Jumat, 18 November 2016

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC
Beberapa atlet terlihat berlatih mengangkat beban. Seorang wanita duduk sendirian seperti sedang berkonsetrasi.
Orang-orang bertanya padaku... kenapa aku menjadi seorang atlet angkat besi. Ayahku membawaku ke arena angkat besi ketika aku berumur 10 tahun, dan anehnya aku suka bau besi... dari barbelnya. Itulah saat aku memutuskan... untuk menjadi seorang atlet angkat besi.
Bok Joo memakaikan pelindung untuk tangan dan bersiap masuk ke dalam arena pertandingan, terdengar dari pengeras suara Kim Bok Joo dari Universitas Olahraga Haneol... sekarang akan melakukan percobaan ke-3 untuk mengangkat 115 kg.
Sebagai atlet muda yang membuat sejarah, aku tumbuh bersama angkat besi. Aku mengangkat dan melempar barbel ribuan kali, dan aku sudah melukai tanganku ratusan kali. Aku menyeka ribuan liter keringat... dan air mata. Dan... Aku akan segera tampil.

Disebuah restoran ayam, Kim Dae Ho sibuk dengan mengantarkan pesanan ayam pada pelangaan matanya tertuju pada siaran olahraga yang menampilkan Bok Joo sebagai atlet angkat besi. Beberapa meminta agar memindahkan saluran TV, Dae Ho menyuruh mereka makan saja dan tak perlu memperdulikanya.
Bok Joo sudah ada diatas panggung bersikap mengangkat besi, dua pelatih terlihat tegang. Dengan posisinya, Bok Joo mengangkat besi dipundaknya lalu dengan kekuatanya mengangkat dengan  dua tanganya. Wasit mengangkat benda tanda berhasil. Semua orang langsung menjerit bahagia mendengarnya.
Dae Ho yang menonton dirumah pun ikut menjerit, Tuan Kim Chang Gul berteriak bahagia karena Bok Joo memenangkan medali emas lalu dengan bangga memberitahu semua pelanggan kalau Bok Joo adalah putrinya. Dan Dae Ho pun mengaku kalau Bok Joo adalah sepupunya. 

Bok Joo pun menerima mendali emas, seorang atlet memuji kerja keras Bok Joo dan mengucapkan selamat dengan bertemu nanti Pusat Latihan Nasional Taereung. Bok Joo mengaku atlet tersebut adalah panutanya dan  berjanji  akan bekerja lebih keras lagi. Mereka pun foto bersama dengan Bok Joo yang memperlihatkan medali emas yang diraihnya.
Aku Kim Bok Joo, gadis 21 tahun yang cantik...dan sejarah dalam dunia angkat besi.

Semua atlet renang pria sudah siap dalam posisinya, suara komentator “Kita berada di Stadion Berenang Olympia, dimana Kompetisi Berenang Nasional Piala Presiden yang ke-35 digelar. Grup D sedang melakukan... babak penyisihan dari kategori  jarak 200m untuk Pria saat ini.
Terlihat seorang atlet pria dengan tubuh kekarnya, ikut berlomba dan tanda peluit dibunyikan semua langsung masuk dan melakukan gaya bebas untuk lomba renang.
Di jalur kelima, kita punya Jung Joon Hyung dari Universitas Olahraga Haneol. Dia memulai dengan kecepatan yang luar biasa. Bisakah kau mememberitahu kami lebih banyak tentang dia?” ucap penyiar wanita
Dia memiliki catatan yang bagus saat latihan. Dia adalah seorang bintang. Sayangnya, di kompetisi sebelumnya, dia.... di diskualifikasi karena gagal start.” Kata komentator pria
Joon Hyung  akhirnya menjadi yang pertama dalam babak penyisihan Grup D dengan catatan waktu 0,15 detik lebih cepat dari  Choi Tae Hoon dari Grup A yang memilik catatan tercepat di Korea. Terlihat Joon Hyung bahagia bisa lebih cepat dari yang lainya. 

[EPISODE 1 – APA YANG KITA LAKUKAN TENTANG ORANG YANG KITA BENCI?]

Semua atlet angkat besi berlatih kekuatan fisik mereka dengan berlari mengelilingi lapangan, Bok Joo bersama dengan atlet lainya terlihat paling belakang berlari mengelilingi  lapangan dengan melihat atlet pria yang berbadan kekar.  Pelatih Yoon Duk Man melihat semua anak didiknya dengan baik, lalu menyuruh pelatih wanita Choi Sung Eun agar bisa melihat latihan Bok Joo.
Bok Joo terlihat mencoba mengangkat besi tapi tanganya terlihat tak kuat dan melepaskan begitu saja. Pelatih Choi menyuruh Bok Joo agar menahanya dan melihat Kaki belakangnya bergetar dan mungkin tidak memiliki otot yang cukup jadi harus melakukan olahraga lagi. Pelatih Yoon mengajak semua berkumpul untuk menyudahi latihan pagi mereka. 

Sebagai Pelatih kalian, ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Kalian lihat, bagaimana finish-nya sama pentingnya dengan kalian memulainya. Ketika aku masih seorang pemain seperti kalian, maka aku selalu menyalakan dan mematikan lampu di gym. Kenapa? Apakah aku pemain yang buruk?” ucap Pelatih Yoon, Semua menjawab tidak
Kepribadian sama pentingnya dengan bakat, dan...” kata Pelatih Yoon langsung disela oleh Pelatih Choi
Intinya, jangan lupa mematikan lampu. Kalian mengerti?” ucap Pelatih Choi tak ingin bertele-tele. Semua menjawab mengerti. Setelah itu mereka pun bubar untuk melakukan kegiatan masing-masing. 

Bok Joo menganti sepatunya, lalu bertanya pada Lee Sun Ok dengan menu makan siang hari ini. Sun Ok menyebut Tumis daging babi, sup tauge,  kacang, ikan teri, dan yoghurt. Bok Joo melotot mendengar  tumis daging babi. Jung Nan Hee, si wanita dikunci dua pun mengajak mereka makan  tiga piring.
Saat itu semua akan bergegas pergi, Pelatih Yoon  tiba-tiba memanggil semua atletnya memberitahu Ada acara di aula hari ini. Ketiga wanita dan lainya menjerit kesal karena harus ada lagi.

Terlihat semua atlet angkat besi mengangkat kursi untuk dibawa ke aula,  Bok Jo mengeluh karena mereka harus selalu melakukan ini setiap ada acara merasa kalau atlet angka besi itu pembantu. Nan Hee pikir bukan Cuma mereka yang kuat tapi Atlet judo, lempar besi dan mendayung memiliki paha yang besar.
Mereka semua memenangkan begitu banyak medali emas dalam kompetisi nasional sebelumnya.” Kata Sun Ok, Bok Joo mengajak mereka agar lebih  bekerja lebih keras. Nan Gil setuju. 


Di ruang ganti pria, Joon Hyung terlihat sedih serius seperti mencoba konsentrasi, tapi pada kenyataanya ia sedang serius bermain games dalam ponselnya, lalu menjerit kesal ketika kalah bermain. Terdengar suara dari komentator.
Kompetisi finalnya akan segera dimulai. Aku tidak sabar untuk melihat pertandingan antara dia dan Choi Tae Hoon.
Semua atlet sudah masuk ke kolam renang, Joon Hyung melepaskan sandal dan juga jaketnya. Komentator memberitahu Berdasarkan catatan pada babak penyisihan, Jung Joon Hyung berada di garis keempat dan Di garis kelima, di sebelah kirinya, tempat Choi Tae Hoon.
Ini hanya catatan dari babak penyisihan, tapi aku masih bisa merasakan... kecemasan Tae Hoon. Pertandingan finalnya... akan jadi sangat menarik.” Ucap Komentator pria
Joon Hyun mulai naik ke tempatnya, saat itu seperti kupingnya merasakan sesuatu yang mendengung ditelinganya. Kepalanya pun terasa sakit dan mencoba untuk mengatur nafasnya, seperti merasakan gangguan kecemasaan yang berlebihan. Tae Hoon melihat disampingnya, sebelum peluit berbunyi Joon Hyung sudah lebih dulu masuk ke dalam kolam renang membuatnya kembali didiskualifikasi 

Joon Hyung terlihat masih kesal, saat itu dua orang pria datang mendekatinya. Seorang pria memberitahu kalau ia adalah Choi Tae Hoon dan pelatihnya, mengajak untuk bicara. Joon Hyun pikir merkeka sudah bicara, akhirnya mereka pun berbicara di luar stadion.
Kami punya sebuah permintaan. Bisakah kau menjadi pasangan latihan Tae Hoon secara pribadi?” ucap pelatihnya, Joon Hyung binggung maksud  pasangan latihan pribadi
Tae Hoon tidak suka berlatih di Taereung. Aku pikir dia membutuhkan sedikit latihan pribadi.” Jelas pelatihnya
Akan lebih menyenangkan untuk berlatih bersama seseorang yang catatannya hampir serupa. Kita akan bisa memotivasi satu sama lain. Ini akan jadi situasi yang sama-sama menguntungkan.” Ucap Tae Hoon bangga, Joon Hyung pikir suatu kehormatan baginya.
Orang yang tidak ada apa-apanya sepertiku jarang bisa berlatih bersama bintang dunia sepertimu. Tapi... Aku punya masalah untuk bangun pagi jadi Kita tidak bisa berlatih pagi hari. Aku juga harus meluangkan waktuku di akhir pekan, serta sensitif terhadap perubahan, jadi ingin kita berlatih di sekolahku. Bisakah kau mengabulkan syaratku?” kata Joon Hyung
Tae Hoon dan pelatihanya terdiam, Joon Hyung pikir mereka tak bisa melakukanya lalu pamit pergi. 

Semua atlet angka besi membawa kursi plastik ke aula terlihat para atlet senang sedang berlatih, Bok Joo melihat beberapa atlet senang meminta agar minggir karena mereka harus menyusunnya sekarang. Tapi semua atlet senam malah diam saja bahakan seperti mengejek Bok Joo dkk.
Hei, pesenam. Jangan menghalangi kami. Apa kau tuli?” teriak Bok Joo kesal
“Hei... Angkat besi.... Jangan mengganggu dari latihan mereka. Mulailah dari sana.” Teriak pria bagian pengawas. Semua atlet senang tersenyum bahagia karena mendapat pembelaan.
Bok Jo dkk pun mulai menyusun bangga dari bagian lainya, semua atlet senam mengejek atlet angka besi yang berani mengganggu dan menyuruh agar memindahkan kursinya saja. Sun Ok mendengar atlet senam yang mengejek mereka, Nan Hee mengumpat kalau semua atlet senam itu licik.
Mereka sangat kecil. Jangan membuang energi kita untuk mereka.” Ucap Bok Joo mulai menyusun kursi, Saat itu sebuah bola mengenai kepala Bok Joo beberapa atlet senam yang melihatnya tertawa mengejek karena merasa Bok Joo pantas mendapatkan itu.
Maafkan aku. Bisakah kau mengambilkan bola itu?” ucap salah satu atlet, Bok Joo seperti menahan amarahnya, mengambil bola dan bersiap-siap untuk melemparnya. Semua atlet senam sudah menjerit ketakutan melihatnya, Bok Joo melempar sangat jauh dengan sengaja lalu berpura-pura meminta maaf karena gagal mengontrol pergerakannya. 


Akhirnya semua kursi pun sudah di jejer rapih dalam aula, Bok Joo mengangkat kursi saat itu seorang atlet senam dengan sengaja menyelengkat kakinya, Bok Joo pun terjatuh dengan mendorong semua kusi yang sudah berjejer rapih. Dua temanya kaget membantu Bok Joo bangun, Atlet senam dan atlet besi pun saling menatap sinis.
Joon Hyung terlihat asyik mengayuh sepedanya masuk ke universitas olahraga Haneul, Bok Joo dkk pun selesai mengangkat bangku dan terlihat wajah Bok Joo yang cemberut mengingat kejadian dalam aula. Nan Hee mengeluh baru saja makan tapi sudah merasa lapar dan mengeluarkan sosis dalam jaketnya. Sun Ok melihat Bok Joo menyuruhnya agar tetap bersemangat.
Ini seperti melakukan hal yang sia-sia.” Kata Suk Ok, Tapi Bok Joo berpikir semua akan jadi lebih baik tapi mengingat kejadian tadi  sangat memalukan.
Haruskah aku keluar saja? Haruskah aku membunuh diriku sendiri?” kata Bok Joo frustasi
“Sudahlah.. Tidak apa-apa. Mereka akan membicarakan tentang itu untuk beberapa hari kedepan dan akan melupakannya.” Kata Nan Hee lalu melihat sosis yang ada ditanganya.
Aku tidak biasanya melakukan ini, tapi Makan sosisnya... dan bersemangatlah.” Ucap Nan Hee, Bok Joo hanya diam saja, dua temanya pun memberikan semangat dengan berteriak “Peri Angkat Besi Kim Bok Joo... Kau sangat cantik, Bok Joo.
Bok Joo menyuruh menghentikanya, lalu karena Nan Hee memaksanya jadi akan makanya. Sun Ok heran dengan Nan Hee itu menyimpan banyak sosis seperti orang yang sangat terobsesi dengan sosis. Bok Joo mulai membuka kulitnya dengan wajah bahagia. 


Saat itu Joon Hyung membelokan sepedanya tanpa melihat Bok Joo yang sedang berjalan, akhirnya sepedanya pun oleng lalu terjatuh dan Bok Joo yang kaget pun terjatuh. Joon Hyun melihat sesuatu yang tergeletak di jalan seperti potongan jari yang putus, tapi ternyata hanya potongan sosis.
Aku pikir jarinya terputus” kata Joon Hyun panik dan menanyakan keadaan Bok Joo
Aku tidak apa-apa, tapi sosisku mati. Kau harusnya pelan-pelan dan melihat ke depan.” Ucap Bok Joo kesal menujuk sosis yang terletak di tanah.
Apa kau mau aku mengekspresikan rasa berdukaku atau sejenisnya?” sindir Joon Hyung heran, Bok Joo terlihat kesal.

Ngomong-ngomong, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Kau terlihat tidak asing. Aku yakin kita pernah bertemu sebelumnya.” Ucap Joon Hyung mendekatinya, Bok Joo binggung karena merasa tak pernah mengenalnya.
Dia ada di koran beberapa kali bahkan Di mading sekolah, juga.” Kata Nan Hee berdiri didepan Joon Hyung membanggakan Bok Joo, Joon Hyung seperti tak peduli. 
Apapun itu, maafkan aku atas kehilanganmu. Aku permisi sekarang.” Kata Joon Hyung akan pergi, tiba-tiba Nan Hee menahanya.
Ini mungkin terdengar aneh ... tapi, apakah kau menyukai Messi?” kata Nan Hee dengan gaya genitnya, Joon Hyung binggung begitu juga dua temanya.

Nan Hee pikir memang aneh, lalu tak mau membahasnya dengan memberikan semua sosisnya dan mempersilahkan Joon Hyung pergi. Dua temanya heran, Bok Joo terlihat kesal karena merasa Joon Hyung sangat tidak sopan karena harusnya meminta ganti rugi untuk sosisnya. Tapi Nan Hee melihat Joon Hyung itu pria yang “hot”
Dia terkenal sebagai perenang yang tampan.” Kata Sun Ok
Tidak mungkin. Dia benar-benar  terlihat biasa saja Dia tidak terlihat spesial sama sekali.” Ucap Bok Joo sinis
Nan Hee, apa yang kau katakan tentang Messi? Kau tadi bilang “Apa kau menyukai Messi?” tanya Sun Ok mengikuti gaya yang centil.
Itu adalah tips yang bagus,. Pria tertarik dengan wanita yang memiliki  ketertarikan yang sama dengan mereka. Pria menyukai olahraga apalagi sepak bola. Jika seorang wanita menyukai Messi, maka pria pasti ingin minum bersamanya.”jelas Nan Gee
Itu masuk akal. Bukankah itu terasa meyakinkan?” kata Bok Joo mengangguk setuju.
Kau mengatakan kata-kata yang tidak berarti dengan cara yang serius. Jangan berekasi. Itu semua tidak ada artinya.”ejek Suk Ok lalu pergi. Nan Gee pun mengikutinya.
Bok Joo mencoba dengan mengikuti gaya bicara Nan Gee, tapi seperti terdengar aneh. Ketika akan pergi melihat sebuah sapu tangan terjatuh, lalu mengejek kalau Joon Hyung itu memiliki selera yang aneh dengan sapu tangan wanita yang sudah lusuh, lalu berpikir kalau pria itu cabul. 

Seorang dokter memijat bagian paha Joon Hyung, bertanya apakah ia gugup tentang kompetisinya karena pahanya sangat kaku. Joon Hyung mengaku bukan itu masalah tapi sangat kaget karena sosis. Sang dokter binggung, Joon Hyung pun tak mau membahasnya.
Kau menikmatinya, kan?” goda Joon Hyung melihat dokter yang memijatnya penuh perasaan,
“Hei... Maafkan aku,.... tapi aku tidak merasakan apapun.” balas Dokternya.
Itu tidak mungkin. Bukankah paha seperti ini membuat hatimu berdebar?” ejek Joon Hyung
Aku harap seseorang bisa membuat hatiku berdebar.” Ucap Dokter yang selesai memberikan pijatan.
Ia memberikan pesan agar Joon Hyung Berhati-hatilah hari ini, serta memijat sebelum tidur. Joon Hyung mengerti dan mengucapkan terimakasih pada sang dokter, ketika akan pergi mencari sesuatu dalam tasnya dan terlihat kebinggungan. Dokter bertanya apakah Joon Hyun sedang mencari sesuatu. Joon Hyun menyangkalnya dan bergegas pergi dengan wajah kebingungan. 


Senior dalam atlet senam bertemu dengan dua juniornya, merasa tak ada yang mungkin tahu, salah seoranb junior mengakus sudah mengembalikan semua cuciannya. Senior menegaskan kalau barangnya itu  memesannya dari Kanada. Lalu salah seorang menduga  anak-anak itu, Si senior bertanya apa maksudnya.
Para atlet angkat besi itu. Baju-baju Milik mereka gampang rusak, jadi mereka sering menggunakan milik kita. Pernah sekali baju kita tertukar dengan mereka.” Kata si junior,
Si senior melihat dua atlet angka besi yang bertubuh tambun dan langsung memanggilnya, bertanya apakah mereka anak baru. Dua anak itu pun mengangguk. Si senior senang bertanya apakah mereka melihat celana ketatnya dan apakahtidak tercampur dengan baju mereka. Dua atlet mengelengkan kepalanya. Si senior tak percaya.
Hei, apa yang kau lakukan pada mereka?” teriak Bok Joo melihat dua juniornya, keduaya pun mendekati Bok Joo.
Celananya hilang, dan dia menuduh kita mengambilnya. Kami benar-benar tidak menggunakan mesin cuci mereka... karena mereka telah mengecam kami tentang hal itu.” kata si junior angkat besi mengadu.
Apa kau benar-benar menuduh mereka?”tanya Bok Joo,Si senior senam membenarkanya.
Apa kau punya bukti?” tantang Bok Joo, Si senior mengaku kalau  tidak membual.
Apa kau punya bukti untuk membuktikan kalau mereka mengambilnya?” tanya Bok Joo
Aku tidak punya bukti, tapi mereka punya sejarah melakukan itu. Sudah berapa kali kalian menyelinap masuk dan menggunakan mesin cuci kami?” sindir Si senior
Itu saja tidak cukup untuk  memenjarakan siapapun. Kau memerlukan bukti. Inilah bukti nyata kenapa lingkungan kita tidak pernah berkembang. Semuanya melarang seorang mantan narapidana memulai kehidupan barunya dengan rasa percaya diri. Jangan berani kau mengganggu teman-temanku. Mengerti?” ucap Bok Joo lalu mengajak dua juniornya pergi,Keduanya pun memuji Bok Joo yang berani melawan anak atlet senam. 

Dae Ho membawakan ayam untuk tiga gadis yang makan direstoran, semuanya pun bersulang dengan meminum soju. Bok Joo membahas tentang anak-anak senam menuduh mencuri baju mereka bahkan dengan wajah sinis. Nan Hee juga heran dengan para wanita kurus itu yang senang sekali memberi mereka masalah.
Kenangan tidak menyenangkan kita dengan mereka kembali lagi setelah sekian lama” kata Sun Dok
Flash Back
Beberapa atlet angkat besi berada diluar ruangan dan wanita dengan tubuh langsung mengunakan baju training warnah pink, berdiri didepan gedung. Dan papan nama berubah menjadi gedung atlet senang dengan wajah pelatih dan anak buahnya terlihat gembira.

Tempat yang digunakan departemen senam untuk berlatih dulunya adalah ruangan milik angkat besi” cerita Sun Ok, Nan Hee pikir itu  saat Asian Games
Mereka meraih medali emas dan mengambil alih tempat kita. Para senior kita sangat marah.” Cerita Sun Ok
Flash Back
Saat lomba lari, atlet dari angka besi bisa mendahulu tapi tepat didepan garis finish kakinya tersandung dan akhirnya terjatuh. Para pria memberikan selamat pada semua atlet senam dengan bahagia, sementara melewati atlet angka besi mengejek baju yang mereka gunakan itu anjing atau beruang karena tubuh mereka yang besar.
Setiap kita bertemu, para pria membandingkan dengan mereka dan mempermalukan kita semua” cerita Sun Ok

Apa kalian ingat tahun lalu? Itu bukan apa-apa dibandingkan Hari Goo Seul.” Kata Nan Hee, Bok Joo seperti mengingat “Hari Goo Seul
Flash Back
Goo Seul wanita bertubuh tambun berteriak memanggil Joo Sang. Joo Sang, dengan berkata kalau bisa keluar dari angkat besi dan mengucapkan selamat tinggal kalau memang menginginkanya, bahkan  bisa memakai make up dengan berteriak bertanya apa masalahnya dengan Joo Sang.
Apa itu yang tidak kau suka dariku Atau apakah ini masalahnya?” teriak Goo Seul, semua atlet mencoba menahanya
Para atlet senam baru keluar, Goo Seul yang penuh amarah menyalahkan salah seorang atlet merasa kalau itu adalah  biang masalahnya. Sambil mengumpat si wanita yang  menggoyakan ekornya seperti seekor rubah dan menggoda Joon Sang, semua atlet mencoba menarik Goo Seul untuk pergi. 


Goo Seul menghabiskan sepanjang tahun... untuk membujuk pria itu dari lapangan untuk berkencan dengannya, dan gadis pesenam itu mengambilnya darinya.” Cerita Nan Hee geram
“ Dia akhirnya diusir dari asramanya setelah itu.” ucap Sun Ok
“Tapi Sejak itu terjadi, performanya juga memburuk.” Kata Bok Joo
Sun Ok tahu Semua orang memiliki harapan besar padanya sebelum kejadian itu. Nan Hee merasa semua wanita itu terlalu berlebihan, Bok Joo seperti terkesima dengan melihat daging ayam yang besar. Nan Hee melihat mereka sudah menghabiskan ayamnya, Bok Joo ingin mengambilnya tapi Dae Ho sudah datang dengan ayam gorengnya. Semua terlihat bahagia dengan memujinya.
Ini ayam keempat.” Ucap Dae Hoo kesal. Semua berteriak kalau ini ayam ketiga mereka. Dae Hoo pun meminta maaf.
Makanlah dan penuhi wajah kalian dengan ayam-ayam ini, anak-anak bodoh.” Keluh Dae Hoo dengan memukul kepala ketiganya, mereka pun heran Dae Hoo memukul kepala mereka.
Kalau begitu setidaknya bayar ini! Apa kau mengumpulkan tulang ayam atau apa?” kata Dae Hoo kesal, Suk Ok melihat jam dan menyuruh mereka cepat pergi karena waktu jam malam tinggal 20 menit lagi.

Tuan Kim baru saja pulang mengantar dan membawa sebuah rice cooker, Bok Joo dan teman-temanya bergegas pergi keluar dari restoran dengan terburu-buru. Tuan Kim binggung Bok Joo dan teman-temanya datang ke restoran malam hari.
Suruh Dae Hoo untuk mengantarkannya dan Aku akan pergi ke rumah sakit...” ucap Bok Joo lalu melihat ayahnya memegang rice cooker.
Apa itu? Kau menemukannya di jalan, kan?” kata Bok Joo kesal, Tuan Kim mengaku kalau Seseorang melemparkan penanak nasi dan sepertinya masih bagu bahkan Di dalamnya juga bersih.
Itu mungkin sudah rusak, lalu Kau akan menggunakannya untuk apa?”keluh Bok Joo
Aku pasti bisa menemukan kegunaan benda ini. Aku bisa menaruh ayam ketika mengantar pesanan supaya tetap hangat.” Kata Tuan Kim
Bok Joo mengeluh pada ayahnya yang bicara tak masuk akal,  Tuan Kim menyuruh anaknya diam saja dan Kembali saja ke asramanya, lalu memperingatkan agar  Berhenti makan ayam terlalu banyak bahkan meminta agar jangan datang lagi. Bok Joo tak peduli karena akan bertemu lagi dengan ayahnya di rumah sakit besok. Dua temanya pun sudah menunggung, Bok Joo pun berlari akan kembali ke asrama. Tuan Kim berteriak agar anaknya berhati-hati karena bisa jatuh, lalu tersenyum bahagia karena Bok Joo itu putri satu-satunya yang sangat lucu. 

Dua anak junior senam masuk ruang cuci pakaian memasukan beberapa pakain sambil mengeluh dengan bau keringat yang dipakain oleh para seniornya, saat itu seperti merasakan sesuatu dibelakangnya. Salah seorang seperti tak menyadarinya bertanya karena tatapan mata temanya berbeda.
Salah satu mengaku kalau melihat sesuatu yang aneh, tapi satunya mengaku tidak lihat apapun dan mungkin salah lihat. Keduanya pun keluar dari ruangan tanpa rasa curiga. Terlihat seseorang keluar dari persembunyian dan mengambil celana dalam merah dari dalam mesin cuci. 

Di bagian asrama pria pun akan memulai pemeriksan dengan ketua kelas yang akan datang. Joon Hyung sibuk memeriksa ke seluruh ruangan dan bertanya pada temanya Jo Tae Kwon apakah melihat sapu tanganya.  Tae Kwon heran Joon Hyung malah menanyakan hal itu.
Bereskan saja barang-barangmu karena Ki Suk akan segera kesini.” Ucap Tae Kwon mulai membereskan semua barang-barang dikamar.
“Kemana sapu tanganku? Apa aku meninggalkannya di rumah?” kata Joon Hyung mencoba mencarinya.
Hei, cepat. Dia sudah ada di kamar sebelah.” Kata Tae Kwon mengintip dari pintu dan bergegas membereskan semua pakaian dan makanan lalu dimasukan pada lemari. 
Kim Ki Suk masuk kamar terlihat sinis  pada Joon Hyung, lalu bertanya apakah mereka  yang bertanggung jawab atas tangganya dan sudah mengepel tangganya. Tae Kwon mengatakn sudah melakuanya.
Kau pergi di tengah-tengah pertandingan.” Kata Ki Suk sinis, Joon Hyung mengaku kalau sedang tidak enak badan.
Di diskualifikasi bukan sesuatu yang bisa dibanggakan.” Ejek Ki Suk
Aku membiarkan pelatih kita tahu.” Balas Joon Hyung.  
“Yah... memang benar... Kau tidak peduli tentang hal-hal  seperti persahabatan dan kerja tim. Tapi Kau hanya peduli pada dirimu sendiri.” Sindir Ki Suk
Joon Hyun merasa Seperti ini salahnya, Ki Suk makin mengejeknya karena Joon Hyun tak mengakuinya, terdengar teriakan dari luar menanyakan apa yang dilakukan Ki Suk karena akan seperti menahan semalaman diluar kamar. Ki Suk pun memilih untuk pergi

Tae Kwon kesal dengan Ki Suk karena tak menutup pintunya lalu mengejek seniornya itu seorang sosiopath atau apa dan selalu sinis ketika berhadapan dengan Joon Hyung.
Orang-orang bisa jadi sangat menyukaiku atau sangat membenciku, Apa kau akan menyukai seseorang yang kurang ajar sepertiku jika kau seniorku?” kata Joon Hyung santai
Kau bahkan mengerti anti-fanmu.” Goda Tae Kwon mencubit pipi temanya.
Bukankah aku terlalu sempurna Bahkan kepribadianku juga sempurna, kan?” kata Joon Hyung membanggakan dirinya, Tae Kwon memuji temanya memang sangat sempurna.
Apa karena itu kau didiskualifikasi lagi? Kau lebih buruk dariku yang jadi juara lima Jadi Menyerah saja.” Kata Tae Kwon kesal
Mendengarmu menyumpahiku rasanya membuatku lebih baik.” Kata Joon Hyung menendang temanya.
Tae Kwon membalas tendangan dengan bercanda, Joon Hyung akhirnya berbaring disofa, Tae Kwon menyuruh bangun dan mengajaknya pergi karena harus meningkatkan semangat. Joon Hyun memberitahu  Pengabsenannya sudah selesai jadi tidak bisa keluar sekarang, tapi Tae Kwon tetap mengajak mereka keluar.


Keduanya pergi ke sebuah club, Tae Kwon seperti sudah bisa bahkan menyapa salah satu wanita yang sedang duduk minum. Ia pun membawa Joon Hyun ke sebuah meja, seorang wanita melihat Joon Hyung bisa mengenalinya kalau ia perenang professional. Joon Hyun seperti merasa tak nyaman dengan melirik temanya, Tae Kwon mengangkat bahunya berpura-pura tak tahu menahu.
Kau memiliki bahu yang lebar. Aku melihat fotomu di media sosial Hye Jin. bisakah aku minta nomor telponmu?” goda si wanita.
Ibuku mengambil ponselku karena Akhir-akhir ini penampilanku kurang baik. Dia pikir itu semua karena wanita jadi Bersenang-senanglah.” Kata Joon Hyung lalu pergi, Tae Kwo berteriak memanggil temanya. 

Joon Hyung sudah mencari-cari ke semua laci dan lemari kamarnya, untuk menemukan sapu tanganya. Ibunya yang sedang didapur berteriak memanggilnya untuk sarapan karena sudah membuatnya. Joon Hyung mengaku  tidak mau terlalu banyak makanan, terus mencari dan bertanya-tanya kemana sapu tanganya itu.
Jung Jae Yi, menyapa sang adik yang sedang mengikat sepatu di halaman. Joon Hyung melihat kakaknya yang bangun lebih pagi. Jae Yi menyuruh masuk ke mobil karena akan mengantarnya, Joon Hyung menolak  karena akan lari dan sedikit latihan juga. Joon Hyung menyuruh masuk saja karena tahu pasti lelah setelah pertandingan kemarin.
“Apa Kau baru mengatakan itu sekarang? Ibu dan Ayah mungkin ingin mengatakan sesuatu tentang itu tapi tidak bisa mengatakan apapun.” sindir Joon Hyung
Semua orang di keluarga kita senang bertingkah dingin. Kami semua tahu bagaimana rasa kesalnya yang kau miliki dan Membicarakannya tidak akan memperbaiki semuanya.” Jelas Jae Yi
“Itu Hal yang pasti. Aku sangat kesal sampa pergi keluar dan berpesta sepanjang malam. Aku akan pergi karena sangat tidak keren. Mari kita lihat apakah rongsokanmu ini bisa lebih cepat dariku.” Ejek Joon Hyung lalu memint kakaknya agar mengikutinya lari dengan mobilnya. Jae Yi hanya tersenyum melihat tingkah adiknya. 

Sun Ok memulai dengan menimbang berat badan, Pelatih Choi memarahinya karena naik 2kg. Suk Ok mengaku kalau itu karena makan  ayam goreng tadi malam. Pelatih Yoon  memberitahu kalau merkeka terus makan seperti babi begini, maka akan sangat menyesal sebelum turnamen.
Aku sudah mengatakannya. Untuk Olimpiade Atlanta, aku harus menurunkan berat badanku 3kg karena tiba-tiba harus merubah kelas beratku. Aku membuat diriku sendiri kelaparan dan menghilangkan semua cairan di tubuhku... supaya beratku turun 3kg. Bahkan seseorang yang disiplin seperti aku harus...” ucap pelatih Yoon disela oleh teriakan pelatih Choi.
“Hei... Cobalah menjaga berat badanmu dalam kegiatan sehari-hari Dan jangan makan daging terlalu banyak. Mengerti!!!” teriak Pelatih Choi to the point, semua pun menganguk mengerti. 

Tuan Kim tiba-tiba datang dengan membawa beberapa kotak ayam goreng, menyapa dua pelatihnya. Pelatih Yoon bertanya kenapa Tuan Kim datang, Tuan Kim mengaku Seseorang memesan ayam, dan tiba-tiba membatalkan pesanannya jadi berpikir anak-anak bisa menggunakan cemilan. Pelatih Yoon merasa tak enak hati tapi semua atlet terlihat senang.
Kaulah yang membuat Bok Joo jadi seperti sekarang. Dia pernah berpikir untuk berhenti karena dia tinggi, dan memiliki lengan dan kaki yang panjang. Kau menyemangatiny dan mengatakan padanya kalau yang di butuhkan adalah semangat dalam hal angkat besi. Aku sangat berterima kasih padamu karena...” ucap Tuan Kim dan kembali pelatih Choi menyela
Ia tak ingin bertele-tele mengajak semuanya tepuk tangan, dan mereka pun mengucapkan terimakasih atas ayam gorengnya. 

Bok Joo mendekati ayahmnya bertanya kenapa datang karena  baru akan pergi ke rumah sakit nanti. Tuan Kim berbisik kalau mereka  harus melakukan ini setidaknya sekali, karena semua atlet selalu membuat segalanya nyaman untuk anaknya. Pelatih Yoon diam melihat keduanya dan Tuan Kim pun mempersilahkan pelatih Yoon untuk memakan ayamnya.
Bok Joo.... Karena ayahmu ada disini, kenapa kau tidak pergi ke rumah sakit bersamanya? Lagipula latihan sore adalah latihan perorangan.” Kata pelatih Yoon, Bok Joo pun mengucapkan terimakasih dengan senyumanya.
bersambung ke part 2 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar