Selasa, 08 November 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 5 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Nan Gil menarik tangan Na Ri keluar gedung, Na Ri dengan nada mara bertanya apakah ibunya juga sudah mengetahuinya. Nan Gil mulai merasakan semua didepanya seperti berputar-putar, Na Ri meminta Nan Gil menjawab pertanyaanya, Nan Gil menatap Na Ri sudah terlihat pucat. Na Ri pun panik karena melihat Nan Gil tiba-tiba mengeluarkan keringat yang banyak.
Ran Sook keluar dari persembunyianya berteriak kalau Nan Gil itu Penipu dan siap menghajarnya, belum sempat kena pukul Nan Gil sudah terjatuh dijalan. Keduanya pun kaget tiba-tiba Nan Gil langsunbg terjatuh. Na Ri makin panik berteriak meminta agar Nan Gil bangun, suara Na Ri seperti bergema di telinga Nan Gil. 

Flash Back
Aku ditinggalkan tanpa satupun catatan... tentang nama dan ulang tahunku.
Nan Gil duduk sendirian di tangga dengan wajah termenung, Nyonya Shin yang sedang lewat melihat Nan Gil duduk sendirian lalu keduanya berbicara bersama seperti terlihat sangat dekat.
Kau duduk di sana karena anak-anak itu menggejekmu. Lain kali, kalau mereka menggejekmu lagi, Katakan, "aku juga memiliki seorang ibu."” Ucap Nyonya Shin
Tapi kau ibunya Na Ri.” Kata Nan Gil polos, Nyonya Shin mengaku kalau Ia juga ibu dari Nan Gil 

Aku cemburu pada Na Ri... karena dia adalah putri kandungnya Tapi aku tidak suka orang lain mengganggunya.
Nan Gil melihat Na Ri yang duduk sendirian di tempat bermain, lalu salah seorang anak melempar batu dengan ketapel, Na Ri hanyabisa menjerit kesakitan, Nan Gil langsung memberikan balasan dengan melemparnya ketapel.
Aku memutuskan untuk menikahi Na Ri untuk membuat ibu menjadi milikku.
Nan Gil yang masih sekolah mengambar keluarga yaitu, Na Ri, ia dan ibu Na Ri dan menjadi sebuah keluar lalu berkata akan menikahi Na Ri. Na Ri sudah mulai remaja menuggu didepan sekolah karena turun hujan deras, Nan Gil datang memberikan payung dengan mengaku kalau ibunya yang meminta agar memberikanya. Na Ri sempat binggung tapi akhirnya mengambil payung dan pulang. Sementara Nan Gil pulang dengan berhujan-hujannya.
Di depan Pangsit Hong, terlihat spanduk  (Selamat Hong Na Ri karena diterima masuk ke perguruan tinggi!) Ibu Na Ri pun mengantar anaknya untuk pindah ke Seoul sampai didepan rumah, Nan Gil melihat dari kejauhan karena Na Ri akhirnya meninggalkan desanya. 

Setelah dia pergi, Aku menyadari bahwa dia adalah cinta pertamaku.
Nan Gil menunggu didepan panti asuhan, Tuan Bae turun dari mobil lalu meminta agar Nan Gil seorang pria dan segera panggilnya "Ayah". Nan Gil menjabat tangan Tuan Bae dan berjanji akan melakukanya. Nan Gil masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan panti, saat itu juga ia melihat Nyonya Shin yang mengejar mobil seperti tak ingin berpisah denganya. 

Dia mengadopsi beberapa anak... dan membesarkan kami untuk menjadi geng.. yang saling membenci.
Nan Gil yang masih remaja melihat teman sebayanya, lalu mereka pun saling memukul dan berkelahi satu sama lain. Tuan Bae dari atas melihat perkelahian anak-anaknya dan hanya membiarknya, seperti ia melihat Nan Gil yang memang paling pintar berkelahi.
Akhirnya Nan Gil pun sudah dewasa dengan wajah penuh luka, lalu menuliskan surat di meja belajarnya untuk ibunya yang tersayang. Nan Gil pergi ke kampus Na Ri dan melihat Na Ri yang keluar dengan bergandengan tangan bersama Dong Jin, keduanya mulai berkencan.
Nan Gil melampiaskan amarahnya dengan memukul semua orang yang ada didepanya, seperti tak peduli lagi akibatnya. Nan Gil duduk didalam mobil dan melihat Na Ri yang sudah menjadi pramugari menarik kopernya untuk segera berangkat ke bandara.
Cinta lamaku sedang berjalan dan aku hidup di dunia yang gelap, jadi aku tidak bisa melihat dia lagi.


Nan Gil keluar dari penjara, sambil bergumam “Aku harus membayar harga yang mahal... untuk kembali kepada Ibu.” Saat itu ia datang ke restoran Hong dan bertemu dengan Nyonya Shin. Nyonya Shin kaget melihat Nan Gil akhirnya datang ke rumahnya.
Keduanya duduk diatas meja dan Nyonya Shin melihat beberapa surat Pemberitahuan Tagihan Hutang Da Da Finance dan merasa kalau ini hanya candaan saja. Nan Gil menatap Nyonya Shin merasa kalau percaya padanya dan mengatakan harus menjadi kepala keluarga.

Di tepi danau
Nan Gil memperlihatkan surat Pendaftaran Pernikahan. Nyonya Shin tak percaya kalau mereka akan menikah dan menurutnya tak mungkin ada yang percaya, lebih baik Katakan saja Nan Gil adalah anak yang diadopsinya. Nan Gil merasa itu bahkan lebih sulit lagi secara hukum.
Semua ini harus menjadi milikku dan Aku akan melindunginya. Apa kau tidak ingin membiarkan aku memilikinya?” ucap Nan Gil
Apa maksudmu? Kau bisa memiliki semuanya. Aku hanya... merasa tidak enak. Itu saja.” Kata Nyonya Shin  
Sepertinya kau tidak merasa seperti itu,  Kau berusaha untuk tidak tersenyum, kan?”ejek Nan Gil
Terlepas dari itu semua. Aku tahu itu hanya di atas kertas, tetapi kau tetap akan menjadi ayah tiri Na Ri. Dia akan pingsan karena amarahnya.” Ucap Nyonya Shin khawatir
Nan Gil hanya memikirkanya saja sudah membuatnya  merasa sakit kepala,karena tahu Na Ri akan menikah sebentar lagi, menurutnya lebih baik jadi jangan katakan kepadanya.

Nan Gil dan Nyonya Shin pun melakukan pendaftaran pernikahan dan Paman Na Ri membuatkan foto sebagai bukti kalau memang mereka melakukan pernikahan.
Tidak ada yang bisa diprediksi dalam hidup.
Nan Gil masuk ruang UGD dengan wajah panik dan di sebuah ranjang Nyonya Shin sudah meninggal dunia, Dokter memberitahu kematian  pada pukul 5:30 sore tanggal 8 Oktober 2015. Nan Gil menangis memeluk Nyonya Shin karena terlalu cepat meninggalkanya. Nan Gil pun berdiri menatap Na Ri yang duduk sendirian di rumah duka.
Saat aku kehilangan Ibu, Aku berjanji untuk melindungi Na Ri. Seiring dengan janji itu, cinta jangka panjangku... berakhir.

Na Ri masih panik mencoba membangunkan Nan Gil, lalu menyuruh Ran Sook agar segera memanggil Ambulance. Nan Gil memegang tangan Na Ri dan mengaku kalau ia baik-baik saja, memina agar tak perlu memanggil ambulance. Na Ri masih merasa khawatir.
Bisakah kau mendengarku?” ucap Na Ri, Nan Gil mengeluh Na Ri yang terlalu keras berteriak, Na Ri pun menyuruh Ran Sook agar segera membawa mobil.
Kau akan pergi ke rumah sakit, Sekarang Kau tidak baik-baik saja.” Ucap Na Ri saat melihat Nan Gil akhirnya bisa berdiri.
Aku alergi terhadap sinar matahari. Itu sebabnya.” Kata Nan Gil, Na Ri mengaku kalau ia tak akan percaya
“Hei... Ingat dengan siapa kau berbicara. Aku harus mengaduk adonan jadi sangat sibuk.” Kata Nan Gil akan pergi, Na Ri memegang tangan Nan Gil berusaha menahanya.
Jangan sampai sakit... Aku egois dan mengatakan itu demi diriku sendiri. Jangan pernah sakit. Aku tidak memiliki siapapun dan bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi. Jadi kau tidak boleh sakit.” ucap Na Ri
Aku tidak sakit… Ini mungkin sedikit memalukan untuk pamer, tapi aku terlalu sehat. Aku bahkan tidak tahu kapan terakhir kali aku sakit. Dan Selain itu, kau tidak perlu tahu apa yang terjadi. Jangan terlalu khawatir. Hati-hati dan jaga dirimu” Kata Nan Gi
Na Ri mengatakan kesimpuanya seharusnya tidak berpikir tentang pulang ke rumah dan sebaiknya hidup sendiri saja. Nan Gil heran kenapa Na Ri  menanggapi semuanya secara  berlebihan dan menurutnya pikiran negatif hanya membawa pemikiran yang negative lalu jadi stress. Na Ri tahu Nan Gil akan mengatakan kalau ia akan keriput

Aku akan membiarkanmu pergi dan membuat adonanmu. Jangan sampai jatuh di jalan. Sampai jumpa.” Ucap Na Ri lalu masuk ke dalam mobil, Nan Gil hanya bisa mengelengkan kepalanya dan berjalan pulang.
Dia pasti merasa gelisah... karena berpikir bahwa aku membiarkannya dengan semudah itu.” kata Na Ri melihat Nan Gil dari kaca spion
Na Ri.... Dia pasti merasa cemas.” Komentar Ran Sook yakin 

Tuan Bae memasukan USB ke dalam laptopnya dan meliha isinya  Daftar nama rekening pinjaman, Kim Young Soo, Park Jeong Sook, Jung Yong Dae. Dst.. Tuan Bae marah besar membantin laptop dan menjatuhkan semua barang diatas meja.
Pengacara dan anak buahnya pun datang mengahadap. Tuan Bae memberitahu kalau Nan Gil menyadari jumlah uang. yang masuk dan keluar melalui rekening pinjaman termasuk yang baru-baru ini. Semua terlihat tegang termasuk teman Nan Gil
Kalau daftar itu sampai keluar, maka kita selesai. Tidak ada yang tahu tentang daftar itu kecuali kita. Tapi siapa yang mungkin bisa... membantu Nan Gil?” ucap Tuan Bae mengarahkan pandangan pada anak buahnya. 

Ran Sook bertanya pada Na Ri apakah ada sesuatu yang terjadi. Na Ri binggung dengan pertanyaan temanya. Ran Sook melihat keduanya bersikap seperti pasangan dan terus melihatnya dari kaca spion.  Na Ri seperti tak menyadari mereka seperti itu dengan menyebut “kita.
“Kau tadi bilang "Kita"? Apa kau sangat membutuhkan seorang pria untuk bisa merelakan perpisahanmu? Bagaimanapun, bukan dia orangnya. Kau perlu melaporkan dia ke polisi.” Ucap Ran Sook geram
Tenanglah. Kalau tidak seperti itu , maka kau tidak akan bisa tidur dan mendapatkan keriput. Aku mungkin kalah dalam pertempuran ini, tapi akan memenangkan perang. Aku Hong Na Ri Jadi Aku akan menanyakan segala macam pertanyaan kepadanya dan akan memastikan bahwa dia menjawab semuanya secara menyeluruh.” Tegas Na Ri, Ran Sook pun langsung mendukungnya. 

Na Ri mengeluarkan bahan makan dari kulkas lalu mengingat saat Nan Gil mengandeng tanganya dan menarik keluar dari gedung tuan Bae, lalu merasakan hatinya mulai berdebar.
Kenapa aku terus memikirkan tentang dia?” ucap Na Ri lalu menyuruh semua pikiran itu pergi darinya.
Na Ri pun memilih baju yang sedang digantung, pikiran kembali mengingat saat Nan Gil mengendongnya masuk ke dalam rumah sakit, lalu berusaha menyadarkan dirinya kembali. 

Saat itu Duk Bong menelp lalu bertanya apakah ia melupakan sesuatu, Na Ri binggung apa yang dilupakanya. Duk Bong mengatakan seharusnya Na Ri menelp karena sebelumnya memberitahu menerima sesuatu dari pengadilan dan ingin tahu apa itu. Na Ri seperti mengangguk-angguk mengerti.
Berhenti menggodaku dan beritahu saja aku.” Ucap Duk Bong penasaran
Aku harus memberitahumu secara langsung, karena Ini cukup rumit.” Kata Na Ri
Duk Bong tak suka Na Ri yang membuatnya semakin penasaran lalu bertanya dimana mereka akan bertemu, Na Ri mengatakan segera dan langsung menutup telpnya. 

Duk Bong mengeluh Na Ri selalu menutup teleponnya saat ia masih berbicara. Lalu mengulang kata kata Na Ri  "Aku harus memberitahumu secara langsung." Dengan senyumanya merasa kalau Na Ri sengaja memang ingin bertemu denganya.
Duk Shim tiba-tiba sudah berdiri didekat tangga menatap sinis kakaknya, Duk Bong benar-benar kaget melihat adiknya yang tiba-tiba ada didekatnya, lalu mengomel kalau adiknya itu harus mengeluarkan suara ketika berjalan. Duk Shim hanya menatap kakaknya penuh rasa kebencian. 

Dong Jin menunggu disebuah cafe, Yeo Joo datang meminta maaf karena membuatnya lama menungu.  Dong Jin bertanya kenapa Yeo Joo ingin bertemu denganya di cafe ini. Yeo Joo bertanya apakah Na Ri sudah mengembalikan uang di pinjamnya, Dong Jin terlihat gugup dan mengaku Na Ri sudah memulangkanya.
Ternyata dia mengambil pinjaman pribadi.”kata Yeo Joo, Dong Jin kaget lalu bertanya siapa yang memberitahu tentang hal itu
Banyak surat pemberitahuan penagihan utang yang dikirim ke kantor. Semua orang tahu tentang hal itu Kau pasti merasa tidak enak hati. Aku juga merasa seperti itu.” ungkap Yeo Joo berpura-pura merasa prihatin
Kalau kau merasa benar-benar tidak enak, maka kau seharusnya tidak berbicara tentang hal itu dengan semudah ini.” balas Dong Jin dengan nada  marah
“Ah.. Maksudku, aku tidak ingin membicarakannya. Aku hanya berpikir kalau kau harus tahu.” Ucap Yeo Joo berusaha untuk tenang. 

Shi Eun (kemaren salah nama jadi Yeon Mi) masuk ke dalam cafe bersaa teman-temanya sambil membahas mereka yang tidak bisa membuat pemesanan, lalu melihat Yeo Joo dan kaget didepanya itu Dong Jin. Na Ri pun datang, Shi Eun langsun menarik Na Ri agar kembali lagi lain waktu saja, Na Ri binggung lalu melihat Dong Jin dengan Yeo Joo dan tatapnya hanya datar.
Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu? Apa kau tahu?” ucap Shi Eun tak percaya lalu ingin memukul Yeo Joo
Shi Eun. Lupakan tentang hal itu. Ayo kita pergi saja.” Kata  Na Ri seperti tak ingin ada perkelahian, Shi Eun marah kenapa mereka harus pergi.

Dong Jin... Kita sering datang ke sini karena diskon kelompok kita.” Ucap Shi Eun, Dong Jin menatap Yeo Joo seperti sengaja mengajak ke tempat ini untuk bertemu dengan Na Ri.
Ini hanya sebuah kebetulan.” Kata Yeo Joo dengan memperlihatkan wajah polosnya. Shi Eun makin berteriak marah karena Yeo Joo berbohong kalau semua ini hanya kebetulan. Na Ri pun menahan temanya agar tak berkelahi.
Kenapa kau bisa begitu tenang tentang hal itu? Aku akan melemparkan dia dari pesawat.” Kata Shi Eun benar-benar muak dengan Yeo Joo
Dong Jin pikir harus bicara dengan  Na Ri sekarang, Yeo Joo kaget Dong Jin masih ingin bicara dengan mantan pacarnya. Na Ri pikir tidak perlu mengatakan apapun kepada Dong Jin, Tapi Dong Jin tak mau tahu dan langsung menarik tangan Na Ri keluar dari cafe. 
Shi Eun langsung mendekati Yeo Joo dengan tatapan sinis,  sambil bertanya Apa yang membuat Juniornya begitu percaya diri, lalu menegaskan bisa melihat sendiri sekarang kalau  Sembilan tahun tidak akan hilang begitu saja.
Berhenti berbicara tentang berapa lama mereka berkencan. Itu tidak ada artinya. Semua Tidak termasuk saat dia bergabung di militer dan berada di luar negeri, sembilan tahun mereka tidak terlalu lama.” Ucap Yeo Joo membalasnya.
Shi Eun tak percaya Yeo Joo bisa bersikap seperti itu. pramugari yang melihat merasa tak percaya Shi Eun bisa kehilangan kata-kata. 

Na Ri keluar cafe lalu teringat dengan perintah Nan Gil kalau tak boleh berdekatan dengan Dong Jin saat ia masih hidup dan langsung melepaskan tanganya karena merasa tidak perlu memegang tangannya. Dong Jin meminta maaf karena taka tahu Na Ri sering datang ke tempat itu.
Jangan meminta maaf. Kau bebas untuk pergi ke mana pun kau mau. Tapi ... karena kalian berdua tidak tahu tentang apapun atau sopan santun, Aku agak malu.” Kata Na Ri, Dong Jin kembali meminta maaf, Na Ri pikir Dong Jin tak perlu melakukanya.
Tapi apa kau benar-benar sedang dalam masalah keuangan? Apa pamanmu mengambil pinjaman pribadi?” tanya Dong Jin penasaran
Apa itu yang dikatakan Yeo Joo? Jadi Apa kalian berdua bicara tentang aku?” balas Na Ri sinis, Dong Jin ingin tahu  Siapa pemberi pinjamannya dan Berapa banyak?

Apa kau hanya ingin tahu Atau kau ingin melunasinya untukku? Mereka berdua menjengkelkan.” Kata Na Ri
Kau tidak bisa menangani rentenir. Jadi Dapatkan rumah itu dari si penipu itu dan jual saja.” Ucap Dong Jin dengan nada tinggi.
Na Ri tak terima bertanya siapa yang disebutnya penipu, lalu menegaskan kalau bukan karena Nan Gil maka ia.. lalu memilih untuk tak membahasnya, merasa tidak ingin berbicara dengan Dong Jin tentang Nan Gi. 

Yeo Joo datang dengan wajah polosnya berjanji tidak akan datang ke tempat itu lagi. Na Ri kesal Yeo Joo  masih bisa berbicara seperti itu bahkan disaat seperti itu, lalu menyindir junionya itu bisa menghargainya dan akan kembali masuk ke cafe.
“Ternyata Seleramu tidak berubah. Setidaknya, kau memberikan warna yang berbeda untuk dia dari yang diberikan padaku” ucap Na Ri melihat model tas yang sama dengan yang digunakan Yeo Joo,
Dong Jin menutup wajahnya karena melakukan kesalahan. Na Ri pun mengeluarkan semua isi tasnya dan mengembalikan pada Dong Jin dan mengaku sudah terlambat dengan janjinya. Yeo Joo terlihat cemberut dengan menatap Dong Jin.  

Na Ri datang ke restoran dumpling dengan tas yang besar,  lalu merasakan pungungnya terasa sakit harus menaik tanga dan masuk ke dalam restoran. Yong Kyu menyapa Na Ri yang baru datang dengan senyumanya tapi Nan Gil binggung dengan Na Ri yang datang dengan koper bersa
“Dikantorku, sudah tersebar berita bahwa aku meminjam uang dari rentenir, jadi aku dipecat karena merusak citra pramugari.” Akui Na Ri
Tunjukan jalan menuju perusahaanmu.”ucap Nan Gil marah, Na Ri berkomentar kalau Nan Gil memang orangtua yang hebat.
Aku akan membawa dokumentasi yang menunjukan bahwa bukan kau yang bertanggung jawab. Ayo pergi... Aku akan mengatasinya.”kata Nan Gil penuh amarah
Aku akan membongkar koper di kamarku.” Ucap Na Ri
Nan Gil binggung kenapa harus membongkar kopernya dan mengajaknya untuk segera ke  Seoul. Na Ri mengaku kalau ia sudah berbohong dan hanya mengambil cuti, lalu menceritakan selama ini sudah  bekerja keras dan bersikap jadi mereka tidak bisa semudah itu memecatnya lalu mebawa pergi kopernya dengan merasakan sakit dibagian punggungnya. 

Na Ri memasukan semua pakaian dalam lemari, Nan Gil menatap sinis. Na Ri menyindir Nan Gil yang akan terus berdiri di sana. Nan Gil mengaakan menjalankan sebuah restoran pangsit. Na Ri menyambungnya kalau Nan Gil selalu membuat adonan.
“Dia Restoran memiliki aturan. Tapi suatu hari, kalau seseorang meminta untuk mengambil liburan panjang, maka karyawan akan terlihat kurang setia.” Kata Nan Gil dengan nada tinggi.

“Dasar  Bos yang mengerikan. Kau pasti khawatir tentang mereka, bertanya-tanya apa yang terjadi sampai mereka membutuhkan begitu banyak waktu libur. Kecelakaan dan insiden terjadi dalam satu malam seperti tiba-tiba aku mendapatkan hutang satu juta dolar.” Ucap Na Ri
Itu hutangku.” Tegas Nan Gil
Tepat sekali. Itulah yang paling ingin aku ketahui. Kenapa kau menjadi ayah tiriku dan mengambil alih hutang kami untuk mengatasinya? Dengan kemarahanku, aku ingin bertanya sekarang, tapi aku punya banyak waktu.” Ucap Na Ri dan Nan Gil hanya bisa terlihat geram dan memilih keluar dari kamar. 

Na Ri sudah ada didalam ruangan Duk Bong dengan melihat miniatur gedung, Duk Bong datang bertanya kapan Na Ri sampai di kantornya.  Na Ri melihat itu miniartur model dari resort yang direncanakan, Duk Bong membenarkan dan membanggakan kalau itu pasti keren.
Apa danaunya akan menghilang?” tanya Na Ri, Duk Bong terlihat gugup. 
“Ah... Tidak perlu menyertakan danaunya dalam pembangunan itu.  Aku lihat Sepertinya kau tertarik dengan resor it dan  kau akan menjual tanah itu setelah memenangkan gugatan.” Ucap Duk Bong
Tolong tarik kembali aduan pembatalan pernikahan.” Perintah Na Ri, Duk Bong mengaku kalau  Keluhan itu sudah diajukan dan bertanya ada apa lagi dengan keraguan Na Ri 
Apa kau tahu Da Da Finance?” tanya Na Ri, Nan Gil binggung kenapa Na Ri bertanya tentang hal itu.
Ayahku berhutang kepada mereka dengan tanah sebagai agunannya. Mereka mengatakan kalau itu adalah hutangku sekarang.” Cerita Na Ri
Duk Bong tak percaya kalau ayahnya, Si  Pemilik Pangsit Hong itu mengerikan lalu menanyakan alasan  Na Ri akan menarik pengaduannya karena menurutnya lebih baik dimasukan saja ke penjara. Na Ri mengatakan bukan itu ayah yang dimaksud tapi ayah kandungnya yaitu Ayah yang ditinggalkan mereka berdua sejak 20 tahun yang lalu. Duk Bong terdiam mendengarnya.
Hidup memang menyebalkan, kan?” kata Na Ri, Duk Bong terlihat binggung
Jadi... Bagaimana kau begitu tidak beruntung dengan ayah?!!”keluh Duk Bong yang langsung menatapkan tatapan sisi pada Na Ri

Da Da Finance terlihat sah pada permukaannya, tapi metode mereka menagih hutang adalah ilegal. Setelah mereka mendapatkanmu, maka kau tidak bisa keluar. Kau memiliki seorang ayah tiri jadi Rahasiakan hutang itu dari Nan Gil. Masalah terkait Da Da terjadi di masa lalu Dan sekarang karena kau memiliki ayah tirimu Kita bisa menyatakan bahwa kau bukan yang bertanggung jawab.” Kata Duk Bong terlihat khawatir
Nan Gil tahu tentang hutang itu. Dia mengatakan itu sebabnya dia menjadi ayah tiriku dan Ini hanya di atas kertas.” Jelas Na Ri, Duk Bong binggung maksudnya.
Jadi...Maksudku, dia satu-satunya orang yang bisa aku percaya sekarang.” Ungkap Na Ri
Na Ri... Aku akan memeriksanya dan Jangan percaya begitu saja. Ini terlalu cepat, Belum lama ini kau menyebutnya penipu. Apa ini mendesak? Kau harus mempertanyakan apa pun dan segala sesuatu.” Kata Duk Bong memperingatinya. 

Nan Gil dan karyawan sedang memasukan semua pesanan dumpling pada kotak makan, lalu pesan Na Ri masuk “ Datanglah ke taman bermain sekarang.” Akhirnya Nan Gil pun datang, Na Ri yang sudah menunggu bertanya apakah Nan Gil tahu alasanya memanggilnya untuk datang. Nan Gil meminta Na Ri lebih baik katakan saja
Atap setelah kelas, taman bermain setelah kelas. Kau tahu apa yang aku maksud, kan?” ucap Na Ri seperti ingin mengujinya. Nan Gil meminta agar Na Ri tak mengodanya dan lebih baik katakan dengan jelas saja.
Aku ingin berduel di sini dan  bosan berbicara tentang hal yang sama, tapi kita tidak benar-benar... Nan Gil Berbicara dengan sopan kepadaku mulai sekarang..Dan aku ingin kau menjawab pertanyaanku dengan jujur.” ucap Na Ri, Nan Gil heran kenapa ia harus melakukanya. 

Semuanya sudah jelas... Kenyataan bahwa kau sedang berpura-pura menjadi ayah tiriku. Saat aku menyebutmu penipu dan penggali emas, seharusnya Kau bisa saja mengatakan bahwa kau berpura-pura.” Kata Na Ri
Nan Gil pikir itu hanya akan membuatnya bingung dan ingin Na Ri merasa nyaman. Na Ri masih tak terima kalau Nan Gil itu  harus menjadi ayahnya. Nan Gil pikir lebih baik untuk menjadi keluarga dan melindunginya, Na Ri rasa ibunya  tidak akan pernah setuju dengan kebohongan seperti itu.
Dia tahu itu satu-satunya cara untuk memperbaiki ini.” kata Nan Gil
“Jadi Dia mempercayaimu lebih dari putrinya sendiri. Begitukah? Apa hubungan kalian? Berapa lama kau mengenalnya?” tanya Na Ri, Nan Gil hanya menatap dalam Na Ri yang ada didepanya

Apa dia melatih tatapan seperti ini? Jangan berpaling.... Kalau kau berpaling, maka kau kalah. Gumam Na Ri seperti tak bisa menatap Nan Gil lebih lama.
Apa kau benar-benar tidak tahu?” tanya Nan Gil, Na Ri membalas memangnya apa yang tak diketahuinya.
Nan Gil menatap Na Ri merasa kecewa karena Na Ri  benar-benar tidak tahu. Saat akan pergi Na Ri berdiri depanya dan memperlihatkan sapu tangan dengan bertuliskan kelas 1-3, Ko Nan Gil. Nan Gil tersenyum melihat sapu tangan yang dipegang oleh Na Ri. 
Berapa lama kau mengenal ibuku?” tanya Na Ri, Nan Gil terdiam Na Ri binggung melihat ekpresi yang diberikan oleh Nan Gil

Aku dibesarkan di sebuah panti asuhan dengan Panti Asuhan Hope.” Cerita Nan Gil duduk diatas ayunan, Na Ri sempat terdiam dan mengingat nama panti asuhan itu dan ibunya itu biasa menjadi sukarelawan
Itu benar... Ibumu datang hampir setiap hari dan merawatku. Aku sangat berhutang budi kepadanya.” Cerita Nan Gil
Jadi kalian bertemu di panti asuhan.” Ucap Na Ri sedih
Itu semua di masa lalu. Jangan kasihani aku... hanya karena aku dibesarkan di sebuah panti asuhan. Aku menerima banyak cinta, berkat Ibumu” kata Nan Gil bahagia
Aku tidak kasihan kepadamu. Restoran kita dulunya adalah sebuah panti asuhan.” Cerita Na Ri
Nan Gil tahu karena sudah mendengar dari Nyonya Shin, kalau menceritakan kalau itu mengingatkannya. dengan masa lalu karena itu Nyonya Shin  menjadi sukarelawan di tempatnya. Na Ri ingat dengan panti asuhan itu. Nan Gil mengejek kalau Na Ri tidak pernah datang. Na Ri binggung kenapa Nan Gil bisa mengetahuinya.
Apa kau ingat aku dari saat itu?” tanya Na Ri, Nan Gil tahu karena Nyonya Shin selalu datang sendirian.
Aku selalu merasa kesal pada saat itu karena dia selalu pergi untuk menjadi sukarelawan. Aku benar-benar anak nakal, kan?” ucap Na Ri
Aku selalu merasa kesal karena dia selalu pulang dan bukan tetap tinggal bersamaku. Kata Nan Gil.

Na Ri merasa ibunya pasti lelah berurusan dengan mereka berdua, lalu mengetahui Nan Gil bersekolah di  Sekolah Seulgi dan pasti ia lebih tua juga, Nan Gil langsung berdiri menurutnya Na Ri Jangan terpaku pada masa lalu dan mengingatkan kalau ia adalah ayah tirinya sekarang.
Da Da mungkin akan mengirimkan orangnya setiap saat, jadi mari kita bekerja keras dengan akting kita.” Kata Nan Gil
Aku tidak bisa melakukan itu. Kalau kau sedekat itu dengan ibuku, kenapa aku tidak mengenalmu? Kenapa aku tidak ingat semua itu?” ucap Na Ri, Nan Gil membalikan badanya dan langsung berjalan mendekatinya,  Na Ri berjalan mundur terlihat ketakutan
Kau tidak bisa berpura-pura, tapi kau penasaran. Dan Karena penasaran berarti kau tertarik. Apa kau...” ucap Nan Gil terus mendekat, Na Ri menantang apa maksudnya.
Aku mengatakan ini karena prihatin Kau tidak bisa melihatku sebagai seorang laki-laki.” Tegas Nan Gil, Na Ri berteriak marah
Kau tidak perlu menjadi begitu kasar.” Ucap Nan Gil dan pamit pergi untuk mengaduk adonan.
Na Ri memegang lengan Nan Gil untuk tak pergi, lalu berkata kalau sekarang  benar-benar tidak dalam posisi untuk bertanya tapi hanya perlu berterima kasih padanya. Nan Gil pikir tak perlu, karena ia hanya melakukan apa yang harus dilakukan, jadi jangan berterima kasih kepadanya.
Kalau kau tidak bisa berpura-pura, maka jangan lakukan. Tapi jangan bicara kepadaku.” Kata Nan Gil lalu berjalan pergi, Na Ri ngedumel sendirian.
Dia benar-benar tidak ingat apapun.” keluh Nan Gil kesal dan berjalan pergi. 
bersambung ke part 2

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        



Tidak ada komentar:

Posting Komentar