Kamis, 17 November 2016

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS
[Agustus, 1586, Hyeupgok-Hyun, Gangwan-do]
Dizaman Joseon, sebuah hujan badan datang, semua pelaut yang ada dibibir pantai mencoba memindahkan hasil tangkapanya. Gelombang besar lebih dulu menerjang bibir pantai seperti sebuah tsunami. Esok paginya, terlihat matahari terbit dengan cerah.
Nelayan dan keluarganya dibuat kaget melihat semua ikan-ikan yang bergeletakan di  pinggir pantai, karena gelombang membuat semua ikan terdampar. Mereka semua melihat seperti Keberuntungan dan mengajak semua agar mengumpulkan semua ikan yang serakan di bibir pantai.
Beberapa orang melewati sebuah gua dan melihat sosok seperti manusia yang berusaha mengeser batu, tapi mata mereka dibuat melotot kaget dengan bertanya-tanya apakah itu manusia atau ikan

Seorang PM istana datang dengan terburu-buru menanyakan keberadaan putri duyungnya. Salah seorang lagi pun menunjukan jalan tempat Putri Duyung ditempatkan. PM melihat bagian badan manusia dan bagian bawahnya terlihat sirip ikan, dengan melonggo kalau  memang putri duyung sungguhan. Ketika ingin memegangnya, si pria tua menahanya.
Konon katanya kalau kita menyentuh putri duyung sembarangan..., maka putri duyung itu akan merampas jiwa manusia dan menghapus ingatan mereka.” Ucap si pria Tua, PM merasa itu hanya omong kosong saja.

Katanya... begitulah cara putri duyung mempertahankan diri melawan manusia. Ada juga beberapa pelaut jadi gila karena menyentuh putri duyung.” Ucap Si pria tua
Itu tidak masalah, karena aku tidak akan menggunakan tanganku menyentuh putri duyung itu, melainkan dengan pedang.” Kata si PM
Si putri duyung melirik sinis, seperti bisa mendengar. PM dan si pria tua binggung berpikir si putri duyung itu bisa mengerti perkataan manusia. Ia tak memperdulikanya, dengan mengajak semua nelayan untuk makan bersama dan meminta anak buahnya Sung Ga, untuk mempersiapan makanannya, lalu bertanya-tanya Kapan pejabat kota yang baru ditunjuk itu tiba


Seorang pria dengan pakaian pejabat istana berjalan dengan iring-iringan melalui bukit. Di rumah PM terlihat ada para wanita yang menari dan duduk samping mereka untuk melayani. PM pun melayani pejabat dengan menceritakan banyak pejabat kota datang dan pergi ke tempatnya, tapi ini pertama kalinya melihat seseorang dengan penampilan yang bagus seperti pejabat tersebut. Si pria tampan hanya tersenyum.
Sewaktu aku belajar di Sungkyunkwan, aku tidak yakin dengan pendidikanku, tapi aku selalu peringkat pertama untuk penampilan. Prinsipku 'Lebih hebat dari orang lain,' atau agung dan besar,' yah seperti itulah.” Ucap Si pejabat bangga
Sangat disayangkan orang hebat sepertimu terlalu cepat jadi duda. Kau sungguh akan melelehkan hati para wanita di pedesaan ini.” balas si PM terlihat sengaja menyindirnya. PM mulai membahas tentang  putri duyung

Kata para nelayan, ketika putri duyung berada di daratan, ekornya berubah jadi kaki manusia. Ada juga yang bilang putri duyung menikah dengan seorang manusia.” Cerita salah seorang lainya.
Bukankah itu hanyalah dongeng, 'kan? Meskipun ada rumor soal keberadaan putri duyung, tapi nyatanya tidak ada orang yang pernah melihatnya..., jadi apa bedanya itu dengan cerita hantu yang menyebabkan orang menjadi gila?” ucap pria lainya sinis
Hari ini adalah hari bahagia saat pejabat kota baru telah datang. Saya ingin menunjukkan pada kalian semua pemandangan yang sangat langka.” Kata si PM 


Semua pun pergi ke bagian belakang, terlihat wanita dengan bagian kaki berbentuk sirip duduk dengan tangan terikat dan duduk diatas jaring. Beberapa orang dengan mengunakan kayunya mencoba mendorongnya, Putri duyung dan si pejabat saling bertatapan.
Tuan.... Itu putri duyung sungguhan. Tidak seperti putri duyung yang diceritakan dalam dongeng-dongeng..., tapi putri duyung sungguhan yang saya tangkap sendiri.” Kata si PM, si putri duyung terlihat lemah dan terus mengarahkan pandangan pada si pejabat yang melihatnya. 

Pejabat dan PM pun berjalan lebih mendekati si putri duyung, ia bertanya apa yang ingin direncanakan oleh PM tersebut,  PM meceritakan Di makam Qin Shi Huang, seharusnya ada api yang tidak pernah padam lalu memberitahu  rahasianya kenapa apinya tak pernah padam yaitu karena minyak dari putri duyung.
Konon, minyak yang diekstrak dari putri duyung adalah kualitas minyak terbaik. Minyak ikan paus saja yang seharusnya menjadi minyak terbaik, tidak ada tandingannya dengan minyak putri duyung. Minyak putri duyung tidak pernah membusuk, walaupun kau sudah lama sekali mendiamkan minyak itu. Jadi inilah namanya... nilai tidak bisa diuangkan. Setelah melakukan tugasku dan hidup dengan niat baik..., sepertinya nasib beruntung datang menghampiriku.” Kata si PM Bangga
Menurut orang sepertimu yang melakukan tugas-tugasnya dan hidup dengan niat baik..., tapi maaf kalau aku mengatakan hal ini...” ucap si pejabat, PM binggung apa maksud perkataanya.

Aku pribadi sudah memeriksa latar belakangmu sebelum bertugas disini. Kau..., Kau telah membayar 1000 nyang pajak di muka, dan mendapatkan posisi pemerintahan dan mengumpulkan 3 kali lipat jumlah pajak dari nelayan. Itu tindak kejahatan yang sangat parah...” jelas Si pejabat, Si PM terlihat panik
Baru-baru ini, Yang Mulia Raja telah menyatakan bahwa barang siapa yang mencari keuntungan lewat pajak..., dan membuat warga menderita harus dihukum seberat-beratnya. Biasanya hukumannya 100 kali cambukan... , tapi kali ini sepertinya hukuman mati... Sangat disayang sekali.” Jelas Si pejabat.
Si PM ketakutan dan meminta agar memberitahu apa yang harus dilakukan sekarang. Si pejabat menatapnya, PM menjelaskan maksudnya jika ada permintaan maka akan melakukanya. Si pejabat bertanya apakah itu permintaan apa saja. Si PM mengatakan apapun itu. 


Si pejabat sudah ada diatas perahu dan Putri Duyung pun dilepaskan, terlihat Putri Duyung yang bisa berenang kembali di habitnya. Si PM dengan pria tua terlihat berdiri di pingir dermaga.
Beraninya dia datang ke negeriku dan mempermalukanku.  Kita lihat saja nanti. Putri duyung tidak bisa bertahan hidup, sekalinya pergi dari lautan. Aku pasti akan merampas putri duyung itu dengan tanganku lagi. Dan pejabat kota naif itu... Aku akan menyingkirkan dia dengan tanganku sendiri.” Kata si PM terlihat sinis

Saat itu putri duyung kembali ke permukaan dan mengulurkan tanganya pada si pejabat yang ada diatas perahu. Si PM melihat dengan wajah panik bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan mahluk it dan berpikir si putri duyung berusaha menyeret pejabat kot ke lautan dan merampas jiwa serta menghapus ingatannya.
Konon..., putri duyung hanya menghapus ingatan yang ingin mereka hapus. Namun, alangkah lebih baik jika tidak meraih tangan itu. Dunia yang ditempati manusia dan putri duyung jelas berbeda..., entah itu takdir yang baik atau buruk..., apa gunanya mengikat hubungan seperti itu?” kata si pria tua.
Si pejabat melihat putri duyung mengulurkan tanganya dan saat itu juga tanpa ragu meraihnya dengan mengenggam tangan si putri duyung. 


Di sebuah bus, Seorang ibu dengan anaknya yang sudah duduk akan turun, Si anak meminta pada ibunya untuk menekan tombol berhenti pada bus, Sang ibu pun memperbolehkanya, Won Seo sang anak berusaha mengampai bel tapi tingginya belum cukup, ia berusaha untuk menekan. Tiba-tiba tangan seseorang langsung menekanya. Pria itu adalah Heo Joon Jae. Si anak cemberut karena sudah lebih dulu di tekan belnya, Joon Jae seperti tak peduli dan menuruni bus.
Joon Jae bertemu dengan seorang wanita di bar memberikan kartu namanya yang bernama Kim Myung Hoon sebagai seorang pengacara. Di sebuah penjualan guci, seorang pria berkacamata memberikan kartu nama  Nam In Joong, dan memastikan kalau tak akan ketahuan membeli barang curian.

“Myung Hoon” yang ada di bar  membuatkan trik mengoda wanita dengan tiba-tiba mengambil sebuah bunga dari tissue dari belakang rambut, Si wanita pun terlihat terpesona melihatnya. “In Joong” berhasil melakukan pembelian guci. “Myung Hoon” membuat bunga tissue menjadi bunga mawar dan memberikan pada si wanita sebagai hadiah.
“In Joong” membayarkan sekoper uang dengan menerima sekotak guci dan keluar bersama anak buahnya, saat mereka pergi si pemilik membuka koper yang berisi uang tapi berubah menjadi bunga mawar. 


Joon Jae keluar bersama dua rekanya, Nam Doo berkomentar Joon Jae itu sudah seperti Harry Potter versi penipu, lalu mengubahnya kalau bahkan lebih hebat dari Harry Potter, ditambah lagi penampila juga lebih bagus. Joon Jae dengan bangga membenarkan. Sementara di belakang, Tae O sibuk dengan gadgetnya.
Sebuah mobil terparkir didepan kejaksaan, Nam Doo seperti menyadap telp dengan menerima laporan kalau lift rusak dari kejaksaan, Nam Doo mengaku sudah dekat kantor jadi akan segera sampai. Ketiganya pun bergegas menuruni mobil dan masuk ke kantor kejaksaan.
Ketiganya pun menaiki tangga dengan berbeda arah pada seorang jaksa yang seperti keluar untuk makan siang.  Di depan pintu masuk, pertugas melihat ketigaya tak percaya kalau mereka datang lebih cepat dari biasanya. Joon Jae yang menyambar hanya tersenyum dibawah topinya.

Tiba-tiba si petugas memanggilnya, seperti menaruh curiga bertanya apakah Kepala Go tidak datang, karena Biasanya dia yang selalu datang. Joon Jae menatap Si pertugas seperti mata komputer yang bisa menganalisi  
[Uji Mata: Selaput putih: 80%; suhu rendah; Konsentrasi tinggi sesaat; mengenakan dua lapis pakaian; perokok, rokok di saku kanan; Detak jantung yang cepat]
[Dominan tangan kanan: Saku kanan yang usang; Tangan dilipat, tangan kiri di atas; Sensitivitas terhadap hipnosis sangat tinggi; Warna syal dan warna kaos kaki sama dengan kaus dalamnya, Sangat cocok]
Ia menyimpulkan kalau petugas itu akan menyesuaikan diri dengan sugesti hipnosis, menggunakan alat, dengan mengeluarkan korek api dan memainkanya, lalu memberitahu keberadan Kepala Go dengan menunjuk ke arah lift. Si petugas melihat sosok pria dengan kacamata, dengan berkomentar tidak mengenalinya karena memakai kacamata hari ini lalu mempersilahkan masuk.
Saat ketiganya mendekat, yang terlihat adalah seorang wanita dengan kacamata sedang berdiri didepan lift. Joon Jae memberitahu kalau Lift-nya rusak jadi harus lewat tangga. Si wanita pun pergi dan pengumuman didepan kalau lift dalam perbaikan. 


Joon Jae dan Nam Do masuk ke dalam kantor kejaksaan dengan mengubah semua bagian ruangan seperti foto diatas meja, dengan papan nama sebagai jaksa Yoo, Tae O berada diatap gedung terlihat sibuk dengan komputernya dengan [Status reservasi untuk ruang interogasi saat ini]
Nam Do bahkan membuat ID Card palsu sebagai jaksa, seorang wanita dan pria masuk ke dalam kantor kejaksaan seperti harus melakukan pemeriksaan. Nam Do berbicar di telp dengan berteriak marah kalau semua itu tidak bisa membuktikan identitasnya!
Apa kau tidak tahu Hakim Lee itu seperti apa?” teriak Nam Do lalu melihat seorang pria bernama Tuan Han Sung Tae masuk bersama istriya dan menutup telpnya lalu mempersilahkan mereka untuk duduk.

Diatas meja terlihat bagan organisasi jaksa, Nam Do langsung menyingkirkanya sambil bercanda dengan Tuan Han kalau wajahnya terlihat keren sekarang. Joon Jae melihat dari tempat duduknya yang berpura-pura sebagai jaksa.
Jaksa, aku sudah bilang padamu sebelumnya... Ini CEO Han, yang ingin minta bantuan kita Dan dia Nyonya dari Myungdong Capital.” Jelas Nam Do, Joon Jae melirik sinis mendengar nama  Myungdong Capital
Aku pernah beritahu sebelumnya. Di SMA Gangnam Jeil, ada seorang murid bunuh diri, namun di surat bunuh dirinya itu ada tertulis nama anak dari Nyonya ini.” jelas Nam Do
Dia memang gila. Kalau dia mau mati, harusnya mati saja sendirian. Kenapa menulis nama anakku di surat itu?” ucap si wanita sinis

Tae O duduk diatap melihat lampu lalu lintas dengan jaksa Yoo yang akan menyebrang, saat itu juga dengan mudah menganti lampu menjadi tanpa dilarang menyeberang.
Kenapa anakku harus mengalami hal ini karena ada orang gila mati? Anakku mau ambil ujian masuk perguruan tinggi. Sekarang adalah saat terpenting untuk menjaga kesehatan mentalnya.” Kata Si nyonya kesal
Tae O mengirimkan pesan agar keluar satu menit dari sekarang, karena Pemilik kantor akan segera kembali. Nam Do mengajak mereka semua makan bersama lebih dulu. Jaksa Yoo kembali ingin menyeberang jalan, Tae O kembali mainkan komputernya kembali mengubah dengan lampu merah. 

Keempatnya naik lift bersama, Nam Doo mengatakan  Semuanya baik-baik saja. Tapi tidak bisa berbuat banyak.  Nyonya Cha hanya meminta agar membersihkan saja nama baik anaknya, lalu membisikna kalau ada Akun rahasia mereka di Virgin Island.
Joon Jae mengatakan kalau tak tertarik. Nyonya Cha terlihat kaget, Joon Joe mengatakan Virgin Island tidak bagus juga karena Itu tempat bebas pajak.
Kalau itu tempat bebas pajak, kenapa tempat itu bisa terkenal sekali? Apa kau bisa sembunyi disana?”kata Joon Jae sinis, Nam Do mengangguk setuju, Tuan Cha dan istrinya terlihat binggung. 

Mereka berempat keluar dari kantor kejaksaan terlihat wajah seperti PM Kim jaman Joseon akan melakukan penyelidkan di kantor kejaksaan. Joon Jae tiba-tiba berhenti melangkah dan berbisik dengan mengusulkan Nyonya Cha untuk pindah dan bersembunyi karea tahu tempat yang cukup keren. Nyonya Cha bertanya dimana tempatnya.
Pulau di Laut Mediterania. Katanya pemandangannya sangat menakjubkan di sana.” Ucap Joon Jae 

Joon Jae dkk sudah berada dibandara dengan kopernya, Nam Do menerima telp dari Nyonya Cha mengatakan  baru saja memeriksa jumlahnya dan mereka semua ada kapal sekarang.
Jika ada yang ingin mengambil akun Nyonya, maka tentu saja Jaksa kita harus mundur tapi perusahaanmu akan bangkrut dan hanya tersisa audit pajak saja. Kau tahu itu, 'kan? Aku akan mendoakan anakmu lulus ujian masuk perguruan tinggi.” Kata Nam Doo lalu menutup telpnya.
Nam Do merasa semua ini sangat hebat karena Impiannya ingin sekali hidup seperti ini. Tae O seperti tak peduli memilih mengunakan earphonenya lalu pergi begitu saja, Joon Jae berteriak kesal karena Tae O  tak mau mengucapkan salam perpisahan
Biarkan saja dia, dia tidak tahu caranya salam perpisahan tapi dia bisa membuka pintu dalam 2 detik.” Kata Nam Do
Aku paling benci saat dia pergi tanpa bilang apa-apa.”keluh Joon Jae kesal
“Lalu kau sendiri? Perilakumu itulah yang paling parah dibandingkan dia.” Ejek Nam Doo yang melihat Joon Jae pergi begitu saja. 

Joon Jae sudah menaiki pesawat bagia eksekutif, seorang pramugari melayaninya dengan membahas Dalam buku yang disusun oleh tabib kerajaan selama Dinasti Joseon, tertulis disana bahwa keringat, adalah cairan dari hati.
Karena ada keringat di tanganmu, itu menandakan bahwa hatimu mungkin ada beberapa masalah.” Ucap Joon Jae seperti mulai mengoda.
Dokter herbal memang tahu hanya dengan sekali lihat, 'kan.” Kata si pramugari merasa terpesona.
Ini memang risiko pekerjaanku. Aku hanya ingin istirahat selama hari liburku. Tapi dari aspek humanisme, aku tidak bisa mendiamkan keadaan yang butuh bantuanku.” Ucap Joon Jae merendahkan hati

“Kau pasti pria penuh kasih sayang. Kita akan segera mendarat jadi  akan membuka tirainya.” Kata pramugari, Joon Jae melihat laut lepas dibawahnya.
Aku sudah ke beberapa Negara tapi tidak ada tempat yang sebanding dengan lautan di sini. Waktu Aku terbang ke tempat ini dulu sekali, mengetahui dari kakek yang sudah lama tinggal di sini katanya ada putri duyung yang masih hidup di perairan ini.” cerita Si pramugari, Joon Jae hanya tertawa tapi si pramugari menyakinkanya. 


Dulu, putri duyung hidup di setiap bagian bawah laut...tapi sekarang kebanyakan dari mereka telah menghilang... dan kabarnya, putri duyung terakhir yang bertahan di Bumi ini, hidup di laut ini.
Beberapa duyung berenang didasar laut dengan ikan-ikan lainya, lalu seekor putri duyung masuk ke sebuah gua dibawah laut dan mengambil gelang yang disimpanya. Sim Chung pergi ke permukaan dengan memegang gelangnya, dan memakainya.
Sebuah kapal melewatinya, Seorang anak berteriak pada ibunya kalau melihat putri duyung, sang ibu merasa anaknya itu sedang berkhayal karena sering membacakan dongeng buatnya jadi mengira putri duyung itu sungguh ada.

Sim Chung kembali ke dasar laut dan melihat semua ikan berkerumun dan terlihat sebuah gelombang besar, Joon Jae sedang duduk sendirian di pinggir laut dengan menikmati bir. Gelombang dengan pasir pun membawa Sim Chung masuk ke dalamnya.
Esok paginya Sim Chung terlihat berada di tepi pantai seperti terdampar. Lalu ia mencoba mengintip dan melihat kolam renang alami dengan air seperti diambil dari air luat. Ketika ingin melihatnya, Sim Chung sadar melihat ternyata memiliki sepasang kaki dan menatap bayangan yang diair.
Ia pun akhirnya memilih untuk berenang dalam kolam renang dan sirip ikanya pun terlihat. Joon Jae baru saja bangun tidur keluar dari penginapanya dan pergi ke pinggir pantai untuk menghirup udara laut. Ia masih menguap dan seperti belum sadar, Sim Chung yang melihat ada yang datang berusaha menengelamkan tubuhnya, tapi diam-diam menatapnya dari belakang
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        

4 komentar:

  1. akhirnya...ditunggu2...alhamdulillah...seneng banget

    BalasHapus
  2. mba mira ayoo dicekk...iniii...udaah ada sinopsis nyaa

    BalasHapus
  3. OMG I Like Oppa #LeeMinHo

    #Is The Best The Legend Of The Blue Sea

    BalasHapus