Kamis, 03 November 2016

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 21 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Hwa Shin baru pulang kerja melihat Pyo Bum di depan minimarket langsung mengajak main “Cilukba” Ibu Pyo Bum yang melihatnyamengaku kalau permainan i tu terlalu kekanakan untuk anaknya karena  sudah mulai besar dan tidak bermain begitu lagi sejak tahun lalu. Hwa Shin seperti tak mengerti, Ibu Pyo Bum pun menyuruh Hwa Shin segera menikah. Hwa Shin pikir seperti itu lalu bertanya pada Pyo Bum apakah ada yang ingin dimakanya.

Keduanya pun makan es krim di malam hari, Na Ri baru pulang berkerja, Hwa Shin langsung menyapanya dengan panggilan “Ahjumma” Na Ri menengok ke kanan kiri berpikir ada orang lain yang dipanggil Hwa Shin, ternyata hanya dirinya. Hwa Shin mengoda kalau memang memiliki waktu senggang meminta agar dibelikan roti.
Kenapa kau memberi dia es krim? Dia bisa kena flu.” Ucap Na Ri melihat adiknya makan es langsung mengambilnya, Pyo Bum menahanya sampai akhirnya jatuh berbaring dan es krimnya jatuh ke badanya.
Na Ri langsung meminta maaf dan membersihkan dengan tisue lalu membangunkan adiknya, Hwa Shin memberikan es krim miliknya, Na Ri langsung menyitanya dan menjauhkan dar keduanya, alu duduk didekat pacarnya. Hwa Shin menyindir Na ri pasti kenyang karena makan banyak debu. Na Ri membenarkan lalu merasa batuk.

Apa kau sakit?” tanya Hwa Shin, Na Ri merasa akan mati. Hwa Shin mengejek Na Ri itu pembual.
Astaga, tubuhku tidak terasa seperti biasanya sekarang.” Keluh Na Ri merasa tak enak, tiba-tiba Hwa Shin langsung memberikan pelukan pada dari belakang pada Na Ri.
Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Na Ri, Hwa Shin mengulang kata-kata Na Ri yang merasa badanya tak enak,  jadi meminta agar memeluknya.
Kita sedang di tempat umum.” Ucap Na Ri melepaskanya, Hwa Shin pun berdiri dari tempat duduknya. 


Hwa Shin melihat Pyo Bum seperti mulai kedinginan lalu memberikan jaketnya dan memeluknya dengan erat, Na Ri pun memarahi Pyo Byun kalau semestinya tidak makan es krim, lalu melirik iri pada Pyo Bum yang mendapatakn pelukan bahkan ciuman di pipi dari Hwa Shin.
Aku juga kedinginan.... Kenapa kau hanya menyukai Bum?” ucap Na Ri iri
Tidak ada seseorang yang lebih ku sukai dibanding dirimu.” Balas Hwa Shin mengoda.
Bukankah biasanya kau hanya mengatakan kebenaran?” ejek Na Ri
Itulah kebenarannya. Tidak perlu mempercayaiku kalau kau memang tidak mau. Biarkan aku memelukmu... Jangan cemburu.” Kata Hwa Shin akhirnya memeluk erat Na Ri, Na Ri pun tersenyum mendengarnya. 

Hwa Shin ingin mengatakan sesuatu, tapi diurungkan niatnya. Na Ri juga seperti ingin berkata, tapi ketika menatapnya ikut mengurunkan niatnya. Keduanya saling menatap dengan Hwa Shin tetap memeluk Na Ri, Na Ri bertanya apakah tidak  yang ingin dikatakan padanya. Hwa Shin malah balik bertanya apa maksudnya.
Sesuatu yang seharusnya kau sampaikan dengan benar.” Ucap Na Ri, Hwa Shin memikirkan apa itu.
Kelihatannya tidak ada, sudahlah Lupakan saja.” Kata Na Ri, Pyo Bum tiba-tiba berteriak, Na Ri dan Hwa Shin mengangkat kepala mereka ternyata  Turun salju.
Astaga. Apakah ini nyata? Ini benar-benar turun salju.” Ucap Na Ri tak percaya, lalu bertanya pada adiknya apa yang turun. Pyo Bum dengan gembira kalau salju sudah turun. Hwa Shin mengatakan kalau ini adalah salju turun pertama kali. 

Kim Rak bertemu dengan dua ibu Bbal Gang, merasa pilihan paling tepat adalah bagi Ppal Gang untuk jujur pada Pamannya dan meminta maaf. Keduanya langsung melotot kaget dan menolaknya, Kim Rak binggung kenapa tidak setuju dengan usulanya.
“Chef... Karena kau tidak mengenal Hwa Shin dengan baik.” Ucap Ja Young
Dia bisa saja mengurung keponakannya di penjara bila memang harus.” Kata Sung Sook yakin
Lalu, apa yang akan kalian lakukan?” tanya Kim Rak binggung
Kita harus mengembalikannya tanpa sepengetahuan Hwa Shin.” Kata Ja Young, Sung Sook pikir itu ide gila karena lebih baik menyimpanya saja.
Kita harus mengembalikan uangnya, untuk berjaga-jaga kalau nanti ketahuan. Apakah kau ingin dituduh membantu putri kita melakukan penipuan dan menyimpan uang itu, begitukah?” ucap Ja Young

Aku tidak bilang kita akan menyimpan uang itu selamanya. Kalau kita mengembalikannya, dia akan menjadi lebih penasaran. Dia akan melakukan apa pun untuk menemukan pelakunya. Mari kita lakukan setelah ujian masuk perguruan tinggi selesai.” Ucap Sung Sook.
Kim Rak berkomentar keduanya itu benar-benar terlihat seperti  tidak normal, menurutnya mereka harus menjelaskan semuanya dan mengembalikan uang itu. Keduanya kembali menolak melakukanya,  Ja Young memegang uang Hwa Shin merasa lebih baik mereka meletakkan di rumahnya selagi Hwa Shin masih belum pulang.
Sung Sook ikut memegang merasa kalau mereka lebih baik memberikanya nanti, karena Hwa Shin juga terlalu malu untuk melapor pada polisi. Kim Rak tetap mengajak agar bisa bicara dengan baik-baik dengan Hwa Shin. Ja Young memikirkan caranya, lalu memasukan semua uang ke dalam amplop dan kabur untuk melakukan rencananya.

Hey! Kau harus bertanggung jawab jika sampai tertangkap!” teriak Sung Sook marah lalu menyuruh Kim Rak untuk mengikutinya. Kim Rak pun keluar dari restoran.
Ja Young terdiam didepan restoran matanya berbinar-binar melihat salju yang turun pertama kali, begitu juga Kim Ram terlihat senang bisa menikmati salju.
Jung Won keluar dari kantornya, melihat turun salju pertama kali dan teringat ucapan Na Ri yang memberitau kalau Hwa Shin melamar dan mengajaknya menikah jadi itu artinya semuanya benar-benar berakhir. Lalu Hwa Shin yang mengatakan  ingin memiliki anak dan seorang istri. Ibunya keluar dari kantor melihat anaknya
Kenapa kau sendirian di malam salju pertama turun, Nak?”kata Nyonya Kim, Jung Won hanya terdiam menatap ibunya. 


Hwa Shin membawakan selimut agar Na Ri tak dingin dan kembali duduk didepan minimarket. Na Ri melihat Salju pertama turun lebih awal tahun ini. Hwa Shin seperti tak menyadarinya, Na Ri yakin karena  tidak ada di siaran cuaca dan menurutnya itu menyebalkan. Hwa Shin bertanya kenapa seperti itu.
Siaran cuaca yang paling menarik bagiku adalah laporan tentang salju pertama. Jika salju turun sebelum aku siaran, maka aku selalu merasa kecewa. Karena berita salju pertama turun menarik bagi banyak orang, jadi aku merasa melewatkan momentumnya. Ini salju pertama.” Ucap Na Ri
Reporter Lee.... Ini salju pertama. Kita bersama selagi salju pertama turun.” Ucap Na Ri seperti memberikan kode, Hwa Shin seperti tak bisa mengerti.


Ini pertama kalinya aku bersama dengan kekasihku saat salju pertama turun. Aku sungguh-sungguh.” Kata Na Ri, Hwa Shin malah bertanya memangnya kenapa.
Tidak adakah yang ingin kau katakan padaku? Ini adalah waktu yang sempurna, Sekarang adalah saat yang terbaik.” Ucap Na Ri kembali meminta agar Hwa Shin melamarnya.
Hwa Shin memberikan bungkusan pada Na Ri yaitu Daging babi, karena Na Ri menghirup banyak partikel debu, jadi sebaiknya pulang dan memanggangnya. Na Ri dengan wajah cemberut Hwa Shin pikir ia yang  akan memanggangnya dan  Daging babi akan terasa lezat dengan kimchi. Na Ri mengangguk setuju.

“Apa kau Mau dibuatkan boneka salju?” tanya Hwa Shin, Na Ri pikir tak mungkin karena salju pertama tidak akan cukup untuk membuatnya.
Aku bisa membuatkan yang kecil saja.” Ucap Hwa Shin mencari tumpakan salju yang banyak. Beberapa saat kemudian Hwa Shin datang dengan boneka salju ukuran kecil dan ditaruh diatas meja.
Hiduplah bersamaku, seperti mereka yang bersama.” Kata Hwa Shin, Na Ri binggung ada apa dengan boneka saljunya, bahkan  tidak punya wajah. Hwa Shim kembali mengajak agar Na Ri hidup bersamanya.
Apakah kau benar-benar sudah selesai membuatnya atau hanya melakukannya separuh jalan?” ejek Na Ri
Hwa Shin pikir Na Ri memang tak mau, Na Ri tersenyum  saat Hwa Shin menatap ke arah boneka salju karena merasa mereka bisa melakukannya bersama. Na Ri menarik senyuman saat Hwa Shin menatapnya, Hwa Shin pikir mereka bisa melakukan dengan memasang Mata, hidung, dan bibir bahkan semuanya secara bersama-sama.

Mari kita memiliki dua anak juga.” Ucap Hwa Shin, Na Ri menganguk mengerti lalu pergi, Hwa Shin berteriak memanggilnya. Na Ri kembali dengan dua boneka salju dengan ukuran yang lebih kecil.
Hwa Shin tertawa melihatnya, Na Ri pun menaruh diatas meja bertanya apakah seperti itu mereka nantinya, Hwa Shin mengangguk dengan senyuman lalu memegang tangan Na Ri agar tak kedinginan. Keduanya tertawa bahagia membayangkan keluarga mereka nanti. 


Seorang paman membuka pintu rumah Hwa Shin, lalu menanyakan kembali kalau tinggal disana. Ja Young membenarkan tanpa mau menatap si paman., Si paman mengatakan kalau melakukan ini semata-mata demi Kim Rak yangs sudah dikenalnya lalu beranjak pergi, Sung Sook melihat keduanya akan masuk rumah Hwa Shin
Aku tidak tahu ini benar atau tidak untuk dilakukan. Kenapa Chef tidak melakukan apa pun saat aku suruh untuk menghentikan Ja Young?” keluh Sung Sook lalu ia baru menyadari salju yang turun sangat cantik.
Ja Young masuk ke dalam rumah ingin menaruh uang dalam lemari tapi melihat lemari Hwa Shin sudah sangat penuh. Hwa Shin berjalan pulang ke rumahnya, Sung Sook melihatnya langsung bersembunyi dan buru-buru menelp Ja Young, menyuruh segera keluar karena Hwa Shin sudah pulang.
Kim Rak menaruh amplop dibagian rak diatas dapur, lalu mengajak bersembunyi dan Sung Sook tak lupa membawa sepatu mereka yang ada di depan pintu. Hwa Shin sempat berdiam diri lebih dulu didepan pintu sambil tersenyum-senyuam sendiri, seperti membayangkan menikah dengan Na Ri. 

Na Ri berdiri didepan teras menatap ke arah rumah Hwa Shin dengan lampu yan masih menyala, senyuman terlihat dan terlihat sangat bahagia. Hwa Shin pun mematikan lampu dan tidur diranjangnya. Sementara Kim Rak dan Ja Young berada dalam lemari dengan tangan yang saling mengenggam, Ja Young ingin melepas tapi Kim Rak tetap memegangnya.
Weker di kamar Sung Sook menyala, Sung Sook kaget melihat Ja Young tak tidur disampingnya lalu berpikir kalau sudah ketahuan. Hwa Shin juga terbangun dari tidur dengan alarm dari ponselnya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Kim Rak bisa mendengarnya, lalu membangunkan Ja Young yang tertidur pulas agar segera keluar. Kaki mereka terlihat kram dan kaku karena menekuk didalam lemari. Kim Rak pun harus menarik Ja Young agar segera keluar sebelum Hwa Shin memergoki mereka. 

Ja Young terlihat bisa bernafas lega berhasil menaruh uang di rumah Hwa Shin, Kim Rak pun membantu Ja Young kembali memasangkan sandalnya kembali. Ja Young pun mengucapkan terimakasih lalu perlahan menuruni tangga, Kim Rak menolong dengan memegang tanganya.
Tiba-tiba Kim Rak langsung mencium Ja Young tanpa berkata-kata lebih dulu, Ja Young kaget bertanya Apa yang sedang dilakukan Kim Rak padanya,  Kim Rak malah balik bertanya, lalu mengajak mereka berkencan. Ja Young tersenyum dan mereka pun kembali berciuman. 

Laporan Na Ri tentang debu disiarkan pada berita pagi, Hwa Shin dan Direktur Oh melihat dari belakang kamera.
Setelah bernafas sebagai anak berusia tiga tahun selama satu jam, saya menyadari bahwa udaranya begitu berbeda dari bawah Meskipun saya berdiri agak lebih tinggi, tenggorokan saya masih terasa gatal, sampai menghasilkan batuk kering tanpa henti. Hal itu mengerikan jika membayangkan partikelnya dapat mengenai tenggorokan anak-anak. SBC, Pyo Na Ri melaporkan. Hwa Shin  melihat Na Ri yang sudah bekerja keras berkomentar sangat penuh sekali dengan berita mengejutkan
Tampaknya, tidak lama lagi kematian akan dating dengan mudah pada kita sesederhana saat kita bernafas.” Ucap Na Ri yang berbeda dari layar.
Penutupan seharusnya penuh dengan kalimat dukungan. Kenapa dia mengubahnya menjadi sesuatu yang menakutkan?” ucap Direktur Oh binggung
Setelah berada di luar sana dan merasakannya sendiri, kalimat penutupannya mungkin terasa hambar baginya.” Kata Hwa Shin lalu memberikan komentar dengan jari jempol terbalik. Na Ri terlihat cemberut melihatnya.
Melihat dia membahas tentang cuaca... mengingatkan aku saat Na Ri masih menjadi penyiar cuaca. Apa Kau tidak merindukan masa-masa itu?” ucap Direktur Oh, Hwa Shin hanya tersenyum lalu keluar studio untuk mengangkat ponselnya 

Hwa Shin mengangkat telp dari Dokter Geum karena tahu akan datang ke rumah sakit untuk terapi, Dokter Geum menyarankan sebaiknya Hwa Shin datang sendirian untuk hari ini. Hwa Shin binggung menanyakan alasannya. Dokter Geum hanya meminta agar Hwa Shin datang sendiri saja.
Hari ini, jangan mengajak Nona Pyo Na Ri. Kau harus datang sendirian.” Ucap Dokter Geum, Hwa Shin menolaknya dengan menatap Na Ri yang masih melakukan siaran.
Kau selalu menyuruh kami datang bersama. Kenapa tiba-tiba kau... Apakah hasil tesnya... tidak baik? Apakah ada masalah?” tanya Hwa Shin binggung.
Dokter Geum hanya terdiam, Hwa Shin heran Dokter Geum tak menjawabnya lalu mengatakan akan tetap pergi bersama Na Ri dan tidak ingin pergi sendirian.

Hwa Shin keluar pergi ke ruangan terbuka, lalu menelp ibunya. Ibunya terlihat sedang sibuk memasak didapur bertanya ada apa anaknya menelp. Hwa Shin bertanya Kenapa jantungnya berdetak kencang sekarang. Ibunya bertanya apakah anaknya itu minum terlalu banyak kopi. Hwa Shin mengatakan tidak banyak.
Kenapa kau menelepon?” tanya Ibunya, Hwa Shin bertanya apakah ibunya  ada rencana nanti malam. Ibu Hwa Shin pikir akan ada dirumah.
Hei. Kapan kau akan mengenalkan kekasihmu padaku? Cepatlah menikah dan Berikan aku cucu.” Ucap Ibu Hwa Shin tak bisa menunggu lagi.
Ayo kita makan malam bersama. Aku akan menjemput Ibu.” Ucap Hwa Shin. Ibunya panik karena harus bersiap-siap dan harus menata rambutnya lalu buru-buru menutup telp anaknya, serta meninggalkan masakanya. 

Hwa Shin datang menemui Na Ri yang baru selesai siaran, Na Ri berkomentar Hwa Shin terlihat kacau sekali karena memberikan jempol terbalik padanya. Hwa Shin berkomentar Na Ri terlihat Amatir sekal dan bicara melantur seperti baru direkrut saja.
Kau kurang logis dan terlalu banyak mengatakan kemungkinan. Kau juga terlalu emosional, yang membuatmu kurang detail. Dan penutupan emosional yang kau lakukan... hanya membuatmu tampak ingin menakuti penonton. Secara tidak langsung, kau menyarankan pada semua orang untuk tidak bernafas.” Jelas Hwa Shin, Na Ri pun tertunduk mengerti.
Aku tahu akan lebih sulit untuk mendapatkan pengakuan darimu dibanding menjadi seorang pegawai tetap.” Kata Na Ri,

Na Ri. Nanti malam... Setelah kita pulang dari rumah sakit. Apa Kau mau makan malam bersama Ibuku?” ucap Hwa Shin, Na Ri kaget mendengarnya.
Hwa Shin bertanya apakah Na Ri takut, Na Ri membenarkan. Hwa Shin mengaku lebih takut dibanding Na Ri sebenarnya. Na Ri meminta agar  menunggu sedikit lebih lama karena sebelumnya ibu Jung Won mengira dirinya itu  kekasih Jung Won. Hwa Shin mengaku takut Na Ri akan berubah pikiran.
Na Ri akhirnya menyanggupinya dan menyakinkan kalau ibu Hwa Shin tak akan membunuhnya. Hwa Shin merasa itu hanya  Omong kosong. Na Ri mengaku akan mengatakan pada Ibu Hwa Shin bahwa  tetap mencintai anaknya meskipun ingin membunuhnya. Keduanya pun setuju akan makan malam bersama. 


Hwa Shin berada didekat rumah sakit Taeyang, lalu turun dari mobil dan melihat tenda “Peramal Asmara” akhirnya ia masuk dan meramal diriya dengan Pyo Na Ri. Si peramal meminta agar bisa melihatkan wajahnya, Hwa Shin binggung si peraal perlu melihat wajahnya juga.  Hwa Shin membuka ponselnya dan memperlihatkan tapi yang terlihat malah foto ibunya.
Ia pun meminta maaf lalu mengeser foto saat Na Ri ditaman bungan sedang laporkan berita,  lalu menceritakan kalau Na Ri itu kuat minum karena mau mengantikan minum. Si peramal melihat Hwa Shin itu  beruntung.
Dia juga sering menangis. Aku tidak memiliki waktu untuk mengajarinya tentang segala yang ku ketahui. Dia tidak bisa mengurus diri sendiri.”ucap Hwa Shin mengingat kenanganya bersama Na Ri.

Jika sesuatu terjadi padaku... Dia akan bunuh diri.” Kata Hwa Shin teringat saat berbaring dikamar Jung Won, Na Ri akan bunuh diri
Tidak ada gadis yang seperti itu sekarang ini.” ucap Si peramal, Hwa Shin pun dengan bangga mengatakan kalau Na Ri memang seperti itu.
Apakah aku... bisa membahagiakan wanita ini? Jatuh cinta membuatku penasaran akan kehidupan masa depanku. Apakah aku... akan meninggal lebih awal?Aku ingin... hidup bersama dengannya dalam waktu yang lama.” kata Hwa Shin menatap Si peramal dengan wajah penuh pengharapan. 


Hwa Shin keluar dari tenda menelp Na Ri memberitahu kalau  Dokter ada operasi darurat jadi pertemuan dibatalkan dan  tidak ada masalah dengan hasil tesnya jadi mereka akan bertemu direstoran. Na Ri pun masuk ke dalam restoran dan melihat ruangan masih kosong lalu duduk dengan wajah tegang.
Sementara Hwa Shin menemui Dokter Geu sendirian, Dokter Geum terlihat kaget. Hwa Shin bertanya Apakah kankernya menyebar dengan wajah gelisah. Na Ri duduk di dalam restoran mengeluarkan kertas yang pernah ditulisan Hwa Shin sebelum siaran walikota "Jangan gugup."

Hwa Shin kembali bertanya Apakah kankernya menyebar. Dokter Geum mengatakan tidak. Hwa Sin pun binggung kenapa dokter menyuruhnya datang sendirian. Na Ri kembali mengeluarkan kertas yang lainya bertuliskan “Kau tidak sendirian
Aku merasa lebih baik kau tetap merahasiakannya dari Nona Pyo.” Ucap Dokter
Aku tidak ingin ada rahasia di antara kami. Jadi Katakan padaku yang sebenarnya.” Kata Hwa Shin semakin penasaran.
Na Ri mengeluarkan lembaran ketiga, “Aku ada di sini untukmu.” Dokter pikir merreka membutuhkan pemeriksaan tambahan karena Kemungkinan besar Hwa Shin terkena infertilitas [mandul, tidak dapat memiliki keturunan] Hwa Shin kaget, Na Ri mengeluarkan kertas yang terakhir “Aku mencintaimu.” Dan berjejer diatas meja kalimat   (Jangan gugup. Kau tidak sendirian. Aku ada di sini untukmu. Aku mencintaimu.) senyumanya terus terlihat. 


Dokter Geum menjelaskan  Hormon testosterone Hwa Shin lebih rendah dari angka normal dan sangat dilematis. Hwa Shin mengartikan kalau  mungkin tidak akan bisa memiliki anak dan itu alasanya menyuruh datang sendirian tanpa Na Ri.
Tapi... Kenapa? Kenapa aku bisa... Apakah efek samping dari kanker payudara adalah aku tidak bisa memiliki anak? Apakah aku bukan lagi seorang pria? Jadi Itu sebabnya kau tidak ingin dia datang.” ucap Hwa Shin terdengar benar-benar shock dan menurutnya ini tidak masuk akal.
Bukan seperti itu....Banyak pasangan dapat bahagia meskipun tidak memiliki anak.” Kata Dokter Geum menenangkanya.
“ Kau bilang Bahagia tanpa memiliki anak? Apakah itu masuk akal? Aku tidak menginginkannya.... Aku tidak ingin seperti itu! Terserah orang lain bisa berpikir seperti itu!” tegas Hwa Shin benar-benar tak bisa menerimanya.

Tapi, kenapa hal ini terjadi padaku? Apakah kanker payudara tidak cukup? Aku bahkan sudah mengidap kanker payudara. Kenapa aku tidak bisa memiliki anak juga? Ini tidak adil. Kenapa harus aku? Aku dilahirkan sebagai pria dan ingin tetap begitu sampai mati. Apa dosaku sampai harus seperti ini? Aku ingin menikah dan memiliki dua anak. Itu yang kuinginkan.”ucap Hwa Shin mengangkat kepalanya seperti bertanya pada Tuhan.
Hwa Shin dengan mata berkaca-kaca merasa lebih baik bunuh diri saja,  karena merasa lebih baik seperti itu. Dokter Geum langsung melarang dengan tegas. Hwa Shin mengatakan  mengidap kanker payudara dan tidak bisa memiliki anak jadi Siapa yang mau menikahinya, lalu bertanya pada si perawat apakah mau menikah denganya. Perawat hanya tertunduk kasihan.
Ini sama saja dengan menyuruhku hidup melajang selamanya tanpa menikah. Apakah aku salah? Jadi Tolong lakukan sesuatu dan Perbaiki situasi ini. Aku mohon.... Aku akan berhati-hati... sepanjang sisa umurku, sehingga kankernya tidak akan kembali. Tolong biarkan aku hidup seperti pria normal lain.” Ucap Hwa Shin menangis memohon agar menyelamatkanya. Na Ri yang ada direstoran terlihat tegang menunggu pertemuan dengan ibu mertuanya
bersambung ke episode 22 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Terima kasih Mbak Dee, sbenarnya ada brp episode JI ini ya?, td mlm sdh nonton streaming ep 22,suka sama Perawat Oh nya, asli lucu, kebayang perawat di tempat kita juga walaupun ada beberapa yg ramah, tapi beberapa lagi berwajah jutek begitu,gemesinn, smoga bisa dapat Best supporting actress award, kamsa hamnida Mbak Dee...

    BalasHapus
  2. Sediiih.. di korea ga ada androlog apa yaa yg bs memperbaiki hormon n infertility atau ivf gituu hahahaha.. mewek mewek sendiri berasa deja vu

    BalasHapus