Selasa, 15 November 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Baiklah, lupakan saja masa lalu. Aku akan meminta Ko Nan Gil berdiri di sini sekarang.  Lalu Bagaimana dengan sekarang? Kau mengingatku selama bertahun-tahun. Apa kau masih menyukaiku?” kata Na Ri, Nan Gil mendekati dengan memegang rambut Na Ri,

Bukankah ini sedikit terlalu cepat? Ahh.... Tidak. Pemilihan waktu seperti itu dilakukan atas dasar prasangka. Pikirkan tentang semua hal yang kita lalui. Dia pasti terlalu malu untuk mengakui bahwa dia menyukaiku.” Ungkap Na Ri dalam hatinya.
Nan Gil meraba rambut Na Ri dan melihat ada sisa mentimun dalam rambutnya, dengan nada mengejek merasa Na Ri baru saja memakain sesuatu, Na Ri terlihat malu. Nan Gil pikir Na Ri itu melakukan masker mengenakan mentimun dengan nada mengejek kalau  tidak ada yang berubah.
Jangan merubah topik pembicaraan.” Tegas Na Ri menatap Nan Gil

Kau benar. Aku masih mengingatmu untuk waktu yang lama dan masih menyukaimu. Tapi, itu semua hanya kenangan. Kau seperti seorang teman lama. Aku tidak tahu Hong Na Ri ada di Seoul. Dan tidak ingin mengenalnya, serta tidak menyukai atau merindukannya. Aku menganggap dia sebagai orang asing.” Ucap Nan Gil
Apa maksudmu? Apa kau mengatakan Na Ri yang ada di sini... Dan Na Ri yang ada di Seoul berbeda?” kata Na Ri kesal, Nan Gil membenarkan
Di sini, kau adalah Na Ri yang aku sukai, tapi yang ada di Seoul adalah orang asing bagiku.” Ucap Nan Gil, Na Ri benar-benar tak mengerti maksud ucapan Nan Gil
Aku tidak tertarik kalau kau bukan anak perempuan Jung Im. Dan Juga, aku lebih suka kalau kau tidak dating ke sini lagi. Baik stafku maupun aku merasa tidak nyaman denganmu.” Tegas Nan Gil akan keluar kamar, Na Ri tiba-tiba menahan tanganya, Na Ri yang ada didalam hatinya kembali bicara.

“Apa Kau tidak tertarik? Pikirkan tentang apa yang kau lakukan kepadaku. Kau melarikan diri bersamaku, dan kau datang ke Seoul. Kau menghiburku saat aku menangis, merawatku saat aku sakit, dan bersikap seperti seorang ayah. Apa kau bermain-main dengan hatiku? Kalau itu hanya perasaanku, maka itu memalukan.” Ucap Na Ri berujar dalam hati.
Nan Gil melihat Na Ri hanya diam meminta agar membiarkan pergi kalau meang tak ada yang ingin dikatakan. Na Ri melepaskan tanganya, mengaku kalau ingin mengatakan sesuatu.

Kau masih mengakui bahwa kau menyukaiku.” Ucap Na Ri, Nan Gil mengernyitkan dahinya merasa tak seperti itu.
Kau memang mengakuinya. Sekarang, kau bisa mengenal Na Ri yang ada di Seoul. Aku akan sering meneleponmu. Apa kau mengatakan semua orang tidak nyaman dengan adanya aku? Aku tahu keindahan dari rasa tidak nyaman. Ini berarti bahwa kau menyukaiku dan memperhatikan aku.” Kata Na Ri, Nan Gil merasa Na Ri itu salah paham tapi Na Ri yakin pikiranya itu benar, terdengar suara terikan suara memanggil Nan Gil. 


Di luar polisi mengedor pintu rumah dan juga berteriak memanggil Nan Gil, Anak Buah Nan Gil terlihat ketakutan melihat Nan Gil yang didatangi polisi. Duk Bong melihat polisi bertanya apakah mereka memiliki surat perintah. Polisi tak menghiraukan terus mengendornya meminta agar membuka pintul. Duk Bong mengaku sebagai pengacara keduanya jadi bisa berbicara atas nama mereka.
Apa itu? Kau tidak boleh masuk begitu saja seperti ini.” ucap Duk Bong, Si polisi mendekatinya,
“Apa Kau pengacaranya?” tanya polisi tak percaya, Duk Bong membenarkan. Polisi menanyakan keberadan Nan Gil. Duk Bong ingin tahu mengenai masalah apa.
Na Ri dan Nan Gil keluar dari rumah, Polisi ingin bertanya tapi Duk Bong sudah lebih dulu memperingati Nan Gil untuk tak menjawab pertanyaan dari polisi. Polisi bertanya apakah Duk Bong pengacaranya, Na Ri langsung membenarkan bertanya ada apa polisi datang.
Shin Jung Nam melaporkan Ko Nan Gil atas tuduhan penyerangan, pemerasan, penyekapan, dan penculikan. Kau harus melakukan penyelidikan, jadi ikut bersama kami.” Ucap Polisi
Shin Jung Nam adalah pamanku. Kami juga sedang mencari dia. Tadi siapa yang kau katakan menyerang pamanku?” kata Na Ri heran 
Nan Gil bersama Duk Bong pergi ke kantor polisi, Polisi melihat  Nan Gil memiliki catatan kriminal. Duk Bong merasa keluhan seperti ini dibuat dengan cara yang  tidak benar bahkan Tidak jelas bagaimana dan di mana dia ditangkap dan Tidak ada catatan dokter mengenai serangan itu.
Selain itu, klienku tidak pernah meninggalkan... Seulgi-ri selama ini.” kata Duk Bong melihat laporan tuntutan.
Apa mungkin bertemu langsung dengan Shin Jung Nam?” kata Nan Gil yang sedari tadi hanya diam, Duk Bong membenarkan.
“Kau pasti sangat mengerti tentang hukum. Bagaimana menurutmu kalau melakukan pemeriksaan silang?” ucap Duk Bong
Kalau dia menolak untuk bertemu denganku, Apa aku bisa melaporkan bahwa pelapor hilang?” ucap Nan Gil, Polisi terlihat gugup mendengarnya.
Jung Nam dan aku sudah berkomunikasi, tapi teleponnya tidak aktif belakangan ini. Aku mulai khawatir tentang dia.” Jelas Nan Gil 

Anak Tuan Bae memberitahu Polisi selesai menginterogasi Nan Gil. Dan Nan Gil melaporkan bahwa Jung Nam hilang. Tuan Bae yang sedang bersantai dengan memejamkan matanya merasa sudah mengantisipasi hal ini jadi Tidak perlu melaporkan segalanya kepadanya dan Lanjutkan ke langkah berikutnya.
Ada seorang pengacara yang disewa Nan Gil. Mereka datang ke kantor polisi bersama-sama.” Ucap Anak Tuan Bae, Tuan Bae langsung terduduk kaget.
“Coba Lihat apa kau bisa menemukan sesuatu tentang pengacara itu. Periksa apa yang sudah dia lakukan sebelumnya... dan kapan dia mulai berada di sekitar Nan Gil. Cari tahu apa hubungan mereka dan tentang segala sesuatu.” Perintah Tuan Bae seperti mulai ketakutan. 

Duk Bong pulang bersama Nan Gil, masih merasa anak karenan Paman Shin  memasukan laporan yang kurang baik seperti itu, Nan Gil yakin kalau  Da Da pasti memaksanya dan namanya itu masih tercatat dalam kantor polisi. Duk Bong pikir memang seperti itu.
Rekaman dan catatan masuk akan membuatmu terlihat seperti penjahat. Kau akan dirugikan selama persidangan. Itu berarti mereka sedang bersiap-siap untuk sidang. Kau berada di bawah nama yang berbeda sebagai anggota dewan Da Da. Seorang klien seharusnya tidak berbohong kepada pengacara mereka. Apa hubunganmu dengan Da Da?” ucap Duk Bong
CEO Da Da, Bae Byung Woo, adalah ayah tiriku.” Akui Nan Gil
“Kau bilang Ayah tiri? Saat kau mengatakan ayah tiri, apa itu hubungan persaudaraan seperti yang aku kira?” tanya Duk Bong
Tidak. Aku secara resmi diadopsi saat aku berusia 16 tahun.” Jelas Nan Gil. Duk Bong ingin tahu statusnya sekarang, Nan Gil mengatakan Tuan Bae sudah melepaskanya. 


Na Ri terlihat gelisah menunggu didepan rumah, Nan Gil baru turun dari mobil, Na Ri langsung bertanya Apa yang mereka katakan dan apakah memang benar itu pamanya dan apakah pamanya masih mengabaikan telepon darinya. Nan Gil memberitahu kalau Pamanya menututnya tapi ia melaporkan paman Shin hilang. Na Ri bisa mengerti.
Ngomong-ngomong, tentang pemerasan...” kata Na Ri seperti mengingat sesuatu.
Flash Back
Na Ri yang akan memberikan parfum tak sengaja mendengar Nan Gil berbicara di telp. Aku sudah mengatakan kepadamu untuk jangan pernah menginjakkan kaki di sini lagi.cIni adalah peringatan terakhir dariku. Kalau kau melakukan ini lagi, Aku tidak peduli kalau kau pamannya. Kau tahu apa yang aku suka, kan?

Aku mendengarmu di telepon, berbicara "Aku tidak peduli kalau kau pamannya." Itu juga terdengar seperti ancaman bagiku. Apa dia merekamnya?” kata Na Ri khawatir
Bukankah seharusnya kau mengatakan semuanya kepada pengacaramu? Kau harus menceritakan semuanya.” Ucap Duk Bong mendengarnya.
Aku menelepon dari dalam kamarku. Bagaimana kau bisa mendengarnya? Aku bertanya padamu!” teriak Nan Gil marah, Na Ri kebinggungan menjelaskanya. Duk Bong mencoba menenangkanya.
Aku hanya mendengar dia. Suasananya sangat gelap, jadi aku hanya mendengarmu berbicara.” Jelas Na Ri
Duk Bong mengajak Na Ri untuk bicara berdua saja, karena Ada sesuatu yang harus diketahui. Nan Gil melirik sinis dan memilih lebih dulu pergi membiarkan mereka berdua bicara.
                                                      
Yoon Kyu melihat Nan Gil datang langsung memberikan sekotak tahu, Nan Gil heran merlihat tiga anak buahnya masih ada di restoran, Yoon Kyu meminta agar Nan Gil bisa memakan tahunya, Nan Gil malah memperingatkan anak  buanganya Jangan bercanda dengan bahan-bahan makanan restoran
Aku yakin kalian berdua terobsesi dengan pangsit. Kau diseret keluar... Maksudku, polisi membawamu... dan yang mereka lakukan adalah membuat pangsit, tapi itu bukan aku.. karena Aku suka manusia. Kalau ada sesuatu yang harus kami ketahui, katakan kepadaku.” Ucap Yoon Kyu
Bagaimana kalau aku tidak memberitahumu? Apa kau akan berhenti?” ancam Nan Gil, Yoon Kyu panik meminta agar jangan  menyalahgunakan kekuasaannya dan merengek untuk menceritakan apa yang terjadi. Nan Gil mengalihkan dengan menunjuk ke lantai, Yoon Kyu melihatnya dan Nan Gil pun bisa masuk ke dalam kamarnya. 

Na Ri melihat Bagan Keuangan Organisasi Da Da dengan CEO Bae Byung Woo, Direktur Bae Byung Suk yaitu Nan Gil dibawahnya, menurutnya kalau pada kenyataanya kalau Nan Gil  dibesarkan di sebuah panti asuhan... dan diadopsi oleh seseorang seperti Tuan Bae bukan pilihan yang bisa dilakukan oleh Nan Gil.
Tidak, aku tidak mencoba untuk berbicara buruk tentang masa lalunya. Aku hanya memberitahumu karena kau harus tahu.” Jelas Duk Bong .
Nan Gil pasti tahu... kalau kita sedang berbicara tentang hal ini.” kata Na Ri, Duk Bong juga berpikir seperti itu.
“Aku rasa telinganya akan gatal.Sebenarnya... Mungkin tidak.” Pikir Na Ri, Nan Gil binggung apakah ia  harus memikirkan tentang telinganya
Duk Bong lalu bertanya kapan Na Ri akan kembali ke Seoul. Na Ri rasa Dua hari dari sekarang. Duk Bong bertanya apakah Na Ri ingin diantar olehnya, Na Ri melirik heran, Duk Bok pikir sedang  bersikap terlalu manis, lalu mengatakan akan tetap pergi jadi maukan Na Ri ikut denganya. Na Ri mengajak mereka bertemu dengan Nan Gil karena tidak ingin berbicara di belakang punggungnya.

Ketiganya bertemu di restoran, Duk Bong pikir keduanya bisa melihat kalau Tidak ada yang akan menganggap keduanya sebagai ayah dan anak dan Na Gil akan kalah kalau Da Da membawanya ke pengadilan. Pihak DaDa akan meminta pernikahan itu dibatalkan lalu menuntut Nan Gil  untuk penipuan.
Mereka akan membuat Na Ri mengambil... tanah itu sebagai warisan dan menyerahkannya kepada mereka.” Ucap Duk Bong
Da Da tidak bisa mengalahkan kami. Pendaftaran pernikahan dan pengalihan kepemilikan tanahnya sudah sempurna. Tidak ada tanda-tanda pemaksaan.” Ucap Nan Gil yakin, Duk Bong seperti tak percaya mendengarnya.
Kalau kau ingin menang di pengadilan, Sebaiknya kau menjaga hubunganmu dengan baik. Dokumen-dokumennya sempurna, dan tidak dipaksakan. Seharusnya kau bersikap seperti keluarga yang tidak akan diragukan oleh siapapun.” Jelas Duk Bong
Aku tahu kalau biaya pengacara mahal. Apa kau yakin ingin terus melakukan hal ini secara gratis?” kata Nan Gil menyindir

Kau benar... Kau bahkan tidak akan menjual properti itu kepadaku. Aku bertanya kepada diri sendiri apa yang sudah aku lakukan, bekerja secara gratis.” Kata Duk Bong
Duk Bong tiba-tiba bertanya pada Na Ri apakah mau pergi bersamanya.  Na Ri kaget, Duk Bong mengatakn Bukan sebagai teman tapi Sebagai sesuatu yang lebih intim yaitu sebagia pacarnya. Na Ri bingung dan menanyakan alasan Duk Bong yang tiba-tiba mengajaknya pergi.  Duk Bong pikir Ayah tiri Na Ri itu sepertinya merasa tertekan oleh jasanya jadi hanya mengatakan sebagai niat baiknya.
Ini bukan... sesuatu yang harus dikatakan dengan begitu tiba-tiba. Na Ri mengalami masa yang sulit setelah ibunya meninggal. Dia belum kembali normal. Jangan terburu-buru. Kau harus lebih serius dan ambil satu langkah pada satu waktu.” Tegas Nan Gil
Sangat canggung untuk melihatmu..bersikap begitu serius.” Ejek Duk Bong
Apa keluargamu baik-baik saja? Itu yang aku khawatirkan.” Balas Nan Gil berdiri dari tempat duduknya. Na Ri memanggil nama Nan Gil
Apa kau tidak mendengarnya? Kita harus bersikap seperti sebuah keluarga. Kau tidak harus memanggilku dengan namaku.” Ucap Nan Gil lalu pergi meninggalknya. 


Na Ri mengantar Duk Bong pulang, mengetahui Duk Shim menyebutnya seorang playgirl. Duk Bong pikir tak heran kalau adiknya itu  salah paham. Na Ri heran alasan Duk Bong bisa  mengatakan itu. Duk Bong melihat Na Ri bersikap begitu tabah sampai lupa bahwa Na Ri sudah melalui begitu banyak hal.
Ini tidak tiba-tiba. Aku suka berbicara denganmu dan Itu membuatku bahagia. Saat kau sedang memarahi adikku, Kau kelihatan bijaksana, cerdas, dan cantik. Kau bercahaya. Itu sebabnya aku ingin berkencan denganmu.” Akui Duk Bong, Na Ri terdiam, Duk Bong merasa dirinya kembali bersikap manis.
Bagaimanapun, mari kita coba untuk menjadi lebih dekat.” Kata Duk Bong
Aku harus menulis ini dalam buku harianku. Aku terlihat bijaksana, cerdas, dan cantik serta bercahaya. Itu pujian terbaik yang pernah aku dengar sejak lama. Terima kasih. Tapi Bagaimanapun, aku belum tertarik untuk berhubungan dengan seseorang.” Jelas Na Ri


Kalau begitu berpikirlah untuk berhubungan dengan seorang laki-laki... bernama Kwon Duk Bong.” Kata Duk Bong, Na Ri tetap merasa belum bisa
Katakan saja bahwa kau akan berpikir tentang hal itu. Kenapa kau tidak mau mempertimbangkannya? Aku memberimu pujian yang terbaik sejak sekian lama.” Keluh Duk Bong
Na Ri mengaku Kepalanya akan meledak karena semua itu menurutnya aalu mengatakan itu maka Duk Bong pasti akan menunggu jawabannya. Duk bong mengaku tidak akan menunggu jawabannya, jadi kalau Na Ri  merasa memiliki waktu, meminta agar memikirkan tentang hal ini.

Yeo Joo melihat profile pribadi dalam komputer, dengan senyuman bagga mengatakan kalau bertemu dengan beberapa orang dalam tiga tahun terakhir jadi menurutnya sudah melakukan cukup sebagai anggota, dan akan memperkenalkannya kepada beberapa teman sebelum pergi.
Aku akan sangat menghargai itu. Aku menarik akunmu dan menghapus filemu. Tapi, ada sesuatu yang harus kau ketahui.” Ucap Si wanita lalu meminta agar Yeo Joo bisa menarik nafas dalam-dalam.
Pria yang kau katakan kepadaku sedang kau temui... Itu dia, kan? Investor HTG, Cho Dong Jin.” Ucap Si wanita memberikan profile Dong Jin dengan fotonya, Yeo Joo kaget.
Dia baru saja menjadi anggota VIP beberapa hari yang lalu. Kriteria nomor satu untuknya adalah wanita rumah tangga dan juga Uang.” Ucap Si wanita
Ibunya tidak tahu tentang aku, jadi mungkin dia yang mendaftarkannya.” Kata Yeo Joo gugup, Si wanita pikir benar juga karena bisa saja itu yang terjadi. Yeo Joo pikir harus bertanya kepadanya
Kirimkan aku foto teman-temanmu Kau adalah anggota terbaik.” Ucap si wanita memujinya, Yeo Joo berjanji akan menghubunginya lagi nanti, ketika meninggalkan cafe wajahnya cemberut. 

Na Ri menerima telp dari Ibu mertuanya menceritkan baru saja mendapatkan kecelakaan sepeda saat itu dan berjanji akan pergi sekarang.Setelah menutup telpnya mengumpat kesal pada Dong Jin  karena yang dipedulikan hanya tentang keluarga yang akur. Nan Gil mengirimkan pesan “Datanglah ke danau.” Nama dari ponselnya tak berubah [Dari si kurang ajar yang tinggal di rumahku

Na Ri duduk disamping Nan Gil yang sudah menunggu ditaman, Nan Gil pikir kalau memang Na Ri mendengarnya saat bicara ditelp, berarti melihatnya saat sedang telanjang. Na Ri sedikit panik merasa Orang-orang akan salah paham kalau mendengar ucapanya.
Kau melihatku dan mendengar saat mengancam pamanmu. Kenapa kau percaya kepadaku?” ucap Nan Gil dengan nada tinggi, Na Ri merasa Nan Gil marah karena  mempercayainya.
Aku tahu kalau kau takut karena mengetahui kenapa aku bisa menjadi legenda. Lalu kenapa kau bertanya kepadaku... apa kau cinta pertamaku... Dan apa aku masih menyukaimu?” kata Nan Gil, Na Ri ingin Nan Gil memberitahu saja apa yang ingin dikatakanya.
Terlihat kurang baik kalau kita berada di bawah atap yang sama,Kita menjalani kehidupan yang berbeda. Lebih baik untuk menjaga jarak dariku. Aku akan mengurus masalah ini. Sampai saat itu, lupakan aku dan tempat ini.” jelas Nan Gil

Na Ri bertanya setelah semuanya beres apa yang akan dilakukan Nan Gil,  Nan Gil mengatakan kalau tanah itu milik ibunya, jadi kalau Na Ri memintanya kembali, maka akan mengembalikannya dan pergi. Na Ri bertanya bagaimana jika  ia langsung menjual tanahnya segera setelah mendapatkannya.
Aku percaya bahwa kau tidak akan melakukannya.” Ucap Nan Gil, Na Ri rasa Nan Gil tak perlu percaya padanya.
Kalau tujuanmu adalah untuk melindungi tanah ini, jangan pernah pergi dan terus melindunginya. Kita menjalani kehidupan yang berbeda dan mungkin tidak akur. Bagaimanapun juga, aku akan memilih untuk mempercayaimu atau tidak.” Tegas Na Ri
Nan Gil pun tak peduli dan menyuruh Na Ri melakukan yang dinginkanya, tapi tetap ingin Na Ri pergi, Na Ri bertanya apakah itu alasan Nan Gil ingin menjauh darinya karena mereka  menjalani kehidupan yang berbeda atau memang karnea tidak bisa bersama. Menurutnya Nan Gil tak tahu  bagaimana bahagianya tinggal didesa dan  tidak ingin kembali ke Seoul.

Aku merasa seperti ini adalah hadiah dari Ibu. Aku hampir berterima kasih kepada Ayah atas hutangnya. Kenapa kau terus memintaku untuk pergi dan melupakannya? Apa yang sangat kau takutkan? Kita bahkan belum memulainya.” Ucap Na Ri heran
Memulai apa? Apa kau tidak takut pada apapun? Kau hampir tidak tahu siapa aku dan bagaimana aku hidup selama ini. Aku berjanji pada ibumu dan sudah merelakan perasaanku. Itu janji yang kau buat sendiri.” Kata Nan Gil
Berhenti mengatakan bahwa itu adalah janjimu kepada Ibu. Ibu yang aku tahu tidak akan pernah... menentang kita karena perbedaan.” Balas Na Ri
Aku tahu itu. Tapi... Kalau dia masih hidup, Aku tidak akan pernah muncul di depanmu. Sama seperti bagaimana aku hidup selama ini. Dan Juga, ini bukan tentang ibumu menentangnya. Tapi aku...” ucap Nan Gil lalu pergi meninggalkanya. Na Ri pun hanya bisa diam saja. 

Duk Shim panik melihat kakaknya yang tiba-tiba masuk, lalu mengomel pada kakaknya kalau sudah mengatakan untuk mengetuk Duk Bong mengajak adiknya pergi karena Ayah akan datang. Duk Shim meminta agar kakanya  memberitahu kalau sedang tak ada dirumah.  Duk Bong memberitahu kalau Ayahanya datang datang untuk adiknya.
Kau dan aku tidak akan bertemu lagi. Aku akan menjadikan kamarmu sebagai gudang setelah kau pergi.” ucap Duk Bong
Mari kita membuat kesepakatan.” Ajak Duk Shim tak ingin meninggalkan desa
Apa yang bisa aku dapatkan darimu sekarang?” ejek Duk Bong merasa tak ada gunanya.
Aku akan menulis surat permintaan maaf kepada wanita itu.” ucap Duk Shim, Duk Bong pikir itu masalah antara adiknya dan Na Ri.
Aku akan lebih dekat dengannya dan memata-matainya untukmu.” Kata Duk Shim
Duk Bong tak suka dengan kata Memata-matai dan menyuruhnya agar Pilihan kata-kata yang bagus, tapi akhirnya menyetujuinya dan bertanya apa yang dingikan adiknya.  Duk Bong mengatakan tidak ingin pergi ke Seoul. Duk Bong menolak dan menarik kembali kata sepakat.  Duk Shim merengek akan membuatnya menjadi mungkin jadi meminta agar Jangan menyentuh kamarnya. Duk Bong menyuruh adiknya berganti pakaian dan cepat keluar kamar. 

Di depan Robot Taekwon V, Duk Bong heran dengan ayahnya yang datang secara tak menentu, lalu berpikir Soon Rye menyembunyikannya sesuatu drinya. Soon Rye pikir apa yang didapatkan kalau menyembunyikan sesuatu,karena Itu juga selalu menjadi kejutan baginya. Duk Shim datang dengan baju setelan aneh, Duk Bong menyuruh adiknya berdiri bersamanya tapi Duk Shim memilih berdiri dengan para pegawai. Tuan Kwon pun datang dengan istri dan anak bungsunya yang masih kecil
Kenapa repot-repot berdiri di luar dengan sebuah kelompok kecil?” kata Tuan Kwon dengan sedikit menyindir.
Kami keluar karena jumlah kami tidak banyak.” Kata Duk Bong, Istri Tuan Kwon pun menyapa Duk Bong

“Apa Kau baik-baik saja ? Kau tidak berkunjung akhir-akhir ini.” ucap Istri Tuan Kwon, Duk Bong mengaku sedang sibuk lalu menyapa adik bungsunya.
Tuan Kwon menyapa semua pegawai dan melihat ke arah Duk Shim, Istrinya langsung buru-buru menghampiri panik berpikir suaminya itu lupa dengan putrinya. Tuan Kwon mengeluh merasa istrinya itu menganggap dirinya gila.
Dia tidak akan menyapaku terlebih dulu.” Ucap Tuan Kwon, Duk Shim langsung mengepalkan dua tangan didepan dadanya.
Ketua Kwon, apa kau sehat selama ini?”sapa Duk Shim, Sang istri terlihat sinis melihat sikap anaknya. 


Sebuah tempat penjual pangsit, Na Ri membantu Nenek membuat pangsit dengan memuji bentuk pangsitnya itu masih sangat cantik. Nenek Oh mengaku sangat muak dan sengaja tetap melakukan karena ingin anaknya   bisa belajar tapi anaknya malah tak mau belajar dan  sibuk mengulur-ulur waktu. Terlihat anak nenek Oh yang sedang duduk dengan mendengarkan musik.
Kau berada di toko kami sejak sebelum aku lahir, kan?” kata Na Ri, Nenek Oh membenarkan karena Na Ri masih kecil ketika toko pangsit miliknya itu buka.
“Anakku menikah pada tahun kau dilahirkan dan masih tetap tidak bekerja sampai hari ini. Anak-anak dilahirkan... untuk membuat orang tua mereka menderita. Kau dan ayahmu... memberi Jung Im masa yang berat. Aku pikir... Jung Im akan mati karena semua itu.” Cerita Nenek Oh
Apa yang sudah Ayah dan aku lakukan?”kata Na Ri kaget
Ayahmu membawamu dan meninggalkan rumah. Kalian tidak pulang selama berbulan-bulan, bahkan Ayahmu tidak bekerja sepanjang hidupnya.” Cerita Nenek Oh.
Ke mana Ayah dan aku pergi?” tanya Na Ri binggung
Bagaimana mungkin aku bisa mengetahuinya? Aku mendengar kalau kalian pergi berlayar untuk berkeliling negeri. Dia mungkin kembali karena kehabisan uang. Sejak saat itu, Jung Im dan ayahm tidak akur.” Cerita Nenek Oh
Anak Nenek Oh membawakan Na Ri pangsit yang baru matang dan menyuruh mencobanya, Na Ri pun mengucapkan terimakasih. Anak Nenek melihat Na Ri yang sudah menjadi dewasa sekarang dengan mencertiakan kalau  dulu sering mengunjungi restoran ibunya, Nenek Oh berkomentar sinis kalau Anaknya itu mengulur-ulur waktu saat itu.
Beritahu Nan Gil bahwa aku berterima kasih kepadanya.Sekarang menjadi sangat mudah setelah dia menukar pengukusnya untukku.” Ucap Si pria
“Apa Kau mengenal Nan Gil?” tanya Na Ri kaget, keduanya langsung menjawab tentu saja mengenalnya. 


Yoon Kyu menyapa Na Ri yang pulang melalui restoran, Nan Ri mengatakan  akan ke Seoul besok dan meminta Maaf kalau membuat mereka  merasa tidak nyaman. Yoon Kyu merasa tak seperti itu dan meminta Na Ri yang harus sering berkunjung.
Pergi berganti dengan pakaian terbaikmu.” Ucap Na Ri datang ke tempat Nan Gil
Apa kau tidak bisa melihat kalau aku sedang bekerja?” kata Nan Gil yang sedang membuat adonan kulit.
Aku bertemu dengan Nenek Oh Rye yang dulu bekerja di sini. Kalau kau tahu di mana dia, kenapa kau tidak bercerita?” keluh Na Ri
Kau berkata kalau akan melakukan semuanya sendiri.” Balas Nan Gil
Itu benar. Aku pandai melakukan apapun sendirian jadi Itu sebabnya aku ingin kau ikut bersamaku dan tempat itu adalah tempat yang harus kita hargai. Aku juga akan berganti pakaian. Tolong ikutlah bersamaku.” Kata Na Ri 

Duk Bong menyuruh adik bungsunya pergi menemui ibunya, Tuan Kwon melihat robot besar yang dibuat oleh anaknya, bertanya apakah ia tidak bisa mengurus properti sederhana seperti itu, Duk Bong hanya terdiam. Tuan Kwon pikir Ini sebabnya kenapa kakak Duk Bong bisa merendahkanya.
Berpura-pura saja seolah-olah semuanya berjalan seperti yang direncanakan, Sama dengan cetak biru. Buat 10 untuk memenuhi selera semua orang. Berhenti menunda dan segera lakukan pembangunan.” Kata Tuan Kwon
Karena kau... semua orang menyebut kita perusahaan resort terburuk.” Komentar Duk Bong
“Kau bilang Perusahaan resort? Ini Benar-benar lucu. Dulu, kita tidak lebih dari sebuah penginapan dan Kita tidak punya waktu jadisSelesaikan dalam waktu satu bulan.” Perintah Tuan Kwon .

Ibu Duk Bong berbicara pada Duk Shim kalau mereka tidak berharap apapun dari ujian masuk perguruan tinggi, tapi meminta agar lulus di Seoul dan sudah menemukan sebuah akademi di Seoul jadi memintanya agar segera berkemas.
Aku tidak akan pergi ke perguruan tinggi.” Kata Duk Shim
Tidak perlu berkemas... karena kami hanya akan menyeretmu dengan rambutmu. Apa kau benar-benar ingin aku melakukan itu? Jadi Pikirkan baik-baik.” Ucap Ibu Duk Bong mengancam
Akan lebih baik bagimu kalau aku tinggal berdesakan di sini. Aku akan benar-benar bersikap gila kalaupindah ke Seoul. Aku akan membuat masalah setiap hari. Lagi Aku sudah dewasa sekarang, jadi bisa ditangkap.” Kata Duk Shim memperlihatkan pergelangan tangan yang bisa di borgol,

Si Ibu terlihat panik, Duk Shim melihat adiknya yang sedang main robot menyuruh agar menjaga dengan baik saja. Tuan Kwon datang dengan mengatakan kalau waktu adalah uang jadi mengajak untuk segera pergi.  Ibu Duk Bong pikir  Duk Shim akan ikut bersama lain kali karena anaknya itu bisa belajar dengan baik karena tenang di sini dan meminta agar Duk Bong bisa menjaganya dengan baik. Duk Bong dan Duk Shim saling melirik sinis, layakya tom and jerry. 


Na Ri sudah menunggu dihalaman, Nan Gil keluar rumah dengan mengunakan jas dan kemeja. Na Ri merasa pakaianya kelihatan tidak nyaman jadi meminta agar menganti dengan sesuatu yang lain. Nan Gil bertanya kemana mereka akan pergi. Na Ri mengaku kalau pakian Nan Gil terlalu mewah.
Akhirnya Nan Gil berganti pakaian jaket biasa, tapi Na Ri mengelengkan kepala. Nan Gil kembali berganti seperti ingin berolahraga tapi Na Ri tetap mengelengkan kepala. Nan Gil menganti seperti pakaian berkebun tapi Na Ri mengelengkan kepalanya. Tiga pekerja melihat Nan Gil yang terus bolak balik berganti baju.
Nan Gil keluar dengan jaket panjang dan juga mantelnya, dengan nafas terengah-engah. Na Ri tersenyum merasa pakaian Nan Gil kali ini sangat baik, lalu mengajaknya pergi. 

Di halte bus
Nan Gil bertanya kemana mereka akan pergi. Na Ri menceritakan  Anak dari nenek Oh Rye ingin mengucapkan terima kasih untuk pengukusnya. Nan Gil ingin tahu keman mereka akan pergi.  Na Ri melihat bus pun datang. Keduanya pun duduk di bangku belakang.
“Aku akan bertanya kepadamu untuk terakhir kalinya. Jawab aku atau aku akan turun.” Ucap Nan Gil mengancam
Ayo kita pergi kencan sampai tengah malam. Setelah tepat jam 12 malam,  maka semuanya akan kembali normal. Aku menyebutnya, "Kencan Cinderella."” Ucap Na Ri, Nan Gil tak mengerti maksudnya.

Kebanyakan karakter dalam film dan buku melakukan perjalanan waktu sekarang. Jadi Kita ikuti trend. Kau berkata kalau sudah membuang perasaanmu, tapi mari kita putar kembali waktu.” Ucap Na Ri
Sampai tepat jam 12, Kita adalah pasangan yang baru mulai berkencan Kita dibesarkan di kota yang sama, jadi kita saling... mengenal keluarga dan lingkungan masing-masing. Kita tahu julukan masing-masing dan memiliki lelucon. Kita biasa menempelkan permen karet di sepatu masing-masing.” Jelas Na Ri, Nan Gil menegaskan bukan ia yang melakukan.
Kau akan memberiku payung pada saat hujan... dan akan senang bahkan jika kau basah kuyup. Kita memiliki kenangan yang indah bersama-sama. Kemudian kita berdua menjadi dewasa. Kita bertemu lagi di kampung halaman kita, dan kita masih sangat saling menyukai. Jadi hari ini, kita menjalani kencan pertama kita. Sekarang kau sudah mengerti kan? Ayo kita mulai.” Ucap Na Ri, Nan Gil brtanya apa Nenek Oh Rye memberitahukanya.
Aku akan memberitahumu di rumah tepat tengah malam. Jadi kita Mulai.” Ucap Na Ri
Na Ri pun berbicara dengan manis membahas Nan Gil  yang memiliki Pangsit Hong sekarang dan merasa Restoran itu juga kelihatan bagus. Nan Gil pikir Na Ri sudah tahu semuanya dan apa yang sedang dilakukanya.  Na Ri kesal karena Nan Gil tidak seharusnya bertanya pada awalnya. Na Ri pikir  Restorannya cukup besar lalu bertanya apakah Nan Gil berpikir untuk membuka waralaba.
Nan Gil heran mendengar suara Na Ri seperti dibuat dengan nada manis, Na Ri merengek agar bisa berkerja sama,  Nan Gil menolak. Na Ri bertanya apakah impian Nan Gil saat masih kecil, Nan Gil dengan sinis mengatakan tak ingat. Na Ri mengaku mengetahuinya yaitu "Mimpiku adalah untuk menikahi Hong Na Ri saat aku tumbuh dewasa."  Nan Gil kaget mendengarnya. 

Flash Back
Anak Nenek Oh menceritakan kalau anaknya itu seumur dengan Nan Gil, jadi sering bermain dengannya saat masih kecil. Nenek Oh mengaku kalau anaknya itu bermain dengan baik dengan anak-anak bahkan bermain dengan baik dengan siapa pun, serta tidak membeda-bedakan usia mereka.
Astaga. Nan Gil mengatakan... dia akan menembak siapapun yang mengganggumu, jadi aku mengajarinya cara menembak ketapel. Dan dia akan memberimu payungnya lalu menjadi basah kuyup juga. Aku menyuruhnya untuk menggambar apa yang dia impikan, dan dia menggambar bahwa akan menikahi Hong Na Ri. Jadi aku memperbaiki gambarnya dan menjadikannya pemilik restoran pangsit. Tapi itu benar-benar menjadi kenyataan.” Cerita Anak Nenek Oh
Ya ampun. Seandainya aku tahu, Aku akan menggambar dia untuk menjadi Presiden.” Kata Nenek Oh merasa menyesal 

Na Ri pun menajak mereka hari ini agar kembali dan melakukan  apa yang diimpikan Nan Gi, Nan Gil pikir saat itu masih kecil jadi yang dipikirkan  satu-satunya cara untuk menjadi keluarga dengan ibu Na Ri jadi tak ada alasan lain, Na Ri rasa Tidak perlu untuk membuat alasan dan  mendengar kalau Nan Gil menggambarnya beberapa kali.

Keduanya turun dari bus, Nan Gil meminta Na Ri memberikan tas jinjing padanya. Na Ri heran kenapa harus memberikanya.  Nan Gil pikir biasanya para pria yang membawakan tas para gadis. Na Ri menegaskan pada Nan Gil kalau tas yan digunakan adalah bagian dari pakaiannya.
Kalau aku membawa sesuatu yang berat, bawakan saja itu untukku. Meskipun kau sudah membawa banyak hal untukku.” Ucap Na Ri, Nan Gil pun menyerahkan semuanya pada Na Ri lalu mengikutinya dari belakang.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar