Sabtu, 26 November 2016

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 4 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC
Bok Joo mulai rajin mengolesi tanganya dengan krim, sementara Shi Ho melakukan peregangan sebelum tidur lalu memberanikan diri bertanya bagaimana Bok Joo bisa mengenal Joon Hyung. Bok Joo menjawab mereka dulu satu sekola waktu SD tapi  Joon Hyung dipindahkan ke sekolah lain, jadi tidak lulus bersama.
Apa kau tahu  kalau dia kekasihku?” tanya Shi Ho sengaja blak-blakan. Bok Joo sempat sedikit gugup
Ya. Temanku memberitahuku. Kau memiliki selera pria yang tidak biasa.” Komentar Bok Joo tak percaya.
Kita pasti memiliki ikatan yang dalam. Ini lucu.” Cerita Shi Ho lalu Bok Joo melihat tabel kalau Lemak perut masih banyak dan mulai melakukan sit up sebelum tidur. 

Semua atlet angkat besi sudah berada didepan gedung terlihat gembira, Pelatih Choi memanggil Bok Joo dengan menegurnya kalau masih terlalu awal untuk bersemangat seperti itu, lalu memanggil kapten tapi Woon Gi tak maju kedepan.,
Apa Woon Gi tidak ada disini?” tanya Pelatih Choi binggung.
Dia mendapat telpon tadi malam lalu pergi keluar dan tidak kembali lagi.” Ucap Sang Chul
“Jadi Maksudmu dia bermalam di luar tanpa memberitahuku?” kata pelatih Choi dengan nada marah, Sang Chul membenarkan.
Sang Chul. Kau yang pimpin.” Perintah Pelatih Choi, Sang Chul memimpin semua atlet untuk bisa berlari mengelilingi kampus mereka. Pelatih Choi bertanya-tanya dengan Woon Gi dengan mengeluarkan ponselnya. 

Bok Joo dkk mulai makan di kantin, Nan Hee memilih menu daging untuk makan siang. Bok Joo yang sedang menjalani diet sengaja mengurangi jumlah nasinya satu sendok. Ketika akan dudu dimeja, Joon Hyung tiba-tiba datang mengambilnya menyuruh Bok Joo mengambil lagi karena makanan itu miliknya karena terlalu malas. Bok Joo menyuruh agar Bok Joo mengembalikanya sekarang.
Ada apa ini? Ini porsi normal. Kau seharusnya menumpuk makanan seperti gunung, disini Gunung Rocky, disini Alpen, dan ini Himalaya. Sepertinya kau jadi lebih kurus, Kim Bok Joo.” Ucap Joon Hyung melihat tumpukan makan yang tak biasa
Apa berat badannya turun?” tanya Sun Ok beribisik, Nan Hee rasa itu tak mungkin. Tapi Sun Ok pikir benar.
“Sudahlah.... Berhenti bercanda dan kembalikan.” Kata Bok Joo tak ingin diketahui kalau sedang melakukan program penurunan berat badan.

Joon Hyung menolaknya dan sengaja menjaukan dengan mengangkat, Tae Kwon yang melihatnya, meminta agar memberikan saja dan mengambilkan untuk Joon Hyung. Sun Ok pun menyuruh Bok Joo mengambil lagi dan pergi.  Keduanya saling berputar-putar, Bok Joo ingin mengambil piringnya tapi Joon Hyung enggan memberikanya.
Sampai akhirnya Bok Joo memberikan pelukan dibagian leher untuk memintingnya, dari kejauhan Shi Ho datang melihat Bok Joo yang terlihat sangat dekat dengan Joon Hyung. Ia langsung mendekatinya dan menarik Bok Joo. Joon Hyung kaget tiba-tiba Shi Ho menarik Bok Joo.
Bok Joo adalah teman sekamarku. Apa Kau tidak tahu?” ucap Shi Ho, Joon Hyung langsung terdiam dan terlihat sangat dingin melihat Shi Ho. Bok Joo melihat tanganya yang dirangkul oleh Shi Ho seperti menandakan kalau mereka terlihat dekat. 


Suasana di kantin terasa hening karena Shi Ho, Joon Hyung duduk bersama dengan Bok Joo serta Tae Kwon.  Shi Ho memulai pembicaran kalau rasanya menyenangkan bisa makan bersama banyak orang karena Pesenam sangat sering melewatkan makan siang dan hanya makan siang dari waktu ke waktu. Semua mengangguk mengerti dengan nada canggung.
Joon Hyung.... Kau terlihat sedikit kurus.... Kau harus makan dengan baik.” Ucap Shi Ho memberikan perhatian pada mantan pacarnya.
“Oh Yah... Kau suka dotorimuk, kan? Kau bisa makan milikku. Aku sedang mencoba makan sayuran saja.” Kata Shi Ho memberikan daging miliknya ke piring Joon Hyung.
Joon Hyung seperti kehilangan nafsu makannya, memilih untuk pamit pergi karena harus melakukan sesuatu. Shi Ho menahan kecewanya dan ikut pamit pergi, Bok Joo melihat kejadian didepanya seperti tak percaya teman SD terlihat bertengkar didepanya. 

Joon Hyung sudah menuruni tangga sampai akhirnya Shi Ho memanggilnya. Joon Hyung ingin pergi tapi Shi Ho menariknya, Shi Ho pikir mereka abisa makan bersama. Joon Hyung pikir bisa Tapi... tidak mau membuat  orang lain merasa tidak nyaman dan menegaskan Shi Ho itu selalu egois.
Ayo kita kembali bersama.” Ucap Shi Ho sebelum Joon Hyung pergi.
Aku ingin kita kembali bersama. Aku tidak bisa bersama dengan siapapun kecuali dengan kau.” Kata Shi Ho, Joon Hyung terlihat marah mendengarnya.
Aku tahu. Kau pasti berpikir ini tidak masuk akal. Aku sudah putus denganmu. Tapi... semuanya sangat sulit saat itu. Kompetisi itu sangat penting, tapi aku tidak merasa lebih baik.” Jelas Shi Ho. 

Flash Back
Semua pesenam mulai berlatih, Pelatih melihat Eun Young dengan permainan bolanya, lalu pindah pada Shi Ho yang berdiri dengan satu kaki menyuruh agar menyeimbangkan tubuhnya,lalu menyurhnya agar mengangkat kakinya lebih tinggi. Shi Ho berusaha melakukan dengan benar.
Tekan ke belakang, dan tahan.” Ucap Pelatihnya, tapi Shi Ho terlihat belum bisa melakukan dengan benar.
“Kau...  Teruslah seperti ini, dan kau  tidak akan pernah bisa masuk tim nasional. Keseimbanganmu buruk. Kenapa kau jadi semakin buruk setiap hari Kau harus lebih baik lagi. Jika kau mengacaukan ini, maka kau akan tamat. Kau harus pensiun sebelum kau berhasil masuk tim nasional.” Teriak pelatihnya memarahi Shi Ho didepan semua teman-temanya

Saat itu ponsel Shi Ho bergetar dan bertemu dengan Joon Hyung di pinggir danau. Shi Ho tiba-tiba mengajak mereka untuk putus. Joon Hyung kaget mendengarnya. Shi Ho kembali mengulangi agar mereka putus saja karena ingin fokus pada latihannya.
Aku tahu kau marah karena tidak memenangkan kompetisinya.” Ucap Joon Hyung
Tapi aku memiliki ikan ku sendiri. Aku harus fokus pada diriku sendiri. Kau terus menggangguku. Ini menyebalkan... Aku tidak mau... jadi kekasihmu lagi.” Kata Shi Ho 

Aku kira kau memiliki alasanmu sendiri. Tapi hari itu... Setidaknya pada hari itu, aku memiliki waktu yang lebih sulit darimu. Aku didiskualifikasi dan ingin membunuh diriku sendiri. Tapi kau... Kau bahkan tidak memiliki rasa prihatin sedikitpun.” teriak Joon Hyung mengeluarkan amarahnya.
Kau benar. Aku terlalu tidak sabar dan  tidak bisa menghilangkan rasa sakitmu. Maafkan aku.... Itu semua salahku. Aku terlalu egois. Aku akan lebih baik padamu mulai sekarang. Kumohon... Ayo kita kembali bersama.” Kata Shi Ho memohon
Apa kau pikir aku semudah itu?” ucap Joon Hyung melotot tajam dan pamit pergi, Shi Ho terus berteriak meminta maaf pada Joon Hyung. Tapi Joon Hyung terlihat tak peduli. 

Bok Joo dkk selesai makan, Bok Joo mengeluh pecernaannya sakit. Sun Ok juga merasa tidak bisa makan dengan benar. Nan Hee bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi, apakah mereka akan kembali bersama. Sun Ok pikir tak mungkin karena Mungkin itu yang Shi Ho ingingkan.
Siapa yang tahu apa yang benar-benar terjadi diantara mereka? Mereka mungkin sedang berdebat diluar kisah percintaan mereka.” Kata Nan Hee yakin
Bok Joo menerima pesan [Nona Kim Bok Joo, Anda memiliki  jadwal bertemu besok jam 7 malam.] wajahnya langsung sumringah melihat pesan seperti waktunya berkencan. Nan Hee yang diabaikan menanyakan pesan apa yang dibaca Bok Joo. Bok Joo mengaku hanya spam lalu memeluk temanya untuk cepat karena akan terlambat untuk latihan.

Bok Joo melihat dari luar kalau Woon Gi datang terburu-buru masuk ke dalam ruang latihan. Nan Hee tak percaya Woon Gi akhirnya datang kembali. Sun Ok tak bisa menduga apa yang terjadi, tapi menurutnya padra senior akan marah padanya lagi jadi lebih baik mereka bertiga diam saja.
Aku dengar kalau di Goyang, mereka sudah memenuhi kuotanya. Kalau begitu, kita sudah tidak punya harapan?” ucap salah satu senior yang sedang melakukan pemanasan.
Apa yang kau bicarakan? Bukan hanya itu tim semi-profesional yang ada.” Ucap Sang Chul lalu melihat Woon Gi datang langsung bertanya kemana saja.
Maafkan aku... Biarkan aku bicara dengan  Profesor Yoon dan Pelatih Choi dulu.” Ucap Woon Gi
Apa kau akan mengabaikan kami? Apa kau punya kabar bagus? Suasanya hatimu sepertinya bagus” ucap Sang Chul sinis
Aku yakin kau ingin mengatakan sesuatu, tapi mari kita bicara lagi nanti.” Kata Woon Gi akan pergi ke tempat pelatih
Sang Chul mengumpat  Woon Gil sangat menyebalkan menurutnya Sebagai seorang kapten, jika melanggar peraturan keluar dari kampus.. dan melewatkan latihan pagi, setidaknya memberikan beberapa penjelasan selain itu mereka adalah temannya. Senior yang lain setuju dengan perkataan Sang Chul.

Apa aku harus melaporkan masalah pribadiku? Kita tidak pernah dekat sebagai teman.” Ucap Woon Gi sperti mencoba menahan amarahnya.
Aku tidak ingin meremehkan dan mengatakan ini, tapi apakah kau sudah mendapat tawaran dari tim semi-profesional, akhir-akhir ini? Apa kau pergi menemui salah satu dari mereka?” kata Sang Chul menuduh.
Bok Jo dkk baru saja masuk melihat adu mulut antara senior, Nan Hee bertanya-tanya apa yang mereka bicarakan, mereka pun hanya bisa menonton saja. Woon Gi benar-benar tak mengerti dengan yang dikatakan temanya seperti ngelantur,  Sang Chul bertanya-tanya Kenapa seorang jagoan seperti Woon Gi  peduli apa yang orang seperti senior lain pikirkan.
Baiklah, abaikan saja kami... Dasar Kau pengkhianat.” Umpat Sang Chul.
Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.” Kata Woon Gi saat itu ponselnya kembali berdering.  Sang Chul langsung merampasnya.
Kita belum selesai bicara. Kau pikir mau kemana?” ucap Sang Chul, Woon Gi mengatakan  harus mengangkat telpon.
Apa pelatih yang menelpon?” ucap Sang Chul sinis, Woon Gi meminta agar mengambilnya dengan mengumpat

Keduanya mulai berkelahi, Bok Joo dkk binggung karena tak mungkin bisa merelai mereka. Pelatih Yoon dan Choi ada diruangan, lalu berteriak keluar ruangan agar menghentikannya dan bertanya ada apa yang terjadi paa mereka. Pelatih Yoon berteriak dan terlihat sangat marah dengan tingkah anak-anaknya. 
Semua atlet melakukan posisi push up dengan menahan dua lenganya sebagai hukuman. Pelayan Yoo menyuruh semua menahan dengan benar dan menurunkan sedikit bagian bokongnya, ia memperingatkan akan menambahkan 10 menit setiap kali mereka terjatuh.  Sang Chul dan Woon Gi berhadapan dengan menatap sinis.
Kalian sudah gila.... Kalian pikir aku bekerja keras melatih kalian... supaya kalian bisa berkelahi? Dasar Anak-anak nakal. Kalian harus lebih dewasa dulu.” Ucap Pelatih Choi menyuruh mereka menahanya, Bok Joo terlihat gelisah karena waktunya harus segera pergi ke Klinik.
Jika kalian bahkan tidak bisa menahannya ini selama ini, maka kalian lebih baik keluar dari angkat besi.” Ucap Pelatih Yoo lalu menyuruh pelatih Choi kalau semua atlet  harus dilatih lebih keras lagi jadi mereka akan sangat kelelahan untuk berkelahi
Ketika aku pergi ke Atlanta untuk latihan Olimpiade, sesuatu seperti ini tidak akan  pernah terjadi. Kalian tahu kenapa? Kami semua terlalu lelah karena latihan untuk bertengkar seperti ini. Mereka harus sibuk dengan latihan mereka. Aku sangat kecewa.” Ungkap pelatih Choi lalu keluar ruangan karena merasa kepalanya terasa sakit sekarang.
Pelatih Choi pikir semua anak didiknya bisa melihat kalau Pelatih mereka sangat marah  jadi menyuruhnya untuk terus berkerja keras. Di lapangan Sepak bola terlihat orang yang sibuk berlatih juga. Pelatih Yoon kembali ke dalam ruangan lalu membisikan pada pelatih Choi, setelah itu Pelatih Choi menyuruh mereka bangun dan Lakukan pemanasan setelah itu keluar dari ruangan. 


Bok Joo melihat waktunya adalah 15 menit sebelum janji pertemuan. Semua pun keluar dari ruang latihan. Bok Joo dan yang lainya kaget melihat dua pelatih mereka sedang sibuk membakar daging. Pelatih Choi menyuruh mereka untuk duduk.
Kau butuh beberapa daging setelah membuang-buang tenagamu.” Kata Pelatih Yoon
“Hei... Senior harusnya memanggang dagingnya. Kalian semua bisa menyiapkan mejanya dan duduk.” Kata pelatih Choi, semua pun bergegas untuk menyiapkan meja
Sebenarnya, aku punya diabetes. Dokterku menyuruhku untuk tidak makan daging. Tapi, aku tetap memakannya. Aku bisa jadi lebih sehat  dengan tidak makan daging, tapi aku lebih baik makan apa yang aku nikmati. Aku lebih baik menjalani hidup yang lebih bahagia daripada hidup sehat. Itu prinsipku.” Ucap Pelatih Yoon semua pun terdiam
Aku harap... kau juga bisa hidup seperti itu. Daripada hidup bahagia karena berhasil masuk tim nasional dan menang, aku harap angkat besi bisa membuatmu bahagia. Beberapa pelatih mungkin tertawa dengan apa yang kukatakan. Tapi, aku tidak mau kau.. menyerah terhadap angkat besi karena merusak tubuhmu terlalu banyak... hanya untuk mendapatkan medali emas.” Ucap Pelatih Yoon

Bok Joo seperti sudah tak tahan memikirkan waktunya untuk segera pergi, Pelatih Yoon terus memberitahu Jika tujuan merka  adalah memenangkan medali, dan jika tidak bisa mendapatkannya, maka nanti mereka tidak akan merasa bahagia. Tapi kalu mereka memang  menyukai mengangkat besi yang dingin dan berat itu, dan pasti akan merasa senang hanya dengan mengangkat beban.
Woon Gi dan Sang Chul pun meminta maaf atas kesalahan mereka. Pelatih Yoon tahu tahu mereka  semua  memiliki waktu yang sulit akhir-akhir ini, terlebih para senior. Tapi,menurutnya mereka harus menunggu sampai  pertandingannya selesai untuk melihat hasilnya Karenna Hanya dengan seperti itu, mereka tidak akan tahu bagaimana jadinya hidupnya.
Selama babak terakhir sepak bola, kau mungkin akan mematikan TVnya karena berpikir kalau tim itu sudah kalah. Tepat saat itu,  tiba-tiba tim itu mencetak gol. Kau harus menyaksikannya sampai akhir. Jika kau melakukan itu, kau akan menang.” Ucap pelatih Yoon lalu tersadar  tidak bisa berhenti bicara hari ini dan Pelatih Choi pun tak menghentikanya seperti biasa. Pelatih Yoon melihat daging mereka mulai hangus mengajak semua untuk segera makan. 


Bok Joo melihat kalau 10 menit sebelum janji pertemuan.  Pelatih Yoon kembali ke ruangan menyuruh pelatih Choi agar memesan lagi daging  jika masih kurang. Pelatih Choi mengatakan sudah berbicara pada Tuan Jung untuk menambah daging.
“Tapi Apa ini dari uangmu sendiri?” tanya Pelatih Choi, Pelatih Yoon melrik sinis, pelatih Choi hanya bisa meminta maaf karena  sudah melewati batas.
Profesor Yoon, Pelatih Choi. Maafkan aku, tapi aku harus keluar sebentar.” Kata Woon Gi masuk ruangan
Aku ingin bicara secara pribadi denganmu. Apa yang terjadi?” kata Pelatih Choi, Pelatih Yoon langsung menyuruh Woon Gi untuk segera pergi saja dan meminta agar kembali sebelum pengabsenan. Woon Gi mengerti.
Pelatih Choi. Mempercayai mereka adalah salah satu jalan untuk mendukung mereka.” Nasehat Pelatih Yoon, Pelatih Choi mengerti. 

Bok Joo buru-buru kembali ke kamarnya memilih baju sambil menelp klinik  meminta maaf harus datang terlambat dan memiliki janji jam 7 malam dan mengaku sedang dalam perjalanan serta akan segera kesana. Ketiga keluar asrama hujan turun dengan deras, Bok Joo memilih untuk berlari karena tak memiliki payung. Rambutnya pun basah dan tak lupa memakai jepitan rambut sebelum masuk klinik.
Maafkan aku menahanmu sampai selarut ini.” ucap Bok Joo masuk ke ruangan.
Tidak apa-apa. Biasanya aku masih ada disini jam segini. Apa kau kebasahan lagi?” kata Jae Yi melihat rambut Bok Joo yang basah. Bok Joo sadar pasti terlihat buruk.
Bukan itu maksudku. Kau harusnya menjauh dari hujan karena bisa terkena flu. Kau harus berada dalam kondisi tubuh  yang bagus agar bisa menjaga dirimu sendiri.” Jelas Jae Yi, Bok Joo berjanji akan melakukanya.
“Wah... Kau melakukan kerja bagus. Tanpa kehilangan satu otot pun, kau akan menghilangkan 200g lemak tubuhmu. Apa kau tetap diet dengan baik?” ucap Jae Yi melihat hasil tabelnya.

Benarkah? Sepertinya aku tidak terlalu mengikutinya dengan ketat.”kata Bok Joo tak percaya
Aku mengatakan yang sejujurnya. Kenapa kau tidak percaya padaku?” ucap Jae Yi lalu berjalan kesisi Bok Joo agar bisa melihat tabelnya.
Jae Yi memperlihatkan grafik indeks massa tubuh dengan lemak tubuh..... Bok Joo tak medengarkan ucapan Jae Yi karena sibuk memandangi wajah dokter yang sangat tampan dimatanya. Jae Yi akhirnya memanggil Bok Joo,  Bok Joo tersadar dan mengangguk setuju. Jae Yi bertanya apa yang dia katanya memang. Bok Joo binggung karena tak mendengar apapun.

Aku tadinya ingin memberimu hadiah, tapi kau menghilangkan kesempatanmu.” Kata Jae Yi
Tidak, aku tidak sedang memikirkan hal lain. Aku hanya terlalu larut pada musiknya.” Kata Bok Joo mencari alasan
Oh, benar. Itu... "J.B. Breval Sonata". Aku dengar ini seperti "Czerny New Studies" untuk pemain cello.” Ucap Jae Yi, Bok Joo sempat binggung dan kembali mengangguk setuju.
Breval... Aku sering mendengarnya sampai aku mengenalnya dalam hatiku.” Ungkap Bok Joo berlebihan.
Itu juga sejenis karya musik yang cukup panjang. Berapa lama kau latihan... supaya kau bisa menguasainya dan memainkannya sepertimu?” tanya Jae Yi.

Bok Joo pikir Tergantung orangnya dan memikirknya sekitar 3... Jae Yi pikir 3 bulan. Bok Joo meralatknya kalau Mulai dari 3 bulan sampa 4, 5 atau 6 tahun. Jae Yi merasa apabila bicara soal cello, perbedaannya bisa sangat besar. Bok Joo membenarkan seolah-oleh mengerti. Jae Yi pun mengajak Bok Joo agar bisa memulai pengobatan, saat itu tanganya menyentuh bagian pipi kening mengambil tissue yang menempel. Bok Joo terlihat benar-benar gugup berada didepan Jae Yi. 
Sun Ok sudah merasa lapar lagi, Nan Hee pikir mereka pasti bisa dapat lebih banyak jika hujannya tidak mulai turun. Sun Ok juga heran kenapa hujan bisa tiba-tiba turun, Nan Hee pun bertanya kemana Bok Joo karena  tidak bilang mau kemana. Sun Ok pikir Bok Joo sedang mengantar makanan.
Gadis itu sangat sibuk. Bukankah menurutmu kita harus jadi teman yang lebih baik untuknya? Kita sudah makan banyak ayam  goreng di restoran ayahnya.” Ucap Nan Hee
Sepertinya kau benar. Haruskah kita membantu mereka melayani pelanggan mereka?” kata Sun Ok, Keduanya langsung berteriak kalau mereka adalah sahabat dan akan pergi ke tempat Bok Joo. 

Sementara direstoran, Dua pria sedang duduk karena tak ada pelanggan. Dae Ho melihat kalau hari ini mereka benar-benar terlalu lamban hari ini. Tuan Kim bertanya kenapa Dae Ho  sangat pendiam akhir-akhir ini dan apakah bosnya itu  belum menghubunginya.
Aku membuat keributan dan meminta uang. Apa kau akan menghubungiku kalau jadi dia? Tapi , kenapa Bok Joo tidak pernah datang akhir-akhir ini.” ucap Dae Ho heran
Aku menyuruhnya untuk fokus pada latihannya. Dia harus mulai bersiap-siap untuk turnamen yang akan datang.” Kata Tuan Kim
Aku sebenarnya merindukan dia sekarang karena sudah lama tidak melihatnya. Keponakanku yang senang mengacau.” Ungkap Dae Ho, Tuan Kim melirik sinis, Dae Ho langsung berpura-pura untuk pergi ke toilet. 

Nan Hee dan Sun Ok datang ke restoran namun dibuat bingung dengan restoran yang sepi, Tuan Kim senang melihat Dua teman anaknya yang sudah lama tidak melihatnya. Suk Ok bertanya keberadaan Bok Joo apakah tak ada direstoran.
Kenapa dia harus ada disini, jam segini? Apa dia tidak ada di sekolah?” ucap Tuan Kim binggung, Sun Ok ingin bicara tapi Nan Hee lebih dulu menyela
Aku baru ingat.. Bok Joo bilang kalau dia mau ke sauna. Aku benar-benar lupa.” Kata Nan Hee buru-buru mengajak Sun Ok pergi. 

Keduanya keluar dari restoran, Sun Ok masih binggung karena Bok Joo ternyata tak ada direstoran lalu bertanya-tanya kemana temanya itu pergi. Nan Hee pikir tak ada yang tahu bahkan tak mempercayainya, dengan mengumpat Bok Joo si Rubah licik itu dan mereka benar-benar dibodohi. Sun Ok pun dengan bersiap-siap akan memberikan pelajaran pada temanya. 

Bok Joo pulang mengendap-ngendap karena takut ketahuan, tiba-tiba dua temanya sudah menunggu diatas tangga. Bok Joo berpura-pura santai bertanya kenapa temanya ada diluar kamar dan berpikir akan pergi. Nan Hee mengatakan mereka sedang menunggunya, melihat Bok Joo yang terlambat ingin tahu darimana saja temanya seharian ini.
“Hei.. Apa yang kau pikirkan? Aku tadi mengantar pesanan. Kami sangat sibuk dan Pesanan terus saja berdatangan.” Kata Bok Joo berusaha menyakinkan.
Jangan berani berbohong di depan kami. Kami baru dari Ayam Bok. Tidak ada satupun orang disana, dan ayahmu pikir kau ada disini.” Ucap Sun Ok , Bok Joo terlihat panik
Kau lebih baik mengatakan yang sejujurnya. Apa yang membuatmu sibuk akhir-akhir ini? Kemana saja kau?” tanya Nan Hee penasaran
Kau lebih baik memberitahu kami. Jangan mencoba untuk berbohong.” Kata Sun Ok
Bok Joo ingin memberitahu dan terlihat malu, Nan Hee dan Sun Ok penasaran menunggunya. Bok Joo mengakui sengaja merahasiakannya dari mereka karena terlalu malu untuk mengatakannya. Nan Hee mengingatkan mereka itu sahabat jadi kenap harus merasa malu lalu menduga Bok Joo itu terkena penyakit seperti tahun lalu.
Apa kau pergi ke dokter karena itu?” ucap Nan Hee melihat bagian bokong Bok Joo
Kau seharusnya memberitahu kami. Tidak perlu malu.” Kata Sun Ok mempercayainya.
Bok Joo pun seperti senang bisa menutupinya, Nan Hee ingin tahu apa yang dokter katakan apakah sangat buruk dan harus di operasi. Bok Joo mengaku  tidak seserius itu. Keduanya bisa mengucap syukur, Sun Ok berpesan agara Bok Joo  harus tetap berhati-hati mulai sekarang dan memperhatinya apa yang dimakanya. Bok Joo menganguk mengerti.
Kau tahu, aku tidak ingin membuat ayahku khawatir. Ini mungkin akan segera membaik, jadi aku tidak memberitahu kalian.” Kata Bok Joo sengaja tak ingin memberitahu kebenaranya.
Tetap saja, kau harus memberitahu kami. Kami sangat khawatir padamu.” Kata Nan Hee
Ya. Kami akan marah jika kau terus merahasiakan sesuatu dari kami.” Tegas Sun Ok, Bok Joo meminta maaf lalu berjalan bersama masuk ke dalam kamar mereka. 


Bok Joo menganti pakaian merasa Sepertinya berbohong juga membutuhkan latihan karena Semakin banyak kau berbohong, makan semakin baik yang dapatkan. Ia teringat dengan perkataan Jae Yi  "Bach Cello Suite Nomor Satu" lalu kebinggungan untuk mengucapkannya, dan memutarnya lagu dari ponselnya. Shi Ho datang dan Bok Joo langsung mematikanya.
Tidak apa-apa. Tidak usah dimatikan. Sepertinya kau juga suka musik klasik.” Ucap Shi Ho, Bok Joo mengaku sedikit menyukainya.
Tentang Joon Hyung... Bukankah dia menarik? Dia membuatmu tertawa. Dia senang menyendiri, tapi sebenarnya sangat perhatian.” Kata Shi Ho
Aku tidak yakin tentang itu dan masih belum menyadari itu tentangnya.” Ucap Bok Joo jujur
Sejujurnya, aku ingin kembali bersamanya, tapi dia tidak membuka dirinya untukku. Aku sudah mematahkan hatinya di masa lalu. Apa kau akan bisa membantuku jika aku membutuhkan bantuanmu?” ucap Shi Ho, Bok Joo binggung kenapa dirinya.
Aku tidak yakin bagaimana bisa membantumu juga.” Kata Bok Joo
Kenapa tidak? Kau dan Joon Hyung sepertinya sangat dekat.” Ucap Shi Ho, Bok Joo mengaku kalau mereka tidak dekat sama sekali. Shi Ho pun seperti yakin Bok Joo memang tak memiliki perasaan pada Joon Hyung. 

Dua pelatih sedang duduk bersama diruangan, Pelatih Yoon sengaja bilang seperti sebelumnya di depan anak-anak mereka agar bisa tenang tapi  sebenarnya khawatir akhir-akhir ini. kalau mereka tidak akan medapatkan tawaran dan jadi pengangguran.
Pelatih Choi pikir juga seperti itu karena  mereka harus mulai  menerima beberapa penawaran sekarang dan sepertinya karena penampilan tim mereka tak bagus tahun lalu, serta hanya punya turnamen  dan beberapa pertandingan lagi.
Mereka juga pasti merasa tertekan. Maksudku, hidup mereka bergantungpada ini.” kata Pelatih Yoon terlihat benar-benar khawatir
Profesor Yoon, kalau begitu... aku sudah memikirkan tentang ini dan...” kata Pelatih Cho memiliki ide. 

Woon Gi dan istrinya sedang melihat anak mereka yang baru lahir dalam ruangan bayi. Keduanya terlihat tersenyum bahagia, Woon Gi memastikan istrinya akan keluar besok, sang istri menganguk. Woon Gi sedih karena istrinya itu bahkan tidak bisa pergi ke pusat perawatan setelah melahirkan karena Melakukan semuanya sendiri akan sangat sulit.
Sang istri dengan rendah hati merasa tak masalah, karena tahu merkea tidak sanggup membayar yang seperti itu jadi bisa melakukannya sendiri serta sudah membeli rumput laut. Ponsel Woon Gi berdering, ia pun meminta izin pada istrinya untuk menyinggir sebentar. 

Pelatih Yoon menelp, Woon Gi terlihat kaget Pelatih Yoon membahas tentang kelas beratnya. Pelatih Yoon menjelaskan  kalau ini ide Pelatih Choi mereka juga tahu, kalau menaikkan berat badan dan massa ototnya  tidak akan mudah dilakukan.
Tapi jika kita melakukannya, maka memenangkan medali akan jadi lebih mudah untukmu. Dan Jung Woo juga akan bisa memenangkan medali.” Jelas pelatih Yoon
Aku akan memikirkannya.” Kata Woon Gi terlihat ragu menatap sang istri, Perlatih Yoon pun setuju agar Woon Gi bisa memikirkanyadan bisa membicarakannya lagi nanti.
Pelatih Choi melihat pelatih Yoon sudah menutup telp dan mengatakan kalau ada satu lagi, lalu mengambil ponsel dan mengetiknya lalu memperlihatkanya. Pelatih Yoon menghela nafas dan mencoba menelpnya. 

Bok  Joo yang sedang jatuh cinta tersenyum senyum sendiri, berjalan di sepanjang pertokoan. Lalu ia berhenti sebentar dengan melihat ke arah jendela memakai kembali jepitan rambutnya. Senyumanya terlihat seperti ingin berkencan.
Tuan Kim kaget mengetahui tentang Kelas berat Bok Joo, Pelatih Yoon dan Choi sudah datang menemui ayah Bok joo. Pelatih Yoon mengatakan  sudah memikirkannya, menurutnya semua mungkin karena Dalam kategori wanita 63 kg, tidak akan ada yang bisa mengalahkan Bok Joo.
Dia akan memenangkannya. Jika Bok Joo menaikkan kelas beratnya, kesempatannya memenangkan medali semakin besar. Anak lain dalam kategori 58 kg juga akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan medali. Ini bisa jadi situasi yang sama-sama menguntungkan. Sisa kompetisinya, terlebih untuk para senior, sangat penting... untuk karir mereka.” Jelas Pelatih Yoon mencoba menyakinkan
Seorang senior, Woon Gi... juga sedang memikirkan untuk menaikkan berat badannya juga.” Kata pelatih Choi
Aku mengerti apa yang kau katakan, tapi... menaikkan berat badan bahkan lebih sulit dari pada menurunkannya.

Jae Yi melihat tabel dalam komputernya  (Berat Badan 23 November : 57,12 kg. Berat Badan 24 November: 56,80 kg) lalu memberitahu Bok Joo yang sudah  turun 300 g lagi. Merasa benar-benar harus memberikan hadiah karena sudah melakukan hal yang bagus. Bok Joo merendakan diri karena merasa tak perlu melakukan itu.
Apa yang akan kau berikan padaku?” kata Jae Yi  bingung memikirkan sesuatu yang bagus sebagai hadiah.
Ini harus sesuatu yang sedang kau inginkan.” Kata Jae Yi lalu menyuruh agar Bok Joo memikirkan dan mulai berganti baju.
Bok Joo menganti bajunya dan menatap kearah cermin dengan jepitan dirambutnya, tiba-tiba terdengar suara “Apa yang kau lakukan disini, Gendut?” Bok  Joo kaget melihat dibelakangnya sudah ada Joon Hyung, Joon Hyung pun melihat jepitan rambut yang digunakan Bok Joo karena tak seperti biasanya. Bok Joo langsung melepaskanya.
Jae Yi keluar dari ruangan menyapa adiknya, Joon Hyung pun menyapa kakaknya. Bok Joo kaget Joon Hyung memanggilnya “Hyung”, Jae Yi bertanya apakah mereka berdua saling mengenal. Joon Hyung membenarka kalau mereka dulu adalah satu.... Bok Joo terlihat panik karena mungkin kebohongan akan terbongkar. 
bersambung ke episode 5

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar