Kamis, 03 November 2016

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 21 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS

Hwa Shin mengajak Na Ri agar menikah dengannya lalu meminta agar membawa kimchi kalau memang memilikinya. Na Ri menatap Hwa Shin tak percaya,  Hwa Shin mengatakan Sebagai tambahan dua ramyun sebelumnya, maka akan memasak ramyun ribuan kali untuk Na Ri.
Ini adalah lamaranku.... Aku melamarmu sekarang... Menikahlah denganku.” Ucap Hwa Shin dengan wajah serius.

Bagaimana bisa kau melamarku... dan meminta untuk membawakanmu kimchi di saat bersamaan? Bisakah aku memilih salah satu?” kata Na Ri, Hwa Shin memperbolehkanya.
Aku akan membawakan kimchi untukmu.” Kata Na Ri lalu mengambil kimchi dikulkas dan memberikan pada Hwa Shin agar memakanya. Hwa Shin bingung karena Na Ri malah membawa kimchi bukan menjawab ajakanya, Na Ri pun memilih pergi meninggalkanya. 


Na Ri mengosok gigi di teras rumah, Hwa Shin kembali ke rumah melihat Na Ri yang ada diseberang memalingkan wajahnya, ia berpikir kalau itu sebuah penolakan. Na Ri dan Hwa Shin sama-sama berbaring tanpa memejamkan matanya, lalu keduanya akhirnya duduk diatas tempat tidur masing-masing karena gelisah.
Apakah dia melamarku hanya karena merasa bersalah akibat aku marah? Dia sangat aneh.” Ucap Na Ri sinis
Apakah tadi itu penolakan?” kata Hwa Shin sedih, Na Ri tak ingin memikirknya memilih untuk tidur saja. 

Na Ri dan reporter Park kembali membawakan berita pagi dengan melanjutkan ke siaran prakiraan cuaca. Joo Hee sudah berdiri dibelakang layar hijau, menatap Na Ri dengan sinis. Sementara Na Ri memberikan senyuman karena Juniornya itu berhasil menjadi pembaca siaran cuara mengantikanya.
Temperatur cuaca turun drastic akibat menjelang akhir musim gugur.Kualitas udara akan segera kembali bagus,  seperti sebelumnya. Konsentrasi debu akan turun sedikit pada akhir pekan..” Na Ri melihat Joo Hee seperti mengingatkan posisinya dulu sebagai pembawa siara cuaca. 

Hwa Shin berada didalam lift menatap ke layar saat siaran cuaca, lalu teringat dengan perkataan Na Ri semalam “ Bagaimana bisa kau melamarku... dan memintaku membawakanmu kimchi di saat bersamaan? Bisakah aku memilih salah satu?” dan akhirnya Na Ri memilih memberikan kimchi.
Pintu lift terbuka, Hwa Shin melotot kaget melihat Na Ri yang ada didepanya mengunakan gaun pengantin, seperti hanya sebuah mimpi. Tapi Na Ri memang mengunakan pakaian gaun pengantin dan masuk ke dalam lift. Keduanya sempat saling melirik sinis. 

Na Ri memberitahu kalau semua Pembaca berita ada pemotretan di atap. Hwa Shin dengan sinis kalau tak bertanya. Na Ri pun hanya bisa diam lalu memperbaiki mahkota yang dipakainya, lalu tiba-tiba merasakan sesuatu dan meminta agar Hwa Shin membantunya. Hwa Shin langsung menolaknya, Na Ri memberitahu kalau sarung tanganya menyangkut, Hwa Shin tetap menolaknya.
Haruskah aku syuting dengan penampilan bodoh seperti ini?” ucap Na Ri, Hwa Shin akhirnya membantu Na Ri sambil mengedumel.
Apakah nanti kau sibuk?” tanya Na Ri dengan Hwa Shin yang tepat ada didekatnya, Hwa Shin mengatakan tidak sibuk
Kalau begitu... kau mau mencicipi kimchi buatanku sepulang kerja nanti? Aku mencoba resep baru.” Kata Na Ri, Hwa Shin langsung setuju dan berhasil melepaskan sarung tangan Na Ri tapi membuat mahkotanya malah jatuh. Na Ri pun kesal karena Hwa Shin itu tak melakukan dengan baik.
Waktu itu bukan kali pertama kau melakukannya dengan Hye Won, kan?” ucap Na Ri kembali membahasnya, Hwa Shin kesal Na Ri kembali membahas hal itu.

“Itu Bukan kali pertama, kan?” ucap Na Ri, Hwa Shin mengaku kalau mereka belum pernah melakukannya. Na Ri pun mengejek apa yang dilakukan waktu itu. Hwa Shin menjawab tak tahu.
Kau selalu menjawab seperti itu saat pertanyaannya terlalu berat bagimu.” Kata Na Ri kesal, Hwa Sin merasa Kejadian itu bukan apa-apa.
Bagaimana bisa hal itu bukan apa-apa? Kau mengatakannya... karena memang bukan apa-apa.” Balasa Na Ri
Berhenti berdebat denganku.” Tegas Hwa Shin, Na Ri pikir Hwa Shin yang membuatnya ingin berdebat.
Sudah kubilang, kau tidak perlu mencemaskannya.” Ucap Hwa Shin
Sudah kukatakan padamu...Kau ahli membuat wanita cemas. Itu bakat alamimu.” Balas Na Ri sinis
Hwa Shin benar-benar kesal menyuruh Na Ri menutup mulutnya kalau memang mau bertengkar, Na Ri juga dengar Hwa Shin  tidak pernah berkencan dengan seorang wanita lebih dari tiga bulan. Hwa Shin menyuruh Na Ri segera keluar, Na Ri semakin menyindir kalau tiga bulan itu waktu yang singkat. Hwa Shin meminta agar Na Ri bisa melupakan dan tak membahasnya.

Na Ri menyakinkan kalau memang itu tak benar. Hwa Shin  Tak ingin membahasnya, Na Ri pikir Hwa Shin hanya akan mengencaninya selama tiga bulan. Pintu lift berbuka, deretan para pembawa berita dari Ja Young, Soo Jung, Hye Won berdiri mengunakan pakaian pengantin. 

Semua akhirnya berada dalam satu lift, dengan Hye Won berada disamping Hwa Shin,dua wanita saling melirik sinis seperti wanita yang memperebutkan seorang pria. Ja Young bertanya apakah Na Ri sudah menekan tombol menuju atap, Na Ri mengatakan sudah menekanya.
Pintu lift kembali berterbuka dan melihat ternyata Sung Sook mengunakan gaun pengantin juga, Ja Young berkomentar sinis kalau pihak tabloid hanya menginginkan para pembaca berita. Sung Sook mengatakan  Bukan hanya para pembaca berita karena ia diminta lebih dulu ole pihak tabloid. Hwa Sin menyuruh naik lift yang selanjutnya saja, Sung Sook menolak.
“Apa Kau tidak bisa lihat di sini penuh? Ada berapa banyak calon pengantin di sini? Apa ada Lima? Apakah aku harus menikah sebanyak lima kali?” ucap Hwa Shin sengaja menyindir.
“Dasar Kau sinting!! Siapa juga yang mau menikah denganmu? Jangan bermimpi terlalu tinggi.” Kata Sung Sook marah 

Jung Won sedang memakai kemeja di depan cermin dan Sek Cha memberikan pilihan pada jam tangan yang akan digunakan oleh atasanya, Jung Won pun memilih salah satunya. Sek Cha memberitahu ada Makan malam setelah rapat. Jung Won langsung menolaknya.
Tidak perlu membuat seolah kita mencoba memenangkan mereka.” Kata Jung Won, Sek Cha mengerti dan memberikan tabnya.
“Ini foto-foto dari gaun yang kita pinjamkan untuk pemotretan para pembaca berita.” Kata Sek Cha, Hwa Shin melihat foto Soo Jung serta lebi lama menatap foto Na Ri saat mengunakan gaun pengantin. 

Sung Sook masuk ke dalam ruangan masih mengunakan gaun pengantin, Hwa Shin yang melihatnya mengejek Sung Sook yang  tidak ingin melepaskan gaun itu dan menyarankan semestinya menggunakannya pada slot berita pukul sembilan malam lalu pulang ke rumah.
Aku datang karena mereka bilang harus menunggu sampai pemotretan pembaca berita selesai. Mereka harus menyelesaikan pemotretan itu terlebih dahulu. Dan Aku mencari ini dimana-mana.” Kata Sung Sook langsung melihat naskah diruangan studio
Kau terlihat cantik.” Komentar Hwa Shin, Sung Sook bertanya siapa yang dimaksud apakah Na Ri. Hwa Shin mengaku kalau memuji mantan kakak iparnya.
Kau mengeluarkan dia setelah sesi satu siaran pemilihan walikota. Siapa sebenarnya yang berkencan denganmu? Kau bilang menyukai dia, tapi kau sendiri yang mengeluarkan dia dari sana. Bagaimana dia bisa mempercayaimu? Kau sudah dicampakkan, kan?” kata Sung Sook mengebu-gebu.

Aku melamar dia.Mungkin karena insiden itu dia tidak memberiku jawaban. Aku terlalu takut untuk melamarnya lagi, karena dia mungkin saja menolakku.” Jelas Hwa Shin sedih.
Sung Sook bertanya apakah Na Ri tidak memberi jawaban. Hwa Shin balik bertanya haruskah menanyakan sekali lagi. Sung Sook ingin meyakinkan apakah Hwa Shin memang sungguh ingin menikah. Hwa Shin membenarkan. Sung Sook tak percaya apa yang terjadi pada adik iparnya itu.  Hwa Shin mengaku tidak ingin kehilangan dia seperti kakaknya meskipun mungkin masih tetap berhati dingin menyangkut pekerjaan.

Hwa Shin keluar dari kantor dan berpapasan dengan Na Ri yang akan masuk kantor, keduanya hanya diam saja seperti terjadi perang dingin. Akhirnya Na Ri pun merangkul tangan Hwa Shin mengajak pergi bersama. Keduanya sudah ada didalam rumah sakit dengan Na Ri yang mengunakan pakaian rumah sakit, Hwa Shin terdiam.
Na Ri memegang tangan Hwa Shin agar duduk didekatnya, Hwa Shin pun mengeser tempat duduknya. Perawat memanggil nama Pyo Na Ri untuk masuk ruangan,  Na Ri menarik Hwa Shin sambil mengeluh kalau pacarnya itu  keras kepala sekali. Hwa Shin merasa tak ada yang salah dengan yang dilakukanya.
Salah seorang wanita merasa mengenali kalau seorang reporter, Na Ri berusaha menutupi dan menyangkalnya. Si wanita sangat yakin, Na Ri buru-buru masuk ke dalam ruangan dokter, terlihat dilayar ponsel milik si wanita adalah istri dari reporter Park yang membawakan berita bersama Na Ri. 

Hwa Shin dan Na Ri duduk saling memalingkan wajahnya, Dokter melihat keduanya sedang bertengkar. Na Ri menjawab tidak tapi Hwa Shin membenarkan lalu saling menatap.  Dokter memberitahu kali ini adalah terapi radiasi terakhir dan menanyakan keadaanya. Hwa Shin mengaku baik-baik saja.  
“Coba Kau bisa Lihat, kan?  Jika saja kau datang lebih awal dan secara rutin,  maka kau sudah menyelesaikannya lebih awal. Sebelumnya, kau tidak mau mendengarkan  sampai harus merasakan rasa sakit dulu, tapi kau akhirnya menuruti semua perkataanku, sebab itu aku menyukaimu. Aku menyukaimu, Nenek.” Ucap Dokter Geum sambil mengejek, Hwa Shin hanya tertawa mendengarnya.
Kalau begitu, kita sudah selesai?” tanya Hwa Shin

Um, kita harus memeriksa dulu sel darah putihmu. Lalu, sebelum kau pergi, melakukan tes biasa, tes darah dan anemia. Karena ini sesi terakhir, maka kami akan melakukan beberapa tes tambahan untuk memeriksa kondisi tubuhmu secara menyeluruh.” Kata Dokter Geum, Hwa Shin mengerti dengan melirik binggung pada si perawat yang terlihat sinis menatapnya.
Dokter Geum pun menyuruh perawatnya agar  Lakukan tes dan pemeriksaan tambahan. Lalu kembali memuji Hwa Shin yang sudah bekerja keras menjalani semua terapi radiasi dengan panggilan Nenek, lalu mengubahnya dengan panggilan Reporter Lee. Hwa Shin terlihat bisa tersenyum. 


Hwa Shin pun melakukan tes dengan bertelanjang dada dan mengangkat tanganya, lalu keluar ruangan merasa senang karena akhirnya selesai. Na Ri duduk disampingnya bertanya apakah Hwa Shin merasa bahagia,  wa Sin mengaku sangat antusias karena Tiga bulan dari sekarang, bisa ke sauna dan minum alkohol lagi.
Kau bicara seolah selama ini tidak pernah minum alkohol saja.” Ejek Na Ri dengan mata berkaca-kaca
Aku bisa latihan fisik juga,Berenang, Menari.” Kata Hwa Shin mengebu-gebu, Na Ri pun memuji Hwa Shin yang melakukannya dengan baik dengan air mata harunya
Apa kau menangis? Kenapa kau menangis?” ucap Hwa Shin binggung lalu berlutut didepan Na Ri.
Kankernya tidak akan menyebar dan kau akan hidup untuk waktu yang lama, kan?” kata Na Ri terus menangis.

Hwa Shin menghapus air mata  Na Ri bertanya Kenapa menangis. Na Ri juga tidak tahu, karena Air matanya terus saja tumpah. Hwa Shin meminta Na Ri berhenti, Na Ri meminta maaf. Hwa Shin ingat Na Ri juga menangis saat mengetahui kalau ia terkena kanker payudara pertama kali.
Na Ri yang satu kamar mengucapkan selamat malam dengan menutup tirai saat itu juga ia menangis dan Hwa Shin bisa mendengar Na Ri yangm menangis. Hwa Shin meminta Na Ri menatapnya lalu mulai menghibur Na Ri dengan menari-nari alal musical,  Dokter dan perawat keluar ruangan binggung melihat Hwa Shin yang menari dilorong sampai akhirnya keduanya ikut menari dan membuat Na Ri bisa tersenyum. 


Bbal Gang pergi ke kamar lalu mengeluarkan sebuah amplop berisi banyak uang. Kedua ibunya kaget mendengar Penipuan dan tak percaya bagaimana bisa anaknya itu melakukan hal seperti itu. Bbal Gang mengaku Saat itu, membenci mereka semua.
Aku menelepon kalian berdua, juga Paman Hwa Shin. Tapi hanya dia yang tertipu. Dan Ini 10 juta won yang dia kirimkan.” Kata Bbal Gang memberikan uang 10 juta won bayaran untuk sewa rumah
Siapa yang membantumu?” tanya Sung Sook, Bbal Gang mengaku kalau melakukannya sendirian.
Aku ingat suara laki-laki, Jadi Kau tidak melakukannya sendirian! Jangan bohong.... Jangan bohong dan beritahu pada kami...Katakan pada kami!” kata Ja Young memukul Bbal Gang agar mau mengaku. 

Tiga remaja pun melakukan posisi pusp up dengan tangan yang harus tetap bertahan. Kim Rak, Ja Young dan Sung Sook melihat ketiganya yang sedang diberi hukuman. Chi Yeol meminta pada Kim Rak agar membiarkan Bbal Gang karena merasa semua adalah kesalahan mereka.
Kalau kalian berdua begitu peduli pada Ppal Gang, semestinya kalian menghentikan dia, bukan justru membantunya.” Ucap Sung Sook
Jangan meloloskan Ppal Gang. Apakah ada tongkat? Aku akan memukul pantat kalian semua.” Kata Ja Young geram.
Kalian kriminal, bukannya pelajar. Kalau kami melapor pada polisi,maka kalian bertiga akan dipenjara. Pasal 347 Tentang Penipuan. Seseorang yang menipu dan mendapatkan uang dari korban... dapat dijatuhi hukuman penjara maksimal 10 tahun, beserta denda 20 juta won. Sekalipun ini penipuan pertama kalian, bahkan meski hanya iseng,setidaknya dijatuhi minimal 1 tahun penjara. Dasar pelajar tidak kenal takut.” Ucap Sung Sook merasa ketiganya itu memang sudah gila. Akhirnya Bbal Gang duduk sambil menangis seperti anak kecil mengaku kalau dirinya memang yang bersalah. Dan meminta  maaf

Sung Sook pergi ke depan restoran menelp Detektif Park, bertanya Berapa banyak kasus penipuan yang ditangani belakangan ini dan Bagaimana dengan ganti rugi para korban. Lalu memastikan  Tidak ada korban yang berprofesi sebagai reporter.
Aku bertanya karena kudengar salah seorang profesor  dari universitas ternama baru saja tertipu.” Kata Sung Sook lalu mengucapkan terimakasih.
Kim Rak keluar restoran  bertanya Apakah kejadian itu sudah dilaporkan. Sung Sook mengaku bersyukur karna tidak ada laporan  karena menurutnya hanya akan menjadi luka bagi semuanya kalau sampai dilaporkan. Kim Rak bersyukur mendengarnya. Sung Sook pikir Hwa Shin... pasti merasa terlalu malu untuk melaporkannya.
Benar.... Bagaimana dia bisa tahan dengan fakta seorang reporter seperti dirinya sampai menjadi korban penipuan? Terlebih, dia reporter dalam negeri.” Ucap Sung Sook yakin
Dia selalu bisa berubah pikiran dan melaporkan mereka besok.” Kata Kim Rak khawatir, Sung Sook menghela nafas memikirkanya. 

Jung Won duduk diam dalam kantornya lalu melihat ponselnya melihat nama Pyo Na Ri. Na Ri baru keluar dari kantor menerima telp dari Jung Won, Jung Won mengatakan aan datang ke tempatnya agar bisa berbicara. Na Ri setuju karna Ada sesuatu juga yang harus dikatakan. 
Na Ri melihat mobil Jung Won datang lebih dulu sebelum sampai rumah. Jung Won turun dari mobil menanyakan keadaan Na Ri lebi dulu. Na Ri mengaku baik-baik saja dan mengucapkan  Terima kasih untuk hari itu, karena saat itu dirinya  seperti seorang pecundang,  menyusuri sepanjang jalan pulang sendirian.
Bersandarlah padaku jika kau mengalami waktu yang sulit.” Kata Jung Won
Reporter Lee melamarku...Dia memintaku menikah dengannya.” Ucap Na Ri, Jung Won kaget dan menanyakan maksudnya apa.
Jika dia melakukannya sekali lagi dengan benar, maka Aku akan menjawab "Ya". Jadi... semuanya benar-benar berakhir. Kau harus mulai menatap orang lain.” Ucap Na Ri memohon
Itu tidak akan terjadi. Hwa Shin selalu mengatakan dia tidak akan pernah menikah. Bahkan sejak kuliah,  dia suka menghamburkan uang. Dia tidak pernah mengencani seorang gadis lebih dari tiga bulan. Dai mengatakan dia tidak ingin menikah karena  tidak mau repot bertanggung jawab demi keluarga. Itulah Hwa Shin.” Ucap Jung Won marah

Mobil Hwa Shin lewat lalu melihat Jung Won langsung turun dari mobil dan menghampirinya sambil mengumpat. Jung Won bertanya apakah Hwa Shin  melamar Na Ri. Hwa Shin membenarkan. Jung Won menyakinkan apaka temanya itu bersungguh-sungguh. Hwa Shin mengaku kalau ia bersungguh-sungguh.
“Sudahlah Jujur saja Kau tidak pernah berkencan untuk kemudian menikah. Kau selalu benci memikirkan pernikahan. Jadi Akuilah.” Ucap Jung Won, Hwa Shin melihat Na Ri menyuruhnya agar pulang lebih dulu.
“Apa itu agar kalian berdua bisa berkelahi lagi?” kata Na Ri melihat keduanya yang saling melotot, Keduanya mengatakan tidak
Jangan berani berkelahi lagi.” Ucap Na Ri memperingatkan, tapi keduanya seperti sudah saling menatap dan siap-siap berkelahi.
Baiklah, berkelahi saja...Lalu aku akan terus menjadi seorang wanita yang menghancurkan persahabatan kalian...Biar saja seperti itu...Aku mengira keadaan kalian berdua sudah lebih baik, jadi aku bersyukur dan berpikir dapat hidup dengan tenang, tapi...” ucap Na Ri kesal sendiri
Jangan menikah dengan Hwa Shin.” Kata Jung Won memperingatkan Na Ri

Hwa Shin kesal menurutnya Jung Won tak pantas mengatakan hal itu, Jung Won meyakinkan kalau Hwa Shin  tidak sungguh-sungguh. Na Ri memuji Jung Won itu memang Benar-benar teman yang baik. Hwa Shin berteriak agar Na Ri tak perlu ikut campur soal itu, Na Ri mempersilahkan keduanya Berkelahi saja.
Menikahlah denganku.” Ucap Jung Won meminta pada N aRi
Kenapa dia harus menikah denganmu?” teriak Hwa Shin marah
Jika kau menikah dengan dia,  maka kau hanya akan terluka sepanjang hidupmu. Si berengsek ini juga akan berselingkuh. Dia tidak akan membantu mengurus rumah” ucap Jung Won membuka kelemahan temanya.
Aku bisa melakukan itu kalau memang menginginkannya.” Tegas Hwa Shin yang sebelumnya sempat berteriak marah
Dia terlalu gila kerja, jadi cintanya akan menguap dengan cepat.” Ucap Jung Won
Semua pria sama saja dan Kau juga sama. Apa Kau berjanji akan terus mencintai dia selamanya? Padahal Kau terus saja melakukan perjalanan bisnis selama setahun penuh.” Ejek Hwa Shin
Aku yakin sudah mengatakan padamu sebelumnya bahwa akan mengajak dia bersamaku kemanapun aku pergi.” kata Jung Won
Hwa Shin pun bertanya tentang nasib Na Ri yang terus bersama dan keluar dari pekerjaannya dan ingin melayani dan mengikuti Jung Won seperti Sekertaris, menurutnya lebih baik Jung Won mempekerjakan saja sekrearis baru dan memperingatakan Jangan mengatakannya seolah itu adalah pernikahan.
Aku tahu kau tidak akan pernah menikah, jadi aku terus menunggu. Aku ingin tetap berada di sisinya dan menanti, tapi kau terus saja membuatnya bingung dan tidak hidup dengan benar.” Ucap Jung Won dengan mata melotot
Kumohon.... Berhenti bertengkar!” teriak Na Ri

Baik, aku mengakuinya. Memang benar aku dulu seperti itu, karena tidak ada seorang pun wanita yang membuatku berubah pikiran dan ingin aku nikahi. Tidak seorang pun dari mereka membuatku takut kehilangan. Memangnya aku tidak bisa berubah pikiran? Memangnya hatiku akan selalu sama?” ucap Hwa Shin membela diri
Bukankah kau mengatakannya sekarang bahwa, semua itu hanya karena takut sebab aku tidak juga menyerah? Sejauh aku mengenalmu, maka aku tidak akan mundur.” Tegas Jung Won
Na Ri turun tangan meminta  Jung Won berhenti karena dia adalah orang yang berpikiran terbuka, dan juga Hwa Shin sebagai orang yang berpikiran sempit, meminta agar menyadarkan dirinya.  Hwa Shin menegaskan kalau ia juga ingin memiliki anak dan seorang istri. Na Ri terdiam mendengarnya.

Aku mempelajarinya darimu. Selama ini, aku mengolokmu karena mempertimbangkan pernikahan setiap kali kau merasa cocok dengan gadis yang kau kencani. Dulu, aku mengira kau frustasi karena ingin menikah, tapi sekarang aku pun seperti dirimu. Aku berpikir seseorang akan tetap sama meski waktu berlalu dan pengalaman bertambah.” Ucap Hwa Shin, Jung Won memalingkan wajanya.
Tapi kelihatannya, aku mempelajari sesuatu darimu. Aku harus berubah. Aku tidak mengerti apa pun tentang pernikahan, atau pun beban dan tanggung jawab dari ikatan itu. Hal itu terasa tidak nyata bagiku, tapi aku sungguh tidak ingin melepaskan dia. Itu sebabnya aku melamar dia.  Apakah itu salah? Apakah hal itu sesuatu yang tidak boleh untuk kukatakan?” kata  Hwa Shin
Jung Won terdiam membalikan badanya, Hwa Shin bertanya pada Na Ri  Apakah pemikirannya lebih sempit dibanding Jung Won. Na Ri hanya menatapnya dan berjalan pergi. Hwa Shin meminta agar Na Ri mengatakanya. Tapi Na Ri memilih untuk pergi, Sek Cha yang ada didalam mobil hanya bisa menghela nafas panjang melihat dua pria yang masih memperebutkan satu wanita.

Na Ri pulang kerumah langsung menendang baskom meluapkan emosinya, Chi Yeol keluar dari rumah langsung meminta maaf pada kaknya. Na Ri binggung bertanya apa yang sudah dilakukan adiknya. Chi Yeol bertanya apakah kakaknya tak mengetahuinya. Na Ri bingung., Chi Yeol mengaku kalau merasa bersalah untuk segalanya. Na Ri pun memuji Chi Yeol sebagai adik yang baik
Tidak, Chi Yeol. Dari semua pria yang ku kenal di dunia ini, kau satu-satunya pria sempurna tanpa cela. Kau satu-satunya lelaki sempurna. Kalau saja aku bertemu denganmu sebagai seorang pria dan seorang wanita, maka aku mungkin akan jatuh cinta padamu. Dengan begitu, aku tidak akan mengencani mereka berdua. Apakah ada pria lain yang seperti dirimu?” ucap Na Ri benar-bena mengagumi sifat adiknya.
Tidak, Noona.... Itu karena kau tidak mengenalku dengan baik.” Ucap Chi Yeol
Kenapa? Apakah kau melakukan kesalahan?” tanya Na Ri, Chi Yeol terlihat kebinggungan saat itu Hwa Shin datang langsung berteriak dari samping rumahnya 

Hey.... Berapa lama lagi kau akan tetap bertemu dengan Jung Won? Kenapa kau... Kenapa kau terus saja bertemu dengan dia hanya karena dia memintamu? Jangan menjawab telepon darinya. Hapus nomornya dari ponselmu.” Teriak Hwa Shin, Na Ri mengajak adiknya masuk tapi Chi Yeol menolaknya.
“Hei... Kau pikir siapa dirimu... mendikte siapa yang boleh ditemui dan diterima panggilan telepon olehnya? Beraninya kau meneriaki Noona ku!” teriak Chi Yeol membalasnya, Na Ri mengajak adiknya segera pergi dan tak meladeninya.
Tunggu... Apa Kau pikir dia gampangan? Selama ini aku diam saja, tapi kau reporter yang dia sukai secara sepihak selama tiga tahun itu, kan? Aku selalu ingin datang ke stasiun tv dan menghabisi pria yang tidak menyukai Noona ku itu. Apa kau tahu betapa keras usahaku menahan diri?” kata Chi Yeol berjalan mendekat, Na Ri yang tadinya mengajak masuk menyuruh adiknya terus saja bicara sambil bertolak pinggang.
Bagaimana bisa kau tidak menyukai Noona ku? Apa kau buta?” ucap Chi Yeol marah, Na Ri seperti sangat bahagia memiliki adik yang membela dirinya.
Hwa Shin mengaku kalau dulu dirinya memang buta tapi sekarang bisa melihat dengan sangat baik dan mengakui kalau menyukai kakak Chi Yeol, lalu bertanya apakah itu menjadi masalah.  Chi Yeol menegaskan Hwa Shin tidak boleh menjalin hubungan apa pun dengan kakaknya tanpa seijinnya baik kencana ataupun menikah bahkan tidak sama sekali.
Dari cerita Chef, Go Jung Won tampaknya pria yang lebih baik jadi Noona berkencan saja dengan dia.” Kata Chi Yeol, Na Ri langsung memuji adiknya lalu mengajaknya untuk segera masuk rumah. Hwa Shin hanya bisa terdiam dan berkata sendirian kalau diriny itu juga orang yang baik.


Semua pembaca berita berkumpul diruangan Direktur Oh, Hwa Shin duduk diam. Dua mantan kakak iparnya saling menatap, Ja Young dengan ramah menanyakan apakah sudah sarapan. Dong Jin ada disebelah Hwa Shin menjawab sudah. Ja Young mengatakan bukan Dong Jin tapi bertanya pada  Hwa Shin. Hwa Shin mengaku belum. Ja Young bertanya apakah mau dibelikan sarapan.
“Apa Kau butuh uang? Aku bisa meminjamkan padamu. Bagaimana kalau 10 juta won?” ucap Sung Sook, Ja Young langsung menyenggolnya karen takut ketahuan, Hwa Shin dan Dong Jin yang mendengarnya kaget.
Direktur Oh masuk ruangan, Hwa Shin pun tak jadi berbicara pada dua kakak iparnya. Direktur Oh meminta maaf datang terlambat karena Ketua menelpya dan seharusnya mereka bisa memulai rapat tanpa dirinya lebih dulu.

Aku tidak ingin menjadi direktur agar bisa menghindari hal-hal seperti ini.” ucap Gil Hae, Direktur Oh pun hanya bisa mengumpat.
Sebelum kita mulai rapat,  aku ingin mengatakan hal ini. Aku dengar di berita bahwa debu sudah menurun. Hal itu sama sekali tidak benar, Coba kau lihat betapa kusam wajahnya. Jadi, kenapa kita tidak mengangkatnya sebagai berita saja?  Apa kalian Ada usul?” ucap Direktur Oh.
Aku akan melakukannya.”kata Na Ri mengangkat tanganya, Direktur Oh berpura-pura tak mendengarnya.
Orang-orang tidak ingin jatuh sakit karenanya.” Kata Direktur Oh, Na Ri mengatakan kalau akan melakukanya.
Aku akan melaporkan investigasinya. Sebagai mantan penyiar cuaca. Aku mengerti betapa pentingnya hal itu dan sensitifitas orang-orang mengenai debu.” Ucap Na Ri. Direktur Oh bertanya apakah ada orang lain yang ingin melakukanya, tak ada yang mengangkat tangan. Hwa Shin melirik pada Na Ri yang mau melakukanya. Na Ri binggung kenapa Hwa Shin malah meliriknya. 


Beberapa kru sudah mempersiapkan alat untuk liputan, Na Ri pun akan pergi. Seorang kameramen bertanya apakah  Ada sesuatu yang berguna. Na Ri pikir mereka akan menemukan sesuatu selama liputan dan mereka pun pergi ke tempat liputan. Na Ri sudah berdiri dengan memegang alat ditanganya.
Kami sedang berada di pusat kota Seoul,  di mana banyak orang menikmati sinar matahari. Tingkat konsentrasi debu dilaporkan mencapai... 30 mikrogram, yang mana merupakan tingkat aman. Tapi, kebenarannya, tingkat konsentrasi debu mencapai 85 mikrogram, ini Buruk sekali.” Ucap Na Ri memperlihatkan alat untuk mengukur debu.
Hal itu dikarenakan 60% dari konsentrasi debu biasanya menumpuk pada area luar rumah, seperti atap dan taman. Baiklah kalau begitu.  Betapa buruk dampaknya bagi anak-anak?” kata Na Ri yang tiba-tiba berjongkok, Kameramen binggung dan langsung ikut berjongkok.
Saya berusaha menyamakan tinggi dengan anak-anak usia lima tahun. Dan, konsentrasi debu setinggi ini mencapai 120 mikrogram. Meningkat 35 mikrogram dari sebelumnya.” Kata Na Ri memperlihatkan alatnya dan langsung bertiarap di jalan, Kameramen berteriak heran dan ikut bertiarap dengan kameran dipundaknya.
Berikut adalah tinggi anak usia tiga tahun. Dan, konsentrasi debunya mencapai 150 mikrogram. Ini Benar-benar buruk. Hal itu dikarenakan debu tidak menempel dengan mudah. Tingkat konsentrasi yang tinggi, 150 mikrogram debu berkumpul pada area tenggorokan seorang anak usia tiga tahun.” Kata Na Ri
Kameramen pikir mereka sudah selesai dan melakuan laporan penutup,  Na Ri meminta menunggu karena akan melanjutkan laporan dengan posisi tiarap. Kameramen sempat binggung.Na Ri ingin tahu jika penonton terkena partikel-partikel debu selama satu jam sebagaimana anak-anak tersebut jadi ingin tahu reaksinya dan akan mendemonstrasikannya secara langsung. Lalu menyuruh kameramen harus menggunakan masker.
Kameramen terlihat khawatir Na Ri yang sudah terbatuk-batuk,  Na Ri melihat jam tanganya kalau sudah hampir 40 menit sekarang. Kameramne tak percaya Na Ri benar-benar akan melakukannya selama satu jam. Na Ri tahu Anak-anak biasanya berjalan setidaknya selama satu jam dan Ini udara yang dihirup oleh anak-anak jadi akan memeriksanya untuk memastikan.


Perawat terdiam diruangan Dokter Geum terlihat tegang, Dokter Geum bertanya ada apa dengan perawatnya itu,  Perawat mengatkan Hasil tes Reporter Lee sudah keluar, tapi... Dokter Geum bertanya apakah ada masalah lain  Perawatnya pikir Dokter harus melihatnya. Dokter melihat dari layar monitor dan matanya pun melotot kaget.
bersambung ke part 2 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar