat bertanya Kemana mereka akan pergi.
Ayo pergi ke tempat terhangat dan terbaik di dunia.” Ucap Louie, Bok Sil pun bertanya dimana itu tempatnya.
Dunianya Bok Sil.” Kata Louie berjalan masuk ke dalam rumah. Bok Sil bingung bertanya apakah mereka akan tetap tinggal didalam rumah. Louie membenarkan.
Aku merindukan saat-saat kita menghabiskan waktu bersama disini. Jadi Aku akan bermain denganmu disini seharian.” Kata Louie, Bok Sil binggung apa yang akan mereka lakukan di rumahnya.
Mereka harusnya sudah datang sekarang.” Ucap Louie melihat jamnya. 

Saat itu beberapa orang mengantar paket ke dalam rumah, Louie pun meneria dan Bok Sil melonggo melihat tumpukan paket. Beberapa saat kemudian Louie dan Bok Sil sudah mengunakan jaket pasangan, senyuman mereka terlihat dan Louie mengangkat jempolnya berkomentar kalau itu memang “perfect” sama seperti saat mereka mencoba barang-barang yang dibeli Louie dengan kartu kredit.
Louie memakaikan sepatu dan juga kacamata hitam, dengan gayanya memuji kalau sangat perfect tak lupa melakukan selfie bersama. Bok Sil merasa sesuatu terasa tidak asing sekarang karena pernah merasa sebelumnya. Louie mengatakan belum semuanya dan memberikan sebuah tas bulu. Bok Sil mengingat itu tas yang pernah dibeli Louie dan meminta agar dikembalikan.
Tas ini dibuat khusus untukmu dan bulunya sangat halus sepertimu.” Kata Louie bersandar di tas yang di belinya.
Ini terlalu mahal.” Kata Bok Sil menolaknya
Ayolah. Aku membelinya dengan uang hasil jerih payahku. Kau tidak bisa menolaknya. Jangan membuatku mengembalikannya. Terima saja, kumohon?” rengek Louie
Bok Sil akhirnya menerima dan mengucapkan terimakasih, lalu memperingatkan Louie kalau harus mengembalikan benda mahal seperti tas dsb mulai sekarang, jadi jangan pernah membelinya lagi, Louie mengerti dan menyuruh agar memberekan semua kotak pengiriman. Lalu ia bertaya apakah Louie lapar dan ingin Mau Ramyeon. Louie menolaknya menyuruh Bok Sil jangan lakukan apapun karena akan membuatkan sesuatu yang enak. Bok Sil tak percaya lalu Louie meminta agar mempercayainya. 

Louie mulai memecahkan telor tapi yang terjadi malah menjatuhkanya kelantai  dan berteriak memanggil Bok Sil, Bok Sil pun mengelap lantai yang kejahutan telur. Louie mulai mengocak telurnya, tapi malah tumpah mengenai telenan, dan berteriak memanggil Bok Sil. Bok Sil pun membantu dengan membersihkan mengunakan tissue.
Ketika mulai mengoreng Louie menjatuhkan telur dan memanggil Bok Sil kembali, Bok Sil dengan sigap membantunya. Dan saat itu juga Bok Sil jauh lemas karena membereskan semua kekacauan yang dibuatnya, setelah itu menu telur goreng dan sosis sudah siap diatas meja.

Kenapa aku merasa sangat lelah padahal kau yang memasak?” kata Bok Sil, Louie yang polos berpikir kalau mungkin karena Bok Sil yang lapar.
Ayo makan. Dengan begitu kau bisa mendapatkan energimu kembali.” Kata Louie dan Bok Sil mencoba telur goreng, dari wajahnya terasa sangat asin tapi memberikan komentar kalau rasanya enak.
Aku harus memasak lebih banyak untukmu.” Ucap Louie bangga, Bok Sil pikir tak perlu dan Louie pun menambahkan telur gorengnya untuk Bok Sil
Sekarang aku mengerti kenapa nenekku bilang.. kalau dia merasa kenyang hanya dengan melihatku makan. Aku tidak perlu makan lagi.” Kata Louie, Bok Sil mencoba mengunyah telurnya, Louie melihat Bok Sil yang tidak menelanya. 

Bok Nam setelah mengerjakan latihan soal, Pelayan Kim memeriksanya dan setiap soal yang dikerjaka mendapatkan coretan dan hampir semuanya salah dan membuat tubuh Bok Nam terlihat sangat kecil didepan meja. Bok Nam melihat ada satu yang benar membuatnya tersenyum tapi setelah itu semua yang dikerjakan salah.
“Bok Nam... Bukankah kau bilang kau tidak asing dengan tabel perkalian?” kata Pelayan Kim, Bok Nam mengangguk
Berapa 9 dikali 9?” ucap Pelayan Kim, Bok Nam memikirkan jawabnya lalu menjawab Sebuah es krim cone. Wajah Pelayan Kim langsung berubah merah karena sangat marah dan bagian kepalanya langsung terasa sakit. 

Tuan Kim duduk dimeja makan dengan wajah lesu dan mata menghitam. Pelayan Heo melihat wajah pacarnya itu panik bertanya apa yang terjadi, Tuan Kim merasa bertambah tua terlalu cepat karena Setiap jam mengajari Bok Nam, membuatnya bertambah tua satu tahun. Pelayan Heo kaget dan dengan wajah geram merasa tak bisa melanjutkan ini lalu bergegas pergi. 

Louie mencuci piring setelah makan, Bok Sil pun siap mengeringkan tangan dengan handuk lalu memberikan lotion karena tak mau tanganya menjadi kering. Louie meminta Bayaran 50 sen juga. Bok Sil setuju ingin memberikan cincinya, tapi ponselnya berdering dan menaruh kembali cincin di saku jaketnya.
Pelayan Heo menelp, Bok Sil seperti tak enak hati dengan meminta maaf akan segera datang. Louie bertanya ada apa, Bok Sil memberitahu Ini tentang adiknya yang bodoh. Louie bertanya apakah yang dimaksud adik iparnya, Bok Sil mengangguk lalu mengajak Louie untuk pergi. 

Tuan Baek melihat semua orang sudah pergi di toko buku, lalu mengajak Tuan Goo masuk menyuruhnya aga tetap di dalam dan akan memberikan uangnya besok jadi selama ini harus menunggu didalam toko buku. Tuan Goo pikir nanti istri Tuan Baek akan segera datang juga. Tuan Baek akan mengatakan pada istirnya untuk tak datang.
Jangan berani-berani menghubungi rumahku atau melakukan sesuatu yang mencurigakan. Maka Kau akan kuhancurkan.” Ucap Tuan Baek mengancam. Tuan Goo pun mengerti merasa Tuan Baek tak perlu mengkhawatirkan hal itu. 

Nyonya Hong pulang kerumah memanggil suaminya dan anaknya, tapi tak ada sahutan merasa keduanya sedang pergi keluar rumah. Dengan wajah sedih duduk di ruang tengah karena akhir pekan menurutnya Akan sangat bagus jika keluarga bersama-sama dan makan malam bersama.
Ia lalu melihat sebuah syal berada didepan TV, lalu melihat ternyata untuk menutup sebuah video player. Lalu mengeluh Ma Ri itu selalu melakukannya lagi karena selalu membuat kekacauan, dan menutupinya dengan sesuatu. Lalu mencoba menyalakan video tapi kasetnya tak mau berputar dan berpikir itu rusak. 

Bok Sil dan Bok Nam pulang kerumah, Bok Nam mengeluh pada kakanya kalau Belajar sangat sulit. Bok Nam memberitahu kalau adiknya itu masih seorang pelajar jadi tak ada yang bisa dilakukan selain itu. Bok Nam pikir dirinya berhenti jadi pelajar, Bok Sil langsung memukul adiknya.
Kenapa kau masih juga belum dewasa setelah semua itu?” kata Bok Sil memarahinya.
Apa yang salah dengan itu? Kau tidak kuliah, tapi kau baik-baik saja.” Ucap Bok Nam
Bibi Hwang datang langsung mengumpat Bok Nam itu si  Katak Lamban dan bertanya apakah ingin kabur lagi. Bok Nam seperti ketakutan melihat Bibi Hwang yang datang. Bibi Hwang pikir Bok Nam itu tidak tahu berapa banyak masalah yang harus dilalui kakaknya. Bok Sil meminta Bibi Hwang memberikan pelajaran untuk adiknya.
Aku sudah mendengar semuanya dari luar. Jadi Dengarkan aku, Bok Nam. Kau punya dua pilihan. Kau bisa hidup seperti anakku, atau hidup seperti Louie. Yang mana yang lebih kau inginkan?” kata Bibi Hwang
Aku ingin hidup seperti Louie.” Kata Bok Nam memilih
Benar... Bukan keluarganya yang membuat Louie jadi seperti sekarang, Apa kau tahu sekeras apa dia belajar di Prancis? Dia kuliah di salah satu universitas terhebat di Eropa, dan bisa bicara 10 bahasa.” Jelas Bibi Hwang
“Kalau begitu, Aku akan hidup seperti In Sung dan akan jadi supir pribadinya Louie.” Ucap Bok Nam, Bibi Hwang langsung memukulnya.
Aku sudah mencoba berbaik hati, tapi sepertinya kau tidak mengerti. Maksudku adalah kau harus belajar!” teriak Bibi Hwang marah
Bok Nam pun menjauh, Bibi Hwang merasa kalau adiknya itu sama sekali tidak mirip dengan Bok Sil. Bok Sil pun meminta maaf agar bisa menjaganya karna besok ada acara perusahaan. Bibi Hwang pikir Bok Sil tak perlu khawatir karena akan membuatnya jadi orang yang bertanggung jawab lalu meminta agar memberikan alat pijat punggung dan siap untuk memukulnya. Bok Nam pun makin ketakutan. 


Pelayan Kim bertanya apakah Louie yakin meninggalkan kotak harta karunnya disana. Louie yakin menaruhnya di bawah lantai. Pelayan Kim binggung kenapa tak ada di sana. Louie pikir Pelayan Kim Jangan terlalu memikirkannya karena bisa keriput.
Menurutmu siapa yang membuatku mendapat semua kerutan ini?” keluh Pelayan Kim, Louie merasa Pelayan Kim pasti menyalahkan lagi.
Setelah liburan perusahaan, aku akan ke Busan dan mencarinya denganmu. Jangan khawatirkan itu.” ucap Louie, Pelayan Kim mengerti lalu menepuk tanganya agar membuat lampu kamar mati dan Louie harus tidur. 

Louie pun mengucapkan Selamat malam, pada Bok Sil si boneka anjing kesayangan sambil menciumnya. Lalu mengeluh kalau  ingin bersama Bok Sil yang asli. Ia pun berpikir apa harus menikahinya supaya bisa melakukan bersama. Akhirnya ia mengirimkan pesan pada Bok Sil, Bok Sil yang masih berbaring bertanya kenapa Louie belum tidur.
Haruskah kita... menikah? Jika kita menikah, kita bisa bersama setiap hari.” Tulis Louie, Bok Sil tersenyum membacanya.
Apa kau sangat menyukaiku?” tanya Bok Sil, Louie menjawab “Tentu saja” Bok Sil merasa kalau Louie itu tidak ragu sama sekali.
Kau juga menyukaiku, kan?” tanya Louie
Aku akan menjawab itu jika kau  menang lomba menyanyi besok dan juga akan memberikan hadiah untukmu.” Tulis Bok Sil
Benarkah? Apa hadiahnya?” tulis Louie penasaran, Bok Sil menjawab “Rahasia. Dan Jangan terkejut.” Louie merasa tidak sabar Bok Sil pun menyuruh Louie tidur karena akan terlambat bangun besok. Louie meminta Bok Sil memberikan ciuman.

Bok Sil melirik pada adiknya yang sudah tertidur pulas, lalu memberikan ciuman di ponselnya. Louie menunggu bingung kenapa Bok Sil tidak menjawab. Bok Sil yang sudah menaruh ponselnya kaget melihat Louie yang malah menelpnya, lalu bertanya Apa lagi sekarang karena baru saja memberikan ciuman, Louie binggung kapan dan berpikir kalau Bok Sil baru saja mencium ponselnya. Bok Sil yang malu tak ingin membahasnya lalu menyuruh tidur dan menutup telpnya.
Dia tidak seharusnya memperlakukanku seperti ini.” ucap Louie lalu mengirimkan pesan pada Bok Sil
Ini lah caranya kau memberikanku ciuman.” Tulis  Louie dengan emoticon gambar sedang memberikan ciuman, Bok Sil tersenyum melihatnya. 


Sebuah mobil minibus datang, Louie turun lebih dulu dan bergantian dengan yang lainya dengan wajah bahagia, termasuk In Sung, Pelayan Kim juga ikut dan merasa kalau   sangat menyenangkan dan harap Jung Ran juga ikut. Kyung Kook pun akan memulai  acara liburan perusahaan untuk merayakan bersatunya Goldline dan Singsingline.
Joong Won dan Louie terlihat mengunakan jaket yang sama. Dengan bangga Louie memberitahu kalau sebelumnya mengatakan ia yang akan menggunakan nomor satu. Saat di rumah Joong Won, Louie yang hilang ingatan merasa kalau dulu memakai jaket yang nomor satu
Benar. Raja Belanja, Louie membeli yang nomor satu Kau sangat keren, Tn Louie.” Kata Kyung Kook memuji Louie

Tn Cha. Kapan kau membeli ini? Kau ada di kantor bersama kami waktu itu.” kata Do Jin binggung, Tuan Cha ingat kalau ibunya yang memberlikan dan mendapatkan jaket yang ke 100.
Aku punya caraku sendiri.” Kata Joong Won sinis, Pelayan Kim menyelinap berada ditengah Louie dan Kyung Kook. Louie mengeluh pelayan Kim yang terus mengikutinya. Pelayan Kim mengatakan kalau ini perintah dari Nyonya Choi.
Siapa pria itu?” tanya Hye Joo, Ma Ri memberitahu Pelayan Kim adalah orang yang paling dekat dengan Louie.
Aku rasa dia diundang karena belakangan ini dia banyak membantu Louie.” Ucap Ma Ri
Bagaimana kau bisa tahu semua informasi penting? Apa kau putri salah satu petinggi?” kata Mi Young, Ma Ri pun menyuruh merka memikirkan semau mereka saja In Sung berada dibelakang Ma Ri seperti ingin selalu dekat 


Kyung Kook pun akan memulai dengan harus membagi dua kelompok dan meminta mereka memilih kertas yang sudah dibuatnya. Louie pun berteriak Siapa yang ada di Tim Juara Satu. Ma Ri, Hye Joo, In Sung, Pelayan Kim ada di dalam satu tim.
Siapa yang ada di Tim Nilai Sempurna?” balas Joong Won, Bok Sil, Mi Young dan Do Jin pun berada dalam satu tim. Louie terlihat kesal
Jika kau kalah, kau akan mencuci piring.” Kata Kyung Kook lalu memberitahu game yang pertama.
Mereka pun harus lompat tali bersamaan, Louie terlihat ketakutan dan Bok Sil yang duduk menonton memberikan aba-aba agar Louie masuk sekarang. Joong Won memperingatkanya, tapi Louie akhirnya berhasil melompat bersama dengan timnya. Saat Tim Joong Won dan Bok Sil yang berhasil masuk lebih dulu, tapi saat Joong Won baru masuk lompatan talinya tersangkut dan membuatnya kalah. 

Setelah itu adu panco, Bok Sil menang melawan Ma Ri, lalu Mi Young kalah dari Hye Joo. Do Jin bisa menang melawan In Sung, Pelayan Kim bisa menang melawan Kyung Kook dengan berteriak memanggil nama Jung Ran, Akhirnya pertarungan terakhir antara Louie dan juga Joong Won. Dengan pertarungan yang cukup keras akhirnya Louie bisa memenangkanya.
Game ketiga adalah bermain jegichagi, Bok Sil kalah dari Ma Ri dan  In Sung pun menang, lalu Kyung Kook menang, kedudukan dua sama, Joong Won bertanya apakah Louie pernah bermain  jegichagi sebelumnya. Joong Won pikir Joong Won akan tahu nanti. Tim Joong Won memohon agar Joong Won bisa menang.
Joong Won memulai pemanasan dan Mi Young yakin ketuanya itu bisa menang melihat Kakinya yang sempurna untuk melakukan ini. Joong Won baru menendang dua kali dan bolanya langsun jatuh, tapi Louie bisa menendang lebih lama, Semua orang melonggo melihatnya dan Louie pun tak percaya kalau bisa menang padahal belum pernah dimainkan.

Kyung Kook pun memberitahu kalau Tim Joong Won yang akan bertugas mencuci piring setelah makan. Do Jin merasa Joong Won hanya jago bicara. Bok Sil menenangkan Joong Won kalau semua akan baik-baik saja, Mi Young kesal karena dianggap mencuci piring itu tak masalah.
“Hei... Kau bohong tentang kau yang tinggal di Prancis, kan?” teriak Joong Won tak terima
Jika bisnisku gagal, aku harus melakukan  sesuatu yang berhubungan dengan jegichagi. Hei Bok Sil, bukankah aku sangat hebat?” ucap Louie, Bok Sil memujinya.
Louie, bagaimana kau bisa sebagus itu padahal kau belum pernah melakukannya sebelumnya? Kau terlahir untuk memainkan itu.” kata Bok Sil, Louie juga merasa heran keduanya tertawa bersama, Joong Won makin kesal melihat keduanya. 
bersambung ke part 2 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar