Jumat, 04 November 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 12 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC
Seorang wanita muda duduk didepan pintu, terlihat seperti sedang menunggu seseorang. Ketika seorang tukang pos datang, Ia langsung   berdiri dengan mata berbinar-binar melihatnya.
Ada pepatah dari Amerika... yang mengatakan jika kau mengulang sebuah keinginan lebih dari 10 ribu kali, maka keinginan itu akan jadi kenyataan.
Si wanita pun mengucapkan  kalimat “Aku akan menikahi pria itu.” didalam hati sambil menatapnya.
Ibuku Shin Young Ae, yang merupakan wanita penuh obsesi, mengulang keinginan kalau dia akan menikahi...ayahku Cha Soo Il 10 ribu kali.
Beberapa tahu kemudian, Nyonya Shin menelp Joong Won bertanya  jam berapa sekarang di Amerika, lalu meminta maaf karena harus menghubunginya pagi sekali. Lalu memberitahu kalau sudah mencari,dan bermain hoki es adalah olahraga terbaik saat ini.
Untuk putranya... supaya bisa bermain hoki es dengan baik, dia mengatakan "hoki es" berulang-ulang selama 10 ribu kali
Foto besar dengan Joong Won mengunakan baju Hoki berkat dari ucapan ibunya. 

In Sung bertemu dengan semua tim kantor Joong Won, memberitahu  apa yang Bok Sil lakukan selama ini yaitu bisa dibilang menampung Tn Louie yang  kehilangan ingatannya dan menjaganya. Bok Sil juga memberinya makan, memberinya baju dan menjaganya, serta  menjaganya dengan sangat baik. Semua yang mendengarnya terlihat tak menyangka.
Kenapa Tn Louie menggunakan... baju milik adiknya Bok Sil?” tanya Do Jin binggung.
Itu pertanyaan yang bagus. Dalam perjalanannya dari bandara, di jalan.... Kau menyebut apa para pengendara motor yang suka kebut-kebutan itu?” ucap In Sung binggung, Hye Won menyebut genk motor.
Ada perkelahian dengan geng motor..... yang menyebabkan baju dan mobilnya dicuri” jelas In Sung lalu menunjuk si baju merah yang mengangkat tangan.

“Jadi Maksudmu orang yang tewas  dalam kecelakaan mobil itu... adiknya Bok Sil?” tanya Hye Won, In Sung membenarkan. Semua menjerit tak percaya
Astaga, tragis sekali. Bukankah itu berarti adiknya tewas...menggantikan Tn Louie yang  akhirnya menjadi kekasihnya?” kata Mi Young, In Sung membenarkan.
Itulah kenapa mereka berpisah. Ini terlalu menyakitkan... untuk mereka tetap bersama.” Jelas In Sung menahan tangisnya.
Kyung Kook mengeluarkan tissue merasa kasihan pada mereka berdua lalu akhirnya menangis sesunggukan. Mi Young binggung kenapa Kyung Kook malah menangis yang menurutnya sangat memalukan. Tapi akhirnya semua menangis mendengar cerita tentang Bok Sil dan Louie. Kyung Kook pun bertanya bisakah Louie dan Bok Sil kembali bersama


Louie tertidur dikamarnya dengan memegang boneka Bok Sil sambil berkata Kumohon, aku ingin bersamanya lagi.” Terus menerus tanpa henti.
Raja Belanja, Louie yang kukenal... tidak mengerti peribahasa Amerika. Tapi, diluar kebiasaannya, dia terus mengulang-ulang, "Aku ingin bersamanya lagi"... sebanyak 10 ribu kali. Keinginannya yang terus dia ulangi selama 10 ribu kali... akan segera jadi kenyataan.

[EPISODE 12: MIMPI JADI KENYATAAN]
Bok Sil kaget melihat Louie dengan pakaian adiknya seperti gembel lalu mendekatinya,  bertanya apa yang terjadi karena mengira suda pergi ke Paris tapi ternyata menjadi pengemis didekat stasiun. Louie seperti hilang ingatan  dan kebinggungan menatap Bok Sil.
Apa namaku Louie? Apa Kau mengenalku?” tanya Louie seperti hilang ingatan kembali, Bok Sil sedih dan mengangguk kalau mengenalnya. Louie bertanya siapa wanita itu.
Aku Bok Sil.... Go Bok Sil...” ucap Bok Sil dengan mata berkaca-kaca, Louie menyebut nama Bok Sil tiba-tiba air matanya mengalir merasa ini sangat menyakitkan.
Bok Sil memegang wajah Louie bertanya apa yang terjadi, Louie bertanya apakah mereka sangat dekat. Bok Sil menatap Louie dengan menghapus air matanya lalu memeluknya erat. Louie pun menangis di pelukan Bok Sil. 

Di sebuah taman, Bok Sil menelp Pelayan Kim seperti memberitahu keberadaan Louie, Pelayan Kim terlihat kaget bertanya Apa yang terjadi padanya lalu mengatakan akan segera datang
Bok Sil, tunggu aku di pelabuhan Pulai Dongbaek dengan Tn Louie. Kau harus Terusl  berada di dekatnya, oke?” ucap Pelayan Kim, Bok Sil pun mengerti. 

Louie memegang baju Bok Sil seperti tak ingin ditinggal begitu saja, Bok Sil teringat saat pertama kali bertemu Louie melakukan hal yang sama memintanya agar Mulai sekarang,harus membawanya kemanapun mereka pergi.
Bok Sil akhirnya mengenggam tangan Louie dan duduk disampingnya seperti berjanji tak akan meninggalkanya. Louie tersenyum di genggam tanganya oleh Bok Sil, begitu juga Bok Sil dengan senyuman bisa bertemu dengan Louie kembali. 

Bok Sil pergi ke area pelabuhan didekat minimarket, lalu bertanya apakah Louie lapar dan  ingin makan sesuatu. Louie meminta minum kopi, Bok Sil mengeluh Louie yang meminta minum kopi lagi lalu menyuruh Louie duduk dan Jangan pergi kemana-mana.  Louie terlihat tersenyum melihat Bok Sil yang memberikan kopi padanya.
Bok Sil pun membawakan segelas kopi untuk Louie, lalu bertanya apakah rasanya enak, Louie mengangguk. Bok Sil bercerita Ada kopi yang dulu sangat disukai Louie. Louie kembali bertanya apakah Bok Sil  sangat mengenalnya. Bok Sil menjawab “Tentu saja.” 

Saat itu Pelayan Kim datang dengan wajah marah dan berteriak pada Louie, Louie dengan wajah ketakutan langsung berlari menghindari pelayan Kim dan masuk ke dalam sebuah kapal. Bok Sil ikut mengejarnya sampai masuk dalam kapal.
Nakoda yang ada di pinggir kapal sudah siap melepaskan tali jangkar, Bok Sil berteriak mencoba mengejar Louie, tapi saat itu juga Louie bisa keluar dari kapal dengan cepat dan Bok Sil pun terjebak dalam kapal yang akan berlayar ke tengah laut.
Dengan wajah panik Bok Sil pergi ke bagian atas kapal, meminta pada Nakoda untuk kembali ke pelabuan, karena tidak bermaksud naik kapal ini, tapi kapal itu malah meninggalkan pelabuhan. Si nakoda mengatakn tidak bisa memutar ditempat itu jadi harus tetap di kapal ini sampai tujuan.

Bok Sil akhirnya pasrah duduk dalam kapal, lalu menelp Pelayan Kim untuk bertanya apakah sudah menemukannya Pelayan Kim mengatakan Louie sekarang sudah bersamanya, Bok Sil pun bisa bernafas lega dan mengucap syukur lalu meminta agar menunggu sampai kapal kembali ke pelabuhan, pelayan Kim mengerti.
Akhirnya Bok Sil menikmati perjalanan kapal sampai ke tengah lautan, Detektif Nam menelp Bok Sil, menanyakan keberadaanya sekarang, Bok Sil binggung bertanya Apa ada sesuatu yang penting. Detektif Nam dengan bahagia memberitau kalau mereka  sudah menemukan Bok Nam. Bok Sil kaget, tapi sebelumnya mengetahui kalau adiknya itu sudah meninggal.
Sebenarnya... dia belum meninggal.” Ucap Detektif Nam, Bok Sil terdiam sejenak seperti sangat shock mendengarnya, lalu menanyakan keberdaan Bok Nam sekarang

Kami dapat informasi kalau dia ada di Busan sekarang.” Kata Detektif Nam, Bok Sil memberitahu kalau sedang ada di Busan sekarang jadi meminta agar memberitahu keberadaan adiknya itu.
Kau di Busan daerah mana?” tanya Detektif Nam, Bok Sil kebinggungan melihat kesekeliling memberitahu ada di laut.
Sekarang,aku ada dalam sebuah kapal di tengah laut. Aku bisa melihat Kota Marine, Jembatan Gwangan... dan Pulau Dongbaek.” Ucap Bok Sil
Detektif Nam bertanya apakah Bok Sil bisa melihat kapal lain di sekitarnya, Bok Sil melihat ke arah depan ada kapal dengan layar, Detektif Nam memberitahu Bok Nam ada di kapal itu sekarang. Bok Sil langsung berteriak memanggil Bok Nam ke arah kapal yang ada didepanya. 

Saat itu Bok Nam naik ke bagian atas kapal, dengan mata berkaca-kaca memanggil kakaknya. Bok Sil kaget melihat adiknya ternyata benar-benar masih hidup dan ada dikapal yang sama. Keduanya pun langsung berpelukan dan menangis haru karena sudah berpisah beberapa bulan lamanya.
Noona. Maafkan aku.... Ini semua salahku.” Ucap Bok Nam bener-benar menyesalinya.
Ini... benar-benar kau?” ucap Bok Sil masih tak percaya menatap adiknya, Bok Nam membenarkan. Bok Sil pun memeluknya kembali dengan penuh haru.
Bok Nam… Sebenarnya, apa yang terjadi padamu? Jika kau selama ini masih hidup, kau harusnya mencari aku.” Ucap Bok Sil
Aku pulang ke rumah kita di Gangwon-do, tapi tidak ada siapapun disana.” Cerita Bok Nam
Bok Sil memeluk Bok Nam kembali dan meminta maaf pada adiknya, Bok Nam pikir kakaknya tak perlu meminta maaf karena ia yang salah. Keduanya saling berpelukan sambil menangis melepaskan kerinduan. 

Bok Sil dan Bok Nam duduk diatas kapal dengan tangan saling berpegangan,  Bok Sil memarahin adiknya yang nakal dan memperingatkan Jangan berani-berani kabur dari rumah lagi. Bok Nam berjanji tak akan melakukanya lagi . Bok Sil pun langsung bertanya bagaimana adiknya bisa naik kapal yang sama denganya.
Bok Nam mengeluarkan sebuah ponsel, Bok Sil binggung karena ponsel itu sengaja di tinggalkan dirumah yang dulu, lalu bertanya kenapa adiknya bisa memiliki ponsel itu. Bok Nam memperlihatkan sebuah video pada kakaknya, Louie terlihat bicara pada ponselnya.

Bok Sil. Apa kau kaget? Aku berjanji padamu untuk menemukan Bok Nam, kan? Aku menepati janjiku.” Ucap Louie
(3 HARI YANG LALU)
Louie mengejar-ngejar Bok Nam tapi Bok Nam yang ketakutan berlari kabur sambil minta maaf tentang yang waktu itu. Louie mengatakan  bukan begitu maksudnya dan Bok Nam tak perlu meminta maaf padanya, saat itu sepeda lewat dan tak sengaja menyenggolnya. Louie terjatuh dengan kepala terbentur.
Ia melihat ke arah alat pemadam kebakaran dan ingatan kembali terlintas seperti sebuah motor dan akhirnya kepalanya membentur alat pemadam kebakaran. Louie berbaring dengan pengeliatan yang masih berbayang dan juga kepalanya terasa sakit, seperti ingatan bisa kembali diingatnya. 
Flash Back
Louie mengemudikan mobilnya dari bandara lalu memutar arah dan terlihat beberapa pengendara motor mengikutinya, cara mereka yang ugal-ugalan membuat Louie ingin meminggirkan mobilnya tapi yang terjadi malah menyenggol motor pengantar makanan.

Ketua Genk menyuruh Louie berhenti, tapi Louie tak ingin berhenti sampai akhirnya motor didepanya berhenti dengan cara menaikan badan belakangnya, Louie yang ketakutan menginjak rem dan mobil berputar. Seorang pria pengantar makanan pun terjatuh lalu berteriak kalau Louie hampir membunuhnya.
Louie ketakutan dan ketua Genk menyuruh keluar dengan menyalahkan Louie yang menabrak orang. Akhirnya Louie keluar dari mobil, langsung mendapatkan pukulan karena dianggap sebagai tabrak lagi. Bok Nam hanya melihatnya, ketika Louie akan mendapatkan pukulan kembali langsung mengalanginya. Bok Nam mengatakan akan mengurus ini dan bertemu ditempat biasanya, menurutnya Louie itu licik dan menyebalkan, serta benci pria sepertinya.
Louie merasakan kepalanya terasa sakit lalu akhirnya bangun, diam-diam Bok Nam melihat dari balik mobil bisa bernafas lega karena berpikir Louie terluka. Louie seperti mengingat kejadian yang lainnya.

Flash Back
Bok Nam ada didalam mobil Louie meminta Dompet dan sepatu, ponsel, Louie mengeluh ketika diminta ponselnya, Bok Nam memberitahu Pria yang bersamanya sangat menyeramkan, kalau memang tak mau kenap pukul lebih baik ikuti saja yang dikatakanya. Bok Nam meminta Louie memberikan jam tanganya, Louie menolak karena itu hadiah dari neneknya. Bok Nam mengatakan kalau  Dae Sik melihat Louie menggunakan tadi, kalau tak membawanya maka ia yang akan mati. Louie terpaksa memberikan jam tangan kesayangan. Bok Nam pun menyuruh Louie membuka bajunya juga. 
Louie pun ditinggalkan di tepi jalan dengan tanpa baju, dengan wajah kebingungan karena harus bertemu dengan neneknya sekarang. Akhirnya Louie duduk di pinggir jalan dengan baju milik Bok Nam dengan sandalnya, lalu bertanya-tanya kenapa belum juga datang.
Sebelumnya, ketika didalam mobil. Louie sudah memberikan bajunya memastikan Bok Nam akan kembali dalam satu jam. Bok Nam menyakinkan akan datang menjemputnya.  Louie kebingungan karena tidak memiliki alamat dan  nomor telponnya, lalu merengek memanggil pelayan Kim. 

Louie perlahan mengingat semua kejadian saat bertemu dengan Bok Nam. Ia berjalan sendirian karena Bok Nam tak juga datang, karena tak terbiasa menyeberang jalan tiba-tiba ada motor lewat, Louie yang ketakutan terjatuh dan kepalanya terbentuk alat pemadam kebakaran. Louie kembali mengingat kalau Bok Nam yang menyelamatkanya dari Dae Shik sebelum terkena pukul, merasa yakin adik Bok Sil itu yang menyelamatkanya. Lalu dengan menahan tangisnya, memanggil Bok Nam. Tapi Bok Nam yang ketakutan kembali kabur. Keduanya pun kembali saling kejar-kejaran.
Sampai disebuah tempat, Bok Nam masuk ke sebuah tempat dan naik lift, Louie kaget melihat tangga didepanya itu ada 168 langkah. Ia sempat kebinggungan mana yang harus di pilih, akhirnya memilih dengan menaiki tangga dan melambaikan tangan pada Bok Nam yang menaiki lift. Bok Nam tak percaya Louie terus saja mengikutinya.

Louie terlihat benar-benar kelelahan lalu teringat saat di rumah Bok Sil, menaiki tangga yang banyak pula dan menyakini bisa menaiki semua tangga didepanya. Bok Na kaget melihat Louie bisa cepat menaiki tangga, Louie akhirnya sampai lebih dulu ditempat pemberhentian lift. Bok Nam ketakutan dengan memegang tiang lift. Louie menarik Bok Nam keluar dari lift lalu memeluknya.
Aku benar-benar minta maaf karena mencuri mobil dan bajumu, jadi kumohon jangan laporkan aku ke polisi.” Kata Bok Nam berlutut, Louie mengatakan sudah pasti tak akan melakukanya dengan memeluk erat Bok Nam, 
Terima kasih banyak karena kau masih hidup. Sekarang, aku bisa bertemu Bok Sil.” Ucap Louie menangis haru memeluk adik Bok Sil, Bok Nam masih kebinggungan dengan Louie yang memeluknya dan menyebut nama kakaknya. 

Dengan pemandangan jejeran rumah yang rapih, Bok Nam dan Louie berdiri sambil memandanginya.  Louie menyakinkan Bok Nam kalau ia adalah orang baik jadi tidak perlu lari darinya. Bok Nam bertanya apaka Louie mengenal kakaknya. Louie mengaku sangat mengenal Bok Sil.
Bagaimana kau bisa mengenalnya?” tanya Bok Nam binggung
Aku tinggal bersamanya.” Ucap Louie dengan wajah malu-malu, Bok Nam tak percaya mendengarnya.
Apa kakakku sudah menikah?” tanya Bok Nam, Louie mengaku kalau mereka belum menikah.
“Jadi Maksudmu dia tinggal bersamamu di Seoul?” ucap Bok Nam, Louie membenarkan.
Bok Nam mengerti  dengan wajah kesal kalau panta saja tidak ada siapapun di Gangwon-do. Louie memukul Bok Nam mengatakan bukan itu yang ada terjadi, tapi Bok Sil datang ke Seoul untuk mencari adiknya. Bok Nam tak percaya kakaknya itu sampai pergi ke Seoul untuk mencarinya.
Louie pun bertanya bagaimana Bok Nam sampai pergi ke Busan, padahal selama ini selalu mencari kemana-mana bahkan sudah menangis keras karena berpikir kalau Bok Na yang tewas menggantikan di dalam mobil. Bok Nam pun memberitahukan kejadian yang sebenarnya. 
Flash Back
Bok Nam pergi menemui Dae Shik dengan semua barang-barang milik Louie. Dae Shik mengeluh Bok Nam yang memberikan pakaian pada Louie sambil memakai jam tangan kesayangan Louie. Akhirnya mereka bertukar tepat dan saat Dae Shik mengemudikan mobilnya, tertabrak truk lalu oleng dan akhirnya meledak dan terbakar. Bok Nam yang tak jauh kaget melihat mobil Louie yang terbakar langsung ketakutan.
Aku kembali ke rumah karena aku sangat takut, tapi Nenek dan Noona tidak ada di rumah. Aku tidak tahu harus melakukan apa. Itulah kenapa... aku memutuskan pergi sejauh mungkin dari Seoul. Jadi aku berakhir disini.” Cerita Bok Nam, Louie pun bisa mengerti ceritanya.
Kau pasti juga sangat takut. Aku tahu rasanya, karena Aku juga merasa seperti itu. Tapi, aku tidak takut lagi karena ada Bok Sil. Aku akan menjagamu mulai sekarang.” Ucap Louie lalu memeluk Bok Nam dengan memanggilnya “Brother.

Tiba-tiba Louie teringat sesuatu, Bagaimana memanggil adik dari istri di Korea. Bok Na berpikir lalu memberitahu panggilan adalah “adik ipar.” Louie tersenyum lalu memanggil Bok Nam dengan panggilan “adik ipar” dan akan menjaganya mulai sekarang.


In Sung sedang makan ramyun dirumahnya, lalu melihat ponselnya dengan wajah binggung karena bukan panggilan internasional, padahal sedang ada Prancis. Louie menelp In Sung yang ada di Busan, In Sung binggung bertanya apaka Louie memang masih di Korea.
“Kau.... Jangan terkejut.... Aku menemukan Bok Nam.” Ucap Louie, In Sung kaget ternyata Louis bisa menemukannya. Esok paginya pun kembali berdandan dengan pakain kemejanya dan terlihat tulisan   (LAKUKAN SAMPAI KAU BERHASIL)

Semalam Louie meminta agar In Sung mengumpulkan semua orang  dan datanglah ke Busan sekarang. Pelayan Cha ada didalam mobil melihat video yang dikirimkan Louie padanya.
Bok Nam masih hidup seperti yang kau lihat.” Ucap Louie, Bok Nam dengan malu-malu memperkenalkan namanya.
Aku menemukannya di Busan. Ternyata bukan Bok Nam yang meninggal, tapi Orang lain yang tewas dalam kecelakaan itu. Datanglah ke Busan... dan bantu aku membuat acara pertemuan kembali untuk Bok Nam dan Bok Sil.” Ucap Louie.
Pelayan Heo, Detektif Nam juga ikut melihat video Louie, dan  Joong Won juga ikut menontonya. Louie  meminta agar Joong Won bisa melakukan sesuatu untuknya. 

Bok Sil sedang memeriksan mentimun yang baru datang, Joong Wong sedikit melirik lalu memberitahu Bok Sil kalau mereka harus pergi ke Busan untuk perjalanan bisnis. Bok Sil binggung lalu bertanya apakah pergi sekarang. Joong Won membenarkan.
Di restoran, Joong Won sengaja membahas tentang Louie  yang kembali ke Prancis. Bok Sil menceritakan kalau Louie menyampaikan perpisahannya dalam sebuah surat dengan wajah sedih. Joong Won pun seolah-olah tak peduli mengatakan kalau Louis  akan baik-baik saja dimanapun.
Tn Cha, tolong katakan pada Bok Sil sesuatu yang bisa mengingatkannya padaku. bawa Bok Sil ke Stasiun Haeundae.
Setelah makan, Joong Won memberikan petunjuk agar Bok Sil  mengambil jalur Donghae Nambu  dari Haeundae, lalu akan sampai di Pohang dan mereka akan bertemu di Seoul. 

Louie sengaja berpakaian dengan jaket milik Bok Nam dan terlihat lusuh, diseberang jalan terlihat  In Sung yang melihat dari kejauhan menyuruh agar rambutnya lebih acak-acakan. Saat itu Bok Sil pun bisa melihat Louie dan Louie pun berpura-pura seperti orang yang lupa ingatan.
In Sung hyung akan memimpin misinya.
In Sung melihat dari kejauhan melapor kalau  Louie sudah bertemu Bok Sil. Pelayan Kim menerima telp dari Bok Sil meminta agar  menunggu di pelabuhan Pulai Dongbaek dengat Tn Louie lalu tersenyum bahagia karena rencananya berhasil
Tn Kim akan mengarahkan Bok Sil ke pelabuhan.
Saat di depan minimarket, Louie tersenyum bahagia dan Pelayan Kim diam-diam melihatnya dari kejauhan. Lalu rencana kembali dilakukan, Louie berlari ketakutan saat melihat pelayan Kim yang datang.
Ketika Tn Kim mengejarku, aku akan berlari ke kapal. Pelayan Heo yang akan mengurus Bok Nam dan memberikan perintah pada nakoda kapalnya.

Pelayan Heo sudah ada dikapal dan meminta agar Bok Nam bersembunyi dibagian dalam. Setelah itu berbicara pada Nakoda setelah wanita itu datang maka jalankan kapalnya setelah Louie keluar dari kapal. Ia juga meminta agar tetap berjalan walaupun nanti Bok Sil untuk berhenti, dan terus brjalan sampai ke tengah laut.
Detektif Na sengaja menelp Bok Sil dengan memberitahu kalau sudah menemukan Bok Nam saat kapal ditengah laut,
Detektif akan menghubungi Bok Sil dan mengatakan padanya tentang Bok Nam. Buatlah itu sepenting mungkin. Bok Nam akan muncul ketika  Bok Sil memanggil namanya”
Akhirnya Bok Sil memanggil Bok Nam lalu pertemuan adik dan kakak pun terjadi dengan sangat mengharukan. 
bersambung ke part 2
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


2 komentar:

  1. Woww.. keren.. louie jjang..

    BalasHapus
  2. Hahahaha... Aku anggap ini lucu.. Kira2 Bok nam cerita gak ya? Makasih u/ penulis :-D. Aja fighting!

    BalasHapus