Kamis, 24 November 2016

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Sin Ryung yang sedih memilih untuk berjalan meninggalkan persimpangan jalan. Lalu melihat didepannya ada seorang anak yang memeluk temanya menyuruhnya agar tetap tersenyum dan menatap ke arah depan serta terus berjalan. Ia ingin keduanya bisa terlihat sangat dekat.
Mereka pun berbelok, Si senior memberitahu kalau harus beli buku referensi,  tapi uangnya tidak cukup jadi meminta agar juniornya itu memberika uang, Si junior yang ketakutan memberikan uangnya. Sim Ryung melihat dari kejauhan cara mereka mendapatkan uang. 

Seorang anak kecil menarik kopernya, Sim Ryung langsung memeluknya dengan mengunakan teknik yang sama meminta agar tetap tersenyum dan Berjalan sambil lihat ke depan. Si anak kecil malah heran melihat tingkah Sim Ryung yang memeluknya sambil berjalan.
“Apa Kau punya uang? Aku lapar sekali.” Ucap Sim Ryung melakukan hal yang sama.
Meskipun begitu, apa harus mengganggu anak kecil?”kata si anak kecil yang terlihat dewasa, Sim Ryung binggung apa arti dari “Mengganggu”  Si anak kecil memberitahu kalau seperti ini namanya menganggu. Sim Ryung seperti baru mengerti. 

Sim Ryung dan Si anak kecil pergi ke minimarket, dan Sim Ryung pun memakan mie instant. Si anak kecil memberitahu kalau mentraktir menggunakan kartu kredit Ibu, karena sebelumnya mengatakan lapar. Sim Ryung binggung apa maksudnya “Kartu kredit ibu”, Si anak kecil yang dewas menghela nafas karena Sim Ryung ternyata tidak tahu apapun.
Apa "kartu kredit ibu" lebih bagus daripada uang?” tanya Sim Ryung, Si Anak kecil seperti malas membahasnya.  
Intinya sama saja. Unni... jangan begitu lagi.” Ucap Si anak kecil, Sim Ryung mengangguk mengerti.
Uang itu didapat dari kerja dan  kerja, Ibuku susah payah cari uang. Aku jarang melihat ibuku..., ibuku dari pagi sampai petang cari uang.” Cerita si anak kecil
Tapi kenapa ibumu bekerja keras untuk mendapatkan uang?” tanya Sim Ryung polos
Si anak melihat Sim Ryung memang benar-benar tak tahu apapun lalu bertanya pendapat Sim Ryung kenapa ibunya harus berkerja. Sim Ryung seperti tak bisa mengerti.Si anak memberitahu tentu saja agar ia dan Ibu bisa bahagia. Sim Ryung pikir kalau mereka semua hanya mencari uang dari pagi sampai petang lalu kapan mereka bisa hidup bahagia. Si anak kecil sempat terdiam dan mengaku kalau nanti Di hari kemudian. 

Keduanya pun berjalan bersama, Si anak kecil melihat ponselnya seperti sebuah alarm lalu memberitahu Sim Ryung kalau harus pergi les matematika sekarang dan berpesan agar menemukan Heo Joon Jae, orang yang di cari itu. Sim Ryung mengangguk mengerti. Si anak kecil akan pergi tapi kembali lagi memberikan uang pada Sim Ryung.
Jagalah uang ini dengan baik, jangan berikan pada orang lain, dan gunakan dengan baik. Mulai sekarang, Unni setidaknya harus bekerja paruh waktu buat cari uang. Karena hidup itu cuma sementara, aku cuma berpikir bahwa hidup tanpa uang bukanlah masalah besar sama sekali.” Kata si anak kecil, Sim Ryung mengerti dan si anak itu pun pamit pergi.

Saat itu Joon Jae dkk berjalan dari arah berlawanan, Si anak menabrak Joon Jae lalu dengan memanggilnya Ahjussi agar bisa melihat jalan yang benar. Joon Jae melihat dari balik kacamata hitamnya, dengan nada kesal kalau si anak kecil itu yang harusnya lihat jalan yang benar. Anak kecil itu pun memilih untuk pergi saja.
Hei, bocah kecil itu. Dan juga kenapa aku ini Ahjussi?” teriak Joon Jae tak terima, Nam Do menariknya merasa kalau Joo Jae memang pantas di panggil Ahjussi oleh anak kecil seumuran dia karena tak mungkin di panggil “Oppa”
Ketiganya pun berjalan bersama kembali saat itu, Sim Ryung pun berjalan ke arah kiri jalan sementara Joon Jae berjalan ke arah kanan jalan, sepertinya mereka tak saling berjodoh. 


Si senior yang tadi meminta uang kembali memeluk teman lainya untuk merampas uang dengan alasan tak punya uang untuk membeli buku. Sim Ryung melihatnya langsung berteriak kalu jangan menganggunya karena itu perbuatan tak baik. Si senior terlihat marah melihatnya.
Kalian tidak punya 'kartu kredit ibu'? Itu mirip dengan uang.” Ucap Sim Ryung, Si senior tak terima ingin melawanya, tapi dengan kekuatan Sim Ryung hanya memukul dengan brosur membuat menjerit kesakitan.
 “Beraninya kau, dengan pakaian pengemis seperti itu!” teriak si ketua genk, Sim Ryung pun berhasil membuatnya melayang hanya dengan satu kali pukulan.
Berjanjilah. Kalau kau tidak akan mengganggu pelajar lainnya.”kata Sim Ryung dengan menekan bagian mulut anak lainya.,
Aku tidak... aku tidak mengganggu dia. Aku... aku... aku berteman dengannya (kata teman bila diucapkan terdengar seperti kata makan)”kata si anak ketakutan

Sim Ryung mendengarnya kaget karena mereka bisa memakan teman sendiri, mereka semuanya memilih untuk pergi dengan wajah ketakutan. Si anak yang tadi di minta uang pun ikut pergi karena takut. Sim Ryung berterikan akalu merkea tidak seharusnya memakan teman kalian seperti itu.
Teman yang lain melihat si ketua genk yang melayang di udara dengan memeriksanya lalu bertanya apakah keadaan baik-baik saja karena menurutnya wanita tadi itu sudah gila. Ponsel si wanita berdering dan meminta agar mereka diam.
Nyonya Jang menelp anaknya, Si anak berbohong kalau sedang ada di tempat kursus, Nyonya Jang pun percaya, berpesan agar  Jangan dekat-dekat dengan anak-anak yang nakal dan melihat dari kasus kakaknya, karena anak pertamanya yang baik hati di jebak dan membuatnya menderita, menurutnya tak penting ada anak gila yang bunuh diri lalu menutup telp karena ingin menaiki lift.


Di depan lift, Nyonya Jang melihat ponselnya seperti dikirim seperti pemainan games dengan mencoba kesempatan, dengan acuh mengabaikan dan masuk ke dalam lift. Saat itu Joon Jae dengan pakaian pilotnya masuk ke bersamanya. Tae O diatas gedung memberitahu kalau sudah menghentikan liftnya.
Nyonya Jang melihat liftnya berhenti di lantai 17, Joon Jae pun mendekatinya. Nyonya Jang mengingat wajah Joon Jae adalah orang yang menipunya Padahal mendengar kabar kalau Joon Jae sudah mati. Joon Jae meminta maaf dengan bangga mrasa kalau dirinya itu  cukup tak terkalahkan. Nyonya Jang mulai mengumpat pada Joon Jae yang berani datang menemuinya, saat itu Joon Jae mulai memainkan korek apinya dan tiba-tiba lampu didalam lift mati.
Gelap sekali disini. Apa aku harus menerangkan ruangan ini?” ucap Joon Jae menyalakan koreknya, saat itu Nyonya Jang pun melihat dengan jelas api didepanya seperti mulai terhipnotis.
Pintu lift sudah terbuka. Di belakangmu, Tapi di luar pintu itu, ada jurang tak berdasar.” Ucap Joon Jae, Nyonya Jang berjalan dan melihat seperti melihat diatas ketinggian gedung tanpa kaca.

Oh, perhatikan langkahmu. Kau nanti bisa melangkah kesana dan Ada tangan seseorang disana. Bukankah itu anakmu?” kata Joon Jae, Nyonya Jang melihat anaknya yang berpegangan tangan pada dinding gedung.
Min Jae menangis meminta tolong pada ibunya, Nyonya Jang panik ingin menolong anaknya, meminta agar memegang tangan ibunya dan berusaha naik, tapi Min Jae tak bisa menahan diri dan akhirnya terlepas. Nyonya Jang langsung menangis mengetahui anaknya yang harus terjatuh dari atas gedung.
Ingatlah rasa sakitmu mulai sekarang, yaitu Anak yang dibunuh oleh anakmu. Anak yang mati di lantai atas, lantai 17. Ibu dari anak itu sama sengsaranya sepertimu sekarang, dan selamanya mereka akan menderita.” Ucap Joon Jae, Nyonya Jang terus saja menangis.

Mulai sekarang mereka yang telah bersalah padamu..., dan kau akan melupakan kesalahan mereka semua. Bagi mereka yang menderita karenamu..., ingatlah perasaan sedihmu.”kata Joon Jae berjongkok didepanya. 


Lift akhirnya sampai di lantai 20, anak buahnya kaget melihat Nyonya Jang yang keluar dengan mata yang basah, memberitahu kalau liftnya tiba-tiba rusak. Nyonya Jang meminta agar segera mengHubungi Pengacara Seo, dan batalkan gugatan. Si anak buahnya kaget.
“Dan Juga, apa kau tahu informasi kontak ibu dari anak yang meninggal itu? Biarkan aku bertemu dengannya.” Ucap Nyonya Jang
Apa yang akan Anda lakukan saat bertemu dengannya nanti?” tanya anak buahya binggung.
Aku akan minta maaf.” Kata Nyonya Jang menangis, si anak buahnya kaget dengan perkataan atasanya merasa kalau sedang tidak sehat, Nyonya Jang memilik pergi. Si anak buah berpikir Nyonya Jang itu benar-benar psikotik.

Joon Jae akhirnya bisa keluar dengan melakukan misinya, Nam Do terlihat bahagia dan membahas kalau Joon Jae itu memiliki ajaran sesat ilmu saraf yaitu Hipnotis dari bidang medis buatan sendiri dan Bakat Heo Joon Jae belum berkarat sedikit pun menurutnya ini sangat hebat.
Karena kita berada di bidang pekerjaan yang tak bisa begitu dibanggakan..., maka aku sangat kasihan karena bakatmu ini tidak boleh diketahui dunia. Sungguh.” Ucap Nam Do, Joon Jae merendah merasa tak perlu seperti itu.
“Tapi...  Bagaimana kau bisa melakukannya? Hipnotis?”tanya Tae O, Nam Do menyuruh Joon Jae memberitahu saja karena si anak muda itu  begitu penasaran. Joon Jae mendekati Tae O yang terlihat benar-benar penasaran.
Begini cara awalnya yaitu Dengan indra penglihatan. Niat dan kontak mata saling terhubung. Saat nomor 17 muncul di pesan spam.... Itulah kondisi dimana hipnotis dapat berlangsung.” Ucap Joon Jae yang sengaja mengirimkan pesan pada ponsel Nyonya Jang.
Selanjutnya, pola interupsi [Menciptakan situasi yang sulit untuk diantisipasi, dan menghipnotis orang dengan menggunakan selang waktu dalam kesadaran.] dengan membuat ruangan jadi gelap” jelas Joon Jae yang sengaja mengeluarkan korek apinya.
Orang itu sekarang memasuki dunia fantasi yang kuciptakan. Tapi secara eksternal, dunia fantasi yang kubuat adalah seperti jurang maut.” Cerita Joon Jae dengan seolah-olah Nyonya Jang melihat anaknya yang berpegangan pada dinding gedung.
Semuanya dimulai dengan mata. Memandang, memulai bujukan.” Ucap Joon Jae sengaja mendekati Tae O, Tae O langsung ketakutan dengan memalingkan wajahnya.
“Dasar kau penakut,  Tidak semua orang bisa tertipu seperti itu.” ejek Joon Jae berjalan pergi dengan mengelus rambut Tae O seperti anak kecil. Nam Do lalu bertanya tentang arti “fashion interrupt” 


Sim Ryung mengambil beberapa pakaian dari tong sampah yang tidak terpakai, dengan bertanya apakah memang boleh mengambilnya. Si bibi mengatakan kalau tak boleh tapi ia sengaja  berjaga kalau ada orang yang lihat, jadi menyuruhnya untuk cepat pilih mana yang ingin diambil. Sim Ryung mencoba beberapa baju yang sudah dibuang oleh pemiliknya.
Perumahan ini perumahan orang kaya, jadi mereka suka buang barang-barang baru. Teman kita yang lain pada ke Stasiun Seoul semu setelah tahu kabar kalau ada makan siang gratis disana..., tapi aku tak bisa meninggalkan Gangnam. Jika kau kelaparan, ya kau kelaparan..., tapi aku tak bisa kalau fashion-ku tidak diperbaharui terus.” Cerita Si bibi pengemis
Tapi melihatmu pakai baju seperti itu, aku bisa menahan diri sekarang. Buat perempuan tinggi seperti kita ini, apapun yang kita pakai kelihatan bagus. Lalu Darimana asalmu?” ucap si bibi mendekati Sim Ryung.
Kolam. (orang tunawisma biasanya tahu kalau kolam itu artinya "seberang laut)” kata Sim Ryung yan memang beralas dari air.

Oh! Seberang laut. Aku tahu tempat itu! Waktu masa mudaku dulu, tidak ada tempat selain Milan dan Paris untuk beli barang mewah. Kemudian aku bangkrut dan meskipun aku mengacaukan diriku sendiri dengan hidup di jalanan sekarang ini..., tapi Aku tidak menyesal sama sekali.” Cerita si bibi
Ia pun bertanya alasan Sim Ryung datang ke Seoul.  Sim Ryung mengaku ingin mencari Heo Joon Jae. Si bibi bertanya apakah itu pacarnya dan tinggal dimana, apakah di Daechi-dong atau Chungdam. Sim Ryung hanya tahu kalau Joon Jae mengatakan tinggal di Seoul. Si bibi menanyakan nomor telpnya, tapi Sim Ryung pun binggung.
Si bibi berpikir Sim Ryung itu ditinggalkan begitu saja oleh si pria dan kabur, tapi tidak menyadari hal itu dan datang ke Seoul dan menyuruhnya agar harus tetap menyamar,  lalu bertanya apakah pria itu tidak pernah mengobrol dengannya  mengenai tempat-tempat tertentu sebelumnya dengan Secara tak sadar, meninggalkan petunjuk dimanapun jadi  Sim Ryung harus pergi ke tempat-tempat seperti itu dan cari tempat disana.


Sim Ryung berada di sebuah halte bus dalam tanganya tertulis “63 Building” lalu melihat setiap bus yang lewat dan menemukan bus menuju ke tempat yang itu tujunya. Ia melihat beberapa orang naik hanya menempelkan sesuatu dan bisa masuk ke dalam bus. Sim Ryun mengikutinya dengan nempelkan jaketnya, bahkan kulit kerangnya.
“Apa Kau tidak punya kartu bus?” tanya sopir bus, Sim Ryung mengelengken kepala. Si sopir bus bertanya apakah Sim Ryung memiliki uang. Sim Ryung teringat dengan uang yang diberikan oleh si anak kecil.
Sopir bus melihat uang itu tak cukup, Sim Ryung memberikan wajah melasnya, si sopir pun menyuruh agar meninggalkan uang itu dan duduk. Sim Ryung yang pertama kali menaiki bus melonggo dan sengaja membuka jendela untuk melihat keluar jalan. 

Joon Jae duduk dibalkon rumah sendirian, dengan memegang gelang yang ada ditanganya. Seperti ia berusaha mengingat darimana mendapatkan gelang tersebut, wajahnya terlihat gundah.
Sementara Sim Ryung sampai ke gedung 63, dengan mendongakan kepalanya bertanya-tanya apakah kalau sampai ke bagian atas gedung akan melihat Heo Joon Jae.
Manager dan anak buahnya, berjalan pulang sambil berpesan pada semuanya agar bisa bersiap besok karena Restrukturisasi tetaplah restrukturisasi dan Juga kembang apinya, karena Orang pasti akan berdatangan, Anak buahnya mengerti. Saat itu Sim Ryung berjalan masuk tanpa ada yang mengetahuinya.
Seorang perkerja hanya meninggalkan jam buka akurium mereka besok. Sim Ryung berjalan masuk dan melihat sebuah akurium besar dengan wajah senyuman kalau berpikir akan mati karena kelaparan. Ia pun berlari dan akhirnya masuk ke dalam akurium besar melihat ikan yang banyak seperti teman-temanya agar bisa memakanya. 

Si Ah melihat Nyonya Mo yang sedang memasak lalu bertanya apakah sudah selesai. Nyonya Mo bertanya Apa itu untuk seseorang yang ulang tahun. Si Ah membenarkan,  Nyonya Mo mengingat kalau hari ini adalah hari ulang tahun anaknya juga. Si Ah seperti tak peduli mendengarnya.
Oh, apa yang kau masukkan ke dalam sup rumput laut?”tanya Si Ah
Bulu babi. Anakku juga suka sup rumput laut dicampur bulu babi.” Kata Nyonya Mo, datang Jin Joo yang selalu sinis pada Si Ah
Kau mau memberikannya pada siapa? Ah... Apa pada Pria tampan yang tak kunjung jatuh cinta padamu?” ejek Jin Joo, Si Ah tak memperdulikanya.
Tolong taruh sup-nya ke dalam termos, dan lauknya yang lain, masukkan saja ke dalam kotak bento.” Ucap Si A pada nyonya Mo dan beranjak pergi.
Agasshi.... Kau tidak bisa merayu laki-laki seperti itu. Kalau kau mau membawakan makanan lagi, lebih baik kau perawatan Botox saja. Aku cuma bilang begitu agar kau lebih mencintai dirimu sendiri.” Ejek Jin Joo, Si Ah pun akhirnya membalikan badanya  
Aku jadi relawan di salah satu tempat belajar, dan ada anak yang ulang tahun. Karena itu aku membawakan makanan untuknya. Siapa juga yang mau merayu seorang pria dengan membawakan makanan? Kekanak-kanakan sekali.” Kata Si Ah membela diri 

Tapi Si Ah sebenarnya memberikan supnya pada Joon Jae yang membaringkan tubuhnya di meja makan, ia mengaku  memasaknya dan ada bulu babinya juga, dan  tak tahu apa Joon Jae bakal suka atau tidak. Joon Jae mengeluh dengan Si Ah yang mengetahui tempat tinggalnya pada masih baru pindah.
Aku tahu saat  bicara dengan Nam Doo Oppa.” Ucap Si Ah, Joon Jae mengeluh memang Nam Doo itu Manusia tak dapat dipercaya itu lalu mencoba sup rumput laut yang dibawa Si Ah, tiba-tiba ia terdiam seperti mengingat sesuatu.

Flash Back
Joon Jae duduk bersama dengan ayah dan ibunya menikmati sup rumput laut. Nyonya Mo mengucapkan selamat ulang tahun untuk putra kesayanganya. Joon Jae pun memastikan ibunya kalau mereka akan kesana har ini. Nyonya Mo membenarkan.
Ayahmu sibuk lagi hari ini, jadi hanya kita berdua saja yang pergi, mengerti?” ucap Nyonya Mo, Joon Jae menganguk mengerti.
Kau mau kemana?” tanya Tuan Heo penasran, Joon Jae mengatakan kalau itu rahasia. Ketiganya terlihat seperti keluarga yang bahagia. 


Nam Doo datang melihat sup rumput laut, lalu bertanya apakah Si Ah yang bawakan makanannya. Si Ah memberitahu kalau hari ini adalah ulang tahun Joon Jae, Nam Doo tak percaya dengan membanggakan Si Ah kalau kesan pertama dari penampilanya tak terlihat seperti perhatian,
tapi ternyata dia bisa juga jadi calon istri yang baik, 'kan? Terlihat sangat Indah sekali kau tata makanan ini” Puji Nam Doo, Si Ah terlihat malu-malu menerima pujianya.
Hei, ini hari ulang tahunmu, jadi kau perlu merayakan pesta, pesta ulang tahun. Ada bar anggur yang enak di Kyungridan-gil, Airnya juga (=gadis cantik) bagus! Pesan tempatnya” ucap Nam Doo
Aku sudah punya janji.” Kata Joon Jae menolak, Nam Doo heran dengan Joon Jae yang selalu seperti itu saat ulang tahunnya tiba  menjadi sentimental sendiri.
 “Kau mau kemana? Siapa yang mau kau temui? Dia bisa bergabung dengan kita! “ ucap Nam Do penasaran, Joon Jae bertanya apakah Nam Doo merasa sangat bosan, Nam Doo membenarkan.
Kalau begitu pergi saja ke bar anggur bersama Si Ah. Pergi ke sana dan berpestalah Atau pergi dengan Tae Oh.” Ucap Joon Jae lalu merasa sudah kenyang dan mengucpkan terimakasih atas makananya. 

Si Ah pun dengan sikap ramah mengucapkan selamat ulang tahun dan berharap agar janji pertemuannya menyenangkan. Nam Doo mengeluh ternyata Joon Jae tidak akan termakan dengan ucapan manis dan memang kepala batu dengan memberikan beberapa lembar uang.
Joon Jae tidak akan bertemu dengan seorang wanita, 'kan? Apa dia punya pacar?” ucap Si Ah curiga
Tidak mungkin Sulit bagi orang berkepala batu begitu punya pacar. Dia tidak bisa memutuskan atau tetap fokus. Dia akan membiarkan tiap wanita melewati batas itu...,tapi ternyata tidak ada satu wanita pun yang pernah bisa melewati batas itu. Tapi apa benar kau yang memasak ini semua?” ucap Nam Doo makan semua makanan
“Apa Kau pikir aku mau masak beginian? Wanita pelayan itu yang memasaknya.” Ucap Si Ah sinis 

Nyonya Mo menatap foto anaknya yang terlihat masih kecil, mereka pergi ke dalam sebuah akurium. Ia mengingat saat itu mengambil gambar didepan akurium.
Flash Back
Joon Jae berlari setelah mengambil gambar dengan ibunya, Nyonya Mo memanggilnya agar mereka bisa pergi bersama. Joon Jae mengatakan akan bermain sampai pintunya tertutup lalu berlari masuk ke dalam, Nyonya Mo meminta anaknya berhati-hati dan akan menyusulnya. 

Joon Jae berada ditempat yang sama saat pergi bersama dengan ibunya, seperti sangat merindukan ibunya yang tak pernah ditemuinya. Suasana akurium terlihat sangat ramai, salah seorang anak kecil melihat ada putri duyung dalam akuarium. Si ibu pun melihat Sim Ryung si putri duyung ada dalam akurium.
Tapi masih ada sisa 30 menit lagi sampai acara putri duyung. Apa memang sudah dimulai?” ucap Ibu si anak binggung.
Ibu... Putri duyungnya... memakan ikan-ikannya.” Kata si anak ketakutan karena Sim Ryung memakan langsung ikan-ikan yang ada di dalam akuarium
Tidak mungkin. Putri Duyung berteman dengan ikan. Dia tidak pernah memakan mereka.” Kata ibunya tak percaya, tapi si anak terlihat ketakutan. 

Si manager pergi ke bagian atas akurium dan sempat terpeleset, lalu bertanya-tanya Apa penyelamnya sudah masuk ke air, padahal Acaranya belum mulai. Anak buahnya pikir seperti itu. Tapi mereka melihat salah seorang wanita dengan mengunakan kostum duyung dengan dibantu berjalan untuk masuk kolam.
Siapa itu? Siapa yang masuk ke dalam?” teriak si manager binggung.
Sim Ryung menjadi sorotan, beberapa pengujung mengambil gambarnya, saat itu ia melihat Joon Jae yang berjalan melewati akuriumnya. Sim Ryung mencoba memanggil tapi Joon Jae tak menyadarinya. Sampai akhirnya Joon Jae berhenti melangkah dan melihat ke arah Sim Ryung, tapi seperti tak mengenalnya jadi pergi begitu saja. 

Petugas mendatangi manager bertanya apakah orang masuk ke dalam air. Manager membenarkan dan bertanya kenapa hal ini bisa terjadi, bahkan  Di hari penting kita melakukan rekonversi menurutnya itu pelanggaran keamanan tingkat besar.
Sim Ryung keluar dari akuarium, si wanita melihat dengan wajah kesal seperti perkerjaanya diambil. Manager bertanya apakah Sim Ryung  adalah orang yang masuk ke dalam air dan melakukan atraksi putri duyung. Sim Ryung binggung. Si Manager kembali bertanya kenapa Sim Ryung bisa masuk, tapi Sim Ryung hanya diam ketakutan. 

Joon Jae menerima pesan dari Nam Do Tebak siapa yang aku temui di Itaewon. Aku bertemu Tomas. Katanya dia akan membunuhmu kalau melihatmu. Ia tersenyum melihat foto Thomas yang memegang pisau seperti ingin membunuhnya.
Aku juga mengamankan foto yang meyakinkan bahwa kau bertemu  seorang perempuan di Spanyol. Apa kau berencana masih menyangkal hal itu?” Joon Jae melihat foto yang sengaja diambil Thomas dan melihat wajahnya mirip dengan putri duyung yang dilihat sebelumnya.
Si wanita menyuruh pihak kemananan agar menangkap wanita itu dengan menuduhnya sebagai seperti mata-mata perusahaan. Joon Jae berlari mencari-cari putri duyung yang sebelumnya seperti memanggilnya. Sim Ryung berlari dan tak sengaja menabrak anak kecil lalu meminta maaf.
Joon Jae menoleh ke belakang dan melihat Sim Ryung, wanita yang dicarinya ternyata tak jauh darinya. Ia pun berjalan mendekati Sim Ryung dengan saling menatap. Sim Ryung menahan air matanya karena berhasil bertemu dengan Joon Jae. 

Flash Back
Di tepi pantai, Sim Ryung menatap Joon Jae yang tak sadarkan diri lalu meminta maaf karena menciumnya dan membuat semua kenangan bersamanya hilang, lalu memberikan gelang yang dipakainya pada Joon jae karena tahu Joon Jae menyukainya.
Kau mungkin tidak akan mengingatku. Walaupun begitu...,aku akan menepati janjiku. Aku yang akan menemuimu. Bahkan melalui hujan badai berangin pun, meskipun matahari bisa membakar kulitku..., Meskipun aku kesepian dan tak ada orang di sisiku, dan meskipun itu  tempat yang belum pernah kutuju sebelumnya...,Aku akan menanggung semuanya... dan akan kupastikan aku menemuimu.” Ucap Sim Ryung sambil menangis.
Joon Jae terbangun dari sadarnya setelah mendengar bisikan kalimat “Aku mencintaimu.” Wajahnya pun terlihat kebingungan karena berada di pantai dan tak mengingat apapun kenangan dengan Sim Ryung sebelumnya.
bersambung ke episode 3
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        

2 komentar:

  1. Himne bak diyah!
    Dn bak dian juga....
    Jun ji hyun....chuaaaaaaaaa

    BalasHapus
  2. Himne bak diyah!
    Dn bak dian juga....
    Jun ji hyun....chuaaaaaaaaa

    BalasHapus