Jumat, 18 November 2016

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 2 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC
Terdengar teriak semangat untuk tim biru dan putih, Bok Joo dengan teman-temanya ikut memberikan semangat. Spanduk besar terlihat (Pekan Olahraga Musim Gugur Sekolah Dasar Jangyi- 2005) Di depan lapangan tiga tema Joon Hyung memperingatkan agar lari dengan cepat, kalau kalah maka akan dapat masalah.
Jika kau tidak melakukan ini dengan benar, aku akan memukulmu.” Kata salah seorang yang lainya. Joon Hyung yang terlihat paling kurus seperti tak bisa berbuat apa-apa.
Saat lomba di mulai, tongkat estafet jatuh dari tangan Joon Hyung. Semua menyuruhnya agar cepat lagi. Joon Hyung mengambilnya dan langsung berlari tapi arah larinya malah berbalik ke arah garis start. Tiga orang temanya hanya bisa melonggo. 

Joon Hyun sedang duduk membersihkan jendela, tiga orang temany datang dengan mengejeknya si “Tuan Terbalik” lalu menyalahkan Joon Hyung karena tim mereka jadi kalah kemarin. Joon Hyung terlihat ketakutan duduk didekat jendela
Di luar, Bok Joo sedang berjalan bersama temanya. Sang teman tak percaya kalau Bok Joo bisa memakan semuanya sekaligus. Bok Joo menyakinkan dengan membuka kue lalu memasukan semuanya langsung ke mulutnya,

Di lantai atas, Joong Hyung terus diejek  hanya bisa berlari ke arah sebaliknya. Salah satunya mengajak agar jangan bicara pada orang bodoh, sementara teman yang lain mendorongnya, Joon Hyung tak bisa berpegangan dan terjatuh ke bawah. Bok Joo yang ada dibawa langsung membuka tanganya lebar-lebar.
Tubuh Joon Hyung yang kurus bisa ditangkapnya, keduanya pun terjatuh. Tiga temanya Joon Hyung hanya melihat dari kaca memujinya itu hebat dan pantas saja Bok Joo  memiliki nama panggilannya Si Gendut.” Bok Joo bangun dari langsung menyemburkan makananya, tapi Joon Hyung malah tersenyum. Keduanya pun tertawa bahagia. 


Bok Joo dan Joon Hyung masih saling menatap mengingat kejadian saat masih sekolah. Tiba-tiba Joon Hyung menyindir mau sampai kapan Bok Joo di gendong olehnya, Bok Joo pun turun tapi terlihat panik karena tak bisa berenang. Joon Hyung memberitahu sekarang Bok Joo bisa menyentuh dasarnya dengan kakinya. Bok Joo pun sadar kalau bisa berdiri.
Joon Hyung bisa dengan mudah naik ke atas kolam renang mengambil handuknya, Bok Joo berjalan dan berusaha untuk naik tapi tubuhnya tak bisa terangkat dengan mudah. Joon Hyung terpaksa turun kembali dengan mendorong Bok Joo agar bisa naik dari kolam renang. 

Joon Hyung melemparkan handuk untuk badan dan kepala Bok Joo,  Bok Joo pun mengucapkan terima kasih dan meminta maaf karena salah paham kemarin. Ia juga meminta maaf atas sapu tanganya meskipun... tidak tahu kenapa itu tidak boleh dicuci dan kembali meminta maaf. Setelah itu ia buru-buru pergi, tapi Joon Hyung tiba-tiba bisa memanggil namanya.
Jadi itu kau... “si Gendut!” ucap Joon Hyung mendekatinya.
Apa kau... Tuan Terbalik yang kurus itu?” kata Bok Joo terlihat tak yakin
Ya, aku Joon Hyung yang lari dalam perlombaan ke arah sebaliknya.”uca ng Joon Hyung, Bok Joo melihat Joon Hyung banyak berubah dan sudah dewasa sambil menepuk bahunya sangat keras.

Kau juga sudah dewasa. Aku pikir kau akan tumbuh semakin  Gendut dan bukannya semakin tinggi. Sangat senang bisa bertemu denganmu.” Kata Joon Hyung dengan senang.
Ya, senang bertemu denganmmu juga, sekali lagi aku minta Maaf,  sekarang Aku ada latihan, jadi harus pergi.” ucap Bok Joo buru-buru pergi dengan wajah panik.
“Wah... Aku tahu kalau dia terlihat tidak asing.” Kata Joon Hyung terlihat bahagia bertemu dengan Bok Joo.
Bok Joo berjalan dengan wajah tertunduk malu, Joon Hyung berteriak memanggilnya kembali, mengatakan menerima permintaan maafnya, jadi mereka  sudah impas sekarang setelah kecelakaan sepeda itu dan kembali memanggilnya “si gendut” dengan wajah bahagia. Bok Joo pun hanya bisa menahan malunya karena harus bertemu dengan teman Sdnya. 

[Episode 2, Ketika Aku Jatuh Cinta Padamu]

Bok Joo dkk berjalan bersama, Nan Hee tak percaya  Perenang yang tampan itu satu SD dengannya. Bok Joo menceritakan Joon Hyung itu  dulu sangat pendek dan kurus lalu bertanya-tanya kenapa bisa setinggi itu sekarang. Nan Hee melihat Joon Hyung itu sekarang  keren dan dapat bicara dengan baik.
Benar-benar nasib buruk.” Keluh Bok Joo, Nan Hee heran karena menurutnya ini sebuah anugrah lau meminta Bok Joo agar mengenalkanya.
Apa kau pikir dia bodoh? Dia tidak akan jatuh hati padamu.” Kata Sun Ok mengejek
Ibuku bilang wanita yang gemuk. adalah kecantikan yang tersembunyi. Begitu aku menurunkan berat badanku, naka aku akan secantik selebriti.” Kata Nan Hee bangga
Berhenti bicara omong kosong. Kau masih tetap seorang atlet angkat besi.” Balas Sun Ok
Bok Joo meminta keduanya diam karena sekarang ia  berada dalam situasi serius dan tidak memiliki firasat baik tentang ini. Tiba-tiba terdengar teriakan “Hei... Si gendut” Nan Hee binggung siapa yang memanggil julukan itu. Di atas terlihat Joon Hyung dengan bahagia memanggil Bok Joo dengan julukan saat SD.
Aku tahu memiliki firasat yang tidak menyenangkan tentang ini.” ucap Bok Joo pasrah, Joon Hyung pun berlari menuruni tangga dengan tetap memanggil “si gendut, Nan Hee dkk pun melihat Joon Hyung yang memanggil Bok Joo

“Hai... Kau mau kemana? Apa Ke kantin? Menu hari ini adalah bulgogi. Nikmatilah.” Ucap Joon Hyung kembali memanggilnya gendut.
Kau memiliki bahu yang lebar, jadi Teruslah bekerja keras.” Kata Joon Hyung lalu mengajak Tae Kwon pergi.
Kenapa dia memanggilmu... Gendut? Apa itu sebutanmu saat masih kecil?” tanya Nan Hee, Bok Joo tak mau membahasnya memilih untuk segera pergi saja. 

Bok Joo dkk makan semua daging yang disediakan dengan lahap, para atlet senam yang melihatnya tak percaya ketiganya makan terlalu banyak dan di depan mereka hanya makan buah dan juga yoghurt.  Nan Hee pikir mereka bisa makan satu piring lagi. Sun Ok melihat  Bok Joo sepertinya sudah kenyang. Bok Joo mengelengkan kepalanya.
Kau terlihat ragu-ragu. Itu berarti kau sudah kenyang.” Ejek Sun Ok
Aku bisa makan satu lagi.” Kata Bok Joo

Joon Hyung lewat kembali memanggilnya “Gendut” para pesenamn yang mendengarnya tertawa mengejek. Bok Joo terlihat menahan amarahnya.  Joon Hyung heran melihat Bok Joo yang hanya makan sedikit, lalu melihat ternyata itu buru piring kedua dan memberikan yoghurt miliknya. Bok Joo terlihat benar-benar menahan amarahnya. 


Bok Joo dan timnya berlari mengelilingi lapangan, saat itu tim renang pun juga melakukan lari. Joon Hyung melihat Bok Joo mendekatinya dengan mengajak high five sambil berjalan mundur. Bok Joo tak mengubrisnya.
Aku akan meninggalkanmu sendirian jika kau melakukannya.” Kata Joon Hyung mengajak untuk high five, Bok Joo ingin menepuknya tapi Joon Hyung dengan sengaja menurunkanya. Tae Kwon melihat temanya mengoda Bok Joo langsung menariknya.
Bok Joo pergi ke kolam dengan melempar koin dan masuk ke dalam mangkuk lalu mulai berdoa, Joon Hyung sedang berjalan bersama Tae Kwon melihat Bok Joo dan kembali memanggilnya gendut dengan gaya seperti seorang tentara memberikan hormat.
“Hei... Joon Hyung... Mulai sekarang, berhenti memanggilku Gendut. Aku sudah tidak Gendut lagi. Aku memperingatkanmu. Sekedar informasi, aku juga memukul pria. Mengerti?” kata Bok Joo terlihat tak bisa lagi menahan amarahnya.
“Jadi Kau tidak menyukai nama itu, ya? Maafkan aku, Gendut.” Kata Joon Hyung kembali mengejeknya.
Bok Joo melambaikan tangan menyuruh Joon Hyung mendekatinya, Joon Hyung menolak karena tidak akan datang. Bok Joo kembali memintanya, Joon Hyung mengatakan tak mau. Bok Joo terus melambaikan tanganya agar Joon Hyung mendekat.
Apa yang ingin kau katakan padaku sekarang?” ucap Joon Hyung akhirnya mendekati Bok Joo, Bok Joo seperti sudah siap membisiknya tapi yang terjadi adalah langsung membenturkan kepalanya. Joon Hyung menjerit kesakita memegang dahinya.
Aku bilang kalau aku juga memukul pria. Ini hanya peringatan. Jadi Kau sebaiknya berhati-hati.” Kata Bok Joo memperingatinya dan pergi.
Hei... AKu tidak bisa berhenti memanggilmu dengan nama itu. Sekali Gendut, kau selamanya Gendut... Sampai jumpa lagi, Gendut.” Kata Joon Hyung dengan memegang dahinya yang sakit. 


Tae Kwon yang melihatnya tak percaya kalau Bok Joo itu Tubuhnya terlihat berat. Joon Hyung hanya tertawa bahagia, Tae Kwon meminta agar menghentikanya karena saat Bok Joo menghampirinya berpikir hidupnya dalam bahaya dan Lagipula Bok Joo memang atlet angkat besi.
Kenapa kau terus menggodanya?” kata Tae Kwon heran, tapi Joon Hyung malah tersenyum.
Aku tidak tahu kenapa, tapi ini sangat menyenangkan. Semua Lucu sekali karena Bok Joo  sekarang atlet angkat besi dan Juga menyenangkan melihatnya kesal. Selain bertambah tinggi, dia tidak banyak berubah.” Kata Joon Hyung tersenyum bahagia.
Kau pasti sangat bersenang-senang, dasar kau memang pria yang baik.” Ucap Tae Kwon, Joon Hyung merasa sekarang sangat menyenangkan!

Bok Joo mengomel karena melihat Joon Hyung membuatnya frustasi.  Nan Hee melihat Joon Hyung terus menggodanya karena melihat Bok Joo semakin kesal bahkan bisa lihat kalau Joon Hyung bersenang-senang. Sun Ok juga melihat  Bok Joo juga tidak sepenuhnya tidak bersalah karena membuat Joon Hyung terlihat seperti orang cabul.
Hei, itu hanya salah paham dan Lagipula, aku sudah meminta maaf padanya.” Kata Bok Joo membela diri.
Tapi, aku iri padamu.... Aku tidak peduli jika dia menggodaku. Tapi Aku akan senang memiliki teman tampan sepertinya. Bukankah menyenangkan hanya dengan melihatnya? Dia seperti penyegar mata. Bukankah kau merasa bangga karena kau mengenalnya?” kata Nan Hee bangga
Dia bukan penyegar mata tapi Dia yang membuat darahku mendidih.” Keluh Bok Joo ksal
Kau mengatakan itu, tapi apa hatimu juga berdebarkan sedikit? Seorang teman yang tampan tiba-tiba menghampirimu, dan apa hatimu sama sekali tidak berdebar?” ucap Sun Ok mengejek
Aku berani bertaruh dia sudah tak sabar ingin berkencan dengannya.”kata Nan Hee ikut mengejek
Bok Joo melihat Joon Hyung  tidak tampan sama sekali dan tidak jatuh cinta pada setiap pria tampan, bahkan  tidak bisa memikirkan tentang berkencan karena terlalu sibuk dengan angkat besi. Nan Hee yakin Bok Joo  akan jatuh cinta pada pria tampan.


(Ps: Dae Ho itu ternyata pamanya jadi Bok Joo adalah keponakanya)
Bok Joo mengemudikan mobilnya kembali ke dalam restoran, di dalam terlihat penuh dengan pelanggan dan Dae Ho melayaninya.  Telp terdengar berdering, Bok Joo pun mengangkatnya, memberitahu untuk menunggu 30 menit karena memiliki banyak pesanan.
Ayah, pesan setengah digoreng, setengah pedas.” Ucap Bok Joo pada ayahnya yang sedang ada didapur. Dae Ho menepuk keponakanya kalau tuan Kim seperti sedang merasakan sakit dibagian lehernya. 
Apa kau mendengar pesanannya?” tanya Bok Joo masuk ke dapur.
Aku tidak tuli. Kau harus kembali ke sekolah dan memecat pekerja paruh waktu.” Kata Tuan Kim sinis
Kita bahkan belum mendiskusikannya.” Keluh Bok Joo, Tapi Tuan Kim tak peduli menyuruh Bok Joo untuk pergi.

Baiklah.... Aku tidak meminta kau membaca telapak tanganku. Tapi Aku akan bekerja jika kau membayarku. Jika tidak, aku akan melaporkanmu pada  Kementerian Ketenagakerjaan karena kau tidak membayarku.” Kata Bok Joo menyodorkan tanganya.
“Hei.. Apa kau bilang? Kalau begitu kau harus membayarku karena sudah membesarkanmu selama ini. Kau makan dua kali lebih banyak dari orang lain. Aku bekerja keras untuk mendukungmu, dan kau malah tidak latihan untuk angkat besi.” Kata Tuan Kim kesal, Dae Hoo masuk ke dapur.
Kau lebih buruk dari dia, dasar anak nakal. Kenapa kau memanggilnya kesini?” teriak Tuan Kim memarahi adiknya
Bagaimana kita bisa menolak untuk melayani costumer yang banyak? Jika kau memasak, dan aku yang melayani, lalu siapa yang akan melakukan pesan-antar?” kata Dae Hoo. Tuan Kim makin marah menyuruh adiknya tak perlu menjawabnya.

“Permisi... Bisakah kita mendapatkan popcorn?” teriak seorang pelanggan. 
 Bok Joo menyahutinya dan dibagian belakang melihat si Joon Suk, pelanggan setia ayam gorengnya. Joon Suk seperti sangat menyukai popcorn yang disediakan garis untuk mereka. Temanya merasa tak enak merasa mereka bisa memesan ayam goreng juga.
Tempat ini membuat popcorn yang enak... Tolong bawakan kami popcorn yang banyak.” Kata Joon Suk, Bok Joo terlihat bahagia melihat pria tampan yang duduk di meja.
“Dasar Anak-anak nakal itu,  berapa banyak popcorn yang mereka butuhkan...hanya untuk dua gelas bir?” keluh Dae Hoo melihat Joon Suk
“Hei... Perhatikan perkataanmu. Dia membuat semua orang di Universitas Olahraga Haneol bangga, karena Dia masuk ke tim menembak nasional. Orang-orang seperti dia membantu bisnis kita. Kau tidak tahu caranya menjalankan bisnis.” Kata Bok Joo melihat Joon Suk merasa kalau pria itu miliknya.
“Hei... Ambilkan sebelum aku memukulmu.” Ucap Bok Joo mengancamnya karena melihat Dae Hoo hanya diam saja. 


Joon Hyung dan Tae Kown akan kembali ke kamarnya, dua juniornya membawakan baju Joon Hyung yang sudah dicuci. Joon Hyung mengucapkan terima kasih karena tahu sulit menjadi junior dalam tim renang. Tae Kwon menanyakan apakah mereka  tidak mencucikan miliknya.
Tidak, karena Sunbaenim tidak menaruh cuciannya” kata si junior binggung
“Hei.. Kau harus menaruh pakaian kotormu,  Berhenti menggunakan baju yang sama terus.” Keluh Joon Hyung kesal
Hei. Biar aku menjelaskan... Aku bersumpah kalau aku tidak... jorok atau pemalasAku hanya tidak mau membuat mereka dalam masalah.” Ucap Tae Kwon membela diri.
Joon Hyung seperti tak percaya, Tae Kwon mengalihkan dengan merasa perutnya lapar  dan melihta Junior mereka sudah bekerja keras lalu menunjuk Joon Hyung agar mentraktirnya. Joon Hyung kesal karena Tae Kwon yang lapar dan enggan mengeluarkan uangnya. Tapi Dua juniornya memegang perutnya dengan wajah melas,  akhirnya Joon Hyung pun setuju mengajak mereka makan. 

Bok Joo kembali ke dalam kamarnya, lalu melihat sebuah meja rias dan berpikir Ayahnya pasti mengambil dari jalanan lagi. Dae Hoo datang memberikan sekantung pop corn besar pada Joon Suk,  Bok Joo mengeluh kenapa pamanya malah memberikannya sebesar itu.
Aku tidak tahu apa kau akan  menyukai popcorn ini atau tidak. Tapi Silahkan dimakan.” Kata Dae Hoo. Tiba-tiba Joon Suk menahanya.
Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Bukankah kau yang ada di drama akhir pekan? Kau adalah dokter yang ada di sebelah pemeran utamanya di rumah sakit.” ucap Joon Suk. Dae Hoo kaget mendengarnya.
Ya. Sepertinya itu aku.... Padahal Itu hanya beberapa adegan dan Kau memiliki mata yang bagus.” Kata Dae Hoo bangga karena Joon Suk bisa mengenalinya.
Aku tidak pernah melihat selebriti sebelumnya... Ini keren.” Kata Joon Suk bangga melihat Dae Hoo terlihat tampan.
“Sebenarnya. Selebriti tidak terlalu spesial. Kami juga minum, kentut, pergi ke kamar mandi, dan melakukan semuanya yang orang normal lakukan. Hei... Kau juga terlihat seperti karakter utama sebuah kartun.” Balas Dae Hoo lalu mempersilahkan mereka untuk makan pop corn.

Dae Hoo masuk ke dapur merasa bangga karena Joon Suk menyebutnya selebriti. Bok Joo menemui ayahnya di dapur bertanya Darimana mendapatkan meja riasnya, Apakah dari jalanan lagi. Tuan Kim menyangkalnya, karena anaknya  terus-terusan protes karena  tidak memiliki cermin yang besar. 
Bok Joo menyimpulkan kalau ayahnya  benar-benar membelinya. Tuan Kim membenarkan, bahkan mendapatkannya dengan harga murah di internet. Bok Joo ingat perkataan ayahnya kalau  seorang atlet tidak membutuhkan cermin menurutnya ayahnya terlihat dingin di luar dan hangat di dalam. Tuan Kim tak mengerti
Maksudku kau itu perhatian, hanya saja kau berpura-pura bersikap seperti itu.” kata Bok Joo, Tuan Kim seperti sedikit tersenyum lalu buru-buru menyuruh adiknya agar mengantar pesanan ayam.
Aku seorang selebriti yang bisa dikenali orang jadi tidak bisa menjadi pengantar makanan sekarang.” Kata Dae Hoo segera keluar dari dapur karena masih terasa bahagia.
Ayah, aku yang akan mengantarnya. Dimana tempatnya?” ucap Bok Joo mengambil pesanan ayam. Tuan Kim memberitahu alamatnya berada di kampusnya. Bok Joo mengerti dan  bergegas pergi. 


Joon Hyung duduk ditaman,  Tae Kwon mengeluh kelaparan karena karena sudah 30 menit sejak memesan dan mengajak agar pesan ditempat yang lain.  Juniornya menolak karena Ayam yang mereka pesan sangat enak. Joon Hyung meminta temanya agar sabar karena pasti akan datang.
Bok Joo berjalan ke taman lalu berteriak memanggil siapa yang memesan ayam, semua berteriak kalau mereka memesan makanan dari Ayam Bok. Bok Joo mendekatinya dan Joon Hyung kaget melihatnya begitu juga Bok Joo.
Ayam goreng, ayam pedas, dan ayam teriyaki. Semuanya jadi 38 dolar.” Ucap Bok Joo seperti tak memperdulikanya, Semua siap menyantapnya.
“Wahh... Kau melakukan segalanya. Apa Kau bisa melakukan kerja paruh waktu dan latihan secara bersamaan?” ucap Joon Hyung tak percaya, Bok Joo tak mengubrisnya meminta bayaran  38 dolar. Tae Kwon pun menyuruh Joon Hyung cepat membayarnya.
“Si Gendut terlihat lelah. Aku harus membiarkannya istirahat.” Gumam Joon Hyung merasa kasihan melihat Bok Joo
Aku akan mencobanya dulu. Jadi Aku akan membayarmu kalau ini memang enak dan Kau Kenapa tidak duduk di sana? Melihat orang besar sepertimu berkeringat... membuatku merasa khawatir.” Ucap Joon Hyung dengan nada mengejek dan meminta bagian paha.
Aku yang akan membayar, karena Aku berhutang satu padamu, jadi ini balasanku. Jadi Silahkan dinikmati.” Kata Bok Joo bergegas pergi. 
 Joon Hyung terlihat kesal sendiri karena sikapnya malah membuat Bok Joo marah dan berusaha mengejarnya tapi Bok Joo sudah pergi lebih dulu dengan sepeda motornya.
Akhirnya ia mencoba mencari peta tempat ayam Bok berada, dengan mapnya seperti terlihat kesusahan dan harus mendari beberapa tangga lebih dulu, tapi akhirnya senyumanya terlihat karena menemukan restoran ayam Bok dan Bok Joo sedang ada di depan  restoran.

Tuan Kim menyuruh Bok Joo harus pergi karena sudah waktunya latihan perorangan. Bok Joo mengerti dan menyuruh ayahnya untuk masuk, Joon Hyung mendengarnya tak percaya kalau si pemilik restoran adalah ayah Bok Joo sendiri. 
Bok Joo memberikan uang bayaran ayam yang baru saja diantarnya, Tuan Kim binggung karena bisanya pelangganya membayar  dengan kartu. Bok Joo sedikit gugup dan mengaku pelangan mereka membayar dengan uang tunai lalu mengucapakn salam pada ayahnya untuk bertemu di rumah sakit. Tuan Kim pikir Bok Joo tak perlu datang.
Baiklah, Tuan Kim.... Silahkan masuk ke dalam dan istirahat.” Kata Bok Joo seperti tak peduli dengan perkataan ayahnya. Joon Hyung langsung bersembunyi saat melihat Bok Joo berjalan pergi dari restorannya.
Dia adalah putri yang baik.” Ucap Joon Hyung tersenyum bahagia melihat Bok Joo. 

Pelatih Yoon dan Choi melihat bus kecil yang harus mereka gunakan untuk semua atlet untuk pergi ke pusat latihan. Senior pria bertanya ada apa dengan  bis yang mereka biasa gunakan, apakah busnya rusak. Pelayan Yoon pikir seperti itu sambil mengeluh karena pihak kampus tak memberitahu mereka lebih dulu.
Hei, Sudahlah.... Kita tidak punya  waktu, jadi masuklah.” Kata Pelatih Choi, Bok Joo dkk merasa itu tak akan mungkin bisa dengan badan mereka yang besar-besar.
“Kalian... Diamlah....Anggap dirimu sendiri beruntung. Neneknya Hyung Chul meninggal, jadi dia tidak ada disini. Jika si gendut itu ada disini...maka... jadi Bersyukurlah dan masuk.” Kata Pelatih Choi, tiba-tiba terdengar teriak pria tambun.
“Pelatih Choi... Aku naik taksi kesini. Ibuku bilang aku tidak harus datang  ke upacara pemakamannya.” Kata Hyung Chul, semua pun hanya bisa menghela nafas panjang karena Hyung Chul akhirnya datang.
Pelatih Choi heran melihat Hyung Chul bukan datang ke pemakaman lalu menyuruh semua masuk saja, saat masuk bus mulai bergoyang dan terlihat sudah penuh sesak. Pelatih Yoon melihat langsung berdiri dan keluar bus seperti meninggalkan sesuatu.
Beberapa saat kemudian, Tim angkat besi terlihat bahagia bisa menaiki bus yang lebih besar dengan kursi yang lebar. Pelatih Choi  merasa Ini mengejutkan karena pihak tidak pernah melakukan apa yang mereka minta. Pelayan Yoon memberitahu kalau pihak kampus  mengurangi biaya operasional sebesar 30%.
Apa? Itu omong kosong. Mereka sudah memotongnya 10 persen.” Kata Pelayan Choi kaget
“Ini Bukan berarti mereka tidak bisa memotongnya lagi. Tapi Mereka bisa menguranginya sebanyak yang mereka mau. Bahkan Mereka menyuruhku untuk memangkas biaya makan kita. Kenapa kau tidak pergi dan tanyakan sendiri?” ucap Pelayan Yoon
Aku tidak percaya mereka melakukan ini pada kita. Bagaimana bisa mereka mengharapkan kita  untuk memberi sedikit makanan untuk anak-anak ini? Mereka tidak bisa mengangkat besi dengan keadaan seperti itu.” keluh pelayan Choi terlihat frustasi
Anak-anak sedang melihat, jadi tersenyumlah” kata Pelayan Yoon, Bok Joo dan tim tersenyum bahagia duduk di dalam bus dan mengajak mereka agar segera pergi.
Memberikan mereka sedikit makanan akan memberikan mereka pelajaran. Itu akan memotivasi mereka.” Kata pelatih Yoon. 


Joon Hyung dkk masuk ke dalam restoran, terlihat masih kosong. Tae Kwon heran dengan temanya itu  mau memakan ayam padahal mengatakan akan mentraktir makan siang. Joon Hyung heran karena makan ayam goreng itu sebagai makan siang mereka. Dae Hoo pun melayaninya.
Kami mau pesan 2 ayam goreng dan 1 ayam pedas.” Kata Joon Hyung, Dae Hoo pun memberitahu pada Tuam Kim.
Joon Hyung duduk melihat beberapa foto Bok Joo dengan medalinya dan juga piala yang didapatkanya, senyumanya pun terlihat. Setelah selesai Tuam Kim menghitung makan yang dipesan Joong Hyung yaitu 2 ayam goreng, 1 ayam pedas, dan 3 botol cola totalnya jadi 46 dolar. Joon Hyung membayarnya, dan memberikan tambahan uang karena sebelumnya berhutang.
Tuan Kim binggung bertanya kapan memberikanya, Joon Hyung mengaku  sekitar 2, 3, atau 4 minggu lalu lalu bergegas pergi. Tuan Kim memanggilnya  karena tidak ingat pernah meminjamkan uang padanya. Dae Hoo melihatnya meminta agar bisa membagi dua kalau memang Tuam Kim tak mengingatnya. Tuan Kim langsung memberikan pukulanya. 

Semua atlet sudah selesai berlatih menuruni bus, Pelatih Yoon menyuruh mereka agar Pergi ke sauna dan bersantai Dan jangan lupa untuk melakukan sedikit peregangan sebelum tidur. Pelatih Choi pun menyuruh mereka bubar, tapi semuanya terlihat hanya diam saja.
Kenapa kalian hanya berdiri disana? Kalian sudah dibubarkan.” Kata Pelatih Choi binggung.
Kalian berdua bilang kalau akan  mengajak kami makan malam setelah latihan hari ini.” kata senior, semua pun mengingatnya
Apa aku mengatakan itu?” ucap Pelayan Yoon seperti pura-pura lupa, semua bisa mendengar jelas Pelayan Yoon mengatakanya.
Kau bilang kita akan makan barbekyu! Kau berjanji pada kami.” Teriak semua atlet, pelatih Choi pun akhirnya mengajak mereka makan malam bersama, semua terlihat bahagia. 

Semua duduk di dalam ruang latihan dan pelatih Choi memberikan burge pada masing-masing atlet.  Semua mengeluh makan burger sama dengan barbekyu, Hyung Chul pikir  ini hanya makanan ringan. Pelatih Choi berteriak kalau  burger itu makan berat dengan mengejek mereka semua sangat manja.
Berikan padaku jika kau tidak mau.... Kembalikan.” Kata Pelatih Choi, semua pun buru-buru memakanya. Hyung Chul langsung memakan burger hanya dalam satu gigitan saja.
Hei, makan punyaku. Aku tidak punya selera makan.” kata pelatih Yoon tak tega, Hyung Chul menolaknya.
Jangan khawatir, pelatih Kau makanlah milikmu. Aku sudah makan mie instan tadi, jadi tidak begitu lapar.” Ucap pelatih Choi memberikan pada Hyung Chul untuk memakannya.  Pelatih Yoon merasa tak enak hati karena rekanya itu mengorbakan diri.
“Ayo bangun....  Buger-burger itu tidak akan memberimu energi yang cukup untuk mengangkat besi. Ayo kita makan barbekyu.” Teriak Pelatih Yoon, Semua terlihat bahagia dan pelatih Choi hanya bisa melonggo karena mereka sudah mendapatkan banyak potongan untuk makan akibat bus. 

Joon Hyung seperti baru kembali ke asrama, saat itu melihat Si Ho berdiri didepanya. Tae Kwon dari kejauhan melihat temanya langsung berteriak memanggilnya seperti pacarnya bertanya kenapa tak mengangkat telpnya. Joon Hyung menatap ke arah Si Ho, Tae Kwon melihat Si Ho mendekat lalu berpura-pura mencari ponselnya dan mengingat sudah meninggalkan dikamar lalu bergegas pergi.
Kau masih sangat menawan. Sudah lama tidak bertemu, mantan kekasihku!” ucap Si Ho, Joon Hyung dengan dingin pun membalasnya karena mereka sudah lama tak bertemu.
Sepertinya makanan di Taereung enak. Kau terlihat sehat dan baik-baik saja.” Komentar Joon Hyung.
Mereka memang punya makanan yang enak disana, tapi aku memutuskan untuk kembali  karena merindukanmu.” Ucap Si Ho blak-blakan.
Jika kau hanya ingin menggangguku, lebih baik jangan lakukan.  Aku sudah merasa nyaman sekarang.” Kata Joon Hyung
Aku tahu dan hanya bercanda. Karena Aku ingin memcahkan es diantara kita. Tapi aku harus bilang kalau senang karena bisa bertemu denganmu.” Ucap Si Ho,
Joon Hyung pamit akan masuk, Si Ho pun bertanya apakah bisa menyapanya kalau mereka berpapasan. Joon Hyung pun mempersilahkanya,karena Mengabaikan satu sama lain tidak akan keren dan kekanak-kanakkan lalu bergegas pergi. Si Ho berlatih sendirian dengan hula hup tapi seperti pikiran tak bisa konsterasi karena gagal dan akhirnya hanya bisa menangis sendiri karena perasaanya. Akhirnya ia memakan coklat pie agar mengontrol emosinya

Pelatih Yoon makan bersama dengan rekanya, tapi Pelatih Choi terlihat sedih karena semua atlet makan dengan lahap tanpa tahu mereka harus menekan pengeluaran dari tim mereka. Bok Joo meminta teman-temanya agar memastikan untuk mengontrol kecepatannya dan sudah tahu kebiasan mereka. Sun Ok pikir sudah tahu kalau  mereka harus makan SaengYangBokNaeng.
Ngomong-ngomong, apa itu SaengYangBokNaeng?”tanya Ye Bin si junior binggung.
Aku kecewa padamu, Ye Bin... Bukankan kau seharusnya tahu dasarnya?” ucap Bok Joo dan meminta para junior bisa mendengarkan penjelasanya.
Ketika kau makan di tempat barbekyu.. maka kau akan cepat kenyang kalau makan tanpa strategi yang bagus. Kita datang dengan SaengYangBokNaeng.. untuk mengurangi kesempatan berbuat kesalahan seperti itu. Ini akan membiarkanmu menikmati makananmu sampai kau merasa sangat kenyang.” Jelas Bok Joo

Pertama… Saenggogi yaitu  Daging Panggang, kau makan daging panggang dan Selanjutnya adalah daging yang dibumbui yaitu Yangnyeomgogi. Ketika kau merasa sedikit kenyang karena dagingnya, maka kau harus memesan makanan yang paling harus dimakan, nasi goreng!” ucap Bok Joo lalu berteriak meminta si bibi untuk membawa  lima porsi nasi goreng.
Bok Joo pun makan “Bokkeumbab” dengan diber nori bagian atasnya, setelah itu langkan ke empat adalah “Naengmyeon” mereka sudah mengunting mie diatas mangkuk. Bok Joo memberitahua  Langkah terakhir adalah membersihkan  piring dengan naengmyeon.
“Itu melengkapi yang asli, makanan yang sempurna di tempat barbekyu dengan cara yang paling efisien. Jadi bagaimana menurutmu, teman-teman? Kau mendapatkan pengalaman  dari tangan pertama.” Kata Bok Joo, Hye Bin mengangkat jempolnya dengan kalau sangat mengaguminya.
Pelatih Choi masih terlihat sedih karena anak-anak bisa menikmati makanya tapi perasaanya sangat tertekan. Pelayan Yoon terlihat santai meminta agar pelayan Choi harus makan dan mereka hidup untuk makan, jadi menyuruhnya agar makan seperti babi hari ini. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar